LOVE’S WAY – HE’S GONE

HE’S GONE

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

Taemin POV

Aku baru saja sampai di rumah setelah mengantar Hye Jin, di ruang tamu orang itu sudah datang. Untuk apa dia datang lagi kesini apa tidak cukup jawabanku kemarin. Aku segera naik ke atas tanpa mempedulikannya. Aku hanya menoleh sekilas sebelum menaiki tangga sampai  Jin Ki Hyung memanggilku terpaksa aku harus berbalik. Dia hanya menatapku dengan tatapan dinginnya yang biasa sama seperti tatapanku padanya.

”Aku capek hyung…”jawabku singkat dan berjalan lagi tanpa menghiraukannya.

”Taem…Yunho hyung ingin bicara padamu…”seru Jin Ki hyung lagi menghentikan langkahku.

Aku kembali turun ke bawah dan menatapnya yang juga masih menatapku dengan tatapan tajam.

”Tidak ada yang harus dibicarakan lagi…aku sudah setuju untuk ke sana jadi tunggu saja aku disana…tidak usah datang kesini lagi…kau merusak konsentrasiku untuk ujian…”seruku ketus dan berbalik dan berjalan menuju kamarku.

Malas sekali rasanya berlama-lama satu ruangan dengan orang itu. Meski dia kakakku, entahlah aku tidak pernah menganggapnya seorang kakak. Aku sampai di kamarku dan menyalakan lampu lalu langsung berbaring di atas tempat tidurku. Mungkin itu terkahirnya kalinya aku bisa berjalan-jalan bersama Hye Jin. Aku tidak mau berpisah dengannya tapi bagaimana? Hye Jin-ah kalau kau tahu aku sangat mencintaimu, maafkan aku telah melakukan ini padamu. Ucapku dalam hati. Tanpa terasa air mataku kembali mengalir.

Hye Jin POV

Hari-hari kami mulai disibukkan dengan pelajaran tambahan yang semakin sering karena memang sebentar lagi kami akan segera ujian, itu membuatku dan Taemin semakin jarang bertemu. Tak terasa besok kami sudah ujian. Waktu sepertinya cepat sekali berlalu, padahal aku merasa baru kemarin pindah kesini bertemu teman-temanku sekarang sebentar lagi kami akan berpisah, seperti rencana awalku aku akan melanjutkan ke Kyunghee dan entah kenapa aku bisa satu universitas dengan Key meski dia mengambil jurusan yang berbeda tapi tetap saja itu artinya selama 4 tahun itu akau akan selalu melihat wajahnya itu. Hufft menyebalkan sekali, pasti dia akan semakin sering mengerjaiku.

Hampir setiap harinya Siwon Oppa selalu saja meneleponku, memberiku semangat. Dia selalu saja terlalu khawatir. Hari ini aku bersama Hyo Jin dan Donghae Oppa mengunjungi makam ibu. Sudah hampir 1 tahun sejak kepergian ibu. Meski masih berat tapi aku sudah mulai bisa menerima semua ini. Aku tidak mau membuat orang lain khawatir terutama Siwon Oppa. Aku menaruh bunga Lily di atas makam ibuku. Dan menyentuh nisannya. Ibu bisa lihat aku bisa bertahan selama ini tanpamu dan Siwon Oppa benar-benar menjagaku, dia sangat sayang padaku meski terkadang sangat berlebihan. Ucapku dalam hati.

”Ayo pulang…”seru Donghae Oppa.

Aku pun mengangguk dan kembali menyentuh nisan ibuku.

”Aku pulang dulu ya Umma…baik-baiklah disana…”ucapku kemudian berdiri dan berjalan bersama Hyo Jin kembali ke mobil.

Selama perjalanan pulang aku hanya menatap ke luar jendela. Memang setiap pulang dari makam ibu pasti seperti ini, entah kenapa aku kembali sedih. Aku jadi kembali ingat dengan semua kenangan bersama ibuku itu.

”Gwenchanayo?”tanya Hyo Jin sambil membelai lembut rambutku.

”Ah..Ne…”jawabku etrsentak kaget dan langsung menoleh ke arahnya sambil tersenyum.

Aku melihat Donghae Oppa menatapku lewat spion mobil dengan pandangan khawatir. Dia sama saja seperti Siwon Oppa terlalu berlebihan, mereka berdua ini selalu saja seperti itu. Aku pun memberikan senyum terlebarku pada Donghae Oppa untuk meyakinkan dia bahwa aku baik-baik saja. Terkadang dia bisa bertindak ekstrim, pernah baru 3 bulan sejak ibu meninggal dia melihatku masih murung dan sengaja menelepon Siwon Oppa untuk pulang, padahal dia baru dua bulan kembali kesana dan sudah jelaslah Siwon Oppa tidak mau kembali lagi kesana dan ingin disini saja menjagaku, akhirnya terpaksa aku memaksnya untuk kembali karena bagaimanapun juga biaya dia kuliah disana di tanggung oleh orang tua angkat Siwon Oppa dulu, jadi kan tidak enak, mereka sudah begitu baik pada kami tapi Siwon Oppa malah seperti itu.

”Awas jangan lapor lagi pada Siwon Oppa…”seruku mengingatkannya.

Dia hanya terkekeh pelan.

Selanjutnya hari-hariku di penuhi oleh ujian dan ujian seperti hari ini. Ini hari pertmaku ujian. Beberapa kali aku menghela nafasku di pagi hari untuk menengakan diriku yang agak sedikit gugup.

”Hwaiting!Choi Hye Jin kau pasti bisa!”seru Siwon Oppa di telepon.

