taemin

Ata Seonsang-nim Is Mine !!

Author : Ashyta

Main Cast : Lee Taemin

“Eomma! Apa-apaan ini? Kenapa eomma yang menentukan siapa istriku?” Taemin menjatuhkan tubuhnya di atas kursi. “Sudahlah! Menurut saja apa kata eomma. Kamu itu udah SMA sekarang… tapi kamu masih belum dewasa juga! Makanya itu eomma carikan kamu seorang gadis yang sangat luar biasa. Masih muda tapi sangat pintar dan dewasa! Beda umurnya juga tidak jauh dengan umurmu!”

“Ah eomma… tetap saja!”

“Sudah lah Taemin-ni… turuti saja ibumu itu.”

“Hyung! Harusnya hyung bela aku… aku masih SMA tapi sudah di pasangkan dengan wanita!” Taemin menekuk wajahnya. “Hey.. Taemin, pilihan ibumu ini tidak pernah salah! Lihat noona mu itu, dia adalah wanita luar biasa yang pernah aku kenal!” Taesun membanggakan tunangannya.

“Dia juga bisa menjadi guru mu, dia sangat pintar. Sebentar lagi dia akan datang untuk mengajarmu.” Taemin berdecak.. “Ah eomma!” tidak lama bel pintu berbunyi. “Itu pasti dia!” dengan semangat ibu Taemin membuka pintu.

“Annyeong haseoyo, ajumma.” Diam-diam Taesun mengintip karena penasaran dengan gadis pilihan ibunya kali ini. “Wow! Aku tidak bohong.. dia sangat cantik!” seru Taesun setengah berbisik. “Terserah…”

“Taemin-ah… ini, calon istrimu sudah datang.” Taemin jengah endengar kata tersebut. “Ajumma.” Sepertinya gadis itu juga malu. “Ayo perkenalkan diri!” dengan malas Tamin berdiri lalu berbalik untuk memperkenalkan diri. Tiba-tiba saja, jantungnya berdegub lebih cepat begitu melihat gadis tersebut.

“A.. A… Annyeong haseoyo… naneun Taemin imnida.” Taemin membungkuk. “Annyeong haseoyo, naneun Ata imnida.” Ata membungkuk sambil tersenyum. “Aigoo.. kenapa kalian berdua sangat formal?” tiba-tiba terdengar sebuah lagu terputar, Taemin yakin Taesun yang memutar lagunya dan sengaja memutarnya dengan volume keras.

Noona neomu ippo… micho~, replay, replay, replay….

“Hyung!” seru Taemin kesal. “Ayo… kalian mulailah belajar.”

***

“Jeongmal ieyo? Di jodohin?”

“Iya… ah nyebelin banget!” yang lain langsung menertawakan Taemin. “Kenapa malah ketawa? Ya! Jonghyun, Onew, Key!”

“Ini udah jaman apa? Masih di jodohin juga? Aigoo…” ledek Key. “Cantik gak cewek nya?” Taemin menyipitkan matanya pada Jonghyun. “Cantik! Jonghyun gak bakal dapet bagian! Sayangnya dia lebih tua…” Key kembali menertawakan Taemin. “Nanti juga kalau kalian liat mukanya, kalian bakal bilang dia cantik.” Taemin langsung cemberut, Minho yang dari tadi diam langsung angkat bicara. “Cantik banget? Lebih cantik dari Emma Watson?” Taemin membulatkan pipinya karena pertanyaan Minho. “Jangan bandingin sama Emma dong! Kan mereka berdua beda! Kenapa juga harus Emma?!”

“Karena Emma itu idola kamu!” ceplos Onew. “Yang pasti mereka berdua beda… kulit calon istriku itu sangat bagus! Halus.. mengkilap, bersih… walaupun tidak putih tapi aku suka kulitnya karena warnanya kuning sehat!” bel masuk berbunyi.

