Who I Am? I Am an Eve – SPY 1

Title    : Who I Am? I Am an Eve (Sequel From Fairytale and Myth)

Author    : Reenereenepott

Maincast :
•    Key(NOT KIBUM OKAY!) <Eve>
•    Jessica <Eve>
•    Jung Yoogeun <Human>

Supporter cast : (tokoh masih bisa bertambah)
•    Hero(Kim Jaejoong) <Eve>
•    Ty(Kim Jong Hyun) <Eve>
•    Gyuri <Eve>
•    Madeleine <Elf>
•    Elias(Choi Minho) <Elf>
•    Claire <Elf>
•    Joon <Elf>
•    Kevin <Eve>
•    Tiffany <Eve>
•    Max(Shim Changmin) <Vampire>
•    G.O <Vampire>
•    Thunder <Vampire>
•    Nikky(Lee Taemin) <Vampire>
•    Chase(Lee Jinki) <Werewolf>
•    Ricky <Werewolf>
•    Minwoo <Werewolf>
•    Chansung <Werewolf>

Cameo :
•    Ashley <Wizard>
•    Oey <Dwarf>

Genre    : Fantasy, Romance, Thriller, Alternate Universe

Rating    : PG 13-15

Length    : Sequel

Backsound : Big Bang – Tell Me Good Bye, T-ARA – Cry Cry, IU – You & I, B.E.G – Cleansing Cream,

A/N    : Ehh.. Ada Yoogeun. Tapi Yoogeun bukan jadi anak mereka yah, disini dia bertransformasi menjadi seorang… Anak SMA!! Soo??? Ehmm.. gimana ya?? Hehe… Di sini romancenya lebih nyata yah, meski masih ada kekerasan dan kesadisan(cuma dikiiiiitt) yang bergelantungan (??) di sini. Kibum kan mati, jadi dia bereinkarnasi/lahir kembali di sini. Oteeeee??? Ah, lebih lanjutnya baca sendiri ajadah!! #pletakk XDD

Spy 1

Di sana bukan sebuah ruangan, bukan  juga suatu tempat atau keadaan. Gelap pekat, tak ada yang dapat dilihat sejauh mata memandang. Karena memang tak ada tujuan untuk melihat di sana. Disanalah tempat dimana yang tak ada itu ada, dan yang ada itu tak ada. Disana juga tempat yang membuat segala sesuatu tanpa dusta, dimana semuanya diadili dan dinyatakan tanpa adanya kebohongan, karena tidak akan pernah terjadi, dan tidak akan bisa terjadi.

“Kim Kibum, rohmu tidak bisa diterima disini, sayangnya,” sebuah suara menggema. Sesosok bayangan putih tembus pandang berdiri di sana, sendirian, menatap lurus ke depan. Bukan, bukan hantu. Bayangan.

“Kenapa?” balas bayangan itu lirih.

“Kau melawan kodrat,” balas suara itu. Menggema jauh, seperti gaung.

“Lalu? Apa yang harus kulakukan?”

“Takdirmu sudah ditulis. Pergilah, dan hiduplah agar kau bisa memenuhi takdirmu..”

Dan sementara suara itu menggema hingga menghilang, sebuah cahaya terang menyelubungi bayangan itu, makin lama makin pekat, hingga membentuk sinar yang sangat terang, dan menghilang dalam sekejap, bersama bayangan itu.

__

3 bulan kemudian….

“Jessica! Tenyata benar! Gyuri hamil!” seru Madeleine di kastil tempat kediaman para Eve dan Elf di Korea Selatan. Jessica menoleh bingung, menatap Elf di hadapannya yang berbinar memberitahukan kabar tesebut. Jessica hanya merenyitkan keningnya.

“Benarkah?”

“Tentu saja! Tentu saja! Akhirnya akan ada Eve mungil di kumpulan ini..” Jessica hanya menatap Madeleine dengan berbagai perasaan. Sebagai seorang Eve yang sudah dianggap berbeda membuatnya tidak bisa seceria dulu. “Kau… Belum berburu ya?” tanya Madeleine lagi, membuyarkan lamunan kosong Jessica.

“Ya?”

“Kulihat kau belum mendapat buruan ‘manusia’mu,” sergah Madeleine sambil memainkan rambut coklatnya yang bergelombang.

“Aku…”

“Masih mengingatnya, eh?” tukas Madeleine yang membuat Jessica membeku. “Wajahmu makin tirus, Jessica,”

“Mana Hero?” tanya Jessica, menghiraukan pernyataan Madeleine yang membuat dadanya kembali bergemuruh.

“Menghadiri pertemuan di pedalaman Spanyol. Vampir di sana banyak yang ingin pindah ke kawasan Asia,” jawabnya tenang. Jessica hanya mengangguk mengerti.

Tiba-tiba Elias datang dengan tatapan heran dan langsung menghempaskan tubuhnya di sofa samping Madeleine,”Ia akan memuntahkannya beberapa hari lagi, bayinya sangat agresif,”

“Mana Ty?” tanya Madeleine bingung.

“Tentu saja dia menjaga Gyuri. Ia tak mau wanitanya kenapa-kenapa,” balas Minho cuek. Madeleine hanya mengangkat alisnya tinggi.

“Aku mau ke Chungdam,” kata Jessica tiba-tiba, membuat Elias dan Madeleine menoleh heran.

“Chungdam Senior High School?” tanya Elias meyakinkan. Jessica mengangguk.

“Kenapa?” tanya Maeleine kaget, karena selama ini Jessica tak pernah memiliki inisiatif untuk pergi ke luar seperti itu.

“Hanya saja, aku ada firasat untuk incaranku berikutnya. Aku pergi,” sapa Jessica dan langsung bergegas keluar dari kastil kecil tua itu.

“Hh, aku mau menajamkan anak panahku,” desah Madeleine yang di sambut seriangaian dari Elias.

__

Saat itu sekolah sudah usai, murid-murid bergegas kembali ke rumah masing-masing. Sebelum bel pulang, Jessica sudah bersender di tembok samping gerbang. Murid-murid mulai berkeliaran, ada yang berjalan kaki atau berkendaraan, melewati Jessica tanpa curiga sedikitpun.

Jessica hanya menunduk sambil menyenderkan punggungnya, dan memasukkan kedua tangannya ke saku jaket yang ia gunakan. Rambut blondenya yang bergelombang diikat satu dan ia menggunakan hoodienya.

