Balas dendam?

Balas dendam?

Tittle                : Balas dendam?

Author             : Jung Yeonmin

Genre              : horror (?) *may be*, thriller *mungkin*, ga jelas *pasti*

Cast                 : Kim Jonghyun

Length             : drabble? Apa oneshot? Terserah deh #plak :b

Rating              : PG-13

A.N                  : annyeong, author ga jelas ini kembali lagi dengan fanfic yang lagi-lagi ga jelas *bow*. Yang jelas, fanfic ini aku rating 13 karena menurutku agak sadis, dan sebelumnya aku minta maap sama jjong udah aku laknati di fanfic ini *diarakblingers. Haha yaudah deh, daripada banyak bacot fanfic ini cuman fiksi *yaiyalah* kalo ada sesuatu yang tidak kalian senang disini mohon di maafkan karena fanfic ini dibuat untuk kesenangan semata yang jelas ga menyebabkan kangker paru-paru dan gangguan kehamilan (dikira rokok -,-)

Oke deh, enjoy my fanfic ^^

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

jarum pendek di arlojiku sudah menunjuk ke angka 12. Sudah selarut ini, pantas saja jalanan sudah sepi. Sangat sepi sampai aku bisa mendengar suara langkah kakiku. Akupun menendang-nendang batu kerikil yang ada di depanku.

BRAAAK

“suara apa itu?” batinku

            Aku menghentikan langkahku dan melihat dua orang namja sedang merebutkan sesuatu tepat di rel kereta api. Kutaksir, keduanya berusia kurang lebih enam belas sampai tujuh belas tahun. Mereka berdua saling beradu mulut dan mulai saling melayangkan tinju. Entah apa yang menggerakanku membuatku melangkahkan kakiku menuju mereka berdua.

“Ya! Hentikan!”

            Mereka berduapun berhenti dan mengatur nafas mereka. Mereka berduapun menatapku lekat. Salah satu dari mereka berjalan menujuku dengan tatapan yang mengerikan. Akupun mengambil langkah mundur sehingga membuat posisiku kini berada di atas rel kereta api. Ia terus berjalan menuju diriku dan aku terus melangkah mundur.

“apa maumu??? Aku cuman ingin me—“

            Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku sebuah sorot cahaya lampu yang menyilaukan menyorot kami berdua yang kini telah berada di atas rel. tidak, sebentar lagi kereta api akan melintas. Akupun segera berbalik dan setengah berlari. Namja itu mengejarku dan… terlambat, dengan naas kereta api itu menghantam tubuhnya bertubi-tubi dan memisahkan tangan dari tubuhnya. Dari kolong kereta api yang terus menghantamnya itu aku masih dapat mendengar suaranya yang berbicara sekuat tenaga.

“Ya! Jonghyun! Aku akan membalas dendam dan juga.. KAU!”

            Mataku membulat aku terbelak, sepertinya nama namja yang kini berdiri di sebrangku adalah Jonghyun. Tubuhku merinding hebat melihat pemandangan yang begitu mengerikan. Tubuh namja yang terhantam kereta api itu kini terpisah-pisah. Tangannya menggelinding menuju namja yang bernama Jonghyun, dan kepalanya.. menggelinding dan berhenti tepat di bawah kakiku memperlihatkan lehernya yang berdarah-darah dan matanya yang melotot seakan sangat membenciku.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

.

.

Jonghyun POV

“apa kau sudah mendengarnya?”

“berita apa? Jangan-jangan yang kau maksud adalah siswa yang meninggal di rel itu?

“iya benar! Kudengar pelakunya adalah seorang pelajar.. “

“benarkah?”

“ya, tapi masih belum dapat dipastikan pelakunya. Yang jelas pelakunya lebih dari satu orang”

“mengerikan! Bagaimana hal itu bisa terjadi?”

“entahlah, tapi yang kudengar.. arwah itu akan membalas dendam.. dan terus mencari pelakunya”

DEG

            Aku terdiam, kupingku meninggi bulu kudukku berdiri keringat dingin mengucur deras dari dalam tubuhku. Baiklah… itu bukan salahku! Ya! Itu bukan salahku dan semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada yang akan tahu kebenarannya. Dan lagipula… dia sudah mati, soal arwah yang balas dendam pasti omong kosong! Ya, itu tidak mungkin. Tiba-tiba kurasakan berat disalah satu pundaku, sebuah tangan menopang di pundak kananku. Aku tersontak dan menyingkirkan tangan itu dengan cepat.

