LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [2.2]

LISTEN TO YOU [2.2]

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

©2010 SF3SI, Novi.

 

Key POV

Jujur seminggu ini pikiranku selalu penuh dengan Hye Jin, hah meski aku sudah bertekad untuk tidak pernah mengingatnya lagi dan berusaha melupakannya namun ternyata itu sulit buatku karena sampai sekarang jujur aku tetap tidak bisa melupakannya. Meski aku sudah berusaha untuk menyuaki Yu Ri tapi tetap saja itu tidak bisa. Aku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Yu Ri.

”Kau sudah bangun?”tanya Minho langsung masuk ke dalam kamarku seperti biasanya.

Aku malas sekali bangun setiap hari. Aku malas untuk pergi ke sekolah karena aku akan selalu melihat Hye Jin dan Taemin yang pergi ke sekolah bersama dan itu membuat hatiku sakit sekali. Sakit rasanya setiap hari harus melihat mereka berdua bersama. Tiba-tiba Minho menarik selimutku.

”Bangun!”teriaknya.

”Ya!Minho!aku juga sudah bangun!sudah sana…aku mau mandi!”seruku padanya dan menyuruhnya pergi.

Aku melihat dia keluar dari kamarku. Aku pun bangun dan berjalan ke kamar mandi dengan lesu. Aduh badanku hari ini sungguh tidak enak, kenapa ya? Apa gara-gara kemarin aku pulang disaat hujan salju turun. Aishh, pasti gara-gara itu. Semoga aku tidak flu. Aku menatap cermin dan melihat wajahku pucat sekali. Aigoo, jangan sampai aku sakit. Seruku dalam hati. Aku bergegas mencuci muka dan menggosok gigi, lalu berjalan kembali ke kamarku dan memakai seragam. Aku ambil salah satu jaket dari lemari dan sarung tangan. Aku melihat ke arah jendela, sepertinya semalam turun salju lagi karena tamanku penuh dengan salju.

Aku bergegas turun dan segera sarapan.

”Wajahmu pucat Key?”tanya ummaku dengan wajah sangat khawatir.

”Ah andwe…aku baik-baik saja…”seruku sambil memasukan roti ke dalam mulutku dan segera meminum susu yang sudah disiapkan dalam sekali teguk.

”Ayo Minho!”seruku pada Miho.

Dan kulihat Minho segera beranjak dari duduknya dan berjalan mengambil tas lalu mengecup kening ummaku sekilas dan mengikutiku berjalan.

Aku sampai disekolah dimana suasana masih sepi, mungkin anak-anak malas berangkat pagi dicuaca sedingin ini. Aku hanya melihat para sunbaeku yang memang sudah sejak pagi datang karena mereka memang sudah ada pelajaran tambahan karena sebentar lagi mereka akan ujian akhir. Aku berjalan menuju lokerku dan disana sudah ada Hye Jin di depan lokernya. Tumben sekali dia tidak bersama Taemin yang mengantarnya sampai ke kelas. Dia menatap ke arahku sekilas. hufft aku lelah harus terus berpura-pura sinis padanya. Karena jujur hatiku tidak bisa berbohong kalau dia masih ada di hatiku. Mungkin sebaiknya aku berhenti membohongi diriku sendiri. Kalau dia sudah jadian dengan Taemin memangnya kenapa, aku tidak boleh membencinya. Ini kan keputusannya dan aku harus menghargainya. Kalau dia bahagia aku juga seharusnya bahagia. Mungkin Taemin lebih baik untuknya dibandingkan denganku. Rasanya aku ingin menangis. Sebaiknya mulai hari ini aku bersikap biasa kembali padanya.

Hye Jin POV

Sudah seminggu aku dan Taemin berpacaran dan tidak ada yang berubah karena kami memang bersikap sama seperti saat kami masih berteman akrab dan aku senang karena itu. Habis terkadang aku bingung harus bersikap seperti apa terhadapanya dan sepertinya dia juga merasakan hal yang sama denganku. Jadi mungkin dengan seperti teman biasa lebih baik di bandingkan dengan harus seperti pasangan.

