Saranghae, Nae Chagiya

Saranghae, Nae Chagiya

Author: Alya

Seoul, 3 May 2010

Diary,

Aku takut menyampaikan perasaanku padanya..

Ia terlalu sulit kugapai,

Tetapi jika aku tak mengatakannya,

Hatiku akan sakit

Aku takut ia menolakku..

Aku tak ingin ia nanti malah menjauh dariku..

Aku harus bagaimana?

Seoul, 5 May 2010

Diary,

Kau tahu?

Aku bahagia sekarang..

Tanpa menyatakan perasaaku pun ia sudah terlebih dahulu mengatakannya padaku,

Tahukah engkau diary?

Aku sangat mencintainya…

Seoul, 4 July 2010

Diary,

Basok adalah hari jadi kami yang kedua bulan,

Key mengajakku pergi ke taman bermain,

Aku sangat senang..

Aku menutup buku diaryku. Aku harus tidur karena besok namja chinguku akan mengajakku ke taman bermain. Aku tidak boleh telat bangun.

Namaku Han Min Mi. Aku tinggal di  Seoul tanpa kedua orang tuaku. Mereka berdua sudah meninggal karena dibunuh 9 tahun yang lalu. Kabarnya, mereka dibunuh oleh pesuruh dari pesaing bisnis appa yang tidak mau kalah. Entahlah, aku juga tidak tahu.

Sudahlah, hari ini aku harus tidur…

Keesokan harinya…

”Minmi!”, teriak suara yang tidak asing lagi bagiku. Aku segera berlari kearah suara tersebut.

”Key! Mianhae sudah membuatmu menunggu.”, kataku.

“Gwechana, aku juga baru datang kok. Ayo kita jalan-jalan. Kkaja!”, katanya. Ia segera menarik tanganku.

”Kau naik apa kesini? Mianhae, aku tidak bisa menjemput”, tanya Key.

”Gwechana, aku naik mobil sendiri kesini”, jawabku. Key hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu ia menarikku lagi untuk menaiki berbagai wahana di taman bermain ini.

Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Kami sudah bermain selama 9 jam disini. Lelah sekali, tapi rasa senangku akan hari mengalahkan rasa lelahku. Lalu kami berjalan menuju parkiran.

”Key!”, panggil sebuah suara yang tidak kukenal. Suara yeoja, sepertinya. Key lalu menoleh kearah suara. Bisa kulihat ekspresi senang tersirat dari wajahnya.

”Hyunji!”, panggil Key. Ia lalu mendekati yeoja yang bernama Hyunji, lalu memeluknya.

Tahukah kau. Key? Aku sakit melihatnya… Dan, yeoja itu mencium pipi kanan dan pipi kiri Key. Bodohnya, Key membalasnya. Di depan mataku..

”Key, apa kabarmu? Kau semakin tampan. Aku jadi menyesal memutuskanmu.”, kata yeoja itu. Mwo? Putus?

”Ahaha, sudah kubilang kan. Kau pasti akan menyesal karena memutuskanku”, kata Key. Argh, aku ingin sekali pergi dari sini. Apa mereka tidak sadar kalau aku ada disini?

”Bagaimana… Kalau kita kembali lagi seperti dulu?”, tanya yeoja itu lagi.

PLAK!

Spontan, aku menampar yeoja ini. Bagaimana aku bisa tidak tahan untuk menamparnya? Ia benar-benar keterlaluan!

“MINMI!”, bentak Key.

”Waeyo? Aku salah karena telah menamparnya? Iya?”, tanyaku pada Key dengan tatapan sinis.

PLAK!

”Key? Kau..”

Key? Apakah yang ada dihadapanku ini benar-benar Key? Barusan… Barusan Key menamparku?

”Jangan pernah kau berani menamparnya! Ia tidak bersalah!”, bentak Key.

Aku tidak tahu kenapa, hatiku sakit. Lebih sakit daripada tamparannya Key. Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari dan masuk kedalam mobilku. Meninggalkan mereka berdua di parkiran. Aku butuh waktu untuk sendiri..

Key’s POV

Kenapa? Kenapa tanganku ini harus menampar pipinya? Kenapa?

”Key, sebaiknya kau kejar dia. Katakan padanya, ini semua hanya salah paham. Aku hanya bercanda tadi. Mianhae”, ujar Hyunjin.

”Gwechana Hyunjin. Baiklah, aku pergi dulu”, ujarku padanya. Aku bergegas masuk kedalam mobil. Sepintas kulihat Hyunjin yang hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku membalas lambaian tangannya lalu bergegas menyusul Minmi.