“He’s still a kid,” gumam Jessica begitu seorang namja imut berjalan melewatinya. Jessica hanya meliriknya, karena dari aura nya ia mengetahui bahwa namja itu merupakan sasaran berikutnya.

Dengan pakaian serba hitam serta kepala yang selalu menunduk, membuat sosoknya tak dikenali. Ia berjalan santai namun anggun—ciri khas seorang Eve—diantara pohon-pohon tinggi yang membuat sosoknya hanya seperti angin lalu. Sama seperti biasanya, ia mengikuti namja incarannya tepat 10 m di belakangnya. Ia sempat melirik name tag yang di pakai namja itu.

“Jung Yoogeun,” gumamnya setelah merasa cukup mengenal aura namja tesebut dan mencium baunya yang tetinggal. “Kurasa kita akan bertemu suatu saat,” katanya lagi sebelum menghilang dibalik kerumunan saat Yoogeun merasakan seseorang mengikutinya.

Namja bernama Yoogeun itu menoleh ke belakang, ingin memperoleh kepastian bahwa firasatnya mengatakan kalau ada seseorang sedang mengikutinya. Namun hasilnya nihil. Tidak ada orang mencurigakan nampak di belakangnya. Justru orang-orang yang berlalu-lalanglah yang menghiasi pemandangan. Ia menghembuskan napas sebentar, menenangkan dirinya sendiri lalu kembali melanjutkan langkahnya.

__

“Bagaimana dengan incaranmu itu?” tanya Elias sesampainya Jessica di ruang tamu kastil kecil tua itu. Jessica hanya meliriknya sejenak, sebelum mengangkat bahunya.

“Masih kecil, ia masih SMA,” jawabnya singkat. Elias tebahak.

“Seorang wanita?”

“Tidak, dia pria,” balas Jessica lagi. Kini tawa Elias langsung meledak.

“Ya! Elias, persediaan wiski gandum masih ada tidak?” seruan Madeleine terdengar menggema dari belakang. Elias menoleh, hendak membalas seruan yang terdengar menggelegar di sore hari tesebut.

“Tinggal 2 tong di gudang!” balasnya keras. Tak lama, munculah Madeleine sambil berkacak pinggang.

“Bukankah Ashley sudah berpesan untuk membeli 10 tong?” tanyanya heran. Elias mengangkat bahunya.

“Sulit untuk menemukan wiski gandum, tahu,” balasnya cuek.

“Haruskah kita meminta bantuan pada Oey? Pegasus-pegasus di kandang masih kelaparan,” tanya Madeleine lagi.

“Ck, tanya saja pada Ashley,” jawabnya singkat lalu beranjak dari sofa yang didudukinya.

“Bolehkah aku melihat mereka? Aku tak pernah melihat pegasus sebelumnya,” sela Jessica tiba-tiba.

“Benarkah? Kau belum pernah melihat mereka?” tanya Madeleine tak percaya. Jessica hanya mengangguk meyakinkan. “Ayo, mereka menakjubkan,”

Mereka berdua berjalan menelusuri lorong kastil kecil nan tua itu, hingga sampai di ujungnya ada sebuah gerbang besar dengan gembok yang sangat rumit. Madeleine hanya mengayunkan tangannya, dan, dengan sihir ia membuka gerbang tersebut.

Angin sore yang berhembus menyeruak memasuki indra penciuman mereka. Padang rumput yang sempit mengawali pemandangan dimana hutan dengan pinus dan beberapa pohon tropis yang tumbuh menjulang tinggi.

“Ini…” kedua mata Jessica terkunci melihat pemandangan di luar kastil tersebut. Meski sudah puluhan tahun ia tinggal di situ, ia tak pernah menjelajahi kastil tersebut.

“Indah, kan? Ini tempat pertamaku untuk menyendiri semenjak aku pindah ke sini, sebagai seorang Elf,” cerita Madeleine tenang. Pandangannya menerawang jauh. “Kkaja, mungkin pegasus itu belum tidur,” tiba-tiba Madeleine menarik tangan Jessica dan mengajaknya untuk masuk ke dalam hutan.

Setelah kira-kira 500 m mereka berjalan memasuki hutan tersebut, di salah satu pohon pinus yang menjulang nampak seekor mahkluk putih bersih dengan perawakan yang anggun. Mahkluk itu menyerupai kuda, hanya saja mereka memiliki sepasang sayap yang besar di punggung mereka. Ukurannya pun lebih besar dari kuda kebanyakan.

“Itu pegasus,” ujar Madeleine sambil mengajak Jessica untuk mendekat. “Mereka memang tidak terbiasa dengan orang asing, namun mereka baik,” lanjutnya.

“Cantik sekali,” puji Jessica, mencoba mengelus rambut pegasus yang sedang memperhatikan mereka bedua. Pegasus itu hanya tediam setelah melirik Jessica, namun kelamaan ia menikmati belaian di rambutnya. Jessica tersenyum senang.

“Mereka makan apa?”

“Wiski gandum, selain itu tak ada lagi,” jawab Madeleine sambil memetik ranting kering yang ada. Tidak seperti Jessica yang memakai pakaian ‘modern’, ia justru memakai gaun model Yunani kuno, layak para Elf wanita pada umumnya. Rambutnya digelung, menampakkan kewibawaannya. “Nah, itu ada Unicorn” tunjuknya pada seekor unicorn dewasa dengan tanduk mengkilat di kepalanya.

“Astaga, mereka cantik sekali,” desah Jessica. Unicorn tersebut mendekat, ekornya tersibak dengan anggun setiap ia melangkah.

“Unicorn agak aneh, mereka lebih suka di sentuh wanita, terutama wanita cantik, hahaha,” ujar Madeleine sambil mengelus moncong unicorn tersebut. Jessica ikut mengelus rambutnya.

“Di sini tenang sekali rasanya…” desah Jessica lagi. Madeleine hanya tersenyum tenang.

__

3 hari kemudian…

“Gyuri-yah, bagaimana?” tanya Ty khawatir melihat istrinya yang mulai memucat. “Apakah kau baik-baik saja?” tanyanya lagi. Gyuri hanya menggeleng pelan.

“Sama sekali tidak baik,” balasnya pelan. Wajahnya tirus, matanya sayu, sedangkat bibirnya memutih sejak kemarin.

“Sakit…” keluhnya lagi. Ty hanya bisa merangkul bahu istrinya sambil mengelus keningnya yang mulai berkeringat dingin.

“Astaga, bertahanlah,”

Drap..

Drap..

Drap..

Brakkk..

