She’s My (EX)Wife – Part 14

She’s My (Ex)Wife

Part 14

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

Continue reading She’s My (EX)Wife – Part 14

My Lovely Magnae – Part 3

Author: Mikan_Magnae

Cast: Lee Taemin

LESSON III



”yoonhaaaaaaa~” dengan suara manja yang 100% dia buat-buat dia mendekatiku dan merangkulku. ’ih najong cepat lepaskan manusia palsu’ aku sudah merasa perasaanku tidak enak. Kenapa tiba-tiba dia kesini. Aku mempersilahkannya untuk duduk. ”waeyeo?” dengan suara yang kubuat-buat juga aku menanyakan maksudnya datang kemari yah siapa lagi kalau bukan si hyesun.

”teman-teman di kelas 2A ingin mengadakan wisata bersama, nah kan kita 1,5 tahun bersama aku ingin kau juga ikut, untuk lebih mudah menghubungimu boleh pinjam ponselmu?” aku dengan sedikit curiga memberikan ponsel ku pada hyesun.

”aku kirim yah ke hp ku?” tanya hyesun sok akrab.

”ne” aku hanya menjawab seperluku.

”nah sudah, gomawoyeo chingu, ah aku pulang yah” dia meminta ijin untuk pulang pada omma ku.

”waah dia baiknya sopan lagi, kau beruntung memiliki banyak teman yang hebat-hebat” ibuku memuji hye sun.

’apanya yang baik! Dia itu setan yang menjelma menjadi malaikat, tapi sayang dia tidak bisa mengelabuhiku’ pikirku, omma terlalu polos.

Ponselku berdering, aku membukanya dn ternyata diluar dugaan

TAEMIN BABO :

Noona ada tamu yaaah nugu??

Noona kesini dong main yuuuk~♥ ^^

Dasar anak gila ini benar-benar, aku benar-benar malas meladeninya ‘tapi apa salahnya menjenguknya’ aku langsung menuju kamarnya sekarang dia sedang menumpag dirumahku, entahlah ada perasaan senang dan tidak senang. Aku membuka pintu tanpa mengetuk pintu dan ternyata aku melihat taemin sedang berganti pakaian dan hanya mengenakan pakaian dalam AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~

Teriak ku dan taemin bersamaan lalu menutup pintu dengan keras. Omma dan appa langsung menemui ku yang sedang menutup mata rapat-rapat dengan ke dua tanganku di depan pintu kamar taemin yang tertutup. Omma dan appa hanya melihat kami saja langsung kembali lagi keruang keluarga. Lalu tiba-tiba taemin memuka pintu kamarnya dan menarik tanganku dan menarikku masuk ke dalam kamarnya. ”SSssssTTT…” taemin menyuruhku diam sepertinya dia tau aku akan berteriak untuk ke dua kalinya.

”haaaah noona bikin kaget saja, kenapa tidak mengetuk pintu” dia merebahkan dirinya di tempat tidurnya. ”aku lupa mi mian” Aku tetap berdiri disambing tempat tidurnya sambil menutup mata.

”noona aku sudah berpakaian, buka tanganmu” dia berusaha melepas tanganku dari mukaku.

”kau lihat aku sudah berbusana kan?”dia memutar tubuhnya meyakinkan ku.

”huufff…baguslah, aku tadi sungguh tidak sengaja maaf” aku berusaha meminta maaf tentang kejadian memalukan tadi pada taemin. ”noona kau sudah melihatnya kan???? Ayo tanggung jawab!” tuntut nya.

”aku kan sudah minta maaf, kenapa harus bertanggung jawab lagipula itu tidak sengaja” aku tidak mau kalah.

”ayo nikahi aku kau sudah lihat kan” dia mencondongkan mukanya di depan mukaku.

