[SKIP VER.] Unpredictable Marriage – Part 6

Unpredictable Marriage Part 6 [SKIP VER.]


Author: MrsKeybum23

Genre: Romance, Friendship, Life

Main Cast: -Kim Kibum

                    -Lee Hyo Min

Other Cast: Choi Minho, Krystal, dll (msh terus berubah)

Length: Sequel

Rating: NC-21

Disclaimer: This Story is Mine. I don’t own them(SHINee), they’re belongs to God except some imaginative characters such as Lee Hyo Min.  Please, give me some critics. AND PLEASE DON’T COPY THIS STORY WITHOUT MY PERMISSION OR WITHOUT WRITE MY NAME AS AN AUTHOR. WE HATE PLAGIARSM!

KEMBALI LAGI BERSAMA SAYAA!! AUTHOR BARU YANG SUPER DUPER ANEH (-_-) dear readers, kalian perlu tau yaa ini gue ngerjainnya pas malem minggu saking ga ada kerjaannya daaan ada beberapa masalah teknis(cielah) yang gue alami. Bikin gue sempet frustasi beberapa saat dan hampir menyerah. Tapi…. Demi kalian AKHIRNYAAA!!! Masalah itu selesai! YEAY! Hahahahaha baiklah, tanpa menuggu lama langsung saja kalian baca cerita ff nista ini daaaannnn jangan lupa komen! ;) Terimakasihh :D :*

-Hyo Min POV-

Ke esokan paginya..

Aku sudah bersiap-siap di kamar ketika Kibum masuk ke kamarku tanpa permisi. Membuatku sedikit kaget. Ketika aku bersiap memarahinya dia hanya nyengir tak berdosa. Mau tak mau aku ikut tersenyum dan membatalkan niatku untuk memarahinya.

Kibum melangkah masuk dan memeluk pinggangku dengan mesra, menompangkan dagunya diatas pundakku dan menghembuskan nafasnya yang hangat dileherku.

“Kau sudah siap?” bisiknya pelan. Suaranya yang menggoda membuatku sedikit merinding. Jujur saja, aku belum terbiasa dengan sikapnya yang berubah seperti ini.

Aku mengangguk, “Semuanya hampir siap, kau?” balasku. aku meraih tas yang akan kubawa dan menutup resleting tas itu.

“Tentu saja. Sekarang lebih baik kita keluar.” Sahutnya. Lalu Kibum mengambil tasku dan membawanya keluar. Dia menarikku ikut keluar dari kamar.

Hari ini hari sabtu, seperti janjinya dia akan mengajakku untuk pergi ke pantai. Awalnya aku bingung akan mengenakan baju apa, tapi akhirnya kuputuskan untuk memakai cropped tee dipadu warna putih yang dipadu dengan tanktop warna hitam dan hotpants. Sementara Kibum hanya memakai t-shirt warna krem dan jeansnya.

Diperjalanan tak henti-hentinya dia memandangiku, memainkan rambutku sambil tetap berkonsentrasi pada jalanan didepannya. Sementara aku hanya bisa tersenyum malu karena dia terus memandangiku dengan pandangan memuja.

“Chagi, hari ini kita tidak jadi pergi ke pulau Jeju ya. Mianhae….” Sahutnya membuka pembicaraan.

“Wae? Oppa tidak dapat tiketnya ya?” balasku sambil meledek.

“Ani.. aku baru ingat keluarga besarku punya satu pulau didekat sini. Kita akan menginap disana. Kau tahu, pemandangannya tak kalah indah dari pulau Jeju.” Kibum menjelaskan dengan semangat. Matanya berbinar-binar ketika mengatakan itu.

“Jinjja? Wuaaah.. aku tidak menyangka kalian punya pulau.. Apa disana ada penginapan?” tanyaku.

Aku nyaris lupa bahwa keluarga Kibum merupakan keluarga berada dan terpandang. Mungkin bagi mereka membeli satu pulau kecil itu sudah seperti membeli beberapa rumah. Bukan berarti keluargaku biasa saja, hanya saja keluarga mereka lebih kaya raya. Apalagi keluarga mereka sudah membantu Appa-ku waktu perusahaan kami bangkrut dan rugi.

“Ne… disana ada beberapa penginapan. Wae? Kau berniat menginap disana?” Tanya Kibum sambil menatapku sekilas.

