Shine-Sweet-shinee-5421951-700-978

She’s My (EX)Wife – Part 13

Main Cast: Kim KeyBum, Hyeo So, Choi Minho

Support Cast: SHINee

Part ini di dominasi sama Key yaaaa ^o^

~Hyeo So Pov~

Kami sama sekali tidak saling bicara semenjak kejadian itu walaupun 1 minggu sudah berlalu. Entah kenapa setiap kali aku melihatnya yang bisa aku rasakan hanya debaran jantung yang semakin lama semakin cepat dan tubuhku serasa memanas. Entah apa yang terjadi tapi sepertinya hari itu.. tepatnya malam itu aku merasa Key dan Minho sangat aneh. Aku yakin 100% saat aku menyuruh Key meminum obat ia sudah sadar sepenuhnya, tidak lagi mabuk karena Onew oppa sudah memberikan semacam obat tradisional. Tapi kenapa Key melakukan itu? Dia mau membuatku malu atau dia mengira aku ini Shina sih?!

Ini membuatku harus tidur lebih malam agar tidak ada yang sadar kalau aku tidak tidur satu kamar dengan Key. Hey! Yang benar saja? Bagaimana bisa aku tidur satu kamar dengan Key dalam keadaan seperti ini. rasanya seperti membawa aib besar di pundakku jika bertemu Key. Sekalipun aku bicara dengan Key yaaa hanya sekedar pembicaraan biasa, yang singkat padat jelas dan penting. Haaahhhh… rasanya hidupku ini hampir hancur!

Satu lagi yang membuatku bingung… kenapa malam itu Minho mendadak jadi genit? Setelah malam itu berlalu Minho bersikap seperti biasanya, agak dingin, canggung dan sedikit kaku. Aku lebih suka sikap Minho yang agak dingin karena memang itulah adanya, dia lebih menghargai seseorang dengan sifat dingin dan kakunya. Ia selalu berfikir 2 kali untuk melakukan sesuatu, tapi tidak malam itu. Aku bahkan baru sadar kalau caranya berbisik di telingaku sangat berbeda dan itu benar-benar membuatku merinding hampir melayang terbawa suasana. Minho sering melakukan itu, berbisik di telingaku.. tapi tidak pernah dengan cara seperti itu. Tidak ada perasaan apa-apa saat Minho berbisik, memeluk atau mencium kepalaku biasanya, tapi baru kali itu aku merasakan sesuatu yang berbeda. Apakah Minho ku sudah berubah? Atau ada sesuatu yang malam itu terjadi padanya.

“Maaf aku agak terlambat. Ini hasilnya untuk minggu ini, belum di edit.. kami baru menggabung dan memotong. Setidaknya kalian lihat dulu agar kalian tidak terkejut dengan hasilnya nanti.” Suara itu membuyarkan lamunanku dan ternyata tanpa sadar aku melamun sambil memandangi wajah Key.. oh tidak.. bukan wajahnya… tapi bibirnya. Ya tuhan! Aku menutupi wajahku… eghh kotor sekali!

“Hyeo So.. kincanayo?”

“Ah.. ne, kincanso.” Aku bangkit dari dudukku. “PD.. apa kami boleh mengkomplain jika ada bagian yang tidak kami suka untuk di tampilkan?” aku ingin menoleh pada Key tapi aku menahannya, aku memandangi sepatu merahku dan mendesah singkat.

“Tidak bisa, Direktur kalian yang menentukkan. Ayo, kita akan menonton di ruang editor.” Kami berdua mengikuti PD dalam diam, beberapa kali siku kami bersentuhan… rasanya seperti di setrum.

“Duduk lah, aku akan mengambilkan minuman.” PD menyalakan lampu lalu aku dan Key duduk di sofa yang kira-kira hanya muat untuk 4 orang yang bertubuh seperti Kangin dan Shindong. *mian…* aku duduk di tengah sedangkan Key duduk sangat memojok seolah-olah sofa ini sudah sangat penuh. PD meletakkan 3 gelas di atas meja di depan kami lalu duduk di sebelahku.

“Hyeo So, bergeser sedikit karena pengawas kami juga akan ikut menonton.” Aku bergeser mendekati Key, sakit sekali rasanya jika jantung berdegub dengan sangat kencang. Membuat sakit bahkan saat bernafas.

“Mari aku jelaskan. Kami sudah menyebar kamera di rumah kalian, di setiap sudut ruang keluarga, dapur, tangga, lorong, taman, pintu dan setiap bagian di rumah kalian termasuk kamar mandi.”

“Mwo?!”

“Tenang, hanya ada 2 di kamar mandi dan aku berani menjamin bahwa penjaga cctv kamar mandi tidak macam-macam. Aku akan memperlihatkanmu video hasil pengawasan siapa yang menjaga cctv kamar dan kamar mandi. Kamera yang ada di ruangan selain kamar tidur akan mati secara otomatis setelah jam 10 malam. Tapi jika mulai dari jam 9 tidak ada sensor atau tidak ada orang maka kameranya akan mati dengan sendirinya, jika sebelum jam 10 malam ada sensor maka kameranya akan menyala lagi sampai jam 10 lalu mati. Sedangkan kamera yang ada di seluruh kamar akan mati jika lampu kamar mati jika lampu dalam keadaan menyala, kamera akan mati tepat jam 11. Mengerti?”

Aku berfikir sejenak… tunggu! Yang di ruang keluarga itu… apakah aku dan Minho juga terekam? Kalau sampai kami tertangkap kamera maka habislah! Aku mulai tegang begitu video di putar, dadaku berdegub kencang. Tuhan.. kumohon jangan biarkan hal itu terjadi. Mataku mebelalak begitu saja saat…

&&&

~Key Pov~

Aku masih tidak habis pikir dengan apa yang aku lakukan malam itu. Tidak ada yang bisa aku ingat dengan sangat jelas, aku hanya merasakan pusing dan mual yang sangat luar biasa. Rasanya kepalaku seperti di tancapkan 50 jarum lalu di pukul dengan palu, benar-benar sangat menyakitkan. Seingatku aku berlari secepat mungkin menuju kamar mandi di kamarku tapi terkunci, aku berusaha mendobrak pintunya.. memukul pintu sekeras mungkin sampai akhirnya aku tidak bisa menahan rasa sakit di kepalaku. Seseorang membuka pintu kamar mandi dan aku ambruk begitu saja, setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi dan siapa orang itu.

Saat aku terbangun akibat rasa sakit di kepalaku yang sangat parah bajuku sudah berganti dengan t-shirt putih dan celana training hitam seperti yang biasa aku pakai. Aku tidak bisa menahan rasa sakit itu sampai akhirnya aku menangis dan tidak lama seseorang masuk dengan perlahan dan memanggil namaku. Dia Hyeo So… aku ingin mengangkat kepalaku untuk melihatnya tapi berat sekali. Sakit itu kembali menyerang hingga sentuhan tangannya membuatku agak terkejut, ia memintaku minum obat. Aku berusaha tapi tidak bisa dan lagi-lagi sakit itu kembali datang.