”WAAAAAAAA pikir aja sendiri” aku langsung mendorongnya dan segera lari menuju kamarku tanpa menoleh kebelakang lagi. Setelah kembali kemarku aku segera saja mengunci pintu kamarku rapat-rapat. Aku akan mempelajari sedikit tentang sastra Inggris yang baru diberi fotocopy tadi pagi. Setelah lima menit berlalu ’Aduh aku sama sekali enggak ngerti maksudnya apa ini’ aku mulai stress dan mengacak-ngacak rambutku sendiri, aku memang sangat tidak bisa bahasa inggris. Aku langsung melempar lembaran-lembaran kertas itu ke dalam tas dan mungkin besok ada sukarelawan yang mau mengajariku mulai dari dasar -_-;; pada akhirnya akupun sama sekali tidak belajar dan hanya chatting dengan teman-teman kelas S termasuk taemin yang selalu genit tidak kenal tempat tapi itu cukup membuatku lupa pada ujian sastra Inggris besok!. EOTTEOKE~

~~~~~~

Ternyata aku memang tidak bisa mengabaikan lembaran itu. Semalam aku terus membacanya sambil mengaharap suatu keajaiban agar ada sesuatu yang bisa masuk ke otak meski itu hanya beberapa persen tidak lebih dari 15%. Aku segera turun ke ruang makan sambil membawa lembaran itu.

” Noona au adi aham behahang a ?” *artinya noona kau tadi malam begadang ya*

”BABO!!!! 4 roti yang kau masukkan ke mulutmu sekarang kau telan dulu, baru bicara dasar!” aku melanjutkan membaca lembaran sastra Inggris itu lagi, mencoba mengingat rumus grammar dan vocab tetapi tetap saja tidak ada hasilnya. ”noona kau butuh bantuan. Aku bisa mengajarimu” dia dengan senang menawarkan dirinya di depanku.

”tidak terima kasih” jawabku singkat, sebenarnya aku ingin sekali di bantu tapi aku tidak mau merendah pada orang yang lebih muda 2 tahun dariku!!! T^T;;

Disekolah teman-teman tidak ada yang mempermasalahkan ujian nanti malah sekarang mereka sedang berkumpul di depan kelas!! ”noona ayo kita lihat ada apa” taemin menarik lengan bajuku dan sambil lari kecil karena kakinya yang masih cidera. Ternyata disana mantan pasangan kyulie sedang saling berhadapan dan menunduk. Tetapi suara teman-teman yang bersorak membuat mereka tambah menunduk malu. Aku sungguh tertular anak kelas S yang tidak sabaran, akhirnya aku ikut bersorak untuk mereka agar segera bergerak. Akhirnya sorak sorai seisi kelas membuat kyuhyun angkat bicara dengan malu-malu dia mennyakan apakah yunlie masih menyukainya, akhirnya yunlie juga menjawab dengan singkat ”ne” wajahnya yang bulat memerah. Seluruh kelas bersorak riuh sekali. Semua bersorak dan bertepuk tangan secara meriah dan berteriak CIUM CIUM CIUM. Waaaaaah gawat aku langsung menutup mata taemin ”kau masih kecil belum saatnya” saat itu juga dia melepas tanganku ”aku sudah besar noona” dia melanjutkan melihat pasangan itu, ternyata mereka hanya berpelukan. Senang sekali pasangan pertama kembali rujuk, aku menoleh ke arah tika, dia hanya mengankat bahu dan tersenyum. Kurasa ini juga berkat campur tangannya ^^.

Saat ujian yang mendebarkan pun telah berlalu dengan sangat menegangkan. Aku yang sama sekali tidak mengerti apapun yang ada di soal, hanya bisa berdoa dan menjawab dengan kata-kata apapun yang sudah kuingat meski itu pasti membuat seongsaenim tertawa saat membaca jawabanku. Tapi aku bersyukur ujian ini berakhir juga. Saat bel pun menjadi sangat menyenangkan dan terdengar merdu di telingaku seongsaenim pun keluar dari kelas. Aku segera membereskan barang-barang yang berserakan di atas mejaku, aku melihat amber sedang mendekati sooyoung dan berbisik padanya. Setelah itu sooyoung pun maju ke depan kelas dengan muka bingung. Dan ternyata minho pun juga maju didepan kelas karena didorong oleh para namja-namja. Saat itu juga semua termasuk aku ingin berebut berada di barisan depan untuk melihat apa yang terjadi. ”mereka sedang apa ya” tiba-tiba taemin sudah ada di samping ku. ”oooh taemin kenapa kau bisa secepat itu tiba-tiba sudah berada di sampingku?” taemin hanya menjawab dengan senyum. ’Sok misterius!!’ aku kembali pada sooyoung dan pujaanku. minho mukanya memerah dan langsung tanpa basa-basi dia mengatakan kata yang begitu jelas dan rendah ”saranghae” seketika aku langsung membatu, aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi dadaku terasa sesak sekali mau menelan ludahpun aku tidak bisa. Aku merasa seperti ditenggelamkan di sebuah danau sendirian tanpa ada satupun yang menolongku. Aku berusaha konsentrasi dan tidak terlihat panik aku terus berusaha melihat mereka dan seperti teman-teman yang lain akupun juga ingin mengetahui apakah sooyoung juga menyukainya.

”n n nne ne minho ssi” sooyoung menjawab dengan gugup. Dan langsung mendapat pelukan dari minho. Semua isi kelas pun bersorak seperti biasa tidak terkecuali taemin yang terlihat seperti teman-teman yang lain, aku pun juga bersorak tetapi begitu lirih.

Aku berusaha untuk tetap tenang seperti biasa dan mengajak taemin pulang ”waaah noona kau mengajakku pulang, ini hebat” dia terlihat begitu senang padahal noonanya ingin sekali cepat pulang dan menenangkan diri.

”sudahlah cepat kalau tidak cepat aku tinggal” aku langsung berjalan menuju pintu perasaanku sudah tak karuan, ingin cepat pergi dari sini secepatnya pergi.

Selama perjalanan taemin membicarakan tentang kejadian dari tadi pagi sampai seusai pelajaran terakhir.

“hebat sekali sudah ada 2 pasangan selama 1 hari, aku harap mereka bisa terus selamanya, aku harap aku dan noona seperti itu juga” kata taemin.

”ne” jawabku lemas.

”kau tahu ternyata minho menyukai sooyoung sejak kelas 1 lho, tapi dia malu untuk memberitahukan perasaannya pada sooyoung, jadi namja-namja langsung memberi semangat dan ternyata untung sooyoung juga menyukainya dan…….” taemin terus berbicara mataku terasa berat dan panas ingin sekali menangis tetapi tidak didepan taemin dan tidak didepan teman-teman sekelas. Aku berlari dengan cepat dan berkata tanpa menoleh ke taemin ”aku sudah sakit perut dari tadi, aku harus cepat duuuh sakiiit” aku berlari terus sampai kerumah. Tanpa memberi salam dan berganti pakaian aku menuju kamarku, menutup pintu, dan langsung menjatuhkan diriku pada tempat tidur. Tanpa sengaja ponselku tertindih badanku dan mp3 ponselku sekarang sedang memainkan lagu

AQUA TIMEZ  Sen no Yoru wo Koete

Aisaretai demo aisou to shinai
Anata ga boku wo aishite iru ka aishite inai ka
Nante koto wa mou docchi demo iin da
Donna ni negai nozomou ga
Kono sekai ni wa kaerarenu mono ga takusan aru darou
Sou soshite boku ga anata wo aishiteru to iu jijitsu dake wa
Dare ni mo kaerarenu shinjitsu dakara

Kita michi to yukisaki furikaereba itsudemo okubyou na me wo shite ita boku
Mukiaitai demo sunao ni narenai
Massugu ni aite wo aisenai hibi wo
Kurikaeshite wa hitoribocchi wo iyagatte
Ano hi no boku wa mukizu na mama de hito wo aisou to shite ita

*****

I want to be loved, but you don't seem to love me
Do you love me? Do you not love me?
As for things like that, it's fine either way
No matter how much I wish
There are many unchangeable things in this world, right?
That's right, and simply the reality which says that I love you

Is the truth because it can’t be changed by anybody

When I turn back at the road I came from and the way ahead, I always had the eyes of a coward
I want to face you, but I can't be honest
As for the days I repeated not being able to straightforwardly love the other,
I hated being alone

The me of that day seemed to love in a uninjured way

Kata-kata dalam lagu  itu begitu menggambarkan suasana hatiku saat ini yang benar-benar hancur. Aku hanya membiarkan lagu itu tetap beralun dalam kamarku. Kubiarkan terus mengalun tanpa sadar aku sudah menangis sangat keras sambil membenamkan wajahku pada bantal agar tidak ada yang mendengarnya, aku berteriak sekuat-kuatnya. Terus menangis dan lagu AQUA TIMEZ pun masih beralun dengan merdu, kali ini aku tidak akan menahan lagi aku akan meluapkan emosiku saat ini. Karena terlalu lelah aku mulai mengantuk samar-samar aku melihat taemin berada di depanku.

”noona gwencana?” tanyanya cemas.

Aku lupa kalau ada taemin yang suka masuk kamar orang seenaknya, aku langsung membalik badanku ke arah yang berlawanan.

”ne, bisakah kau meninggalkan ku sendiri untuk hari ini saja please, perutku masih terasa sakit” suaraku masih terdengar serak karena menangis terlalu lama, dan kali ini aku masih ingin sendirian.

”ne…. noona” aku mendengar suara langkah kaki yang menjauh dan terdengar pula pintu yang tertutup. ’mianhae taemin~ah kali ini aku tidak ingin kau ganggu dulu, mianhae jeongmal mianhae’

Aku menatap diriku di cermin kamar mandi, mukaku sungguh berantakan mataku berkantung dan agak menghitam di bagian bawah kelopak mata. Benar-benar terlihat sembab mataku, semua teman-teman pasti tau kalau aku sudah menangis semalam, aku benar-benar bodoh! Bagaimana cara menutupi ini semua. Sementara aku masih sibuk mencari ide-ide, taemin mengetuk pintu kamarku dan mengingatkan ku agar lekas turun dan makan. Dengan secepat kilat aku mandi dan ketika akan turun aku teringat sesuatu ’kenapa tak terpikirkan dari tadi ya’ aku langsung menyambar kacamata hitam yang berada di laci meja riasku.

Saat di meja makan semua orang menatapku aneh dan penasaran kecuali taemin yang terkesan cuek dan memakan semua makanan yang ada di piringnya.

”kenapa memakai kacamata?” ayah sudah mulai penasaran, dan pertanyaan itu mewakili omma.

”aku sakit mata, rada merah Cuma 1 mata kok sebentar lagi juga sembuh hehehehe” jawabku.

”ke dokter ya” ayah menawarkan dan tentu saja langsung kutolak karena ini bukan sakit mata.

”terimakasih makanannya, aku pergi dulu, noona aku ada jadwal piket kau berangkat sendiri” dia langsung pergi tanpa melihat kearahku, sungguh aneh perlakuannya tidak seperti biasanya. Setelah appa kembali ke ruang kerjanya untuk bersiap-siap omma menepuk bahuku ”ada apa denganmu dan taemin” tanya omma aku menjawab dengan mengangkat bahuku.

”kau dari pulang sekolah tidak makan malam dan hanya mengurung diri dikamar, aku mau bertanya padamu tapi taemin bilang kau dimarahi gurumu jadi kau murung. Kau tahu taemin menunggu diluar kamar hampir 5 jam, menunggu tenang dan sekarang dia yang murung. Kau harus menghiburnya yah” omongan omma sungguh membuatku lagi-lagi merasa bersalah.

’dia sampai menungguku tenang selama itu apa sih yang dia pikirkan’.

Setelah sampai di gerbang kelas S ingin rasanya aku pergi membolos agar hatiku tidak terasa sakit lagi. Sungguh berat melangkahkan kaki ku untuk menuju kelas, ingin segera lari jauuuuh atau menghilang. Sesampainya dikelas suasana kelas ada yang berbeda biasanya sooyoung hanya sendirian dengan iphonenya tapi sekarang dia bersama minho, melihat itu hatiku kembali sakit sekali tapi mau bagaimana lagi sooyoung adalah temanku harusnya aku bahagia melihat temanku begitu bahagia. Ketika mereka berdua tersenyum memberi salam sebisa mungkin aku tersenyum rileks meski kenyataannya tidak begitu bagus senyumku. ”matamu” ka in tiba-tiba menunjuk mataku yang memakai kacamata hitam.

”oh sakit mata” jawabku, tetapi aku bersyukur karena dapat berbohong tanpa ada yang tahu karena mataku terlindungi oleh kacamata ini. Kali ini kurasa taemin benar-benar marah padaku selama pelajaran tidak menoleh sedikitku padaku apa karena kejadian tadi malam yang au mengusir dia ’aku kan mengusirnya secara halus, dia begitu pemarah yah baiklah kalau begitu ini lebih baik’. Saat bel pulang dia berlalu begitu saja meninggalkan ku, sepertinya itu membuat teman-teman heran dan semua bertanya padaku kenapa dan jawabannya adalah ”aku juga tidak tau”. Akhirnya aku pulang kerumah tanpa taemin dan itu terasa aneh tapi begitu tenang dan damai aku sungguh menikmatinya.Dirumah pun kami masih saling tidak menyapa, omma menyuruhku berkali-kali untuk berbicara padanya tetapi aku menolak, aku merasa tidak bersalah. Tetapi aku penasaran apa yang membuat taemin begitu marah padaku ini terjadi sudah 3 hari!! Dan sampai sekarang taemin masih mengacuhkanku, kurasa ia akan segera berkemas untuk pergi.

Kali ini aku yang menghampiri taemin dikamarnya, berkali-kali aku mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban sama sekali, akhirnya kuputuskan untuk masuk ternyata taemin sedang tidur-tiduran dan membaca komik dengan serius. Aku duduk di bagian depan tempat tidurnya dan memunggunginya aku tidak mau menatapnya.

”gwencanayeo?” aku membuka pembicaraan ini terlebih dahulu tetapi taemin hanya diam.

”ne, aku minta maaf soal waktu itu. Aku benar-benar ingin sendiri tetapi aku malah mengusirmu” aku mencoba memancingnya untuk bicara tetapi hasilnya sama saja dia tidak bicara.

”araseo araseo, kau pasti marah sekali padaku. Marahlah agar kau puas aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi.” aku sudah kehilangan kesabaran

“noona tetaplah disana” tiba-tiba taemin memelukku dari belakang.

“sebentar saja” kata taemin.

“kenapa noona tidak pernah cerita padaku tentang noona suka choi minho?” dia masih melingkarkan tangannya pada leherku. Kali ini aku yang sulit untuk berkata apa-apa.

“apakah noona begitu suka padanya?” dia bertanya lagi.

”ne” akhirnya kata-kata itu yang keluar dari mulutku.

”kenapa menanggungnya sendiri, apa gunanya aku? Noona kau begitu menderita bukan? Tapi noona tetap saja menanggung semua itu sendiri sok tegar padahal sangat hancur” kata-kata taemin begitu membuatku teringat rasa sakit itu. Aku membalik badan ku dan merangkul taemin dan aku menangis dengan keras bukan aku saja yang menangis taeminpun juga menangis entah apa alasan taemin juga menangis. Kami benar-benar menangis seperti anak kecil. ”HUWEEEEEEEEEEEE”

Tidak terasa kami menangis semalam dan ternyata ketika aku terbangun aku melihat taemin sudah ada di sampingku. HUWAAAA apa yang terjadi, aku melihat seluruh tubuhku dan bersyukur ternyata kami tidak melakukan apa-apa. Aku merasa mataku masih terasa berat akibat terlalu banyak menagis, sebelum pergi mencuci muka aku ingin melihat wajah taemin saat dia tidur.

”hihihi kau begitu lucu yah masih seperti yang dulu, selalu baik pada noona mu ini, aku heran kenapa kau ikut menangis juga. Babo” aku berbicara sendiri sambil memandang taemin sedang tertidur. Aku turun dari tempat tidurnya dan bergegas kembali ke kamarku supaya omma dan appa tidak curiga padaku.

TBC

***

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

Love’s Way – First Sight [1]

Author: Novi

Main cast : Member SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

“Why we have to move mom?”

Rengekku ketika ibuku mulai memasukan satu persatu bajunya ke dalam tas yang sudah dia siapkan, aku tidak mau pindah. Aku ingin tetap disini walaupun banyak kenangan menyakitkan disini tapi aku tidak mau pergi dari sini, aku lahir dan besar disini, aku bertemu dengan teman-teman terbaikku disini, mana mungkin aku mau meningglakan mereka, aku sudah merasa sangat sangat betah disini. Yah..walaupun kadang-kadang kenangan menyakitkan itu muncul tapi semua  akan sedikit terhapuskan jika sudah bersama dengan teman-temanku. Kalau aku pindah aku harus beradaptasi lagi dengan lingkungan disana dan juga teman-teman yang baru apalagi kali ini aku pindah jauh ke belahan dunia paling timur tepatnya di Korea Selatan…

Namaku Shaqueel Anna Jhonson, aku lahir dan dibesarkan di California, Amerika Serikat, aku adalah seorang gadis blasteran Korea dan Amerika, Ayahku adalah seorang Amerika dan ibuku adalah seorang Korea. Oleh sebab itu aku memiliki 2 sisi di diriku. Aku punya kulit putih dan rambut hitam Asia, hanya matakulah yang coklat bundar mirip ayahku, bagian yang kubenci dari diriku, mirip ayah.  Walaupun aku setengah Amerika dan setengah Korea aku lancar berbicara dengan kedua bahasa tadi, yah walaupun  untuk Korea masih sedikit-sedikit karena aku mulai belajar saat aku duduk di Junior High School, itu juga karena aku sempat liburan selama 2 bulan di Korea di rumah nenekku jadi aku mengerti sedikit-sedikit tentang Hangul. Bahkan terkadang kemampuanku menguasai dua jenis bahasa itu aku gunakan untuk kerja part time sebagai translator di salah satu museum disini, lumayanlah menambah tabunganku.

Kehidupan keluargaku berubah 180 derajat karena kejadian itu, kejadian yang membuatku harus berkerja part time untuk menabung agar aku dapat kuliah di Inggris. Ayah dan ibuku bercerai saat aku kelas 9 dan ayah pergi meninggalkan aku dan ibuku tanpa meninggalkan sepeser uang pun. Untunglah saat itu ibu masih bekerja di sebuah restoran cepat saji sebagai pelayan tapi tetap saja itu tidak cukup, apalagi setelah perceraian itu ibu sedikit kehilangan semgatnya dan akhirnya ibu di pecat begitulah kehidupan keluargku. Oleh sebab itu ibu kembali ke Korea dan mulai kehidupan kami dari awal lagi apalagi keluarga ibuku memang sangat ingin kami tinggal disana saja. Aku mengerti keadaan ibuku tapi…aku cinta disini…

***

”Wake up sleeping beauty…”

Aku merasakan seseorang mengusapkan tangannya ke pipiku dan itu membuat mataku terbuka dan melihat sinar matahari yang langsung menerobos masuk ke dalam pesawat melalui jendela pesawat dan aku mulai merasakan aku bukan lagi di Amerika karena di Amerika mataharinya tidak akan seterang ini selalu saja ada awan gelap yang sedikit meutupinya Aku merasakan mataku terasa berat tapi bukan karena masih mengantuk tapi karena selama perjalanan aku menangis. Aku sedih karena aku harus meninggalkan Amerika tempat yang telah menggoreskan banyak kenangan.

Kami turun dari pesawat dan disambut oleh seluruh keluarga ibuku di bandara. Aku merasa asing, aku melihat ke sekeliling dan mendapati diriku benar-benar merasa di dunia lain, meski bandara ini tidak terlalu ramai tidak seperti LAX tapi tetap saja aku merasa bisa tersesat jika ditinggalkan disini sendiri. Aku masih diam seribu bahasa berlindung di balik tubuh ibuku sambil menenteng tas-tas bajuku. Kemudian ibu memperkenalkanku ke semua saudara-saudarku. Aku pun menunduk dan tersenyum, senyum yang dipaksakan lebih tepatnya. Sudah lama sekali aku tidak kesini dan itu membuatku harus beradaptasi lagi dengan semuanya, suasananya, bahasanya, dan pergaulannya.

Tiba-tiba aku merasa ingin ke kemar mandi, aduh saat seperti ini kenapa aku ingin ke kamar mandi, aku melihat ibu yang masih terus saja mengobrol dengan saudara-saudara ku yang aku pun juga tidak kenal. Aku menarik baju ibuku dan berbisik padanya.

”Mom, where is the rest room?”

Kemudian ibu menunjukan arah kamar mandi.

”Do you want to go alone?”

“Yeah…I won’t be lost…OK…”

Aku pun segera bergegas menuju kamar mandi karena aku benar-benar sudah tidak tahan, aku menyalip setiap orang yang lewat dan bergegas mencari pintu yang bertuliskan kamar mandi, Nah itu dia, aku menemukannya, aku semakin mempercepat lariku dan

BRUKK!!

Aww..sakit sekali, aku terjatuh ke lantai dan pantatku benar-benar sakit, dasar orang itu tidak tahu apa kalau aku sedang terburu-buru.

”Heh, kalau jalan lihat-lihat…”

Apa dia memarahiku, enak saja, memang aku yang salah.

”Hei..”

Aku bergegas berdiri untuk memarahi orang itu tapi saat aku melihat siapa orang yang menabrakku aku benar-benar terpaku melihat wajahnya. Dia…ku akui sangat tampan…dia orang korea tapi apa benar ada orang korea setampan ini, setahuku terklahir kali aku ke sini menurtku tidak ada orang korea yang tampan.

”Hei..kenapa kau melihatku terus?minta maaf!!”

Aku tersadar dari lamunanku dan mendapati wajanhya masih terlihat marah.

”Enak saja memang ini kesalahanku seorang…kau juga kenapa jalan tidak hati-hati…”

Untunglah aku bisa berbahasa Korea, kalau tidak aku bisa kalah berdebat dengannya.

”Sudahlah tidak ada gunanya terus bicara denganmu hanya membuang-buang waktuku…”

Dan dia pun segera berlalu melewatiku dengan gaya sok menang..dasar!!! Ingin sekali aku mengejarnya dan berteriak memaki-makinya. Aku masih memandangi orang itu pergi sambil memgang pantatku yang sakit karena terjatuh tadi.

Saat aku berjalan pergi sesorang menyenggolku lagi dan hampir saja aku jatuh lagi untung orang itu langsung memegang tanganku yang hampir kehilangan keseimbangan dan membantuku berdiri.

”Jeongmal mianhe…”

Dia meminta maaf dan menundukan badannya dan saat dia menengadahkan kepalanya dia sangat tinggi kurasa sekitar 180cm sebab aku saja yang 170cm terlihat sangat pendek. Dia tampak tidak seperti orang korea karena matanya yang bulat dan besar. Dia kembali minta maaf dan segera beranjak sambil berlari.

”Kibum…tunggu aku…”

Cowok itu berteriak memanggil orang yang tadi menabrakku sambil berlari. Oh jadi namanya Kibum, lihat saja kalau aku sampai melihatnya lagi, akan kubuat perhitungan dengannya. Kibum, lihat saja kau!

