HOROR: Bloody Vacation

p.s: Tadinya FF ini mau di keluarin jam 12 malem.. tapi berhubung tadi pas aku baca komen ada yg nge-request jadi aku percepet aja out nya ^o^. Selamat baca buat Minhosaranghae ^-^

Author: Wiga

Cast : Shinee, Park Nada, Shim Yui

Ini aku coba bikin cerita serem, heeheee..GA ADA HUBUNGANNYA YA..sama sekuel rainbow Cuma nama-nama pemerannya aja yang sama,,

miaan kalo rada geje..

CONGRATULLATIONSSSS!!!!!!!!

SELAMAT YAAA, CHINGU…….. KAMU BERHASIL MEMENANGKAN HADIAH UTAMA KARENA  FANFIC KAMU YANG UDAH JADI BEST FANFIC UNTUK KOMPETISI TAHUN INI…

UNTUK HASIL VOTE BISA KAMU LIHAT DIBAWAH INI :

PARK NADA                         :792 VOTES

SHIM YUI                              :790 VOTES

LEE TAEMIN                       :789 VOTES

ONEW                                    :513 VOTES

XXX                                        :312 VOTES

YYY                                        :213 VOTES

ZZZ                                         :123 VOTES

HADIAHNYA AKAN KAMI KIRIM KE RUMAH KALIAN MASING-MASING.

KEEP WRITING GUYS..

BY- SHINEEWORLDFICTION

Nada mengecek emailnya dengan hati berdebar-debar, hari ini adalah pengumuman pemenang lomba ff yang diselenggarakan oleh shineeworldfiction.

sudah tiga tahun berturut-turut nada gagal dalam kompetisi ini, namun tahun ini akhirnya nada keluar juga sebagai pemenang.

“ opppppaaaaaaaaaaaaaaa….  aku berhasil!!!” teriak nada senang.

“ hmmmm… aku yakin pasti kali ini kamu berhasil jagia..” kata pacarnya mesra, sambil melingkarkan tangan nya dipinggang nada.

“ minho oppa… jangan begini ahh… nanti ummaku melihat..” bisik nada malu.

“ umma mu keluar barusan…” bisik minho kemudian mulai mencium tengkuk nada.

“saranghae, nada…” lanjutnya.

nada berusaha melepaskan diri dari minho, namun minho memeluknya erat.

TING..TONG.. terdengar bell dari pintu depan.

“ oppa, lepas… sepertinya ada yang datang..” kata nada sambil melihat ke arah pintu depan.

dengan enggan minho melepaskan kedua tangan nya.

nada membuka pintu, seorang tukang pos datang membawa sebuah surat.

“ kamsa hapnida, ajjusshi..” kata nada sambul menutup pintu.

minho menghampirinya, “ itu apa, jagia..” Tanya nya kepada nada.

“ molla, tapi ini ditujukan untuk ku oppa..” jawab nada sambil membuka surat tersebut.

“ ini…….” kata nada, perlahan senyum nya terkembang.

&&&

“ Tiket menginap 3 hari 2 malam di paradise island..??” Yui membacanya dengan pelan.

“ coba ku lihat..” kata jonghyun.

jonghyun mengamati surat yang barusan diterima yui dari tukang pos,

“ wow.. debak!! tempatnya indah sekali..” kata jonghyun mengamati brosur yang ada didalamnya.

“ disini tertulis untuk 2 orang.. ajak aku ya… please….” kata jonghyun memohon.

“ Mengajakmu???” Tanya yui dengan pandangan menimbang-nimbang,

“ please….” ratap jonghyun.

“ ok.. berhubung, aku sedang tidak punya pacar kali ini aku akan mengajak mu.. tapi kau jangan macam-macam disana..” kata yui.

jonghyun tersenyum, menatap yui sangat dalam,,

“ kalau begitu, jadi pacarku ya ??” jonghyun menggenggam tangan yui.

yui diam,,

“ oppa.. jangan bercanda..” kata yui kemudian.

“ kali ini aku serius..” kata jonghyun, sambil menguatkan genggaman tangan nya kepada yui.

BUUKKK!!! tiba-tiba yui melemparkan bantal ke arah muka jonghyun..

“ yaa!! kali ini aku tidak akan tertipu!! terakhir kali kamu bertingkah seperti ini hanya untuk mengerjaiku saat aku berulang tahun..” teriak yui sambil terus memukulkan bantal ke arah jonghyun.

yui sudah hapal benar karakter sahabatnya yang satu ini tidak pernah bisa  serius.

selalu bercanda.

jonghyun tertawa masam, dalam hatinya sedikit kecewa karena yui menanggapinya hanya sekedar bercanda.

***

Hari yang ditentukan tiba, sesuai dengan informasi di brosur, para pemenang lomba ff akan berkumpul di bandara.

ada seorang pria berbaju hitam-hitam memegang spanduk besar  bertuliskan “ SELAMAT DATANG PARA PEMENANG LOMBA FANFIC SHINEE WORLD FICTION”

“ saya kim kibum, tour guide kalian.” kata orang itu ramah.

“ Park Nada dengan Choi Minho, Shim Yui dengan Kim Jonghyun, Lee Taemin, kamu tidak membawa pasangan??” Tanya kibum sambil melihat kearah taemin.

“tidak, aku sendiri..” kata taemin pelan.

“onew belum datang??” kata kibum lagi sambil memandang sekelilingnya.

seluruhnya terdiam.

tiba-tiba ada seseorang berbaju putih berwajah pucat menghampiri mereka.

“ aku onew” katanya datar.

“ kamu sendiri..??” lanjut kibum lagi.

onew hanya mengangguk.

“ ok, para juara sudah lengkap.. ayo kita jalan, hari sudah siang kemungkinan sampai sana malam..” kata kibum sambil berjalan.

Mereka naik pesawat terbang sekitar 2 jam dan setelah sampai di bandara mereka harus naik mobil lagi selama 4 jam.

akhirnya menjelang malam, mereka sampai juga di sebuah motel kecil tidak jauh dari laut.