“Bagaimana?” tanya Jessica tiba-tiba, membuka kamar Gyuri dengan tergesa. Gyuri menghiraukannya, ia sedang berjuang menahan rasa sakit yang semakin menjadi di perutnya. Ty hanya memasang wajah murung.

“Astaga, ku kira kau dimana Jessica, kau tahu… Ah..” Madeleine menghentikan celotehannya ketika melihat keadaan Gyuri yang memburuk hari-demi harinya.

“A… Aku rasa… Huekkkkk…” kondisi Gyuri yang hampir muntah membuat Ty semakin merangkul istrinya, memberi kekuatan.

“Sediakan bantal, tolong,” ujar Jessica pada Madeleine. Yang di minta langsung berbalik dan mencari benda yang dimaksudkan. Dan segera sesudahnya, Elias datang dengan kening berkerut.

“Semoga berjalan lancar,” katanya langsung tapa basa-basi. Jessica hanya mendelik padanya kesal.

“Kau sepertu hantu,” dumelnya dan setelah ia melihat Gyuri mencoba untuk muntah lagi, ia menghambur ke sisi Gyuri yang lainnya dan memegang tangannya.

“Hoek… Hh,.. Sakit… Hoekkk…” percikan darah mulai keluar dari mulut Gyuri.

“Ini, Gyuri…” Madeleine langsung datang dalam sekejap dan mengadahkan bantal tersebut untuk menampung muntahan Gyuri. Tangan Ty beralih ke pinggang Gyuri dengan cepat, memijitnya untuk merangsang anaknya agar lebih cepat keluar.

“Akh… SAKIT SEKALI… Hoekkkkk….” Gyuri kembali memuntahkan percikan darah. Ia berkeringat dingin, sementara tangannya gemetar.

“Bertahanlah Gyuri..” Ty berusaha memberi semangat. Sungguh, badan Gyuri sudah lemas. Namun tiba-tiba, tubuh Gyuri tersentak dengan sendirinya.

“HOOOEEEEKKKKKKKKKK…..”

Plukk…

Sesosok badan mungil terjatuh di atas bantal yang di pegang oleh Madeleine. Gyuri membelalakkan matanya, menyadari sesuau keluar dari mulutnya. Ty semakin erat mencengkeram pinggang Gyuri, mencegahnya agar tidak tejatuh karena sentakan itu.

“Apakah dia laki-laki?” tanya Jessica. Madaleine hanya bisa menggeleng shock menatap bayi yang belum pernah ia lihat seumur hidupnya. Seorang bayi Eve!

“Dia… Hh… Selamat kan? Hhh…”

Brukk

Gyuri mendesah sebelum pada akhirnya jatuh di pelukan Ty. Bibirnya masih berlumuran darah, sementara tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Ia pingsan seketika.

“Apakah Hero belum tahu?” tanya Elias tenang. Ty hanya menggeleng sembari membopong istrinya agar berbaring di ranjang. Ia merapihkan rambut blonde panjang istrinya sebentar lalu menoleh ke bayi yang ada di atas bantal yang dipegang Madeleine.

“Ia seorang laki-laki,” gumam Ty begitu tubuh kecil ia di gendongnya di telapak tangannya. Bayi itu sangat kecil, hanya sebesar dua telapak tangan dan sedang terlelap. Wajahnya sangat sempurna, dan dengan tubuhnya yang kecil itu, tidak membuat perut ibunya semasa kehamilan menjadi membuncit. Bayi yang masih penuh dengan darah itu mulai bergerak, membuka mulut dan tangannya. “Sekarang aku telah menjadi seorang ayah,”

“Ah, lucunya,” gumam Jessica, tak henti-hentinya menatap mahkluk kecil yang baru lahir itu.

“Aku telah melakukan tugas bidan yang aneh,” gumam Madeleine sambil mengelap keringat yang membanjiri tubuhnya–kejadian itu tidak hanya membuat Gyuri dan Ty berkeringat, namun Jessica dan Madeleine bahkan Elias ikut berkeringat.

“Biar kubersihkan,” tawar Jessica yang disambut anggukan dari Ty.

“Hero datang,” gumam Madeleine ketika indra penciumannya mencium bau seseorang. Ty tersentak, dan memandang cemas Jessica. Jessica hanya tesenyum menenangkan.

“Hero tidak akan sekejam itu,” hibur Jessica.

“Baiklah, sekarang beritahu aku siapa yang sedang berbahagia hari ini?” sebuah suara yang terdengar familier membuat mereka semua menoleh. Hero, sedang berdiri di depan pintu dengan cengiran menghiasi wajahnya. Tatapannya tetuju pada Ty. “Selamat!! Semoga ia tumbuh cepat,” seru Hero lagi. Sejenak, ia telihat seperti berpikir. Dan tiba-tiba ia telonjak kaget dengan sendirinya, menyebabkan seluruh penghuni ruangan itu tebengong-bengong. “Kue-ku hangus!!” raungnya dan langsung kabur ke dapur.

“Well, sejak kapan ia membuat kue?” gumam Elias bingung. Yang lainnya hanya mengangkat bahu, lalu terbahak sambil memandangi satu sama lain. Mereka merasa heran, sosok Hero yang selama ini telihat sangar apalagi kejadian waktu itu—yang membuat Jessica membutuhkan waktu sebulan untuk menyembuhkan bisa Hero di tubuhnya—kini terlihat seperti seorang Eve yang tebentur kepalanya.

“Sepertinya aku harus menenangkan diriku sendiri,” desah Madeleine lalu melangkah menuju kamarnya.

__

Lagi-lagi Jessica menatap sosok itu. Kini, ia berada di sebuah cafe di daerah sekitar Chungdam High School, dengan jins dan jaket serta rambut yang di urai, menampakkan kesan remaja dari penampilannya.

Ia hanya terduduk tanpa memesan apa-apa, tenta saja, sebagai seorang Eve ia tak bisa mengonsumsi apapun yang berbau ‘milik’ manusia. Dengan tatapan tenang, sesekali ia mengedarkan pandangan agar tidak dicurigai bila ia hanya menatap pada satu titik fokus.

Dan seketika, seorang namja tepat menatapnya juga ketika Jessica mengalihkan pandangannya. Seulas senyum muncul di bibir tipis namja itu. Perasaan aneh menggelitik benaknya. Tiba-tiba Jessica berdiri, lalu melangkah ke luar cafe disertai tatapan aneh dari para pelayan yang sejak tadi ditolak Jessica. Dengan sigap, namja itu juga beranjak mengikuti Jessica keluar.