”Kuharap kau tidak marah padaku, Minmi”, batiku.

Minmi’s POV

Aku memutuskan untuk pulang ke villaku di atas puncak. Kurasa aku benar-benar butuh kesunyian, jauh dari Seoul.

“Key babo! Key benar-benar babo!”, umpatku. Aku benar-benar tidak percaya bahwa Key baru saja menamparku. Rasa sakit itu masih terasa, bahkan masih memerah. Tapi hatiku jauh lebih sakit! Tanpa terasa, air mataku jatuh membasahi pipiku.

”Aduh, kenapa harus hujan sih? Mana hujannya deras lagi.”, ujarku. Malam ini hujan turun dengan sangat derasnya. Bahkan aku hampir tidak melihat sekelilingku. Jalan tanjakan dan berkelok seperti ini sangat berbahaya. Apalagi dibawahnya terdapat jurang. Walaupun mungkin hanya sekitar 200 meter, tapi tetap saja sangat menyeramkan.

Aku mengemudikan mobilku pelan. Samar-samar, ada sorot lampu dari arah depan. Truk! Ada truk dihadapanku. Aku terus mengklakson truk tersebut agar ia minggir dari hadapanku, karena jika tidak, kami akan bertabrakan. Saat kulihat, ternyata sopir truk itu tertidur. Bagaimana ini? Berhenti? Tak mungkin. Tepat disamping belakangku ada jurang. Saat aku panik didalam mobilku, truk tersebut menabrak mobilku hingga mobilku jatuh terguling ke dasar jurang.

Key’s POV

DEG!

Perasaan apa ini?

Kenapa aku tiba-tiba berpikiran buruk?

Dan kenapa tiba-tiba aku mengarahkan mobilku menuju villanya Minmi?

Ada apa?

Kenapa perasaanku mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Minmi?

Minmi’s POV

Aku berusaha keluar dari mobilku. Susah sekali. Bagaimana tidak susah? Tubuhku penuh dengan luka dan darah. Bahkan tubuhku terhimpit oleh airbag. Aku harus mencari pecahan kaca untuk meledakkan airbag ini. Sesak sekali rasanya. Aku menggedor-gedor kaca mobilku agar kacanya pecah. Tapi sayangnya, aku memasang kaca anti peluru untuk mobilku. Aku benar-benar babo! Sekarang apa yang harus kulakukan?

Tuhan…

Bila memang hari ini adalah hari terakhirku..

Hari terakhirku bernafas,

Hari terakhirku melihat,

Maka ambillah nyawaku…

Tapi tolong,

Sampaikan pada seseorang yang aku cintai,

Seseorang yang aku sayangi,

Seseorang yang merupakan belahan jiwaku,

Bahwa aku mencintainya…

Aku hanya ingin ia tahu,

Bahwa aku mencintainya,

Bahwa aku menyayanginya.

Bahwa hanya dia,

Hanya dia yang bisa mengerti aku…

Tuhan,

Izinkan aku,

Izinkan aku untuk bertemu dengannya,

Sekali saja…

Bahkan mungkin untuk yang terakhir kalinya…

Tuhan,

Bila waktuku memang akan berakhir sekarang,

Pertemukan aku dengannya,

Kumohon,

Sebentar saja…

Tuhan,

Kau pasti mendengarku kan?

Kau pasti mengetahuiku kan?

Kau pasti mengabulkan permintaanku kan?

Karena aku tahu, Engkau selalu ada…

Engkau selalu melihat dan mendengarku,

Engkau selalu mengerti aku,

Engkau selalu menyayangiku,

Maka kumohon,

Kabulkanlah permintaanku…

Mungkin inilah permintaan terkahirku…

Aku meneteskan air mataku… Aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit. Apa aku akan mati sekarang? Entahlah, aku juga tidak tahu. Sepertinya, aku akan mati sekarang. Bagaimana tidak? Aku mulai kekurangan oksigen, tubuhku juga penuh luka. Bahkan aku mencium bau asap yang kuyakini bau itu berasal dari mesin mobilku. Mungkin mobilku akan meledak sekarang…

Tiba-tiba, semua terasa ringan, bahkan aku seperti tidak merasakan tubuhku lagi… Pandanganku mendadak menjadi gelap gulita…

Key’s POV

Saat aku sedang mengemudi, tiba-tiba aku melihat sebuah truk yang terguling. Untung saja truk itu tidak masuk ke jurang. Banyak orang yang berdatangan, tapi banyak juga yang melihat ke dasar jurang.

DEG!