“ waaahh,, tempatnya keren, seperti pulau pribadi…” teriak taemin memandang laut dari jendela besar di dalam motel tersebut.

motel tersebut adalah satu-satunya bangunan yang ada di sana, bergaya motel tempo dulu, dengan lantai kayu, perapian dan meja makan besar, disudut ruangan ada piano.

“ motel ini mempunyai 2 lantai, masing-masing lantai memiliki 3 kamar dan ada kamar mandi di setiap kamar, ruang makan dan dapur ada di bawah, 1 hal yang perlu kalian tau, jangan pernah memasuki ruang bawah tanah..” kata kibum sambil memandang kepada mereka ber enam.

“ Park Nada dan Choi Minho, kalian di lantai 1 kamar B, Onew dikamar C, dan aku dikamar  A, sedangkan Shim Yui dan Kim Jonghyun lantai  2 kamar A dan Taemin kamar C. kalian bisa mandi dan beristirahat sebentar, satu jam lagi kita kumpul disini untuk makan malam.” kata Kibum dingin dan segera ia beranjak ke kamarnya.

“ kita satu kamar oppa?? andwae..” kata nada menolak dirinya dan minho berada di dalam satu kamar.

“ kenapa jagia?? sudah lah tidak akan ada apa-apa aku janji..” jawab minho sambil tersenyum, ia membawa tas nya serta tas nada lalu berjalan ke arah kamar mereka.

nada mengamati pintu kamarnya, cat nya sudah mulai terkelupas sehingga huruf B nya terlihat seperti angka 13.

nada, yui, taemin, jonghyun dan minho sudah berkumpul dimeja makan besar. makan malam sudah terhidang, namun mereka menunggu onew dan kibum datang.

“ Motel ini sangat sepi sekali ya..” gumam Yui

“ Yaa.. tampaknya disepanjang pantai hanya motel ini satu-satunya bangunan yang ada, seperti pulau pribadi..” sambung jonghyun.

“ kau tau, sepertinya onew hyung terlihat pucat, apakah ia sakit..??” Tanya taemin tiba-tiba kepada yui.

“ mungkin, aku tidak tau, tapi kukira tour guide kita yang sakit.. kim kibum terlihat seperti sakit.” kata yui.

“ apakah itu bukan karena make up??” kini jonghyun yang berbicara dan semua orang langsung menatapnya heran.

“Yaaa!! kau garing sekali, jonghyun!!!” kata Yui sebal

“ sudah berkumpul semua..” Kibum datang (masih dengan baju hitam-hitam nya)sambil tersenyum dan mengambil tempat duduk di sebelah taemin.

tak lama kemudian onew datang. semua orang memandangnya, kulitnya tampak pucat sekali, senada dengan baju putih yang ia kenakan.

“ kamu sakit?” Tanya Yui kepada onew , namun onew diam saja tanpa menjawab apa-apa.

Mereka menghabiskan kan  makannya dalam diam.

“ JJTTTAAAAARRRRR!!!!!!! “ tiba-tiba terdengar suara petir menyambar disusul dengan hujan yang turun dengan derasnya.

refleks yui langsung memeluk jonghyun disampingnya.

“ ga apa-apa yui,,,,” bisik jonghyun menenangkan sambil menepuk lembut bahu yui.

“ berhubung cuaca hujan, malam ini kita tidak ada kegiatan.. silahkan beristirahat, besok kita akan berkeliling pulau ini “ kata kibum pelan.

“ Kalau kamu takut, aku akan tidur di sofa..” kata minho sambil membelai rambut nada.

nada menunduk, “ enggak oppa.. aku percaya oppa…” kata nada.

“ met malam oppa..” kata nada.

“ met malam jagia,,” balas minho sambil mengecup lembut kening nada.

Nada terbangun karena suara petir, ia menyeka matanya.. dilihatnya minho sedang terlelap disebelahnya.

“ aiigooo.. kamu tampan sekali oppa..” bisik nya sambil tersenyum.

Ting..Ting..Ting..Ting..Ting…

dalam deras nya hujan, samara-samar ia mendengar suara denting piano.

nada melihat jam dinding, ternyata jam 12 malam.

penasaran ia keluar kamarnya dan berjalan menuju arah suara.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting.. Ting..

ia berjalan pelan-pelan menyusuri tangga motel, makin lama denting piano makin terdengar kencang ditelinganya.

ruangan bawah sudah dimatikan lampunya, hanya cahaya lilin disudut ruangan satu-satunya sumber cahaya.

nada tiba di anak tangga paling bawah, angin dingin berhembus melewati tengkuknya.

nada merinding, ia meraba tengkuknya dan berbalik, ia melihat sekitarnya..

“tidak ada siapa-siapa”  batin nada, hanya cahaya lilin yang bergerak ditiup angin.

Ting..Ting..Ting..Ting…Ting…

suara piano terdengar makin keras, nada berjalan menuju piano di sudut ruangan.

5 langkah lagi…

Nada berusaha melihat siapa yang bermain piano tengah malam ini.

4 langkah lagi…

3..

2..

suara piano tiba-tiba berhenti. tidak ada siapa-siapa disana.

nada terkejut karena tidak ada orang yang bermain piano,

“ aneh,, tadi terdengar jelas bunyi piano dari sini.. mengapa tidak ada orang sama sekali.” batinnya.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting….

terdengar lagi bunyi piano, namun kali ini dari pintu ruang bawah tanah.

nada melangkah mendekati pintu ruang bawah tanah,,

hujan semakin deras, cahaya lilin satu persatu mulai redup karena tertiup angin.

selangkah lagi ia mencapai pegangan pintunya, ketika ia hampir menggapai pegangan pintu tersebut, sepasang tangan mencengkeram lengan nya dari belakang dan berbisik ditelinganya.

“ Kamu sedang apa, Nada..”

“ Kamu sedang apa, Nada..”

Nada berbalik, Kibum yang berada di depannya..

“Kibum oppa…… tadi.. aku.. mendengar….” kata nada terbata-bata.

ia merasakan  tangan kibum sangat dingin, wajahnya terluhat sangat pucat.

Kibum mendekatkan mukanya kepada nada, begitu dekat, sampai nafas kibum terasa di pipi nada.

“ sudah ku bilang, jangan pernah mendekati ruang bawah tanah..” bisiknya tajam.

