The Pervert Nerd – Glasses 11

TITLE : The Pervert Nerd – Glasses 11

AUTHOR : Yuyu a.k.a Younji

Main Cast :

  • Choi Minho
  • Yoo-moogeun as Lee Seorin

Minor Cast :

  • Lee Taemin
  • Minniemint as Park Minji

Support Cast :

  • Onew
  • Kim Jonghyun
  • Key
  • Fairuz Kim as Kim Rinhae
  • Lana Carter’s Han Yuna
  • Ryeoshibum21 as Il Sora
  • Son Dongwon
  • Krystal Jung
  • Lee Donghae
  • Sulli Choi
  • L. Joe

Length : Sequel

Genre : Romance, Sad, Humour, Friendship

Rating : PG – 16

a/n : Finally !! TPN 11 kelar *thanks god*

kekeke, pasti ntar bakal di BOM dengan komplain tentang part 11 yang udah dua bulan baru nongol lagi kepermukaan..

Jeongmal mianhae m(_   _)m

Dan sebagai permintaan maaf, part ini ku buat sedikit lebih panjang dari part-part lainnya..

Dan utk TPN 12 semoga gak semolor ini karena sekarang langsung ku kerjain =D
Happy reading guys ^^y

YOU’RE MY PRECIOUS LOVE

“LEE TAEMIN!!! NEO JIGEUM EODISEO!?” Teriak Minji dengan geram. Bagaimana tidak? Ia sudah mengelilingi hampir setiap sudut sekolah sejak jam pulang hanya untuk mencari keberadaan teman masa kecilnya itu. Dan hasilnya masih sama, nihil. Minji melirik sebuah pintu diujung koridor dan memicingkan matanya. Mungkinkah Taemin berada di dalam ruangan itu?

Minji menghampiri ruangan OSIS dengan langkah-langkah lebar dan langsung membuka pintu, mendapati Taemin tengah memutari sofa dan berniat untuk melakukan sesuatu dibalik sofa.

“Yaaa, jangan coba-coba sembunyi. Kau harus belajar matematika hari ini, ingat?” Dengus Minji dengan berkacak pinggang.

“Aku tidak mau! Aku tidak mau!” Rengek Taemin. “Matematika hanya membuatku pusing!”

“Tapi eommonim memintaku untuk mengajarimu! Memangnya kau mau gagal lagi di ulangan berikutnya? Ayo pulang dan belajar sekarang juga.” Minji menghampiri Taemin, menarik ujung daun telinga namja itu dan menyeretnya.

“Arrgh! Apha!” Gerutu Taemin. Minji menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba saat berdiri di depan pintu. Minji memutar tubuhnya menghadap sisa member SHINee yang masih melongo melihat kelakuan mereka berdua.

“Annyeong-hi gyeseyo oppadeul.” Ucap Minji sambil tersenyum lebar dan kembali menyeret Taemin keluar.

“Yaaaa! Apha!!” Teriak Taemin setelah mereka keluar dari ruang OSIS. Minji melepaskan Taemin, lalu memutar tubuhnya dengan cepat dan menatap tajam ke arah Taemin yang mengelus permukaan daun telinganya yang kini memerah.

“Kau…” Minji mengacungkan jari telunjuknya dengan kasar di hadapan Taemin, “Jangan membuat kesulitan lagi untukku. Mulai sekarang, kau harus menuruti kata-kataku, araseo?”

“Bukankah sudah kubilang kalau aku tidak mau belajar matematika? Mengapa kau tidak pernah mengerti?” Rengek Taemin.

“Karena eommonim telah memohon padaku untuk mengajari anak bodohnya ini.” Jawab Minji enteng. Taemin hanya menghela nafas kesal, mengikuti setiap langkah yang diambil Minji menuju rumah mereka. Diam-diam Taemin melirik ke arah Minji yang berjalan tanpa sedikit pun memerhatikan Taemin. Taemin tersenyum kecil. Meski ia baru saja merengek pada Minji agar melepaskannya dari ‘jam tambahan’, sesungguhnya ia justru merasa senang. Apapun akan dilakukannya agar bisa berada di sisi Minji.

“Apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya Minji dengan sinis setelah ia menyadari tatapan Taemin saat mereka memasuki halaman rumah Taemin.

“Mau ku traktir makan enak?”

Minji mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menggelengkan kepalanya, “Kalau itu sogokan, aku tidak mau menerimanya.”

Taemin hanya terkekeh pelan mendengar jawaban Minji, bagaimana yeoja itu bisa tau kalau dia sedang mencoba untuk menyogoknya?

Nyonya Lee muncul dari balik pintu untuk menyambut kepulangan putra kesayangannya serta Minji yang sudah beliau anggap seperti anak perempuannya sendiri.

“Terima kasih Minji, karena kau telah bersedia membantu Taemin memperbaiki nilai matematikanya yang benar-benar mengerikan.” Gurau Nyonya Lee. Sambil mendorong Minji dan Taemin masuk ke dalam.

“Aku akan membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk kalian. Tunggulah di kamar.” Lanjut Nyonya Lee yang melesat ke dapur dengan bersemangat. Taemin menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nyonya Lee yang terlihat berlebihan setiap kali Minji datang. Taemin berjalan di depan Minji, membuka pintu kamarnya dan mempersilakan Minji masuk terlebih dahulu.

“Tempat tidurmu tidak pernah rapi.” Gumam Minji pelan saat memerhatikan seisi ruangan kamar Taemin. Selimut silver milik Taemin terlihat berantakan diatas tempat tidurnya yang juga tidak bisa dikatakan rapi.

“Hmm, apa ini?” Minji memiringkan kepalanya. Ujung buku menyembul dari selimut tersebut. Di dorong oleh rasa penasarannya, Minji melangkah maju dan mengulurkan tangannya untuk meraih ujung buku itu.

Taemin membulatkan matanya saat jari-jari ramping Minji telah mulai menyentuh buku tersebut.

“ANDWAE!!” Teriak Taemin sekeras mungkin. Taemin melangkah dengan lebar, nyaris berlari untuk mendahului Minji mengambil buku itu. Rasa lega menghampirinya setelah ia berhasil mengamankan buku itu dari jangkauan Minji.

“Wae? Mengapa aku tidak boleh melihat buku itu?” Minji memberengutkan wajahnya. Ia melipat kedua tangannya lalu mencodongkan tubuhnya dengan mata yang disipitkan, “Oh! Aku tau! Pasti itu majalah porno!” Terka Minji. Taemin hanya balas menatap tanpa ekspresi selama beberapa detik sebelum sebuah seringaian nakal diberikannya untuk Minji.

“Bagaimana kau bisa tau?” Taemin bertanya dengan ekspresi kaget yang agak dibuat-buat.

“Tsk, kalian para lelaki semuanya sama saja.” Cemooh Minji.”Yang bisa kalian lakukan hanya menikmati hal-hal seperti itu. Tidak berguna.”

“Lalu?” Tanya Taemin lagi. Taemin ikut mencondongkan tubuhnya, “Haruskah kutunjukkan padamu bahwa selain menikmati hal-hal seperti itu, aku juga bisa melakukannya? Perlukah kupraktekkan?” Goda Taemin sambil menggigiti bibir bawahnya. Minji mendorong pundak Taemin dengan kuat, membuat namja itu terjatuh diatas tempat tidur lalu tergelak.

“Sudah cukup main-mainnya, saatnya untuk belajar.” Tukas Minji dengan santai. Minji duduk di meja belajar Taemin, meletakkan tasnya di samping kursi lalu mengeluarkan buku catatannya.

Taemin duduk diatas tempat tidurnya. Raut wajahnya berubah serius begitu ia memandangi Minji yang sekarang telah memunggunginya. Taemin menghela nafas pelan. Ia merasa lelah. Lelah karena Minji tak pernah menunjukkan sedikit saja rasa tertariknya pada Taemin. Bukan sebagai teman masa kecil. Pernahkah Minji benar-benar melihatnya sebagai seorang pria?

Taemin menatap buku yang ada ditangannya, membuka beberapa lembar dengan cepat dan melihat foto-foto Minji dan dirinya sejak kecil. Taemin kembali menutup buku itu, menyelipkannya di bawah bantal lalu menghampiri Minji sebelum yeoja itu mulai mengomel.

***

“Aku bersumpah kalau kau tidak segera menghilangkan senyum menggelikan itu dari wajahmu, aku akan muntah.” Cibir Key geram. Taemin hanya menoleh pada Key, memberikan senyumannya yang justru semakin melebar. Key menjulurkan lidahnya dan memutar bola matanya.
”Hyung, harusnya kau senang kalau melihatku senang.” Ujar Taemin.

“Well, apa yang bisa membuatmu senang seperti ini?” Tanya Key ketus. Key mengulurkan telapak tangannya di hadapan Taemin sebagai isyarat untuk diam saat namja yang lebih muda darinya itu membuka mulut untuk menjawab pertanyaannya, “Minji. Tentu saja, memangnya siapa lagi yang bisa membuatmu kehilangan akal seperti ini?” Key menjawab pertanyaannya sendiri.

Taemin kembali tersenyum lebar, “Apapun alasannya, hyung harus ikut merasa bahagia.”
”Tidak.” Key menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Karena aku tau senyummu itu tidak akan bertahan lama. Dalam hitungan detik, kau pasti akan mengamuk tidak karuan.” Ucap Key memprediksi. Yah, seperti biasa, The Almighty Key.

