Love You Forever – Part 2

Casts:

-Lee Hyojin

-Kim Sora

-Young Mincha

-SHINee

Huwaaaa….. bner2 maaf banget deh,, kalo ceritanya aneh… saiia hanya menuangkan kegejean saiia ke dalam sebuah fiction entah itu nyambung ato nggak… hehe… maaf banget…

~Di UKS~

“Berbaringlah dulu di tempat tidur itu,” ucap Hyojin sambil menunjuk ke salah satu tempat tidur di UKS. “Aku akan mengambil air dulu untuk mengompresmu.” lanjutnya. Mincha hanya mengangguk dan segera melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. Dia pun berbaring dan tak lama kemudian matanya pun terpejam. Dia terlalu lelah untuk mencerna ini semua.

Beberapa saat setelah meninggalkan Mincha sendiri, Hyojin kembali dengan membawa baskom berisi air dingin dan handuk kecil. Dia pun duduk di sebelah Mincha, kemudian membasahi handuk kecil yang dibawanya dengan air dingin, lalu meletakkannya di dahi Mincha setelah sebelumnya dia peras. Hyojin membiarkan handuk itu hingga beberapa saat sebelum mengulangnya kembali. Dia menatap sahabatnya yang sedang tertidur itu dengan cemas. ‘Sebenarnya apa yang telah ia perbuat hingga membuatmu seperti ini?’ tanya Hyojin dalam hati.

***

Sora dan Key (a.k.a Kibum) tidak mampu menutupi kegelisahan mereka. Mereka ingin secepatnya menyusul Hyojin di UKS untuk menemui Mincha. Namun, tidak mungkin mereka minta ijin keluar, karena saat ini masih ada prosesi pengenalan murid baru.. (Bahasaku udah kayak apa aja nih..) Bisa-bisa mereka dianggap akan membolos. Jadi mereka hanya bisa pasrah saja menunggu waktu.

“Nah, Jinki, kamu bisa duduk di sebelah Rie!” kata pak guru sambil menunjuk bangku yg kosong di sebelah Rie, pada murid baru yang ternyata bernama Lee Jinki tersebut. Lee Jinki pun berjalan menuju bangkunya. Rie tersenyum senang. Secara yg bakal jadi teman sebangkunya itu, cowok cakep gitu looooh…..

“Baiklah, 1 jam pelajaran ini saya kosongkan! Kalian pergunakanlah untuk berkenalan dengan murid baru itu!” seru pak guru sambil meninggalkan ruangan kelas yang segera menjadi rame kayak pasar.

Key dan Sora segera meninggalkan kelas di saat yang lain mengajak Jinki berkenalan. Mereka berdua berlari menuju UKS. Setibanya mereka di UKS, mereka melihat Mincha yang sedang tidur ditemani oleh Hyojin.

“Mincha udah baikan??” tanya Sora. Kekhawatiran tersirat jelas dari nada suaranya. Dia sudah menganggap Mincha seperti kakaknya sendiri, jadi dia gak mau sesuatu yang buruk menimpanya. Hyojin hanya bisa mengangguk lesu. Key memeluk kekasihnya itu, untuk menenangkan perasaannya.

15 menit kemudian Mincha terbangun. Sora yang menyadari hal itu langsung mendekat.

“Mincha! Mincha gak papa kan??” tanya Sora. Mincha tersenyum sambil mengacak-acak rambut Sora, “Gak apa-apa kok! Kamu ini… Aku baru bangun langsung di tanya-tanyain!!” Sora hanya cengar-cengir gaje.

“Balik ke kelas yuk!” ajak Key pada 3 cewek itu.

Selama perjalanan ke kelas, mereka bercanda tentang hal-hal yg gak penting, ketawa-ketawa ceria. Namun, saat tiba di kelas, senyum Mincha lenyap melihat sosok yang duduk di sebelah Rie. (bangku Rie di belakang bangku Mincha dan Sora). Ia tahu, tidak mungkin ia kabur dari tempat itu. Sehingga ia memaksakan diri untuk rileks seperti tidak terjadi apa-apa. Teman-teman yang lain, saat menyadari kehadiran Mincha, segera menghampirinya. Mincha terharu dengan perhatian teman-teman sekelasnya. Hal ini membuat ia memutuskan untuk tidak membuat mereka cemas.

