LOVE’S WAY – MY LOVE IS YOU [END]

MY LOVE IS YOU

 

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

Hye Jin POV

Aku sedang menatap langit malam ini dari jendela kamarku, langit malam ini penuh dengan bintang. Apa salah satu dari sekian bintang itu ada milik ibu?. Aku termenung memandangi langit. Banyak sekali yang aku pikirkan saat ini. Aku menghela nafas perlahan sudah seminggu ini perasaan ini menghantuiku, ya ini gara-gara dia yang kembali. Harusnya aku tidak boleh seperti ini tapi entah kenapa sejak kami bertemu di taman waktu itu, aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku tahu aku salah tapi aku sudah berusaha untuk melupakannya bahkan sudah 5 tahun berlalu tetap saja, aku tidak bisa, meski Key ada disampingku. Aku tetap tidak bisa, aku tidak mau menyerah dan aku pikir sedikit lagi aku akan mulai melupakannya namun ternyata dia malah kembali, meski dia kembali dengan seorang gadis disampingnya tapi tetap saja tidak bisa kupungkiri aku merasa senang, yah aku senang melihatnya kembali. Ya Tuhan, aku tidak boleh seperti ini, Key sudah sangat baik padamu Hye Jin-ah. Seruku dalam hati. Ottohke? Aku bingung! Aku tahu aku tidak akan bisa kembali pada orang itu tapi jika dia masih saja ada disini bagaimana bisa aku merelakannya.

Tiba-tiba pintu kamarku diketuk.

”Hye Jin-ah…belum tidur?”tanya Siwon Oppa sambil membuka pintu dan masuk ke dalam kamarku.

”Anni…belum ngantuk…”jawabku sambil tersenyum.

Siwon Oppa menghampiriku dan duduk disampingku dan ikut bersamaku menatap langit.

”Oppa…malam ini langitnya indah ya…lihat banyak bintang…”seruku sambil menunjuk langit.

Siwon Oppa hanya menoleh padaku dan tersenyum.

”Lihat Oppa ada bintang yang paling terang melihat kita…itu pasti umma..”seruku sambil menoleh ke arahnya.

Siwon Oppa hanya mengacak-acak rambutku lembut.

”Aigoo..dongsaengku ini sudah 24 tahun masih saja seperti anak kecil…”serunya sambil menarik kepalaku untuk bersandar di bahunya.

Kami terdiam sambil tetap memandang langit malam ini. Tiba-tiba aku ingin sekali bercerita tentang kegalauan hatiku.

”Oppa…”seruku.

”Hmm…”gumamnya.

”Apa benar orang yang kita cintai belum tentu menjadi pasangan hidup kita…apakah orang yang mencintai kita, orang yang kita cintai dan orang yang menjadi pasangaN hidup kita adalah orang yang berbeda?”tanyaku masih sambil menyenderkan kepalaku di bahunya.

Siwon Oppa terkekeh pelan sambil mengusap-usap bahuku.

”Kau tahu meski semua orang bilang begitu tapi menurutku ketiganya adalah satu orang…aku yakin itu…dan suatu saat orang itu akan datang padamu…”seru Siwon Oppa sambil menatapku lekat-lekat dan tersenyum.

Ah aku sungguh beruntung memiliki Oppa sebaik dan sedewasa dia, dia selalu saja mampu membuatku tenang.

”Sudah malam…tidurlah…besok kau harus pergi kerjakan…”serunya sambil menuntunku naik ke tempat tidur dan menyelemutiku lalu mencium keningku.

”Jal ja yo dongsaeng…”serunya kemudian berjalan keluar kamarku.

Ya aku yakin orang itu akan datang padaku. Siapapun dia akan aku tunggu.

Sore ini seperti biasa aku menunggu Key menjemputku di halte dekat tempatku bekerja dan seperti biasanya juga dia terlambat, sungguh sangat menyebalkan sekali dia itu. Aku terus saja menatap layar handphoneku menunggunya menmgirim sms jika dia telat atau telepon darinya ternyata tidak ada. Hufft menyebalkan sekali dia, aku tidak mau menunggu lagi. Aku pun akhirnya memutuskan untuk berjalan, sebenarnya aku bisa saja naik bus lalu pulang tapi entah kenapa kaki ini malah membawaku berjalan ke tempat yang aku sendiri tidak tahu aku mau kemana. Aku terus berjalan meninggalkan halte itu dan sampailah aku di taman. Kenapa aku bisa kesini? Aisshh, apa yang sedang aku pikirkan.

Akhirnya aku duduk di salah satu bangku di taman itu sambil memandangi pemandangan sore hari. Aku melihat banyak sekali anak-anak bermain disini, aku jadi ingat masa kecilku. Aku tersenyum sendiri melihat anak-anak itu.

Taemin POV

Aku melihatnya duduk di salah satu bangku di taman. Aku tidak mungkin salah lihat, aku sangat mengenalinya. Itu Hye Jin, sedang apa dia disini? Tanyaku. Sungguh aku sangat merindukannya dan bisa melihatnya lagi membuatku sangat senang. Aku hanya mengamatinya dari jauh, rasanya sudah lama sekali aku tidak memperhatikannya seperti ini. Dia sudah banyak berubah, dia terlihat lebih dewasa saat ini. Aku melihatnya tersenyum, apa yang dia lihat kenapa dia malah tersenyum seperti itu, aku melihat ke arah yang dia lihat ternyata dia sedang melihat seorang gadis kecil sedang bermain sepeda bersama teman-temannya. Aku kembali memperhatikannya dan dia masih tersenyum. Senyum yang sangat kurindukan ternyata meski 5 tahun sudah berlalu senyum itu tidak pernah hilang. Sayang senyum itu bukan milikku lagi. Aisshh Taemin apa yang kau pikirkan itu adalah cerita masa lalu dan sebentar lagi kau akan menikah, ya aku akan menikah dengan Je Ri, sebenarnya aku masih belum mau tapi kedua keluarga kami memaksa kami untuk segera menikah dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sebentar algi aku tidak akan bisa melihatnya lagi. Dia pasti sekarang lebih bahagia bersama Key. Aku yakin dia pasti sangat membenciku. Sudahlah untuk apa aku memikirkan hal itu lagi, itu tidak akan membawanya kembali padamu.

Ingin sekali aku menyapanya tapi apa dia tidak akan pergi jika aku mendekatinya.

Aku menimbang-nimbang untuk berjalan menghampirinya atau tidak.

Hye Jin POV

”Hye Jin-ah…”sebuah suara menyapaku.

Aku sungguh kaget saat mendengar suara itu, kenapa suara itu lagi? Ya Tuhan kenapa aku harus bertemu dengannya lagi disini. Aku hanya bisa menunduk mempersiapkan hatiku untuk menoleh padanya. Kau bisa Choi Hye Jin!Hwaiting!

Maka aku pun menoleh menatapnya dan berusaha tersenyum.

”Annyeong…”sapaku sambil tersenyum.

Jujur aku belum sanggup mengucapkan namanya saat ini.

