♥I Thought It Was A Dream

I Thought It Was A Dream

Author : Lana

Main Cast : Onew & Me

Support Cast : SHINee♥

Rating : General

***

Ini dimulai sewaktu aku berlibur dengan keluarga dan teman-temanku. Kami memilih untuk ikut travel karena takut tersesat di tempat asing yang akan kami kunjungi. Anehnya!… oke-oke.. mungkin bukan aneh tapi… wow! I meet my idol! Crazy! Tahu siapa yang aku temui saat di bus? SHINee Key!

Ya tuhan… apa yang dia lakukan dengan travel ini. Seberapa beruntungnya aku bisa satu travel dengan Key. Jujur sebenarnya aku tidak begitu melirik Key sebelum ini. Aku lebih menyukai Minho dan Onew, tapi entah kenapa setelah pertemuanku ini aku merasa seolah aku adalah fans berat Key. Aku langsung luluh bahkan membisu seribu bahasa karena terlalu terpesona.

Tapi aku tetap berusaha bersikap tenang seolah-olah aku bukan fans Key. Anggota travel yang lain juga bersikap sama seperti ku, aku yakin sekali mereka berpura-pura untuk tidak perduli padahal di hati mereka menjerit memanggil nama Key dan sibuk mengambil foto laki-laki berkulit putih pucat dengan sekitar tiga tindikan di telinga kanan dan kirinya secara diam-diam dan menyebarkannya di internet.

Wisata kami selesai, bus mengantar kami pulang. Dan kau tahu, sesuatu yang aneh terjadi padaku! Mendadak aku seperti terhipnotis oleh Key oppa, aku mengikutinya turun dari bus. Bahkan aku mengikutinya sampai ia masuk ke rumahnya! Ini gila, entah kenapa rasa penasaranku begitu tinggi tapi aku tidak bisa mengendalikan tubuhku.

Key oppa sama sekali tidak tahu bahwa aku berada tepat di belakangnya. Begitu aku masuk ke dalam rumahnya, aku langsung melihat ke sekitar. Rumahnya sangat besar dan begitu lapang, aku memerhatikan setiap perabotan yang ada di dalam ruah tersebut. Apakah aku bermimpi? Bisa masuk ke dalam dorm SHINee… bersama dengan barang-barang bodoh ini! Bagaimana bisa aku turun dan masuk ke rumah orang bersama dengan seluruh koper, tas dan belanjaanku. Aku pasti sudah gila!

“Hwuah!!! Siapa kau?!” sentakan dengan bahasa Korea itu mengejutkanku. Jonghyun membuat seisi rumah kini berada di hadapanku.

“I’m so sorry, i don’t really understand Korean.” terpaksa aku mendusta. Bagaimana mungkin orang Korea tidak bisa berbahasa Korea.

“Hey… we were in the same travel right, weren’t we?” Key mengenaliku! Wow!! Ternyata dia memperhatikanku!

“Kau kenal dengannya?” tanya Onew oppa. “Tidak, hanya saja aku ingat waktu itu dia dengan cueknya menarik koper besarnya dan secara entah sengaja atau tidak roda kopernya itu melindas kakiku. Tidak di sangka gadis di bandara yang waktu itu aku ceritakan yang melindas kakiku itu ternyata gadis ini, dan dia ternyata satu travel denganku.” oh tuhan! Ternyata aku salah orang… betapa sialnya aku ini! Argh… waktu itu aku di tabrak oleh laki-laki yang juga berkulit putih, mengenakan jaket merah, celana biru dan topi NYC warna hitam. Aku terlalu marah karena waktu itu aku membawa barang yang lumayan banyak, masalahnya dia tidak meminta maaf. Begitu melihat orang dengan ciri-ciri yang sama aku langsung ingin membalasnya, aku pura-pura tidak tahu dan langsung melindas kakinya dengan roda koperku. Tepat sasaran tapi salah target… sial!

“I’m sorry again. I don’t understand what are ya talking about. But i think i’m doing something wrong to you Key oppa, i just can say i’m sorry. I believe you guys can speak english well, i know you can Taemin oppa. And i don’t know why i’m here, but i thought i was wrong. Maybe this because i’m too tired, so i think this is my house.” Aku berusaha menahan malu, dan aku melihat Taemin menganga mendengarku berbicara bahasa Inggris dengan sangat lancar dan aku yakin dia tidak begitu mengerti apa yang aku bicarakan karena aku menggunakan aksen British.