~ ~ ~

”Why are you so late???”

“Sorry mom..”

Sepertinya ibu tampak sangat khawatir sekali, memangnya aku masih anak kecil apa, aku tidak mungkin tersesat. Tak lama kemudian aku sudah berada di mobil menuju ke rumah sesorang yang bisa kutebak pasti rumah nenek. Ibu bilang padaku bahwa selama kami belum memiliki rumah disini kami akan tinggal di rumah nenek untuk sementara waktu, yah aku sih tidak keberatan karena bagiku pindah kesini sudah menjadi beban buatku apalagi harus beradaptasi dengan keadaan rumah yang baru, lebih baik tinggal di rumah nenek karena setidaknya tempat itu sudah aku kenal karena aku pernah ke tempat itu sebelumnya dan sepertinya aku tidak akan ikut pindah meskipun kami sudah membeli rumah. Aku suka rumah nenek.

~ ~ ~

Kami tiba di sebuah rumah khas korea, yang aku yakin itu adalah rumah nenekku. Tidak banyak yang berubah mungkin hanya pagarnya saja yang berubah selebihnya semua sama,apa itu juga masih ada?

Saat kami mulai memasuki rumah tiba-tiba seorang cewek menghampiriku dan langsung memelukku.

“Aku kangen sekali denganmu…ya ampun..kau sudah besar sekali…”

“Upps…Sorry..”

Aku berusaha mengeluarkan suaraku agar dia tahu bahwa aku tidak bisa bernafas karena di peluk erat olehnya. Kemudian dia melepaskan pelukannya dan merangkul bahuku.

Dia seorang cewek yang cukup manis tapi siapa dia? Dia hanya lebih pendek dariku sehingga dia harus merangkul bahuku sambil agak berjinjit sedikit.

“Kau masih ingat aku?”

Aku hanya bisa tersenyum, karena jujur aku lupa siapa dia?apakah aku pernah bertemu dengannya sebelumnya. Aku berusaha berpikir mengingat-ingat kejadian saat aku liburan disini waktu smp, apakah ada cewek ini? Aih!!! Aku lupa siapa dia?

“Hyo Jin…pasti dia lupa sudah lama sekali sejak terakhir dia kesini..”

Nenek tersenyum melihatku yang berpikir keras mengingat-ingat.

“Dia Shin Hyo Jin, Sha? Kau ingat? Dia sepupumu…”

Ibu membantuku mengingat dan yeah aku tahu dia adalah sepupuku waktu aku kesini dialah yang menemaniku liburan disini dan mengajarkanku bahasa Korea. Hah kenapa aku bisa lupa, memang sekarang dia sudah tampak berubah, sekarang rambutnya sudah panjang jadi wajahnya trelihat berbeda.

“Yeah….now I remember…”

Aku berusaha tersenyum, yang menyatakan bahwa aku ingat.

Ibu kembali menyenggol tanganku mengigatkanku untuk tidak berbahasa inggris disini. Aku masih belum terbiasa berbicara bahasa korea lidahku masih agak sedikit kaku atau mungkin karena sebenarnya aku tidak mau kesini. Yah itulah alasannya, aku tidak mau tinggal di Korea aku rindu teman-temanku disana.

“Shasha ayo lihat kamarmu…”

Dia menarik tanganku masuk ke dalam dan mengambil tasku. Aku masih diam tanpa suara, aku bingung harus bilang apa. Aku mencoba tersenyum, senyum yang dipaksakan.

Keseluruhan ruangan tidak ada yang berubah sama seperti dulu. Dia mengajakku masuk ke sebuah ruangan besar. Dan di dalamnya sudah terdapat sebuah tempat tidur tingkat yang aku yakin pasti semuanya dipersiapkan untukku, di pojok ruangan terdapat sebuah meja berisi computer dan buku yang kutebak pasti milik Hyo Jin tak jauh dari meja itu terdapat satu buah meja lagi yang hanya berisi computer saja, pasti itu meja belajarku yang baru. Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah dan mendapati mataku tertuju pada sebuah lemari besar. Hanya ada satu lemari disitu.

“Mianhe…nenek belum bisa membelikanmu lemari…jadi tidak apa-apa kan kau berbagi lemari denganku…masih muat kok…”

Sepertinya Hyo Jin tahu raut wajahku berubah begitu melihat hanya ada satu lemari disitu. Sebenarnya aku tidak suka harus berbagi lemari bersama orang lain karena menurutku itu pribadi tapi apa boleh buat, aku tidak mengharapkan yang lebih baik dari ini, karena memikirkan aku akan tinggal disini saja tidak pernah apalagi membayangkan mereka sudah menyiapkan segalanya secara sempurna untukku agar betah tinggal disini.

Aku mengeluarkan barang-barangku dan mulai menyusunnya dan menaruh di tempat seharusnya. Hyo Jin menawarkan diri membantuku. Setelah baju-bajuku masuk ke dalam lemari aku merasa panas dan kemudian kubuka jendela dan terkejut melihat pohon itu masih beridiri tegak disina. Pohon Plum favoritku, pohon yang paling indah apalagi saat berbunga akan tampak seperti bunga sakura, aku rindu pohon itu, dulu aku selalu memanjat sampai atas untuk melihat pemandangan, tak menyangka pohon itu masih berdiri tegak disana.

“Aku selalu merawat pohon itu…”

Hyo Jin menghampiriku dan berdiri di sampingku dan ikut memandangi pohon itu bersama, dulu waktu kecil aku dan Hyo Jin sering bermain disana.

“Ternyata masih disana…”

Aku tersenyum dan segera menarik tangan Hyo Jin .

“Ayo kita main..”

Hyo Jin terkejut tapi tidak bisa menolak karena aku sudah menyeretnya sampai ke depan pohon.

“Ayo naik ke atas..”

“Aku tidak bisa Sha..”

Aku lihat Hyo Jin memakai rok, tentu saja dia tidak mungkin bisa naik, baiklah aku akan naik sendiri ke atas.

“Hati-hati Sha..”

“Tenang saja aku biasa…”

Aku berteriak dari atas, wajah Hyo Jin tampak sangat khawatir, aku sudah biasa seperti ini. Aku mulai menaiki dahan demi dahan, memang pohon ini tidak terlalu tinggi tapi cukup menantang karena begitu banyak dahan. Saat tinggal satu dahan lagi aku terpeleset dan kehilangan keseimbangan.

BRUKKK!

Auuu…sakit sekali pantatku sudah dua kali pantatku mengalami kecelakaan, ya ampun sakitnya. Hyo Jin membantuku berdiri dengan wajah sangat khawatir.

“Kau tidak apa-apa Sha..”

“Yeah..I’m Ok…”

Aduh sakit sekali. Aku meringis sedikit dan berusaha berdiri sendiri.

“Ayo ku obati lukamu..”

Aku tidak meyadari tanganku tergores mungkin gara-gara tadi terkena ranting, perih sekali begitu Hyo Jin mengoleskan obat ke tanganku yang tergores kemudian dia memasang plester perlahan.

“Kau tidak apa-apa?”

Dia menanyakan keadaanku untuk kedua kalinya, sebegitu khawatirkah dia, aku belum pernah di khawatirkan oleh orang lain sampai seperti ini, dia tampak seperti kakak perempuan yang tidak pernah aku punya, memang sih dia satu tahun lebih tua dariku dan sudah berulang kali ibu bilang agar aku memanggilnya Unnie tapi aku tidak pernah memanggilnya seperti itu.

~ ~ ~

Malam itu makan malam berjalan lancar, tidak ada penolakan oleh perutku terhadap masakan Korea. Untunglah ibu yang memasak dan ibu hanya memasak makanan Korea yang memang pernah aku makan waktu di Amerika.

“Shasha…nanti di sekolah kau jangan memakai nama Amerika mu pakailah nama Koreamu mengerti?”

“Yeah..i know that..”

“Hye Jin…”

“Arasso..”

Setelah makan malam aku kembali ke kamarku dan membereskan barang-barangku yang masih tersisa. Mulai sekarang aku akan meninggalkan nama pemberian ayahku dan menggantinya menjadi nama korea Choi Hye Jin, itulah nama koreaku. Mungkin dengan menggunakan nama itu aku akan lebih mudah beradaptasi disini.

“Sha..”

Hyo Jin yang kali ini juga ikut membantuku membereskan barang-barang dan duduk di atas tempat tidurku sambil menatapku yang masih sibuk merapikan buku-bukuku ke meja belajarku yang baru.

“Panggil saja aku Hye Jin, Unnie..”

Pertama kalinya aku memanggilnya Unnie, sedikit aneh terdengarnya.

“Panggil saja aku Hyo Jin..”

Hyo Jin tersenyum kemudian tertawa melihatku.

“Maksudmu?”

Aku bertanya dengan wajah penuh kebingungan.

“Yeah…jangan panggil aku Unnie dan aku juga tidak akan memanggilmu Shasha..arasso?”

Oh jadi itu, dia juga tidak mau di panggil Unnie, aku pun tersenyum padanya dan mengangguk. Kemudian dia bertanya lagi dengan wajah yang sangat serius.

“Kau senang tinggal disini?”

Pertanyaan itu seakan langsung menusuk jantungku, tentu jawabannya pasti tidak suka tapi tidak mungkin aku bilang begitu pada mereka yang sudah begitu baik padaku. Berbohong adalah yang paling tepat.

“Yeah..aku suka..”

Aku menjawab tanpa melihat ke arahnya dan menyibukkan diriku merapikan buku.

“Kau tidak perlu berbohong…aku tahu kau…walau Cuma sebentar kita bersama tapi aku paham dirimu…”

Aku menghentikan kegiatan merapihkan buku dan duduk disampingnya.

“Yeah..aku tidak bisa bohong…aku tidak mau disini….tapi aku tidak mau mengecewakan ibuku..apapun akan aku lakukan agar aku bisa senang tinggal disini..”

Hyo Jin langsung memelukku dengan penuh kehangatan dan entah kenapa aku merasa sangat nyaman ada di pelukannya, dia terasa seperti kakak bagiku.

“Aku tahu hidupmu sangatlah berat…aku akan berusaha membantumu beradaptasi disini…kau pasti akan suka disini…jadi ceritakan apa saja padaku..aku akan menjadi pendengar sejati untukmu…arasso?”

Aku menganggukan kepalaku dalam pelukannya, rasanya aku ingin menangis sekarang bercerita tentang bagaiman sakitnya perasaanku selama ini tapi semua itu kuurungkan aku kesini untuk memulai hidupku dari awal lagi tak ada gunanya aku tersu mengingat masa lalu. Ada Hyo Jin yang mulai sekarang akan selalu ada untukku, sebagai seorang kakak yang tidak pernah aku miliki.

Dia melepaskan pelukannya dan mentapku.

“Sebaiknya kau tidur….kau pasti lelah..besok kita sudah sekolah loh…”

Dia tersenyum jahil di bagian kahir kalimatnya itu.

“Mwo??sekolah??aku baru sampai..”

Dia tersenyum padaku.

“Mianhe…nenek sudah mendaftarkanmu jauh-jauh hari jadi…”

Aigoo, aku harus sekolah besok…ya ampun aku belum siap…apa yang akan mereka katakana padaku nanti…memangnya sekolah disini seperti apa…aku juga tidak tahu..

“Tenanglah ada aku..”

Hyo Jin berusaha menenangkanku yang masih sedikit shock mendengar bahwa besok aku harus pergi sekolah. OMO!!

~ ~ ~

Malam ini aku tidak bisa tidur mungkin karena masih jet lag, aku tidur di bagian atas sedang Hyo Jin di bawah, kuputuskan untuk turun dari tempat tidur dan berjalan membuka jendela sedikit, bulan menyembul diantara bunga-bunga pohon plum, indah sekali. Kulihat Hyo Jin sudah tertidur dengan lelapnya. Aku termenung melihat pemandangan yang indah ini. Hidupku disini akan dimulai besok…apa yang akan terjadi padaku disini?

***

Aku tampak sangat aneh dengan seragam ini, ya ampun kenapa sih harus memakai seragam. Aku terus memandangi cermin melihat pantulanku yang menggunakan seragam untuk pergi sekolah.

“Kau cantik..”

Wajah Hyo Jin menyembul dari balik pintu dengan senyumnya dan berjalan mendekatiku.

“Aku aneh…”

“Siapa bilang…kau cantik..Jjang!!”

Dia mengacungkan jempolnya padaku dan berjalan mendekatiku untuk merapihkan dasiku.

“Perfect….bahasa inggrisku sudah baguskan? Yah walapun tidak sebagus dirimu…”

Aku tersenyum, aku ingat dulu dia sangat susah sekali berkomunikasi denganku karena waktu itu dia sama sekali tidak bisa bahasa inggris, maka aku pun mengajarinya saat itu dan sebagai gantinya dia mengajarkanku bahasa Korea.

“Ayo berangkat…”

Dia menarik tanganku dan kami pun pergi sekolah dengan berjalan kaki karena memang sekolah kami tidak jauh. Di perjalanan Hyo Jin bercerita panjang lebar tentang kota Seoul, dia bercerita dimana dia beli buku, baju, es krim, pergi berjalan-jalan, pokonya semua tempat asyik di Seoul begitu katanya, dan aku menjadi pendengar setianya sepanjang perjalanan. Lumayan menambah pengetahuanku tentang ibukota Korea Selatan ini, sehingga nanti saat aku ingin berjalan-jalan sendiri kota ini aku sudah hapal dan tidak tersesat.

Tak lama kemudian kami sudah sampai di depan gerbang sekolah, aku melihat banyak murid yang berjalan berkelompok-kelompok, aduh aku mulai gugup. Sekolah ini adalah sekolah terbaik di Seoul begitu kata Hyo Jin dan kurasa memang betul, habisnya sekolah ini sangat megah dan luas serta benar-benar sangat bersih.

Tiba-tiba seorang cewek berlari menghampiri Hyo Jin.

“Hyo Jin kau harus membantuku…cepat!!!!”

Dia menarik tangan Hyo Jin dan meyeretnya, Hyo Jin berusaha menolak tapi cewek itu sudah meyeretnya, Hyo Jin menatapku dengan pandangan meminta maaf.

“Annyong…aku baik-baik saja..”

Aku melambaikan tangan ku padanya dan menatapnya dengan wajah penuh keyakian bahwa aku akan baik-baik saja. Kenapa semua orang harus mengkhawatirkanku seperti itu. Hey, aku bukan anak kecil lagi. Lagipula aku memang tidak sekelas dengan Hyo Jin, dia satu tingkat di atasku, jadi mau tidak mau aku harus menjelajah sekolah ini sendiri.

Aku mulai masuk ke dalam gedung sekolah, dilorong sudah mulai ramai oleh para murid. Dan aku masih terus mencari dimana kelas 11B, harus bertanya pada siapa? Aku berjalan perlahan melewati setiap kelas dan terus mencari dimana kelasku. Pasti saat ini wajahku sudah sangat kebingungan, yeah aku memang mudah ditebak, ibuku selalu bilang bahwa aku adalah Open Book karena setiap perubahan sekecil apapun akan terlihat dengan jelas di wajahku, oleh sebab itu aku tidak pandai berbohong dan berpura-pura.

Tiba-tiba sesorang menepuk bahuku dan saat ku tengok kebelakang. Aigoo, dia sangat tampan. Entahlah aku sudah gila mungkin kenapa sekarang aku menganggap cowok-cowok Korea lumayan tampan juga padahal sebelumnya aku menganggap mereka biasa saja. Dan cowok yang berdiri di hadapanku sungguh sangat tampan lebih tampan daripada cowok yang bertabrakan denganku waktu itu ataupun yang menyenggolku waktu di bandara. Dia sangat tampan.

“Kau baru disini?”

Pertanyaannya membawaku kembali ke alam sadar.

“Yeah….aku mencari kelas 11B..”

Lebih baik sekalian saja aku bertanya padanya.

“Oh…mari kutunjukkan..”

Dia sangat baik mau menunjukan kelasku, ternyata masih ada orang baik yang mau menolongku.

“Gumawo…”

Aku mengucapkan terima kasih sambil menunduk begitu sampai di depan kelasku.

“Aku Choi Hye Jin…”

Aku mengulurkan tanganku dan dia memnyambutnya.

“Aku Lee Taemin…”

“Gumawo..”

Aku kembali mengucapkan terima kasih sekali lagi padanya dan dia menjawabnya dengan senyuman, senyuman yang sangat menawan, kemudian menundukan badannya dan berlalu pergi. Ya ampun…

“Annyeonghaseyo…namaku Choi Hye Jin…mohon bantuannya…”

Aku menundukkan badanku dan tersenyum ke sekeliling kelas yang menatapku dengan tatapan penasaran, namun tak lama kemudian mereka tersenyum padaku. Oh syukurlah mereka menerimaku. Kemudian aku kembali duduk di tempatku.

Aku merasakan sesorang menatapku, aku pun menoleh dan mendapati seorang cowok menatapku. Kenapa cowok ini? Kenapa dia menatapku seperti itu? Ada yang salah denganku…tapi kok wajahnya familiar ya?apa aku mengenalnya sebelumnya.

Dia terus saja menatapku, aku pun mengalihkan pandanganku dan berpura-pura membaca buku, tapi cowok itu masih saja menatapku. Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang dan membuat ku sedikit kaget. Aku pun langsung menoleh ke belakang. Dan mendapati seorang cewek dengan wajah imut menatapku sambil melotot. Kukira usianya di bawahku, habis dia terlihat seperti anak kecil

“Hey….kenapa Key menatapmu terus?”

“Key??? Aku tidak mengerti apa yang kau maksud…”

Aku kembali mengecek apakah cowok itu masih menatapku atau tidak. Fuihh!! Untunglah dia sudah tidak menatapku lagi. Namun cewek di belakangku terus saja menepuk bahuku.

“Apa kau mengenalnya? Apa kau mempunyai hubungan khusus dengannya?”

Key, kenal saja juga tidak baru kali ini kudengar nama itu, lagipula aku baru pindah mana mungkin ada orang yang mengenalku, kembali ku cek apakah cowok yang bernama Key itu masih menatapku ternyata tidak dia suah focus ke papan tulis.

“Aku tidak mengenalnya mengerti…”

Aku menjawab tanpa menoleh dan berusaha focus pada pelajaran.

“Kau pacarnya ya?”

Ya ampun cewek ini, kenal juga tidak dengan orang itu. Dasar Aneh!

“Nona Kim Rae Na, kau tahu sekarang belum istirahat..”

“Mianhe  Lee sesongnim…”

Salah sendiri berbicara pada saat jam pelajaran, untunglah bukan aku yang ditegur, akhirnya cewek yang bernama Kim Rae Na itu diam dan pelajaran pun berjalan sangat cepat.

“Ayo ke kantin…”

Ajak Kim Rae Na begitu bel makan siang berbunyi, perutku lapar tapi….makan di kantin berarti bertemu lebih banyak orang di sekolah ini. Hmmph. Tiba-tiba seorang cewek masuk dan berlari menghampiri Key dan menariknya dengan manja. Namun sepertinya Key tidak mau dan dia malah menatapku lagi. Dasar cowok aneh!!

Cewek itu masih terus menarik tangan Key dan akhirnya Key mau juga pergi digandengnya Key dengan mesra. Tapi yang anehnya cowok itu terus saja menatapku. Dasar cowok selalu sama!

“Ayo pergi Rae Na…”

Aku menarik tangan Rae Na dan berjalan mendahului mereka dan Key terus saja menatapku. Di sepanjang perjalanan Rae Na tersu saja bertanya padaku tentang Key sepertinya aku salah mengajaknya ke kantin. Dia belum puas dengan jawabanku di kelas tadi dan terus saja memberondongiku dengan banyak pertanyaan mengenai Key.

“Kau tahu dia itu idola cewek-cewek disini…kau harus hari-hati apalagi si Han Yu Ri yang tadi itu loh…aku tidak tahu dia pacarnya atau bukan tapi yang pasti dia sangat dekat dengan Key…kau bisa lihat tadi bagaimana kan? Lebih baik kau jauh-jauh dengannya kalau tidak mau berurusan dengan Yu Ri…”

Cewek ini sudah semakin aneh saja perkatannya, peduli apa aku dengan cewek yang dia sebut Han Yu Ri itu, mau dia pacarnya Key atau pacaranya siapapun bukan urusanku. Lagipula aku tidak suka cowok itu.

“Please..Rae Na..aku pindah kesini bukan untuk mencari pacar…arasso?”

Rae Na pun diam mendengar ku berbicara sepeti. Aku jadi merasa sedikit bersalah, apa aku terlalu kasar.

“Mianhe..”lanjutku

Rae Na tersenyum.

“Mianhe…aku yang terlalu banyak berbicara…teman?”

Rae Na mengulurkan tangannya padaku dan menjabatnya.

“Teman…”

Teman pertama ku disini Kim Rae Na, yah walapun sepertinya dia orang yang cerewet tapi sepertinya di baik. Langkah awal yang bagus untuk beradaptasi disini.

~ ~ ~

Kantin penuh sekali dengan para murid, harus duduk dimana ini. Hyo Jin melambaikan tangannya padaku dan mengajakku bergabung dengannya.

“Kau kenal Shin Hyo Jin Unnie…”Tanya Rae Na begitu aku tersenyum pada Hyo Jin.

“Dia sepupuku…memang kenapa?”

“OMO….dia sangat terkenal di sekolah ini kau tahu ketua paduan suara cewek…aigoo…kau kenal dengan orang-orang terkenal disini…”

“Hanya Hyo Jin bukan Key…”

Rae Na hanya bisa tersenyum  menanggapi perkataanku. Wow ternyata sepupuku adalah ketua paduan suara di sekolah ini, hebat sekali pantas dia tidak mau ikut pindah ke Pusan waktu keluarganya pindah. Dia sudah sangat nyaman disini dan dengan menjadi ketua paduan suara bisa mendekatkan dia menuju univesitas impiannya Barkeley.

Kami mendatangi mejanya dan Hyo Jin langsung menarik bangkuku untuk duduk.

“Gumawo…”

“Akan ku ambilkan makanan…”

“Tidak usah…”elakku.

Tapi Hyo Jin sudah pergi dan tak lama kemudian muncul dengan nampan penuh makanan. Rae Na pun telah kembali dari mengambil makanan.

“Makanlah…”

“Gumawo…”

Aku melihat makananya. Wajahku langsung berubah begitu melihat makanan yang ada di hadapanku ini. Apa ini?

“Massikum!!percayalah…”

Aku mengernyit sedikit dan kusendok suapan pertama, ku kunyah dengan perlahan, yah rasanya tidak terlalu buruk. Cukup enak. Aku pun menyendok lagi.

“Massikum!!”

“Benar kan…ibumu tadi bilang makanan apa saja yang tidak kau suka…jadi aku tahu kau pasti suka ini…”

Ya ampun ibuku benar-benar ingin agar aku betah disini. Kami pun makan sambil mengobrol bersama kulihat Rae Na sangat senang aku tahu kenapa kurasa Hyo Jin adalah idolanya.

Tak lama kemudian 2 orang cowok masuk dan menghampiri meja kami. OMO..itu cowok yang tadi pagi menunnjukan kelasku..Lee..Taemin..ya itu namanya…tapi yang satu lagi aku tidak tahu siapa, dia tampak sedikit lebih tinggi dari Taemin dan sedikit lebih tampak dewasa. Wajahnya sangat lucu. Karena matanya hilang saat dia tersenyum, tapi dia lumayanlah.

Dia tersenyum pada Hyo Jin dan juga padaku

“Oh ya…Hye Jin…ini Lee Jin Ki …”

Hyo Jin memperkenalkan cowok itu dan dia pun kembali tersenyum padaku.

“Annyeonghaseyo…”

“Ne Annyeonghaseyo..”

Aku pun membalas senyumnya.

“Dia sepupumu yang kau ceritakan itu kan, Hyo Jin..”

“Ya..”

Aku menatap cowok sebelahnya, Taemin. Dia pun tersenyum padaku.

“Kau sudah mengenalnya Taemin…” Tanya Jin Ki sambil menoleh pada Taemin.

“Ya..tadi pagi aku bertemu dengannya…”

Masih dengan senyuman, sepertinya cowok ini suka sekali tersenyum, memang sih senyumnya sangat menawan.

“ Dia sepupuku…”

Jin Ki menjelaskan padaku bahwa Lee Taemin adalah sepupunya. Kemudian Jin Ki duduk disamping Hyo Jin.

“Aku duluan Hyung…”

Taemin memohon diri untuk pergi dan dia tersenyum kepada semua orang dan juga padaku.

“Sampai ketemu lagi Hye Jin…”

Dia mengucapkan salam hanya padaku. OMO!!!

Taemin berjalan pergi menuju sebuah meja yang sudah berisi seorang cowok yang sepertinya ku kenal. Dia mirip seperti orang yang menyenggolku di bandara..benar itu dia. Kulihat Taemin langsung larut dalam percakapan serunya dengan cowok itu. Mereka sepertinya dekat sekali.