”Ne…annyeong…”jawabnya sambil tersenyum.

Aigoo, senyum itu, senyum yang sangat aku rindukan, senyum yang dulunya hanya dia berikan untukku, senyum yang membuatku menyukainya. Hye Jin, berhenti memikirkan itu. Seruku dalam hati. Aku kembali tersenyum padanya.

”Boleh aku duduk?”tanyanya.

Aku hanya bisa mnegangguk tidak tahu harus menjawab apa, kalau aku bilang tidak boleh aku tidak enak padanya, yah meski sekarang kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa setidaknya aku tidak boleh menghindarinya, toh kejadian itu sudha berlalu lama sekali dan kini kami sudah menjalani kehidupan kami masing-masing.

Aku melihat dia sudah duduk disampingku, kami hanya terdiam sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Suasananya menjadi canggung, aku tidak tahu harus bertanya apa padanya dan sepertinya begitupun dia.

”Bagaimana kabarmu?”tanyanya tiba-tiba.

”De? Baik…”seruku sambil menoleh ke arahnya dan ketika itu juga dia sedang menoleh ke arahku.

Entah kenapa jantungku berdegup sangat kencang, kenapa ini? Kenapa aku jadi seperti ini padanya lagi. Aku melihatnya sedang menatapku lekat-lekat. Aku segera mengalihkan padanganku ke arah lain.

”Bagaimana denganmu?”tanyaku berusaha memecahkan kecanggungan kami tadi.

”Baik…”jawabnya singkat.

Dan kami kembali terdiam, kali ini lebih lama. Aku tidak tahu harus berbicara apa padanya dan yang paling aneh lagi kenapa aku masih terus disini, seharusnya aku pergi saja, lagipula hari sudah mulai gelap.Kenapa aku malah tetap duuk disini seakan menunggunya bicara. Ya mungkin sebaiknya aku pulang, tidak ada yang harus kusampaikan padanya. Saat aku hendak berdiri tiba-tiba

”Mianhe..jeongmal mianhe…”serunya dan berhasil membuatku tidak jadi berdiri.

Apa dia bermaksud membahas masalah itu? Pikirku. Tapi aku tidak mau dia membahas masalah itu lagi, itu sudah lama berlalu dan aku tidak mau mengungkit masalah itu lagi, aku hanya ingin memulai hidupku yang baru. Aku menoleh ke arahnya dan kulihat dia menatap lurus ke depan.

”Mianhe…”lirihnya lagi.

Dia tetap menatap lurus ke depan, sepertinya dia menunggu jawabanku. Aku menghela nafas.

”Gwenchana…semua sudah berlalu…lupakanlah…”jawabku.

Aku melihatnya masih terus menatap ke depan.

”Aku tahu kau sangat membenciku bahkan saat kita bertemu lagi kau tidak mau menatapku…aku merasa sangat bersalah padamu…”ucapnya lagi.

Kali ini dia menoleh padaku sekilas namun kembali menatap lurus ke depan. Aku terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Kalau dia bertanya apa aku membencinya, tidak bahkan sampai sekarang aku tidak bisa melupakannya. Aku senang dia meminta maaf padaku tapi semua suha terlambat, meski aku akui jauh di dalam hatiku aku masih mencintainya tapi hanya Key yang ada di hatiku.

”Semua sudah berlalu…aku sudah melupakan hal itu…lagipula kita sudah punya hidup kita masing-masing…kau dan Je Ri lalu…”

”Kau dan Key…”seru Taemin memotong ucapakanku, kini dia menatapku, tatapannya menyiratkan kesedihan.

”Apa kau bahagia bersamanya?”tanyanya padaku dengan tetap menatap mataku dalam-dalam seakan mencari jawaban disitu.

”Ne…aku sangat mencintainya…”jawabku lalu mengalihkan pandanganku, aku tidak mau dia terus-terusan menatapku seperti itu, itu hanya akan membuatku terus mengingat tatapan matanya terus jika dia pergi lagi.

Aku melihat handphoneku, ada 10 sms masuk dan 15 missed call, aigoo, pasti itu dari Key, pasti dia sangat mencemaskanku. Aku segera membaca semua sms yang dia kirim, semuanya bertanya dimana aku berada?Aisshh, aku harus segera pulang dan meneleponnya.

”Sudahlah kita jalani kehidupan kita masing-masing…aku harus pulang..”seruku sambil berdiri dan berjalan pergi.

Namun tiba-tiba Taemin menahan tanganku dan langsung menarikku ke dalam pelukannya. Saat itu aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku kaget dengan apa yang dia lakukan.

”Jeongmal bogoshippo…”serunya sambil terus mempererat pelukannya.

Aku hanya bisa terdiam, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dia terus memelukku. Entah kenapa terselip perasaan bahagia, ya aku bahagia bisa merasakan pelukannya lagi, hatiku yang dulu terluka entah kenapa kini seperti luka itu tidak pernah ada, seakan pelukannya ini mengobati semuanya. Sakit saat ditinggalkannya tapi aku takut, takut kalau semua ini hanya mimpi, aku takut sakit lagi jika dia pergi. Aku tahu ini salah tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku masih mencintainya dan akan terus mencintainya. Aku memang bodoh, aku tahu aku akan menyakiti Key dengan tindakanku sekarang ini tapi ottohke, aku tidak bisa membendung perasaan ini.

”Jeongmal saranghae Hye Jin-ah…”seru Taemin dengan masih memelukku.

Tanpa aku sadari aku malah membalas pelukannya. Ya aku juga sangat merindukannya, biarkan aku memelukanya sebentar sebelum aku harus kembali membenahi perasaanku lagi, sebelum aku merelakannya untuk pergi. Aku merasakan bulir-bulir air mata mulai turun dari mataku dan membasahi kemejanya dan aku mulai sesunggukan. Aku merasakan tangannya mengusap punggungku perlahan.

”Nado saranghae…”ucapku.

Dia melepas pelukannya dan menatapku, dia menghapus air mataku dengan tangannya.

”Jeongmal mianhe…aku selalu membuatmu menangis…”ucapnya lagi.

”Ne…tapi semuanya sudah terlambat…”ucapku sambil tertunduk.

Ya semuanya sudah terlambat, kami sudah memiliki kehidupan kami masing-masing.

”Kita jalani kehidupan kita masing-masing…aku akan berusaha melupakanmu…”ucapku lagi.

”Hye Jin-ah…”serunya sambil menatapku.

”Berbahagialah bersamanya…annyeong…”seruku.

Namun kembali dia menahan tanganku dan menarikku ke dalam pelukannya. Aku segera  melepaskan pelukannya dan berlari meninggalkannya. Aku tidak mau semakin terluka dengan pelukannya ini jika suatu hari dia akan benar-benar pergi.

