A Love to Kill [2.2]

Title: A Love to Kill

Author: byulicious

Main Cast:

Lee Jinki

Park Hyubyul (OC)

Choi Minho

Krystal Jung

Length: Twoshots

Genre: Angst, Romance, Thriller

Rating: PG-15

Summary: Selesaikan sekarang atau tidak sama sekali Byul. Satu tembakan di dadanya dan semuanya akan berakhir.

Author’s Note: Yang ini mungkin lebih dikit dari twoshot part pertama kemaren, tinggal penyelesaian konflik dari part pertama kemaren kok. RCL are needed! (\^__^/)

HAPPY READING~~!!!

“Park Hyun Byul?” suara seorang pria di ujung telepon membangunkanku di minggu pagiku yang masih gelap ini.

“Bos?”

“Ya, ini aku Byul-ssi”

“Tidak biasanya anda menelepon, bagaimana kalau-“

“Kau takut pembicaraan kita disadap?” tebakan yang tepat

“I-iya”

“Tidak akan, aku sudah mengurus semuanya Byul-ssi. Sebenarnya aku mempunyai beberapa hal penting uang harus dibicarakan” aku menegakkan tubuhku, bersandar pada kepala tempat tidur dan mendengarkan suara bos yang sepertinya ingin memberikan beberapa instruksi tambahan dengan seksama.

“Mengenai target kita, targetmu, kau sudah menemukan keberadaan Choi Minho?” aku terkesiap mendengar nama itu disebut lagi. Sejenak untuk pertama kalinya aku merasa ragu untuk mengatakan kebenaran tentang keberadaan targetku ini.

“Belum, aku masih mencari beberapa data tentang tuan Choi, aku juga sedang mencari data lanjutan tentangnya melalui CIA, mungkin saja tuan Choi ini masuk dalam daftar mafia dunia”

“Kerja baik, aku hanya ingin mengatakan kalau kau hanya perlu membawa mayatnya pada pertemuan kita selanjutnya” aku kembali terkesiap mendengar suara berat diujung sana, tidak akan ada upacara eksekusi untuk Choi Minho?

“Saat kau sudah yakin bahwa itu adalah Choi Minho, langsung habisi dia saat itu juga. Aku juga ingin kau bekerja lebih cepat untuk kali ini” lanjutnya.

“Baik aku akan berusaha semampuku”

“Aku menunggu kabar baik darimu, maaf mengganggu minggu pagimu Byul-ssi, selamat pagi”

Telepon ditutup dari seberang sana. Aku harus  bekerja cepat. Hal pertama yang harus kupastikan adalah Choi Minho bukan anggota keluarga Jinki. Targetku bukan adik dari Jinki.

***

“Tanyakan apa saja yang ingin kau ketahui tentang keluargaku Byul” ujar Jinki dengan senyumnya yang biasa padaku saat Aiden menemuiku di kafe Seomin ajhumma siang ini.

“Pria kemarin, pria yang kemarin datang kerumahmu, siapa dia?” aku bertanya dengan hati-hati, enggan merusak mood-nya yang tampak baik hari ini, enggan membuatnya menjadi seorang yang pendiam seperti kejadian kemarin malam.

“Dia adikku” aku menahan nafas saat Aiden menjawab pertanyaanku. Kini semuanya sudah terjawab, Choi Minho adik dari Lee Jinki calon suamiku.

“Adik tiriku lebih tepatnya. Dia anak hasil hubungan gelap ayahku dengan seorang wanita” mata Jinki menerawang jauh, tatapan matanya kosong.

“Ayahku membuang Minho dan ibunya demi mempertahankanku dan umma, itu sebabnya Minho membenciku dan ayah” lanjutnya.

“Sebenarnya aku malu umtuk mencertitakan ini padamu Byul, tapi aku tahu cepat atau lambat kau pasti harus mengetahuinya” Jinki mengalihkan pandangannya kearahku, memandangku lurus sambil tersenyum pahit.

“Lalu dokumen apa yang kemarin ditandatangani ayahmu? Stopmap biru?”

“Appa merasa sangat menyesal telah membuang Minho, dua puluh persen dari saham perusahaan jatuh ke tangannya, tapi sepertinya itu tidak cukup baginya, ia meminta sepuluh persen saham milikku dan ayah memberinya begitu saja, padahal appa tahu pada akhirnya Minho akan menjual sahamnya untuk mendapatkan uang dan tugasku adalah mendapatkan kembali saham dari pihak luar agar perusahaan kami tetap berdiri” aku mengangguk menanggapi penjelasannya yang panjang lebar.

“Aku tidak memintamu untuk menyukai keluargaku Byul, apalagi Minho. Aku menyesal harus mengatakan ini padamu” Jinki tertunduk lesu mengalihkan pandangannya dariku, aku menggenggam tangannya hangat berusaha untuk menyemangatinya sebisaku.

“Gomawo Byul”

***

“Choi Minho?”

“Ne, Byul-ssi”

“Bagaimana kau bisa-“

“Kau sudah harus mengetahui segala sesuatu tentang musuhmu sebelum kau menghabisinya bukan?” targetku yang satu ini memang benar-benar berbahaya.

“Langsung saja, apa yang ingin kau katakan noona?” aku bisa membayangkan bagaimana seringaian licik Elias saat ini.

“Mari kita bertemu, pertemuan antara calon adik dan kakak, bukan sebagai musuh, bagaimana?”

“Baiklah kujemput kau di apartemenmu malam ini” telepon ditutup begitu saja, Minho benar, dia bahkan sudah tahu nomor telepon dan alamat apartemenku, kau memang sudah harus mengetahui segala sesuatu tentang musuhmu sebelum kau menghabisinya. Ini harus segera berakhir, mau tidak mau ini memang harus terjadi, yang harus kulakukan hanya membunuhnya seperti yang lainnnya. Aku mengambil pistol LX502 yang kubeli kemarin, aku benci darah, tapi tidak mungkin aku harus menyiapkan kursi listrik atau bersusah payah menyiapkan tali tambang dan menggantungnya, lagipula aku suka bunyi ledakannya.

***

“Kau ingin melakukan pembicaraan antar calon kakak dan adik di tempat seperti ini?” aku angkat suara saat Minho ternyata membawaku ke sebuah rumah kosong, tidak berpenghuni, bahkan masih ada sisa-sisa bangunan yang belum selesai disana-sini.

“Aku tidak sebodoh itu Byul-ssi, obrolan antara calon kakak dan adik ipar? Kau kira aku bodoh?”

“Ya memang itulah kau” aku mengambil pistolku dan menodongkannya padanya, tepat di dada kirinya. Minho membulatkan matanya kaget, dia tidak menyangka bahwa aku akan bertindak secepat ini, tidak ada yang namanya basa-basi sebelum membunuh seseorang, mungkin Minho memang benar-benar mengharapkan beberapa obrolan kecil sebelum menyerangku juga.

“Kau punya kata-kata terakhir” Minho merogoh sakunya, berusaha untuk mengambil pistolnya juga mungkin? Tapi Minho kalah cepat denganku. Selesaikan sekarang atau tidak sama sekali Byul. Satu tembakan di dadanya dan semuanya akan berakhir.

DORR

Tepat di dadanya, tepat di dada kirinya. Aku mendekati mayat Byul dan menyeretnya menuju peti yang sudah kusiapkan khusus untuknya.

“Byul”

“J-jinki, a-apa yang kau lakukan di-disini?”

“Aku datang untuk menemui Minho, dia memintaku untuk datang, Kau-”

Jinki menangkapku basah, melihatku dengan mata kepalanya sendiri, aku yang menyeret mayat adiknya dan masih menggenggam pistol di tangan kananku. Jinki menghampiriku dengan langkah pelan, menepis tanganku yang menyeret mayat Minho.

“Apa yang kau lakukan Byul. Ka-kau membunuh Minho?”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan Jinki”

“Berikan pistol itu Byul!”

“Tidak, tidak sebelum kau mendengar penjelasanku terlebih dulu Jinki” aku menggeleng keras mencoba meyakinkan Jinki, kami berebut pistol yang sedang kupegang. Aku mencoba untuk tetap mempertahankannya sedangkan Jinki mencoba untuk merebut pistolku.

“Tidak Jinki, kumohon, dengarkan dulu penjelasanku”

“Berikan pistolmu Byul! Aku berjanji akan mempercayaimu, tapi berikan pistolmu itu dulu!”

“Tidak, aku mohon Jinki”

“Byul percayalah, aku akan-“

DORR

Tepat di dadanya, terbunuh seperti adiknya, aku menghampiri Jinki yang sudah tergeletak di tanah. Menepuk-nepuk pipinya berusaha untuk membangunkannya. Tapi nihil, pangeranku sudah mati, mati di tanganku sendiri.

“Aiden kumohon, aku mencintaimu. Jinki-“

***

Park Hyun Byul menghadiri pertemuan rutinnya, memakai baju kebesarannya dan duduk di salah satu kursi yang ditata memanjang.

“Apa yang terjadi padamu Byul-ssi? Kau tampak buruk sekali” Krystal yang duduk persis di sebelah Byul memandangnya dengan senyum mengejek. Byul menoleh menatap orang yang baru saja mengajaknya bicara, menyunggingkan senyumnya.

“Aku membunuhnya”

Krystal bergidik ngeri mendengar suara Byul yang lebih terdengar seperti sebuah bisikan parau.

Well, chukaeyo kalau begitu” Krystal membalas kikuk sambil mengalihkan pandangannya pada dua peti mati yang diletakkan di tengah meja.

“Dua? Mayat siapa yang kau taruh di peti satunya Byul-ssi?” suara bos menyeruak, mempertanyakan pertanyaan yang mewakili semua rasa ingin tahu sebagian orang yang ada di ruangan itu.

“Lee Jinki, dia calon suamiku. Lee Jinki kakak tiri Choi Minho bos” semua pandangan tertuju pada Byul yang berbicara dengan tatapan matanya yang kosong. Bos membuka kedua peti mati yang ada di meja marmer itu. Dia mengenali wajah mayat yang ada di salah satu peti, tapi tidak dengan mayat di peti lainnya.

“Aku membunuh mereka dengan ini” pistol LX502, terungkap keluar dari saku blazernya.

“Kau, ada yang salah denganmu Byul-ssi, kau baik-baik saja?”

“Bagaimana bisa aku baik-baik saja, aku membunuh calon suamiku sendiri!!” tawa lepas keluar dari mulutnya, terasa tidak sesuai dengan buliran air mata yang merembes keluar dari kedua matanya. Byul memantapkan pegangannya pada pistol di genggaman tangannya, mengarahkan mulut pistol pada pelipisnya.

“Byul-ssi, apa yang kau lakukan” Krystal mencoba untuk melepas tangan Anne yang sudah bersiap untuk menekan pelatuk pistol.

“Aku harus mati, Jinki sudah mati, jadi aku juga harus mati!”

“Tidak, cegah dia! Ambil pistolnya!” seseorang diujung ruangan mencoba untuk mencegah Byul bunuh diri.

DORR

Park Hyun Byul mati.

Hanya mati, tidak lagi bergerak, tidak lagi merasa.

Hanya mati, seperti pangerannya Jinki.

Hanya mati, tidak lagi hidup seperti banyak orang yang sudah dibunuhnya.

Hidupnya tidak juga seberuntung Cinderella, tokoh dongeng kesukaannya. Setidaknya Cinderella tidak mati, ia hidup bahagia dengan pangerannya selama-lamanya. Tidak seperti Byul yang tidak lagi hidup, terkubur bersama pangeran yang juga dibunuhnya selama-lamanya.

FIN

Kyaaaaaa FF macam apa ini!!! >____< *jedotin kepala ke tembok

Tapi senista apapun FF ini, yang udah baca wajib komen ya, biar author tambah semangat nulis (\^^/) *waves

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

20 thoughts on “A Love to Kill [2.2]

  1. Hmmm…. menarik….
    tp msh ada nama2 asing tuh, Aiden, Elias, Anne… ak jd sedikit bingung baca’y…
    tp ttp Oke ko… ak suka cerita’y…

  2. tewas semua?
    huaaa speechless

    n bingung jg.. ad 3 nama asing nongol.. Aiden, elias, anne.. kok ad nama itu? apkh ad asal usulnya jd dpnggl gtu?

    tp ceritanya seru

  3. Ahh,, komentku yg tadi gx masukk,,

    Iya nihh,, pendek#duk,, digetok authornya,,hehehe

    Menurutku,, Elias itu Minho,, Aiden itu nama barat Jinki,, tapi harusnya Chase,, cz Aiden itu west name yoebo-ku,, (re ; Key),,hehehe

    Hmm,, endingnya mudah ditebak,, klimaksnya kurang,, pendek,, jadinya feel sedihnya gx mengharu biru,, #plak,, plak,, plakk,, dihajar Jinki,Minho,byul,, mianhe thor,, itu pendapatku,,hehehe

    Tragisss,,, semuanya matiii,,, ahh,, kasihan,, kasihann,,, Keep writing ya thor!! :P

  4. pendeek -__-
    feelnya juga kurang dapet.

    tapi sisi Tragisnya dapet banget, karena aku juga benci darah. kalimat terakhir

    Park Hyun Byul mati.

    Hanya mati, tidak lagi bergerak, tidak lagi merasa.

    Hanya mati, seperti pangerannya Jinki.

    Hanya mati, tidak lagi hidup seperti banyak orang yang sudah dibunuhnya.

    suer DAEBAKK

  5. =,=
    Err, kenapa mati ya? Aku jadi mumet, padahal dah suka banget ama awalnya tapi kok mati semua. Hiks gimana nih?
    Itu si Byul nya mustinya jangan pake rebut-rebutan pistol segala sama Jinki, kan Jinkinya cuma bilang berikan pistolnya, belu tentu juga dia tau cara makenya. Udah gitu si Minho juga adik tirinya, nggak gimana-gimana amat lah baginya ketimbang kehilangan Byul (dih reader sok tahu bener). Mian, mian kok jadi nyeramahin gini.
    Aku juga bingung, itu nama2 asingnya beneran lupa diganti ato emang sengaja? Soalnya jelas banget letaknya.
    Hehe, anyway, bagus kok ceritanya, padahal langsung dijasiin oneshot aja bisa lho…
    Keep on writing!!

  6. Berakhir tragis. Dengan Byul menghabisi Minho, dia jadi harus kehilangan calon tunangannya juga. Byul yang tidak sanggup menahan sedih dan rasa bersalahnya, akhirnya membunuh dirinya sendiri.
    Nice story.

  7. Eh bukannya nama bratnya jinki itu chase..,klo aiden itu kan nama bratnya chagiyaku aka key#plak…
    Ku ngga dpet feelnya thor..,mudh di tebak klo dua sejoli itu bkalan mati#DUAGGHH,ditendangauthor…
    Yup thor.,bikn yg lbih menegangkan lgi yaa..^_^

  8. Daebaak, keren Thor! b^O^d
    Begitu ngeliat ini FF horor aku langsung penasaran. Dan ternyata memuaskan, hehe
    Ngomong-ngomong, Aiden, Anne itu siapa Thor? hehe #lemot
    Ah, pokoknya daebak deh Author :-D

  9. Wa wa wa wa…
    sukaaaaaaaaaaaaa!!!! aku suka FF yang kaya gini XD
    keep writing, thor. bikin lagi yang tragis-tragis. mhehehehehe.
    Tapi bukannya west name-nya Jinki itu ‘Chase’ ya? kalo Minho si emang Elias. kalo Aiden kalo nggak salah mah west name-nya Donghae sama Key.

  10. Innalillah… Mati semua…
    Tragis…
    Sepertinya cerita ini dirombak, ya.
    Maksudnya nama karakter awalnya, Chase (Jinki), Aiden (Byul), Elias (Minho), gitu. Bener gak? Kalo aku bilang ini dibuat one shot aja. Kan tiap part gak terlalu panjang. Meskipun begitu, ide ceritanya tetep menarik. Keep writing, ya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s