Who I Am? I Am an Eve – SPY 3

Title       : Who I Am? I Am an Eve (Sequel From Fairytale and Myth)

Author  : ReeneReenePott

Maincast :

  • Key (NOT KIBUM OKAY!) <Eve>
  • Jessica <Eve>
  • Jung Yoogeun <Human>

Supporter cast : (tokoh masih bisa bertambah)

  • Hero(Kim Jaejoong) <Eve>
  • Ty(Kim Jong Hyun) <Eve>
  • Gyuri <Eve>
  • Madeleine <Elf>
  • Elias(Choi Minho) <Elf>
  • Claire <Elf>
  • Joon <Elf>
  • Kevin <Eve>
  • Tiffany <Eve>
  • Max(Shim Changmin) <Vampire>
  • G.O <Vampire>
  • Thunder <Vampire>
  • Nikky(Lee Taemin) <Vampire>
  • Chase(Lee Jinki) <Werewolf>
  • Ricky <Werewolf>
  • Minwoo <Werewolf>
  • Chansung <Werewolf>

Cameo :

  • Ashley <Wizard>
  • Oey <Dwarf>
  • Staff Teacher in Hogwarts <Wizard>
  • The Volturies <Vampire>

Genre   : Fantasy, Romance, Thriller, Alternate Universe

Rating   : PG 13-15

Length  : Sequel

Backsound : Big Bang – Tell Me Good Bye, T-ARA – Cry Cry, Sunny Hill – Midnight Circus

A/N :  SPY 3!!! SPY 3!!!! ONEW AMA TAEMIN MUNCUL UYEAAAAHHHH #pletakkk *riweuh wae* Oke, karena kemaren ada yang minta poster, mianhaee aku belom bisa kasih, soalnya lagi mesen dan antriannya puanjuaaaaaang #lebeh #plakkk So, next aku kasih trailer, okeh?? (alah, bilang aja belom jadi Reen#plakk) XDD  Dibawah nanti ada Teaser Spy 4. Sebagai ganti rugi atas kelamaan post hehehe.. XDDD *dijitak*

Spy 3

 

“Ya! Joon kau jangan menendang-nendang kakiku terus!” pekik Madeleine saat mereka bertiga—Joon, Claire, dan Madeleine—tengah berjalan menelusuri hutan belantara yang ada di daerah utara Cekoslovakia.

“Kau berisik sekali sih,” balas Joon enteng dan ia mulai bersiul. Madeleine mendelik menatapnya sebal, namun ia terus menekan emosinya. Lagi-lagi lagu Monalisa.

“Kalian yang berisik,” sinidr Claire pelan. Sepanjang perjalanan, hanya Claire yang paling diam dan tenang. “Hei, mungkin kita bisa beristirahat di sini,” lanjutnya ketika mereka sampai di sebuah pohon besar dengan akar yang menjulang hingga setinggi lutut mereka.

“Apa?” tanya Madeleine kaget.

“Di… Sini? Claire?” tanya Joon memastikan. Claire mengangguk, membuat Joon merengut.

“Kau itu seperti Elf yang tidak berpendidikan,” sahut Claire tajam pada Joon. “Madeleine, aku ingin bertanya, apakah selama ini Elias pernah mengajarimu sesuatu?” Claire mengalihkan wajahnya menatap Madeleine sambil mendudukkan diri ke salah satu bagian akar pohon itu.

“Err… Ya, pernah. Ia pernah mengajariku sedikit bahasa kuno, yang katanya merupakan dasar dari mantra-mantra sihir,”

“Kau yakin? Aku ingin tahu seberapa banyak pengetahuanmu,” balas Claire mantap. Madeleine dan Joon ikut duduk di akar-akar tersebut.

“Beberapa kosa kata dasar, seperti adurna, brisingr, Aiedail, hlaupa… Sisanya… Aku lupa,” jawabnya ragu. (untuk kosakata bahasa-bahasa kuno nanti ada di note di bawah, oke?)

“Memang masih dasar. Aku akan memberimu beberapa hal yang digunakan bila sampai di kota nanti,” kata Claire, membuat Madeleine semakin tertarik.

“Apa itu?”

“Salam para Elf,” sahut Claire sambil tersenyum. “Kau adalah seorang Elf. Dalam hidupnya, Elf menjunjung tinggi kesopanan dalam berbicara, bertindak tanduk, maupun dalam berpikir. Bila kau bertemu dengan Elf lain, kau harus menyentuhkan jari telunjuk dan tengah ke bibir sebagai tanda bahwa ‘kita tidak akan memelesetkan kebenaran selama percakapan kita’,” jelas Claire sambil mempraktekannya. “Lalu diikuti kata-kata ‘Atra esterní ono thelduin’ dan akan dijawab ‘Atra du evarínya ono varda’yang berarti ‘Dan semoga kedamaian ada di hatimu’. Dan, kalau kau bersikap sangat resmi, jawaban ketiga yang akan kau ucapkan adalah ‘Un atra mor’ranr lífa unin hjarta onr’,”

“Lalu, siapa yang seharusnya berbicara dahulu?” tanya Madeleine sambil memeluk lututnya, namun pikirannya ia fokuskan kepada Claire.

“Kalau kau menyapa seseorang yang berstatus lebih tinggi darimu, atau kau ingin menghormati bawahanmu, bicaralah terlebih dahulu. Kalau kau menyapa orang yang statusnya lebih rendah darimu, bicaralah terakhir. Kalau kau bingung dengan posisimu, berilah kesempatan lawanmu berbicara, dan kalau mereka diam, bicaralah terlebih dahulu. Begitulah aturannya,”

Madeleine diajarkan banyak sapaan dan gerakan sopan santun oleh Claire. Banyak sekali, dari seumur ke seumur, orang tua kepada anak, bawahan kepada atasan, rakyat jelata kepada bangsawan, hingga kepada para kurcaci, dan yang lainnya. Madaleine nyaris saja menghafal semuanya ketika Joon selalu menyikut lengannya.