Dan tiba-tiba ponselku berdering, untungnya ibuku yang menelepon. Karena untuk ibuku aku memasang ringtone lagu SHINee. “Sorry, i must answer the call.” aku menjauh dari mereka lalu setengah berbisik menjawab telepon.

“Halo… iya… ah? Aku gak tahu… tiba-tiba aja. Gimana?.. oh gitu? Nanti supirnya tahu gak?… ya udah… mama kasih nomor aku yah.. iya.. dadah.” aku berbalik, kelima laki-laki impian itu langsung memandangiku dengan alis berkerut. “What language you use just now?” Taemin yang bertanya, sedikit berantakan bukan grammar nya?

“Indonesia.” kelimanya manggut-manggut. Luar biasa! Melihat mereka dari jarak sedekat ini, dengan pakaian normal mereka, tanpa make up, tanpa aksesoris apa-apa. Kulit mereka ternyata sangat pucat, bahkan lebih pucat dari Edward Cullen. Aku berdeham sebelum berbicara,

“By the way, can i stay here until my driver arrived?” aku menelan ludah. “Well, it’s not a big deal. You can sit on our couch.” sambut Onew ramah, ternyata tidak salah aku menyukai laki-laki yang satu ini. Senyumnya…. ya tuhan… begitu menghanyutkan.

“No thanks, i can wait here. I think it’s only take fifty minute.” kelimanya mengangguk ragu.. ah tidak.. hanya empat. Minho terlihat kurang nyaman denganku, atau agak kaku? Bahkan sejak tadi ia tidak membuka mulutnya dan tidak menarik pandangnya dariku. Jujur aku sendiri tidak nyaman menerima pandangan yang dalam walaupun aku sendiri begitu jika memandang orang.

“Aku pikir dia laki-laki.” Jjong bicara duluan begitu kelimanya berjalan membelakangiku. aku yang berdiri di depan pintu berusaha menyimak yang mereka bicarakan. Ternyata ada untungnya juga pura-pura tidak bisa berbahasa korea. Mereka jadi merasa leluasa jika ingin berbicara, tidak takut aku mendengar pembicaraan mereka.

“Pada awalnya juga aku berfikiran sama denganmu.” seru Key. “Lalu bagaimana caramu mengetahui bahwa dia seorang wanita?” tanya Onew penasaran. “Jangan-jangan hyung… melakukan hal yang….” Taemin berusaha menebak.

“Hah! Kau gila ya?! Tidak mungkin aku mengintipnya!” elak Key cepat. “Aku tidak bilang begitu, Key hyung saja yang langsung mengelak begitu!” tuding Taemin membuat Key terpojok, Onew dan Jjong langsung memandangi Key dengan curiga. Minho hanya senyam-senyum saja mengingat situasi ini. “Ah kalian ini! Aku serius! Aku tidak melakukan apa-apa yang fatal. Karena aku satu travel darinya aku pastinya sering mendengar suaranya. Dan aku juga sempat bertanya kepada temannya.” Key menjelaskan. “Ya, ya kami percaya.” sahut Onew. “Ahh!!! Serius.. aku tidak bohong!” rengek Key. Ya ampun… ahahaha.. ternyata benar kata orang-orang tentang Key oppa, dia cukup manja dan kekanak-kanakan. “Iya! Kami percaya! Puas?!” sahut Jonghyun. “Tapi lihatlah gayanya, ada sesuatu yang menarik.” ucap Taemin tiba-tiba.

“Aku suka rambutnya, dan dia cukup stylish untuk ukuran orang biasa.” sambung Onew tiba-tiba, kalimat itu membuat pipiku memerah… ingin sekali rasanya aku tertawa terbahak-bahak karena bahagia, bibirku sudah terus tertarik untuk tersenyum. “Iya betul, aku setuju! Gayanya keren, aku suka jaket yang ia kenakan!” timbrung Taemin. “Minho-ah, bagaimana menurutmu gadis itu?” tanya Key. seperti biasa, kita harus menunggu bermenit-menit untuk mendengar jawaban Minho.

