Love Sonata

“Kalian berlima! Harus saya beritahu berapa kali baru kalian kapok?! Berkelahi! Berkeliaran di waktu sekolah! Berandalan kalian! Mana julukan 5 bintang sekolah? 5 cowok paling bersinar di Dameun High School ternyata cuma sekedar gossip!” kepala sekolah menggebrak meja.

“Kepala sekolah.. anda tenang dulu, bicara baik-baik.” Wakil kepala sekolah berusaha menenangkan. “Saya sudah mencoba untuk bersabar.. tapi tetap saja seperti ini! Mau jadi apa kalian nanti? Hah?! Jinki! Apa-apaan kamu ini? Kamu selalu meraih prestasi tertinggi kedua dalam semua mata pelajaran di satu angkatan kamu, tapi ternyata kamu juga selalu meraih prestasi tertinggi kedua dalam bidang berkelahi! Dalam 1 bulan kalian bisa berkelahi lebih dari 10 kali! Gila apa! Kalian ini mau sekolah atau mau berkelahi sih?! Kalau kalian memang tidak mau sekolah, bilang sama orangtua kalian!”

“Sebentar lagi akan ada ujian, tolong berhenti jadi berandalan.”

“Sudah! Percuma saja, mereka tidak akan berubah! Sekarang kalian keluar!” kelima cowok berandalan itu bangkit dari duduknya membungkuk dan pergi begitu saja.

“Brengsek!” seru kelimanya serentak begitu mereka menutup pintu ruang kepala sekolah. Cewek-cewek yang sedari tadi duduk di tangga menunggu kelimanya keluar langsung menyerbu mereka dengan ebrbagai pertanyaan. “Jinki!” seru salah satu cewek.

“Minho!”

“Taemin!”

“Kibum!”

“Jonghyun!” kelima cowok itu menorobos kerumunan cewek-cewek dalam diam dan kembali ke kelas. “Ya ampun.. mereka berlima walaupun babak belur tetep aja ganteng!” ucap salah satu dari mereka. “Banget! Minho makin keren walaupun bibirnya berdarah.”

~ ~ ~

“Jonghyun! Bisa kamu lepas headphone kamu itu? Saya mau bicara!” dengan malas Jonghyun menurunkan headphones emasnya. “Jinki! Minho! Kibum! Taemin! Bisa kalian hargai saya? Saya mau bicara! Turunkan kaki kamu Kibum! Minho bangun! Saya gak suka liat murid tidur di kelas saya! Jinki! Tutup notebook kamu! Taemin! Berhenti sebelum saya ambil PSP kamu!” mereka sama sekali tidak menggubris, Jonghyun menatap guru yang sedang bicara dengan malas.

“Saya akan memperkenalkan murid baru, kamu bisa masuk sekarang!”

“Annyeong haseoyo, naneun Ata imnida. Lee Sonata. Mohon bantuannya.” Gadis itu seakan menyihir lima cowok berandal tersebut. Kini kelimanya memasang mata baik-baik menatap gadis berambut panjang yang sedang tersenyum di depan kelas.

***

Ata menahan dinginnya udara sore yang marasuk melewati baju tebalnya. Ata menuruni tangga sambil meniup-niup tangannya yang memerah, hingga sebuah motor soprt merah berhenti di depannya.

“Hei, ayo aku antar pulang.” Ata memandang laki-laki yang mengenakan helm itu sejenak lalu tersenyum dan menerima tawarannya. “Kau Kibum kan?” tanya Ata setengah berteriak agar Kibum bisa mendengar suaranya di tengah kerasnya dengungan motor Kibum. “Kau Ata kan?” Kibum balik bertanya. “Tentu saja! Kan tadi aku udah kasih tahu di depan kelas.”

“Kamu kenap atanya nama aku? Kan tadi guru udah nyebut nama aku.” Ata mengerucutkan bibirnya. “Aku gak mau pulang dulu. Mau anterin aku ke lapangan baseball?” tanpa menjawab Kibum langsung menaikkan kecepatan dan melaju menuju tempat yang di inginkan Ata.

“Hwuaaaaaaahhh!!!! Ini keren! AAAAA! Ata~!” Ata meneriakkan namanya sambil berlari. “Kibum ayo! Hwuaaa!!! Kibum! Ata!” Ata kembali berlari kepada Kibum lalu menariknya ke tengah lapangan. “Ayo kita main baseball?” Kibum mengeluarkan smirk yang selalu berhasil melelehkan cewek-cewek, Ata bersedekap. “Kenapa? Takut?” Kibum nedengus meremehkan. “Berdua?” Ata mengangguk yakin lalu ia menarik Kibum.

