LOVE’S WAY – A THING CALLED HAPPINESS

A THING CALLED HAPPINESS

 

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

Seperti biasa aku sudah bersiap berangkat sekolah, aku merapihkan seragamku dan mematut diriku di depan cermin lalu tersenyum dan berajalan keluar kamar dengan tas yang disampirkan di bahuk dan seperti biasa juga sekotak bekal makanan sudah siap di atas meja di dapur, ibu selalu menyempatkan membuat sarapan untukku dan juga Donghae Oppa. Ibu selalu pergi ketika aku masih tidur dan pulang biasanya ketika aku sudah mau tidur. Jujur aku merasa kesepian sekali untunglah terkadang Donghae Oppa menemaniku disini, biasanya kalau aku butuh bantuannya untuk mengerjakan PR ku, aku juga tidak mau selalu merepotkannya, aku tahu dia juga sibuk jadi aku hanya memintanya sesekali saja, kalau dia yang tidak bisa kesini aku yang akan ke apartemennya. Aku rindu Siwon Oppa juga Hyo Jin, sudah seminggu ini kami jarang bertemu, Hyo Jin sepertinya sedang sibuk sekali, seperti akhir pekan kemarin aku mengunjungi rumah nenek tapi saat itu Hyo Jin sedang tidak ada di rumah dan dia baru pualng ketika aku juga mau pulang, jadi kami hanya sebentar bertemu. Sementara itu Siwon Oppa sepertinya juga sedang sibuk sekali akhir-akhir ini, biasanya dia selalu menelepon atau mengirimku e-mail tapi sudah seminggu ini dia hanya meneleponku sekali di awal minggu. Tak terasa sudah mulai masuk musim panas saja. Hah kenapa musim semi berlalu begitu cepat sih, padahal musim semi adalah musim favoritku sekarang sudah bulan Juli saja. Aku segera mengambil kotak makan itu dan kumasukkan ke dalam tasku. Aku segera mengunci pintu rumahku dan berjalan ke apartemen Donghae Oppa. Aku mendongak ke langit menatap matahari yang sudah muncul. Asihh, kenapa matahari sudah begitu terik sih. Aku segera mempercepat langkahku menuju apartemen Donghae Oppa. Sampai disana seperti biasa aku segera memencet bel. Tidak ada jawaban, apa jangan-jangan dia belum bangun. Aku kembali memencet bel, tidak ada jawaban juga. Sebaiknya aku teriak saja. Aku bersiap berteriak memanggilnya, namun aku baru membuka mulutku, pintu sudah terbuka dan kulihat seorang gadis berdiri disitu. Aku langsung membelalak kaget melihat siapa yang membukakan pintu. Seorang gadis yang aku tidak kenal dengan kemeja biru dan celana jenas hitam tersenyum padaku, dia memakai kacamata putih dan rambutnya yang panjang di buat kuncir kuda. Aku masih terpaku di depan pintu, apa benar ini apartemen Donghae Oppa? Jangan-jangan aku salah lagi. Aku langsung memeriksa pintu dan melihat nomor apartemennya, benar itu nomor 203, nomor apartemen Donghae Oppa, lalu kenapa ada seorang gadis disini, gadis itu juga sedikit bingung melihat tingkahku namun kemudian dia langsung tersenyum padaku.

”Hye Jin ya?”tanyanya dengan senyuman yang kurasa cukup manis.

Aku hanya mengangguk masih menatapnya bingung.

”Nuguseyo?”tanyaku setelah aku tersadar dari lamunanaku. Sejak kapan Donghae Oppa boleh membawa seorang gadis ke apartemennya? Lihat saja kau Oppa!

Tiba-tiba wajah Donghae Oppa muncul di balik gadis itu. Dengan mulut penuh makanan.

”Hye Jin-ah…”serunya setelah dia menelan semua makanan di mulutnya.

Aku menatapnya tajam meminta penjelasan. Donghae Oppa kemudian menarikku masuk dan membawaku ke dapurnya, aku melihat gadis itu mengikuti di belakang kami. Aku melihat banyak sekali makanan terhidang di meja. Apa gadis ini yang membawanya? Pikirku.

”Ayo makan!”seru Donghae Oppa langsung duduk dan kembali melanjutkan makannya. Aissh bukannya menjelaskan apa yang terjadi dia malah seenaknya makan. Aku menatapnya tajam namun sepertinya dia tidak menyadari itu.

”Hye Jin-ah..mana makanannya….ayo keluarkan…”seru Donghae Oppa sambil menatapku tanpa perasaan bersalah, aku hanya menatapnya tajam dan segera mengeluarkan kotak bekalku dari tas.

”Hyo Hoon-ah…duduklah…kita makan bersama…”seru Donghae Oppa lagi sambil melirik ke arah gadis yang di panggilnya Hyo Hoon itu. Gadis itu tersenyum dan duduk disampingku.

Aku makan dengan tetap menatap tajam ke arah Donghae Oppa tapi entahlah kenapa dia tidak sadar juga aku perhatikan seperti itu. Kami makan dalam diam, sumpah aku kesal sekali dengan Donghae Oppa, rasanya aku ingin langsung bertanya padanya siapa gadis ini dan kenapa dia ada di apartemen Donghae Oppa, Oppa kalau sampai aku tahu kau selingkuh, lihat saja, akan kulaporkan padanya. Meski sekarang Onnie sedang ada di Singapura tapi lihat saja, habislah kau Oppa kalau Onnie sampai tahu masalah ini. Karena kesal aku jadi makan terburu-buru.

”Dongsaeng-ah…makannnya pelan-pelan saja…belum telat kok…”seru Donghae Oppa masih dengan tampang innocent nya itu, dia tidak tahu apa ku kesal sekali padanya. Kenapa dia harus membawa seorang gadis ke apartemennya.

Begitu selesai aku langsung membawa piringku ke wastafel dan mencucinya lalu kembali ke meja makan. Aku melihat mereka sedang asyik mengobrol dan mereka tertawa bersama. Aishh, aku benar-benar kesal dengan Donghae Oppa, bukannya menjelaskan padaku dia malah tidak mempedulikanku. Aku pun segera menarik tangannya dan membawanya ke kamar.

”Hye Jin-ah…ada apa? Kenapa daritadi kau cemberut terus?”tanyanya dengan wajah yang biasa. Hufft menyebalkan sekali Oppaku ini.

”Itu siapa?”tanyaku dengan sinis.

”Oh…itu teman kuliahku namanya Shin Hyo Hoon…”jawabnya singkat.

Asihh Oppa ku ini, babo sekali, apa dia tidak melihat wajahku yang sudah menunjukan rasa penasaran tingkat tinggi. Apa jangan-jangan dia satu-satunya orang yang tidak bisa melihat kalau aku adalah Open Book, kenapa dia tidak bisa membaca raut wajah penasaranku dari tadi.

”Kenapa dia ada disini?”tanyaku lagi berusaha sabar mengahadpinya.

”Ne…tadi pagi dia datang kesini membawakanku makanan…”jawabnya masih singkat sekali.

Rasanya aku ingin sekali memukulnya karena dari tadi dia hanya menjawab sekenanya saja. Menyebalkan.

”Oppa selingkuh ya!”seruku langsung ke topik yang aku ingin bahas. Dia langusng tersentak kaget.

”MWO!!!”serunya.

”Ne…Oppa selingkuhkan…nanti aku bilang pada Onnie!”seruku sambil menatapnya sinis.

”Andwe…aku tidak selingkuh…tiba-tiba tadi pagi di datang membawakanku makanan…itu saja…”seru Donghae Oppa.

