LOVE’S WAY – OPEN MY HEART AGAIN???

OPEN MY HEART AGAIN??

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

Key POV

”Ya!kau menghabiskan bekalku lagi!”seruku pada Hye Jin yang tengah asyik memakan bekal makanan yang aku bawa. Dia hanya menoleh ke arahku sekilas sambil tersenyum dengan mulut penuh makanan.

Seperti biasa kami sedang duduk di bawah pohon sepulang kuliah dan sejak saat itu dia mulai kebiasaan meminta bekal makanku. Huh, memangnya Donghae hyung tidak membuatkannya makanan apa, sampai-sampai dia seperti orang kelaparan.

Banyak perubahan terjadi pada Hye Jin, yah dia sudah kembali seperti dirinya yang dulu. Sudah dua tahun berlalu sejak kejadian itu meski sekarang Hye Jin suah terbiasa dan kembali seperti dirinya yg dulu tapi entah kenapa aku masih melihat kesedihan itu tergambar jelas dimatanya. Dia masih mencintai Taemin itu yang kulihat dari dirinya. Mungkin sulit sekali buatnya melupakan Taemin padahal sudah dua tahun dia pergi dan sama sekali tidak pernah memberi kabar pada Hye Jin tapi sepertinya Hye Jin masih berharap dia akan kembali, sekuat apapun aku berusaha menghilangkan bayangan Taemin dihatinya tetap saja tidak bisa. Sudah dua tahun aku berusaha membuatnya melupakannya dan berusaha membuatnya melihatku yang selalu ada disampingnya sebagai orang yang sangat mencintainya, sepertinya sia-sia saja, tetap saja Taemin yang ada dihatinya. Cara apa lagi yang harus aku lakukan agar kau mau membuka hatimu, Hye Jin-ah….seruku dalam hati.

”Kenapa kau terus melihatku?”seru Hye Jin memiringkan kepalanya dan menatapku.

Aku jadi tidak sadar sejak tadi terus saja memperhatikannya.

”Ah…andwe…”jawabku sambil memalingkan wajahku ke arah lain.

”Ya!kau kenapa sih..dari kemarin aneh sekali…”seru Hye Jin sambil menarik wajahku untuk menatapnya.

Aku yang kaget dengan perlakuannya langsung menoleh kearahnya dan mendapati matanya menatap kedalam mataku. Aku sedikit terpaku dengan tatapannya itu namun kemudian aku segera mengalihkan pandanganku menatap ke arah yang lain. Entah kenapa setiap mataku saling bertatapan dengan matanya jantungku langsung berdedup sangat kencang dan pasti aku tidak akan bisa berbicara dengannya, aku menjadi gugup saat itu juga.

”Ayo pulang..”seruku segera beranjak dari tempatku duduk dan berjalan mendahuluinya.

Hye Jin POV

Dasar orang aneh, kenapa sih dia selalu menatapku dengan tatapan yang seperti itu dan setiap kali kutanya pasti saja dia akan mengalihkan pembicaraan kalau tidak dia akan seperti tadi mengalihkan pandangannya dariku saat berbicara dan tiba-tiba  berjalan meninggalkanku seperti itu.

”Ya!tunggu!”seruku sambil berdiri dan berjalan mengejarnya.

Namun tiba-tiba kakiku terantuk batu dan membuatku kehilangan keseimbangan dan akan menyentuh tanah. Tiba-tiba sebuah tangan langsung menarikku dan membuatku jatuh ke dalam pelukannya. Saat aku mendongak, aku mendapati wajah Key yang hanya beberapa senti dari wajahku, saat itu entah kenapa jantungku berdegup sangat kencang dan kurasakan mukaku memanas, aigoo pasti sudah seperti kepiting rebus mukaku.

”Makanya hati-hati!”serunya sambil membantuku berdiri. Aku yang masih kaget karena wajah Key yang begitu dekat tadi hanya bisa menunduk dan berusaha menyeimbangkan tubuhku.

”Ne…”jawabku singkat masih menunduk tidak berani menatap wajahnya.

Tiba-tiba dia langsung mengenggam tanganku dan menggandengnya membawaku pergi. Saat ini aku hanya bisa menunduk menatap ke tanah tidak berani menatap wajahnya. Huh kenapa suasananya jadi begini. ada apa denganku? Kenapa jantungku terus berdegup kencang seperti ini? Kenapa setiap Key melakukan hal-hal seperti ini aku selalu seperti ini. Key…key yang selalu ada disampingku selama ini…apa aku mulai jatuh cinta padanya? Andwe…aku tidak boleh menjadikan Key pelampiasanku. Ucapku dalam hati.

Selama perjalanan pulang kami hanya terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing, aku sibuk memperhatikan keluar jendela dan dia pun begitu sibuk dengan jalan di depannya. Sesekali aku merasa dia melirik kearahku tapi begitu aku melihat ke arahnya dia kembali fokus ke depan. Dasar aneh. Akhirnya kami sampai di depan rumahku.

”Mau mampir dulu? Ada donghae oppa di dalam…”seruku menawarinya untuk berkunjung setelah selama perjalanan pulang kami sibuk dengan pikiran masing-masing.

”Anni…aku harus segera pulang…”jawabnya sambil tersenyum.

”Ya!Key!masuk dulu…”seru Donghae Oppa langsung keluar dari rumah.

Aigoo, Oppaku ini, kenapa sih dia begitu senang kalau Key berkunjung ke rumah. Dia langsung menarik Key dari dalam mobilnya dan meneyretnya masuk ke dalam rumah. Aku hanya mengikuti mereka dari dalam. Begitu aku masuk ke dalam aku mendapati rumahku penuh dengan dekorasi, memangnya siapa yang ulang tahun?tanyaku dalam hati. Kenapa jadi banyak hiasan seperti ini.

”Oppa…memangnya siapa yang ulang tahun?”tanyaku pada Donghae Oppa yang baru keluar dari dapur membawakan minuman untuk Key.

”Siwon akan datang hari ini…”serunya sambil memberikan segelas jus jeruk pada Key.

Apa!Oppa mau pulang!kenapa aku tidak tahu!kenapa Siwon Oppa tidak memberitahuku!Siwon Oppa jahat sekali.

”Mwo!kenapa Oppa tidak bilang dari pagi!terus kenapa Siwon Oppa juga tidak bilang padaku!kalian jahat!”seruku.

Donghae Oppa langsung menepuk dahinya.

”Aigoo…aku lupa bilang padamu tadi pagi…mianhe…”serunya sambil nyengir.

Aisshh, Oppaku ini, kenapa dia bisa lupa seperti itu sih. Aku pun hanya mengerucutkan bibirku, kesal kenapa tidak memberitahuku sebelumnya.

”Ya!Hye Jin-ah…aku benar-benar lupa…sudah sekarang kita siap-siap saja…”serunya sambil tersenyum.

Aku yang masih kesal dengan sikapnya langsung berjalan meninggalkannya masuk ke dalam kamar. Huh menyebalkan sekali kenapa dia bisa lupa memberitahuku sih! Siwon Oppa juga kenapa tidak memberitahuku juga. Menyebalkan!umpatku dalam hati dan langsung merebahkan tubuhku diatas tempat tidurku.