“ iya oppa.. mianhae..” bisik nada pelan.

kibum melepaskan cengkeraman ditangan nada, “ kembalilah ke kamarmu..” kata kibum.

Nada menuruti ucapan kibum cepat-cepat melangkahkan kakinya ke arah kamarnya, ketika ia menengok kebelakang, Kibum sudah tidak ada.

Nada kembali ke kamar, dilihatnya minho masih terlelap,  nada mencoba untuk memejamkan mata, namun ia sulit tertidur lagii, pikirannya dipenuhi pertanyaan.

“mengapa tiba-tiba kibum oppa berada di belakangku, dan aku sama sekali tidak merasakan kehadirannya..”

saat nada mulai memejamkan mata, tiba-tiba terdengar suara orang berteriak.

“AAggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Minho langsung terbangun, begitu juga nada..

minho segera menuju pintu “ jagia, kamu tunggu dikamar ya..” kata minho sambil memakai sepatunya.

“ oppa.. aku ikut, “ kata nada sambil menggandeng minho.

“ ok, tapi jangan jauh-jauh dari ku jagia..” pinta minho tegas.

minho dan nada berjalan menuju lantai 2 sumber suara, disana sudah yui, jonghyun, dan kibum yang ada di depan pintu kamar  taemin.

“ apa yang terjadi??” Tanya minho.

“ aku tak tau.. teriakan nya berasal dari kamar ini..” jonghyun menjawab dengan tegang.

“ kenapa tak di buka..??” Tanya minho lagi.

“ terkunci..” jawab jonghyun

tiba-tiba ada darah mengalir dari sela-sela pintu kamar taemin.

“ CEPAT DOBRAK PINTUNYA…!!!” teriak Minho.

dalam hitungan ketiga minho, kibum, dan jonghyun mendobrak pintu kamar  taemin.

semua terdiam membeku,

minho refleks menutup mata nada, sedangkan yui dan jonghyun sama-sama menutup mulutnya.

taemin tergeletak diranjang, seprai dan bajunya berlumuran darah, matanya membelalak, kepalanya hampir  terputus dari lehernya..

darah segar masih menetes..

kibum langsung menutup kamar taemin.

nada dan yui menangis. “ siapa yang tega melakukan ini..” bisik jonghyun sambil memeluk yui dan membiarkan yui menangis dibahunya.

“ di mana onew..” kata jonghyun tiba-tiba.

“ ta.. tadi kamarnya masih tertutup..” kata nada tersendat.

“ kita kesana..” kibum berjalan di depan menuju kamar onew, wajah nya tegang dan sangat pucat.

jonghyun, yui, minho serta nada berjalan mengikuti kibum,

seluruhnya terlihat sangat tegang, hujan masih turun dengan deras, menambah tegang suasana.

“ ia tidak disini..” kata kibum saat membuka pintu kamar onew.

terlihat kamarnya begitu rapi, seperti belum pernah ditempati sebelumnya.

“ oppaa.. aku takut.. aku mau pulang..” nada mulai menangis, terbayang darah yang mengalir dari pintu kamar taemin.

“ diluar hujan sangat deras,, setidaknya kita tunggu sampai hujan nya berhenti “ tukas kibum.

“ mengapa tidak ada seorang pun disini selain kita???” Tanya Minho.

“ seluruh pelayan sudah pulang saat kalian tidur” jawab kibum.

“ kita cari bantuan, kita telepon polisi, apakah ada telepon disini??” kata jonghyun bertanya kepada kibum.

“ aku tak tau, aku hanya tour guide..” jawab kibum dingin.

“ pakai ponselku saja.. kita kekamarku..” kata minho tegas.

mereka semua berkumpul dikamar minho,

minho mengambil ponselnya dan menekan tombol 911.

“ sial, tidak ada jawaban..” kata minho frustasi.

nada mengambil notebooknya, ia menyalakannya dan mulai mengetik.

“ apa yang kamu lakukan nada??” Tanya yui duduk disampingnya.

“ aku mau masuk ke shinne world fiction, mencari tahu tentang onew.” kata nada.

tak lama kemudian,

“ ketemu..” gumamnya.

saat nada mengklik home, terdapat informasi yang membuat mereka terkejut.

nada membacanya dengan suara bergetar.

“ Kami segenap staff dan admin dari shinee world fiction.. turut berduka cita..

atas meninggalnya.. author muda berbakat kita ONEW.. yang meninggal karena kecelakaan, kemarin malam. semoga arwah nya tenang di sisinya..”

yui langsung menutup mulutnya..

“ tak mungkin.. jadi Onew yang bersama kita selama ini adalah…” jonghyun tidak melanjutkan kalimatnya.

“ tunggu… ia bukan Onew..” bisik nada.

“ lihat.. fotonya berbeda..” lanjutnya sambil memperlihatkan notebook nya kepada yui dan jonghyun.

foto tersebut memperlihatkan gambar seorang laki-laki muda yang agak gemuk, pipinya kemerahan, memakai kacamata dan berambut ikal, berbeda dari Onew yang selama ini ada bersama mereka.

“ Jadi.. siapa yang bersama kita ??? mengapa dia mengaku sebagai Onew?? ada apa ini sebenarnya..” bisik Nada

“ Begini, kita cari onew, kita cari disekitar motel ini.. Bagaimana??” usul Kibum.

“ Yang perempuan, sebaiknya tetap dikamar, kunci pintunya dari dalam, jangan biarkan siapapun masuk kecuali kita… Kalian mengerti!!!” Perintah Kibum.

Yui dan Nada mengangguk.

wajah mereka terlihat sangat pucat.

Kibum, Jonghyun, dan Minho segera keluar dari kamarnya.

“oppa..” nada berbisik.

minho menghentikan langkahnya, ia berbalik dan memeluk nada dengan sangat erat.

“ oppa…” nada mulai menangis dipelukan minho.

“ tenang nada, semua akan baik-baik saja, aku ga akan lama, aku pasti akan kembali..”

nada tidak bersuara, ia hanya menangis dan memeluk minho dengan sangat eratnya.

“ saranghae jagia.. saranghae.. “ bisik minho.