***

“Jadi ini tempat kamu biasa latihan? Keren!” Taemin menganggung tanpa bicara. “Aku mau lihat kamu ngedance, sekali aja.” Taemin berjalan mendekati tape lalu menyalakannya. Taemin mulai melakukan gerakan, wajah Ata berubah sumringah. “Keren!” Ata ikut menikmati lagunya.

“Kamu mau coba denger musik buatan aku?” tanya Ata begitu Taemin duduk di lantai. “Musik kamu?” Ata mengangguk. “Aku anak DJ-ing, aku berhasil bikin 5 lagu. Salah satunya lagu favorite aku, dan aku berharap ada yang bisa ngedance untuk lagu aku.”

“Coba putar lagunya.” Ata memasukkan CD ke dalam tape dan memutarnya keras-keras. “Wow! Lagu kamu keren!” seru Taemin setelah 1 menit lagu terputar. “Apa?” tanya Ata setengah berteriak. “Lagu kamu keren! Aku suka lagu ini!” jawab Taemin setengah berteriak juga. “Makasih! Aku sendiri juga suka sama lagu ini.” Keduanya terbuai dengan lagu Ata yang berjudul Feel The Beat, It’s Your Soul. Secara spontan Taemin bisa menemukan gerakan yang pas untuk lagu ini. “Wow! Gerakannya bagus.”

“Makasih!” keduanya tertawa karena mereka jadi harus saling berteriak agar bisa mendengar apa yang di ucapkan satu sama lain. “Aku mau tampilin ini di tempat biasa aku sama kru-ku tampil.”

“Serius?”

“Serius udah bubar!” lho? Dari mana si Taemin tahu Serius?

“Ahahaha! Lumayan lucu!”

***

Seperti biasa Minho berjalan sendirian, dengan tas ia gendong di bahu kanan. Minho tidak pernah berpakaian seragam dengan rapih, kemejanya selalu terbuka dan hari ini ia mengenakan t-shirt biru di bawah kemejanya. Tiba-tiba seseuatu mendarat di belakang kepalanya, sepertinya ada yang menimpuknya. Minho menoleh namun tidak ada siapa-siapa, Minho kembali ke arahnya.

“CHANG! Annyeong Minho!” sapa Ata dengan girang, yang di sapa menatapnya jijik seolah melihat sampah. “Pulang sendirian?” Ata berdiri di sebelah Minho. “Hwuah! Tinggi sekali!”

“Kamu ini apa-apaan sih?”

“Ayo kita pulang bersama!” Ata mencengkram jaket Minho yang meniban jas, kemeja dan t-shirt Minho. “Lepaskan!” Minho menarik lengannya. “Minho-ah, ayo kita pulang bersama. Kau bisa melindungiku, ayolah.. yah.. yah.. yah.” Pinta Ata dengan manja sambil menunjukkan puppy dog face yang paling imut, istilah Koreanya aegyo. “Setalah Minho pulang denganku, maka Minho akan jadi laki-laki paling tampan sedunia dan akan jadi lebih tinggi dari ku.”

“Aku memang sudah jauh lebih tinggi dari mu.”

“Ah kau bisa saja Minho.” Ata menyenggol Minho dengan tubuhnya. “Dasar konyol.” Akhirnya Minho luluh. “Iyei!! Asiknya pulang dengan Minho!!!” Ata mempererat pelukannya pada lengan hangat Minho. “Hwuah.. hangatnya lengan Minho.”

“Memangnya aku beruang!” Ata tertawa, entah kenapa pemandangan Ata bisa berjalan bersama Minho dan membuatnya tertawa membuat iri cewek-cewek yang lain.

***

“Ssst~ Lee Jinki-ah, Psstt.” Jinki merasa terusik dengan suara itu, ia beralih dari buku yang sedang ia baca. “Halo! Buku apa yang sedang kau baca?” Ata memperdekat jarak duduknya dengan Jinki. “Wah! Buku ini!” seru Ata membuat keduanya di lempari seruan untuk diam. Jinki bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Ata. “Jinki! Tunggu!” murid-murid yang sedang asik membaca menoleh pada Ata.