Pagi-pagi ini Siwon Oppa sudah meneleponku untuk memberiku semangat di hari pertamaku ujian.

”Ayo cepat makan…nanti kau telat…”seru Donghae Oppa dari dapur memanggilku untuk segera sarapan.

Sama seperti Donghae Oppa malah dia yang sangat khawatir tentang ujianku hari ini, karena hari ini adalah matematika. Hey memangnya aku sebegitu bodohnya apa sampai Donghae Oppa begitu menkhawatirkanku seperti ini. Aku pun memakan sarapanku.

”Ingat jangan lupa apa yang aku ajarkan padamu…”serunya sambil memberikanku segelas susu.

”Ne..arasso…aku tidak sebodoh itu tau…”seruku sambil meneguk susu yang dia berikan.

”Tapi kau suka lupa..”serunya lagi.

”Ne…ne….aku tidak akan lupa…cerewet sekali…”seruku sambil memanyunkan bibirku.

Setelah itu aku mengambil tas ku dan berpamitan pada Oppaku.

”Choi Hye Jin, Hwaiting!!”serunya smabil mengepalkan tangannya dna aku pun membalasnya dengan senyuman.

Ini hari pertama ujian, aku siap!

Untunglah ujianku berjalan dengan baik selama 4 hari ini dan ini adalah hari terkahir ujian. Senangnya, semoga hasilnya memuaskan. Hari ini juga aku dan Taemin berjanji untuk pulang bersama. Rasanya sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya. Begitu bel berbunyi kami mengumpulkan semua kertas ujian kami dan berjalan keluar kelas.

”Akhirnya selesai juga..”Seru Rae Na disampingku.

Aku hanya menanggapinya dengan senyuman.

”Ada yang mau kau lakukan hari ini?”tanyanya.

”Tidak ada…”jawabku singkat karena memang tidak ada yang akan aku lakukan hari ini.

”Pasti kau akan jalan-jalan dengan Taemin ya?”tanyanya.

”Anni…aku hanya akan pulang bersama dengannya….”jawabku.

”Ciee..sudah lama tidak bertemu…”serunya meledekku.

Dan aku hanya menanggapinya dengan berjalan meningglakannya, aku malas kalau sudah di ledek seperti itu. Aku berjalan menuju gerbang sekolah dan disana sudah ada Taemin, jadi ingat waktu dulu setiap pulang sekolah pasti dia sudah ada disana menungguku. Sebentar lagi masa-masa itu akan berakhir, tapi sampai sekarang aku tidak tahu kemana dia akan melanjutkan, dia tidak pernah bicara soal itu. Apa dia akan pergi jauh? Jujur aku sangat takut dia akan pergi meninggalkanku.

”Kajja…kita jalan-jalan sebentar dulu…”serunya sambil tersenyum seperti biasa senyum yang akan selalu aku suka, senyum yang kuharap hanya untukku selamanya.

Aku pun segera naik ke motornya dan memegang erat-erat pingangganya. Dia membawaku ke tepi sungai Han.

Kami duduk di tepinya sambil menikmati udara sejuk musim semi. Musim yang sangat aku sukai.

”Bagaimana ujiannya?”tanyanya.

”Baik…”seruku sambil mengangguk mantap dan tersenyum.

”Baguslah..”serunya sambil mengacak-acak rambutku lembut.

”Tapi kau tahu aku benar-benar stres sekali selama ini gara-gara kalian selalu saja menjejalkanku dengan rumus-rumus itu…”seruku.

Kulihat dia hanya terkekeh pelan. Kemudian dia berdiri dan menatapku.

”Bagiamana kalau kita melepas stres dengan lomba berlari dari sini sampai sana…”serunya sambil menunjuk ke arah ujung.

”Boleh…”seruku semangat.

”Han dul…”serunya.

Tapi belum sampai hitungan ke tiga dia sudah berlari duluan meninggalkanku yang masih menunggu hitungan ketiga. Dasar curang sekali dia. Aku pun segera berlari mengejarnya yang sudah berlari duluan.

”Ya!kau lari duluan!”seruku padanya sambil terus berlari mengejarnya.

Dia berlari sangat cepat sekali. Aku tidak sanggup mengejarnya dan berhenti di tengah-tengah dan berpura-pura marah padanya, aku berbalik berjalan ke arah tadi tanpa melihat ke arahnya. Menyebalkan sekali dia.

”Ya!kau marah ya!”serunya smabil merangkul bahuku.

Aku hanya memalingkan wajahku tidak mau menatapnya sambil memanyunkan bibirku.

Dia malah tertawa dan mencubit pipiku.

”Aishhh, appo!”seruku sambil melepaskan rangkulannya dan berjalan meninggalkannya.

Aku merasa dia tidak mengejarku lagi, kemana dia? Aku pun menoleh mencarinya namun aku sudah tidak melihatnya lagi. Ah sudahlah, menyebalkan sekali dia. Aku pun duduk kembali di tepian sungai sambil menatap orang yang berlalu-lalang.

Tiba-tiba sebuah es krim cone tepat ada di depanku. Aku kaget dan langsung menoleh ke belakang dan mendapati Taemin sedang tersenyum padaku sambil memegang dua buah es krim cone.

”Jangan marah lagi..”Serunya sambil memberikan salah satu es krim cone itu padaku.

”Ya!memangnya aku anak kecil yang bisa disogok dengan es krim…”seruku dan kembali memalingkan wajahku menatap sungai kembali.

”Baiklah kalau kau tidak mau…buatku saja…padahal ini rasa blueberry kesukaanmu…”serunya.

