Sakura In Seoul – Part 6

Title                : Sakura In Seoul 6

 

Author            : Ani

 

Main Cash     : ° Shin ji-eun

                          ° Kim kibum (Key)

 

Support Cast:  ° SHINee (all member)

                          ° Shin jisun

                          ° Super Junior (member)

                          ° DBSK/TVXQ (all member)

                          ° Jang soul in

                          ° Park shin hye

                          ° Goo hyemi

                       

Length            : Sequel

 

Genre             : Romance, Friendship, Family, Comedy, and   Other

 

Rating             : G/PG-13

 

A/N                 :

 

Aku membuat cerita ini karena terinspirasi oleh impianku untuk pergi ke Jepang kkekekeke~ negeri bunga sakura hidup (oh ya?). Semoga tercapai. ^_______^ seperti terselesainya cerita ini. Happy reading readers, I love you ^o^

¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡

 

 

09.30 PM at Maechosd bread-cake cafè

Alunan musik trot mengalun begitu merdu di cafè yang sudah tampak sepi itu, pasangan tua Han sedang berdansa ria ditengah ruangan, menikmati musik lama mereka sambil sesekali bernostalgia indah, disebelahnya Ji-eun sedang mengepel lantai. Sesekali ia memperhatikan sejoli tua tersebut. Kedua orang tua itu tak memiliki keturunan ataupun sanak saudara, tetapi mereka terlihat begitu bahagia. Tiga puluh menit lagi cafè ini akan tutup dan ini hari pertama Ji-eun bekerja, betapa lelahnya ia sekarang. Sepulang sekolah sudah harus bekerja disini, hari liburnya hanya minggu. Inilah resikonya kerja part time.

Hello~ Hello~ Nareumdaero yonggil naessoyo ………….

Suara ponsel Ji-eun bertabrakan dengan alunan musik trot, buru-buru ia mengangkat.

“Yoboseyo~”

“Ji-eun-ah~ “

“Wae eonni?”

Ji-eun melirik kedua pasangan yang masih asik berdansa itu lalu melanjutkan.

“Aku sedang sibuk. Nanti kutelepon lagi,”

“Tung…”

Tuts~

Ji-eun mematikan ponselnya lantaran ia tidak mau dipecat karena bekerja tidak disiplin, inikan baru hari pertama, jangan sampai ia dipecat. Mau cari kemana lagi pekerjaan yang gajinya lumayan, apalagi zaman sekarang lapangan pekerjaan begitu sempit.

Kring~ kring~

Sebuah suara lonceng berbunyi ditengah alunan musik. Apa itu?

“Oh, manis~ kau dari mana saja?”

Seru nenek Han sambil memeluk seekor kucing hitam bersamaan suaminya. Omo! Itukan kucing waktu itu! ternyata dia ada disini.

Ji-eun menghampiri keluarga kecil itu.

“Halmeoni, apakah itu kucingmu?”

“Ne, namanya Kuro.”

Ji-eun mengamati kucing itu tertarik. Kucing itu mirip dengan tokoh kartun favoritnya.

______________

Tak disangka malam begitu gelap di jalan ini. Jalanan lenggang dengan pepohonan disekeliling Ji-eun begitu mencekam. Lampu-lampu jalanpun tak mampu mengalahkan kepekatan itu. Ji-eun berjalan dengan cepat menelusuri jalananan yang kata nenek Han banyak hantu itu. Ia berusaha fokus dan tidak berpikir yang tidak-tidak, tapi pikirannya malah berkelebat kemanan-mana, membuatnya tidak bisa tenang. Memikirkan segala kemungkinan mistis yang akan menimpanya. Ia menyesali dirinya yang suka pada acara dan komik-komik horror. Ji-eun berusaha meyakinkan dirinya bahwa hal-hal tersebut hanya ada dicerita. Tapi percuma, sekarang otaknya sudah dipenuhi berbagai macam hal-hal menyeramkan. Ji-eun merasa merinding sekarang, iapun mulai berlari, berharap gambaran-gambaran yang ada dipikirannya tidak muncul dihadapannya. Tiba-tiba dari belakang terdengar derap langkah yang ia rasa mengikutinya.

Jantungnyapun langsung berpacu cepat seiring larinya. Ia menyesali dirinya karena tidak membawa sepeda saja kesini. Suara langkah itu semakin dekat, dekat dan bahkan Ji-eun bisa merasakan ada sesuatu dibelakangnya dan sesuatu itu menyentuh pundaknya.

 “KYAAAAAAA!!!!!”

“Hei, Ji-eun-ssi~ kenapa kau berlari? Hosh..hosh…”

“Makhluk gay? Ah, ah, maksudku Jaejong? Kenapa kau disini?”
Ji-eun langsung menepuk bibirnya karena salah bicara ‘makhluk gay’. Ia yakin Jaejong mendengarnya tadi. Tapi pemuda itu terlihat sedang menteraturkan napasnya kerena berlari tadi.

“Aku tadi habis membeli ini,”

Jaejong menunjukkan tentengannya.

“Lalu aku melihatmu. Tapi kenapa kau berlari?”

“Ah, itu..aku. aku hanya sedang olahraga malam saja. yah, itu.”
Ji-eun tak mungkin menjelaskan keadaan sesungguhnya. Mana ada orang yang percaya hal mistis zaman sekarang kecuali dirinya dan orang-orang berkekuatan supranatural.

Jaejong mengangguk mengerti.

“Kau habis kerja part time ya?”

Ji-eun hanya mengangguk menimpali. Ia ingin cepat-cepat pulang sekarang. Malas berbicara tidak penting bersama teman satu kelasnya itu mengingat bahwa apa lagi Jaejong punya kelainan, mengingatnya Ji-eun sedikit bergidik. Jaejong sedang berbicara sesuatu tapi Ji-eun tak mendengarkannya, iapun segera memotong perkataan Jaejong.

“Kau tahu besok..”

“Aku pulang dulu sampai jumpa!”

Pamit Ji-eun melambai sekilas, lalu berlari pergi. Akhirnya bebas juga huftt~

***

Ji-eun mengambil kunci apartmentnya lalu memasukkannya ke lubang pintu. Aneh! batinnya. Kenapa kuncinya tidak bisa diputar?

“Perasaan sudah kukunci sebelum pergi.”

Gumamnya. Akhirnya Ji-eun memutar kenop pintu, dan terbuka. Betapa terkejutnya Ji-eun saat ia melangkahkan kakinya kedalam dan mendapati kakaknya tengah makan bersama Kim kibum. Apa yang terjadi selama ia tak ada?

“Ya, Ji-eun-ah~ kau sudah pulang?”

“Hah~  tadi kenapa kau tidak meneleponku lagi? Ha? kau ini!”

“Eonni, kenapa kau membawa orang itu kesini?”

Key tidak mempedulikan perkataan Ji-eun. ia melanjutkan makannya bersama Taemin disebelahnya.

“Wah~ enaknya masakanmu noona~ aku mau lagi!”
Pinta Taemin manja. Ji-eun baru sadar ada orang lain selain mereka.

“Kenapa dia juga ada disini?”

“Aku hanya bermain saja disini.”

Jawab Taemin ketus. Anak itu masih dendam pada Ji-eun yang telah membuatnya menangis di depan Soul in gadis pujaannya. Memalukan

“Ya! Ji-eun-ah~ bersikaplah sopan pada tamu! Kau ini!!”
Omel kakaknya.

“Tapi eonn, aku tau kau suka pada Kim kibum, tapi kau juga tak boleh seenaknya membawa orang itu kemari. Ini juga rumahku, Aku tak suka melihatnya disini!”

“Ya! Apa maksudmu? ‘menyukai Kim kibum’ kau salah paham! Aku hanya bermaksud menyambut tetangga baru kita saja!”

“Tapi aku tidak suka melihatnya! Dan aku tidak salah paham! Jelas-jelas namja itu mengakui kau itu pacarnya!”

“Hei, aku tidak bilang begitu!”

Key membuka suara, membela diri.

“Tapi waktu itu kau bilang kenal dengan Shin jisun,”

“Ya! nama Shin jisun itu banyak, lagipula aku baru pertama bertemu dengan kakakmu.”

“Dia benar Ji-eun. Kami baru bertemu hari ini. Selama ini kau salah paham! Kim kibumku mana mungkin masih SMA? Lagi pula untuk apa dia pindah ketempat ini?”

Pipi Ji-eun terlihat berwarna merah padam. Ternyata selama ini ia salah. Sedikit malu sekaligus lega. Malu karena ia asal menuduh dan salah paham selama ini, lega ternyata Kibum bukan pujaan hati kakaknya. Kalaupun benar kakaknya menyukai Kim kibum ini, Ji-eun pasti akan menentang keras dan berdiri dibaris depan.

“Kenapa eonni baru memberi tahuku sekarang?”
Ji-eun pura-pura menyalahkan.

“Salahmu suka menutup telepon secara sepihak.”

“Eonni! kau tidak boleh dekat-dekat orang ini!”

Seru Ji-eun mengalihkan pembicaraan. Ia menghampiri Key yang sedang makan lalu menunjuknya. Terlihat emosi Ji-eun mulai keluar. Ia ingin membuat pemuda ini malu juga.

“Ya! orang aneh! Jangan menunjukku seperti itu!”

Key membanting sumpit lalu berdiri. Mereka saling menatap dingin, seperti ada aliran listrik dimata mereka yang saling beradu siapa yang menang. Hawa ketegangan mulai menyelimuti ruangan kecil itu. Membuat Taemin merasa tidak nyaman.

“Eonni~ aku takut,”
Rengeknya lalu memeluk Jisun. Ji-eun langsung berbalik melihat Taemin tengah memeluk kakaknya. Taemin terlihat seperti seorang anak yang sedang ketakutan menyaksikan perang antara kedua orang tuanya.

“Ya! singkirkan tanganmu!”

Bentak Ji-eun kesal pada tingkah adik kelasnya itu, padahal Jisun yang dipeluk biasa-biasa saja. Ji-eun takut Taemin akan beralih dari Soul in ke kakaknya. Otomatis si maniak itu akan sering kemari dan mengganggu ketenangannya. Key menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Taemin, entah mengapa Key merasa malu bersaudara dengan Taemin. Taemin tak menggubris perkataan Ji-eun. Ia malah mulai menangis sekarang. Ji-eun gerah melihat Taemin yang seperti anak kecil itu, benar-benar tidak tahu umur! Bahkan Yoogeun tetangganya saja tidak secengeng itu.

Ji-eun hampir lupa dengan permasalahannya tadi, ia menatap key tajam.

“Aisshh.. menyebalkan! Eonni! Kuberi tahu, Kim kibum itu bukan namja yang baik. Dia berhutang banyak padaku dan gara-gara dia aku dipec…mph…”

Key segera membungkam mulut Ji-eun sebelum gadis itu membongkar rahasianya lebih dalam. Key khawatir pada Taemin yang berada disini. Bisa gawat kalau ketahuan, pasti anak itu akan mengadu pada ibunya.

“Key hyung berhutang?”

Tanya Taemin dengan polosnya setelah lepas dari Jisun. Mendengar pertanyaan Taemin, Key langsung mencari alasan.

“Ahahaha~ maksudnya aku banyak berhutang budi padanya. Ji-eun memang gadis yang baik, waktu pertama aku pindah kesini dia sering membantuku. Hahaha~”
Key tertawa garing. Sedangkan Ji-eun meronta sambil menatap sinis Key yang masih membekap mulutnya. Mau memujiku?cih~

“Ahahah~ kami permisi dulu keluar,”

Pamit Key lalu menyeret Ji-eun paksa. Ji-eun terpaksa mengikuti Key karena kekuatannya bukan apa-apa bagi namja itu. Untuk pertama kalinya Ji-eun menyesali dirinya yang tidak pernah ikut pelajaran olahraga.

__________

Key membawa Ji-eun ke  taman Yoido yang tak jauh dari apartmennya dan dekat juga dengan gedung KBS yang sudah tampak sepi ini.

Mereka duduk dibangku taman.

“Kenapa? Apa kau takut aku membongkar rahasiamu?”

Ujar Ji-eun sinis.

“Ya! Jadi benar kau hendak membongkarnya?”

“Tentu saja, untuk apa aku menjaga rahasiamu? Tidak ada gunanya! Justru bagus kalau rahasiamu terbongkar, agar semua orang bisa tahu kau seperti apa sebenarnya.”

Key beranjak berdiri dengan kesal ia menggaruk kepalanya dengan frustasi.

“Aishh..jinjja? Yeoja ini benar-benar! Ugh~”

Ji-eun bergidik melihat Key. Key tampak seram kalau sedang mengacak-acak rambutnya seperti sekarang ini.

“Ya! Kau seperti orang gila”

“Kau yang gila!”
omel key. Ji-eun mengurungkan niatnya membalas, pasti ini akan panjang. Ia lalu membuang muka dan beranjak berdiri hendak pergi.

“Ya! kau mau kemana?”

“Pulang.”

Ji-eun berjalan melalui Key.

“Ya! Tunggu dulu! Aku belum selesai bicara!”

Key menarik lengan Ji-eun sebelum gadis itu berjalan lebih jauh.

Ji-eun lalu menyentakkan tangan Key.

“Aishh..cepat bicara!”
Bentak Ji-eun.

“Mari kita bernegosiasi?”

“Kau jangan membongkar rahasiaku pada siapapun dan aku akan membayar utangku, bagaimana?”

Key mengacungkan kelingkingnya dihadapan Ji-eun.

“Jadi kau mau menyuapku?”

Ji-eun menaikkan sebelah alisnya curiga, Key mengangguk serius.

“Baiklah,”

Ujar Ji-eun akhirnya lalu menautkan kelingkingnya di kelingking Key.

“Deal!!”

Ujar Key sambil tersenyum senang, karena masalahnya satu ini telah selesai.

~~~~~~~~~~~~~>>>>

SHINee School

Jam kosong dipagi hari. Guru bahasa Inggris mereka Mrs. Jessica tak masuk lantaran sakit. Ji-eun tengah tertidur pulas dikelas dan iapun mulai memasuki alam mimpi.

Disebuah jalanan lenggang terlihat banyak pohon-pohon sakura yang bermekaran, sepertinya ini awal musim semi. Disana Ji-eun melihat ada seorang anak lelaki berumur sekitar 5 tahunan yang tengah berjongkok, ia tidak bisa melihat wajah anak lelaki itu karena anak itu sedang memunggunginya, lalu dalam sekejap Ji-eun sudah berada disebuah jalan raya. Disana terdengar banyak suara tangisan histeris dan ambulance. Ji-eun bisa melihat dirinya sendiri sedang menangis sambil memeluk ibunya yang bersimbah darah lalu berseru ‘eomma~’.

“TIDAAAAK!! hosh..hosh…”

Ji-eun tengah mengatur nafasnya yang tak beraturan. Teriakan Ji-eun tadi membuat semua orang melihat kearahnya lalu setelah beberapa detik mereka kembali melanjutkan aktifitas mereka yang sempat terhenti.

Key memperhatikan Ji-eun dari belakang sambil mendengus.

“cih~ berisik!”

Key melanjutkan gambarnya yang sempat terhenti karena teriakan Ji-eun tadi. Di meja pojok, Jaejong tak henti-hentinya menatap Ji-eun, tak ada yang menyadarinya dan tak seorangpun yang dapat mengartikan tatapan Jaejong tersebut.

“Ji-eun kau kenapa?”

Tanya Soul in khawatir.

“Tidak, tidak apa-apa.”

Jawab Ji-eun lesu.

“Mimpi ini lagi,”

Gumam Ji-eun sendirian. Sudah begitu lama mimpi ini tak muncul, tapi kenapa ia tiba-tiba memimpikan ibunya.

Hari ini Ji-eun terlihat begitu lesu dari biasanya, waktu istirahat ia berhasil kabur dari Soul in dan menghabiskan waktunya ditoilet.

“Sekolah kita akan mengadakan festival olah raga. Tahun ini kelas kita harus menang!”

Ujar Heechul seonsaengnim terlihat ambisius, membuyarkan lamunan Ji-eun.

“Semuanya wajib ikut dan harus menang! Tak terkecuali! Yang kalah menjadi budak dikelas sampai kenaikan kelas dan yang tidak ikut tidak akan kuberi nilai diraport.”

Heechul melanjutkan.

Semua murid tampak tidak terima dan keadaan kelas mulai ramai.

“Setahuku kelas lain tidak seperti itu peraturannya!”

“Melanggar HAM!”

“IBLIS!!”

“Pemerasan!!”

“Tidak adil!!”

“Ini pemaksaan namanya!!”

Kelas tampak ricuh mengomentari walikelasnya.

“YA! DIAM!”

Bentak Heechul mulai emosi. Jiwa iblisnya mulai keluar.

Tak ada yang berani membuka suara disaat-saat seperti ini, bahkan Onew yang ingin bersinpun tertahan. Alhasil karena tak sanggup menahan bersinnya lagi, iapun bersin dengan suara yang terdengar aneh. Untungnya yang mendengar suara bersinnya hanya Jonghyun yang duduk disebelahnya. Ingus onew berceceran dimeja, membuat Jonghyun bergidik jijik sambil memelototi Onew marah. Yang dipelototi hanya tersenyum bodoh lalu mengelap meja dengan tangannya kemudian dipeperkan kebahu Jonghyun.