Hari ini masih saja ada olahraga padahal cuaca diluar masih mendung dan dingin. Kenapa sekolahku memiliki lapangan olahraga indoor itu membuat kami pelajran olahraga tetap ada selama musim dingin dan itu sangat menyebalkan. Saat aku sampai di lokerku aku berpapasan dengan Key. Tidak banyak yang berubah darinya dia masih seperti dulu, tetap diam dan cuek terhadapku. Meski sudah terbiasa tapi aku masih tetap tidak enak padanya, masalahnya kami jadi tidak berbicara karena masalah sepele. Aku mencoba memberanikan diri menyapanya. Jujur aku tidak mau hubunganku dengannya berkahir seperti ini. Kulihat dia sedang mencari sesuatu di lokernya.

”Key…”seruku pelan nyaris tidak terdengar.

Aku pikir dia tidak mendengarnya namun kemudian dia menutup lokernya dan menatap ke arahku. Omo wajahnya pucat sekali, apa dia sakit. Kenapa dia pucat sekali.

”Gwenchanayo?”tanyaku padanya.

Dia hanya tersenyum lemah dan mengangguk lalu berjalan pergi. Awal yang baik setidaknya dia tidak menatapku tajam.

Aku berjalan menuju kelasku tapi belum sampai di depan kelas aku bertemu Yesung.

”Hye Jin-ah…”serunya padaku smabil tersenyum.

”Yesung-ah…”seruku membalas senyumnya.

”Rae Na sudah datang?”tanyanya.

”Molla…aku baru datang belum ke kelas…”jawabku.

”Ohh…kupikir dia sudah datang…”serunya lagi.

Aishh, anak ini dan Minho, keduanya menyukai Rae Na. Apa Rae Na sudah memutuskan siapa yang akan dia pilih? Aku penasaran siapa yang akan dia pilih. Tiba-tiba aku jadi ingin bertanya pada Yesung soal perasaannya pada Rae Na.

”Yesung-ah…kau suka Rae Na ya?”tanyaku.

Dan tiba-tiba saja mukanya sudah merah.

”Ah…andwe…”jawabnya langsung masih dengan muka yang merah bahkan tambah merah.

Hah aku senang sekali melihatnya malu seperti itu.

”Sudahlah…katakan saja padanya…”seruku padanya.

”Kau mau membantuku?”tanyanya.

”Anni…aku tidak berbakat menjadi mak comblang…sebaiknya kau usaha sendiri…hwaiting Yesung-ah…”seruku padanya dan menepuk bahunya lalu berjalan pergi.

”Ah..Hye Jin-ah…”serunya.

Aku berniat mengganti pakaianku dengan pakaian olahraga begitu kulihat Key hanya menelungkupkan wajahnya ke meja. Sepertinya benar dia sedang tidak enak badan. Aku menjadi sedikit khawatir padanya sebaiknya dia tidak usah ikut olahraga saja. Aku pun berniat menghampirinya dan menyuruhnya pergi ke UKS. Namun saat aku hendak menghampirinya dia sudah terlebih dahulu berdiri dan keluar kelas.

”Ayo cepat…nanti kita terlambat…”seru Rae Na sambil menarik tanganku dan aku pun hanya bisa menurut saja.

Saat sampai di lapangan, olahraga kali ini kami bermain voli. Menyebalkan, aku tidak bisa bermain voli. Kim seonsangnim sudah membagi kelompok, yang cowok di pisahkan dengan yang cewek. Aku mencari wajah Key diantara teman-teman cowokku namun aku tidak menemukannya. Kemana dia? Apa dia berinisiatif sendiri untuk pergi ke UKS. Namun tiba-tiba seseorang masuk dan berjalan dengan perlahan-lahan. Dan ternyata itu Key. Aigoo kenapa dia masih nekat ikut olahraga juga padahal dia tahu kalau kondisinya sedang tidak baik. Dasar cowok keras kepala! Sudah tentu dia langsung dimarahi Kim seosangnim karena terlambat masuk.

”Kim Kibum…kenapa terlambat!”tanya Kim seosangnim.

”Mianhe seonsangnim…”seru Key lemah.

”Cepat lari 3 keliling!”perintah Kim seosangnim dan kulihat Key hanya bisa pasrah dengan hukuman itu.

Tanpa sadar aku terus memperhatikan Key.

”Hye Jin-ah…kenapa kau daritadi memperhatikan Key terus?”tanya Rae Na melihatku terus memperhatikan Key dan tidak fokus pada permainana.

”Ne…andwe…”jawabku lalu mengalihkan pandanganku dan kembali fokus pada permainan kami.