Aku terdiam. Aku ingin sekali menginap disana, tapi itu berarti aku akan satu kamar dengannya. Tidak mungkin kan kami tidur beda kamar, apalagi kami sudah menikah. Apa kata orang nanti. Tapi membayangkannya saja mukaku sudah memerah karena malu.

“Iya, aku memang ingin menginap disana Oppa. Kau keberatan?” balasku akhirnya.

Kibum menggeleng “Tentu saja tidak. Untung saja aku sudah membawa baju juga” sahutnya.

Lalu kami berbincang hal-hal lain. Ternyata perjalannya cukup lama, sekitar 2 jam. Tampaknya kami sudah keluar dari kota Seoul. Kibum memasang lagu mellow dengan nada slow membuatku mengantuk. Tanpa sadar akupun tertidur.

….

“Hey, Chagiya, bangunlah..” sahutnya pelan. Kurasakan tangannya menyentuh pipiku dengan lembut. Dengan perlahan aku membuka mataku.

“Kita sudah sampai?” tanyaku sambil mengerjap-ngerjapkan mata. Kibum mengangguk, lalu membuka seatbeltnya.

“Ne.. tapi kita harus pergi naik perahu dulu untuk sampai ke pulau itu. Tidak lama kok, paling lama hanya lima belas menit. Ayo kita keluar” ajaknya.

Aku mengangguk, membuka seatbelt dan keluar dari mobil. Benar saja, kami sedang berada di sebuah dermaga kecil. Hamparan laut luas sudah terlihat didepan mata. Seketika saja aku langsung sadar sepenuhnya. Kembali bersemangat.

Kibum mengambil tasku dan tasnya lalu berjalan ke arahku. Menggandeng tanganku, lalu kami berjalan bersama. Pasir-pasir warna putih sudah terlihat. Reflex aku tersenyum sumrigah. Aku benar-benar merindukan suasana pantai. Aku menghirup udara dalam-dalam dan membuangnya lagi. Sangat tenang, dan damai.

“Kau sangat menikmatai suasana pantai ya..” sahut Kibum kepadaku. Aku menoleh dan mengangguk.

“Aku sudah lama ingin ke pantai, tapi baru sekarang bisa kesini.” Tanggapku.

Kami berjalan kearah perahu yang sepertinya sudah disiapkan dan menaikinya. Diatas motorboat itu terlihat seorang pengemudi perahu yang sudah siap. Lalu perahu pun mulai berjalan.

Aku duduk disalah satu kursi, diikuti Kibum yang duduk disebelahku sambil mengalungkan tangannya keleherku. Aku meletakkan kepala diatas pundaknya. Menikmati suasana dan angin sepoi sepoi yang berhembus pelan.

“Oppa… kau yang menyiapkan semua ini?” tanyaku pelan.

“Ne.. kenapa?” balasnya. Dia mengelus pelan leherku yang tidak terhalang rambut.

“Hmm.. terimakasih sudah menyiapkan semua ini untukku.” Jawabku tulus. Dia mendekatkan mukanya kearahku dan tersenyum.

“Cheonmaneyo… kau suka?” tanyanya lagi. Aku mengangguk. Dia tersenyum puas dan mencium bibirku dengan lembut. Lalu sedikit mendorong kepalaku untuk menciumnya lebih dalam.

Aku menarik kepalaku dan melepaskan ciumannya, “Nanti saja. Disini tidak enak dengan Ahjussi.” Ucapku pelan menahan malu.

Kibum hanya tertawa keras-keras. “Ne chagiya…”

Benar saja kata Kibum Oppa, hanya dalam waktu lima belas menit kami sudah sampai dipulau kecil itu. Walaupun itu pulau kecil, dapat kulihat sensasi mewah dan pemandangan indah dari sekeliling pulau itu. Apalagi pemandangan pantainya terlihat romantis. Pantas saja dia memilih pulau ini sebagai tempat liburan kami. Suasananya sangat pas dengan keadaan kami sekarang.

***

-Author POV-

Kibum melompat pelan turun dari motorboat dan memberikan tangannya kearah Hyo Min. lalu yeoja itu turun dari perahu tanpa merasa kesulitan sama sekali. Dari dermaga kecil itu mereka langsung ke salah satu hotel mewah yang ada dan memesan kamar.