Tiba-tiba Hyeo So mendekapku, dan sakit itu hilang secara perlahan. Aku merasa jauh lebih tenang berada di dalam dekapannya. Tidak ada rasa lain yang kurasakan selain kehangatan dan ketenangan dan aku tahu bahwa aku tidak lagi merasa mabuk akibat wine yang ku minum untuk iklan. Hyeo So memintaku untuk meminum obat, tapi aku malas bergerak dan merubah posisi. Aku yakin Hyeo So tidak akan mendekapku lagi jika aku sudah bergerak dan aku terlalu malu untuk memintanya mendekapku lagi.

Tapi tiba-tiba saja itu terjadi… Hyeo So menciumku? Itu yang terlintas di kepalaku pertama kali hingga sesuatu masuk ke mulutku. Obat? Dia membuatku meminum obat dengan cara seperti ini, aku belum pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya. Dan satu yang aneh, tanganku bergerak begitu saja menahan agar wajahnya… tepatnya bibirnya tetap menempel dengan bibirku. Bibirnya begitu lembut dan agak basah, aku merasa pernah menyentuh bibir seperti ini sebelumnya… tapi bagaimana mungkin? Bibirku belum pernah bersentuhan dengan bibir orang lain dan itu pertama kalinya.

Tunggu!!! Berarti… dia orang pertama yang menciumku… jadi?! Aku sudah tidak punya first kiss lagi??!!! Andwae!!!!!

“Maaf aku agak terlambat. Ini hasilnya untuk minggu ini, belum di edit.. kami baru menggabung dan memotong. Setidaknya kalian lihat dulu agar kalian tidak terkejut dengan hasilnya nanti.” Suara itu membuyarkan lamunanku dan ternyata tanpa sadar aku melamun sambil memandangi wajah Hyeo So.. bukan.. bukan wajahnya… tapi bibirnya. Ya tuhan! Tiba-tiba Hyeo So menutupi wajahnya, ada apa?

“Hyeo So.. kincanayo?”

“Ah.. ne, kincanso.” Aku berdiri menyusul Hyeo So yang sudah bangkit lebih dulu. “PD.. apa kami boleh mengkomplain jika ada bagian yang tidak kami suka untuk di tampilkan?” Aku khawatir kamera menangkap apa yang kami lakukan malam itu.

“Tidak bisa, Direktur kalian yang menentukkan. Ayo, kita akan menonton di ruang editor.” Aku mendesah ringan lalu kami berdua berjalan membuntuti PD dalam diam. Sesekali siku kami bersentuhan, aku ingin membuka topic pembicaraan tapi Hyeo So belakangan ini menghindariku, aku jadi kurang nyaman jika ingin bicara dengannya.

“Duduk lah, aku akan mengambilkan minuman.” PD menyalakan lampu lalu aku dan Hyeo So duduk di sofa. Sepertinya aku harus duduk memojok agar Hyeo So merasa nyaman, sepertinay dia sedikit menjaga jarak karena kejadian itu. PD meletakkan 3 gelas di atas meja di depan kami lalu duduk di sebelahku.

“Hyeo So, bergeser sedikit karena pengawas kami juga akan ikut menonton.” Dia bergeser mendekat padaku, aku berusaha bersikap biasa saja tapi wajah Hyeo So terlihat tegang.

“Mari aku jelaskan. Kami sudah menyebar kamera di rumah kalian, di setiap sudut ruang keluarga, dapur, tangga, lorong, taman, pintu dan setiap bagian di rumah kalian termasuk kamar mandi.”

“Mwo?!”

“Tenang, hanya ada 2 di kamar mandi dan aku berani menjamin bahwa penjaga cctv kamar mandi tidak macam-macam. Aku akan memperlihatkanmu video hasil pengawasan siapa yang menjaga cctv kamar dan kamar mandi. Kamera yang ada di ruangan selain kamar tidur akan mati secara otomatis setelah jam 10 malam. Tapi jika mulai dari jam 9 tidak ada sensor atau tidak ada orang maka kameranya akan mati dengan sendirinya, jika sebelum jam 10 malam ada sensor maka kameranya akan menyala lagi sampai jam 10 lalu mati. Sedangkan kamera yang ada di seluruh kamar akan mati jika lampu kamar mati jika lampu dalam keadaan menyala, kamera akan mati tepat jam 11. Mengerti?”

Aku berharap kamera tidak berhasil menangkap apa yang kulakukan pada Hyeo So. Video mulai di putar, rasanya seperti melihat otakku yang sedang memutar kembali memory selama 1 minggu kemarin. Aku menegang begitu kamera di kamar kami menangkap gambarku yang masuk ke kamar dengan lunglai lalu memukul-mukul pintu kamar mandi dan tiba-tiba saja kamera berpindah di kamar mandi.

Dan di video itu terlihat jelas aku jatuh menimpa Hyeo So, aku bisa merasakan wajahku memerah dan memanas. Cepat-cepat aku mengambil gelasku untuk menghindari salah tingkah yang sering aku lakukan. Tubuhku sedikit menegang, dan kini aku bisa melihat dengan sangat jelas dan mendengar apa yang kami katakan. Rasanya seperti menonton film yang benar-benar di rekam oleh cameraman bukan kamera cctv biasa.

Aduh! Apa sih yang aku lakukan?! Kenapa lagi-lagi aku jatuh menimpa Hyeo So, video ini benar-benar membuat tubuhku tegang apalagi sekarang kami berdua berada di dalam shower room.

OMO!!! Jadi… itu bukan pertama kalinya, pantas saja aku merasa pernah menyuntuh bibir seperti bibir Hyeo So. Dan sialnya… bukan Hyeo So yang merenggut first kiss ku tapi dengan santainya aku sendiri yang menarik Hyeo So dan membuatnya menciumku.. lebih tepatnya aku lah yang menciumnya! Bodoh!

&&&

Keduanya masih terdiam seribu bahasa sambil memandangi cangkir teh dihadapannya. Key mengambil nafas dalam-dalam lalu angkat bicara, tidak tahan dengan situasi seperti ini. Key berdehem seblum berbicara, “Hyeo So…” Hyeo So tidak menjawab tapi mengalihkan pandangannya ke wajah Key dengan tatapan ragu. Key ingin membuka mulut tapi entah kenapa sulit sekali, Key mengeluarkan ponselnya. Hyeo So memutar bola matanya, ‘Shina’ nama itu langsung membuat Hyeo So kesal. Tiba-tiba ponselnya berdering, memecah keheningan café.

Maaf.. aku tidak sadar kalau aku melakukan itu padamu. Maaf karena aku tidak ingat aku telah membuatmu menciumku. Maaf karena aku lancang mencari kesempatan menciummu padahal kau berniat baik membuatku minum obat. Maaf aku merepotkanmu dan membuatmu jengah begini. Maafkan aku.. yaaa?? (puppy dog face) Yaaa??

-Si tampan dan imut, Key-

Hyeo So menggigit bibirnya menahan senyum yang hampir mengembang diam-diam ia melirik Key yang duduk di depannya sambil bermain dengan cangkir teh nya.

Kenapa minta maafnya lewat sms? Malu? Aku gak luluh dengan tulisan puppy dog face, harus liat beneran baru luluh.