Key POV

Sial sekali aku hari ini hampir saja tadi aku pingsan di kamar mandi . kenapa kepalaku pusing sekali ya? Aigoo. Sampai di lapangan di hukum pula berlari 3 kelling. Untung aku masih sanggup. Aku pun melanjutkan dengan bermain voli dan kini sepertinya kepalaku tidak bisa diajak kompromi beberapa kali aku kehilangan keseimbangan karena tiba-tiba saja kepalaku sangat pusing dan keringat dingin sudah mulai turun. Aishh.

”Key awas!!”seru Wookie padaku.

Aku melihat bola menuju kearahku tapi entah kenapa aku tidak bisa beranjak dari tempatku untuk menghindar dan jadilah bola itu menghantam kepalaku. Kepalaku yang sejak awal memang sudah pusing di tambah lagi terkena bola benar-benar rasanya mau pecah. Tiba-tiba pandangnku menadi gelap dan aku bisa merasakan diriku terjatuh dan semuanya gelap, aku hanya mendengar suara teman-temanku yang menghampiriku.

Hye Jin POV

”Key Awas!!”seru Wookie.

Aku melihat bola voli itu menghantam kepalanya dan tiba-tiiba dia sudah jatuh ke tanah. Ya Tuhan! Aku pun segera berjalan menghampirinya bersama yang lain dan melihat Key sudah tidak sadarkan diri,

”Ada apa ini?”tanya Kim seosangnim menghampiri kami.

”Ini tadi aku melempar bola tapi malah mengenai Key dan sekarang dia pingsan…”terang Wookie pada Kim seonsangnim. Bisa kulihat wajahnya sangat merasa bersalah.

Aku menepuk-nepuk pipi Key sambil memanggil namanya.

”Key..key…bangun…”seruku padanya namun dia tetap tidak sadarkan diri. Ya Tuhan badannya panas sekali. Dasar cowok keras kepala! Kenapa dia tidak memperhatikan dirinya sendiri sih. Padahal sudah tahu sedang sakit masih memaksakan untuk ikut olahraga.

”Bawa dia ke UKS…”perintah Kim seosangnim.

Kemudian teman-temanku langsung menggotongnya membabawanya ke UKS, aku pun meminta izin untuk menemaninya dan Kim seonsangnim mengijinkanku. Aku pun berjalan mengikuti ke dua temanku yang sedang menggotong Key ke UKS. Sampai ke UKS dia langsung ditidurkan di atas tempat tidur.

”Aku yang akan mengurusnya…”seruku kepada ke dua temanku itu dan mereka pun langsung keluar dari UKS.

Sepertinya pada jam segini tidak ada yang menjaga UKS. Sebaiknya aku mengobati luka di kepalanya dulu. Aku mencari-cari perban dan alkohol, setelah menemukannya aku segera menghmpri Key yang masih tidak sadarkan diri dan mengobati luka di kepalanya. Setelah aku menutupnya dengan plester. Aku berusaha membangunkannya kembali.

”Key..bangun…”seruku menepuk pipinya. Dia masih tetap diam.

”Hye Jin-ah…”serunya lirih membuatku kaget.

Hey apa yang dia pikirkan kenapa dia memanggil namaku. Pikirku dalam hati. Saat aku memegang pipinya sangat panas. Ya ampun kenapa badannya bisa sepanans ini. Aku berjalan mengambil baskom dan mengisinya dengan air dingin lalu mencari handuk setelah kudapatkan aku mengompresnya. Dia masih terus mengigau menyebut namaku. Cowok aneh.

”Hye Jin-ah…”igaunya lagi.

Aku hanya menatapnya yang masih tidak sadarkan diri.

”Kau ini aneh Key…kenapa kau menghindariku selama ini…memangnya aku salah apa padamu…kenapa kau membenciku…apa aku tidak boleh menjadi temanmu lagi..”ucapku.

Hey apa yang aku lakukan kenapa aku malah curhat padanya. Aishh biaralah siapa tahu dia mendengar keluhanku di dalam mimpinya itu.

”Kenapa kau terus menghindariku selama ini..kau pikir enak dicuekin seperti itu olehmu…sudah tau kau ini orangnya sangat menyeramkan jika mendiamkan orang lain…aku seperti bersalah telah membunuh adikmu tahu…habis kau sangat marah sekali padaku…”ceritaku lagi.

