Something More: Jonghyun’s Side [Epilog]

 Something More: Jonghyun’s Side [Epilog]

Author            : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda  (@chandrashinoda)

Main Cast       : Kim Kibum (Key), Kim Jonghyun, Kim Hyora

Support Cast : Other SHINee member, Lee Soon Hee

Genre               : Family, Friendship, Life, Romance

Length             : Sequel

Rating              : General

Disclaimer     : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SM entertainment. I’m just the owner of the story.

Yeah, Jonghyun’s Side. Ini nih sebenernya perasaan Jonghyun yang selalu keliatan penuh misteri. Penasarankah? *gak kali* ok, kita simak aja… happy reading!

***

Aku menatap yeoja yang berdiri di hadapanku dengan penuh harap. Yeoja itu, Hyora, yeodongsaeng-ku satu-satunya. Kebanggaan menyelimutiku melihat sosoknya yang berada diantara gemerlap lampu dan kelap-kelip cahaya kamera. Wajahnya terlihat cantik dan anggun. Jas putih yang dipakainya terlihat putih dan memukau. Jas? Oh, tentu saja, dia seorang dokter yang mendapatkan kehormatan untuk menjadi model di artikel kesehatan seorang temanku.

Jika kutoreh kembali masa lalu, bisa kubayangkan betapa berat perjuangan yang telah dilaluinya. Mulai saat ia memasuki pertengahan usianya yang ke-15. Dia memperkenalkan namja chingu-nya, Kim Kibum, padaku. Namja itu, orang pertama yang membuatku tertarik dengan sinar matanya yang memancarkan banyak perubahan.

Saat itu, ada sedikit rasa sesak yang kurasakan. Hyora yang selama ini adalah yeodongsaeng kecilku telah beranjak dewasa. Seseorang telah merebutnya secara perlahan dariku. Aku merasa mendapatkan suatu ujian. Ujian yang menantangku untuk menjaga sesuatu yang telah kunbesarkan hingga ia mampu berdiri di atas kepercayaan dirinya sendiri.

Secara bertahap aku melihat perubahan sikapnya. Ia menjadi lebih feminin dan suka berdandan. Entah mengapa kelakukannya itu kurasa kurang cocok dengan sikap polosnya meskipun aku tahu ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang model.

Hingga suatu malam hal yang kutakutkan terjadi. Saat ia pulang dengan bekas kissmark di lehernya. Ternyata sudah dimulai. Diusianya yang ke-16, ia telah menjalani masa untuk mencari jati diri dan belajar menjalani hidup yang lebih dewasa.

Awalnya aku sedikit bingung untuk menentukan sikapku. Namun kucoba untuk menanggapinya dengan biasa, meski terkesan misterius. Jujur aku bingung, saat itu usiaku belum genap 20 tahun. Pikiranku sendiri terkadang masih kekanak-kanakan. Tapi aku tak punya pilihan. Umma dan appa dua pribadi yang sibuk, mereka tak mungkin memiliki banyak waktu untuk memperhatikan Hyora. Jadi aku orang satu-satunya yang mampu melakukan semua itu. Ah, tidak! Apakah Kibum bisa membantuku melakukan tugas itu?

Aku mencoba menanam kepercayaanku pada Kibum. Sejauh apa dia sanggup menjaga Hyora. Apakah cintanya benar-benar tulus?

Kusadari menanam benih itu tak mudah. Ia bisa mati jika tak dirawat dengan baik. Atau jika aku mau, aku bisa menggantinya dengan yang lain.

Ujian terakhir yang membuatku hampir menyerah adalah ketika benang yang menghubungkan Hyora dengan cita-citanya terputus. Keputusasaan menikamku. Bagaimana aku harus mengatakan kenyataan itu pada Hyora yang masih labil? Lalu Kibum, kenapa dia begitu ceroboh. Kenapa dia mematahkan kepercayaanku padanya?

Aku tetap bersikukuh dengan kedua pertanyaan itu hingga Kibum mendatangiku dengan sosoknya yang menyedihkan. Tertatih-tatih dengan wajah penuh keringat. ‘Mianhae’ kata sederhana itu yang diucapkannya sebelum kesadarannya lenyap. Entah sejak kapan terjadi. Air mataku menetes di wajahnya. Hey, ada apa denganku? Sesuatu seperti bangkit kembali di dalam diriku. Kesempatan kedua, apakah itu?

Aku ingin membuka kembali kepercayaanku. Kepercayaanku yang masih tersisa untuknya. Saat sosoknya datang lagi dengan membawa sebuket bunga. Ia terlihat bingung dan pasrah dengan keptusanku. Ini yang terakhir. Kuberikan kepercayaanku yang terakhir padanya. Dan, ya, dia telah membuktikannya. Membuktikan bahwa dirinya memang pantas menjaga Hyora, membuktikan bahwa dialah yang akan menggantikan jabatanku untuk melindungi Hyora.