“Maaf, maaf.” Ata berlari mengejar Jinki. “Hey! Kenapa pergi?” Ata menjinjit untuk merangkul Jinki yang lebih tinggi darinya. “Kau itu!” Jinki melengos melepaskan rangkulan Ata. “Tidak puas apa membuat rebut di perpustakaan?”

“Tidak.. hehehe~ ayo membaca bersama!” Ata berpegangan pada lengan kemeja Jinki. “Yang benar saja!” Jinki mendengus. “Gak dingin? Kenapa gak pakai jas atau jaket?”

“Kenapa tanya-tanya?!” Jinki sedikit kesal. “Ah Jinki… jangan marah. Ayo kita membaca bersama.” Ata menarik lengan Jinki. “Kamu ini siapa sih?!”

“Aku? Lee Sonata! Ayolah! Membaca sendirian juga tidak enak.. ayo ayo ayo!” Ata menggandeng tangan Jinki, pada akhirnya Jinki menurut juga.

***

5 meter dari ruang musik terdengar suara dentingan piano, sangat indah begitu menghanyutkan. Ata melangkah kucing masuk ke dalam ruang musik. Ata menarik nafas panjang.

“JONGHYUN ANNYEONG~!” seru Ata membuat Jonghyun terlepas dari dunianya. Permainan piano Jonghyun langsung kacau balau. “YA!” seru Jonghyun lalu berbalik mencari siapa yang mengejutkannya itu. “Wah! Lagu apa ini?” lagi-lagi Jonghyun di kejutkan, kali ini seorang agdis sudah duduk di sebelahnya memegang partitur miliknya.

“Don’t touch!” Jonghyun merampas partitur tersebut. “Coba mainkan satu lagu.” Dengan acuh Jonghyun bangkit hendak meninggalkan Ata. “Jangan pergi, mainkan satu lagu untukku dan ajarkan aku bermain piano!” Ata bergelayut pada lengan Jonghyun.

Walaupun Jonghyun terkenal sebagai anak yang paling berandal dan kasar tapi dia bukanlah tipe cowok yang tega terhadap wanita. “Hanya satu lagu!” Ata mengangguk girang. Jonghyun memulai lagunya, Ata langsung menikmati setiap nada yang di mainkan. Indahnya piano!

“Selesai, sekarang aku pergi!”

“Jangan. Kamu harus ajarin aku main satu lagu.”

“Kamu bisa main piano? Main satu chord aja aku gak yakin kamu bisa.”

“Kalau bisa?” Jonghyun tidak perduli, ia tetap berjalan meninggalkan Ata dantiba-tiba saja terdengar suara dentingan piano. Jonghyun menoleh cepat mendengar intro lagu yang akan dimainkan Ata.

Hubungan Ata dan kelima cowok itu berjalan akur, dan 1 bulan telah berlalu. Ata membawa perubahan menakjubkan pada 5 cowok bintang sekolah ini. Tapi itu sebelum akhirnya kelima cowok ini sadar kalau kelimanya menyukai Ata.

“Icjhin.. kamu liat Minho, Kibum, Taemin, Jonghyun atau Jinki?”

“Aku gak yakin, tapi tadi aku liat Minho masuk ke kolam renang sekolah.” ‘kolam renang? Bukannya musim dingin kolam di keringin? Minho mau ngapain?’ batin Ata. “Cho Hwo..-“

“Tadi aku liat Kibum masuk kolam renang sekolah, aku gak tahu soal yang lain.”

“Thanks.” Satu orang lagi untuk meyakinkan Ata akan teorinya. “Jung…-“

“Jonghyun sama Jinki. Aku liat mereka jalan ke kolam renang sekolah.” ‘OH TIDAK!’ jerit batin Ata. Secepat mungkin Ata berusaha berlari menuju kolam, dan benar saja dugaannya.

“YAAAAA!” jerit Ata menghentikan perkelahian di antara kelimanya. “Neo michyeoss-eo?!” seru Ata kesal dengan sekuat tenaga, hingga suaranya terdengar lantang. Minho yang sedang meremas kerah kemeja Taemin langsung melepaskannya. Kibum membatalkan pukulan yang akan ia lancarkan pada Jonghyun. Sedangkan Jinki sulit bangkit akibat pukulan dari Jonghyun yang bertubi-tubi.

