HOROR: Bloody Vacation

p.s: Tadinya FF ini mau di keluarin jam 12 malem.. tapi berhubung tadi pas aku baca komen ada yg nge-request jadi aku percepet aja out nya ^o^. Selamat baca buat Minhosaranghae ^-^

Author: Wiga

Cast : Shinee, Park Nada, Shim Yui

Ini aku coba bikin cerita serem, heeheee..GA ADA HUBUNGANNYA YA..sama sekuel rainbow Cuma nama-nama pemerannya aja yang sama,,

miaan kalo rada geje..

CONGRATULLATIONSSSS!!!!!!!!

SELAMAT YAAA, CHINGU…….. KAMU BERHASIL MEMENANGKAN HADIAH UTAMA KARENA  FANFIC KAMU YANG UDAH JADI BEST FANFIC UNTUK KOMPETISI TAHUN INI…

UNTUK HASIL VOTE BISA KAMU LIHAT DIBAWAH INI :

PARK NADA                         :792 VOTES

SHIM YUI                              :790 VOTES

LEE TAEMIN                       :789 VOTES

ONEW                                    :513 VOTES

XXX                                        :312 VOTES

YYY                                        :213 VOTES

ZZZ                                         :123 VOTES

HADIAHNYA AKAN KAMI KIRIM KE RUMAH KALIAN MASING-MASING.

KEEP WRITING GUYS..

BY- SHINEEWORLDFICTION

Nada mengecek emailnya dengan hati berdebar-debar, hari ini adalah pengumuman pemenang lomba ff yang diselenggarakan oleh shineeworldfiction.

sudah tiga tahun berturut-turut nada gagal dalam kompetisi ini, namun tahun ini akhirnya nada keluar juga sebagai pemenang.

“ opppppaaaaaaaaaaaaaaa….  aku berhasil!!!” teriak nada senang.

“ hmmmm… aku yakin pasti kali ini kamu berhasil jagia..” kata pacarnya mesra, sambil melingkarkan tangan nya dipinggang nada.

“ minho oppa… jangan begini ahh… nanti ummaku melihat..” bisik nada malu.

“ umma mu keluar barusan…” bisik minho kemudian mulai mencium tengkuk nada.

“saranghae, nada…” lanjutnya.

nada berusaha melepaskan diri dari minho, namun minho memeluknya erat.

TING..TONG.. terdengar bell dari pintu depan.

“ oppa, lepas… sepertinya ada yang datang..” kata nada sambil melihat ke arah pintu depan.

dengan enggan minho melepaskan kedua tangan nya.

nada membuka pintu, seorang tukang pos datang membawa sebuah surat.

“ kamsa hapnida, ajjusshi..” kata nada sambul menutup pintu.

minho menghampirinya, “ itu apa, jagia..” Tanya nya kepada nada.

“ molla, tapi ini ditujukan untuk ku oppa..” jawab nada sambil membuka surat tersebut.

“ ini…….” kata nada, perlahan senyum nya terkembang.

&&&

“ Tiket menginap 3 hari 2 malam di paradise island..??” Yui membacanya dengan pelan.

“ coba ku lihat..” kata jonghyun.

jonghyun mengamati surat yang barusan diterima yui dari tukang pos,

“ wow.. debak!! tempatnya indah sekali..” kata jonghyun mengamati brosur yang ada didalamnya.

“ disini tertulis untuk 2 orang.. ajak aku ya… please….” kata jonghyun memohon.

“ Mengajakmu???” Tanya yui dengan pandangan menimbang-nimbang,

“ please….” ratap jonghyun.

“ ok.. berhubung, aku sedang tidak punya pacar kali ini aku akan mengajak mu.. tapi kau jangan macam-macam disana..” kata yui.

jonghyun tersenyum, menatap yui sangat dalam,,

“ kalau begitu, jadi pacarku ya ??” jonghyun menggenggam tangan yui.

yui diam,,

“ oppa.. jangan bercanda..” kata yui kemudian.

“ kali ini aku serius..” kata jonghyun, sambil menguatkan genggaman tangan nya kepada yui.

BUUKKK!!! tiba-tiba yui melemparkan bantal ke arah muka jonghyun..

“ yaa!! kali ini aku tidak akan tertipu!! terakhir kali kamu bertingkah seperti ini hanya untuk mengerjaiku saat aku berulang tahun..” teriak yui sambil terus memukulkan bantal ke arah jonghyun.

yui sudah hapal benar karakter sahabatnya yang satu ini tidak pernah bisa  serius.

selalu bercanda.

jonghyun tertawa masam, dalam hatinya sedikit kecewa karena yui menanggapinya hanya sekedar bercanda.

***

Hari yang ditentukan tiba, sesuai dengan informasi di brosur, para pemenang lomba ff akan berkumpul di bandara.

ada seorang pria berbaju hitam-hitam memegang spanduk besar  bertuliskan “ SELAMAT DATANG PARA PEMENANG LOMBA FANFIC SHINEE WORLD FICTION”

“ saya kim kibum, tour guide kalian.” kata orang itu ramah.

“ Park Nada dengan Choi Minho, Shim Yui dengan Kim Jonghyun, Lee Taemin, kamu tidak membawa pasangan??” Tanya kibum sambil melihat kearah taemin.

“tidak, aku sendiri..” kata taemin pelan.

“onew belum datang??” kata kibum lagi sambil memandang sekelilingnya.

seluruhnya terdiam.

tiba-tiba ada seseorang berbaju putih berwajah pucat menghampiri mereka.

“ aku onew” katanya datar.

“ kamu sendiri..??” lanjut kibum lagi.

onew hanya mengangguk.

“ ok, para juara sudah lengkap.. ayo kita jalan, hari sudah siang kemungkinan sampai sana malam..” kata kibum sambil berjalan.

Mereka naik pesawat terbang sekitar 2 jam dan setelah sampai di bandara mereka harus naik mobil lagi selama 4 jam.

akhirnya menjelang malam, mereka sampai juga di sebuah motel kecil tidak jauh dari laut.

“ waaahh,, tempatnya keren, seperti pulau pribadi…” teriak taemin memandang laut dari jendela besar di dalam motel tersebut.

motel tersebut adalah satu-satunya bangunan yang ada di sana, bergaya motel tempo dulu, dengan lantai kayu, perapian dan meja makan besar, disudut ruangan ada piano.

“ motel ini mempunyai 2 lantai, masing-masing lantai memiliki 3 kamar dan ada kamar mandi di setiap kamar, ruang makan dan dapur ada di bawah, 1 hal yang perlu kalian tau, jangan pernah memasuki ruang bawah tanah..” kata kibum sambil memandang kepada mereka ber enam.

“ Park Nada dan Choi Minho, kalian di lantai 1 kamar B, Onew dikamar C, dan aku dikamar  A, sedangkan Shim Yui dan Kim Jonghyun lantai  2 kamar A dan Taemin kamar C. kalian bisa mandi dan beristirahat sebentar, satu jam lagi kita kumpul disini untuk makan malam.” kata Kibum dingin dan segera ia beranjak ke kamarnya.

“ kita satu kamar oppa?? andwae..” kata nada menolak dirinya dan minho berada di dalam satu kamar.

“ kenapa jagia?? sudah lah tidak akan ada apa-apa aku janji..” jawab minho sambil tersenyum, ia membawa tas nya serta tas nada lalu berjalan ke arah kamar mereka.

nada mengamati pintu kamarnya, cat nya sudah mulai terkelupas sehingga huruf B nya terlihat seperti angka 13.

nada, yui, taemin, jonghyun dan minho sudah berkumpul dimeja makan besar. makan malam sudah terhidang, namun mereka menunggu onew dan kibum datang.

“ Motel ini sangat sepi sekali ya..” gumam Yui

“ Yaa.. tampaknya disepanjang pantai hanya motel ini satu-satunya bangunan yang ada, seperti pulau pribadi..” sambung jonghyun.

“ kau tau, sepertinya onew hyung terlihat pucat, apakah ia sakit..??” Tanya taemin tiba-tiba kepada yui.

“ mungkin, aku tidak tau, tapi kukira tour guide kita yang sakit.. kim kibum terlihat seperti sakit.” kata yui.

“ apakah itu bukan karena make up??” kini jonghyun yang berbicara dan semua orang langsung menatapnya heran.

“Yaaa!! kau garing sekali, jonghyun!!!” kata Yui sebal

“ sudah berkumpul semua..” Kibum datang (masih dengan baju hitam-hitam nya)sambil tersenyum dan mengambil tempat duduk di sebelah taemin.

tak lama kemudian onew datang. semua orang memandangnya, kulitnya tampak pucat sekali, senada dengan baju putih yang ia kenakan.

“ kamu sakit?” Tanya Yui kepada onew , namun onew diam saja tanpa menjawab apa-apa.

Mereka menghabiskan kan  makannya dalam diam.

“ JJTTTAAAAARRRRR!!!!!!! “ tiba-tiba terdengar suara petir menyambar disusul dengan hujan yang turun dengan derasnya.

refleks yui langsung memeluk jonghyun disampingnya.

“ ga apa-apa yui,,,,” bisik jonghyun menenangkan sambil menepuk lembut bahu yui.

“ berhubung cuaca hujan, malam ini kita tidak ada kegiatan.. silahkan beristirahat, besok kita akan berkeliling pulau ini “ kata kibum pelan.

“ Kalau kamu takut, aku akan tidur di sofa..” kata minho sambil membelai rambut nada.

nada menunduk, “ enggak oppa.. aku percaya oppa…” kata nada.

“ met malam oppa..” kata nada.

“ met malam jagia,,” balas minho sambil mengecup lembut kening nada.

Nada terbangun karena suara petir, ia menyeka matanya.. dilihatnya minho sedang terlelap disebelahnya.

“ aiigooo.. kamu tampan sekali oppa..” bisik nya sambil tersenyum.

Ting..Ting..Ting..Ting..Ting…

dalam deras nya hujan, samara-samar ia mendengar suara denting piano.

nada melihat jam dinding, ternyata jam 12 malam.

penasaran ia keluar kamarnya dan berjalan menuju arah suara.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting.. Ting..

ia berjalan pelan-pelan menyusuri tangga motel, makin lama denting piano makin terdengar kencang ditelinganya.

ruangan bawah sudah dimatikan lampunya, hanya cahaya lilin disudut ruangan satu-satunya sumber cahaya.

nada tiba di anak tangga paling bawah, angin dingin berhembus melewati tengkuknya.

nada merinding, ia meraba tengkuknya dan berbalik, ia melihat sekitarnya..