“Tidak mungkin.” Taemin menggerakkan tangannya di udara, “Hari ini aku dan Minji akan berkencan. Hmm, atau mungkin harus kubilang kami akan bersenang-senang.”

“Yaaaa, Taemin-ah!” Panggil Jonghyun yang berjarak beberapa langkah dari mereka. Yuna berjalan disamping Jonghyun, masih tersipu malu karena Jonghyun menggenggam tangannya.

“Akhirnya kau menyerahkan Minji pada L.Joe?” Tanya Jonghyun setelah menghampiri Key dan Taemin. Taemin mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Jonghyun. Sampai kapanpun Taemin tidak akan pernah menyerahkan Minji pada pria lain, apalagi L.Joe.

Kepala Taemin berputar dengan otomatis saat ia mendengar suara tawa Minji yang bercampur dengan suara seorang pria. Taemin menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mengumpat dengan cepat. Baik Key maupun Jonghyun tau apa yang sedang terjadi pada Taemin. Maknae mereka sedang terbakar. Taemin menghentakkan setiap langkahnya dengan kesal, bahkan ia tak ingat lagi untuk mengucapkan salam perpisahan pada kedua hyung nya.

Key tertawa sinis. “Benar kataku. Bukan Taemin namanya kalau dia tidak meledak-ledak seperti itu.”

***

Wajah cemberut Taemin mulai berubah kesal. Bagaimana tidak? Seharusnya hari ini dirinya dan Minji sedang melakukan kegiatan menyenangkan berdua saja. Tapi nyatanya, Taemin justru harus berada di dalam kamar Minji, duduk diatas tempat tidur dengan berpangku tangan sambil terus memerhatikan Minji dan L.Joe yang mengerjakan laporan kelas.

Taemin menatap L.Joe dan Minji dengan tajam secara bergantian tapi tidak ada satupun dari mereka yang mau memerhatikan Taemin. Taemin mendesah kesal, merebahkan tubuhnya dengan kasar lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Mungkin Taemin terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk, tapi dia tidak peduli. Dia hanya tidak ingin meninggalkan Minji berdua saja dengan L.Joe, di dalam kamarnya.

“Akhirnya selesai juga!” Desah Minji yang dipenuhi rasa lega. Ia nyaris lupa kalau ia harus menyerahkan laporan kelas tengah hari besok. Untung saja L.Joe mengingatkannya sepulang sekolah tadi. L.Joe sedikit memalingkan wajahnya melihat sosok Taemin yang masih terbungkus selimut lalu tertawa kecil.

“Kurasa sebaiknya aku pulang sekarang, maaf sudah mengacaukan kencan kalian.” L.Joe merapikan semua peralatannya dan beranjak pergi. Setelah mengantarkan tamunya keluar, Minji kembali masuk ke dalam kamar. Sosok Taemin sama sekali tak bergerak sesenti pun diatas tempat tidur. Minji menarik selimut itu dengan cepat. Wajah polos Taemin yang sedang tertidur membuat detak jantung Minji memacu dengan cepat.

Minji tersenyum pada dirinya sendiri saat ia menatapi wajah Taemin. Ia berjongkok di depan Taemin, meletakkan jari telunjuknya di sekitar wajah Taemin dan mengelusnya dengan pelan. Tubuh Taemin sedikit bergerak. Ia membuka mata kirinya lalu disusul dengan mata kanannya. Taemin meregangkan tubuhnya dan menguap lebar.

“Di mana L.Joe?” Tanya Taemin di sela-sela rasa kantuknya.

“Baru saja pulang.” Jawab Minji santai dan beranjak dari tempatnya sekarang.

“Bagus. Setelah dia mengacaukan acara kita, lalu dia seenaknya pulang begitu saja.” Gerutu Taemin geram.

“Jadi, kau mau dia menginap di sini?”
”Tentu saja tidak!!” Jawab Taemin dengan cepat. Minji terkekeh pelan melihat reaksi Taemin. Taemin memberengutkan wajahnya meski sesungguhnya ia merasa senang melihat Minji tertawa seperti itu.

Taemin menarik tangan Minji, membuat yeoja itu jatuh diatas tubuh Taemin. Minji mengerjapkan matanya berkali-kali sementara Taemin hanya menatap kedua bola matanya dengan lembut. “Minji-ah, ulang tahunku tinggal seminggu lagi. Hadiah apa yang akan kau berikan padaku tahun ini?”

“Hmm..” Minji sedikit memiringkan kepalanya dan melihat ke seberang ruangan sambil terus berpikir dengan keras. Benar, hadiah apa yang harus diberikan oleh Minji? Mereka sudah menghabiskan lebih dari 10 tahun bersama. Rasanya, sudah semua jenis hadiah diberikan oleh Minji hingga ia tidak bisa mengingatnya lagi satu per satu.

“Hadiah apa yang kau inginkan?” Minji balas bertanya dan kembali menatap Taemin.

Taemin tersenyum tipis. Tangannya terangkat naik mengelus rambut Minji. Diselipkannya beberapa helai rambut Minji dibalik daun telingannya, “Bolehkah jika ku minta kau untuk mengabulkan satu permohonanku? Hanya satu saja.” Pinta Taemin.

“Pasti sesuatu yang aneh.” Cibir Minji sementara Taemin hanya mengangkat pundaknya. “Baiklah, aku akan mengabulkan satu permohonanmu sebagai hadiah, tapi dengan syarat kau harus lulus tes matematika minggu depan.” Minji menjulurkan jari kelingkingnya yang disambut oleh Taemin. Sementara kelingking mereka saling bertautan, ibu jari mereka bersentuhan dengan pelan sebagai tanda kesepakatan mereka.

Taemin membiarkan Minji berdiri agar ia sendiri bisa beranjak dari tempat tidur.

“Meskipun rumahmu tepat berada di sebelah, tapi kau tetap harus pulang sekarang karena sudah malam.” Minji mendorong punggung Taemin keluar dari kamarnya. Taemin memutar tubuhnya dengan cepat, menyelipkan tangan kanannya di pinggang Minji yang lagi-lagi membuat yeoja itu mengerjap dengan cepat.

“Selamat malam, dan jangan lupa untuk memimpikanku..” Gumam Taemin sambil mengecup pipi Minji dengan penuh perasaan. Taemin mengedipkan sebelah matanya lalu melepaskan Minji dan segera berlari pergi.

Minji hanya mematung ditempatnya berdiri saat ini. Samar-samar ia bisa mendengar suara Taemin yang sedang mengucapkan salam perpisahan pada orangtuanya dilantai satu. Minji menyentuh pipinya yang baru saja dikecup oleh Taemin. Wajahnya langsung memanas setelah ia mengingat kembali kejadian itu.

Memang dia dan Taemin sangat dekat, mereka bahkan nyaris terlihat seperti sepasang kekasih setiap kali mereka bersama-sama. Tapi tidak pernah mereka melakukan skinship seperti tadi, atau setidaknya, Taemin tidak pernah mengecupnya seperti itu. Minji menggigiti bibir bawahnya untuk menahan dirinya agar tidak tertawa kencang dan membuat seisi rumahnya kaget.

***

“Yaa, Lee Taemin, kau tidak mau memberikan selamat pada Minho karena akhirnya dia kembali pada Seorin?” Omel Jonghyun seraya mengguncang pundak Taemin. Taemin membuka matanya dengan berat dan mengerang kesal.

“Taemin-ah, kau baik-baik saja?” Tanya Onew yang mengkhawatirkan kondisi maknae mereka. Tidak pernah Taemin terlihat selelah ini. Maknae mereka biasanya selalu dipenuhi dengan energi yang bahkan mereka sendiri tidak tau darimana Taemin mendapatkannya.

“Aku hanya kurang tidur. Itu saja.” Jawab Taemin malas. Taemin menatap Jonghyun yang telah mengganggu tidur singkatnya dengan setajam mungkin, “Jadi biarkan aku tidur sebentar, hyung.”

“Tsk, memangnya apa saja yang kau lakukan setiap malam?” Timpal Key penasaran. Sejauh yang mampu ia ingat, sudah bebeapa hari ini Taemin tidak bermain di barnya, jadi apa yang bisa membuat Taemin kehilangan waktu tidurnya?

“Sudahlah, biarkan dia tidur.” Ucap Onew saat Jonghyun hendak menguncang pundak Taemin untuk kedua kalinya.

“Aku melihatnya sibuk berkutat dengan pelajaran matematika saat ke rumahnya kemarin. Itukah penyebabnya?” Terka Minho yang daritadi hanya memerhatikan percakapan teman-temannya disekitarnya

“Astaga, benarkah itu? Lee Taemin belajar matematika?” Cemooh Key. Jonghyun langsung tertawa terbahak-bahak hanya dengan membayangkannya saja.

“Kurasa dia benar-benar berjuang untuk tes matematika tadi.” Sambung Onew.

“Hmm..” Key mengelus dagunya menggunakan ibu jari, “Mencurigakan. Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan. Tidak mungkin Taemin mati-matian menguasai matematika hanya untuk lulus tes.”
”Pasti ada hubungannya dengan Minji.”
”Benar! Bukankah besok hari ulangtahunnya? Minji pasti menjanjikan sesuatu pada Taemin!”
”Sudah kuduga, tidak mungkin Taemin menjadi penurut begitu saja.”

“Aisssh! Tidak bisakah kalian lebih tenang? Aku butuh tidur!!” Rengek Taemin dengan tiba-tiba dan membuat keempat hyung nya terdiam. “Aku benar-benar sekarat, kelopak mataku bahkan tidak bisa terbuka lagi. Biarkan aku tidur sebentar saja, oke?”