-Si pintar Kim Hyeo So-

Key menelan ludah lalu perlahan matanya memandang Hyeo So yang sedang memandanginya dengan alis terangkat, menantang! Key berfikir sejenak lalu tanpa pikir panjang lagi Key langsung membuat wajahnya seimut dan semelas mungkin agar Hyeo So luluh. Pipi Hyeo So langsung membulat, menahan tawanya yang hampir meledak melihat puppy dog face Key.

Sudah di maafkan sekarang???? Bukan malu.. tapi tidak enak, takut ada orang lain yang dengar.

Hyeo So tersenyum sejenak sebelum membalas.

Masih tersisa sedikit, gimana kalau puppy eyes???? Kenapa kamu pake bahasa formal? Berharap aku jadi maafin kamu karena bahasa kamu yang mendadak sopan gini? Gak mempan >o<’ !

Key langsung manyun lalu mendesah dan segera melakukan yang Hyeo So minta.

Jadi? Udah di maafin belum?? Yahh.. aku pikir bakalan mempan, soalnya kebanyakan cewek kan gitu. Huhhh… -.-‘ bilang dong dari tadi!

Hyeo So terkekeh lalu kembali membalas smsnya.

Udah udah… ternyata kamu lebih lucu dari pada anjing peliharaanku, mau jadi pengganti puppy ku gak? Ke ke ke ke~… aku kan beda Ki dari cewek lain.. hohoho. Makanya harusnya kamu tuh beruntung dapet istri kayak aku, limited edition!

Key mengerutkan wajahnya..

Hwuat??!! Pengganti puppy kamu? Enak aja… kalaupun aku terlahir sebagai anjing terus di pelihara sama kamu, kamu adalah orang yang bakal sering-sering aku kencingin! Huuh.. >.> ! Limited edition?! Pede banget!!!!!!!! Yang ada kamu tuh yang harusnya bersyukur dapet suami kayak aku! Ganteng, imut, manis, baik, suaranya bagus, bisa nge-rap… kurang apa sih aku? Gantengan mana sih aku sama Tom Cruise.. o_O!

Kurang tinggi! Hiiiiihhhh… kepedean! Kamu sama T.C yaaa… hemmm.. gantengan kamu sih dikit… banyakan T.C nya… kekekekeke~

Huh! Tega banget sih ~.~! Aku marah! >.<’

Ahhh.. masa gitu aja marah sih??? Ayo dong… jangan kayak anak kecil gitu… ya? Oh ya.. aku belom minta maaf karena nendang kamu dari kamar mandi. Ki…. Waktu aku ngasih obat itu.. kamu udah sadar 100% belum sih?

Oh iya! Kamu yaaa… baru minta maaf sekarang! Tapi berhubung Key ini anak baik, jadi So aku maafin.. hehehe~. Oh.. sadar kok 100%, aku inget dengan jelas kalau itu kamu bukan orang lain atau Shina… aku sama sekali gak ngebayangin Shina waktu aku mabuk itu. Yang ada di otak aku yah cuma kamu aja…

Hyeo So menelan ludahnya dengan susuah payah berusaha menelaah maksud sms dari Key.. lebih tepatnya kalimat terakhir yang Key tulis. Hyeo So berusaha menhana agar ia tidak berfikir yang macam-macam, ‘Kok Key tahu aku mau nanyain Shina?’ cepat-cepat Hyeo So menghapus pertanyaan itu dari otaknya. Baru saja ia akan membalas sms tersebut, ponsel keduanya berdering secara bersamaan.

“Ne, yeoboseyo?” / “Umma wae?”

“MWO???!!!” seru keduanya serempak dan keduanya langsung bertatapan dengan mata terbelalak. Key langsung mengulurkan tangan menggandeng Hyeo So dan langsung membawanya lari.

“Giwo kayak biasa ya!” seru Key sambil menarik Hyeo So lari. “Siap bos!” balas pemilik café. Key membawa Hyeo So lari secepat mungkin.

“KKKKIIII!!!!” seru Hyeo So sambil menarik Key. “Apaan lagi sih?!”

“Kenapa kita harus lari?” nafas keduanya terengah-enagh. “Supaya cepet sampe rumah!” nafas Key kembali terengah-engah. “Naik mobil kan lebih cepet! Kamu malah ngelewatin Pak Jang!”

“Oh iya aku lupa.” Key berlari dengan tangan Hyeo So masing dalam genggamannya, Key menarik Hyeo So kembali ke café karena mobil mereka terparkir di sana.

~ ~ ~

“Kami pulang!” seru keduanya serentak. Ibu Key dan Hyeo So langsung berlari menghampiri keduanya. “Kalian berdua harus semesra dan seakur mungkin! Jika tidak nenek-nenek kalian bisa menghajar kita!” keduanya mengangguk mengerti. Key menggandeng Hyeo So masuk lalu keduanya memberi salam hormat. “Haelmoniii!!!” keduanya langsung berhambur memeluk neneknya masing-masing.

“Ohh aigooo Hyeo So… kau semakin cantik. Suamimu juga sangat tampan.”

“Key kecilku yang manis sudah menjadi seorang suami sekarang. Di mana kalian berdua bertemu pertama kali?” Key memutar otak. “Di taman! Waktu acara ulang tahun pernikahan omonim (ibu mertua).” Jawab Hyeo So dengan cepat dan polos. “Wah… sepertinya kalian memang jodoh. Tapi kenapa harus menikah secepat ini?” tanya nenek Key sambil mengelus kepala Key. “Karena kami saling mencintai!” jawab Hyeo So cepat seperti anak kecil yang asal ceplos saja. “Yang penting kalian tidak melakukan hal aneh sebelum menikah sehingga kalian harus menikah di usia dini.”

“Tentu saja tidak, aku kan anak baik-baik.” Ujar Key lalu tersenyum memamerkan gigi putihnya. “Jadi kapan aku akan menggendong bayi lagi?” kini keduanya merasa seperti ada yang mencekat leher mereka. “Ahh.. itu.. aku masih belum berfikir sampai sejauh itu haelmoni. Aku kan masih SMA masa sudah gendong bayi.”

“Lalu untuk apa kalian menikah?” nenek Hyeo So mengerutkan alisnya. “Itu…-“ kini Hyeo So bingung harus menjawab apa. “Untuk jaga-jaga…-“ jawab Key cepat, “Haelmoni tahu sendiri kan anak muda jaman sekarang seperti apa, aku hanya takut aku tidak bisa menahannya.. hehehe.. kalau sudah menikah kan melakukan itu juga tidak apa-apa.”

“Ya ampun.. jalan pikir anak muda jaman sekarang membuatku pusing. So Hyeo!! Ambilkan minum!” seru nenek Hyeo So dan sang ibu langsung datang membawa nampan dengan 6 cangkir berisi teh.

“Siapa namamu gadis cantik?”

“Hyeo So…” Hyeo So memamerkan senyum termanisnya yang ternyata Key baru pertama kali melihat senyum itu, Key mengerjap. “Hey.. kenapa?” tanya Hyeo So yang melihat Key mengerjap. “Anio..” dengan gugup Key mengambil salah satu cangkir teh dan meneguknya.