“Hey… Kau mau apa?” protes Madeleine kesal. Joon menyeringai, sementara Claire hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha sabar dengan kedua Elf yang menurutnya ‘kurang mendapat pendidikan etiket’.

__

“Pagi Jess…” G.O menyapa Jessica dari meja makan sambil tesenyum. Jessica menoleh menatapnya, dan ikut tersenyum juga.

“Pagi…” jawabnya ceria. Thunder langsung muncul entah darimana, sambil memikul tas dibahunya dan bergaya cool.

“Mana Max?” tanya Thunder sambil merapikan kemeja yang dikenakannya.

“Ia sudah pergi, kau terlambat Thunder,” seringai G.O yang dibalas dengan kerucutan bibir Thunder.

“Dimana Tiffany?” sela Jessica tiba-tiba. Bagaimanapun juga, ia masih agak canggung, terlebih dengan ketiga vampir hebring yang tinggal di kastil itu.

“Oh? Dia sedang berburu bersama Kevin. Mereka pikir kau belum bangun, jadi ya…” Thunder menggantungkan kata-katanya, sambil mengangkat kedua bahunya.

“Kau ditinggal deh,”

“Oh ya, Kevin tadi berpesan, kalau kau sudah bisa masuk ke universitasmu. Ia sudah mengambil daftarmu, ini…” G.O menyodorkan sebuah amplop yang belum dibuka kepada Jessica. Jessica menyambutnya dan menyobek ujungnya.

“Hei, kau berada di universitas yang sama denganku dan Max,” Thunder berseru ketika ia ikut membaca daftar pelajaran yang sedang dipegang Jessica.

“Benarkah?” tanya Jessica yang disambut senyuman dari Thunder.

“Ya, tapi kau jadi junior kami, hehehe…”

“Mohon bantuannya ya…”

“Sip,”

“Haruskah kita berangkat sekarang?” tanya Jessica sambil mengecek jam dinding.

“Boleh saja, ayo,” sahut Thunder riang.

__

Jessica melangkah gontai di kampus barunya. Ia bisa merasakan perbedaan hawa di sana, namun ia ingin menikmatinya. Yang biasanya ia selalu melihat mahasiswa berwajah oriental berkeliaran di sekelilingnya, kini yang berseliweran adalah orang-orang western dengan rambut yang kebanyakan berwarna blonde, sama seperti dirinya.

Ia melanjutkan langkahnya entah kemana, yang pasti ia ingin sendiri saat itu. Kampus barunya memang sangat menyenangkan, dengan orang baru yang menyenangkan pula. Untung saja logat Prancisnya lumayan kental sehingga ia tak kesulitan menanggapi lelucon mereka yang tekadang sulit dimengerti oleh manusia biasa.

Taman kampus barunya memang sasaran tempat menyendirinya, namun begitu dilihatnya banyak juga mahasiswa yang bercengkrama di situ, ia mengurungkan niatnya. Ia berbalik dan melangkah keluar kompleks universitasnya, membiarkan kakinya menuntunnya sepanjang jalan.

Tak terasa ia berjalan cukup jauh, dan kini ia bingung dimana ia berada. Pohon-pohon tumbuh cukup rapat, membuat langit sore mulai tampak seperti malam hari. Hingga sesuatu tertangkap indera penciuman dan pendengarannnya.

Srekkkk

Jessica menoleh cepat. Ia merasa penasaran. Di hari pertamanya di negara Prancis, ia menemukan petualangan baru. Dengan seringaian bingung (??) ia berlari ke arah timur.

Sreekkk

Sreeekkkk

Suara itu terdengar lagi. Jessica menautkan alisnya, sementara bau sesuatu semakin kuat tercium indera penciumannya. Ia berjalan mendekat, lalu memastikan apakah suara itu terdengar lagi. Sekadar memastikan, ia langsung berlari menuju asal suara dan bau tersebut.

Sesosok tinggi berbaju hitam tampak diantara pepohonan yang sedemikian rapat. Tidak hanya seorang sepertinya, beberapa orang juga nampak sosoknya. Berhadapan dengan seorang lagi yang tengah berlutut. Jessica semakin penasaran, memberanikan dirinya untuk melangkah mendekat.

“Lihat, karenamu seseorang tertarik untuk datang ke sini,” sahut sosok yang berbaju gelap itu dengan nada meremehkan. Jessica berjengit sebentar, dan berfikir apakah kata-kata itu ditujukan kepada dirinya.

“Tolong, tolong jangan lakukan itu. Aku tahu kau bukan orang seperti itu, Nikky,” ujar orang itu. Namun Nikky menghiraukannya, ia malah menarik orang itu mendekat hingga wajahnya hanya beberapa senti dari wajahnya.

“Berapa lama kita berpacaran? Sekitar 5 bulan kan? Kurasa kau harus cukup mengetahui siapa aku sebenarnya selama itu,” sahut Nikky dingin. Perempuan—tentu saja—itu memasang wajah memelas, namun dihiraukan oleh Nikky.

“Nikky, aku tahu kau mencintaiku. Kau tak mungkin melakukan ini, Nikky, aku mengenal dan mengetahui dirimu,”

“Tapi sayangnya, kau salah menilai tentangku,” seringai orang yang bernama Nikky itu, hingga sebelah taringnya terlihat. Jessica terkesiap. Apakah mahkluk yang bernama Nikky ini… Vampir? “Kau boleh menonton pertunjukan ini,” tambahnya yang secara tidak langsung ia tujukan kepada Jessica yang tersentak.

Astaga, aku tengah menonton pertunjukan dimana vampir akan memangsa manusia! Seru Jessica. Astaga, apa yang harus aku lakukan? Pikir, pikir bodoh!!

“Tolong, Nikky… Jangan!!” ronta orang itu ketika Nikky mulai mendekatkan wajahnya ke lehernya. Namun apa daya, ia hanya lah seorang manusia, sementara mahkluk dihadapannya ini? Ia seorang vampir. Apa daya?

Tiba-tiba Jessica tersadar dengan apa yang ada dihadapannya. Secepat kilat ia mencengkeram pergelangan tangan Nikky, dan menarik manusia itu menjauh. Nikky menggeram, dan tanpa aba-aba ia langsung menyerang Jessica.

Nikky mencengkeram lengan atas Jessica, hendak memutarnya hingga tulang Jessica patah, namun Jessica yang sudah mengira-ngira menggeliatkan tubuhnya dan menyusup menjauh dari tubuh Nikky hingga kakinya berdecit sepanjang 1 meter. Nikky menyeringai, membuat Jessica mendengus.

“Wah, kau bukan manusia ternyata…” komentar Nikky sinis.

“Ya, aku bukan manusia. Sebenarnya aku malas mencampuri urusanmu, tapi apa boleh buat, ia meronta minta dibebaskan,” balas Jessica sedikit ketus.

“Sayangnya kau mencampuri urusanku, dan aku tidak suka itu,”

“Aku hanya menyelamatkan nyawa yang tidak bersalah, memangnya itu berpengaruh buat mu?”

“Yah, kau membuatku gagal memangsa,” Nikky berkata sambil mengangkat bahunya, “Jadi, kini kau berurusan denganku,”

Nikky menggeram, dan menerjang Jessica. Jessica yang sudah  memperkirakannya langsung menghindar dan melemparkan tubuhnya ke kiri. Nikky, yang kembali menggeram, berusaha menyambar tubuh Jessica yang berdiri tak jauh darinya. Alis Jessica berkerut, sungguh, ia tak ingin bertarung saat ini.

“Ck, aku tahu kau bukan manusia, dan aku tahu kau mortal,” kata Nikky sinis dengan seringaian menyeramkan. Jessica sama sekali tidak terpengaruh, ia tetap memandang Nikky lurus-lurus.

“Ya, memang benar. Tapi sayangnya aku diciptakan tidak untuk bertarung denganmu,” sahut Jessica pelan, berusaha mengontrol emosinya yang bisa meledak seketika. Nikky melebarkan seringaiannya.

“Baiklah, silahkan rangkai kata-kata terakhirmu sekarang,” dengan satu sentakan, ia mendorong kedua bahu Jessica hingga ia melayang dan punggungnya menabrak pohon.

“Akh,” ringisnya pelan. Memang tidak terlalu sakit baginya, namun itu cukup membuat emosi Jessica mulai meledak. “Ya! Kau! Kenapa kau tidak lari?” bentak Jessica kepada gadis yang kini menyaksikan mereka dengan sinar mata ketakutan. Gadis itu awalnya berjalan mundur perlahan, dan makin lama makin cepat hingga ia berlari secepat yang ia bisa. Nikky menggeram.

“Quimby, tangkap dia,” perintah Nikky dingin  sambil menunjuk arah pergi gadis itu. Salah seorang yang ada di belakangnya yang bernama Quimby mengangguk patuh dan melesat jauh.

Jessica bangkit, lalu menggeram pelan. Nikky menyeringai, merasa sedikit bangga bahwa usahanya memancing emosi mahkluk di depannya tidak sia-sia. Jessica terus menatap Nikky tajam, menghiraukan anak buah Nikky yang mulai siaga di tempat masing-masing, siap melancarkan serangan begitu pemimpin mereka diserang.

Jessica menggeram lagi, lebih keras, dan seketika itu juga Nikky dan dia saling menyerang. Nikky siap mematahkan tubuh Jessica menjadi dua, sedangkan Jessica sudah berencana untuk membawa Nikky pada kelemahannya sebagai vampir; api. Tapi Jessica langsung menghilangkan pemikiran itu, dan berpikir bahwa ia harus mempertahankan dirinya dan membalas serangan jika terjadi.

Nikky berusaha meraih bahu dan pinggang Jessica, berniat merobohkannya namun Jessica pandai mengatur tubuhnya sehingga ia meliuk dan berputar anggun, mengunci lengan kiri Nikky di punggung. Tapi Nikky tidak selemah itu, dengan mudah ia melepaskan pelintiran tangannya dan melayangkan tinjunya ke rahang kanan bawah Jessica, berniat agar Jessica melemah. Tapi nyatanya Jessica memalingkan wajahnya dan balas mencengkeram bahu Nikky.

Ia mengangkat sikunya sebatas dada, dan langsung menghempaskan tubuh Nikky hingga mundur beberapa langkah. Memang dengan susah payah ia menyembunyikan dan tidak menggunakan taringnya, tapi ternyata Nikky membuka mulutnya dan memperlihatkan taringnya yang setajam silet, hendak menghujamkannya tepat ke leher Jessica.

“Aku sudah mendapatkannya,” Quimby berkata pelan sehingga Nikky menghentikan aktivitasnya.

“Ekkh…” gadis itu mendesah, karena lengan Quimby yang kekar menekan ke lehernya, serasa ia tercekik. Nikky menyeringai.

Jessica berlari menjauh, namun Nikky mengejarnya, dan ketika ia meraihnya, ia mencengkeram lengan Jessica keras, membuat Jessica meringis ketika kulitnya serasa dirobek. Ketika Nikky mulai merasakan darah hitam Jessica merembes keluar dari kulitnya, ia menghujamkan Jessica ke tanah dengan keras, hingga Jessica hanya bergeming ditempatnya.

“Kurasa urusan kita dengannya sudah selesai, mana gadis itu?” sergah Nikky sedikit kasar kepada anak buahnya—sepertinya. Gadis itu ditarik Quimby dengtan kasar hinga ke hadapan Nikky, dengan keringat dan air mata yang membasahi wajahnya.

“Tolong, Nikky,” racau gadis itu dengan suara gemetar ketakutan. Matanya terbelalak, kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri sekuat yang ia mampu, berusaha mencegah Nikky melakukan hal yang paling ditakutkannya. Nikky menarik bajunya mendekat, hingga wajah mereka hanya beberapa senti tersisa. Nikky menyeringai, ia membuka mulutnya, dan langsung menghujamkan taringnya ke pangkal leher gadis malang itu. “AAAAAAAAAAAKKKHHHHHHHHHHH……”

Jessica langsung bangkit berdiri, menghiraukan lengannya yang sobek, dan hendak menerjang Quimby. Namun Quimby dan dua temannya gantian menyerang Jessica, mereka saling adu pukul, berusaha melemahkan satu dengan yang lain. Sementara Nikky dengan ganas menghisap habis darah gadis yang ada di hadapannya, membuat kulit gadis itu memucat, dan kesadaran yang terus menurun.

Astaga, ini hanya karena seorang gadis!! Seorang GADIS!! Aku harus mendapatkan pukulan dan luka ini hanya karena seorang gadis, manusia, dan SAMA  SEKALI BUKAN JATAHKU! Kerasukan apa aku hingga mau menolongnya seperti ini? Batin Jessica pelan, sambil terus menangkis serangan yang dilancarkan Quimby dan beberapa rekannya.

Memang aneh bila keadaan seimbang di pertarungan antara seorang Eve dan 3 vampir. Jessica sendiri bingung. Para vampir bisa saja menggunakan taring mereka, melukainya dan meracuninya—bisa vampir yang notabene bisa mengubah manusia mencadi vampir, adalah racun bagi Eve—sewaktu-waktu. Tapi kenapa mereka tidak melakukannya?

Hingga Quimby merasakan seorang dari temannya mulai melemah, ia langsung mempersiapkan taringnya dan menusuk bahu kiri Jessica yang awalnya mau menjegal kaki seorang temannya.

Jleb…

Jessica mendelik ketika meresakan sesuatu merobek kulitnya. Dalam beberapa detik Quimby melepaskan taringnya yang tertanam sekitar 5 sentimeter ke dalam tubuh Jessica.

“AAAkkkhhhh….” jerit Jessica. Panas, racun yang masuk ke dalam tubuhnya terasa sangat panas. Ia ambruk seketika, pandangannya mengabur, dan tidak telihat apa-apa lagi.

Kembali ke gadis yang tengah diurusi oleh Nikky, wajahnya yang sudah sangat pucat itu mendingin. Tapi Nikky terus menghisap darahnya, meminumnya hingga tak tersisa setetes darahpun dalam pembuluh-pembuluhnya. Nikky menjauhkan wajahnya ketika dirasakannya gadis di tangannya sudah tak bernyawa, dan darahnya sudah bersih diminumnya. Ia melepaskan tubuh itu hingga ambruk ke tanah dalam keadaan yang menggenaskan..

“Cepat, kita tinggalkan tempat ini. Aku malas berurusan dengan beberapa anjing hutan sialan yang tinggal di sekitar sini,” gumam Nikky, cukup jelas hingga semua anak buahnya mendengar dan mengikutinya berlari menjauh.

__

“Ck, mereka berulah lagi,” seorang pria shirtless yang hanya mengenakan jins selutut rombeng sambil menampakkan abs-nya yang hampir menjadi six pack sempurna itu bergumam.

“Apa maksudmu?” sahut seorang yang lain, masih dengan penampilan yang sama.

“Hey, aku mencium bau mereka,” celetuk salah satunya.

“Chase, mungkinkah korbannya wanita lagi?”

“Yah, seperti yang kau pikirkan, Ricky, mereka kali ini benar-benar kelewatan,” balas pria yang dipanggil Chase dengan tatapan murung.

“Kurasa kita harus menghampiri mereka, siapa tahu kita bisa menyelamatkan korbannya,” seru yang lain, yang bernama Minwoo. Ricky dan Chansung mengangguk setuju. Chase mendesah.

“Baiklah, ayo,” seru Chase mengomando dan mereka berempat langsung berlari, mengubah wujud mereka, masuk ke dalam hutan.

Chase, si serigala berbulu coklat muda lembut,

Ricky, si serigala berbulu abu-abu dengan bercak-bercak putih,

Minwoo, si serigala berbulu hitam polos,

dan Chansung, serigala dengan bulu kemerahan dan coklat tua.

__

“Kevin, aku ingin mengetahui kenapa ia bisa berada di hutan itu, bertemu dengan Nikky pula,” sebuah suara samar-samar terdengar oleh telinga Jessica begitu ia tersadar dengan kepala yang masih terasa berat.

“Itu memang kecerobohanku. Seharusnya aku memperingatkannya sebelum keluar kastil,” sahut suara yang diyakini Jessica merupakan suara Kevin.

“Yah, kau tahu. Apa yang dilakukan Nikky dan gerombolannya terhadap si Eve sudah di ambang batas,”

“A… Aku tahu.”

“Sudahlah. Jangan terus murung seperti itu. Ia akan baik-baik saja. Untung saja masih bisa diselamatkan,” suara lainnya menyahut. Entah siapa, yang pasti ia orang lain. Bukan Thunder, G.O, Kevin, Max, ataupun Tiffany.

“Ya, untung saja kau tepat waktu,”

“Ini pasti karena G.O dan Thunder melepas Jessica di kampusnya,” seru sebuah suara wanita. Jessica yakin, itu pasti Tiffany.

“Dia Eve dewasa, karena itu kupikir…”

“Tapi dia baru semalam di sini, Thunder,”

“Sudahlah, jangan berdebat dengan urat seperti itu. Kalian bisa membangunkannya,” suara seorang wanita lagi, lebih lembut dan tegas, membuat perdebatan itu tehenti.

“Hei, kau benar-benar terbangun ya?” suara Tiffany ramah menatap Jessica yang sudah duduk di atas ranjangnya dengan pandangan bingung.

“Ya, kalian berdebat dengan sangat seru,” sahut Jessica. “Seingatku, aku tadi berada di…”

“Hutan di samping kampusmu. Sial, kenapa kau harus masuk ke universitas itu sih?” potong Tiffany kesal. “Untung saja ada sekelompok werewolf yang menyelamatkanmu. Kebetulan mereka memang tinggal di sekitar situ,”lanjutnya, Jessica menemukan sedikit nada aneh dalam suaranya.

“Memangnya apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Jessica bingung.

“Yah, kalau kau mau tahu, ini semua karena kecerobohan kami sendiri. Siapa yang menggigitmu? Nikky kah?” cerca Tiffany.

“Bukan, Nikky terlalu sibuk saat itu. Yang melakukannya adalah anak buahnya, yang dipanggil Quimby,” jelas Jessica. Lalu ia menatap Tiffany lagi dengan bingung. “Nikky itu vampir, ya?”

“Tepatnya, dia adalah vampir gila di sini. Dia vampir yang paling tak beradab, termasuk kawan-kawan biadabnya itu. Contohnya seperti yang dilakukan oleh mereka padamu! Menyerang dan menggigit seorang Eve! Astaga, dia benar-benar minta dibunuh!” maki Tiffany yang membuat Jessica melongo.

“Aku pikir wajar saja dia menyerang, karena aku memang mengganggu acaranya,” sahut Jessica kalem.

“Astaga, nak! Aku pikir kau benar-benar matang soal ini. Ini abad ke-21! Mahkluk-mahkluk seperti kita juga harus memiliki pemikiran yang modern juga, kalau misalkan kita masih menggunakan pemikiran orang kuno, yang ada malah kita akan punah!” seru Tiffany. Jessica melotot, lalu menghembuskan napasnya lagi.

“Yah, kurasa itu pengetahuan baru bagiku,” ia ingin menggerakkan lengannya, namun entah kenapa terasa sangat berat dan perih.

“Kurasa kau harus mengistirahatkan tanganmu dulu. Jangan digerakkan, racunnya masih memberi efek pada lenganmu,” seorang wanita, entah siapa, berkata lembut kepada Jessica yang melongo. “Oh, kupikir aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Pearl, dan aku satu-satunya Elf yang tinggal disini,” jelasnya.

“Senang berkenalan denganmu,” balas Jessica pelan, kini pikirannya terbelah dengan keadaan lengannya. Tiba-tiba ia teingat sesuatu, membuatnya menoleh menatap Tiffany cemas. “Manusia itu…?”

“Chase dan kawan-kawannya sudah mengurusnya. Kau tenang saja,” balas Pearl tenang, disambut anggukan dari Tiffany.

“Lalu… Siapa itu Chase?” tanya Jessica lagi. Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan itu, membuat Jessica berjengit karena ia hanya menggunakan jeans pendek rombeng-rombeng tanpa atasan.

“Err… Lain kali kau jangan ke hutan lagi. Hindari vampir bernama Nikky itu, sudah banyak korban sepertimu,” katanya langsung tanpa basa-basi. “Awalnya kami mengira kau manusia, namun karena darahmu berwarna hitam, kami membawamu pada Kevin,”

“Kami?”

“Oh, aku lupa memperkenalkan diri. Aku Chase, dan ada teman-temanku di luar. Mereka Chansung, Ricky, dan Minwoo,” Chase menjelaskan dengan singkat. “Kami mencium bau Nikky saat itu, jadi kami memutuskan untuk mengecek apakah ada korban berjatuhan lagi. Lalu kami menemukan kalian,”

“Kalian mengenali manusia itu?” tanya Pearl tenang. Chase menoleh, lalu mengangguk.

“Namanya Hannah Beqquore, mahasiswa tingkat 3 di Universitas —, Paris,”

“Universitas yang sama denganku?” celetuk Jessica lemah. Tiffany beranjak keluar, membuat Jessica merenyit bingung. “Kau kenapa, Tiff?” namun Tiffany menghiraukannya.

“Sudahlah. Kau istirahat saja, oke?” sahut Pearl tenang, menyikut lengan Chase, dan mengajaknya keluar dari kamar Jessica itu. Jessica menatap mereka bingung, lalu mengangkat bahunya.

Ketika Pearl dan Chase sudah keluar dari kamar Jessica, keduanya mendapati Tiffany mengerutkan keningnya, seperti sedang berpikir keras. Pearl menyentuh bahu Tiffany, namun Tiffany tetap bergeming. Ia memusatkan pada pikirannya secara total, hingga tidak menyadari apa yang ada di sekelilingnya.

“Kalau kita bisa membantai Nikky,” gumam Tiffany pelan. “Mungkin kita bisa meringankan pekerjaan Aro,”

“Kau gila, Tiff? Berurusan dengan vampir bangsawan itu?” cerca Chase. Tiffany mendesah.

“Ma… Maafkan aku. Pikiranku sedang kalut,” sahut Tiffany lemah. Tiba-tiba Kevin datang dengan raut wajah serius.

“Hero mengetahuinya,” katanya singkat, membuat Tiffany dan Chase menoleh bingung.

“Apa?”

“Ia mengetahui bahwa Jessica diserang dan menyerang,” kata Kevin lagi. Tiffany membulatkan matanya.

“Lalu? Apakah ia marah?”

“Sama sekali tidak. Ia percaya pada kita bahwa Jessica akan baik-baik saja. Tapi,” Kevin menggantungkan kalimatnya, ragu apakah sebaiknya ia melanjutkannya atau tidak.

“Tapi kenapa?” kali ini Chase yang bertanya.

“Seorang Eve muda, sepertinya bernama Key, langsung ngamuk begitu mendengar hal ini. Ckckck,”

“Apa?! Eve muda?” seru Tiffany melongo. “Bagaimana bisa? Jadi ada Eve yang lahir beberapa waktu lalu?” tanya Tiffany bertubi-tubi.

“Entahlah, yang pasti sepertinya Eve ini memiliki hubungan yang kuat dengan Jessica, jelas dia sangat mengkhawatirkannya,” sahut Kevin sambil mengangkat bahunya dan menatap Chase datar.

“Apakah kau juga memikirkan hal yang sama denganku, Kev?” celetuk Tiffany tiba-tiba

“Apa?”

“Alasan kepindahan Jessica…”

“Apakah karena Eve itu?” celetuk Chase pelan. Tiba-tiba ia merenyitkan keningnya. Tiffany menatap Chase bingung, sementara yang ditatap seperti berusaha menahan bau sesuatu.

“Ck, pantas saja aku mencium bau anjing,” suara G.O terdengar, membuat Kevin dan Tiffany menoleh. Sementara Chase berusaha untuk bersikap tenang.

“Kau pikir aku juga suka baumu?” balas Chase ketus. G.O menyeringai, menampakkan sederet giginya yang putih dan beracun.

“Yah, kita memang tidak saling menyukai, benar,kan?”

__

“Key, berhentilah bertindak seperti manusia bodoh,” sindir Elias sambil menatap Eve balita dihadapannya yang tengah mendengarkan I-pod lengkap dengan earphonenya. Key hanya berpura-pura tidak mendengarnya, sambil mengetuk-ngetukkan jarinya tanda ia menikmati lagu yang mengalun. Sadar bahwa dirinya tengah ditatap dengan tajam, ia mendengus keras dan melepas earphonenya dengan kasar.

“Kenapa? Hey, aku juga masih balita,” balas Key cuek sambil terus mengutek-utek(??) I-pod yang ada di genggamannya.

“Tingkah lakumu menjijikkan,” balas Elias lagi. Balita itu merenyit, tanda bahwa ia tidak setuju dengan ungkapan Elias.

“Biar saja,” katanya singkat lalu beranjak dari sofa yang didudukinya. Elias menggeleng-gelengken kepalanya.

“Ck, dasar balita,” Elias terus mengawasi Key yang tekadang memang suka membuat ulah. Dan ketika Key melangkah menuju pintu belakang, Elias memanggil namanya. “Key! Mau apa kau ke situ?” tanya cukup keras. Namun Key menghiarukannya dan terus melangkah keluar kastil. “Ck, Gyuri, untung saja ini anakmu, kalau ini bukan anak siapa-siapa sudah kujadian santapan ayam!”

“Aku mendengar itu,” celetuk Key polos. Elias hanya nyengir, lalu menatap tajam Key.

“Ayo masuk!”

“Tidak mau!”

“Heish, kau ini Eve kecil yang susah di atur. Jangan salahkan kalau nanti Jess tidak akan pulang ke sini!” ancam Elias berpura-pura.

“Hih, memamngnya aku ini anak kecil yang gampang terpengaruhi oleh omongan itu? Jess kan belum memutuskan ia akan pulang kapan!” balas Key lancar. Elias melongo. Astaga. Seorang Elf kalah telak di depan seorang Eve balita! Mau dikemanakan mukanya?! Tiba-tiba kening Elias berkedut.

“Kau mau masuk tidak?”

“Tidak,”

“Di sini lumayan dingin, apalagi sore hari seperti ini,” sahut Elias. Key menoleh memandangnya.

“Aku tahan dengan semua ini. Tidak seperti kau,” cerocos Key yang kembali membuat Elias ternganga.

“Hhh… Baiklah. Key, bolehkah aku bertanya sesuatu?” akhirnya Elias menyerah. Ternyata Eve kecil itu mempunyai bakat untuk berceloteh ria. Mengajaknya menyalurkan bakat itu mungkin bisa mengubah suasana sore itu.

“Memangnya kau mau bertanya apa?”

“Kau suka Jess?” tanya Elias to the point. Key mengangguk polos. ” Kenapa?”

“Tidak tahu. Yang penting, aku suka berada di dekatnya,”

“Memangnya di dekatnya ada apa?”

“Entah, hanya saja terasa sangat nyaman,” balas Key lagi. Elias hanya dapat menganggukkan kepalanya.

__

“Kau tidak tahu alasan kenapa kita tidak makan daging, kan?” tanya Claire lembut pada Madeleine yang tengah melahap raspberry segar di tangannya.

“Kenapa memangnya?”

“Itulah kewajiban kami. Semua mahkluk hidup harus dilindungi. Termasuk hewan,” jelas Claire sambil mengambil sebuah raspberry dari tangan Madeleine.

“Elias hanya berkata bahwa Elf tidak makan daging. Ia juga mengatakan semua Elf memang begitu,” sahut Madeleine lagi. Kali ini terbesit perasaan aneh di benaknya. Tentu saja. Joon tampak sangat kalem belakangan ini. “Hey, Joon, kenapa kau?” celetuk Madeleine sambil mencolek bahu Joon.

“Ya?” tanya Joon bingung. Madeleine mendengus lalu kembali memeluk lututnya.

“Tumben aku tidak mendengar dendangan lagu Monalisamu itu,” katanya yang membuat Joon membuang muka. Madeleine merenyit bingung.

“Madeleine, Joon, kurasa kita harus cepat-cepat melanjutkan perjalanan bila ingin cepat sampai sebelum petang,” kata Claire kalem. “Untung saja di sekitar sini ada kuda liar, jadi mungkin kita bisa meminta bantuan mereka,”

“Apakah dengan menyentuh pikiran mereka?” tanya Madeleine polos. Joon tertawa mengejek.

“Tentu saja, memangnya kau ingin memecuti mereka seperti manusia?” sembur Joon yang membuat Madeleine nyengir 3 jari.

“Jangan galak-galak kenapa sih…”

“Haishhh… Jangan memulai pertengkaran lagi!” dengus Claire sebal sambil berkacak pinggang dan menatap kedua Elf itu tajam.