”Kalau bukan selingkuh apa namanya…pokoknya aku akan bilang pada Onnie…”seruku lagi.

”Hye Jin-ah…jebal jangan bilang padanya….dia memang suka padaku tapi aku tidak suka padanya…dia tiba-tiba datang masa aku tidak menyuruhnya masuk..aku kan tidak enak…mana dia membawakan makanan lagi…..ayolah Hye Jin…jangan bilang..kau sayang Oppamu ini kan…”seru Donghae Oppa langsung memohon dengan puppy eyes andalannya.

Asihh. Aku benci sekali melihat puppy eyesnya, menjemukkan. Di usianya kini dia masih saja melakukan aegyo-nya. Aku hanya menatapnya sinis. Dia masih terus memasang puppy eyes. Terkadang aku berpikir Oppaku ini tumbuh semakin menjadi anak kecil bukan dewasa.

”Jebal…”serunya lagi sambil mengedipkan-ngedipkan matanya.

Aku benar-benar ingin muntah melihatnya.

”Sudah Oppa…aku mau berangkat…antar aku sekarang!”seruku memerintahnya.

”Tapi kau jaji tidak bilang kan?”seru Donghae Oppa sambil tersenyum dengans senyum yang dimanis-manisin. Cihh.

Aku hanya mengangguk sekilas.

”Baiklah…dongsaengku yang cantik…ayo Oppa antar…”serunya.

”Dasar penjilat…”seruku lagi.

Aku pun berjalan mengikutinya di belakang. Aku melihat Hyo Hoon onnie sedikit bingung melihat kami.

”Hyo Hoon-ah…aku mau mengantar dongsaengku ke sekolah kau mau ikut?”tanya Donghae Oppa.

Aishh, kenapa dia mengajaknya segala. Menyebalkan.

”Ah andwe…aku akan segera ke kampus saja…annyeong Donghae….annyeong Hye Jin…”serunya smabil tersenyum dan membugkuk lalu berjalan menuju pintu.

Aku pun segera menarik tangan Donghae Oppa untuk mengantarku ke sekolah.

”Ingat kalau sampai aku lihat Oppa bareng gadis itu lagi…habislah kau Oppa…”seruku padanya saat aku sampai di depan gerbang sekolah.

Dia hanya tersenyum dan mengangguk pasti lalu mengacak-acak rambutku.

”Ne…ne…ara…”serunya.

Kemudian aku melihat dari jauh Taemin berjalan menghampiriku dan Donghae Oppa. Dia tersenyum padaku dan juga Donghae Oppa.

”Annyeong hyung…”serunya pada Donghae Oppa.

”Annyeong Taemin-ah…apa kabar?”tanya Donghae Oppa.

”Ne baik hyung…hyung sendiri bagaimana?”Tanyanya.

Asihh, sudah begini pasti aku dicuekin deh.

”Baik…baik…dongsaengku ini pasti sering merepotkanmu ya…dia memang masih anak kecil…pasti kau sangat kerepotan menjaganya…”seru Donghae Oppa.

Aku langsung menatapnya sengit. Enak saja yang seperti anak kecil itu bukan aku tapi kau Oppa. Gerutuku dalam hati. ,kulihat Taemin hanya tersenyum simpul menanggapinya.

”Anni…dia anak yang baik…”seru Taemin.

Anak yang baik? Hey aku sudah dewasa bukan anak kecil lagi. Aku hanya melirik tajam ke arah Taemin.

”Sudah sana kalian masuk…”seru Donghae Oppa.

Aku pun langsung berjalan duluan mendahului Taemin tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Donghae Oppa, habisnya aku kesal karena dia menganggapku seperti anak kecil, Taemin juga begitu. Memangnya aku masih anak kecil apa gerutuku dalam hati. Aku berjalan tanpa menghiraukan Taemin yang memanggilku dari belakang, aku tidak menoleh sedikitpun.

”Marah ya?” tanyanya yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

Aku hanya memalingkan wajahku dan dia hanya terkekeh pelan.

”Ne…Choi Hye Jin bukan akan kecil lagi…”serunya.

Aku memeprcepat langkahku dan berjalan menuju ruang teater meninggalaknnya, namun sepertinya dia hanya terkekeh pelan melihat tingkahku. Aku malas ke kelas hari ini apalagi masih banyak yang belum datang sudah gitu Taemin pasti mencariku ke kelas. Aku membuka pintu ruang teater. Seperti biasa sangat sepi, nyaman sekali rasanya. Aku memandang halaman sekolah dari jendela, aku melihat banyak murid yang baru masuk. Namun tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku. Aku pun terlonjak kaget dan menengok ke belakang.

”Masih marah ya?”serunya sambil tersenyum.

Aku kembali menatap ke arah jendela dan tidak memperhatikannya berbicara. Aku masih sedikit kesal padanya. Kini dia kembali terkekeh, menyebalkan sekali dia sama seperti Oppaku. Tiba-tiba aku merasakan seseorang memelukku dari belakang. Tanganya melingkar di leherku. Jantungku kembali berdegup kencang. Aku hanya bisa tertunduk. Pasti saat ini mukaku sudah sangat merah. Dia menumpangkan dagunya di bahuku.

”Masih marah padaku ya?”lirihnya.

Aku melepaskan pelukannya dan menatap matanya. Sebenarnya jujur jantungku masih berdegup sangat kencang terkadang beberapa kelakukannya membuatku sangat deg deg an.

”Ya!”jawabku ketus, berusaha menyembunyikan kegugupan diriku apalagi sejak saat itu, aku jadi semakin gugup setiap melihat matanya.

”Yakin?”serunya sambil mencubit pipiku dan tersenyum.

Aku hanya menggembungkan pipiku dan menatapnya sinis. Dia kembali terkekeh dan tiba-tiba dia mencium pipiku sekilas.

”Sekarang tidak marah lagi kan?”serunya sambil tersenyum.

”Taemin-ah!”seruku.

Dia pun segera berlari keluar, aku pun berusaha mengejarnya namun ternyata aku kalah cepat sekarang dia sudah menghilang dan tidak terlihat lagi. Dasar Taemin! Seenaknya saja dia mencium pipiku. Namun entah kenapa aku malah tersenyum mengingat kejadian itu, aishh. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan berjalan kembali ke kelasku.

Sial sekali, kenapa aku harus satu kelompok dengan Key, gerutuku dalam hati ketika Park seonsangnim membagi kelompok untuk tugas sastra Korea, kami harus merangkum sebuah karya sastra dan harus mempresentasikannya minggu depan dan Park seonsangnim membagi kami menjadi kelompok dengan 2 orang, dan sialnya aku harus satu kelompok dengan Key. Aku menghela nafas perlahan begitu sampai di kantin. Rae Na yang melihatku tidak bersemangat seperti ini malah tertawa senang sekali melihat temannya menderita seperti ini. Kalau satu kelompok dengan Key pasti aku yang akan capek bekerja sedangkan dia hanya akan menunggu hasilnya.

”Sudahlah sabar…”seru Rae Na sambil melahap makanannya.

Makananku sama sekali tidak kusentuh, aigoo, kenapa aku harus satu kelompok dengannya.

”Dimakan dong…”seru Rae Na sambil menyendokkan makanan ke mulutku dan aku terpaksa membuka mulutku.

”Nah, gitu dong..jangan cemberut terus….jelek tau…lagipula key bukan partner yang buruk…”jelas Rae Na sambil tersenyum melihatku yang mulai menyendok makananku lagi. Sepertinya aku sangat lapar hari ini.