“hey jonghyun-ya! Kau kenapa? Ini aku samyeon!”

“ah.. ternyata kau, kau mengagetkanku. Ada apa?”

“songsaenim memanggilmu katanya ia membutuhkan bantuanmu”

“ah.. baiklah aku kesana”

            Akupun berjalan menuju koridor, aneh hari ini koridor sepi sekali tidak ada satupun yang lewat kecuali aku. Akupun menundukan kepalaku sebentar dan langkahku terhenti saat mataku menangkap pemandangan di luar jendela. “senja?” akupun melihat arlojiku dan kuda[at jarum panjang tepat di angka dua belas dan jarum pendek di angka enam. “apa? Senja? Jam 6 sore? Bukannya tadi baru saja jam dua belas siang??” kataku pada diriku sendiri.

“jonghyun-ya kau kah itu?” sahut seseorang di balik pintu yang berada di belakangku. Terpampang sebuah papan yang sudah kusam dan tertulis “Ruang Guru”.

“ne songsaenim..”

“masuklah”

            Akupun memutar kenop pintu dan membukannya secara perlahan. Kudapati ruang guru yang sangat berantakan. Namun sangat sepi. Hanya ada aku dan seorang pria paruh baya dengan kemeja putih bergaris dan celana panjang hitam. Ia berdiri membelakangiku menghadap sebuah lemari dan tengah sibuk dengan berbagai kertas di kedua tangannya.

“songsaenim ada yang bisa ku bantu?”

Tidak ada jawaban

“songsaenim-ssi.. apa yang terjadi disini?”

Tidak ada jawaban

            Akupun berjalan mendekatinya dan menepuk pundaknya “songsae—“ kataku terputus ketika songsaenim membalikan badannya dan kudapati sebuah pemandangan yang membuatku err mual. Bukan songsaenim yang kukenal, melainkan sebuah wujud makhluk yang sangat mengerikan! Kudapati luka bakar dimana-mana sehingga membuat kulitnya terkelupas, matanya yang bolong dan salah satunya masih ada namun sangat melotot sehingga matanya nyaris keluar dari lubang matanya. Mulutnya yang sobek sampai ke kuping sehingga aku bisa melihat jelas tengkorak pipinya. Sebuah pisau tajam menembus lehernya dan membuat darah berceceran dan aku sudah tidak sanggup meneruskan pemandanganku. Akupun mengambil langkah mundur dan berteriak. Detik itu juga akupun berlari menjauhi makhluk yang mengerikan itu. Aku berlari dan berlari tanpa arah hingga aku menangkap pemandangan di luar jendela. “senja berganti malam?” akupun menghentikan langkahku dan mengatur nafasku yang tidak beraturan.

            Ayolah.. ternyata ini bukan main-main. Koridor sekolah sudah sangat gelap dan kembali sunyi. Sepertinya makhluk itu tidak mengejarku. Aku harus segera keluar dari sini. Saat aku hendak melanjutkan langkahku aku teringat dengan tas dan beberapa barang berhargaku yang tertinggal dikelas. Aku harus mengambilnya. Ayolah kelas tidak jauh dari sini, setelah ambil aku pasti bisa keluar dengan selamat. Setelah menarik nafas entah untuk kesekian kalinya, akupun melanjutkan langkahku menuju kelas. Lampu menyala remang-remang sepanjang koridor sekolah, tak jarang kudapati lampu yang berkedap kedip namun tetap saja sunyi hanya ada aku yang melintas di koridor sekolah. Kini aku berdiri tepat di depan ruang kelasku.

Krieet Krieet

            Sebuah bunyi datang berasal dari dalam kelasku, akupun menahan nafasku. Ah mungkin itu suara temanku yang masih berada di kelas untuk mengerjakan tugas, ya pasti begitu. Dengan tangan yang bergetar akupun meraih kenop pintu dan mulai memutarnya dengan perlahan. Setelah itu, akupun mendorong pintu kelasku secara berhati-hati sehingga menimbulkan bunyi gesekan antara pintu dengan lantai kelasku. Hingga akhirnya pintu itu kini terbuka lebar dan.. ah sial, aku sangat menyesal membuka pintu kelasku. Kudapati sebuah kaki melayang dan berayun dengan perlahan tepat di atas kepalaku. Salah satu kakinya tak beralas dan yang satunya lagi memakai sepatu yang usang. Bajunya yang compang camping dan kepalanya menunduk dan tertutup oleh rambutnya yang rusak, hitam dan sangat panjang. Akupun mendapati sebuah tali yang melingkar di lehernya dan menggantung dilangit-langit ruang kelasku.