Onew tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, “Taemin memang tidak bisa dimengerti.”
”Aku berharap dia dan Minji bisa berakhir dengan baik.” Sesal Key ketika ia teringat akan perasaan Taemin pada Minji.

“Pasti. Minji akan luluh menghadapi maknae kita ini.” Sahut Minho seraya tertawa pelan.

“Yah, kurasa mereka hanya butuh waktu.”

***

Taemin mengetuk-ngetukkan ujung sepatunya dengan tidak sabar sambil melihat jam tangannya setiap beberapa detik sekali sambil bergumam tidak jelas.

“Taemin!!” Panggil Minji sedikit berteriak sambil berlari menghampiri Taemin. Taemin mengangkat wajahnya dan langsung tersenyum manis, seolah ia sama sekali tidak merasa gelisah tadi. Minji mengatur nafasnya yang terengah-engah karena harus berlari dari rumahnya untuk menemui Taemin di halte bus.

“Kenapa kau menyuruhku ke sini?” Tanya Minji yang terkadang tidak mengerti dengan jalan pikiran Taemin.

Taemin mengeluarkan secarik kertas dari dalam tasnya dengan bangga. Angka 8 menghiasi kertas tes matematikanya, membuat semua usahanya selama ini menjadi tak sia-sia.

“Kau ingat janjimu, kan? Kau akan mengabulkan permintaanku hari ini!” Jawab Taemin kelewat ceria. Ia nyaris melompat girang di tempatnya berdiri saat ini kalau saja ia tidak ingat bahwa ia sedang berada di tempat umum.

“Oh. Jadi apa permintaanmu?” Tanya Minji was-was.

“Sebelumnya…” Taemin menghentikan kata-katanya lalu merangkul pundak Minji dan menariknya masuk ke dalam bus yang baru saja berhenti di depan mereka. Taemin mendorong pundak Minji dengan pelan, mengarahkannya untuk duduk di salah kursi yang kosong di samping jendela. Taemin duduk di sebelah Minji dan bus pun mulai bergerak. Minji memberikan tatapan penuh tanda tanya pada Taemin.

“Sebelum aku mengucapkan permohonanku, kau harus menemaniku seharian untuk merayakan ulang tahunku!” Jelas Taemin, lagi-lagi dengan semangatnya yang berlebihan. “Dan, kau belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku!” Cibir Taemin.

“Aku sudah mengucapkannya! Aku menelponmu tepat jam 12, ingat?” Elak Minji untuk membela dirinya.

“Tapi kau belum mengucapkan langsung padaku.” Taemin bersikeras.

“Kau benar-benar kekanak-kanakan!” Omel Minji setengah bercanda. Taemin melebarkan kedua tangannya selebar yang ia mampu agar tidak terlalu menarik perhatian para penumpang bus lainnya. Seolah mengerti maksud Taemin, Minji tertawa pelan dan memeluk Taemin dengan erat.

“Saengil chukkae, uri Taemin.” Bisik Minji lembut ditelinga Taemin. Suara Minji benar-benar memberikan sensasi tersendiri bagi Taemin. Rasanya ia tak ingin melepaskan pelukan yang diberikan Minji, tapi mereka juga tidak bisa terus berada di posisi seperti ini dan menjadi bahan pembicaraan. Akhirnya, dengan berat hati Taemin melepaskan Minji dari dekapannya.

“Kita mau ke mana?” Tanya Minji penasaran. Taemin hanya menatap Minji dan tersenyum hangat. Ia mengelus pipi Minji dengan pelan.

“Kita hanya akan duduk di dalam bus hingga pemberhentian terakhir. Bukan kau pernah mengatakan ‘aku ingin sekali merasakan hidup seperti siswi normal lainnya yang bisa naik bus bersama teman-teman dan mengobrol hingga pemberhentian terakhir’.”

“Jinja!?” Tanya Minji tak percaya. Lahir dari keluarga berada membuatnya tak bisa bergerak bebas seperti orang-orang lain. Setiap gerak-geriknya selalu diperhatikan yang mau tidak mau membuatnya harus bersikap manis. Pernah Minji merasa muak dengan kehidupannya yang bagai berada dalam sangkar emas, dan setiap kali itu pula Taemin selalu muncul dan membuatnya merasa lebih nyaman dengan kehidupannya.

Minji tersenyum tipis. Sama seperti saat ini, Taemin selalu membawa berjuta kejutan dalam hari-harinya yang membosankan.

Minji menundukkan kepalanya saat ia merasakan sesuatu yang hangat ditelapak tangannya. Matanya menatap tajam ke arah jemari Taemin yang bertautan dengannya. Minji memalingkan wajahnya dengan cepat meski ia tidak melepaskan tangan Taemin. Ia butuh waktu untuk menenangkan detak jantungnya yang tidak karuan sebelum memutuskan apa yang harus ia lakukan.

Dering hp Minji membuyarkan pikirannya. Masih dengan rasa gugup yang kentara karena Taemin tak juga melepaskan genggamannya, Minji mengeluarkan hp nya dari dalam tas dengan tangan kanannya yang agak bergetar.

Taemin mencondongkan tubuhnya, ikut membaca pesan singkat yang masuk ke hp Minji.

Bisa bertemu sekarang? Masih ada laporan kelas yang harus kita perbaiki – L.Joe

Taemin mengernyit geram. Kenapa harus L.Joe? Lagi!?

“Kau tidak akan meninggalkanku begitu saja dan pergi menemui namja itu kan?” Terbersit nada kesal dalam suara Taemin meski telah ia redam.

“Mian.” Minji mengatupkan kedua telapak tangannya sebagai permintaan maaf, “Aku harus menyelesaikan laporan kami dulu.” Minji berjalan dengan cepat saat laju bus melambat sebelum akhirnya berhenti di pemberhentian selanjutnya. Taemin mendesah kasar dan mengikuti langkah Minji yang telah menuruni bus.

Pintu bus kembali tertutup setelah menaikan beberapa penumpang lain, meninggalkan Taemin dan Minji yang telah turun dari bus.

“Ini hari ulang tahunku!” Protes Taemin.

“Aku tau. Maaf.” Sesal Minji.

“Itu hanya alasan. L.Joe hanya ingin mendekatimu, makanya ia menjadikan laporan sebagai alasan untuk bertemu, tidakkah kau tau itu?”

“Terserah apa katamu, yang pasti aku hanya ingin menyelesaikan laporan itu secepatnya.”

“Apakah laporan itu lebih penting dari ulang tahunku? Ataukah L.Joe lebih penting dari ku?” Cerca Taemin.

“Bukan begitu, aku—“
”Kau selalu seperti itu! Selalu lebih mengutamakan orang lain daripada aku! Apakah aku tidak pernah ada dalam urutan teratas di dalam daftar mu!?” Potong Taemin yang tidak membiarkan Minji menyelesaikan kata-katanya.

“Kenapa kita harus berdebat karena hal ini lagi? Dengar Lee Taemin. Kau mungkin sahabatku, tapi itu tidak berarti kau berhak mengatur apa yang harus kulakukan. Ini adalah kehidupanku, dan aku yang menjalaninya.”

“Sahabat? Apa aku hanya seorang sahabat bagimu?” Tanya Taemin lirih.

Minji menelan air liurnya. Sorot kesedihan dari mata Taemin membuatnya bingung harus berkata apa. “Kau bukan kekasihku.” Hanya itulah yang mampu Minji lontarkan.

Taemin tertawa sinis dan menyisir rambutnya ke belakang menggunakan jari-jarinya, “Aku bukan kekasihmu?” Taemin kembali tertawa sinis sebelum ia menatap Minji dengan tajam, “Ya, aku memang bukan kekasihmu. Tapi kau tau dengan jelas—lebih dari siapapun di dunia ini—bahwa aku menyukaimu. Tidakkah itu cukup?”

“Suka? Suka katamu? Seenaknya saja kau mengatakan ‘ayo kita pacaran’ dan sebulan kemudian dengan santainya kau mengatakan ‘lebih baik kita tetap berteman’. Itukah rasa suka yang kau maksud?” Tuntut Minji. Luka dihatinya yang telah ia obati seorang diri kini kembali menganga lebar. Suka seperti apa yang dimaksud oleh Taemin? Ia tidak akan pernah bisa mengerti apa yang ada dalam pikiran namja dihadapannya ini. Tidak akan pernah.

“Aku melakukan itu karena aku menyukaimu.” Elak Taemin.

“Jangan menjadikan rasa suka sebagai alasanmu untuk menyakitiku!” Teriak Minji tanpa memedulikan tatapan dari para pejalan kaki yang lewat disekitar mereka.

“Karena kau terlihat tertekan!” Taemin balas berteriak, “Kau tidak terlihat seperti dirimu sendiri saat kita pacaran dan itu terus membuatku berpikir bahwa kau terpaksa berpacaran denganku. Aku tidak mau bersama dengan Park Minji yang sama sekali tidak terlihat seperti Park Minji. Karena itu aku melepaskanmu, karena aku menginginkan Park Minji yang kusukai kembali.” Aku Taemin. Hal yang sama sekali tidak pernah ia ceritakan pada siapapun, alasan mengapa ia memutuskan Minji akhirnya ia ungkapkan juga.

Minji menatap mata Taemin yang kini berkaca-kaca, entah karena rasa sedih atau emosinya, atau mungkin kedua rasa itu bercampur menjadi satu dan merupakan alasan dibaliknya.