“Ya! kau jorok sekali!! Iaych~”

Seru Jonghyun memarahi onew dengan ekspresi jijik.

“Kim jonghyun!!”

Heechul menatap Jonghyun marah. Sedangkan Onew malah cekikikan melihat Jonghyun yang langsung ciut ditempat.

“Awas kau Onew!”

Bisik Jonghyun dingin mengancam Onew.

“Tidak ada yang boleh membuka suara disaat aku berbicara!”

Bentak Heechul.

“Bagi kelas yang menang, hadiahnya adalah berlibur ke Hawaii~”

Kata guru itu dengan mata yang berbinar-binar sambil menghayal indah tentang tempat impiannya.

“Tapi bagaimana kalau ada yang sakit atau izin?”

Hyemi menginterupsi, menghentikan hayalan gurunya yang sempat melayang.

“Akan jadi budak dikelas, Hyemi-ssi.”

Jawab Heechul lembut.

“Tapi, seonsaengnim. Bagaimana kalau benar-benar tidak bisa hadir?”

Tanya Ji-eun membuka suara. Jarang-jarang Ji-eun ikut berbicara di acara rapat kelas seperti ini, kalau bukan menyangkut dirinya. Ia merasa tidak ada guna mengikuti acara-acara seperti ini, hanya buang-buang waktu, pikirnya –cara berpikir orang malas-. Biasanya ia selalu bolos kalau ada festival apapun disekolahnya dan ia juga tidak menyukai olahraga, tapi sepertinya untuk kali ini Ji-eun terpaksa tidak membolos, nilai raportnya terancam.

“Ya! Shin ji-eun diam kau! Sudah kubilang jangan berbicara!”

Bentak Heechul mengomeli Ji-eun.

Ji-eun menundukkan kepalanya setelah dimarahi. Ji-eun lalu merutuki guru itu dalam hati. Kalau dengan Hyemi saja dia bersikap sangat baik, padahal yeoja itu tadi juga berbicara. Tapi aku? Malah dimarah-marahi, dasar guru menyebalkan! Tidak adil! Hanya mendukung yang pintar saja. Ingin sekali Ji-eun melemparkan batu-batanya kekepala guru di depannya itu agar guru itu bisa diam dan berhenti bersikap sok hebat.

“Baiklah hari ini saya akhiri rapat kita, karena semuanya telah setuju. Sekarang buka halaman 97”

Banyak siswa-siswi yang tampak terlihat kesal diraut wajah mereka. Bagaimana tidak? gurunya seenaknya mengatur mereka.

“Tugas kelompok untuk kalian. Cari sebuah novel yang banyak mengandung makna konotatif lalu kalian rangkum dan buat ke dalam sebuah makalah. Saya akan membagi kelompok.”

“Kelompok pertama Goo hyemi, Im yoon ah, Choi minho, dan Kim kibum, lalu berikutnya Shin ji-eun, Lee jinki (onew), Kim jonghyun, dan Cho kyuhyun, dan…bla…bla…”

Lagi-lagi Ji-eun merasa guru itu bersikap tidak adil. Lihat kelompok Hyemi, semuanya juara kelas termasuk Kibum yang pindahan dari sekolah favorit, sedangkan kelompoknya tidak ada yang pintar, semuanya berotak sama sepertinya. Ji-eun mendengus malas.

“Yah~ Ji-eun aku tidak sekelompok denganmu~”

Ujar Soul in sedih dengan nada manja.

“Ye,”

Dalam hati Ji-eun bersorak senang karena kelompoknya kali ini tak ada Soul in.

***

Maechosd bread-cake cafè

“Mau pesan apa nyonya?”

Tanya Ji-eun pada seorang pelanggan wanita disalah satu meja. Ia sudah bersiap dengan catatan kecil dan bolpoin ditangannya.

“Oh! Maaf tunggu sebentar…”

Ujar wanita tersebut lalu melanjutkan berbicara ditelepon.

Ji-eun hanya mengangguk dan menunggu bosan. Dari pada menunggu, ia lalu sibuk mencorat-coret sisi kertas catatannya (bermaksud menghiasi).

“Ne, kau harus awasi dia Taemin. Kau ikuti dia, ne. Anyeong~”
Wanita itu menutup ponselnya, lalu beralih pada Ji-eun.

“Ah, maaf membuatmu menunggu lama. Aku pesan blueberry cake dan ice tea..”
dengan sigap Ji-eunmencatat pesanan wanita tersebut.

“Akan segera diantarkan.”
Ucap Ji-eun lalu membungkuk hormat.

~~~~~~~~~~~~~>>>>

“Aku pulang~”

Ji-eun menutup pintu. Lagi-lagi ia terkejut mendapati dua namja tak asing diapartmentnya.

“Kenapa kalian kesini?!”

Tanya Ji-eun ketus, terlihat sekali diwajahnya yang ingin mengusir Kim kibum dari sini. Walaupun sudah mengikat perjanjian, bukan berarti mereka berbaikan. Ji-eun masih sulit untuk memaafkan namja ini, apalagi kejadian saat di cafè waktu itu. Belum lagi cara bicaranya yang sombong membuat Ji-eun semakin benci pada namja yang bernama Kim kibum.

“Kau ini berisik sekali!”

Omel Key, ia tengah duduk santai di depan meja makan kecil bersama sepupunya Taemin. Taemin menatap Ji-eun tak senang.

“Oh, Ji-eun kau sudah pulang?”

Seru Jisun saat baru keluar dari dapur sambil membawa hidangan makanan lalu meletakkannya diatas meja.

__________

“wah~ noona lagi-lagi makananmu lezat~ hmm~ bolehkah aku sering main kemari?”

Taemin berseru senang sambil asik menyantap masakan Jisun.

“ne~ kapanpun.”

“Hore!! Pasti menyenangkan~”

TUK~

Ji-eun meletakkan sumpitnya keras.

“Eonni! apakah acara penyambutan tetangga barumu belum selesai sampai sekarang?”

“Mereka tinggal berdua disini, dan lagi tak ada wanita yang memasak untuk mereka, jadi kuajak saja mereka kesini. Kasihan~”

Jelas Jisun lalu tersenyum manis.

“Mereka? maksudmu bocah ini…”

“Ne, aku tinggal bersama Key hyung sekarang.”
Jawab Taemin seketika.

“Jisun noona kau sangat baik sekali~ aku suka padamu~”

“Mwo?!”

Pekik Ji-eun dan Key bersamaan. Dugaan Ji-eun akhirnya benar.

“Ya! kau tidak boleh menyukai eonniku!! Awas kau!”

Ji-eun menunjukkan kepalannnya pada taemin.

“Taemin-ah~ jangan membuatku malu!”

Bisik Key.

“Huhu~ Jisun noona~ aku takut~”

Rengek Taemin manja lalu memeluk Jisun yang ada disebelahnya.

“Ya! kau lepaskan! Mencari kesempatan saja!”

 “Eonni! kau jangan memanjakannya!”

“Wae? Kenapa kau jadi marah?”

Tanya Jisun setelah melepaskan Taemin. Jisun sebenarnya menganggap Taemin sebagai adiknya, dari dulu Jisun memang menginginkan seorang adik laki-laki.

“Aku tak suka makan bersama orang-orang ini!”

“Kalau tak suka pergi saja sana!”

Timpal Key cuek sambil kembali menyumpit nasinya.

“Hei! Ini rumahku! harusnya kau yang pergi!”

“JI-EUN-ah~ bisakah kau bersikap biasa?”
Bentak Jisun dingin. Ia mulai gerah dengan sikap Ji-eun yang kekanak-kanakan.

“Huh! Selalu saja aku yang disalahkan!”
Ji-eun beranjak dari tempatnya dengan kesal lalu membanting pintu kamarnya keras. Makanannya tak habis, ia tak napsu makan malam ini.

~~~~~~~~~~~~~>>>>

“Selamat sore, mau pesan apa?”
Ji-eun membungkuk hormat. Tanpa sadar kedua orang yang baru duduk itu langsung menatap Ji-eun terkejut terutama yang perempuan.

“Ka..kau..”

Ji-eun mengangkat kepalanya, dilihatnya seorang perempuan yang terlihat tak asing tengah menatapnya.

“Kau kenal dia Shin hye-ah~?”

Tanya pemuda disamping Shin hye. Saat itu juga mata Ji-eun langsung membulat terkejut.

“Kaukan teman k…”

“Ne, kau benar,”

Potong Shin hye buru-buru.

“Oppa dia temannya temanku. Oh, kau bekerja disini rupanya?”

Shin hye memandang Ji-eun pura-pura kasihan.

“Ne, kau mau memesan apa?”

Tanya Ji-eun dingin. Teman Kibum berarti musuhku.

         ☺TBC☺

 

 

 

Akhirnya selesai juga part ini. mian membosankan ffnya dan kurang seru. Aku minta keritik dan sarannya ya? keritik sangat berarti buatku, tanpanya aku tidak akan menjadi sempurna. Ok^^ like, komennya jangan lupa?

Kuusahakan ff ini cepat selesai kalau banyak yang berminat dan komennya.

Gomawo udah bersedia baca ff aneh ini

*bow~

Tadinya aku mau bikin cerita yang sederhana saja, tapi kok jadi panjang ya? ckckckck benar-benar tak berbahkat ==.

Oh iya, aku mau nanya diantara para pemain siapakah yang kalian suka? Bagaimana pendapat kalian mengenai para pemeran? Aku yakin kalian tidak menyukai Shin ji-eun haha, so tidak semua peran utama itu orang baik. bosen dong yang baik-baik mulu.

Sekali lagi gomawo~

See you next part~^^b

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

About these ads

11 thoughts on “Sakura In Seoul – Part 6

  1. Iyuh.. Onew jorok banget.. Kkk~
    Tingkah taem bikin aku pengen nguyek2(?) kepala dia..
    Itu ji-eun brantem mulu ama key.. Jgn2 ntar bencinya berbalik..
    Next.. Next..

  2. Aaaaa! Thor aku ngkak bcanya apa lg pas si heecul ngomel2 kock bgt XD

    Aku ska sma ji-eun thor gayanya kren n nekad jd kesannya dia itu cwe unik hehe aku kn ska yg unik2

    Thor di tnggu yg part slnjutnya, jgn lma2 ya :-).

  3. ya ampuuuuuuunnn,,, kyu berani banget ama gurunya… kekeke
    belom lagi onew joroknya minta ampun…

    ji-eunnya itu cewek idolaku bangeett#walaupunakucewejuga
    sumpah keren banget tu cewek, hahaha

    ditunggu ya thoorr part selanjutnya… jengan lama-lama ya, ya ya??? #maksa

  4. hahaha :D
    Jieun ma Kibum benerbener pasangan antik (?)
    Taemin, jangan manja gitu dong ma Jisun. aku cemburu nih -.-
    Jaejoong misterius banget…
    Onew jorok.. iyuhhh :p
    Heechul serem amat –”
    lanjuttttttttt ^^

  5. Aku nunggu FF ini udah daari duluuu…
    Kenapa lama banget publishnya thor??
    Tapi seperti biasa :DD Ceritanya bagus ^^
    Onew lucu banget sama jjong xD
    taemin jahat gak yah :(
    BTW lanjutannya jangann lama-lama ya authooor ^^D

  6. heechul parah bgd sih jd guru ckckck.
    Onew jorok bgd lg, apalagi taem ya ampun tingkahnya bkin geregetan. Jieun ma key berantem mulu, ntar malah suka lg kkkk..
    Mian thor aku bru komen di part ini, coz aku bru bca hehe. Ditunggu lanjutannya..

  7. Baru baca part 6 aja hahaha
    pribadi aku lumayan seru-seru aja kok ceritanya gak ngebosenin, karakter jieun juga aku suka, key juga. Taemin emang malu2in haha. Dan onew dih jorok amat tu anah -_-
    Guru Heechul itu rada2 kayaknya, baru nemu guru kek gitu, masa kalau muridnya kalah disuruh jadi budak? Ckck sinting! /plak
    mungkin pelajari tata tulisnya lebih dirapihin aja ya, supaya tambah enak reader bacanya. Selebihnya bagus kok hehe
    ayo update soon! Hwaiting! :D

  8. onew oppa.. Aigo yeobo.. Kenapa jorok bgt -__-”
    Taemin ih kelakuannya bikin aku pengen ngacak2 palanya gemes..

    Akhirnya ini ff update, lama nunggunya thor.. Hhe
    Next jgn lama lama ya thor

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s