Hyo Jin juga sepertinya asik sekali mengobrol dengan Jin Ki Oppa dan Rae Na sibuk dengan makanannya, aku memperhatikan sekelilingku dan  mendapati sebuah meja yang di penuhi banyak orang terutama cewek dan salah satunya Key. Tak disangka seorang cowok yang duduk disamping Key melihatku dan melambaikan tangnnya padaku sambil tersenyum. Aku langsung mengernyitkan keningku. Cowok aneh!! Dia kembali tersenyum dan mengedipkan matanya padaku. Iehh!apa maksudnya itu, dia pikir aku cewek murahan. Gayanya sungguh sangat mencolok diantara yang lain dengan segala aksesoris yang dimilikinya dan sepertinya dia adalah tipe yang sangat percaya diri.

Key yang sedari tadi asyik mengobrol dengan salah satu ceweknya menoleh ke arahku dan kulihat cowok yang sok keren(yah walaupun kuakui gayanya cukup keren tapi kedipan tadi…tidak…tidak…tidak…) itu berbisik padanya kemudian tersenyum tapi kulihat Key tampak tidak setuju dan terlihat agak sedikit tidak suka. Kemudian dia langsung pergi meninggalkan meja itu dikejar oleh cowok sok keren itu. Tapi sebelum Key menghilang dari kantin dia sempat melihat ke arahku dan tersenyum, senyum tipis.Orang-orang disini aneh-aneh.

“Hye Jin aku pergi dulu ya…kau tidak apa-apa kan sendiri? Mianhe…”

Hyo Jin ingin pergi dahulu sepertinya di terburu-buru.

“Ya…tidak apa-apa… ada Rae Na….”

Hyo Jin pun tersenyum dan segera pergi bersama Jin Ki Oppa. Ada satu pertanyaan yang begitu ingin aku tanyakan pada Rae Na jadi aku menunggu dia selesai dengan makannya. Begitu kulihat dia sudah selesai. Langsung ku ajukan pertanyaan itu.

“Hemm…Rae Na…siapa itu Key?”

“Nah, kau menanyakannya juga kan? Jangan-jangan!”

Dasar anak ini tidak bisa apa berfikir positif sekali saja.

“Rae Na…aku Cuma mau Tanya kenapa dia begitu…”

Kuarahkan telunjukku kearah tadi Key duduk.

“Begitu populerkah dia?”lanjutku.

“Kau begitu beruntung Hye Jin…kau di kelilingi orang terkenal…”

Dia terdiam sejenak dan aku pun berusaha serius mendengarkan ceritanya.

“Pertama Hyo Jin Unnie, Key, Jin Ki Oppa dan Taemin…ckckck…kau hebat….”

“Jadi mereka itu siapa?”

Tiba-tiba bel masuk berbunyi dan kami pun harus kembali ke kelas. Padahal aku ingin mendengar ceritanya.  Ya sudahlah aku harus bersabar sampai pulang sekolah.

Pelajaran berjalan sangat lamban mungkin karena aku sangat ingin mendengar cerita itu.

TBC

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

I Can’t Dead

author : agneskey
main cast : Geunho, Key, Jonghyun, Minho, Yoona
other cast : Eun Suh, Jie Yaa, Taemin, Onew

~ ~ ~ ~ ~
Geunho POV

Namaku adalah Geunho. Gadis berusia 16 tahun, dan akan terus seperti itu. Seperti itu… apa kalian mengerti maksudku? Hm ok biar aku jelaskan.
Dulu, duluuuu sekali, saat aku masih diperut ibuku, terjadi pertempuran hebat antara bangsaku dengan bangsa Darkenia. Bangsaku adalah bangsa dimana orang orang saling menyayangi. Lovetophya, itu lah nama bangsaku, love yang berarti cinta adalah simbolnya. Sedangkan Darkenia, ialah bangsa dimana mereka menentang adanya bangsaku. Mereka semua yang tak percaya akan kekuatan cinta, bergabung disini. Mereka semua hidup dalam kegelapan.
Sampai suatu hari, ayahku diangkat sebagai raja Lovetophya dan beliau meng-ikrarkan sebuah janji. Bahwa dia akan memusnahkan bangsa Darkenia dan membunuh rajanya, Amandeus, dengan tangannya sendiri. Yeah, usaha membunuh bangsa Darkenia dan rajanya berhasil. Tapi sebelum Amandeus mengakhiri hidupnya ia berkata

“terkutuk kau anak yang dikandung istrimu. Anak itu tidak akan lahir di tempat terkutuk ini, LOVETOPHYA!!!!!! Tapi dia akan lahir didunia manusia dan terlahir sebagai manusia!!!! Anak itu TIDAK AKAN BISA MATI !!!! Ia akan terus seperti anak berumur 16 tahun di dunia manusia-” kepala Amandeus dipengggal ayahku, tapi sayang semuanya terlambat, awan telah berubah menjadi hitam dan roh-ku terbawa kedunia manusia……

~ ~ ~ ~ ~ ~

Oke sekarang aku berada didunia manusia, kalau ku-hitung hitung, umurku sudah sekitar lebih dari 3 abad. Tua bukan? Tapi karna kutukannya si raja jahat itu, sampai sekarang aku masih seperti berumur 16 tahun.
Kutukan ini benar benar menyiksaku, ketika aku sudah menikah dengan orang yang kusayangi dan hidup dengannya, selalu saja aku melihat kematian mereka. Itu membuatku sakit. Juga dengan keluargaku didunia manusia. Hm kalian pasti bingung bagaimana caraku mendapatkan ayah dan ibu. Aku pergi ke panti-panti asuhan dan tak lama kemudian, ada saja keluarga yang mengadopsiku. Aku sudah menganggap mereka ayah dan ibu tapi saat aku menyaksikan kematian mereka, rasanya aku ingin bunuh diri.
Coba kalian berfikir, orang yang kalian sayangi dan cintai meninggal satu persatu dan kalian yang menyaksikannya. Tapi untungnya aku masih diberi perlindungan oleh orang tuaku dan dewa-dewi Lovetophya dari atas sana. Ketika aku tertidur, mereka mendatangi mimpiku– itulah caraku berkomunikasi dengan mereka. Dan selama aku didunia, aku akan dijaga oleh seorang pangeran. Minho namanya. Tampan, baik hati, itulah dia (bisa dibilang aku sedikit tertarik dengannya). Minho selalu mengikutiku kemanapun–kecuali toilet dan tempat tempat pribadiku. Kadang dia terlihat, kadang tidak, sesuka hatinya saja. Ia menjadi pangeran cinta pandangan pertama di Lovetophya dan menjadi idola dewi dewi do Lovetophya sana.
Di Lovetophya sana, dewa-dewi beserta orangtuaku sedang berusaha mencari cara untuk melepaskan kutukan Amandeus. Sudah hampir 1 abad mereka mencari cara tapi tak pernah berhasil. Aku hanya pasrah, mungkin sampai dunia kiamatpun, aku masih tetap hidup.


TBC

***


signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

My Lovely Servant – Part 1

Author  : Dhy

Cast     : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and the other cast

Ini ff  pertama yang Dhy buat, maaf ya kalau agak geje……

“ hey aku sudah bilang jangan buka gorden kamarku”

“ hey jangan sentuh barang apapun yang ada dikamar ini”

“jangan tatap aku, jangan sentuh aku, dan satu lagi jangan bicara padaku”

Semua ucapan diatas begitu menusuk ditelingaku, ini semua gara-gara sewa rumahku yang tidak bisa ku bayar (Reader : apa hubungannya coba) dan inilah ceritanya kenapa aku bisa ada ditempat ini.

***

1 hari yang lalu

“eun hye, kapan kau akan bayar uang sewa rumahmu ha??? Ini sudah tanggal berapa? Aku tidak bisa menunggumu lagi, rumah ini sudah ada yang mau memakainya bila sampai sore ini kau belum bayar juga” jelas seorang ahjumma yang sibuk menggantung pakayannya di bawah terik mata hari.

“ne, aku akan mencoba membayarnya hari ini, tapi apa ahjumma tidak mau memberiku beberapa hari lagi” ucap ku sambil mengikat tali sepatu.

“ maafkan aku tapi aku sedang butuh uang sekaranng, anaku harus segera membayar uang sekolahnya”.

“baiklah, klo begitu aku pergi kerja dulu”

Disebuah cafe

“ ensung, apa aku bisa meminjam uang” bisikku pada ensung yang sedang mengelap sebuah meja.

“ eun hye, ada apa???” Tanya ensung padaku sambil tetap mengelap meja

“ aku butuh uang untuk membayar sewa rumah tapi aku tidak punya tabungan sedikitpun” kini jari-jariku mulai mengetuk-ngetuk meja

“miane eun hye, tapi aku juga sedang tidak ada uang, kaukan tau kemarin kita harus bayar kuliah” ensung menatapku dengan tatapan iba.

“ ya eunsung, kenapa kau menatapku seperti itu, aku tidak akan kenapa-kenapa kalau cuma diusir, kan masih ada rumahmu” senyumku melebar menyembunyikan kekecewaanku.

“eun hye, kau bisa datang kapan saja kerumahku, eun hye tolong teruskan pekerjaanku, aku harus mengantar pesanan” ucap ensung kemudian meningalkanku.

Apa yang harus aku lakukan, kenapa hidupku harus sesulit ini tanpa sadar aku memukul-mukul kepalaku sendiri, saat aku berbalik aku melihat seorang pria yang sebaya denganku sedang tersenyum kearahku, jangan-jangan dia melihat tingkahku pekikku dalam hati.

“ ya~~ kenapa kau tersenyum seperti itu???” tanyaku pada pria itu

“ hey apa ini yang selalu kau lakukan pada pelangganmu???” dia malah balik bertanya dan tanpa menghapus senyuman dibibirnya.

“ baiklah TUAN, apa yang mau anda pesan?” tanyaku denngan sedikit penekanan pada kata tuan “ puas kau????” tambahku lagi.

“ 1 capucino ice”

“ 1 capucino ice akan segera datang” ucapku kemudian pergi meninggalkannya

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam waktu soul, karena sekarang musim panas aku berjalan keluar café hanya dengan T-shirt, aku meminta untuk pulang lebih awal karena aku harus mengepak barang-barangku, ya tepat sekali aku harus segera pindah dari tempatku sekarang. Sepanjang jalan aku hanya menunduk.

“ eun hye, yoon eun hye “ panggil seorang pria dari sebuah mobil sport berwana hitam.

Aku menoleh, dan ya aku mengenal mobil beserta siempunya mobil yang sekarang sudah berdiri dihadapanku.

“ aisssh ada apa denganmu??? Hari ini kau tidak seperti biasanya???” ucapnya sambil mengacak-acak rambutkku yang memang sudah berantakan.

“ memangnya biasanya aku seperti apa???” tanyaku heran

“ aku antar pulang” aish pria ini mengabaikan pertanyaanku “ hey, aku antar pulang, ayolah” belum sempat aku menolak dia sudah menarik tanganku kemobilnya.

Hening

“ hey kau mengganti interior mobilmu ya???” tanyaku memulai pembicaraan

“ bagus tidak???” dasar kebiasaan selalu saja mengabaikan pertanyaanku “ hey bagus tidak???” ulangnya.

“ hey lee jinki bisa tidak kau menjawab pertanyaanku dengan jawaban, bukan malah balik bertanya”

“ wah wah wah, kau marah? Baiklah baiklah, ne aku mengganti interior mobilku”

Apa??? dasar orang kaya selalu saja buang-buang uang, tidak tahu apa masih banyak orang sepertiku di dunia ini, maksudku orang-orang yang benar-benar membutuhkan uang untuk hal yang penting.

“ eun hye, ada apa sich denganmu? Kenapa kau banyak melamun hari ini?”

“ ah tidak, jinki berhenti disini saja, sebentar lagikan sampai” pintaku pada jinki

“loch kenapa tidak sampai depan rumahmu???”

“kau akan repot bila harus memutar balik mobilmu” jawabku asal, sebenarnya aku tidak mau kalau sampai jinki tahu aku harus pindah rumah dengan terpaksa, pasti dia akan membantuku. Akupun turun dari mobil “ jinki, gomao~~~” ucapku sambil melambaikan tangan pada jinki.

“ eun hye, besok aku akan menemuimu di kampus, tidur nyenyak ya” ucap jinki kemudian mobilnyapun melesat menjauhiku.

Sesampainya dirumah aku segera membereskan barangku, kemudian seseorang masuk ke dalam rumah.

“ eun hye, kau memutuskan pindah?”

“ ea, aku belum bisa bayar uang sewanya, untuk sementara waktu aku akan tinggal dirumah teman” jelasku

“baiklah, aku benar-benar minta maaf, karena tidak bisa mempertahankanmu dirumah ini”

“tidak apa-apa ahjuma, aku mengerti, tapi ahjuma aku belum bisa bayar uang sewaku untuk dua bulan ini sekarang, aku akan membayarnya minggu depan saat aku menerima gajiku”

“tidak usah eun hye, uangnya bisa kau pakai untuk biaya hidup”

“tidak tidak itu hutangku, jadi aku harus membayarnya” ucapku dengan senyuman     “ahjuma aku harus segera pergi, sudah malam” ucapku saat melihat jam ditanganku menunjukan pukul 9.

“ hati-hati ya eun hye”

***

Saat aku sampai didepan rumah eunsung, dia belum pulang dari café, aku menungunya sekitar setengah jam.

“ eun hye, mian membuatmu menunggu” suara eunsung membuyarkan lamunanku

“ ow tenang saja, akukan sudah biasa menunggu”

“ ayo masuk” eunsung membuka pintu kemudian aku mengikutinya. Rumah eunsung memang kecil paling tidak ini benar-benar rumahnya bukan sewaan.

“ apa hari ini café ramai sampai kau pulang larut???” tanyaku penasaran

“tidak, tadi aku bertemu pamanku, ow ya dia menawarkan pekerjaan, tapi aku menolak”

“kenapa???”

“aku harus menginap ditempat kerjaku”

“kerja apa???”

“pelayan, tidak tidak,  jangan berpikir kalau kau mau bekerja disana”

“memangnya kenapa?” tanyaku bertambah heran

“pamanku bercerita kalau tuan mudanya itu orang yang menyebalkan, banyak sekali pelayannya yang minta berhenti, memang sich gajinya lumayan dibandingkan pekerjaan pelayan pada umumnya, tapi kalau harus menghadapi orang menyebalkan, siapa yang tahan”

Bisa tinggal gratis, makan gratis, uang gaji lumayan, kenapa tidak aku ambil saja.

“ eunsung, apa aku bisa bekerja disana?”

“apa kau yakin? Kaukan sudah punya pekerjaan”

“tapikan aku sedang butuh uang, apa disana ada hari libur?”

“ada, jadwalnya bisa menyesuaikan”

“ kalau begitu aku akan bekerja disana, dan aku akan mengambil waktu libur pada hari weekend, dan saat weekend aku akan bekerja di café bersamamu, ow ya apa aku bisa tetap kuliah?”

“tentu, pamanku bilang ada pengecuallian untuk pelayan yang masih kuliah, jadi mereka bekerja dari siang sampai makan malam selesai”

Kalau begitu aku akan bekerja disana, kau harus segera menelepon pamanmu, pamanmu bekerja disana sebagai apa?”

“dia koki, baiklah aku akan meneleponnya sekarang lebih baik kau tidur”

“OK” ucap ku

Mulai besok aku harus bekerja keras, fighting eun hye, ow ya akukan belum bertanya tuan muda itu umur berapa, tapi dari cerita eunsung tadi sepertinya dia masih anak-anak, ya kalau cuma anak-anak pasti bisa ku atasi.

***

Keesokan hari….

“eunsung, apa kau tidak ada kuliah pagi ini?” tanyaku sambil mengguncang-guncangkan tubuh ensung yang masih terbaring di ranjang.

“ aku tidak ke kampus, mmm aku akan mmm mengurus pekerjaanmu hari ini” gumam eunsung tanpa merubah posisi tidurnya.

“baiklah, kalau begitu aku ke kampus, terimakasih eunsung, ow ya sarapanmu sudah ada di meja”

***

Saat sampai dikampus sepertinya aku sudah terlambat dikelas pertamaku, aku pun mengendap-endap agar bisa masuk kedalam kelas saat tiba-tiba dosen itu memergokiku.

“Annyeong haseoyo” ucapku dengan wajah paling polos yang bisa kubuat

“kamu lagi?” (pake bahasa kamu karena dosen adalah orang berpendidikan, anggaplah dosen itu berbicara formal*)

Aku hanya tersenyum kemudian duduk saat dosen itu mempersilahkanku duduk.

“tadi malam kau menginap dimana?” bisik jinki

“we?”

“semalam kau menginap dimana?”

“aku akan menjelaskannya nanti”bisikku sambil mengedipkan sebelah mataku, aku tau jinki kini hanya diam dan menatapkku bingung.

Saat kelas pertamaku selesai jinki langsung menghampiriku.

“ya, tidur dimana kau semalam? Kenapa tadi pagi saat aku menjemputmu kau tidak ada?”

“semalam aku tidur dirumah eunsung, dan aku sudah tidak tinggal dirumah itu, kau mengerti kenapakan”jawabku dengan senyum yang masih kupasang diwajahku.

“apa, jadi sewamu sudah habis? Kau tidak memperpanjangnya, kenapa kau tidak bilang padaku, akukan bisa membantumu, lalu kau akan tingal dimana???”

“lee jinki sahabatku, kau jangan hawatir, aku sudah dapat pekerjaan dan aku akan tinggal ditempat kerjaku itu, lagipula akukan tidak mau terus merepotkanmu, hey jinki lihat, han yojo sepertinya tidak menyukaiku ada didekatmu”

“kenapa tiba-tiba kau membicarakan gadis menyebalkan itu?”

“karena dari tadi dia memperhatikan kita” kemudian hanphoneku berdering “ ini eunsung, aku harus mengangkatnya” ucapku pada jinki yang sedari tadi melihat kerahku dengan tatapan ‘siapa yang menelepon’

“ne, baiklah aku akan segera kesana” ucapku “ea aku bisa meningalkan kelas ko, kan cuma satu hari, ya sudah tunggu aku sebentar” akupun menutup telepon dari eunsung.

“jinki, besok aku pinjam catatanmu, aku harus pergi ketempat kerja baruku sekarang” ucapku pada jinki yang memperhatikanku sibuk membereskan buku.

“ya, kau mau pergi sekarang?”

“akukan sudah bilang ya”

“mau aku antar?” Tanya jinki

“kau gila ya, aku akan bekerja disebuah rumah, dank kau akan mengantarku dengan mobil mewahmu itu, mereka akan menyangka kalau aku itu tamu”

“baiklah, kalau begitu hati-hati, jangan lupa telepon aku” ucap jinki, kemudian akupun meningalkan kelas.

***

“eun hye, sini” panggil eunsung

“hey, maaf membuatmu menunggu” ucapku terengah-engah karna berlari dari kampus tadi.

“kenalkan ini pamanku” ucap eunsung memperkenalkan seorang ahjussi yang berada di sampingnya.

“annyeong, aku yoon eun hye” ucapku ramah

“baiklah, kita harus buru-buru karna aku harus menyiapkan makan malam” ucap ahjussi.

Dan akupun memeluk eunsung “aku akan meneleponmu”ucapku.

***

Rumah majikanku sangat besar, lebih mirip hotel dibandingkan rumah, sekarang aku  berganti seragam pelayan dan sedang diajak keliling rumah oleh kepala pelayan, dia tidak mau kalau aku panggil haelmonii dia hanya ingin dipanggil kepala pelayan Han.

“noona yoon, ini kamar tuan muda, jangan masuk bila tidak ada urusan, ini kamar tuan muda” jelasnya

“tuan muda? Lagi?” tanyaku bingung

“keluarga kim punya dua anak, dan dua-duanya laki-laki”

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

“lebih baik sekarang kau bangunkan tuan muda” ucap kepala pelayan Han, saat kami berada didepan kamar yang tadi sudah kami lewati, ya lebih tepatnya kamar yang pertama kali ditunjukan.

“apa? Jam segini, dia tidur siang sampai jam 5 sore?”

“jangan banyak bertanya” kepala pelayan han pun pergi meningalkanku.

Dasar anak kecil, jam segini masih tidur, jangan-jangan aku juga harus memandikannya. Akupun memasuki kamar dan gelap tak ada cahaya matahari yang masuk kekamar, akupun berjalan kerah jendela kemudian mulai menarik gorden yang tertutup rapat tetapi kemudian.

“hey aku sudah bilang jangan buka gorden kamarku” suara seorang pria menghentikan gerakanku.loh bukanya aku harus membangunkan seorang anak kecil pikirku, aku pun memutuskan untuk mengambil sebuah figura yang ada diatas meja, hanya untuk meyakinkan siapa penghuni kamar ini yang sekarang ada dibawah selimut.

“ hey jangan sentuh barang apapun yang ada dikamar ini” ucap pria itu lagi sekarang dia sudah duduk dan membuka selimut yang sedari tadi menutupi semua tubuhnya. Aku kaget saat meliahat tuan muda yang kupikir anak kecil ternyata usianya tidak jauh beda denganku, atau mungkin usia kita sama, aku tidak sadar saat tanganku mulai bergerak dan akan menyentuhnya tapi gerakanku berhenti saat pria itu berkata “jangan tatap aku, jangan sentuh aku” saat aku akan membuka mulutku untuk berbicara pria itu berkata lagi “ dan satu lagi jangan bicara padaku”.

TBC

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

5 Boys 5 Stories – Onew [Part 1/2]

P.S: @Rana: Hemm… beruntung kamu masukin FF ini di blog kamu jadi kita bisa ngambil fotonya dari sana… nanti story selanjutnya tolong foto Key di attach aja ya ^-^.


5 Boys 5 Stories

PART I : ONEW (Lucky – Jason Mraz)

Author : shineeisland a.k.a Rana

Rating : T

Genre : Family, Romance

Length: Mini Drama Series

Casts : Lee Jinki, Lee Jieun

Disclaimer : I do not own SHINee’s members, they belong to themselves and their parents. I also do not own Lee Jieun, she belongs to herself. But I do own the story.

***

Do you hear me, I’m talking to you

Across the water, across the deep blue

Ocean under the open sky

Oh my, baby I’m trying

Jinki menghempaskan dirinya di kasurnya. Ditatapnya langit-langit kamar tidur dormnya yang berwarna putih.

“Hari pertamaku masuk universitas…” gumamnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya berderit. Seseorang dengan rambut mangkuk warna coklat masuk ke dalam. Orang itu adalah Taemin, maknae sekaligus lead dancer SHINee, band yang mereka gawangi.

“Hyung, bagaimana tadi hari pertamamu kuliah?” tanya Taemin seraya mendudukkan dirinya di kasur Jinki. Jinki yang tadinya sedang berbaring itu segera beranjak duduk begitu dilihatnya Taemin memasuki ruangan.

“Ha-hari… pertamaku? Hari pertamaku baik-baik saja…” jawab Jinki mantap. Namun Taemin sudah tahu pasti, kalau leader mereka berbicara dengan sedikit gugup, tandanya ia sedang dalam masalah.

“Hyung…” Taemin memicingkan matanya. “Ceritakan saja padaku apa yang terjadi di universitasmu tadi!” Taemin berkata dengan sedikit membentak. Kaget dengan apa yang dikatakan oleh maknae SHINee tadi—yang biasanya tidak pernah membentak, Jinki segera saja membuka mulutnya, mengeluarkan segala unek-uneknya seharian ini.

“Tadi di universitas, aku… bertemu seseorang…” kata Jinki, ragu-ragu.

“Siapa, hyung? Siapa?” Taemin terdengar antusias. Tangannya memukul kasur saking bersemangatnya. Jinki hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Taemin.

“Aku bertemu dengan… Jieun…”

“Hah? Jieun? Jieun itu bukannya… orang yang sering hyung ceritakan pada kami?”

“Tepat sekali.”

“Tapi… bukannya hyung bilang… kalau Jieun noona itu sekarang ada di Australia? Lalu, kenapa ia bisa satu universitas dengan hyung?”

“Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja aku melihatnya duduk di salah satu bangku di ruang kuliahku. Awalnya aku tak mengenalinya… Well, mungkin karena dia sudah banyak berubah…”

“Berubah bagaimana?”

“Ya… begitulah. Berubah. Total.”

Taemin mengangguk-angguk mendengar penjelasan hyungnya. Tak berapa lama tiba-tiba terdengar panggilan Key dari dapur, meminta mereka untuk makan.

“Jinki hyung, Taeminnie, ayo makan malam!” panggilnya. Taemin segera beranjak dari ranjang dengan cepat. Telinganya naik begitu mendengar kata ‘makan’.

“Jinki hyung! Kau tidak makan! Ayo kita makan dulu!” ajak Taemin. Kalimatnya terdengar terburu-buru, nampak sekali ia tidak sabar.

“Ah, ani… Aku masih mau tidur-tiduran di sini. Bilang saja pad Key, makanan untukku simpan di dalam kulkas. Nanti saat aku lapar, akan kupanaskan sendiri makanannya…”

“Okelah kalau begitu, hyung. Aku ke dapur duluan ya!” Taemin membuka pintu kamar dan pergi. Kini Jinki kembali sendiri di dalam kamar tidur mereka yang bisa dibilang agak kurang penerangan.

Lagi-lagi Jinki membaringkan dirinya di atas kasur, menatap langit-langit.

Hey, Jinki… Tadi siang kau tidak salah lihat kan? Itu benar-benar Jieun kan? Lee Jieun, yang dulu kau kenal itu kan? Batin Jinki dalam hatinya. Saat ini ia hanya memikirkan gadis yang baru saja ditemuinya tadi siang, namun telah dikenalnya sejak kecil.

Perlahan-lahan memori Jinki tentang Jieun pun muncul, di dalam kepingan-kepingan seperti puzzle yang belum tersusun.

Sudah lama betul Jinki mengenal Jieun. Saat itu, umurnya sekitar 6 tahun saat Jieun dan keluarganya pindah ke rumah sebelah rumah Jinki.

“Hai, mulai hari ini aku akan jadi tetanggamu, semoga kita bisa berteman baik ya!” Gadis kecil dengan rambut hitam pendek sebahu mengampiri Jinki. Tak seperti yang Jinki duga, gadis itu tidak membawa boneka, ataupun ia tak memakai baju-baju ala anak kecil perempuan biasanya. Ia malah mengenakan kaus longgar, yang mungkin saja milik kakaknya.

“Ya… semoga kita bisa berteman baik…” kata Jinki gugup. Gadis di hadapannya itu tersenyum sekenanya, lalu pergi berlalu meninggalkan Jinki yang masih memiliki 1001 pertanyaan di benaknya.

Sejak perkenalan singkat itu, Jinki mulai sering bermain dengan gadis kecil itu. Setelah mereka berkenalan lebih dalam, tahulah Jinki kalau nama gadis itu adalah Jieun. Lebih tepatnya, Lee Jieun.

Jieun yang Jinki kenal itu…

…serampangan

…tomboy

…berlaku seenaknya

…hobi memarahi Jinki walaupun ia tidak salah

…dan suka sekali dengan tantangan

Namun, Jieun yang Jinki lihat barusan…

…berambut panjang

…anggun

…mengenakan rok

Dan satu lagi, yang memang harus Jinki akui, Jieun… bertambah cantik. Jauh lebih cantik dari yang ia kira.

Setelah 7 tahun tidak bertemu, secepat itukah perubahan pada dirinya?

Ia tidak tahu, bahkan ia rasa Jieun pun juga tidak tahu.

***

Pagi ini Jinki harus berangkat ke universitasnya. Ia tak punya jadwal apa pun dengan SHINee hari ini, jadi ia berniat berangkat ke universitas lebih cepat dari biasanya.

Jinki terus berjalan hingga sebuah suara merdu menghentikan langkahnya.

“Jinki-sshi!” panggil suara itu. Jinki menoleh ke belakang. Seorang gadis dengan rambut panjang terurai, dan dengan rok lapis beserta kemeja ala perempuan kuliahan biasanya, menghampirinya dan menepuk bahunya.

“Jinki-sshi, kau masih ingat aku kan? Ini aku, Lee Jieun, sahabatmu sejak umur 6 tahun, yang pindah saat kita berdua berumur 13 tahun…”

Jinki menatap Jieun dari atas ke bawah, lalu nyengir kecil.

“Kukira kau benar-benar sudah berubah. Tapi ternyata masih ada satu yang bertahan. Mulut cerewetmu yang tidak bisa berhenti nyerocos saat bicara itu… Hahahah…”

Jinki menertawai Jieun yang berada di depannya, lalu menepuk pundak Jieun. Jieun yang masih bingung (baca : terkejut batin alias masih ngerasa aneh), hanya menatap Jinki tidak mengerti.

“Ayo Jieun-ah, kita masuk ke ruangan sama-sama…” Jinki menarik pergelangan tangan Jieun dan mengajaknya berlari. Nampak sekali Jinki sudah begitu rindu dengan sahabat lamanya yang satu ini. Bagaimana tidak? Saat mereka kecil, Jieunlah yang selalu melindungi ia dari gangguan anak-anak berandal. Dan bisa dibilang juga, Jieun adalah partner in crime-nya.

Jinki menyuruh Jieun untuk duduk di sebelahnya. Gadis itu menurut saja, dan raut wajahnya juga biasa. Sementara Jinki terlihat begitu antusias. Sepertinya banyak sekali hal-hal yang ingin ia ceritakan pada sahabatnya ini yang sudah tidak saling bertemu selama 7 tahun.

Jinki dan Jieun pun berbincang panjang. Tidak di kuliah, tidak di kantin, bahkan saat pulang kuliah pun mereka masih melanjutkan acara bincang-bincang mereka di sebuah kafe. Jieun bercerita banyak mengenai kehidupannya di Australia. Begitu pula dengan Jinki. Ia juga bercerita tentang kehidupannya sebagai salah satu personil SHINee.

“Jadi Jieun-ah… sekarang katakan padaku apa yang bisa membuatmu berubah 180 derajat seperti ini!” kata Jinki penasaran diiringi kekehan kecil dari mulutnya.

Mendadak raut wajah Jieun berubah. Mukanya berubah pucat, dan merasa tidak senang dengan pertanyaan Jinki.

“Aku yang sekarang adalah aku yang sekarang, Jinki-sshi. Jadi kau tak perlu repot mengurusi mengapa aku bisa berubah seperti ini!” Tiba-tiba Jieun marah dan pergi meninggalkan Jinki di kafe itu sendirian. Sementara Jinki hanya terdiam, terpaku di sana.

Dasar Jinki lelaki terbodoh sedunia! Batinnya dalam hati.

***

Esoknya Jinki tak melihat tanda-tanda keberadaan Jieun di universitas. Esoknya juga, dan esoknya juga. Apakah Jieun marah besar dengan kata-kataku semalam? Gumamnya di benaknya. Memangnya apa sih yang salah dengan kata-kataku? Padahal aku kan hanya bertanya…

Namun di hari keempat akhirnya gadis sahabat lama leader SHINee itu muncul juga. Kini senyum sudah terkembang di wajahnya seperti biasa. Nampaknya ia tak marah lagi dengan Jinki.

Jieun mengambil tempat duduk di sebelah Jinki lagi. Jinki tersenyum padanya, dan Jieun membalas senyumannya sekenanya.

Mengapa suasananya jadi canggung begini, ya?

Selama pelajaran mata Jinki tak luput dari sosok gadis di sebelahnya, yang tak lain adalah Jieun. Entah mengapa kini Jinki merasakan aura berbeda dari gadis itu… aura yang… argh… entahlah. Susah untuk diungkapkan dalam kata-kata. Istilahnya, hard to say.

Lama memandangi Jieun, akhirnya Jieun pun sadar dengan tingkah laku Jinki yang aneh.

“Ngh… Apa ada yang salah dengan mukaku ya?” Jieun akhirnya bertanya pada Jinki. Pertanyaan itu berhasil membuyarkan lamunannya.

“Ah, tidak, tidak ada yang salah…” jawab Jinki gugup. Jieun memandang Jinki heran, lalu segera mengalihkan tatapannya ke depan, ke arah dosen yang sedang mengajar. Sementara Jinki melanjutkan aktifitasnya memandangi gadis sahabat lamanya itu (dasar Jinki!).

Sepulangnya dari sana, Jinki berniat mengajak Jieun untuk jalan-jalan sebentar. Jieun pun mengiyakan.

Yes, kau berhasil mengajaknya jalan-jalan, Jinki! Hahaha. Tawa Jinki dalam hati.

Member SHINee yang paling tua itu mengajak Jieun ke rumah mereka dulu, yang kini kosong karena ditinggal penghuninya. Rumah itu memang cukup jauh dari kota Seoul—berada di sedikit pinggiran kota, tapi Jinki bela-belain datanga ke sana untuk melihat rumah lama itu, lagipula sekalian ia bisa mengunjungi orang tuanya, bukan?

Mereka pun sampai di sana. Jieun dan Jinki turun dari mobil bersamaan. Pertama, yang harus mereka lakukan adalah mendatangi rumah Jinki.

“Annyeong haseyo~ umma…” sapa Jinki dari luar rumah. Pintu dibuka. Berdirilah di situ sesosok wanita yang mungkin sudah cukup tua, namun ketuaan itu tak tampak sekali pun karena senyumannya—yang benar-benar mirip dengan anak laki-laki satu-satunya itu.

Jinki dan Jieun pun dipersilahkan masuk dan disuguhi berbagai macam makanan dan minuman.

“Jinki-ah, siapa ini yang kau bawa bersamamu?” tanya umma Jinki. Jinki tersenyum.

“Umma tidak ingat dengannya? Ini Jieun, Lee Jieun, tetangga kita dulu…” jawabnya.

Umma Jinki terlihat meneliti seorang gadis yang kini duduk di hadapannya. Mata yang sipit semakin sipit karena dipicingkannya. Sementara Jieun hanya tersenyum kecil.

“Wah, Jieun-sshi… kau sudah benar-benar berubah…” kata umma Jinki, membuat Jieun malu. Pipinya memerah, dan senyumnya semakin berkembang.

Setelah pertemuan dengan orang tuanya itu, Jinki dan Jieun segera pergi ke rumah sebelah, di mana di sanalah tersimpan segala macam peninggalan persahabatan mereka berdua.

“Jieun-ah, kau ingat dengan sarung tangan karet ini?” kata Jinki seraya mengacungkan sebuah sarung tangan karet warna putih yang sudah usang.

Jieun tertawa kecil.

“Tentu saja aku ingat. Itu kan sarung tangan yang aku curi dari tukang pemotong rumput kompleks saat aku kalah dalam taruhan kita… Hahaha…” Jieun tak hentinya tertawa dan tersenyum, begitu pula dengan Jinki.

“Jieun-ah… kau memang sudah berubah ya…” kata Jinki tiba-tiba.

“Ngh? Apa?”

“Tapi kurasa aku lebih suka dirimu yang dulu…”

Glek. Jieun menelan ludah. Jinki lebih suka yang dulu? Padahal perubahan ini kulakukan demi dia… batin Jieun dalam hati.

“Terserah kau mau suka yang sekarang atau yang dulu. Hahaha lagipula kau kan tak ada urusan denganku? Hahaha.” Jieun pun tertawa, namun tawa yang keluar bukanlah tawa yang lepas, melainkan tawa garing.

Jinki di sudut ruangan hanya nyengir kecil, seakan tidak melakukan kesalahan apa pun pada Jieun.

TBC

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

Mianhaeyo From Heaven

P.S: Hohoho.. maaf yah baru post jam segini, kita semua baru bangun soalnya.. ekekekekeke.. maafffff bangettt.. soalnya semalem kita semua begadang *reader: gak da yg nanya*. Oh yah buat author ini… gambarnya gak bisa masuk… mian banget… maaf yahhh.. lain kali kalau yang lain juga mau masukin gambar di FF nya selain masukin ke dalam tulisan tolong attach juga gambarnya. OK? makasihhh… sekali lagi maaf buat author.

Annyeong semuanya ikutan gabung ya!!!!!!!!! Ini ff pertama aku one shoot judulnya mianhaeyo from heaven publish yua* bowing 90 derajat*

MIANHAEYO FROM HEAVEN


Cast:

Member SHINee

Han Ri Chan a.k.a Nyda Han

Park Min Gi a.k.a Dessi

Shin Hyun Young a.k.a wonnie

Park ri rin a.k.a ririn wookie

Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

KU RASAKAN SEMUA PEDIHMU SAAT KAU PANGGIL NAMAKU MERINTIH DALAM SEPIMU

“taemin lee taemin bogoshipda hari ini tepet  5 tahun saat-saat kau akan melamarku”Seorang gadis masih menunggu kekasihnya yang sedang koma di rumah sakit. Dia mengingatkejadian yang dia alami bersama kekasihnya selama ini

“dok, waeyo dengan keadaan tunangan saya?”tanya gadis itu mungkin secara resmi mereka belum bertunangan tapi seharusnya mereka sudah bertunangan sejak 5 tahun yang lalu.

“entahlah nona Han baru kali ini ada pasien yang koma selama 5 tahun”ujar dokter Cho. Gadis itu hanya menghela napas panjang dia mengingat kenangannya yang dia alami dengan kekasihnya 5 tahun yang lalu

***

Suasana pagi yang indah membuat semua penghuni ingin cepat-cepat memulai aktivitasnya tapi keadaan itu berbeda dengan keadaan di salah satu dorm yang dihuni salah satu anak didiknya SHINEE. Key sang umma segera membangunkan taemin

“taeminnie ayo bangun kamu harus segera sekolah umma sudah siapkan sarapan untukmu” taemin tidak memperdulikan ucapan key dia masih tidak mau bangun, key bingung dengan kelakuan dongsaengnya itu

”ada apa ini?”tanya onew sang kepala keluarga

“appa ini anakmu dari tadi tidak bangun-bangun”jelas key

“biarin aja hyung nanti juga bangun sendiri”ucap jong hyun kalem PLETAK!!! Penggorengan yang tadi berada di tangan key berpindah ke kepala jong hyun

“heh kau ini kalau terjadi apa-apa dengan anakku bagaimana?”key tidak terima taeminienya di cuekin seperti itu

“hoam ada apa ini?”tanya min ho yang sedari tadi masih tidur

“huuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hiks hiks hiks “ tangis taemin pun pecah otomatis semua huyungnya melihat dengan penasaran

“waeyo anakku?”tanya onew keceplosan

“ada apa appa?ayo umma ingin dengar sekali lagi!!”ucap key

“ani ani !!”ucap onew jaim

“aku ingin pindah sekolah saja hyung!!” ucap taemin menahan air mata

“waeyo ?”tanya jong hyun

“taeminnie di aniaya sunbae-sunbaenya” ucap min ho

“hyung yang mana yang menyiksamu taeminni?”tanya key wuihhhhhh tumben maco banget

“neul rin noona. Dia marah gara-gara aku tidak membalas perasaannya dia dan teman-temannya ngeroyok aku”ucap taemin dengan terisak isak para huyungnya segara memeluknya mereka tau kalau taemin sangat lembut dan dia pasti tidak sanggup membalas perlakuan neul rin dan teman-temannya

***

SEOUL GIRL HIGH SCHOOL

“Annyeong naneun Lee tae mi imnida” ucap taemin

“kya mirip Lee Taemin Shine ya” ucap hyun young pada ririn teman sebangkunya

“ne tapi ini kan cowok”ucap sun yi yang bangkunya berada di depan mereka

“ tae mi kamu duduk di sebelah ri chan!!”ucap dong hae songsaenim. Taemin pun segera melangkah menuju meja ri chan ada 2 alasan mengapa taemin menyamar jadi wanita  1, supaya tidak mengalami kejadian seperti itu lagi  2. Karena ini sekolah cewek

“annyeong taemi naneun han ri chan imnida tapi kamu panggil ri chan saja!!” ucap ri chan

~ ~ ~

“kekekekekekeke kamu itu lucu sekali taemi jadi kamu adiknya taemin shinee?”tanya ri chan sambil tertawa sampai-sampai pulpen yang dia pegang jatuh ke lantai saat ri chan akan mengambil pulpennya tiba-tiba tangan taemin pun hendak mencapai pulpen itu dan akhirnya tangan mereka pun bersentuhan. Ri chan tidak tahu kenapa pipinya terasa begitu panas dan jantungnya bergetar ribuan kali lebih cepat

“anniyo ri chan apa yang kamu lakukan? Kamu masih normal kan? Kamu kan suka sama oppanya jangan sampai gara-gara taemi mirip dengan taemin kamu jadi suka sama dia” kata ri chan dalam hati.

‘KYAAAAAAAA apa yang kalian lakukan?”tanya min gi setengah berteriak mengejutkan taemin dan ri chan

“hua anniyo kami tidak melakukan apa-apa!!”jawab ri chan kaget

“sebenarnya ada apa noon ehm eonnie kesini?”tanya minnie dia sedikit khawatir karena salah bicara

“ah tae mi tadi kamu manggil noon apa?”tanya ririn sedikit curiga

“anniyo tadi aku salah bicara jadi eonn semu ada apa kesini ?”tanya taemin mengalihkan pembicaraan

“ada murid baru di ruangan kepala sekolah dia katanya mengenalmu!!”ucap hyun young. Taemin langsung bergegas ke ruangan kepala sekolah dan ternyata

“kibum hyung apa yang kau lakukan disini?”tanya taemin ketika menyadari umma nya berada di sekolahnya

“aish dongsaeng pabo pelankan suaramu panggil aku kim ki young eonni” kata key sambil mencoba tersenyum pada kepala sekolah

“kim ki young eonni sudah lama kita tidak bertemu”kata taemin sembari memeluk key erat

“ne dongsaeng-ah aku merindukanmu juga merindukan kibum oppa oya aku pindah kesini sekalian mengajak choi min ji juga lho”kata key sembari membalas pelukan taemin

“minji ? nugu?”tanya taemin heran terhadap tingkah huyungnya itu

“aish masa kau lupa itu lho adiknya Min ho oppa”ucap key dan seketika itu juga min ho datang dengan pakaian yang sama dengan mereka hanya saja kalau key rambutnya diikat sedangkan min ho rambutnya tergerai hanya saja dia memakai bando putih di rambutnya mereka bertiga terlihat sangat cantik

~ ~ ~

“kya hyung tadi ngapain nyamar jadi ki young segala mana pake ada acara deket-deket ama hyun young noona segala”protes taemin ketika kini mereka semua telah sampai di dorm

“aish kau ini curang sekali sudah tahu di sekolahmu kaum yeojanya neumo yeppeo malah tidak mengajak kita semua” ucap min ho manyun dia tadi sempat terkagum kagum saat melihat ririn

“kalau gitu aku juga pengena dong jadi anak SMA lagi”ujar onew

“ne hyung aku setuju”tambah jong hyun

“huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa jangan sampai ada lee jin hye sama kim joo kyoung!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak taemin gak rela

~ ~ ~

NAMUN SAYANGNYA KAU KINI TAK DAPAT LAGI KU SENTUH TAK MUNGKIN PULA KU RENGKUH WALAU BESARNYA INGINKU

“AHJUMMA..AHJUMMA!!!”ucap seorang gadis kecil sambil berlari-lari kecil menghampiri ri chan yang sedang duduk di ruang tunggu

“ki sun jangan berlari-lari seperti itu ini rumah sakit, nak!!”ujar jin ki memarahi anaknya. Sun yi yang ada di sampingnya mengiyakan

“anniyo gwenchana eonnie oppa lagian aku juga sudah kangen sama keponakanku ini”ujar ri chan

“kamu ini terlalu memanjakannya ri chan”ujar key yang tiba-tiba datang bersama istrinya hyun young. Ri chan hanya tersenyam mendengarkan celotehan mereka

“ahjumma.. ahjumma tadi di pesta pertunangan min ho ahjussi dan ririn ahjumma ada yoogeun oppa loh.”kata ki sun polos

“yoogeun sekarang sudah masuk sekolah dasar”kata hyun young

“oppa tadi nanyain taemin ahjussi loh”kata ki sun lagi

“terus ki sun bilang apa sama oppa?”tanyaku lagi memang yoogeun belum tahu kalau taemin salah satu appanya sudah 5tahun koma, ri chan takut kalau-kalau ki sun mengatakannya pada yoogeun

“aku bilang kalau ahjussi sedang tidur. Kenapa sih ahjumma ahjussi kok tidurnya lama banget?””tanya ki sun lagi-lagi dengan tampang polosnya. Tidak terasa air mata membasahi pipi ri chan.

~ ~ ~

“tuh kan bener ternyata kalian itu shinne”kata ri chan dengan sedikit ngambek hampir saja dia merasa bahwa dirinya tidak normal tapi ternya orang itu memang benar-benar taemin bukan taemi

“mianhaeyo ri chan tapi aku mohon saranghaeyo”ucap taemin lirih ri chan memandangnya tak percaya jujur sebanarnya ri chanpun ingin mengatakan nado saranghae padanya tapi dia benar-benar sebel pada taemin

“kau ini aneh-aneh saja !”ujar ri chan ketus

“ayolah ku mohon nanti malam datang ya ke tempat biasa aku ingin melamarmu menjadi kekasihmu nanti malam”ujar taemin meyakinkan

“baiklah jam 08 p.m dan jika kamu telat sedikitpun jangan harap aku akan menerimamu”ancam ri chan

~ ~ ~

MAAFKAN BILA AKU TIADA LAGI DI SISI KITA TERPISAH RUANG DAN WAKTU

“lee taemin kamu benar-benar ingin bikin gara-gara dengan Han Ri Chan?aku kan sudah bilang kalau telat aku tidak akan memerimamu”kata Ri Chan dalam telepon dia sudah menunggu taemin selama 2jam tapi Taemin benar-benar lambat

“mianhaeyo tadi ada latihan ngedadak jadi aku lambat tungguin aku 15 menit lagi aku janji akan ngebut tapi sekarang huja n jadi jalannya sedakit licin. Klik pembicaraan merekapun terhenti. Richan terus menunggu taemin.

All about you love you i wanna be with you only you(bunyi hape milik ri chan)ri chan menatap layar hape miliknya lee taemin

“cepetan ih cafenya sebentar lagi mau tutup”celoteh ri chan, tapi taemin malah diam

“mianhaeyo aku tak bisa datang. Kamu boleh memarahiku. Kamu boleh membenciku tapi aku mohon dengarkan aku sekali lagi saja saranghaeyo hanya itu satu-satunya kata yang ingin aku katakan aku hanya ingin pamitan padamu tapi kau harus selalu ingat ri chan han ri chan aku lee taemin akan selalu mencintaimu”ri chan hanya diam mendengar perkataan taemin air matanya jatuh perlahan

“nado saranghae lee taemin aku han ri chan juga mencintai kamu lee taemin, oleh karena itu aku mohon jangan tinggalkan aku”ucap ri chan air matanya tak terbendung lagi. Semua pengunjung cafe menatap ke araahnya tapi mereka bukan melihat ri chan yang sedang menangis tapi mereka memperhatikan televisi yang ada di depan ri chan. Ri chanpun ikut-ikutan menatap tv itu

“pemirsa lagi-lagi hujan lebat menelan korban malam ini lee taemin seorang member Shine di beritakan mengalami kecelakan mobil saat hujan terjadi dan itu dikarenakan dia mengendarai mobil dengan kecepatan tanggi”ucap pembaca berita tersebut. Richan menangis sejadi-jadinya’jadi ini alasan mengapa kamu ingin meninggalkanku lee taemin?’                    ~ ~ ~

TANGIS TAKKAN SANGGUP MENGULANG LAGI SEMUA PENYESALAN DI HATI HANYA LAHIRKAN NESTAPA BILA WAKTU MEMIHAKKU HARUSNYA KU BILANG SAYANG HARUSNYA KU BILANG CINTA KARENA SEMUA MILIKMU

Ri chan membuka matanya perlahan. Ri chan terlojak kaget saat melihat taemin sudah berdiri di sampingnya

“taeminnie “ pekik ri chan, ri chan tak peduli apakah kini dia sedang bermimpi atau tidak tapi yang jelas ini semua terlihat nyata

“nado bogoshipda richanselama ini aku selalu mendengaarkan kepedihanmu saat kau memanggil namaku namun sayangnya aku sudah tidak bisa lagi menyentuhmu karena dunia kita telah berbeda maafkan bila aku tidak bisa di sisimu lagi”ucap taemin

“taemin mianhaeyo aku yang membuatmu seperti ini”isak richan

“sudahlah tangis takkan sanggup mengulang lagi semua penyesalan di hati bila waktu memihakku harusnya ku bilang sayang harusnya ku bilang cinta karena semua itu milikmu”ucap taemin

“hoam minnie aku ngantuk apa boleh aku tidur di bahumu?”tanya richan

“ne tentu”kata taemin sambil menepuk bahunya