Tak terasa bel makan siang sudah berbunyi. Aku mengganti handuk untuk mengompresnya. Badannya sudah mulai tidak panas lagi. Apa sebaiknya aku tinggalkan saja dia ya? Aku harus makan siang pasti Taemin menungguku, tapi dia sendirian. Mungkin aku makan nanti saja setelah dia siuman. Aku pun segera mengetik sms pada Taemin.

Taemin-ah..hari ini aku tidak bisa makan siang bersamamu…aku sedang ada di UKS…Key pingsan…mianhe…

Aku pun menatap Key lagi dan kini dia kembali mengigau.

”Hye Jin-ah…jangan tinggalkan aku…”igaunya.

Aishh, apa-apaan sih cowok ini. Aku memeriksa dahinya sudah tidak terlalu panas. Dasar aneh. Aku menunggunya dan menahan rasa lapar di perutku. Key, lihat saja kalu kau sudah bangun, kau yang harus minta maaf padaku karena aku telah melewatkan waktu makan siangku hanya untuk menjagamu. Kau berhutang budi padaku.

Taemin POV

Saat aku mendapat sms dari Hye Jin, jujru aku cemburu mendengarnya menjaga Key di UKS. Kenapa dia begitu baik pada Key?aishh, Taemin tenanglah dia hanya menolong sesama teman. Berarti Hye Jin tidak makan siang, sebaiknya aku membelikannya roti. Aku pun membelikan roti untuk Hye Jin dan berjalan menuju UKS.

”Hye Jin-ah…”seruku pada Hye Jin yang sedang duduk disamping tempat tidur.

Hye Jin menoleh dan tersneyum.

”Taemin-ah…”serunya.

”Ini…”seruku sambil menyodorkan sebungkus roti padanya.

”Jangan sampai tidak makan…”serunya lagi.

”Gumawo…”serunya smabil tersenyum.

”Memangnya Key kenapa?”tanyaku.

”Tadi dia kena bola jadi pingsan…sampai sekarang belum sadar…”jawabnya.

”Oh..ya sudah..aku kembali ke kelas dulu…jangan lupa dimakan…”pesanku padanya sambil mengacak-acak rambutnya lembut dan berjalan pergi meninggalaknnya.

Key POV

Kenapa Taemin malah kesini? Untung dia segera pergi. Sebenarnya dari tadi aku sudah sadar hanya saja ini kesempatanku untuk  bisa berdua dengan Hye Jin. Aku mendengar semua ceritanya tadi dan jujur ternyata selama ini aku sudah begitu kejam padanya. Sebaiknya aku segera bangun.

”Key..kau sudah bangun…syukurlah…”serunya dengan wajah penuh kelegaan.

Aku pun segera duduk dan langsung memeluknya. Hye Jin sangat kaget dan berusaha melepaskan pelukanku.

”Biarkan sebentar saja aku memelukmu seperti ini…aku tidak akan pernah bisa memelukmu seperti ini lagi…mianhe Hye Jin selama ini aku mendiamkanmu…itu semua karena aku mencintaimu…saranghae…”kataku jujur padanya.

Aku sudah tidak sanggup lagi membohongi perasaanku padanya. Sebaiknya aku jujur padanya. Aku tahu dia tidak mungkin menerimaku, aku tahu itu, aku hanya ingin mengaku saja padanya agar aku tidak perlu terus membohongi perasaanku.

”Saranghae…”seruku lagi dan semakin mengeratkan pelukanku. Aku bisa merasakan Hye Jin hanya  terdiam.

Taemin POV

Aku masih berdiri di depan pintu UKS begitu aku mendengar Key mengucapkan kata saranghae pada Hye Jin dan saat kulihat ke dalam Key sedang memeluk Hye Jin. Dan Hye Jin hanya diam saja. Hatiku sangat sakit melihat kejadian itu. Aku hanya bisa berjalan pergi, aku tidak bisa melihatnya. Apa Hye Jin juga menyukai Key? Tidak aku harus percaya pada Hye Jin tapi..aishh..aku berjalan terburu-buru meninggalkan ruang UKS menuju lapangan basket. Disinilah aku melepaskan rasa kesalku. Setiap aku kesal aku lebih memilih melampiaskannya dengan bermain basket. Aku melihat Minho hyung sudah ada disana dan melihatku heran.