Key POV

Sakit, ya itu yang aku rasakan saat ini. Kenapa di saat sedikit lagi aku mendapatkan kebahagian itu harus berakhir seperti ini. Aku bersandar di balik pohon di taman ini dan menatap ke atas langit. Apa aku memang tidak akan pernah bisa mendapatkan hatinya? Meski aku sudah berusaha sekeras apapun hatinya hanya terikat pada Taemin. Hanya Taemin.

Aku menatapnya berlari meninggalakan Taemin, aku tahu dia masih mencintai Taemin, apa aku begitu egois memintanya untuk bertahan disampingku sedangkan yang ada di hatinya hanya Taemin seorang? Apa sekalipun dia tidak pernah melihat hatiku? Aku merasakan air mata turun membasahi wajahku. Aku tidak bisa berpikir apa-apa saat ini, apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku harus terjebak pada suasana seperti ini. Aku beranjak pergi dan berlari mengejarnya.

Aku mencarinya namun tidak menemukannya, kemana dia? Apa dia sudah menghilang secepat itu. Aku segera mengeluarkan ponselku dan mencari namanya. Namun belum sempat aku menekan tombol panggil, aku melihat seorang gadis duduk di halte, aku yakin itu adalah Hye Jin. Dari sini saja bisa terlihat bahwa dia sangat sedih sekali. Aku pun segera berjalan menghampirinya.

”Hye Jin-ah…”panggilku.

Dia langsung menoleh ke arahku dengan pandangan terkejut.

”Key-ah…”ucapnya.

Aku hanya tersenyum padanya dan duduk disampingnya.

”Mianhe…jeongmal mianhe…”serunya sambil tertunduk.

”Gwenchana…aku sangat mengkhawatirkanmu makanya aku mencarimu…..aku bukan mau marah padamu kok…”ucapku sambil mengusap kepalanya lembut.

”Jeongaml mianhe…”serunya lagi.

”Sudahlah aku tidak marah padamu kok…lagipula sekarang aku sudah menemukanmu…”seruku lagi.

Tiba-tiba dia langsung memelukku dan menangis, kenapa dia? Pikirku. Aku hanya membalas pelukannya dan mengusap-usap pungunggunya.

”Aku bersalah padamu…aku..aku sudah jahat padamu…aku benci diriku sendiri Key..kenapa aku tidak pernah bisa memutuskan sesuatu…”serunya dalam pelukanku.

”Hye Jin-ah…kenapa kau berfikir seperti itu…”ucapku.

Dia kembali menangis. aku bingung apa yang harus aku lakukan, apa aku harus bilang aku melihat semuanya, apa aku harus bilang aku tahu bahwa dia masih mencintai orang itu.

”Apa ini masalah Taemin?”tanyaku hati-hati.

Dia melepaskan pelukannya dan menatapku dengan air mata masih turun dari matanya. Sungguh aku sangat tidak tega melihatnya seperti ini. Aku mengusap perlahan wajahnya.

”Aku tahu Hye Jin-ah…”ucapku.

”Aku jahat kan…”serunya lagi masih dengan air mata yang terus turun.

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

”Kau tidak jahat kau hanya berusaha jujur dengan perasaanmu…sudah kubilang dari dulu…aku tidak akan pernah mendapatkan hatimu karena itu hanya milik Taemin…”seruku.

”Bahkan kau sudah tahu dari dulu dan aku masih terus membohongimu…aku memang jahat…”serunya dan dia semakin menangis.

Aku pun segera memeluknya.

”Uljima Hye Jin-ah…itu bukan salahmu…akulah yang egois berharap kau akan bisa menerimaku….aku tidak pernah memikirkan perasaanmu…”ucapku lagi

”Ottohke?bagaimana aku bisa melupakannya…ottohke…hiks…hiks…”serunya masih menangis.

Aku hanya semakin mempererat pelukanku. Aku sendiri tidak tahu Hye Jin-ah? Aku bingung dengan situasi ini. Aku tidak mau membuatmu menderita seperti ini tapi aku pun tidak mau melepaskanmu. Mungkin aku memang egois tapi tahukah kau bahwa aku sangat mencintaimu.

Hye Jin POV

Sudah seminggu sejak kejadian itu, aku sudah tidak pernah bertemu dengan Taemin lagi, hubunganku dengan Key bertambah buruk, bukan dalam arti kami saling bertengkar tapi entah kenapa kami semakin jauh. Aku ingat terkahir kali dia berkata agar aku benar-benar memikirkan bagaimana perasaanku sebenarnya kemudian memutuskan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Aku jadi semakin merasa bersalah padanya. Aku sangat egois, kenapa aku tidak bisa melihat orang yang selalu ada disampingku melewati masa-masa sulit bersamaku, membuatku tertawa lagi, membuatku merasakan lagi bagaimana rasanya dicintai oleh seseorang.

Key sekarang seakan menjauh dariku, sepertinya dia benar-benar melakukan apa yang dikatakannya untuk memberikanku waktu memilih. Lalu apa yang aku pilih? Tentu saja aku tidak akan memilih Taemin, kami sudah sepakat untuk saling melupakan, meski itu akan sangat sulit buatku tapi kali ini aku harus benar-benar serius melupakannya. Aku tidak mau menyakiti Key terus-terusan dengan seperti ini. Aku benar-benar harus memantapkan hatiku dan benar-benar merasakan bahwa aku mencintai Key.

Aku menatap kartu undangan yang ada di meja. Undangan pernikahan Taemin. Ya aku sudah tahu bahwa suatu saat hal ini akan terjadi dan aku sudah menyiapkan diriku karena aku sudah merelakannya, meski masih tidak bisa kupungkiri terselip rasa sakit saat menerima ini. Aku tahu Jin Ki Oppa juga sepertinya mengkahwatirkan hal itu saat memberikan ini padaku tapi aku harus bisa meyakinkan semua orang bahwa aku sudah bisa menerima ini semua dan aku sudah berjanji untuk tidak menangis lagi untuknya. Sudahlah Hye Jin-ah itu hanya masa lalumu.

Hari ini hari minggu dan tidak banyak yang aku kerjakan di rumahku, Siwon Oppa sudah kembali ke Jepang sedangkan sekarang sudah tidak ada Donghae Oppa lagi. Aku sangat merindukan mereka. Aku menonton Tv sambil berulang kali mengganti channel tidak ada yang menarik bagiku.

Tiba-tiba handphoneku berdering.

”Yoboseyo?”tanyaku.

”Buka pintu…”seru sebuah suara yang sudah sangat ku kenal, itu Key.

”Mwo?”tanyaku masih tidak mengerti.

”Suah cepat buka pintu…”serunya lagi.

Aku pun segera berjalan menuju pintu dan membukanya. Aku melihat Key berdiri disitu sambil tersenyum.

”Ada apa pagi-pagi seperti ini?”tanyaku heran melihatnya yang sudah rapih di pagi ini.

”Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat…ayo ikut…”serunya.

Aku masih menatapnya bingung. Ada apa dengannya tumben sekali dia mengajakku jalan-jalan. Maksduku sejak kejadian waktu itu Key sepertinya sedikit menghindariku, ya meski dia masih sering menjemputku atau sekedar berkunjung ke rumahku tapi itu sekarang berbeda, dia memperlakukanku bukan seperti kekasihnya tapi lebih seperti teman lagi.