~ ~ ~

TETAPLAH JALANI MIMPI WALAU TAK BERSAMAKU BAHAGIAMU DAMAIKAN JIWAKU

“NONA Han mengapa anda tertidur di sini?”tanya dr. Kyu yang melihat richan tertidur di ruang tunggu. Richan ingat bahwa tadi setelah eonni dan oppanya pulang dia belum sempat pergi ke ruang inap taemin

Ttttttttttttttttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt suara alat pendeteksi jantung itu membuat dr. Kyu segera pergi ke ruang inap taemin.

“mianhaeyo kami sudah berusaha sekuat tenaga tapi takdir berkata lain Tn. Lee dia telah meninggalkan kita semua”ujar dr. Kyu. Richan segera melangkahkan kakinya menuju ruang inap Taemin. Wajah taemin begitu terlihat damai

“Taeminnie Lee Taemin apa kamu tidak merasa berat meninggalkanku di sini sendiri?”tanya Richan”tapi aku akan bahagia supaya kamu tidak merasa terbebani olehku karena bahagiaku damaikan jiwamu”

The end

Created by:

Han Richan

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

HOROR: Bloody Vacation

p.s: Tadinya FF ini mau di keluarin jam 12 malem.. tapi berhubung tadi pas aku baca komen ada yg nge-request jadi aku percepet aja out nya ^o^. Selamat baca buat Minhosaranghae ^-^

Author: Wiga

Cast : Shinee, Park Nada, Shim Yui

Ini aku coba bikin cerita serem, heeheee..GA ADA HUBUNGANNYA YA..sama sekuel rainbow Cuma nama-nama pemerannya aja yang sama,,

miaan kalo rada geje..

CONGRATULLATIONSSSS!!!!!!!!

SELAMAT YAAA, CHINGU…….. KAMU BERHASIL MEMENANGKAN HADIAH UTAMA KARENA  FANFIC KAMU YANG UDAH JADI BEST FANFIC UNTUK KOMPETISI TAHUN INI…

UNTUK HASIL VOTE BISA KAMU LIHAT DIBAWAH INI :

PARK NADA                         :792 VOTES

SHIM YUI                              :790 VOTES

LEE TAEMIN                       :789 VOTES

ONEW                                    :513 VOTES

XXX                                        :312 VOTES

YYY                                        :213 VOTES

ZZZ                                         :123 VOTES

HADIAHNYA AKAN KAMI KIRIM KE RUMAH KALIAN MASING-MASING.

KEEP WRITING GUYS..

BY- SHINEEWORLDFICTION

Nada mengecek emailnya dengan hati berdebar-debar, hari ini adalah pengumuman pemenang lomba ff yang diselenggarakan oleh shineeworldfiction.

sudah tiga tahun berturut-turut nada gagal dalam kompetisi ini, namun tahun ini akhirnya nada keluar juga sebagai pemenang.

“ opppppaaaaaaaaaaaaaaa….  aku berhasil!!!” teriak nada senang.

“ hmmmm… aku yakin pasti kali ini kamu berhasil jagia..” kata pacarnya mesra, sambil melingkarkan tangan nya dipinggang nada.

“ minho oppa… jangan begini ahh… nanti ummaku melihat..” bisik nada malu.

“ umma mu keluar barusan…” bisik minho kemudian mulai mencium tengkuk nada.

“saranghae, nada…” lanjutnya.

nada berusaha melepaskan diri dari minho, namun minho memeluknya erat.

TING..TONG.. terdengar bell dari pintu depan.

“ oppa, lepas… sepertinya ada yang datang..” kata nada sambil melihat ke arah pintu depan.

dengan enggan minho melepaskan kedua tangan nya.

nada membuka pintu, seorang tukang pos datang membawa sebuah surat.

“ kamsa hapnida, ajjusshi..” kata nada sambul menutup pintu.

minho menghampirinya, “ itu apa, jagia..” Tanya nya kepada nada.

“ molla, tapi ini ditujukan untuk ku oppa..” jawab nada sambil membuka surat tersebut.

“ ini…….” kata nada, perlahan senyum nya terkembang.

&&&

“ Tiket menginap 3 hari 2 malam di paradise island..??” Yui membacanya dengan pelan.

“ coba ku lihat..” kata jonghyun.

jonghyun mengamati surat yang barusan diterima yui dari tukang pos,

“ wow.. debak!! tempatnya indah sekali..” kata jonghyun mengamati brosur yang ada didalamnya.

“ disini tertulis untuk 2 orang.. ajak aku ya… please….” kata jonghyun memohon.

“ Mengajakmu???” Tanya yui dengan pandangan menimbang-nimbang,

“ please….” ratap jonghyun.

“ ok.. berhubung, aku sedang tidak punya pacar kali ini aku akan mengajak mu.. tapi kau jangan macam-macam disana..” kata yui.

jonghyun tersenyum, menatap yui sangat dalam,,

“ kalau begitu, jadi pacarku ya ??” jonghyun menggenggam tangan yui.

yui diam,,

“ oppa.. jangan bercanda..” kata yui kemudian.

“ kali ini aku serius..” kata jonghyun, sambil menguatkan genggaman tangan nya kepada yui.

BUUKKK!!! tiba-tiba yui melemparkan bantal ke arah muka jonghyun..

“ yaa!! kali ini aku tidak akan tertipu!! terakhir kali kamu bertingkah seperti ini hanya untuk mengerjaiku saat aku berulang tahun..” teriak yui sambil terus memukulkan bantal ke arah jonghyun.

yui sudah hapal benar karakter sahabatnya yang satu ini tidak pernah bisa  serius.

selalu bercanda.

jonghyun tertawa masam, dalam hatinya sedikit kecewa karena yui menanggapinya hanya sekedar bercanda.

***

Hari yang ditentukan tiba, sesuai dengan informasi di brosur, para pemenang lomba ff akan berkumpul di bandara.

ada seorang pria berbaju hitam-hitam memegang spanduk besar  bertuliskan “ SELAMAT DATANG PARA PEMENANG LOMBA FANFIC SHINEE WORLD FICTION”

“ saya kim kibum, tour guide kalian.” kata orang itu ramah.

“ Park Nada dengan Choi Minho, Shim Yui dengan Kim Jonghyun, Lee Taemin, kamu tidak membawa pasangan??” Tanya kibum sambil melihat kearah taemin.

“tidak, aku sendiri..” kata taemin pelan.

“onew belum datang??” kata kibum lagi sambil memandang sekelilingnya.

seluruhnya terdiam.

tiba-tiba ada seseorang berbaju putih berwajah pucat menghampiri mereka.

“ aku onew” katanya datar.

“ kamu sendiri..??” lanjut kibum lagi.

onew hanya mengangguk.

“ ok, para juara sudah lengkap.. ayo kita jalan, hari sudah siang kemungkinan sampai sana malam..” kata kibum sambil berjalan.

Mereka naik pesawat terbang sekitar 2 jam dan setelah sampai di bandara mereka harus naik mobil lagi selama 4 jam.

akhirnya menjelang malam, mereka sampai juga di sebuah motel kecil tidak jauh dari laut.

“ waaahh,, tempatnya keren, seperti pulau pribadi…” teriak taemin memandang laut dari jendela besar di dalam motel tersebut.

motel tersebut adalah satu-satunya bangunan yang ada di sana, bergaya motel tempo dulu, dengan lantai kayu, perapian dan meja makan besar, disudut ruangan ada piano.

“ motel ini mempunyai 2 lantai, masing-masing lantai memiliki 3 kamar dan ada kamar mandi di setiap kamar, ruang makan dan dapur ada di bawah, 1 hal yang perlu kalian tau, jangan pernah memasuki ruang bawah tanah..” kata kibum sambil memandang kepada mereka ber enam.

“ Park Nada dan Choi Minho, kalian di lantai 1 kamar B, Onew dikamar C, dan aku dikamar  A, sedangkan Shim Yui dan Kim Jonghyun lantai  2 kamar A dan Taemin kamar C. kalian bisa mandi dan beristirahat sebentar, satu jam lagi kita kumpul disini untuk makan malam.” kata Kibum dingin dan segera ia beranjak ke kamarnya.

“ kita satu kamar oppa?? andwae..” kata nada menolak dirinya dan minho berada di dalam satu kamar.

“ kenapa jagia?? sudah lah tidak akan ada apa-apa aku janji..” jawab minho sambil tersenyum, ia membawa tas nya serta tas nada lalu berjalan ke arah kamar mereka.

nada mengamati pintu kamarnya, cat nya sudah mulai terkelupas sehingga huruf B nya terlihat seperti angka 13.

nada, yui, taemin, jonghyun dan minho sudah berkumpul dimeja makan besar. makan malam sudah terhidang, namun mereka menunggu onew dan kibum datang.

“ Motel ini sangat sepi sekali ya..” gumam Yui

“ Yaa.. tampaknya disepanjang pantai hanya motel ini satu-satunya bangunan yang ada, seperti pulau pribadi..” sambung jonghyun.

“ kau tau, sepertinya onew hyung terlihat pucat, apakah ia sakit..??” Tanya taemin tiba-tiba kepada yui.

“ mungkin, aku tidak tau, tapi kukira tour guide kita yang sakit.. kim kibum terlihat seperti sakit.” kata yui.

“ apakah itu bukan karena make up??” kini jonghyun yang berbicara dan semua orang langsung menatapnya heran.

“Yaaa!! kau garing sekali, jonghyun!!!” kata Yui sebal

“ sudah berkumpul semua..” Kibum datang (masih dengan baju hitam-hitam nya)sambil tersenyum dan mengambil tempat duduk di sebelah taemin.

tak lama kemudian onew datang. semua orang memandangnya, kulitnya tampak pucat sekali, senada dengan baju putih yang ia kenakan.

“ kamu sakit?” Tanya Yui kepada onew , namun onew diam saja tanpa menjawab apa-apa.

Mereka menghabiskan kan  makannya dalam diam.

“ JJTTTAAAAARRRRR!!!!!!! “ tiba-tiba terdengar suara petir menyambar disusul dengan hujan yang turun dengan derasnya.

refleks yui langsung memeluk jonghyun disampingnya.

“ ga apa-apa yui,,,,” bisik jonghyun menenangkan sambil menepuk lembut bahu yui.

“ berhubung cuaca hujan, malam ini kita tidak ada kegiatan.. silahkan beristirahat, besok kita akan berkeliling pulau ini “ kata kibum pelan.

“ Kalau kamu takut, aku akan tidur di sofa..” kata minho sambil membelai rambut nada.

nada menunduk, “ enggak oppa.. aku percaya oppa…” kata nada.

“ met malam oppa..” kata nada.

“ met malam jagia,,” balas minho sambil mengecup lembut kening nada.

Nada terbangun karena suara petir, ia menyeka matanya.. dilihatnya minho sedang terlelap disebelahnya.

“ aiigooo.. kamu tampan sekali oppa..” bisik nya sambil tersenyum.

Ting..Ting..Ting..Ting..Ting…

dalam deras nya hujan, samara-samar ia mendengar suara denting piano.

nada melihat jam dinding, ternyata jam 12 malam.

penasaran ia keluar kamarnya dan berjalan menuju arah suara.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting.. Ting..

ia berjalan pelan-pelan menyusuri tangga motel, makin lama denting piano makin terdengar kencang ditelinganya.

ruangan bawah sudah dimatikan lampunya, hanya cahaya lilin disudut ruangan satu-satunya sumber cahaya.

nada tiba di anak tangga paling bawah, angin dingin berhembus melewati tengkuknya.

nada merinding, ia meraba tengkuknya dan berbalik, ia melihat sekitarnya..

“tidak ada siapa-siapa”  batin nada, hanya cahaya lilin yang bergerak ditiup angin.

Ting..Ting..Ting..Ting…Ting…

suara piano terdengar makin keras, nada berjalan menuju piano di sudut ruangan.

5 langkah lagi…

Nada berusaha melihat siapa yang bermain piano tengah malam ini.

4 langkah lagi…

3..

2..

suara piano tiba-tiba berhenti. tidak ada siapa-siapa disana.

nada terkejut karena tidak ada orang yang bermain piano,

“ aneh,, tadi terdengar jelas bunyi piano dari sini.. mengapa tidak ada orang sama sekali.” batinnya.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting….

terdengar lagi bunyi piano, namun kali ini dari pintu ruang bawah tanah.

nada melangkah mendekati pintu ruang bawah tanah,,

hujan semakin deras, cahaya lilin satu persatu mulai redup karena tertiup angin.

selangkah lagi ia mencapai pegangan pintunya, ketika ia hampir menggapai pegangan pintu tersebut, sepasang tangan mencengkeram lengan nya dari belakang dan berbisik ditelinganya.

“ Kamu sedang apa, Nada..”

“ Kamu sedang apa, Nada..”

Nada berbalik, Kibum yang berada di depannya..

“Kibum oppa…… tadi.. aku.. mendengar….” kata nada terbata-bata.

ia merasakan  tangan kibum sangat dingin, wajahnya terluhat sangat pucat.

Kibum mendekatkan mukanya kepada nada, begitu dekat, sampai nafas kibum terasa di pipi nada.

“ sudah ku bilang, jangan pernah mendekati ruang bawah tanah..” bisiknya tajam.

“ iya oppa.. mianhae..” bisik nada pelan.

kibum melepaskan cengkeraman ditangan nada, “ kembalilah ke kamarmu..” kata kibum.

Nada menuruti ucapan kibum cepat-cepat melangkahkan kakinya ke arah kamarnya, ketika ia menengok kebelakang, Kibum sudah tidak ada.

Nada kembali ke kamar, dilihatnya minho masih terlelap,  nada mencoba untuk memejamkan mata, namun ia sulit tertidur lagii, pikirannya dipenuhi pertanyaan.

“mengapa tiba-tiba kibum oppa berada di belakangku, dan aku sama sekali tidak merasakan kehadirannya..”

saat nada mulai memejamkan mata, tiba-tiba terdengar suara orang berteriak.

“AAggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Minho langsung terbangun, begitu juga nada..

minho segera menuju pintu “ jagia, kamu tunggu dikamar ya..” kata minho sambil memakai sepatunya.

“ oppa.. aku ikut, “ kata nada sambil menggandeng minho.

“ ok, tapi jangan jauh-jauh dari ku jagia..” pinta minho tegas.

minho dan nada berjalan menuju lantai 2 sumber suara, disana sudah yui, jonghyun, dan kibum yang ada di depan pintu kamar  taemin.

“ apa yang terjadi??” Tanya minho.

“ aku tak tau.. teriakan nya berasal dari kamar ini..” jonghyun menjawab dengan tegang.

“ kenapa tak di buka..??” Tanya minho lagi.

“ terkunci..” jawab jonghyun

tiba-tiba ada darah mengalir dari sela-sela pintu kamar taemin.

“ CEPAT DOBRAK PINTUNYA…!!!” teriak Minho.

dalam hitungan ketiga minho, kibum, dan jonghyun mendobrak pintu kamar  taemin.

semua terdiam membeku,

minho refleks menutup mata nada, sedangkan yui dan jonghyun sama-sama menutup mulutnya.

taemin tergeletak diranjang, seprai dan bajunya berlumuran darah, matanya membelalak, kepalanya hampir  terputus dari lehernya..

darah segar masih menetes..

kibum langsung menutup kamar taemin.

nada dan yui menangis. “ siapa yang tega melakukan ini..” bisik jonghyun sambil memeluk yui dan membiarkan yui menangis dibahunya.

“ di mana onew..” kata jonghyun tiba-tiba.

“ ta.. tadi kamarnya masih tertutup..” kata nada tersendat.

“ kita kesana..” kibum berjalan di depan menuju kamar onew, wajah nya tegang dan sangat pucat.

jonghyun, yui, minho serta nada berjalan mengikuti kibum,

seluruhnya terlihat sangat tegang, hujan masih turun dengan deras, menambah tegang suasana.

“ ia tidak disini..” kata kibum saat membuka pintu kamar onew.

terlihat kamarnya begitu rapi, seperti belum pernah ditempati sebelumnya.

“ oppaa.. aku takut.. aku mau pulang..” nada mulai menangis, terbayang darah yang mengalir dari pintu kamar taemin.

“ diluar hujan sangat deras,, setidaknya kita tunggu sampai hujan nya berhenti “ tukas kibum.

“ mengapa tidak ada seorang pun disini selain kita???” Tanya Minho.

“ seluruh pelayan sudah pulang saat kalian tidur” jawab kibum.

“ kita cari bantuan, kita telepon polisi, apakah ada telepon disini??” kata jonghyun bertanya kepada kibum.

“ aku tak tau, aku hanya tour guide..” jawab kibum dingin.

“ pakai ponselku saja.. kita kekamarku..” kata minho tegas.

mereka semua berkumpul dikamar minho,

minho mengambil ponselnya dan menekan tombol 911.

“ sial, tidak ada jawaban..” kata minho frustasi.

nada mengambil notebooknya, ia menyalakannya dan mulai mengetik.

“ apa yang kamu lakukan nada??” Tanya yui duduk disampingnya.

“ aku mau masuk ke shinne world fiction, mencari tahu tentang onew.” kata nada.

tak lama kemudian,

“ ketemu..” gumamnya.

saat nada mengklik home, terdapat informasi yang membuat mereka terkejut.

nada membacanya dengan suara bergetar.

“ Kami segenap staff dan admin dari shinee world fiction.. turut berduka cita..

atas meninggalnya.. author muda berbakat kita ONEW.. yang meninggal karena kecelakaan, kemarin malam. semoga arwah nya tenang di sisinya..”

yui langsung menutup mulutnya..

“ tak mungkin.. jadi Onew yang bersama kita selama ini adalah…” jonghyun tidak melanjutkan kalimatnya.

“ tunggu… ia bukan Onew..” bisik nada.

“ lihat.. fotonya berbeda..” lanjutnya sambil memperlihatkan notebook nya kepada yui dan jonghyun.

foto tersebut memperlihatkan gambar seorang laki-laki muda yang agak gemuk, pipinya kemerahan, memakai kacamata dan berambut ikal, berbeda dari Onew yang selama ini ada bersama mereka.

“ Jadi.. siapa yang bersama kita ??? mengapa dia mengaku sebagai Onew?? ada apa ini sebenarnya..” bisik Nada

“ Begini, kita cari onew, kita cari disekitar motel ini.. Bagaimana??” usul Kibum.

“ Yang perempuan, sebaiknya tetap dikamar, kunci pintunya dari dalam, jangan biarkan siapapun masuk kecuali kita… Kalian mengerti!!!” Perintah Kibum.

Yui dan Nada mengangguk.

wajah mereka terlihat sangat pucat.

Kibum, Jonghyun, dan Minho segera keluar dari kamarnya.

“oppa..” nada berbisik.

minho menghentikan langkahnya, ia berbalik dan memeluk nada dengan sangat erat.

“ oppa…” nada mulai menangis dipelukan minho.

“ tenang nada, semua akan baik-baik saja, aku ga akan lama, aku pasti akan kembali..”

nada tidak bersuara, ia hanya menangis dan memeluk minho dengan sangat eratnya.

“ saranghae jagia.. saranghae.. “ bisik minho.

“ nah ingat jagia, kunci pintunya dari dalam, jangan buka jika suaranya tidak kamu kenal.” kata minho sambil bergegas menyusul kibum dan Jonghyun yang sudah berjalan lebih dulu.

setelah mereka pergi, nada segera mengunci pintunya dari dalam.

hujan masih turun dengan derasnya, nada melihat jam masih jam satu malam.

ia duduk disebelah yui.

“ mengapa jadi seperti ini nada..” bisik yui

“ aku tak tahu… aku juga takut yui, sangat takut..” jawab nada sambil menangis.

“ harusnya aku tidak pergi..” sesal yui

JTTTTAAAAARRRRRRRR……!!!!!!!

Petir menyambar kencang sekali, tiba-tiba disekeliling mereka gelap.

“ NADA!!!” yui teriak..

“ Yui, aku disini, sepertinya mati lampu “ kata nada terdengar panik ia meraba-raba tempat tidurnya mencari notebook yang baru saja ia letakkan.

ia menyalakan nya, terdapat sedikit cahaya.

“ tinggal 25% remaining.. tidak akan bertahan lama..” bisik nada.

hanya cahaya dari notebook nada yang menerangi kamar mereka,

“nada.. kau mau mencari lilin..?” usul Yui.

“ kita tidak boleh keluar Yui, kau tidak mendengar tadi apa yang dikatakan Kibum??” kata Nada menolak usulan Yui.

“ araseoyo..” kataYui.

Ting.. Ting..Ting.. Ting.. Ting…

“ Dengar!! kau mendengarnya Yui..??” Tanya Nada.

“ apa??” kata Yui tidak mengerti

“ Suara piano.. Kau mendengarnya??” Tanya nada sekali lagi.

“ aku tidak mendengar apa-apa, hanya suara hujan.. Nada jangan bercanda disaat seperti ini” pinta Yui.

“ Yui.. Demi Tuhan.. aku tidak bercanda.. Suara nya terdengar samar-samar.. tadi juga aku mendengarnya..”

“TOK..TOK..TOK..”

“TOK..TOK..TOK..”

terdengar suara ketukan di pintu.

nada dan yui terdiam, tangan Yui memegang tangan Nada.

“ siapa..?” kata Yui gemetar.

“TOK..TOK..TOK…”

“ siapa..” Tanya Yui lagi.

JJTAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!

petir menyambar lagi, hujan diluar semakin deras, angin bertiup kencang

TOK…….TOK……

“ SIAPAA?????” kini Yui berteriak.

“Nada….. Nada…. Tolong aku….. Tolong aku….” terdengar suara rintihan dari pintu.

nada berdiri, ia berjalan mendekati pintu.

“ Tunggu Nada!!” Yui mencegahnya.. “ Kita tak tau siapa yang mengetuk pintu”

“ Suara Minho oppa…” kata nada.

“ Kita harus memastikannya Nada…” Yui berusaha menahan Nada.

“ Nada…. Tolong aku..” kata suara itu lagi.

“ itu suara Minho oppa..” kata Nada segera berjalan membuka pintu.

Pintu berhasil terbuka..

“ Minho Oppa….??” kata nada.

Jonghyun, Minho, dan Kibum terus menelusuri sekitar motel tersebut, namun hasilnya nihil, mereka tidak menemukan jejak keberadaan Onew.

JJTTTAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!!!!!!

petir menyambar lagi, perasaan jonghyun mulai tidak enak.

“ sebaiknya kita kembali ke kamar, disaat mati lampu seperti ini dan petir terus-terusan menyambar, kurasa Yui dan Nada akan ketakutan” kata jonghyun.

“ tunggu, masih ada satu tempat lagi yang belum kita periksa” kata minho sambil menunjuk ruang bawah tanah.

“cepat kita periksa, setelah itu kita kembali ke kamar..” kata jonghyun.

Minho dan Jonghyun berjalan menuju pintu bawah tanah,

“ sudah ku katakan, kalian tidak boleh mendekati ruang bawah tanah..” teriak Kibum.

Namun Minho dan Jonghyun tidak mendengarnya.

mereka sampai di pintu bawah tanah. jonghyun memegang pegangan pintu tersebut.

“ Debunya tebal sekali, sepertinya sudah sangat lama pintu ini tidak di buka..” kata jonghyun.

mereka mencoba membuka pintu tersebut namun pintu itu tetap terkunci.

“ mungkin terkunci dari dalam” kata minho menyerah.

“ KKKYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa” terdengar suara teriakan Yui.

“ Minho oppa..” bisik Nada ketika membuka pintu.

namun ia terkejut, tidak ada siapa-siapa disana.

“ Minho Oppa ??” nada berbisik lagi.

“ Nada cepat tutup pintunya..” perintah Yui, keringat dingin membasahi tangan nya.

Nada berjalan keluar pintu, ia menengok kesekelilingnya mencari sosok Minho.

Tiba-tiba ada sesuatu menariknya kuat.

“ KKKKKKKYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAA” Yui berteriak.

“ NADAAA!!!!” ia menjerit.

Namun Nada sudah menghilang dari pandangan nya.

Tak lama kemudian Kibum, Jonghyun dan Minho Menghampirinya.

“ Ada apa Yui??” Tanya Jonghyun.

Yui segera menghambur ke pelukan Jonghyun, ia menangis badan nya gemetaran.

“ Mana Nada??” Tanya Minho.

Yui diam, Ia hanya menangis.

“ YUI..DIMANA NADA???” Tanya Minho dengan suara yang keras.

“ JANGAN MEMBENTAK NYA SEPERTI ITU!!!!” teriak jonghyun tak kalah keras.

“ Nada..” Yui menceritakan yang terjadi kepada Minho sambil menangis.

“ AARRRGGGHHHH!!!!! “ Minho berteriak frustasi.

“ Jonghyun, aku takut, aku ingin pulang…” kata Yui.

“ iya, kita pulang sekarang.., Kibum bagaimana caranya kita keluar dari sini??”  Tanya jonghyun.

“Mobil masih ada di parkiran, di dekat pintu gerbang motel ini” kata Kibum sambil terus melihat ke arah Yui.

“ maksudmu kita harus berjalan melalui jalan setapak, dan melewati hutan..?? itu kan jauh sekali.. Mengapa tak kau parkir saja mobilnya di depan motel??” Tanya Jonghyun.

“ Karena kukira besok kita akan berkeliling pulau, jadi kuparkirkan disana, Kuncinya ada dikamarku..” jawabnya dingin.

“ TIDAK ADA YANG BOLEH KELUAR DARI SINI SEBELUM KITA MENEMUKAN NADA!!!” teriak Minho.

“ YYAAA!!!! pakai akal sehatmu minho!!! nada sudah mati!!!” tukas jonghyun.

“ Dia belum mati, aku tau itu..” kata Minho pelan.

“ Kita mencari kemana? sudah seluruh motel kita susuri, kau lihat sendiri kan??”  kata jonghyun lagi.

“ tapi aku yakin dia masih hidup, aku masih bisa merasakannya..” bisik Minho.

“ begini saja, kita cari Nada sekali lagi, jika tidak ketemu, kita pulang.. bagaimana..??” usul Kibum.

Minho dan yang lainnya mengangguk lemah.

jam menunjukkan pukul 2 pagi,

“ sudah 2 jam berlalu… rasanya seperti berabad-abad.. aku tidak bisa menunggu lagi.. sudah terlalu lama aku menunggu…”

Nada membuka matanya..

ia merasakan dirinya tertidur di kasur yang sangat nyaman, entah kenapa tubuhnya terasa sangat lemah.

ia memandang sekelilingnya,

gelap…

hampir  tak ada cahaya, kecuali cahaya lilin yang berada di sudut ruangan.

ruangan tersebut sepertinya sebuah kamar tidur, yang berukuran sangat besar, banyak barang-barang memenuhi ruangan tersebut, namun nada tidak bisa melihat jelas karena sangat gelap.

Nada mencoba untuk bangun, ia duduk dan mencoba untuk berdiri.

“ Kamu sudah bangun nada??”  terdengar suara seorang pria.

nada mencari sumber suara tersebut, ada seorang pria duduk menghadap nya, namun mukanya tidak terlihat karena gelap.

“ siapa..” bisik nada.

“ jangan takut.. kamu aman disini..” kata pria itu lagi.

ia berdiri dan berjalan menuju nada.

“ O, Onew???” Tanya nada, ia menggeser badan nya menjauh dari sosok yang dilihatnya.

Onew hanya tersenyum.

“ jangan takut.. kamu aman disini..” ia mengulangi ucapannya.

“ Kamu… Kamu bukan Onew kan…? Dia.. Kemarin.. Sudah Meninggal….” Tanya Nada terbata. Ia sangat takut, ia menahan  lututnya agar tidak gemetaran.

“ Aku Lee Jinki..Maav sudah membohongi mu..” ia tersenyum.

“ mengapa kau membunuh taemin ??”

“ bukan aku yang membunuhnya.. dia yang membunuhnya..” kata Lee Jinki, raut muka nya menjadi sedih..

“ dia?? siapa dia??”

“ Miann.. aku tidak bisa menyebut namanya.. aku.. aku… terlalu takut…” ucapnya lemah.

“ kenapa..?? aku tidak mengerti…” Tanya  Nada pelan.

“ Sudah lah, yang penting kamu aman disini.. dia tidak bisa melukaimu disini..” katanya kembali tersenyum.

“ Dia?? Dia Siapa ?? aku mau keluar.. aku mau mencari minho oppa… aku mau pulang..” pinta nada.

“ kamu tidak bisa keluar dari sini nada..” bisik Lee Jinki. Raut mukanya pucat, matanya tajam menatap nada, bibirnya menyunggingkan sebuah senyum.

“ aku sudah menunggu terlalu lama..”

Jonghyun, Yui, Kibum dan Minho duduk di meja makan, mereka sudah mencari kemana-mana namun nada belum juga ditemukan.

“ Kita sudah mencarinya minho, tepati janji mu.. kita pulang sekarang..” kata jonghyun.

“ Kalian pulang saja, panggil polisi dan ambulans, aku tidak akan kemana-mana sampai nada ditemukan.” kata minho tegas.

“ minho, tolong jangan keras kepala seperti ini, bahaya jika kamu disini sendirian..” tukas Yui.

Minho terdiam, ia tidak peduli. jika seandainya nada sudah tidak ada, Ia hanya ingin membawa jasad Nada pulang bersamanya.

“ jonghyun.. aku ingin buang air kecil..” Kata Yui.

“ Kuantar sampai pintu kamar, sekalian kita kemasi barang-barang kita, kita pulang sekarang.” kata jonghyun menggandeng tangan Yui.

“ Kuambil kunci mobil ku dulu dikamar..” Kibum juga berdiri menuju kamarnya.

hanya Minho yang tidak bergeming.

Ia tetap duduk di meja makan, kepala nya menunduk..

“ Nada.. Kamu dimana..” bisiknya lemah.

“KKKKKYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!” Terdengar suara teriakan Yui.

Minho segera berlari menuju kamar Yui. terlihat Jonghyun berusaha mendobrak kamar Yui,

“ Sial dikunci dari dalam..” maki jonghyun. minho membantunya.

Akhirnya pintu berhasil di dobrak. jonghyun dan minho segera memasuki kamar Yui, tidak ada apa-apa, hanya tirai jendela yang bergerak-gerak karena ditiup angin dari luar.

Jonghyun membuka pintu kamar mandi, ia jatuh berlutut, menangis memandangi apa yang ada di hadapannya sekarang.

“ Tidak Mungkin… YYUUUIIIIIIIIIIIIIII” teriaknya kencang.

Yui tidak bergerak tubuhnya tergantung di kamar mandi dengan darah yang masih menetes, matanya membelalak, rambutnya basah oleh darah dan ..

“ jantung nya tidak ada..” bisik Minho

ia tidak sanggup memandang kematian yui yang sangat mengenaskan, bagian dada Yui sebelah kiri berongga besar, jantung nya hilang, hanya daging dan tulang yang terlihat.

“ TTTOOOOOOOOLLLLLLLLOOOOOOONNNNNNGGGGGGGG!!!!!!!!!”

“ MINHOOO OPPPAA TOOOLOONNG  AKKUUU..”

Terdengar suara teriakan Nada.. tanpa berpikir panjang minho segera berlari meninggalkan jonghyun sendiri.

“ Aku sudah menunggu terlalu lama..”

“ Apa maksud Oppa..??” Tanya Nada tatapanya Lee jinki membuat Nada takut.

“ Sudah terlalu lama nada… 20 tahun lebih aku menunggu mu..”

Nada terdiam berusaha mencerna kata-kata Lee Jinki.

“ Sekarang, kita ga akan berpisah selamanya.. kamu datang kesini untuk menemaniku kan??”

“ Aku mau pulang oppa..” bisik Nada.

namun Lee Jinki seperti tidak mendengar omongan Nada, ia terus berbicara..

“ Dua puluh tahun lalu.. aku sendirian disini.. orang tua ku yang mengunci ku disini.. kata mereka hanya ini satu-satunya tempat teraman, ia tidak mungkin bisa masuk tempat ini..

Lihatlah…” Lee Jinki berhenti berbicara tangan nya menuju ke atas.

Nada mendongak ke atas, tampak banyak salib mengitari dinding-dinding kamar tersebut, dan walau tidak terlalu jelas, nada bisa melihat lukisan salib indah yang sangat besar diatas langit-langit kamar tersebut.

“ hanya ruangan ini yang tidak bisa dia masuki Nada… Aku menunggu sekian lama, tapi orang tua ku tidak mengeluarkan ku dari sini, kurasa mereka juga telah dibunuh nya..

kau tau.. aku kelaparan.. aku kedinginan.. aku ketakutan  Nada.. Aku sendirian…. Aku kesepian..” Kini wajah Lee Jinki berubah menjadi sendu. ia menangis, namun bukan air mata yang ia keluarkan, melainkan darah!!.

“ TTIIDDAAAKKKK…..TTTTOOOOOOOLOOOOOOOOOOONNNGGGGGGGG..” Nada berlari menuju pintu, namun pintu tersebut tidak bisa terbuka.

“ MMIINNHHOO OOOPPPPAAA TTOOLOOONNGG AAKUUUUUUU!!” nada berteriak sambil menangis.

“ Percuma, Nada.. Kau tidak akan bisa keluar dari sini,, aku kesepian Nada.. tolong temani aku….” Lee Jinki berjalan mendekati nada, kini wajahnya sangat menyeramkan.

Ting… Ting… Ting… Ting…

terdengar bunyi piano yang sama seperti yang nada dengar tadi malam.

Ting.. Ting.. Ting,,

“ kamu suka kan lagunya nada , aku bisa memainkan nya hanya untuk mu..”

“ Temani aku ya…”

“ Minhoo Oppaaaa” Teriak Nada putus asa., ia hanya bisa menggedor-gedor pintu dari dalam.

“ NADAA!!!” Nada mendengar suara Minho dari balik pintu.

“ OPPAAA…TOLONG AKU OPPAAA…” Teriak Nada ketakutan.

“ PUTAR KENOP NYA DARI DALAM!!!” Teriak Minho.

Dengan sekuat tenaga Nada berusaha memutar  kenop pintunya namun seperti nya kenop pintu tersebut macet karena berkarat.

“ Kamu tidak bisa kemana-mana, Nada….” Lee Jinki bergerak makin mendekatinya.

krreeekk. kreeek..

“ Sedikit lagi Jagiaaaa…” teriak Minho.

“ Nada.. Temani aku..” Lee Jinki berada dibelakangnya.

Kreeeeekkk….

akhirnya pintu tersebut terbuka..

Nada segera berlari ke pelukan Minho,

Sedetik kemudian pintu tersebut dengan keras menutup kembali.

“ Oppaaa… aku takut….”  kata Nada menangis dipelukan minho.

Minho pun memeluk Nada dengan erat, ia berjanji  ia tidak akan pernah melepaskan Nada lagi.

“ jagia.. andai kau tau… aku juga takut.. beberapa menit kehilangan kamu.. aku sangat takut.. jagia..”

Minho mendekap erat Nada dalam pelukannya, bibirnya mencari bibir nada, kemudian ia berbisik tepat didepan bibir nada “ Jagia, saranghae… saranghae… saranghae… “

“ Oppa… Nado saranghae..” bisik nada.

“AAAGGGGHHHH… MINHOO… CEPAT PERGI DARI SINI..” teriak Jonhyun sambil melemparkan kunci mobil ke bawah.

Jonghyun membuka pintu kamar mandi, ia jatuh berlutut, menangis memandangi apa yang ada di hadapannya sekarang.

“ Tidak Mungkin… YYUUUIIIIIIIIIIIIIII” teriaknya kencang.

Yui tidak bergerar tubuhnya tergantung di kamar mandi dengan darah yang masih menetes, matanya membelalak, rambutnya basah oleh darah dan..

“ jantung nya tidak ada..” bisik Minho

ia tidak sanggup memandang kematian yui yang sangat mengenaskan, bagian dada Yui sebelah kiri berongga besar, jantung nya hilang, hanya daging dan tulang yang terlihat.

“ TTTOOOOOOOOLLLLLLLLOOOOOOONNNNNNGGGGGGGG!!!!!!!!!”

“ MINHOOO OPPPAA TOOOLOONNG  AKKUUU..”

Terdengar suara teriakan Nada.. tanpa berpikir panjang minho segera berlari meninggalkan jonghyun sendiri.

Jonghyun terdiam, ia menyalah kan dirinya atas kematian Yui.

“ Mengapa kamu harus pergi sebelum aku sempat mengungkapkan perasaan ku yang sebenarnya… aku sayang kamu Yui, sayang kamu.. Mengapa kamu pergi secepat ini..

Tuhan mengapa bukan aku yang kau ambil…”  tangis nya.

“ sebentar lagi kau menyusulnya.. jangan bersedih..” gumam suara dingin yang ia kenal. ia tersenyum.

“ KIBUM??? “ jonghyun berdiri menatap Kibum.

“ Waktu ku tak banyak sebentar lagi pagi..” ucapnya.

“ Kau..” belum sempat jonghyun menyelesaikan kata-katanya Kibum langsung mengarahkan taringnya ke leher jonghyun.

Jonghyun menghindar ia segera menyambar kunci mobil dari saku Kibum dan berlari kearah tangga..

Jonghyun melemparkan kunci mobil tersebut ke bawah.

“AAAGGGGHHHH… MINHOO… CEPAT PERGI DARI SINI..” teriak Jonghyun.

Kibum menerjangnya dari belakang, tangannya menusuk jantungnya dan menariknya.

darah Jonghyun bersemburan ke semua arah,

“ sekarang kau bisa menyusul kekasih mu..” gumam Kibum.

Minho dan Nada melihat ke atas, kearah teriakan Jonghyun. tampak Kibum sedang memegang sesuatu yang merah dan berdarah dari tubuh Jonghyun.

“Kibum.. apa dia sebenarnya..”

Tanpa berpikir panjang Minho segera memungut kunci mobil dan memberikan nya ke arah Nada.

“ Jagia.. berlari secepat mungkin.. jangan menengok ke belakang.. cari mobil, pergi dari sini..” perintah nya kepada Nada.

“ Andwae Oppa.. kita pergi sama-sama..” nada menolak meninggalkan Minho.

“ Percaya padaku Jagia.. jika kau bertemu orang-orang, mintalah bantuan, kau mengerti.” tukas Minho wajahnya tegang.

ia memeluk Nada erat “ Saranghae, Jagia..”

“ Oppa…” nada menangis.

Minho melihat Kibum mulai mendekati mereka.

“ sekarang pergi CEPAT..!!” teriak Minho.

ia mendesak Nada untuk keluar dan setelah nada keluar ia menutup dan mengunci pintu motel tersebut.

“ Oppa…” terdengar nada menangis.

“ Cepat lari Jagia…”

Kibum sudah berada dibelakangnya.

“ How sweet..’ Kata Kibum.

“ Kau melindungi pacarmu?? mmmmmm… Cepat lari Jagia..” Kibum mendelik kearah Minho.

JJJJJTTTTTTTTTAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRR!!!

terdengar suara petir sangat keras.

minho berdoa dalam hati “ mudah-mudahan Nada tidak apa-apa”

“ Kau ini apa sebenarnya???” Tanya Minho kepada Kibum.

“ kau mau membuang-buang waktu ku, ??? ingin menyelamatkan Jagia mu??” Gerutu Kibum.

“ sayang sekali waktu ku tak banyak..” tukas kibum, ia langsung menerjang Kibum.

Minho tidak diam saja, ia melawan Kibum dengan sekuat tenaga,

mereka bergulat cukup lama, minho melihat disebelah kirinya ada tempat lilin yang terbuat dari tembaga.

Minho berusaha mendekatinya.

saat ada kesempatan ia menusukkan benda itu tepat di dada Kibum.

Darah hitam pekat menetes dari dadanya.

Minho tersengal-sengal.

“ selesai sudah.. “

ia berjalan membuka pintu motel.

Kreeeek..

saat pintu terbuka Kibum muncul dihadapanya.

Ia mencekik leher Minho dan mendorongnya ke arah tembok.

“ Kau pikir aku bisa mati???” Tukasnya.

Minho berontak berusaha melepaskan diri, namun tangan Kibum bergerak lebih cepat.

Minho merasakan sesuatu yang dingin memasuki tubuhnya.

minho tidak bisa berteriak lagi hal terakhir yang bisa dilihatnya adalah senyuman Nada..

“ Oppa…” Nada menangis memanggil Minho.

“ Cepat lari Jagia…” Teriak Minho dari dalam Motel.

Nada berlari dengan sisa tenaga yang dimilikinya, ia berusaha tidak menengok kebelakang.

“ oppa..” bisik nya sambil menangis.

ia terus berlari menembus hujan, tubuh nya menggigil karena ia hanya mengenakan baju tipis.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting….

terdengar dentingan suara piano ditelinganya.

nada menutup kedua telinganya dan terus berlari.

“ Tuhan tolong aku..” bisiknya dalam tangis.

Ia merasakan perih yang amat sangat pada kedua kakinya yang telanjang.

JJJJTTTTTTTTTTAAAAAAAARRRRRRRRRRR

petir menyambar dengan sangat kencang, nada menunduk.

“Oppa… Aku takut..” tangis nya pecah. ia menggigil kedinginan.

“ Nada.. Temani aku.. Aku kesepian…” Terdengar suara Lee Jinki di dekatnya.

“ andwae..” bisiknya,

ia berdiri dan meneruskan berlari

Ting.. Ting.. Ting………

Ia berlari memasuki hutan, tangan nya menutup kedua telinganya, ia mulai kehabisan nafas.

“ aku harus kuat.. minho apa masih disana.. aku harus kuat..” tangisnya.

Ting… Ting.. Ting.. Ting…

Saat Nada mulai putus asa, terlihat mobil hitam sekitat 100 meter didepan nya.

nada mempercepat langkah nya, diabaikannya rasa sakit yang kini mulai menjadi-jadi di kedua kaki nya.

selangkah lagi ia sampai,

dengan tangan gemetar ia membuka pintu mobil tersebut.

sambil menangis ia mulai menyalakan mobil, dan menginjak pedal gas sekuat tenaga.

Ting.. Ting.. Ting… Ting…

bunyi dentingan piano kembali terdengar ditelinga nada.

“ AANNDWAEEEEE!!!!!.. ANDWAAEEEE!!!!! KUMOHON TINGGAL KAN AKU SENDIRI “ Teriak nada sambil mempercepat laju mobilnya.

“ TOLOOOONNGGG, KU MOHOOONNNN..Tinggalkan aku sendiri…” Teriak nya lemah sambil menangis sejadi-jadinya.

Suara denting piano itu hilang..

nada sesenggukan di bangku nya, ia menangis..

dan terus menangis..

“ Jadi, Kita mau kemana nada..??”

Nada menengok ke sebelah kirinya dan Kibum tersenyum sambil mengarahkan tangan ke lehernya.

***

TING TONG..

“ Annyeong Haseyo..”

“ Annyeong..”

“ Apa benar ini rumah Park Nada??”

“ Yaa, benar.. saya ibunya.. ada apa??”

“ maav mengganggu ahjumma, saya perwakilan dari Shinee World Fiction ingin memberikan hadiah, karena Park Nada berhasil memenangkan Lomba FF Tahun ini,,”

“ bukannya hadiah nya sudah dikirimkan lewat pos, 3 hari yang lalu??”

“ miaann, memang harusnya 3 hari yang lalu namun kurir kami sakit, jadi baru bisa dikirimkan sekarang, ini hadiahnya 2 Tiket PP Singapore, dan 2 Tiket Nonton Shinee Konser di Singapore, serta  voucher bermalam di Singapore untuk 2 orang..”

“ oh yaa.. nanti saya sampaikan jika sudah kembali, nada sedang berlibur soalnya..”

“ kamsa hapnida ahjumma..

FIN

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

Our Love Should Go On – Part 1

Anyeoong. .inni FF perttama akku lho!*gak ada yang nanya*. Miian yaa. .kalau rada-rada Gaje. Mogga para Author n Readers padda sukka. Ammiinn. .

Cast:

Member SHINee

Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

Han Ri Chan a.k.a Nyda han

Shin Hyun Young a.k.a Wonnie

Park Ri rin a.k.a Ri rin Wookie

Park Min Gi a.k.a Dessi

Park Sun Yi

Other cast

Hai!! Seoul…!. Sebuah kota yang mampu menampung ratusan kisah hidup manusia.Izinkan aku untuk menyapamu pagi ini..!.Hmmmh… Semua orang sibuk untuk memulai kisahnya hari ini. Tidak terkecuali dengan seorang gadis SMA yang sibuk dengan buku-buku yang masih berserakkan diatas tempat tidurnya.

“Kkyaaaaaaa. .nyesseeelll!! kenapa gak dari tadi malem sih beresin buku buat hari ini ke sekolah. Kalau gini terus aku bisa telat nih ke sekolah! !”

Yakiiiin kalau udah nyesel gak bakalan ngulangin lagiii..?. Mmmhhh. . sangat tidak bisa dipercaya. Kejadian seperti ini udah kebiasaannya tiap pagi, termasuk bilang ’nyesseelllll!. . .’gak bakalan ngerubah kebiasaannya yang males nyiapin buku pelajaran dari malem buat besok  pagi. Yaaa… kecuali hari libur.

Ahn-Neul -Rin. .!. Gadis ceroboh, Manja, cerewet, Cengeng, ‘Late Thinking’, peluppa, suka marah GaJe, gak bisa diganggu kalau lagi bad mood, salah satu dari sifatnya yang menurutku aneh, yaitu ni anak suka salting kalau lagi deket Oppa /Sunbae /Dongsaeng /Ahjussi yang ganteng+ dia suka. Yaaa. . . mungkin termasuk kalau lagi deket ma Halbonim.Hahhaa. . .. tapi dari sifatnya yang kebanyakan jelek itu, membuat enam  Onie dan dua dongsaengnya makiin sayang ma dia. Salah satu keberuntungan yang dia punya adalah memiliki jagiya yang ganteng, baik, penyayang, sama-sama punya sifat manja, plus jago ng-dance bernama Lee Donghae *miian yyaa. .bbawa-bbawa paccarkku dari SUJU**Donghae oppa nyengir kuda*.. Udah ah! Kebanyakan ngomongin Neul Rin. Kita tinggalin dulu Neul Rin, biarkan dia menstreskan diri.*reader:yyeee sappa yang nyuruh lo!*

Naahh. . kalau pasangan ini aku percaya mereka tercipta memang untuk bersama. Park Ri rin dan Min Ho oppa, pasangan yang kallem, gak banyak omong.Park Ririn adalah Onie ke tiganya Neul Rin. Dialah yang suka ngasih saran yang bijak ma kelima donsaengnya, termasuk dua onienya kalau lagi ngadepin masalah. Mungkin Park Ririn bisa dibilang bank curhat berjalan. Hampir semua Dongsaeng ma Onienya curhat sama dia. Tapi dia selalu nutupin masalahnya sendiri termasuk sama Min ho Oppa. Dia berpikir, Onie dan Dongsaengnya gak boleh ikut repot mikirin masalahnya sendiri.

SEOUL SENIOR HIGH SCHOOL  1. Sekolah terfavorit di kota Seoul tercinta. Dibangun untuk murid-muridnya yang punya IQ tinggi. Sebuah keajaiban Neul rin bisa masuk ke sekolah ini!.*merendah diri mode : on*.

Pagi ini masih sepi, termasuk di tempat parkiran. Kendaraan pribadi songsaenim juga belum pada mejeng tuh. Tapi sesaat kemudian suara lembut dari mesin mobil keluaran terbaru berwarna hitam mengkilap muncul dari megahnya gerbang sekolah.

“Ccckkkkiiittt. . .”. Mobil berhenti mendadak sebelum waktunya. Seorang gadis berseragam keluar dari pintu kanan mobil, disusul dengan seorang cowok ganteng, berambut pirang dan beralis tebal nambah imut wajahnya. Dia keluar dari jok supir.

“Waeyooo?” Kata cowok itu sambil menutup pintu mobil.

Gadis itu bernama Park Sun Yi, iia. .dia Onie yang paling tua senasib dengan Jagiyanya Lee Jin Ki tapi sering dipanggil Onew Oppa, dialah cowok yang baru keluar dari Jok supir tadi.

Park-sun-yi, biarpun seorang leader tapi masih kalah dewasanya dengan Park Ririn. Kadang dia juga suka kayak anak kecil, apalagi kalau udah ma Onew. Ddeeuuhh. .kumat deh manjanya. Yaa. .kayak sekarang ini, Sun Yi minta mobil berhenti tiba-tiba cuman gara-gara Onew ngomongin Teukki Oppa, temen satu kampus Donghae Oppa.

“Onew. .bisa gak sih gak nanyain aku ma Teuuki Oppa trus. .? aku tuh gak ada apa-apa ma dia. Dia cuman sunbae aku.!”

“Jaggii. .harusnya aku yang marah. Kenapa jadi kamu yang kesinggung. .Kenapa kamu gak terus terang kalau kemarin Teukki hyung ke rumah kamu. Kenapa kamu bilang kamu lagi karaoekean di Nore-bang sama dongsaeng-dongsaengmu..? apa itu tidak mencurigakan. .?”

“ka kkamu. .tau dari siapa…?”

“Neul Rin yang kasih tahu aku!”

*HHiii. .Onew pabo! Rada cool dikeet kke! Bilang’ tidak penting aku tau dari siapa’, kayak di sinetron-sinetron gitu. Kalo gini mah ketauan Neul Rin suka ma Onew*. *Neul Rin:heeehhh! Jangan ngadu domba W m sun yi Onie dong! Onie. .ittuuu boOng kok jangan di ambil hati iiaa.hug-hug Onie.diplotottin donghae oppa*.

“kemarin aku nelpon Neul rin. Dan kata dia, kalian gak maen kemana-mana. Wae jaggi kamu berbohong. .?”. Lanjut Onew sambil menarik tangan kanan Sun Yi.ddeeuuuhhh prikittiww.

“Onew. .mianhaeyo. .aku takut kamu bakalan cemburu kalau tahu kemarin Teukki Oppa datang ke rumah”. Kata Sun Yi dengan suara lemas. Onew semakkin menatapnya. Dia mengusap rambut Sun yi lembut.

“Jaggii. .apa kau suka dengan Teukki Hyung. .?”

Sun Yi kaget dengan ucapan Onew itu..jantungnya berdegup kencang. Dia langsung menengadahkan kepalanya yang dari tadi nunduk.

“Onew. .kenapa kau bilang begitu. .? kemarin ituu. .Teukki Oppa ke rumah cuman bantuin aku buat ngerjain tugas Kimia. Apa Neul rin tidak mengatakannya. .?”

“Anii. Neul Rin tidak mengatakan apa-apa. Bukan karena hal ini aku bertanya seperti itu. Tapi . . .sudah lama aku tahu kalau kamu sedang dekat dengan teman Donghae hyung itu. .”

“Tapi. .”

“Jaggii. .mungkin kita harus sendiri-sendiri dulu, kamu harus tahu bagaimana hati kamu sama Teuki Hyung. Aku tidak mau kalau kamu harus terpaksa berhubungan denganku, tapi hati kamu tidak untuk aku. Mungkin itu terjadi gara-gara kita udah satu tahun berpacaran dan kamu merasa bosan denganku. Dan kalau kamu sudah mengerti dengan hati kamu. Kamu harus memilih antara aku dan Teukki Hyung. Kamu harus tau jaggi. .aku akan selalu menunggumu. .Aku harap kamu kembali padaku. Baik-baik ya. .Jaggiyaku. .”. *terlallu lebbay tag ssi kata2nya?*

Bibir Onew mendarat di kening Park Sun yi. Ada air mata hangat yang mendarat dipipinya. Tapi Onew masih saja memamerkan senyum imutnya. Sun Yi tahu apa yang dirasakan pacarnya itu. Dia cuman bisa menatap punggung Onew yang duluan masuk gerbang sekolah.

Soddaarraa. .soddarraa. .tadi kita sudah menyaksikan drama tragedy di tempat parkir. Alangkah malangnya nasib Onew Oppa *Neul Rin: Oppa menning m akku ajja yuk!*digettok Sun Yi d jambbak Donghae*. .cintanya harus dibalas dengan dusta oleh Park Sun yi. .*Sun Yi:wwOoy. .W jjua gak mau kayak ginii. .Author.a ajjah tu iiang pengen lelebayan*

Park Sun Yi. .berlari di koridor Sekolah. .air matanya terus keluar. Sesekali dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dan tiba-tiba. .’Brruuuuukkkk’. Sun Yi menabrak seseorang. .

“Wwwoooy. .kalau jalan liat-liat dong. .mata tuh buat melihat bukan buat ditutupin kayak gitu”.

Kkyyaaaa. . Sun Yi nubruk Park Min Gi. Kalau aja dia tahu siapa yang lagi dia ceramahin. . .hhiihhiihii. .Onie.a ndiri yang paling tua lagi. Min Gi emang paling nurut dan hormat sama Onie-onie.a ittu. Walaupun berwajah imut, tapi kalau udah berhadapan dengan tiga dongsaengnya hasrat ingin menjajahnya timbul menggebu-gebu.

Park-Min-Gi. . Cewek tomboy, keras kepala, suka nyanyi Gaje, bringasan. Punya jaggiya bernama Jong Hyun yang punya sifat hampir sama dengannya. Pasangan yang gak ada romantis-romantisnya, malu-maluin, penuh dengan kekerasan (ppi gak mppe bunuh-bunuhhan kok). Jong Hyun satu kelas sama Onew

Sun Yi membuka wajahnya. Matanya merah, pipinya sudah basah dengan air mata yang terus di tahan.

“Onie. . .! Waeyo. .?”. Min Gi langsung mengusap pipi Sun Yi. Coba kalau terjadi dengan dongsaeng-dongsaengnya, pasti diledekkin abis abissan terutama ma Neul Rin yang terkenal cengeng.

“hheeeh. .Min gi. .sudah tahu Onie mu ini lagi berduka , kenapa kau bentak-bentak seperti  tadi!”

Ni. .Onnie lagi berduka, masih aja pengen marah-marah.

“Mianhaeyoo Oniee. .aku tidak tahu kalau yang aku tubruk Onie. .. Onie. .sebenernya ada apa. .? kita ke kelas dulu yuk.”

Min gi merangkul Onienya itu ke kelas. Min gi terus menenangkan Onienya itu yang masih saja sesenggukan sebelum akhirnya Min gi bertanya lagi.

“onie coba ceritakan ada apa.?” Min Gi duduk di samping Sun yi.

Di kelas, belum ada yang datang. Sehingga mereka lebih leluasa untuk bicara.

“Onew. .mengira aku selingkuh. .”.Jawab Sun Yi diikuti dengan air matanya yang keluar.

“Mwoo. .? memangnya Onie selingkuh dengan siapa?”. Min gi memajukan wajahnya. Dia memang tidak selalu mengikuti gossip yang terjadi pada Onie dan Dongsaengnya.

“Teukki Oppa. .” Ucap Sun yi pelan dengan penuh rasa bersalah.

“Teukki. . .?” Tanya Min Gi meyakinkan dirinya dengan apa yang dia dengar tadi.

Sun Yi mengangguk lemas.

“Teukki teman  Donghae Oppa itu. .?”. Tanya Min gi lagi.

“Iyyaaa. .MIINN GGGIIII!!!! Bisa gak sih gak banyak nanya??????” Sun Yi melotot pada Mn Gi. Matanya yang merah nambah serem wajahnya pada saat itu.

“Miiaann. .Onie jangan marah. .!.” Min Gi memundurkan wajah innocentnya.

“Anyeeoonggg Onie-oniekkuh. .!”. Suara cempreng terdengar dari ujung pintu. Sun yi dan Min gi menoleh ke sumber suara.

Hmmh. .ternyata suara cempreng itu kepunyaan gadis bernama Han Ri Chan. Cewek yang hampir sifatnya sama dengan Ahn neul rin. Sama-sama cerewet, cengeng, manja, pelupa, dan ceroboh. Dongsaeng ke tujuh Sun yi ini, akhir-akhir ini ketahuan boongan pacaran ma Kyu Hyun, temen kampusnya Donghae dan Leeteuk. Gara-gara dia selalu sirik liat Onie dan Dongsaengnya sibuk pacaran. Maka, pada saat Kyu Hyun menembaknya, tanpa berpikir panjang Ri chan langsung menerimanya tapi dengan syarat hanya untuk di depan Onie dan dongsaengnya saja, selain itu mereka tidak ada hubungan apa-apa. Mungkin karena Kyu benar-benar sayang, dia mengalah dan menyetujuinya.. Hari ini rencananya Ri can bakalan di kasih tahu apa hukuman yang akan dia terima dari Dongsaeng dan Onie-onienya gara-gara berani berbohong. Tapi sepertinya itu gak mengganggu moodnya hari ini deh. .! denger aja suara cemprengnya tadi. Gak ada yang berubah. .!.

“Waeyoo Onie. .? Onie kok menangis ?”. Tanya Ri chan begitu dia menyadari ada yang berbeda pada Onienya itu.

“Onew mengira kalau Teukki dan Onie pacaran.”Min gi menjawab pertanyaan Ri Chan. “Aneh! Harusnya hari ini kamu yang menangis! Kenapa kamu biasa-biasa ajah? Apa kau sudah lupa dengan hukuman yang akan kau terima. .?”. Lanjutnya sinis.

“Aaaaiiisshh. . dassar Onie yang tidak suka melihat dongsaengnya ceriaaa. .! aku sudah pasrah dengan hukuman itu! Gak ada gunanya menangiskan?”

Sun yi melotot pada Ri chan. Dia merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan Ri chan tadi.

Miian ya. .bagiian inni barru Prolog aja yaa. .

Mohhon koment.aa bbiar ssemangdd ngrrim Part selanjuttnya. Gomawwo.

Created by: Ahn Neul Rin a.k.a Farissa.

p.s: Berhubung respon hari ini bagus.. begitu FF out langsung banyak komen, jadwalnya jadi bisa di percpat ^o^ makanya hari ini aku keluarin lebih dari 2 FF. Makasih banyak yaaaa ^o^. Kalian semua emang reader yang paling setia.. ohohoho

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

Rainbow – Part 2

Author: Wiga

Minho membawa barang yang sudah disiapkannya semalam, ia berjalan menuju ruang tamu, terlihat ibunya sedang duduk pucat, di dampingi appa tirinya.

“ minho… aku bangga sekali padamu nak..” kata ibunya terharu

Minho hanya tersenyum, “ aku pergi dulu umma..” ia menghampiri umma nya dan mencium keningnya.

“umma, jangan lupa motorku minggu depan diantar ya kesana, suruh saja jaejong, tukang kebun kita yang mengantar kan nya..” tambah minho.

Umma nya tersenyum, sedangakan appanya tidak berkata apa apa.

“aku berangkat” minho segera naik mobil yang disiapkan oleh appanya, supirnya lee teuk, segera menjalan kan mesinnya mengantarkan sampai ke terminal.

Nada menyempatkan pergi ke makam changmin sebelum ia berangkat ke terminal, matanya berkaca-kaca, ia berusaha untuk tidak menangis namun air matanya jatuh juga.

“ oppa.. aku berangkat.. doakan aku  ya.. apa kamu tau? aku sangat merindukan mu..”

Nada berjalan menuju stasiun kereta, ia harus naik kereta agar bisa ke terminal.

Kereta kosong karena masih pagi, ia segera duduk di pojokan,, menunduk menahan tangis..pikirannya menerawang,,

Onew bersikeras untuk naik angkutan umum saat orang kepercayaan orangtuanya menyiapkan mobil untuk nya,

“tidak usah, antarkan aku sampai stasiun saja, biar aku naik kereta sampai terminal, aku bukan anak kecil ajusshi, “ia hanya berpesan agar mobilnya di antar seminggu setelah ia sampai,

Setibanya di stasiun beruntung ia tidak ketinggalan kereta, dengan tergesa ia masuk kereta ia berjalan menuju kursi paling pojok,

di depannya ada seorang gadis yang kelihatannya habis menangis, lama onew memperhatikan nya, namun tampak nya gadis itu tidak sadar jika dirinya sedang diamati. Entah mengapa di dalam diri onew timbul perasaan ingin melindungi gadis itu.

Yui sibuk me-;roll rambutnya yang panjang, ia memakai rok mini dan stocking hitam (padahal lagi musim dingin) memakai mantel dan scarf..

Hampir satu jam lamanya ia berdandan, sampai appanya menekan-nekan klakson mobil, baru ia bergegas untuk pergi.

Taemin hanya meninggal kan foto kopi surat beasiswanya dan surat untuk appa nya bahwa ia akan pergi selama 1 tahun,

ia berangkat sangat pagi agar tidak diketahui ummanya, ia berjalan mengendap-endap agar tidak mengeluarkan suara,

Setelah agak jauh dari rumah, ia tertawa sekeras-kerasnya, akhirnya ia bisa terlepas dari siksaan umma nya..

Kibum yang pertama sampai di terminal, ia segera mencari cari sosok orang yang memakai jaket almamater berwarna kuning.

Karena terminal masih pagi dan belum banyak orang, ia dengan mudah menemukan orang yang ia cari tersebut.

“ anyyeong, maav apakah anda dari SM university??” Tanya kibum sopan

“ ya.. kamu siapa??”

“saya kibum. Kim kibum..”

Orang itu segera mengecek daftar yang ada di tangan nya..

“ oh ya,, kim kibum.. kamu yg ada di peringkat kedua.. annyeong. Saya jonghyun, pengawas kalian..”

Mereka mengobrol sebentar kemudian tampak seseorang menghampiri mereka.

“annyeong haseyo.. apakah ini SM university? “

“ yaa, siapa nama kamu..” Tanya jonghyun sambil memeriksa daftar.

“ annyeong saya lee taemin..” kata tae min memperkenalkan diri

“kamu laki-laki atau perempuan??” kata kibum terus terang sambil mengamati tae min.

“aku laki-laki hyung” kata tae min, mukanya memerah, selalu saja seperti, ini batinnya.

“oohh.. lee tae min, kamu berada di peringkat ke lima, annyeong, saya jonghyun, pengawas kalian..” sapa jonghyun ramah

“ aku kibum, kim kibum..” kibum memperkenalkan diri.. taemin tersenyum

Ia mengambil tempat duduk di sebelah kibum.

“ ku kira kamu perempuan taemin, foto mu seperti perempuan” kata jonghyun mengamati taemin,

“ mm tidak hyung, aku laki-laki..” kata taemin

Tiba-tiba kibum memegang salah satu dadanya..

“hyung.. apa yang kamu lakukan!!!!!” jerit taemin

“Cuma ingin memastikan apa kamu laki-laki atau bukan, ternyata kamu laki-laki, wuuaahh,,, aku kecewa.. “ jawab kibum santai

Taemin menunduk, mukanya memerah..

“ anyyeong haseyo.. apakah ini SM university?? “ Tanya seorang gadis kepada jonghyun

“ annyeong.. siapa nama kamu..”

“ nada.. Park Nada..” kata nada pelan.

“ ok kamu di peringkat 3, saya jonghyun pengawas.” Kata jonghyun memperkenalkan diri.

“ Annyeong, saya kim kibum, peringkat kedua.. “ kibum memperkenalkan diri dengan senyum yang sangat manis.

“ annyeong, saya nada Park nada”

“saya taemin, lee taemin..” taemin memperkenalkan diri

“ annyeong,,” balas nada

Nada segera duduk disamping tae min.

“ annyeong, apakah ini SM university..?”

“ yeah, nama kamu siapa..?” Tanya jonghyun

“ Lee Jinki.. tapi saya biasa dipanggil onew.. anyeong” sapa onew ramah.

“oohh.. kamu peringkat pertama.. Lee jinki.., saya jonghyun pengawas, ini kim kibum, disebelahnya lee taemin, dan yang diujung ada Park Nada..” kata jonghyun menerangkan

“ annyeong..” kata onew kepada kibum, taemin dan nada.

Onew terkejut melihat nada, itu gadis yang ditemuinya di kereta, ia tersenyum dan mengambil tempat disebelah nada.

“ annyeong “ kata onew

“ annyeong..” balas nada

.“ annyeong..saya choi minho.. ini SM university”

“ ok choi minho.. kamu peringkat 6 “ kata jonghyun.

Minho mengangguk, ia mengambil tempat duduk di sebelah onew,,

sekilas minho memandang nada, lalu duduk.

Tiba-tiba serasa ada angin sejuk berhembus.. datang lah sesosok perempuan yang cantik luar biasa, datang,,

“anyeong haseyo…” sapanya..

“ an anyeong.. ka kamu pp pasti yui.. sim yui..? “ kata jonghyun sedikit gagap

“ iya.. ini SM University kan..” Tanya yui

“ ndeeee” kibum dan jonghyun berkata bersamaan, mereka tidak berkedip melihat yui.

“ oohhh, Anyeong saya yui..”

“saya jonghyun…” kata jonghyun cepat.

“ kibum..”

“ tae min..”

“ nada..”

“ NADA….!!!! YYAA!!! PARK NADA KANNN???” tiba tiba yui berseru.

Nada tersenyum namun masih bingung “ anyeong..”

“ anyeong?? Nada?? Kamu ga ingat aku???” Tanya yui bersemangat

Nada hanya tersenyum,, “ miaann hamnida.. aku lupa.. miaann”

“NADA!! Ini aku yui sahabat kamu di SMP?? Bagaimana kamu bisa lupa??”

Nada menatap yui dalam-dalam lama sekali ia tersadar

“ tuhann.. Kamu sim yui..? sim yui nya shindong?? Kamu cantik sekali ..” puji nada tulus.

“ kamu ga berubah ya nada.. masih saja lemot.. hihi.” Seru yui tak sadar semua mata memandang mereka berdua.

Nada tersenyum, senang rasanya ada orang yang ia kenal disini, apalagi yui adalah sahabatnya dulu..

“ yui kamu banyak berubah…” kata nada pelan

“anyeong, saya yui..” kata yui kepada onew..

“ saya lee jinki..”

“ anyeong..” kata yui kepada minho..

“ choi minho..” kata minho

Yui menggenggam tangan minho erat ketika mereka bersalaman, dirinya begitu kagum .melihat sosok minho yang tampak sempurna dimatanya,

“YAAAA!!! LEPASS!!! Aisshhhhhh!!!!” Bentak minho

Yui memandang minho dalam-dalam

“mengapa kamu kasar sekali sihh..” kata yui

Minho tidak menjawab, Ia tidak mau berurusan dengan perempuan.

******************

Terdengar pengumuman dari pengeras suara : Bis yang menuju ke jeju berangkat 10 menit lagi.

Mereka semua mempersiapkan diri,

“kalian semua dari SMA yang berbeda kan??” jonghyun berkata kepada semuanya.

Terdengar gumaman tak jelas dari beberapa orang.

“ ok, biar kalian semua saling mengenal, kita undi tempat duduk ya..”

Jonghyun melanjutkan “ kita naik bis sekitar 4 jam, “

“bagaimana?” Tanya jonghyun.

Yang lain hanya melihatnya saja tanpa memberikan jawaban apapun.

“ok sudah kuputuskan, nomor tempat duduk kalian dikumpulkan.. sekarang cepat..”

Mereka memberikan nomor bangkunya pada jonghyun.

Jonghyun menaruhnya di topi dan menutupinya dengan sapu tangan

Ok silahkan ambil mulai dari peringkat pertama, lee jinki, kemudian kim kibum, Park nada, Sim Yui, Lee Taemin dan Choi minho..”

Masing masing mengambil no tempat duduk yang ada pada jonghyun.

Tak lama kemudian bis nya datang, mereka mencari tempat duduknya masing-masing.

Yui, jonghyun dan taemin mendapatkan satu tempat duduk (tampak jonghyun sangat bersemangat)

Kibum dan minho 1 tempat duduk ( kibum memaksa taemin untuk tukar tempat duduk namun dipelototi jonghyun)

Onew dan nada 1 tempat duduk.

**************

Yui dan jonghyun bercakap-cakap mengenai dorm tempat mereka tinggal, jonghyun sangat antusias dapat berbicara berdua dengan yui..

Sedangkan taemin hanya memandang ke jendela, ia sangat senang bisa terbebas dari ummanya.. mulai saat ini ia dapat bebas menari tanpa harus menerima pukulan dari umma nya.

Minho tidak banyak bicara ia hanya menyetel ipodnya keras-keras, apa yang ada dipikiran appa tirinya sampai ia harus ikut beasiswa (hasil sogokan) dan tinggal jauh dari rumah nya.

Kibum kesal, karena ia tidak duduk dengan nada ataupun dengan yui.. ia cemberut..

Onew melihat nada menguap beberapa kali,

“mungkin ia mengantuk” kata onew dalam hati

Sebenarnya onew ingin mengajak nada mengobrol namun melihat raut muka nada begitu letih ia menahan keinginan nya..

Benar saja, tak lama kemudian nada tertidur pulas.

*****************

Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di dorm tempat mereka akan tinggal selama 1 tahun, jonghyun masih juga mengobrol dengan yui, hingga akhirnya kibum yang menegurnya.

“ yaaa!! Jonghyun hyung.. bukan kah kau pengawas kita, mengapa dari tadi kerjamu hanya mengobrol dengan yui saja haaa!! Apa kau tidak melihat kita semua kelaparan???” bentak kibum

Taemin juga berujar “ iya hyung, aku lapar.. kita semua berangkat pagi-pagi dari rumah, belum sarapan…”

Jonghyun diam sebentar dan pura-pura berpikir “ yaaaa.. apa kalian masih bayi?? Mengapa urusan makan saja harus minta ke aku??”

“ tapi kau kan pengawas kita hyung..” kata kibum tak mau kalah.

“ yaaa.. tapi aku kan bukan ibu kalian..” jawab jonghyun santai

“aissshhh… pengawas macam apa kau!!!” kata kibum lagi

akhirnya onew menengahi “ sudah-sudah… berdebat bukan jalan keluar, kita bakalan semakin lapar jika terus berdebat..”

lalu taemin memberi ide “ disini kan ada 2 wanita, mengapa tidak mereka saja yang memasak, kulihat ada warung makanan di ujung jalan..”

jonghyun berujar “ yaa!! Itu ide bagus…!!”

“ tapi aku ga bisa masak oppa… nada yang bisa, dari smp pelajaran memasaknya selalu tertinggi di kelas “ yui merajuk

“ kamu bisa masak nada ?? “ Tanya onew pelan.

“ sedikit oppa…” gumam nada

“ ok saya dan nada akan berbelanja, ada yang mau ikut??” Tanya onew kepada yang lain nya.

“ ok, saya ikut, saya juga bisa memasak, kita masak berdua ya nada biar cepet.” Kata kibum. Nada hanya mengangguk.

“ aku juga ikut hyung, aku mau beli cemilan..” kata taemin.

Akhirnya kibum, nada, onew dan taemin berangkat ke warung di ujung jalan.

Nada dan kibum sibuk memilih bahan-bahan apa yang akan mereka masak, sedang kan taemin memilih cemilan, onew hanya memperhatikan nada, entah kenapa ada perasaan lain yang ia rasakan jika ia melihat nada.

“ bikin dokbooki saja nada..” usul kibum

“ apa tidak terlalu memakan waktu lama oppa..?” Tanya nada..

“oohhh ya kamu benar..” kibum menggeleng-geleng

“ bagaimana kalau nasi saja, terus sayurnya kita tumis, telurnya kita goreng dan kita beri bumbu, ku rasa bisa menghemat banyak waktu oppa..” usul nada

“ yaa..! nada, kamu jenius.. “ kata kibum sambil merangkul nada.

Secara refleks nada menghindar,,

“ kenapa nada..?” Tanya kibum, (*gila, dia wanita pertama yang menolak rangkulan ku… aisshh..)

Nada tidak menjawab hanya terdiam dan menunduk.

Sementara itu taemin sibuk memilih snack yang akan dibelinya,,

“ uang celengan + uang hadiah dari dance competition hanya cukup untuk kira-kira 2 bulan, appa dan umma tidak mungkin mengirimkan uang padaku, aku harus segera kerja part time disini” batin taemin.

Onew terus memperhatikan nada, ia merasa aneh ketika melihat nada menghindari kibum, dan selama mereka belanja nada sering melamun, ingin rasanya ia dapat membaca apa yang nada pikirkan.

******************

Setelah mereka selesai belanja (onew yang membayar) mereka berjalan menuju ke rumah,

Kibum dan nada langsung ke dapur untuk memasak sementara onew membantu mencuci sayuran dan taemin duduk di meja makan sambil memakan cemilannya.

“ yaa..! nada, cepat sekali kamu memotong, hati-hati nanti tangan mu keiris..” seru kibum

Ia heran ternyata nada sangat mahir memasak bukan hanya sekedar bisa.. (*kibum:nada berbeda, dia berbeda dari semua gadis yang ku kenal…)

Selesai mencuci sayuran, onew duduk disamping taemin, memperhatikan teman-teman nya yang lain.

Jonghyun dan yui yang makin akrab..

Minho sedang tertidur..

Taemin sedang makan..

Kibum memasak bersama nada..

Ia tersenyum.

Tak lama kemudian masakan matang, semua berkumpul melingkar di meja makan,

Nada memilih duduk diantara taemin dan yui, ia banyak melamun..

“ yaa!! Kibum, Nada!!! Masakan kalian berdua sangat enak..” seru jonghyun.

“ haaaH!! Hanya makan saja yang bisa kau lakukan hyung!!” sindir kibum.

Namun jonghyun pura-pura tidak mendengar.

“ hyung.. Nada.. ini benar-benar enak..” puji taemin tulus

Sementara minho tidak komentar apa-apa, ia hanya terus makan sambil menunduk, tangan nya gatal ingin berkelahi.

Yui dan jonghyun bercakap-cakap..

Nada melamun..

Setelah semua selesai makan, jonghyun masih tetap bercakap-cakap dengan yui

“ yaaa!! Jonghyun…!!! Dimana kita semua akan tidur?? Dari tadi kerjamu hanya mengobrol dengan yui saja” teriak kibum, tampak nya ia sangat kesal karena jonghyun tidak menjalankan tugasnya sebagai pengawas yang baik..

“Yaaa..!! dari tadi kau sangat cerewet kibum, seperti umma-umma saja..terserah kalian mau tidur dimana, aku sudah ada kamar sendiri, (merong)” sanggah jonghyun.

Yui tertawa keras sekali

“AAIIIIIIIIISSSSSHHHHHHH…..!!!!!” gerutu Kibum tampak nya kibum dan jonghyun tidak bisa akrab satu sama lain.

“ sudah-sudah.. “ kata onew menenangkan kibum.

“ ada 4 kamar, 1 untuk pengawas dan 3 untuk kita….kita berenam jadi kita tidur berdua-dua. Nada dengan yui, sebaiknya kalian memakai kamar yang ditengah, sedangkan kita berempat memakai kamar yang didepan bagaimana..?” dengan bijaksana onew memberikan usul.

“ oke..” kata taemin.

“ onew hyung, aku dengan kamu saja..” kata kibum

“ berarti minho dengan taemin,, bagaimana??” kata onew

“ terserahlah ..” jawab minho cuek

Akhirnya me0reka semua bergegas kekamar masing-masing untuk membereskan barang-barang mereka..

Malam itu mereka habiskan dengan  membereskan barang-barang mereka dan menata kamar..

Mempersiapkan diri untuk awal semester baru..

**************************

TBC


Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^