Hyo Min sedikit kaget, apalagi ketika melihat Kibum yang langsung bisa menerima kunci kamar mereka tanpa menuliskan namanya atau sekedar menyebutkan namanya. Lalu mereka berdua melenggang santai berjalan kearah kamar yang ternyata terletak dipojokan dan sedikit tersembunyi.

Yeoja itu langsung duduk dikasur dan membanting pelan badannya ke kasur itu. Sementara Kibum hanya duduk disampingnya dan memandangi istrinya itu.

“Hmmh… rasanya aku ingin tidur saja disini.” Gumam Hyo Min masih sambil menutup matanya.

“Kau kan tadi sudah tidur. Masa belum puas?” Tanya Kibum. Dia merangsek mendekati Hyo Min dan tiduran disebelah yeoja itu.

“Ah Ne… aku ingin sekali ke pantai. Kau mau menemaniku Oppa?” Tanya Hyo Min. yeoja itu membuka matanya dan memutar badannya, menatap Kibum dari jarak dekat.

“Ne. kalau begitu kajja! Akan kutunjukkan kau dimana pemandangannya yang indah.” Sahut Kibum sambil bangun.

Namja itu menarik tangan Hyo Min untuk berdiri. Lalu mereka keluar lagi dari kamar. Hyo Min sendiri hanya memakai sandal jepit miliknya dan meninggalkan tas dompet dan hpnya dikamar.

….

Begitu melihat hamparan pasir putih dan air laut yang bening Hyo Min langsung berlari kearah laut dan merentangkan kedua tangannya, mengangkat kepalanya dan menghirup udara dalam-dalam.

Kibum hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Hyo Min yang masih seperti anak kecil itu. Namja itu berjalan kearah Hyo Min dan merangkulnya. Menariknya membuat Hyo Min membuka matanya dan teriak tertahan lalu tertawa lepas.

“YA..! kau ini, kalau aku jatuh bagaimana?” seru Hyo Min pura-pura marah. Namun sesaat kemudian yeoja itu tertawa lagi.

“Tidak akan. Aku akan menangkapmu bila kau jatuh.” Balas Kibum dengan sumrigah. Melihat itu Hyo Min memeluk Kibum dengan erat.

“Chagiya, kau mau duduk disini?” Tanya Kibum pelan. Mereka sudah didekat air laut. Karena air laut beberapa kali menyentuh kaki mereka berdua. Hyo Min mengangguk.

Lalu mereka berdua mundur sedikit dan duduk di pasir.

“Kau benar Oppa… pemandangan disini sangat indah. Tidak kalah indahnya dibandingkan pulau Jeju..”  ucap Hyo Min. yeoja itu melepas sandal jepitnya dan meletakkan didekatnya.

“tentu sajaaa. Aku kan sudah bilang padamu.” Balas Kibum dengan puas.

“Disini masih sepi ya Oppa…” sahut Hyo Min sambil merapikan rambutnya yang berantakan karena hembusan angin.

“Ne.. karena ini bukan hari libur. Aku juga sudah bilang pada pegawai hotel untuk tidak menerima pengunjung dalam jumlah yang banyak. Aku tidak ingin liburanmu terganggu oleh orang banyak.”

“jinjja? Aish… kenapa kau berbuat seperti itu? Kan tidak enak dengan keluargamu…” Hyo Min mengerucutkan bibirnya tanda tidak suka dengan kalimat Kibum.

“Gwechana… mereka tidak keberatan selama ini untukmu. Tenang saja..” jelas Kibum, berusaha membuat Hyo Min kembali tersenyum. Yeoja itu hanya mengangguk kecil.

Sesaat mereka diam. Hanya terdengar suara air yang menghantam pasir dan menyentuh ujung mata kaki mereka. Hyo Min sedang menatap kearah laut ketika Kibum memandanginya.

“Apa kau benar-benar mencintaiku Chagi?” Tanya Kibum tiba-tiba. Membuat yang ditanya menoleh.

“Tentu saja Oppa, kenapa kau bertanya seperti itu?” balasnya. Hyo Min terlihat kaget mendengar pertanyaan suaminya itu.

“Ani.. aku hanya merasa ragu. Dulu aku sangat membencimu. Aneh rasanya kini aku sangat menyayangimu begitu juga dengan kau. Aku sering merasa aku tidak pantas untukmu.” Kibum mengucapkannya dengan serius.