Hp Minji kembali berdering. L.Joe kembali mengiriminya pesan singkat, memintanya untuk segera datang.

“Jebal ..” Mohon Taemin saat Minji mengambil satu langkah mundur. “Kajima..” Semua emosi Taemin menguap tanpa ia sadari. Itu tak penting lagi, asalkan Minji tidak meninggalkannya saat ini, ia akan melakukan apa saja.

“Aku harus pergi, Taemin…” Ucap Minji dengan suara serak, sarat dengan penyesalan dan ketidakberdayaan.

“Aku akan menunggumu di sini!!” Teriak Taemin setelah Minji membalikkan tubuhnya dan berlalu pergi, “Jadi kembali lah…” Gumam Taemin pada dirinya sendiri.

***

“Karena kau terlihat tertekan! Kau tidak terlihat seperti dirimu sendiri saat kita pacaran dan itu terus membuatku berpikir bahwa kau terpaksa berpacaran denganku. Aku tidak mau bersama dengan Park Minji yang sama sekali tidak terlihat seperti Park Minji. Karena itu aku melepaskanmu, karena aku menginginkan Park Minji yang kusukai kembali.”

Kata-kata Taemin terus terngiang dibenak Minji sejak ia meninggalkan Taemin di pemberhentian bus, membuat Minji tak bisa memikirkan hal lainnya kecuali saat-saat singkat mereka ketika menjadi sepasang kekasih.

Ingin sekali Minji memaki kebodohan Taemin. Tertekan? Yang benar saja. Mana mungkin Minji merasa tertekan saat ia bersama dengan Taemin? Ia justru merasa sangat bahagia hingga ia tidak tau harus bersikap bagaimana. Ia selalu bingung dengan apa yang harus ia katakan setiap kali Taemin berbicara padanya sambil menatap lurus ke dalam bola matanya. Yang ada dipikirannya saat itu hanyalah ‘dia adalah milikku. Namja yang sangat kusukai akhirnya menjadi milikku.’. Memang, Minji akui ia agak berbeda dari dirinya sejak berpacaran dengan Taemin, tapi itu karena rasa gugup mengambil alih seluruh komando di dirinya. Dan Taemin justru mengartikannya sebagai tekanan?

“Minji-ya? Kau mendengarkanku?” L.Joe melambaikan tangannya di hadapan Minji dan menariknya kembali. L.Joe terkekeh pelan melihat wajah Minji yang kebingungan.

“Kita tidak akan bisa menyelesaikannya hari ini kalau kau terus melamun.” Lanjut L.Joe. “Hmm, atau haruskah kita lanjutkan besok saja? Kita sudah mengerjakannya selama berjam-jam dan sekarang aku kelaparan. Mau mencari sesuatu untuk dimakan?”
”L.Joe-ya… Kau adalah teman yang baik.” Ucap Minji begitu saja.

“Teman? Tidak bisakah aku menjadi lebih dari seorang teman bagimu?”

Minji menatap L.Joe dengan sendu, “Maaf, sudah ada orang lain yang kusukai.”
”Sudah bisa ku tebak siapa namja beruntung itu.” L.Joe tertawa pelan, “Apakah dia juga tau tentang perasaanmu padanya?”

Minji menggelengkan kepalanya diikuti dengan tetesan airmatanya yang turun begitu ia mengingat Taemin. “Sepertinya aku sudah melakukan kesalahan. Dia pasti sudah membenciku sekarang.”

“Sssh, uljima.” L.Joe mengelus puncak kepala Minji dengan lembut, “Aku yakin dia tidak akan bisa membencimu.”

***

“Kenapa lagi dengan anak itu?” Gerutu Key dengan kedua tangannya terlipat di depan dada.

“Biarkan saja dia bersenang-senang. Ini kan hari ulang tahunnya.” Jonghyun mencoba menenangkan Key.

“Tapi ini berlebihan!” Omel Key. Matanya tak pernah sekalipun meninggalkan lantai dansa. Ia terus mengamati Taemin yang telah meneguk bergelas-gelas wiski sekarang tengah menari gila-gilaan dikelilingi para yeoja. Tentu, Key sudah sering melihat aksi-aksi seperti itu di bar miliknya. Itu juga bukan pemandangan yang asing setiap kali Jonghyun bermain ke barnya sebelum akhirnya Jonghyun bertekuk lutut pada Yuna.

Tapi yang sekarang ia lihat adalah Taemin. Lee Taemin. Dan jelas itu bukan pemandangan yang normal. Taemin mungkin memang bengal. Ia mungkin memang selalu membangkang setiap kali Key melarangnya untuk minum. Tapi hanya sebatas itu. Tak pernah sekalipun Taemin menari hot seperti itu.

“Pasti ada sesuatu yang tidak beres.” Lagi-lagi Key menggerutu. Key melihat ke arah teman-temannya yang sibuk dengan pacar masing-masing.

“YAAAAA! Apa kalian bahkan mendengarkanku?” Teriak Key geram.

“Tenanglah Key. Toh Taemin bukan anak kecil lagi. Dia pasti tau apa yang harus dilakukannya.” Jawab Jonghyun enteng sambil menarik tangan Yuna dengan pelan dan membawanya ke lantai dansa.

“Haruskah kita menelpon Minji?” Tanya Sora.

“Yah, seperti harus begitu. Cuma Minji yang bisa mengontrol Taemin kalau dia sudah mulai liar.” Timpal Minho tanpa mengalihkan pandangannya dari Seorin yang duduk tepat disampingnya.

“Aku sudah menelpon Minji. Dia akan datang sebentar lagi.” Sahut Onew yang sejak tadi asyik mengobrol dengan Rinhae.

“Bagus. Untung saja aku bisa mengandalkan kalian berdua. Tidak seperti Jonghyun hyung.” Ujar Key. Sora terkekeh pelan dan menenangkan Key yang terlihat sangat kesal pada Taemin dan Jonghyun.

***

Suara musik yang menggelegar mulai mengganggu pendengaran Taemin. Ia hanya menggerak-gerakkan tubuhnya tanpa benar-benar mendengarkan musik macam apa yang sedang dilantunkan. Ia hanya bisa menari untuk melampiaskan amarahnya.

Ia merasa kesal, ia sangat marah. Apakah dirinya yang begitu bodoh hingga percaya bahwa Minji akan kembali? Ataukah Minji yang terlalu kejam hingga tidak percaya bahwa Taemin akan menunggunya?

Yah, Taemin menunggu Minji seperti yang ia katakan pada yeoja itu. Ia menunggunya, bukan hanya satu atau dua jam sejak kepergian Minji siang tadi.
”Lee Taemin!! Kali ini kau sudah keterlaluan, ‘bersenang-senang’ mu sudah kelewatan!” Suara Minji langsung bisa ditangkap oleh Taemin di tengah keriuhan para penari lainnya. Taemin menolehkan kepalanya dengan cepat. Ia menatap tajam pada Minji selama beberapa detik lalu menyeringai sinis dan kembali menari bersama yeoja yang telah menemaninya sejak tadi.

“Yaaaaa, Lee Taemin!!” Teriak Minji lagi dengan geram. Ia mencengkram tangan Taemin seerat yang ia mampu, lalu menariknya dengan paksa. Taemin berdecak pelan. Dihempaskannya tangan Minji dengan kasar, nyaris membuat Minji kehilangan keseimbangannya.

“BERHENTI MENGATURKU!” Taemin balas berteriak. Orang-orang di sekeliling mereka berhenti menari, terlalu kaget mendengar teriakan Taemin yang berhasil membisukan lantai dansa.

Ada tatapan ngeri di mata Minji. Tak pernah Taemin semarah ini sebelumnya—tidak dihadapannya. Tapi bukan Minji namanya jika ia mundur begitu saja.

“Kalau begitu berhentilah bersikap seperti ini. Semua orang mengkhawatirkan tingkah laku mu.” Hardik Minji dengan sisa-sisa keberaniannya. Lagi-lagi Taemin hanya menatap Minji dengan tajam sebelum berjalan pergi meninggalkan Minji.

Perasaan Taemin semakin berkecamuk. Ia tak yakin dirinya masih bisa bertahan lebih lama lagi jika terus berada di dekat Minji. Taemin melangkah pergi setelah melemparkan tatapan tajamnya untuk yang terakhir kali.

Minji menghela nafas geram, memutar langkahnya dan dengan cepat mengikuti langkah Taemin yang berjalan keluar bar.

“Ada apa denganmu!?” Tanya Minji bingung.

“Ada apa denganku?” Taemin tertawa sinis. “Benar. Ada apa denganku? Mengapa aku begitu bodoh hingga menyukai yeoja sepertimu? Lupakan saja. Mulai sekarang, aku, Lee Taemin tidak akan lagi menyukai Park Minji. Jadi, bisakah kau tinggalkan aku sendirian?” Pinta Taemin nyaris mendengar kata-katanya sendiri.

Minji hanya terpaku ditempatnya, seolah ia tak tau bagaimana caranya untuk bergerak. Taemin menatap Minji dengan lekat, mengamati setiap perubahan di wajah Minji yang nyaris tak terlihat. Taemin mengerjapkan matanya berkali-kali lalu memutar tubuhnya sekali lagi dan kembali meninggalkan Minji.

‘Mulai sekarang, aku, Lee Taemin tidak akan lagi menyukai Park Minji.’

