ellegirl3

She’s My (EX)Wife – Part 7

She’s My (Ex)Wife

Part 7

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

 

~ ~ ~

 

“Di mana mereka?”

“Hyeo So bilang mereka berdua sedang jalan-jalan di Namsan.” Jonghyun menjatuhkan dirinya di sofa. “Namsan? Tumben sekali Key hyung mau jalan-jalan ke Namsan.”

“Mungkin Hyeo So yang meminta.” Sambung Jonghyun. “Tidak, Key yang mengajak… Hyeo So yang bilang semalam.” Timbrung Onew. “Bagaimana hyung tahu?”

“Semalam aku dan Minho menghubungi Hyeo So, sebenarnya hanya untuk menanyakan bagaimana Key. Tapi dia cerita banyak malam itu, jadi kami tahu.” Taemin membulatkan mulutnya. “Manager hyung, apa kita juga akan ke Namsan?” tanya Taemin dengan mata berbinar-binar. “Hemm… bagaimana ya?? Sepertinya ya, kita juga akan ke sana.”

“Hwoa! Ayo kita berangkat sekarang!” dengan semangat Taemin bangkit dari duduknya lalu mendorong para hyung nya untuk masuk ke dalam mobil.

 

&&&

 

“Key appa…” Kiyong menarik ujung baru Key. “Wae?” Key berjongkok untuk mendengar apa yang ingin di bicarakan. “MWO?!”

“Ah Ki waeire?!” tanya Hyeo So setengah kaget dengan seruan Key, tanpa menjawab Key langsung mengangkat Kiyong dan membawanya lari. “Ya Ki! Waegureoyo?” tanya Hyeo So setengah berteriak. “Lebih baik kita mencari makanan saja, ayo ikut.” Hyeo So berjalan mencari makanan di sekitar taman Namsan. “Wah.. ada waffle! Annyeong ahjussi.” Hyeo So membungkuk dengan girang. “Annyeong… kau mau waffle nya?”

“Ne, ahjussi… berapa harganya?”

“4.ooo won.”

“Mahal sekali.. aku beli dua saja.” Hyeo So mengeluarkan uang dari dompetnya. “Kalau begitu aku akan memberikan 3 gratis untukmu.” Hyeo So langsung sumringah. “Sincayeo? Kamsahamnida ahjussi! Jeongmal kasahamnida.” Hyeo So mengambil kantong plastik yang di sodorkan paman penjual lalu membayar 8.000 won. “Ini untuk kalian.” Hyeo So memberikan masing-masing satu waffle untuk dua kameraman yang ikut bersamanya.

“Gadis muda.. kau istri Key kan?” Hyeo So mengangguk polos. “Boleh aku minta tanda tanganmu? Anakku sangat menyukaimu, apalagi saat pesta pernikahanmu. Dia sangat sedih karena tidak bisa datang, tapi dia sangat girang begitu melihat pestanya di TV. Dia bilang kau seperti tuan putrid dan Key seperti pangeran.” Pipi Hyeo So memerah. “Kamsahamnida. Di mana anak ahjussi?” Hyeo So tidak bisa berhenti tersenyum. “Sebentar ya, aku panggilkan dulu.” Sembari paman penjual memanggil Hyeo So meloncat-loncat kegirangan. “Hwuah.. apakah aku sudah jadi artis? Senangnya ternyata ada yang mengagumiku!”

“Gadis muda.. ini anak saya.” Hyeo So menoleh… gadis itu sepertinya masih kecil, sekitar 15 tahun. “Wah.. cantik sekali.” Puji gadis itu. “Annyeong haseoyo, siapa namamu?” Hyeo So menghampiri gadis itu dengan ramah. “Dao Mi, unnie yebboda…” puji Dao Mi lagi. “Ahaha.. kamsahamnida. Aku dengar kau ingin sekali datang ke pesta kami waktu itu, tapi tidak bisa. Kenapa?”