“Yaa.. Oppaaa kau jangan berkata seperti itu. Aku sangat mencintaimu Kim Kibum, sungguh. Kau harus percaya padaku.” Balas Hyo Min. yeoja itu menyentuh kulit wajah Kibum dan mengelusnya. Menatap namja itu dengan sungguh-sungguh.

Kibum menatap wajah Hyo Min dengan pandangan yang sulit ditebak. Lalu dia mendekatkan wajahnya kearah Hyo Min. Mencium yeoja itu dalam-dalam. Menghisap bibir Hyo Min, membuatnya sedikit mendesah. Lama-kelamaan ciuman itu semakin panas. Hyo Min membuka mulutnya, membuat lidah KIbum bisa menjelajahi setiap inchi mulut Hyo Min.

Lidah mereka saling bertautan, mereka saling bertukar oksigen, membuat mereka sedikit kehabisan nafas. Kibum menarik Hyo min keatas pangkuannya, lalu Hyo Min mengalungkan kedua tangannya dileher namja itu. Ciuman mereka semakin panas. Perlahan tapi pasti bibir Kibum mulai turun keleher Hyo Min. menghisapnya berkali-kali, menciptakan kissmark membuat Hyo Min mendesah pelan.

“Ssshhhhh…..” desah Hyo Min yang merasakan geli sekaligus nikmat karena perlakuan Kibum. Mendengar itu Kibum semakin ganas menyerang Hyo Min (?).

Tiba-tiba… BYUR! Air laut menghantam mereka dengan keras. Membuat hampir seluruh pakaian mereka basah. Kibum menarik kepalanya, menghentikan aktifitasnya seketika.

“HAH! Bajuku basah!” seru Hyo Min kesal. Dia menarik bajunya dan merabanya pelan.

“Aishh mengganggu saja!” rutuk Kibum cukup keras. Celana jeansnya dan ujung baju namja itu terlihat basah kuyup karena hempasan air laut tadi.

Hyo Min menatap Kibum sebentar, lalu bangkit berdiri. “Oppa, kita lanjutkan saja dikamar. Disini tidak nyaman.” Sahutnya kesal.

Kibum mengangguk dan ikut berdiri juga. Dia merangkul Hyo Min dan mencium leher yeoja itu. Mereka berjalan pelan kembali ke kamar. “Ne.. tenanglah. Jangan kesal seperti itu, nanti mukamu jadi jelek.” Ledek Kibum sambil tertawa kecil.

“Bagaimana aku tidak kesal, lagi seperti itu malah diganggu!” Hyo Min mengerucutkan bibirnya.

“Mwo? Aish.. jadi kau suka ya?” Tanya Kibum dengan evil smilenya. Hyo Min hanya mengangguk malu-malu.

Akhirnya mereka sampai dihotel dan masuk ke kamar mereka. Hyo Min membuka kausnya dan melemparnya kedalam kamar mandi.

“Aku akan membersihkan badan sebentar.” Ucapnya yang diikuti anggukkan kepala Kibum.

***

-Hyo Min POV-

“Aku akan membersihkan badan sebentar.” Ucapku. Kulihat Kibum hanya mengangguk.

Aku masuk kekamar mandi dan menyalakan shower. Menyiramkan air kearah kakiku yang belepotan pasir dan air laut. Lalu kearah badanku, mengarahkan shower sebentar ke atas rambutku.

Aku membuka pintu kamar mandi dan berjalan keluar. Kulihat Kibum sudah berganti baju dan celana pendek. Dia tersenyum penuh arti kearahku ketika dia melihatku keluar dari kamar mandi.

Dia berjalan mendekatiku dan menarikku pelan. “Kau mau melanjutkan yang tadi?” tanyanya dengan senyum evilnya. Aku hanya mengangguk pelan.

Dia langsung menciumku dengan ganas. Kali ini dia lebih liar. Menghisap bibirku dan memainkan lidahnya didalam ronga mulutku lebih frontal dari yang tadi.

SKIPPPP!!!!!

…….

Dia melepas pelukannya dan memandangiku. Aku membuka mata. “Saranghaeyo Hyo Min…” ucapnya pelan sambil mencium bibirku lembut.