“Entahlah….-” diam lagi, lalu tiba-tiba mendesah. “Keren, seperti Eunhyuk hyung.” oh-tu-han!…. apakah sekarang aku sudah mati????? Tidak.. tidak… belum tentu jika aku mati aku masuk surga. Tapi kenapa aku merasa seperti ada di surga! Leherku terasa seperti di cekik oleh pangeran tampan. Ingin sekali aku mencerit dengan riang, aku merasa tubuhku memanas karena malu. Aku mulai sulit bernafas, dadaku berdegup kencang… di puji oleh artis apakah tidak senang? Ternyata tidak salah jika aku mengikuti gaya Eunhyuk oppa. Menurutku di Super Junior yang paling keren gayanya itu Eunhyuk oppa, bahkan rambutku aku potong seperti Eunhyuk oppa di MV it’s you. Kekekekeke…. keren loh! “Bagaimana gayanya selama kau travel dengannya?” tanya Onew.

“Lumayan. Jika Minho sudah bilang keren yah berarti keren dan itu kenyataan. Bahkan aku pernah bertemu dengannya malam-malam, aku tidak bisa tidur jadi aku berjalan ke taman hotel tempat kami menginap. Aku bertemu dengannya dan dia mengenakan piyama. Piyamanya saja, seperti buatan designer… baju tidur kita saja tidak sebegitu kerennya. Tapi baju dia keren sekali, jika aku melihat baju itu di toko pasti akan langsung aku beli. Jaketnya… ya ampun, ingin sekali rasanya memiliki jaket itu.” Aduh… apakah sekarang aku punya sayap? Kenapa aku merasa seolah sedang terbang di udara? Tiba-tiba Onew menoleh padaku.

“Are you okay? You’re cheek looks so red, i think you get sick. Come in and sit here, it’s already 25 minutes pass then. But your driver doesn’t come yet, come in… it’s okay, we’re not gonna do something to you.” aku melangkah perlahan hingga langkah keempat dari tempatku berdiri terdengar suara klakson dari luar dan ponselku langsung bebrunyi.

“Halo? Oh iya… ya udah aku keluar sekarang aja.” aku menutup flip hp ku. “Is it your driver?” tanya Taemin. “Ne. Thank you very much for your help and i’m so sorry.” kelimanya membantuku membawa seluruh barang-barangku keluar dan memasukkannya ke bagasi. Tiba-tiba saja muncul hasratku untuk memeluk Onew oppa, tapi aku ragu untuk melakukannya… gila saja! Tapi lama-kelamaan aku tidak tahan juga. Begitu ada kesempatan aku langsung saja memeluk Onew oppa, ternyata tinggi juga! Jinjitan kakiku sangat tinggi agar lenganku bisa melingkar di lehernya, bahkan tubuhnyapun harus membungkuk sedikit. Entah kenapa… ya tuhan…. haaaahhhhh…. puas sekali, hangat, tenang, aman. Ahhhhh aku ingin begini terus, tapi yang lain sibuk menyoraki dan menggoda kami. Aku langsung tersadar. Apa yang tadi aku lakukan?! Wajahku memerah, begitu juga dengan Onew. Aduh memalukan!!! Aku lancang sekali mencari kesempatan memeluk idola… tidakk!!! Aku buru-buru berlari masuk ke mobil tentu saja sebelumnya mengucapkan terima kasih dan aku meminta maaf pada Onew oppa.

 

***

1 bulan sudah berlalu aku tetap tidak bisa melupakan kejadian memalukan tapi menyenangkan itu. Bahkan… ya ampun!!! aku lupa di mana aku meletakkan tas ku. Aku sudah membongkar seisi rumah tapi tidak ketemu, ibuku menduga kalau tas ku tertinggal di rumah SHINee.

Ya tuhan… bagaimana ini… akhirnya aku meberanikan diri datang ke rumah mereka. Kali ini aku menyetir mobil sendiri, untung saja aku masih ingat jalannya. Begitu tiba aku langsung masuk ke pekarangan rumah mereka yang besar lalu menekan bel. Aku menunggu sekitar 5 menit tidak ada yang membuka, Van mereka juga tidak terparkir seperti waktu pertama aku ke sini. Mungkin mereka sedang ada jadwal, jadi aku memilih untuk menunggu mereka di dalam mobil saja.