“Aku sekolah, dan aku tidak ada uang untuk ke Seoul.” Hyeo So jadi merasa tidak enak. “Tunggu sebentar yah.” Hyeo So membuka ponselnya lalu mengetik pesan dan kembali menutup ponselnya. “Apa aku boleh berfoto bersama unnie?” Hyeo So jadi tersipu malu. “Tapi aku bukan artis.” Hyeo So merendah. “Tapi unnie istri idolaku, dan unnie juga sangat cantik. Sangat tinggi, kurus, ramah, dan beberapa orang bilang unnie anak pintar di sekolah unnie.”

“Ya ampun… tidak seperti itu juga. Kalau begitu tunggu sebentar.” Hyeo So merogoh tasnya dan mengambil Polaroid Key yang di titipkan padanya. “Unnie.. bisa tolong foto kami?” pinta Hyeo So pada salah satu pembawa kamera. “Ayo sini lebih dekat.” Hyeo So merangkul Dao Mi.

“Kita tunggu sebentar yah.” Hyeo So mengipas-ngipas kertas foto tersebut sambil merogoh tasnya lagi. “Jadi… sekarang tinggal di tanda tangani.” Hyeo So memberikan tanda tangannya di balik foto dengan pesan :

 

‘Untuk Dao Mi yang cantik, jangan mudah memuji orang >.< karena sama saja kamu tidak percaya diri ^.^, tetaplah jadi Shawol yang baik… dukung kami! Dao Mi hwaiting! Percaya kalau kau secantik gadis paling cantik menurutmu.. dan percaya kalau kau sepintar orang yang menurutmu paling pintar.. ^o^’

 

“Kiki~ !” panggil Hyeo So pada Key yang sedang berjalan sambil menggandengeng Kiyong. “Kenapa kau menyuruhku ke sini?” tanya key sambil berjalan mendekat. “Dao Mi adalah fans mu, aku mau kau berfoto dengannya dan memberikan tanda tangan untuknya.”

“Annyeong haseoyo Dao Mi-ssi.” Hyeo So mengambil Polaroid Key. “Ayo berdekatan, aku akan mengambil gambar kalian.” Begitu hasilnya keluar Hyeo So mengibas-kibaskan kertas foto tersebut. “Tanda tangan di belakangnya.” Hyeo So menyodorkan sepidol. “Foto kali ini untuk kami.” Hyeo So memberikan DSLR nya pada cameraman tadi dan meminta CM tersebut untuk memotret mereka berempat.

“Sampai jumpa Dao Mi-ssi.” Hyeo So membungkuk. “Ahjussi.. kamsahamnida!” Hyeo So mengangkat waffle yang masih ada di genggamannya. “Ne! Aku juga berterima kasih.”

“Kamsahamnida unnie, kamsahamnida Key oppa.” Key dan Hyeo So melambaikan tangan sambil berjalan mundur lalu berbalik dan berjalan ke tempat tujuan selanjutnya. “Ini, aku belikan waffle untukmu. Enak loh.” Hyeo So mengeluarkan satu waffle. Keduanya saling berpandangan, tangan Key sedang menggendong Kiyong jadi mau tidak mau Hyeo So menyuapi Key. “Enak kan?… emm, belepotan.” Hyeo So membersihkan coklat yang terkena dagu dan sudut bibir Key.

“Eum.. ya, enak! Mau lagi.” Hyeo So menyuapi Key lagi hingga waffle untuk Key habis. “Kiyong.. kamu mau juga?” Kiyong hanya menggeleng. “Kamu ngantuk? Atau capek?” Hyeo So mengelus kepala Kiyong. “Kayaknya laper, ke atas yuk.. sekalian tulis-tulis gembok.” Key menggeandeng Hyeo So dengan tangan kanannya, sedangkan Kiyong di gendong dengan tangan kirinya. ‘Hyeo So tenang…. Ini gak berarti apa-apa kok, tenang-tenang… jangan nervous, ini cuma karena ada reporter.’ Batin Hyeo So.

“Di sini yah beli gembok nya? Iya gak sih?” tanya Key pada cameraman. “Iya.” Tiba-tiba beberapa remaja menghampiri Key. “Key oppa… boleh aku minta tanda tangan.” Remaja itu langsung menyerbu Key. “Biar aku yang gendong Kiyong dan beli tiket.” Hyeo So menggendong Kiyong lalu berjalan menuju tempat pembelian gembok. “Kiyong mau juga?” tanya Hyeo So pada Kiyong yang sedang menguap. “Aku mau yang warna kuning.”

“Kiyong mau yang warna kuning? Ini… tapi Kiyong harus makan ya?” Kiyong mengangguk sambil emainkan gemboknya. “Ayo kita cari meja kosong.” Hyeo So mendapatkan meja kosong yang berada di tengah-tengah dengan tiga kursi. Setelah duduk Hyeo So memesan makanan pada pelayan. “Ya ampun… sepertinya tadi aman-aman saja.”

“Karena tadi kan belum ramai.” Key menjatuhkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan Hyeo So. Key melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 5 lewat 10 menit. “Aku harus pergi sebentar… aku pasti kembali, tunggu… benar-benar sebentar!” Hyeo So mendesah. ‘Pasti Shina lagi… jadi tadi panggilan masuk itu dari Shina.’ Batin Hyeo So… entah kenapa semakin lama Hyeo So kesal setiap kali mendengar nama Shina atau berada dalam situasi seperti ini. Menunggu karena Key harus bertemu Shina.

“Hwuaa.. makanannya sudah tiba!”

“Ada lagi yang anda butuhkan?” Hyeo So tersenyum ramah. “Tidak, tapi nanti kami akan memanggil jika butuh sesuatu.” Pelayan tersebut membungkuk lalu pergi. “Apakah ada orang Korea yang belum pernah ke Namsan? Kalau begitu kau harus kemari! Tidak akan menyesal! Di sini anginnya sangat kencang, jadi gunakan baju yang hangat. Apalagi kalau ke sini di musim salju, kau pasti langsung membeku.” ujar Hyeo So sambil sesekali melihat ke kamera lalu menyuapi Kiyong.

“Apalagi kalau kalian pasangan baru… kalian bisa tulis harapan kalian di gembok, lalu beberapa tahun kemudian kalau sedang ada masalah kau bisa mengajak pasanganmu itu kemari dan memperlihatkan gembok kalian dulu. Pasti kalian akan menjadi pasangan paling bahagia dan setia.” Hyeo So tersenyum geli dengan usulnya sendiri. “Eh? Dimana.. siapa nama cameraman yang satu lagi?”

“Hil Jae… aku Wonhi.”

“Nah Hil Jae oppa… kemana?”

“Mengikuti Key.”

“Oh.. ayo Wonhi unnie, kau juga harus coba makanan ini.” Hyeo So menyuapi Wonhi. “Enak kan?” Wonhi mengangguk. “Ne, kamsahamnida.”

 

1 jam berlalu, 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam, 3 jam.

 

“Hyeo So noona, Key appa kemana? Aku sudah lelah menungu.” Lagi-lagi Kiyong melempar pertanyaan itu, ini sudah 15 kali Kiyong bertanya. Hyeo So mulai kesal, pasti Key akan sama seperti kemarin. “Lebih baik kita pulang!” Hyeo So mengambil tasnya lalu menggendong Kiyong.

“Kenapa tidak menunggu setengah jam lagi? Siapa tahu sebentar lagi dia kembali.” Tanya Wonhi sambil terus merekam Hyeo So, mengejarnya yang berjalan cepat karena terlalu kesal. “Percuma! Aku hanya buang-buang waktu saja! Ini sudah 3 jam tapi dia belum kembali.”

“Hyeo So!” Hyeo So menghentikan langkahnya lalu menoleh. Terlihat seseorang berlari mengejarnya. “Kenapa pergi?” Hyeo So memandang orang tersebut dengan kesal. “Aku minta maaf, tapi aku pergi untukmu.. ayo ikut dengan ku.” Key menarik tangan Hyeo So untuk kembali ke tempat tadi. Begitu tiba di tempat tersebut Hyeo So langsung meneteskan air mata.

###

“Hyeo So.. tunggu di sini sebentar yah. Aku akan segera kembali.” Hyeo So mengangguk. Secepat mungkin Minho berlari dengan langkah lebar. “Permisi, apadi sekitar sini ada toko kue?” tanya Minho pada pedagang waffle. “Ada, tapi cukup jauh. Dari sini anak muda lurus terus lalu perempatan kedua belok kiri, belokan pertama belok kanan.. lalu lurus saja terus. Ada sebuah toko dengan bangunan seperti rumah kue, nah di situlah tempatnya.”

“Terima kasih banyak ahjussi.” Minho kembali berlari mengikuti instruksi dari penjual tadi. Dengan nafas terengah-engah Minho masuk ke dalam toko kue yang di sebut penjual tadi. “Permisi, aku ingin mencari kue untuk ulang tahun.”

“Wah.. kebetulan sekali stock kue kami sedang beragam karena hari ini sangat special. Siapa yang berulang tahun? Pacarmu?” Minho tersipu malu. “Ayo, kau bisa pilih… hari ini toko kami juga ulang tahun, jadi kami menyediakan yang terbaik untuk yang berulang tahun hari ini.” Pelayan tersebut menunjukkan kue-kue berbentuk hati dengan berbagai macam hiasan diatasnya. Mata Minho terus mencari kue mana yang terbaik untuk ke kasihnya.

“Aku suka kue yang itu.” Minho menunjuk sebuah kue berbentuk bulan sabit yang bisa juga menajdi senyuman. “Wah.. seleramu bagus! Kue bentuk itu sangat di cari di hari ulang tahun kami, sayangnya kami hanya memproduksi sesuai berapa umur toko kami. Kau beruntung, ini kue kedua karena ini tahun kedua kami.” Minho memandangi kue itu dengan harapan Hyeo So akan menyukai kue pilihannya. “Bisakah kalau kalian memasukkan ini ke dalan kue itu?”

“Tentu saja!” Kue sudah selesai di bungkus, kini waktunya bagi Minho untuk kembali pada Hyeo So. “Terima kasih banyak, semoga kalian menjadi pasangan yang abadi.”

“Ne kamsahamnida.” Minho buru-buru keluar dan kembali berlari menuju Hyeo So yang sudah menunggunya tanpa tahu kejutan ini.

“Pelayan, bisa tolong bawa kue ini ke meja kami? Tolong nyalakan lilinnya juga ya.” Minho menyerahkan kue tersebut pada salah satu pelayan. “Tentu saja, apakah perlu lagu juga?” Minho tersenyum. “Ya, sepertinya. Terima kasih banyak.” Minho berusaha mengatur nafas sebelum kembali duduk di hadapan Hyeo So.

“Oh.. Minho-ah, kau dari mana saja? Aku pikir kau meninggalkanku.” Tanya Hyeo So yang sedari tadi menahan kekhawatiran. “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apalagi dalam keadaan seperti ini.” Hyeo So mengerut kan alis.

“Saengil cuka hamnida, saengil cuka hamnida… saengil cuka Hyeo So-nim, saengil cuka hamnida!” tidak terasa air mata Hyeo So mengalir begitu saja. “Ahh.. ini apa?” Hyeo So tersenyum sambil menghapus air matanya. “Hyeo So-ah, kenapa kau menangis? Apakah aku salah?” tanya Minho salah tingkah, air mata Hyeo So malah semakin deras.

“Hyeo So, aku mohon jangan menangis. Aku minta maaf kalau ternyata aku salah, apakah kau tidak suka dengan kue nya?” ini pertama kalinya Minho melihat Hyeo So menangis… ternyata rasanya sakit melihat setetes air mata saja mengalir di pipi Hyeo So. “Tidak.. kau tidak salah, aku suka kue ini. Aku sangat berterima kasih.”

“Lalu kenapa kau menangis?”

“Ini karena aku terharu dan terlalu bahagia. Bahkan aku lupa dengan hari ulang tahunku. Dan lagi.. tahun kemarin aku ingin sekali membeli kue ini, tapi tidak bisa. Terima kasih Minho. Ahh.. aku cengeng sekali.” Hyeo So menghapus air matanya dengan tisu. “Ayo di potong kuenya.” Ucap pelayan tersebut lalu memberikan pisau pada Hyeo So.

“Oh? Apa ini?” Hyeo So emnarik sesuatu dari dalam kue yang terkena pisaunya. “Minho… terima kasih, kalung ini sangat bagus.” Hyeo So memberishkan liontin kalung tersebut dengan tisu. “Wah.. ini huruf H yang ada di dalam bulan sabit? Lucu sekali. Terima kasih banyak!”

###

‘Apakah aku harus bahagia? Kenapa hari ini seakan terulang… ah tidak, diulang oleh orang yang berbeda? Aku menikah di hari jadiku dengan Minho. Dan sekarang.. Key membeli kue berbentuk bulan sabit untuk hari ulang tahunku, sama seperti satu tahun lalu. Aku ingin tersenyum, tapi ini menyakitkan… aku ingin menangis, tapi seharusnya aku tersenyum.’ Batin Hyeo So. Hyeo So masih diam terpaku memandangi kue yang ada di atas meja.

“So~ apa kau senang? Aku sengaja memberimu kejutan, karena hari ini kau berulang tahun.” Air mata Hyeo So semakin deras mengalir. “Ah.. maaf kalau tadi aku membuatmu kesal.” Key mengelus kepala Hyeo So. “Terima kasih banyak… aku sangat menyukai kue ini. Apa kau tadi berlari untuk membeli kue ini?”

“Ya… dan ini satu lagi.” Key memberikan seikat bunga mawar. “Saengil cukae So~ah. Sekarang potong kuenya!” Hyeo So mendudukkan Kiyong di kursinya, lalu ia duduk di kursinya sendiri dan mulai memotong kue tersebut.

“Oh? Apa ini?” Hyeo So mengambil sesuatu yang menyentuh pisaunya dengan garpu. “Yebboda… gelang ini bagus sekali.” Hyeo So memberiskan gelang tersebut dari krim yang melekat. “Aku pasangkan gelang itu, sini tanganmu.” Key membantu Hyeo So memasang gelangnya. “Gelang kita sama. Lihat, di gelang itu terukir namaku dan di gelangku terukir namamu.” Mata Hyeo So berkaca-kaca. ‘Haruskah aku terharu? Haruskah aku bahagia? Haruskah aku tersenyum? Haruskah aku menangis? Haruskah aku mendapatkan luka seperih ini?’ batin Hyeo So.

“Sekarang kita tulis gembok ini bersama.” Key menyodorkan gembok berwarna hijau untuk Hyeo So, kaduanya menulis dengan serius. “Ayo sekarang gabungkan keduanya, supaya nanti mudah mencarinya.”

“Jangan di baca!”

“Tidak akan.” Key mengambil gembok Hyeo So lalu menyatukan gembok itu dengan gelang yang bertuliskan, pasangan “Keyeo So”. “Dimana kita akan menggantung gembok ini?” keduanya mencari tempat yang tidak begitu penuh. “Di sana saja!” Hyeo So menunjuk pagar yang masih memiliki jarak rengang agak jauh.

“Nanti… kita harus kembali lagi ke sini untuk mengenang gembok ini.” Ujar Key sambil memandangi gembok warna hijau dan kuning yang kini menyatu dan tergantung dip agar. “Saengil cukaeyo Hyeo So.” ‘Key tersenyum padaku… senyumnya begitu tulus, haruskah aku tetap memasang senyum asam ini? Apakah senyum ini benar-benar dari hati Key yang terdalam? Bukan sekedar di depan kamera?’ pertanyaan-pertanyaan semacam itu tak berhenti mengiang di otak Hyeo So.

 

&&&

 

“Key! Hyeo So!” seru manager begitu melihat keduanya sedang berbicara di depan kamera. “Annyeong! Lihat.. member yang lain sudah tiba!” ucap Key. “Pasti ini Kiyong… anak yang selalu kau kunjungi.” Jonghyun mengelus kepada Kiyong yang menatap member SHINee dengan takut-takut dan bingung.

“Member SHINee yang lain tolong berbicara sedikit.” Hyeo So menyingkir dan lebih memilih bermain bersama Kiyong. Hyeo So mengejar Kiyong yang berlari dengan girang, hingga Kiyong menabrak kaki Onew. “Oppa…waegureoyo?” Hyeo So bingung melihat Onew menghindari Kiyong. Kiyong mendongak, masih memandangi Onew yang tersenyum takut dan perlahan berjalan mundur. “Oppa.. sepertinya dia ingin bermain denganmu.” Hyeo So menarik Onew agar kembali mendekat pada Kiyong.

“Kiyong-ah.. nama hyung ini adalah Onew. Aro?” Hyeo So berjongkok untuk berbicara dengan Kiyong sambil memegangi celana Onew. “Ya, Hyeo So! Lepaskan!”

“Apa kau mau bermain dengannya?” Hyeo So mengangkat Kiyong. “Gendong!” Onew mundur selangkah demi selangkah. “Onew oppa! Gendong Kiyong!” lama kelamaan Onew berlari menjauh, Hyeo So mengejar Onew yang terus berlari menjauh. “Kiyong.. kejar hyung itu, ok!” Hyeo So menurunkan Kiyong dan kini keduanya mengejar Onew.

“Hey kalian! Berhenti lari-lari! Kalian membuatku pusing!” omel Jonghyun. “Jonghyun-ni oppa, tangkap Onew oppa… tolong.” Jonghyun nyengir kuda. “Dengan senang hati.. woho!” Jonghyun langsung mengejar Onew. “Ya! Ya… aku sudah semakin tua… berhenti mengejarku!”

“Aku hanya minta oppa untuk menggendong Kiyong… kenapa oppa malah berlari?!” Hyeo So terus mengejar Onew.

“Jadi sepertinya acara kami hari ini sudah selesai sampai di sini… sampai jumpa semua! Annyeong haseoyo!” Key, Taemin dan Minho membungkuk lalu melambaikan tangan. “Ayo semua! Bantu aku menangkap Onew oppa!” seru Hyeo So.

“Ahhh~~ Ya.. ya! Sudah.. haduh.. aku merasa seperti kakek-kakek. Aku lelah.. aku lelah… sincayo!” tapi yang lain justru tetap mengejar Onew.

 

***

 

Suara telepon memecah sunyinya pagi hari, buru-buru Hyeo So mengangkat telepon tersebut. “Yeoboseoyo?”

“Ah ne.. yeoboseoyo, apa ini kediaman Kim Kibum?”

“Ne.. nugu sijyo (siapa ini)?”

“Engh.. aku Shina, bisa aku bicara dengan Key sebentar? Dari kemarin aku coba menghubungi ponselnya tapi tidak bisa.”

 

TBC

***

Signature

This post has written by Zika, and has claim by Zika signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

27 thoughts on “She’s My (EX)Wife – Part 7

  1. Shina lagi! Shina lagi! Kenap aujung-ujungnya Shina muncul! hiiii
    *Author: suka2 gw lah!*

    Part ini bagus.. tapi gak seru… tumben.. ada apa?

  2. @Fathia : Wew.. saingan dong sama Lana.. kk~ aku aja cuma bilang Minho keren langsung di timpuk pake batu *lebay!* kamu gak di apa-apain sama Lana? satu sekolah kan??? Kkkk~ *Hati-hati semua~ Lana mantan preman tanah abang… bwuahahaha.. LMAO!

    @Karnyuk : Anda betul sekali! Belom di jawab udah di tulis jawabnnya… hwuehehehe~
    Padahal udah di tambah-tambahin biar seru.. tetep gak seru ya? huhuhu~ Sedihnya

    BTW GUYS!!! THANKS A LOT FOR COMMENT waiting until comment got more than 15 comments..

    Udah pada tahu bentar lagi MPF pindah ke sini? Nanti MPF sama SMEW bakal saingan.. banyak2an comment sama voting… gegegege

  3. Hweeesss kok saia di bawa-bawa segala sih Onn??!! pake ngatain mantan preman pula!
    Aku setuju sama Karnyuk Eonni!!!

    Ngomong-ngomong pada picek gak sih matanya kalo baca? kehkehkeh
    Kalo emang jadi ribet bacanya aku edit lagi ini blog..

    1. setuju gab!-__-” BGnya sih bagus,bagus banget malahan!tapi tulisannya jadi kaga keliatan sodara”!

  4. Shina ngerusak rumah tangga Key aja tuuuh…..
    dy d buang k laut aja deh… sebel gw….
    cepetan lanjutanx doooong….. *maksa2 author*

  5. Iya.. gebukin aja tuh si Shina rame-rame !!!!
    Kalo perlu authornya kita gebukin juga rame-rame terus masukin mesin cuci, jemur satu jam, setrika, terus lipet yg rapih!!! *Lho?* *Kazikey: loh.. kok?? oh tidakk!*

    Maaf ya kawan-kawan *SKSD!* sudah saya ganti semalem.. bagaimana? agak mendingan kan??

  6. komennya sempat terhenti kmrn..hehe..

    key lucu jg ya kalau dipanggil ‘Kiki’.. haha

    Key lama bgt tuh..pasti gara2 Shina ..
    tapi ga disangka dia balik2 bawa kado+kue ultah untuk Hyeo So..hwaaaa..
    co cuwittttttt..
    tapi again n again masij so sweatan si Minho.. dia ga mau tuh biarin Hyeo so nungguu..*dibantai key dr kmrn ngedukung minho melulu*

    kalau diliat2 Hyoe so sama Nyu cocok juga nohh..haha.. kyk tom n jerry..

    dan ujung2nya.. Shina lagii.. ihh Shina minta dibakarr yaa?

  7. aku rada bingung dan ga mudeng di part ini o_o
    *author: emang dasar lunya aja yg bego!!!!

    kekeke😀 tapi tetep suka kok. si shina bisanya emang jadi pengganggu ya!! belum pernah di rajam atuh shina eon? /plak

  8. Pilih minho atau key? aaaaa~ kenapa key mesti ngelakuin hal yg sama dg minhooo..
    Bikin hyeoso jd tambah bingung hrs ngungkapin rasa ky gimana bwt key.
    FF-nya makin KEREN !!

  9. “Dengan senang hati.. woho!” Jonghyun langsung mengejar Onew. “Ya! Ya… aku sudah semakin tua… berhenti mengejarku!” <- apa ituh?? bikin akuu..huakakakkakkkakaka ngakak sumpahh!! bikin air mata ngucur gara2 lucuuu😀
    SUKA-SUKA-SUKA!!😀

    emphh…SHINA SHINA SHINA SHINA!!! BIKIN EMOSI DEH, gimana kalo saya yg jadi Hyeo So, udh gondoook kaleee!!
    Bikin kesel!! cihuuy…Key kembarannya si Minho kali, atau Minho yg ngasi tau cara2 bgituan?? hihihih^^ (ngasal)😀

  10. minho sama key ada kontak batin kali ya #sigh
    aku lbh suka minso dr pd keyso sih *bukan rinso yak, itu deterjen*
    dunia ini emang sempit *gada hubungannya*
    kasian si nyunyu, kamu belom tua kok bg, masi tetep ganteng kok haha :*
    jd inget masa2 hello baby, ck
    jjah, shina lg, aku lanjut deh :d

  11. Eaaaaaaa….
    Keyy …
    Bahahahah.
    Romantis nyyeeee :p
    Tp itu bneran apa cmn sandiwara dpn kamera T_T

    Ksian ama Minho ama HyeoSo ToT
    Rsany gmn gtu u,u

    Daebak !!!! ^o^)b
    Ehehehee

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s