***

~Author POV~

Ketika gerombolan cowok-cowok yg mengelilingi Mincha telah pergi, Onew yang sedang dikerumuni para cewek segera menghampirinya. Mincha yang tidak menyadari hal itu terus saja bercanda dengan 3 sahabatnya.

“Mincha!” Mincha terkesiap mendengar suara itu. Tiba-tiba saja tubuhnya menjadi kaku. Mendadak kelas menjadi hening. Semua menoleh ke arah Mincha dan mendapati Onew (nama panggilan Jinki yg entahlah nyasar dari mana tuh nama.. *digetok reader*)sedang berusaha menyapa Mincha.

“Mincha, kau tidak apa-apa?” tanya Onew lembut sambil mencoba meraba kening Mincha. Namun Mincha segera menepis tangan itu dengan kasar. Onew sangat kaget dengan reaksi Mincha yg di luar dugaannya. Mincha menatap Onew dengan sinis. “Mau apa kau kembali?”

Rie mencoba cari perhatian dengan berkata, “Mincha, Kenapa sih kamu, ini? Gak seperti biasanya kamu kasar seperti ini?” Mincha melirik Rie dengan pandangan jijik. “Emang apa urusanmu?” kata Mincha sambil mendengus kesal. “Sudahlah, aku mau keluar dulu. Di sini panas!” lanjut Mincha sambil melangkahkan kakinya menuju taman sekolah diikuti oleh Key, Hyojin, dan Sora yang tidak mengerti apa yg sebenarnya terjadi.

Onew sebenarnya ingin menyusul Mincha, namun ia menyadari bahwa Mincha butuh waktu untuk mencerna ini semua. Ia pun kembali ke bangkunya dengan lesu. “Mincha, sebegitu bencikah dirimu terhadapku? Aku ingin kita kembali seperti dulu.” ucap Onew lirih.

-Flashback-

“Mincha, ikut aku, yuk!” kata Onew sambil menarik tangan Mincha ketika mereka sudah keluar kelas. Mincha yang bingung pun hanya bisa mengikuti ke mana Onew menariknya. “Ngapain kita ke sini?” tanya Mincha saat mereka akhirnya berhenti di depan taman dekat sekolah. Onew hanya tersenyum misterius. Tiba-tiba ia menutup mata Mincha dan menyuruh Mincha melangkah sesuai instruksinya.

“Nah,, kita sampaiiii…. Kubuka yaaa!!” kata Onew. Mincha pun membuka matanya perlahan. Setelah itu, Mincha benar-benar membelalakkan kedua matanya. Onew yang melihat reaksi Mincha, tertawa terpingkal-pingkal.

“Aissh,, Onew, jangan menertawaiku!” kata Mincha kesal.

“Hehe! Gimana? Bagus kan?” kata Onew sambil berputar-putar di tengah hamparan rumput hijau itu.

“Darimana kau tau tempat seindah ini?? Waaah,, tenang sekali tempat ini!” kata Mincha tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.

“Aaaada deh!” kata Onew sambil mengedipkan sebelah matanya.

Setelah itu mereka berdua berkejaran di hamparan hijau yang luas itu.

End of Flashback~

“hhh,” Onew menghela napas. Rie yang mendengarnya, memegang tangan Onew, bermaksud untuk menanyakan ada apa. Namun belum sempat ia bertanya, Onew telah beranjak pergi keluar kelas. Rie yang merasa dicuekin hanya ngomel-ngomel nggak jelas. Biasalah,, Rie kan emang abstrak. *Author d bantai Rie*

***

~Onew POV~

Apa-apaan sih, cewek itu?? Menyebalkan sekali. Sok imut banget dia. Jelas-jelas dia kalah kalo dibandingin sama Mincha. Oh, iya. Ngomong-ngomong tentang Mincha,, ada di mana ya dia sekarang? Ah, coba cari di tempat yang waktu itu saja.

