LOVE’S WAY – COAGULATION

Coagulation

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

Minggu depan Hyo Jin sudah ujian akhir dan sekarang dia sibuk belajar untuk mempersiapkan ujiannya itu. Dia sedang belajar di kamar ketika aku masuk, sepulangku dari bekerja. Aku menatapnya sekilas, sepertinya dia sedang serius belajar sampai-sampai tidak melihatku masuk. Bagaimana jadinya sekolah tanpa mereka lagi? Tidak ada lagi Hyo Jin, Donghae Oppa, Changmin sunbae, Heechul sunbae, Eunhyuk sunbae, Leeteuk sunbae dan juga Siwon Oppa, aku pasti akan kangen sekali dengan mereka. Tahun depan aku sudah menjadi murid senior dan aku pun juga harus mulai fokus tentang masa depanku. Kemana aku akan melanjutkan.

Hubunganku dengan Siwon Oppa tetap sama malah semakin memburuk, apalagi sampai sekarang kami jarang bertemu, aku terkadang berpikir apakah aku akan seperti ini terus dengannya. Sebentar lagi dia akan pergi ke Jepang, apakah kami harus berakhir seperti ini? Apakah dia akan tetap tidak mau mengakui aku sebagai adikknya dan ibu sebagai ibunya?. Aku memandang langit-langit dengap pikiran menerawang.

”Sudah cepat mandi sana…”seru Hyo Jin tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang di bacanya lalu dia menulis sesuatu di buku tulisnya. Aku pikir dia tidak sadar aku sudah pulang.

Aku pun bangkit dari tidurku dan berjalan ke kamar mandi. Rasanya lelah sekali hari ini. Untunglah hari ini tidak turun salju. Keberuntungan sekali untukku. Aku sudah kembali lagi ke kamar begitu selesai mandi dan kulihat Hyo Jin masih serius menekuni bukunya. Aku duduk di tepi tempat tidurnya memperhatikannya yang sedang belajar.

”Hyo Jin-ah…aku pasti akan kangen sekali denganmu…”seruku padanya.

Dia menoleh dan tersenyum padaku.

”Kita kan masih bisa bertemu…”serunya sambil berjalan menghampiriku.

”Sebentar lagi kan aku akan pindah dari sini…”seruku.

Ya sebentar lagi kami akan pindah, seperti yang ibu bilang dulu, kami disini hanya sampai ibu mampu membeli sebuah rumah dan sekarang sepertinya dengan kerja keras ibu selama setahun ini, ibu sudah bisa membeli rumah, meski tidak besar, begitu kata ibu saat bilang padaku bahwa kami harus pindah. Tahun baru di rumah baru begitu kata ibu. Kalau aku pindah pasti aku akan semakin jarang bertemu dengan Hyo Jin, apalagi sebentar lagi di akan kuliah dan tentu saja dia akan semakin sibuk. Hufft aku akan kehilangan seorang kakak perempuan.

Dia mengusap kepalaku dan mendekapku.

”Tenang saja…kita akan selalu bertemu…”katanya sambil mengecup keningku.

Aku hanya mengangguk di dalam pelukannya.

”Sudah…tidur sana…”serunya sambil melepaskan pelukannya dan menatapku.

Aku tersenyum padanya dan naik ke atas tempat tidurku dan berusaha memejamkan mataku.

Aku sedang menyiapkan bekal ketika Hyo Jin berjalan menghampiriku dan mengambil telur gulung yang sudah aku masukkan ke dalam tempat makan.

”Ya!Hyo Jin!”seruku padanya dan dia hanya tersenyum.

”Memangnya buat siapa sih?”tanyanya sambil berusaha kembali mengambil telur gulung itu namun sehera kututup tempat makanku itu.

”Buat Donghae Oppa…”jawabku dan memasukkan bekalku itu ke dalam tas.

”Donghae lagi…Donghae lagi…kau ini sudah punya namjachingu masih saja dekat-dekat Donghae…”seru Hyo Jin.

”Dia kan Oppa ku…beda dong…”seruku membela diri.

”Sudahlah…ayo cepat berangkat…bukannya kau ada pelajaran tambahan…”seruku lagi.

Dia hanya menepuk jidatnya dan ingat kalau hari ini ada pelajaran tambahan. Dia pun segera menarik tanganku dan menyambar tasnya. Jadilah kami berdua pergi ke sekolah dengan berlari di cuaca dingin seperti ini harus berkeringat karena berlari. Sangat tidak enak. Kami sampai di sekolah dengan terengah-engah dan Hyo Jin langsung menuju kelasnya. Aku pun berjalan menuju kelasku. Disana aku melihat Key sudah datang. Pagi sekali anak ini. Semenjak kejadian di ruang UKS kemarin aku agak sedikit canggung dengannya dan kami hanya ngobrol seperlunya memang sih sudah lebih baik dibanding saat dia mendiamkanku, tapi entah kenapa setelah mendengar dia mengakui perasaannya padaku, seperti ada suatu perasaan yang muncul dalam hatiku. Aku jadi mengingat-ingat setiap yang dia lakukan padaku. Seperti saat dia menolongku dan juga saat dia memberikanku boneka beruang, semua itu dia lakukan karena menyukaiku, aku sama sekali sulit mempercayai itu karena memang sikapnya yang terkadang aneh padaku. Aku masuk dan tersenyum sekilas padanya karena kebetulan dia juga sedang melirik ke arahku lalu tersenyum. Ok suasananya menjadi tidak enak.