”Gwenchanayo Taemin? Wajahmu..”tanya Minho hyung.

”Ah andwe,,,ayo main hyung…”ajakku padanya.

Minho hyung hanya bisa menurut saja dan meladeniku bermain. Aishh aku tidak bisa berpikir jernih, aku benci keadaan ini.

Hye Jin POV

Aku tidak menyangka Key menyatakan perasaanya padaku. Apa maksudnya seperti ini? Apa dia tidak tahu aku sudah punya Taemin. Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya.

”Mianhe…aku tidak bisa menerimanya…”seruku.

”Ne…arasso…aku tidak memintamu untuk menerimaku…aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu… ”jelasnya.

”Tapi kau tidak bisa seperti ini Key…hatimu akan sakit…”seruku padanya.

Aku tidak mau dia terlalu berharap padaku. Apalagi seperti ini mempertahankan rasa cintanya padaku sementara dia tahu aku tidak mungkin membalasnya.

”Aku sudah berusaha Hye Jin…tapi tetap tidak bisa…biarlah aku tetap mencintaimu…”pintanya lagi.

”Andwe…tidak boleh Key…kau harus melupakan perasaanmu itu…lupakan aku…”seruku padanya.

Key hanya terdiam.

”Key berjanjilah padaku untuk tidak menyiksa dirimu seperti ini terus dan lupakan aku…arasso?”pintaku padanya.

”Keunde…ne..aku akan berusaha…”serunya lemah.

”Aku masih bisa menjadi temanmu Key…”seruku sambil tersenyum.

Dia hanya tersenyum lemah.

”Ini makan…nanti Taemin marah…”seru Key sambil menyodorkan roti yang tadi dibawa Taemin. Aku pun menerimanya sambil tersenyum.

Semoga kau bisa melupakanku Key. Mianhe aku tidak bisa menerima perasaanmu karena aku sangat mencintai Taemin.

Pulang sekolah aku segera beranjak menuju gerbang sekolah, aku tidak mau Taemin menunggu terlalu lama. Namun ternyata dia sudah menungguku di depan kelasnya. Aku tersenyum menghampirinya namun dia hanya tersenyum tipis. Kenapa dengannya?

”Gwenchanayo?”tanyaku padanya.

”Ne..gwenchana…”jawabnya singkat.

Pasti dia marah padaku, tapi kenapa? Tadi dia masih baik-baik saja saat di UKS kenapa sekarang dia malah seperti ini. Dia berjalan mendahuluiku menuju motornya tanpa berbicara apapun dia langsung menyodorkan helmnya padaku.

Selama perjalanan dia hanya diam dan aku pun hanya diam aku bingung kenapa dia mendiamkanku seperti ini, memangnya aku salah apa. Sampai di toko Taemin tetap diam seribu bahasa dan langsung berlalu tanpa sedikitpun berbicara padaku. Aku akan memaksanya bicara sepulang dari sini, aku harus tahu kenapa dia mendiamkanku.

Selama bekerja aku terus memikirkan kira-kira apa kesalahanku hari ini. Sepertinya tidak ada.

”Ya!kenapa kau memeluknya kalau begitu!”seru seorang wanita kepada seorang pria yang aku pikir itu pacarnya, sepertinya mereka sedang bertengakar. Aneh sekali bertengkar sambil makan jajangmyeon.

”Aku tidak melakukannya jagiya…”jawab si pria itu lalu menyuap jajangmyeonnya.

”Aku melihatnya tau!”seru wanita itu lagi setelah menyuap jajangmeyonnya. Tanpa sadar aku terus memperhatikan mereka. Habis mereka aneh sekali saling melontarkan makian sambil makan.

Sepertinya mereka menyadariku yang daritadi terus memperhatikan mereka.

”Ya!apa kau lihat-lihat!”seru mereka bersamaan dan melotot padaku.

”Mianhe..”seruku langsung berlalu masuk ke dapur.

Di dapur aku terus berpikir kenapa Taemin marah padaku. Tiba-tiba terlintas perkataan si wanita tadi ’memeluk’. OMO apa jangan-jangan Taemin melihat Key memelukku. Aigoo,pantas saja dia mendiamkanku seperti itu. Aku harus menjelaskannya saat pulang nanti. Aku menjadi tidak sabar menunggu jam 8. cepatlah. Taemin kau harus mendengarkan penjelasanku.