Key POV

Dasar Donghae hyung bilang saja dia minta bantuan untuk memasak. Kenapa harus menyeretku segala tadi. Aku sedang membantu Donghae hyung memasak makan malam. Hye Jin tidak mau keluar kamar daritadi sepertinya dia sangat marah pada Donghae hyung karena tidak memberitahunya. Dasar anak kecil.

”Hyung..Hye Jin marah tuh…”seruku sambil membantunya memotong sayuran.

”Sudah biarkan saja nanti juga kalau Siwon sudah sampai dia berhenti ngambeknya…”seru Donghae hyung yang masih sibuk mengaduk sup nya dan menambahkan garam ke dalamnya.

”Key-ah…”seru Donghae hyung.

“Ne…”jawabku sambil terus memotong sayuran.

“Kau sayang Hye Jin kan?”tanyanya tiba-tiba dan berhasil membuatku kaget untung pisau itu tidak mengenai tanganku.

”Ah….ne…tapi hanya sebagai teman…”jawabku berpura-pura kembali sibuk dengan memotong sayuran agar Donghae hyung tidak curiga padaku.

”Ah…bohong..”seru Donghae hyung yang tiba-tiba sudah duduk di depanku menghadap ke arahku sambil tersenyum penuh arti.

Aku tidak menjawabnya dan hanya sibuk memotong sayuran di hadapanku.

”Sudah waktunya Hye Jin mendapatkan cinta yang lain dan kurasa kau cocok dengannya…dapatkan dia…”seru Donghae hyung sambil menepuk bahuku dan kemudian kembali ke depan supnya.

Aku terdiam mendengar perkataan Donghae hyung tadi, ’dapatkan dia’ bagaimana caranya kalau dia tidak pernah membuka hatinya untuk orang lain, dia masih mencintai Taemin itulah kenyataannya.

”Dia masih mencintai Taemin hyung…”seruku.

“Kau yakin? Kurasa tidak…dia hanya belum menyadari tentang seseorang yang sangat mencintainya tapi sepertinya sebentar lagi dia akan menyadari itu…tetaplah berusaha mendapatkan hatinya…”seru Donghae hyung sambil menoleh ke arahku.

Aku hanya tersenyum menanggapinya. Ya aku harus tetap berusaha,aku akan buat Hye Jin menyadari perasaannya padaku.

”Key-ah…bisa kau belikan ini…”seru Donghae hyung menyerahkan secarik kertas berisi beberapa barang yang harus di beli.

”Ne…”jawabku sambil mengambil kertas itu.

”Tapi kau pergi dengan Hye Jin…tuh dia ada di depan tv…”seru Donghae hyung.

”Tapi hyung..”seruku berusaha menolak.

Bukan aku tidak mau tapi..

”Sudah cepat sana….kalau kau tidak pergi masakanku tidak jadi-jadi…”serunya sambil mendorongku keluar dari dapur.

Aku berjalan menuju ke ruang TV dan mendekati Hye Jin yang tengah duduk di depan meja. Namun saat aku sampai di tempatnya. Aku melihatnya tertidur dengan kepala di atas meja. Dasar anak ini. Seruku dalam hati.

”Hye Jin-ah…bangun…”seruku mengguncang-guncang tubuhnya namun dia tetap tidak bergerak sedikitpun.

Aigoo, anak ini benar-benar deh. Aku hendak membangunkannya kembali namun tiba-tiba aku malah terpaku pada wajahnya yang sangat polos ketika tidur, aku jadi ingat pertama kali aku melihatnya tertidur di meja di kelas, saat itu dia masih menjadi anak baru di sekolah dan kami sering bertengkar saat itu. Aku jadi ingat masa-masa kami di SMA dulu. Hanya dia gadis yang mampu merebut hatiku sampai saat ini. Entah sampai kapan kau akan menyadari bahwa aku juga begitu mencintaimu. Tanpa sadar aku malah membelai rambutnya lembut dan saat itu matanya langsung terbuka dan menatapku. Aku tersentak kaget maka aku pun segera menarik tanganku dari kepalanya.

”Ya!kerjamu hanya tidur saja…aku mau beli beberapa barang…ayo ikut…”seruku sambil berdiri.

”Shiruh!”serunya sambil berdiri dan mengikutiku dari belakang.

Tentu saja dia akan lebih memilih ikut denganku dibanding harus tinggal dirumah dengan Donghae hyung karena Hye Jin sedang marah padanya.

Hening kembali terjadi diantara kami selama perjalanan di supermarket begitu juga sesampainya kami disana, dia langsung sibuk mencari barang-barang yang di butuhkan sementara aku hanya mendorong trolly, begitu selesai berbelanja hening masih kembali menyelimuti kami, aku bingung harus memulai bicara sepertiapa dan sepertinya Hye Jin juga sedang tidak ingin banyak bicara. Aku hanya memasukan barang-barang yang tadi kami beli dan langsung pulang. Sama seperti tadi Hye Jin hanya sibuk menatap keluar jendela, meski sesekali aku melirik ke arahnya dia tetap tidak menyadarinya.

Hye Jin POV

Kenapa sih akhir-akhir ini sepertinya sering sekali kami terdiam tanpa berbicara sedikitpun, seperti saat ini sepertinya sudah seharian ini kami lebih memilih untuk diam. Aku jadi ingat kejadian tadi saat aku tidur aku merasakan seseorang menyentuh kepalaku sama seperti yang biasa dia lakukan untuk membangunkanku dan saat aku membuka mataku ternyata itu Key, entahalah akhir-akhir ini aku agak canggung jika berhadapan dengannya padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah seperti ini.

Seperti kejadian pulang tadi,kami terdiam sibuk dengan pikiran kami masing-masing, aku menatap keluar jendela. Saat itu kami sedang melintas di sungai Han dan tiba-tiba saja kenangan itu muncul di otakku, saat Taemin mengajakku kemari sehabis ujian dua tahun lalu, ya dua tahun lalu. Sudah lama sekali rasanya tapi entah kenapa kejadian itu seperti baru kemarin terjadi. Sepertinya aku ingin kesana, mungkin salah jika aku kesana tapi jujur saat ini aku ingin sekali kesana. Aku ingin mengingat kenangan itu.

”Berhenti disini…”seruku.

Key tiba-tiba langsung memberhentikan mobilnya dan menatapku bingung.

”Waeyo?”tanyanya.

”Aku belum mau pulang…aku sedang bad mood…”seruku sambil keluar dari mobil.

Meski Key masih bingung namun dia tetap mengikutiku keluar dari mobil. Aku berjalan mendekati tepian sungai Han, kurentangkan tanganku dan kuhirup dalam-dalam udara sore di akhir musim dingin, sebentar lagi masuk musim semi, musim yang paling aku suka.

”Hah…disini sejuk sekali…”serunya mengikutiku merentangkan tangannya dan menghirup udara dalam-dalam.

”Ne…sejuk sekali..”seruku sambil menatap sungai Han.

”Pantas daritadi kerjamu hanya diam saja…memangnya apa yang kau pikirkan?”tanyanya sambil memiringkan wajahnya menatapku.

”Anni…aku hanya sedang bosan saja di rumah…”seruku sambil tersenyum menatapnya.

Dia terdiam beberapa saat seperti berpikir.