Aku duduk di kursiku dan menatapnya yang kembali asyik dengan buku bacannya.

”Kau datang pagi sekali?”tanyanya tiba-tiba dan membuatku terkejut.

”Ne…aku berangkat dengan Hyo Jin dan dia ada pelajaran tambahan hari ini…”jawabku.

Tiba-tiba di menoleh padaku dan mentapku. Saat itu entah kenapa jantungku malah berdegeup kencang. Aigoo pasti ini gara-gara kemarin dia menyatakan perasaannya padaku, kenapa aku jadi salah tingkah begini ya? Aku segera memalingkan wajahku, aku tidak sanggup melihat matanya karena itu hanya akan membuatku semakin salah tingkah. Tiba-tiba dia terkekeh pelan.

”Kenapa kau jadi seperti itu?”serunya dengan gaya bicaranya yang seperti biasa.

”Ah…andwe…”jawabku buru-buru.

”Cewek aneh!”serunya lagi.

”Ya!kau yang aneh!”seruku membelas ledekannya dan kudengar dia hanya mendengus kesal dan kembali asyik membaca sehingga kami pun terdiam, asyik dengan kegiatan kami masing-masing. Dia membaca dan aku melamun, entah apa yang aku pikirkan.

Sepertinya dia telah kembali seperti Key yang dulu, aneh sekali dia, gampang sekali baginya untuk mengubah perasaanya dalam sekejap, kemarin dia bisa begitu berbeda dari dirinya yang dulu sekarang dia sudah kembali menjadi Key yang menyebalkan yang tidak ada habisnya meledekku. Key yang sangat aku rindu sejak dia mulai mendiamkanku. Mungkin dengan begini akan lebih baik, aku juga tidak mau terus menyakitinya, mungkin dia sedang melaksanakan janjinya untuk melupakan perasaanya padaku. Mianhe Key aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku.

Key POV

Sebenarnya sulit buatku harus berpura-pura menjadi diriku yang dulu, yang sering meledeknya tapi kalau aku tidak menjadi diriku yang dulu dia akan semakin canggung padaku. Buktinya dia selalu mengalihkan pandangannya setiap aku menatapnya, seperti takut. Aku tidak ingin dia seperti itu, aku masih ingin dia sahabatku. Oleh sebab itu mungkin sikapku yang seperti ini mampu membuatnya tidak terlalu mengingat kejadian kemarin saat aku menyatakan perasaanku padanya. Ya seperti janjiku padanya, aku akan berusaha melupakan perasaanku padanya.

Hye Jin POV

Bel istirahat sudah berbunyi, aku segera bergegas menuju ruang teater aku tahu Donghae Oppa pasti sudah disana, aku ingin memberikan bekal ini padanya karena aku yakin hari ini dia juga pasti akan pulang sore. Belum sampai di depan ruang teater aku melihat Dongahe Oppa sedang berbicara dengan Siwon Oppa tapi sepertinya bukan obrolan biasa karena mereka terlihat sangat serius dan aku bisa melihat wajah Siwon Oppa seperti sangat marah. Apa mereka berdua bertengkar? Aku bersembunyi di balik dinding dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

Siwon POV

”Kenapa kau terus menghindariku selama ini?”tanyaku pada Donghae.

Sejak kejadian itu Donghae seperti terus menghindariku dan tidak mau lagi bertemu denganku. Jujur aku merasa bersalah karena telah menuduhnya seperti waktu itu dan aku ingin minta maaf padanya. Aku tidak mungkin marah dengan sahabat terbaikku ini. Aku melihat dia hanya diam.

”Mianhe…aku telah berbicara kasar padamu…”seruku.

”Seharusnya aku yang minta maaf karena telah memukulmu dan Aku tidak menghindarimu…”serunya sinis.

”Lalu kenapa kau selama ini tidak pernah bicara denganku lagi?”tanyaku lagi.

”Memangnya aku harus selalu bicara denganmu…bukankah kau bilang aku terlalu ikut campur dalam urusanmu…apa yang aku lakukan kurasa benar…aku menghindarimu karena aku tidak mau ikut campur dengan urusanmu…”serunya semakin sinis.

Aigoo, apa hanya gara-gara Hye Jin dia sampai seperti itu?

”Kenapa kau begitu peduli padanya? Sampai-sampai kau mau mengorbankan persahabatan kita…”seruku lagi, semakin tidak suka dengan apa yang dia katakan.

Dia menaikkan sebelah alisnya seperti heran mendengar perkataanku.

”Siwon-ah…dia itu adikmu…kau masih belum sadar juga rupanya…”seru Donghae lagi.

Aku benci setiap dia bilang seperti itu, seakan aku benar-benar menjadi pihak yang paling salah disini, apa dia tidak bisa sedikit saja mengerti perasaanku mengenai hal ini.

Hye Jin POV

Aku menutup mulutku dengan tanganku begitu aku mendengar apa yang mereka bicarakan. Donghae Oppa bertengkar dengan Siwon Oppa dan memukulnya hanya gara-gara aku. Tidak, aku sudah menghancurkan persahabatan mereka. Aku melihat Siwon Oppa sangat kesal dengan Donghae Oppa. Jangan sampai mereka bertengkar lagi. Aku pun keluar dari persembunyiannku dan memanggil Donghae Oppa.

”Oppa…”seruku.