”Gamsahamnida ahjumma…”seruku terburu-burur sambil mengambil tas dan jaketku lalu bergegas keluar.

Aku berharap Taemin sudah menungguku di depan seperti biasa namun kali ini aku kecewa dia belum datang. Aku mengecek HP ku siapa tahu dia mengirim sms padaku. Tidak ada ternyata. Aku pun menunggu di bangku. Aku yakin pasti dia datang.

Taemin POV

”Taem…kau tidak menjemput Hye Jin?”tanya Jin Ki hyung sambil masuk ke kamarku.

Aku yang sedang tidur-tiduran di tempat tidurku langsung bangun.

”Memangnya sudah jam berapa?”tanyaku.

”Sudah jam 8 lewat 5 tahu…kukira kau sudah pergi…”seru Jin Ki hyung.

Aku melihat jam dan ternayat memang sudah jam 8 lewat 5 pasti dia sudah pualng sekarang. Tapi entah kenapa aku masih kesal padanya.

”Taem..kau sedang bertengkar ya dengan Hye Jin? Daritadi pulang sekolah wajahmu sangat tidak enak dilihat…”seru Jin Ki Hyung sambil duduk di tepi tempat tidurku.

Aku hanya diam, tidak tahu harus menjawab apa. Dibilang bertengkar juga tidak tapi aku memang sedang marah padanya gara-gara tadi dia dipeluk Key tapi kenapa dia tidak sadar,aku seperti marah sendiri. Pikirku.

”Kalian ini…seperti anak kecil saja…kalau sedang marahan tuh dibicarakan baik-baik jangan seperti ini…”seru Jin Ki hyung.

Iya benar aku seperti anak kecil saja, kenapa aku tidak bertanya padanya secara langsung dan meminta penjelasan padanya bukan malah mendiamkannya seperti ini, tentu saja dia tidak akan mengerti. Babo sekali aku.

”Ne..gumawo hyung atas nasehatnya…”seruku sambil beranjak dari tempat tidurku. Aku melihat jam sekilas sudah jam 8 lewat 10 aku harus segera menjemputnya. Jangan sampai dia lama menungguku.

Jin Ki hyung hanya tersenyum melihatku. Aku segera mengambil jaketku dan kunci motorku lalu bergegas turun.

”Oh ya Taem…Yunho hyung menanyakanmu lagi…”seru Jin Ki hyung menghentikan langkahku.

”Ne..nanti aku sms dia…”seruku dan hendak berjalan lagi.

”Kenapa kau selalu memanggilnya dia…jangan hanya sms saja..teleponlah yunho hyung sekali-kali…sepertinya dia sangat mengkhawatirkanmu…”seru Jin Ki hyung lagi.

”Ne…”jawabku singkat dan bergegas menuju garasi.

”Taemin-ah…josimhe…”seru ahjumma begitu melihatku keluar dari pintu rumah.

Semoga dia masih menungguku. Gumamku.

Hye Jin POV

Jangan-jangan dia marah sampai-sampai tidak mau menjemputku. Benar. Aku mendesah. Aigoo, apa yang telah kau lakukan padanya Hye Jin. Aku hanya tertunduk menunggunya di tempat biasa tapi masa dia setega itu. Mana dia sama sekali tidak memberitahuku, tidak mungkin pasti kalau dia tidak jadi menjemputku dia pasti memberitahuku. Sebaiknya kutunggu lagi 5 menit, lagipula masih ramai disini. aku terus memandangi jalanan yang sangat ramai dengan orang-orang, namun sayang udara semakin dingin. Aku memasukan kedua tanganku ke dalam saku jaketku untuk memberikan kehangatan pada tanganku. Udara dingin ini membuatku mengantuk, apa ini yang Taemin rasakan setiap kali menungguku pantas dia sering teridur. Aku pun menguap beberapa kali dan tanpa sadar beberapa kali aku sudah tertunduk namun aku berusaha sadar kembali, aku tidak boleh tertidur disini.

”Ayo pulang…”seru sebuah suara yang sudah kukenal.

Ternyata di datang, syukurlah. Dia tidak semarah itu tapi dia tetap sedingin tadi. Aku harus segera minta maaf padanya. Aku berdiri dari dudukku dan kulihat dia sudah berjalan duluan. Aku pun segera berdiri dan memeluknya dari belakang.