Sebenarnya aku sedikit haus dan es krim sepertinya enak tapi masa aku langsung menerimanya begitu saja sih. Aku memikirkannya beberapa detik sampai akhirnya aku berbalik dan langsung mengambil es krim itu dari tangannya dan kembali menatap sungai Han. Aku mendengar dia hanya terkekeh pelan dan tiba-tiba di sudah duduk disampingku.

”Tuh kan benar kau seperti anak kecil…”serunya sambil mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan mengelap bibirku yang terdapat sisa es krim.

Aku hanya tertawa kecil. Setelah es krimku habis, aku menyenderkan kepalaku di bahu Taemin dan menikmati angin yang berhembus lembut menerpa wajah dan kulitku. Sejuk sekali.

”Hye Jin-ah…”serunya.

”Hmm…”gumamku dengan tetap menyenderkan kepalaku di bahunya.

”Apa kau akan selalu bersamaku?”tanyanya.

”Tentu saja…aku kan sudah berjanji padamu…”jawabku.

”Meski nantinya kita berjauhan…”serunya.

Aku pun segera menatapnya dan meminta penjelasan dari apa yang dia ucapkan tadi.

”Apa maksudmu?”tanyaku.

”Andwe…aku hanya ingin memastikan saja…”jawabnya sambil tersenyum.

”Tentu saja..meski kita akan berjauhan….kita akan selalu bersama…”seruku sambil menatap matanya.

”Ne…gomawo…”ucapnya smabil mengacak-acak rambutku.

Aku hanya tersenyum, mungkin sebaiknya aku tanyakan kemana dia akan melanjutkan, jadi seberapa jauh aku akan terpisah dengannya. Aku tahu pasti setelah ini kami akan jarang bertemu, dia pasti takut aku akan meninggalkannya, tentu saja tidak, aku akan selalu bersamanya meski nanti kita akan berjauhan. Sedih sekali kalau harus mengingat itu.

”Oh ya…memangnya kau akan melanjutkan kemana?”tanyaku.

”Aku belum memutuskan tapi nanti setelah aku putuskan aku pasti akan memberitahumu…”jawabnya.

”Kau ini…”seruku sambil kembali menyenderkan kepalaku di bahunya dan dia mencium keningku lembut.

Akhirnya kami menikmati senja itu di tepi sungai Han, entah kapan lagi kami bisa seperti ini. Aku pasti akan merindukan saat-saat seperti ini. Ucapku dalam hati.

Hari ini adalah hari perpisahanku, rasanya sedih sekali harus meninggalakn sekolahku ini, begitu banyak kenangan yang aku miliki disini. Aku menatap semua teman-temanku yang sebentar lagi akan berpisah. Semalam Siwon Oppa mau pulang kesini, dia bilang dia ingin melihat kelulusanku tapi aku menolak, sudah tahu senin depan dia sudah ujian, masih sempat-sempatnya saja dia datang kemari, meski jarak Tokyo dan Seoul tidak jauh tapi kan tetap saja. Seperti biasa acara perpisahan kali ini diisi oleh acar para hobae kami dan setelah itu penyerahan tanda kelulusan dan pidato dari lulusan terbaik, sudah ketebak siapa dia tentu saja Minho, orang yang selalu aktif dimana saja, Rae Na pasti bangga sekali melihat namjachingunya menjadi lulusan terbaik. Memang Minho itu selalu ingin menang disegala hal.

Key POV

Akhirnya aku lulus juga darisini. Adikku menjadi lulusan terbaik sama seperti impiannya sejak dulu. Aku masih ingat waktu dia masuk kemari dengan semangatnya dia bilang dia akan menjadi lulusan terbaik nanti dan ternyata itu terbukti. Orang tuaku sepertinya akan sangat bangga sekali pada anak ini, dia juga akan melanjutkan ke Seoul University. Dasar Minho, wanted everything to be perfect as he expect before. Aku mengerahakan padanganku mencari sosok gadis yang telah membuat masa-masa SMA ku berwarna meski dia baru masuk saat kelas 11 tapi entah kenapa hanya gadis itu yang benar-benar mampu mencuri hatiku, bahkan jujur aku belum bisa melupakan rasa cintaku ini padanya. Aku memang sangat babo untuk apa masih mengharapkannya, dia sudah menjadi milik orang lain bahkan dia sudah memintaku untuk melupakannya tapi sekeras apapun aku berusaha tetap saja aku tidak bisa melupakannya. Aku mendapatinya sedang duduk bersama yeojachingu Minho, bisa dilihat wajahnya sangat bersrei-seri, senyum selalu terkembang di wajahnya. Yah meski aku tidak bisa memilikinya setidaknya aku masih bisa melihatnya terus di universitas nanti. Ini suatu kebetulan atau apa, entahlah kenapa aku bisa satu universitas juga dengannya padahal sebelumnya aku tidak tahu kalau dia juga akan melanjutkan ke Kyunghee, sebenarnya aku senang tapi juga sedih karena dengan begini aku semakin tidak bisa melupakannya. Tiba-tiba dia malah menatap ke arahku dan tersenyum sepertinya dia menyadari bahwa dirinya sejak tai diperhatikan olehku. Maka aku pun membalas senyumnya lalu mengalihkan padanganku ke panggung.

Setelah acara selesai, murid-murid masih berada di sekolah untuk mengucapkan selamat tinggal pada teman masing-masing.

”Key-ah…aku pasti akan sangat merindukanmu…”seru Jonghyun sambil memelukku dengan erat dan menangis.

Aigoo, anak ini memang gampang sekali menangis. aku pun membalas pelukannya. Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa temanku, aku berjalan menuju kelasku. Aisshh, aku pasti akan sangat merindukan tempat ini, lalu aku berjalan menuju taman dan disana aku melihat sosoknya yang sedang duduk di bangku taman membelakangiku. Aku pun berniat untuk mengejutkannya seperti yang biasa dia lakukan padaku Menutup matanya.

”Key!aku tau itu kau!”serunya sambil berusaha melepaskan tanganku yang menutup matanya.

Aku pun melepaskan tanganku dan duduk disampingnya.

”Sedang apa kau disini?”tanyaku.

Dia hanya tersenyum sambil menatap ke arah langit.

”Ini tempat favoritku disini…aku hanya ingin kesini saja…”jawabnya lalu menatapku.

Dia menatapku tepat di mataku, membuat jantungku berdegup sangat kencang. Aku pun segera mengalihkan pandanganku menatap ke arah yang lain. Hufft, benar aku masih mencintainya. Aku belum bisa melupakannya.

”Mianhe…jeongmal mianhe…”ucapku sambil tertunduk.

Dia langsung beralih menatapku lagi dengan tatapan bingung.

”Mianhe…aku belum bisa melupakanmu…”seruku.

Aku melihat ekspresinya, dia hanya diam sambil terus menatapku.

”Saranghae…jeongmal saranghae…”ucapku lagi.

Hye Jin POV

Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan saat ini, saat dia bilang dia belum bisa melupakanku dan dia mengucapkan kata-kata itu sekali lagi. Kali ini aku merasakan perasaan yang lain, aku tidak tahu apa, ini berbeda saat pertama kali dia mengatakannya. Aku hanya bisa menatap mata coklatnya yang seakan menunggu jawaban dariku. Sebenarnya sudah sejak beberapa bulan ini aku merasakan perasaan ini, aku merasa Key juga sudah mengisi suatu tempat dihatiku meski aku selalu menampik kenyataan bahwa aku juga menyukainya namun ya aku senang dengan semua yang di lakukan padaku meski dia tidak pernah romantis dan selalu meledekku namun itu memberikan suatu kesan bagiku, disaat dia berubah aku sedih, aku ingin dia selalu seperti itu menjadi Key yang selalu bertengkar denganku karena bertengkar dengannya seperti sebuah kebutuhan bagiku. Aku senang melihat wajahnya yang jutek perkataannya yang ketus.

Dia mulai mendekatkan wajahnya padaku dan semakin dekat, seharusnya aku menghindar tapi entah kenapa aku hanya diam saja sampai aku merasakan bibirnya dengan lembut menyentuh bibirku. Dan ya aku merasakan perasaan lain,apa aku juga mencintainya?. Kemudian dia melepaskan bibirnya dari bibirku dan menatapku.

”Mianhe…”serunya sambil berjalan pergi.

Aku yang masih terpaku di tempatku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya termenung menatap punggunggnya yang semakin lama semakin menghilang. Tanpa terasa air mataku malah turun. Apa aku juga mencintainya?

Taemin POV

Aku hanya menyandarkan kepalaku di dinding, menahan tangisku yang hampir turun. Seharusnya sejak awal aku tahu Hye Jin juga mencintai Key. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini, setelah melihat kejadian tadi. Aku terduduk di lantai sekolah menggigit bibirku berusaha menahan tangisku, kini air mataku sudah mulai turun membasahi pipiku. Apa memang lebih baik Hye Jin bersama Key?

Aku tahu aku tidak mungkin bersama Hye Jin lagi tapi jujur aku tidak mau melepaskannya tapi aku tahu aku hanya akan menyakitinya. Aku akan pergi jauh meninggalakannya dan mungkin tidak akan kembali lagi. Dan hanya Key lah yang mampu menjaganya tapi aku mencinatinya aku tidak mau melihatnya bersama orang lain. Ottohke?

Hye Jin POV

Kutunggu di taman nanti sore ^^

Kubaca sms itu berulang-ulang sms yang sangat singkat dari Taemin, apa maksudnya mengirim sms sesingkat ini, tidak biasanya di seperti ini. Kenapa dia memintaku menemuinya di taman sore ini?kenapa dia tidak langsung menelepon saja? Banyak sekali pertanyaan yang mengisi pikiranku saat ini. Aku merasa akhir-akhir ini dia sangat aneh, dia jarang sekali menghubungiku, ya itu sangat aneh bahkan aku pun jadi tidak bisa menghubunginya beberapa waktu ini. Sebenarnya apa yang terjadi padanya ya?tanyaku dalam hati.. aku melihat jam dikamarku lalu bergegas keluar rumah menuju taman tempat dia memintaku bertemu. Aku sudah sampai di taman dan mencari sosok orang itu sekeliling tapi tidak menemukannya, apa dia belum datang ya? Pikirku. Aku pun memutuskan untuk duduk di salah satu bangku menunggunya.

5 menti

10 menit

15 menit

Sudah 15 menit aku menunggunya disini, aku mulai bosan. Apa dia mengerjaiku?pikirku. aku pun berusaha menghubunginya, ku ambil Handphone di saku celanaku dan menghubunginya namun dia sama sekali tidak mengangkatnya. Sungguh menyebalkan. Maka aku pun berdiri dan hendak pergi dari tempat itu sampai ada sebuah mawar merah dihadapanku. Aku tersentak kaget dan langsung menengok ke belakang melihat siapa yang menyodorkan mawar itu padaku.

”Mianhe…lama menungguku…”serunya smabil tersenyum dengan senyumannya itu.