“tidak ada siapa-siapa”  batin nada, hanya cahaya lilin yang bergerak ditiup angin.

Ting..Ting..Ting..Ting…Ting…

suara piano terdengar makin keras, nada berjalan menuju piano di sudut ruangan.

5 langkah lagi…

Nada berusaha melihat siapa yang bermain piano tengah malam ini.

4 langkah lagi…

3..

2..

suara piano tiba-tiba berhenti. tidak ada siapa-siapa disana.

nada terkejut karena tidak ada orang yang bermain piano,

“ aneh,, tadi terdengar jelas bunyi piano dari sini.. mengapa tidak ada orang sama sekali.” batinnya.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting….

terdengar lagi bunyi piano, namun kali ini dari pintu ruang bawah tanah.

nada melangkah mendekati pintu ruang bawah tanah,,

hujan semakin deras, cahaya lilin satu persatu mulai redup karena tertiup angin.

selangkah lagi ia mencapai pegangan pintunya, ketika ia hampir menggapai pegangan pintu tersebut, sepasang tangan mencengkeram lengan nya dari belakang dan berbisik ditelinganya.

“ Kamu sedang apa, Nada..”

“ Kamu sedang apa, Nada..”

Nada berbalik, Kibum yang berada di depannya..

“Kibum oppa…… tadi.. aku.. mendengar….” kata nada terbata-bata.

ia merasakan  tangan kibum sangat dingin, wajahnya terluhat sangat pucat.

Kibum mendekatkan mukanya kepada nada, begitu dekat, sampai nafas kibum terasa di pipi nada.

“ sudah ku bilang, jangan pernah mendekati ruang bawah tanah..” bisiknya tajam.

“ iya oppa.. mianhae..” bisik nada pelan.

kibum melepaskan cengkeraman ditangan nada, “ kembalilah ke kamarmu..” kata kibum.

Nada menuruti ucapan kibum cepat-cepat melangkahkan kakinya ke arah kamarnya, ketika ia menengok kebelakang, Kibum sudah tidak ada.

Nada kembali ke kamar, dilihatnya minho masih terlelap,  nada mencoba untuk memejamkan mata, namun ia sulit tertidur lagii, pikirannya dipenuhi pertanyaan.

“mengapa tiba-tiba kibum oppa berada di belakangku, dan aku sama sekali tidak merasakan kehadirannya..”

saat nada mulai memejamkan mata, tiba-tiba terdengar suara orang berteriak.

“AAggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Minho langsung terbangun, begitu juga nada..

minho segera menuju pintu “ jagia, kamu tunggu dikamar ya..” kata minho sambil memakai sepatunya.

“ oppa.. aku ikut, “ kata nada sambil menggandeng minho.

“ ok, tapi jangan jauh-jauh dari ku jagia..” pinta minho tegas.

minho dan nada berjalan menuju lantai 2 sumber suara, disana sudah yui, jonghyun, dan kibum yang ada di depan pintu kamar  taemin.

“ apa yang terjadi??” Tanya minho.

“ aku tak tau.. teriakan nya berasal dari kamar ini..” jonghyun menjawab dengan tegang.

“ kenapa tak di buka..??” Tanya minho lagi.

“ terkunci..” jawab jonghyun

tiba-tiba ada darah mengalir dari sela-sela pintu kamar taemin.

“ CEPAT DOBRAK PINTUNYA…!!!” teriak Minho.

dalam hitungan ketiga minho, kibum, dan jonghyun mendobrak pintu kamar  taemin.

semua terdiam membeku,

minho refleks menutup mata nada, sedangkan yui dan jonghyun sama-sama menutup mulutnya.

taemin tergeletak diranjang, seprai dan bajunya berlumuran darah, matanya membelalak, kepalanya hampir  terputus dari lehernya..

darah segar masih menetes..

kibum langsung menutup kamar taemin.

nada dan yui menangis. “ siapa yang tega melakukan ini..” bisik jonghyun sambil memeluk yui dan membiarkan yui menangis dibahunya.

“ di mana onew..” kata jonghyun tiba-tiba.

“ ta.. tadi kamarnya masih tertutup..” kata nada tersendat.

“ kita kesana..” kibum berjalan di depan menuju kamar onew, wajah nya tegang dan sangat pucat.

jonghyun, yui, minho serta nada berjalan mengikuti kibum,

seluruhnya terlihat sangat tegang, hujan masih turun dengan deras, menambah tegang suasana.

“ ia tidak disini..” kata kibum saat membuka pintu kamar onew.

terlihat kamarnya begitu rapi, seperti belum pernah ditempati sebelumnya.

“ oppaa.. aku takut.. aku mau pulang..” nada mulai menangis, terbayang darah yang mengalir dari pintu kamar taemin.

“ diluar hujan sangat deras,, setidaknya kita tunggu sampai hujan nya berhenti “ tukas kibum.

“ mengapa tidak ada seorang pun disini selain kita???” Tanya Minho.

“ seluruh pelayan sudah pulang saat kalian tidur” jawab kibum.

“ kita cari bantuan, kita telepon polisi, apakah ada telepon disini??” kata jonghyun bertanya kepada kibum.

“ aku tak tau, aku hanya tour guide..” jawab kibum dingin.

“ pakai ponselku saja.. kita kekamarku..” kata minho tegas.

mereka semua berkumpul dikamar minho,

minho mengambil ponselnya dan menekan tombol 911.

“ sial, tidak ada jawaban..” kata minho frustasi.

nada mengambil notebooknya, ia menyalakannya dan mulai mengetik.

“ apa yang kamu lakukan nada??” Tanya yui duduk disampingnya.

“ aku mau masuk ke shinne world fiction, mencari tahu tentang onew.” kata nada.

tak lama kemudian,

“ ketemu..” gumamnya.

saat nada mengklik home, terdapat informasi yang membuat mereka terkejut.

nada membacanya dengan suara bergetar.

“ Kami segenap staff dan admin dari shinee world fiction.. turut berduka cita..

atas meninggalnya.. author muda berbakat kita ONEW.. yang meninggal karena kecelakaan, kemarin malam. semoga arwah nya tenang di sisinya..”

yui langsung menutup mulutnya..

“ tak mungkin.. jadi Onew yang bersama kita selama ini adalah…” jonghyun tidak melanjutkan kalimatnya.

“ tunggu… ia bukan Onew..” bisik nada.

“ lihat.. fotonya berbeda..” lanjutnya sambil memperlihatkan notebook nya kepada yui dan jonghyun.

foto tersebut memperlihatkan gambar seorang laki-laki muda yang agak gemuk, pipinya kemerahan, memakai kacamata dan berambut ikal, berbeda dari Onew yang selama ini ada bersama mereka.

“ Jadi.. siapa yang bersama kita ??? mengapa dia mengaku sebagai Onew?? ada apa ini sebenarnya..” bisik Nada

“ Begini, kita cari onew, kita cari disekitar motel ini.. Bagaimana??” usul Kibum.

“ Yang perempuan, sebaiknya tetap dikamar, kunci pintunya dari dalam, jangan biarkan siapapun masuk kecuali kita… Kalian mengerti!!!” Perintah Kibum.

Yui dan Nada mengangguk.

wajah mereka terlihat sangat pucat.

Kibum, Jonghyun, dan Minho segera keluar dari kamarnya.

“oppa..” nada berbisik.

minho menghentikan langkahnya, ia berbalik dan memeluk nada dengan sangat erat.

“ oppa…” nada mulai menangis dipelukan minho.

“ tenang nada, semua akan baik-baik saja, aku ga akan lama, aku pasti akan kembali..”

nada tidak bersuara, ia hanya menangis dan memeluk minho dengan sangat eratnya.

“ saranghae jagia.. saranghae.. “ bisik minho.

“ nah ingat jagia, kunci pintunya dari dalam, jangan buka jika suaranya tidak kamu kenal.” kata minho sambil bergegas menyusul kibum dan Jonghyun yang sudah berjalan lebih dulu.

setelah mereka pergi, nada segera mengunci pintunya dari dalam.

hujan masih turun dengan derasnya, nada melihat jam masih jam satu malam.

ia duduk disebelah yui.

“ mengapa jadi seperti ini nada..” bisik yui

“ aku tak tahu… aku juga takut yui, sangat takut..” jawab nada sambil menangis.

“ harusnya aku tidak pergi..” sesal yui

JTTTTAAAAARRRRRRRR……!!!!!!!

Petir menyambar kencang sekali, tiba-tiba disekeliling mereka gelap.

“ NADA!!!” yui teriak..

“ Yui, aku disini, sepertinya mati lampu “ kata nada terdengar panik ia meraba-raba tempat tidurnya mencari notebook yang baru saja ia letakkan.

ia menyalakan nya, terdapat sedikit cahaya.

“ tinggal 25% remaining.. tidak akan bertahan lama..” bisik nada.

hanya cahaya dari notebook nada yang menerangi kamar mereka,

“nada.. kau mau mencari lilin..?” usul Yui.

“ kita tidak boleh keluar Yui, kau tidak mendengar tadi apa yang dikatakan Kibum??” kata Nada menolak usulan Yui.

“ araseoyo..” kataYui.

Ting.. Ting..Ting.. Ting.. Ting…

“ Dengar!! kau mendengarnya Yui..??” Tanya Nada.

“ apa??” kata Yui tidak mengerti

“ Suara piano.. Kau mendengarnya??” Tanya nada sekali lagi.

“ aku tidak mendengar apa-apa, hanya suara hujan.. Nada jangan bercanda disaat seperti ini” pinta Yui.

“ Yui.. Demi Tuhan.. aku tidak bercanda.. Suara nya terdengar samar-samar.. tadi juga aku mendengarnya..”

“TOK..TOK..TOK..”

“TOK..TOK..TOK..”

terdengar suara ketukan di pintu.

nada dan yui terdiam, tangan Yui memegang tangan Nada.

“ siapa..?” kata Yui gemetar.

“TOK..TOK..TOK…”

“ siapa..” Tanya Yui lagi.

JJTAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!

petir menyambar lagi, hujan diluar semakin deras, angin bertiup kencang

TOK…….TOK……

“ SIAPAA?????” kini Yui berteriak.

“Nada….. Nada…. Tolong aku….. Tolong aku….” terdengar suara rintihan dari pintu.

nada berdiri, ia berjalan mendekati pintu.

“ Tunggu Nada!!” Yui mencegahnya.. “ Kita tak tau siapa yang mengetuk pintu”

“ Suara Minho oppa…” kata nada.