Jessica terus melangkah menelusuri trotoar dengan pelan. Bukannya ia tidak mengetahui seseorang juga mnegikutinya, hanya saja ia berpura-pura untuk tidak tahu. Ia masih ingin mengikuti permainan namja itu. Dengan sengaja ia berhenti tepat di halte bus ketika rasa dingin mulai menyerangnya.

“Dingin?” tanya namja itu, kini ia telah berdiri tepat di sampingnya. Jessica menoleh dan terlonjak, namun akhirnya ia menjawab dengan tenang,

“Sedikit,”

“Naega Yoogeun imnida,” namja itu mengulurkan tangannya. Jessica menyambutnya dengan sedikit canggung.

“Jessica imnida,” balasnya singkat. Waw, dia berani—batin Jessica.

“Kau, mau kuantar pulang?” tanya Yoogeun lagi. Kali ini ia tersenyum lebar. Jessica hanya menatapnya. Senyumnya indah… Oh tidak, jangan sampai aku tejebak lagi seperti dulu, pikir Jessica asal.

“Boleh,” kata Jessica pada akhirnya setelah menimbang-nimbang sesaat. “Yoogeun-ssi, kau tidak pulangkah dari tadi? Ini sudah sore,”

“Aniyo. Aku masih ada urusan dengan sunbaeku, jadinya aku menatap di sekolah lebih lama,” jawabnya sambil berjalan di samping Jessica. “Kau sendiri, yeoja sepertimu harusnya jangan berpergian sendiri,”

Jessica langsung tebahak pelan. “Aku sudah biasa berpergian sendiri,”

“Berarti kau cukup pemberani. Apakah kau tinggal sendiri?”

“Aniyo. Aku tinggal dengan temanku di sebuah flat. Namun ia jarang pulang karena pekerjaannya,” cerita Jessica.

“Kau… Sudah bekerja?” tanya Yoogeun ragu. Ia tampak tekejut dengan pernyataan Jessica.

“Ani. Aku masih kuliah,” jawab Jessica sambil menunduk.

“Aigoo, jeonsonghamnida noona,” Yoogeun membungkuk di depan Jessica dengan kikuk. Jessica terbahak pelan.

“Gwaenchanna, aku juga kurang suka kalau dipanggil noona,” jawab Jessica, sambil menatap Yoogeun. “Panggil saja aku Jessica,”

“N… Ne, Jessica-ssi,” kata Yoogeun dengan wajah semerah kepiting rebus. Mereka berdua meneruskan perjalanan mereka hingga sampai di halte bus berikutnya.

“Kurasa.. kita berpisah di sini saja. Annyeong..” sapa Jessia dan berbalik pergi.

“Geundae,  aku sudah berkata aku akan mengantarmu pulang, Jessica-ssi,” sergah Yoogeun. Jessica menoleh dan tesenyum.

“Kau harus pulang cepat, sekarang sudah sore,” jawab Jessica. Yoogeun tampak ingin mengatakan sesuatu, namun tertahan.

“Ne..” akhirnya Yoogeun mengangguk. Namun ia mengangkat wajahnya lagi ketika Jessica kembali berbalik. “Kalau begitu, bolehkah aku meminta nomor ponselmu?” katanya tiba-tiba. Jessica menghentikan langkahnya dan kembali menoleh, lalu melangkah mendekati Yoogeun.

“Igeo..” katanya sambil memberikan secarik kertas dari saku jaketnya. Entah memang telah ia persiapkan atau tidak, tentu saja membuat Yoogeun menatap kertas yang ada di genggamannya dengan bingung. “Annyeong,” sapa Jessica lagi dan berlalu.

Yoogeun mendongak menatap punggung Jessica yang mulai menjauh. Seulas senyum muncul di bibirnya, sementara tangannya memasukkan kertas yang tengah di genggamnya ke saku celananya. Ia mengedarkan pandangannya sebentar ke sekelilingnya, lalu melangkah ke arah yang berlawanan dari Jessica.

__

“Huwaaa…. Key! Jangan sembarangan ambil Butterbeerku!” suara Madeleine terdengar melengking dari arah dapur. Gyuri yang mendengarnya langsung bergegas ke tempat kejadian perkara.

“Astaga Key, kau jangan nakal…” ujar Gyuri sambil menggandeng tangan seorang anak kecil. Usianya baru seminggu, namun ia sudah telihat seperti bocah umur 1 tahun dengan keahlian lebih.

“Mana Sica noona?” tanya anak kecil itu, suaranya nyaring. Ya, namanya Key, sesuai dengan namanya, Key—kunci—orangtuanya memberi nama tesebut karena Key adalah kunci kebahagiaan mereka berdua, Ty dan Gyuri.

“Ia sedang pergi bersama Hero ahjussi,” jelas Gyuri sabar. Ia menoleh menatap Madeleine. “Bisakah kau menyediakan cemilan?”

“Tentu saja. Soal itu serahkan saja padaku,” jawabnya sambil tersenyum.

Sementara Gyuri sibuk mengurus Eve kecil itu, seseorang membunyikan bel pintu. Bingung karena kastil mereka tidak akan telihat oleh siapapun, Gyuri membuka pintunya dan terkejut.

“Claire?” senyum di wajah sempurna Gyuri mengembang. Sementara Elf di hadapannya membalas senyumnya dengan riang.

“Aloha, Gyuri. Lama tak bertemu,” Elf yang bernama Claire itu memeluk Gyuri. “Siapa saja yang ada di dalam?”

“Hanya aku, Madeleine dan Key,”jelas Gyuri. Claire merenyitkan keningnya.

“Key?” tanyanya dan senyum Gyuri semakin mengembang.

“Ya, dia Eve kecil kami,” jawab Gyuri yang membuat Claire membelalakkan matanya.

“Benarkah? Astaga Gyuri.. Chukkae….”

“Kau bisa berbahasa Korea?”

“Yah, hanya sedikit. Tapi tak ada salahnya, kan?” katanya lagi yang disambut anggukan dari Gyuri.

“Ayo, masuklah,” Gyuri mempersilahkan Claire masuk ke dalam kastil dan menutup pintunya. Tatapan Claire jatuh pada sesosok anak kecil yang sedang duduk tenang di sofa.

“Inikah..??”

“Ya, dia Key,” jawab Gyuri tenang. Claire menatap kagum pada sosok mungil itu.

“Akhirnya ia bertahan, ya?”

“Ya, padahal keadaannya pada 3 hari pertama sangat kritis. Bahkan Hero tidak bisa menjangkau pikirannya. Untung saja ia selamat dan hidup..”