Kenapa perasaanku tidak enak?

Dengan segera, aku turun dari mobilku, mencari tahu apa yang telah terjadi. Rupanya truk tersebut menabrak sebuah mobil karena sopir truk tersebut mengantuk. Mobil itu masuk ke jurang. Sudah ada orang yang menelpon ambulance dan polisi. Aku melihat ke dasar jurang. Mobil itu? Mobil itu mobilnya Minmi! Omona~ Minmi?

Aku melihat Minmi tidak bergerak. Aku takut, takut terjadi sesuatu padanya. Kuberanikan diriku untuk turun ke dasar jurang dan menolongnya tanpa menghiraukan teriakan orang lain. Yang aku inginkan sekarang ini adalah Minmi berada dalam dekapanku!

”MINMI!”, teriakku sambil menggedor kaca mobilnya. Mobilnya dalam keadaan terbalik, tubuhnya terhimpit oleh airbag. Dan mesin mobilnya mulai berasap. Cepat atau lambat, mobil ini akan meledak! Aku mencari batu besar untuk memecahkan kaca mobilnya. Setelah kacanya pecah, aku menggendong Minmi keluar dari mobilnya. Sepintas kulihat ia menangis. Waeyo? Ah sudahlah. Aku harus cepat keluar.

Bersamaan dengan keluarnya kami dari mobilnya, mobil tersebut meledak. Saat kami kembali ke atas, kulihat sudah ada mobil ambulance dan polisi. Aku langsung menaikkan Minmi kedalam mobil ambulance, sedangkan aku mengikuti mobil ambulance tersebut. Jujur, aku khawatir dengannya…

Minmi’s POV

Aku mengumpulkan kesadaranku walau mataku masih terpejam. Aku merasa ada orang yang meneriaki namaku dan menggedor kaca mobilku. Key? Kenapa ia harus ada disini? Haha, babo. Aku benar-benar babo! Bukannya tadi aku yang minta bahwa aku ingin bertemu dengannya? Tiba-tiba saja air mataku menetes lagi. Aigooo~ Kenapa sih aku harus menangis lagi?

Sebenarnya,

Aku ingin sekali bilang padanya bahwa aku baik-baik saja,

Tak usah mengkhawatirkanku Key,

Aku baik-baik saja,

Aku kuat, aku tidak lemah kok…

Aku tak ingin kau khawatir seperti ini…

Key’s POV

Sesampainya di rumah sakit, Minmi langsung dilarikan ke UGD. Sementara aku hanya menunggu diluar. Selama menunggu, aku selalu berjalan mondar-mandir. Aku tidak bisa tenang. Bagaimana bisa tenang? Yeojachinguku ada didalam ruang UGD berjuang mempertaruhkan nyawanya…

Tuhan,

Selamatkan dia,

Jangan ambil dia dariku,

Jangan pisahkan kami,

Jangan buat aku menangisinya…

Tuhan,

Kumohon,

Kumohon jangan ambil dia dariku,

Selamatkan dia Tuhan,

Selamatkan dia…

Selamatkan dia untukku…

KRIET~

”Dokter? Bagaimana keadaannya?”,tanyaku pada pria berbaju serba putih yang berdiri dihadapanku ini. Tampak dari wajahnya menyiratkan kesedihan.

”Mianhae, kami sudah berusaha melakukan yang terbaik. Tapi Tuhan berkehendak lain…”, jelas sang dokter.

JEDEEER!

Apa?

Minmi-ku?

Minmi-ku sudah pergi meninggalkanku?

Waeyo?

Ini semua bohong kan?

”Dokter, katakan padaku, ini semua bohong kan, BOHONG KAN?!”, bentakku pada dokter ini.

”Terimalah dengan lapang dada. Bersabarlah. Saya tahu ini semua sangat berat.”, jelas sang dokter. Lalu ia pergi meninggalkanku yang masih terpuruk sendiri…

Disinilah aku sekarang, duduk di depan gundukan tanah. Gundukan tanah yang berisi tubuh yeojachinguku, gundukan tanah yang penuh dengan taburan bunga, gundukan tanah yang mempunyai sebuah batu nisan yang bertuliskan :

Han Min Mi

Lahir : 26 Juli 1992

Wafat : 5 Juli 2010

Kenapa?

Kenapa kau harus meninggalkanku disaat hari yang sangat membahagiakan untuk kita?

Kenapa? Kenapa kau harus pergi?

Andai saja waktu bisa berputar kembali,

Aku akan lebih cepat mengejarmu..