***

“Kalian berlima kenapa sih?! Kalian mau bikin aku susah yah?!” omel Ata sambil terus mengobati kelima cowok itu ganti-gantian. “Ata… kamu harus milih.” Taemin akhirnya angkat bicara.

“Apa?”

“Pilih salah satu di antara kita.” Sambung Jonghyun. Ata benci saat ini, ingin ia menampar kelima cowok ini. Bukan begini tujuan Ata kembali, bukan untuk ini ia kembali. “Gak akan pernah!” Ata pergi dengan kecewa.

Semenjak kejadian itu semua kembali seperti awal, yang berandal kembali berandal dan sifat periang Ata berubah jadi dingin. Hingga suatu saat di jam istirahat Jinki berinisiatif untuk menghampiri Ata.

“Ata maaf soal kejadian hari itu.” Jinki angkat bicara, keduanya terdiam selama beberapa saat lalu Ata tersenyum. “Gak apa-apa, aku seneng kamu jadi orang pertama yang minta maaf.”

“Kamu orang pertama yang bikin aku minta maaf.” Jinki menarik kursi untuk duduk di sebelah Ata. “Kamu sakit?” tanya Jinki khawatir. “Tidak. Kenapa? Muka aku pucat ya? Karena dingin.” Ata memegangi pipinya. “Minho!” panggil Ata begitu melihat Minho masuk ke kelas. Melihat Ata sedang duduk bersama Jinki, Minho melengos duduk di kursinya. “Kenapa?” tanya Ata lirih.

“Kibum! Taemin, Jonghyun!” ketiganya melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Minho. “Hey! Kalian berempat ini kenapa sih?” tanya Jinki akhirnya. Ata berdecak kesal… lalu bangkit berdiri dan beranjak pergi keluar kelas. Tapi tiba-tiba saja kepalanya pusing dan ia merasa sangat mual. Ata berpegangan erat pada pintu kelas.

“ATA!” seru Jinki terkejut begitu melihat Ata ambruk begitu saja. Jinki berlari menghampiri Ata, keempat cowok tadi langsung menoleh dan ikut terkejut. “Ata.. bangun! Kamu kenapa?”

“Ayo bawa ke ruang kesehatan.” Usul Taemin. “Enggak, dia harus di bawa ke rumah sakit. tolong telpon ambulance! Untuk sementara Ata di ruang kesehatan dulu.” Jonghyun langsung menyalakan ponselnya dan menelpon rumah sakit terdekat. Minho menggendong Ata menuju ruang kesehatan bersama Taemin dan Kibum. Jinki… dia malah membongkar isi tas Ata.

“Hey! Kamu ngapain?!” Jinki tidak perduli dengan pertanyaan yang di lontarkan Jonghyun, ia terus membongkar tas Ata hingga ia menemukan sebuah obat dan buku catatan. Jinki membuka buku tersebut, pada bagian awal buku tersebut berisi catatan mata pelajaran tapi begitu sampai di tengah buku ini berubah menjadi diary. Tangan dan kaki Jinki langsung lemas begitu membaca buku tersebut.

~ ~ ~

Kelima cowok tersebut menunggu di luar kamar, mata kelimanya sudah sangat sembab. 3 hari lamanya mereka menunggu dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti. Menyedihkan sekali mengetahui kenyataan yang pahit, mereka menyesal tida henti. Seorang dokter keluar dari kamar Ata.

“Ata udah sadar, dia mau ketemu sama kalian.” Mata kelimanya berkaca-kaca, kelimanya masuk ke dalam kamar Ata. “Annyeong!” sapa Ata riang namun lirih karena ia tidak bisa bebricara dengan suara yang keras, ia juga masih sulit menggerakkan tubuhnya.

“Ata. Kamu…-“ Ata langsung memotong omongan Jinki. “Makasih yah kalian nganterin aku ke rumah sakit. gak ada yang mau minta maaf nih?” tanya Ata santai seolah ia tidak mengalami apa-apa. “Kita berempat mau minta maaf.” Kibum angkat bicara. “Aku maafin! Oh ya.. kalian pulang dulu gih, mandi ganti baju terus istirahat. Mata kalian sampe kayak gitu, nangisin aku ya?” kelimanya tersipu malu. “Nih, kalian sekarang balik dulu ke rumah masing-masing, mandi, ganti baju, tidur! Nah.. kalau udah baru deh kalian boleh balik lagi. Inget! Kalian harus tetep sekolah gimanapun keadaanya! Nilai kalian harus tetep bagus! Gak boleh berantem. Udah sana pulang.” Kelimanya hanya diam.