“Ini Gyuri, aku sudah membuatkanmu sashimi jantung kambing… Oh, hai Claire,” sapa Madeleine yang tengah membawa senampan jantung kambing segar.

“Noona, mana Sica noona?” Key bertanya sambil menarik baju Madeleine.

“Ia sedang pergi Key, tunggulah ia,” jawab Madeleine tenang. “Akan kuambilkan roti dan anggur untukmu Claire,”

“Ah, tidak usah…”

“Sudahlah, sebagai tamu kau harus di layani…” potong Madeleine sambil melangkah kembali ke dapur.

“Ia memang seperi itu,” kata Gyuri sambil berusaha memangku anaknya. “Kupikir Joon bersamamu,”

“Ia.. Harus pergi ke daerah Incheon dulu,” jawabnya. “Lalu mana Hero, Ty, Elias dan Jessica?”

“Mereka… Sedang pergi. Hero dan Jessica sepertinya sedang ke hutan daerah Korea Utara, sementara Ty dan Elias sedang bertugas,” ya, mereka berdua memang bertugas, setiap perkumpulan Eve harus ada yang bertugas menyamar sebagai manusia biasa agar tak di curigai apalagi bila sedang berkeliling.

“Ini, Claire.” ujar Madeleine tiba-tiba sambil membawa sebuah nampan berisi beberapa bongkah roti, beberapa iris keju dan sebuah piala.

“Terimakasih Madeleine,” sahutnya sambil tersenyum. “Beberapa saat lagi sepertinya Joon akan datang,”

“Benarkah? Joon? Mahkluk rese yang kemana-mana bersenandung lagu Monalisa itu?” sergah Madeleine sambil mengangkat sebelah alisnya. Gyuri dan Claire terbahak seketika.

“Rencananya kami berdua mau membawamu ke Mesopotamia, kau kan Elf baru, jadi kau harus mendapat pelatihan,” jelas Claire.

“Aku pulang…” sebuah suara menyapa dari pintu masuk. “Claire?”

__

“Jessica, lama tak berjumpa,” sapa Claire sambil tesenyum. Dari balik punggung Gyuri, sesosok kecil berlari menghampiri Jessica.

“Noonaaa~” Key langsung menyerbu Jessica.

“Aigoo, aigoo, Key…” sahut Jessica sambil menggendong Key. Sebenarnya Jessica merasa heran. Kenapa Key suka sekali berasa di dekatnya, dan kenapa setiap menatap mata Key, ada sesuatu yang tersembunyi di sana. Sebuah tatapan yang dikenalinya, tapi ia bingung seperti tatapan siapa.

“Noona lama sekali….” ujar Key lagi di gendongan Jessica sambil menegrucutkan bibir mungilnya. Jessica hanya tersenyum.

“Noona harus berburu, Key sayang…” jawab Jessica lembut sambil mengelus puncak kepala Key.
“Berarti aku harus segera pergi dan melangsungkan pelajaranku,” gumam Madeleine pelan namun masih bisa terdengar oleh Claire. “Apakah aku juga harus bertemu Ratu?”

“Tentu saja, perjalanan kita harus di mulai sekarang. Joon sudah menunggu di depan,” jawab Claire tenang sambil meneguk anggurnya.

“Pergilah, kupastikan Elias baik-baik saja di sini. Kau mencemaskannya, kan?” sergah Jessica sambil mendudukkan Key di sampingnya.

“Tenang saja, tidak akan ada yang merebutnya darimu…” lanjut Gyuri. Madeleine membulatkan matanya.

“Heyy…”

“Sekarang cepatlah pergi. Kami mempunyai sebuah rencana…” Jesscia mendorong punggung Madeleine yang tangannya sedang digandeng oleh Claire.

“iya… Ya….. Bye..” sapa Madeleine dan mengikuti Claire dan Joon yang tengah bersender di depan pintu. Jessica, Gyuri dan Key melepas kepergian mereka dengan melambaikan tangan hingga sosok ketiga orang itu menghilang. Setelah itu, ketiganya kembali masuk ke dalam kastil dan menghembuskan napas berat.

“Aku yakin Elias akan cemas. Tapi bukankah itu sesuatu yang menyenangkan?” kata Gyuri kepada Jessica yang tengah memejamkan matanya sambil bersandar di sofa.

“Huh. Sangat menyenangkan. Akan kita lihat seberapa anak itu menyukai Madeleine, hahaha…”

“Kau benar-benar Jess.. Hahaha…”

__

Seorang namja dan seorang yeoja tengah duduk di bangku taman dan saling berdiam diri. Ya, itu Yoogeun dan Jessica. Hubungan mereka tambah dekat, hingga Jessica merasa ada sesuatu keganjilan diantara mereka.

“Kau mau tahu apa yang sedang kupikirkan, hm?” tanya Yoogeun singkat sambil menatap Jessica yang tengah duduk di sampingnya. Jessica ikut menoleh padanya lalu senyumnya yang semula terlukis karena menikmati angin yang berhembus ke wajahnya langsung sirna melihat tatapan tajam Yoogeun kepadanya.

“Kalau aku boleh tahu,” balas Jessica tenang. Yoogeun menghembuskan napasnya pelan.

“Kau benar mau mendengarkannya?” tanya Yoogeun ragu.

“Ne,”

“Dan kau tidak akan marah?”

“Untuk apa aku ma–“

“Aku menyukaimu,” potong Yoogeun cepat. Pengakuannya membuat tubuh Jessica menegang. Bayangan Kibum kembali berkelebat dalam benaknya.

“Mwoya? Kau jangan bercanda, Jung Yoogeun,” desis Jessica pelan.

“Wae? Kau tak menyukaiku?” tanya Yoogeun bingung. Berbagai persaan menghinggapinya. Cemas, takut, heran, bingung, semua bercampur menjadi satu. “Apa kau marah?” tanya Yoogeun hati-hati, sementara yeoja disampingnya tak kunjung mengeluarkan sepatah katapun. Jessica hanya meliriknya sekilas lalu bangkit berdiri.

“Lupakan. Aku pulang,” ucap Jessica singkat dan langsung berlari pulang.

“Chamkkaman…” Yoogeun juga ikut berdiri, mencegah Jessica pergi. Namun apa daya, kecepatan berjalan Jessica di atas rata-rata sehingga bayangannya telah hilang dalam sekejap mata.

“JESSICA!! ARGGHHH!!!” raung Yoogeun sambil meninju udara.