Aku sedang membereskan bukuku begitu Key menghampiriku. Kelas sudah mulai kosong dan tinggal beberapa orang saja yang ada. Hari ini seperti biasa aku harus pergi kerja, oleh sebab itu aku buru-buru pulang agar Taemin tidak terlalu lama menunggu, lagipula hari ini dia ada latihan basket juga.

”Besok kita kerjakan dirumahku saja…”seru Key tiba-tiba.

”Mwo?”tanyaku.

”Besok kerjakan tugasnya di rumahku saja…”seru Key lagi dengan wajah juteknya yang biasa.

”Tugas apa?”tanyaku dengan wajah bingung.

”Aishh….babo sekali kau masa lupa tugas yang diberikan hari ini…tugas membuat rangkuman itu…”serunya.

Aku menepuk jidatku. Oh ya aku ingat, aku kan satu kelompok dengannya. Aku pun mengangguk menyetujui.

”Ok…besok kita ke rumahku…”serunya kemudian pergi keluar kelas.

Berarti besok, APA! Ke rumahnya? Kenapa harus mengerjakan dirumahnya. Aku baru tersadar kalau tadi dia bilang akan mengerjakannya di rumahnya. Aissh, kenapa aku tidak sadar. Aku pun segera mengejar Key keluar namun orang itu telah menghilang. Aduh, bagaimana ini? Ke rumahnya? Taemin bagaimana? Ottohke?

”Kenapa diam saja?”tanya Taemin, begitu aku menghampirinya yang sudah menunggu di depan gerbang.

”Ah andwe….”seruku.

Aku terus berpikir apa yang harus aku katakan padanya, bilang bahwa besok aku ke rumah Key. Pasti deh dia akan marah, yah tidak marah yang parah tapi pasti dia akan mendiamkanku kalaupun mengijinkan pasti tatapannya seperti tiu. Ottohke Hye Jin-ah?seruku dalam hati.

”Ayo naik…”seru Taemin membuyarkan lamunanku.

Aku pun segera mengenakan helmku, kemudian aku melihat Seung Ho melintas dan melambaikan tangan smabil tersenyum padaku, aku pun membalas senyumnya dan lambaian tangannya. Namun saat aku melihat ke samping Taemin sudah menatapku seperti itu. Aishh, pasti dia cemburu deh. Bagaimana kalau bilang aku akan ke rumah Key besok? Dengan Seung Ho saja seperti itu apalagi dengan Key yang sepertinya dia tahu kalau Key suka padaku. Aku pun segera naik ke atas motornya dan memegang pingganggnya erat-erat.

Aku turun dari motornya dan menyerahkan helamnya. Dia tersenyum tipis padaku.

”Marah ya?”godaku padanya sama seperti yang tadi dia lakukan.

Dia tersenyum menggeleng tapi wajahnya masih seperti itu. Kenapa dia? Aku memperhatikan wajahnya, sepertinya dia sedikit pucat, perasaan tadi pagi dia masih baik-baik saja, apa dia sakit?

”Kau sakit?”tanyaku khawatir melihatnya.

”Ah andwe…sudah sana…”serunya.

Aku memperhatikan lagi wajahnya dan ya dia sangat pucat, aku pun segera menaruh tanganku di keningnya dan rasanya panas.

”Kau sakit…sudah pulang jangan main basket lagi…badanmu panas…”seruku padanya.

”Tidak…aku tidak sakit…aku pergi dulu ya…nanti aku jemput…”serunya kemudian berbalik pergi.

Aku pun segera menahan tangannya.

”Pulang…kau itu sedang sakit…badanmu panas…pokoknya kau tidak boleh kembali ke sekolah…kau harus pulang dan istirahat…nanti tidak usah jemput…aku minta jemput Donghae Oppa saja…pokoknya hari ini kau harus istirahat…nanti aku telepon Jin Ki Oppa…jangan membantah…”seruku.

Dia terlihat sedikit memohon menginjinkannya untuk bermain basket hari ini. Namun aku menggeleng dan menyuruhnya segera pulang.

”Arasso…cerewet…”katanya sambil berjalan menuju motornya.

”Pokoknya nanti aku telepon Jin Ki Oppa kau tidak ada di rumah….aku akan marah padamu…”seruku sambil melambai dan dia pun berlalu.

Kenapa semua cowok itu keras kepala sekali, sudah tau mereka sedang sakit, selalu saja memaksakan diri. Menyebalkan.

Aku baru pulang dari bekerja dan sedang menunggu jemputanku datang. Tadi aku sudah sms Donghae Oppa untuk menjemputku hari ini. Aku menunggu di depan toko. Kemudian aku putuskan untuk menanyakan keadaan Taemin, aku pun segera meneleponnya.

”Yeoboseyo…”suara disana yang ternyata itu adalah Jin Ki Oppa.

”Oppa…ini aku Hye Jin…bagaimana keadaan Taemin?”tanyaku langsung.

”Hye Jin-ah…Taemin sedang tidur…sepertinya dia terkena flu…mungkin besok dia tidak masuk… ”seru Jin Ki Oppa.

”Oh…ne…ne…semoga dia cepat sembuh…”seruku kemudian menutup teleponku.

Donghae Oppa sudah berdiri disampingku sambil membawa sesuatu.

”Apa itu?”tanyaku.

”Makanan…aku pasti tidak sempat masak hari ini…kita makan dulu ya di rumahmu…”serunya.

Kemudian kami pun pulang ke rumah.

Pagi ini aku menatap kalender, hemm sebentar lagi Taemin ulang tahun sekarang sudah tanggal 16 Juli, ulang tahunnya kan tanggal 18 Juli, aissh, hampir saja aku lupa. Aku akan memberikannya kado apa ya?. Aku jadi punya sebuah ide, mulai hari ini aku akan mengerjainya dengan tidak menghubunginya biar dia marah padaku.habis dia suka sekali marah-marah tidak jelas, kali ini aku benar-benar akan membuatnya marah. Aku pun terkekeh memikirkan ide ini. Nanti pas hari ulang tahunnya aku akan ke rumahnya dan mengejutkan dia. Pikirku. Aku pun segera keluar kamarku dan melakukan rutinitasku seperti biasa, pergi ke apartemen Donghae Oppa dan sarapan disana setelah itu baru berangkat ke sekolah. Oh ya aku ingat hari ini aku akan pergi ke rumah Key untuk mengerjakan tugas itu.

Aku sampai di kelas dan hanya mendapati Key yang baru datang. Aku duduk di mejaku dan mulai membaca buku yang Key pinjamkan waktu itu. Tiba-tiba Key berjalan menghampiriku.

”Hye Jin-ah…pinjam PR matematikamu…”seru Key.

Aku mendongak melihatnya yang sudah berdiri di depanku. Tumben sekali dia meminjam PR matematika padaku, tumben sekali dia belum mengerjakan Prnya.

”Ya!kenapa malah bengong…mana…cepatlah!”serunya.

”Ne…ne…cerewet sekali kau!”seruku sambil membuka tasku dan mencari buku matematikaku lalu menyerahkannya.

Dia pun langsung menuju mejanya dan mengelurakan bukunya, namun kemudian dia menoleh padaku.

”Nanti jadi ke rumahku..”serunya.

Aku kembali menutup buku itu dan menatapnya.

”Ne…”jawabku singkat dan kembali fokus pada buku bacaan itu.

Cerewet sekali dia, tenang saja aku pasti ke rumahnya. Aku juga harus menyelesaikan tugas itu kan?