Mobil sedan ku parkir di depan supermarket kecil yang di bangun tepat di depan rumah ini, sepertinya memang khusus untuk SHINee… karena di sekitar sini tidak ada rumah lain. Mereka memilih untuk tinggal di tempat yang benar-benar invisble. 10 menit kemudian mereka masih belum datang, aku menulis di secarik kertas:

“Ini aku yang sebulan lalu kemari, sepertinya tasku tertinggal di rumah ini. Aku butuh tas itu sekarang, kapan kira-kira aku bisa mengambilnya? tolong sms ke nomor ini (aku menulis nomor ponselku). Terima kasih banyak, maaf merepotkan. Tas itu sangat berharga bagiku.”

aku menyelipkan kertas tersebut di bawah pintu lalu aku kembali masuk ke dalam mobil ku. Ahhh…. aku lapar. Aku berbelanja makanan di supermarket, sungguh menyebalkan yah jika harus menunggu. Tapi mau bagaimana lagi, aku butuh tas itu… di dalamnya banyak barang-barang berharga. Setengah jam kemudian…. 2 jam kemudian…. 3 jam kemudian… 6 jam kemudian…

Hahhh… bisa gila aku menunggu di sini seharian! Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke rumah, karena menunggu itu melelahkan dan menunggu sebenarnya hal yang paling aku benci sedunia. Tapi demi SHINee dan tas ku.. apa boleh buat?

~ ~ ~

~SHINee POV~

 

“Apakah benar sudah aman?” tanya Jonghyun ragu-ragu. “Iya.. lihat mobilnya sudah tidak ada, sepertinya dia menyerah.” jawab Onew yakin. “Baiklah, ayo kita pulang, aku lelah sekali… ingin tidur rasanya.” Key meregangkan otot-ototnya. “Hebat juga orang itu… sebagai fans cukup setia juga. Bayangkan selama 6 jam menunggu kita.” ujar Taemin salut. “Tapi kenapa aku tidak yakin kalau dia fan kita? bagaimana jika ternyata dia ada keperluan lalu datang mencari kita?” elak Onew. “Ya… betul juga sih kata hyung. tapi mau bagaimana lagi kita memang baru pulang. Kalau dia bertahan satu jam lagi sih aku akan menghampirinya, tapi belum juga sampai, penjaga supermarket bilang dia sudah pergi.” jawab Jjong. “Minho.. bagaimana menurutmu?” tanya Key membuat semua meandang Minho. Minho memandangi keliamanya (termasuk manager) satu persatu, 5 menit kemudian Minho mengangkat bahu lalu memulai mono dramanya.

“Haaahhh!!!! Kau ini.. memang tidak bisa di harapkan!” seru Key kesal. Keenamnya turun satu persatu, sambil terus meregangkan otot. “Hey lihat!” seru Jjong begitu menemukan secarik kertas di bawah pintu, Onew mengambilnya dan membacakan keras-keras. “Bukankah dia bilang tidak bisa berbahsa Korea?” Key curiga. “Memang, barangkali dia belajar.. ini kan sudah satu bulan yang lalu. Lagi pula bahsa koreanya berantakan sekali.” bela Onew. Hahahaha…. anak cerdas… tidak akan melupakan bibit yang telah di tanam. “Bagaimana hyung? apkakah dia boleh datang untuk mengambil tasnya?” tanya Onew pada manager. “Ya sudah, kirim sms saja padanya.”

 

***

 

Ringtone Jojo membuatku terbangun, sms dari siapa? aku membuka ponselku…

“Baiklah, kami tidak ada jadwal besok. Silahkan datang jam 8 pagi.”

entah kenapa tiba-tiba aku merasa begitu segar… ingin sekali aku menjerit kegirangan. Oh iya! Aku kan pura-puranya tidak mengerti bahasa korea.

“I’m so sorry… i don’t understand, but if my korean doesn’t fail.. it says i can come in your house tomorrow 08.00 pm. Am i wrong?” sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

“It’s ok, no.. it’s not mean 8 pm but 8 am… in the morning. Got it?” kekeke… of course lah!

“Ohh.. ok.. thank you very much, i’m sorry for disturb you.”

“No it’s ok, you’re not disturb us but i think i am.”

“No. you’re not disturb me too.”

“But this is night already… you must be fell asleep, right?”

“Ehhhh… yea, but it’s okay.. because my bag is so important.”

“Oh~ ok~… mianhe… i have to go, hope to see u tomorrow ^.^”

“Oh sure. Good night, hope to see you too… thank you, and say my thanks and sorry to other member. And say my sorry to Onew oppa.. thank you very much, have a nice dream (no reply, just do what you have to do).”

kekekeke…. you know what? I know that he is Onew oppa but i pretend that i don’t know who. Aku langsung kembali tidur, tentu saja sebelumnya memasang alarm jam 6, karena aku akan bangun satu jam lebih lama.

***

Ya tuhan… aku kesiangan! Hahhh.. seharusnya aku bisa bangun satu jam lebih cepat. Baju apa yang harus aku pakai?? Aku mencari setiap baju yang tergantung di lemari… Aha! Gotcha! ED Hardy Christian Audigier Womens Tattoo Hoodie Hooded Sweatshirt Jacket Shirt Yellow, tidak tahu seperti apa? cari saja di google. Hari ini aku akan menggunakan pakaian yang berwarna, aku terlalu sering menggunakan warna hitam, putih, abu-abu. Jadi kali ini aku menggunakan jaket kuning dan celana skinny putih dan sneaker putih kuning merah dari Nike. Apakah akan mencolok jika pagi-pagi menggunakan baju warna kuning? Persetan dengan mencolok, ini gayaku!

Aku mengambil kunci mobil yang selalu ku gantung di lampu tidurku, dan berlari menuju garasi secepatnya. 15 menit lagi jam 8.. jika terlambat akan sangat memalukan sekali! Begitu memasukan kunci mobil, aku langsung menancap gas dalam-dalam dan ban mobilku berdecit meninggalkan garasi rumah. GPS ku setting ke tempat di mana SHINee tinggal, ini akan mempercepat. 15 menit kemudian tanpa kusadari, aku telah tiba di depan rumah mereka, dengan sejuta klakson kemarahan yang telah di lemparkan padaku. Ya tuhan… karena menyetir terlalu cepat kini perutku yang kosong seperti terkocok. Aku mematikan mesin, menarik kunci dan buru-buru keluar dari mobil. Aku bertanya kepada petugas supermarket apakah aku boleh memakai toiletnya, sebelum ia mengangguk aku mengucapkan terima kasih dan langsung berlari mencari toilet lalu masuk dan… fwualah! Aku memuntahkan makanan yang kumakan kemarin sore.

“Kincana yeo?” petugas tersebut bertanya dengan ramah kepadaku. “Ne. Kincana seo.” Apakah di Korea ada minyak kayu putih seperti di Indonesia? Aku merindukan Indonesia!!! I love INDONESIA!!! “Apakah kau memerlukan sesuatu? Adakah yang bisa kubantu?”

“Tidak terima kasih. Aku hanya membutuhkan air mineral dan kertas tisu.” Aku mengambil kedua barang yang aku perlukan tersebut. “Wajahmu pucat sekali. Kau sakit yah?” petugas itu kembali bertanya padaku. Aku tahu kenapa dia baik… petugas ini wanita, dia pasti tertarik padaku. Sepertinya petugas yang kemarin laki-laki, aku jadi tidak nyaman jika seperti ini. “Entahlah… minum air juga sudah baikan. berapa totalnya?”

“1.000 won.” aku berusaha menghitung. “Terima dollar?” petugas itu mengangguk. Aku merogoh celanaku… ya tuhan!!! Di mana dompetku… hahhh!!! Apakah tertinggal di kamar?! Jangan panik, stay cool! “Tunggu sebentar.” Aku membongkar tasku… haaaahhhhh!!!! Tidak ada!!! Siallll betapa memalukannya.

“Ini.. kembaliannya sekalian untuk belanjaan gadis ini.” suara itu… jantungku berdegup kencang, jangan sampai Onew oppa yang sekarang ada di sebelahku… ini memalukan! “Ayo.. aku sudah membayar belanjaanmu.” dengan perlahan… sangat perlahan, aku memalingkan wajahku dari tasku dan berusaha mencari tahu siapa laki-laki ini.

“Ayo! Kau bilang kau ingin mencari tasmu yang tertinggal.” dia menggenggam tangaku! Ya tuhan! Aduh… tanganku jadi terasa sangat dingin! Sebelum dia sempat menarikku keluar aku mengambil belanjaan itu dan membiarkan dia menarikku. Aku berusaha melihat siapa laki-laki ini, jika benar Onew oppa aku bisa-bisa langsung memeluknya lagi.

Bukan! Bukan Onew oppa… ini… ya tuhan!!! Minho! Bagaimana mungkin….kaki ku terasa lemas. Betapa indahnya bergandengan dengan seorang Choi Minho! Si laki-laki penuh dengan karisma. “Silahkan masuk.” Minho tiba-tiba melepas tanganku sehingga aku yang belum seimbang ini langsung terjatuh.

“Iya.. maaf, terima kasih.” Aku bangun berusaha tetap terlihat cool. Minho membuka pintu dan suasana yang berbeda langsung aku rasakan. Kesibukkan di mana-mana, Key yang sedang sibuk mencuci piring, Taemin yang sedang belajar, Jonghyun yang asik menonton TV, Onew oppa sedang berbicara dengan manager. Aku merasa tidak enak….seolah aku mengganggu rutinitas mereka. Tapi kenapa? aku kan memang ingin mengambil tas ku!

Begitu masuk mereka berhenti melakukan apa yang sedang mereka lakukan lalu tersenyum padaku. Aku membungkuk 90 derajat sebagai rasa hormat, Onew oppa menatapku. Tiba-tiba jantungku berdetak dengan keras dan sakit sekali, rasanya seperti orang yang tiba-tiba di kagetkan. Aku memegang dada kiriku karena benar-benar sakit!

“Wegureyo? Are you okay? Something hurt you?” tanya Key khawatir. “Kinchanaseo. Aku baik kok, hanya ada rasa seperti terpukul saja.” aku pura-pura sebagai pemula dalam berbahasa korea. “Wah!!! Kau bisa berbicara hangeul dengan cukup baik! Aksenmu juga sangat bagus. Hanya masih berantakan saja.” Jonghyun berkomentar dengan heboh. “Kamsahamnida. Masih dalam belajar. Oh… aku kan harus mencari tas milikku.” Aku baru ingat. Akhirnya kami semua mulai mencari ke setiap sudut rumah, lemari, kolong meja dan kursi, di setiap tempat di lantai 1 rumah tersebut.

Entah berapa lama kami mencari hingga akhirnya satu-persatu dari kami kelelahan. Onew oppa adalah orang pertama yang mulai gila, ia mengeluarkan “Onew Sangate”-nya karena terlalu frustasi mencari dimana tasku berada. Onew oppa membuat secangkir teh untuk dirinya sendiri, Kakiku pegal, aku ingin duduk di bangku tapi merasa tidak enak, tiba-tiba aku merasa sangat haus. Aku meneguk habis secangkir teh yang tadi Onew oppa buat, siapa suruh di tinggal begitu saja di atas meja makan. Kekekekeke~~~

Tidak lama setelah aku meneguk habis teh tersebut Onew oppa datang. “Hwuah? Dimana tehku berada? Apakah gelasnya bocor?” Onew oppa melongo ke kolong meja mencari di mana teh nya.. inilah yang di maksud dengan “Onew Sangtae”.. padahal kalau di indonesia sih udah biasa yang kayak begini, istilahnya itu ngejayus.,.. ye ga?

“Teh… di mana tehku berada… aduh.. ayo kembali ke gelas ini teh manis!”

“Krik..krik! Ondtemo Onew Sangtae!” aku menyanyikan lagu khas tersebut. “Ayo kita cari lagi tasku!” Aku menarik Onew oppa lalu kami semua mulai sibuk mencari lagi.

Tidak…. sudah tidak kuat… ternyata begitu melelahkan dan membosankan. Kami merebahkan tubuh di sofa beramai-ramai kecuali Onew oppa. Lagi-lagi dia membuat minuman, kali ini dia membuat untuk kami semua -__-” . Aku meminum teh yang di sediakan, tiba-tiba aku tertarik pada lantai dua. Apakah mungkin tasku ada di atas sana,

“Lantai dua itu apa?” aku bertanya dengan polos. “Itu kamar kami semua.” jawaban Minho terdengar seperti menolak sebelum di tawar. Bagaimana ini… tapi aku merasa kalau tasku pasti ada di atas sana, tapi jika Minho oppa sudah bernada demikian aku jadi tidak enak. Setiap kali aku meneguk minumku, mataku tertuju pada lantai 2. Heeemmmm…. ternyata Taemin, Jonghyun & Onew memerhatikanku, dan akhirnya…

“Ayo kita cari di atas.”. Taemin akhirnya berbicara. Aku bisa merasakan wajahku bersemu girang, bukan karena akan masuk ke kamar mereka tapi karena aku yakin tas ku akan ketemu. Kamar pertama adalah kamar Taemin, aku mengobrak-abrik seluruh tempat di kamarnya. Tentu saja dengan izin sang pemilik terlebih dahulu…. tidak ada!!! bagaimana ini!