“ Kita harus memastikannya Nada…” Yui berusaha menahan Nada.

“ Nada…. Tolong aku..” kata suara itu lagi.

“ itu suara Minho oppa..” kata Nada segera berjalan membuka pintu.

Pintu berhasil terbuka..

“ Minho Oppa….??” kata nada.

Jonghyun, Minho, dan Kibum terus menelusuri sekitar motel tersebut, namun hasilnya nihil, mereka tidak menemukan jejak keberadaan Onew.

JJTTTAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!!!!!!

petir menyambar lagi, perasaan jonghyun mulai tidak enak.

“ sebaiknya kita kembali ke kamar, disaat mati lampu seperti ini dan petir terus-terusan menyambar, kurasa Yui dan Nada akan ketakutan” kata jonghyun.

“ tunggu, masih ada satu tempat lagi yang belum kita periksa” kata minho sambil menunjuk ruang bawah tanah.

“cepat kita periksa, setelah itu kita kembali ke kamar..” kata jonghyun.

Minho dan Jonghyun berjalan menuju pintu bawah tanah,

“ sudah ku katakan, kalian tidak boleh mendekati ruang bawah tanah..” teriak Kibum.

Namun Minho dan Jonghyun tidak mendengarnya.

mereka sampai di pintu bawah tanah. jonghyun memegang pegangan pintu tersebut.

“ Debunya tebal sekali, sepertinya sudah sangat lama pintu ini tidak di buka..” kata jonghyun.

mereka mencoba membuka pintu tersebut namun pintu itu tetap terkunci.

“ mungkin terkunci dari dalam” kata minho menyerah.

“ KKKYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa” terdengar suara teriakan Yui.

“ Minho oppa..” bisik Nada ketika membuka pintu.

namun ia terkejut, tidak ada siapa-siapa disana.

“ Minho Oppa ??” nada berbisik lagi.

“ Nada cepat tutup pintunya..” perintah Yui, keringat dingin membasahi tangan nya.

Nada berjalan keluar pintu, ia menengok kesekelilingnya mencari sosok Minho.

Tiba-tiba ada sesuatu menariknya kuat.

“ KKKKKKKYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAA” Yui berteriak.

“ NADAAA!!!!” ia menjerit.

Namun Nada sudah menghilang dari pandangan nya.

Tak lama kemudian Kibum, Jonghyun dan Minho Menghampirinya.

“ Ada apa Yui??” Tanya Jonghyun.

Yui segera menghambur ke pelukan Jonghyun, ia menangis badan nya gemetaran.

“ Mana Nada??” Tanya Minho.

Yui diam, Ia hanya menangis.

“ YUI..DIMANA NADA???” Tanya Minho dengan suara yang keras.

“ JANGAN MEMBENTAK NYA SEPERTI ITU!!!!” teriak jonghyun tak kalah keras.

“ Nada..” Yui menceritakan yang terjadi kepada Minho sambil menangis.

“ AARRRGGGHHHH!!!!! “ Minho berteriak frustasi.

“ Jonghyun, aku takut, aku ingin pulang…” kata Yui.

“ iya, kita pulang sekarang.., Kibum bagaimana caranya kita keluar dari sini??”  Tanya jonghyun.

“Mobil masih ada di parkiran, di dekat pintu gerbang motel ini” kata Kibum sambil terus melihat ke arah Yui.

“ maksudmu kita harus berjalan melalui jalan setapak, dan melewati hutan..?? itu kan jauh sekali.. Mengapa tak kau parkir saja mobilnya di depan motel??” Tanya Jonghyun.

“ Karena kukira besok kita akan berkeliling pulau, jadi kuparkirkan disana, Kuncinya ada dikamarku..” jawabnya dingin.

“ TIDAK ADA YANG BOLEH KELUAR DARI SINI SEBELUM KITA MENEMUKAN NADA!!!” teriak Minho.

“ YYAAA!!!! pakai akal sehatmu minho!!! nada sudah mati!!!” tukas jonghyun.

“ Dia belum mati, aku tau itu..” kata Minho pelan.

“ Kita mencari kemana? sudah seluruh motel kita susuri, kau lihat sendiri kan??”  kata jonghyun lagi.

“ tapi aku yakin dia masih hidup, aku masih bisa merasakannya..” bisik Minho.

“ begini saja, kita cari Nada sekali lagi, jika tidak ketemu, kita pulang.. bagaimana..??” usul Kibum.

Minho dan yang lainnya mengangguk lemah.

jam menunjukkan pukul 2 pagi,

“ sudah 2 jam berlalu… rasanya seperti berabad-abad.. aku tidak bisa menunggu lagi.. sudah terlalu lama aku menunggu…”

Nada membuka matanya..

ia merasakan dirinya tertidur di kasur yang sangat nyaman, entah kenapa tubuhnya terasa sangat lemah.

ia memandang sekelilingnya,

gelap…

hampir  tak ada cahaya, kecuali cahaya lilin yang berada di sudut ruangan.

ruangan tersebut sepertinya sebuah kamar tidur, yang berukuran sangat besar, banyak barang-barang memenuhi ruangan tersebut, namun nada tidak bisa melihat jelas karena sangat gelap.

Nada mencoba untuk bangun, ia duduk dan mencoba untuk berdiri.

“ Kamu sudah bangun nada??”  terdengar suara seorang pria.

nada mencari sumber suara tersebut, ada seorang pria duduk menghadap nya, namun mukanya tidak terlihat karena gelap.

“ siapa..” bisik nada.

“ jangan takut.. kamu aman disini..” kata pria itu lagi.

ia berdiri dan berjalan menuju nada.

“ O, Onew???” Tanya nada, ia menggeser badan nya menjauh dari sosok yang dilihatnya.

Onew hanya tersenyum.

“ jangan takut.. kamu aman disini..” ia mengulangi ucapannya.

“ Kamu… Kamu bukan Onew kan…? Dia.. Kemarin.. Sudah Meninggal….” Tanya Nada terbata. Ia sangat takut, ia menahan  lututnya agar tidak gemetaran.

“ Aku Lee Jinki..Maav sudah membohongi mu..” ia tersenyum.

“ mengapa kau membunuh taemin ??”

“ bukan aku yang membunuhnya.. dia yang membunuhnya..” kata Lee Jinki, raut muka nya menjadi sedih..

“ dia?? siapa dia??”

“ Miann.. aku tidak bisa menyebut namanya.. aku.. aku… terlalu takut…” ucapnya lemah.

“ kenapa..?? aku tidak mengerti…” Tanya  Nada pelan.

“ Sudah lah, yang penting kamu aman disini.. dia tidak bisa melukaimu disini..” katanya kembali tersenyum.

“ Dia?? Dia Siapa ?? aku mau keluar.. aku mau mencari minho oppa… aku mau pulang..” pinta nada.

“ kamu tidak bisa keluar dari sini nada..” bisik Lee Jinki. Raut mukanya pucat, matanya tajam menatap nada, bibirnya menyunggingkan sebuah senyum.

“ aku sudah menunggu terlalu lama..”

Jonghyun, Yui, Kibum dan Minho duduk di meja makan, mereka sudah mencari kemana-mana namun nada belum juga ditemukan.

“ Kita sudah mencarinya minho, tepati janji mu.. kita pulang sekarang..” kata jonghyun.

“ Kalian pulang saja, panggil polisi dan ambulans, aku tidak akan kemana-mana sampai nada ditemukan.” kata minho tegas.

“ minho, tolong jangan keras kepala seperti ini, bahaya jika kamu disini sendirian..” tukas Yui.

Minho terdiam, ia tidak peduli. jika seandainya nada sudah tidak ada, Ia hanya ingin membawa jasad Nada pulang bersamanya.

“ jonghyun.. aku ingin buang air kecil..” Kata Yui.

“ Kuantar sampai pintu kamar, sekalian kita kemasi barang-barang kita, kita pulang sekarang.” kata jonghyun menggandeng tangan Yui.

“ Kuambil kunci mobil ku dulu dikamar..” Kibum juga berdiri menuju kamarnya.

hanya Minho yang tidak bergeming.

Ia tetap duduk di meja makan, kepala nya menunduk..

“ Nada.. Kamu dimana..” bisiknya lemah.

“KKKKKYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!” Terdengar suara teriakan Yui.

Minho segera berlari menuju kamar Yui. terlihat Jonghyun berusaha mendobrak kamar Yui,

“ Sial dikunci dari dalam..” maki jonghyun. minho membantunya.

Akhirnya pintu berhasil di dobrak. jonghyun dan minho segera memasuki kamar Yui, tidak ada apa-apa, hanya tirai jendela yang bergerak-gerak karena ditiup angin dari luar.

Jonghyun membuka pintu kamar mandi, ia jatuh berlutut, menangis memandangi apa yang ada di hadapannya sekarang.

“ Tidak Mungkin… YYUUUIIIIIIIIIIIIIII” teriaknya kencang.

Yui tidak bergerak tubuhnya tergantung di kamar mandi dengan darah yang masih menetes, matanya membelalak, rambutnya basah oleh darah dan ..

“ jantung nya tidak ada..” bisik Minho

ia tidak sanggup memandang kematian yui yang sangat mengenaskan, bagian dada Yui sebelah kiri berongga besar, jantung nya hilang, hanya daging dan tulang yang terlihat.

“ TTTOOOOOOOOLLLLLLLLOOOOOOONNNNNNGGGGGGGG!!!!!!!!!”

“ MINHOOO OPPPAA TOOOLOONNG  AKKUUU..”

Terdengar suara teriakan Nada.. tanpa berpikir panjang minho segera berlari meninggalkan jonghyun sendiri.

“ Aku sudah menunggu terlalu lama..”

“ Apa maksud Oppa..??” Tanya Nada tatapanya Lee jinki membuat Nada takut.

“ Sudah terlalu lama nada… 20 tahun lebih aku menunggu mu..”

Nada terdiam berusaha mencerna kata-kata Lee Jinki.

“ Sekarang, kita ga akan berpisah selamanya.. kamu datang kesini untuk menemaniku kan??”

“ Aku mau pulang oppa..” bisik Nada.

namun Lee Jinki seperti tidak mendengar omongan Nada, ia terus berbicara..

“ Dua puluh tahun lalu.. aku sendirian disini.. orang tua ku yang mengunci ku disini.. kata mereka hanya ini satu-satunya tempat teraman, ia tidak mungkin bisa masuk tempat ini..