”Hye Jin-ah…”teriak seseorang memanggilku yang sedang berjalan menuju perpustakaan dan ternyata itu Minho.

Aku pun berhenti berjalan dan kulihat Minho berjalan menghampiriku.

”Hye Jin-ah ikut aku…”serunya sambil menarik tangaku.

Aku kaget kenapa Minho tiba-tiba menarik tanganku seperti ini namun aku tetap mengikutinya berjalan. Dia membawaku ke lapangan basket. Kenapa dia membawaku ke lapangan basket. Aku melihat anak-anak basket sudah berkumpul juga dan ternyata ada Rae Na juga. Ada acara apa ini? Minho menarik tanganku menghampiri mereka.

”Waeyo?”tanyaku pada mereka.

Yesung kemudian menghampiriku dan berbisik di telingaku. Aku yang mendengarnya hanya manggut-manggut saja.

”Kalian yakin akan berhasil?dari mana kalian bisa mendapatkannya?”tanyaku masih ragu apa rencana mereka akan berhasil atau tidak.

”Tenang saja, kan ada Minho…”seru Sungmin.

Aku pun akhirnya menyetujuinya saja.

”Ok..berarti pasti ya hari minggu ini…Hye Jin-ah..kau bisa bikin kue kan?”tanya Kyuhyun.

”Ne…tenang saja akan kubuat yang spesial…”jawabku.

Kemudian kami pun tersenyum. Hah Taemin teman-temanmu ini memang sangat jahat tapi sebenarnya mereka sayang padamu.

Aku melihat kesekeliling rumah ini. Sungguh sangat mewah. Ini rumah Key dan Minho. Aku memasuki ruang tamu rumahnya dan segera disambut oleh beberapa pelayan, key terus berjalan dan aku pun mengikutinya di belakang. Aku melihat keadaan ruang yang sekarang kami masuki sepertinya ini ruang santai, karena ada sebuah TV layar datar disana lengkap dengan home theaternya dan disudut ruangan ada Komputer dan beberapa rak buku. Disitu juga ada sebuah sofa dan meja. Aku mengamati sekeliling dan mendapati banyak sekali foto keluarga mereka. Ada foto mereka berempat ada yang Key sendiri dan juga Minho sendiri namun aku tidak melihat Key dan Minho bersama. Dasar saudara kembar yang aneh! Memang mereka tampak seperti bukan saudara, habisnya jarang sekali mereka akrab layaknya saudara bahkan di sekolah pun tampak seperti bukan teman. Aku menaruh tas ku di lantai dan aku duduk di atas karpet dan segera membuka buku sastra yang sudah aku pinjam di perpustakaan tadi. Tak lama kemudian Key sudah kembali dan sudah berganti baju dengan T-shirt Pink, ya sudah tidak asing lagi, dia memang sangat suka warna pink. Aku sedikit menahan tawaku melihatnya memakai baju itu. Namun dia kemudian menatapku tajam maka aku pun dia dan menahan tawa maupun senyumku.

”Ayo kita mulai…”serunya sambil duduk disampingku.

Kemudian pelayan datang dan membawakan kami minuman dan juga makanan ringan.

”Kau baca dulu…aku juga baca…arasso?”seruku sambil memberikan buku itu padanya.

Dan akhirnya kami pun  larut dalam bacaan kami masing-masing. Aku menengok kesampingku dan mendapati Key sangat serius membaca. Aku pun kembali fokus membaca.

Namun entah kenapa mata ini tidak mau di ajak kompromi. Kenapa aku malah mengantuk ya? Memang sih bacaan ini tidak terlalu menarik dan itu membuatku semakin mengantuk, apalgi suasana ruangan ini sangat nyaman. Aigoo, aku jadi mengantuk. Beberapa kali aku tertunduk namun aku berusaha tersadar kembali. Tapi sepertinya aku benar-benar mengantuk. Karena setelah itu aku seperti sudah masuk alam mimpi.

Key POV

Aissh, cerita apa ini, tidak ada seru-serunya sama sekali. Aku menutup buku itu dan menghela nafas. Bosan sekali membaca cerita seperti ini. Aku menengok kesamping dan mendapati Hye Jin sedang tertidur pulas dengan kepala bersandar di sofa. Dasar, dia malah tertidur disaat seperti ini. Aku pun menggeser dudukku mendekatinya dan menaruh kepalanya di lenganku dan mengelus kepalanya lembut. Aku menyentuh wajahnya mengikuti garis wajahnya, aku menyentuh dagunya. Aku pun menundukan wajahku mendekati wajahnya.

”Hye Jin-ah..kau tahu aku masih belum bisa melupakanmu meski aku sudah berusaha sekuat mungkin…saranghaeyo..”seruku dan mulai semakin mendekatkan wajahku padanya namun saat jarak kami sudah dekat.

”Donghae Oppa sarapannya sudah siap…jangan lupa makan ya…”serunya.

Sepertinya dia mengigau karena matanya masih terpejam. Dia menggeliat perlahan namun kembali diam. Dasar gadis aneh! Mimpi apa sih dia. Aku kembali melanjutkan bacaku.

”Siwon Oppa…bogoshipoyo…”igaunya lagi.

Aku hanya melihatnya sekilas dan tersenyum melihat kelakukannya.

”Key!kembalikan!itu punyaku!”serunya.

Itu membuatku terkejut, aku pikir dia sudah terbangun namun saat aku menengok dia masih terpejam.

”Dasar Key Babo!”serunya lagi.

Asihh, dari sekian banyak igauannya kenapa igauanku yang paling jelek, tadi dia perhatian pada Donghae hyung, dia bilang kangen pada Siwon hyung sedangkan padaku dia malah bilang Babo. Dasar Hye Jin,lihat saja kalau kau bangun. Seruku. Namun tiba-tiba dia melingkarkan tangannya di leherku dan merebahkan kepanya di dadaku. Jantungku langsung berdegup sangat kencang. Dia masih terlelap tapi jujur kelakuannya kali ini membuatku gugup. Aku berusaha melepsakan rangkulannya namun dia malah memelukku semakin kuat. Aishh, ottohke?

Aku hanya bisa terpaku di tempatku melihat dia seperti ini. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya bisa menunggunya sampai bangun.

Hye Jin POV

Sepertinya tadi kepalaku kusenderkan di sofa deh, kenapa sekarang aku merasa bukan ada di sofa, kenapa terasa hangat ya. Aku mencoba membuka mataku dan aku kaget saat aku tahu aku tidur di dadanya Key.

”AAA!!!”teriakku langsung menjauhkan diriku darinya, dia hanya menatapku bingung.

”Apa yang kau lakukan!”teriakku lagi sambil menaruh kedua tangaku di dada.

PLETAKK

Tiba-tiba Key memukul kepalaku dengan pensilnya. Aishh apa-apaan orang ini.

”Babo kau!aku tidak melakukan apa-apa!kau saja yang langsung memelukku begitu!”semburnya.

Aku merasakan mukaku menjadi merah. APA jadi aku memeluknya selama tidur tadi. Aigoo, ottohke??jadi selama tadi aku tidur di dadanya Key. Aigoo!!!

”Lagian bisa-bisanya kau tidur saat membaca seperti itu…ini…”seru Key sambil melemparkan sebuah buku yang berisi tulisannya. Apa dia sudah merangkum semuanya.

”Kau berhutang padaku!”serunya.

Aishh, aku hanya bisa melihat buku yang sudah penuh dengan rangkumannya itu. Aigoo, jadi tadi Key melihatku tidur, sial sekali aku.