To Be Continued…

Kamus Bahasa Kuno

Adurna = air

Aiedail = Bintang Pagi

Brisingr = api

Hlaupa = lari

TEASER SPY 4

“Wah, Eve. Pasti kau tinggal di tempat Kevin itu, kan?”

“Ashley, jangan terlalu ramah padanya. Kau hanya ditanggapi dengan dingin olehnya,”

“Untuk apa?”

“Memangsamu,” balas Max pendek dan menatap manik mata Jessica garang.

Srakkkk

“Professor Dumbledore!” sebuah suara berseru dari arah pintu.

 “Kupikir aku tahu dimana harus menempatkanmu. RAVENCLAW!”

“Dan kurasa Nikky masih menyimpan dendam terhadapmu,” Kevin yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. Jessica menoleh kaget menatapnya.

TEASER-END

There is no Yoogeun’s part! Maap yah bang… #pletakk Tapi diusahain part depan Yoogeun mulai keluar lagi. Kalo ga bisa yah.. nasibnya si Yoogeun dah #plakkk Dan aku minta maap buat yang Taemints, aku sudah menistakan suami massal (??) kalian.. #digebuk. Tapi dia emang harus berkorban untuk kunistakan jadi vampire gila di sini.. #pletakkkk Dan tata krama Elf itu kuambil dari seri novel Eragon yang Eldest, hehehehe #pletakk>>ga modal

Otte? Part ini nambah jelek?? geje?? T^T berterimakasihlah pada dedekku karena dia senantiasa mengingatkanku untuk cepet ngeluarin FF ini… #plakkk ada ketidaknyambungan, mohon maap yang sebesar-besarnya ._.V

Oh ya, ada yang bertanya-tanya kenapa Key udah gak panggil Jess dengan sebuatan ‘Noonaaa~’?? itu karena, kalau Eve itu makin dewasa, ya bakalan nganggep Eve lain sepantaran dia. Jadi ya… Cuma manggil nama it’s okay aja hueheehehe #plakk

Sekedar info… aku mau cuti gak OL seminggu soalnya aku UTS ^^ pai pai semuaaaaa… *chuuuu*

Segala kritikan, uneg-uneg, komen, apapun!! Ditampuang secara merata!! #pletakk komennya yahh.. XDD karena aku bener-bener butuh dukungan kalian untuk meneruskan kelanjutan FF ini… oke?? XD Gamsamanidaaa.. ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
About these ads

24 thoughts on “Who I Am? I Am an Eve – SPY 3”

  1. Haihhhhh,,,, ini dia FF yang kutunggu-tunggu,,,, Sumpah ya,,, Taemin Pengen dipukul disini,,,, Vampir gilaaaa haus darah,,,, ngebayangin kayak james di seri twilight pertama spt si Taem kurang cucok boox,,,,hehehe,

    Dan kya,,, kya,, Onew,,, si werewolf bertelanjang dada dg six pack mulai terbentuk sempurna,,, nggak nyampe imajinasinya saya,,, kemarin teaser bang Nyuk-nyu gx topless sempurna sihhh,,,,hahaha

    Eve bisa kalah sama vampir ya??? Baru tahu aku,,,,

    Reen,,, banyakin part-nya Key dong,,, aku suka klo dia nongol,, lucu gimana gitu,, balita yg sok tuir,,, mana punya bakat cerewet,, kasihan Minho-nya,,,kkkk

    Hmm,, aku rada bingung sama alurnya,, biarpun udd dikasih tanda pemisah,, tapi pas madeleine sama joon muncul,, aku pasti mikir lagi,, oh,, ini setting-nya beda sama setting jess atau setting dikastil Key dan Minho,, part depan bisa diperjelas lagi gx reen #pasang senyum pepsodent,,

    Dann,, itu ricky siapa sihh?? Aku masih asing dg nama itu???hehehe

    Part depan kayaknya seru,,, ada dumbledore sama Revenclaw,, ntar add slytherin, Griffyndor juga gx??? Hahaha

    Good job deh reen,, ditunggu next part,, otte!! #semangat!!! :D

    1. JInchayo??? huohoho.. akhirnya bisa juga bikin dirimu mengimajinasikan James (yess!!#plakk) Iyalah, secara =3= tapi jangan bayangkan dia waktu masih di jaman juliette ato Sherlock. bayangkan Taemin pada saat hanya jaman LUCIFER KOREA!! ingat itu!! *ditendang* #plakkk

      Anggap saja Onew itu minjem badannya Taylor Lautner yoo… #PLAKKK #BAKK #BUKKK (Taylor berkepala Onew??? BUAHAHAHAHAHAHA#PLAKK)
      Yepp… soalnya Eve kan Mortal, huehehehe
      Iye iyee.. tenang nest spy Key agak banyakan.,.. (cuma ‘agak’ loh yaa.. #PLAKK)

      Mau diperjelas kayak mana??? aku bingung lagi, mumpung belon ku apa-apain tuh, masih bisa kupermak lagi #plakk Soalnya ini ngikut imajinasiku sih, yang suka lompat-lompat *kayak kodok ajee #PLAKK*

      Ricky… itu personel Teen Top ^^V Tau Teen Top kagaaaa???? #PLAAKKK #BAKK #BUKKK
      Tenang.. semuanya komplit *upsss*
      Sipp… ^^ Gomawo Vii… ^^

  2. Akhirnya keluar juga part 3nya… muakin seru… makin menegangkan… makin tenggelam ke dalam imajinasi. *hapadah gue nih* dan yang paling menyenangkan adalah no typooooo… asyik asyik..

    author ditunggu next partnya ya… ^^

    1. JInchayo??? Jinchayoo?? gomawooo… *bow bow bow*
      Soal no typo.. berterimakasihlah pada adikku yang selalu setia jadi beta-reader ;) *Iye, kalo maincastnya Key. kalo minho mana mau dia#PLAKK*
      Sipp.. gomawo yeee XDD

  3. akhirnya ngerti juga^^
    key..key mengapa kau semakin mirip KiBum??
    kasian Jessica..

    Kya.. suamiku (read : Taemin) kenapa jadi jahat??
    *nangis dipojokan..
    ga terima..ga terima..

    disini Key umurnya berapa sih??

    1. Sudah ngerti kah?? sip!! ^^
      Ya iya lahh.. kan bereinkarnasi… coba aja liat Kikyo sama Kagomee.. *inuyasha addict #PLAKK*

      Maappp…. *dihajar massa* Soalnya skripnya Taemin kebagian yang begunuuuuu… hehehe…
      Tenangg… nextt… err… *gigit bibir* hehehe
      Disini.. umurnya… baruu… sekitar 3 bulanan ato berapa bulaaaan gitu. hehehe ^^V

        1. Well, mungkin karena bekas reinkarnasinya, dia ngerasa gimanaa gitu sama Jessica XDD
          Bukan cinta sih, dia baru yakin sama perasaannya nanti ^^ hehehe #plakk

  4. barunyadar nikky itu taemiinn >,< huwaa dia jadi jahaaat !! astagaaaa…
    keren nih ff, bener2 jiwa fantasy !
    ahhh key .. dia sangat menggemaskan, minho sabar saja ya .. wakakakaka
    ^^
    ayo.. thor di tunggu lanjutanya ..
    gomawo .. ^^

    1. Yey, aku pengen cari sensasi baru dari Taemin gituh huehehehe #PLAKKK
      gomawoooo.. XDDD
      Iye, semoga cepet semoga cepet amin!! *doa dulu* #Plakk
      gomawooo yaaa XDD

  5. eragon-nya berasa banget. aku lgsg familiar sama kata2 elf kuno itu.
    thumbs up deh reen :)
    key lucu banget, dsr bocah.
    aku pengen dy cepet2 gede, hehe

    gak banyak komen, aku tunggu lanjutannyaaa

    1. Huehehheehehe.. lagi terlalu mendalami novelnya, jadi ada beberapa kata yang sama hohoho XDD
      gomawoo..
      huehehehe, di sini Key jiwanya keluar semua. Nextt??? *udah deh ren, gak usah ngomporin#plakk*
      Ahh.. 2 part lagi sebelum dia bener-bener dewasa *baru perkiraan*
      sippooo ^^d
      gomawo yeeeeyy XDD

  6. Bener2 mix ff ini mulai dr twilight, harpot, eragonnya nyampur semua. Critanya jg makin seru. Author buat next part, scenenya key dbnyakin ya? Jd lucu ngebayangin krakter key dsini yg msh kecil tp omongannya udah kyk om2 #dgampar lockets-__-” terus yoogeun jg ga muncul d part ini tp ga tau knpa aku malah suka yoogeun ga muncul-_-v hehe.
    Aigooo taemin yeobo dinistakan sm authornya, tp gpp deh bs liat karakter taem dr sisi lain biasanya kan jd anak polos.
    Terus di bwh itu ada ekstra teaser buat partnya, aaah ga sabar nungguinnya :)

    1. Iyahhh heheheh dirimu bener XDDD
      Iyeyyyy next Key agak banyakan. nextnya lagi paling banyak dia o.o

      Yahh.. kurasa Yoogeun vakum dulu untuk beberapa spy. tapi begitu dia muncul.. huehehehe *evil smirk*
      Aku emang tukang nistain ortang hueheheh #digampar
      Ndee.. gomawo yee XDD

  7. wahahahaha,,,,,,, taemin jadi vampire jahat yang haus darah XD
    thor…. next part banyakin key nya and seneng dech liat balita udh pinter nyerocos #plakkk….
    pasti imut” XD
    aiigoooo thor kau imajinasinya tinggi… ^^

    ff nya keren nich ane suka sanngat ama ff nie,,,, :)
    ehmmm, tapi kenapa kayaknya isinya semua kayaknya JESSICA ya :/
    banyakin key nya yah, yah, yah !! #puppy eyes *v*

    1. Iyeppp…. dia bertransform di sini *lo kira film tranformers apeee* #plakk
      Huehehehe.. ga tau kebayang aja kalo tuh balita ketemu ama Elias nyerocosnya udah begunu huehehehe #plakkk
      gomawooo
      Iyah, lagi Jessica mendominasi, soalnya kejadian dia di sini penting nihhh XDD
      Iyehh.. next Key agak banyakan. XDD
      gomawo yeeee XDD

  8. jujur,
    q jadi rada bingung ma ceritanya..
    berasa lagi baca eragon, terus nyasar ke twilight, terus ke harpot(?)..
    masi rada asing ngebayangin mereka semua idup di satu massa yang sama.

    but,
    keren…
    qw menciptakan satu alur baru diantara semuanya itu..
    good job!
    penasaran ama lanjutanya..

    1. JInchayo??? mungkin dirimu bacanya harus per scence yaaa.. soalnya imajinasiku memang lompat-lompat ^^V
      next aku coba perjelas lagi yaaa XDD

      Gomawoo ditunggu yaa XDDD

  9. Ampuuun aku baru nyadar, nikky itu taemin, chase itu onew, sma elias itu minho, bca ulang lgi nih#reader payah

    tp ffnya makin seru, part selanjutnya dipanjangin lgi ya thor:)
    keep writing!!

  10. aku kayak baca banyak novel fantasi dijadiin satu…
    tapi cara nggabungin inti ceritanya bagus. gak maksa.. jadi bacanya enak aja..
    eh, itu sopan santunnya elf dapet dari novel eldest ya??
    lanjut baca next part..

  11. gila seru… dan hahhaha ngakak aku baca percakapan key ama eliasnya. jd key udh gede? pdhl blm lama jebrol (?)

    ah… makin seru!! emng cuma nikky doang ya yg makan darah? kok kyk disalahin gitu?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s