”Ya!kau ini membuatku menunggu..”seruku sambil memukul bahunya pelan.

”Tadi aku ada urusan dulu dengan Jin Ki hyung…mianhe..jangan marah ya…”serunya sambil mengeluarkan puppy eyesnya itu.

Sungguh dia sangat aegyo saat ini dan aku tidak sanggup melihat tatapan puppy eyesnya itu maka aku pun hanya bisa tersenyum padanya.

”Neomu kyeopta…”serunya sambil mencubit pipiku.

Aisshh, senang sekali dia mencubit pipiku ini seruku smabil mengusap-usap pipiku yang tadi dicubitnya.

”Oh ya ada apa meminta bertemu seperti ini?”tanyaku langsung pada pertanyaan yang memang ingin aku ajukan dari tadi pagi saat dia mengrimku sms seperti itu.

”Don’t you miss me?”tanya dengan wajah sedikit sedih.

Kalau boleh jujur tentu saja aku sangat merindukannya apalagi sejak beberapa hari yang lalu aku sulit sekali menghubunginya tapi aneh saja tiba-tiba dia seperti ini.

“Bogoshipoyo…”seruku sambil memeluknya.

Dia sedikit kaget melihat reaksiku namun dia tetap membalas pelukanku. Setelah itu dia melepaskan pelukanku dan menatapaku.

“Hemm..bagaimana kalau kita jalan-jalan…”serunya sambil tersenyum dan menarik lenganku.

Kami berjalan-jalan disekitar pertokoan yang ramai oleh para pejalan kaki. Dia terus mengenggam tanganku, terkadang kami berhenti jika melihat sesuatu yang menarik dan tak lupa juga untuk berfoto, entah kenapa dia senang sekali mengambil fotoku seakan kami tidak akan bertemu lagi dan harus banyak mengabadikan momen-momen bersama ini. sesekali kami berhenti di salah satu penjual makanan dan mencoba beberapa makanan disitu, sampai akhirnya kami kekenyangan dan kami kembali ke taman tempat tadi kami bertemu. Kami duduk disalah satu bangku disana.

”Aku selalu senang jika melihat gelang ini…”serunya sambil menatap gelang yang aku berikan padanya di hari ulang tahunnya sama seperti yang aku gunakan saat ini.

”Tentu saja kau akan selalu mengingatku jika melihat gelang ini…”seruku sambil menatapnya.

”Ne…aku akan selalu mengingatmu…hanya gelang ini yang mampu mengingatkanku padamu nanti…”serunya sambil tetap menatap gelang itu.

”Mwo?”tanyaku tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya barusan.

”Ah…andwe…bagaimana kalau kita main sepeda..sama seperti saat kita pertama kali kencan tidak resmi…”serunya sambil tersenyum jahil.

Aku jadi ingat kejadian itu, waktu aku sedang membuntuti Jin Ki Oppa dan Hyo Jin yang sedang berkencan, seolah kami yang sedang berkencan, melakukan setiap kegiatan yang Hyo Jin dan Jin Ki Oppa juga lakukan.

”Taemin-ah…aku tahu kan aku tidak bisa naik sepeda…”seruku padanya.

Ya waktu itu aku hanya diboncenga olehnya untuk mengikuti kemana mereka pergi.

”Akan aku ajarkan…kau kan bukan tidak bisa tapi takut…kajja…”serunya sambil menarik tanganku.

Aku hanya pasrah saja saat dia menyurhku naik ke atas sepeda. Aku sungguh sangat takut. Dulu aku memang bisa naik sepeda tapi karena pernah jatuh aku menjadi trauma karenanya.

”Nah sekarang seimbangkan badanmu lalu kau kayuh…”serunya dibelakangku.

”Tapi jangan dilepas…”seruku takut.

”Ne..”jawabnya masih terus memegang belakangku.

Aku mulai mengayuh sepedaku perlahan dan wow ternyata aku masih bisa aku pikir aku sudah lupa bagaimana caranya bersepeda. Aku mulai menambah kecepatanku. Ternyata naik sepeda itu asyik juga ya.

”Pelan-pelan Hye Jin…”seru Taemin yang sudah melepaskan pegangannya dan ternyata aku sudah mengayuh sangat jauh karena sekarang Taemin sudah jauh di belakang.

Aku menoleh melihatnya melambai padaku. Karena menoleh membuat sepedaku oleng dan

BRUKK

Aku terjatuh dari sepedaku tepat di dekat pohon di taman itu. Aisshh, aku merasa kakiku skit.

”Hye Jin-ah Gwenchanayo!!”tanya Taemin panik langsung membantuku duduk.

”Ne…ne gwenchana…”seruku namun aku merasakan perih di kakiku.

Omo, kakiku berdarah, begitu aku melihat darah mengalir dari lutuku. Aduh, aku tidak sanggup melihatnya.Ottohke?

”Kakimu berdarah…”Seru Taemin.

Dia membantuku duduk disalah satu bangku.

“Tunggu disini…”serunya kemudian berlari menjauh.

Aku hanya menahan rasa perih di kakiku tanpa melihat ke arahnya karena aku takut jika melihat luka itu aku akan pingsan karena tidak kuat melihat darah. Tak lama kemudian Taemin datang membawa plastik yang berisi alkohol, kapas, dan plester. Dia mulai mengolesi lukaku dengan alkohol. Aku meringis beberapa kali menahan perih dan dia berusaha meredakan perih itu dengan meniupnya. Tiba-tiba aku kembali teringat kejadian yang sama persis pernah kualami tapi bukan dengan Taemin tapi dengan Key, memang sejak kejadian itu entah kenapa aku jadi memikirkan dia terus. Aisshh, tidak boleh Hye Jin. Seruku dalam hati. Aku menatap Taemin yang masih sibuk mengobati lukaku. Dia sangat terampil sekali, mengusapkan alkohol dan memplester lukanya. Sampai akhirnya dia selesai.

”Sudah…”serunya sambil mendongak menatapku.

”Kau cocok menjadi seorang dokter…”seruku sambil tersenyum.

Namun tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sedih, apa aku salah bicara? Kenapa dia jadi sedih saat aku bilang dokter? Bukankah kakaknya juga seorang dokter.

”Apa kau senang jika aku menjadi dokter?”tanyanya tiba-tiba sambil duduk disampingku.

”Tentu saja…kau pasti menjadi dokter yang paling tampan…”seruku dan tersenyum padanya.

Namun dia menatapku dengan tatapan yang sangat sedih. Ada apa dengannya?

”Gwenchanayo?”tanyaku.

”Ne…gwenchana…”serunya sambil mengacak-acak rambutku gemas.

Dia kemudian menarik kepalaku dan direbahkannya di bahunya sambil merangkulku. Aku sungguh sangat merindukannya, sampai kapan kami akan terus seperti ini. Aku tidak mau saat-saat ini berkahir.

Sudah dua hari ini aku tidak bisa menghubungi Taemin, dia juga sama sekali tidak menghubungiku. Ada apa dengannya ya? Kenapa dia akhir-akhir ini menjadi sangat aneh sekali. Aku beranjak dari kamarku karena aku mendengar suara pintu rumahku diketuk. Saat ini Donghae Oppa sedang kuliah dan hanya aku sendirian di rumah. Aku pun berjalan menuju pintu rumah dan membukanya. Aku kaget ternyata itu Jin Ki Oppa, ada apa dia kerumahku.

”Oppa…”seruku.

”Ah…Hye Jin-ah…apa ada Hyo Jin?”tanyanya.

Apa maksudnya? Hyo Jin tidak kesini.

”Oppa ini rumahku bukan rumah Hyo Jin…”seruku.

Jangan-jangan dia lupa lagi kalau ini rumahku bukan rumah Hyo Jin, jangan-jangan ia tertukar lagi.

”Ne…aku tahu ini rumahmu…tadi Hyo Jin bilang dia sedang menuju kesini…makanya aku kesini…”serunya.

”Hyo Jin tidak bilang mau kesini…”ucapku dan sekarang gantian dia yang bingung. Dia hanya menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal sambil menatapku bingung.

”Aisshh..pasti dia mengerjaiku lagi….ya sudah aku pulang dulu…”serunya kemudian berbalik pergi namun baru beberapa langkah dia kembali lagi.

”Jamkamman…kenapa kau tidak mengatar Taemin?bukannya sekarang dia akan pergi ke Australia untuk kuliah…”seru Jin Ki Oppa yang membuatku langsung membelalakan mataku.

”Mwo?Mworago!”tanyaku memastikan.

”Ne…dia akan pergi hari ini..memangnya kau tidak tahu? Apa dia tidak bilang padamu…”serunya lagi.

Aku hanya terdiam mendengar ucapannya. Taemin akan pergi melanjutkan kuliahnya di Australia tapi dia sama sekali tidak memberitahuku. Jadi ini sebabnya selama ini dia berubah menjadi menjauhiku. Dia akan pergi meninggalkanku tanpa pamit.

”Jam berapa pesawatnya berangkat?”tanyaku langsung.

”Ah…mungkin sejam lagi…dia tidak mau diantar oleh kami tadi…”serunya.

Aku pun segera melihat jam di layar handphoneku aku masih sempat jika ingin bertemu dengannya. Aku pun segera mengunci pintu rumahku dan bergegas ke jalan mencari taksi. Jin Ki Oppa hanya bisa memnadangiku bingung. Aku pun memberhentikan salah satu taksi dan langsung menyuruh supir taksi itu untuk menuju bandara. Dia dalam taksi aku sungguh sangat cemas  takut tidak bisa bertemu dengannya lagi. Aku terus saja menatap layar handphoneku melihat jam. Taemin kau jahat!kenapa kau tidak bilang!seruku dalam hati.

Begitu aku sampai di bandara aku bergegas masuk dan mencarinya. Aku berlari tanpa tahu arah, aku tidak tahu harus mencarinya dimana, aku berputar-putar di bandara itu mencarinya. Taemin-ah aku ingin bertemu dengamu, kumohon sebelum kau pergi. aKu merasakan air mataku mulai menggenang di pelupuk mataku. Namun aku berusaha menahannya agar tidak turun.

Key POV

Aku sampai di depan rumah Hyo Jin, hari ini aku sudah janjian dengannya untuk ke Kyunghee bersama. Aku masih duduk di dalam mobilku mengingat kejadian dua hari yang lalu saat aku bertemu dengan Taemin di salah satu cafe. Dia memintaku menjaga Hye Jin, dia bilang dia akan pergi ke Australia untuk melanjutkan sekolahnya dan dia tidak yakin dia akan bisa pulang.

Flashback..

”Kumohon Key…hanya kau yang bisa membuat Hye Jin tersenyum tulus…aku tidak mau melihatnya sedih karena kepergianku…makanya aku tidak pernah cerita akan hal ini padanya…”seru Taemin.

Aku hanya menatapnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, aku tidak tahu harus senang atau sedih, ini seakan kesempatanku untuk mendapatkan Hye Jin tapi aku tahu cinta Hye Jin hanya untuk Taemin, sekuat apapun aku berusaha untuk membuatnya menyukaiku tetap saja hanya Taemin dihatinya.

”Aku tahu kau sangat mencintainya…tetaplah seperti itu…karena aku merasa Hye Jin juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu…”serunya lagi lalu berdiri dan beranjak pergi dari cafe ini.

Aku hanya menatapnya yang berjalan menjauh sambil berusaha mencerna setiap perkatannya tadi.

Flasback end

Aku pun turun dari mobilku dan berjalan menuju pintu rumahnya, kuketuk beberapa kali tidak ada yang menjawab. Kemana Hye Jin ya? Aku pun mengambil handphoneku dan berusaha menghubunginya namun tidak jawab. Maka aku putuskan untuk menelepon Donghae hyung mungkin dia tahu dimana Hye Jin.

”Tadi dia bilang mau ke bandara…aku pikir Siwon datang besok tapi ternyata hari ini…”seru Donghae hyung di telepon begitu aku bertanya dimana Hye Jin.

Ke bandara? Omo, apa dia hendak menemui Taemin, aku jadi ingat Taemin bilang hari ini dia akan pergi. Apa jangan-jangan Hye Jin tau hal ini? Aku pun segera mematikan telepon dan bergegas kembali ke mobilku dan melajukannya menuju bandara.

Hye Jin POV

Aku melihat sosoknya memamaki jaket kuning sedang berjalan membawa koper, sepertinya sebentar lagi dia akan berangkat, aku pun mempercepat lariku untuk mencapainya.

”Taemin-ah!”teriakku.

Namun dia sama sekali tidak menoleh, aku kembali memanggil namanya namun dia sama sekali tidak mendengarnya. Aku tidak bisa mengejarnya lagi kini dia sudah menghilang dan aku hanya bisa terduduk lesu menatapnya yang semakin menajuh. Kenapa dia jahat sekali padaku? Kenapa dia tidak bilang? Kenapa? Tanyaku dalam hati. Aku meraskan air mataku mulai turun dan aku juga merasa orang-orang disekitarku mulai melihatku. Aku sungguh tidak peduli, hatiku benar-benar sakit, tega-teganya dia berbuat seperti itu padaku, dia meninggalkanku tanpa pamit. Aku merasakan handphoneku bergetar dan ada sebuah pesan masuk.

Mianhe…jeongmal mianhe…aku memang babo tidak mau bicara ini langsung padamu…mianhe…jeongmal mianhe…kau boleh membenciku tapi aku akan tetap menjadi Lee Taemin yang akan selalu mencintaimu…saranghae yeongwonhi…

Kau jahat Taemin!kau jahat!aku benci kau!ucapku dalam hati dengan air mata terus turun dan mengalir semakin deras. Kenapa dia tega berbuat seperti itu padaku. Kenapa dia meninggalkanku seperti ini. Aku terus menangis tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang melihat ke arahku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi, aku hanya bisa menangis merasakan sakit di hatiku.

Key POV

Aku melihatnya terduduk di sana di tengah orang-orang yang sedang berlalu lalang menatapnya. Aku pun segera menghampirinya dan memeluknya, menenangkannya dalam pelukanku. Dia menangis sejadinya di dalam pelukanku. Ya Tuhan, aku tidak sanggup melihatnya menangis seperti ini. Aku tidak tahu harus bagaimana menenangkannya. Aku hanya terus mendekapnya semakin dalam kepelukanku dan mengelus lembut punggungnya.

”Uljima Hye Jin-ah…Uljima…”ucapku sambil terus memeluknya.

Taemin POV

Aku sadar dia memanggilku, aku mendengarnya, namun mianhe Hye Jin-ah aku tidak bisa berbalik dan menatapmu saat ini, aku tidak mau melihat air mata itu di wajahmu. Ternyata meski aku sudah berusaha menutupi ini semua akhirnya kau tahu juga, entah darimana kau tahu tapi yang pasti aku sungguh minta maaf padamu meski aku tidak bisa mengucapkannya secara langsung. Sebenarnya aku juga tidak sanggup melakukan ini padamu tapi aku tidak punya pilihan lain, aku harus memilih antara keluargaku atau dirimu dan jujur aku benci harus memilih diatara keduanya, karena aku juga sangat mencintaimu dan akan selalu begitu tapi hidup selalu tergantung pada pilihan. Maafkan aku Hye Jin, mungkin kau akan membenciku dan mungkin itu lebih baik untukmu agar dapat melupakanku. Meski kau bisa melupakanku nanti namun percayalah aku tidak akan pernah melupakanmu. Kau yang pertama dan terakhir untukku. Saranghae yeongwonhi Hye Jin-ah.ucapku dalam hati, sambil menaiki pesawat yang akan membawaku ke benua yang lain. Berharap dapat kembali kesini dan kau bisa melihatku sebagai seorang dokter.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

About these ads

36 thoughts on “LOVE’S WAY – HE’S GONE

  1. icusnabati says:

    Untung ga nangis… kalo nangis aku bsa d ketawain (baca d perpus)
    mwoya?! Taem balik ga? seret nih(?)
    ga rela taem pergi… aaah hyejin cocok.a ama taem ga cocok ama key…
    pokok.a harus ama taem . (titik) #maksa

  2. twinkAliciaAhn says:

    Aku baca ini di angkot dan hampir nangis! HAAAA TAEMIN TEGA BANGET SIH SUMPAH! Padahal udah cocok banget ama Hyejin aaah Taemin cepetan balik deh T__T

  3. shalina'okkey says:

    TAAEEMIIN ! jangan pergi ! hiks T.T
    eh ?! ngga apa ding.
    minn, mau ke Australia jangan lupa mampir ke Indonesia ya (?)
    haha ngga apa deh sama Key aja aku ikhlas kok.. *dibantai pendukung TaeJin
    eh, aku bingung nih.. dukung Taemin apa Key, duaduanya cocuit.

    aah.. lanjut lanjut..

  4. bobastry says:

    smpe brkaca2 nie mata bacanya T.T
    akankah taemin n hyejin brsatu kmbli?let we see..
    nice ff author :)
    d tunggu next partnya..

  5. waaaaaaaaaaa taemin oppa , please don’t go …
    kasian hye jin ,…
    love should go on ..

    daebak …. aku mau tau gimna klanjutannya , ……
    key oppa mudah2an menjadi penjaga yg baik (?)
    okay di tunggu ya ..

  6. ch4bi_hyerin says:

    Ya ,,
    taemin ,,
    qm tuh gmn cie ???
    knp qm nyakitin dy ???
    pkokna qm hruz balik lgi iiah klo gag noona gag anggap qm adik lg ,, oke *apaan cie loe ngaku2 ka2kna taemin*,.
    hehehhehehehehehehehe ,,,

  7. SHINEEEEE says:

    Yaaah :(
    sedih deh Taeminnya pergiii T.T
    jadinya sama key nih? padahal pengennya sama taem ajaaa *mewek*
    huhuhuhu
    sedihhhh :(
    tapi FFnya makin daebak deh!!!

  8. MegaMagnae says:

    Taemiiin…tega banget sih!!
    Sumpah ne ff bkin hatiku sesek ampe nangis2 ni bacanya….
    Aku gak rela hye jin ama key!!! *dilempar sndal ama lockets*
    taem,,kmbalilah…psti hye jin jg nunggu kamu kok!
    Thanks yaa thor+admin ff’x cepet dpublish! *love’s way lover* hehe^^

  9. jaeni says:

    taemin nya jhat bgt c.
    Kshan hye jin nya.
    Untung da key yg slalu jgain dy.

    Ayo author jgn lma2 pubblishx y.
    Dah pnsran tngkat akut neh.
    Hehehe…

  10. nikitaemin says:

    Authorr
    Sedih banget ini
    Taeminn nyesek tauuuuuu!!!!
    Jahat banget ga nengok
    Jahat banget ga bilang
    Ishhh ga kebayang jadi hyejin
    Aduh parah
    Paraaaaah
    gabisa comment apa apa lagi
    Yang jelas part ini nyesek banget huaa *nangis ampe banjir
    Lanjut

  11. han seorin says:

    huaa x”( knapa taeminnya gak bilang ke hye jin nya .. !!!

    jadi bingung mau ngedukung taemin-hyejin atau key-hyejin ..
    good story author ..
    cepet” lanjutkan !!

  12. jiyoo'penyu says:

    taemin ko’ prgi sie!?
    Yaa, next partx gak bisa bc taem donk..

    Next part ffx *key n hyejin* ya?
    Lanjutin donk thor!
    O ya. Aq sk ma jinkI*LUP U* Gr2 jinki hyejin tau klu taem prgi!
    Hehehe onew daebak d..

  13. pippay says:

    SEDIIIIIIIIIIIHHHHHHHHH!!!!!
    gw hampir nangis baca nih ff.
    Taemin tega bener ninggalin hyejin..coba si taemin itu temen gw iiiiiiiihhh udah gue cubit tuh pipinya taemin karena gemes *taemin imut sih sayang kalo ditabok*
    hyejin sama taemin aja, udah cocok tuh sama taemin.jangan sama key.karena key udah miliknya jonghyun #eh

    buat author = nice ff thor^^

  14. kaister says:

    oh gooosshh .. pergi ?????
    hye jin gmna ???
    gg tegaaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!
    taemin kejaammm …
    smpe akhir pun gg noleh k hye jin ..
    ya allah tolong ..
    sakit bnget booo …

  15. YeojanyaKeYesung says:

    taemin kejam (?) bgt……. Masa mau pergi jauh + lama gak bilang2 k Hyejin……. Trus,,,, gak noleh waktu Hyejin manggil dia…..
    Key,,,, Qmu harus bisa jagain Hyejin… Jangan sia2in Hyejin kayak Taemin…..
    *di gampar Taemints*
    lanjjjot next chap.a….:P

  16. sagitafunluph says:

    Dari part-part sebelumnya, aku pengen banget Hye JIn sama Key..
    Tp,, di part ini, Huwaaa… Taemin telah menggerakkan hatiku (?)!!!
    Taemin!!! Kasian Hye Jin tau’…

  17. Nataem says:

    Minho udah jadi sama Rae Na? YEAHHHHHH :D
    Kekekek~ untung aja ngga jadi sama Yesung u,u

    Tae~!!!! Kenapa kau pergi nggak bilang-bilang, nak? Kan Hye Jin jadi sama Key lagi huuuuu~ *author: ini anak napesi?*
    Wkwkwkwkwk ahhh Taemin mah pake pergi segala~ Awas ya nanti balik harus jadi dokter Taemin (~’-’)~

  18. TAEMIIIIIIIN!!!!! POKOKNYA KAU HARUS BALIK DAN MINTA MAAF SAM HYE JIN!!!! POKOKNYA KAU HARUS BALIKAN LAGI SAMA HYE JIN!!!! HUAAAA!!!!!
    daebak thor, lanjuuuuuuuut!!!!!!!!!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s