“Mincha, cerita dong sama kita!! Ada apa sebenarnya di antara kalian? Gak biasanya kamu ketus gitu.. sama fans-fans kamu aja, kamu masih ramah,, kenapa kalau sama Onew sikapmu jadi gitu?” kulihat seorang cewek yang sepertinya paling muda di antara mereka mengguncang-guncang tangan Mincha.

“Maaf, ya, kalo sikapku tadi bikin kalian bingung.” ucap Mincha dengan wajah seperti hampir menangis. Aku ingin berlari mendekatinya dan memeluknya dengan erat. Namun entah mengapa, kaki ini tidak mampu kugerakkan. Akhirnya, aku hanya bisa menyaksikan percakapan antara Mincha dan para sahabatnya dari jauh.

PLAK!

Aku terkejut melihat salah satu sahabat Mincha, yang tadi mengantarnya ke UKS, menampar Mincha dengan cukup keras dan menimbulkan bekas kemerahan di pipi Mincha. “Kenapa nggak kamu ungkapin aja apa yang kamu pendam selama ini??!!” seru Hyojin keras. Ya, cewek yang tadi menampar Mincha, namanya Hyojin.

Kulihat Mincha hanya terdiam sambil memegang pipinya yang sakit. Satu-satunya cowok di grup itu perlahan beranjak dari duduknya, lalu berjalan mendekati Hyojin dan memeluknya sambil mengusap-usap punggung Hyojin.

“Dia kan, Mincha? Dia kan yang selama ini kamu tunggu?” teriak Hyojin. Cowok itu semakin mengeratkan pelukannya untuk menenangkan Hyojin. “Sudahlah, Hyojin! Mungkin Mincha masih shock!” ucapnya lembut.

Aku terdiam. Jadi, selama ini… Selama ini Mincha masih menungguku? Walaupun tak pernah ada kabar apapun dariku? Ya, Tuhan!! Bodohnya aku! Bisa-bisanya aku melukai Mincha sebegitu dalamnya. Kenapa tidak dari dulu kukatakan padanya?!! Kenapa tidak kukatakan sebelum aku pergi?! Maafkan aku, Mincha! Aku janji. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Sampai kapanpun.

Aku memutuskan untuk kembali ke kelas. Aku tahu. Mincha belum bisa menerima kehadiranku saat ini. Tapi aku tidak akan menyerah. Saat aku baru saja mendudukkan pantat ini di bangkuku, bel pergantian pelajaran berbunyi. Tak lama kemudian, kulihat Mincha, Hyojin, dan 2 orang lainnya memasuki kelas, dan duduk di tempat masing2. Tapi, Hyojin tidak duduk dengan Mincha lagi, melainkan dengan cowok tadi. Dan Mincha duduk dengan gadis kecil tadi.

“Rie, maaf! Siapa ya 3 orang yang selalu bersama Mincha?” tanyaku pada gadis sok manis di sebelahku ini. “Hmm… Yang tadi membawanya ke UKS itu, namanya Hyojin, tadi sudah kuberitahu, bukan? Kemudian yang di sebelah Mincha sekarang, namanya Sora, mungkin kau menyadari kalo ia yang paling muda di antara mereka berempat dan bahkan di antara kami semua, karena, yaaah, dia itu jenius, dia berhasil lompat 2 tingkat. Yang terakhir, cowok itu. Kau pasti bingung, Sora yang sebenarnya anti terhadap cowok, bisa dilihat dari sikapnya pada cowok-cowok yang berusaha mendekatinya, bisa dekat dengan cowok itu. Karena, itu kakak kandungnya. Key namanya. Meskipun hampir setiap hari mereka ribut karena Key selalu menjahili Hyojin, walau sebenarnya wajar saja, secara Hyojin tuh pacar Key. Mereka berempat terkenal dengan sebutan 4ever.” jelas Rie panjang lebar. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku. “Thanks, penjelasannya.”

“Kau naksir ama Mincha, ya? Siap-siap patah hati aja, deh! Dia itu, ramah dengan semua orang di sini. Karena itu banyak yang suka dengannya. Tapi, setiap cowok yang menyatakan suka padanya, selalu dia tolak dengan alasan dia masih menunggu kekasihnya kembali ke Indonesia. Dan tak ada yang tahu siapa sebenarnya orang yang dimaksud, kecuali 3 orang sahabatnya itu, mungkin.” kata gadis di sebelahku ini, lagi. Membuat hatiku semakin merasa bersalah telah meninggalkan Mincha selama 3 tahun ini. “Orang itu, aku, Rie!” ucapku lirih,”Cowok yang telah tega meninggalkan dia selama 3 tahun!” Rie menutup mulutnya tak percaya.