”Mianhe…jeongmal mianhe Taemin-ah…aku tidak pernah mengkhianatimu…”seruku sambil terus memeluknya.

Dia terdiam.

”Jangan marah lagi…jebal…”seruku lagi dan kini tak terasa air mataku malah turun dan aku malah terisak sambil memeluknya. Pasti orang-orang sudah melihat kami. Namun Taemin segera berbalik dan merengkuhku ke dalam pelukannya dan mengusap lembut punggungku.

”Sudah jangan menangis…banyak orang yang melihat…”serunya lagi.

”Biar…asal kau mau memaafkanku…”seruku dalam pelukannya.

Dia pun melepaskan pelukannya dan menarikku ke motornya. Selama perjalanan kami hanya terdiam. Aku menerka-nerka apakah dia masih marah padaku atau tidak. Sampai di depan rumah kami malah terdiam.

”Aku percaya padamu…”serunya.

Aku hanya bisa menunduk tidak berani menatap matanya. Dia mendekat perlahan dan kembali memelukku.

”Mianhe…aku yang seperti anak kecil…marah padamu tanpa alasan…”serunya lagi.

Kemudian dia melepaskan pelukannya dan menatapku lekat-lekat.

”Saranghae…”serunya sambil mencium keningku.

”Nado saranghae…”seruku sambil tersenyum menatapnya.

”Jal ja jagiya…”serunya sambil mengacak-acak rambutku lembut.

Aku pun tersenyum padanya dan melihatnya berlalu pergi. Taemin-ah gumawo, kau memang seorang pria yang baik, aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi. Saranghae Taemin-ah. Seruku dalam hati. Aku pun segera berjalan masuk ke dalam rumah.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

About these ads

29 thoughts on “LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [2.2]”

  1. Wah, ceritanya tambah so sweet aja, hihi…
    Key, malangnya nasibmu. Keduluan sama taem. Sabar ya, penasaran sama lanjutannya, keren ff nya. Hehe. Lanjuut :)

  2. udaaaaaaahhhhhhhhh ..
    key sama aku ajahhh ..
    hahah .. ngareeeeeepppppppp kau kay!! ckckck

    keren chingu!!
    daebak! d^^b
    trus konflik hyejin ama taem gg kpanjangan, lgsung beres ..
    hehhee …
    wah jdi pnasaran konflik hyejin ama siwon ..
    hmmm ..
    d tggu part selanjutny dah chingu ..
    hwaiting!

  3. Taemin emank baik.
    Kekeke~
    enk bget jd hye jin*jd iri
    author:cman ff x,jgn trbw suasana. :D
    lnjt chingu.
    Hwaiting!!!

  4. kyaaaaaa,,,,so sweett bgt… !
    Ih pnsaran hub taem ma yunhoo npa c taem gtu bgt !

    Sabar ya key bnyak ko yg mau jdi ce kmuuu tpi mngkin bkan hyejiiinnn #pllaaakk#

    Makin seru crtnya…

  5. Oenni,,,aaaaaahhhhhhh….
    Ak mw ngomong aplg????
    ff.a ga prnah mngecwakan..:))
    Ak mohon oenni,,jgn lama2 lnjtan.a…T.T
    Bykin adgan taemin sm hyejin nya…^^

  6. waaahhh…ff ni mkin kwren adja…taemin ma hye jin mkin so sweet…q jd iri…
    key yg sbar yw…!msi ad yg laen…klo gk ad yg mw ma aq ajda…wkwkwk
    XD
    lnjutny jgn lma2 yw…?

  7. WAW WAW WAW makin romantis aja Hye Jin sama Taemin <3
    HUWAAAAA~ Key kok kena bola aja sampe luka gitu? u,u
    Lagi panas juga badannya masih memaksakan diri! ;w;

    Don't know what to say~ yang jelas aku suka sama Hyejin & Taemin disini romantis banget!!!! unyuuuu :3
    HyeMin. lol. I ship HyeMin(?)~
    ㅋㅋㅋㅋㅋ~
    Next Part!

  8. Ah. . . Rasanya aku pengen dipeluk juga sama taem…
    Meskipun cerita ini main stream (bagiku) tp aku sgat menikmatinya,, gomawo thor :-)
    btw, aq jrang komen disetiap part,hehe. Mian ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s