“Hey! Ayo semua kembali ke tempat kalian masing-masing! Duduk yang rapih.. aku akan memperkenalkan guru baru!” wali kelas masuk sambil memukul-mukul pintu dengan penggaris besi. “Beri salam!” seru ketua kelas seperti biasa, murid lain langsung membungkuk memberi salam.

“Sekarang aku akan memperkenalkan guru baru. Kau boleh masuk sekarang!” seorang guru muda melangkah masuk kedalam kelas. Rambutnya panjang dan agak melingkar di bagian bawah, tingginya sekitar 165 cm dan warna kulitnya kuning langsat.

“Annyeong haseoyo… Chun nun Ata imnida. Mulai sekarang aku akan membantu Gwija seonsang-nim mengajar di kelas ini, mohon bantuannya.” Guru tersebut membungkuk lalu tersenyum, senyum yang membuat murid-muridnya hampir terbang menembus atap. Ingin sekali Taemin menganga melihat guru barunya, tapi ia tahan.

“Belajar baik-baik ya! Pelajaran pertama di isi oleh Ata seonsang-nim.”

“Ne seonsang-nim.” Seru seluruh murid serempak, sebelum wali kelas keluar. “Jadi… bagaimana kalau kita perkenalan? Hem… sepertinya berkenalan sambil main lebih seru!” seluruh murid saling berebut menyampaikan pendapat. “Baik-baik… aku tidak bisa mendengar kalian kalau keroyokan seperti itu. Lebih baik kita bermain rebut kursi! Siapkan 20 kursi melingkar karena di sini ada 25 murid. Jadi keluarnya 5-5, ok? Ayo mulai susun!”

~ ~ ~

“Taemin-ah, kamu kenapa hari ini?”

“Seonsang-nim… apakah eomma juga yang memintamu untuk mengajar di sekolahku?”

“Tentu saja tidak! Justru aku bertemu dengan ibumu saat sedang mendaftar, sebenarnya bukan pertemuan pertama. Sebelumnya aku pernah bertemu ibumu karena di kenalkan oleh ibuku, nah.. pertemuan di sekolahmu itu adalah pertama kalinya ibumu bilang kalau ternyata kita…” Ata tidak enak melanjutkan, Taemin mendesah.

“Kamu tidak suka ya kalau aku mengajar di kelasmu?”

“Engh…”

“Kalau memang Taemin tidak suka aku akan mendaftar ke sekolah lain atau mencari kelas lain.” Taemin jadi merasa tidak enak. “Ahh.. bukan begitu noona, tapi… aku tidak bisa mengucapkan alasannya sekarang. Tapi aku tidak bermaksud bilang kalau aku tidak suka noona mengajar di kelasku.”

“Ya Taemin-ah… calon istrimu itu lebih cantik dari Ata seonsang-nim atau tidak?”

Pertanyaan itu yang membuat Taemin jadi dilemma… apakah ia harus memberitahu teman-temannya bahwa guru barunya yang bernama Ata adalah calon istrinya? Jika Taemin memberitahu temannya lalu berita itu menyebar, apa kata orang-orang? Walaupun sampai saat ini Taemin masih belum mendapat akibat jika teman-temannya tidak tahu, sepertinya dia akan memilih untuk tetap tutup mulut.

“Taemin-ah… gwaenchanh-ayo?” Ata membuyarkan lamunan Taemin. “Emh… maaf noon.. seonsang-nim.” Taemin tersenyum sendu. “Kamu bisa panggil aku Ata aja. Kecuali di sekolah, karena sepertinya kamu tidak mau orang lain tahu tentang masalah ini. Dan.. aku akan memperlakukanmu sama seperti yang lain.”

“Ne.. noo.. A.. ta.”