PPPRRRTTT….. Key memuncratkan teh tersebut.

“Pwuehh…. Panas!” pekik Key, Hyeo So terkekeh. “Mana pernah sih umma buat teh dingin untuk nenek kamu, jorok deh! Udah gede juga.. kalau panas telen aja! Udah umma bilang berapa kali?” ibu Key langsung mengelap meja dengan tisu.

“Padahal aku pikir, aku bisa menggendong bayi sebelum aku meninggal.” Ujar nenek Key. “Ahh haelmoni.. jangan bilang seperti itu, aku jadi merasa bersalah.” Key memeluk neneknya. “Habisnya kalian menikah di umur yang sebegini dini nya, itu membuatku berfikir bahwa kalian sudah melakukannya dan siap punya anak.” Kali ini nenek Hyeo So yang bicara. “Tunggu! Apa kalian berdua tidur satu kamar?” tanya nenek Key akhirnya. Keduanya saling melempar pandangan.

“Tidak!” / “Ya!” keduanya menjawab dengan serempak tapi jawaban keduanya berbeda. “Jadi yang benar yang mana?”

“Sudahlah bu… di sini mereka akan tidur satu kamar.” Sambung So Hyeo. “MWO?!” seru keduanya serempak. “Ya… karena di rumah ini hanya ada 4 kamar mereka harus tidur satu kamar.” Tambah Chin Rae.

‘Kalau tahu seperti ini aku tidak akan mau ke rumah ini!’ batin keduanya. Keduanya memang sudah sering tidur satu kamar tapi kalau berada di rumah Key urusannya akan berbeda. Ibu mereka pasti akan merencanakan sesuatu agar keduanya bisa melakukan hal tersebut.

~ ~ ~

“Sekarang kita harus gimana?”

“Tenang, kita cuma perlu ngehindarin segala sesuatu yang di kasih sama mereka, kalau pun mau minum kita cuma bisa minum air mineral yang kita beli ini.” keduanya berhenti di depan sebuah rumah bergaya rumah asli Korea. “Kita harus kelihatan cukup dekat untuk bikin umma berfikir kalau kita gak perlu di kasih ramuan-ramuan aneh.” Key menarik nafas panjang lalu mengulurkan tangan. Hyeo so menerima uluran tangan itu dan keduanya masuk dengan tangan saling bergandengan.

“Kami pulang.” Keduanya mengganti sepatu mereka dengan sandal rumah. “Eh? Dari mana kalian jam segini baru pulang?”

“Belanja.. kami minum air mineral khusus jadi kami beli dulu di supermarket.” Key tersenyum licik pada ibunya. “Ya sudah sana mandi dan ganti baju lalu tidur, sudah jam 8 malam.”

“Ne!” Keduanya masuk. “Key.. ada susu gak di rumah ini?” Key mengangkat bahu. “Gak tahu, kadang-kdang sih ada. Mau ngecek?” Hyeo So mengangguk lalu Key mengantarnya ke dapur dan membuka kulkas. “Ada.” Key mengambil gelas untuk Hyeo So, Hyeo So menuang susu tersebut sampai seperempat gelas lalu meneguknya. “Mau?” Key mengambil gelas tersebut dari tangan Hyeo So. “Tunggu!” seru Hyeo So yang langsung menarik gelas tersebut, tapi Key sempat meneguk susu tersebut.

“Agh.. sial!” Hyeo So hampir limbung tapi ia sempat berpegangan pada kursi. “So~ wae?” Hyeo So tidak bisa menjawab, ia hanya bisa memandangi Key dengan pandangan penuh penyesala. “Oh tidak!” Key langsung mengambil gelas tersebut, mencium aroma susunya dan langsung membuangnya. “Kamu sempet minum?” tanya Hyeo So lemas. “Sempet.. tapi sedikit. Ke kamar yah… kamu langsung mandi aja biar seger.” Rupanya efek samping dari susu tersebut bereaksi dengan cepat pada Hyeo So, ia terjatuh dan tidak kuat bergerak. Mau tidak mau Key menggendongnya ke kamar dan tidak jauh dari mereka Chin Rae dan So Hyeo terkekeh.

“Hyeo So gak akan bisa tidur sebelum minum susu.” Ujar So Hyeo lalu menepukkan tangannya dengan tangan Chin Rae. “Di guyur air sih bisa seger… tapi dua-duanya gak bakal bisa menghindar dari efek yang sebenernya.”

~ ~ ~

“Hyeo So, aku cariin kamu baju dulu… kamu mandi gih, ini handuknya.” Key mendudukan Hyeo So di shower room lalu menyalakan shower. “Aku cariin baju dulu.” Key menutup pintu kaca lalu berjalan keluar kamar mandi.

“UMMAAA!!!”

“Wae? Kenapa berteriak-teriak?”

“Carikan baju untuk Hyeo So, aku mau mandi!” dengan jutek Key berjalan ke kamar mandi terdekat.

‘Aduh.. bisa-bisanya aku memiliki ibu seperti mereka ini, licik sekali.’ Batin Key sambil terus menyabuni tubuhnya. Setelah selesai ia mengenakan piyama kesayangannya yang sudah lama tidak ia kenakan. Diam-diam Key mencari sesuatu yang bisa ia mainkan bersama Hyeo So, menghindari keduanya tertidur dan secara tidak sadar obat tersebut berkerja dan membuat keduanya melakukan itu.

“Hyeo So?” Key terkejut melihat Hyeo So yang tengah berdiri di depan cermin dengan gaun tidur warna putih yang bahkan panjangnya tidak sampai ke lutut. Key menelan ludah.. ‘Ya tuhan.. Key tahan!’ Key hampir terpesona dengan kecantikan Hyeo So yang sebenarnya. Ini kali pertama Key melihat Hyeo So dalam balutan gaun tidur, untungnya gaun tidur itu tidak tipis.

“Key.. aku gak nyaman pake baju ini, aku mau pake baju kamu aja.” Ucap Hyeo So begitu Key menutup pintu. “Kenapa? Bagus kok.” Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Key. “Heh! Tahan mas!” Hyeo So melempar bantal pada Key. “Udah cepetan ambilin baju kamu!”

“Tunggu… kayaknya ada baju deh di sini.” Key membuka lemari kecil dan mendapatkan baju yang terlipat rapih dan boxer warna biru. “Nih! Aku males keluar.. pake aja yang ada.” Hyeo So kembali masuk ke kamar mandi.

“Ya ampun.. aku kira baju biasa, ternyata kemeja!” Key menepuk keningnya begitu melihat Hyeo So sudah mengenakan kemeja putih dan boxer biru yang tadi Key lemparkan padanya. Kini keduanya duduk di sisi ranjang yang berbeda sambil terdiam, tiba-tiba Key bangkit dan berjalan mengendap-endap. “Waeyo?”

“Psst..” Key mendekatkan kupingnya dengan pintu. Tiba-tiba Key langsung berlari ke arah Hyeo So dan menariknya. “Ah!” pekik Hyeo So karena Key melemparnya hingga punggung Hyeo So terbentur tembok. “Ssstt!” Key melingkarkan lengan kanannya di pinggang Hyeo So sedangkan tangan kiri bertopang pada tembok sejajar dengan kepala Hyeo So. Jantung Hyeo So berdegub sangat kencang.. ‘Key ini ngapain sih?! Mau nguji jantung orang yah!’ batin Hyeo So. ‘Ya tuhan, ya tuhan, ya tuhan, Hyeo So bertahan!!!!’ tiba-tiba Key membuka dua kancing piyamanya.

“Hey.. kenapa..”

“Ssstt…” bulu kuduk Hyeo So langsung berdiri karena bisikan Key. “Hana, dul, set…” wajah Key bergerak cepat mendekati wajah Hyeo So dan tiba-tiba seseorang membuka pintu membuat Key melepaskan lengannya dari pinggang Hyeo So dan menjauh.

“Omo! Maaf… aku pikir kalian… lanjutkan saja… ehehehe.” Orang tersebut buru-buru menutup pintu. Dengan santai Key berjalan menuju kasur lalu berbaring, Hyeo So terkulai lemas ke lantai. “Umma cuma pura-pura gak sengaja buka pintu, aku udah tahu hal kayak gini bakal kejadian. Kalau pas mereka buka pintu kita lagi jauh-jauhan, mereka bakal ngasih minuman yang aneh-aneh yang bakal bikin kita ngelakuin itu. Jadi selama satu male mini kita harus selalu aktng.”

“Tapi harusnya kamu bilang ke aku dulu!”

“Kelamaan… kita harus lebih cepet dari mereka, makanya ikutin aja apa yang bakal aku lakuin.”

“Tapi kamu kan gak harus ngelempar aku kayak tadi, sakit tahu!”

“Justru aku butuh suara kamu itu… pertama mereka nguping dulu, kalau aku bilang ke kamu sebelum ngelakuin tadi suara kamu gak bakal natural.. ngerti kan maksud aku? Mereka tahu mana suara yang bener-bener kesakitan sama enggak, kan mereka udah berpengalaman.” Hyeo So tersipu. “Sekarang kita main suit, yang kalah di pukul.” Key menarik Hyeo So untuk ikut duduk di atas kasur.

“Oh.. tunggu sebentar.” Key berjalan menuju pintu lalu mengunci pintu dan mendekatkan telinganya ke pintu. Ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara orang yang sedang terkekeh. Key kembali ke kasur dan memulai permainan dengan Hyeo So.

“Ah! Sakit!!!” Hyeo So memukul lengan Key. “Aww… pedes banget!” Key mengelus lengannya yang di pukul. “Ya minum lah sana kalau pedes!” Hyeo So mengelus kepalanya. “Baru ronde pertama aja udah ngeluh!”

“Pelan-pelan makanya!”

“Iya-iya…” keduanya memulai permainan lagi. “Aaaww.. di bilangin pelan-pelan!”

“Ini udah pelan!! Kamu nya aja yang kelewat lembek, segini aja sakit.”

“Makanya jangan pake tenaga cowok!”

“Aku kan cowok.. emangnya aku tahu tenaga cewek kayak gimana? lanjut ah.. jangan buang-buang waktu!” bermain sampai 10 ronde Hyeo So tidak memenangkan satu ronde pun. “Ahhh.. udah capek.. istirahat dulu. Aku udah gak kuat.. kalau aku sampe pingsan tanggung jawab!” Hyeo So mengelus keningnya yang nyaris bengkak karena sentilan tangan lentik Key. “Ya elah… cuma segini doang juga.”

“Tapi kan sakit! Jahat banget sih.. kamu kalau jadi aku juga pasti ke sakitan!”

“Ayo deh.. lagi biar aku juga bisa ngerasain.”

“Gak mau!”

“Gitu banget sih… lagi… seru…”

“Gak mau!”

“Ayolah.. yaaaa???” Key manarik-narik lengan Hyeo So seperti anak kecil yang minta di belikan es krim. “Gak mauuuu!!!!” Hyeo So menepis tangan Key tapi tangannya justru mengenai wajah Key. “Ck!” Key berdecak, seperti anak yang sedang ngambek Key langsung berbaring membelakangi Hyeo So.

“Ya.. Key.. jangan marah dong… ya udah, lagi deh… Key… Key… jangan ngambek gitu dong… Key…” Hyeo So mengguncangkan Key dengan pelan tapi Key langsung menepis tangan Hyeo So. “Awww!” umpat Hyeo So, dengan kesal Hyeo So mendekatkan mulutnya ke telinga Key bersiap teriak sekeras mungkin.

DUKKK…

“AAAAHHHHahahaahaaaa…. Sakitttt…” hidung Hyeo So terbentur kepala Key yang menoleh dengan keras. “Omo… mianhe… kincanayo?” Hyeo So menutupi hidungnya yang terasa sangat perih menyebabkan matanya berair. “Sakit!” Hyeo So memukul lengan Key lalu berjalan ke kamar mandi dengan kesal.

“Hei, hei.. hidungmu!” Key mengejar lalu menarik lengan Hyeo So. “Ya ampun.. berdarah.” Dengan panik Key mengambil handuk kecil yang berada tidak jauh darinya lalu menutupi hidung Hyeo So. “Maaf… sakit banget ya?”

“Kepala kamu sih! Kerasnya kayak batu! Gimana kalau hidung aku patah?!”

“Enggak lah…” Key membasahi ujung lain handung lalu membersihkan hidung Hyeo So. “Tuh.. gak patah kan?” Key memegang pundak Hyeo So lalu memutarnya ke arah cermin. “Ya ampun.. ternyata hidung kamu pesek yah?” ledek Key.. dengan kesal Hyeo So menginjak kaki Key.

“AAGHH… hwuaa.. kakiku… ya tuhan! Kaki kamu itu kaki manusia atau bukan sih? Sakit banget!” Key berjalan dengan pincang lalu duduk di atas kasur. “Jelas-jelas hidung aku mancung gini! Resek!”

“Kan gak harus nginjek kaki aku! Lagian kalau kamu marah berarti kamu ngerasa hidung kamu pesek!” tiba-tiba suara ponsel menghentikan pertengkaran yang baru saja di mulai. “Shina!” desis Hyeo So sinis pada Key lalu berbaring di sisi ranjang yang kosong. Hyeo So memandang ke arah jendela yang lebih seperti pintu, ‘balkon?’ pikir Hyeo So sambil tetap memandangi jendela tersebut. ‘rumah Key keren…’ pikir Hyeo So lagi.

Rumah Key memiliki luas tanah yang sangat besar, ada dua buah rumah di sini.. rumah bergaya asli Korea dengan lorong penyambung menuju pondok kecil bergaya klasik tingkat 2. Key bilang rumah yang mereka berdua tempati ini rumah kedua orang tuanya, sedangkan rumah yang bergaya asli Korea milik neneknya. Key dan Hyeo So mendapatkan kamar yang kata Key belum pernah di buka semenjak ia lahir. Key bilang kalau ibunya dulu pernah memberitahunya, “Kamar ini kamar khusus Kibum dan istri Kibum kalau nanti sudah menikah.”

“Hyeo So…” Key menyentuh lengan Hyeo So, membuyarkan lamunannya. “Wae?” tanya Hyeo So singkat. “Shina sedang ada di Daegu, dia meminta supaya aku nemenin dia cari hotel yang bagus buat dia. Dia emang gak maksa tapi aku gak enak ngebiarin dia…-“

“Hubungannya sama aku?!” potong Hyeo So dengan alis kiri terangkat. “Bantuin aku buat kabur dari sini.” Dengan kesal Hyeo So bangkit. “Kenapa harus?!” Hyeo So hendak berjalan menuju jendela yang membuatnya penasaran tadi tapi tangan Key menahannya. “Demi aku sama Shina.. bukannya kamu udah temenan sama dia?”

“Gila… selalu aku yang ngalah buat Shina! Kamu selalu nyuruh aku nunggu karena kamu harus nganterin Shina! Acara kita selalu batal karena Shina butuh temen! Hampir setiap malem Shina ngajak kamu keluar! Hampir setiap hari kamu bikin aku bohong sama member SHINee dan manager! Apa aku harus selamanya berkorban buat kamu sama Shina?! Emang kamu siapa aku? Kenapa juga aku harus ngejagain hubungan kalian? Emang kamu pernah bantuin aku untuk tetep contact sama pacar aku? Aku bukan pelayan yang bisa kamu suruh seenaknya!” Hyeo So menepis tangan Key, tapi Key kembali menarik tangannya.

“Hyeo So…”

“Kamu gak ngehargain aku apa?! Walaupun kita nikah tanpa ada perasaan aku juga punya martabat Key! Kamu gak bisa seenaknya gitu sama aku! Kamu dateng ke aku kalau Shina lagi gak butuh kamu! Kamu lari ke Shina kalau Shina ngebutuhin kamu! Tapi pernah gak kamu lari ke aku pas aku butuh kamu? Bahkan walaupun hujan sederes apapun, selama Shina masih butuh kamu.. kamu akan dengan santai nyuruh aku nunggu sampe urusan kamu sama Shina udah selesai. Sialan! Emang aku tong sampah?!” Hyeo So menarik tangannya sekuat mungkin dan cepat-cepat berjalan keluar.

“Hyeo So!” lengan Key tiba-tiba sudah melingkar di perutnya dan langsung menariknya ke dalam pelukan Key. Key memeluknya dari belakang, membuat tubuhnya menegang. Key menyandarkan kepalanya di kepala Hyeo So.

“Mianhae….” Bisik Key, perlahan Hyeo So merasa hangat berada dalam pelukan Key dan ia merasa nyaman. “Aku selalu butuh kamu. Aku gak pernah bahagia setiap harus ninggalin kamu buat Shina, tapi aku gak bisa kalau gak nyahutin panggilan Shina. Aku ngehargain kamu sebagai istri aku dan aku gak pernah nganggep kamu sebagai pelayanku. Aku selalu nyoba untuk lari ke kamu setiap kali kamu ngebutuhin aku, tapi Shina selalu narik aku untuk tetep sama dia. Kalau aja kamu tahu, perasaanku gak segampang mulut aku yang nyuruh kamu untuk nunggu. Aku udah berhubungan sama Shina sejak umur 5 tahun, jadi susah buat lepas dari dia. Aku harap kamu tahu perasaan dan maksud aku.” Hyeo So bisa merasakan nafas berat Key di tengkuknya.

Perlahan Hyeo So luluh, tubuhnya sudah lebih santai. Key kini menyandarkan lekukan hidungnya di pundak Hyeo So, Hyeo so mendesah lalu menyandarkan tubuhnya pada Key. Keduanya terdiam dalam keadaan seperti itu selama beberapa menit hingga akhirnya Hyeo So bicara. “Key…”

“Hmm…”

“Aku laper.”

TBC

***

Keep read our FF and don’t forget to comment. Now every post will have a signature from this blog, it means the FF has claim to be SF3SI FF’s.  And the FF posted legally. Signature by our Founder, Lana ^o^


Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog and support us

74 thoughts on “She’s My (EX)Wife – Part 13

  1. Wawawawa..
    Makin seru aja nii ff fav aku..
    Tokoh shina di matiin aja deh,
    Bikin bt bacanya..
    Huhuu..
    Ga sabar nunggu kelanjutan nya..
    Semangat ya!
    Bnykin key nya,,
    Fi9hting!!!

  2. K.E.R.EN

    T.O.P BGT pokoknya……………….

    mmm bisa gk PART 14’a kelUar lebih cepet ………. ^_^ ????????
    biasa ya……. please…………… (memohon sambil pasang muka melas)

    kaya’a hyeo so mulai suka key dech……….

    POKONYA dhy Tunggu kElanjutan’a……..
    semangat…. ^_^

      1. ea jga Cieh……………….

        aPa mereKA (key & hyeo so) udah mulai SALing suka (MenganalIsis Sambil Bergaya kaya Detective Conan*)
        araaaaaaaaagh jadi gk sabar Nunggu part Selanjutnya……..

  3. Wah wah.. sudah ada saja yang komen..
    Hoy! Itu pada kagak komen di BTS Lo Boleh Gila???? Baru ada 2 komen noh!.. cepet sana pada komen!

    @Wiga : Waahahaha.. banyak sih yag minta supaya Shina di matiin aja, tapi gak bisa.. Shina di butuhkan dalam cerita.. ohohohoho… Thanks yaaaa ^o^
    @MIncha : ahahaha.. sabar buuu, Key sudah meng-iklash kan dirinya untuk saya.. ohohoho >.<'
    @Dhy: Woaahhh terima kasih atas pujiannya.. kekekeke…

    Giman ayah.. aku belum nulis yg part 14.. jadi kalian.. bersabar yah.. lagi gak mood soalnya jarang ada yang komen.. huhuhuhu… bukan di FF aku tapi di FF lain juga… aku jadi kurang enak… hiks.. sabar yah semua.. kalau liat banyak yg komen di setiap FF mungkin aku semangat lagi.. ehehehehe..
    Terima kasih atas dukungannya!!! ^o^

  4. Waaahhh ada new reader.. ehh.. new reader atau new commentator???
    Annyeong aja dulu deh ^o^
    Nice to see you guys in here.. keep read and keep comment..
    isi guest book yaaa ^o^

  5. Aku bc dri part1 mpe skg,crta y seruu,menarik,ga bkin bosn,kea y authr y dah profsnal nh…*n_n* aku ga sbr pgen liat part brkt y…
    D.tggu.a..

    Klw Hye so ma key…
    Trus minho ma spa???
    *hugs Minho*T_T..

    1. Waaahhh baru liaaattt o_o mian baru balas.. hohoho
      New reader… ANNYEONGGGG !!!! *Teriak pake toa kuburan* *Lho?!*
      Terima kasih atas pujiaannnnyyyaaaa… senanganya di puji lagi.. ohohoho

      Minhooo.. sama siapa yaa??? *Minho: Sama siapa aja boleeeehhhhh.*

  6. Waaahhhh… aku kelewatan banyak part rupanya.. ahahahahaha…
    Annyeong Zika ^o^
    Long time no talk.. ye gak?

    Makin keren aja nih FF.. mkin banyak yg suka lagi..
    Zika Zika… HWAITING >.<!