Aku benar-benar merasa bersalah sekarang. Tak cukupkah kata-kata yang kudengar tadi dari mulut Hyojin? Mengapa harus ditambah dengan fakta ini?!! Aku memandang frustasi ke arah Mincha.

***

~Mincha POV~

Kayaknya ada yang ngeliatin aku deh… Apa cuma perasaanku aja ya? Ah, bodo amat lah. Sekarang fokus aja ke pelajaran, pelajaran musik, kesukaanku. ^ ^

Huwaah, capeknya.. batinku sambil merenggangkan kedua tanganku. Tapi tiba-tiba, PLETAK! “Aduuuuuh!!” jeritku sambil menoleh ke belakang,”Key,, apa-apaan kau ini, hah??” Kulihat Key cengar-cengir puas. Tapi hal itu nggak berlangsung lama karena dalam waktu beberapa detik, cengiran itu berganti dengan jerit kesakitan Key, akibat cubitan Sora di pipinya. “Jangan jahil sama temen kuuuuu……..” ucap Sora tanpa melepaskan tangannya dari pipi Key. “Ihwaa,, Ihwaa… Hwamphwuun adhweekku shwaayyhwaang!!” kata Key gak jelas. (mungkin maksudnya, “Iya,, Iya…. Ampuuun,, adekku sayang!”)

“Mincha, Hyojin!! Ke kantin yuuuuk!” ajak Sora dengan wajah innocent, seolah-olah Key tidak di sini. Aku dan Hyojin hanya bisa tertawa melihat kelakuan dua kakak beradik ini. “Ayo lah, kaaak!” rengek Sora sambil menarik-narik tanganku. Aku berusaha menolak. “Kakak bawa bekal nih, gimana dong? Gak usah ke kantin ya!” bujukku. Aku pun mengeluarkan kotak bekalku. Cukup untuk 4 orang. Sora cukup antusias melihat isinya. “Yeiiiy,, buat kita berdua aja ya, kak! Mereka berdua biar ke kantin aja,”ucapnya innocent sambil menunjuk Key dan Hyojin. Kulihat mereka berdua akan protes, tapi sebelum itu terjadi, Sora sudah melanjutkan, “Jarang-jarang mereka bisa berduaan. Kan biasanya berempat terus ama kita, Kak!” Dan kata-kata itu bisa membuat wajah keduanya memerah seperti kepiting rebus. Akhirnya mereka berdua pergi ke kantin dengan terpaksa. Hahaha, aku tau. Mereka pasti malu jika dibiarkan berdua. Tapi kan, mereka pacaran. Ckckck…

“Ayo, kak! Kita makan!” kata Sora dengan ceria. Aku hanya menganggukkan kepalaku. Kulihat Sora memakan bekal buatanku dengan lahap, seperti tidak bertemu makanan selama seminggu aja. “Pelan-pelan dong Sora! Nanti kamu bisa tersedak.” Baru saja aku menyelesaikan ucapanku, Sora terbatuk-batuk, tanda kalo ia tersedak makanan. Buru-buru kusodorkan botol air mineral yang kubawa.  “Tuh, kan!? Apa Mincha bilang??” kataku. Setelah agak baikan, Sora hanya terkekeh nggak jelas. Aku mengacak-acak rambutnya dengan gemas. Dengan cemberut, kulihat dia merapikan rambutnya kembali. Gantian aku yg tertawa melihat itu. Namun, senyumku memudar ketika melihat seseorang menghampiri kami.

“Mincha, bisa bicara sebentar?” mohon orang itu padaku. Aaaaargh, jangan pernah panggil namaku lagi. Aku muak. Memang benar kata Hyojin, orang inilah yang selama ini kutunggu kehadirannya. Tapi, aku tidak siap jika secepat ini. Aku menoleh ke arah Sora, minta persetujuannya. Sora hanya mengangkat bahu. “Mincha!” panggil cowok itu lagi. “Hhhhh…. Baiklah! Toh, masalah ini, memang harus segera diluruskan!” ucapku menyanggupi.

Dia segera menarik tanganku, mengajakku keluar dari kelas. Aku yang kaget, hanya bisa mengikuti ke mana dia membawaku. Setibanya di salah satu pohon di taman sekolah, kami berhenti.

“Mincha!” ucapnya lembut, “kumohon maafkan aku! Maafkan aku karena telah meninggalkanmu sendirian selama 3 tahun ini.” pintanya.

“Memang semudah itu aku bisa memaafkanmu?” tanyaku ketus.

“Cha, sejujurnya, saat itu aku benar-benar tidak sanggup berpisah denganmu! Tapi…-”

“Tapi kenyataannya, kamu tetep ninggalin aku!” potongku dengan emosi. Aku tau, dia pasti kaget melihat sikapku ini. Tapi, aku sudah nggak peduli lagi dengan imageku. Tiba-tiba, kurasakan sepasang tangan memegang kedua lenganku dari belakang, berusaha membalikkan tubuhku ke hadapannya. Perlahan tangan itu mengendur dari kedua lenganku, tapi setelah itu, menarik tubuhku ke dalam dekapannya. Dia menyandarkan kepalanya di pundakku. Dan tiba-tiba kurasakan tetes demi tetes air membasahi pundakku. “Onew?? Kamu nangis??” tanyaku. “Biarkan aku memelukmu beberapa meniiit saja. Aku benar-benar merindukanmu. Jujur aja selama di sana aku gak bisa lupain kamu. Aku tersiksa nggak bisa denger suara kamu, nggak bisa ketemu kamu. Ketika akhirnya bisa ketemu, ternyata kamu juga terluka. Aku merasa bersalah udah ninggalin kamu waktu itu. Tapi percayalah, waktu itu aku bener-bener berat buat nolak kamu.” jelasnya sambil terisak. Aku terkesiap. Hatiku berkata, jangan biarkan dia pergi lagi seperti saat itu. Aku pun membalas pelukannya dengan erat, seolah-olah takut kehilangan dirinya untuk kedua kalinya.

“Maafin aku, Onew! Aku nggak tahu kalo kamu pun tersiksa dengan keadaan ini. Kukira kamu di sana ngelupain aku. Maafin Mincha! Mincha emang egois!! Gak ngertiin perasaan Onew!” ucapku sambil membenamkan kepalaku di dada Onew.

Kurasakan Onew melepaskan pelukannya. Tangannya mengangkat wajahku kemudian mengusap air mata yang membasahi pipiku. “Maafin aku juga, ya! Kita sama-sama salah!” ucap Onew tenang. Aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum kepadanya.

Tiba-tiba, ‘Kruyuuuuk’ terdengar suara perutku yang emang belum makan dari tadi. “Hehehe…” aku menoleh ke arah Onew sambil terkekeh malu, “lapeeer!” Onew geleng-geleng kepala. “Kamu iniiii,, merusak suasana aja!” Aku cemberut dikatain kayak gitu. “Salahnya siapa, coba’? Orang lagi makan, malah diajak keluar!” omelku. “Iya, iya… Ayo, balik ke kelas! Aku tadi bawa bekal kok! Kita makan sama-sama aja..” kata Onew sambil menarik tanganku… lagi menuju kelas.

***

~Author POV~

Setibanya Mincha dan Onew di kelas, mereka duduk di bangku masing-masing.

“Soraaaaaa!!” teriak Mincha histeris saat melihat kotak bekalnya bersih tak bersisa apapun di dalamnya,”kau kemanakan isinyaaaa??!” lanjutnya. Sora hanya menatap Mincha dengan puppy eyes andalannya, sambil menunjuk ke arah perutnya. “Haaaah??!! Astaga, Soraa! Kamu kan tau kalo Mincha belum makan tadi! Dan juga, itu porsi buat 4 orang, kamu habiskan sendiri??!! Perutmu itu terbuat dari apa siiih?!” jerit Mincha shock. “Mincha sih, kelamaan!” jawab Sora tanpa merasa bersalah. Hyojin dan Key yang baru saja datang, segera berusaha menjauhkan Mincha dari Sora. Hyojin memegangi Mincha, dan Key menarik Sora. Mereka berdua sudah hafal kelakuan 2 orang ini. Sora kalo udah lihat makanan, emang sering brutal, punya temennya pun kadang diembat juga. Dan Mincha, kalo tau jatahnya dia diambil, bisa beringas dia. Key sudah kehabisan akal untuk mengurangi kelakuan adik tersayangnya ini. Andai saja Sora punya pacar, pasti dia akan sedikit jaim. Itu pemikiran Key beberapa tahun yang lalu sebelum menyadari bahwa Sora sangat menghindari dengan makhluk yang namanya cowok…

“Aduuuh, Mincha! Kamu dari dulu belum berubah juga ya!?” kata Onew membuat Mincha terdiam sejenak. Mincha pun membalikkan tubuhnya ke arah Onew. “Dia sih, Onew! Aku kan belum makan sama sekali. Kalo udah sih, gak masalah!” bela Mincha dengan muka cemberut. Onew tertawa melihat wajah Mincha jika sedang merajuk seperti itu. “Sudahlah, ini bekalku kita makan berdua saja. Tadi bunda membuatkannya cukup banyak, katanya untuk kita berdua. Ayo, cepat dimakan! Keburu waktu istirahat selesai!” kata Onew.

Teman-teman sekelas mereka heran melihat perubahan sikap Mincha pada Onew. Tapi Mincha dan Onew tidak peduli. Seakan kelas milik berdua deeeeh.

“Tenang saja! Guru-guru sedang rapat sekarang. Jadi 1 jam ini, kita kosong! Yippie!” kata Key riang sambil memutar-mutar Hyojin.

“Key!” jerit Sora sambil berusaha menghentikan kegiatan Key, “ntar Hyojin pusiiiiiiing!”

Key segera menghentikan aksinya dan menangkap tubuh Hyojin yang limbung gara-gara dia putar-putar tadi. Setelah Hyojin sadar, Key mengajak Hyojin menuju lapangan basket. Rupanya, Key ingin berlatih basket. *Balik lagi ke kelas, yuuuk. Author males niy, klo harus nungguin orang latihan basket. Mending author yang main.* *Author dilempar bola ma Key*

“Suapin!” kata Mincha pada Onew.

“Ckck.. kumat deh, manjanya!” kata Onew sambil menyuapi Mincha.

Sora yang BeTe, gara-gara ditinggal pacaran ama kedua sohibnya, memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. (Ya iyalah, pacar lo kan buku, Sor!)

Sepanjang jalan menuju perpustakaan, Sora melamun. Sampaisampai ia tidak tahu kalo ada seseorang di depannya. Akhirnya, ia pun menabrak orang tersebut. Sora pun akhirnya bangkit dan segera meminta maaf pada cowok  yg ditabraknya itu. Dan cepat-cepat ia kabur dari hadapan cowok itu, tau sendiri kan kenapa??!! Tapi, baru beberapa langkah Sora berjalan, tangan Sora ditarik oleh seseorang. Sora yang menyadari bahwa yg sedang memegang tangannya adalah cowok yg ia tabrak tadi, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman cowok tersebut. Setelah beberapa menit berlalu dan Sora tidak berhasil membebaskan tangannya, Sora mulai menitikkan air mata. Ia benar-benar takut dengan cowok, kecuali dengan kakaknya. Karena itu ia tidak pernah kontak fisik dengan teman-teman cowok di kelasnya.

“Sora! Ini bener kamu kan??” tanya cowok itu yang kemudian berusaha memeluk Sora. Namun, karena ia merasa bahwa tubuh Sora semakin gemetar, ia menarik diri. “Sora! Kamu udah gak inget lagi sama aku?”

Sora merasa tak asing dengan suara itu. Ia segera menengadahkan kepalanya, mencoba memastikan. Setelah itu, Sora terduduk lemas di lantai. “Kenapa? Kenapa kmau datang lagi? Apakah hanya untuk mempermainkanku lagi?” tanya Sora sambil menangis. “Tidak puaskah kau membuatku jadi anti terhadap cowok? Kau tau sendiri kan tadi, aku tidak sanggup disentuh oleh cowok!!” lanjut Sora.

Cowok itu berjongkok di hadapan Sora, mencoba menghapus air mata Sora, tapi segera ditepis oleh Sora. Sora segera berdiri dan berlari menuju kelas. Sora membenamkan wajahnya di antara kedua tangannya yang dilipat di atas meja. Ia menangis sesenggukan. Mincha yang menyadari hal itu, segera menghentikan gurauannya dengan Onew. Mincha mengelus punggung Sora dengan lembut. “Ada masalah apa? Ceritakan ke kakak! Mudah-mudahan kakak bisa bantu.” kata Mincha penuh kasih sayang.

Sora segera memeluk Mincha, “Huweeee,, Kak Mincha!” tangisnya makin keras terdengar. Mincha makin bingung mendiamkan Sora. Akhirnya, ia menelpon Key menanyakan dirinya ada di mana. Setelah itu, Mincha mengajak Sora keluar, menuju tempat Key dan Hyojin. Onew yang tidak mau ditinggal berdua dengan Rie, setengah berlari menyusul Mincha.

***

Someone2 POV~

Separah itukah luka yang udah kubuat padamu, Sora? Sungguh aku tak bermaksud seperti itu. Sepertinya, memang aku sudah jahat sekali dulu. Tapi sekarang aku menyesal, Sora! Terlebih setelah melihat keadaanmu tadi. Ya, Tuhan! Aku sampai membuatnya menderita batin dan mental. Sora, kumohon, ijinkan aku memilikimu kembali. Aku janji, nggak akan melukaimu lagi.

***

TBC

Komennya yaaaah….. maaf kalo keluar jalur dari cerita sebelumnya.. buat cewek2x Onew,, Miaaaan…. Onew, Cha pinjem dulu… *ngabur*

Author: Mincha

Lana just an editor… *numpang ngetren ah.. bawa-bawa nama saia walopun harusnya gk di cantumin… hahahaha*

20 thoughts on “Love You Forever – Part 2”

  1. No no no…. my Onew…. seribu persen tak terima… ya allohhhh
    Awalnya sih gak ikhlas tapiiii begitu ngebayangin yang jadi Mincha aku langsung.. wah.. my Onew.. you’re so sweet…

    Suka banget adegan pas / Onew meluk aku.. eh Mincha… xixixixixixi……
    Jangan lukai my Onew ok *smirk*

  2. Huakakakakakkk…..
    Sumpah,, aku bikin nih ff,, ngetikx sambil senyum2 n ngakak2 ndiry gaje..

    hehe…. nggak janji saiia y… kekeke!! *dihujani batu*

    Lana ngapain tuh,, namamu nebeng2 di atas??

  3. Aku aja yang baca juga sama… senyam-senyum sendiri…
    Yaahhh jangan begitu donggg nanti aku minta bantuin Onew oppa buat bakar Eonnie loh.. hohoho hati-hati.. *smirk*

    Lumayan.. numpang eksis… kkkk
    Eonn kalo kepanjangan PG apa? PG-13.. itu maksudnya apa?

  4. hwaaaa……..bru bca nieh………
    ff’ny bgus n lucu jg….kekeke
    aq pnasaran!!! sypa tuh cow n ap yg dah dy laku’in k sora??????
    kpn part 3’ny??? udh hmpr sminggu nieh…..*mincha: crewet bgt sih!!* kkkkkk…..

        1. hahaha…..
          unnie jng begitulaaah…..

          Lana, istri prtama Onew oppa, n saiia istri kedua Onew oppa, sedikit tidak rela…

          *tarik Onew oppa dry Nina unnie*

  5. @ cici: wah.. ru baca y?? gomawo udh comment… ^^
    sora ama cpa y?? haha… aq lupa… udh lama nggak kulanjutin ni ff…. *d getok*
    bsok deh q lanjut… keep reading oke! hehe

  6. nyah nyah nyah, penasaran sama cowok yang ketemu sora tadiii. I hope he’s minho, please please please… hahah….

    btw, key peluk2 terus tuh. haha, hyojin pasti kesenengan (lirik temen aku yang namanya shani *apa hubungannya) keke..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s