Lihatlah…” Lee Jinki berhenti berbicara tangan nya menuju ke atas.

Nada mendongak ke atas, tampak banyak salib mengitari dinding-dinding kamar tersebut, dan walau tidak terlalu jelas, nada bisa melihat lukisan salib indah yang sangat besar diatas langit-langit kamar tersebut.

“ hanya ruangan ini yang tidak bisa dia masuki Nada… Aku menunggu sekian lama, tapi orang tua ku tidak mengeluarkan ku dari sini, kurasa mereka juga telah dibunuh nya..

kau tau.. aku kelaparan.. aku kedinginan.. aku ketakutan  Nada.. Aku sendirian…. Aku kesepian..” Kini wajah Lee Jinki berubah menjadi sendu. ia menangis, namun bukan air mata yang ia keluarkan, melainkan darah!!.

“ TTIIDDAAAKKKK…..TTTTOOOOOOOLOOOOOOOOOOONNNGGGGGGGG..” Nada berlari menuju pintu, namun pintu tersebut tidak bisa terbuka.

“ MMIINNHHOO OOOPPPPAAA TTOOLOOONNGG AAKUUUUUUU!!” nada berteriak sambil menangis.

“ Percuma, Nada.. Kau tidak akan bisa keluar dari sini,, aku kesepian Nada.. tolong temani aku….” Lee Jinki berjalan mendekati nada, kini wajahnya sangat menyeramkan.

Ting… Ting… Ting… Ting…

terdengar bunyi piano yang sama seperti yang nada dengar tadi malam.

Ting.. Ting.. Ting,,

“ kamu suka kan lagunya nada , aku bisa memainkan nya hanya untuk mu..”

“ Temani aku ya…”

“ Minhoo Oppaaaa” Teriak Nada putus asa., ia hanya bisa menggedor-gedor pintu dari dalam.

“ NADAA!!!” Nada mendengar suara Minho dari balik pintu.

“ OPPAAA…TOLONG AKU OPPAAA…” Teriak Nada ketakutan.

“ PUTAR KENOP NYA DARI DALAM!!!” Teriak Minho.

Dengan sekuat tenaga Nada berusaha memutar  kenop pintunya namun seperti nya kenop pintu tersebut macet karena berkarat.

“ Kamu tidak bisa kemana-mana, Nada….” Lee Jinki bergerak makin mendekatinya.

krreeekk. kreeek..

“ Sedikit lagi Jagiaaaa…” teriak Minho.

“ Nada.. Temani aku..” Lee Jinki berada dibelakangnya.

Kreeeeekkk….

akhirnya pintu tersebut terbuka..

Nada segera berlari ke pelukan Minho,

Sedetik kemudian pintu tersebut dengan keras menutup kembali.

“ Oppaaa… aku takut….”  kata Nada menangis dipelukan minho.

Minho pun memeluk Nada dengan erat, ia berjanji  ia tidak akan pernah melepaskan Nada lagi.

“ jagia.. andai kau tau… aku juga takut.. beberapa menit kehilangan kamu.. aku sangat takut.. jagia..”

Minho mendekap erat Nada dalam pelukannya, bibirnya mencari bibir nada, kemudian ia berbisik tepat didepan bibir nada “ Jagia, saranghae… saranghae… saranghae… “

“ Oppa… Nado saranghae..” bisik nada.

“AAAGGGGHHHH… MINHOO… CEPAT PERGI DARI SINI..” teriak Jonhyun sambil melemparkan kunci mobil ke bawah.

Jonghyun membuka pintu kamar mandi, ia jatuh berlutut, menangis memandangi apa yang ada di hadapannya sekarang.

“ Tidak Mungkin… YYUUUIIIIIIIIIIIIIII” teriaknya kencang.

Yui tidak bergerar tubuhnya tergantung di kamar mandi dengan darah yang masih menetes, matanya membelalak, rambutnya basah oleh darah dan..

“ jantung nya tidak ada..” bisik Minho

ia tidak sanggup memandang kematian yui yang sangat mengenaskan, bagian dada Yui sebelah kiri berongga besar, jantung nya hilang, hanya daging dan tulang yang terlihat.

“ TTTOOOOOOOOLLLLLLLLOOOOOOONNNNNNGGGGGGGG!!!!!!!!!”

“ MINHOOO OPPPAA TOOOLOONNG  AKKUUU..”

Terdengar suara teriakan Nada.. tanpa berpikir panjang minho segera berlari meninggalkan jonghyun sendiri.

Jonghyun terdiam, ia menyalah kan dirinya atas kematian Yui.

“ Mengapa kamu harus pergi sebelum aku sempat mengungkapkan perasaan ku yang sebenarnya… aku sayang kamu Yui, sayang kamu.. Mengapa kamu pergi secepat ini..

Tuhan mengapa bukan aku yang kau ambil…”  tangis nya.

“ sebentar lagi kau menyusulnya.. jangan bersedih..” gumam suara dingin yang ia kenal. ia tersenyum.

“ KIBUM??? “ jonghyun berdiri menatap Kibum.

“ Waktu ku tak banyak sebentar lagi pagi..” ucapnya.

“ Kau..” belum sempat jonghyun menyelesaikan kata-katanya Kibum langsung mengarahkan taringnya ke leher jonghyun.

Jonghyun menghindar ia segera menyambar kunci mobil dari saku Kibum dan berlari kearah tangga..

Jonghyun melemparkan kunci mobil tersebut ke bawah.

“AAAGGGGHHHH… MINHOO… CEPAT PERGI DARI SINI..” teriak Jonghyun.

Kibum menerjangnya dari belakang, tangannya menusuk jantungnya dan menariknya.

darah Jonghyun bersemburan ke semua arah,

“ sekarang kau bisa menyusul kekasih mu..” gumam Kibum.

Minho dan Nada melihat ke atas, kearah teriakan Jonghyun. tampak Kibum sedang memegang sesuatu yang merah dan berdarah dari tubuh Jonghyun.

“Kibum.. apa dia sebenarnya..”

Tanpa berpikir panjang Minho segera memungut kunci mobil dan memberikan nya ke arah Nada.

“ Jagia.. berlari secepat mungkin.. jangan menengok ke belakang.. cari mobil, pergi dari sini..” perintah nya kepada Nada.

“ Andwae Oppa.. kita pergi sama-sama..” nada menolak meninggalkan Minho.

“ Percaya padaku Jagia.. jika kau bertemu orang-orang, mintalah bantuan, kau mengerti.” tukas Minho wajahnya tegang.

ia memeluk Nada erat “ Saranghae, Jagia..”

“ Oppa…” nada menangis.

Minho melihat Kibum mulai mendekati mereka.

“ sekarang pergi CEPAT..!!” teriak Minho.

ia mendesak Nada untuk keluar dan setelah nada keluar ia menutup dan mengunci pintu motel tersebut.

“ Oppa…” terdengar nada menangis.

“ Cepat lari Jagia…”

Kibum sudah berada dibelakangnya.

“ How sweet..’ Kata Kibum.

“ Kau melindungi pacarmu?? mmmmmm… Cepat lari Jagia..” Kibum mendelik kearah Minho.

JJJJJTTTTTTTTTAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRR!!!

terdengar suara petir sangat keras.

minho berdoa dalam hati “ mudah-mudahan Nada tidak apa-apa”

“ Kau ini apa sebenarnya???” Tanya Minho kepada Kibum.

“ kau mau membuang-buang waktu ku, ??? ingin menyelamatkan Jagia mu??” Gerutu Kibum.

“ sayang sekali waktu ku tak banyak..” tukas kibum, ia langsung menerjang Kibum.

Minho tidak diam saja, ia melawan Kibum dengan sekuat tenaga,

mereka bergulat cukup lama, minho melihat disebelah kirinya ada tempat lilin yang terbuat dari tembaga.

Minho berusaha mendekatinya.

saat ada kesempatan ia menusukkan benda itu tepat di dada Kibum.

Darah hitam pekat menetes dari dadanya.

Minho tersengal-sengal.

“ selesai sudah.. “

ia berjalan membuka pintu motel.

Kreeeek..

saat pintu terbuka Kibum muncul dihadapanya.

Ia mencekik leher Minho dan mendorongnya ke arah tembok.

“ Kau pikir aku bisa mati???” Tukasnya.

Minho berontak berusaha melepaskan diri, namun tangan Kibum bergerak lebih cepat.

Minho merasakan sesuatu yang dingin memasuki tubuhnya.

minho tidak bisa berteriak lagi hal terakhir yang bisa dilihatnya adalah senyuman Nada..

“ Oppa…” Nada menangis memanggil Minho.

“ Cepat lari Jagia…” Teriak Minho dari dalam Motel.

Nada berlari dengan sisa tenaga yang dimilikinya, ia berusaha tidak menengok kebelakang.

“ oppa..” bisik nya sambil menangis.

ia terus berlari menembus hujan, tubuh nya menggigil karena ia hanya mengenakan baju tipis.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting….

terdengar dentingan suara piano ditelinganya.

nada menutup kedua telinganya dan terus berlari.

“ Tuhan tolong aku..” bisiknya dalam tangis.

Ia merasakan perih yang amat sangat pada kedua kakinya yang telanjang.

JJJJTTTTTTTTTTAAAAAAAARRRRRRRRRRR

petir menyambar dengan sangat kencang, nada menunduk.

“Oppa… Aku takut..” tangis nya pecah. ia menggigil kedinginan.

“ Nada.. Temani aku.. Aku kesepian…” Terdengar suara Lee Jinki di dekatnya.

“ andwae..” bisiknya,

ia berdiri dan meneruskan berlari

Ting.. Ting.. Ting………

Ia berlari memasuki hutan, tangan nya menutup kedua telinganya, ia mulai kehabisan nafas.

“ aku harus kuat.. minho apa masih disana.. aku harus kuat..” tangisnya.

Ting… Ting.. Ting.. Ting…

Saat Nada mulai putus asa, terlihat mobil hitam sekitat 100 meter didepan nya.

nada mempercepat langkah nya, diabaikannya rasa sakit yang kini mulai menjadi-jadi di kedua kaki nya.

selangkah lagi ia sampai,

dengan tangan gemetar ia membuka pintu mobil tersebut.

sambil menangis ia mulai menyalakan mobil, dan menginjak pedal gas sekuat tenaga.

Ting.. Ting.. Ting… Ting…

bunyi dentingan piano kembali terdengar ditelinga nada.