”Kajja…palli…”serunya sambil mendorongku masuk ke dalam.

Aku berjalan menuju kamarku dan mengganti bajuku setelah itu aku kembali menemuinya. Dia tampak senang sekali hari ini. Ada apa ya? Dia segera menarik tanganku dan memabawanya menuju mobilnya.

Aku tidak tahu dia akan membawaku kemana, setiap aku bertanya dia tidak pernah menjawabnya dan selama perjalanan juga dia terus tersenyum. Sepertinya dia senang sekali hari ini.

”Key-ah…kita mau kemana?”tanyaku.

”Lihat saja…”serunya sambil menoleh ke arahku dan tersenyum.

Aneh sekali dia ini. Kemana dia akan membawaku. Aku tidak hapal ini jalan kemana.

”Apa masih lama?”tanyaku padanya.

”Sedikit…tapi kau pasti senang….”serunya.

Aku memandang jalan, sebenarnya kemana dia mau membawaku. Ucapku dalam hati. Rasanya sudah lama sekali belum sampai-sampai juga, aku mulai mengantuk. Sebaiknya aku tidur sebentar.

”Hye Jin-ah…ireona…”seru seseorang sambil menyentuh pipiku.

Aku mengerjapkan mataku dan mendapati Key sedang menatapku. Apa aku tertidur cukup lama ya. Pikirku.

”Kita sudah sampai?”tanyaku padanya.

Dan dia hanya mengangguk dan tersenyum.

”Kita ke pantai hari ini…”serunya sambil menunjuk ke arah luar mobil.

Dan aku baru sadar ternyata di luar terbentang warna biru yang sangat luas sekali. Ternyata dia membawaku ke pantai. Ya ampun sudah lama sekali aku tidak ke pantai. Senangnya.

”Ayo turun…”ajaknya.

Akupun segera tutun dari mobil dan berlari menuju pantai.

Key POV

Aku melihatnya tersenyum senang sekali, sudah lama sekali aku tidak melihat senyumnya itu terutama sejak dia tahu Taemin akan menikah. Saat itu dia bisa tegar menerima surat itu tapi aku masih bisa melihat kesedihan di matanya itu. Hye Jin-ah kenapa kau tidak mau mengucapkan kata-kata kalau kau masih mencintainya agar aku tidak semakin terbebani seperti ini. Aku siap merelakanmu dengan Taemin tapi kenapa kau malah seperti ini dan akhirnya hal itu datang, aku tahu kau sakit dan sedih dan aku ingin kau bilang itu di depanku sehingga aku bisa menghiburmu. Aku memang memberikanmu waktu untuk memikirkan hal itu dan aku sudah siap apapun jawabnmu tapi sepertinya kau enggan sekali untuk menjawabnya dan membiarkan semuanya berjalan terus seperti ini. Kau seperti membohongi perasaanmu sekarang ini,kau berusaha tersenyum tapi sebenarnya hatimu sakit. Aku tahu itu.

Jujur Hye Jin-ah aku ingin sekali mengobati rasa sakitmu itu tapi sepertinya kau lebih memilih untuk mengabaikan rasa sakit itu dan tetap seperti ini. Apa aku tepat jika melakukannya padamu disaat seperti ini? Pikirku.

”Ya!kenapa kau malah diam saja disitu..ayo main…”seru Hye Jin sambil menarik tanganku.

Aku pun mengikutinya. Dia bermain dengan ombak yang datang dan sesekali tertawa senang.

Hye Jin-ah aku senang bisa melihatmu tertawa seperti ini terus. Lupakanlah Taemin. Ucapku dalam hati.

Tiba-tiba aku merasakan seseorang menyentuh pipiku dengan pasir dan saat kulihat Hye Jin sedang tertawa.

”Ya!kau ini…”seruku.

Namun dia malah berlari menjauh dan aku pun segera mengejarnya. Akhirnya jadilah kami main kejar-kejaran sepajang pantai. Aku ingin melihat dia tersenyum seperti ini terus.

Tak terasa hari sudah sore, kami duduk berdampingan menatap matahari yang mulai tenggelam. Hye Jin memejamkan matanya seakan menikmati angin sore yang berhembus. Aku menatapnya, neomu yeoppo! Dia sungguh sangat cantik.

”Aku senang hari ini…gumawo Key…”ucapnya sambil menoleh padaku.

Aku hanya tersenyum menanggapinya dan kembali menatap lurus ke depan.

”Kau tahu Key bagaimana perasaanku saat ini…aku sungguh sakit…tapi aku harus pura-pura tidak sakit agar aku bisa menerima semua ini…dan..aku senang aku punya seseorang sepertimu yang membuatnya selalu mudah untukku…gumawoyo untuk semuanya Key…”ucapnya sambil tersenyum menatapku.

Aku menoleh padanya dan mengacak-acak rambutnya lembut. Apa sebaiknya aku katakan padanya saat ini? Tidak tapi…

”Hye Jin-ah…”ucapku.

”Ne…”jawabnya dia menoleh dan menatapku.

Apa aku siap mengatakannya? Apa jawabannya nanti? Apa aku salah waktu menanyakan hal ini? Sebenarnya aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku padanya selama ini.

”Nawa gyeolhanhaejurae?”seruku dan kulihat ekspresinya langsung berubah.

Hye Jin POV

Aku benar-benar kaget dengan apa yang dikatakannya. Aku hanya bisa terdiam dengan terus menatapnya dan bisa kulihat dia seperti menunggu jawabanku. Apa yang harus aku katakan padanya? Aku benar-benar tidak bisa berfikir jerinih saat ini. Apa jawabanku? Ya Tuhan aku tidak tahu harus menjawab apa. Kenapa secepat ini.

”Hye Jin-ah…kau tidak perlu menjawabnya sekarang…aku akan menunggu jawabanmu…ini belum resmi aku hanya ingin mengutarakan keinginanku selama ini…”serunya sambil tersenyum.

Aku masih terdiam, apa benar ketiga orang itu berbeda,orang yang mencintaimu, orang yang kau cintai dan orang yang menjadi pasangan hidupmu adalah orang yang berbeda, tapi Siwon Oppa bilang itu adalah orang yang sama, lalu kenapa malah seperti ini. Apa benar Key lah yang akan menjadi pasangan hidupku?aku bertanya-tanya dalam hati.

”Ayo pulang…sudah malam…sudah jangan dipikirkan terus…kau bisa menjawabnya nanti saat aku melamarmu secara resmi…jadi kau bisa memikirkannya dulu…”seru Key sambil tersenyum dan berdiri lalu berjalan.

Aku masih terduduk di pantai ini. Perasanku tidak menentu. Apakah memang Key lah takdirku. Semua kenangan saat pertama bertemu dengannya di bandara, pertengkaran kami sampai semua hal yang kami lalui bersama, saat-saat sulit itu sampai sekarang dia tetap selalu ada disampingku sejak awal sampai sekarang. Dia yang selalu menghapus air mataku, membuat semuanya menjadi lebih mudah untukku. Apakah dia orang yang Tuhan siapkan untukku,ucapku dalam hati.