“Cobalah untuk terbiasa. Bisa kita mulai belajar?” Taemin mengangguk. “Pelajaran apa yang menurutmu paling mudah?” Taemin berfikir sejenak, “sepertinya munhag dan eon-eo yang paling mudah di antara pelajaran sulit lainnya.” Munhag kalau di Indonesia sama aja kayak pelajaran sastra gitu. Sedangkan eon-eo pelajaran bahasa, bedanya? Kalau munhag itu semacam bahasa yang lebih terdidik dan lebih berat gitu. Sedangkan eon-eo semacem pelajaran bahasa-bahasa tambahan lain, kayak bahasa mandarin, japan pokoknya semacem itu. Tergantung sekolahnya mau nambahin bahasa apa selain bahasa English yang udah wajib dalam kurikulum.

“Ok. Kalau begitu kerjakan soal ini dalam waktu setengah jam. Kalau tidak selesai berikan aku 5.000 won.”

“Mwo? Setengah jam? 5.000 won? Mahal sekali?!”

“Kalau kamu selesai aku yang akan bayar, ini soalnya.”

“Omo?! 50 soal? Yang benar saja! 40 soal satu jam saja belum tentu selesai!”

“Katanya mudah…”

“Tapi..-“

“Jangan banyak bicara.. di hitung dari sekarang!” Taemin berdecak lalu memandangi soal-soal di tangannya berusaha membaca. “Setelah ini aku berikan soal bahasa Mandarin. Kalau tidak selesai dalam waktu setengah jam kau harus bayar lagi 5.000 won.” Ucap Ata sambil mengeluarkan PSP nya. “Ah! Yang benar saja!”

“Sudah cepat kerjakan!”

***

“Selamat pagi Ata seondang-nim.” Sapa segerombolan murid laki-laki. “Ne, selamat pagi. Belajar yang baik ya!” segerombolan murid laki-laki itu langsung salah tingkah begitu melihat senyum Ata. “Ne, seonsang-nim!” segerombolan pertama berlari dengan girang, dan datanglah segerombolan kedua. Sama seperti yang pertama, lalu datang segerombolan ketiga… begitu setiap pagi, selalu banyak murid laki-laki yang mendekati Ata. Bahkan saat jam makan siang, beberapa dari mereka mengirimkan makanan. 1 bulan sudah Ata menjadi guru di sekolah ini dan menjadi guru bagi Taemin. Hingga saat ini hubungan keduanya hanya sebatas guru dan murid.

“Taemin-ni, waegureyo?” Ata menghampiri Taemin yang berjalan sendirian. “Anio, gwaenchanh-a.” Taemin menundukkan kepalanya. “Kau bisa memberitahuku kalau kau sedang ada masalah.” Seperti biasa Ata akan mengusak kepala Taemin, tapi Taemin langsung menepis tangan Ata dan berlalu begitu saja. “Eh? Waeureyo Taemin-ni?” tanya Ata dengan suara pelan, seperti bicara pada dirinya sendiri.

“Ata seonsang-nim annyoeng haseoyo!” Ata langsung menoleh. “Ahh.. annyeong haseoyo!” Ata membalas lambaian tangan segerombolan murid laki-laki yang ke 25.

“Seonsang-nim.” Seseorang menepuk bahu Ata. “Eh? Jonghyun-ni.. annyeong!”

“Annyeong haseoyo. Bagaimana perasaan seonsang-nim pagi ini?”

“Eh? Kenapa tiba-tiba bertanya begitu? Kau mau apa?”

“Maksud seonsang-nim apa? Aku benar-beanr bertanya!”

“Ahahahaha… jujur saja lah! Aku juga pernah seumuran denganmu. Jadi apa yang kau minta? Aku tidak akan memberikan bocoran soal ataupun menaikkan nilaimu yah!”

“Tenang saja, aku tidak akan meminta itu. Aku hanya ingin tahu hubungan Taemin dengan seonsang-nim itu apa.”

“Taemin? Hemm.. guru dan murid. Wae?”