Rasanya ingin menangis jika tahu bahwa tugas lamaku telah berakhir. Dan kini tugas baru telah menantiku. Tugas untuk mengawasinya dari jauh, dan satu lagi tugas istimewa. Aku harus menjaga istriku, Soon Hee.

Oppa, kenapa kau melamun?” tanya Soon Hee tiba-tiba, dan sukses membuyarkan lamunanku.

Aku tertawa kecil. “Gwenchana, Yeobo,” jawabku, sambil menatapnya lembut. Kulihat ia mengerutkan alisnya. Wajahnya terlihat agak letih. “Kau baik-baik saja? Jangan biarkan dirimu kelelahan. Ingat, kau harus menjaga kesehatan bayi kita,”

Soon Hee tersenyum. Ia mengusap-usap perutnya. “Aku baik-baik saja. Jangan khawatir,” bisiknya.

Kuelus rambut ikalnya. Usia kandungannya hampir dua bulan. Dia masih dalam kondisi labil. Hmm.. sepertinya aku harus menjaganya lebih hati-hati.

Kulihat Hyora telah menyelesaikan pemotretannya. Ia terlihat sangat bahagia. Dengan girang ia berjalan ka arahku. “Bagaimana?” tanyanya, “kalian melihatku?!” ia terlihat bersemangat.

“Cantik sekali, Hyora,” komentar Soon Hee yang masih terkekeh dengan tingkah kekanak-kanakan Hyora.

So cool!” aku mengacungkan jempolku padanya.

Hyora tertawa girang. Sejurus kemudian kedua lengannya menarikku dan Soon He eke dalam pelukannya. “Gomawo, Oppa, Eonnie! I love you so much!

Kibum yang sejak tadi memperhatikan tingkah laku kami hanya tertawa. Ia juga terlihat tak kalah bahagia dibanding Hyora.

“Nah, berikutnya giliranmu, Oppa!” Hyora berseru riang.

Aku tersenyum. Astaga, aku juga seorang model sekarang. Geli juga rasanya, karena aku bukan tipikal orang narsis.

“Cepatlah ke sana!” Hyora mendorong tubuhku. Astaga, bersemangat sekali anak ini.

“Iya, ayo, Hyung! Good luck!” Kibum bahkan ikut mendorong punggungku.

Aku mendesah pasrah, “Ne, Key, Hyora!”

Dengan jas putih ini. Pakaian terbesar para malaikat penghuni bangsal pesakitan. Ternyata memberikan hal tak terduga seperti ini. Kurasa ini memang berkat dari Tuhan. Entah apa yang diperbuat Hyora di kehidupannya yang terdahulu. Para malaikat pasti telah memeberitahu Tuhan untuk memberikan balasannya sekarang.

Gemerlap cahaya dan sinar kamera mulai menerpaku. Dari balik kilatan sinar itu kutatap ketiga orang yang berharga bagiku. Ah, tidak, ada empat. Tentu saja, aku tidak akan melupakan calon bayiku.

Kulihat Soon Hee menatapku penuh harap. Yeoja itu terlihat lembut dan keibuan. Dia pasti senang melihatku seperti ini. Hyora terus menyerukan semangatnya padaku, sementara Kibum yang tengah merangkul Hyora ikut menatapku dengan bangga. Hm, pasangan muda yang mesra.

Kuharap kebahagiaan ini akan berlanjut dan tetap seperti ini. Today and always.

Harapan..

Sebuah kata sederhana yang mudah terucap

Entah bermakna atau tidak bagi seseorang, ia mudah terlontarkan

Tapi, tahu kah kau?

Saat kau mempercayai kata sederhana dan tak berarti itu,

 Dia justru memberi keajaiban tak ternilai padamu?

 

Ketika ketakutan menbungkammu,

Kau berteriak, aku takut!

Ketika kesedihan melandamu,

Kau meringis, kenapa ini terjadi padaku?

Ketika kekalahan membuatmu jatuh,

Kau mengerang, usahaku ternyata sia-sia saja!

Ketika rasa bingung merasukimu,

Kau mengeluh, apa yang harus kulakukan?

Ketika dua pilihan yang sulit menghampirimu,

Kau mencibir, haruskah aku memilih?

Ketika cintamu tak terbalas,

Kau menyumpah, semoga kalian akan segera hancur!

Namun ketika kemunafikan tentang cara memandang cinta menguasaimu,

Kau menjawab seolah ikhlas, semoga kau bahagia bersamanya

Ketika keputusasaan meruntuhkan pertahananmu,

Kau merutuki nasibmu, aku tak bisa melakukan apa-apa lagi!