__

“Jadi dia menyukaimu, eh?” tanya Hero datar, tanpa ekspresi, dan tanpa menatap Jessica. Jessica hanya terdiam, membiarkan pikirannya tebaca oleh Hero.

“Apakah aku seperti candu, Hero? Semua korbanku selalu terpikat denganku!” desis Jessica menahan marah. Hero menoleh menatapnya dengan tatapan menerawang.

“Ini bukan salahmu, Jess. Itu perasaannya. Tapi kalau kejadian yang dulu itu…”

“Aku tak mau membahas yang lalu, Hero!” raung Jessica pada akhirnya. “Tapi, kenapa tak ada pernyataan dia harus mati segera, atau apa?” tanya Jessica menatap Hero.

“Dia memang belum saatnya mati, takdir mempermainkannya, kau tahu,” jawab Hero tenang. Jessica menghembuskan napasnya yang terasa berat.

“Cih, kalau begitu aku malas kalau hidupku mengikuti takdir,” jawab Jessica ketus. Senyum Hero mengembang.

“Kalau begitu hidupmu tak akan bermakna,” balasnya tenang. Jessica melirik sinis ke arahnya.

“Apa yang harus kulakukan jadinya?”

__

“Akhh….” sebuah suara tertangkap oleh telinga Yoogeun. Ia bingung berada dimana ia sekarang. Semuanya gelap. Namun suara itu terasa familier di telinganya.

“AAAAA….” jeritan itu terdengar lagi. Pilu, hingga Yoogeun ikut meringis mendengarnya.

“Nuguseyo?” sapa Yoogeun keras. Ia tak berani memastikan, namun yang menjerit pastilah wanita, ia tahu dari suaranya. Tapi masalahnya, siapa wanita itu?

Yoogeun mencoba melangkah, meski tak ada yang dapat dilihatnya. Semuanya gelap, ia juga bingung dimana ia berada sekarang. Ia tak tahu ia melangkah ke arah mana, yang jelas ia hanya melangkah. Ia ingin menghampiri wanita itu, dan sepertinya itu mustahil karena tidak ada apa-apa disana. Kalau begitu, darimana datangnya suara itu?

“AAAAAKKHHHH…..” kini jeritannya makin keras terdengar, menyebabkan Yoogeun makin menajamkan telinganya.

“Nuguya?” katanya lagi, lebih pelan. Ia terus melangkah, hingga terdapat di depannya, sebuah cahaya redup yang dibatasi oleh sebuah tembok. Ia melangkah makin cepat ke sumber cahaya tersebut, dan begitu ia sampai, ia membelalakkan matanya.

Jantungnya nyaris saja berdegup keluar dari rongga dadanya, begitu melihat pemandangan yang diharapkannya hanyalah ilusi. Seorang wanita, dengan rambut blonde bergelombang meringkuk di sebuah sudut . Seluruh tubuhnya penuh dengan luka cambuk, menyebabkan tetes demi tetes darah hitam mengalir keluar dari luka-lukanya.

“Gwaenchanna?” tanya Yoogeun pelan, mendekati wanita itu. Wanita itu tidak bereaksi, hanya terisak pelan. Yoogeun hanya menatapnya prihatin, hingga wanita itu mulai menggerakkan kepalanya menoleh menghadap Yoogeun.

“AAAAARRRGGGHHHHHH….!!!!!” teriak Yoogeun keras hingga ia duduk tebangun. Napasnya tak beraturan, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, dan kedua matanya tebelalak lebar.

Ia benar-benar tak mempercayai penglihatannya tesebut. Kenapa bisa? Bagaimana bisa? Apa tandanya ini? Tidak mungkin kan? Pemandangan yang barusan ia alami sangat menakutkan.

“Jessica…. Jessica…” racaunya ketika berusaha mengingat sosok wanita itu. Ia menangis, tapi bukan menangis air mata. Ia menangis darah, darah berwarna hitam.

Yoogeun menoleh ke segala arah. Kini ia baru sadar kalau ia sedang berada di atas ranjang, di kamar tidurnya. Dan itu hanya mimpi, hanya mimpi, membuatnya menghembuskan napas lega. Tapi mimpi tersebut sangatlah menakutkan, seperti kenyataan.

TBC

Oh ya, ada yang belum aku jelaskan soal Eve. Tau shinigami gak? Seperti shinigami, Eve pasti akan mendapat tanda kapan saat yang tepat untuk ‘memangsa’. Tapi biasanya, Eve hanya focus pada satu sasaran manusia, ya contohnya seperti Kibum itu. Hanya dalam keadaan mendesak, mereka akan ‘berburu’ hewan, seperti yang diceritakan di prolog! ^o^
Dan, kenapa Kibum harus mati seperti itu? Kan Jessica pasti punya tandanya. Jadi, karena Kibum melanggar kodrat, ia harus dibunuh secepatnya. Kayak filsafat Eve karanganku yang ada di Fairytale and Myth itu, XD

Oke?? Makasih yang udah baca, mianhae kalo masih ada typo, atau kalimat yang gak nyambung. Atau cerita yang sama sekali gak nyambung ini… hikss #plakk.  Dimohon komen, kritik dan sarannya yah!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

Tagged: , , , ,

41 thoughts on “Who I Am? I Am an Eve – SPY 1

  1. ViKeyKyuLov January 29, 2012 at 3:40 PM Reply

    AHHHHHHHHH,,, KERREEEENNNNNN!!!!!!!

    Apa-apaan ini,,,, itu Dunia Harry Potter dg Wiski gandum,Butter Beer, trs Fayri tale kayak Pegasus,Unicorn, di Mix jadi satu,, terus apa itu Cara Ngelahiriinya hampir mirp Bella pas Reenesme lahir,, di muntahin,, busyettt,,, ini bener2 Mix yg campur aduk,antara Harpot,Twilight,Fairy tale bahkan mungkin barbie nyampur disini semua,,hehe

    Joahe,,

    Oh,, jadi Key itu Reinkarnasinya Kibum,, trs Key itu Reneesme veersi cowok ya??hahaha,,

    Romance-nya antara Key,Jess sam Yoogeun nih kayaknya#reader sotoy,,

    Pokoknya Suka,, suka,,

    Ayoo,, ditunggu lanjutanya,,, semangat yeee rennn,,hehehe

    • reenepott January 30, 2012 at 2:21 PM Reply

      Weeeh… Masih kurang neng. Eragon juga bakal masuk di sini…#pletakkkkkkk
      Buehehehe… Barbie… Ntar tokoh utamanya *tunjuk2 Jess* kegeser lagi gara2 ke-perfect-an Barbie… #plakkk XDD
      Part 3… Siap2 nostalgia sama Twilight, oke???? XDD *malah bocorin* #pletakkk
      Sebenernya sih semua eve balita pasti gitu, pasti deh beda sama balita manusia pada umumnya *yaiyalah* XDD
      Gomawo yah… XDD *kisshug*