“Benarkah? Semenjak seonsang-nim jadi guru kami nilai Taemin meningkat, bagus sekali. Hanya saja belakangan ini dia bilang kalau dia kehabisan uang terus. Jangan-jangan seonsang-nim menjual soal pada Taemin karena guru pikir Taemin sangat imut! Ya kan? Mengaku saja!”

“Hah.. kau ini! Gila.. gila.. gila!” ucap Ata sambil menoyor kepala Jonghyung dengan telunjuknya sebanyak 3 kali. “Aduh… seonsang-nim sakit tahu!” Jonghyun mengelus-ngelus kepalanya. “Makanya lain kali kalau bicara itu di pikir dulu!”

“Sudah! Sudah aku pikirkan selama 1 bulan kurang 2 hari 3 jam.” Elak Jonghyun. “Apa? Sudahlah.. sana duduk di tempatmu!”

“Hwoaa.. Jonghyun curi kesempatan!” seru mird-murid satu kelas. “Hey! Sudah diam!” Ata meletakkan bukunya di atas meja, tapi semua murid laki-laki malah sibuk mengoceh pada Jonghyun kecuali dua orang… Minho yang memang selalu diam dan Taemin yang tiba-tiba saja berubah. Bahkan Taemin langsung membuang muka begitu Ata memasuki ruang kelas.

~ ~ ~

“Taemin-ah…-“

“Bisa mulai belajarnya?” Ata mengerucutkan bibirnya sambil mengambil kertas soal. “Peraturannya masih sama kan?” sangat dingin… Ata merasa tidak nyaman dengan sikap dingin Taemin, sudah cukup ia berusaha menaklukan si dingin Minho. Kenapa si imut Taemin jadi tertular Minho juga. Ponsel Ata tiba-tiba berdering.

“Tolong matikan ponsel. Aku sedang belajar.” Lagi-lagi nada dingin itu. “Jwesohamnida.” Ata membuka pesan yang masuk ke ponselnya, dan beberapa pesan datang bertubi-tubi. “Maaf… murid-murid menanyakan tugas.” Taemin langsung memanglingkan wajah dengan kesal. “Taemin… kau ken-“ Taemin membanting pensilnya dan beranjak pergi. “Taemin-ah! Taemin…”

***

“Ya! Taemin.” Taemin dengan sigap menangkap leparan kaleng soda. “Gwomao Minho-ah.” Minho duduk di sebelah Taemin lalu meneguk sodanya. “Aku perhatikan sepertinya hubungan kalian semakin dingin. Apa kau mau cerita?” Taemin mendesah.

“Awalnya… aku biasa saja dengan sikap murid-murid itu, tapi tidak tahu kenapa semakin lama aku semakin kesal. Ingin sekali rasanya aku meneriaki mereka dan menulis besar-besar kalau Ata seonsang-nim itu calon istriku. Tapi aku tetap menganggapnya sebagai seorang kakak dan guru tidak pernah lebih.”

“Berarti kau tidak sadar, percaya atau tidak tapi kau menaruh hati padanya.”

“Bagaimana mungkin?”

“Mungkin saja, tanya sendiri pada hatimu.” Keduanya terdiam… lebih tepatnya termenung menatap langit cerah. “Sebentar lagi hari valentine, pasti anak-anak itu akan memberikan banyak hadiah pada Ata seonsang-nim.” Taemin kembali meneguk sodanya. “Kalian sudah seperti ini selama 2 bulan. Aku yakin Ata seonsang-nim merasa tidak nyaman dengan sikapmu. Apa yang akan kau lakukan.”

“Entahlah! Memangnya aku harus melakukan sesuatu?”

“Harus.. tidak perlu memberi coklat, bunga atau semacamnya. Kau hanya perlu meng-claim pada semua orang bahwa Ata seonsang-nim adalah calon istrimu.”

“Mwo?! Kau bercanda Minho?!”

“Terserah.” Minho bangkit lalu pergi begitu saja. “Minho-ah! Minho! Ya!”