            Akupun menelan ludahku, aku berusaha untuk mengalihkan pandanganku dari pemandangan yang mengerikan itu tapi aku tidak bisa. Tiba-tiba kepala yang tadinya menunduk itu mulai bergerak. Akupun mengambil langkah mundur. Yeoja yang tergantung itu kini menyibakan rambutnya, sehingga aku dapat melihat wajahnya yang rusak dengan matanya yang melotot kearahku seakan ia sangat membenciku. Iapun berayun dengan cepat dan membuat tali itu putus dari langit-langit kelasku. Kini ia berdiri tepat di depanku. Akupun terus melangkah mundur, membalikan badanku dan mulai berlari. Yeoja itu, ah tidak hantu itu berjalan dengan terseok-seok mengejarku. Akupun menjerit dan berlari tanpa arah. Tiba-tiba aku menabrak makhluk mengerikan yang berada di ruang guru tadi dan kini berada tepat di depanku. Akupun membalikan badanku dan kudapati hantu yeoja itu bersama teman-temannya yang entah sejak kapan aku menjadi terkepung oleh kawanan hantu ini. Saat aku melemparkan pandanganku menuju makhluk aneh tadi, aku juga mendapatinya bersama makhluk-makhluk mengerikan lainnya.

            Hanya ada dua jalan yang tersisa, jendela atau ruang kamar mandi yang kini tengah berada di depanku. Akhirnya akupun memutuskan untuk membukan gagang pintu kamar mandi dan berharap aku bisa selamat tapi.. tidak saat pintu kamar mandi berhasil terbuka, yang kudapati adalah Yoonseo! Dia yang seharusnya sudah meninggal beberapa waktu lalu di rel kereta api. Keadaannya sangat mengerikan, wajahnya sangat hancur dan tangannya hanya sebelah sedangkan tangannya yang satu lagi menggendong kepalanya.

“Yoonseo! Itu bukan salahku! Kumohon, biarkan aku tenang! Itu bukan salahku!”

            Percuma ia seakan tidak mendengarkanku, ia berjalan menujuku dan membuatku melangkah mundur. Kini ujung tumit kakiku telah menyentuh tembok jendela. Semua hantu itu benar-benar mengepungku dan membuatku setengah gila. Kumohon seseorang tolong aku! Kumohon! Semua hantu itu mulai mendekatiku dan semakin dekat. Akhirnya akupun memutuskan untuk meloncat dari jendela. Akupun membuka jendela dengan paksa dan melangkahkan kakiku keluar. Detik itu juga aku merasakan melayang dan terbebas dari mereka semua…

JLEEEEEEEP

.

.

.

.

SEOUL

telah terjadi aksi bunuh diri kembali. Kini yang mengalami adalah seorang namja berusia tujuh belas tahun. Tidak ada yang tahu alasannya melakukan aksi nekat itu. Berdasarkan saksi, terakhir kali teman-temannya melihatnya adalah pada jam istirahat dan setelah itu tidak ada yang mengetahui keberadaannya lagi. Namja ini melakukan aksi bunuh dirinya di sekolahnya setelah ia meloncat dari jendela yang berada di lantai enam dan dadanya yang tertusuk pagar sekolah yang tajam sehingga menembus badannya. Dari kartu identitas yang terdapat di kantong celana namja tersebut, namja itu bernama Kim Jonghyun. Bagi keluarga yang mengenalnya bisa menghubungi kami.

.

.

.

.

.

Author POV

            Terdapat seseorang membaca artikel itu dan mengerutkan dahinya. Kau sudah menduga bahwa arwah itu benar-benar membalas dendam kepada orang yang bernama jonghyun itu. Membuatmu bertanya-tanya lalu apakah arwah itu akan membalas dendam kepada orang yang satu lagi? Apakah kisah pembalasan dendam arwah itu akan terus berlanjut? Lalu apa alasan jonghyun bertengkar dengan arwah itu? Mungkin kau akan menemukan jawabannya jika kau telah bertemu dengan arwah itu. Arwah yang kini tengah berada membaca setiap untaian kalimat disini bersamamu, dan mungkin.. melanjutkan kisah pembalasan dendam itu yang tidak dapat kuceritakan disini.