“IH! Cepet balik! Cakep-cakep lelet banget sih!” akhirnya kelima cowok tersebut menurut.

***

Minho mengetuk pintu kamar Ata, lalu membukanya pelan-pelan. Tidak ada?

“Kamu nyari Ata yah? Dia koma jadi pindah.” Mendengar itu mata Minho langsung mendelik, tenggorokannya seperti di cekik. “Dari sini kamu lurus, belok kiri, lewatin 5 pintu, nah satu-satunya kamar yang ada di situ ya kamar Ata.” Sekencang mungkin Minho berlari mengikuti instruksi suster tadi.

“Jinki! Ata koma!” entah kenapa saat mengucapkan kata itu air mata Minho jadi menetes. Sampailah Minho di depan sebuah kamar dengan kaca besar, sehinggaia bisa melihat siapa yang ada di dalam. Bagaimana bisa tadi Ata berbicara padanya dengan sangat segar dan riang? Padahal baru 10 menit di tinggal Ata langsung koma. Ponsel Minho berdering, panggilan dari Kibum.

“Kau pasti bercanda!”

“Kalau kau sudah sampai di sini, tanya ke suster kamar Ata.” Minho mematikan ponselnya. Air matanya terus menetes.. jadi tadi Ata menyuruh mereka pergi agar ia bisa tenang.

~ ~ ~

Walaupun keinginan kelimanya untuk tetap di rumah sakit sangat kuat, tapi mereka lebih memilih untuk menuruti permintaan Ata. Tetap sekolah walau bagaimanapun keadaannya. 1 bulan sudah Ata terbaring koma di rumah sakit, dan hari ini seperti biasa kelimanya akan mengunjungi Ata bersama-sama.

“Ata…” panggil Jonghyun begitu ia membuka pintu. “Jonghyun-ah.” Jonghyun tersentak emndengar suara lirih itu. “Ata..” Jonghyun berusaha menahan agar suaranya tidak terlalu keras. “Wae, Jonghyun-ni?” Kibum langsung tersentak begitu melihat Ata yang sudah sadar, beru-buru kelimanya masuk ke dalam. “Ata… akhirnya kamu sadar juga.” Ucap Jinki dengan nada khawatir.

“Tenang lah.. sebentar lagi aku akan pindah ke kamar biasa lagi, aku udah lebih baik kok.” Ata berusaha tersenyum. “Kami merindukanmu.” Ceplos Taemin. “Hehehe… aku juga. Pasti sekarang wajahku berubah, jadi lebih bulat ya? Atau kurus? Atau menyeramkan?”

“Sebenarnya tidak berubah, tapi kepalamu yang botak itu membuat wajahmu jadi berbeda.” Ledek Jonghyun. “Ah? Sincayo? Aku botak?”

“Bercanda! Rambutmu itu di tutupi dengan topi.” Jonghyun terkekeh. Tidak lama mereka berbincang dokter dan suster datang. “Ayo semua! Ata akan pindah ke kamarnya lagi!”

***

“Ayo kita foto.” Kibum mengeluarkan kamera digitalnya. “Semuanya merapat!” seru Ata. “Heh! Awas ya Kibum kalau ternyata hasil fotonya cuma ada foto kau dan Ata!” ancam Jinki. “Iya! Dasar berisik!” Kibum masih berusaha mengambil posisi kamera yang bagus. “Cepat! Aku sudah pegal ini tersenyum terus!” omel Jonghyun. “Iya-iya! Bersiap, satu, dua, tiga!”

“Hwuahaha! Lihat hidung Taemin!” ejek Kibum. “Ah! Jahat sekali! Ahahaha… lihat! Jonghyun-ni merem!”

“Ayo ulang!” pinta Ata. “Ayo… bersiap, satu, dua, tiga!”

“Sempurna!”

“Hey! Besok malam datang ke rumahku ya! Aku ingin memberikan sesuatu kepada kalian.” Ucap Ata sambil merapihkan barang-barangnya. “Tentu! Jam berapa?” Jinki membantu Ata merapihkan barangnya. “Jam 11 malam. Karena besok itu tanggal 11, dan lusa tanggal 12 hari ulangtahunku. Jadi aku mau sekalian merayakannya bersama kalian.”