Dan ketika kematian telah menjemputmu,

Apa jawaban yang akan kau berikan?

 

Kita tak pernah tahu permaian sang waktu

Permainan yang mampu menghapus kata-kata abadi dan sejati

Melenyapkan segala yang mengotori miliknya yang berharga

Cepat atau lambat, ia akan terus berputar

Untuk menunjukkan para petinggi yang telah menang menghadapi perubahan fana

Ataupun para kaum jelata yang telah berhasil menjalani kekekalan hukum alam

 

Harapan..

Ya, kata sederhana itu

Percayalah padanya,

Tanamkan ia pada sisi terdalam jiwamu

Tak akan ada keputusasaan jika kau memiliki benih kata sederhana itu

Tak akan ada kata tak bisa untuk merubah penyesalan jika kau merangkulnya

Yang ada hanyalah,

Aku bisa, asalkan aku ingin, aku mau dan berusaha melakukannya..

Tuhan pasti akan mendengarkan permohonan itu..

Dan jangan lupa, segala sesuatu akan terjadi jika kita menjadikannya!

 

**FINISH**

p.s: jadi mainan puisi deh.. ckckckck.. ok semoga kalian gak penasaran sama karakternya dia lagi. Bye~ ‘^^,

©2011 SF3SI, Chandra.

This post/FF has written by Chandra, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

59 thoughts on “Something More: Jonghyun’s Side [Epilog]

  1. Wah Jonghyun, ternyata kau kakak yang baik ya?
    Aku terharu :’)

    Author, akhirnya aku gak penasaran lagi sama sikap Jong yg misterius itu.
    Ternyata dibalik sifat dingin yg dia punya terpendam rasa sayang dan ‘ingin melindungi’ Hyo.
    Oh iya, suka banget kata-kata alias puisi (?) yang ada di paragraf2 akhir :D

    Keren!

  2. hyosan says:

    Akhirnya teungkap juga si misterius jonghyun huahahah#apaansih?authornya hebat bgt bikin cerita nih*2 thumbs.tapi,kayaknya ga mungkin lah jong tipikal yg NGGA narsis wkwk*dibantai blingers

    • chandra shinoda says:

      hehehehe…

      nggak hebat kok…
      ini FF kan aneh ceritanya… ==

      hahahaha… iya… secara, Jong kan narsis kelas kakap.. *plakkk*
      gomawo yah..

  3. deyamonk says:

    huaaaa~~~ PENGEN PUNYA KAKAK KAYAK JONGHYUN!!! JONGHYUN OPPAAAAAAA!!!
    hiks hiks… sedih banget thor, mengharukan… *ngucek-ngucek mata* daebak….

    makin berasa mengharukan mengingat aku yang anak pertama dan nggak punya kakak… enak banget kalo aku bisa punya kakak yg perhatian banget kayak jonghyun… hiks hiks…

    tapi jadi nyadarin aku kalau sebagai kakak aku harus melindungi adek2 ku :’)

    daebak thor!! kalo bisa bikin side story kisah cintanya jonghyun sama soon hee dong… pasti rame! ditunggu karya selanjutnya, thor!! 200000 thumbs up!

    • chandra shinoda says:

      AKU JUGA PINGINNNN!!!!!!!!!!!!!!!!
      eh… jangan nangis dong… ==

      aku juga anak pertama… pingin deh punya kakak,…. T.T

      sama… aku juga menyadarkan diri nih… hahahahaha……

      Jonghyun sama Soon Hee?? ok deh, nanti aku pertimbangkan, soalnya sekarang aku masih sibuk. makasih ya..

  4. kim ra tae says:

    mau dunk punya oppa kayak jonghyun.. *syangnya gw ank pertma*
    berat jg pertarungn btin jjong utk ngsi key izin.. Ckckck..
    Daebak thor :)

    • chandra shinoda says:

      aku juga mau…
      Ehh.. jang pake bahasa gw di sini,… ntar dimarah Lana loh… hehehehe…

      iya begitulah…
      makasih ya..

  5. sagitafunluph says:

    Aku bukan tipikal orang yang narsis??,, Bukannya Jonghyun narsis abiss?? #Pletakk, dijitak blingers,,
    Huwaa, Chan eonn, aku suka banget puisinya,, kata-kata sederhana dengn rangkaian yang sederhana juga tapi menghasilkan makna yang dalem,, Kerenn,, :)

    • chandra shinoda says:

      setujuuuu!!!!!!!!!! dia kan narsisnya kelas kakap…
      tapi gat tau kenapa aku iseng buat dia gak narsis di sini… hahahahahaha………..

      syukur deh kalau suka…
      makasih, ya..

  6. sumpah … ini tuh bener2 bermakna…. aku bisa bayangin si jjong lgi pemotretan ngomong dlm hati kayak gitu .. *kyk pas di drama2 korea lah*

    hwaaaaa!!!!! kata2 nyaaabener2 bermakna aku suka …

  7. loveonewdubu says:

    Woaaaah daebak ni ff author! Ak udh lama liat judul ff ini tp gapernah baca, trs iseng2 ak baca dri part prtama sampe part ini eh trnyata bagus bgt d(>v<)b
    Aaaaa sumpah disini jjong bnr2 tipe kakak idaman bgt, ngelindungin banget adeknya tp sikapnya ga over protektif, keren lah pkknya! d(^^)b

  8. Huwah chingu!!
    Kata2 di bagian akhir dalem bgt!!
    Daebak!!

    Btwbtw..mian datang2 bikin rusuh*??*
    ffnya keren chingu..q udh bca semua.x..keren bgt!!hehehe..
    Q komen langsung semuanya dsini y..hehe

    Awal.x menurutq biasa aja chingu..tpi makin diikutin ko makin penasaran ya??
    Kupikir ujung2.x key g bakalan sma hyora..coz jjong kyk.x udh marah bgt..eh tapi ujung2nya..happily ever after..hehehe

    Ditunggu karya selanjutnya chingu!!^.^

    • chandra shinoda says:

      dateng juga ni bocah… hahahaha..
      ok, makasih deh udah suka…..
      suka sama JJong?? awas ntar digetok Onkey… hahahahaha

  9. yeojaegyeo says:

    Jonghyun oppa,
    you? DAEBAK,
    Author LEBIH DAEBAK!

    Kakak laki2 emang harus gitu ke adek perempuannya,

    chingue, ditunggu ff lainnya

  10. hyunri_flames says:

    puisinya daebak. artinya dalem banget. sama kayak yg aku lg rasain #galauanaksmaygbaru lulus T.T
    ternyata jjong oppa udah percaya sama key dari pertama :o walaupun key nya bandel bandel dikit >,< mwahahaha

  11. amellia says:

    kta2nya krennn abizz.. tpi bwat j0nghyun side nya kurang puas. kcpetan, jdi srasa kpndkan *plakk*reader gaje~ mian ng0men sampah +gaje.

  12. nai says:

    Jonghyun so sweet banget sih jadi kkak.
    Pengen punya satu deh yg kayak jonghyun.
    Suka puisi nya! Keren banget thor!

  13. Shin Seul Byeol says:

    Aaaaaaa jjong baikbaik bgtbgtttt
    Sedih deh yang dia ngerasa udah harus ngeelpas hyora
    Aiiii kibum emang daebak(y)
    Aiiiii bener banget itu kata2nya…..
    Makasih yaaaa itu kata2 paragraf terakhir bener2 bikin semangat buat ngejadiin harapan kita:’)

  14. jajaa says:

    bahasanya daleeem dan bermakna banget.
    ternyata jong diam-diam kayak begini. hahaha
    wah ternyata jongnya udh rela ngelepasin hyora ke kibum. baguslah (?)
    daebak :)

    • chandra shinoda says:

      Ehm… Boleh, sih… Tapi inget peraturan di blog ini kalau mau copast, yah… ^^
      makasih udah sempetin baca..

  15. Aku kira pas baca ff ini Jjong suka ma adeknya, ternyata Jjong kakak yang baik, haha. Jonghyun bukan tipikal orang narsis? Aigoo~ dia suka sok ganteng gitu kalo di depan kamera, suka jilat bibir bawahnya sendiri, sering nyibakin poni kebanggaannya, pokoknya sok ganteng! #semangat45, haha. Nice epilog chingu~!

    • chandra shinoda says:

      Eh?
      Kamu author di FFindo, kan?
      Wah…. Seneng dEh mau mampir ke sini… Mau bAcA FF-ku pula…
      *plakKk*

      xixixi… Kalau aku buat JJOng suka sama adEknya ntar gawat.. Jadi broMance nanti.. Hahahaha..

      Setuju niH sama kamu.. Di sini emang agak ganjil!
      Secara, JjoNg tUh narSisnya udah tingkat Dewa!
      *diHajar blingerS*

      ok.. MakasiH koMenNya… ^^ tUh narSisnya udah tingkat Dewa!
      *diHajar blingerS*

      ok.. MakasiH koMenNya… ^^

  16. rillataemshawol says:

    waaah paragraf2 terakhir sangat mengharukan kayanya gak cocok di namain puisi maybe kata2 petuah atau apaaa gituu…

    waaaw daebak jarang2 ada yg kaya ginian mantep banget
    kayaknya aku mau kaya jjong jadi kakak yg baik untuk adiknyaa

    pokoknya daebak kata2 itu harus diingat *cielah*
    HUUAAAA T.T

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s