“ AANNDWAEEEEE!!!!!.. ANDWAAEEEE!!!!! KUMOHON TINGGAL KAN AKU SENDIRI “ Teriak nada sambil mempercepat laju mobilnya.

“ TOLOOOONNGGG, KU MOHOOONNNN..Tinggalkan aku sendiri…” Teriak nya lemah sambil menangis sejadi-jadinya.

Suara denting piano itu hilang..

nada sesenggukan di bangku nya, ia menangis..

dan terus menangis..

“ Jadi, Kita mau kemana nada..??”

Nada menengok ke sebelah kirinya dan Kibum tersenyum sambil mengarahkan tangan ke lehernya.

***

TING TONG..

“ Annyeong Haseyo..”

“ Annyeong..”

“ Apa benar ini rumah Park Nada??”

“ Yaa, benar.. saya ibunya.. ada apa??”

“ maav mengganggu ahjumma, saya perwakilan dari Shinee World Fiction ingin memberikan hadiah, karena Park Nada berhasil memenangkan Lomba FF Tahun ini,,”

“ bukannya hadiah nya sudah dikirimkan lewat pos, 3 hari yang lalu??”

“ miaann, memang harusnya 3 hari yang lalu namun kurir kami sakit, jadi baru bisa dikirimkan sekarang, ini hadiahnya 2 Tiket PP Singapore, dan 2 Tiket Nonton Shinee Konser di Singapore, serta  voucher bermalam di Singapore untuk 2 orang..”

“ oh yaa.. nanti saya sampaikan jika sudah kembali, nada sedang berlibur soalnya..”

“ kamsa hapnida ahjumma..

FIN

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
Advertisements

Our Love Should Go On – Part 1

Anyeoong. .inni FF perttama akku lho!*gak ada yang nanya*. Miian yaa. .kalau rada-rada Gaje. Mogga para Author n Readers padda sukka. Ammiinn. .

Cast:

Member SHINee

Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

Han Ri Chan a.k.a Nyda han

Shin Hyun Young a.k.a Wonnie

Park Ri rin a.k.a Ri rin Wookie

Park Min Gi a.k.a Dessi

Park Sun Yi

Other cast

Hai!! Seoul…!. Sebuah kota yang mampu menampung ratusan kisah hidup manusia.Izinkan aku untuk menyapamu pagi ini..!.Hmmmh… Semua orang sibuk untuk memulai kisahnya hari ini. Tidak terkecuali dengan seorang gadis SMA yang sibuk dengan buku-buku yang masih berserakkan diatas tempat tidurnya.

“Kkyaaaaaaa. .nyesseeelll!! kenapa gak dari tadi malem sih beresin buku buat hari ini ke sekolah. Kalau gini terus aku bisa telat nih ke sekolah! !”

Yakiiiin kalau udah nyesel gak bakalan ngulangin lagiii..?. Mmmhhh. . sangat tidak bisa dipercaya. Kejadian seperti ini udah kebiasaannya tiap pagi, termasuk bilang ’nyesseelllll!. . .’gak bakalan ngerubah kebiasaannya yang males nyiapin buku pelajaran dari malem buat besok  pagi. Yaaa… kecuali hari libur.

Ahn-Neul -Rin. .!. Gadis ceroboh, Manja, cerewet, Cengeng, ‘Late Thinking’, peluppa, suka marah GaJe, gak bisa diganggu kalau lagi bad mood, salah satu dari sifatnya yang menurutku aneh, yaitu ni anak suka salting kalau lagi deket Oppa /Sunbae /Dongsaeng /Ahjussi yang ganteng+ dia suka. Yaaa. . . mungkin termasuk kalau lagi deket ma Halbonim.Hahhaa. . .. tapi dari sifatnya yang kebanyakan jelek itu, membuat enam  Onie dan dua dongsaengnya makiin sayang ma dia. Salah satu keberuntungan yang dia punya adalah memiliki jagiya yang ganteng, baik, penyayang, sama-sama punya sifat manja, plus jago ng-dance bernama Lee Donghae *miian yyaa. .bbawa-bbawa paccarkku dari SUJU**Donghae oppa nyengir kuda*.. Udah ah! Kebanyakan ngomongin Neul Rin. Kita tinggalin dulu Neul Rin, biarkan dia menstreskan diri.*reader:yyeee sappa yang nyuruh lo!*

Naahh. . kalau pasangan ini aku percaya mereka tercipta memang untuk bersama. Park Ri rin dan Min Ho oppa, pasangan yang kallem, gak banyak omong.Park Ririn adalah Onie ke tiganya Neul Rin. Dialah yang suka ngasih saran yang bijak ma kelima donsaengnya, termasuk dua onienya kalau lagi ngadepin masalah. Mungkin Park Ririn bisa dibilang bank curhat berjalan. Hampir semua Dongsaeng ma Onienya curhat sama dia. Tapi dia selalu nutupin masalahnya sendiri termasuk sama Min ho Oppa. Dia berpikir, Onie dan Dongsaengnya gak boleh ikut repot mikirin masalahnya sendiri.

SEOUL SENIOR HIGH SCHOOL  1. Sekolah terfavorit di kota Seoul tercinta. Dibangun untuk murid-muridnya yang punya IQ tinggi. Sebuah keajaiban Neul rin bisa masuk ke sekolah ini!.*merendah diri mode : on*.

Pagi ini masih sepi, termasuk di tempat parkiran. Kendaraan pribadi songsaenim juga belum pada mejeng tuh. Tapi sesaat kemudian suara lembut dari mesin mobil keluaran terbaru berwarna hitam mengkilap muncul dari megahnya gerbang sekolah.

“Ccckkkkiiittt. . .”. Mobil berhenti mendadak sebelum waktunya. Seorang gadis berseragam keluar dari pintu kanan mobil, disusul dengan seorang cowok ganteng, berambut pirang dan beralis tebal nambah imut wajahnya. Dia keluar dari jok supir.

“Waeyooo?” Kata cowok itu sambil menutup pintu mobil.

Gadis itu bernama Park Sun Yi, iia. .dia Onie yang paling tua senasib dengan Jagiyanya Lee Jin Ki tapi sering dipanggil Onew Oppa, dialah cowok yang baru keluar dari Jok supir tadi.

Park-sun-yi, biarpun seorang leader tapi masih kalah dewasanya dengan Park Ririn. Kadang dia juga suka kayak anak kecil, apalagi kalau udah ma Onew. Ddeeuuhh. .kumat deh manjanya. Yaa. .kayak sekarang ini, Sun Yi minta mobil berhenti tiba-tiba cuman gara-gara Onew ngomongin Teukki Oppa, temen satu kampus Donghae Oppa.

“Onew. .bisa gak sih gak nanyain aku ma Teuuki Oppa trus. .? aku tuh gak ada apa-apa ma dia. Dia cuman sunbae aku.!”

“Jaggii. .harusnya aku yang marah. Kenapa jadi kamu yang kesinggung. .Kenapa kamu gak terus terang kalau kemarin Teukki hyung ke rumah kamu. Kenapa kamu bilang kamu lagi karaoekean di Nore-bang sama dongsaeng-dongsaengmu..? apa itu tidak mencurigakan. .?”

“ka kkamu. .tau dari siapa…?”

“Neul Rin yang kasih tahu aku!”

*HHiii. .Onew pabo! Rada cool dikeet kke! Bilang’ tidak penting aku tau dari siapa’, kayak di sinetron-sinetron gitu. Kalo gini mah ketauan Neul Rin suka ma Onew*. *Neul Rin:heeehhh! Jangan ngadu domba W m sun yi Onie dong! Onie. .ittuuu boOng kok jangan di ambil hati iiaa.hug-hug Onie.diplotottin donghae oppa*.

“kemarin aku nelpon Neul rin. Dan kata dia, kalian gak maen kemana-mana. Wae jaggi kamu berbohong. .?”. Lanjut Onew sambil menarik tangan kanan Sun Yi.ddeeuuuhhh prikittiww.

“Onew. .mianhaeyo. .aku takut kamu bakalan cemburu kalau tahu kemarin Teukki Oppa datang ke rumah”. Kata Sun Yi dengan suara lemas. Onew semakkin menatapnya. Dia mengusap rambut Sun yi lembut.

“Jaggii. .apa kau suka dengan Teukki Hyung. .?”

Sun Yi kaget dengan ucapan Onew itu..jantungnya berdegup kencang. Dia langsung menengadahkan kepalanya yang dari tadi nunduk.

“Onew. .kenapa kau bilang begitu. .? kemarin ituu. .Teukki Oppa ke rumah cuman bantuin aku buat ngerjain tugas Kimia. Apa Neul rin tidak mengatakannya. .?”

“Anii. Neul Rin tidak mengatakan apa-apa. Bukan karena hal ini aku bertanya seperti itu. Tapi . . .sudah lama aku tahu kalau kamu sedang dekat dengan teman Donghae hyung itu. .”

“Tapi. .”

“Jaggii. .mungkin kita harus sendiri-sendiri dulu, kamu harus tahu bagaimana hati kamu sama Teuki Hyung. Aku tidak mau kalau kamu harus terpaksa berhubungan denganku, tapi hati kamu tidak untuk aku. Mungkin itu terjadi gara-gara kita udah satu tahun berpacaran dan kamu merasa bosan denganku. Dan kalau kamu sudah mengerti dengan hati kamu. Kamu harus memilih antara aku dan Teukki Hyung. Kamu harus tau jaggi. .aku akan selalu menunggumu. .Aku harap kamu kembali padaku. Baik-baik ya. .Jaggiyaku. .”. *terlallu lebbay tag ssi kata2nya?*

Bibir Onew mendarat di kening Park Sun yi. Ada air mata hangat yang mendarat dipipinya. Tapi Onew masih saja memamerkan senyum imutnya. Sun Yi tahu apa yang dirasakan pacarnya itu. Dia cuman bisa menatap punggung Onew yang duluan masuk gerbang sekolah.

Soddaarraa. .soddarraa. .tadi kita sudah menyaksikan drama tragedy di tempat parkir. Alangkah malangnya nasib Onew Oppa *Neul Rin: Oppa menning m akku ajja yuk!*digettok Sun Yi d jambbak Donghae*. .cintanya harus dibalas dengan dusta oleh Park Sun yi. .*Sun Yi:wwOoy. .W jjua gak mau kayak ginii. .Author.a ajjah tu iiang pengen lelebayan*

Park Sun Yi. .berlari di koridor Sekolah. .air matanya terus keluar. Sesekali dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dan tiba-tiba. .’Brruuuuukkkk’. Sun Yi menabrak seseorang. .