Dan mereka berdua menoleh ke arahku. Aku bisa melihat Siwon Oppa hanya melihatku sinis kemudian berjalan meninggalakan Donghae Oppa, dia berjalan melewatiku dan kembali menatapku sinis. Rasanya saat itu aku ingin sekali menangis. Aku melihatnya berjalan semakin menjauh. Aku seperti ingin memanggilnya kembali. Aku terdiam di tempatku melihat Siwon Oppa yang berjalan semakin menjauh sampai Donghae Oppa menyentuh pundakku.

”Gwenchanayo?”tanyanya.

”Ne gwenchana….”jawabku sambil tersenyum.

Kemudian aku memberikan kotak makan itu padanya.

”Ini bekal untuk Oppa…”seruku.

”Gumawoyo Hye Jin-ah….”jawab Donghae Oppa sambil tersenyum.

”Oppa…kenapa harus bertengkar dengan Siwon Oppa?”tanyaku hati-hati, aku melihat perubahan ekpresi di wajahnya dan kulihat dia menghela nafas perlahan.

”Kau mendengarnya?”tanyanya.

Dan aku hanya bisa mengangguk tanpa memandangnya.

”Aku tidak mau Oppa bertengkar dengan Siwon Oppa hanya gara-gara aku…”seruku lagi.

Donghae Oppa kemudian menyentuh wajahku dan mengangkatnya untuk menatapnya langsung.

”Aku sudah bilang akan membantumu…Hye Jin-ah kau adalah dongsaengku…”serunya sambil menatapku lekat-lekat.

Sungguh aku memiliki Oppa yang sangat baik. Aku segera memeluknya dan dia mengusap punggungku pelan.

”Saranghae Oppa…”seruku sambil terus memeluknya.

”Nado saranghae…Hye Jin-ah…”jawabnya sambil terus mengusap-usap punggungku.

Aku pun melepaskan pelukanku dan menatapnya.

”Gumawo…tapi aku tidak mau Oppa terus-terusan marah seperti itu pada Siwon Oppa…dia juga Oppa ku…”seruku padanya sambil berusaha tersenyum saat mengatakan Siwon Oppa adalah Oppaku, sangat berat mengatakan itu karena apakah dia menganggapku dongsaengnya.

”Ne..arasso…kau tahu Hye Jin…kau itu mirip sekali dengan dongsaengku…”seru Donghae Oppa.

”Oppa.. aku kan dongsaengmu…memangnya kau punya donsaeng lain?”tanyaku padanya.

Dia hanya tersenyum tipis.

”Ne…aku punya tapi dia sudah meninggal saat umurnya 5 tahun…kalau dia msih hidup pasti dia sudah sebesar dirimu…makanya aku senang kau memanggilku Oppa…karena aku memang ingin punya seorang adik…”ceritanya.

Ya ampun jadi ternyata Oppa punya seorang adik dulu, kasihan sekali adiknya sudah meninggal. Tiba-tiba HP ku berbunyi dan ada pesan masuk, ternyata itu dari Taemin, dia sudah ada di kantin sekarang. Sepertinya aku harus segera ke kantin.

”Taemin?”tanya Donghae Oppa.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum.

”Ya sudah sana…dia pasti sudah menunggumu…nanti dia cemburu lagi…kau lebih memilih Oppamu di banding dengannya…yah memang sih aku lebih tampan…”seru Donghae Oppa.

Ini yang aku tidak suka darinya. Donghae Oppa terlalu narsis dan sangat menyebalkan jika sifat narsisnya sudah kambuh seperti ini. Aku hanya mengerucutkan bibirku.

”Sampai kapan sifat narsismu akan hilang Oppa?”seruku menyindirnya.

Dia hanya tertawa dan mengacak-acak rambutku sehingga membuatnya berantakan. Aishh, Oppa ku ini memang sangat menyebalkan. Aku pun berusaha merapihkan rambutku kembali dan berjalan meninggalakannya sambil menjulurkan lidahku. Aku melihat dia hanya tertawa dan masuk ke ruang teater tempat kesukaannya. Terkadang aku berpikir, bagaiamana kalau dia sudah lulus nanti pasti ruang teater itu akan sangat sepi karena tidak akan ada lagi Dongahe Oppa yang selalu makan siang dengan bekalmya disana, dan satu hal yang pasti, aku akan sangat merindukannya, mungkin aku akan sering ke ruang teater untuk mengingatnya. Belum pergi saja aku sudah merindukanmu Oppa. Seruku dalam hati.

Aku bergegas memasukan bukuku ke dalam tas,hari ini Lee seonsangnim keluar lebih lama sehingga sekarang sudah jam 3 kurang 10 yang berarti sebentar lagi aku harus masuk kerja.

”Aku duluan ya…”seru Rae Na sambil menepuk bahuku dan bergegas segera keluar kelas.

Burur-buru sekali, pikirku. Mungkin dia sudah di tunggu supirnya. Aku hanya tersenyum sekilas padanya dan kembali memasukan bukuku secara asal lalu menutup tas ku dan menyampirkannya ke bahuku. Baru aku mau melangkah keluar kelas tiba-tiba seseorang menepuk bahuku.

”Ya!buru-buru sekali kau ini…”serunya membuatku berhenti dan menoleh.

”Ini…kau mau dihukum besok karena tidak mengerjakan PR hah!”serunya lagi sambil menyodorkan buku sastra korea ku yang tadi di pinjamnya.