”Sudah sampai sini saja…”seruku pada Key yang mengantarku pulang.

Aku meminta dia menurunkanku di pertokoan karena aku ingin membeli sesuatu untuk Taemin.

”Kau mau kemana?”tanyanya.

”Bukan urusanmu!”jawabku sambil keluar dari mobilnya.

Ah aku masih kesal gara-gara kejadian tadi, habisnya kenapa dia tidak membangunkanku. Menyebalkan sekali dia, mencari kesempatan saja. Aku pun berjalan keluar dari mobilnya.

”Hye Jin-ah!”teriaknya.

Aku pun menoleh dengan enggan padanya.

”Pokoknya sisanya tanggung jawabmu…aku sudah merangkum…”serunya kemudian dia segera berlalu.

Ya baguslah aku tidak perlu kembali ke rumahmu lagi, aku akan menyelesaikannya sendiri tanpa bantuanmmu. Seruku dalam hati. Aku pun berjalan ke setiap pertokoan mencari hadiah yang cocok untuk Taemin. Sampai akhirnya aku tiba disalah satu toko aksesoris, aku tertarik melihat sebuah gelang, sederhana namun entah kenapa aku suka sekali melihatnya. Gelang itu ada sepasang dan keduanya berwarna biru muda. Taemin suka warna biru. Aku pun akhirnya membeli gelang itu, aku berniat memberikan pasangannya pada Taemin, agar dia selalu mengigatku. Setelah itu aku pun segera pulang ke rumah. Tapi sebelum itu sebaiknya aku membeli keperluan untuk membuat kue ultah untuk Taemin. Aku pun pergi ke supermarket terdekat dan membeli beberapa kebutuhan untuk membuat kue. Rae Na juga mau membantuku membuat kue hari minggu besok. Semoga kuenya enak. Setelah itu aku pun segera pulang.

”Aku takut kuenya tidak enak…”seruku pada Rae Na yang duduk di dapur melihatku sedang menghias kue yang baru saja keluar dari oven.

”Tenang saja…ini kan resep rahasia nenekku pasti enak…lagipula kau membuatnya dengan cinta…”seru Rae Na dengan mata menerawang. Dasar anak ini, sok romantis sekali dia.

Muncul ide iseng di kepalaku untuk mengerjai temanku ini. Aku pun menempelkan tepung ke pipinya.

”Hye Jin-ah!kotor deh!”serunya sambil berusaha menghapus tepung dari pipinya.

Kemudian dia sudah siap membalasnya padaku. Dia sudah menempelkan tepung dipipiku.

”Ya!Kim Rae Na!”seruku kembali ingin membalasnya, namun dia sudah keburu berlari keluar dapur, maka aku pun mengejarnya.

Taemin POV

Aku menatap layar handphoneku yang sejak tiga hari lalu tidak ada sms atau telepon dari Hye Jin, ditelepon juga tidak diangkat, di sms tidak di balas, kenapa sih dia. Badanku sudah tidak panas lagi namun aku maish sedikit lemas. Padahal hari ini hari ulang tahunku tapi aku malah sakit seperti ini. Menyebalkan sekali. Aku kembali mencari nama Hye Jin di HP ku dan mencoba menghubunginya kembali namun sama seperti kemarin-kemarin tidak diangkat sama sekali. Ada apa dengan dia? Kenapa tidak mengabariku? Apa dia marah padaku? Tapi marah kenapa? Aku memikirkan alasan yang tepat kenapa dia marah tapi tidak ada, terakhir kali kami bertemu kami tidak bertengkar. Aigoo, kenapa sih dia? Aishh, aku ingin segera ke sekolah. Tiba-tiba Jin Ki hyung masuk ke dalam kamarku membawakanku makan siang.

”Sudah baikan Taem?”tanyanya sambil membawa makanan itu ke hadapanku.

”Ne….”seruku sambil mengambil nampan itu dan mulai menyendok makananku.

”Kenapa kau melihat HP mu terus?”tanya Jin Ki hyung yang masih duduk ditepi tempat tidurku.

”Dari kemarin Hye Jin tidak menghubungiku…”seruku sambil menyendok buburku.

”Kau cemas ya? Pantas tidak sembuh-sembuh…mungkin dia sedang sibuk…tenanglah…”seru Jin Ki hyung.

Aku pun hanya mengangguk dan kembali menyendok buburku. Ya mungkin dia sedang sibuk tapi sesibuk apakah dia sampai dia tidak menyempatkan dirinya untuk menghubungiku.

Hye Jin POV

”Semua sudah siap?”tanyaku pada empat cowok yang sedang mendekor lapangan basket ini dengan kertas crepe dan ucapan selamat ulang tahun.

Mereka mengangguk dan tersenyum melihatku sudah membawa kue yang mereka minta.

”Beruntung sekali Taemin punya yeojachingu sepertimu Hye Jin-ah..”seru Sungmin.

Aku hanya tersenyum dan menyerahkan kue itu ke tangan Sungmun untuk menaruh lilin di atasnya. Hari ini aku melihat Key juga ikut. Tumben sekali dia berkumpul dengan anak-anak basket ini biasanya juga tidak pernah. Aku salut dengan Minho bagaimana dia bisa menggunakan lapangan basket untuk memberi kejutan pada Taemin padahal hari ini kan sekolah libur. Bagiamana dia bisa mendapatkan kunci sekolah di hari minggu seperti ini. Oh ya ayahnya kan pemegang saham terbesar disini, wajar saja dia bisa masuk sesuka hati kesini. Ayah Key dan Minho kan sama. Seruku dalam hati.

Sekarang semuanya sudah siap tinggal menelepon Taemin untuk datang kesini.

”Pokoknya nanti kita semua datang langsung bilang Saengil Chukka hamnida ya…”seru Kyuhyun memberi perintah.

Aku sudah siap megang kue itu. Dan Minho segera menelepon Taemin.

Taemin POV

”Taemin-ah…cepat kemari…Hye Jin…”seru Minho hyung  panik ditelepon.

”Waeyo? Hye Jin kenapa?”tanyaku khwatir.

”Sudah pokoknya kau ke lapangan basket sekolah sekarang….kau harus cepat…mengerti…”seru Minho hyung semakin panik.

”Keundeu…ada apa hyung?”seruku lagi.

Namun ternyata telepon sudah dimatikan. Aigoo, apa yang terjadi pada Hye Jin, kenapa dia? Aku kembali berusaha meneleponnya namun HP nya tidak aktif. Aishh, kenapa dia? Sudah 3 hari tidak memberi kabar sekarang aku malah mendengar dari Minho hyung dia sedang ada masalah. Aku pun bergegas beranjak dari tempat tidurku. Jujur aku maish sedikit pusing namun aku harus kesana, kau harus tahu ada apa dengan Hye Jin. Aku pun segera mengambil jaket di lemariku dan langusng mengambil kunci motorku di atas meja dan turun ke bawah.

”Taem…kau mau kemana? Kau masih sakit…”seru Jin Ki hyung berusaha menghentikanku.

”Mianhe hyung…aku harus pergi sebentar…aku tidak apa-apa…”seruku sambil berlalri menuju ke bawah. Aku segera memacu motorku menuju sekolah. Hye Jin-ah apa yang terjadi padamu. Tanyaku dalam hati. Akhirnya aku sampai di depan sekolahku. Aku segera berjalan masuk ke gerbang. Aku merasa aneh kenapa gerbang tidak dikunci pada hari minggu seperti ini. Aishh sudahlah untuk apa memikirkan itu. Aku pun segera berlari menuju lapangan basket. Aku sudha terengah-engah sampai di depan lapangan basket sebab dari tadi aku terus berlari. Aku mengatur nafasku sebelum membuka pintu lapangan basket. Aku membuka pintu dan melihat semuanya kosong. Apa-apaan ini? Dimana Hye Jin?tanyaku bingung. Namun dari ruang ganti aku melihat banyak orang berjalan menghampiriku.

Hye Jin POV

”SAENGIL CHUKKA HAMNIDA TAEMIN-AH!!!”seru kami bersamaan.

Aku melihat dia sangat terkejut dan wajahnya penuh keringat sepertinya dia berlalri sampai kesini. Kasihan sekali dia kan masih sakit. Kulihat Sungmin, Kyuhyuh, Minho, dan Yesung langsung tertawa melihat Taemin yang tampak kelelahan karena berlari.

”SAENGIL CHUKKA HAMNIDA….SAENGIL CHUKKA HAMNIDA…SAENGIL CHUKKA HAMNIDA…SAENGIL CHUKKA HAMNIDA TAEMIN-AH…SARANGHAE!!!”seru mereka berempat bersamaan lalu merangkul Taemin satu persatu. Taemin hanya bisa terbengong, bingung harus memberi reaksi apa, sepertinya dia sangat terkejut.

Aku pun kemudian maju dan menyodorkannya kue yang sudah ada lilin di atasnya.

”Ayo tiup lilinnya!”seru Yesung.

Taemin pun memejamkan matanya untuk membuat doa, lalu meniup lilin itu. Aksi mereka belum sampai disitu, Minho langsung menggamit lengan Taemin sehingga dia tidak bisa bergerak. Kyuhyun segera mengambil kue dari tanganku mencabut lilinnya dan bersiapa melempar kue itu ke Taemin.

”Andwe!!”teriak Taemin berusaha memberontak namun Minho memegangnya sangat kencang.

”Han Dul Set!”teriak Kyuhyun dan Yesung bersamaan.

Akhirnya kue itu mendarat tepat di muka Taemin. Kini mukanya belepotan penuh kue. Aku dan Rae Na yang melihat dari jauh hanya bisa tertawa namun tiba-tiba Taemin sudah menempelkan kue itu ke mukaku.

”Taemin-ah!”teriakku tidak terima.

Kemudian kulihat Taemin menghampiri kami dan menempelkan krim ke setiap wajah kami. Kami pun berlari menghindar. Aku melirik ke arah Key, sepertinya dia juga menikmati permainan ini karena kulihat dia mulai tersenyum dan berlari menghindar ketika Taemin hendak menempelkan krim di wajahnya. Namun sepertinya Key tidak sadar sudah ada Yesung di belakang yang juga sudah belepotan krim langsung menempelkan krim ditangannya ke wajah Key, Rae Na lebih parah lagi kini kedua pipinya sudah penuh krim karena Yesung dan Minho menempelkan krim secara bersamaan ke pipi Rae Na. Aku melihat hanya Kyu yang masih bersih, maka aku pun mengendap-endap di belakangnya dan langsung menempelkan krim itu di wajahnya.

”AAAA!!!HYE JIN-AH!!!”teriaknya kaget merasakan mukanya penuh denga krim

Aku pun tertawa terbahak –bahak melihatnya. Sungmin juga sepertinya juga senang menghias wajah Kyu dengan krim karena dia sekarang sedang melakukannya juga pada Kyu. Hah aku lelah sekali.

Aku sudah membersihkan krim di wajahku tadi di kamar mandi, aku dan Taemin sekarang sedang duduk di taman menikmati matahari yang mulai meredup sinarnya. Aku pun menyenderkan kepalaku di lengannya dan dia mengusap kepala perlahan. Oh ya aku ingat aku belum memberikannya hadiah, aku juga belum mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung. Aku pun segera mengambil kotak kecil di saku jaketku dan memberikannya padaku. Dia tersenyum dan membukanya dia mengambil gelang itu, aku memperlihatkan gelang di lengaku yang sama persis seperti miliknya.

”Saengil chukke…”seruku.

”Meski ini tidak mahal dan sederhana…aku hanya ingin dengan memakai gelang itu kau akan selalu mengingatku dan itu membuktikan bahwa kita saling terikat satu sama lain…”seruku lagi.

Dia pun memakainya dan mengack-acak rambutku lembut.

”Kau tahu aku senang hari ini…sebenarnya aku mau marah padamu karena selama 3 hari tidak menghubungiku…”serunya sambil menatapku lekat-lekat.

”Aku senang bisa mengerjaimu…”seruku sambil tersenyum.

”Gomawoyo…”serunya lagi.

Dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat, perlahan-lahan dia menunduk dan aku mersakan bibirnya menyentuh lembut bibirku. Dia hanya menempelkan bibirnya di bibirku selama beberapa detik, lalu dia berbisik di telingaku.

”Saranghae…”bisiknya.

Dan dia kembali menempelkan bibirnya di bibirku untuk yang kedua kalinya.

Key POV

”Key panggil mereka…kita harus segera pulang…”seru Sungmin padaku.

Enak sekali dia menyuruhku seperti itu. Sok mengatur sekali dia, namun aku ternyata memang penasaran kemana mereka pergi. Maka aku pun tetap berjalan mencari mereka. Aku mencari di setiap koridor kelas dan tidak menemukan mereka. Mataku tertuju pada taman sekolah karena disitu aku melihat ada dua orang yang sedang duduk. Aku pun berjalan menghampiri mereka. Namun saat aku mendekat. Hatiku seakan remuk redam begitu meliat hal itu. Mereka berciuman. Rasanya saat itu badanku benar-benar lemas. Aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Hatiku sungguh sakit. Aigoo,apa yang harus aku lakukan. Aku segera berbalik dan berjalan kembali, aku ingin segera pulang. Aku tidak mau melihat mereka. Aku berusaha menahan tangisanku yang hampir turun. Kau tidak boleh menangis Key, kau harus kuat. Kau harus bahagia jika melihat Hye Jin bahagia, ini keputusannya. Seruku menenangkan diriku sendiri. Aku sakit, sakit sekali. Aku berhenti di depan salah satu kelas dan memegang dadaku yang sakit sekli melihat kejadian tadi. Aku menyenderkan kepalaku di pintu dan terduduk lemas disitu, air mataku akhirnya turun juga. Aku pun hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

”Mana mereka?”tanya Yesung padaku.

”Molla…”seruku dengan tidak semangat.

”Eh…itu mereka…”seru Sungmin.

Aku pun  menengok kebelakang dan mendapati Taemin sedang menggandeng tangan Hye Jin, entah kenapa aku kembali teringat kejadian tadi dan itu kembali membuat hatiku sakit. Aku pun langsung berjalan meninggalkan mereka. Aku ingin segera pulang. Aku ingin sendiri saat ini, menerima kenyataan ini.

Hye Jin POV

”Ne..hyung…”seru Taemin dan langsung menutup teleponnya.

”Waeyo?”tanyaku.

”Nanti kau ke rumah dulu ya…Jin Ki hyung menyuruhmu kesana dulu…”seru Taemin.

Aku pun mengangguk dan menggunakan helm yang dia berikan.

Sampai di rumahnya, terlihat sepi sekali. Kami pun masuk ke dalam rumah tapi kenapa semuanya gelap.

”Hyung…”seru Taemin memanggil Jin Ki Oppa.

”Taemin-ah…kenapa gelap sekali?”tanyaku.