“Wwwoooy. .kalau jalan liat-liat dong. .mata tuh buat melihat bukan buat ditutupin kayak gitu”.

Kkyyaaaa. . Sun Yi nubruk Park Min Gi. Kalau aja dia tahu siapa yang lagi dia ceramahin. . .hhiihhiihii. .Onie.a ndiri yang paling tua lagi. Min Gi emang paling nurut dan hormat sama Onie-onie.a ittu. Walaupun berwajah imut, tapi kalau udah berhadapan dengan tiga dongsaengnya hasrat ingin menjajahnya timbul menggebu-gebu.

Park-Min-Gi. . Cewek tomboy, keras kepala, suka nyanyi Gaje, bringasan. Punya jaggiya bernama Jong Hyun yang punya sifat hampir sama dengannya. Pasangan yang gak ada romantis-romantisnya, malu-maluin, penuh dengan kekerasan (ppi gak mppe bunuh-bunuhhan kok). Jong Hyun satu kelas sama Onew

Sun Yi membuka wajahnya. Matanya merah, pipinya sudah basah dengan air mata yang terus di tahan.

“Onie. . .! Waeyo. .?”. Min Gi langsung mengusap pipi Sun Yi. Coba kalau terjadi dengan dongsaeng-dongsaengnya, pasti diledekkin abis abissan terutama ma Neul Rin yang terkenal cengeng.

“hheeeh. .Min gi. .sudah tahu Onie mu ini lagi berduka , kenapa kau bentak-bentak seperti  tadi!”

Ni. .Onnie lagi berduka, masih aja pengen marah-marah.

“Mianhaeyoo Oniee. .aku tidak tahu kalau yang aku tubruk Onie. .. Onie. .sebenernya ada apa. .? kita ke kelas dulu yuk.”

Min gi merangkul Onienya itu ke kelas. Min gi terus menenangkan Onienya itu yang masih saja sesenggukan sebelum akhirnya Min gi bertanya lagi.

“onie coba ceritakan ada apa.?” Min Gi duduk di samping Sun yi.

Di kelas, belum ada yang datang. Sehingga mereka lebih leluasa untuk bicara.

“Onew. .mengira aku selingkuh. .”.Jawab Sun Yi diikuti dengan air matanya yang keluar.

“Mwoo. .? memangnya Onie selingkuh dengan siapa?”. Min gi memajukan wajahnya. Dia memang tidak selalu mengikuti gossip yang terjadi pada Onie dan Dongsaengnya.

“Teukki Oppa. .” Ucap Sun yi pelan dengan penuh rasa bersalah.

“Teukki. . .?” Tanya Min Gi meyakinkan dirinya dengan apa yang dia dengar tadi.

Sun Yi mengangguk lemas.

“Teukki teman  Donghae Oppa itu. .?”. Tanya Min gi lagi.

“Iyyaaa. .MIINN GGGIIII!!!! Bisa gak sih gak banyak nanya??????” Sun Yi melotot pada Mn Gi. Matanya yang merah nambah serem wajahnya pada saat itu.

“Miiaann. .Onie jangan marah. .!.” Min Gi memundurkan wajah innocentnya.

“Anyeeoonggg Onie-oniekkuh. .!”. Suara cempreng terdengar dari ujung pintu. Sun yi dan Min gi menoleh ke sumber suara.

Hmmh. .ternyata suara cempreng itu kepunyaan gadis bernama Han Ri Chan. Cewek yang hampir sifatnya sama dengan Ahn neul rin. Sama-sama cerewet, cengeng, manja, pelupa, dan ceroboh. Dongsaeng ke tujuh Sun yi ini, akhir-akhir ini ketahuan boongan pacaran ma Kyu Hyun, temen kampusnya Donghae dan Leeteuk. Gara-gara dia selalu sirik liat Onie dan Dongsaengnya sibuk pacaran. Maka, pada saat Kyu Hyun menembaknya, tanpa berpikir panjang Ri chan langsung menerimanya tapi dengan syarat hanya untuk di depan Onie dan dongsaengnya saja, selain itu mereka tidak ada hubungan apa-apa. Mungkin karena Kyu benar-benar sayang, dia mengalah dan menyetujuinya.. Hari ini rencananya Ri can bakalan di kasih tahu apa hukuman yang akan dia terima dari Dongsaeng dan Onie-onienya gara-gara berani berbohong. Tapi sepertinya itu gak mengganggu moodnya hari ini deh. .! denger aja suara cemprengnya tadi. Gak ada yang berubah. .!.

“Waeyoo Onie. .? Onie kok menangis ?”. Tanya Ri chan begitu dia menyadari ada yang berbeda pada Onienya itu.

“Onew mengira kalau Teukki dan Onie pacaran.”Min gi menjawab pertanyaan Ri Chan. “Aneh! Harusnya hari ini kamu yang menangis! Kenapa kamu biasa-biasa ajah? Apa kau sudah lupa dengan hukuman yang akan kau terima. .?”. Lanjutnya sinis.

“Aaaaiiisshh. . dassar Onie yang tidak suka melihat dongsaengnya ceriaaa. .! aku sudah pasrah dengan hukuman itu! Gak ada gunanya menangiskan?”

Sun yi melotot pada Ri chan. Dia merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan Ri chan tadi.

Miian ya. .bagiian inni barru Prolog aja yaa. .

Mohhon koment.aa bbiar ssemangdd ngrrim Part selanjuttnya. Gomawwo.

Created by: Ahn Neul Rin a.k.a Farissa.

p.s: Berhubung respon hari ini bagus.. begitu FF out langsung banyak komen, jadwalnya jadi bisa di percpat ^o^ makanya hari ini aku keluarin lebih dari 2 FF. Makasih banyak yaaaa ^o^. Kalian semua emang reader yang paling setia.. ohohoho

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

Rainbow – Part 2

Author: Wiga

Minho membawa barang yang sudah disiapkannya semalam, ia berjalan menuju ruang tamu, terlihat ibunya sedang duduk pucat, di dampingi appa tirinya.

“ minho… aku bangga sekali padamu nak..” kata ibunya terharu

Minho hanya tersenyum, “ aku pergi dulu umma..” ia menghampiri umma nya dan mencium keningnya.

“umma, jangan lupa motorku minggu depan diantar ya kesana, suruh saja jaejong, tukang kebun kita yang mengantar kan nya..” tambah minho.

Umma nya tersenyum, sedangakan appanya tidak berkata apa apa.

“aku berangkat” minho segera naik mobil yang disiapkan oleh appanya, supirnya lee teuk, segera menjalan kan mesinnya mengantarkan sampai ke terminal.

Nada menyempatkan pergi ke makam changmin sebelum ia berangkat ke terminal, matanya berkaca-kaca, ia berusaha untuk tidak menangis namun air matanya jatuh juga.

“ oppa.. aku berangkat.. doakan aku  ya.. apa kamu tau? aku sangat merindukan mu..”

Nada berjalan menuju stasiun kereta, ia harus naik kereta agar bisa ke terminal.

Kereta kosong karena masih pagi, ia segera duduk di pojokan,, menunduk menahan tangis..pikirannya menerawang,,

Onew bersikeras untuk naik angkutan umum saat orang kepercayaan orangtuanya menyiapkan mobil untuk nya,

“tidak usah, antarkan aku sampai stasiun saja, biar aku naik kereta sampai terminal, aku bukan anak kecil ajusshi, “ia hanya berpesan agar mobilnya di antar seminggu setelah ia sampai,

Setibanya di stasiun beruntung ia tidak ketinggalan kereta, dengan tergesa ia masuk kereta ia berjalan menuju kursi paling pojok,

di depannya ada seorang gadis yang kelihatannya habis menangis, lama onew memperhatikan nya, namun tampak nya gadis itu tidak sadar jika dirinya sedang diamati. Entah mengapa di dalam diri onew timbul perasaan ingin melindungi gadis itu.

Yui sibuk me-;roll rambutnya yang panjang, ia memakai rok mini dan stocking hitam (padahal lagi musim dingin) memakai mantel dan scarf..

Hampir satu jam lamanya ia berdandan, sampai appanya menekan-nekan klakson mobil, baru ia bergegas untuk pergi.

Taemin hanya meninggal kan foto kopi surat beasiswanya dan surat untuk appa nya bahwa ia akan pergi selama 1 tahun,

ia berangkat sangat pagi agar tidak diketahui ummanya, ia berjalan mengendap-endap agar tidak mengeluarkan suara,

Setelah agak jauh dari rumah, ia tertawa sekeras-kerasnya, akhirnya ia bisa terlepas dari siksaan umma nya..

Kibum yang pertama sampai di terminal, ia segera mencari cari sosok orang yang memakai jaket almamater berwarna kuning.

Karena terminal masih pagi dan belum banyak orang, ia dengan mudah menemukan orang yang ia cari tersebut.

“ anyyeong, maav apakah anda dari SM university??” Tanya kibum sopan

“ ya.. kamu siapa??”

“saya kibum. Kim kibum..”

Orang itu segera mengecek daftar yang ada di tangan nya..

“ oh ya,, kim kibum.. kamu yg ada di peringkat kedua.. annyeong. Saya jonghyun, pengawas kalian..”

Mereka mengobrol sebentar kemudian tampak seseorang menghampiri mereka.

“annyeong haseyo.. apakah ini SM university? “

“ yaa, siapa nama kamu..” Tanya jonghyun sambil memeriksa daftar.

“ annyeong saya lee taemin..” kata tae min memperkenalkan diri

“kamu laki-laki atau perempuan??” kata kibum terus terang sambil mengamati tae min.

“aku laki-laki hyung” kata tae min, mukanya memerah, selalu saja seperti, ini batinnya.

“oohh.. lee tae min, kamu berada di peringkat ke lima, annyeong, saya jonghyun, pengawas kalian..” sapa jonghyun ramah

“ aku kibum, kim kibum..” kibum memperkenalkan diri.. taemin tersenyum

Ia mengambil tempat duduk di sebelah kibum.

“ ku kira kamu perempuan taemin, foto mu seperti perempuan” kata jonghyun mengamati taemin,

“ mm tidak hyung, aku laki-laki..” kata taemin

Tiba-tiba kibum memegang salah satu dadanya..

“hyung.. apa yang kamu lakukan!!!!!” jerit taemin

“Cuma ingin memastikan apa kamu laki-laki atau bukan, ternyata kamu laki-laki, wuuaahh,,, aku kecewa.. “ jawab kibum santai

Taemin menunduk, mukanya memerah..

“ anyyeong haseyo.. apakah ini SM university?? “ Tanya seorang gadis kepada jonghyun

“ annyeong.. siapa nama kamu..”

“ nada.. Park Nada..” kata nada pelan.

“ ok kamu di peringkat 3, saya jonghyun pengawas.” Kata jonghyun memperkenalkan diri.

“ Annyeong, saya kim kibum, peringkat kedua.. “ kibum memperkenalkan diri dengan senyum yang sangat manis.

“ annyeong, saya nada Park nada”

“saya taemin, lee taemin..” taemin memperkenalkan diri

“ annyeong,,” balas nada

Nada segera duduk disamping tae min.

“ annyeong, apakah ini SM university..?”

“ yeah, nama kamu siapa..?” Tanya jonghyun

“ Lee Jinki.. tapi saya biasa dipanggil onew.. anyeong” sapa onew ramah.

“oohh.. kamu peringkat pertama.. Lee jinki.., saya jonghyun pengawas, ini kim kibum, disebelahnya lee taemin, dan yang diujung ada Park Nada..” kata jonghyun menerangkan

“ annyeong..” kata onew kepada kibum, taemin dan nada.

Onew terkejut melihat nada, itu gadis yang ditemuinya di kereta, ia tersenyum dan mengambil tempat disebelah nada.

“ annyeong “ kata onew

“ annyeong..” balas nada

.“ annyeong..saya choi minho.. ini SM university”

“ ok choi minho.. kamu peringkat 6 “ kata jonghyun.

Minho mengangguk, ia mengambil tempat duduk di sebelah onew,,

sekilas minho memandang nada, lalu duduk.

Tiba-tiba serasa ada angin sejuk berhembus.. datang lah sesosok perempuan yang cantik luar biasa, datang,,

“anyeong haseyo…” sapanya..

“ an anyeong.. ka kamu pp pasti yui.. sim yui..? “ kata jonghyun sedikit gagap

“ iya.. ini SM University kan..” Tanya yui

“ ndeeee” kibum dan jonghyun berkata bersamaan, mereka tidak berkedip melihat yui.

“ oohhh, Anyeong saya yui..”

“saya jonghyun…” kata jonghyun cepat.

“ kibum..”

“ tae min..”

“ nada..”

“ NADA….!!!! YYAA!!! PARK NADA KANNN???” tiba tiba yui berseru.

Nada tersenyum namun masih bingung “ anyeong..”

“ anyeong?? Nada?? Kamu ga ingat aku???” Tanya yui bersemangat

Nada hanya tersenyum,, “ miaann hamnida.. aku lupa.. miaann”

“NADA!! Ini aku yui sahabat kamu di SMP?? Bagaimana kamu bisa lupa??”

Nada menatap yui dalam-dalam lama sekali ia tersadar

“ tuhann.. Kamu sim yui..? sim yui nya shindong?? Kamu cantik sekali ..” puji nada tulus.

“ kamu ga berubah ya nada.. masih saja lemot.. hihi.” Seru yui tak sadar semua mata memandang mereka berdua.

Nada tersenyum, senang rasanya ada orang yang ia kenal disini, apalagi yui adalah sahabatnya dulu..

“ yui kamu banyak berubah…” kata nada pelan

“anyeong, saya yui..” kata yui kepada onew..

“ saya lee jinki..”

“ anyeong..” kata yui kepada minho..

“ choi minho..” kata minho

Yui menggenggam tangan minho erat ketika mereka bersalaman, dirinya begitu kagum .melihat sosok minho yang tampak sempurna dimatanya,

“YAAAA!!! LEPASS!!! Aisshhhhhh!!!!” Bentak minho

Yui memandang minho dalam-dalam

“mengapa kamu kasar sekali sihh..” kata yui

Minho tidak menjawab, Ia tidak mau berurusan dengan perempuan.

******************

Terdengar pengumuman dari pengeras suara : Bis yang menuju ke jeju berangkat 10 menit lagi.

Mereka semua mempersiapkan diri,

“kalian semua dari SMA yang berbeda kan??” jonghyun berkata kepada semuanya.

Terdengar gumaman tak jelas dari beberapa orang.

“ ok, biar kalian semua saling mengenal, kita undi tempat duduk ya..”

Jonghyun melanjutkan “ kita naik bis sekitar 4 jam, “

“bagaimana?” Tanya jonghyun.

Yang lain hanya melihatnya saja tanpa memberikan jawaban apapun.

“ok sudah kuputuskan, nomor tempat duduk kalian dikumpulkan.. sekarang cepat..”

Mereka memberikan nomor bangkunya pada jonghyun.

Jonghyun menaruhnya di topi dan menutupinya dengan sapu tangan

Ok silahkan ambil mulai dari peringkat pertama, lee jinki, kemudian kim kibum, Park nada, Sim Yui, Lee Taemin dan Choi minho..”

Masing masing mengambil no tempat duduk yang ada pada jonghyun.

Tak lama kemudian bis nya datang, mereka mencari tempat duduknya masing-masing.

Yui, jonghyun dan taemin mendapatkan satu tempat duduk (tampak jonghyun sangat bersemangat)

Kibum dan minho 1 tempat duduk ( kibum memaksa taemin untuk tukar tempat duduk namun dipelototi jonghyun)

Onew dan nada 1 tempat duduk.

**************

Yui dan jonghyun bercakap-cakap mengenai dorm tempat mereka tinggal, jonghyun sangat antusias dapat berbicara berdua dengan yui..

Sedangkan taemin hanya memandang ke jendela, ia sangat senang bisa terbebas dari ummanya.. mulai saat ini ia dapat bebas menari tanpa harus menerima pukulan dari umma nya.

Minho tidak banyak bicara ia hanya menyetel ipodnya keras-keras, apa yang ada dipikiran appa tirinya sampai ia harus ikut beasiswa (hasil sogokan) dan tinggal jauh dari rumah nya.

Kibum kesal, karena ia tidak duduk dengan nada ataupun dengan yui.. ia cemberut..

Onew melihat nada menguap beberapa kali,

“mungkin ia mengantuk” kata onew dalam hati

Sebenarnya onew ingin mengajak nada mengobrol namun melihat raut muka nada begitu letih ia menahan keinginan nya..

Benar saja, tak lama kemudian nada tertidur pulas.

*****************

Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di dorm tempat mereka akan tinggal selama 1 tahun, jonghyun masih juga mengobrol dengan yui, hingga akhirnya kibum yang menegurnya.

“ yaaa!! Jonghyun hyung.. bukan kah kau pengawas kita, mengapa dari tadi kerjamu hanya mengobrol dengan yui saja haaa!! Apa kau tidak melihat kita semua kelaparan???” bentak kibum

Taemin juga berujar “ iya hyung, aku lapar.. kita semua berangkat pagi-pagi dari rumah, belum sarapan…”

Jonghyun diam sebentar dan pura-pura berpikir “ yaaaa.. apa kalian masih bayi?? Mengapa urusan makan saja harus minta ke aku??”

“ tapi kau kan pengawas kita hyung..” kata kibum tak mau kalah.

“ yaaa.. tapi aku kan bukan ibu kalian..” jawab jonghyun santai

“aissshhh… pengawas macam apa kau!!!” kata kibum lagi

akhirnya onew menengahi “ sudah-sudah… berdebat bukan jalan keluar, kita bakalan semakin lapar jika terus berdebat..”

lalu taemin memberi ide “ disini kan ada 2 wanita, mengapa tidak mereka saja yang memasak, kulihat ada warung makanan di ujung jalan..”

jonghyun berujar “ yaa!! Itu ide bagus…!!”

“ tapi aku ga bisa masak oppa… nada yang bisa, dari smp pelajaran memasaknya selalu tertinggi di kelas “ yui merajuk

“ kamu bisa masak nada ?? “ Tanya onew pelan.

“ sedikit oppa…” gumam nada

“ ok saya dan nada akan berbelanja, ada yang mau ikut??” Tanya onew kepada yang lain nya.

“ ok, saya ikut, saya juga bisa memasak, kita masak berdua ya nada biar cepet.” Kata kibum. Nada hanya mengangguk.

“ aku juga ikut hyung, aku mau beli cemilan..” kata taemin.

Akhirnya kibum, nada, onew dan taemin berangkat ke warung di ujung jalan.

Nada dan kibum sibuk memilih bahan-bahan apa yang akan mereka masak, sedang kan taemin memilih cemilan, onew hanya memperhatikan nada, entah kenapa ada perasaan lain yang ia rasakan jika ia melihat nada.

“ bikin dokbooki saja nada..” usul kibum

“ apa tidak terlalu memakan waktu lama oppa..?” Tanya nada..

“oohhh ya kamu benar..” kibum menggeleng-geleng

“ bagaimana kalau nasi saja, terus sayurnya kita tumis, telurnya kita goreng dan kita beri bumbu, ku rasa bisa menghemat banyak waktu oppa..” usul nada

“ yaa..! nada, kamu jenius.. “ kata kibum sambil merangkul nada.

Secara refleks nada menghindar,,

“ kenapa nada..?” Tanya kibum, (*gila, dia wanita pertama yang menolak rangkulan ku… aisshh..)

Nada tidak menjawab hanya terdiam dan menunduk.

Sementara itu taemin sibuk memilih snack yang akan dibelinya,,

“ uang celengan + uang hadiah dari dance competition hanya cukup untuk kira-kira 2 bulan, appa dan umma tidak mungkin mengirimkan uang padaku, aku harus segera kerja part time disini” batin taemin.

Onew terus memperhatikan nada, ia merasa aneh ketika melihat nada menghindari kibum, dan selama mereka belanja nada sering melamun, ingin rasanya ia dapat membaca apa yang nada pikirkan.

******************

Setelah mereka selesai belanja (onew yang membayar) mereka berjalan menuju ke rumah,

Kibum dan nada langsung ke dapur untuk memasak sementara onew membantu mencuci sayuran dan taemin duduk di meja makan sambil memakan cemilannya.

“ yaa..! nada, cepat sekali kamu memotong, hati-hati nanti tangan mu keiris..” seru kibum

Ia heran ternyata nada sangat mahir memasak bukan hanya sekedar bisa.. (*kibum:nada berbeda, dia berbeda dari semua gadis yang ku kenal…)

Selesai mencuci sayuran, onew duduk disamping taemin, memperhatikan teman-teman nya yang lain.

Jonghyun dan yui yang makin akrab..

Minho sedang tertidur..

Taemin sedang makan..