Kenapa aku bisa lupa mengambi bukuku sendiri? Asihh untung saja Key mengembalikannya, kalau tidak bisa-bisa aku tidak mengerjakan PR ku besok. Aku pun mengambil bukuku dari tangannya dan memasukannya ke dalam tas. Namun saat aku mendongakkan wajahku mata Key langsung menatap mataku lekat-lekat. Tiba-tiba sebuah memori terlintas dalam pikiranku. Kenapa kejadiannya sama persis seperti waktu itu?

Dia terus mendekatkan wajahnya ke wajahku. Jantungku menjadi berdebar-debar dan entah kenapa aku hanya bisa terpaku di tempatku. Memori itu kembali terlintas di pikiran kami. Kini wajahnya sangat dekat sekali, dia masih terus menatap lekat-lekat mataku. Apa dia akan melakukan itu lagi padaku? Tidak…tidak…itu tidak boleh terjadi, seharusnya aku pergi darisini tapi entah kenapa aku malah terpaku disini. Dia sudah begitu dekat denganku dan aku bisa merasakan hembusan nafas yang hangat, aigoo, apa yang harus aku lakukan, kenapa aku malah terpaku disini dan kenapa jantungku sangat berdebar-debar begini. Saat jarak kami sudah begitu dekat, aku pun langsung menutup mulutku dengan tanganku dan memejamkan mataku, aku tidak mauu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan tiba-tiba saja dia langsung tertawa terbahak-bahak.

”Babo sekali kau!mana mungkin aku mau menciummu!”serunya sambil menaruh telunjuknya di keningku.

Aishh, dia mengerjaiku saja, sepertinya dia ingin membunuhku, hampir saja jantungku copot gara-gara dia.

”Aku senang melihat mukamu yang merah seperti tomat!kau lucu sekali!”serunya kemudian kembali tertawa terbahak-bahak.

Aku hanya bisa memanyunkan bibirku dan mendengus kesal melihat kelakuan anehnya itu. Aku pun langsung meninggalkannya yang masih tertawa.

Aishh, dia memang sangat menyebalkan, tapi kenapa ya semenjak dia menyatakan perasaanya padaku, setiap apapun yang di lakukan padaku selalu membuatku jantungku berdegup kencang. Ah mungkin karena aku tidak ingin dia punya perasaan seperti itu dan berharap dia melupakannya.

Sampai di depan gerbang sekolah seperti biasanya Taemin sudah menungguku dengan motornya. Aku pun berjalan mendekatinya dan menyapanya.

”Annyeong…”seruku smabil tersenyum.

Dia hanya membalasnya dengan seyumannya yang khas, aku sekali senyumnya yang itu.

”Palli…nanti kau terlambat…”serunya lagi.

Aku pun segera mengenakan helm yang dia kenakan dan naik ke motornya.

Siwon POV

Aku mengendarai mobilku berjalan tak menentu sepanjang kota. Aishh, pikiranku sedang tidak menentu saat ini. Aku mengingat kejadian kemarin saat aku sedang berbicara dengan Donghae dan ada Hye Jin disana. Entah kenapa aku jadi malah mengingat matanya yang sangat sedih sekali. Dia seperti akan memangis saat itu, Ya Tuhan apa aku salah selama ini?

Aku benar-benar bingung bagiamana kau harus bersikap saat ini, aku sudah berusaha menghindari Hye Jin selama ini dan belajar untuk menerima semua kenyataan ini, tapi jujur itu sulit sekali, aku sebenarnya tidak ingin seperti ini tapi entahlah aku benar-benar merasa bimbang. Jujur waktu kemarin aku melihat tatapan matanya yang sangat sedih, hatiku pun ikut sedih karenanya tapi…aishhh, aku bingung.

Saat aku sedang melewati sebuah toko aku melihat Hye Jin. Sedang apa dia disana? Aku ingat, Donghae pernah bilang kalau Hye Jin bekerja di sebuah toko jajangmyeon. Jadi dia bekerja disini. aku memberhentikan mobilku tak jauh dari toko itu dan mengamatinya dari jauh.

Hye Jin POV

Sudah semua, saatnya pulang. Seruku dalam hati. Begitu aku selesai membersihkan meja terakhir. Seperti biasa ahjumma selalu memaksaku untuk membawa jajangmyeon.

”Ahjumma…tidak usah…aku tidak enak jika seperti ini terus…”seruku padanya.

”Sudah..ambil…cepat pulang nanti kemalaman…”serunya sambil mengembalikan bungkusan itu ke tanganku lagi.

Aku pun hanya bisa menerimanya.

”Gamsahamnida ahjumma…aku pulang dulu ya..annyeong…”seruku berpamitan padanya.

Aku keluar dari toko itu dan menunggu Taemin menjemputku tapi kenapa dia tidak sms kalau akan datang telat ya. Tiba-tiba HP ku berbunyi dan itu Taemin.

”Hye Jin-ah…mian…hari ini aku tidak bisa menjemputmu…Jin Ki hyung memintaku mengantarnya…padahal aku sudah menolak..tapi dia terus memaksaku…”serunya di telepon.

”Ne…tidak apa-apa..aku bisa pulang sendiri kok…tenanglah…”seruku.

”Tapi…”serunya lagi.

”Taemin-ah…tenang saja…aku baik-baik saja…arasso?”seruku lagi.

”Ne..josimhe…jeongmal mianhe…”serunya.

”Saranghae…”seruku kemudian menutup teleponnya.

Yah hari ini pulang sendiri deh, ya sudah tidak apa-apa. Aku bisa menikmati malam yang tidak terlalu dingin ini. Untunglah seharian ini hanya mendung saja dan tidak turun salju. Aku memandang jalan yang masih ramai oleh orang-orang yang lewat. Aku pun berjalan menuju halte bus.

Siwon POV

Aku melihat dia keluar dari toko itu, wajahnya terlihat lelah meski senyum masih tersungging di bibirnya. Dia pulang sendiri setiap hari. Apa dia tidak takut? Kalau terjadi sesuatu bagaimana? Aishh kenapa aku jadi begitu khawatir padanya. Aku pun menjalanakan mobilku mengerjarnya. Tiba-tiba aku melihat dia terduduk di halte bus. Namun anehnya kenapa dia hanya duduk termenung. Lima menit kemudian bus sudah datang tapi dia tetap saja diam bukannya naik ke bus. Asihh, dia ini sedang melamunkan apa sih? Sudah malam bukannya pulang. Gerutuku.

Aku pun menjadi tidak sabar melihatnya dan berniat keluar dari mobil mengajaknya pulang, tapi kemudian aku berpikir kembali dan tidak jadi menghampirinya tetap memilih duduk di mobilku dan mengawasinya.

Hye Jin POV

Aku menatap jalanan yang semakin sepi, entah kenapa perasaanku sangat tidak enak hari ini. Kenapa aku jadi teringat Siwon Oppa ya? Gara-gara kejadian tadi siang. Ya Tuhan apakah Siwon Oppa akan seperti selamanya. Aku ingin dia bisa menjadi Oppaku seutuhnya. Aku sangat menyayanginya Tuhan. Seruku dalam hati.

Bus berhenti di depanku tapi entah kenapa aku tidak mau melangkahkan kakiku dari tempat ini. Aku seperti ingin melewati malam ini dengan duduk berlama-lama di halte ini. Aku melihat jam masih jam 8.15. sebaiknya aku pulang nanti saja jika sudah jam setengah 9. aku kembali asyik dengan lamunanku. Entah kenapa aku jadi mengingat Siwon Oppa, tatapan matanya yang sinis silih berganti dengan seyumanya yang manis setiap kalai menatapku. Tak terasa air mataku malah turun, aku pun berusaha menghapusnya. Siwon Oppa tahukah kau kalau aku dan ibu sangat merindukanmu. Ibu selalu memangis setiap malam dan menyebut namamu. Aku tidak tega Oppa, aku tidak tahu harus berbuat apa? Aku hanya ingin Oppa bisa menerima ibu, kalau Oppa belum bisa menerimaku tidak apa-apa? Asal Oppa mau menerima ibu. Aku ingin sekali membantu ibu tapi bagaimana caranya? Siwon Oppa saja sama sekali tidak mau berbicara padaku. Bahkan sangat membenciku. Air mataku kembali turun dan aku pun berusaha menghapusnya.

Siwon POV

Dia menangis? Kenapa dia menangis? Kenapa wajahnya begitu menderita. Ya Tuhan, aku tidak tega melihatnya memangis seperti  itu. Tuhan, apa aku salah selama ini berbuat seperti itu padanya?. Ya aku akui, aku menyayanginya. Aku tidak sanggup melihatnya menangis seperti itu. Aku ingin keluar menghapus air matanya dan mendekapnya dalam pelukanku. Aku hendak keluar dari mobil begitu aku melihat seorang pria menghampirinya. Aku tidak terlalu jelas melihat siapa itu, namun aku terus memperhatikan ternyata itu Key.

Key POV

Dasar Minho! Dia malah menyruhku membeli makanan malam-malam begini. Seharusnya sekarang aku sudah pergi tidur. Kemarin malam aku tidak bisa tidur dan baru tidur jam 2 pagi, padahal aku senang hari ini tidak ada kegiatan sepulang sekolah dan berniat hendak tidur, tapi dia malah menyuruhku membeli makanan. Sial, kenapa ayah dan ibu pergi di waktu yang tidak tepat sih! Aku seperti pembantunya saja. Memang sih dia itu adikku tapi dia lebih berkuasa dibanding aku jika dirumah. Aku meleawti sebuah halte begitu aku menangkap sosok wajah yang tidak asing lagi bagiku. Hye Jin, kenapa dia menangis di halte ini? Kenapa dia sendirian disini. aku pun kemudian memberhentikan mobilku di depan halte tersebut dan menghampirinya.

”Hye Jin-ah…”sapaku.

Dan kulihat dia mendongak dan segera menghapus air matanya.

”Key-ah..”serunya dengan wajah yang sangat terkejut melihatku.

”Gwencanayo?”tanyaku kemudian duduk diampingnya.

”Ne…gwencahana…”jawabnya dengan lirih.

Aishh, apa yang terjadi padanyanya. Kenapa dia menangis seperti itu? Aku pun langsung mendekapnya dalam pelukanku. Dia sangat terkejut namun kemudian dia malah membenamkan mukanya di dalam pelukanku dan mula memangis. Aku menepuk-nepuk punggungnya sama seperti waktu dia memnagis dulu.

”Hye Jin-ah…kau bisa cerita padaku kalau kau ada masalah…”seruku lagi sambil terus menepuk-nepuk punggungnya.

”Siwon Oppa…”lirihnya.

Siwon Oppa? Kenapa dengan Siwon hyung? Apa ada yang salah? Kemudian dia melepaskan pelukannku dan menatapku dengan mata penuh air mata dan dia mulai bercerita.

Ya Tuhan, benarkah itu? Siwon hyung adalah kakak kandung Hye Jin. Aku tidak habis pikir. Panta selama ini Hye Jin selalu sedih ternyata dia punya masalah sepelik ini. Aku pun menyentuh pipinya dan mengusap air matanya yang masih turun.

”Tenanglah…semua pasti akan kembali seperti semula…percayalah…”seruku padanya.

Dia pun hanya mengangguk lemah.

”Ok..aku antarkan kau pulang….sudah malam…”seruku dan langsung menarik tangannya.

Siwon POV

Aku melihatnya diantar oleh Key pulang. Kini aku ada tidak jauh dari rumahnya memperhatikannya yang masuk ke dalam rumah, kemudian Key berlalu. Aku masih terus memperhatikan rumah itu.

Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini?seruku dalam hati. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Hatiku sungguh sakit melihatnya seperti itu. Aku pun mulai merasakan air mataku menetes perlahan.

Hye Jin POV

”Sudah siap?”tanya ibuku yang sedang berdiri di ambang pintu menatapku yang sedang membereskan barang-barang terakhirku.

Ya hari ini aku akan pindah ke rumah yang baru. Aku belum tahu itu dimana, karena selama ini aku sibuk sehingga tidak bisa menemani ibuku menengok rumah baru itu. Hanya ibu yang kesana setiap hari membereskan rumah itu, mencicil membawa barang-barang. Sehingga hari ini hanya sedikit barang saja yang kami bawa. Kebanyakan adalah barang-barangku yang memang belum dibawa karena aku tidak sempat memgemasinya kemarin-kemarin. Sungguh aku merasa berat meningalkan rumah ini. Aku mengalihkan pandanganku ke jendela dan menatap halaman belakang, menatap pohon plum favoritku. Ah, aku pasti akan sangat merindukannya. Untung saja rumahku yang baru tidak terlalu jauh dari sini jadi aku bisa sering kembali kesini. Hyo Jin hari ini pun akan ikut ke rumah baruku. Senangnya.

Aku mengambil tas terakhir dan berjalan keluar rumah lalu memasukannya ke dalam taksi. Tak lama kemudian kami sudah sampai di sebuah rumah yang sederhana tapi dari kesan pertama yang aku lihat aku suka rumah ini, sederhana namun entah kenapa aku merasa nyaman. Aku mengambil barang-barangku dan mengikuti ibu berjalan masuk ke dalam rumah.

Rumah ini tidak terlalu besar seperti rumah nenek. Warna dindingnya krem dan terasa sangat hangat. Ruang tamunya juga tidak terlalu besar hanya ada sebuah meja disana, ada tv. Sangat sederhana kan. Tentu saja belum banyak yang kami punya. Ibu mengantarku menuju kamarku. Kamarku itu berwarna biru laut. Sudah ada tempat tidur disana meja belajar dan komputer yang dibawa dari rumah nenek. Kamarku tepat menghadap halaman belakang, meski tidak terlalu luas tapi banyak sekali bunga disana. Dari kamarku aku bisa melihat matahari terbit. Sungguh sangat indah. Aku menaruh barang-barangku di lantai.

”Kamarmu…indah sekali…”seru Hyo Jin masih mengagumi kamarku, dia pun berjalan dan duduk di tepi tempat tidurku.

”Aku harus tidur sendiri malam ini…”seru Hyo Jin dengan wajah sedih.

”Bagaimana kalau malam ini kau menginap disini?”usulku.

Dia sedikit mempertimbangkan usulku namun kemudian dia tersenyum dan mengangguk.

”Asyik..malam ini kita pesta piyama…”seruku sambil memasukan bajuku ke dalam lemari yang ada disamping tempat tidurku.

Hyo Jin kemudian membatuku memebereskan barang-barangku.

Ternyata butuh satu hari penuh untuk membereskan barang-barangku, sebenarnya barang-barangku itu tidak banyak tapi karena kami lebih banyak bercanda dibanding menyelesaikan pekerjaan jadinya kami baru selesai ketika hari mulai beranjak sore.

”Hye Jin-ah…ibu belum sempat membeli minuman…kau beli dulu di minimarket di ujung jalan sana ya…”seru ibu padaku.

”Ne..”jawabku dan berjalan keluar kamar.

”Kau mau aku menemanimu?”tanya Hyo Jin.

”Andwe…kau disini saja…aku Cuma sebentar kok…”seruku padanya dan segera pergi menuju mini market itu.

Sesampainya disana aku mengambil beberapa botol air mineral setelah itu aku langsung pergi ke kasir untuk membayar.

”Hye Jin-ah..”seru sebuah suara yang sangat kukenal.

”Oppa…kenapa ada disini?”tanyaku begitu mengetahui siapa yang tadi menyapaku ternyata itu Donghae Oppa.

”Apartemenku tidak jauh darisini…apa yang kau lakukan disini?”tanyanya.

”Rumahku di ujung jalan sana…”jawabku.

”Bukannya rumahmu…”seru Donghae Oppa lagi terlihat sedikit bingung.

Aku hanya tersenyum.

”Aku baru pindah hari ini…”jawabku.

”Wah…kita sangat dekat sekarang…”serunya dengan wajah riang seperti anak kecil mendapat permen.

Kalau rumahku dekat dengan apartemen Donghae Oppa berarti dekat juga dengan Siwon Oppa, kalau tidak salah apartemen Siwon Oppa itu dekat dengan Donghae Oppa. Apa ibu sengaja membeli rumah disini? Pikirku.

”Hye Jin-ah…kenapa kau melamun?”tanya Donghae Oppa sambil menepuk bahuku.

”Ah…anni Oppa…mau main ke rumah tidak?”tanyaku.

”Hemm…boleh…boleh…”serunya lagi.

Kami pun akhirnya berjalan ke rumah kami. Di sepanjang jalan aku lebih banyak diam, entahlah aku sendiri bingung aku sedang memikirkan apa, yang jelas entah kenapa aku merasa senang sekaligus sedih mendengar  bahwa ternyata aku sekarang begitu dekat dengan Siwon Oppa, ibu pasti sayang sekali padanya, sampai-sampai dia sengaja membeli rumah dekat dengan apartemen Siwon Oppa. Bagaimana kalau Siwon Oppa tahu kalau kami tinggal dekat dengannya? Apa dia akan marah?

”Hye Jin-ah…rumahmu yang mana?”tanya Donghae Oppa membuyarkan lamunanku.

Aku segera tersdar dari lamunanku dan menunjuk sebuah rumah warna coklat di ujung jalan.

”Yang itu…”seruku.

Kami pun sampai di depan rumahku, aku pun segera masuk sedangkan Donghae Oppa berjalan di belakangku, begitu aku masuk Hyo Jin langsung menghampiriku.

”Kau lama sekali sih?aku kira kau tersesat…”serunya.

Aishh, memangnya aku anak kecil apa, minimarket itu Cuma ada di ujung jalan saja, masa aku tersesat.

”Tadi aku ketemu Donghae Oppa…ternyata apartemennya dekat dari sini…”seruku.

Kemudian Donghae Oppa muncul dari belakangku.

”Annyeonghaseo…Hyo Jin…”seru Donghae Oppa

”Ayo masuk Oppa…”seruku sambil menarik tangannya. Sementara Hyo Jin hanya menaikkan sebelah alisnya,sedikit bingung.

Aku melihat ibu sedang memeprsiapkan makan malam dan sepertinya dia seikir trekejut melihat aku datang membawa seseorang.

”Annyeonghaseo ahjumma…Lee Donghae-imnida…”serunya sambil membungkuk.

”Oh…Donghae…Oppanya Hye Jin…”seru Ibu sambil melirik kearahku dan aku pun hanya bisa tersenyum menanggapinya.

”Ne ahjumma…”seru Donghae Oppa sambil tersenyum.

”Ayo duduk..kita makan malam bersama…oh ya rumahmu dimana?”tanya ibu.

”Di apartemen di seberang mini market itu ahjumma…”jawabnya.

Aku bisa melihat wajah ibu sedikit berubah saat mendengar dimana Donghae Oppa tinggal, mungkin dia merasa Donghae Oppa juga kenal dengan Siwon Oppa. Tentu ibu, mereka saling kenal, bahkan sahabat dekat, seruku dalam hati. Hyo Jin kemudian ikut bergabung bersama kami untuk makan malam.

”Donghae-ya…kau tinggal sendiri?”Tanya ibu lagi.

”Ne..orang tuaku ada di luar negeri…”jawab Donghae Oppa.

”Oh ya umma…Donghae Oppa ini pintar memasak loh…”seruku dan kulihat Donghae Oppa hanya tertawa sementara Hyo Jin sepertinya dia tidak terlalu suka Donghae Oppa datang.

”Oh…benarkah…Hye Jin sering sekali cerita tentangmu…gumawo karena sudah sering membantunya…”seru Ibu lagi.

”Ne…tidak apa-apa ahjumma…aku senang sekali..aku sudah menganggapnya dongsaengku sendiri…”jawab Donghae Oppa.

”Dia memang Oppa terbaikku…beda dengan Hyo Jin yang tidak mau membantuku belajar…”seruku smabil memanyunkan bibirku ke arah Hyo Jin dan dia hanya bisa membalasnya dengan tatapan tajam.

”Heh..aku kan tidak pintar matematika…Donghae tuh yang paling pintar…”seru Hyo Jin.

Dan kami bertiga hanya bisa tertawa melihatnya.

”Gamsahamnida ahjumma…makanannya enak sekali…”seru Donghae Oppa ketika ingin berpamitan pulang karena sudah malam.

Sepanjang makan malam tadi ibu banyak sekali bertanya pada Donghae Oppa, segala macam ditanyakan, dari mulai sejak kapan tinggal sendiri? Mau melanjutkan kemana? Dan banyak lagi,  tapi untung ibu tidak bertanya tentang Siwon Oppa.

”Jangan sungkan…sering-seringlah main kesini….”seru ibu.

”Ne..ahjumma…aku pamit dulu…annyeong…”seru Donghae Oppa.

Aku mengantarkan Oppa sampai ke depan pagar rumahku.

”Besok pagi berangkat bersama ya dongsaeng…”seru Donghae Oppa.

”Ne…”jawabku sambil tersenyum.

”Aku senang sekali sekarang kita bisa dekat…”serunya lagi sambil tersenyum.

”Oppa seperti anak kecil saja…”seruku.

”Dengan Siwon juga…ibumu sepertinya begitu menyayanginya….”seru Donghae Oppa dengan wajah serius.

Aku hanya bisa mengangguk lemah, yah ibu begitu menyayangi Siwon Oppa sampai seperti ini. Harusnya Siwon Oppa tahu. Seruku dalam hati.

”Bersabarlah..aku yakin sebentar lagi pasti kalian akan berkumpul…”seru Donghae Oppa sambil mengelus kepalaku lembut.

Aku kembali hanya mengangguk lemah, saat aku mendongakkan wajahku menata Donghae Oppa aku melihat mobil Siwon Oppa melintas di depan rumahku dan aku melihat dia menatap ke arahku dari dalam mobilnya, sepertinya dia sangat terkejut. Sampai kapan ini akan berakhir.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

qtl { position: absolute; border: 1px solid #cccccc; -moz-border-radius: 5px; opacity: 0.2; line-height: 100%; z-index: 999; direction: ltr; } qtl:hover,qtl.open { opacity: 1; } qtl,qtlbar { height: 22px; } qtlbar { display: block; width: 100%; background-color: #cccccc; cursor: move; } qtlbar img { border: 0; padding: 3px; height: 16px; width: 16px; cursor: pointer; } qtlbar img:hover { background-color: #aaaaff; } qtl>iframe { border: 0; height: 0; width: 0; } qtl.open { height: auto; } qtl.open>iframe { height: 200px; width: 300px; }

About these ads

38 thoughts on “LOVE’S WAY – COAGULATION

  1. dubudays says:

    haduuuuh siwoooon, ayodoong terima hyejin jadi dongsaengnyaa *reader gregetan* *ditabok author*

    LANJUT ONN!!! PENASARAN NIH HUEHEHEHE

  2. dubudays says:

    waaaaaa kok komenku gak masuuuk? ;______;

    komen lagi deeh~

    siwooon uwowowowo, ayodoong akuin hyejin jadi dongsaeng luuu kesian ituuu (??)

    lanjut jut juut authooor~!

  3. kyaaa.!!!
    LW nya udeh keluar.
    Siwwon ah kamu jjgn sinis-sinis amat Laah.
    aku jadi takut mbayangin mata kamu yg tajem ntuuh. :p
    hehe.

    Truus Key, aaaaah …
    sosweet. gatau deh kenapa jadi rada sukak ke KEY!.
    hahaha.

    eh ntuh knp hyo jin gk trlalu sukak ada donghae pas pindah rumah. heh musuh kaLi ya. :))
    hm, mau biLang apa lagi yaa.

    pkoknya ff ini tmbh daebakk.!!
    LANJUT OONIE. :)

  4. Anonymous says:

    aaaaaarrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhh……………………….

    ini bagus banget ceritanya, ayo lanjutannya aku tunggu. Jangan lama-lama nanti keburu Key menikah dengan aku duluan.. *diplototin bini tua Key*

    eonie cepat ya! *ngedip-ngedipin mata..

  5. megaMagnae says:

    Hmmm…..aku kangen part’nya taem ama hye jin,,
    siwon,,ksian hye jin Lhow…dy kn adek km…
    Lnjutannya ak tggu yaaa…

  6. sungwookie says:

    Won2 kok gg baikan aja,, ksian tuh si hyejin,, key!!msih syang ma hyejin,, heemm sayangnya hyejin uda sma taemin,, lanjutt

  7. firdha_mvp says:

    crita.a makin kereeeennn!!!
    siwon kpn sih mo nerima hye jin?
    lama bgt…
    kasian hye jin…

    trus sbener.a hye jin ska ma taemin pa key sih?
    HUH! jgn plin-plan donk! *PLAAAKK!*

    author, LANJUTKAN!

  8. DAEBAK !
    aku ngikutin cerita ini dari awal tapi baru berani komen hehe

    please bikin hyejin sama key aja biar taemin bisa balik ke akuuuu *dibakar taemints*
    suka banget sama ff ini :)
    jangan lama2 ya lanjutannya :)

    HWAITING :)

  9. Keren…. KEREN…
    Tapi HyeMin mana ? T.T
    next part harus full mereka.. (maksa)
    tapi sumpah.. Ni ff keren… Konfliknya bukan hanya masalah cinta , tpi keluarga.. Dan paling penting persahabatan…
    Gx sbar bca nextnya…
    HWAITING AUTHOH

  10. KimLeeHee says:

    huwaa..siwon kenapa kamu tetap egois nak? Tak bisakah melembut dikit? Kan kasian hye jin huhuhuhu*gaya ngmg gw ud kyk ajhumma2 y?*wkwkwk

    Lanjut thor~ bikin makin seru y! Gw kgn part antara hyejin n taemin donk..tlg dbnyakin.. Jgn donghae melulu *readers manyun*wkwk
    at least, gud job girl ;D

  11. Nataem says:

    Bagian yang Hyo Jin nyium kening Hye Jin agak gimanaaaa gitu wkwkwk ~,~
    Bukan berarti part ini jelek~ Menurut aku ini bagussssss soalnya ada Siwon yang udah mulai merenungkan tentang Hye Jin^^
    Ayoo siwon terima sajalah itu adikmu!!! Kesian dia menderita begitu, ya kan Hye Jin? *Hye Jin: (ngangguk)* -__-
    Donghae Oppa………….TT_TT *maafrandom
    Baca A New dulu ahhh^^b
    Next part~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s