Kata-kata itu bukannya keluar begitu saja, bukan karena ia sedang mabuk dan tidak bisa berpikir jernih. Ya, memang ia sudah minum sangat banyak malam ini, tapi anehnya ia sama sekali tidak mabuk.

Ia sudah berpikir dengan serius, dan itulah keputusan akhirnya yang ia buat—yang ia rasa memang yang terbaik untuk mereka. Jika memang Minji tidak melihatnya dengan cara yang sama seperti ia melihat Minji, maka ia akan melepaskannya. Tapi, mengapa ia merasa begitu sakit saat kata-kata itu meluncur keluar dari mulutnya sendiri?

***

“Kau baik-baik saja?” L.Joe menatap Minji dengan tatapan khawatir.

“Kau terlihat pucat.” Lanjut L.Joe saat Minji hanya membalas pertanyaannya dengan kening yang berkerut.

“Aku hanya kurang tidur.” Jawab Minji akhirnya dengan sebuah senyum yang ia paksakan.

Kata-kata Taemin membekas di pikirannya, sama sekali tidak membiarkan ia untuk memejamkan matanya meski hanya sedetik. Seriuskah Taemin saat itu? Apa yang akan terjadi pada Minji jika seandainya Taemin sungguh-sungguh terhadap kata-kataya?

Minji menoleh ke arah kursi kosong di sebelah kanannya yang biasanya ditempati oleh Taemin. Semuanya akan tetap berjalan seperti biasa, bukan?

“Lihat, bukankah itu Taemin dan Sulli?” Tanya salah seorang siswi yang duduk beberapa meja di belakang Minji.

“Woah, akhirnya Sulli berhasil mendapatkan perhatian dari Taemin.” Kekeh siswi lainnya sambil menunjuk keluar kelas melalui jendela.

“Tapi, bagaimana dengan Minji? Kupikir Taemin menyukai Minji?” Tanya siswi pertama.

Minji mengangkat kepalanya dengan takut. Taemin berjalan masuk, bersama dengan Sulli yang bergelayut manja di lengan Taemin sambil tertawa centil. Taemin tidak terlihat keberatan, seperti yang selalu ia tunjukkan setiap kali Sulli mendekatinya. Taemin justru balas tersenyum dan menanggapi kata-kata Sulli.

Tidak sekalipun Taemin menoleh ke arah Minji. Tidak sekalipun Taemin terlihat ragu saat Sulli menariknya untuk duduk di sebelahnya.

Sementara Minji terus memperhatikan punggung kedua orang itu, Taemin yang terus tersenyum manis pada Sulli semakin menambah perih dihati Minji. Ini bukan Taemin yang selama ini ia kenal. Taemin tidak pernah bersikap ramah kepada yeoja mana pun. Taemin tidak akan tersenyum seperti itu kecuali pada Minji.

Minji menundukkan kepalanya dengan cepat. Sebutir cairan hangat melesat turun begitu saja. Digigitnya bibir bawahnya dengan agak kuat agar isakannya tidak semakin kencang. Seperti inikah yang Minji rasakan ketika Taemin berkata ‘Kita berteman saja’ dengan entengnya dulu? Tidak. Rasanya jauh berbeda. Memang, Minji merasa sedih dan kecewa ketika itu. Ia merasa terkhianati, tapi hati kecilnya terus menyuarakan kepercayaan-kepercayaannya terhadap Taemin—terhadap perasaannya.

Tapi sekarang? Bukan hanya terkhianati. Bahkan jauh dari sedih dan kecewa. Minji merasa hancur berkeping-keping.

***

“Hyung…” Panggil Taemin dengan suara lemah yang ditanggapi dengan gumaman acuh dari Jonghyun yang sedang membolak-balikkan halaman demi halaman majalah milik Key yang sengaja ia tinggalkan diruang OSIS Minho.

“Bagaimana caranya kau berpindah dari satu wanita ke wanita lain?” Tanya Taemin tanpa menatap Jonghyun.

Merasa tertarik dengan pertanyaan Taemin, Jonghyun menolehkan wajahnya dengan cepat.

“Maksudmu? Kau mau beralih dari Minji ke wanita lain?” Jonghyun mengerutkan keningnya, sulit mempercayai pertanyaan yang keluar dari mulutnya sendiri. Jonghyun meringis pelan saat Key memukul kepalanya agak keras.

“Bodoh, jangan bertanya seperti itu!” Key menatap Jonghyun dengan tajam lalu beralih menatap Taemin dan berkacak pinggang, tidak peduli meskipun Taemin sama sekali tidak menatapnya, “Apa lagi yang terjadi antara kau dan Minji? Berhentilah berpikiran yang aneh-aneh setiap kali kalian bertengkar karena hal kecil.”

Onew mengintip ketiga dongsaengnya dari balik iPad nya secara bergantian. Ia bisa melihat segurat kesedihan yang sepertinya tidak disadari oleh Jonghyun maupun Key. Orang-orang yang tidak bisa membaca situasi. Onew menghela nafas pelan, meletakkan iPadnya diatas meja dan berjalan menghampiri Taemin. Diusapnya punggung Taemin beberapa detik. Tubuh Taemin yang menegang perlahan-lahan menjadi agak lebih santai.

“Ada apa?” Tanya Onew singkat.

“Aku tidak yakin aku bisa melepaskannya. Berpura-pura tidak menyadari kehadirannya disekitarku—padahal jelas-jelas aku bisa merasakannya—membuatku sangat tersiksa. Aku tau aku egois, sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan Minji. Karena itu aku ingin melepasnya. Tapi mengapa begitu sulit? Aku tidak tau apakah aku bisa melakukannya hingga akhir atau tidak. Aku merasa tidak yakin pada diriku sendiri.” Beber Taemin.

“Kau sadar kalau kau sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan Minji. Dan sekarang kau memutuskan untuk berhenti menjadi orang egois dengan cara membiarkan Minji bebas. Apa kau tidak sadar bahwa kau tetap menjadi Lee Taemin yang egois?”

Untuk kali pertamanya, Taemin mengangkat wajahnya untuk menatap Onew yang menatapnya dengan datar.

“Kau membiarkan dia pergi atas keinginanmu sendiri, kau masih saja Lee Taemin yang tidak pernah memikirkan perasaan Minji. Kau pikir, itu yang terbaik untuk Minji. Tapi, benarkah itu? Kau bahkan tidak tau apa yang terbaik untuk dirimu sendiri.”

Suasana menjadi hening saat Taemin mencerna setiap kata yang dilontarkan oleh Onew.

“Sial!!” Umpat Minho sanbil melemparkan sesuatu ke atas meja begitu ia masuk ke ruang OSIS, sama sekali tidak menyadari suasana canggung yang meliputi ruangan itu sedetik sebelum ia mendobrak masuk dengan kasar.

Key yang berada paling dekat dengan tumpukan kertas itu segera menyambarnya dan membacanya dengan cepat.

“Daftar tamu!?” Key menyuarakan pertanyaannya yang semakin membuat Minho gusar.

“Maksudmu, untuk pertunangannya?” Sambung Jonghyun.

“Kau masih belum menyelesaikan masalah pertunanganmu dan Krystal?”

“Aku berencana untuk membahasnya pagi ini. Tapi begitu aku sampai di ruang makan, hanya kertas itu yang kulihat—terlipat manis diatas meja—sementara Appa sudah berangkat ke Jepang dengan penerbangan pertama hari ini.” Minho menghempaskan tubuhnya dengan kasar. Akhirnya, dengan tidak mudah ia dan Seorin bisa bersama. Tapi masih ada batu hambatan yang menghalangi jalan mereka, dan Minho tidak yakin ia bisa menyingkirkan batu itu begitu saja tanpa melukai siapapun.

Sementara Key dan Jonghyun sekarang meributkan masalah Minho, Onew memerhatikan setiap gerak-gerik Taemin yang menyusup keluar dari ruang OSIS.

***

Taemin nyaris tertidur di dalam bus yang baru ia tumpangi kalau saja hidungnya tidak menangkap aroma yang sangat ia kenal. Rasa terkejut tidak hanya terpancar di wajah Taemin, tapi juga Minji yang baru saja naik ke dalam bus. Minji melihat ke sekelilingnya, berharap masih ada kursi kosong lain yang bisa ia duduki. Sayangnya, siang hari ini bus sangat padat dan hanya menyisakan satu kursi. Hebat, diantara semua penumpang bus kenapa hanya disebelah Taemin yang kosong?

Minji mendesah dengan sangat pelan sebelum duduk di samping Taemin yang sekarang memandang keluar jendela. Rasa kantuk Taemin menguap begitu saja karena ia terlalu sibuk untuk mengusir Minji keluar dari pikirannya. Hanya sedikit ketenangan yang dibutuhkan oleh Taemin saat ini. Ia hampir tidak tidur selama beberapa hari terakhir, sejak ia memutuskan untuk menjauhi Minji.

Minji bergerak-gerak gelisah di tempat duduknya. Meski apa yang Taemin lakukan beberapa hari ini—menghindarinya—membuat Minji benar-benar terluka, Minji tetap saja tidak bisa menghentikan detak jantungnya yang menggila setiap kali ia berada di dekat Taemin.

Penumpang bus turun satu per satu. Bus yang awalnya terlihat sangat padat kini menjadi lengang. Hanya tersisa seorang wanita tua di tiga kursi di depan Minji, serta seorang Ibu dan anaknya di deretan kursi lainnya.

Bus kembali berhenti untuk kesekian kalinya selama perjalanan itu. Minji menarik nafas dalam-dalam dan memberanikan dirinya untuk menoleh ke Taemin. Dengan berpangku tangan, Taemin menyenderkan kepalanya di sandaran kursi yang tidak bisa dibilang empuk. Matanya terpejam erat dan deru nafasnya teratur. Minji memerhatikan Taemin selama beberapa detik. Mungkin, memang sebaiknya mereka berlaku seperti ini. Seperti orang asing. Baru saja Minji akan berdiri dan turun sebelum bus kembali berjalan, kepala Taemin bersandar di pundak kanan Minji dan membuat yeoja itu kembali terduduk. Setelah beberapa detik, pintu tertutup dan bus kembali melanjutkan perjalanannya.

Minji menatap Taemin dengan tidak percaya. Minji mengangkat tangannya, berniat mendorong kepala Taemin yang bertumpu di pundaknya. Tapi diurungkan niatnya itu ketika ia melihat wajah Taemin kelelahan.

Oh, betapa Minji merindukan hal ini—melihat wajah Taemin dari jarak sedekat ini. Minji buru-buru meluruskan pandangannya begitu pikiran itu melintas dibenaknya. Tak seharusnya ia merasa senang.

“Apa yang seharusnya kulakukan?” Minji nyaris terlonjak kaget saat mendengar suara Taemin. Minji menatap Taemin dengan mata terbelalak.

Taemin membuka matanya perlahan-lahan, “Apa yang seharusnya kulakukan agar kau bahagia?” Taemin mengulangi pertanyaannya.

Minji mengerutkan keningnya. Apakah Taemin mengigau?

“Apakah kau bahagia sekarang? Tanpa aku?” Taemin terus melontarkan pertanyaan tanpa memedulikan tatapan penuh tanda tanya dari Minji.

“Apa yang kau—“
”Tapi aku tidak bahagia.” Kata-kata Taemin terhenti saat ia mengangkat kepalanya dari pundak Minji. “Aku tidak bisa bahagia tanpamu.” Taemin menatap Minji dengan lekat.

“Aku sungguh tidak mengerti. Kenapa kau selalu seperti ini, berbuat sesuka hatimu?” Tanya Minji geram.

“Karena kau, karena kau membuatku tidak bisa berpikir dengan benar.”

“Berhenti menjadikanku sebagai alasan dari ketidakpastianmu!” Erang Minji dengan suara tertahan. “Aku sudah lelah dengan semua permainanmu, bisa kau hentikan sekarang?”

Taemin menatap Minji tanpa berkata apapun, nyaris terhipnotis dengan tatapan Minji kalau saja ia tidak ingat bahwa saat ini dia sedang mencoba untuk membuat keputusan terberat dalam hidupnya—keputusan yang mungkin bisa membuat dia kehilangan Minji.

“Jadi kau…” Taemin tidak berani melanjutkan kata-katanya sendiri. Ia terlalu takut untuk menyelesaikannya. “Aku mengerti. Kau ingin aku berhenti, bukan?” Taemin tersenyum pahit.

Ia sudah bisa menduga hal ini akan terjadi. Sejak awal ia sudah menduga kalau Minji tidak menginginkannya. Tapi kenapa rasa sakit itu tetap saja menyiksanya?

Taemin tersenyum manis pada Minji untuk terakhir kalinya sebelum ia beranjak dari tempat duduknya setelah bus kembali berhenti. Minji ikut turun dari bus, memerhatikan bayangan punggung Taemin dengan seksama. Untuk alasan tertentu, punggung itu sarat dengan kesedihan. Minji meletakkan telapak tangannya di dada, merasakan debaran jantung miliknya sendiri. Sangat tidak beraturan. Minji membalikkan tubuhnya, berjalan di arah yang berlawanan dengan Taemin.

Jarak antara mereka semakin melebar. Minji bisa merasakannya, mereka berdua semakin menjauh. Ia tidak mengerti. Ketika ia berada di sisi Taemin, menerima semua perlakuan egois dan kekanakannya tak dapat dipungkiri kalau terkadang itu benar-benar membuat Minji muak dan kesal. Tapi sekarang, ketika ia pikir akan lebih baik bagi mereka untuk berpisah seperti ini ia justru merasa takut. Mampukah ia kehilangan sosok namja yang memenuhi pikirannya hampir setiap detik?

Minji menghentikan langkahnya lalu berputar dengan cepat. Taemin masih terus melangkah menjauh, tak sekalipun menoleh pada Minji. Minji menggigiti bibir bawahnya yang mulai bergetar pelan akibat kumpulan emosi yang berkecamuk di dalam dirinya saat ini sambil menimbang-nimbang, benarkah ia akan membiar Taemin pergi dari kehidupannya? Minji mengambil langkah pertama dengan cepat, semakin lama semakin cepat hingga ia berlari untuk mengejar Taemin. Minji menyisipkan kedua tangannya dari balik punggung Taemin, memeluknya dengan erat.

Taemin tersentak kaget. Tanpa menoleh ke belakang, ia bisa tau siapa pemilik kedua tangan yang sedang memeluknya dari belakang itu.

“Jangan..” Isak Minji tertahan, “Jangan berhenti mencintaiku.”
Kebingungan semakin terlihat jelas di wajah Taemin yang tak bisa dilihat oleh Minji. Beribu pertanyaan mengapung di benaknya, tapi yang terpenting adalah, kenapa Minji tidak ingin Taemin berhenti?

“Meskipun kau begitu menyebalkan, aku tetap saja tidak bisa membuangmu dari kehidupanku. Jadi, meskipun kau begitu egois, jangan pernah buang aku dari kehidupanmu.” Pinta Minji dengan suara serak.

Taemin masih bergeming. Ia tak berani bergerak, takut kalau sedikit saja ia bergerak, ia akan tersadar bahwa ini semua hanyalah mimpi belaka.

“Meskipun kau bersama dengan Sulli, aku tidak keberatan. Asalkan kita bisa tetap seperti dulu, asalkan aku tetap bisa berada di dekatmu, aku tidak akan protes. Aku—“

Taemin memutar tubuhnya dengan agak kasar sambil menarik tangan Minji. Dengan cepat tangan lainnya merengkuh wajah Minji, menariknya mendekat dan menghentikan kata-kata Minji saat bibir mereka bersentuhan. Awalnya Minji benar-benar terkesiap karena Taemin tiba-tiba menciumnya, di tempat umum. Beberapa detik berlalu, dan rasa kaget itu berganti menjadi perasaan senang. Minji balas mencium Taemin dengan perlahan.

Minji membuka matanya saat ia merasakan setetes air mendarat di pipi kirinya. Taemin menjauhkan wajah mereka, membiarkan Minji menghirupkan kembali oksigen yang sudah terengut darinya. Mata Taemin memerah dan setetes air mata kembali mengalir turun dengan bebas.

“Apa kau masih tidak mengerti juga? Aku mencintaimu, hanya kau seorang. Hatiku tidak memiliki ruang lain untuk kuberikan pada yeoja selain kau. Aku begitu takut untuk berhenti mencintaimu, karena itulah satu-satunya alasanku untuk dapat hidup dengan baik.”
”Kalau begitu, jangan berhenti. Karena aku juga tidak akan pernah berhenti mencintaimu.” Ucap Minji dengan penuh keyakinan diri, membuat Taemin terkekeh pelan.

“Kalau begitu, jadilah milikku sekali lagi. Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu meski kau memohon padaku.” Taemin tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya. Minji balas tersenyum, ia meraih tangan yang diulurkan oleh Taemin dan maju selangkah. Minji berjinjit, bertumpu pada ujung sepatunya lalu mengecup bibir Taemin dengan cepat.

“Aku juga tidak akan membiarkanmu pergi apapun alasanmu.” Jawab Minji.

Taemin dan Minji saling bertatapan, lalu tertawa bersama.

“Jadi, apa keinginanmu waktu itu?” Tanya Minji yang tidak bisa menutupi rasa penasarannya.

Tapi merangkul pundak Minji, lalu melangkah bersama-sama, “Aku ingin kau menjadi milikku—seperti saat ini.”

Walau terasa begitu menyakitkan di awal, tapi saat ini mereka memiliki kebahagiaan yang telah mereka cari selama ini. Dan kelak, mereka akan lebih kuat lagi saat rasa sakit menghampiri mereka untuk memberikan kebahagiaan lain.

TO BE CONTINUE . . .

©2011 SF3SI, Yuyu.

This post/FF has written by Yuyu, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


About these ads

Tagged: , , , , ,

181 thoughts on “The Pervert Nerd – Glasses 11

  1. kaister September 11, 2011 at 8:56 AM Reply

    so sweeeeetttt …
    paiit duluu ,,
    dan ber-ending dg maniiiss ..
    uuwwgghh ..
    unyu-unyuuu dee aahh ..
    skrang tggal masalah minhoo ..
    aduudududuududuuuhh ..
    grereett ddee aaahhh ……
    haaahh ..
    nunggu part slanjutnya daahhh ..
    yang cpett yyaahhh .
    hehhehe ,,

    • Yuyounji 윤지 September 11, 2011 at 10:58 AM Reply

      hohoho, iya dong..
      awalnya boleh pahit, tapi ending nya tetap harus sweet kan!??
      kekekeke

  2. chota September 11, 2011 at 9:33 AM Reply

    baersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian ;)
    aigoo..taemin sdh menjadi namja sekarang..hihiy….

    so sweet bgt dah!waiting TPN 12

    • Yuyounji 윤지 September 11, 2011 at 10:59 AM Reply

      hohoho, cocok nih pepatahnya buat TaeMinji =DD

  3. sungwookie September 11, 2011 at 10:46 AM Reply

    Wah so sweet,, part ini full taemin sama minji,, suka deh, ada duka sakit hati nya dulu baru bersama,, bagus bagus,, TPN 12 ditunggu :D

    • Yuyounji 윤지 September 11, 2011 at 11:01 AM Reply

      iya, nih part khusus Taemin-Minji =DD
      nee, aku buat secepat yang aku bisa deh~!