      • ViKeyKyuLov January 31, 2012 at 2:28 AM Reply

        Ohh Jinja??? #mata berbinar denger nostalgia Twilight,,,

        Aq Harpot sm Twilight holic,# app ya nama penggemarnya Twilight?? :P

        Gx sabar nunggu next part,, Aduhh Aragon juga mw muncul,, Udd izin sama Hagrid belum?? Ntar nyariin,, masukin Fluffy juga, trs dobby, ketinggalan Kreacher juga, trs naga2nya belum, sama Buckbear juga,, Yahhaa,, #renee : sono baca ajj Harpot kalo gitu mahhh,,

        Eh,, renn,, kn aq ngebayangin sosok Hero kayak Veldemort kq gx nyampe ya,, malah yg kebayang sosok Aro si vampir Itali di Breaking down??hihihi

        Serius,, penasaran sama next part-nya,,, cz aq suka dunia hayalan kayka gitu,,hehehe

        • reenepott January 31, 2012 at 5:04 PM

          Eragon… bukan Aragog…. Eragon itu yang penunggang naga itu lohh.. XDDD
          YAA!!!! Winky dilupain!!!! #pletakkkk

          Yeeeee.. HERO TIDAK KEJAM TAUUU!! XDDDDD Aro…. well… liat saja nanti yahh bueheheheheheheh
          gomawoo.. XDD

  2. Anonymous January 29, 2012 at 3:46 PM Reply

    bgs, bgs, bgs

    • reenepott January 30, 2012 at 2:22 PM Reply

      Gamsa gamsa gamsa…. XDDDDD

  3. JiKyung January 29, 2012 at 8:33 PM Reply

    woaah,,
    seru abiz,
    cra melahirkannya hebat, dimuntahin,,,
    keren,
    lanjuuutttt….

    • reenepott January 30, 2012 at 2:23 PM Reply

      Muehehehe… Aneh yak??? XDD
      Gomawo yaaa…. XDD

  4. almightys January 29, 2012 at 8:52 PM Reply

    kereen..serasa baca novel fantasi terjemahan ToT
    next partnya asap yah ^^d

    • reenepott January 30, 2012 at 2:24 PM Reply

      Jincha???? Kupikir ini part udah panjang, alurnya kecepetan, aneh pula @_@
      Huaaa… Gomawooo!!!!
      Mudah-musahan, oke??? XDDD
      Gamsa.. XDD

  5. Resti January 29, 2012 at 9:16 PM Reply

    Wah!! FFnya daebak!!
    Imajinasi authornya tingkat tinggi..
    Tapi kasian juga ya kalo harus muntahin anaknya…
    Wah.. Aku penasaran sama kelanjutannya..
    Oiya mianhae aku baru komen di part yang ini.. karena aku baru baca FF lagi barusan.. T.T *curhat

    • reenepott January 30, 2012 at 2:26 PM Reply

      Dia memang harus muntahin…. XDDD kan memang begitu cara ngelahirin versi mereka.. Buahahahaha *ketawa setan* #pletakkk
      Gomawo yahhh….. XDDDD

  6. ellajuli January 29, 2012 at 10:02 PM Reply

    ahhh key, tidak di terima di dunia sana, jadi si key anaknya ty dan gyuri itu reingkarnasi key kan … ahahah jess, cintamu bersama ssi key kecil itu .. ahahah
    elias, si minho kan ?? ahah keren, wah…wah yoogeun yang jadi sasaran si jess, selanjutnya… hadeeeh, musti nunggu sign dulu ya, baru si jessica bisa makan…

    ayo..ayo.. lanjutannya, hadeeh mimpinya yoogeun mengerikaaan ….

    • reenepott January 30, 2012 at 2:28 PM Reply

      Iye.. Kesian si jess.. Cckck#ditampar XDD
      Iya.. Kan biasanya terkenal tuh Yoogeun ama Key tuh kayak anak sama appa… Gimana kalo sekarang mereka jadi rival?? Hmmm… Let me see… XDD #pletakkk
      Gomawo ellaaaaa….. XDDDDD

  7. nurah.boram January 30, 2012 at 7:36 AM Reply

    aaa,sukaa
    akhirny bisa baca fantasi lagi,next ga lama” yaa

    • reenepott January 30, 2012 at 2:29 PM Reply

      Gomawoo… Iya.. Mudah-mudahan ya???? XDDD

  8. qL^^ January 30, 2012 at 11:52 AM Reply

    reeen, sukaa bangeeet #acung-jempol
    serasa baca novel banget deeh. kan masih part 1 jadi blm bs komen apa-apa soal konflik ceritanya.

    eh, itu kibum yg mati dilahirin jadi eve ya?
    aargh, yoogeun udh dapat mimpi itu, berarti udah harus mati dong. tapi kan dia suka sama jess juga? apakah dia melanggar kodrat juga?
    haha, sorry banyak nanya.

    overall, daebaaak!!

    • reenepott January 30, 2012 at 2:34 PM Reply

      Gomawoo..jincha?? Kupikir kalian bosen bacanya.. Habis kayaknya narasi kaku tuh… ==
      Iya.. Dan mau tau dapet ide me’reinkarnasikan’ Key dari mana? Dari komik INUYASHA!!! #pletakkkkk buehehehe.. Iya, tapi… Liat nanti deh XDD. Well, untuk Yoogeun, sebenernya dia memang melanggar kodrat, tapi kan Jessica engga. Dia masih berpegang teguh pada Kibum(bukan Key oke?) XDDD
      Di next part ada alasan kenapa Jess belon dapat sign buat Yoogeun. Dan itu diketahui Hero *kebocoran deh* XDD #pletakkk
      Gomawo… Aku suka reader aktif kaya gini. XDDDD gomawo yah!!!! *kisshug* XDDD

  9. tiara_jinki January 30, 2012 at 1:29 PM Reply

    wuah…daebak author!
    yoogeun suka sama jessica?
    trnyata Key anaknya Gyuri sama Ty
    dan aku agak jijik pas byngin gimana gyuri melahirkan.
    divtnggu klnjutannya thor!
    hwaiting!

    • reenepott January 30, 2012 at 2:36 PM Reply

      Yep. Huehehehehe…. Eh.. Dia udah nembak belum yah?? *baca lagi*
      Udah deng.. XDDD
      Well… Kelahiran Key gak bisa dilewatkan, kan? XDDD
      Gomawoooo…. XDDD

  10. min2me January 30, 2012 at 2:11 PM Reply

    kibum jadi dedek kecil imut-imut,
    Yoogeun jadi anak sma!!!!!!!
    huwa~~~
    dunia suda terbalik!!!

    ditunggu lnjutannya~
    a.s.a.p ya….
    *maksa

    • reenepott January 30, 2012 at 2:38 PM Reply

      Dunia kaga terbalik!!! FF ini yang membalikkan mereka…. #pletakkjeduarrrrr
      Gomawo yaa….
      Mudah-mudahan ya?? XDDD
      Gomawoo… XDDD

  11. keykeykey...!!! January 30, 2012 at 2:47 PM Reply

    keren – keren bagus, sukaaaaaaaaaaaaa bangettttt….!!!!!!
    #KEJANG-KEJANG
    di tunggu ya thor part selanjutnya.
    Aku jadi suka eve deh :) #GAJE

  12. cesis rahmi afina triani January 30, 2012 at 5:38 PM Reply

    aku sukaaaa bgt..
    aku readers baru…
    kekeke~~ aku penasaran muka key.. kan katanya Key dan Kim Bum itu beda..
    apa mirip ya?? #sotoy!!!

    • reenepott January 31, 2012 at 5:06 PM Reply

      Key ama Kibum sama kok mukanya… cuma spesies mereka aja yang beda.. *lopikirmerekaapaaneoh?* XDD
      gomawo.. XDD

  13. niek January 30, 2012 at 6:07 PM Reply

    Keren,,,12jempol deh buat yg ngbuat….
    »2 dr aku,,,trus yg 10 pinjem jempolny onew cs,,,,hehe

  14. Ageha January 30, 2012 at 8:09 PM Reply

    hahaha melihat dari semua komen kayaknya
    ni bakal jadi fanfict dari semua campuran fantasy haha sampai barbie segala tapi kreatif koq hehehe :-D
    jessica apes sekali ya….. kacian

    • reenepott January 31, 2012 at 5:07 PM Reply

      buahahaha. ini karena kelabilan authornya dengan novel fantasy… #pletakkjeduarrrrr
      gomawo… XD

  15. rillataemshawol January 31, 2012 at 9:29 PM Reply

    keren kayak novel – novel fantasi yang di mix menjadi satu. *hobi baca novel fantasi sih*
    ada romance, misteri, dan banyak lagi deh #bingung @_@

    pokoknya suka deh ama FF ini
    DAEBAK!!

    • reenepott February 12, 2012 at 6:51 PM Reply

      SAMA DONG!! list novel fantasy yang mau dibeli udah numpuk.. XDD #plakkkk
      iya kah?? huaaa aku terharu.. #plakkk
      huehehe.. GOMAWOO!!!

  16. Narita Key Lockets February 1, 2012 at 12:43 AM Reply

    wah, daebak..lanjut thor bingung.. key dlm crta nie kyk ad 2 (‘_’)?

  17. Narita Key Lockets February 1, 2012 at 12:55 AM Reply

    di mix nich thor..request donk CERITA NARUTO DI MASUKKIN YEA KYUBINYA MASUKIN DI TUBUH KEY #plakk
    *kok ane ngatur author*

    • reenepott February 12, 2012 at 6:55 PM Reply

      Wuehehehehehe… iyeh, ada dua, yang satu namanya Kibum yang satunya lagi Key. kenapa bisa? karena mereka bereinkarnasi. apa itu?? reinkarnasi itu sama aja dg lahir kembali. contohnya si kagome di inuyasha, dia kan reinkarnasinya Kikyo.. #pletakk *malah ngasih contoh beginian*

      Weeeeehhh!!! NARUTO IS A BIG NO NO!!! Sudah cukup aku njelimet gara-gara bahasa kuno dan mantra-mantra yang akan bermunculan di sini. but… ide buat cerita dengan latar belakang dunia naruto bisa di tampung sementara ya?? XDD itupun kalo jadi ceritanya @.@ hehehe
      gomawo yah!! XDD

  18. mahitaa... February 1, 2012 at 1:48 PM Reply

    Reene…

    CEPET LANJUTIN………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AKU SUKA BANGET NIH………….!!!!!!!!!!!! XDD

    FF-mu membuat khayalanku kembali berapi-api, aku seperti menjelajah dunia Harpott lagi…! XD

    Imajinasimu keren… aku suka… ^^b
    Dan… apakah Kibum mengalami sesuatu yang kita sebut sebagai reinkarnasi? #ngasal

    Dan Yoogeun…
    apakah dia akan melawan kodrat sepeti Kibum sebelumnya??? Kita lihat saja di part selanjutnya #apa coba?

    Aku tunggu kelanjutan ceritamu, penasaran!!! XDD

    • reenepott February 12, 2012 at 6:57 PM Reply

      IYAHH SAYANG!!!! #pletakk #bak #buk #duarrrr
      SEMOGA CEPET YAK!!! XDD
      hoehehehehehehehehehehehehehehehehe.. *ketawa evil*
      liat nanti kelanjutannya, oke?? XDDD
      JIncha?? ohh.. aku terharuu.. #plakk #pletakkk
      gomawo mahitaaa~~ XDDD

  19. Christiana Ruyanti Swth February 25, 2012 at 2:00 PM Reply

    wah kemana aja aku,,,, sampai2 ngelewatin cerita seru kaya begini…

    cari part 2nya aaahhhh…

  20. leechaerasoneelf May 22, 2012 at 4:45 PM Reply

    hiaaa.. keren.. key itu kibum ya??
    lanjut baca..

  21. hanakey23 November 17, 2012 at 8:19 PM Reply

    ini gk kebalik author? yoogeun jd pria dewasa yg mencintai jessica, sedangkan key jd ank kecl. sumpah author aq gk bisa banyangin yoogeun dewasa. aku malah ngebayangin yoogeun kcl lg dance rdd -.-”

    ada romancenya? jess ama yogeun? aneh -.-” tp fantasynya kerennn

  22. Imelia January 31, 2013 at 8:53 PM Reply

    Key malang, menyukai noona yang jarak umurnya kelampau jauh
    Wih keren korban baru dengan tragedi yang baru

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,293 other followers

%d bloggers like this: