Miracle Romance [Chapter X]

Author : diyawonnie

Title : Miracle Romance [Chapter X]

Cast : Lee Taemin, Shim Chaesa (imaginary cast) and SHINee.

Genre : Friendship, Fantasy, Romance, and Life.

CHAESA duduk di atas tumpukan level di depan ruang latihan. Kegiatan klubnya sudah selesai setengah jam yang lalu. Ia masih di sini karena pesan Minho yang memintanya untuk pulang bersama saat istirahat tadi siang. Namun, hingga saat ini pria tinggi itu belum juga menunjukkan batang hidungnya.

Ada beberapa hal yang menjadi beban pikirannya akhir-akhir ini. Memikirkan kepergian Taemin adalah salah satunya, sedangkan hal lain yang selalu ia pikirkan adalah mengenai perasaannya. Semuanya sudah berbeda, tidak lagi seperti dulu saat Taemin belum muncul di hadapannya. Hatinya pada Minho tidak sekuat dulu, detak jantung tidak lagi berpacu kencang saat melihatnya. Ini membuatnya bingung. Sedang apa sebenarnya ia saat ini?!

“Chaesa-ssi, maaf…,” Minho datang menghampiri setelah berlari jauh. Penampilannya sangat kacau. “Maaf, maafkan aku!”

Tak ada jawaban.

Minho terus menunduk, merasa sangat bersalah. Terdengar suara langkah, Chaesa menghampirinya. Lantas ia merasa sesuatu menyentuh wajahnya.

“Kenapa belum mandi? Kau terlalu keras berlatih,” ujar Chaesa sambil menyeka keringat Minho menggunakan saputangannya.

Hati Minho mencelos. “Bu-bukan. Aku tidak berlatih hari ini.” Chaesa menghentikan aktivitasnya dan memandang Minho dengan tatapan menuntut. “Jinki-hyung minta ditemani. Dia terlihat kurang baik hari ini.”

“Tak apa-apa. Aku tidak marah,” sahut Chaesa lembut. Ia tahu apa yang menimpa Jinki hari ini tidak lain adalah hasil perbuatan sahabatnya, Kwon Hyeorin,  yang sudah menolak cinta pria itu. “Ayo, pulang!”

“Kau… tidak marah?”

Chaesa tersenyum lembut dan menggeleng. Minho membalas senyumnya dan bernapas lega. Ia menggenggam tangan gadis itu dan mengajaknya pulang, berjalan perlahan menuju gerbang. Cuaca sore ini sangat bagus bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama.

“Pergi kemana tadi?”

“Aku hanya menemaninya karaoke dan pergi saat ia mengajak kami makan.”

“Kami?”

“Aku dan Jonghyun-hyung,” jawab Minho tenang, ia mengeratkan genggamannya. “Maaf, membuatmu jalan seperti ini. Kencan denganku hanya membuatmu membesarkan betis. Aku tidak memiliki kendaraan bagus seperti yang lainnya. Choi Minho tidak dilahirkan dari keluarga berada. Sekolah pun aku mengandalkan beasiswa yang kuperoleh melalui basket.”

Chaesa menoleh dan mendapati wajah Minho sedikit muram.

“Kenapa… kenapa kau menceritakan ini semua?”

Minho buru-buru menarik Chaesa saat sebuah bus berhenti di halte tempat mereka menunggu. Setelah berada di dalam, mereka menduduki dua buah bangku kosong.

“Karena hal itulah aku sempat tidak memiliki kepercayaan diri untuk mendekatimu. Mendengar orang ramai berceloteh mengenai Shim Chaesa yang menyukai Choi Minho membuatku takut. Keadaanku ini… aku takut kau tak bisa menerimanya.”

“Aku… bukan orang seperti itu. Justru aku senang kau menceritakannya langsung, Minho-ssi. Hal-hal tentangmu… aku sudah tahu semuanya.”

“Benarkah?” tanya Minho tak percaya.

“Aku stalker yang handal, by the way.”

Mereka tertawa. Minho masih tidak ingin melepaskan genggamannya dari Chaesa. Ketakutannya selama ini sia-sia dan sedikit menyesal mengapa tidak melakukannya sejak dulu. Ketidakhadiran Lee Taemin belum menghapus kekhawatirannya, meskipun sudah hampir sebulan anak itu tak menunjukkan batang hidungnya. Ia tahu perasaan Chaesa sedikit berubah, itulah mengapa kini ia berusaha menjaga apa yang ada di hadapannya.

“Oh,” pekik Chaesa, tatapannya mengarah keluar jendela. “Itu Lee Taeni. Kenapa dia berlari sekencang itu?”

Minho ikut melihat. “Gadis itu… Jonghyun-hyung menyukainya…”

“Benarkah? Akan kusampaikan pada Taeni kalau begitu.”

“Ya, mohon bantuannya.”

Chaesa tersenyum tipis. “Er, Minho-ssi, se-sebenarnya hubungan antara aku dan Tae―”

“Wah, lihat mereka perang air, aku sering melakukan itu saat kecil,” ujar Minho riang saat melihat beberapa anak kecil saling menembakkan water gun dan tertawa riang. “Tadi kau mau bilang apa?”

“Aku dan Tae―”

Bus berhenti. Minho buru-buru menggamit tangan Chaesa dan menuntunnya turun. Lagi-lagi kata-kata Chaesa terputus. Padahal ia ingin membeberkan jati diri Taemin pada pacarnya itu. Niatnya urung sudah, terpaksa ia mengikuti kemanapun Minho membawanya.

SETELAH mendapat panggilan dari Jinki, Taeni bergegas mendatanginya. Pikirannya penuh dengan nama “Key” dan “Almighty”, hingga membuatnya kuat berlari kencang. Mereka sepakat bertemu di Yeouido Park. Menurut Jinki, kini Key sedang ada di sana, dan inilah waktu yang tepat untuk meminta pertanggung jawabannya.

Jinki melambaikan tangan, memberitahu keberadaannya saat Taeni memasuki kawasan taman. Ia menghampiri hyungnya dan berusaha mengatur napas agar kembali stabil. Jinki bersembunyi di balik pohon rindang, ransel hitamnya ia taruh di depan badan seperti perisai.

“Di mana dia?” tanya Taeni tak sabar. Jinki membalik tubuh gadis itu agar dapat melihat Key sedang asyik bermain air di kolam bersama seseorang. “Hyung, ayo kita ke sana!”

“Sabar!” cegah Jinki saat Taeni hendak melangkah pergi. “Biarkan Chaeri pergi dulu. Urusanmu hanya dengan Key, jangan libatkan Chaeri juga.”

Jinki benar, mau tak mau Taeni menurut.

CHAERI menengadah menatap langit dan menghela napas panjang. Ia memasukkan kedua kakinya ke dalam air dan berjalan menuju tengah kolam. “Dia bilang sudah dijodohkan. Apa itu masuk akal di zaman seperti ini?” keluhnya.

Key yang berjalan di belakangnya menyahut, “Masuk akal. Toh, keponakanku juga mengalaminya.”

“Ah ya,” Chaeri buru-buru berbalik dan membuatnya hampir terpeleset. Beruntungnya, Key berhasil menyelamatkannya.

Ei~ Hati-hati!”

Dekatnya jarak di antara mereka membuat wajah Chaeri tiba-tiba saja memerah. Ia baru sadar kalau Key tidak kalah menarik dari Taemin. Tiba-tiba saja Key mengecup kilat bibir Chaeri, di mana gadis itu hanya membelalakkan matanya tanpa melakukan perlawanan.

“Tolong pikirkan lagi permintaanku, Chaeri-ya!”

“Ba-bagaimana mungkin…,” Chaeri melepaskan diri dari pelukan Key, “…aku, aku menyukai Lee Taemin.”

Key tersenyum tipis. “Apa kau tahu siapa yang dijodohkan Taemin?”

“Tidak. Siapa?”

“Kau akan mengetahuinya nanti, Chaeri-ya. Dan jika itu menyakitimu, datanglah padaku! Kau hanya boleh menangis di hadapanku. Kau bisa datang padaku.”

Kata-kata itu seperti mantra, Chaeri tak bisa mengalihkan tatapannya dari Key. Pria itu menarik lengannya dan mengajak menepi. Hari sudah sore dan cuaca masih tetap panas, tidak baik terlalu lama berada di dalam air.

“Ayo, kuantar pulang.”

Chaeri mengangguk menurut. “Er, Samcheon―”

“Chaeri-ya! Tolong jangan memanggilku seperti itu! Aku bukan pamanmu. Kau bisa memanggilku ‘oppa’, mengerti?!”

Lagi-lagi Chaeri mengangguk.

TAENI dan Jinki menunggu lebih dari setengah jam sampai Chaeri diantar pulang. Mereka mengekor dan tepat setelah Chaeri masuk ke dalam rumah, Key berbalik kemudian berkata, “Kalian berdua, keluarlah!”

Baik Taeni maupun Jinki keduanya terbelalak.

“Aku tahu kalian di sini. Lee Taemin, Lee Jinki, keluarlah!”

Terpancing emosi, Taeni keluar. Berlari menghambur Key dan dengan kasar menarik kerah pakaiannya. Ia menghunjamkan matanya penuh kebencian pada pria itu. Di belakang, Jinki merasa putus asa memanggil Taeni berulang kali untuk melepaskan Key.

“Kembalikan aku!” teriak Taeni.

Key mendengus. Ia memegang kedua tangan Taeni dan berusaha melepaskan diri. Bagaimana pun Taeni memberontak, ia tetap kalah. Kekuatannya kini tidak seberapa jika dibandingkan Key. Sekuat apapun perempuan, lelaki tetaplah lebih kuat dari mereka.

“Tidak pantas seorang gadis berlaku kasar, Lee Taeni.”

Mendengar hal itu justru membangkitkan kemarahan Taeni, kali ini ia memukul wajah Key. Jinki menarik dan menyeretnya menjauhi Key.

“Lepaskan, Hyung!”

“Dia sengaja memancing emosimu. Hentikan, Taemin-ah! Kau harus tenang jika ingin menghadapinya. Dia bukan orang yang menyukai kekerasan.”

Perkataan Jinki membuat Taeni melunak. Napasnya sudah tak memburu, namun tidak mengurangi kemarahannya.

Hyung-nim,” panggil Jinki dan itu membuat Taeni jengkel. “Apa alasanmu mengubah adikku menjadi perempuan?”

Key tersenyum kecut, ia melipat tangannya.

“Dia sudah berlaku tak sopan padaku… juga pada seseorang.”

Jinki tak melepaskan cengkeramannya dari lengan Taeni, takut anak itu kembali menyerang. Setidaknya Key adalah kunci utama, orang yang bisa mengembalikan adiknya menjadi normal. Jika Taeni menghajarnya, bagaimana mungkin Key akan membantu.

“Aku memang pernah berlaku kasar padamu, tapi tidak pada orang lain! Itu pun karena kau yang memulai,” teriak Taeni.

“Jangan terlalu percaya diri, Lee Taemin! Kesalahanmu fatal di mataku―”

“Lalu apa alasan konkretnya?” sela Jinki tak sabar.

“Pertama, dia telah menghinaku, berlaku kasar, dan mengambil milikku.” Key memperbaiki letak kacamatanya dan kembali bicara, “Kau menyebutku ‘Pria Mesum’ dan ‘Pria Tua’, juga menabrakku hingga jatuh. Tapi itu masih bisa kumaafkan. Kesalahan fatal yang menggangguku adalah… kau menyakiti Park Chaeri.”

Taeni mengernyit. “Park Chaeri?”

“Ya. Pastinya sudah menjadi rahasia umum Chaeri menyukaimu. Kau juga mengetahuinya ‘kan? Lantas mengapa kau harus mengatakan padanya kalau kau sudah dijodohkan?”

“A-aku hanya…”

“Mencurahkan hatimu? Ya, Chaeri tidak hanya pendengar yang baik, ia juga mampu memberikan solusi dengan gaya penyampaian yang menyenangkan, itulah mengapa kau memutuskan untuk mempercayainya menyimpan rahasia. Namun, hal itulah yang membuatnya perlahan-lahan menjadi terpuruk.”

“Aku tidak mengatakan gadis itu Shim Chaesa. Aku hanya mengatakan sudah dijodohkan!”

Rahang Key mengeras. “Berapa IQ-mu, Lee Taemin? Atau kau memiliki IQ tinggi tapi perasaanmu nol mutlak? Mengatakan sudah memiliki seseorang pada gadis yang menyukaimu sama saja seperti membunuhnya secara perlahan. Apa kau sengaja melakukannya?!”

Taeni terdiam, pikirannya berkecamuk dan menyadari kebodohannya.

Key melanjutkan, “Bahkan hingga aku mengatakan hal ini pun kau masih berdiri angkuh? Cih!”

“Kumohon kembalikan dia seperti semula!” pinta Jinki.

Key menoleh. “Kenapa kau membantunya? Bukankah gadis yang kau sukai juga jatuh cinta pada anak ini?”

“A-aku…,” rasa sakit itu kembali datang, hatinya seperti diremas. Namun Jinki berusaha menguasai diri, “…lebih baik kehilangan seorang gadis daripada adikku!”

Hati Taemin mencelos. Ia menoleh ke samping dan menemukan Jinki tersenyum hangat padanya.

“Aku tak mau. Kuubah kapan-kapan jika moodku sedang baik,” ujar Key dan bergegas dari sana.

Jinki memanggilnya berulang kali namun tak mendapat respons. Key terus berjalan meninggalkan mereka, hingga akhirnya…

BRUK!

Taeni berlutut dan hal itu berhasil membuat Key menghentikan langkahnya.

“Maafkan aku! Maaf sudah menyakiti hatimu, Key― hyung. Kumohon jadikan aku kembali normal, masa depanku saat ini bergantung padamu. Kumohon maafkan aku! Aku tahu permintaan maafku ini mungkin tidak dapat mengobati rasa kecewamu, tapi kumohon… kumohon…,” Taeni tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya.

Key mendengus, ia berbalik.

“Ramuan itu hanya ada di café. Ikut aku!”

TAENI menatap bergilir dua gelas medium berisi Americano Ice dan Macchiato Caramel di mejanya dan Jinki. Key berdiri di samping meja sambil memeluk nampan dan memandang sebal Taeni.

“Ma-mana minuman penawarnya?” tanya Taeni tak sabar.

“Di depan hidungmu, Nak!”

Taeni menunjuk Americano Ice dengan ekspresi meremehkan. “Ini?”

Well, yeah. Penawar ramuan yang kau butuhkan itu hanya segelas Americano. Aku tahu kau jarang minum kopi, itulah mengapa aku memilih Americano,” jelas Key dan menyeringai mengerikan.

Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Taeni segera menyambar Americano tersebut dan menenggaknya. Baik Jinki maupun Key menatap mengawasinya. Tiba pada tetes terakhir, Taeni menaruh kembali gelas ke meja dan membersihkan mulutnya dengan punggung tangan.

Selama beberapa menit tak ada yang terjadi. Semuanya tampak normal dan ini membuat Key menyambar gelas dan menciuminya.

“Tak ada yang aneh,” gumamnya pada diri sendiri.

Waeyo?” tanya Jinki curiga.

“Minuman penawar ini memiliki reaksi yang berbeda dengan ramuan pengubah. Seharusnya tak membutuhkan banyak waktu untuk mengubahmu kembali, Lee Taemin, tapi…,” Key melirik jam tangannya, “…sudah lebih dari lima belas menit masih tak ada perubahan. Apa yang kau minum selama ini?”

Taeni terlihat sangat gugup. “Er, aku minum Banana Milk tiga kali sehari…”

Key mendengus. “Kalau begitu bersabarlah hingga beberapa hari ke depan, karena susu bersifat menguatkan mantra yang ada dalam ramuan pengubah. Apalagi kau meminumnya secara intensif seperti itu. Aku tak tahu pasti berapa tambahan waktu di setiap tegukan susu yang kau minum. Semakin banyak kau meminumnya, maka semakin kuat pula mantra itu bereaksi. Fatalnya, kau bisa saja takkan pernah kembali normal.”

MWO?!”

DASH!

Sebuah batu di jalan menjadi sasaran tendang Taeni. Ia merengut, baru kali ini merasa sangat menyesal meminum susu favoritnya. Kata-kata terakhir Key tadi membuatnya sangat takut dan berusaha keras tidak mempercayainya itu sangat sulit karena Key memang tidak sedang bercanda. Sedangkan Jinki yang sedari tadi bungkam, hanya berjalan dengan kepala merunduk. Angin malam di musim panas kali ini tidak terlalu baik. Sangat panas dan lembab, ini membuat siapapun merasa sangat tidak nyaman.

Hyung, apa aku boleh ke rumah sakit? Aku rindu eomma,” tanya Taeni dan Jinki menggeleng lemah. Merasa aneh, Taeni ikut merunduk dan menemukan wajah Jinki yang pucat. “Jinki-hyung, kau kenapa?”

Taeni menaruh tangannya di kening Jinki.

“Astaga, Hyung, kau demam. Ayo, kugendong. Cepat naik!”

“Badanmu kecil, Taemin-ah!” gumam Jinki sambil menendang bokong Taeni yang sudah berjongkok.

“Aku lupa. Ah, sial!” umpat Taeni dan dengan cekatan meraih lengan Jinki lantas menopangnya.

Jinki melingkarkan kedua lengannya di leher Taeni, posisi mereka kini sudah seperti berpelukan.

“Kepalaku seperti mau pecah.”

“Jangan khawatir, kita ke dokter sekarang.”

“Tidak, kita pulang saja. Aku ingin tidur,” suara Jinki semakin mengecil, kepalanya ia sandarkan ke kepala Taeni di mana posisi mulutnya berada di leher gadis itu. “Jika orang melihat ini, mereka akan salah paham, benar?”

Taeni mendengus. “Hyung, jangan banyak bicara! Pejamkan saja matamu!”

“Hm.”

LANGKAH Hyeorin terhenti saat melihat sebuah pemandangan tak mengenakkan di hadapannya. Begitupula dengan Chaeri, ia ikut berhenti. “Wae?” tanyanya bingung.

“Bu-bukankah itu Jinki-sunbae dan si anak baru?”

Chaeri mengikuti arah pandang Hyeorin dan mendapati Jinki tengah memeluk Taeni sambil berjalan. Ia menutup mulutnya dengan tangan.

Suara Hyeorin bergetar, “Bukankah tadi pagi ia baru saja mengungkapkan perasaannya padaku?”

“Lalu kau tolak. Begitulah lelaki…”

“Apa maksudmu?”

“Lee Taeni itu pasti menjadi pelariannya. Sudahlah, mana mungkin Jinki-sunbae bisa mengubah perasaannya dalam waktu kurang dari sehari. Ayo cepat sudah malam! Bukankah tadi kau menyeretku keluar rumah untuk menginap di rumah Chaesa?”

“Tapi…,” pandangan Hyeorin masih tak lepas dari Jinki dan Taeni. Entah bagaimana harus melukiskan perasaannya saat ini. Ia begitu marah, kesal, ada perasaan tak rela, juga sedih. Tak tahu dari mana hal-hal itu berasal.

“Hyeorin-ah, kalau kau cemburu, cepat ambil dia sekarang sebelum terlambat!”

“Apa?! A-aku sudah menyukai orang lain,” pekik Hyeorin sambil membuang muka.

Chaeri mencelos. Suasana tiba-tiba saja menjadi canggung.

“Jadi tidak acara menginapnya? Kalau tidak aku mau pulang,” ancam Chaeri.

Tanpa banyak bicara, Hyeorin mencengkeram tangan Chaeri dan menariknya untuk melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di rumah Chaesa, Changmin membuka pintu dan mendapati Chaeri serta Hyeorin tersenyum riang menyapanya. Ia mempersilakan mereka masuk dan menunggu di ruang tengah. Rumah nampak sangat sunyi, kecuali suara TV yang dibiarkan menyala meskipun Changmin berdiam di kamarnya.

“Di mana noonamu?”

“Belum pulang,” sahut Changmin dan duduk di antara kedua gadis tersebut. “Kukira barusan Chaesa-noona.”

“Kemana dia?” tanya Chaeri.

Changmin menaikkan bahunya pertanda tak tahu.

“Mungkin sedang bersama Minho…”

“Minho, Choi Minho-hyung?” tanya Changmin ceria.

“Kau kenal?” tanya Chaeri.

“Hm. Aku pernah bertemu dia dua kali. Permainan Winning Elevennya hebat sekali!” tutur Changmin, sedangkan Hyeorin berjalan menghampiri sebuah lemari yang menyimpan banyak sekali penghargaan. Sejak tadi matanya menangkap sesuatu dari sana dan mengambil trofi yang sangat dikenalnya. Changmin melihat hal itu.

“Ini…”

“Itu milik Taemin-hyung. Aku menemukannya di tas Chaesa-noona, khawatir rusak jadi kusimpan saja di situ. Keren sekali Taemin-hyung memenangkan debat Inggris, benar dugaanku kalau dia bukan siswa biasa. Dia jenius! Tarian dan permainan Winning Elevennya juga bagus sekali. Kudengar dia berada di kelas unggulan bersamamu, Chaeri-noona? Wah, Taemin-hyung benar-benar…,” ujar Taemin antusias.

“C-Changmin-ah,” panggil Chaeri dan melirik Hyeorin yang juga menatapnya. “Kenapa kau bisa mengenal Lee Taemin?”

“Taemin-hyung pernah diundang makan malam oleh eomma. Tunggu, Noona, tadi kau bilang Chaesa-noona sedang bersama Minho-hyung? Apa mereka sangat dekat?”

“Mereka sedang menjalin hubungan, Changmin-ah,” sahut Hyeorin dan entah kenapa jantungnya tiba-tiba saja berdegup kencang.

“Pacaran? Eeei~ Tidak mungkin! Lalu mau dikemanakan Taemin-hyung?―”

“Apa maksudmu?!” pekik Chaeri.

“Changmin-ah…,” sela Hyeorin, “…apa hubungan Chaesa dengan Lee Taemin?”

“Tidak, jangan dijawab, Changmin-ah!” seru Chaeri sambil menutup kedua telinganya, ia tak ingin dugaannya benar.

“Changmin-ah, beritahu aku!” paksa Hyeorin yang membuat anak itu bingung setengah mati.

“Jangan! Kumohon jangan!”

“Changmin-ah!” desak Hyeorin lagi.

“Lho, memangnya Chaesa-noona tidak pernah cerita, ya? Bukannya kalian teman-teman dekatnya? Memangnya noona tidak pernah cerita kalau dia sudah dijodohkan?”

“Kalau itu dia sudah cerita. Tapi… astaga…”

Trofi terlepas dari jari-jari kurus Hyeorin dan meluncur begitu saja ke lantai. Beberapa patahan trofi tersebut menyebar. Chaeri menutup kedua telinganya dengan tubuh membungkuk, menempelkan wajahnya pada paha. Saat itu juga pintu terbuka.

“Aku pulang. Changmin-ah, kenapa pintu tidak dikunci? Oh, Chaeri-ya, Hyeorin-ah, sedang apa kalian di si―” kata-kata Chaesa terputus saat melihat trofi milik Taemin hancur di lantai. Ia mulai menyadari suasana di ruangan tersebut sangat buruk.

Changmin menyadari kesalahannya. “Er, a-aku lupa ada PR,” ujarnya sambil berlari menuju kamarnya di lantai dua.

Chaeri yang lebih dulu bereaksi, ia berdiri dan berkacak pinggang. “Senang sudah mempermainkan kami?”

“Chae-Chaeri-ya, apa maksudmu?”

“Jangan berpura-pura bodoh, Shim Chaesa!” seru Hyeorin. “Apa selama ini kau menertawakan kami dari belakang karena berusaha mendekati Lee Taemin yang jelas-jelas adalah calon tunanganmu?”

Wajah Chaesa memucat. “Ka-kalian sudah tahu?”

“Pengkhianat!” desis Chaeri.

“Kau menikam kami dari belakang!” timpal Hyeorin.

Chaesa mendekati teman-temannya dan berusaha menenangkan.

“Tenang, sabar! Biar kujelaskan semuanya! Begini, semula aku tak tahu kalau pria yang akan dipertemukan itu adalah Lee Taemin. Park Chaeri, kau selalu memujanya jadi mana mungkin aku berterus terang. Aku takut kau kecewa…”

“Tapi ini jauh lebih mengecewakan!” bentak Chaeri.

Chaesa tak memedulikan dan meneruskan penjelasannya, “Lalu kau, Kwon Hyeorin, secara terang-terangan menyebutkan menyukai Lee Taemin padaku. Lalu bagaimana bisa aku berterus terang pada kalian?! Itulah mengapa aku dan Taemin memutuskan untuk menyembunyikan perjodohan ini dan berpura-pura akur di hadapan kedua orangtua kami, karena―”

“Rupanya kau sudah lupa dengan janji kita…,” gumam Hyeorin, “…saling jujur itu sudah tidak ada lagi. Terima kasih sudah mau berteman denganku dalam beberapa tahun ini. Aku takkan pernah melupakan kebaikan kalian. Cukup sampai di sini saja.”

“Aku juga,” ujar Chaeri. “Kau pastinya tertawa melihat tingkahku yang tergila-gila pada calon tunanganmu.”

“Tidak, tidak sama sekali. Ayolah, jangan seperti ini! Aku bahkan sudah memiliki Minho…,” kata-kata Chaesa terputus, ia baru ingat kalau Minho juga ikut mengantarnya pulang. Saat berbalik hendak ke teras, ia menemukan Minho sudah berdiri di hadapannya.

“Mi-Minho-ssi…”

..to be continued..

 

Preview next part:

Key: “…mantra itu tidak boleh digunakan lebih dari bulan purnama… Saat bulan purnama tiba, perlahan-lahan kau akan menghilang. Rohmu secara teknis terpisah dari tubuhmu. Saat itulah alat di rumah sakit berdengung menandakan kalau kau… mati!”

Taeni: “…tunggu, bukankah malam ini ada bulan purnama?”

Sesuatu terjadi, ia merasa ada yang mendorong paksa rohnya untuk terjun dari balkon apartemen. Seperti sehelai kertas, dengan ringan ia meluncur ke bawah. Tekanan udara yang menerpa menyakiti wajahnya… ia melihat sesuatu di hadapannya. Terang dan menyilaukan, menyakitkan matanya. Bersamaan dengan itu, kepalanya membentur dasar pusaran dengan keras dan rasanya seperti ada ribuan anak panah menghunus tubuhnya…

 “AAAAAAAAAHHHHHHH!!!”

Dear, Fellas… I love love love reading your comments. Especially the ones in ALL CAPS… Haha~ Sooo funny!!

+ Thank You…^^

©2011 SF3SI, Diya.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

112 thoughts on “Miracle Romance [Chapter X]

  1. Chaesa mulai dapat serangan dari teman-temannya. Hayo, gimana tuh cara ngejalasin duduk persoalannya kalau Chaeri dan Hyeorin saja sudah nggak mau dengar apapun penjelasan Chaesa? Terus Minho? Tambah sulit deh posisi Chaesa.
    Nice story. Lanjut!

  2. Waah, perjodohannya udah terungkap.
    Gimana nasib taemin thor? Dia bisa balik lagi jadi cowok kan? Trus itu kata-kata preview untuk next part kok kayaknya nyawa taemin dipertaruhkan.
    Nasib persahabatannya chaesa juga diujung tanduk.
    Kalo hubungan chaesa-minho putus sih aku malah seneng, hehe.
    Wah, ceritanya makin seru. Daebak!
    Lanjutannya jangan lama-lama ya thor.

  3. Padahal bentar lagi Taemin berubah normal lagi…
    Tapi kenapa kebiasaanya minum susu malah bikin dia susah balik jadi cowo… huhu T.T

    asik, udah pada tau tentang perjodohan Taemin-Chaesa…
    tambah seru

    aku ga mudeng sama preview next part nya,, huhu…
    author, part 11 nya jgn lama-lama ya.. PLEASE….

  4. Daebak, Thor! Jangan lama-lama dong part 11-nya. Ah, kasian Chaesa-Taemin T.T sebenarnya, apa yang terjadi Thor? #duaghhh

    Thor, kenapa gak seminggu sekali aja u,u gasabar jadinya…. Tapi keren kok,,,

  5. Onnie TBCnya nanggung… AAA~ penasaran,
    Endingnya chaesa sama taem ga ni onn??
    sama taem aja yaaaa onn,

    cuplikan next part bikin bingung,
    Yg terjun itu siapa????

    Daebak onnie, next part ditunggu.

  6. dua hari gak ke blog ini. pas buka tahu2 udah ada chapter 10 nya :D
    hei, Taemin,makannya jangan keseringan minum banana milk. jadinya gak bisa kembali normal kan. wkwkwk
    ah, andwae, masa Taemin mati sih? ayolah, Taemin pasti hidup kan?
    hah, semakin seru nih. Minho nya juga tahu kalau Chaesa di tunaangin. kira2 gimana yah hubungannya chaesa sama Minho?
    sah, pensaran lagi pensaran lagi.
    daebak eon! :D
    di tunggu part 11 nya :D
    hwaiting!^^

  7. Ckckck gara2 banana milk, th mantra jdi kuat ,haha
    entah knapa aku suka bgt kisah key -chaeri, sama jinki-hyeorin, suka suka

    minho patah hati dah T.T </3
    it siapa yg jatoh?haduh PENASARAN

  8. penasaran banget diya eonni!!.. aigoo aigoo… ini pasti panjang ini ya part nya (??)
    minhoo.. minho, yaa sakit hati gak dia yah? enggh.. mereka hadi putus shabatnya??? andwae!!!
    daah.. minho sama taeni(?) , onew – hyeorin, key – chaeri, taemin- CHAESA!! :D \asal aja deh ini

  9. my fav FF akhirnya keluar juga…makin lama makin keren !!!

    udah sng mau berubah eh kok gara2 banana milk ga jadi balik..cptn balikin taemin dong..dah kangen…T__T

    trus itu,persahabatan rusak gara2 cowo..aduh..tambah runyam aja..n next part..hueee..apaan tuh?penasaran thor !! asap ya..ditunggu ! :)

  10. akhirnya di post juga.
    terlalu penasaran ama taemin dan taeni . huaaah
    kalo selamanya taemin jadi taeni gimana yaa??
    chaesa ama minho gitu??
    nunggu part selanjutnya

  11. akhirnya keluar juga FF ini, setelah sekian lama menunggu ..
    Dan, key~ kenapa jahat gitu?! aaa~ oppa, jangan jahat sama taemin dong! T,T

  12. ehhh kenapa keygoon iseng banget sih ya ma taem?! wkwkwkwk
    siapa suruh minum sussu pisang mulu,unyuk aja yang monkey minumnya susus stroberi :P
    hadeuuh minho kesian amat yaa nasibnya,udah balik sana ke jira aja,biar chaesa ama bang siwon aja,taem? jadi taeni aja #readerganyambung

    eonn kapan bwt ff bang siwon lagi???? #plakplakplak
    walopun tu orang pamer abs mulu tapi tetep ngangenin eonn ^O^

  13. Udah nggak bisa berkata2 lagi…
    Astaga, ntar gimana itu Taemin ama Chaesa?
    ah, aku baru bisa komen di part ini.. Mianhae, author-nim..,

  14. Aish konflik nya makin pelik banget makin seruuuuuuuuu aaaaaaaaaaaa apa yg terjadi sama minho selanjutnyaaaaa
    Plis thooor lanjutannya secepat kilat yaaa penasaran bgt sumpah

  15. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa apa apaan iniiih kenapa ceritanya semakin seru haaahhh kyakyaakyaaaa gasabar nunggu lanjutannya. sumpah thor ini FF TERKEREN yang pernah aku baca, author JJANG !!

  16. omooo makin keren ajah nih ff…
    gmana ma nasibnyaa si Taemin yahh..
    kasian jugaa..

    jinki juga kasiaann..

    trus persahabatannya Chaesa gmana nihh??
    Trus Minhoo??
    aduh kbnyakan nanya nih..

    okehh, saia tnggu next partnya yahh..
    Hwating!!

  17. ah ribet jadi ribet
    smua jadi slah paham
    and keadaan diperparah karen key ngerubah taemin jadi yeoja
    and lbh parahnya lagi gra2 tetem minum banana milk 3 kali sehari *buset kaya minum obat* proses dia balik ke namja jadi susah.

    aku kasiaan sma Jinki huaaaaaa abang sini sma aku aja
    hyeori bisa-bisanya udh nolak jinki py pas liat jinki sma taeni dia cembokur gtu py ga mau ngaku, udh gtu ikut iktan marah lagi sama chaesa karena chaesa tunangan taemin.
    aku juga kasian sih sama minong, dia terlalu telat deketin chaesa, udh telat bang keburu diambil tetem.
    udh chaeri sma key samcheon (diketok key gra2 panggil samcheon) aja
    demi apa lah sih key sweet bngt ke chaeri.

  18. Aigooo…
    Aq readers baru nii
    Astagaaa knpa key jd nyeremin gituuu
    Astagaa key
    Aaaaa klo punya paman kyak key bahagianyaaa akuuu
    Aaaaaa ksian chaesaa psti tmen2 nya pda mrh smw
    Klo taemin mati gmna dunk???
    Onew gmnaa onew T_T
    Aaaaaaa daebakkk banyakk bgtt yg. Bkin pnsrannn
    Key itu bljar ilmu sihir apa bljr buat kopi sihhh –“

  19. oke, aq langsung komen lagi di part ini setelah kelelep di beberapa part sebelumnya…
    komen:
    jummmaaa… ini udh mw tamatan nihh?? hueee.. heppy end yaaa.. itu kok di previewx rada nyeremin..
    dan olala.. alasan key bikin tetem jd taeni adalah… ‘KARENA CHAERI’ bego deh Key, kan bagus chaeri patah ati ma tetem, jdnya dy bs ma kamu *injek key gara2 bikin kisruh n cium chaeri mendadak*

    tp tetep jummaa.. aq suka moment key-chaeri.. so sweet banget, gombalnya bikin klepek2..
    dan ayolah…
    kenapa mesti ada minho sihh?? ihh aq dr WW paling gak demen ma minho *diinjek flamers*

    • MUAHAHAHHA~
      punya salah apa mino ama kamu, mit?
      *poor mino*

      biarinlah mino jd penyedap di sini. haha~ kasian dia kalo gak eksis…
      belum selesei… key-chaeri moment berlanjut di next part. hoho

  20. Well, this ff is so damn cool you know??????? XDDDDDDD

    Eonnie……….!!!!!!!!!!!! Aku tergila-gila sama ff buatanmu ini…………!!!!!!!!!!!!!!
    FF ini gak pernah dan gak akan pernah ngebosenin…………!!!!!!!!!!!!!

    Weish, satu lagi author idolaku…
    Diya eonie, aku nge-fans sama kamu…………!!!!!!!!!! XDD

    Lanjutannya akan setia aku tunggu….! ^.~

  21. Bagus banget!
    Pas aku baca ini rasanya kaya ngalamin sendiri..
    10 jempol bual Diya :)

    Aku lebih suka Taemin jadi yeoja ketimbang namja.. Hehehehe…
    Aku Mendukung kalian Taemin Dan Chaesa! Semoga hubungan kalian berjalan dengan baik walaupun ada rintangannya.

    Chaesa kasian ya harus memilih antara cinta/persahabatan. Semoga persahabatan kalian bisa kembali utuh ya :)

    Ini cerita favoritku loh! Gak garing ko. bagus. Aku juga selalu chek cerita ini. Tapi ko ceritanya muncul beberapa minggu sesudah chapt sebelumnya di luncurkan. Jangan bikin aku tambah penasaran ya… ><

    Aku gak sabar cerita selanjutnya di tampilkan.. Oh iya, chapter 11nya muncul kapan?

    Aku sedikit gak ngerti sama Previewnya nih.. Biarpun begitu, Aku bakalan tetep selalu setia menunggu <3 <3

  22. Weeh gara-gara banana milk jadi gak cepet berubah lagi ya Taemin -_-wkwkw
    Semuanya complicated pas udah mau tbc woaahhh parah paraahh. Chaeri hyeorin bahkan minho tau semuanya tentang chaesa-taemin. riweuh ini semua-_- chaesa hwaiting ya buat ngejelasin semuanya wkwk
    Ayo ayoo part 11nya ditungguuu :D:D

  23. Love this love this…. aaaaaaaaa… buruaaann buruaannn, penasaran tingkat dewa ini, zzz kuncinya emang di Taemin nih, kalo dia jadi cowok lagi pasti semuanya kelar *yaiyalah*
    Hebat author ^^

  24. Lol ga nyangka minuman kesukaan taemin malah bikin dia lebih lama jadi cewe.. Diya Oenni pintar deh bikin cerita.. Hhe
    Makin seru aja, persahabatan tiga serangkai (?) hancur gara2 seorang Taemin..ckck

  25. Woooww…
    it minho masih ngejagrek(?) d depan pintu ya critanya…?
    makin brabe urusannya itu…kekekeke

    jinki’ah..~~
    arrgghhh..aq jadi tiba2 jatuh cinta ama jinki d sini..
    dy baik bgt..lebih memilih kehilangan perempuan dari pada adiknya sendiri..
    hikss..terharuuu *lap ingus pake duit…

    oke.. lanjut k part selanjutnya….
    hehheeee… :D

    kereeeennn ceritanya…. d

  26. Puncaknya…. Semua terbongkar.. Hyaaa kau makin penasaran thor… Gimana dengan penawar dri key.. Apakah masih lama reaksinya.. Huaaa… Pasti sulit bgt buat chaerin menghadapinya… Makin seru thoor…

  27. ak udh lma bgt ga bc ff, n tnyta miracle romance udh tmt..
    Ngebut dlu dah bca ny…
    Tnyta susu bbhaya.. Kpn y taemin blik…
    Kshn jg klo tar minho dtinggalin…
    Chaeri n hyeorin egoirg jg.. Pdhal bkan slh chaesa 100%
    mrka jg yg scra ga lsg mbwt chaesa ttup mlut..
    Aku lsg bc part xi dlu y..

  28. Semakin complicated…. ayolah Taemin cepatlah berubah jadi namja lagi dan selamatkan Chaesa dari semua masalah…. ini sangat sulit banyak orang yang tersakiti T.T

  29. tidak bereaksi???
    ya ampunnn…makin lama dong jadi taeminnya lagi
    dan semuanya sudah terbongkar
    bnar2 crita yg bgus, kasian chaesa tapi
    rasanya dia yg d slahkan..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s