Taemin pun mencari-cari stop kontak lampu dan kemudian.

”SAENGIL CHUKKA HAMNIDA!!!”teriak beberapa orang yang kini sudah terlihat karena lampu sudah dihidupkan.

Aku melihat Jin Ki Oppa, Hyo Jin, dan ibunya Jin Ki Oppa ada disana sambil memabwa kue. Wow pesta kejutan untuk Taemin lagi.

”Saengil chukkae taemin-ah…”seru ibunya Jin Ki Oppa langsung memeluk Taemin dan mencium keningnya.

”Gomawo ahjumma…”seru Taemin.

”Taemin-ah…saengil chukke…”seru Hyo Jin juga memeluk Taemin.

”Gomawo noona…”jawab Taemin

”Taem…saengil chukkae..”seru Jin Ki Oppa, kini gilirannya memeluk Taemin.

”Gomawo hyung…”jawab Taemin dengan wajah berseri-seri, sepertinya dia bahagia sekali hari ini.

”Oh ya hyung…kemari…”seru Jin Ki Oppa kepada seseoarng.

Aku baru menyadari ada orang lain selain mereka disini seorang namja yang sangat tinggi mengenakan kaca mata merah dan T-shirt hijau terlihat sederhana tapi itu tetap membuat ketampanannya tidak berkurang. Ya kuakui namja ini sangat tampan dan dewasa. Dia berjalan menghampiri kami tanpa senyum. Apa ini kakaknya Taemin?aku bertanya dalam hati. Aku berusaha menatapnya lekat-lekat mencari kesamaan wajahnya dengan Taemin. Memang agak sedikit mirip sih, tapi benarkah itu Lee Yunho, kakak Taemin yang seorang dokter itu. Bukannya dia masih di Australia. Pikirku.

Dia berjalan menuju Taemin dan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Taemin namun Taemin malah membungkuk dan tersenyum sekilas. kenapa dia aneh seperti itu? Suasana menjadi hening. Agak kaku lebih tepatnya sejak kedatangan namja ini.

”Arasso…ayo kita makan malam….ayo Hye Jin…Hyo Jin…”seru ahjumma menarik tangan ku dan Hyo Jin.

Aku menengok kebelakang dan melihat mereka bertiga masih terdiam. Aku melihat Taemin menatap tajam ke arah namja itu. Memangnya siapa namja itu kenapa Taemin begitu sinis padanya. Berarti namja itu bukan kakaknya kalau kakaknya pasti dia tidak akan seperti itu.

Ahjumma menarik tangan kami ke meja makan, disana sudah terhidang berbagai jenis makanan. Ahjumma menyuruh kamu duduk dan tak lama kemudian Taemin, Jin Ki Oppa dan namja itu masuk ke ruang makan dan menempati tempat duduknya masing-masing. Aku masih melihat Taemin menatap tajam ke arah namja itu.

”Yunho-ya bagaimana kabarmu?”tanya ahjumma pada namja itu.

Ternyata benar namja itu adalah Lee Yunho, kakak Taemin, tapi kenapa Taemin begitu sinis pada kakanya sendiri.

”Ne..baik ahjumma…appa dan umma titip salam…”jawabnya sambil tersenyum ke ahjumma.

Aku terus memperhatikannya dan mata kami saling beradu pandang, pandangan matanya sangat dingin dan dia langsung mengalihkan pandangannya menatap Taemin.

”Jadi dia yeojachingu mu Taemin-ah?”tanya Yunho Oppa pada Taemin dan kulihat Taemin hanya mengangguk tanpa menoleh sedikitpun.

”Siapa namamu?”tanya Yunho Oppa sekarang padaku.

”Choi Hye Jin-imnida…”jawabku sambil membungkukan sedikit kepalaku dan tersenyum padanya.

”Aku hyungnya Taemin…Lee Yunho-imnida…”serunya dan sedikit menundukan kepalanya juga namun dia tidak tersenyum malah menatapku dingin.

Makan malam kali ini sangat tenang, sedikit kaku entahlah kenapa.

”Aku senang sekali hari ini…”seru Taemin di depan rumahku.

Aku sudah sampai dirumah setelah makan malam tadi Taemin langsung mengantarku pulang sementara Hyo Jin diantar Jin Ki Oppa. Aku tersenyum menatapnya.

”Gomawoyo…untuk semuanya…mereka teman-teman yang baik…”serunya lagi.

”Ne…mereka sangat sayang padamu…kau dapet 2 surprise party hari ini…pasti kau senang apalagi kakakmu datang…”seruku padanya namun wajahnya langsung berubah begitu aku menyebut kata kakanya.

Ada apa antara Taemin dan kakaknya. Aku melihat mereka sepertinya tidak akrab bahkan mereka sama sekali tidak bicara tadi, mirip seperti Key dan Minho tapi lebih parah ini karena walau Minho dan Key cuek satu sama lain tapi mereka masih mau saling berbicara. Kalau Taemin dan kakanya seperti sangat jauh. Bukan seperti saudara.

”Ya sudah…cepat tidur…besok aku jemput ya…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

”Besok kau sudah masuk?”tanyaku.

”Ne…aku tidak mau lama-lama dirumah…membosankan…apalagi tidak melihatmu…”serunya sambil tersenyum.

Kemudian dia mencium keningku sekilas.

”Jal ja jagiya…saranghae…”serunya.

”Nado saranghae…”jawabku.

Kemudian dia sudah berlalu dengan motornya, aku pun segera masuk ke dalam rumah. Seperti biasa rumahku masih sepi, ibu belum pulang. Aku pun langsung menuju kamarku dan menghempaskan tubuhku ke tempat tidur. Tunggu sepertinya aku menyadari sesuatu. Kenapa tadi aku tidak melihat Key pulang ya? Apa dia pulang duluan? Aishh dia memang aneh. Aku pun memejamkan mataku.

Taemin POV

”Jadi dia yeojachingumu?”tanya Yunho begitu aku masuk ke dalam rumah. Dia sedang duduk di ruang tamu sambil membaca buku.

Aku berjalan terus tanpa mempedulikannya. Untuk apa dia datang kesini hari ini. Merusak suasana ulang tahunku saja. Seperti tidak ada kerjaan lain saja merusak hari ulang tahunku dengan datang kemari.

”Taemin-ah…kau sudah dapat ucapan dari appa dan umma?”tanyanya menghentikan langkahku yang sudah sampai di tangga pertama. Aku berbalik dan menoleh padanya. Kini dia sedang menatapku tanpa kacamtanya. Cihh. Menyebalkan sekali melihat wajahnya itu.

”Sudah…aku sudah mengucapkan terima kasih pada mereka….sekarang kau bisa pulang…”seruku sinis dan langsung berjalan menaiki tangga lagi.

”Begitukah kau menyambut kakakmu?”tanyanya kembali menghentikan langkahku.

Aku hanya menoleh ke arahnya yang kini sudah kembali membaca buku. Aku pun kembali berjalan menaiki tangga menuju kamarku. Aku ingin tidur. Aku lelah sekali hari ini.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

About these ads

Tagged: , , , , , , , , , , ,

28 thoughts on “LOVE’S WAY – A THING CALLED HAPPINESS

  1. Eunmaysha January 21, 2011 at 9:15 AM Reply

    Bca dlu ah

  2. Eunmaysha January 21, 2011 at 9:16 AM Reply

    Bca dlu ah, , ,
    first?

  3. Eunmaysha January 21, 2011 at 10:11 AM Reply

    Jujur,lm2 ceritanya g ngenak di hati, , , mian

  4. ~Choi.hyun_ae~ January 21, 2011 at 10:15 AM Reply

    Wah.
    Mkin seru thor.
    Daebaaaakkk.
    Ad ap dgn taem m hyungna???
    Penasarn thor.
    Lnjtknnn!!
    Hwaiting!!!!

  5. Rhy rhien January 21, 2011 at 10:38 AM Reply

    Author..kehabisan inspirasi kah??mian.. Tp lama2 aku kaya baca script sinetron.. :( mianhae.. Jeongmal.. :( tp thor, aku mohon, jngan paksain diri kamu untuk nyelesein ini krna terpaksa ato ga enak sama reader.. Selama apapun keluarnya, reader pasti seneng kok, asalkan hasilnya memuaskan dan buat reader terhanyut

  6. sagitafunluph January 21, 2011 at 11:57 AM Reply

    .Aku sama penasarannya kayak Choi Hyun,,, ada apa antara Taemin ama Hyungnya???? Konflik baru lagi ya???
    .Tapi,, over all aku suka,,,,
    Taemin ama Hye Jin so sweet bangettt,,, tapi, kasian Key.nya jugga,,,, :(

  7. tooofu--- January 21, 2011 at 12:11 PM Reply

    hwaaah ,
    LW tuambaah seru ,

    . Keyy , kamu so sweet banget pas ngeliatiin wajahnya hye-jin .
    andai aku jadi hye jin /ngayal ..
    Trus asiik jugak yaak , pesta kejutannya Taemiin .
    .
    Waaa Taemin kamu apakan hye jin di taman blakang ?? /plakk

    Hyyaa , keyy , jangan nangis , kamu kan couwok .. wkwkw

    /Masih penasran sama sosoknya Lee Yunho disini ..
    lanjut yak nia onn . ^^

  8. intaney January 21, 2011 at 12:21 PM Reply

    jangan patah semangat chingu….!!!!!
    hwaiting…..!!!!
    ff nya tetep daebak kok……

  9. Park yoomi January 21, 2011 at 12:48 PM Reply

    Makin seru..
    Ini FF favorit aku..
    Makin penasaran
    juga sm sm yunho..
    Ada konflik apa sbener ny sih??
    Yakk..key,jgn sdih..
    Sini sama aq aja..
    Hahahaha :)

  10. kaister January 21, 2011 at 2:27 PM Reply

    skrang konflik kluarga teamin yaahh ?????
    owwhh ..
    penasaraannn boo ..
    d tggu cerita slanjutnya yaahh .. ^^

  11. ella January 21, 2011 at 3:15 PM Reply

    ceritanya cukup bagus…. tapi benar .. lama-kelamaan ceritannya ….. ya gitu deh .. mian ya …
    *readers tak tau diri* heheheh… tak apa mungkin nanti di part selanjutnya akan lebih menarik … :)

  12. elfnote13 January 21, 2011 at 4:52 PM Reply

    Ayd kira oneshoot?
    Bgus thorr, remaja bgd crtanyaaaa .
    Suka , dtggu lnjtan.nya ya thorr ,.. Fighting

  13. nikitaemin January 21, 2011 at 7:38 PM Reply

    Yunho kenapa??
    Ko taemin benci banget kayanya
    Yaampppunn key yang sabar yaa

  14. icusnabati January 21, 2011 at 7:45 PM Reply

    itu kenapa taem sama bang yunho???
    kenapa TBC?? bikin penasaran niih
    ini kan ff yang aku tunggu2 bgt…

  15. minkijaeteuk January 21, 2011 at 11:19 PM Reply

    ada apa sm taemin n yunho. . . .
    Kasian ma key kasih pasangan k auhor. . . .

  16. NIEESTAEM January 22, 2011 at 10:07 AM Reply

    Penasaran taemin sama hyungnya ada konflik apa ya? -_-
    Tapi FF nya keren onn! Lanjutkan!

  17. agitaraka January 22, 2011 at 2:15 PM Reply

    wowo ternyata ada kakaknya taem lagi ??yunho?? knapa taem gak suka??pnasaran nih??
    ni ff bner2 daebak dah slalu aku tnggu hhe

  18. Diyawonnie January 22, 2011 at 3:10 PM Reply

    Tae-yaaaaaa~
    nakaaaal cium2 anak orang!
    hoaaa aku bayangin kakanya taem itu u-know yunho. keke~
    next paaaaarttt^^/
    gogogo~

  19. Ayu Wandira January 22, 2011 at 4:05 PM Reply

    huaa..seru, ditunggu lanjutan nya ^.^

  20. magnaeFiena January 22, 2011 at 8:19 PM Reply

    key ppa ma aq ja.. djamin gg brtpuk sblah tgan deh././.
    skrng giliran taem-oppa eang pnya msalah 5 kakak.a ..ra

    LANJOOT! (reader sksd)1~

  21. sungwookie January 23, 2011 at 9:01 AM Reply

    Konflik πª kya nya + lbih bnya,,
    Duh key ksian,,
    Lanjutt

  22. zee-ya January 24, 2011 at 7:51 PM Reply

    part selanjutnyaaa. ditunggu… daebak!!!

  23. yuiayumisakurai February 10, 2011 at 12:46 AM Reply

    lhoooo, kok to be continued?????? padahal uda berharap dapet ending.

    Saya komen ya:
    Wahh, tumben ni baca FF yang ceritanya sekompleks ini. Alurnya cepat dan lagi imajenasinya sangat luas. Saya sangat suka saat authornya menjelaskan tentang kamar Key. Key dan Minho adalah saudara kembar adalah ide yang hebat ^_^ brilliant! Kisah cinta hyejin juga mengalir apik, saya suka dia awalnya pacaran sama Key lalu pindah ke Taemin.

    Jujur awalnya saya lebih suka sikap si hyejin yang cuek ama Taemin, tapi lama-lama keliatan deh tu cewe klepek-klepek di hadapan namjachingu-nya, ahahaha ^_^ Nice FF… Ini uda ada lanjutannya belum ya?

  24. Choiren March 2, 2011 at 7:26 PM Reply

    Yunho nya U Know Yunho bukan? Oke ceritanya gak bisa ketebak, lanjut ya~

  25. Nataem June 9, 2011 at 6:29 PM Reply

    Waseeeekkkk kan jadi dicium~ ^3^ *yadongnya keluar* wkwkwk nggak lah~~~
    Lagi-lagi ada misstyping tapi gapapa kok tetep bagus~ Hahaha misstyping kan wajar.
    Oh iya sekarang bulan Juni~~ Taemin juga udah mau ultah nih 8 hari lagi~~
    WAWAWAWA gasabar ultahnya Oppakuuu *plak
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ~
    Next!

  26. hanjia June 28, 2011 at 10:46 PM Reply

    part ini keren suangat~~~
    ceritanya lengkap. hahaha :D
    gak sanggup baca part selanjutnya soalnya aku denger2 taemin bakalan pergi. hiks T_T
    tapi, harus tetap semangat membaca part selanjutnya.
    hehehe :) *gaje*

  27. reenepott June 30, 2011 at 6:23 PM Reply

    Key… yang tabah yaaa….
    Taemin-aaaaaaaaaaaaaaahhhhh!!!!! Hye Jin-aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!!!!!
    kalian bikin aku geregetan!!!!!
    lanjuuuuut!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  28. rachel April 10, 2012 at 6:57 PM Reply

    lee yunho siapa? ._. aku taunya cuma jung yunho haha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,289 other followers

%d bloggers like this: