The Pervert Nerd – Glasses 9

TITLE : The Pervert Nerd – Glasses 9

AUTHOR : Yuyu a.k.a Younji

Main Cast :

  • Choi Minho
  • Yoo-moogeun as Lee Seorin

Support Cast :

  • Kim Jonghyun
  • Lana Carter’s Han Yuna
  • Onew
  • Key
  • Lee Taemin
  • Fairuz Kim as Kim Rinhae
  • Minniemint as Park Minji
  • Ryeoshibum21 as Il Sora
  • Son Dongwon
  • Krystal Jung

Length : Sequel

Genre : Romance, Angst, Sad, Humour, Friendship

Rating : PG – 16

Special Thanks To : Galih

THE PERVERT NERD

 

“Ouch!” Seorin meringis saat ujung pisau yang ia pegang lagi-lagi mengenai jari-jarinya entah untuk ke berapa kalinya. Seorin mengibas-ngibaskan tangannya di udara lalu meniupkan lukanya sendiri sebelum ia membersihkannya. Seorin kembali berkutat dengan kegiatan awalnya, mengiris daging. Seorin meminta bantuan Nyonya Lee untuk mengajarinya memasak, meski cuma satu hidangan saja. Sesekali, ia ingin menyiapkan makan malamnya dan Minho. Dan seperti ini lah jadinya sekarang. Meski jari-jari tangan Seorin harus tergores beberapa kali, tapi ia merasa cukup puas karena masakannya terasa normal.
Seorin menepukkan kedua tangannya dengan pelan sambil memandangi hasil masakannya yang sudah ia tata dengan rapi di atas meja dengan bangga. Seorin mengecek jam. Biasanya Minho sudah datang, tapi mungkin malam ini namja itu akan sedikit terlambat. Seorin duduk di meja makan dan tersenyum masih sambil menatap hasil karyanya. Sebentar lagi saat Minho datang, dia pasti akan terkejut dan memberikan pujian untuk Seorin.

Satu jam berlalu, tapi Minho masih saja belum datang. Seorin mengeluarkan hp nya. Ingin sekali dia menghubungi Minho, menanyakan kenapa dia masih juga belum datang. Seorin meletakkan hp nya diatas meja dengan kasar. Dia tidak bisa menelpon Minho hanya karena dia datang terlambat, Seorin harus bersabar menunggu sedikit lebih lama.

Seorin melirik jam dengan lelah. Sudah jam 9 lebih, masih mungkinkah Minho datang? Tapi Minho tidak pernah seperti ini sebelumnya. Biasanya Minho akan selalu mengabari Seorin jika dia tidak jadi datang seperti beberapa hari yang lalu saat Minho harus menemani Tuan Choi mengikuti pesta ulangtahun perusahaan rekan kerjanya.

Seorin memberanikan dirinya untuk menelpon Minho. Seorin menekan angka 1 cukup lama hingga tersambung ke nomor Minho.

“Yeoboseyo.” Sapa Minho dari seberang sana. Seorin terlonjak pelan dan segera meluruskan duduknya meski ia tau Minho tidak bisa melihatnya saat ini.

“Hmm, kau tidak datang malam ini?” Tanya Seorin dengan ragu. Minho tidak langsung menjawab dan hanya memberikan keheningan.

“Maaf, malam ini tidak bisa.” Jawab Minho akhirnya.

“Ah, gweanchanayo. Kau sedang sibuk sekarang?” Seorin berusaha membuat suaranya tetap terdengar ceria agar Minho tidak tau betapa kecewanya Seorin saat ini.
”Ne.” Jawab Minho lagi. Seorin mengucapkan beberapa kata sebelum memutuskan saluran telpon.

“Hah! Makanannya sudah dingin.” Gerutu Seorin. Seorin mengambil sumpit dan memulai makan malam yang telat seorang diri.

***

Minho merapikan rambutnya dan memastikan pakaiannya tidak kusut sebelum dia keluar dari kamarnya. Minho melangkah mundur, melirik kunci mobilnya yang tergeletak begitu saja. Minho terlihat ragu untuk mengambil kunci mobilnya, tapi dia tau dia akan terlambat sampai ke rumah Seorin kalau dia tidak membawa kendaraan sendiri. Dia harus ‘berterima kasih’ pada gurunya yang menahan dia hampir seharian di sekolah untuk mendiskusikan sesuatu yang benar-benar membosankan.

Minho memutuskan memang lebih baik kalau dia membawa mobilnya. Sesekali mengebut rasanya tidak terlalu buruk. Minho menuruni anak tangga sambil berlari kecil.

Minho tersenyum lebar saat dia melihat lagi mobil kesayangannya. Dengan langkah ringan, Minho mendekati mobilnya dan bersiap membuka mobil saat dia melihat dari sudut matanya ada seseorang berdiri tak jauh darinya. Minho menoleh dengan cepat. Senyuman di wajahnya menghilang total. Langkah yang tadinya ringan kini terasa sangat berat, bahkan rasanya seperti sedang menginjak lem super yang merekatkan kedua kakinya di aspal yang ia pijaki saat ini.

“Minho oppa.” Hanya itu yang dikatakan oleh orang itu tapi berhasil membuat dunia Minho jungkir balik. Ia tak bisa melihat pemandangannya disekitarnya, tak bisa juga mendengar gesekan daun yang tertiup angin atau apapun. Satu-satunya yang bisa ia lihat dan dengar hanyalah yeoja yang berada dihadapannya saat ini.

“Aku sudah kembali.” Lanjut yeoja itu. Minho menelan air liurnya. Ia tidak tau harus berkata apa. Mendengar suara yeoja itu benar-benar membuatnya terhipnotis.

“Aku Krystal, oppa tidak lupa kan?” Suara Krystal terus terngiang di telinganya.

***
Baik Minho ataupun Krystal tak bersuara selama lebih dari 10 menit setelah mereka sampai di pinggir sungai Han. Minho memandang lurus ke depan. Tangannya mencengkram stir mobilnya dengan erat. Minho bahkan belum mengucapkan sepatah katapun sejak kehadiran Krystal. Minho hanya mengangguk dengan ragu saat Krystal bertanya apakah mereka bisa berbicara sebentar. Minho tidak tau harus ke mana, jadi dia melajukan mobilnya ke sungai Han dan sekarang mereka berdua duduk berdampingan dengan kesibukan pikiran mereka sendiri.

“Maaf karena waktu itu aku pergi begitu saja.” Krystal membuka pembicaraan lebih dulu. Minho mengatupkan rahangnya dengan erat, menghentikan dirinya sendiri sebelum ia menoleh pada Krystal.

“Sepertinya aku benar-benar tidak bisa dimaafkan, ya? Tidak hanya oppa, bahkan Dongwoon oppa pun masih sangat marah padaku.” Krystal tertawa pahit.

“Kapan kau kembali ke Seoul?” Minho mengerahkan seluruh tenaganya untuk bisa mengeluarkan suara dan ternyata tidak sesulit yang ia bayangkan. Krystal menoleh ke arah Minho, tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena Minho akhirnya mau membuka mulut.

“Tadi siang. Dan aku langsung datang menemui oppa setelah pulang ke rumah untuk memberesi barang-barangku.”

“Kenapa kau tidak pernah memberikan kabar apapun? Apa kau tidak tau kalau aku …” Minho menghentikan kata-katanya. Nafasnya mulai terasa berat. Minho menoleh pada Krystal setelah meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia mampu melanjutkan kata-katanya sambil menatap kedua mata Krystal, “… selalu menunggumu untuk kembali?”
Krystal tersenyum. Ia sadar ia telah membuat Minho menderita, namun tak urung bibirnya tersenyum mendengar perkataan Minho barusan. Krystal bisa melihat kejujuran di mata Minho. Namja dihadapannya ini memang benar-benar menunggunya.

“Aku tau. Maafkan aku oppa. Kupikir aku tidak akan bisa menganggapmu lebih dari seorang oppa. Tapi sepertinya aku sudah sadar sekarang, meskipun aku tau sangat terlambat. Oppa, kau adalah orang yang sangat berarti untukku dan aku ternyata tidak bisa kehilanganmu.”
Rasanya sudah cukup kejutan yang diberikan Krystal dengan kemunculannya yang begitu tiba-tiba saat ini, tapi kenapa Krystal justru harus berkata seperti itu? Tidak taukah dia bisa saja meruntuhkan pertahanan diri Minho setiap detiknya? Kata-kata yang selalu diimpikan Minho akan keluar dari mulut Krystal sekarang benar-benar menjadi kenyataan. Krystal baru saja mengatakan ia tidak bisa tanpa Minho. Jantungnya berdetak keras. Sama seperti ketika dulu dia melihat yeoja itu setiap hari. Ketika yeoja itu bergelayut manja dan menariknya ke sana kemari seperti anak kecil.

Dering hp Minho membuyarkan kenangan masa lalu yang terbentuk di pikirannya. Minho menatap nama pemanggil dan nafasnya kembali terasa berat. Minho menekan tombol jawab dan menempelkan hp nya di telinga kanan.

“Yeoboseyo.” Sapa Minho singkat.

“Hmm, kau tidak datang malam ini?” Suara Seorin terdengar ragu dari seberang telpon. Minho tidak langsung menjawab dan hanya memberikan keheningan. Ia sedang memikirkan jawabannya yang ia butuhkan dan otaknya bekerja dengan luar biasa terlambat malam ini.

“Maaf, malam ini tidak bisa.” Hanya itu yang bisa Minho berikan sebagai jawaban. Ia bisa saja memberikan alasan panjang lebar, tapi dia tidak ingin Krystal bertanya atau mungkin berpikir macam-macam padanya nanti. Minho bahkan tidak bisa mengucapkan nama Seorin dihadapan Krystal.

“Ah, gwaenchanayo. Kau sedang sibuk sekarang?” Minho bisa mendengar nada kecewa dari suara Seorin. Tapi kenapa dia tidak bisa mengatur pikirannya dengan benar?
”Ne.” Jawab Minho lagi. Seorin mengucapkan beberapa kata sebelum memutuskan saluran telpon. Minho menyimpan kembali hp nya dan mendesah pelan. Dia bisa saja meninggalkan Krystal, mengatakan padanya kalau dia sudah punya janji lain. Meski Minho dan Seorin tidak membuat janji sebelumnya, tapi makan malam bersama sudah menjadi kebiasaan rutin mereka setiap malamnya semenjak Minho tidak lagi tinggal di sana.

Dan sekarang, karena kepulangan Krystal, Minho bahkan melupakannya. Tidak sedikitpun dia teringat pada Seorin, tidak sampai nama Seorin muncul di layar hp nya.

“Nugu?” Tanya Krystal hati-hati.

“Naui chingu.” Minho lagi-lagi menjawab dengan singkat dan membiarkan keheningan kembali meliputi mereka mereka.

“Bagaimana dengan laki-laki itu? Bukankah kau pergi meninggalkan semua orang demi sosok misterius itu?” Suara Minho terdengar sinis. Tidak bisa dipungkiri, dia masih merasa terkhianati atas sikap Krystal waktu itu. Memang, tak pernah sekalipun mereka berdua menjalin hubungan serius karena meskipun Krystal tau tentang perasaan Minho, Minho tidak pernah dengan resmi menyatakan suka dan meminta Krystal menjadi pacarnya. Tapi tetap saja, tingkah Krystal yang berniat pergi diam-diam membuat Minho sangat terluka.

“Kami hidup bersama dengan baik. Aku tidak menyesal pernah menyukainya dan pergi ke Prancis agar bisa bersama-sama. Tapi harus kuakui, aku mulai menyesal karena meninggalkan oppa. Kurasa, sebagian dari diriku tertinggal ditempat yang sangat jauh dan aku kembali untuk mengambil bagian lain dari diriku yang waktu itu kutinggalkan.”

“Dan bagaimana kau bisa yakin kalau aku adalah bagian lain dari dirimu? Bagaimana kau bisa datang menemuiku dengan begitu percaya diri, berharap aku bisa menerimamu kembali dengan tangan terbuka?” Tukas Minho agak keras.

“Karena kau adalah Minho oppa, uri Choi Minho.” Krystal tersenyum. Meski hatinya merasa sangat panik saat ini, ia tau Minho tidak akan bisa menolak senyumannya. Saat Minho tak lagi mencercanya dengan kata-kata yang tajam, Krystal mencondongkan tubuhnya, melingkarkan tangannya dileher Minho dan memeluknya dengan erat. Minho menggeram pelan dan menundukkan wajahnya hingga menyentuh pundak Krystal.

“Aku masih marah padamu, sangat marah.” Gumam Minho.

Krystal terkekeh pelan lalu mengeratkan pelukannya, “Aku tau. Dan aku akan menebusnya dengan selalu berada disisi oppa.”

Minho tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum. Pemikiran tentang Krystal yang selalu berada disisinya membuatnya merasa bahagia. Minho balas memeluk Krystal.

Kali ini mereka kembali tidak bersuara, tapi tidak ada sedikitpun kecanggungan yang mengerumuni mereka.

***

“Wah, aku masih tidak bisa percaya kalau sekarang oppa adalah ketua OSIS. Benarkah? Oppa bahkan tidak pernah masuk kelas lebih dari dua kali dalam seminggu.” Ejek Krystal saat dia dan Minho berjalan berdampingan sepulang sekolah.

“Menurutmu kenapa aku bisa menjadi siswa teladan sekarang?” Minho tersenyum tipis. Krystal melingkarkan tangannya dilengan Minho dengan erat.

“Gomawoyo oppa.” Ujar Krystal singkat. Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa Minho benar-benar rela berubah demi dirinya, meski harus Krystal akui kata-katanya saat di bandara waktu itu hanya untuk memukul mundur Minho. Tapi siapa yang tau jika ternyata Minho memang benar-benar bisa berubah menjadi lebih baik, bahkan sangat baik.

“Bagaimana hari pertamamu di kelas tadi?” Tanya Minho.

“Sangat menyenangkan. Mereka semua sangat baik padaku.” Jawab Krystal dengan bersemangat. Minho mengacak pelan rambut Krystal sebelum langkahnya terhenti tiba-tiba. Krystal ikut menghentikan langkahnya dan mendongak untuk melihat orang yang berdiri dihadapan mereka.

Seorin menatap Minho dan Krystal bergantian, lalu tangan Krystal yang masih memeluk lengan Minho yang bahkan tidak mencoba untuk melepaskannya.

“Oppa, kau kenal dia?” Tanya Krystal setelah beberapa saat karena baik Minho maupun Seorin tidak bersuara. Tenggorokan Minho tercekat. Ia merasa berada di posisi di mana dia tidak bisa maju ataupun mundur. Minho memejamkan matanya dan mendesah pelan.

“Seorin-ah.” Panggil Minho singkat.

“Annyeonghaeseyo, Krystal Jung imnida.” Sapa Krystal dengan ramah. Seorin membungkukkan badannya sedikit dan ikut memperkenalkan dirinya sendiri sementara pikirannya terus menyuarakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa ia suarakan sendiri.

Siapa yeoja ini? Kenapa dia tiba-tiba saja muncul dan berada begitu dekat dengan Minho? Seorin yakin, dengan sifat Minho, ia tak akan membiarkan orang asing menempelinya begitu saja. Mereka pasti sudah kenal sejak lama.

“Seorin-ah, nanti aku akan menelponmu.” Bisik Minho pelan saat Minho dan Krystal berjalan melewatinya. Seorin memerosotkan bahunya. Kenapa ia merasa takut? Minho yang baru saja berdiri dihadapannya seperti bukan Minho yang ia kenal selama ini. Sekuat apapun Seorin meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu tidak benar, ada sebagian kecil dalam dirinya yang tidak bisa menerima penyangkalannya.

“Siapa dia? Seorang teman lama? Dongwoon! Dia pasti tau!” Seorin bergumam pada dirinya sendiri lalu berlari sambil mengeluarkan hp nya untuk menghubungi Dongwoon.

***

Seorin terduduk lemas di sofa ruang nonton seorang diri. Dia tidak mau repot-repot memikirkan ke mana Nyonya Lee saat ia pulang dan mendapati rumah dalam keadaan kosong. Sudah berapa lama dia berdiam diri seperti itu? Ia sendiri bahkan tidak bisa mengingatnya lagi.

“Yeoja yang membuat Minho salah paham padaku adalah Krystal, yeoja yang dia cintai, naeui yeodongsaeng-ieyo.”

Seorin sudah mengusir suara Dongwoon dari benaknya tapi tidak mampu. Sejak ia sampai di rumahnya, hanya kata-kata itu yang bisa ia dengar, lagi dan lagi.

Dada Seorin terasa sesak. Kenapa kenyataan itu bisa memberikan efek yang begitu luar biasa padanya? Seorin tak bisa lagi melihat ke sekelilingnya, semuanya terlihat gelap. Samar-samar Seorin mendengar suara dari televisi yang berhasil menariknya kembali ke alam sadar. Seorin mendongak dengan malas ke layar televisi untuk melihat seorang reporter wanita berbicara dengan lugas.

“… Mr. Choi secara tegas mengumumkan putranya sebagai pewaris resmi dari Choi Corp. Pernyataan ini secara tidak langsung juga menyatakan kebenaran tentang desas-desus yang beredar selama ini mengenai pertunangan Choi Minho-ssi—putra dari Mr. Choi—yang akan digelar tak lama lagi. Banyak pihak yang menduga calon tunangannya adalah Jung Krystal-ssi, putri tiri Mr. Son yang selama ini memang menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan Mr. Choi. Berdasarkan sumber informasi kami, beberapa hari yang lalu Jung Krystal-ssi baru saja kembali dari Paris. Sampai berita ini diturunkan, masih belum ada pernyataan resmi mengenai calon besan Mr. Choi.”

Seolah ucapan Dongwoon tidak cukup untuk melukainya, serentetan kalimat dari reporter SBS berhasil membuatnya menahan nafas. Kenapa semuanya tiba-tiba saja berubah dengan cepat? Rasanya seperti mimpi buruk bagi Seorin. Seorin mengeluarkan hpnya, membuka kunci layar dan melihat tidak ada panggilan masuk sekalipun.

Bukankah Minho telah berjanji akan menelponnya? Benarkah Minho masih menyukai Krystal? Benarkah mereka akan bertunangan?

Seorin mengerang pelan, menengadahkan kepalanya untuk menatap langit-langit dan menahan agar airmatanya tidak meluap turun. Seorin menggenggam hp nya semakin erat, dengan ragu ia menekan angka satu cukup lama hingga tersambung dengan nomor tujuannya.

“Yeoboseyo.” Jawab Minho buru-buru.

“Minho-ya.. Apa kau—“
”Maaf Seorin, aku harus pergi sekarang. Aku akan menghubungimu lagi nanti.” Minho mematikan sambungan telpon tanpa menunggu reaksi dari Seorin. Seorin membuka mulutnya dengan tidak percaya. Tidak pernah sekalipun Minho bersikap seperti ini padanya. Bahkan saat dia sedang menemani Tuan Choi untuk menghadiri pesta beberapa rekan bisnisnya, Minho masih menyempatkan diri untuk mengobrol dengan Seorin.

Seorin kembali menatap layar televisi yang sekarang menampilkan gambar Minho dan Krystal bersebelahan. Jadi, benarkah itu? Choi Minho akan segera menjadi tunangan Krystal Jung.

***

Minho mematikan televisi yang baru saja menyiarkan kabar burung tentang pertunangannya. Lucu sekali. Minho sendiri belum mendengar Tuan Choi mengungkit tentang pertunangan, tapi kenapa berita itu justru menyebar luas dengan cepat seperti penyakit menular? Minho menggelengkan kepalanya pelan lalu mengeluarkan hp nya hendak menelpon Seorin sesuai janjinya. Tuan Choi tiba-tiba saja muncul dan menepuk pundak Minho. Minho menoleh dengan cepat, melihat Tuan Choi tersenyum padanya.

“Waeyo appa?” Tanya Minho sambil memasukkan kembali hp nya.

“Sudah melihat berita itu?” Tuan Choi mengedikkan kepalanya ke arah televisi yang sekarang berwarna hitam. “Kau tidak keberatan, bukan?”

Minho terdiam di tempatnya. Apakah dia keberatan? Sejujurnya dia sama sekali tidak tau apa yang ia inginkan saat ini. Krystal ataukah Seorin? Tuan Choi kembali tersenyum tipis, mengartikan sikap diam Minho sebagai persetujuan.

“Kau tau, menurut appa, kalian sangat serasi. Appa tau kau tidak akan pernah mengecewakan appa.” Tuan Choi berjalan melewati Minho dan memasuki ruang kerjanya. Minho tidak sadar berapa lama dia terpaku di sana hingga dering telpon menyadarkannya.

“Krystal-ah, waeyo?” Tanya Minho begitu dia mengangkat telponnya.

“Oppa! Kau bisa datang sekarang?” Suara Krystal terdengar panik. Dari latar belakangnya terdengar suara riuh, beberapa orang, bahkan mungkin puluhan berlomba-lomba menyuarakan pertanyaan yang berdengung ditelinga Minho.

“Krystal-ah, kau di mana? Apa yang terjadi?” Tanya Minho sambil berlari kecil keluar dari rumah.

“Aku sedang makan malam di restoran dan tiba-tiba saja muncul wartawan entah dari mana yang mengacung-acungkan kamera padaku. Kau bisa menjemputku, oppa? Aku tidak bisa menghubungi Dongwoon oppa, aku tidak tau harus meminta tolong pada siapa lagi.” Kepanikan dari suara Krystal sama sekali tidak berkurang. Minho membuka pintu mobilnya dan dengan cepat menghempaskan tubuhnya di kursi pengemudi.

“Aku akan segera ke sana. Jangan ke mana-mana sebelum aku sampai, araseo?” Minho menyelipkan hp nya di telinga dan pundaknya sementara tangannya sibuk menyalakan mesin mobil. Ia tidak bisa bersantai sedetik saja sementara dia tau Krystal sedang menjadi bulan-bulanan para kuli tinta. Tentu saja. Siapa yang tidak ingin mengejar berita besar? Mereka semua pasti akan senang menjadikan berita pertunangan ini sebagai berita utama selama beberapa minggu.

Minho menyelipkan ibu jarinya dibibir dengan gugup saat mobilnya terhenti di persimpangan jalan ketika lampu merah menyala. Ia tidak boleh terlambat, tidak bisa. Hp nya kembali berdering, agak membuatnya kesal. Tidak taukah kalau dia sedang mengejar waktu?

“Yeoboseyo?” Sapa Minho setelah mengangkat telponnya dengan terburu-buru, ia bahkan tak memperhatikan nama pemanggilnya.

“Minho-ya.. Apa kau—“ Suara Seorin terdengar di seberang telpon. Jangan tanyakan mengapa Minho bisa tau, ia hanya terlalu mengenali suara yeoja ini di manapun.
”Maaf Seorin, aku harus pergi sekarang. Aku akan menghubungimu lagi nanti.” Minho mematikan telponnya dengan cepat saat lampu lalu lintas berubah hijau dan kembali melajukan mobilnya. Ia merasa bersalah pada Seorin. Jelas-jelas dia sendiri yang sudah berjanji akan menghubungi Seorin, tapi dia tidak melakukannya. Dia tidak punya pilihan untuk saat ini, keadaan Krystal jauh lebih mendesak dan dia tidak bisa mendahului Seorin.

***

Seorin mendesah pelan. Ia menendang kakinya diudara dengan pelan. Ia kesulitan tidur semalam dan itu sama sekali tidak membantu keadaannya saat ini. Kenapa Minho berubah begitu drastis dalam sekejap? Rasanya sangat mengerikan bagi Seorin. Minho yang biasanya selalu berada di sisinya, Minho yang selalu mengutamakannya sekarang sudah tidak ada lagi. Untuk selamanya kah?

“Yaa, kenapa kau? Pagi-pagi seperti ini sudah melamun.” Tegur Sora saat Seorin kembali mendesah.

“Gwaenchanayo. Jeongmal.” Elak Seorin. Sora menaikkan sebelah alisnya, jelas sekali tidak percaya dengan kata-kata Seorin.

“Oh! YUNA!!!!” Teriak Sora dengan kencang saat ia melihat Yuna beberapa meter di depannya. Yuna dan Jonghyun yang awalnya sedang mengobrol sontak langsung menoleh ke sumber suara. Yuna terkekeh pelan, kembali mengucapkan sesuatu pada Jonghyun yang ditanggapi dengan senyuman oleh Jonghyun sebelum Yuna menghampiri Sora. Jonghyun tak bergerak di tempatnya sampai Yuna menghampiri kedua sahabatnya. Yuna melirik ke arah Jonghyun yang melambai tipis lalu berjalan pergi.

“Waah, kau yakin itu Kim Jonghyun si playboy? Kenapa aku merasa dia terlihat, hmm… sangat jinak?” Ejek Sora. Yuna memberengutkan wajahnya.

“Berhentilah membicarakan dia. Kau dan Key juga tidak terlihat seperti kuncing dan anjing lagi.” Balas Yuna tidak mau kalah.

“Kau lihat itu Seorin? Sekarang dia bahkan membela tunangannya.” Sora setengah berteriak dengan nada yang dibuat-buat. Seorin terkekeh pelan. Kedua sahabatnya sekarang telah berubah, tidak banyak tapi cukup untuk dapat membuat mereka menyadari perubahannya.

“Oh! Minho-ssi!” Ucap Yuna sambil menunjuk ke seberang koridor. Minho menghentikan langkahnya saat mendengar namanya di sebut. Krystal ikut menghentikan langkahnya, masih menggandeng tangan Minho dengan manja.

Minho menatap Seorin cukup lama. Apa maksud dari tatapan Minho? Seorin sama sekali tidak bisa membacanya.

Krystal menarik tangan Minho, membuat perhatian Minho kembali terarah padanya. Krystal tersenyum manis—sesuatu yang Seorin tau tidak pernah ia berikan pada Minho—dan mengajak Minho melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda.

Sora mendengus kesal dan melipat kedua tangannya di depan dada dengan kasar.

“Apa-apaan hoobae itu? Baru datang langsung menempel pada Minho?”

“Apa dia tidak tau kalau Minho-ssi dan kau pacaran?” Yuna menatap Seorin yang menundukkan wajahnya, tak berani menatap sahabatnya.

“Benar, apa wanita itu ingin mati, heh? Kenapa dia harus mengganggu namja yang sudah menyukai wanita lain?”

Seorin menundukkan wajahnya semakin dalam. Tidak, kedua sahabatnya salah. Mereka tidak pernah pacaran—tidak secara resmi. Minho tidak pernah mengatakan cinta ataupun meminta Seorin untuk menjadi kekasihnya. Minho hanya selalu mengatakan ‘Kau adalah milikku’ pada Seorin. Lalu bagaimana dengan Minho?

Ingin sekali Seorin tertawa kencang, tapi ia urungkan niatnya karena dia tidak mau dianggap gila oleh Sora dan Yuna. Bukankah semua hal yang indah hanya bersifat sementara? Kenapa Seorin menjadi tamak dan ingin terus merasakan kebahagiaannya saat bersama Minho?

Mungkin bagi Minho, Seorin hanyalah mainan. Mungkin bagi Minho, Seorin hanyalah tempat untuk mencurahkan perhatiannya yang tidak bisa ia berikan pada Kyrstal. Mungkin bagi Minho… Entahlah, Seorin tidak tau lagi apa kata-kata yang tepat. Tapi bagi Seorin, Minho adalah segala hal yang bisa membuatnya merasa tidak karuan. Apakah sekarang semuanya berakhir bahkan sebelum mereka memulainya?

***

Minho menghentakkan keyboardnya dengan geram. Ia mencoba untuk menyelesaikan laporan yang dimintai Kepala Sekolah tapi ia sama sekali tidak bisa mengetiknya dengan benar. Wajah Seorin terus menghantuinya. Tatapan itu, tatapan yang terlihat sendu dan menyayat hati Minho. Kapan terakhir kali ia berbicara dengan yeoja itu? Kapan terakhir kali dia melihat yeoja itu tertawa?

Minho melepaskan kacamatanya, lalu meletakkannya dengan sembarangan diatas meja. Minho mengusap wajahnya sendiri dengan kasar dan membenamkannya diatas meja.

“Hyung~~” Panggil Taemin begitu dia masuk ke dalam ruangan OSIS. Minho mengangkat kepalanya dan melihat empat member SHINee lainnya masuk ke ruangan.

“Ya, Minhho-ya. Ada apa dengan kau dan Seorin?” Tukas Jonghyun begitu dia langsung menghampiri Minho. Minho hanya diam dan memandang keluar jendela. Perlukah hyung yang satu ini menyebut nama Seorin? Seperti Minho belum cukup pusing saja dibuatnya.

“Krystal selalu menempelimu sejak dia kembali ke Seoul dan kau sama sekali tidak keberatan. Bagaimana dengan Seorin? Bukankah dia pacarmu?” Key ikut mencerca Minho. Minho mendengus kesal dan menatap kedua orang yang sekarang berdiri dihadapannya.

“Jangan ungkit masalah ini untuk sekarang, aku sudah cukup pusing, oke?” Sentak Minho.

“Memangnya kalau kau pusing, masalah ini bisa langsung diselesaikan? Yang harus kau lakukan adalah melakukan sesuatu.” Key berkacak pinggang dan tersenyum sinis.

“Seriously, kau tidak bisa memperlakukan Seorin seperti ini. Bukan hanya hubungan kalian saja yang dipertaruhkan. Apa kau tidak tau kalau Yuna dan Sora terus mengomeli kami sepanjang hari?” Tambah Jonghyun yang tidak memedulikan kekesalan Minho.

“Hyung, sudahlah, aku yakin kalian tidak akan mau melihat Minho hyung meledak kan?” Taemin mencoba menengahi. Jonghyun menggerutu tidak jelas sebelum mengikuti saran Taemin dan menghempaskan dirinya di samping si maknae.

“Hyung, kalau menurutmu bagaimana?” Tanya Key yang sedang menghampiri Onew dan duduk di sebelahnya. Onew melirik ke arah Minho yang sedang menatapnya dengan sungguh-sungguh.

Onew tersenyum kecil, “Aku tidak bisa menarikmu dari Krystal dan mendorongmu pada Seorin. Kami semua tau sudah berapa lama kau menunggu Krystal dan berubah demi dia. Tapi kami juga tau bagaimana Seorin sudah membuatmu bahagia akhir-akhir ini. Jika ada satu pertanyaan, siapa yang paling tidak ingin kau lukai?”

Minho membuka mulutnya untuk memberikan jawaban, tapi mulutnya hanya terbuka begitu saja tanpa jawaban yang mengalir keluar.

“Tidak perlu kau jawab, cukup kau saja yang tau. Aku hanya berharap kau memikirkan pertanyaan itu dengan baik. Siap yang tidak ingin kau lukai? Siapa yang ketika terluka juga akan membuatmu terluka? Jangan sampai kau melukai orang itu, Minho-ya.” Lanjut Onew. Minho hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

“LEE TAEMIN!!! NEO JIGEUM EODISEO!?” Teriak sebuah suara yang membuat seluruh member SHINee tersentak kaget, apalagi yang namanya disebut.

“Omo! Omo!” Taemin berdiri dengan panik dan berjalan tidak karuan ditempatnya, “Katakanpadanyakalauakutidakadadisini!” Ucap Taemin dalam satu tarikan nafas yang sulit dimengerti. Taemin memutari sofa dan berniat bersembunyi dibaliknya, tapi Minji sudah lebih dulu masuk ke ruang OSIS dan memergoki Taemin.

“Yaaa, jangan coba-coba sembunyi. Kau harus belajar matematika hari ini, ingat?” Tanya Minji geram. Ia sudah mencari Taemin sejak bel pulang berbunyi, tapi Taemin justru tidak terlihat di manapun.

“Aku tidak mau! Aku tidak mau!” Rengek Taemin. “Matematika hanya membuatku pusing!”

“Tapi eommonim memintaku untuk mengajarimu! Memangnya kau mau gagal lagi di ulangan berikutnya? Ayo pulang dan belajar sekarang juga.” Minji menarik ujung daun telinga Taemin dan menyeretnya keluar.

“Arrgh! Apha!” Gerutu Taemin. Minji menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba saat berdiri di depan pintu. Minji memutar tubuhnya menghadap sisa member SHINee yang masih melongo melihat kelakuan mereka berdua.

“Annyeong-hi gyeseyo oppadeul.” Ucap Minji sambil tersenyum lebar dan kembali menyeret Taemin keluar.

Member SHINee saling bertatapan dan tertawa bersama. Tidak ada yang bisa menaklukan Taemin kecuali Minji.

“Kalau tidak ada hal yang mau dibahas lagi, aku harus pulang sekarang. Rinhae sedang berbelanja seorang diri dan kalian tau aku tidak pernah tenang. Sampai jumpa.” Onew mengambil tasnya dan keluar dari ruang OSIS.

“Yah, aku juga harus mengantar Yuna ke tempat kursusunya. Annyeong~” Jonghyun melambaikan tangannya dengan bersemangat sebelum keluar. Key menyeringai kecil.

“Benarkah dia adalah Kim Jonghyun yang sudah kita kenal bertahun-tahun?” Ejek Key.

“Kurasa Yuna sudah berhasil membersihkan isi kepalanya.” Minho terkekeh pelan diikuti oleh Key.

“Oppa, kau sedang sibuk?” Krystal menyembulkan kepalanya ke dalam ruang OSIS. Key berhenti tertawa dan memalingkan wajahnya ke arah berlawanan. Ia tidak yakin ia bisa menyembunyikan ketidaksukaannya lebih lama lagi terhadap kehadiran Krystal.

“Waeyo?”
”Mau menemaniku makan es krim?” Krystal mengeluarkan aegyo nya yang sulit untuk ditolak. Minho balas tersenyum dan mengangguk.

“Minho-ya, jangan lupa dengan pertanyaan Onew hyung tadi. Pikirkan jawabannya.” Bisik Key saat Minho melewatinya. Minho mendesah pelan dan mengangguk.

***

“Omo!” Seorin memekik pelan begitu dia melihat sehelai saputangan putih tiba-tiba saja berada dihadapannya. Terdengar suara kekehan dari balik saputangan tersebut. Seorin memiringkan kepalanya dan melihat wajah Donghae.

“Oppa, kau mengagetkanku.” Seorin menghela nafas pelan.

“Aku tidak mengagetkanmu, tapi kau yang melamun sepanjang jalan. Kenapa cemberut, huh? Wanita cantik sepertimu lebih cocok jika tersenyum.” Donghae mengibaskan saputangannya ke udara lalu kembali memegangnya dihadapan Seorin. Donghae menggerakkan tangannya dengan pelan sementara tangan lainnya mulai menurunkan saputangan dengan perlahan. Setangkai mawar merah muncul dari balik saputangan dan membuat Seorin tersenyum takjub.

“Woah!” Seorin bertepuk tangan pelan.

“Seperti itu, kau lebih cantik jika tersenyum seperti itu.” Ujar Donghae sambil menyodorkan setangkai mawar itu pada Seorin.

“Gomawo oppa.”

“Hmm.” Donghae bergumam pelan lalu menggelengkan kepalanya, “Sepertinya kau masih belum terlihat gembira. Kurasa aku tau hal lain yang bisa membuatmu lebih gembira.” Donghae menarik tangan Seorin dan agak menyeretnya hingga masuk ke dalam mobil.

“O-oppa? Kita mau ke mana?” Tanya Seorin bingung.

“Ke suatu tempat yang bisa membuat tersenyum lebar.” Jawab Donghae singkat.

Mereka sampai di tempat yang dikatakan Donghae tidak terlalu lama karena jaraknya yang dekat dengan sekolah Seorin. Seorin turun dari mobil Donghae, kembali menutup pintu mobil sambil memperhatikan sebuah toko dihadapannya.

“Oppa, kau masih ingat toko es krim kesukaanku?” Tanya Seorin tidak percaya.

“Tentu saja. Aku oppa yang baik, kan?” Donghae merangkul pundak Seorin dengan erat.

Seorin dan Donghae berbincang santai sambil melenggang masuk ke toko yang cukup ramai hari ini.

“Biar aku yang pesan saja, seperti biasa kan?” Tanya Donghae. Seorin mengangguk cepat.

“Oh! eonni yang kemarin kan!?” Terdengar sebuah suara dari balik punggung Donghae. Seorin memicingkan matanya dan melihat dua orang yang paling tidak ingin ia lihat berdiri di sana.

Pandangan mata Minho terus terarah ke punggung Donghae yang masih belum menatapnya. Donghae membalikkan tubuhnya dan menghadap ke dua orang itu.

“Annyeong, Minho-ssi.” Sapa Donghae santai, sama sekali tidak memedulikan tatapan tajam dari Minho. Krystal semakin mengeratkan genggamannya dilengan Minho, kembali menyadarkan Minho akan keberadaan yeoja itu.

“Annyeonghaseyo, Lee Donghae imnida.” Donghae memperkenalkan dirinya pada Krystal. Ia tau apa yang sedang terjadi antara Minho dan Seorin, jadi dia tidak bisa membiarkan keadaan canggung seperti ini terus berlangsung. Setidaknya Donghae harus mencairkan suasana.

Krystal melirik uluran tangan Donghae dengan ragu sebelum menyambutnya.

“Jung Krystal.” Jawab Krystal singkat.

“Bisa membantuku untuk memesan. Krystal-ssi?” Ajak Donghae. Mungkin ini satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk memberikan waktu pada Minho dan Seorin. Mereka harus berbicara, kalau tidak masalah mereka tidak akan pernah selesai. Donghae bersyukur dia sudah kembali ke Seoul sekarang. Kalau tidak siapa yang akan menghibur Seorin saat ini ketika pacarnya justru dikabarkan akan bertunangan dengan yeoja lain?

Sekali lagi Krystal melirik ragu. Krystal mendongak dan melihat Minho mengangguk pelan. Krystal menatap Minho dan Seorin secara bergantian sebelum dia mengikuti Donghae ke tempat pemesanan.

Minho menarik kursi dihadapan Seorin, duduk dengan diam setelahnya.

Seorin meremas kedua tangannya yang ia sembunyikan di bawah meja karena rasa gugup. Kapan terakhir kali dia berada sedekat ini dengan Minho? Baru beberapa hari yang lalu tapi rasanya sudah berlalu lama sekali.

“Maaf, kemarin aku mematikan telponmu. Ada hal penting yang harus kuurus.” Minho memulai pembicaraan. Seorin menatap Minho tanpa berkedip. Seorin marah ketika mengingat kejadian itu lagi setelah Minho mengungkitnya. Seorin ingin sekali memakinya saat ini. Tapi bagaimana kalau Minho justru meninggalkannya? Seorin menelan air liurnya. Untuk saat ini, ia tidak bisa bertindak sesukanya. Sedikit saja dia membuat kesalahan, Minho mungkin tidak akan pernah berpaling padanya lagi.

“Apa kau akan makan malam di rumahku malam ini?” Tanya Seorin yang menghiraukan permintaan maaf Minho.

“Tidak bisa.” Jawab Minho setelah beberapa detik. “Kau tidak ingin bertanya tentang Krystal?” Tanya Minho penasaran.

Seorin menggigiti bibir bawahnya. Kenapa Minho harus bertanya? Tidak bisakah dia bersikap seolah-olah tidak ada sesuatu yang aneh terjadi?

“Apakah kalian benar-benar bertunangan?” Hanya itu yang mampu Seorin tanyakan. Minho terlihat serba salah, jika dia menjawab dengan jujur, akankah Seorin terluka? Tapi jika dia berbohong, akankah Seorin lebih terluka lagi?

“Untuk saat ini, kabar itu hanya desas-desus.”

“Untuk saat ini?” Ulang Seorin. Minho menganggukkan kepalanya dengan pelan dan menatap kedua bola mata Seorin.

Donghae berjalan dengan sangat pelan. Ia ingin mengulur waktu selama mungkin agar Seorin bisa berbicara banyak hal dengan Minho. Donghae menoleh sekilas ke belakang. Krystal berjalan tidak kalah pelan darinya, entah apa yang membuatnya seperti itu.

“Krystal-ssi.” Panggil Donghae tiba-tiba.

“Ne?” Krystal mengerjap berkali-kali.

“Kau kenal dengan Seorin?” Donghae memberikan isyarat pada Krystal untuk melanjutkan langkahnya.

“Minho oppa-e chingu animnika?” Krystal memicingkan matanya, merasa heran kenapa Donghae menanyakan hal seperti itu. Donghae mengucapkan pesanannya dan Seorin kepada seorang pria paruh baya yang berdiri di belakang konter.

“Pesananmu?” Donghae menoleh pada Krystal. Krystal melihat-lihat daftar menu dan mengucapkan pesanannya juga. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menunggu hingga es krim mereka tersajikan.

“Mereka adalah kekasih.” Tukas Donghae saat mereka berjalan kembali ke meja mereka. “…Sebelum kau kembali.” Lanjut Donghae singkat.

Krystal membelalakkan kedua matanya. Kekasih? Minho memiliki kekasih? Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya tentang kemungkinan ini? Tapi jika mereka memang sepasang kekasih, kenapa Minho justru menggubris Krystal?

“Aku tidak berbohong, kalau itu yang kau pikirkan.” Sergah Donghae seolah bisa membaca perdebatan diri Krystal.

Krystal menatap Minho dan Seorin yang berjarak beberapa meja dari tempatnya sekarang. Raut wajah Minho terlihat sangat serius. Benarkah ini? Setelah Krystal jauh-jauh kembali demi Minho, hati Minho justru sudah tak ada padanya?

“Untuk saat ini?” Ulang Seorin sekali lagi. Minho menghela nafas gusar.

“Aku tidak tau, Seorin-ah. Appa tidak mengatakan hal itu dengan jelas, dia hanya mengungkit tentang pertunangan tanpa benar-benar menegaskannya.”

Seorin membuka mulutnya, masih ingin mencari kepastian tentang Minho-Krystal yang dielu-elukan media massa. Bagaimana perasaan Minho terhadap Krystal saat ini?

Seorin mengurungkan niatnya saat mendengar langkah kaki mendekati mereka.

“Oppa, aku sudah membawakan es krim kesukaanmu.” Krystal duduk di samping Minho, seolah tak melihat keanehan pada kedua orang itu.

“Kalau begitu, kami permisi dulu ya.” Donghae menarik tangan Seorin dengan pelan, membantu yeoja itu berdiri. Seorin menatap Donghae dengan bingung, bukankah Donghae yang mengajaknya untuk ke sini?
Minho mengangkat kepalanya, kembali menatap Donghae dengan tajam saat Donghae menggenggam tangan Seorin.

“Bukankah tadi kau bilang ingin menikmatinya es krimmu di sungai Han?” Donghae menatap Seorin lekat-lekat, memberikan ajakan agar Seorin mengikuti kata-katanya untuk melindungi airmata Seorin.

“O-oh.” Jawab Seorin setelah mengerti maksud Donghae. Donghae dan Seorin membungkukkan badan mereka dan keluar dari toko es krim secepat yang mereka mampu. Donghae membukakan pintu Seorin, menunggunya hingga masuk lalu menutup pintu dan memutari mobilnya dengan cepat. Donghae memasang sabuk pengamannya, ia menatap ke dalam toko es krim sekali lagi, melihat Minho dan Krystal balas menatap ke arah mereka.

Seorin memalingkan wajahnya keluar jendela. Ia tak mampu jika harus menatap mata Minho. Segala macam emosinya campur aduk dan akan meledak jika ia melihat Minho sedikit lebih lama lagi.

TO BE CONTINUE . . .

 

a/n : Sudah tau kan siapa yeodongsaeng tirinya Dongwoon? Yups! It’s Jung Krystal ~~

kekeke, aku ada baca beberapa komen dari part-part sebelumnya tentang hubungan Krystal dengan Minho.. Cuma untuk memperjelas lagi supaya kalian gak keliru.

Minho dan Krystal belum pernah berpacaran, jadi Krystal bukan mantan Minho.

Dan Krystal gak ngerubah Minho jadi bad boy, justru demi Krystal-lah Minho jadi ketua OSIS—siswa teladan^^y

©2011 SF3SI, Yuyu.

This post/FF has written by Yuyu, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

282 thoughts on “The Pervert Nerd – Glasses 9”

  1. gak bisa bayangin deh kalo aku diposisinya seorin
    mungkin si krystal udah tinggal nama kekekek~
    thor kenapa yang jadi Teman pelipur laranya seorin dongwoon aja kayaknya lebih seru deh :D
    lanjutan thor :)

  2. waaaa ceritanya keren banget. disini aku bca critanya sampe nangis keren bnget onn.
    kesian aku sama seorin, aduh kenapa it ad krystal. donghae oppa keren di situ :D dongwon oppa jga bntuin seorin dong. haha key gk suka ya sama krystal? aku jga :) berarti aku sama key sehati dong #plak
    oiya perasaan pndek bnget ya critanya, tpi gk masalah soalx critanya keren. di tnggu next nya onn cepet ya hahaha #banyaknuntut

  3. Mengapa jadi seperti ini,pasti sakit hati bgt jd seorin,minho kejam! . . . . Seorin ama donghae aja!*mutung . Keke
    Ditunggu lanjutan.nya , suka bgt ama ff ini

  4. ERRRRR ASDFGHJKL
    aku bacanya ini pake emosi bgt sumpah. gemesss. sebel. baru kali ini kesel ama Krystal. suer X_X
    unnii fighting!! Minho udah sama Seorin ae yak unnieee :D
    lanjut yaaa *0*

  5. mantep, thor! daebak! hahahaha!*ditabok gara2 ketawa2*
    beneran, part ini bikin saya ikut emosi *bahkan meja kompu ikut kena gebrak*. ga’ sabar pengen baca lanjutannya!
    haha! hwaiting! ^^

  6. aku udah baca dr part satu, bru komen di sini.. gpp ya, chingu?
    aduh, di part ini emosiku dimainkan ._.
    esmosi banget sama Krystal! ><
    ditunggu next part nya ^^

  7. GOMAWO AUTHOR….AKHIRNYA..SETUJU JGA KLO CEWEKNYA KRYSTAL…KEKEKEKEKEKEK……

    mskipun part2nya aga lma,, tp hasilnya..bner2 keren,, mnguras emosi,,…agh…ska ma permainan critanya…

    lanjut author!!!

    1. ya tuhan,, mian author.. aku komen dr tdi pagi,, tp bru..msk…..oia…skedar saran untuk oenni author,, klo bsa disaat2 seorin lgi sedih,, orng tuanya sllu ada buat ngehibur dy,, orngtuanya aga sdikit brslh dngan keadaan seorin yg di “jahatin”???? ma minho..

      gomawo….sgtu aja srnnya…

  8. Woah!!
    Da penganggu dtng,,krystal kjam bgt sich..
    Seorin sbr z y,,kn msh da donghae oppa yg slalu stia tuk menghiburmu.. :)
    Author brp part lg nich ending’y??

  9. ??????
    bingung, penasaran,…
    sapa sih tunangannya Minho???
    berharap Seorin,…..
    kan yang kayaknya udah dipercaya sama bapaknya Minho ya Seorin itu kan ya,….
    ah,….
    terserah yang bikin mau diapain BINGUNG,.,.,..

  10. feel.a dapat banged, apalagi yg seorin onnie… T_T
    untung donghae oppa bantu’n. klo ndaa pazti seorin onnie makin sedih…

    minho oppa plin-plan… *digampar flamers
    ud pilih az seorin onnie oppa…
    kan krystal onnie yg salah, siapa suruh ninggal’n minho oppa… ;p

  11. aih~si krystal kayak pengacau di situ,-_-“,tu krys ma woon bkn kakak adik kandung yah??kan marganya beda~si krys, dah dibilangin donghae kalo minho-seorin pacaran ttp ajj deketin si minho,gggrrr..bkin emosiii
    kasian si seorin,,:'(,minho koq jadi kayak gitu sih?si seorin mpe dlupain,,kan kasian, si seorin mpe mikir kalo seorin tu cuman ‘pelampiasannya’ minho…
    koq aq berasa nih part pendek yah??#plak,mending nanti dipanjangin lagii..hehe,,^^
    aq tgu next part.a~makin seru nih,,>.<

  12. wah! aq telat! aq telat bcaaa!
    ish! si minho nyebelin bgt sih!
    kasian seorinnyaaaa…
    pokox seorin hrus ma minho titik!*ditendang author mpe k ujg dunia
    ayo lanjut juuuuut!

  13. kasian seorin.. T_T
    tp thor, menurut aku krystal ga sepenuhnya jahat kok. Lagian kan dia ga tau apa-apa tntang hubungan minho sama seorin.. Untung donghae ngasi tau..

    Ditunggu next partnya y thor ! :D

  14. Yaaaaa emosi berat baca part ini. Keren ff nya. Tp beneran emosi banget liat minho. Kalo ak jd seorin uda ku tinggalin minho.

  15. kasin seorin :( tu krystal pengen gw injek!!! ahhahaha
    minhonya kurang teges, untung ada chagiku donghae…hehehe

  16. telat,AGAIN!! iiiiikh..sebel bgt ktinggalan!!!
    eonni..ini bner2 menguras hati! dpt bgt feel.x!!! dasar si krystal, g tw diri!! eonni,lanjutan.x cepet y!!

  17. kenapa krystal imagenya beda banget ya disini? disini dia manja banget haha.
    aku suka perannya donghae, kandidat tokoh penyelamat favorit tuh^^
    once again, eonni, DAEBAK!

  18. jung krystal…knp dia mesti balik sih!!?
    emang, sikapnya minho berubah, bgt!
    aku jd kasian sama seorin… >.<

    waw~ onew bijak.. kalo ga ada dia di shinee, bakalan amburadul deh.. ^^d
    leader yg baik!

    jadi makin penasaran kea gmn sih hubungan taemin n minji..?

    d part ini g ada typo! hehe..

    oya, krystal akhirnya sekolah di sekolahnya minho ya?
    trus dia kelas 1..iya kan?

  19. Huaaaa..
    Kenapa oh kenapa harus krystal??
    Pdhl aku kan minstal shipper *plak*
    Tapi Chingu, jangan kejem2 sama seorin yaaa,, kesian tu anak.haha
    Minooo,, jangan plin plan dooonkk..

  20. Rrrrrhhhhhhhh dasar cewe gatau diri! Apa apaam si krystal seenaknya aja keluar masuk dikehidupan orng lain! Issshhh pengen aku jambak tuh si krystal jung sambil ngomong ” heh yeoja payah! Jauhi minho” hhhhhrrrrr
    Dari dulu aku memang ga suka ama krystall rrrhhhh!!!!
    Ehehehe tapi aku suka kok! Eon! Eon berhasil ngebuat aku ga karuan, pengen deh eon ngebanting hp! Whwhwehehehee kereen deh! Salut eon! Eon jangan lupa bakar krystal eon!kekekeke

  21. Sakit pasti..aku aj nyesek :|
    Bener2 kesel sekesel2nya sama krystal!!
    Apaan coba..udh pergi ninggalin minho sekarang dgn santainya dia datanh trs minta balikan dg minho heol!! -_-
    Minho jg..knp begitu krystal drg seorin lgsung dlupain? ishh nyebelin bgt sihh!! kasian seorinnya seolah cm djadikn pelampiasan aja. Seorinnya jln sma donghae knp hrs cemburu? smntra dia sndiri sama krystal..egois bgt!!
    Ya! Choi Minho!! pikirin baik2 kata hyung lo!! udh dikasi tau tp g nyadar2 jg..PABOYA!!! #emosi heungggg >,<

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s