  7. gyaaa..crita ny mkin seru.
    aduh..jd deg” ser pas bca part key ma hye so yg d kmr.wkwk
    author..lanjut!

    Maaf yah.. ini Ashyta (admin). Aku edit ini soalnya kamu salah… harusnya di name kmu tulis nama kamu bukan komennya.. jadi aku perbaikin ^-^
    Jadinya kita gk bisa tahu nama kamu siapa… mian krna aku tulis sesuai nama email kamu, soalnya aku gk tahu nama kamu siapa ^-^
    Lain kali cek dulu sebelum komen ok?
    Gomawo udah visit and comment…

  8. .new reader nii..pas tw ada ep2 ni lgsg ngbut bca dr part1..crtanya mkin seru..lanjutnnya jgn lama2 ea..
    .o ea,,bwt author,,mnggilnya apa ni??eonni atw dngsaeng??aq 93..

    1. Waahh Annyeong ^o^
      Gomawo gomawo.. jadi malu… kekekeke…
      Ziap bozzz!!! >.<

      Bukannya kamu udah ngisi Guest book, kamu gak liat profile aku? Apa jgn2 gak tahu namaku lagi.. ckckckck
      Berarti saya masih kurang popular… *Key: emang lo popular?!*
      Aku Zika cintaa.. 93, kita seumuran.. hehehehe..

  9. .mian,,gg bgtu mrhtiin soalnya..
    .g p2 klu aq mnggilny zika??
    .sma2 fans key ea??dsini aq jd istri key yg kbrapa ni??

    1. HWuahahahaha… gpp kok..
      Gpp dong, semuanya juga manggil aku Zika… kekekeke
      Hehehe.. yuai.. hemmm istri kebrapa yaaaa
      Beruntung ^o^ kamu bini ke 2… wkwkwkwkwk… *Key: ngarep lo jadi bini ke satu gw Zik!*

      Mari kita berbagi suami dengan damai.. bwuahahahahaha >.<!

  10. .hmmm,,okelah klu bgtu..
    .aq jd bini k2 yuaa??
    .yuupz,,mari kita bbgi suami dg damai..*key:sapa lo??ngaku2 ja jd bini gw*
    .wkwkkw *sarap mode:on*
    .lnjutanny kpan kluar nii??udda g sabar pngn bca part14..

    1. wkwkwkwkwkwk… mau-mau aja lagi jadi bini ke2
      Ckckckck.. yg penting masih dapet Key.. yega? kkkkk

      Wadoeehh.. gara-gara belakangan in isepi nanti aja deh.. nunggu rame baru ku publish
      Jgn trlalu berharap.. nanti kecewa lagi kalau part selanjutnya gk seseru yg di harapkan *Wonie: emang pernah seru?!*

      coba aja baca-baca FF lain.. bagus-bagus juga kok.. kekekeke..
      Makanya cepatlah bawa shawol yg bnyak ke blog ini biar ramai.. jadi aku semangat.. kkk
      good nights.. ^o^

  11. annyeong!!!!!!
    arrrrrrghhhh…..akhr’ny bs bka Shawolindo lg, snang’ny*lompat2 breng am mmber shinee* kkkk!!!
    smga gak ad lg virus2 jht yg msuk ke komptr aq…*shinee: amin…….*……!!!

    wahhh ff fav aq mkin kren, mkn seru, mkin lucu!!!
    aq snyum2 sndri bc part yg ini kkkk, key am hyeo so klihatan’ny dah sling ska……
    gak ad minho T_T…..
    dongsaeng,,,, part 14 cpet’an dunk *mhon2 breng key* …..

    1. Woaaahhh apa kbarnya unnie..
      Pantas sajo kgk komen2.. ternyato ada virus toh di kompi unnie…

      sebenernya udah jadi unn… tapi kita be2 (aku ma Zika unnie) setuju kalau di keluarin setelah FF yg lain ramai juga.. gak enak ngeliat FF lain sepi komentar sedangkan SMEW keluar terus dan semuanya pada komen di sini… hehehehe

      Mian semua fansnya SMEW ehehehe.. *reader: Fans?! sejak kapan?!*

      1. Iyaaa.. aku merindukanmuuuu *lebay!*
        Kekekeke.. mian yak… lagi kagak napsu sama Minho, jadi bingung deh kalau Minho muncul di suruh ngapain.. ehehehehe… *sujud2 ama anak suju* *Lho?*

        Miaaannn tak bisa cepat-cepat keluar part 14…
        Para fans ku.. bersabarlah… hahahahaha *ketawa ala pahlawan bertopeng* *Suju: udah bukan ala Bonamana lagi?!* *Iya deh.. ala Bonamana lagi.. ha 10x*

        1. @Lana<3Carter: kbar unnie baek…..^o^
          iy tuh virus2 jhat bgt untung komp unnie msh bsa slamat*lebay* kekeke…..
          klo gt biar onnie aj yg komen ff laen biar rme, jd SMEW cpet kluar kekeke

          @Kazikey: aq jg merindukanmuuuu……..minho*di timpuk pke ap aj am kazikey*…..eh slah kazikey……kekeke…
          bngung y nyuruh minho ngpain??? suruh aj minho pcaran am unnie*kazikey: huuu mau'ny!!* kekeke
          y udh deh klo gak bsa cpet2, bsok jg bleh koq*sma aj!!! hoho*

    1. Woaaahhh apa kabar unnie…
      Pantas sajo tak ada komen dari unnie.. ternyato sedang sibuk.. *copy paste mode: on*
      wkwkwk…

      Aku jugaaaa… sama dongggg *Novi: ihhh.. ikut-ikut aja deh!*

      hzzz -_-‘

      1. cop-pas juga dehh..
        Aku merindukanmuuu Noviiiiii… huhuhuhuuuuu~ >.<

        Terima kasiiihhhh… kalau kamu bilang Key lucu berarti aku juga lucu.. kkk *Key: ngarep gilaa looo!!*

    1. Ziaaaapppp… terima kasih ata pujiannya..
      Annyeong yah new reader ^.^ keep reading… hohohoho…

      Makanya itu motto kita comment like oxygen, karena pasti pas baca FF pada tahan napas,,, kokokokoko..
      Kan kalau komen jadi dapet oxygen.. hohohoho ^.^
      *apasih?!*

  12. iyan aku new reader! lagi iseng* nyari ff eh ketemu ini.
    ketagihan bc dr 1 smpe 13 lsg! hahaha
    ditunggu ya part 14 dan strsnya :]

  13. oh iya baru inget. nama pemeran ce nya sm kyk nm korea aku lagi! jd serasa bc kisah hidup sendiri! /plak
    hahahaha

    1. Wahahahaha… tidak menyangka… akakaka.. Nakor kita sama rupanya… ohohoho >.<
      Keep read.. nice to cu here… kyaaaaaa

      Yang lain.. harap hati-hati.. kalau gak mau ketagihan FF jangan baca SMEW… hohohohoho

  14. Woooowww… akhirnya bisa baca… kangen sekaliiiii
    @Gaby: kayaknya kamu udah lama hiatus… baru komen sekarang.. ^.^
    Welcome back ^o^

    Part 14 agak lama yah Zik… soalnya banyak FF ngantri tuh.. gak enak sama yang ngirim ^.^

  15. cerita ini………………….
    aku sukaaaaaaaaaaaaaaa..^^

    seems this is the best part of all..xixixi..

    ditunggu lanjutannyaaaa…

    1. Waaahhh.. annyeong ^.^
      It’s been a long time since your last comment..
      Kemaja aja atuh buuu….
      Baru kumen cekalang???
      Sering-sering komen yowww…. hohohho

      1. aku masih dalam medan peperangan nechhhhhh…….kemarin kehabisan amunisi..jadi mampir dulu ke toko ini..lumayan..amunisi terisi..hehehe..

        oh ya..doa’kan ya..semoga saya menang dalam peperangan..hehehe

        1. zi zi zi zika.. ohohoh ziap maksudnya… aku doakan nona!!!!
          Kkkkk…. selamat berjuaaaaaannnngggg… aku juga bentar lagi masuk medan peperangan.. hwuaaaa

    1. Dari mana ajya bullleeehhh… ehehehehe
      Canda say…
      Gak tahu.. setiap part aku tulis berdasarkan mood, harus jadi dalam waktu 1 jam paling lama, kalau gak selesai biasanya udah males terus lupa deh.. hohoho..
      Mungkin bukan ide tapi konsep.. kalau konsepnya muncul dari ambisi sama dari Lana… kekekeke
      berjasa banget deh kayaknya si Lana di blog ini.. hohohoho *Lana: Ya iyalah! Kalian aj ayg gak pernah ngerasa.. huuuu!*

      Dari mana aja sih Fat.. baru muncul?? Gaby juga tuh.. baru muncul…

        1. Wow wow wow… Gaby kemaren lagi banyak komen ya? Aku liat di beberapa post banyak comment nya Gaby… hohohoho… pe-ru-ba-haaaaannnn…

          Urusan penting? Ape buuuu…. jangan2 kalian berduaaaaaa…. oh tidaaakkk *Gaby: Ape?!*

  16. berkali” dhy baca part ini v gak sedikitpun ada kata BOSEN
    aku curiga jangan” Author’a profesional………

    ow’a gara” FF Ini, i’m in love witH KEY ^_^, mau ya berbagi key sama dhy??????

    Zika kapan paRt 14nya????????????? keep try your best ya…….
    OW’A sebener’a km umur berapa cieh???? (digetok author karna baru nanya sekarang)

    1. Hwohohohoho… enggak kok.. aku baru nulis 4 novel doang.. kkkk… sama sekali gak profesional.. *reader: Lo mau ngerendah atau nyombong sih?!*

      Kekekeke… aku juga belakangan ini lagi kena gejala KEYSOMNIA.. jadinya di SMEW kebanyak adegan Key ama Hyeo So deh… maaf yah penggemar Minho.. saya lagi tak napsu sama dia.. hohohoho
      Boleh boleh… saya bagi kaki nya Key… wakakakaka uhuk uhuk…

      Huuff… besok atau gak sabtu yah out nya…
      Akyuuu umurkyuuuu… hohoho… anda tak berkunjung ke GB cinta??? Umur saya tahun ini… bentar ngitung dulu… 17 taonnn… anda unnie ku atau dongsaeng ku?

      1. klo 4 novel sich nama’a profesional tw……………

        dich jangan dibagi kaki’a doang donk, walaupun key ganteng tetep ja takut klo cma dikasih kaki’a aj (HOROR dECH)

        Baiklah Dhy bakal bersabar buat nunggu ff fav’ku keluar…….

        dhy belum ngisi GB cz dhykan belum kenal sama admin’a takuk disangka sok akrab………

        dhy juga bingung aq itu unnie Zika atau Dongsaeng Zika, soalnya Dhy juga umur’a 17 taoon, v dhy lahiran bulan mei kalo Zika???????????

        1. Ohohohoho.. masa sih?… gegegegege
          kekekekeke… iya deh gak cuma aku kasih kaki nya aja… hohoho

          Gak apa-apa kok isi aja ^.^.. kamu udah kenal sama aku, aku jadi penjamin kamu ^o^
          Hemm… santai aja kalau cuma beda bulan doang sih… yang pasti kita seumuran aja udah cukup.. gak perlu mikirin bulannya ~.^

  17. Fathia.. komen kita udah kebanyakan jadi aku bales di sini aja…
    Yup yup.. kebetulan lagi bisa bantuin sih Lana nih.. hehehehe

  18. agebdhdddfhjjtyh… gilaaaa.. saya gilaaaa…
    MASYAALLAH.. yang bagian Key buka 2 kancing bajunya itu OH GOD terngiang terus diotakku ampe detik ini,,*all : dasar mesum lu*
    ngebayanginnya cool sangattt..

    terus beneran dehhh.. ngakakk bangett waktu baca yang maen jitak2an supaya suaranya kedengaran alami gituuu.. hahahaha.. emg kadang apa yang didengar belum tentu itu yg terjadi sebenarnya (?)

    mami nya Key sama Hyeoso parah euiii..
    licik bgt pemikirannya..
    untung Key pinterrr..

    yang sms-an nya itu jg kocak abisss.. Key emang narsis sekaliii yaaa… tampan dan imuttt… ada2 aje..

    dan terakhir.. bingung dehhh.. sebenanya si Shina tuh jaat ga sihhhh.
    di part 12 dia kelihatan baekk.. tapi disini kyknya jaat.. *pastidipartberikutnyajugada*

    udahh Zika onn *SKSD* lanjutannya NC21 ajaaaaa… *ajaransesat*..haha

    belum ada lanjutannya..
    ditunggu ya eonn.. smg cepett..aminnn

    1. Wakakakaka… rupanya anda benar-benar terkena SMEW addict… ckckckck

      Hohoho… itu rahasia.. entar juga terungkap Shina itu sbenernya bae ape kaga..

      Hwuaaattt ogah gila! NC 21… tidaaakkk aku aja bikinnya gak bakal kuat… ogah deh…
      Shabrinaaaa kamu ini masih bau kencur.. tidak boleh yah berfikir yang macam-macam… hohohoho…

      Siap-siap.. sabar yah buuu.. bentar lagi juga out

  19. aihh maakk, speechless aku dibuatnya bah! *ngelogat lg*
    geregetan jdnya geregetan *ngecover lagunya sherina*
    senyum-senyum-cekikikan-gaje kaya org gila uda, ck :d

  20. Kyyaaaaaaaaa..
    Mirip bgt ama crita PrincessHours pas mrka bru kawin trus d kmar itu.
    Wwkkwkkaaaaaa….xD

    Cieeh.ciehh..
    Key meluk” Hyeo So ^.^

    Aiih.
    Mkin kereeeen !!!😄
    Daebak

  21. gak tau knp udah 2 part ini bkin aku slalu inget sm princess hours.. jd pengen nnton..
    mudah2an aja happy ending (key sm hyeon so tetep jd pasangan) kyk d princess hours..
    mian, aku slalu banding2in dgn princess hours.. abisnya, aku penggemar berat princess hours sih..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s