”Tunggu disini…”serunya lalu berlari pergi meninggalakanku. Mau apa dia? Pikirku. Dasar aneh.

Aku pun memutuskan untuk duduk di tepian sungai sama seperti yang aku lakukan dulu dengannya. Ini salah seharusnya aku tidak kesini, aku malah semakin mengingatnya dan tidak seharunya, aku kan sedang berusaha melupakannya. Aku menghebuskan nafasku dalam-dalam. Aku memperhatikan sekelilingku, kemana Key pergi?tanyaku dalam hati.

”Tadaa….”seru sebuah suara dan tiba-tiba sudah ada es krim cone di depanku.

Aku menoleh ke belakang dan mendapati Key sedang tersenyum ke arahku dan menyodorkan es krim itu padaku.

”Kalau kau sedang bad mood cobalah makan es krim pasti moodmu akan kembali seperti semula…”serunya.

”Ya!bukannya kau bilang kalau suka es krim itu anak kecil…waktu itu kau bilang begitu…aku tidak mau…”seruku dan memalingkan wajahku.

”Ya!aku sudah jauh-jauh membelikannya tidka diterima lagi..shiruh!buatku saja…”serunya.

Aku pun segera berbalik dan merebut es krim itu dari tangannya dan menjulurkan lidahku padanya.

”Dasar anak kecil!disogok es krim aja mau!”serunya kemudian tertawa terbahak-bahak.

PLETAKK

Aku pun memukulkan tanganku ke kepalanya lalu tertawa melihatnya meringis kesakitan dan menguspa-usap kepalanya.

”Dasar tangan cowok!”serunya.

”Ya!enak saja…dasar cewek masa cowok suka warna pink..weeek…”seruku sambil menjulurkan lidahku dan berlari meningglakannya.

”Pinky Boy!”teriakku sambil terus berlari.

”Ya!tunggu aku!”serunya kemudian berlari mengejarku.

Aku mempercepat lariku berusaha menghindari tangkapannya.

”Dasar lamban!”seruku lagi.

Dan bisa kulihat dia mulai kesal dengan tingkahku dan kemudian mempercepat larinya untuk mengejarku. Aku semakin tertawa melihatnya seperti itu dan mempercepat lariku namun sial kakiku terantuk batu dan membuatku terjatuh ke tanah.

BRUKK!

Aisshh, aku merasakan kakiku sakit sekali, aku melihat kakiku luka dan berdarah. Aku meringis kesakitan dan Key sudah berada di depanku.

”Rasakan jadi jatuh kan? Senang sekali kau meledek orang…”serunya begitu ada di depanku.

Dasar cowok tidak berperasaan, bukannya menolongku dia malah memarahiku seperti itu.

”Ayo bangun!”serunya.

”Sakit tau!”seruku sambil meniup lukaku yang sangat perih sekali.

Aisshh, sakit sekali. Aduh darahnya keluar banyak sekali lagi, tak terasa air mataku malah ikut turun.

”Aigoo, dasar cengeng…ayo bangun biar aku obati…”serunya lagi.

”Aku tidak bisa berdiri…hiks…hiks…sakit…”seruku dan mulai menangis.

Key POV

Dasar gadis ini, selalu saja menangis karena hal kecil. Aku pun segera berjongkok di hadapannya dan membelakanginya.

”Ayo naik ke punggunggku…aku obati di mobil…”seruku.

Dia masih terdiam, kenapa lagi anak ini? Apa dia tidak mau diobati.

”Cepatlah….nanti lukamu infeksi…”seruku lagi.

Akhirnya dia mulai melingkarkan tangannya di leherku dan aku pun menggendongnya sampai ke mobil. Aku mendudukannya dikursi dan mencari kotak P3K yang biasa aku taruh di belakang mobil. Setelah mengambilnya aku mulai mengobati lukanya. Aku membersihkan lukanya dengan air mineral lalu mulai mengusapkan alkohol ke lukanya.

”Aauuu!!sakit..pelan..pelan…hiks…”serunya masih sambil menangis.

Aku pun kembali mengusapkan alkohol ke kakinya sambil meniup lukanya agar dia tidak merasa kesakitan. Setelah itu aku mengambil plester dan menutup lukanya.

Hye Jin POV

”Taemin…”lirihku.

”Mwo?”tanya Key begitu dia selesai menempelkan plester dikakiku.

Aisshh, bicara apa aku ini, kenapa aku malah menyebut namanya tadi, sudah dua tahun ini aku tidak pernah menyebut namanya tapi kenapa sekarang aku malah menyebutnya, seakan aku ingat kenangan terkahir kami, saat aku bilang dia cocok menjadi dokter dan dia menatapku dnegan pandangan sedih, pertemuan terkahir kami. Sebelum dia pergi menghilang dan sudah dua tahun kejadian itu berlalu.

”Ah..anni…gomawo…”seruku.

”Makanya jadi orang tuh hati-hati…”serunya sambil memasukan kotak P3K kebelakang.

Kami sedang menikmati matahari terbenam di pinggir sungai Han. Kami terdiam tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami, kami seperti sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Banyak sekali yang aku pikirkan saat ini dan lebih banyak tentang Taemin, padahal sudah dua tahun ini aku berusaha untuk tidak memikirkannya namun entah kenapa hari ini sejak pagi aku malah memikirkannya terus. Sedang apa dia disana? Apa dia masih ingat denganku? Apa dia sudah menemukan gadis lain? Pertanyaan itu muncul begitu saja di otakku sekarang. Kenapa aku tidak bisa melupaknnya? Aku ingin lupa tentangnya. Aku tidak mau terus berharap akan harapan kosong, kenapa hatiku selalu tertutup. Tanpa sadar air mataku kembali mengalir. Suah dua tahun aku berusaha melupakannya namun ternyata begitu sulit sangat sulit. Aku belum bisa melupakannya, aku masih mencintainya meski hatiku yang lain berusaha ingin melupakannya namun itu sulit sekali.

Aku merasakan kepalaku di tarik dan di rebahkan di bahu seseorang disampingku. Key. Ya dia yang selalu ada disampingku sejakdulu membantuku melewati masa-masa sulit itu, dia selalu ada disaat aku sedih seperti ini. Aku memejamkan mataku dan merasakan angin yang menyentuh pipiku yang basah oleh air mata.

”Apa kau masih mencintainya?”tanya Key tiba-tiba.

Aku membuka mataku dan tetap memandang ke depan.

”Kalau aku bilang tidak….kau pasti tidak percaya…lalu apa yang harus aku jawab…”jawabku.

Dia mengusap kepalaku lembut.

”Kau sangat mencintainya…itulah jawabannyakan…sekeras apapun kau berusaha melupakannya bahkan sekeras apapun aku berusaha membuatmu lupa  tetap saja hatimu hanya untuk dia…hatimu sudah terkunci olehnya…”serunya.

Perkataannya benar-benar membuatku hanya bisa terdiam. Ya itu benar, sekeras apapun aku berusaha melupakannya tetap saja aku tidak bisa dan sekeras apappun dia berusaha membuatku lupa, aku tetap tidak bisa, hatiku sudah terkunci dan kunci itu milik Taemin.

”Mianhe…”ucapku.

Dia menarik wajahku dan dia menatapku dalam-dalam, dia mengusapkan tangannya ke pipiku dan menghapus air mataku.

”Gwenchana…aku hanya ingin melihatmu selalu tersenyum tidak peduli hatimu masih miliknya atau milik orang lain….hanya dengan melihatmu tersenyum aku sudah senang…”serunya masih dengan tatapannya yang sangat lembut. Kemudian merengkuhku ke dalam pelukannya.

Belum pernah aku melihatnya menatapku selembut itu, dia menjadi Key yang sangat berbea buatku saat ini. Itu yang membuatku nyaman di dekatnya. Dia bisa menjadi penghiburku dengan tingkahnya yang kadang menyebalkan namun kadang sangat baik seperti ini. Aku merasa bersalah selama ini tidak pernah melihat hatinya yang selalu untukku. Bahkan aku tidak pernah mendengarnya dekat dengan gadis lain selain aku tapi apa yang aku lakukan padanya, aku malah mengabaikannya, mengabaikan perasaannya yang selalu untukku. Jeongmal mianhe Key, aku sudah berusaha tapi itu sulit, aku juga tidak mau seperti ini, aku mau menjadi apa yang kau harapkan terhadapku. Tapi aku berjanji aku akan berusaha Key. Ucapku dalam hati.

Aku melepaskan peukannya dan menatapnya.

”Key…bukalah hatiku…kau tidak perlu mencari kunci yang lain karena kau Key-ku…”seruku sambil menatapnya.

Bisa kulihat ekpresinya yang berubah, dia sedikit kaget mendengar ucapanku. Namun kemudian dia tersenyum dan langsung memelukku. Aku merasa nyaman sekali di pelukannya. Ya mulai sekarang aku akan membuka hatiku untuknya. Untuk Key yang selalu ada disampingku.

”Ya!lama sekali kalian!”seru Donghae Oppa begitu kami masuk ke rumah.

Dan ternyata sudah ada Siwon Oppa, aku langsung berlari menghampirinya dan memeluknya erat. Aku sungnguh merindukan Oppaku ini.

”Oppa…bogoshipo…”ucapku masih memeluknya.

”Nado bogoshipo dongsaeng…”seru Siwon Oppa sambil melepaskanku dan menatapku dari atas sampai bawah.

”Sepertinya kau tidak banyak berubah…”seru Siwon Oppa lagi.

”Ya!Oppa!”seruku sambil memukul bahunya dan dia hanya terkekeh pelan.

”Annyeong Siwon hyung….”seru Key menyapa Siwon Oppa.

”Ne…annyeong…”seru Siwon Oppa.

Akhirnya kami makan malam bersama, kami saling bertukar cerita dan seperti biasa seakan sangat kompak Donghae dan Key meledekku habis-habisan. Sementara Siwon Oppa hanya tertawa mendengarnya. Hah aku kangen sekali dengan Siwon Oppa.

Begitu kami selesai makan malam,tak lama kemudian Key pamit pulang dan setelah itu Donghae Oppa langsung tertidur di depan TV, pasti dia capek sekali, memasak semunya. Ah sudahlah biarkan saja, itu hukuman buatnya yang tidak memberitahuku soal kedatangan Siwon Oppa, dengan alasan lupa. Tapi aku kasihan juga melihatnya tidur disitu. Donghae Oppa kalausuah tidur tidak bisa dibangunkan lagi, bagaimana ini? Nanti dia bisa sakit jika tidur disini kan dingin sekali. Aku pun masuk ke kamar dan mengambil selimut lalu menyelimutinya.

”Jal Jayo Oppaku yang menyebalkan…”seruku sambil menyelimutinya.

Setelah itu aku mencari Siwon Oppa, dimana dia ya? Tanyaku dalam hati. Setelah kucari ternyata dia ada di taman kecil di belakang. Dia sedang menatap langit, aku berjalan mengendap-endap dan seperti biasa menutup matanya dari belakang.

”Hye Jin-ah….kebiasaanmu tidak berubah…”seru Siwon Oppa.

Dan aku pun melepaskan tanganku dan duduk disampingya lalu tersenyum.

”Aku akan selalu sama Oppa…”seruku.

Dia mengalihkan paangannya dan menatapku sambil tersenyum.

”Aku kangen sekali dengan Oppa…”seruku sambil merebahkan kepalaku di bahunya.

”Aku kangen Seoul…”jawab Oppaku.

”Ya!oppa tidak kangen aku ya..”seruku sambil memanyunkan bibirku dan menatapnya.

Apa dia tidak kangen padaku? Kenapa dia hanya kangen pada Seoul saja.

Dia terkekeh pelan dan tersenyum lalu mengacak-acak rambutku.

”Kau pikir di Seoul ada siapa?”tanyanya.

”Ada aku…”jawabku.

”Nah…jadi…”serunya sambil tersenyum.

”Oppa…kau ini!”seruku sambil memeluknya dan dia membalas pelukanku.

”Saranghae Oppa…”ucapku sambil mempererat pelukanku.

”Nado saranghae dongsaeng…”serunya dan menicum puncak kepalaku.

Kami terdiam cukup lama, menikmati momen bersama kami, kapan lagi aku bisa seperti ini bersama Siwon Oppa, dia hanya sebentar disini dan mungkin hanya setahun sekali kesini, jadi aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk bermanja-manja dengan Oppa tercintaku ini.

”Apa kau menyukai Key?”tanya Siwon Oppa tiba-tiba.

”Anni…aku tidak tahu…”jawabku dan melepaskan pelukanku lalu menunduk.

”Sudah saatnya kau buka hatimu untuk orang lain….sepertinya Key juga menyukaimu..”seru Siwon Oppa.

Aku hanya mengangguk pelan dan tetap mendunduk.

”Aku percaya kau akan mendapatkan kebahagiaanmu…”seru Siwon Oppa menarik wajahku untuk menatapnya.

Dia tersenyum dan menatapku lembut.

”Sudah sana tidur…”seru Siwon Oppa.

”Anni…aku mau Oppa menemaniku…”seruku manja.

”Dasar seperti anak kecil saja…”serunya lagi lalu menarik tanganku  dan membawaku ke ke kamarku.

Dia meyelimuutiku dan mencium keningku lalu mematikan lampu.

”Jal jayo Hye Jin-ah…”serunya kemudian keluar dari kamarku dan aku pun memejamkan mataku.

Key POV

Seperti biasa pagi ini Hye Jin sudah duduk di bangku di bawah pohon di taman kampus sambil membaca buku. Kebiasaannya yang selalu dia lakukan sejak masuk kuliah dan seperti biasa pula aku akan menghampirinya dan duduk berhadapan dengannya, menatanpnya yang sedang membaca buku, entah kenapa hal itu menjadi kebiasaan buatku selalu memperhatikannya yang sedang serius membaca buku. Dia terlihat sangat manis saat serius seperti itu. Sampai aku masuk atau dia yang masuk kelas aku pasti akan tetap disini memandnaginya yang sedang membaca buku meski terkadang aku ikut membaca tapi lebih banyak aku melihatnya membaca. Apalagi sejak dia bilang seperti itu, entah kenapa aku semakin sering menunjukan perhatianku padanya meski sikapnya masih sama namun akhir-akhir ini dia mulai merespon setiap perhatianku dan mulai terbiasa dengan hal itu.

Sekarang dia berhenti membaca dan malah menatapku.

”Ya!kenapa sih senang sekali melihatku membaca..tidak bosan apa hanya memperhatikanku seperti ini terus setiap hari…”serunya.

Aku hanya tersenyum menanggapinya.

”Neomu kyeopta…”seruku.

Dan seperti biasa setiap aku bilang begitu pasti wajahnya akan merona merah dan setelah itu pasti dia akan melempar buku ke arahku. Karena sudah terbiasa maka aku bisa menangkapnya dengan mudah. Dan biasanya dia akan marah sesaat lalu kembali serius membaca bukunya lagi. Aku pun kembali asyik menatapnya.

”Key-ah!”teriak seseorang memanggilku dan aku pun menoleh ke arah suara yang memanggilku dan mendapati seorang yeoja berjalan menghampiriku. Namanya Park Yu Mi teman sekelasku. Ada apa perlu apa dia denganku?

Hye Jin POV

Aku mendengar Key dipanggil oleh seorang yeoja dan yeoja itu berjalan menghampirinya. Dia tersenyum pada Key, hanya pada Key, ya memangnya dia pikir aku ini patung setidaknya meski dia tidak kenal denganku senyum kek. Ini dia hanya menatapku sekilas seakan aku tidak ada disini. Dasar gadis seperti dia memang seperti itu, memangnya kenapa kalau aku dekat dengan Key? Heran dengan gadis-gadis disini kenapa mereka selalu memandangku sinis. Memangnya Key hanya milikku. Aku kan sudah kenal dengannya sejak dulu jadi wajar dong kalau aku dekat dengannya. Mereka saja yang terlalu menyukai Key. Salah sendiri kenapa Key begitu populer. Hufft!

Aku pun tidak mempedulikan mereka yang sedang berbicara entah apa yang mereka bicarakan yang pasti aku tidak peduli. Aku masih asyik membaca bukuku.

”Hye Jin-ah…aku duluan ya…aku harus menyelesaikan tugasku dulu…”seru Key berdiri dari duduknya dan merapihkan buku di atas meja lalu memasukan ke tasnya.

”Kajja…palli…”seru Yu Min sambil menarik tangan Key.

Aisshh, dasar cewek genit. Seruku sambil menatapnya tajam dan ternyata dia malah membalas tatapanku tidak kalah tajamnya. Aishh, gadis yang menyeramkan. Seruku dalam hati.

”Annyeong Hye Jin…nanti istirahat kita ketemu lagi…”seru Key sambil menyampirkan tas di bahunya dan tersenyum padaku.

”Key..ayo..”seru Yu Mi sambil terus menarik tangan Key.

Aku hanya mengangguk singkat tanpa mengalihkan padanganku pada buku yang kubaca.

Rasanya kok sepi sekali padahal memang selalu sepi kan, karena kami tidak pernah berbicara, aku hanya membaca dan dia hanya memperhatikanku yang membaca tapi kok rasanya sekarang lainnya dengan tidak adanya dia disini. Kenapa aku jadi seperti ini sih?seruku dalam hati. Ah sudahlah lebih baik aku pergi ke kelasku 15 menit lagi kelasku akan dimulai. Aku pun membereskan buku dan memasukannya ke tas lalu menyampirkan tas dibahuku dan berjalan pergi menuju kelas pertamaku.

Saat istirahat seperti biasa aku duduk di kursi di bawah pohon dan membaca buku. Namun hari ini tampak lain, Key belum datang, bukannya kelasnya selesai lebih awal dariku, pikirku. Dia pasti sudah berada disini biasanya. Kemana dia? Tanyaku dalam hati. Aku pun mengeluarkan buku dan mulai membaca.

Dua puluh menit kemudian dia masih belum juga muncul. Aisshh, kemana anak itu? Tadi dia bilang nanti istirahat kita ketemu lagi. Mana buktinya? Dasar tukang bohong. Gerutuku dalam hati. Aku pun menutup bukuku karena bosan dan menatap sekelilingku yang ramai oleh para mahasiswa yang sedang istirahat. Aku tetap mencari sosok orang itu. Habisnya tumben dia tidak bilang kalau dia tidak bisa kemari.

”Ya!mianhe menunggu lama…”seru sebuah suara yang sudah aku kenal.

Dia datang dari belakangku dan langsung duduk disampingku.

”Siapa yang menunggumu..”seruku kembali fokus pada bacaanku.

”Lalu untuk apa kau terus mencariku seperti itu…”serunya sambil tersenyum.

”Ya!percaya diri sekali kau!”seruku dan terus berpura-pura membaca bukuku tanpa melihat ke arahnya sedikitpun. Dia hanya terkekeh pelan.

Dia kembali ke kegiatan dia yang biasa memandangiku, apa asiknya sih. Aku pun tetap fokus pada bacaanku sampai suara yeoja itu kembali terdengar dan berjalan menghampiri kami. Aisshh, ada urusan apa lagi dia?

”Key-ah….bisa sebentar ikut aku…”pintanya dengan suara yang diimut-imutin.

Geli aku mendengarnya. Aku tetap tidak peduli dan fokus membaca meski kupingku mencuri dengar pembicaraan mereka.

”Memangnya masih belum selesai ya?”tanya Key.

”Ne…kajja…”seru Yu Mi.

Dia mau pergi lagi ceritanya. Ya sudah pergi saja sana, ucapku dalam hati. Key menatapku seakan meminta ijin, memangnya aku siapanya kenapa dia harus meminta ijin segala sih. Aku segera berdiri dan memasukan buku ke tas lalu menyampirkan tas dibahuku dan berjalan meninggalkan Key yang masih duduk, dia sedikit bingung dengan tingkahku dan dia seakan hendak mengejarku namun tangannya di tahan oleh Yu Mi, aku pun segera melanjutkan  jalanku tanpa menoleh ke belakang lagi. Dasar cowok!gerutuku dalam hati.

Key POV

Kenapa dia jadi aneh begitu ya? Memangnya aku salah apa padanya? Ah shiruh Hye Jin memang aneh!seruku dalam hati. Kemudian sibuk membolak-balik buku di perpustakaan untuk menyelesaikan tugasku.

”Key…seperti ini bukan?”tanya Yu Mi yang duduk disampingku.

Aku hanya menjawabnya dengan anggukan dan kembali fokus ke buku yang satu lagi sambil sesekali mencatat di notesku. Aku melihat jam sudah menunjukan pukul 4 sore pasti Hye Jin sudah keluar kelasnya dan dia pasti sudah ada di tempat biasa tapi aku belum menyelesaikan tugasku. Aku terus saja menatap keluar jendela.

”Key-ah…ada apa?”tanya Yu Mi sambil memiringkan wajahnya padaku.

”Ah anni…”jawabku singkat dan kembali mencatat di notesku.

”Key-ah….boleh aku bertanya sesuatu?”tanya Yu Mi lagi.

Aku menghentikan kegiatan menulisku dan menoleh ke arahnya.

”Ne…apa?”tanyaku lagi.

Dia terdiam beberapa saat.

”Sebenarnya hubunganmu dengan Hye Jin seperti apa sih?”tanya Yu Mi hati-hati.

Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaannya itu dan hanya bisa tersenyum.

”Kami hanya sahabat saja..”jawabku kembali membaca buku itu agar Yu Mi tidak melihat perubahan wajahku, dia bisa tahu perasaanku jika seperti ini.

”Oh sahabat ya…”seru Yu Mi lagi.

Saat mendengarnya bilang seperti itu entahlah muncul sebuah perasaan aneh pada diriku. Apakah aku hanya dianggap sahabat olehnya setelah semua ini? Aku masih ingat saat dia bilang dia memintaku untuk membuka hatinya,sejak saat itu aku semangat sekali untuk bisa mengambil hatinya tapi sepertinya usahaku sia-sia dia tetap seperti itu. Mungkin aku memang hanya dianggap sahabat olehnya. Perasaan kecewa itu jadi muncul lagi.

Hye Jin POV

Kemana anak itu? Tidak biasanya dia tidak datang kesini, hari sudah sangat sore sekali. Apa dia sudah pulang duluan? Tapi dia tidak pernah seperti itu, dia pasti bilang jika dia tidka bisa pulang bersamaku. Apa dia pulang dengan Yu Mi? Aisshh kenapa aku malah jadi seperti ini sih? Kenapa aku harus bertanya dia pulang dengan siapa, dia bukan siapa-siapaku terserah dia mau pulang dengan siapa. Ya sudah aku pulang saja, mungkin dia memang sudah pulang.

Aku segera berjalan menuju halte terdekat dan menaiku bus untuk pulang. Sesampainya aku di rumah ternyata Donghae Oppa sudah pulang dan sedang menonton TV, aku berjalan melewatinya.

”Tidak bareng Key?”tanyanya.

”Tidak tahu…orang itu hilang!”seruku ketus lalu masuk ke kamar.

Sebenarnya aku agak kesal dengannya, bagaimana tidak aku sudah pulang sejak jam 3 tadi dan aku harus menunggunya sampai jam 4 tanpa ada pemberitahuan dari dirinya, sampai kampus sepi, dia tetap tidak menghubungiku. Aisshh menyebalkan sekali dia. Gerutuku dalam hati. Aku melihat HP ku dan tetap tidak ada sms ataupun telepon masuk. Shiruh, aku marah padamu Key!ucapku dalam hati.

Key POV

Apa dia sudah pulang ya?seruku dalam hati mencari-carinya kesekeliling taman tetap tidak menemukannya. Aku segera mengeluarkan Hp ku dan meneleponnya namun setelah kutunggu tidak diangakat juga. Aisshh, kemana dia? Apa di sudah pulang? Aku melihat jam ditanganku dan ternyata sudah pukul 5 sore, aku berpikir mungkin dia sudah pulang, dia tidak mungkin menungguku apalagi tadi siang sepertinya moodnya tidak bagus.

”Key-ah…belum pulang?”tanya Yu MI.

“Ah ini baru mau pulang…kau belum pulang?”tanyaku padanya.

”Ne…aku sedang menunggu jemputan tapi sepertinya supirku lupa…”serunya.

”Sudah mau gelap…aku antar saja…”seruku menawarinya tumpangan.

Dia berpikir sejenak kemudian mengangguk.

Setelah mengatar Yu Mi, aku berusaha menghubunginya lagi dan untunglah kali ini diangkat.

”Apa?”tanyanya langsung tanpa mengucapakan apapun langsung ke topik pembicaraan.

”Syukurlah kau sudah pulang…”seruku lega mendengar suaranya yang sepertinya sudah dirumah.

”Oh..ne…sudah..”serunya ketus sekali.

Kenapa dia? Pikriku dalam hati.

”Mianhe tadi aku masih menyelesaikan tugas dengan Yu Mi…”seruku lagi.

”Oh ne…gwencahana…sudah kan? Aku mau tidur…”serunya.

”Jjamkaman…”seruku namun ternyata telepon sudah dimatikan terlebih dahulu.

Ada apa dengan dia? Sepertinya moodnya sangat tidak bagus hari ini, padahal besok kan dia ulang tahun. Seruku dalam hati dan menatap kalender yang ada di mejaku. Besok dia ulang tahun, kejutan apa ya yang akan aku berikan? Pikirku. Ahh aku punya ide, mengajaknya ke taman bermain sepertinya sudah lama sekali dia tidak kesana. Baiklah Hye Jin besok aku akan membuat moodmu senang seharian penuh.

Aku berbaring di atas tempat tidurku dan menatap langit-langit, sambil memikirkan hadiah apa yang akan kuberikan pada Hye Jin, aku jadi teringat perkataan Yu Mi yang bilang bahwa aku dan Hye Jin hanya seorang sahabat? Apakah dia hanya menganggapku sahabat? Aku memang tidak pernah mengungkapkan perasaanku padanya sejak SMA dulu, apa aku akan mengatakannya besok? Apapun jawabannya akan aku terima meski ternyata nanti dia hanya menganggapku sebagai seorang sahabat.

Hye Jin POV

”Kau sedang marahan dengan Key?”tanya Donghae Oppa tiba-tiba saat makan malam dan langsung membuatku berhenti makan.

”Anni…”jawabku singkat.

”Tapi tadi ditelepon kau seperti orang yang sedang marah..”seru Donghae Oppa lagi.

Akhirnya aku menyerah dan menjelaskan semua cerita tadi pada Donghae Oppa, dan reaksinya hanya tersenyum penuh arti, apa maksudnya?

”Kau cemburu…”Seru Donghae Oppa sambil tertawa.

”Anni..untuk apa aku cemburu padanya…”seruku lagi.

”Dengarkan kataku…sebaiknya kau terima perasaanya padamu…daripada nanti kau menyesal dia diambil orang lain….”seru Donghae Oppa sambil memakan dadar gulung ke mulutnya.

”Ya!apa maksud Oppa!!”seruku sambil melempar sumpit kearahnya namun Oppaku itu sangat sigap dan langsung menangkapnya setelah itu dia malah tertawa. Dasar Oppa menyebalkan. Ucapku dalam hati. Aku pun segera membawa piringku ke bak cuci lalu mencucinya dan setelah itu meninggalkan Donghae Oppa yang masih makan sambil terkekeh sesekali melihatku, aku segera masuk ke kamarku.

Aku duduk di meja belajarku, jadi teringat saat aku meminta Key untuk membuka hatiku, memang sampai sekarang aku belum bisa tapi jujur ku akui aku sudah mulai membuka hatiku untuknya tapi kenapa dia malah seperti ini. Apa dia sudah bosan? Apa dia sudah tidak menyukaiku lagi? Yah mungkin dia sudah bosan, menungguku tanpa kepastian. Aku menghela nafas dan menjatuhkan kepalaku ke atas meja. Aku mulai menyukaimu Key bukan sebagai sahabat tapi sebagai seorang namja tapi mungkin kau sudah tidak menyukaiku lagi.

Key POV

Hari ini hari ulang tahun Hye Jin dan aku akan mengajaknya ke taman bermain hari ini, apalagi hari ini hari minggu. Aku sudah di depan pintu rumahnya dan segera mengetuk pintunya. Aku menunggu pintu dibuka, aku melihat sebatang bunga lily di pot di depan rumahnya, aku pun segera mencabutnya dan berniat untuk memeberikannya sambil mengucapkan selamat ulang tahun.

”Saengil chukka hamnida…”seruku begitu pintu dibuka.

”Hari ini bukan ulang tahunku Key…”seru orang yang membuka pintu.

Ternyata aku salah orang yang membuka pintu adalah Donghae Oppa. Aku hanya bisa nyegir.

”Mianhe hyung…aku kira Hye Jin…”seruku.

”Hye Jin ada didalam…kau mau mengajaknya jalan ya…padahal hari ini ulang tahunnya…ya sudah kau bawa saja dia…aku akan menyiapkan kejutan untuknya di rumah…”seru Donghae Hyung kemudian berlalu ke dalam rumah.

Tak lama kemudian Donghae hyung kembali dengan membawa Hye Jin, bisa kulihat Hye Jin sedikit tidak suka melihatku, apa gara-gara kemarin ya?

”Oppa…ada apa?”tanya Hye Jin bergantian melihat ke arahku dan Donghae hyung.

Aku segera menarik tangannya dan dia hanya bisa mengikutiku dengan tatapan bingung.

”Selamat bersenang-senang…”seru Donghae hyung dari depan rumah.

Hye Jin hanya bisa mengikutiku masuk ke dalam mobil dan kembali kami hanya terdiam.

Hye Jin POV

”Mianhe…aku membuatmu menunggu kemarin…”serunya.

Membuatku tersadar dari lamunanku,aku pun menoleh kearanhya yang serius menyetir.

”Gwenchana….kemarin aku pulang duluan kok…”seruku.

Ya sudahlah itu hak dia untuk dekat dengan siapapun. Ucapku dalam hati memberi kepastian pada diriku sendiri. Setelah itu kami lebih banyak diam. Aku tidak tahu dia membwaku kemana. Namun ternyata dia membawaku ke sebuah taman bermain. Tempat ini, aku pernah kesini bersama Taemin. Sebuah kilasan memori kembali muncul dipikiranku. Tidak, kau tidak boleh mengingatnya Hye Jin.

”Kajja…”seru Key menarik tanganku dan membawanya dari satu wahan bermain ke wahanya yang lain.

Aku berusaha melupakan kilasan memori itu tapi ternyata itu sulit sekali, kenapa aku malah membayangkan yang bersamaku adalah Taemin, tidak boleh Hye Jin, kau harus lupakan dia. Seruku pada diriku sendiri.

Key POV

Setelah lelah bermain aku membawanya ke sebuah kedai makanan yang menjual sup rumput laut. Aku melihatnya tersenyum terus sejak tadi dan jujur aku suka sekali melihatnya seperti itu. Dia sangat bahagia sekali hari ini.

”Tadaa…sup rumput laut untuk yang berulang tahun hari ini…”seruku menyodorkannya semangkuk sup rumput laut.

”Tumben sekali kau baik padaku….hemm…sepertinya rasanya aneh sekali…seharian ini kita tidak bertengkar…”serunya.

”Ya!kau mau kita bertengkar terus…sudah mending aku ingat ulang tahunmu…harusnya kau berterima kasih padaku…babo…”seruku padanya.

”Hufft tetap saja dihari ulang tahunku kau memanggilku babo harusnya kau membuatku senang tau!”serunya lagi.

”Lagian kau duluan yang seperti itu!”seruku lagi.

”Shiruh! jadi kau menyalahkanku gara-gara bilang itu…memang…”serunya.

Namun sebelum dia melanjutkan kata-katanya aku segera menyendok sup rumput laut itu dan memasukannya kemulutnya.

”Saengil chukkae…”seruku padanya.

Dan kulihat dia hanya cemberut sambil menelan makanan dimulutnya itu. Aku hanya tertawa melihat ekspresinya itu.

Setelah dari kedai itu kami berjalan menuju taman di taman bermain itu dan mengambil beberapa foto disana. Sepertinya dia senang sekali dengan fotografi.

Hye Jin POV

”Gumawo Key-ah…hari ini aku senang sekali…”seruku sambil tersenyum menatapnya.

Dia menoleh padaku dan memabalasnya dengan senyuman juga.

Kami kembali terdiam sambil memandang langit yang penuh dengan bintang malam ini, sungguh sangat indah. Aku merasakan sebuah tangan hangat mengenggam tanganku, refleks aku langsung menoleh ke arahnya.

”Saranghae…”seru Key sambil menatapku lembut.

Aku hanya bisa diam dan sangat terkejut mendengar perkataannya. Aku harus menjawab apa? Aku belum siap? Namun Key masih terus menatapku menunggu jawaban dan aku juga hanya bisa menatapnya, seakan mulutku terkunci untuk mengeluarkan kata-kata apapun.

Dia mulai mendekatkan wajahnnya padaku dan semakin dekat, apa memang ini saatnya aku benar-benar melupakan Taemin dan menerima perasaan Key?. Dia semakin mendekatkan wajahnya sehingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat. Aku pun memejamkan mataku dan mersakan bibirnya menyentuh bibirku perlahan. Setelah dia menempelkan bibirnya di bibirku dia tetap dan membiarkan bibir kami saling menempel.

Aku bingung bagaimana perasaanku saat ini, aku tahu aku sudah mulai menyukai Key bukan sebagai seorang sahabat tapi sebagai namja tapi apa harus secepat ini. Semua kilasan memori tentangku bersama Key muncul silih berganti di pikiranku dan berganti dengan memori bersama Taemin, siapa yang harus aku pilih?kemana hatiku lebih memilih.

Key POV

Dia tetap diam meski aku menciumnya, bagaimana sebenarnya perasaannya padaku? Apa dia juga menyukaiku. Aku tetap menempelkan bibirku di bibirnya untuk mengetahui bagaimana reaksinya. Namun tiba-tiba dia membalas ciumanku.

”Jeongmal saranghae…”seruku di telinganya begitu aku melepas ciumanku.

”Nado saranghae…”serunya sambil menatapku lembut.

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

49 thoughts on “LOVE’S WAY – OPEN MY HEART AGAIN???”

  1. Penantian + usaha Key selama ni gak sia2…..
    Akhir.a HyeJin mau juga mmbuka hati.a buat Key…:P
    suuuuukaaaa bgt sama part ni….
    Jdi penasaran sama next part.a…
    Lanjooot…..:)

  2. aaaaahhhhhhhhhhhhh jadi ama key ?????
    uuwwgghh ..ikhlas-ikhlas gmna gituuhh ..
    akhirnya perjuangan key mndapat pelabuhannya ..
    aahhh kalo taemin balik lagi k korea gmna ????
    hyejin galau lagi gga perasaanny ???
    oh gosh gg tega ngebayanginnya …
    ckckkckckc ..

  3. Aigooo *nangis di pojokan mikirin nasib Taem*
    Taem kapan pulang?? kenapa Taem ga pulang-pulang?? T.T
    ga rela Hyejin ama Key….
    ANDWAE!!!!
    Lanjuut lah.. pokoknya next chap Taem pulaaaanggg

  4. Waaaaaah daebakkk chingu.
    Pnjang gni kn puas bcany hehe.
    Akhrna hye jin bsa bka htiny bwat key.
    Y ikhlasin aj dh,lgian ksian jg key ny.
    Trnyta taemin bner2 ilang dtelan bumi ea.
    Mkin seru critany.
    Hwaiting chingu^^

  5. yach..akhir nya Hye Jin m’buka hati nya buat Key..
    Gmana Taem? dia pasti akan selalu m’cintai Hye Jin kan seperti janji nya.
    Chingu,,kapan Taem pulan?
    (masi ga rela ne Hye Jin ma Key)
    tpi phatian Key juga harus t’balas kan?
    t’lebih Taem pernah nitip Hye Jin ma Key..
    hiks hiks hiks…
    Taem……….
    lanjutkan chingu..makin seru ne.
    Intrik n emosinya makin berasa.

  6. akhirnya prjuangan pjg key nungguin hyejin ga sia2..
    sneng krn key akhirnya dpt hyejin,sedih krn taemin nya ilang..
    mkin pnsaran nie sm lanjutannya..
    d tunggu next partnya :)

  7. Hye Jin sama Key-kah?? Kenapa kok aku biasa ya? Padahal dulu aku pengen banget Hye Jin sama Key.. #Trus, who cares?, abaikan.
    Taemin, kamu kemana??

    Eh, btw endingnya kapan ya?? Sejauh ini sih emang fine-fine aja,tapi takutnya kalo’ kelamaan bosen…
    Sorry before ya,, tapi kan sayang aja kalo’ crita sekeren ini jadi ngebosenin karna kepanjangen,,

  8. emm..napa y?rasa ny ga rela klo hyejin lupain taemin gt aj en nrima key. Kasian c ama key yg ud stia sabar en menanti hyejin. Tp kan hyejin g tau taemin pergi krena apa! Gara” kk ny! Gyaa..jd emosi. Apa lg klo inget wkt sblum taemin pergi dy ngelyat key nyium hyejin!hyejin ny diem aj lg.T_T Ga rela ga relaa.. Author taemin kpn muncul??berasa kurang greget 2part ga ad taemin aq ny tu…-,-
    hha..mian ya.pi emank gt c.tau napa..author lanjut!jgn klamaan yoh..faighting!

  9. ANDWAE!!!
    hyejin jgn ma key ya!
    ama taem aja ya.. ya.. ya..
    pkok.a hrus ma tetaem! *digetok author*
    tpi klo emang ma key, taemnya buat aku aja deh! #PLAKK
    hehe :-D
    ni ff panjang amat ya?
    tpi… LANJUTKAN!

  10. AkHier’a. . .m0ment yg q tUnggu2 dtang juga, , ,

    chukkae key. . .

    Taem gak usah bAlik lg deh, ,ntar ganggU LgI, ,emhhhh. . .atow bAlik tapi bwa kekasiHnya(baca:saia). . .jdi sdah punya pSangan masIng2. . . Haha.

  11. AKHIRNYA!!! KEY CHUKAE!!!
    hye ayo ama key aja, aseeek ada pihak ke3 di key, ayo buat hye yg ngejar key, gantiaaaan dong xDD
    lanjut jgn lama2 thor xD
    hwaiting!!!

  12. Wuaaaw, akhirnya Key kesampean jugaaaaa, chukhaeee
    Tapi nasibnya Taemin gimana ituu
    Ini bocah kemana sih ㅡ.ㅡ

    Lanjutannya, ditungguu~ ˆ⌣ˆ

  13. Hwaaa , lbh suka dgn taem , tpi apa daya , haha ..
    Gx pa2 lah dy ama key ,.. akhirnya , trblskan ..
    Kekeke , lanjut ya thor.

  14. Huaoooo
    Perjuangan key ga sia sia
    Sebenernya aku bingung
    Mau seneng apa sedih
    Kalo seneng takutnya di suatu part nanti taeminnya balik
    Tapi kalo sedih kasian keynya
    Ada yu mi segala lagi
    Nyyebelin ganggu saja deh

  15. YEYEYEYEYE ! *loncat kegirangan
    aku setuju banget tuh Key sama Hye Jin, lebih cocok daripada sama Taemin *dikeroyok

    author author, pokoknya Key sama Hye Jin harus bersatu..
    Taemin ngga boleh dateng lagi, kalo dateng dia harus udah menikah dengan aku.
    Taaeminkan udah ninggalin Hye Jin jadi harus tanggung akibatnya dong kalo Hye Jin bersatu dengan Key.
    Dan mereka pasangan yang lebih baik.
    Dari pertama baca aku setujunya Key sama Hye Jin.
    jadi mereka memang harus bersama selamanya..

    Cocok banget..
    Oh iya, itu si cewek genit Yu Mi pengen aku tempeleng deh pake rotan..
    Thoor, dia ngga akan nongol lagikan ? (plis jawab iya)
    Kenapa sih cinta selalu begitu, begitu lagi bersemi pasti ada aja hamanya. ..

    Tambah seru nih FF nya .. suka !
    Lanjut lanjut ya ! :-* muah

  16. GAAAAAAAAAAAAAAAAAH HYEJIN KEY CIUMAN >,<
    UDAH KEY AMA HYEJIN AJA /dibacok taemin

    btw, lanjutnya cepet + asap ya thooor :))))

  17. Key!!!!!!! Baik banget gila sumpah 2 taun!
    Taemin udah deh ya gak osah balik2 lagi
    Itu key nya aisssss sweet banget sih
    Wakakkakakakak hye jin nya jeles
    Bagusbagus(y) itu kok nado saranghae?
    Tapi hye jin beneran serius dong!!
    Kalo enggak kan kasian key nyaaaa
    Tapi knp taemin masih keinget2 sih?
    Lupain aja!!!!!! Key itu paling daebaaaak

  18. Wahhh akhirnya hyejin sama key???tp dy kan blom bsa lupain taem,,,,udahlah hyejin,,,sama key aja yaa,,taem udah bahagia sama aku *plakkkk*….hmmmm seru bgt ceritanya,,,panjang jd puas bacanya,,,,tp kayanya taem ada alasan lain ninggalin hyejin,,,hmmmmm,,semoga taem baik2 aja,,,hehehehhe,,,lanjut author,,,great job

  19. Kyaaa, kalo hyejin sm key, taemin gmn? Aku lbh suka hyejin ama taemin thor :p wkwk *digaplok key umma. Lanjutnya jgn lama2 ya

  20. hwaa akhirnya hyejin bisa mencintai namja lain .. :)
    kasian klo hyejin mikirin taemin mulu …
    wahh… gimana klanjutannya tuh ??
    di tunggu ya ??…..

  21. hya. . .
    Bgus hyejin sm key aj. Drpd ma taemin. . Or g penakut gi2. .

    Cpetin lanjut thor. .
    O iya q mau tax. Cast2 yg dlu tdk d tampilkan lg ya? Pdhal mau liat jinki ma minho. . .

  22. ROMANTISSSSSSSSSSSS!!!!!!!!!!!
    KYAAAAAAAA~AAAAAAAAAAAAA KEYYYY!!!! ‘ㅂ*

    Ini tuh supahhh dupahhh romantissss tingkat dewa aaaaaa *lebay*
    Ngakak juga wakakakakakakakakaka pas bilang “Saengil Chukkae!” gataunya yang buka bukan Hye Jin wakakakakakakaka

    Part ini daebakKKkKKKkKK!!!^^b

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s