***

“Ini… aku membuat sebuah lagu, aku berharap kalian bisa memainkan lagu ini dengan alat musik apapun. Judulnya Love Sonata, kalian mencintaiku kan? Kita adalah teman yang saling mencintai!” Ata membagikan partitur pada kelima cowok tersebut.

“Terus ini buat Taemin, di CD ini ada 10 track lagu buatan aku.”

“Ini bola basket buat Minho. Minho harus mau main basket lagi! Buat Ata!”

“Ini buku buat Jinki, buku ini bagus! Terus aku juga bikin tapi baru print manual, belum sempet aku cetak. Di baca yah, aku berharap Jinki suka buku aku.”

“Kibum, karena aku gak bisa beli motor yang lebih mahal dari motor kamu dan aku gak ngerti tentang motor jadi aku kasih kamu miniature motor, aku beli ini di Eropa. Ini bahannya bagus terus mahal, di jaga yah!”

“Jonghyun-ni… di CD ini ada 15 track lagu buatan aku dari kelas 6 SD. Dan sekarang aku mau mainin lagu Love Sonata untuk kalian. Ayo masuk!” kelima cowok tersebut mengikuti Ata lalu mereka masuk ke sebuah ruangan yang menyimpan kenangan mereka.

“Kalian duduk di sana. Karena sebentar lagi jam 12, aku mau rekam permainan aku sebelum aku ulang tahun.” Ata menyalakan handycam yang berdiri di atas tripot, letaknya agak menyerong sehingga bisa mengambil gambar Ata dan kelima cowok yang duduk di belakang Ata. “Aku mulai yah.” Ata menekan tombol record lalu ia berjalan menuju grand piano birunya yang berukuan besar. Ata mulai memainkan lagunya… terus bermain hingga tidak terasa tinggal 5 menit lagi menuju jam 12.

Tiba-tiba Ata berhenti, dengan panik kelima cowok tersebut bangkit. “Bohong! Kaliam berlima tuh kenapa sih? Panik banget deh! Santai aja.” Ata tersenyum puas berhasil menjahili mereka, lalu ia kembali bermain. “Aku udah sembuh kok, jadi gak bakal berhenti mendadak terus sakit lagi. Tenang aja. Lagu ini special aku buat untuk kalian, jadi aku gak mau ada kekacauan di tengah lagu.” Oceh Ata sambil terus bermain. Ata melirik jam kecil yang ada di atas grand pianonya. 10 detik lagi menuju jam 12.. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, TENG!!!

“Ata saengil cukaeyo!” seru kelimanya serempak. 12.01, 12.02, 12.03, 12.04, 12.05, 12.06, 12.07, 12.08, 12.09….12.10.

BRUKK~ kelimanya langsung berdiri. “Ata.. kamu bercanda lagi?” tanya Jinki ragu. Tidak ada jawaban dan tidak ada gerakan, kelimanya langsung menyerbu Ata. Darah keluar dari hidung dan sudut bibirnya, pipinya basah dengan air mata. Tubuh hangat Ata kini sangat dingin, tidak ada nafas dari hidung Ata. ‘Apakah sejak tadi Ata menahan sakit? kenapa seperti ini?!’ pikir kelimanya.

Minho lemas, ia menyandarkan tubuhnya di kaki grand piano dengan air mat ayang terus mengalir. Tanggal 12 bulan 10 hari ulang tahun Ata, tapi ia meninggal jam 12 lewat 10 detik. 10 hari lebih lama di banding dugaan dokter. Kibum yang menyandarkan kepala Ata di lengannya hanya bisa menangis dalam diam, air matanya jatuh ke pipi Ata.

“Hwuahh! ATA~!” jerit Jinki kesal dan air matanya langsung bercucuran. Kenapa dia tidak menyadari sejak tadi, kenapa ia tidak menyadari sejak 10 hari lalu?! Kali ini ia benar-benar sudah kehilangan cinta pertamanya, kelimanya benar-benar kehilangan cinta pertama mereka.

Teman kecil yang pergi, lalu 8 tahun kemudian kembali hanya untuk menyatukan kelimanya kembali seperti dulu. Teman kecil yang memiliki mimpi sebelum hidupnya berakhir, yaitu menyatukan 5 sahabatnya. Menyedihkan sekali mengetahui hal ini akan terjadi. Kini kelimanya menyesal luar biasa, kenapa mereka harus bertengkar semenjak Ata meninggalkan kelimanya.