Kibum memasak bersama nada..

Ia tersenyum.

Tak lama kemudian masakan matang, semua berkumpul melingkar di meja makan,

Nada memilih duduk diantara taemin dan yui, ia banyak melamun..

“ yaa!! Kibum, Nada!!! Masakan kalian berdua sangat enak..” seru jonghyun.

“ haaaH!! Hanya makan saja yang bisa kau lakukan hyung!!” sindir kibum.

Namun jonghyun pura-pura tidak mendengar.

“ hyung.. Nada.. ini benar-benar enak..” puji taemin tulus

Sementara minho tidak komentar apa-apa, ia hanya terus makan sambil menunduk, tangan nya gatal ingin berkelahi.

Yui dan jonghyun bercakap-cakap..

Nada melamun..

Setelah semua selesai makan, jonghyun masih tetap bercakap-cakap dengan yui

“ yaaa!! Jonghyun…!!! Dimana kita semua akan tidur?? Dari tadi kerjamu hanya mengobrol dengan yui saja” teriak kibum, tampak nya ia sangat kesal karena jonghyun tidak menjalankan tugasnya sebagai pengawas yang baik..

“Yaaa..!! dari tadi kau sangat cerewet kibum, seperti umma-umma saja..terserah kalian mau tidur dimana, aku sudah ada kamar sendiri, (merong)” sanggah jonghyun.

Yui tertawa keras sekali

“AAIIIIIIIIISSSSSHHHHHHH…..!!!!!” gerutu Kibum tampak nya kibum dan jonghyun tidak bisa akrab satu sama lain.

“ sudah-sudah.. “ kata onew menenangkan kibum.

“ ada 4 kamar, 1 untuk pengawas dan 3 untuk kita….kita berenam jadi kita tidur berdua-dua. Nada dengan yui, sebaiknya kalian memakai kamar yang ditengah, sedangkan kita berempat memakai kamar yang didepan bagaimana..?” dengan bijaksana onew memberikan usul.

“ oke..” kata taemin.

“ onew hyung, aku dengan kamu saja..” kata kibum

“ berarti minho dengan taemin,, bagaimana??” kata onew

“ terserahlah ..” jawab minho cuek

Akhirnya me0reka semua bergegas kekamar masing-masing untuk membereskan barang-barang mereka..

Malam itu mereka habiskan dengan  membereskan barang-barang mereka dan menata kamar..

Mempersiapkan diri untuk awal semester baru..

**************************

TBC


Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^

Love Or Friends – Part 1

Title: LOVE OR FRIENDS ?!

Author: Kim Yoora ^13^

Cast:

>> Kim Soo-yun
>> Lee Sun-hi
>> Lee Taemin


Genre:

Friendship and Romance

A/N: ini ff debutku.. mianh kalo jelek. Di facebook ajah uda banyak kritikan.. T.T



*AUTHOR SIDE*

Hari kelulusan hampir tiba. siswa-siswi Yeonghwa High School sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi hari H tersebut.

&&&

*SOO-YUN SIDE*

Waah!! Senangnya !! aku dan teman-teman akan menjadi mahasiswa. tapi… aku juga harus berpisah dengannya . kenapa sih harus ada perpisahan di setiap pertemuan?!? AKU BENCI PERPISAHAN!!

“Hey! Sedang apa kau??” panggil seseorang di belakangku. aku menoleh ke sumber suara tadi.

“Mmm.. aku hanya memikirkan saat kita lulus nanti.” jawabku. SIAL!! kenapa aku harus salting sih!!

“Oww!! Kenapa?? kamu tak ingin berpisah denganku??” tanyanya lagi.
TING! TONG! TEBAKAN YANG TEPAT! Tapi, mana mungkin aku langsung menjawab ‘YA!’ dengan antusias dan mata yang berbinar-binar. Tak mungkin kan?!! OMO OMO!! jantungku berdegup kencang , bahkan mungkin seluruh siswa di sekolah ini dapat mendengar suara jantungku. Apa kau dapat mendengar suara jantungku?? Tuhan.. tolong aku..

“Taemin Oppa !!” Aigoo! perempuan ini lagi. Namanya Sun-hi. Dia adalah siswi kelas sebelah dan berstatus sebagai Taemin’s girl alias pacar taemin. Hancur lebur hatiku (T_T). Sun-hi tidak suka jika ada perempuan lain mendekati Taemin. Karena Taemin adalah anak populer dan MOST WANTED di sekolah ini..

Oh my prince.. mengapa kau memilihnya.. aku pun salah, karena sudah membantu Taemin mendekati Sun-hi. Apa yang harus ku lakukan ??

“Yeach !!” kata Taemin pada Sun-hi

“Bisa kita berbicara sebentar saja?” kata Sun-hi sambil melirikku sesekali.

“Oke! bentar ya, Soo-yun”

“Ya.. silahkan..” jawabku

&&&

*Taemin side*

“Taemin oppa!!” panggil Sun-hi padaku.
Sial! kenapa harus ada yang mengganggu waktuku dengan Soo-yun sih !!

“Yeach” jawabku padanya .
Terpaksa aku mengalihkan pandanganku dari Soo-yun ke Sun-hi..

Yeach.. sebenarnya aku tak menyukai Sun hi. Aku menyukai Soo yun sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Tapi, nasibku memang sial pada hari itu… ya.. pada hari dimana aku salah berucap…


&&&


-FLASHBACK-


10 BULAN YANG LALU

*Soo-yun side*

“Soo-yun!!”

Itu dia orang yang ku tunggu-tunggu sedari tadi di taman yang indah ini!  Taemin. Saat itu dia terlihat keren mengenakan baju bebas berwarna hitam disertai jaket dengan warna serupa den celana jeans.

“TAEMIN!!” teriakku. Aku sudah bersiap memasang wajah serius padanya. Aku segera beranjak dari tempat dudukku dan berkata lagi setelah dia sampai tepat di hadapanku, ” Kau telat 30 menit.”

“Mianh.. aku telat bangun tadi.” jawabnya polos.

Aku tersenyum santai. “Kau memang selalu begitu. duduklah!” kataku mempersilahkan. Aku lihat dia sedang sibuk mengatur pernapasannya. “kau habis berlari tadi?” tanyaku penuh perhatian

“Ne.”

“Karena dikejar anjing? atau dikejar maling?” tanyaku bercanda.

“Enak saja! aku berlari karena bangun kesiangan! Bukan karena dikejar anjing ataupun maling. Lagipula mana mungkin aku dikejar maling? Maling saja sudah takut terhadap wajahku.” jawabnya melucu juga. Taemin.. Taemin.. mana mungkin maling takut padamu. wajahmu saja lucu seperti boneka.

Akhirnya aku dan Taemin tertawa bersama. Sudah lama kita tidak seperti ini, karena di sekolah kita memiliki banyak perbedaan.

Aku hanya perempuan biasa dengan sedikit ketenaran sedangkan dia adalah ‘PANGERAN SEKOLAH’ karena ia merupakan seorang yang multi-talented.

“Aku akan membelikanmu minum. tunggu di sini ya.” pintaku

“Jangan!”

“Kenapa?”

“Emh..Eh.. kita jalan-jalan sambil beli minum atau makan saja. Kan kita baru bertemu masa’ harus berpisah lagi.” jawabnya sambil tersenyum

“Aiish.. hanya begitu saja?? ku kira ada apa. ya sudah, ayo kita jalan-jalan.” ajakku penuh semangat.

&&&

*Taemin side*

“Aku akan membelikanmu minum. Tunggu di sini ya.”katanya. Soo-yun jangan pergi.. jangan pergi.., batinku

“Jangan!” kataku pada akhirnya.

“Kenapa?”

“Emh..Eh.. kita jalan-jalan sambil beli minum atau makan saja. kan kita baru bertemu masa’ harus berpisah lagi.” jawabku linglung. Sial!! Pasti dia menyangka aku ini bodoh atau apa lah!!

&&&

*Soo-yun side*

Setelah berjalan-jalan di taman, kami memutuskan untuk duduk di sebuah bangku

“Taemin… apa tujuanmu meminta kita bertemu di sini??” tanyaku ingin tau

“Hanya ingin jalan-jalan denganmu.” jawabnya singkat, padat, dan jelas.
DEG! seketika jantungku berhenti berdetak. Apa yang harus ku bicarakan padanya??

“Bohong. aku tau kau punya alasan lain, kan?” tanyaku antusias. Berharap dia berkata ‘Soo-yun, saranghae’ atau apalah yang membuatku senang

“Ehm.. sebenarnya.. aku.. aku menyukai Sun-hi.” JLEB! kata-kata tadi sangat menusuk hatiku. Pikiranku langsung melayang entah kemana.

&&&

*Taemin side*

“Ehm.. sebenarnya.. aku.. aku menyukai Sun-hi.” SIAL!! Aku salah ngomong!! Bukan Sun-hi yang aku suka!! Tapi kau Soo-yun.. kau… bodoh sekali diriku ini..!!

&&&

*Soo-yun side*

“Soo-yun??” tanya Taemin khawatir
“Ehm.. Bagus deh! akhirnya kamu punya gebetan juga kan?” kataku dengan senyum yang dipaksakan.

“Kamu mau bantu aku PDKT sama Sun-hi??” tanyanya lagi. Pertanyaan yang BAGUS! BAGUS SEKALI! sampai aku tak bisa berkata apa-apa. Akhirnya aku menjawab, “Tentu saja.”

Aku tau aku tak bisa memilikimu. Bertahun-tahun aku menyukaimu. Aku ingin menjadi pacarmu. Tapi, impian itu sudah hancur, hancur berkeping-keping. Mulai sekarang aku berharap kamu bisa berbahagia bersama Sun-hi maski hatiku sakit.

&&&

*Taemin side*

“Ehm.. Bagus deh! akhirnya kamu punya gebetan juga kan?” katanya dengan gembira.pupus sudah harapanku. Aku berharap akmu melarangku untuk menyukai Sun-hi, tapi…

“Kamu mau bantu aku PDKT sama Sun-hi??” tanyaku pada akhirnya. Berharap Soo-yun berkata ‘maaf, aku tidak bisa’ tapi ternyata dia menjawab, “Tentu saja.”

Hatiku hancur.. sekarang, aku tau kau tak menyukaiku.. aku tau.. aku tau cintaku hanya bertepuk sebelah tangan padamu.. aku harus berusaha menyukai Sun-hi mulai sekarang…

FLASHBACK FINISH



-TO BE CONTINUE-

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^