Maafkan aku yang tidak pernah bisa menjagamu,

Maafkan aku yang tidak pernah bisa membahagiakanmu,

Maafkan aku yang selalu membuatmu menderita,

Dan maaf,

Aku tidak bisa menemanimu di sana..

Tenang saja,

Aku pasti akan menyusulmu kesana,

Cepat atau lambat.

Yeongwonhi saranghae, nae chagiya…

Author’s POV

Key tersenyum menatap gundukan tanah dihadapannya. Ia menghapus air matanya lalu bangkit dari tempat duduknya dan bergegas menuju mobilnya. Meninggalkan kekasihnya sendirian. Samar-samar, dari kejauhan terdapat sosok gadis cantik yang berpakaian serba putih. Ia tersenyum menatap Key yang pergi meninggalkan tempat peristirahatan terakhirnya.

Na do saranghae, nae chagiya…

—-END—-


signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF

53 thoughts on “Saranghae, Nae Chagiya”

  1. Waaahhhh… aku baru baca… kok 3rd.. sedikit sekali yang kumen… ckckck

    KEEEEYYYY… HWUAAAA… jika gadismu yang itu meninggal aku dengan senang hati membuka pintu kembali untuk mu cintaku, sayangku, matahariku, permata jiwaku…. kembalilah padaku… ohohohoho~

    *Author: woy berisik! lo kalau mau nyembah Key di hutan aje sono jgn di sini!*

    Baguuuusss…. bagi aku lebih bagus dari SMEW malah..*gak juga deng… wakakaka… **author: ah gelo lo!*

  2. Wowww… sad ending…
    HEY!!! ADA APA INIIII KENAPA PAGI INI SEPI SEKALIIII????? HHhhhzzzzzz…. -__-‘
    ayolah.. semuanya komen…

    Bagus bagus FF nya ^.^

    1. Ya ampun.. kalau beda bulan doang mah gak usah di pikirin ^.^ yang penting satu tahun aja.. ye ga? Kita seumruan.. santai aja… hehehehe

      Yang lain.. makasih udah komen ^.^

  3. nahan nafas
    so sweet bgt kirain minmi akan slamat
    udahlah key relain aja masi ada aku d’sini menantimu*d’lirik taemin*

  4. huwaaaa,,,,
    sad ending toh…
    kirain bklan hppy ending…
    key m aq aja…kkkkk *dplototin zika*>_<

  5. Ya ampun.. bahkan aku belum komendi sini.. maaf yah Alya baru komen jam segini..

    Baguzzzz… oh yah.. konfirmasi nya entar dulu yah.. tahu sendiri lah aku sedang sibuk-sibuknya.. kekekeke… mian.. harusnya sih kamu udah bisa say… sabar ya…

      1. Waaahhh terim akasihhh.. baiknya dongsaeng ku ini… fufufu…
        Ziap! kkk.. kalo gitu kamu berbakat jadi model iklan ^.^ kekekeke..
        Sudah lah.. lupakan.. nanti aja aku kasih tahu soal konfirmasi nya ^m^

    1. ANNYEONGGGG ^O^ *teriak-teriak pake toa*
      NEW READER KAAAHHH??? TEMAN ALYA KAAHHH???
      Tapi yang pastiii makasih udah berkunjung ^.^

      Jadi pembaca tetap yah sayyyy ^.^
      Ngomong-ngomong.. ini author nya kelahiran 96 loh.. kamu kelahiran taun brp???

      1. saia kelahiran 97 onnie…hehe

        *nie anak nyambung aja…sok kenal pula*
        hehe kalo gitu lam kenal aja deh ma authornya…wkwkwkkw

  6. hiks hiks… aku hampir nangis bca FF ini…. sedih bgt… kasian… hanya gra” slah paham aja…

  7. Baru baca…
    Hiks hiks…sedih bgt ceritanya…
    Coba key gak nampar minmi waktu itu,pasti kejadiannya gak kaya gini…^dilempar batu sm fans key^

  8. sabar key…masih ada aku di sini…wkwkwkw *lebay…lupakan*

    ffnya bagus onnie…hoho LANJUTKAN *halah…kaya SBY aja*

  9. keren..keren
    ini ff nya menyentuh bangett 🙂

    key.. yang sabar ya masih ada aku kok :* *plakkk*

    autjor salam kenal ya (y) ? 😀

  10. Huwaaaaa~ aku nangis nih,, aku nangis *emang peduli??-_-* ceyitanya keyeeen… Aku uka,,aku uka *belagak bayi baru bisa ngomong* hehe~ pokoknya daebbak deh nie ff..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s