“Naddo sarangaheyo Kim Kibum….” Balasku.

***

-Author POV-

Sore harinya setelah membersihkan diri mereka berdua pergi mengelilingi pulau. Walaupun hanya berjalan-jalan disekitar pantai. Tapi mereka berdua tampak sangat menikmatinya. Kibum merangkul pinggang Hyo Min dengan mesra, sepert biasa.

Hyo Min duduk disalah satu bangku yang ada didekat pantai. Disebelahnya Kibum duduk sambil menikmati pemandangan sunset.

“Oppa..” panggil Hyo Min.

“Ne.. chagi, ada apa?” Kibum menoleh, lalu menoleh menatap Hyo Min.

“Bisakah kita lebih lama disini? Aku ingin sekali berada di pulau ini lebih lama. Entah kenapa aku merasa nyaman disini.” Pinta Hyo Min sambil menunjukkan puppy eyesnya.

Kibum terdiam cukup lama “Kau benar-benar ingin berada disini lebih lama?” tanyanya memastikan.

“Ne… bisakah?” balas Hyo Min.

Kibum menggeleng. “Aniyo… kau kan harus kuliah hari seninnya, aku juga harus bekerja.”

Hyo Min terlihat kecewa. Tadinya ia mengira permintaannya akan diberikan oleh Kibum, tapi ternyata tidak. Hyo Min mengalihkan pandangannya kearah laut, mengacuhkan kalimat Kibum.

Namja itu mengelus pipi istrinya sebentar, tapi Hyo Min tetap diam. “Kau marah?” tanyanya pelan.

“Ani” jawab yeoja itu singkat. “Jinjja?” Tanya Kibum sakartis.

“Tidak bisakah Oppa mengabulkan permintaanku kali ini saja? Jebal……” kini Hyo Min menatap Kibum dengan tampang memelas. Lalu yeoja itu mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali. Tepatnya merayu Kibum.

“Ani. Lain kali aku akan mengajak kau kesini lagi. Tapi besok kita harus pulang.” Kibum tetap pada pendiriannya. Walaupun dia sempat ragu karena tatapan maut dari Hyo Min.

“Hmm… baiklah.” Sahut yeoja itu sambil berdiri. Dan berjalan meninggalkan Kibum sendirian.

***

-Kibum POV-

Aku melihat dia cemberut. Sepertinya kesal karena aku tidak mengizinkannya berada disini lebih lama. Bila sedang marah seperti itu Hyo Min sangat lucu, membuatku sedikit gemas.

““Tidak bisakah Oppa mengabulkan permintaanku kali ini saja? Jebal……” kini Hyo Min menatapku  dengan tampang memelas. Lalu mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali. membuatku sedikit goyah, jelas sekali dia sedang merayuku.

“Ani. Lain kali aku akan mengajak kau kesini lagi. Tapi besok kita harus pulang” Sahutku tegas. Mendengar itu dia kembali cemberut.

“Hmm… baiklah.” Sahut Hyo Min itu sambil berdiri. Dan berjalan kembali ke hotel.

Aku ikut berjalan dibelakangnya, membiarkannya larut dalam pikirannya sendiri. Kulihat dari belakang dia berjalan gontai, sesekali menendang pasir karena kesal. Samar-samar aku bisa melihat mukanya yang kesal. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya.

Lalu mempercepat langkah dan menghampirinya. Memeluknya dari belakang, sementara Hyo Min tidak merespon.

“Besok kita pulang sore hari, bukan pagi-pagi. Tenang saja” bisik didekat telinganya. Dia hanya diam.

“Nanti malam kita tidak kemana-mana?” tanyanya. Aku terdiam, mencoba mengingat acara yang ada di pulau ini. Tiba-tiba aku tersenyum, teringat akan sesuatu.

“Ani. Nanti malam aku akan mengajakmu melihat pesta kembang api dan makan malam di pinggir pantai. Kau mau?”

Hyo Min tersenyum kecil, “Jinjja?”. Aku mengangguk pasti. Kini dia tersenyum lebar dan membalikkan tubuhnya.

“Gomawo Oppa!” serunya sambil mencium pipiku. Membuatku sedikit kaget. Lalu menariknya kedalam pelukanku, mengangkat tubuhnya yang enteng.

“Yaaa! Oppaaa” teriaknya ketika aku memutar-mutar tubuhnya diatas. Kulihat dia tertawa lepas. Akhirnya aku memeluknya, sangat erat dan cukup lama.

-TBC-

Nahh karena ini versi skip jadinya cuman sepuluh halaman huehehehe mian yaaaa. Aslinya sihhh nyaris 14 halaman *upss. HEHEHE btw author mau ngucapin terimakasih sebanyak-banyaknya buat para admin di blog ini, soalnya udah ijinin aku kirim yg versi skip tanpa harus nunggu dua bulan unuk dipost karena tdnya aku cmn kirim sampe part 8 doang hehehe. Tapi ternyata boleh…. Kamsamhamnidaa! *bow*

OHYAA! Aku mau ngucapin terimakasih buat semua reader yang udah baca ff nista ini…. Yang udah bersedia komen… makasih banyaakk! Ga nyangka responnya sebaik itu :’) semoga ff lain bisa mendapat respon yang lebih baik dari readersnya amin! Kalo nanti ada yang mau protes sama endingnya silahkan~ hehehe kalo ada yg mau protes Nicolenya cmn sedikit silahkan~ Author menerima dengan ikhlas ^^. Segitu aja bacotannya hehehe makasih banyak yaaa! Neomu neomu saranghaeyo readers! :*

Xo, A~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

121 thoughts on “[SKIP VER.] Unpredictable Marriage – Part 6

  1. akhirnya skip versionnya keluar :)

    mereka romantis banget ya. .
    Seneng deh liat mereka akur gitu
    semoga hyomin gak pernah inget sama minho
    endingnya hyomin harus sama kibum ya thor
    harus pokoknya! #maksa :p

  2. Yaah di skip (⌣́_⌣̀). *eh
    Iyaa jdi mesra bgt yah mrka.kyanya ntar klo pnya anak tmbah seru,tpi tambahin sdikit komedi’y..kibumnya jail kek..hehe
    Lanjut yah thor :)

  3. Shin Seul Byeol says:

    Kenapa tbc nya cepet bgt T_T
    Terus itu nasibnya minho gimana….
    Hyo min belom inget minho kan?
    Kalo tbtb dia inget minho gimana ya
    Lanjut doooong!!!!!

  4. Asyikkkkk suka banget,,d.tunggu dri lma, gkgkgk
    Authorr saranghae sudah bkin ff seperti ini*lebey* hehehe pko.a suka suka suka,,mogha ttp sperti ini key ma hyo nya amienn hehehe

  5. Kim Nara says:

    minta pw yg full versionnya gmn chingu?
    Hyo min bkal ingt minho lg gag yah?penasarn kalo ingtan’na udah kembali bkal gmna mrka b3..

  6. marinizuu says:

    Authornya berbakat buat ff nc #plaak wkwk
    ngebayangin pemandangan sama nuansanya romantis yaaa ^^ jadi kepengen *tarik minho* hehe
    Lanjutin ya thoor :D

  7. Angel says:

    Hhh telat baca ;_; I really enjoyed reading this cause Key is my ultimate bias ^^
    Good job, chingu! Oh iya, aku minta password yang protected dong. No worries I’m overage. Kalau mau minta passwordnya kirim email kemana ya?

  8. thor aku readers baru. gmana kalo mau baca yg g di skip #kya!
    ih si key bkn iri aja. top lah bwt author (www.twitter.com/huriltaemin or @huriltaemin)

  9. so sweet bgt… aigoo disini kenapa susah sekali ngebayangin muka keynya ya?? haha apa karena key selalu konyol jd susah dibayangin kl lg kyk gini keke mian ya oppa…
    penasaran pengen baca yg gk diskip. gimana caranya ya?
    over all, keren. gk ngebayang key punya pulau. andai aq punya suami kyk dia

  10. taurusgirls says:

    authornim it knp ada yg dskip /muka polos/
    aduhh sweet yaa.. in udh g ad konflik lg kh?sepertibya bkln lbh seru klo minho dtg mrusak kbhgiaan KeyHyo #reader plinplan -_-

  11. Mitha says:

    oh my.. berarti 4 lembarnya itu…..
    haha author ak ga bisa buka yg full ver. passwordnya ngga bisa semua T_T tapi sampe disini suka banget! author jjang!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s