Key POV

Key kau benar-benar babo, kenapa malah menanyakan hal itu di waktu yang tidak tepat seperti ini. Kau pasti tau jawabannya, dia masih belum bisa melupakan Taemin tentu saja, kenapa kau malah bertanya seperti itu padanya. Babo sekali aku ini! Aisshh sudahlah. Aku berjalan menuju mobilku memikirkan pertanyaan bodohku tadi, kenapa aku malah bertanya seperti itu padanya.

”I do…”seru sebuah suara dan pemilik suara itu langsung memelukku dari belakang.

Aku yang kaget langsung berbalik dan menadapati Hye Jin tersenyum padaku.

”I do…”serunya lagi.

Apa yang dia katakan barusan? Apa dia benar-benar menjawabnya? Ahh tidak mungkin masa dia langsung menjawabnya seperti itu.

”Mwo?”tanyaku dengan tatapan bingung.

”I do Key-ah…”serunya lagi sambil tersenyum lalu memelukku.

“Hye Jin-ah…”seruku lagi.

”Aku serius…aku sudah memutuskan….”serunya.

Hye Jin POV

Key menggenggam tanganku erat sekali seakan memberikanku kekuatan. Ya hari ini Taemin akan menikah dan aku sudah bilang pada Key bahwa aku akan datang, akan kubuktikan bahwa ucapanku saat itu padanya benar-benar serius. Meski saat itu dia hanya menganggapku bercanda dan memintaku untuk memikirkannya lagi tapi aku sdauh yakin akan jawabanku itu.

”Gwenchana?”tanya Hyo Jin yang sedari tadi sepertinya sangat khwatir sekali padaku.

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Yang lebih parah adalah Donghae Oppa berulang kali dia bertanya padaku, sampai membuatku pusing sendiri. Sementara Siwon Oppa sepertinya sangat mengerti perasaanku saat ini.

”Kau sudah semakin dewasa…”seru Siwon Oppa sambil tersenyum.

Ya bagaimanapun juga aku sudah belajar menerima ini semua. Aku harus kuat, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melupakannya, menganggap tidak pernah ada yang terjadi antara kami dan menjalani kehidupan kami masing-masing.

Aku melihat Taemin berdiri di depan altar dengan tuxedo putinya, sungguh dia sangat tampan, dia melirik ke arahku sekilas dan berulang kali aku mengalihkan pandanganku, entahlah aku tidak mau dia melihatku. Key terus mengenggam tanganku sangat erat-erat sekali. Sepertinya dia tahu bagaimana perasaanku saat ini. Key kau memang yang selalu mengerti perasaanku.

Aku menunduk tidak berani menatapnya meski aku merasakan dia terus menatap ke arahku. Tak lama kemudian Je Ri datang, dia tampak sangat cantik sekali dengan gaun pengantin itu. Dia berjalan sampai ke depan altar dan berdiri disamping Taemin. Sebentar lagi mereka akan mengucapkan janji mereka. Entah kenapa perasaanku kembali skait. Hye Jin-ah ingat kau sudah merelakannya. Kenapa malah seperti ini. Ya Tuhan kenapa aku ini?kenapa sekarang aku malah tidak rela melihatnya. Aku hanya bisa menunduk entah kenapa aku benar-benar tidak siap melihatnya. Aku tidak sanggup.

Key POV

Aku melihat Hye Jin keluar dari ruangan dan berjalan keluar. Aku tahu pasti dia tidak sanggup melihatnya, Hye Jin-ah kau benar-benar babo kenapa kau tidak bilang? Kau tidak perlu datang jika kau tidak kuat melihatnya. Aku mengejarnya keluar ruangan dan mendapatinya berdiri membelakangiku. Aku pun berjalan mendekatinya.

Siwon POV

”Hye Jin-ah”seruku begitu melihat Hye Jin berjalan keluar ruangan.

Ingin sekali aku mengejarnya namun Donghae langsung menahan tanganku dan menggeleng dan kemudian aku melihat Key juga keluar.

”Donghae-ya…dia adikku…”seruku padanya sambil berbisik.

”Sudah ada Key…biarkan dia pergi bersama Key..arasso…”seru Donghae.

Aku hanya menatapnya dengan pandangan khawatir dan aku juga melihat Hyo Jin menatapku dengan tatapan bertanya-tanya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk, mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, bisa terlihat bahwa dia juga sangat khawatir dengan Hye Jin.

Hye Jin-ah….kenapa kau harus membohongi perasaanmu sendiri…ucapku dalam hati.

Key POV

Aku membalikkan tubuhnya dan mendapatinya sedang menangis. Ya Tuhan dia menangis lagi, lagi untuk yang kesekian kalinya gara-gara orang itu. Aku segera memeluknya dan menenggelamkan kepalanya di dadaku. Aku mengusap punggungnya perlahan.

”Kenapa aku tidak bisa merelakannya Key…kenapa?kenapa?”tanyanya lagi sambil menangis sejadi-jadinya.

”Uljima…uljima…kau pasti bisa…kau pasti bisa..”seruku smabil terus mengusap-usap punggunya tanpa terasa aku pun ikut menangis melihatnya menangis seperti itu. Ya Tuhan dia benar-benar menderita.

Taemin POV

Sejak tadi setiap kali aku melihatnya pasti dia akan memalingkan wajahnya, apakah sebegitu inginnyakah dia melupakanku bahwa untuk menatapku saja dia tidak mau, apa dia tidak tahu aku sangat sedih harus seperti ini.

Kini aku akan mengucapkan janjiku dengan Je Ri disampingku. Apa aku sanggup? Tidak ada yang bisa kulakukan selain menerima ini semua.

Aku selesai mengucapkan janjiku dan sekarang giliran Je Ri. Sebelum dia menjawab dia melirik ke arahku sekilas dan tersenyum.

”Aku…tidak bisa menikah dengannya…”ucapnya yang benar-benar membuatku kaget.

Aku langsung menoleh ke arahnya begitupun orang-orang yang menyaksikan pernikahan ini.

”Mianhe Taemin…aku tidak bisa…meski aku bisa memiliki ragamu tapi tidak untuk hatimu…untuk apa jika hanya seperti itu…aku hanya ingin hatimu tapi kau tidak bisa memberikannya untukku…kejarlah dia…”seru Je Ri masih dengan senyuman di wajahnya.

”Je Ri-ya…”seruku.

Dia hanya mengangguk dan tersenyum.

”Palli…jelaskan padanya…aku yakin dia sangat sedih dengan ini semua…”serunya lagi.

”Keundae…”seruku.

Kini Je Ri menggelengkan kepalanya dan dia mnatapku dalam seakan menyruhku untuk segera pergi mengejar Hye Jin, yang baru aku sadar sudah tidak ada di tempatnya. Aku pun segera berlari keluar tanpa mempedulikan tatapan orang-orang yang melihatku aneh terutama kakakku, kau yakin dia akan sangat marah padaku.

Aku sampai diluar dan menadapati Key sedang memeluk Hye Jin yang sedang menangis. untuk yang kesekian kalinya aku kembali membuatnya menangis. aku berjalan perlahan mendekati mereka.

”Hye Jin-ah…”seruku.

Namun Hye Jin malah berlari pergi, aku pun segera mengejarnya.

Key POV

Tiba-tiba aku melihat Taemin keluar ruangan, apa yang dia inginkan? Bukankah dia sudah menjadi suami Je Ri. Hye Jin melepaskan pelukanku begitu dia mendengar Taemin memanggil namanya dan dia malah berlalri pergi, aku hendak mengejarnya namun Taemin sudah lebih dulu mengejarnya. Aku hanya bisa terdiam. Apa yang harus aku lakukan? Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundakku.

”Siwon hyung…”seruku melihatnya sudah berada disampingku.

”Gwenchanayo?mana Hye Jin?”tanyanya.

”Dia pergi dan Taemin mengejarnya…”jawabku.

Sungguh aku tidak tahu apa yang aku pikirkan saat ini, kau bingung dengan semua ini. Aku tidak tahu harus bagaimana?

”Key…”seru Siwon hyung lagi.

Aku tahu pasti dia berfikir aku merasa sedih dengan ini semua. Ya aku memang merasa sedih tapi aku tidak akan menunjukannya.

”Ne…aku baik-baik saja…sebenarnya ada apa?”tanyaku padanya.

Ya aku bingung ada apa sebenarnya, kenapa Taemin langsung keluar ruangan seperti itu? Apa yang terjadi di dalam. Siwon hyung pun akhirnya menceritakan semuanya padaku apa yang terjadi dan itu benar-benar membuatku kaget.

Hye Jin POV

Aku berlari tanpa arah, aku benar-benar tidak mau melihatnya saat ini, lagipula untuk apa dia menghampiriku. Tidak tahukah itu hanya semakin membuatku terluka. aku berhenti di sebuah taman dan berjongkok di tanah, aku menangis sejadi-jadinya. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa sakit ini. Sungguh rasanya sangat…sangat sakit. Aku menyentuh dadaku untuk meredakan rasa sakit itu tapi percuma aku tetap sakit. Aku terus saja menangis sampai sepasang tangan mendekapku dengan erat.

”Lepaskan aku!”seruku padanya.

Untuk apa dia mengejarku, tidak tahukah hatiku sangat sakit. Aku memang bodoh kenapa aku masih tidak bisa melupakannya selama ini. Aku memang bodoh terus berpura bisa melupakannya namun pada kenytaannya meski 7 tahun sudah berlalu aku tetap tidak bisa, aku tidak bisa.

Dia membantuku berdiri dan kembali memelukku. Aku berusaha melepaskan pelukannya namun dia malah semakin memelukku dengan erat.

”Hye Jin-ah…jeongmal mianhe…na neun saranghae…jeongmal saranghae…”serunya sambil memelukku.

Aku terus saja menangis di dalam pelukannya.

”Aku sakit…sakit Taemin-ah sakit mendengarmu kata-kata itu..hiks…tidak tahukah kau kalau hatiku sangat sakit…hiks…jangan pernah kau ucapkan kata-kata itu lagi…hiks..kenapa sekarang kau kemari…apa kau tidak tahu sikapmu yang seperti ini hanya akan membuatku sakit…hiks…biarkan aku berusaha melupakanmu dan merelakanmu…”seruku dengan air mata masih terus turun dan menatap matanya lekat-lekat.

Dia hanya terdiam melihatku. Air mata ini semakin deras turun membuatku tidak jelas melihatnya karena mataku sudah di penuhi air mata. Namun tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirku. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali untuk bisa melihat secara jelas dan aku mendapatinya menciumku.

Aku hanya bisa terdiam, aku memang bodoh kenapa aku membiarkan diriku seperti ini. Ini hanya akan membuatku semakin sakit, tapi aku entah kenapa malah senang. Apa yang aku pikirkan.

”Saranghae…jeongmal saranghae Hye Jin-ah…”bisiknya di telingaku dan dia kembali menyentuh bibirku dengan bibirnya.

Semua ini mengigatkanku akan ciuman pertama kami waktu itu. Apa yang aku pikirkan Hye Jin!cepatlah sadar ini hanya akan membuatmu semakin terluka.

”Aku tidak jadi menikah dengannya…dia yang bilang seperti itu…”seru Taemin.

Yang benar-benar membuatku terkejut, kami sedang duduk disalah satu bangku taman, begitu dia selesai bercerita tentang kejadian tadi. Aku hanya tertunduk tidak tahu apa yang harus aku katakan.

Aku kembali teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat Je Ri menemuiku.

-Flashback-

”Hye Jin-ah….aku boleh bertanya sesuatu padamu?”tanya Je Ri yang sedang duduk di depanku.

Entah kenapa dia tiba-tiba memintaku untuk menemuinya di sebuah kafe.

”Ne…”jawabku.

Dia menatapku beberapa saat lalu menghela nafas perlahan.

”Bagaimana perasaanmu terhadap Taemin sekarang?”tanyanya tiba-tiba

Dan itu benar-benar membuatku kaget. Aku hanya menatap gelas minumanku tanpa melihatnya sekalipun.

”Aku suah tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapnya…itu sudah berlalu…”ucapku tanpa menatapnya sekalipun.

”Baguslah…meski Taemin masih mencintaimu tapi kau sudah tidak mencintainya lagi dan itu berarti aku punya kesempatan untuk mengisi hatinya…”seru Je Ri sambil tersenyum.

Aku hanya bisa menunduk. Ini yang terbaik Hye Jin, untuk kalian berdua. Ucapku dalam hati.

”Ya sudah kalau begitu…aku hanya ingin bertanya itu saja..oh ya jangan lupa datang ke pernikahan kami…”serunya sambil berdiri.

Aku pun mengangguk dan berusaha tersenyum.

-Flashback end-

”Saranghae Hye Jin-ah..”serunya.

Kali ini aku pun kembali terdiam, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

”Nado saranghae…”ucapku kata-kata itulah yang keluar dari mulutku tiba-tiba.

Atau mungkin itu memang kenyataan yang selama ini aku tepis bahwa aku memang sangat mencintainya.aku melihatnya tersenyum dan dengan segera dia memelukku dengan sangat erat. Perlahan aku pun membalas pelukannya. Ya Tuhan aku sudah menyakiti Key. Aku memang jahat. Key-ah mianhe, jeongmal mianhe.

Key POV

”Begitu ceritanya Key-ssi…sungguh dia itu gadis yang sangat bodoh…sudah jelas-jelas dia masih mencintai Taemin tapi dia malah merelakannya begitu saja…apa sih yang dia pikirkan…”seru Je Ri yang sedang duduk disampingku.

Aku tidak percaya gadis ini melakukan itu semua. Setelah kejadian itu dia langsung pergi mencariku dan menceritakan semuanya padaku, sementara sampai sekarang aku tidak tahu kemana Taemin dan Hye Jin pergi.

”Jadi semua ini rencanamu?apa semua sudah siap?”tanyaku.

”Tentu saja semua orang sudah aku beritahu…tapi Key-ssi…apa kau yakin?”tanyanya.

Apapun akan aku lakukan agar aku tidak melihat lagi tangisa yang begitu menyiksaku lagi di wajahnya. Aku hanya ingin melihat dia tersneyum kembali dan aku tahu hanya Taeminlah yang bisa membuatnya tersenyum lagi.

Aku hanya mengangguk mantap dan tersenyum.

Ya Hye Jin, kau akan menemukan kebahagiaanmu sebentar lagi. Aku melihat Siwon hyung, Donghae hyung, Ji Ki Hyung dan Hyo Jin noona menatapku khawatir. Aku hanya menagangguk mantap, aku ingin memastikan pada mereka bahwa aku sudah merelakannya. Aku hanya ingin melihat dia bahagia. Hanya itu keinginanku.

Taemin POV

”Nawa gyeolhanhaejurae?”tanyaku padanya dengan mengenggam tangannya dan menyematkan cincin emas putih di jarinya.

Aku menebak-nebak ekpresinya dia terlihat kaget sekaligus bingung.

”Aku tidak mau kehilanganmu lagi…kau mau menikah denganku kan?’tanyaku lagi.

Dia terdiam, apa dia akan menolakku?

”Aku bersedia…”jawabnya dan itu benar-benar membuatku sangat senang.

Aku memeluknya sekilas dan segera menarik tangannya.

”Mau kemana?”tanyanya sambil menatapku bingung.

”Kita akan menikah…”seruku.

Dan dia hanya bisa membelalakan matanya kaget. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mnegikutiku. Aku benar-benar harus berterima kasih pada Seohyun yang sudah menyiapkan segalanya secara sempurna.

Hye Jin POV

”Hye Jin-ah…ayo cepat pengantin wanita harus terlihat cantik…”seru Seohyun sambil menarik tanganku masuk ke dalam sebuah ruangan.

Apa-apaan ini?aku benar-benar tidak mengerti. Apa yang mereka rencanakan? Kenapa semuanya ada disini.

”Hyo Jin-ah…”seruku meminta penjelasan padanya.

Kulihat dia hanya tersenyum.

”Cepat ganti bajumu…sebentar lagi pernikahannya dimulai…”serunya sambil memberikan sebuah gaun pengantin berwarna putih yang sangat cantik.

Setelah itu mereka semua benar-benar tidak membiarkanku bertanya dan terus melakukan sesuatu pada diriku sampai akhirnya.

”Selesai…pengantin wanitanya sudah siap…”seru Seohyun dengan senyuman terkembang di wajahnya  begitu juga Hyo Jin yang langsung menarikku untuk melihat cermin.

”Kau sangat cantik….”seru Hyo Jin.

Aku menatap tidak percaya bayanganku di cermin, apakah itu diriku? Aku benar-benar seperti pengantin wanita. Apa maksud Taemin memintaku menikah dan dia benar-benar melakukannya saat ini baru beberapa jam setelah aku mengatakan bersedia.

”Tunggu disini…aku akan memanggil Siwon yang akan mengantarkanmu ke altar…”seru Hyo Jin kemudian dia pergi keluar.

Aku masih terduduk di kursi. Aku mengeluarkan ponselku dan mencari nama Key disitu, sejak tadi aku tidak melihatnya. Aku benar-benar merasa bersalah. Saat aku hendak meneleponnya sebuah sms masuk dan itu dari Key.

Berbahagialah…semua ini kami yang merencanakannya…raihlah kebahagiaanmu bersamanya…aku ikut senang melihatnya…jangan pernah menangis lagi…arasso ^^ saraghae yeongwonhi…

Mataku benar-benar berkaca-kaca membaca sms darinya. Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Key, mianhe…jeongmal mianhe..

”Kenapa pengantin wanitanya menangis?”seru Siwon Oppa yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam ruangan.

”Oppa…”seruku berjalan menghampirinya dan langsung memeluknya.

”Akhirnya aku melihatmu menikah…”serunya sambil melepaskan pelukanku.

”Key…”seruku.

Dia langsung menaruh jari telunjuknya ke bibirku menyuruhku diam.

”Dia baik-baik saja…kau tahu dia dan Je Ri yang menyiapkan ini semua…dia sangat mencintaimu dan dia ingin melihatmu bahagia…jadi jangan buat dia semakin kecewa dengan mengacaukan semua yang sudah dia siapkan…”jelas Siwon Oppa.

”Keunde…”seruku.

Namun lagi-lagi Siwon Oppa melakukan hal yang sama dan aku hanya bisa terdiam.

”Kau tahu tentang tiga orang yang pernah aku ceritakankan…sekarang orang itu sedang menunggumu di depan altar…kajja…”serunya lagi sambil menggandeng tanganku keluar ruangan.

”Aku bersedia…”serunya sambil tersenyum ke arahku.

Aku pun hanya tersenyum menatapnya, aku melirik ke belakang dan melihat Key sedang tersenyum kearahku. Gumawoyo Key, tapi aku benar-benar merasa bersalah padamu. Dia mengacungkan jempolnya dan tersenyum padaku.

Begitu kami diresmikan menjadi suami-istri, Taemin langsung menicum bibirku lembut di hadapan semua orang.

”Saranghae…”bisiknya di telingaku.

”Nado saranghae….”seruku sambil tersenyum melihatnya.

Sunggu semua ini seperti mimpi. Aku benar-benar bahagia saat ini.

Setelah upacara pernikahan selesai aku berusaha mencari Key aku ingin bertemu dengannya namunaku tidak menemukannya, kemana dia? Aku ingin bicara dengannya.

”Chukkae Hye Jin-ah…”seru Hyo Jin sambil memelukku.

”Ne…kapan kau akan menyusul? Ya kan Oppa…”seruku sambil melirik Jin Ki Oppa yang sedang mengobrol dengan Donghae Oppa.

”Kau ini menyebalkan sekali Hye Jin-ah…”serunya sambil memukul bahuku.

”Noona..kau tidak boleh memukul istriku…”seru Taemin yang tiba-tiba sudah ada disampingku dan merangkul bahuku.

Aku merasa mukaku benar-benar merah padam karena panggilannya tadi.

”Ya Taemin kau juga tidak boleh membentak calon kakak iparmu…”seru Jin Ki Oppa.

”Jin Ki-ya!!!”seru Hyo Jin.

Aku bisa memlihat wajahnya yang kini merah seperti tomat. Kami pun akhirnya tertawa bersama melihat tingkah pasangan ini. Tapi mataku terus saja mencari sosoknya.Key diamana kau? Aku ingin bertemu denganmu.seruku dalam hati.

”Mencarinya?”tanya Taemin begitu kami sudah berdua di belakang taman rumah Jin Ki Oppa. Ya mereka mengadakan pesta sederhana disini yang dihadiri hanya keluarga dan teman dekat saja. Karena memang ini benar-benar pernikahan yang sangat mendadak.

”Ah…annii…”jawabku aku tidak mau membuatnya khawatir.

”Dia sudah pulang…padahal aku sudah memintanya untuk menemuimu tapi dia bilang dia harus pulang segera..mian…”serunya.

”Gwenchana…aku akan menemuinya nanti…”seruku sambil mengelus pipinya dan tersenyum.

Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku dan aku mulai merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Aku mengalungkan lenganku di lehernya dan dia mulai melumat bibirku. Aku pun semakin mendekatkan tubuhku padanya dan menikmatinya.

END

*finally akhirnya selesai juga :) gomawo buat semua reader yg udah mau baca and comment and maaf banget kalo gak aku balesin satu-satu dan maaf bangat kalo cerinta gak banget..hehehe aku masih butuh banyak belajar lagi..oh ya mian juga kalo kepanjangan..kekeke..sekali lagi gomawo for all..tunggu ffku selanjutnya ya..hehehehe*

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

92 thoughts on “LOVE’S WAY – MY LOVE IS YOU [END]”

  1. hyaaaaaaaa…
    akhirnya hyejin sama taemin juga..
    sesuai harapan…
    keren chingu..
    ayo dibua epilognya..hehe.

  2. aakkhirnya…hyejin ama tamemin,,
    bahagianya akuu…
    udah FIN ya??hmmm….daebak lah buat authornya
    aku tunggu karya brikutnya^^

  3. HYAAAAAA AKHIRNYA TAEMINNIE SAMA HYEJIIN \^O^/

    smpet tak kira bkal pisah beneran T^T
    ya ampun aku suka sekali FF nya chingu.. jd pengen jadi hyejin u,u
    kekeke
    *ma’af komen di akhir, soalnya biar sekalian, tp udh tak baca semua nya kok chingu ^^*

    huwa taemin taemin >3<
    *mupeng*

  4. Telat.. telaaat…
    ya ampuuun.. keren bangettt…
    Key kasiaaan T.T
    tapi akhirnya setelah penantian bertahun-tahun mereka bersatu juag hikss.. jadi terharuuu
    Daebakkk >.<

  5. kyaaaa ~ keren banget!! key ama aku aja yaah .. >.<
    tpi seru jg nih! Petualangan cinta taemin! o my God, romance buangeeeettt ..

  6. HIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    HAPPY ENDIIING \^O^/
    tapi buat aku gak happy ending..
    KENAPA???
    soalnya..
    SUAMI AKU KASIAN GITUUUUUUUUU HUWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
    novi jahat, niiiiiiihhhhh
    tega banget sama suami akuuu
    *narik2 baju novi*

    TAPITAPITAPIIIIIIIIIII
    MY KEKEEEEEEEEEEEYYYY
    KAMU BENER BENER DAEBAK!!!
    hati kamu itulooooohhhh
    ampun deh kamu udah sakit brapa kali???
    sekali lagi, kamu bener2 KEREN!!!!
    kamulah pemenangnya, yeobo :*

    eh tapi aku yakin novi udah punya rencana dibalik semua ini, makanya ada key’s epilognya.
    hehehe

    tapi jujur deh, kalo aku ngesampingin rasa simpati aku ke si key, FF INI BENERAN DAEBAK ENDINGNYA!!!!
    NOVI I LOVE UUUUUUUU :*

  7. swweeeetttyyyyy….
    taemin’ah..kau masih kecillll jangan berbuat seperti itu dihadapan orang…ckckckckck…..
    keren-keren….!!!

  8. WUUUUUUUUTTTTTTT
    Sumpah ngga bisa ketebak banget aku kira bakalan nikah sama Key!!!!!!!
    Authornya daebak nih!!!!! Yaampun beneran deh aku kira bakalan nikah sama Key soalnya ada Key’s side .____.
    Hahhhh~ Benar-benar ending yang menyentuh apalagi terakhirnya *yadong* wkwkwwkwkwkw
    Daebakkkk!!!!! Huaaaaaaaaaa!!~~~~

  9. hwwaaaa….. dibikin nangis, ketawa, kesal cmuanya dech….
    Author DAEBAK!!!
    yaudah Key biar cma qw aja hahhahaaa >>>#dilempar ke sungai Han cma para Lockets

  10. novi…8sok akrab* ff nya sumpah..daebak bgt…nge feel bgt..tiap aku baca tiap part nya sm tetem aku ikt deg2an jg…kmrn mlm aku ol 4 jam gara2 ngikutin ff mu ini..keren…awal nya km bnyk2in key..tp makin ke belakang menjurus nya ke tetem..sukaaa..~~

    oh,akhirnya sm tetem jg ya…wah…good job..bahasanya baku tp ga kaku kok…keren dah! 13 jempol super junior buat km..wkwk

  11. oh ya nov…sumpah…nih ff bkin aku nagis…huaaaaa~~ daebak bgt…! sm tetem feel nya kena bgt..aku baca bs smpe deg2an pas adewgan mesra hye jin n tetem…trus pas di akhirnya bs ikutan nangis…knpa ga cb ditawarin ke penerbit buat jd teenlit gt?hehe suer,baru prtma kali ini aku baca FF yg tetem jd main cast nya n feel nya ngena bgt..:D

  12. hooaaa suka bgt sm ide 3 hal itu “apakah org yg mencintai kita, org yg kita cintai dan org yg akan jd pasangan hidup kita adl org yg sama ?”

    DAEBAK !!

  13. Satu kata buat FF ini,, Kerenn,,

    sumpah aku nangis pas Hyejin selalu ingat Taemin,, trs aku nangis lagi waktu Key ngerelain Hyejin buat Mimin,, huh,, apa lagi bacanya sendirian dikamar,, huahhh,, makin kenceng dehh tu tangisan,,,,,

    Kerenn,, kerennn,, suka banget sama FF ini,,, :P

  14. fiiuuuhhh,akhrnya slese jg,.ni crita happy ending tp knpa y ko q mlh nyesek bcanya,kasihan ma key hiks,.ni c namanya cinta pertama yg akhrnya jd cinta terakhir ooh so sweet abeezz, sabar ya my pinky boy,,

    tp keren critanya q ska ska ska…

  15. kyaaaa!
    keren chingu!!
    akhrnya jd dngn taemin jg..
    hatiku bergetar bcnya dr awaL smpe akhir! #pLakk!
    d tgu krya seLanjutny y..
    bwt yg kyuhyun oppa jd main cast ny donk..(author: bnyak maunya Lu!)
    hohohoho

  16. Waaaa.. Bagus banget ceritanya thor(?).. Bener2 berasa!! Haha DAEBAK lah!! Hehe
    Aku pengen nangis pas bagian key sms hyejin pas dy mau nikah.. Bener2 nyesek haha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s