“ nah ingat jagia, kunci pintunya dari dalam, jangan buka jika suaranya tidak kamu kenal.” kata minho sambil bergegas menyusul kibum dan Jonghyun yang sudah berjalan lebih dulu.

setelah mereka pergi, nada segera mengunci pintunya dari dalam.

hujan masih turun dengan derasnya, nada melihat jam masih jam satu malam.

ia duduk disebelah yui.

“ mengapa jadi seperti ini nada..” bisik yui

“ aku tak tahu… aku juga takut yui, sangat takut..” jawab nada sambil menangis.

“ harusnya aku tidak pergi..” sesal yui

JTTTTAAAAARRRRRRRR……!!!!!!!

Petir menyambar kencang sekali, tiba-tiba disekeliling mereka gelap.

“ NADA!!!” yui teriak..

“ Yui, aku disini, sepertinya mati lampu “ kata nada terdengar panik ia meraba-raba tempat tidurnya mencari notebook yang baru saja ia letakkan.

ia menyalakan nya, terdapat sedikit cahaya.

“ tinggal 25% remaining.. tidak akan bertahan lama..” bisik nada.

hanya cahaya dari notebook nada yang menerangi kamar mereka,

“nada.. kau mau mencari lilin..?” usul Yui.

“ kita tidak boleh keluar Yui, kau tidak mendengar tadi apa yang dikatakan Kibum??” kata Nada menolak usulan Yui.

“ araseoyo..” kataYui.

Ting.. Ting..Ting.. Ting.. Ting…

“ Dengar!! kau mendengarnya Yui..??” Tanya Nada.

“ apa??” kata Yui tidak mengerti

“ Suara piano.. Kau mendengarnya??” Tanya nada sekali lagi.

“ aku tidak mendengar apa-apa, hanya suara hujan.. Nada jangan bercanda disaat seperti ini” pinta Yui.

“ Yui.. Demi Tuhan.. aku tidak bercanda.. Suara nya terdengar samar-samar.. tadi juga aku mendengarnya..”

“TOK..TOK..TOK..”

“TOK..TOK..TOK..”

terdengar suara ketukan di pintu.

nada dan yui terdiam, tangan Yui memegang tangan Nada.

“ siapa..?” kata Yui gemetar.

“TOK..TOK..TOK…”

“ siapa..” Tanya Yui lagi.

JJTAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!

petir menyambar lagi, hujan diluar semakin deras, angin bertiup kencang

TOK…….TOK……

“ SIAPAA?????” kini Yui berteriak.

“Nada….. Nada…. Tolong aku….. Tolong aku….” terdengar suara rintihan dari pintu.

nada berdiri, ia berjalan mendekati pintu.

“ Tunggu Nada!!” Yui mencegahnya.. “ Kita tak tau siapa yang mengetuk pintu”

“ Suara Minho oppa…” kata nada.

“ Kita harus memastikannya Nada…” Yui berusaha menahan Nada.

“ Nada…. Tolong aku..” kata suara itu lagi.

“ itu suara Minho oppa..” kata Nada segera berjalan membuka pintu.

Pintu berhasil terbuka..

“ Minho Oppa….??” kata nada.

Jonghyun, Minho, dan Kibum terus menelusuri sekitar motel tersebut, namun hasilnya nihil, mereka tidak menemukan jejak keberadaan Onew.

JJTTTAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!!!!!!

petir menyambar lagi, perasaan jonghyun mulai tidak enak.

“ sebaiknya kita kembali ke kamar, disaat mati lampu seperti ini dan petir terus-terusan menyambar, kurasa Yui dan Nada akan ketakutan” kata jonghyun.

“ tunggu, masih ada satu tempat lagi yang belum kita periksa” kata minho sambil menunjuk ruang bawah tanah.

“cepat kita periksa, setelah itu kita kembali ke kamar..” kata jonghyun.

Minho dan Jonghyun berjalan menuju pintu bawah tanah,

“ sudah ku katakan, kalian tidak boleh mendekati ruang bawah tanah..” teriak Kibum.

Namun Minho dan Jonghyun tidak mendengarnya.

mereka sampai di pintu bawah tanah. jonghyun memegang pegangan pintu tersebut.

“ Debunya tebal sekali, sepertinya sudah sangat lama pintu ini tidak di buka..” kata jonghyun.

mereka mencoba membuka pintu tersebut namun pintu itu tetap terkunci.

“ mungkin terkunci dari dalam” kata minho menyerah.

“ KKKYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa” terdengar suara teriakan Yui.

“ Minho oppa..” bisik Nada ketika membuka pintu.

namun ia terkejut, tidak ada siapa-siapa disana.

“ Minho Oppa ??” nada berbisik lagi.

“ Nada cepat tutup pintunya..” perintah Yui, keringat dingin membasahi tangan nya.

Nada berjalan keluar pintu, ia menengok kesekelilingnya mencari sosok Minho.

Tiba-tiba ada sesuatu menariknya kuat.

“ KKKKKKKYYYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAA” Yui berteriak.

“ NADAAA!!!!” ia menjerit.

Namun Nada sudah menghilang dari pandangan nya.

Tak lama kemudian Kibum, Jonghyun dan Minho Menghampirinya.

“ Ada apa Yui??” Tanya Jonghyun.

Yui segera menghambur ke pelukan Jonghyun, ia menangis badan nya gemetaran.

“ Mana Nada??” Tanya Minho.

Yui diam, Ia hanya menangis.

“ YUI..DIMANA NADA???” Tanya Minho dengan suara yang keras.

“ JANGAN MEMBENTAK NYA SEPERTI ITU!!!!” teriak jonghyun tak kalah keras.

“ Nada..” Yui menceritakan yang terjadi kepada Minho sambil menangis.

“ AARRRGGGHHHH!!!!! “ Minho berteriak frustasi.

“ Jonghyun, aku takut, aku ingin pulang…” kata Yui.

“ iya, kita pulang sekarang.., Kibum bagaimana caranya kita keluar dari sini??”  Tanya jonghyun.

“Mobil masih ada di parkiran, di dekat pintu gerbang motel ini” kata Kibum sambil terus melihat ke arah Yui.

“ maksudmu kita harus berjalan melalui jalan setapak, dan melewati hutan..?? itu kan jauh sekali.. Mengapa tak kau parkir saja mobilnya di depan motel??” Tanya Jonghyun.

“ Karena kukira besok kita akan berkeliling pulau, jadi kuparkirkan disana, Kuncinya ada dikamarku..” jawabnya dingin.

“ TIDAK ADA YANG BOLEH KELUAR DARI SINI SEBELUM KITA MENEMUKAN NADA!!!” teriak Minho.

“ YYAAA!!!! pakai akal sehatmu minho!!! nada sudah mati!!!” tukas jonghyun.

“ Dia belum mati, aku tau itu..” kata Minho pelan.

“ Kita mencari kemana? sudah seluruh motel kita susuri, kau lihat sendiri kan??”  kata jonghyun lagi.

“ tapi aku yakin dia masih hidup, aku masih bisa merasakannya..” bisik Minho.

“ begini saja, kita cari Nada sekali lagi, jika tidak ketemu, kita pulang.. bagaimana..??” usul Kibum.

Minho dan yang lainnya mengangguk lemah.

jam menunjukkan pukul 2 pagi,

“ sudah 2 jam berlalu… rasanya seperti berabad-abad.. aku tidak bisa menunggu lagi.. sudah terlalu lama aku menunggu…”

Nada membuka matanya..

ia merasakan dirinya tertidur di kasur yang sangat nyaman, entah kenapa tubuhnya terasa sangat lemah.

ia memandang sekelilingnya,

gelap…

hampir  tak ada cahaya, kecuali cahaya lilin yang berada di sudut ruangan.

ruangan tersebut sepertinya sebuah kamar tidur, yang berukuran sangat besar, banyak barang-barang memenuhi ruangan tersebut, namun nada tidak bisa melihat jelas karena sangat gelap.

Nada mencoba untuk bangun, ia duduk dan mencoba untuk berdiri.

“ Kamu sudah bangun nada??”  terdengar suara seorang pria.

nada mencari sumber suara tersebut, ada seorang pria duduk menghadap nya, namun mukanya tidak terlihat karena gelap.

“ siapa..” bisik nada.

“ jangan takut.. kamu aman disini..” kata pria itu lagi.

ia berdiri dan berjalan menuju nada.

“ O, Onew???” Tanya nada, ia menggeser badan nya menjauh dari sosok yang dilihatnya.

Onew hanya tersenyum.

“ jangan takut.. kamu aman disini..” ia mengulangi ucapannya.

“ Kamu… Kamu bukan Onew kan…? Dia.. Kemarin.. Sudah Meninggal….” Tanya Nada terbata. Ia sangat takut, ia menahan  lututnya agar tidak gemetaran.

“ Aku Lee Jinki..Maav sudah membohongi mu..” ia tersenyum.

“ mengapa kau membunuh taemin ??”

“ bukan aku yang membunuhnya.. dia yang membunuhnya..” kata Lee Jinki, raut muka nya menjadi sedih..

“ dia?? siapa dia??”

“ Miann.. aku tidak bisa menyebut namanya.. aku.. aku… terlalu takut…” ucapnya lemah.

“ kenapa..?? aku tidak mengerti…” Tanya  Nada pelan.

“ Sudah lah, yang penting kamu aman disini.. dia tidak bisa melukaimu disini..” katanya kembali tersenyum.

“ Dia?? Dia Siapa ?? aku mau keluar.. aku mau mencari minho oppa… aku mau pulang..” pinta nada.

“ kamu tidak bisa keluar dari sini nada..” bisik Lee Jinki. Raut mukanya pucat, matanya tajam menatap nada, bibirnya menyunggingkan sebuah senyum.

“ aku sudah menunggu terlalu lama..”

Jonghyun, Yui, Kibum dan Minho duduk di meja makan, mereka sudah mencari kemana-mana namun nada belum juga ditemukan.

“ Kita sudah mencarinya minho, tepati janji mu.. kita pulang sekarang..” kata jonghyun.

“ Kalian pulang saja, panggil polisi dan ambulans, aku tidak akan kemana-mana sampai nada ditemukan.” kata minho tegas.

“ minho, tolong jangan keras kepala seperti ini, bahaya jika kamu disini sendirian..” tukas Yui.

Minho terdiam, ia tidak peduli. jika seandainya nada sudah tidak ada, Ia hanya ingin membawa jasad Nada pulang bersamanya.

“ jonghyun.. aku ingin buang air kecil..” Kata Yui.

“ Kuantar sampai pintu kamar, sekalian kita kemasi barang-barang kita, kita pulang sekarang.” kata jonghyun menggandeng tangan Yui.

“ Kuambil kunci mobil ku dulu dikamar..” Kibum juga berdiri menuju kamarnya.

hanya Minho yang tidak bergeming.

Ia tetap duduk di meja makan, kepala nya menunduk..

“ Nada.. Kamu dimana..” bisiknya lemah.

“KKKKKYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!” Terdengar suara teriakan Yui.

Minho segera berlari menuju kamar Yui. terlihat Jonghyun berusaha mendobrak kamar Yui,

“ Sial dikunci dari dalam..” maki jonghyun. minho membantunya.

Akhirnya pintu berhasil di dobrak. jonghyun dan minho segera memasuki kamar Yui, tidak ada apa-apa, hanya tirai jendela yang bergerak-gerak karena ditiup angin dari luar.

Jonghyun membuka pintu kamar mandi, ia jatuh berlutut, menangis memandangi apa yang ada di hadapannya sekarang.

“ Tidak Mungkin… YYUUUIIIIIIIIIIIIIII” teriaknya kencang.

Yui tidak bergerak tubuhnya tergantung di kamar mandi dengan darah yang masih menetes, matanya membelalak, rambutnya basah oleh darah dan ..

“ jantung nya tidak ada..” bisik Minho

ia tidak sanggup memandang kematian yui yang sangat mengenaskan, bagian dada Yui sebelah kiri berongga besar, jantung nya hilang, hanya daging dan tulang yang terlihat.

“ TTTOOOOOOOOLLLLLLLLOOOOOOONNNNNNGGGGGGGG!!!!!!!!!”

“ MINHOOO OPPPAA TOOOLOONNG  AKKUUU..”

Terdengar suara teriakan Nada.. tanpa berpikir panjang minho segera berlari meninggalkan jonghyun sendiri.

“ Aku sudah menunggu terlalu lama..”

“ Apa maksud Oppa..??” Tanya Nada tatapanya Lee jinki membuat Nada takut.

“ Sudah terlalu lama nada… 20 tahun lebih aku menunggu mu..”

Nada terdiam berusaha mencerna kata-kata Lee Jinki.

“ Sekarang, kita ga akan berpisah selamanya.. kamu datang kesini untuk menemaniku kan??”

“ Aku mau pulang oppa..” bisik Nada.

namun Lee Jinki seperti tidak mendengar omongan Nada, ia terus berbicara..

“ Dua puluh tahun lalu.. aku sendirian disini.. orang tua ku yang mengunci ku disini.. kata mereka hanya ini satu-satunya tempat teraman, ia tidak mungkin bisa masuk tempat ini..

Lihatlah…” Lee Jinki berhenti berbicara tangan nya menuju ke atas.

Nada mendongak ke atas, tampak banyak salib mengitari dinding-dinding kamar tersebut, dan walau tidak terlalu jelas, nada bisa melihat lukisan salib indah yang sangat besar diatas langit-langit kamar tersebut.

“ hanya ruangan ini yang tidak bisa dia masuki Nada… Aku menunggu sekian lama, tapi orang tua ku tidak mengeluarkan ku dari sini, kurasa mereka juga telah dibunuh nya..

kau tau.. aku kelaparan.. aku kedinginan.. aku ketakutan  Nada.. Aku sendirian…. Aku kesepian..” Kini wajah Lee Jinki berubah menjadi sendu. ia menangis, namun bukan air mata yang ia keluarkan, melainkan darah!!.

“ TTIIDDAAAKKKK…..TTTTOOOOOOOLOOOOOOOOOOONNNGGGGGGGG..” Nada berlari menuju pintu, namun pintu tersebut tidak bisa terbuka.

“ MMIINNHHOO OOOPPPPAAA TTOOLOOONNGG AAKUUUUUUU!!” nada berteriak sambil menangis.

“ Percuma, Nada.. Kau tidak akan bisa keluar dari sini,, aku kesepian Nada.. tolong temani aku….” Lee Jinki berjalan mendekati nada, kini wajahnya sangat menyeramkan.

Ting… Ting… Ting… Ting…

terdengar bunyi piano yang sama seperti yang nada dengar tadi malam.

Ting.. Ting.. Ting,,

“ kamu suka kan lagunya nada , aku bisa memainkan nya hanya untuk mu..”

“ Temani aku ya…”

“ Minhoo Oppaaaa” Teriak Nada putus asa., ia hanya bisa menggedor-gedor pintu dari dalam.

“ NADAA!!!” Nada mendengar suara Minho dari balik pintu.

“ OPPAAA…TOLONG AKU OPPAAA…” Teriak Nada ketakutan.

“ PUTAR KENOP NYA DARI DALAM!!!” Teriak Minho.

Dengan sekuat tenaga Nada berusaha memutar  kenop pintunya namun seperti nya kenop pintu tersebut macet karena berkarat.

“ Kamu tidak bisa kemana-mana, Nada….” Lee Jinki bergerak makin mendekatinya.

krreeekk. kreeek..

“ Sedikit lagi Jagiaaaa…” teriak Minho.

“ Nada.. Temani aku..” Lee Jinki berada dibelakangnya.

Kreeeeekkk….

akhirnya pintu tersebut terbuka..

Nada segera berlari ke pelukan Minho,

Sedetik kemudian pintu tersebut dengan keras menutup kembali.

“ Oppaaa… aku takut….”  kata Nada menangis dipelukan minho.

Minho pun memeluk Nada dengan erat, ia berjanji  ia tidak akan pernah melepaskan Nada lagi.

“ jagia.. andai kau tau… aku juga takut.. beberapa menit kehilangan kamu.. aku sangat takut.. jagia..”

Minho mendekap erat Nada dalam pelukannya, bibirnya mencari bibir nada, kemudian ia berbisik tepat didepan bibir nada “ Jagia, saranghae… saranghae… saranghae… “

“ Oppa… Nado saranghae..” bisik nada.

“AAAGGGGHHHH… MINHOO… CEPAT PERGI DARI SINI..” teriak Jonhyun sambil melemparkan kunci mobil ke bawah.

Jonghyun membuka pintu kamar mandi, ia jatuh berlutut, menangis memandangi apa yang ada di hadapannya sekarang.

“ Tidak Mungkin… YYUUUIIIIIIIIIIIIIII” teriaknya kencang.

Yui tidak bergerar tubuhnya tergantung di kamar mandi dengan darah yang masih menetes, matanya membelalak, rambutnya basah oleh darah dan..

“ jantung nya tidak ada..” bisik Minho

ia tidak sanggup memandang kematian yui yang sangat mengenaskan, bagian dada Yui sebelah kiri berongga besar, jantung nya hilang, hanya daging dan tulang yang terlihat.

“ TTTOOOOOOOOLLLLLLLLOOOOOOONNNNNNGGGGGGGG!!!!!!!!!”

“ MINHOOO OPPPAA TOOOLOONNG  AKKUUU..”

Terdengar suara teriakan Nada.. tanpa berpikir panjang minho segera berlari meninggalkan jonghyun sendiri.

Jonghyun terdiam, ia menyalah kan dirinya atas kematian Yui.

“ Mengapa kamu harus pergi sebelum aku sempat mengungkapkan perasaan ku yang sebenarnya… aku sayang kamu Yui, sayang kamu.. Mengapa kamu pergi secepat ini..

Tuhan mengapa bukan aku yang kau ambil…”  tangis nya.

“ sebentar lagi kau menyusulnya.. jangan bersedih..” gumam suara dingin yang ia kenal. ia tersenyum.

“ KIBUM??? “ jonghyun berdiri menatap Kibum.

“ Waktu ku tak banyak sebentar lagi pagi..” ucapnya.

“ Kau..” belum sempat jonghyun menyelesaikan kata-katanya Kibum langsung mengarahkan taringnya ke leher jonghyun.

Jonghyun menghindar ia segera menyambar kunci mobil dari saku Kibum dan berlari kearah tangga..

Jonghyun melemparkan kunci mobil tersebut ke bawah.

“AAAGGGGHHHH… MINHOO… CEPAT PERGI DARI SINI..” teriak Jonghyun.

Kibum menerjangnya dari belakang, tangannya menusuk jantungnya dan menariknya.

darah Jonghyun bersemburan ke semua arah,

“ sekarang kau bisa menyusul kekasih mu..” gumam Kibum.

Minho dan Nada melihat ke atas, kearah teriakan Jonghyun. tampak Kibum sedang memegang sesuatu yang merah dan berdarah dari tubuh Jonghyun.

“Kibum.. apa dia sebenarnya..”

Tanpa berpikir panjang Minho segera memungut kunci mobil dan memberikan nya ke arah Nada.

“ Jagia.. berlari secepat mungkin.. jangan menengok ke belakang.. cari mobil, pergi dari sini..” perintah nya kepada Nada.

“ Andwae Oppa.. kita pergi sama-sama..” nada menolak meninggalkan Minho.

“ Percaya padaku Jagia.. jika kau bertemu orang-orang, mintalah bantuan, kau mengerti.” tukas Minho wajahnya tegang.

ia memeluk Nada erat “ Saranghae, Jagia..”

“ Oppa…” nada menangis.

Minho melihat Kibum mulai mendekati mereka.

“ sekarang pergi CEPAT..!!” teriak Minho.

ia mendesak Nada untuk keluar dan setelah nada keluar ia menutup dan mengunci pintu motel tersebut.

“ Oppa…” terdengar nada menangis.

“ Cepat lari Jagia…”

Kibum sudah berada dibelakangnya.

“ How sweet..’ Kata Kibum.

“ Kau melindungi pacarmu?? mmmmmm… Cepat lari Jagia..” Kibum mendelik kearah Minho.

JJJJJTTTTTTTTTAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRR!!!

terdengar suara petir sangat keras.

minho berdoa dalam hati “ mudah-mudahan Nada tidak apa-apa”

“ Kau ini apa sebenarnya???” Tanya Minho kepada Kibum.

“ kau mau membuang-buang waktu ku, ??? ingin menyelamatkan Jagia mu??” Gerutu Kibum.

“ sayang sekali waktu ku tak banyak..” tukas kibum, ia langsung menerjang Kibum.

Minho tidak diam saja, ia melawan Kibum dengan sekuat tenaga,

mereka bergulat cukup lama, minho melihat disebelah kirinya ada tempat lilin yang terbuat dari tembaga.

Minho berusaha mendekatinya.

saat ada kesempatan ia menusukkan benda itu tepat di dada Kibum.

Darah hitam pekat menetes dari dadanya.

Minho tersengal-sengal.

“ selesai sudah.. “

ia berjalan membuka pintu motel.

Kreeeek..

saat pintu terbuka Kibum muncul dihadapanya.

Ia mencekik leher Minho dan mendorongnya ke arah tembok.

“ Kau pikir aku bisa mati???” Tukasnya.

Minho berontak berusaha melepaskan diri, namun tangan Kibum bergerak lebih cepat.

Minho merasakan sesuatu yang dingin memasuki tubuhnya.

minho tidak bisa berteriak lagi hal terakhir yang bisa dilihatnya adalah senyuman Nada..

“ Oppa…” Nada menangis memanggil Minho.

“ Cepat lari Jagia…” Teriak Minho dari dalam Motel.

Nada berlari dengan sisa tenaga yang dimilikinya, ia berusaha tidak menengok kebelakang.

“ oppa..” bisik nya sambil menangis.

ia terus berlari menembus hujan, tubuh nya menggigil karena ia hanya mengenakan baju tipis.

Ting.. Ting.. Ting.. Ting….

terdengar dentingan suara piano ditelinganya.

nada menutup kedua telinganya dan terus berlari.

“ Tuhan tolong aku..” bisiknya dalam tangis.

Ia merasakan perih yang amat sangat pada kedua kakinya yang telanjang.

JJJJTTTTTTTTTTAAAAAAAARRRRRRRRRRR

petir menyambar dengan sangat kencang, nada menunduk.

“Oppa… Aku takut..” tangis nya pecah. ia menggigil kedinginan.

“ Nada.. Temani aku.. Aku kesepian…” Terdengar suara Lee Jinki di dekatnya.

“ andwae..” bisiknya,

ia berdiri dan meneruskan berlari

Ting.. Ting.. Ting………

Ia berlari memasuki hutan, tangan nya menutup kedua telinganya, ia mulai kehabisan nafas.

“ aku harus kuat.. minho apa masih disana.. aku harus kuat..” tangisnya.

Ting… Ting.. Ting.. Ting…

Saat Nada mulai putus asa, terlihat mobil hitam sekitat 100 meter didepan nya.

nada mempercepat langkah nya, diabaikannya rasa sakit yang kini mulai menjadi-jadi di kedua kaki nya.

selangkah lagi ia sampai,

dengan tangan gemetar ia membuka pintu mobil tersebut.

sambil menangis ia mulai menyalakan mobil, dan menginjak pedal gas sekuat tenaga.

Ting.. Ting.. Ting… Ting…

bunyi dentingan piano kembali terdengar ditelinga nada.

“ AANNDWAEEEEE!!!!!.. ANDWAAEEEE!!!!! KUMOHON TINGGAL KAN AKU SENDIRI “ Teriak nada sambil mempercepat laju mobilnya.

“ TOLOOOONNGGG, KU MOHOOONNNN..Tinggalkan aku sendiri…” Teriak nya lemah sambil menangis sejadi-jadinya.

Suara denting piano itu hilang..

nada sesenggukan di bangku nya, ia menangis..

dan terus menangis..

“ Jadi, Kita mau kemana nada..??”

Nada menengok ke sebelah kirinya dan Kibum tersenyum sambil mengarahkan tangan ke lehernya.

***

TING TONG..

“ Annyeong Haseyo..”

“ Annyeong..”

“ Apa benar ini rumah Park Nada??”

“ Yaa, benar.. saya ibunya.. ada apa??”

“ maav mengganggu ahjumma, saya perwakilan dari Shinee World Fiction ingin memberikan hadiah, karena Park Nada berhasil memenangkan Lomba FF Tahun ini,,”

“ bukannya hadiah nya sudah dikirimkan lewat pos, 3 hari yang lalu??”

“ miaann, memang harusnya 3 hari yang lalu namun kurir kami sakit, jadi baru bisa dikirimkan sekarang, ini hadiahnya 2 Tiket PP Singapore, dan 2 Tiket Nonton Shinee Konser di Singapore, serta  voucher bermalam di Singapore untuk 2 orang..”

“ oh yaa.. nanti saya sampaikan jika sudah kembali, nada sedang berlibur soalnya..”

“ kamsa hapnida ahjumma..

FIN

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
Advertisements

105 thoughts on “HOROR: Bloody Vacation”

  1. waaaawaaa!! so scary!
    menurutku ceritanya agak sedikit gantung
    onewnya terus gimana?
    TAPI INI SANGAT KEREEEEEEEEEEEEENNNNN!!!!!!!! 😀

  2. gak bisa berkata-kata nie……..
    sumpah, ceritannya bener-bener okeh,,,,,
    buat diriku jadi merinding dan pengen nangis bacanya, pa lage pas taeminku tercinta dibuat mati,,,,,
    endingnya juga kayak film-film,
    berasa berada di tempat yang sama dengan tokoh-tokohnya……

  3. WOW…wiga onn salam kenal yah! 😀
    Wktu itu aku udh bca FF ini, gak tau udh komen gak tau enggak/loh? ehehehe…
    cerita nya bikin merinding + bikin aku pindah dari kamar mandi cepet2 ke ruang tengah, MERINDING EUY!!! HAHAHAHAHAAHAH…

    AKU SUKA AKU SUKA AKU SUKA AKU SUKA AKU SUKA AKU SUKA AKU SUKA AKU SUKA 😀

  4. onewnya kemana?? *ga penting lah#PLAK*

    ffnya nyeremin abiz,ceritanya juga ga bosenin,,debak deh buat author…
    keren-keren-keren…

  5. kereeeeen
    ga begitu serem,tp tegang sm deg-degannya dapet banget ^^d
    masih sedikit bingung,yang jahat itu kibum apa jinki ya? *garuk2 kepala*

  6. aaaaaaaaaaaaaaaaaa taemin oppaaaaaa >.<
    daebak, ffnya keren bgt yahh walaupun taemin oppa meninggalnya mengenaskan tapi dua jempol deh buar atuhor b^^d

  7. S-Sereeeem.. QAQ tadinya mau berhenti baca karena takut tapi yah mau gimana lagi orang udah baca setengah…bikin penasaran..-__-

  8. turuttu tu~ ngeri banget si kibum -_- dikira vampir, gabisa dibunuh ahahaha
    dan itu, hadiah ny baru dateng, tapi dia ny udh mati…. buat aku aja deh, menggiurkan banget tiket ny, uu~
    DAEBAK!! 😀

  9. Menegangkan
    Key yg mlakukan smua itu termasuk pada TaeMin.
    Kasihan banget JinKi.
    JinKi itu manusia atau udah jadi hantu.
    Keren author, keren banget sperti nonton film.
    Keren keren

  10. Hosh,,hosh,,hosh~ ya allah.. Apa slah ku sehingga hrsnya membca epep ini ,, pada mlam hr pula.. Hhh~ skrg rasanya aku gk kedinginan.. Malah kepanasan~ *kipas”paketangan*

  11. aduh, merinding~ jinki itu sebenernya siapa? T.T apa jinki jg sebenernya udh mati? ruang bawah itu isinya kamar jinki ya? berpikiiiiir…thor sy masih gangerti._. ada hubungan apa kibum sm jinki? ahelah pertanyaan berkelebat dikepala~ complicated!

  12. Waaah..
    Kereeeeen… 😀
    Tahan nafas bacanya..

    Tapi itu kibum apa kagak ngenalin jinki y pas d airport..
    Kalo misalnya si jinki emang sembunyi dari kibum.. Kok bisa kluar2 gitu?
    apa hbungannya antara kibum n jinki?

  13. ebusett.. serem amat. aku kira bakal ada yg masih hidup. taunya meninggal semua. hikss. suamikuuu.. mengapa engkau tega melakukan ituu? *tendang key kesawah* #kemudian dirajam lockets# huhu. great!!

  14. woohh.. jantungan ngebacanya. seremm, mana aku baca pas lagi sendirian di kamar. huhuhu, itu Magnae kasian banget. Umma jadi vampir? romace sekaligus horor. daebakkida! nice ff min^^

  15. Sumpah eon, tadi pas di kagetin kakak ku aku langsung nyebut “VAMPIER!!!!!”

    Aku aja hampir jatoh dari kasur

    Yang pasti DEABAK!!!

  16. Saya bergetar + merinding… Hiii serem… Tpi critanny itu gantung bget!!!!! Dimana onew? Siapa onew? Dan makhluk ap kibum itu???

  17. oooowwwwwwww
    serem banget….
    mengapa oh mengapa ini ff serem banget?
    padahal aku doyaannn nonton master sun…
    tp tetep ajaa ketakutan pas baca ff ini….
    mungkin karna sambil ngebayangi kali yaa…
    author, sukses bwt aku ketakutan….
    daebak!!!
    kamsahamnida author *bow 🙂

  18. Aku telat ya ¬_¬

    *teriak. SUMPAAHHHHH!!! NIH FF KEREN! 😀
    Tapiii itu Jinki kenapa? Kibum itu siapa? Jinki kok bisa tau nama Nada? Kibum itu ‘guide berhantu’-kah/? ? ._. *apadah
    Kibum dan Jinki sama2 hantu? Kenapa Jinki gk bisa keluar dari situ? Onew dan Jinki kenapa bisa beda?? *sudahlah abaikan

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s