Kamar kedua adalah kamar Minho, khusus di kamar ini aku hanya melihat tanpa benar-benar mencari tasku, karena aku yakin Minho tidak begitu suka. Selanjutnya kamar Onew oppa, sang idola, lelaki idaman hahaha. Ya tuhannn… kamarnya sangat rapih, rak bukunya terisi penuh! Kamarnya wangi, bersih pula! Bahkan aku menemukan 7 buah rubik’s, laptop kesayangannya, 3 ipod dan tumpukan 3 buku kuliah tergeletak dengan rapih di atas meja. Ckckck.. salut! Aku membongkar kamarnya, tidak ada juga. Mataku mulai berkaca-kaca, lalu aku mencari di kamar Jonghyun. Hasilnya sama… tidak ada tasku. Aku rasanya ingin menangis saja,

“Tenang, tenang… kita coba cari di kamar Key.” hibur Jjong. Aku masuk ke dalam kamar Key, wah.. aku mencium wangi parfum yang sangat enak! Aku tahu merek ini, baunya persis seperti bau salah satu koleksi parfum kakak laki-laki ku. Ya ampun… kamar ini adalah kamar terpenuh yang pernah aku lihat, berbagai jenis tas tergantung memenuhi tiang penggantung tas warna coklat yang berada di ujung kamar. Berbagai DVD tersusun di rak, sebuah poster model terkenal asal… em.. kalau tidak salah dia dari Inggris.. eh bukan dari Amerika! Eh.. ahh aku lupa, tapi aku kenal dengan wajahnya hanya saja aku lupa siapa namanya. Apakah Key oppa menyukai model di poster tersebut? Terserahlah, sekarang aku harus mencari tasku. Aku mulai mencari di setiap sudut kamar, hemm di kamar ini ada dua lemari.. mana yang harus aku buka duluan? Aku memilih lemari yang berwarna coklat dulu.

“Hey ja-!” Key oppa belum selesai berseru padaku tanganku sudah dengan reflek membuka pintu lemari. “Ommo!” tumpukan baju jatuh menimpaku. “Hahh.. kau ini, jika ingin membuka bilang dulu. Aku membutuhkan waktu 3 jam untuk merapihkan lemari ini!” Key oppa mengambil baju-bajunya yang menimpaku.

“Ini karena kau terlalu sering berbelanja!” protes Jonghyun oppa. “Memangnya kenapa? Belanja itu asik!” kami semua membantu Key oppa membereskan baju-bajunya dan melipatnya. Begitu selesai aku membuka lemari satu lagi yang berwarna hitam, dan yup! There it is! Tas yang kucari-cari tersimpan dengan rapih di dalam mlemari Key oppa.

“Hwua! Bukannya bilang sejak tadi!” seru Onew oppa kesal. keempatnya langsung menyerang Key oppa. Kkkk~~~ Lagian sih, dia nyimpen juga malah diem aja!

“Ih aku kan tidak tahu kalau itu tas yang dia cari!” elak Key oppa. “Tapi harusnya kau merasa kalau itu bukan tasmu!” omel Jonghyun oppa. “Iya betul! Harusnya kau bisa berfikir, jika itu bukan tas milikmu maka orang yang mencari tas di rumah ini adalah pemiliknya.” sambung Minho oppa. “Tapi aku suka dengan tasnya, aku tidak tahu dimana aku bisa membeli tas itu jadi aku simpan saja. Lagi pula aku juga lupa kalau aku menyimpan tas tersbeut.” mereka saling berdebat, sedangkan aku cekikikan sambil membuka tasku.

“Ngomong-ngomong memangnya apa isi tas itu. Kenapa kau sampai ingin menangis?” tanya Onew oppa. “So much. Diary, DSLR, Polaroid and my phone. Oh.. there’s my clothes too. This is very expensive, so if it’s gone i will cry with a sand in my eyes.” Onew oppa terdiam, lalu kami semua serentak mengucapkan.. “Ondtemo Onew Sangtae!” aku tertular Onew oppa dan Onew oppa menunjukkan wajah datarnya. “Kalian berdua pasangan serasi!” seru Taemin. Uppss… mukaku memerah, Onew oppa sih tetap biasa saja.

 

***

 

“Terima kasih banyak untuk hari ini, maaf aku merepotkan kalian semua.” aku berbalik lalu membuka pintu. Tiba-tiba saja bulu kudukku berdiri, di luar sana sudah gulap gulita. Yang bisa kulihat hanya mobilku saja, bagaimana ini aku takut.

“Sepertinya berbahaya.” ucap Minho oppa yang tiba-tiba berada di belakangku. “Hah! Kau membuatku terkejut, jangan buat aku semakin takut.”

“Menginaplah di sini untuk malam ini, sangat berbahaya karena benar-benar tidak ada lampu di sepanjang jalan.” ucap Jonghyun oppa. ahhh bagaimana ini… “Tapi… aku tidur di mana?” tanyaku ragu-ragu. “Kau bisa tidur di kamar orang yang telah menyembunyikan tasmu sebagai ungkapan balas dendam.” aku ingin tertawa tapi tidak yakin ini lucu.

“Ya! Aku kan tidak menyembunyikan tasnya!’ seru Key oppa. “Nanti Key akan tidur bersamaku, ini sudah jam 12. Cepatlah tidur jangan banyak bicara.” Onew oppa menutup pintu dan menyuruh kami semua untuk ke kamar. Jujur aku merasa tidak enak tidur di kasur Key oppa, tapi mau bagaimana lagi.

 

~Onew POV~

 

“Maaf, apakah kau sudah tertidur?” Onew membuka pintu kamar Key. Seorang gadis duduk bersandar pada tembok di atas kasur dengan bad cover warna biru awan. “Hey, apakah kau sudah tidur?” tidak ada jawaban. Onew melangkah perlahan dengan ragu-ragu, ternyata gadis tersebut sudah tertidur. “Apa tidak pegal jika tidur seperti ini?” Onew meluruskan kaki gadis tersebut, mengangkatnya dan membaringkan gadis tersebut dengan posisi yang benar. “Jika tidur sabil duduk aliran darah akan terganggu, tidurlah yang nyenyak.” Onew menyelimuti gadis tersebut dan keluar dari kamar Key.

 

***

 

Aku membuka mata, tumben sekali pagi ini terasa begitu nyaman. Seperti biasa yang aku lakukan saat bangun tidur adalah minum, aku mencari di mana letak dispenser ku. Kenapa tidak ada? Aku berjalan keluar sambil mengucek mata. “Hey, kau baru bangun?” aku menoleh terkejut, siapa dia?

……….

5 menit kemudian……….

Minho??????????!!!!!!!!!!! tiba-tiba seekor anjing menggong-gong membuatku terkejut hingga melompat. Dan terjatuh ke tangga dan terguling sampai lantai satu.

 

 

***

I thought it was a dream! And yeah… it just a dream, not real.

“Ayo bangun!! Mau sekolah gak sih!” bentak seseorang membuat mataku terbuka.

“Heehhh?”

“Udah jam 6.15. Kesiangan aja baru tahu rasa!” ternyata ibuku.

 

 

 

End!!!

Thanks for reading! ^.^

Ini FF debutku, pertama kalinya nulis FF. Aku nulis FF ini waktu jamannya album Julliete sama YOU, tahun 2009 ya?? Hohoho, udah lama banget jadi harap maklum kalau abalan. Ekekek~

 

65 thoughts on “♥I Thought It Was A Dream”

  1. ED Hardy Christian Audigier Womens Tattoo Hoodie Hooded Sweatshirt Jacket Shirt Yellow<< copas,aku langsung search itu di google masa._____.

  2. Gilaa !!! FF debut aja keren gini..gimana kesininya….daebakkk kaleee !!!
    Kata orang ini paket komplit ….heheh…
    Lucu,gokil dan cukup bikin ikut senyum-senyum…

  3. aigoooo…. Lana….
    akuh jadi ngarep tau bs 1 bus sama si imut dancing machine XD
    sapa tau bs dapet durian runtuh kayak yg ada di cerita inih….
    uwaaaaa… kau membangkitkan imajinasi dan harapanku bwt nekat ke korea loh…. XD
    great story…. 🙂

  4. Waaaaaaaaah …
    jadi pengen , kalo aku sih pasti meluk key oppa . My boy 😀
    Pengen
    ….
    Seru , lucu , gokil pokonya keren deh …

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s