~ ~ ~

“Ehem… A.. Ata.”

“Ne?”

“Apa kau pernah atau sedang jatuh cinta?”

“Pernah dan sedang.”

“Kapan? Dengan siapa?”

“Sekitar 1 tahun yang lalu dengan orang yang sama saat ini.” Patah sudah harapan Taemin. “Bagaimana rasanya?” ata menumpu dagunya dengan tangan. “Bahagia jika melihatnya tersenyum, ingin sekali memagarinya agar tidak di dekati orang lain, sakit saat mendengar dia tersakiti. Taemin sedang jatuh cinta ya? Pantas saja jadi begini. Siapa gadis incaranmu?”

“Tidak, bukan siapa-siapa… lupakan saja.”

***

Benar saja dugaan Taemin dan Minho. Hampir seluruh murid laki-laki mengantri di depan gerbang sekolah, menunggu Ata pulang. Kenapa gak pagi-pagi? Di jagain sama guru BK. Begitu Ata terlihat sedang berjalan menyebrangi lapangan para murid langsung menyerbu ata dengan kotak coklat, boneka, bunga dan balon.

“Kamsahamnida.” Ata berusaha tetap ramah dan mengambil kado-kado yang di sodorkan para murid, tapi lama kelamaan kerumunan terasa sesak. “YAAAA!!!!!! SEMUANYA MUNDUR!!!!” teriak Taemin dengan pengeras suara. “Taemin-ni, sejak kapan kau ada di sebelahku.”

“Baru saja sampai, aku menyelip. SEMUA JANGAN BERGERAK!!! MULAI SAAT INI… MULAI DETIK INI… AKU BERITAHU PADA KALIAN SEMUA.. KALAU ATA SEONSANG-NIM ADALAH CALON ISTRIKU! JADI MENJAUH LAH DARINYA!!!” Taemin langsung manrik tangan Ata dan membawanya lari dari sekolah secepat mungkin. Sesuai kata Minho, datang ke taman skate. Sebenarnya Taemin tidak tahu kenapa Minho menyuruhnya datang ke sana, tapi ya sudah.

“Minho-ah!” panggil Taemin begitu tiba di taman skate. Tiba-tiba saja lampu sorot menyala, membentuk gambar hati dengan tulisan :

UNTUK ATA CALON ISTRIKU. MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?

Mata Taemin mendelik melihat tulisan tersebut… ‘Apa-apaan ini?!’ batin Taemin. “Apa kau yang menyiapkan semua ini? Termasuk balon-balon itu dan karangan bunga? Terima kasih banyak!” Ata memeluk Taemin dengan erat. Tulisan tadi berubah menjadi :

JADI JAWABANNYA?

Ata menggeleng lemah, Taemin sudah hampir sesak… ia berharap ia tidak pernah tahu jawaban Ata. “Tidak mungkin aku menolak walaupun tidak sekarang kita menikah.” Senyum lebar langsung mengembang di wajah Taemin. “Tunggu.. bukannya kau bilang kalau kau sedang jatuh cinta?”

“Ya… denganmu. Aku sedih melihat perubahan sikapmu yang sangat drastis, aku pikir kau benar-benar menyukai gadis lain.”

“Tentu saja tidak! Aku hanya menyukaimu.” Taemin langsung memeluk Ata erat. “Jadi… apa aku dapat bagian? Siapa yang akan mentraktirku makan?” tiba-tiba saja Minho sudah berdiri di dekat mereka. “Aku membayar mahal untuk menyewa taman ini, siapa yang akan mengganti.”

“Maaf yah Minho… sepertinya tidak ada!” Taemin langsung menarik Ata agar segera kabur dari tempat tersebut. “Ya!! TAEMIN-AH!!!”

~End~

36 thoughts on “Ata Seonsang-nim Is Mine !!