8 tahun kemudian…

“Minho?” Minho menengadah mencari siapa yang memanggilnya. “Oh? Kibum?” Kibum menoleh. “Jinki?” Jinki menghentikan langkahnya. “Taemin?” Taemin berbalik. “Jonghyun?”

Ternyata kelimanya berpapasan dari berbagai arah, namun tujuan mereka satu… makam Lee Sonata. Kelimanya saling melempar senyum lalu berdoa bersama untuk Lee Sonata. Setelah selesai kelimanya berjelan bersama.

“Menyenangkan sekali bisa bertemu lagi, setelah 8 tahun berlalu.” Taemin membuka pembicaraan. “Ya… aku rindu masa-masa kita dulu. Andaikan Ata masih hidup aku ingin bilang padanya bahwa aku sekarang berubah.” Kibum menarik nafas dalam. “Ini semua berkat Ata, dia gadis yang sangat hebat! Dulu juga dia yang menyatukan kita, walaupun akhirnya bertengkar lagi lalu ia kembali 8 tahun kemudian untuk menyatukan kita lagi.” Sambung Jinki.

“Apakah anakku akan menemukan gadis seperti Ata?” Minho menerawang ke awan. “Aku berharap anakku bisa menemukan gadis sepertinya, sehingga anakku bisa lebih sukses dariku.” Sambung Jonghyun. “Apa kalian ingat terakhir kali kita berjalan bersama melawati jalan ini?” tanya Taemin.

“Tentu. Itu saat kita lulus SMA, waktu itu kita ingin sekali Ata bisa tahu kalau kita mendapatkan nilai kelulusan paling tinggi. Lalu setelah itu kita berpisah untuk kuliah, tidak terasa 8 tahun berlalu.” Jawab Kibum dengan mata berkaca-kaca.

“Aku senang kita tidak banyak berubah walaupun sudah 8 tahun. Karena kalau kalian banyak berubah aku pasti tidak mengenali kalian.” Jinki berusaha menahan kerinduannya pada Ata. “Ata… apa kau bisa mendengar kami dari atas sana? Kami mencintaimu! Kami sudah berubah! Kami sukses! Saranghaeyo Sonata.. We… Love Sonata!” seru Taemin sambil menatap langit, seolah Ata berada di atasnya.

Kelimanya berhenti di depan sebuah rumah asri, dengan pagar hitam besar. “Aku ingat dulu, pertama kalinya kita datang ke rumah ini untuk bermain bersama Ata.” Kenang Jonghyun. Tiba-tiba terdengar suara dentingan piano.. mereka terpaku, lagu itu…. Love Sonata. Kelimanya langsung berlari masuk ke dalam.

“Ata!” seru kelimanya begitu mereka berhasil masuk ke dalam. “Eh? Ahjussi? Siapa kalian? Kenapa kalian masuk ke dalam rumahku?”

Kelmanya tersentak begitu melihat seorang gadis kecil, berambut pendek hitam berkilau. Matanya bersinar, wajahnya beanr-benar persis seperti Ata 16 tahun lalu. ‘siapa dia? Kenap adia mirip sekali dengan Ata? Kenapa dia bisa memainkan lagu Love Sonata? Dari mana ia dapat lagu itu?’

“Siapa namamu?” tanya Jinki memberanikan diri.

“Sonata… Lee Sonata.”

The End

Author : Sori ye kalo gaje.. kkk~ maklum.. lagi Fall in Love bgt sama old MV nya 2AM.. harap maklum..

41 thoughts on “Love Sonata”

  1. Wahh..awalnya gila ndiri ngebayangin anak SHINee jd bad boy..kerennn bangett euy..ampir mimisan aku ngebayanginya..
    Ohh..ata itu tmn mrk waktu kecil ya?terus dia kemana? Mati?
    Keren kok ceritanya chingu..

  2. Setuju >.<!!!!!
    Jahat~~~~ belom puaskah sama Onew?
    Udah selingkuh ma Minho msh mau ngmbil Key pula!!
    Huuu~~ Lana~~~ jaheut!!!

    1. Terima kasih banyaaaakkkkk ohohhooooo… >.<
      Onnie??? Kamu kelahiran tahun berapa??? Dongsaeng ku kah???

      Btw.. GOMAWOO SUDAH BERKUNJUNG DAN MEMBERI KOMENTARRR OHOHOHOW… SENANGNYAAAA ^O^
      KEEP READ.. PLEASE VOTE AND BE OUR LOYAL READER YAAAAA… KEKEKEKEKE~

      *capek teriak-teriak..*

  3. masyaAllah sedih banget ceritanya, aku baca FF ini sambil dengerin lagu sedih pula *jakarte banjir huaaaaaaa nice FF ^^

  4. Br baca…
    Sedih banget…
    Keren banget…
    Aku suka…
    Mau dong jd Ata,direbutin cowo2 superr ganteng…hehe^dilempar batu^
    sukses yah bwt Lana onnie…
    Ff nya keren bgt !

  5. LANA,, mian baru baca #plak

    keren… ya ampun bayangin minho babak belur,, wuih seksi wkwkwkwkwk *dasar orang aneh :P*

    jadi ata ada enaknya ada gak enaknya…
    enaknya bisa deket and disukai semua anak shinee..
    gakenaknya punya penyakit yang mematikan…

  6. HUWA LANA CERITANYA BAGUS BGT ;___;
    brhasil bikin aku nangis + merinding deh !
    Uh >< ak emg suka ff Lanaaaa x)

  7. Hwaaaaaa….onn!!! Cerita-nya…DAEBAK bangett-lah!!!
    Pengen Nangiss, taukk!!! Hayoo, tanggung jawabb nihh!!! Hueeee…..!!! xixixixiixi “-_-“

  8. KYAAAAAAAA AKU SUKA BANGET LANA UNNIE KU TERCINTAAAAAA. NI FF KEREN BENER. MIAN AKU BARU BISA KOMENT SEKARANG. GAPAPA KAN!!!!!!! YANG PENTING AKU UDAH KOMENT. NICE FF UNN AKU SUKA BANGETTTTTTTT-NGET-NGET-NGET

  9. Uwaaaaaaaahhhh ternyata aku belum balesin komen-komen di FF ini =.=
    MAAF KAN SAYA KAWAN-KAWAN ^^
    TERIMA KASIH SUDAH MAU BACA DAN KOMEEEENNNNN~
    PERLU AKU BALES SATU-SATU GAK SIH????
    PERLU???
    BESOK YAH…
    WAKAKAKAKAKAKA~

  10. OMO AKU BARU BACA SEKARAANNGG..!!!! *ditimpuk tomat, cabe, beras, daging, ayam…* #sembako
    ddddd^^bbbbb
    tuh liat jempolku berapa! Pinjem punya SHINee noh! Huahahahaha, #evillaugh

    1. ah masa? mwuahahahha makasih makasih udah komen 🙂
      cukup deh nulis oneshot nya aja aku stress apalagi di bikin sequel. Pasti makain abal hahahha
      MAKASIH UDAH KOMEN 😀

  11. Haduh eonni, ceritanya me-nyen-tuh banget!!!!!!
    Super duper daebak!!!!!!
    akhirannya, aku jadi penasaran….
    buat sequelnya dong eonni, menurutku masih nge’gantung’…. habis aku pengen atu apa reaksi mereka ketika tau itu Sonata…. kkke~~~~

  12. Mian sebelumnya buat authornya, cuma mau tanya. terinspirasi sama MV 2am kah? soalnya jalan ceritanya hampir sama kaya MV 2am yang judulnya I Did Wrong. ceritanya bagus kok… 🙂

  13. aku telat banget baca ini XD lol
    bagus bgt eonni… ngbayangin taemin-ku jd badboy… SULIT. haha..
    sedih bgt. ga bisa tahan air mata deh :’)
    itu si lee sonata kecil reinkarnasinya sonata besar yah?? huhuhu daebaek, eon 😀

  14. kyknya critanya terlalu cepet
    knp ga d jadiin twoshoot aja??
    tp ceritanya tetep bgus kok
    btw pas ending knp ada lee sonata lg??
    mungkin reinkarnasinya ??

  15. jangan-jangan…. hahahaha ceritanya bagus… ada banyak unsur(?) yg mendukung ceritanya. ada romantisnya, komedinya, sedihnya, dan juga mengharukannya. keren deh pokoknya!

  16. Woaahh~ ceritanya si ata reinkarnasi , eh ? Member SHINee punya anak ? Loh ? Berarti ceritanya kembali dong ._. *mendadak sangtae

    But keren eonnie ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s