Selamat bersenang-senang

.

.

.

.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

HA HA begimana? Gaje banget endingnya??

Wkwkwkwk itulah author selalu membuat fanfic gagal yang gaje banget dan lagi-lagi ga dapet horrornya. Maklum author tiap hari makan pete jadi ga bisa bikin fanfic horror #ganyambung. Sekali lagi Mianhamnida mohon maaf lahir dan batin karena telah membuat fanfic super gagal ini dan membuat kalian membacanya. Ini adalah fanfic yang author bikin selama jam pelajaran bahasa Indonesia karena author ngantuk dengerin guru ngomong #plak. Oke deh biar ga banyak bacot, author yang ga jelas ini akhiri aja, dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan :D

http://www.thedreamerstory.wordpress.com

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

@viqivi

About these ads

21 thoughts on “Balas dendam?

  1. Daebak thor!
    Feel horor nya dapet,aku jamin kalo aku bacanya pas tengah mlm gak bakal bisa tidur aku-nya..
    Ditunggu ff selanjutnya,thor!!
    Tapi kenapa arwahnya balas dendam?salah jong apaan?
    Squel,please..

  2. heh author kayak gini gak serem?terus yang dibilang serem kayak apaaaaaa? T.T
    daebak thor!!!!!!
    sumpah yang cewek gantung diri dikelas itu arggghhh
    apalagi yang bagian “Iapun berayun dengan cepat dan membuat tali itu putus dari langit-langit kelasku” gue langsung freeze terus liat sekeliling..horor abis bro
    kalo bisa dibuat sequel dong thor,seru tuh ceritanya

  3. authorrr ini tuh seremm bgt !!!
    untung aku bacanya siang .. klo malem dah merinding sendirirann di kamar …
    huwaaa sebenernya apa yg terjadi sih ?!! ayoo dong buat sequelnya !!!

    aku serempas bagian kuntilanak!! sma yg hari nya tiba2 dah sore … huwaaa dag dig dug duerr !!!
    ayooo sequelnya !!

  4. Ga terlalu panjang jadi asik bacanya. Lumayan seru nih ceritanya :D
    mending bikin sequelnya, satu cukup. Mencakup latar belakang pertengkaran dan nasib orang yg satu lg. Klo kata aku sih bikin drabble lg jg masih bisa :) ayo ayo!

  5. Loela says:

    ih, thor??
    Ak bru aja comeback jd reader lgsung dpet ff kaya gini,,*udah tau horor msh aja dbaca*
    mana Ojongku pake ada acara lompat indah(?) ky gituu…

    Lain kali Ojong jgan dbikin mati2 gtu ya, thor??

  6. minew says:

    ish, bete sama hantunya, jonghyun salah apa coba, kan dianya sendiri yg main di deket rel kereta, zzzzz
    author unnie, aku bingung, orang satunya lagi siapa???

  7. ivy says:

    Authorrr…please yah..aku ini anak kost..jgn di takut2in gini dong huhuhu…trus lanjutan nya kapannn??? *author..popo…*hehehhe

  8. m…mwo???

    Ngerti sih, tapi kaget aja begitu tau endingnya begono. :D :D :D

    Need sekuel nih sebenernya. Ini udah ending sih, tapi we need a true ending biar mencapai kepuasan maksimal *halah*

  9. Cheonsa is Shawol says:

    WOOY THOR! Deskripsi kondisi kematiannya parahh, sadis abis, bikin jijik nyahaha..
    Terus ‘aku’ di awal cerita itu gimana? bernasib sama kayak jjongie?
    Reader bisa jadi arwah penasaran kalau begini.. nyahaha

  10. alamaaak. ni ff pendek tpi berasa ngebaca berpuluh-puluh halaman..
    tiupan dari kipas angin kamar berasa nancep banget ke kuduk aku.. alamaaak~~~

    ini.seriusan.serem.thor.!
    pas awal masih biasa. kegiles kereta api udah mulai mual. pas si jjong ketemu temennya biasa lagi, pas ketemu guru abal2 mual lagi, pas ketemu yeoja abal2 gemeteran lagi…
    dan..dan…
    apaan itu paragraf terakhir?!!
    *brb liat kiri kanan belakang*

    ya ampuun, ini kudu dilanjutiin..akunya juga penasaran buat paragraf terakhir..
    keep writing yaa :D

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s