      1. jiakakak..biz baca komennya lana..ngakak abiz..

        seru kok lan ceritanya. tapi mungkin endingnya kecepetan..hehehe..
        good job lach…semangat terus lana ssi ^^b

        1. Hwueee… di ketawain pulaaa… tuegaaaa….*eh tega kan buat roti.. wakakakak* *garing!*
          Makasih deh miz krna udah mau komen.. dari pada kagak ada.. ye ga?

  1. Eh,aq jg komen dong.aq br tau blog ini kmrn jd maaf ya.aq sk bngt bc crt fiksi apalg kl happy ending.awalx kukira ata itu cowok.txt eh txt… Tp bgs kok.aq sk pas adegan penembakanx.lucu..

    1. Waahhh ANNYEONGG ^O^
      SENANGNYA ADA NEW READER…. HULA HULAAA ^.^
      AYO-AYO.. UDAH BACA SEMUA FF DI SINI BELUMMM????
      KALAU BELUM BACA YOWW.. TERUS JANGAN LUPAAA COMMENTTTTT… KEKEKEKEKE

      *aduh capek teriak-teriak..*

      MAKASIH UDAH KOMEN!!!!

      1. eh lana leng…. gw juga new reader kaleeee….
        abru resmi semalem suntuk baca….
        kasian nian saya tak dianggap.. hix hix *pura pura nangis*

        saya laporkan mama lho semalem an online bukannya tidur
        hoahaha huhu hehe hihi …. *ketawa setan* uhuk uhuk..

        @abbie : selamat datang di blog kami… silahkan menikmati…
        kalo butuh sesuatu tinggal panggil kami saja….
        *udah berasa pelayan restaurant aja *

  2. keren banget ceritanya!!!!
    minhonya baik banggett bantuin taemin
    tapi ga dapet bagian kan uangnya taemin abis terus haahhahahaha…

  3. bru baca jg…harap dmaklumi y..hehehe..
    huhuhu…minho perhatian bgt m taem y?mpe rela ngabisin duit bwt acara pnembakan taem..

    saluuutt..

    good ff…

  4. Taeminniiiiieeee~
    cara kamu itu bener” dewasa *walaupun yg ngerencanain sbnrnya minho XD*
    daebak !! 2 thumbs up buat authornya deh, hehe…

  5. Taemmmmiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn……

    Dasar teman kurang ajar,,, minho oppa udah ngebantuin sedemikian rupa tapi malah ditinggal gitu aja….
    Ata sonsaengnim bayarin dong…. uang jajan anak sekolah berapa seh???

  6. Aaaaa, aku bru baca ff ini. Maklum yah msih new reader soalnya. Hehe ^^.
    Gag bsa ngebyangin kalo ampe taemin bneran mau nikah. Hueeee. Bisa nangis seminggu x. Huaaa.

  7. Taemin ga tau terimakasih, malah ninggalin minho ><. suka deh karakter minho di sini.. pendiem tp ngebantuin taemin.. ga kaya yg itu tuuh, malah ngetawain * tunjuk tunjuk onjjongkey^^

  8. Poor MinHo, sewa lapangan gede plus tata artistiknya juga.
    MinHo daebak.
    Author sepertinya penulisan
    guru = ‘sonsaengnim’
    perkenalan = ‘jonen’
    halo = ‘annyonghaseyo’
    cantik = yeppo
    are you alright = gwaenchanayo
    Kalau ga salah ajumma = ahjumma.
    Maaf author klu reader yang satu ini sok tahu.
    Mianhamnida.

  9. Hehe~ critanya lucu,, eh minho oppa,, kecian ditinggalin.. Sini ama aku aja,, kta maen kejar”an kya film india geto *apadeh* haha~

  10. bwakakkak. minho minho. merusak suasana aje nih. orang lagi pacaran juga. wkwkwkwk. ceritanya bagus. ringan untuk dibaca. mudah untuk dipahamin *ceilah bahasanya* keren lah pokoknya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s