  4. joncha September 11, 2011 at 10:54 AM Reply

    hasemele authornya sukses bet bikin aku nangiss T.T
    author otaknya terbuat dari apa ya? kok jenius banget bisa bikin ff sebagus ini xD

  5. Diezt September 11, 2011 at 12:49 PM Reply

    wah suka deh,,, gemes sama sifat Taem..!!!
    part 12’y aku tungguin…

  6. lee hyo ra September 11, 2011 at 3:34 PM Reply

    TaeJi Jjang! LANJUT jangan lama2 ya thor

  7. hyosan September 11, 2011 at 5:53 PM Reply

    Aigoo~kenapa aku baru baca?!aisssh jinjja!jeongmal paboyaa!uring uringan 2 bulan nunggu ff ini keluar ya allah.akhirnya keluar juga.aku kirain ff ini bakalan hiatus T.T well,masalah taemin kayaknya udh selesai.tinggal minho ama seorin my favorite couple.ayook author!cepetan lanjutannya!!!!!ga sabaar >.<

    • Yuyounji 윤지 September 12, 2011 at 11:33 AM Reply

      kekekek, gak pa2 telat daripada gak baca =P
      oke ~~!

  8. diahwidya September 11, 2011 at 9:08 PM Reply

    sangka aku eoni part 11 ini ending nya, ternyata masalah minho-seorin-krystal nya belom selesai toh ;( eottokhae??
    kutunggu kelanjutannya, cepet yah thor ^^

    • Yuyounji 윤지 September 12, 2011 at 11:40 AM Reply

      hoho, belum dong..
      MinSeo belum clear masalahnya~

  9. jey_forjulia September 11, 2011 at 9:13 PM Reply

    So romantic. Suka jalan cerita masalahnya. Keren! teman masa kecil, berubah jd kekasih *ceileh

    Minji ce yg cool. Bisa dewasa bgt. N nakluk’in taem. Kekeke.

    D tgu TPN12 ^^

  10. liana September 11, 2011 at 11:10 PM Reply

    Huaaaaaaaaah sumpah ini so sweet bangeeeeeet,terharu bangeeeeet bacanya (˘̩̩⌣˘̩̩̩ƪ) dan akhir taemin sm minji sweet ending :D
    Part selanjutnyaa secepatnya ya thor :)

    • Yuyounji 윤지 September 12, 2011 at 11:42 AM Reply

      wahahaha
      senang deh kalo readers masih tertarik sama ceritanya =D

  11. choi_hyun.ae September 11, 2011 at 11:59 PM Reply

    waw, percintaanny 2min bner2 ribet y onn.
    emosiny brasa bget.
    Aku g nyangka loh onn, kalo taemin m minji it pernh pcaran.
    aku pkir dr dlu mreka it cman shbatan doank.
    Tp mank pkiran 2 org ini tuh susah bget dtebak.
    Taemin cinta bget m minji, g mau bkin minji tertekan.
    tp taemin terlalu egois n kekanak2an, slalu memutuskn smua sndri tanpa minta pendapat dr minji.
    seakan2 minji it bner2 milikny.
    N minjiny, udah jelas bget kalo taemin suka bget m dia.
    tp npa msti taemin aja yg nunjukkin prasaanny, pdahal minji jga cinta m taemin.
    udah gtu swaktu taemin ngajakin pcrn n mutusin scra sepihak, npa minji g ngsh tau taemin kalo dia itu sbnerny terluka???
    msak mesti taeminny aja yg braksi sih.
    Selain itu, minjiny sering ngutamain l.joe.
    seakan2 minji mau ngebikin taemin cemburu tp alasanny g jelas.
    Krna minji slalu terlihat biasa2 aja ddpan taemin n dgan kyk gtu minji kyk ngsh hrapan m l.joe.
    tp untung dh, akhrny mreka pda terbuka gtu.
    bguskn kalo g ada yg dtu2p2in, jdiny g skit sndri.
    n endingny aku suka onn, sweet bget hehe.
    skrg tinggal minho nih, prasaan msalahny mkin seru aja ni bang.
    g kelar2 gtu, udah pda mau lumutan nih haha
    nice dh onn, next part mudah2an g kelamaan y.
    fighting!!!

    • Yuyounji 윤지 September 12, 2011 at 11:44 AM Reply

      emang, nih couple gak bisa ngomong dengan jelas =3=
      malah buat masalah tambah runyem !
      untung aja akhirnya taemin dan Minji tetep sama2 =D

  12. ara September 12, 2011 at 12:10 PM Reply

    unniiieeee maap baru komen lengkap! XDD
    kemaren blm sempet baca, baru ngabsen doang soalnya mau pegi wkwk
    ITU krystal kok masih muncul ? :'( wkwk
    akhirnya semua udah belcatuuu :333

    • Yuyounji 윤지 September 12, 2011 at 12:20 PM Reply

      lol, krystal kan masih ada sedikit kontrak utk ff ini XDD

      • ara September 12, 2011 at 1:12 PM Reply

        jiaaahaha ampe part brp tuh unn kontraknya? ck

  13. trisaaputri September 12, 2011 at 4:00 PM Reply

    halo admin! aku komen lagi gapapa yah walopun yang wp nya udah;p
    scene taeminji yang dibus suka deh, sweet :>
    temin udh berani ya ciumcewek(?) hum.-.

    lanjutannya asap ya min:D

    • Yuyounji 윤지 September 25, 2011 at 6:14 AM Reply

      gak apa-apa =D
      malah senang karena udah komen lagi!
      hehehe. gomawo~~

  14. astridnJjong1103 September 12, 2011 at 4:19 PM Reply

    Huaaaaaaaaa !
    Akhirnyaaaaaa !!
    Nongol jg TPN 11 !! T^T)o

    And….
    Congratulation Taemin~
    Akhirnyaaa yaaahh. sm minji jg. XP lol
    Adegan yg seru d part yg ini pas Minji cemburu liat Taemin sm Sulli~
    Eaaaaaaaaa ~xD

    Ntar liat dah apa reaksi yg laen klo Minji sm Taemin sdh jreng jreng.xP lol

    Itu gmn dah seorin sm minho? ;_; *ngais tembok
    hwhwhwwhhwhw .

    D tunggu The Next Chapter ny !
    Mnunggu dgn sangat .xD
    Wkwkka. #lebe

    Always Daebaaaaaaaaaak ! x)

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 5:42 PM Reply

      waaah!
      aku telat balas komen ==
      maaf ya
      tpn 12 keluar loh~

  15. Rirariruu September 12, 2011 at 6:32 PM Reply

    Kyaa kyaa kyaaaaaaaa Taemin!!!! *sesek nafas*
    ih taemin disini manis banget ya, gak galak kayak biasanya._.v
    Selamat yaa buat couple yg baru ini ^^
    Next part bakal bahas tentang siapa unn? Onew Rinhae dong….

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 5:43 PM Reply

      taemin selalu manis loh =D
      si maknae imut
      next part adalah last part (sadly)

  16. dhea September 12, 2011 at 10:43 PM Reply

    kyaa!! ff favorit ku akhir na keluar juga. hoho nunggu 2 bulan serasa nunggu 1 thn #lol
    loh masalah krystal blom selesai? thu org msh ngeksis aja gtu d ff the pervert nerd ? keke
    eh, thor aq mau tny nih. krystal ma donghae thu dlu na ada hub khusus tha?
    huaa knp donghae hrs ma krystal!! donghae ma gue aja #lol
    hehe

    nice ff thor, lnjutn na jgn lama2 ya :DD

  17. debkyukey September 13, 2011 at 6:29 PM Reply

    Yampuuuuuun published.
    Sekarang sudah bisa membayangkan wajah Taemin yang terlihat sangat namja..
    Heuh..
    Gak kuat ngeliat maknae yang satu itu..
    TaeMinji couple..
    Ga nyangka punya cerita serumit ini.
    Taemin nangis ?
    Andwae…
    Pasti cute bgt dehh..
    Dan knapa dia minum sebanyak itu?!
    Jangan Taeminnie…
    Meski kamu skarang sudah dewasa..
    Haha
    Baru deh ni satu cerita tentang Taemin.
    Tadinya aku mikir2 gimana ya ntar crita mreka.
    Takut ga cocok klo Taemin yg punya konflik.
    Karna ngebayangin dia masi kecil dan cute trus, eh ternyata bagus..
    Hehe
    Untuk next part MinhoSeorin yaaaa…

  18. Shin Seul Byeol September 14, 2011 at 6:59 AM Reply

    Sumpah ya!!!!!!!
    Taemin itu sweeeeet banget sih AAAAA
    Uri maknaeeee :*:*:*
    Minjinya juga sweet bgt lagi yang meluk dari belakang ituuu
    Aaaa suka bgttttttttt
    Itu minho kenapa lagi sih!!!!
    Palli palli partnya lanjuuuut
    Jangan lama2 lagi ya hehe :p

  19. itsyue September 14, 2011 at 7:13 PM Reply

    finally, nyampe jg ceritanya si taem >< kekekek,
    ohh jd itu alasan knp dulu taem mutusin minji ;O
    next part jgn kelamaan ya thor -_- MBA part 2 jg :D

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 5:49 PM Reply

      aaah, karena telat balas nya
      jadi bingung mau balas apaan ==

  20. yutaem September 15, 2011 at 1:08 PM Reply

    hwaaaa chukae buat taemin n minji ^^
    akhirnya…
    walaupun taemin rada2 gmn gt …
    lanjut thor :D

  21. evi shawolelf mufidah September 16, 2011 at 1:28 PM Reply

    Taeminnie,,, kau sudah tak sepolos dulu…… aigooo.. Key Umma.. bagaimana itu anakmu..
    lanjutkan,, kayaknya konflik minho-soerin belum kelar deh,, dan bang ikan juga belum nemu titik terang,,,
    ditunggu pokoknya thor,,,,

    jeng Author maaf yaa,, saya selalu baca nihh FF and sempet mampir ke blog tapi kagak pernah koment *plak,, dijitak sama authornya…#
    maklum lahh,, biasanya Ol pake HP *ngeles#,,

    saya kagum sama semua FF kamu Thor,, bahkan mendekati jatuh cinta,,, bolehkah saya diberi ilmu rahasianya,, heheh

    daebakkk pokoknya thor,,,,

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 5:51 PM Reply

      ilmu rahasia??
      gak ada ilmu atau rahasia XDD
      kalo mau kita bisa sharing, biar bisa saling membantu =]

  22. viera September 16, 2011 at 5:10 PM Reply

    waaaaahhhhh!!!! gileee g bsa byangin taemin nangiss!!
    aigoo,, keren bgeet thor critax
    next partx asap yaaa…

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 5:51 PM Reply

      liat aja gambar taemin nangis di lagu quasimodo XD

  23. erikaputridhiwanti September 16, 2011 at 10:39 PM Reply

    yohooo.. aku lega akhirnya udah publish jg chingu.. taem ama minji bikin gemes aja dah.. aigoooooo~~~.. aku doakan semoga TPN12 cepet publish juga.. amiiiiiiiinnn..hehe

  24. belaabe September 18, 2011 at 6:04 PM Reply

    huaaaaa, akhir nya ff yg gw tunggu” dtang juga. haha
    daebaaak!!

  25. Nataem (semi-hiatus) September 23, 2011 at 8:45 PM Reply

    EHHHH SUDAH KELUARRR *nari ala cheerleader gila*

    Uwohohoho MinJi dan Taemin aduuhhh aku bayanginnya masa Minzy 2NE1-___-
    Bikin geregetan deh kenapa harus berantem dulu, kenapa harus mabok dulu Taeminnya, kenapa harus berniat jauhin Minji baru mereka bisa jadian lagi??? Geregetan sama nih anak dua.

    Minho dan Krystal!!!! DUARRRRR Hayoloooooo Krystal kesenengan deh ini mah. Ada aja ya halangannya. Adaaaaaa aja *kesel* Pokoknya, Minho sama Seorin harus berakhir kayak Minji sama Taemin! TITIK! *digaplok*

    Glasses 12 cepeeeetttt yaahhh penasaran :D

  26. ninaluphmin'jong'joon October 2, 2011 at 12:50 PM Reply

    kyaaaaaaaaaa si taeminnnnnn romantissssssssss bangetlahhhhhhhhhhhhhhhh
    ya ampun aku sampe melelehhhh
    bagus bgt ffnya
    suka bgt!!!!!!!!!!!
    hadehhh itu minho ad masalah ap lg dahhhhhh
    lanjutttttttttttttt
    di tunggu part 12’nya

  27. teuKeyluv October 8, 2011 at 10:10 PM Reply

    akhirnya bagian Taemin kelar jugaaa…. hufft… kasian dia soalnya Key, Onew, ama Jonghyun dah kelar dr kemaren2… berarti sekarang tinggal Minho aja? semoga Krystal ttp ama Donghae…

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 5:58 PM Reply

      yups, tinggal minho lagi
      donghae-krystal juga loh

  28. misshyunminnie October 11, 2011 at 8:20 PM Reply

    Omo.. so sweet bgt.. Aplagi kata” nya Taemin.. “Apa kau masih tidak mengerti juga? Aku mencintaimu, hanya kau seorang. Hatiku tidak memiliki …(dst)…”
    Ni romantis banget *meleleh*
    Author daebakk!!
    O y, annyeong, author.. Aq baru hri ini baca TPN, dan lgsg ngebut baca part 1 mpe part 11.. Part 12 ditunggu.. Author fighting..!

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 6:01 PM Reply

      wedeeeh
      gak cape apa baca 11 part langsung??
      hehe
      makasih ya udah nyempetin baca ff ini

  29. aprianyarioka October 12, 2011 at 12:38 PM Reply

    yaaaaaaaammpunnnn.. taemin ama minji so sweet banget sih , taemin ampe relain minji supaya dia bahagia ckck
    tapi akhirnya bersatu lagi :)
    aku tetep menunggu couple favoriteku minho-seorin yang masih terhalangi krystal -__-
    update soon ya author

  30. rillataemshawol October 18, 2011 at 5:59 PM Reply

    thor agak bingung bacanya ni kan cerita tentang minho ama seorin tapi pergi ke couple lainnya,, truss masih belom clear juga masalh minho ama kristal?? aigoo,, kayanya betul kata seorin di part sebelumnya *klu gak salah yaa* kaya pake leem aja si kristal ama minho

    truss aku mau kasih semangat niii eonnie HWAITING buat TPN12nyaa penasaran nii sama next lanjutnya FFnya daebak kok,, berhasil buat penasaran

    kekekeke EONNIE HWAITING

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 6:03 PM Reply

      iya, ini cerita emang minho seorin
      tapi diselipin couple lain buat selingan ajah

  31. rheya October 21, 2011 at 8:21 AM Reply

    really like it… =)
    udah nggak sabar, pengen cepet2 baca “glasses 12″…

  32. shin ha ra October 23, 2011 at 9:46 AM Reply

    Thor kl udh baca TPN rasanya lemes krn kok para namja itu(SHINee) mematikan yah:’)
    Tp thor……. Dipercepat next partnyaaaaa, penasaran bgt ini sm Seorin dan Minho D':
    Ppali ya thor ;;)

    • Yuyounji 윤지 December 8, 2011 at 6:07 PM Reply

      lol, ternyata baca tpn bisa buat efek samping kayak gitu ya??
      baru tau nih
      wkwkw

  33. adhyra10 October 23, 2011 at 2:21 PM Reply

    Kyaaa bahagia banget :”’) terusannya thor…

  34. firda November 5, 2011 at 3:16 PM Reply

    ommooo.,, authorr…..
    akuu dah nggak sabar banget pengen baca lanjuttannya.,.,

    cepeetttaaann…

  35. anita nurqonita (@anitaninit) November 6, 2011 at 3:56 PM Reply

    author~~ lanjutin ff nya T.T

  36. duoMinriri November 12, 2011 at 1:05 PM Reply

    aku langsung komen di part 11 ini gpp y author pnsaran bgtt jd lanjutt trs heheh min#ditabok
    ehehe _V
    awl g enk dulu akhir ny uaaa mantebbbbb :D
    ditunggu lanjutt ny :D

  37. Park Min Mi December 17, 2011 at 11:19 AM Reply

    emang bener kata pepatah, bersakit2 dahulu, bersenang2 kemudian. akhirnya minji dan taemin bersatu juga…
    tapi mnho sama seorin masalahnya belum selesai. kasihan seorin harus menanggung banyak cobaan dalam kehidupan percintaannya…

  38. Kim Ni Sha December 23, 2011 at 7:30 AM Reply

    Akhirnya para magnae bersatu juga :)

  39. LeeShin91 January 15, 2012 at 3:46 PM Reply

    ciiiee, skrng gilirannya taemin
    suka pas bagian minji meluk taemin dr belakang
    dapet bgt feelnya, so sweeeetttttt……

  40. Hikma June 20, 2012 at 3:37 PM Reply

    Uri tetem bsa so sweet jg y. .
    Bnr” manly tp imut *ngomong ap sih q*

  41. Yuyounji 윤지 November 7, 2012 at 12:24 PM Reply

    firda
    anita nurqonita (@anitaninit)
    duoMinriri
    Park Min Mi
    Kim Ni Sha
    LeeShin91
    Hikma
    gomawoyo^^

  42. zhafikyo December 18, 2012 at 3:11 AM Reply

    taemin minji.. akhirnya mereka bersatu kembali..
    cinta terkadang membuat senang tp bisa juga membuat orang sedih.

  43. taurusgirls November 17, 2013 at 12:13 AM Reply

    Awww sweet..
    Baby taem yg kekanakkan dan minji yg dewasa cocok cocok…sweet mlh…. aaahh as usual dubu aku padamu..bener2 cinta sama karakter onew dsini..
    Sekarang tinggal mslh prtunangan minho
    okehh lanjut ke last part

  44. Wida November 17, 2013 at 4:54 PM Reply

    Awal yang menyakitkan, berakhir dengan kebahagiaan(?) /apaan coba/
    Finally taem-minji jadi pasangan kekasih hureee.
    Nahloh itu minho apaan undangan pertunangan? Tunangan sama krystal apa seoril/? Lanjut baca~~~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,288 other followers

%d bloggers like this: