My Lovely Servant – Part 1

Author  : Dhy

Cast     : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and the other cast

Ini ff  pertama yang Dhy buat, maaf ya kalau agak geje……

“ hey aku sudah bilang jangan buka gorden kamarku”

“ hey jangan sentuh barang apapun yang ada dikamar ini”

“jangan tatap aku, jangan sentuh aku, dan satu lagi jangan bicara padaku”

Semua ucapan diatas begitu menusuk ditelingaku, ini semua gara-gara sewa rumahku yang tidak bisa ku bayar (Reader : apa hubungannya coba) dan inilah ceritanya kenapa aku bisa ada ditempat ini.

***

1 hari yang lalu

“eun hye, kapan kau akan bayar uang sewa rumahmu ha??? Ini sudah tanggal berapa? Aku tidak bisa menunggumu lagi, rumah ini sudah ada yang mau memakainya bila sampai sore ini kau belum bayar juga” jelas seorang ahjumma yang sibuk menggantung pakayannya di bawah terik mata hari.

“ne, aku akan mencoba membayarnya hari ini, tapi apa ahjumma tidak mau memberiku beberapa hari lagi” ucap ku sambil mengikat tali sepatu.

“ maafkan aku tapi aku sedang butuh uang sekaranng, anaku harus segera membayar uang sekolahnya”.

“baiklah, klo begitu aku pergi kerja dulu”

Disebuah cafe

“ ensung, apa aku bisa meminjam uang” bisikku pada ensung yang sedang mengelap sebuah meja.

“ eun hye, ada apa???” Tanya ensung padaku sambil tetap mengelap meja

“ aku butuh uang untuk membayar sewa rumah tapi aku tidak punya tabungan sedikitpun” kini jari-jariku mulai mengetuk-ngetuk meja

“miane eun hye, tapi aku juga sedang tidak ada uang, kaukan tau kemarin kita harus bayar kuliah” ensung menatapku dengan tatapan iba.

“ ya eunsung, kenapa kau menatapku seperti itu, aku tidak akan kenapa-kenapa kalau cuma diusir, kan masih ada rumahmu” senyumku melebar menyembunyikan kekecewaanku.

“eun hye, kau bisa datang kapan saja kerumahku, eun hye tolong teruskan pekerjaanku, aku harus mengantar pesanan” ucap ensung kemudian meningalkanku.

Apa yang harus aku lakukan, kenapa hidupku harus sesulit ini tanpa sadar aku memukul-mukul kepalaku sendiri, saat aku berbalik aku melihat seorang pria yang sebaya denganku sedang tersenyum kearahku, jangan-jangan dia melihat tingkahku pekikku dalam hati.

“ ya~~ kenapa kau tersenyum seperti itu???” tanyaku pada pria itu

“ hey apa ini yang selalu kau lakukan pada pelangganmu???” dia malah balik bertanya dan tanpa menghapus senyuman dibibirnya.

“ baiklah TUAN, apa yang mau anda pesan?” tanyaku denngan sedikit penekanan pada kata tuan “ puas kau????” tambahku lagi.

“ 1 capucino ice”

“ 1 capucino ice akan segera datang” ucapku kemudian pergi meninggalkannya

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam waktu soul, karena sekarang musim panas aku berjalan keluar café hanya dengan T-shirt, aku meminta untuk pulang lebih awal karena aku harus mengepak barang-barangku, ya tepat sekali aku harus segera pindah dari tempatku sekarang. Sepanjang jalan aku hanya menunduk.

“ eun hye, yoon eun hye “ panggil seorang pria dari sebuah mobil sport berwana hitam.

Aku menoleh, dan ya aku mengenal mobil beserta siempunya mobil yang sekarang sudah berdiri dihadapanku.

“ aisssh ada apa denganmu??? Hari ini kau tidak seperti biasanya???” ucapnya sambil mengacak-acak rambutkku yang memang sudah berantakan.

“ memangnya biasanya aku seperti apa???” tanyaku heran

“ aku antar pulang” aish pria ini mengabaikan pertanyaanku “ hey, aku antar pulang, ayolah” belum sempat aku menolak dia sudah menarik tanganku kemobilnya.

Hening

“ hey kau mengganti interior mobilmu ya???” tanyaku memulai pembicaraan

“ bagus tidak???” dasar kebiasaan selalu saja mengabaikan pertanyaanku “ hey bagus tidak???” ulangnya.

“ hey lee jinki bisa tidak kau menjawab pertanyaanku dengan jawaban, bukan malah balik bertanya”

“ wah wah wah, kau marah? Baiklah baiklah, ne aku mengganti interior mobilku”

Apa??? dasar orang kaya selalu saja buang-buang uang, tidak tahu apa masih banyak orang sepertiku di dunia ini, maksudku orang-orang yang benar-benar membutuhkan uang untuk hal yang penting.

“ eun hye, ada apa sich denganmu? Kenapa kau banyak melamun hari ini?”

“ ah tidak, jinki berhenti disini saja, sebentar lagikan sampai” pintaku pada jinki

“loch kenapa tidak sampai depan rumahmu???”

“kau akan repot bila harus memutar balik mobilmu” jawabku asal, sebenarnya aku tidak mau kalau sampai jinki tahu aku harus pindah rumah dengan terpaksa, pasti dia akan membantuku. Akupun turun dari mobil “ jinki, gomao~~~” ucapku sambil melambaikan tangan pada jinki.

“ eun hye, besok aku akan menemuimu di kampus, tidur nyenyak ya” ucap jinki kemudian mobilnyapun melesat menjauhiku.

Sesampainya dirumah aku segera membereskan barangku, kemudian seseorang masuk ke dalam rumah.

“ eun hye, kau memutuskan pindah?”

“ ea, aku belum bisa bayar uang sewanya, untuk sementara waktu aku akan tinggal dirumah teman” jelasku

“baiklah, aku benar-benar minta maaf, karena tidak bisa mempertahankanmu dirumah ini”

“tidak apa-apa ahjuma, aku mengerti, tapi ahjuma aku belum bisa bayar uang sewaku untuk dua bulan ini sekarang, aku akan membayarnya minggu depan saat aku menerima gajiku”

“tidak usah eun hye, uangnya bisa kau pakai untuk biaya hidup”

“tidak tidak itu hutangku, jadi aku harus membayarnya” ucapku dengan senyuman     “ahjuma aku harus segera pergi, sudah malam” ucapku saat melihat jam ditanganku menunjukan pukul 9.

“ hati-hati ya eun hye”

***

Saat aku sampai didepan rumah eunsung, dia belum pulang dari café, aku menungunya sekitar setengah jam.

“ eun hye, mian membuatmu menunggu” suara eunsung membuyarkan lamunanku

“ ow tenang saja, akukan sudah biasa menunggu”

“ ayo masuk” eunsung membuka pintu kemudian aku mengikutinya. Rumah eunsung memang kecil paling tidak ini benar-benar rumahnya bukan sewaan.

“ apa hari ini café ramai sampai kau pulang larut???” tanyaku penasaran

“tidak, tadi aku bertemu pamanku, ow ya dia menawarkan pekerjaan, tapi aku menolak”

“kenapa???”

“aku harus menginap ditempat kerjaku”

“kerja apa???”

“pelayan, tidak tidak,  jangan berpikir kalau kau mau bekerja disana”

“memangnya kenapa?” tanyaku bertambah heran

“pamanku bercerita kalau tuan mudanya itu orang yang menyebalkan, banyak sekali pelayannya yang minta berhenti, memang sich gajinya lumayan dibandingkan pekerjaan pelayan pada umumnya, tapi kalau harus menghadapi orang menyebalkan, siapa yang tahan”

Bisa tinggal gratis, makan gratis, uang gaji lumayan, kenapa tidak aku ambil saja.

“ eunsung, apa aku bisa bekerja disana?”

“apa kau yakin? Kaukan sudah punya pekerjaan”

“tapikan aku sedang butuh uang, apa disana ada hari libur?”

“ada, jadwalnya bisa menyesuaikan”

“ kalau begitu aku akan bekerja disana, dan aku akan mengambil waktu libur pada hari weekend, dan saat weekend aku akan bekerja di café bersamamu, ow ya apa aku bisa tetap kuliah?”

“tentu, pamanku bilang ada pengecuallian untuk pelayan yang masih kuliah, jadi mereka bekerja dari siang sampai makan malam selesai”

Kalau begitu aku akan bekerja disana, kau harus segera menelepon pamanmu, pamanmu bekerja disana sebagai apa?”

“dia koki, baiklah aku akan meneleponnya sekarang lebih baik kau tidur”

“OK” ucap ku

Mulai besok aku harus bekerja keras, fighting eun hye, ow ya akukan belum bertanya tuan muda itu umur berapa, tapi dari cerita eunsung tadi sepertinya dia masih anak-anak, ya kalau cuma anak-anak pasti bisa ku atasi.

***

Keesokan hari….

“eunsung, apa kau tidak ada kuliah pagi ini?” tanyaku sambil mengguncang-guncangkan tubuh ensung yang masih terbaring di ranjang.

“ aku tidak ke kampus, mmm aku akan mmm mengurus pekerjaanmu hari ini” gumam eunsung tanpa merubah posisi tidurnya.

“baiklah, kalau begitu aku ke kampus, terimakasih eunsung, ow ya sarapanmu sudah ada di meja”

***

Saat sampai dikampus sepertinya aku sudah terlambat dikelas pertamaku, aku pun mengendap-endap agar bisa masuk kedalam kelas saat tiba-tiba dosen itu memergokiku.

“Annyeong haseoyo” ucapku dengan wajah paling polos yang bisa kubuat

“kamu lagi?” (pake bahasa kamu karena dosen adalah orang berpendidikan, anggaplah dosen itu berbicara formal*)

Aku hanya tersenyum kemudian duduk saat dosen itu mempersilahkanku duduk.

“tadi malam kau menginap dimana?” bisik jinki

“we?”

“semalam kau menginap dimana?”

“aku akan menjelaskannya nanti”bisikku sambil mengedipkan sebelah mataku, aku tau jinki kini hanya diam dan menatapkku bingung.

Saat kelas pertamaku selesai jinki langsung menghampiriku.

“ya, tidur dimana kau semalam? Kenapa tadi pagi saat aku menjemputmu kau tidak ada?”

“semalam aku tidur dirumah eunsung, dan aku sudah tidak tinggal dirumah itu, kau mengerti kenapakan”jawabku dengan senyum yang masih kupasang diwajahku.

“apa, jadi sewamu sudah habis? Kau tidak memperpanjangnya, kenapa kau tidak bilang padaku, akukan bisa membantumu, lalu kau akan tingal dimana???”

“lee jinki sahabatku, kau jangan hawatir, aku sudah dapat pekerjaan dan aku akan tinggal ditempat kerjaku itu, lagipula akukan tidak mau terus merepotkanmu, hey jinki lihat, han yojo sepertinya tidak menyukaiku ada didekatmu”

“kenapa tiba-tiba kau membicarakan gadis menyebalkan itu?”

“karena dari tadi dia memperhatikan kita” kemudian hanphoneku berdering “ ini eunsung, aku harus mengangkatnya” ucapku pada jinki yang sedari tadi melihat kerahku dengan tatapan ‘siapa yang menelepon’

“ne, baiklah aku akan segera kesana” ucapku “ea aku bisa meningalkan kelas ko, kan cuma satu hari, ya sudah tunggu aku sebentar” akupun menutup telepon dari eunsung.

“jinki, besok aku pinjam catatanmu, aku harus pergi ketempat kerja baruku sekarang” ucapku pada jinki yang memperhatikanku sibuk membereskan buku.

“ya, kau mau pergi sekarang?”

“akukan sudah bilang ya”

“mau aku antar?” Tanya jinki

“kau gila ya, aku akan bekerja disebuah rumah, dank kau akan mengantarku dengan mobil mewahmu itu, mereka akan menyangka kalau aku itu tamu”

“baiklah, kalau begitu hati-hati, jangan lupa telepon aku” ucap jinki, kemudian akupun meningalkan kelas.

***

“eun hye, sini” panggil eunsung

“hey, maaf membuatmu menunggu” ucapku terengah-engah karna berlari dari kampus tadi.

“kenalkan ini pamanku” ucap eunsung memperkenalkan seorang ahjussi yang berada di sampingnya.

“annyeong, aku yoon eun hye” ucapku ramah

“baiklah, kita harus buru-buru karna aku harus menyiapkan makan malam” ucap ahjussi.

Dan akupun memeluk eunsung “aku akan meneleponmu”ucapku.

***

Rumah majikanku sangat besar, lebih mirip hotel dibandingkan rumah, sekarang aku  berganti seragam pelayan dan sedang diajak keliling rumah oleh kepala pelayan, dia tidak mau kalau aku panggil haelmonii dia hanya ingin dipanggil kepala pelayan Han.

“noona yoon, ini kamar tuan muda, jangan masuk bila tidak ada urusan, ini kamar tuan muda” jelasnya

“tuan muda? Lagi?” tanyaku bingung

“keluarga kim punya dua anak, dan dua-duanya laki-laki”

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

“lebih baik sekarang kau bangunkan tuan muda” ucap kepala pelayan Han, saat kami berada didepan kamar yang tadi sudah kami lewati, ya lebih tepatnya kamar yang pertama kali ditunjukan.

“apa? Jam segini, dia tidur siang sampai jam 5 sore?”

“jangan banyak bertanya” kepala pelayan han pun pergi meningalkanku.

Dasar anak kecil, jam segini masih tidur, jangan-jangan aku juga harus memandikannya. Akupun memasuki kamar dan gelap tak ada cahaya matahari yang masuk kekamar, akupun berjalan kerah jendela kemudian mulai menarik gorden yang tertutup rapat tetapi kemudian.

“hey aku sudah bilang jangan buka gorden kamarku” suara seorang pria menghentikan gerakanku.loh bukanya aku harus membangunkan seorang anak kecil pikirku, aku pun memutuskan untuk mengambil sebuah figura yang ada diatas meja, hanya untuk meyakinkan siapa penghuni kamar ini yang sekarang ada dibawah selimut.

“ hey jangan sentuh barang apapun yang ada dikamar ini” ucap pria itu lagi sekarang dia sudah duduk dan membuka selimut yang sedari tadi menutupi semua tubuhnya. Aku kaget saat meliahat tuan muda yang kupikir anak kecil ternyata usianya tidak jauh beda denganku, atau mungkin usia kita sama, aku tidak sadar saat tanganku mulai bergerak dan akan menyentuhnya tapi gerakanku berhenti saat pria itu berkata “jangan tatap aku, jangan sentuh aku” saat aku akan membuka mulutku untuk berbicara pria itu berkata lagi “ dan satu lagi jangan bicara padaku”.

TBC

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
Advertisements

5 Boys 5 Stories – Onew [Part 1/2]

P.S: @Rana: Hemm… beruntung kamu masukin FF ini di blog kamu jadi kita bisa ngambil fotonya dari sana… nanti story selanjutnya tolong foto Key di attach aja ya ^-^.


5 Boys 5 Stories

PART I : ONEW (Lucky – Jason Mraz)

Author : shineeisland a.k.a Rana

Rating : T

Genre : Family, Romance

Length: Mini Drama Series

Casts : Lee Jinki, Lee Jieun

Disclaimer : I do not own SHINee’s members, they belong to themselves and their parents. I also do not own Lee Jieun, she belongs to herself. But I do own the story.

***

Do you hear me, I’m talking to you

Across the water, across the deep blue

Ocean under the open sky

Oh my, baby I’m trying

Jinki menghempaskan dirinya di kasurnya. Ditatapnya langit-langit kamar tidur dormnya yang berwarna putih.

“Hari pertamaku masuk universitas…” gumamnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya berderit. Seseorang dengan rambut mangkuk warna coklat masuk ke dalam. Orang itu adalah Taemin, maknae sekaligus lead dancer SHINee, band yang mereka gawangi.

“Hyung, bagaimana tadi hari pertamamu kuliah?” tanya Taemin seraya mendudukkan dirinya di kasur Jinki. Jinki yang tadinya sedang berbaring itu segera beranjak duduk begitu dilihatnya Taemin memasuki ruangan.

“Ha-hari… pertamaku? Hari pertamaku baik-baik saja…” jawab Jinki mantap. Namun Taemin sudah tahu pasti, kalau leader mereka berbicara dengan sedikit gugup, tandanya ia sedang dalam masalah.

“Hyung…” Taemin memicingkan matanya. “Ceritakan saja padaku apa yang terjadi di universitasmu tadi!” Taemin berkata dengan sedikit membentak. Kaget dengan apa yang dikatakan oleh maknae SHINee tadi—yang biasanya tidak pernah membentak, Jinki segera saja membuka mulutnya, mengeluarkan segala unek-uneknya seharian ini.

“Tadi di universitas, aku… bertemu seseorang…” kata Jinki, ragu-ragu.

“Siapa, hyung? Siapa?” Taemin terdengar antusias. Tangannya memukul kasur saking bersemangatnya. Jinki hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Taemin.

“Aku bertemu dengan… Jieun…”

“Hah? Jieun? Jieun itu bukannya… orang yang sering hyung ceritakan pada kami?”

“Tepat sekali.”

“Tapi… bukannya hyung bilang… kalau Jieun noona itu sekarang ada di Australia? Lalu, kenapa ia bisa satu universitas dengan hyung?”

“Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja aku melihatnya duduk di salah satu bangku di ruang kuliahku. Awalnya aku tak mengenalinya… Well, mungkin karena dia sudah banyak berubah…”

“Berubah bagaimana?”

“Ya… begitulah. Berubah. Total.”

Taemin mengangguk-angguk mendengar penjelasan hyungnya. Tak berapa lama tiba-tiba terdengar panggilan Key dari dapur, meminta mereka untuk makan.

“Jinki hyung, Taeminnie, ayo makan malam!” panggilnya. Taemin segera beranjak dari ranjang dengan cepat. Telinganya naik begitu mendengar kata ‘makan’.

“Jinki hyung! Kau tidak makan! Ayo kita makan dulu!” ajak Taemin. Kalimatnya terdengar terburu-buru, nampak sekali ia tidak sabar.

“Ah, ani… Aku masih mau tidur-tiduran di sini. Bilang saja pad Key, makanan untukku simpan di dalam kulkas. Nanti saat aku lapar, akan kupanaskan sendiri makanannya…”

“Okelah kalau begitu, hyung. Aku ke dapur duluan ya!” Taemin membuka pintu kamar dan pergi. Kini Jinki kembali sendiri di dalam kamar tidur mereka yang bisa dibilang agak kurang penerangan.

Lagi-lagi Jinki membaringkan dirinya di atas kasur, menatap langit-langit.

Hey, Jinki… Tadi siang kau tidak salah lihat kan? Itu benar-benar Jieun kan? Lee Jieun, yang dulu kau kenal itu kan? Batin Jinki dalam hatinya. Saat ini ia hanya memikirkan gadis yang baru saja ditemuinya tadi siang, namun telah dikenalnya sejak kecil.

Perlahan-lahan memori Jinki tentang Jieun pun muncul, di dalam kepingan-kepingan seperti puzzle yang belum tersusun.

Sudah lama betul Jinki mengenal Jieun. Saat itu, umurnya sekitar 6 tahun saat Jieun dan keluarganya pindah ke rumah sebelah rumah Jinki.

“Hai, mulai hari ini aku akan jadi tetanggamu, semoga kita bisa berteman baik ya!” Gadis kecil dengan rambut hitam pendek sebahu mengampiri Jinki. Tak seperti yang Jinki duga, gadis itu tidak membawa boneka, ataupun ia tak memakai baju-baju ala anak kecil perempuan biasanya. Ia malah mengenakan kaus longgar, yang mungkin saja milik kakaknya.

“Ya… semoga kita bisa berteman baik…” kata Jinki gugup. Gadis di hadapannya itu tersenyum sekenanya, lalu pergi berlalu meninggalkan Jinki yang masih memiliki 1001 pertanyaan di benaknya.

Sejak perkenalan singkat itu, Jinki mulai sering bermain dengan gadis kecil itu. Setelah mereka berkenalan lebih dalam, tahulah Jinki kalau nama gadis itu adalah Jieun. Lebih tepatnya, Lee Jieun.

Jieun yang Jinki kenal itu…

…serampangan

…tomboy

…berlaku seenaknya

…hobi memarahi Jinki walaupun ia tidak salah

…dan suka sekali dengan tantangan

Namun, Jieun yang Jinki lihat barusan…

…berambut panjang

…anggun

…mengenakan rok

Dan satu lagi, yang memang harus Jinki akui, Jieun… bertambah cantik. Jauh lebih cantik dari yang ia kira.

Setelah 7 tahun tidak bertemu, secepat itukah perubahan pada dirinya?

Ia tidak tahu, bahkan ia rasa Jieun pun juga tidak tahu.

***

Pagi ini Jinki harus berangkat ke universitasnya. Ia tak punya jadwal apa pun dengan SHINee hari ini, jadi ia berniat berangkat ke universitas lebih cepat dari biasanya.

Jinki terus berjalan hingga sebuah suara merdu menghentikan langkahnya.

“Jinki-sshi!” panggil suara itu. Jinki menoleh ke belakang. Seorang gadis dengan rambut panjang terurai, dan dengan rok lapis beserta kemeja ala perempuan kuliahan biasanya, menghampirinya dan menepuk bahunya.

“Jinki-sshi, kau masih ingat aku kan? Ini aku, Lee Jieun, sahabatmu sejak umur 6 tahun, yang pindah saat kita berdua berumur 13 tahun…”

Jinki menatap Jieun dari atas ke bawah, lalu nyengir kecil.

“Kukira kau benar-benar sudah berubah. Tapi ternyata masih ada satu yang bertahan. Mulut cerewetmu yang tidak bisa berhenti nyerocos saat bicara itu… Hahahah…”

Jinki menertawai Jieun yang berada di depannya, lalu menepuk pundak Jieun. Jieun yang masih bingung (baca : terkejut batin alias masih ngerasa aneh), hanya menatap Jinki tidak mengerti.

“Ayo Jieun-ah, kita masuk ke ruangan sama-sama…” Jinki menarik pergelangan tangan Jieun dan mengajaknya berlari. Nampak sekali Jinki sudah begitu rindu dengan sahabat lamanya yang satu ini. Bagaimana tidak? Saat mereka kecil, Jieunlah yang selalu melindungi ia dari gangguan anak-anak berandal. Dan bisa dibilang juga, Jieun adalah partner in crime-nya.

Jinki menyuruh Jieun untuk duduk di sebelahnya. Gadis itu menurut saja, dan raut wajahnya juga biasa. Sementara Jinki terlihat begitu antusias. Sepertinya banyak sekali hal-hal yang ingin ia ceritakan pada sahabatnya ini yang sudah tidak saling bertemu selama 7 tahun.

Jinki dan Jieun pun berbincang panjang. Tidak di kuliah, tidak di kantin, bahkan saat pulang kuliah pun mereka masih melanjutkan acara bincang-bincang mereka di sebuah kafe. Jieun bercerita banyak mengenai kehidupannya di Australia. Begitu pula dengan Jinki. Ia juga bercerita tentang kehidupannya sebagai salah satu personil SHINee.

“Jadi Jieun-ah… sekarang katakan padaku apa yang bisa membuatmu berubah 180 derajat seperti ini!” kata Jinki penasaran diiringi kekehan kecil dari mulutnya.

Mendadak raut wajah Jieun berubah. Mukanya berubah pucat, dan merasa tidak senang dengan pertanyaan Jinki.

“Aku yang sekarang adalah aku yang sekarang, Jinki-sshi. Jadi kau tak perlu repot mengurusi mengapa aku bisa berubah seperti ini!” Tiba-tiba Jieun marah dan pergi meninggalkan Jinki di kafe itu sendirian. Sementara Jinki hanya terdiam, terpaku di sana.

Dasar Jinki lelaki terbodoh sedunia! Batinnya dalam hati.

***

Esoknya Jinki tak melihat tanda-tanda keberadaan Jieun di universitas. Esoknya juga, dan esoknya juga. Apakah Jieun marah besar dengan kata-kataku semalam? Gumamnya di benaknya. Memangnya apa sih yang salah dengan kata-kataku? Padahal aku kan hanya bertanya…

Namun di hari keempat akhirnya gadis sahabat lama leader SHINee itu muncul juga. Kini senyum sudah terkembang di wajahnya seperti biasa. Nampaknya ia tak marah lagi dengan Jinki.

Jieun mengambil tempat duduk di sebelah Jinki lagi. Jinki tersenyum padanya, dan Jieun membalas senyumannya sekenanya.

Mengapa suasananya jadi canggung begini, ya?

Selama pelajaran mata Jinki tak luput dari sosok gadis di sebelahnya, yang tak lain adalah Jieun. Entah mengapa kini Jinki merasakan aura berbeda dari gadis itu… aura yang… argh… entahlah. Susah untuk diungkapkan dalam kata-kata. Istilahnya, hard to say.

Lama memandangi Jieun, akhirnya Jieun pun sadar dengan tingkah laku Jinki yang aneh.

“Ngh… Apa ada yang salah dengan mukaku ya?” Jieun akhirnya bertanya pada Jinki. Pertanyaan itu berhasil membuyarkan lamunannya.

“Ah, tidak, tidak ada yang salah…” jawab Jinki gugup. Jieun memandang Jinki heran, lalu segera mengalihkan tatapannya ke depan, ke arah dosen yang sedang mengajar. Sementara Jinki melanjutkan aktifitasnya memandangi gadis sahabat lamanya itu (dasar Jinki!).

Sepulangnya dari sana, Jinki berniat mengajak Jieun untuk jalan-jalan sebentar. Jieun pun mengiyakan.

Yes, kau berhasil mengajaknya jalan-jalan, Jinki! Hahaha. Tawa Jinki dalam hati.

Member SHINee yang paling tua itu mengajak Jieun ke rumah mereka dulu, yang kini kosong karena ditinggal penghuninya. Rumah itu memang cukup jauh dari kota Seoul—berada di sedikit pinggiran kota, tapi Jinki bela-belain datanga ke sana untuk melihat rumah lama itu, lagipula sekalian ia bisa mengunjungi orang tuanya, bukan?

Mereka pun sampai di sana. Jieun dan Jinki turun dari mobil bersamaan. Pertama, yang harus mereka lakukan adalah mendatangi rumah Jinki.

“Annyeong haseyo~ umma…” sapa Jinki dari luar rumah. Pintu dibuka. Berdirilah di situ sesosok wanita yang mungkin sudah cukup tua, namun ketuaan itu tak tampak sekali pun karena senyumannya—yang benar-benar mirip dengan anak laki-laki satu-satunya itu.

Jinki dan Jieun pun dipersilahkan masuk dan disuguhi berbagai macam makanan dan minuman.

“Jinki-ah, siapa ini yang kau bawa bersamamu?” tanya umma Jinki. Jinki tersenyum.

“Umma tidak ingat dengannya? Ini Jieun, Lee Jieun, tetangga kita dulu…” jawabnya.

Umma Jinki terlihat meneliti seorang gadis yang kini duduk di hadapannya. Mata yang sipit semakin sipit karena dipicingkannya. Sementara Jieun hanya tersenyum kecil.

“Wah, Jieun-sshi… kau sudah benar-benar berubah…” kata umma Jinki, membuat Jieun malu. Pipinya memerah, dan senyumnya semakin berkembang.

Setelah pertemuan dengan orang tuanya itu, Jinki dan Jieun segera pergi ke rumah sebelah, di mana di sanalah tersimpan segala macam peninggalan persahabatan mereka berdua.

“Jieun-ah, kau ingat dengan sarung tangan karet ini?” kata Jinki seraya mengacungkan sebuah sarung tangan karet warna putih yang sudah usang.

Jieun tertawa kecil.

“Tentu saja aku ingat. Itu kan sarung tangan yang aku curi dari tukang pemotong rumput kompleks saat aku kalah dalam taruhan kita… Hahaha…” Jieun tak hentinya tertawa dan tersenyum, begitu pula dengan Jinki.

“Jieun-ah… kau memang sudah berubah ya…” kata Jinki tiba-tiba.

“Ngh? Apa?”

“Tapi kurasa aku lebih suka dirimu yang dulu…”

Glek. Jieun menelan ludah. Jinki lebih suka yang dulu? Padahal perubahan ini kulakukan demi dia… batin Jieun dalam hati.

“Terserah kau mau suka yang sekarang atau yang dulu. Hahaha lagipula kau kan tak ada urusan denganku? Hahaha.” Jieun pun tertawa, namun tawa yang keluar bukanlah tawa yang lepas, melainkan tawa garing.

Jinki di sudut ruangan hanya nyengir kecil, seakan tidak melakukan kesalahan apa pun pada Jieun.

TBC

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

Mianhaeyo From Heaven

P.S: Hohoho.. maaf yah baru post jam segini, kita semua baru bangun soalnya.. ekekekekeke.. maafffff bangettt.. soalnya semalem kita semua begadang *reader: gak da yg nanya*. Oh yah buat author ini… gambarnya gak bisa masuk… mian banget… maaf yahhh.. lain kali kalau yang lain juga mau masukin gambar di FF nya selain masukin ke dalam tulisan tolong attach juga gambarnya. OK? makasihhh… sekali lagi maaf buat author.

Annyeong semuanya ikutan gabung ya!!!!!!!!! Ini ff pertama aku one shoot judulnya mianhaeyo from heaven publish yua* bowing 90 derajat*

MIANHAEYO FROM HEAVEN


Cast:

Member SHINee

Han Ri Chan a.k.a Nyda Han

Park Min Gi a.k.a Dessi

Shin Hyun Young a.k.a wonnie

Park ri rin a.k.a ririn wookie

Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

KU RASAKAN SEMUA PEDIHMU SAAT KAU PANGGIL NAMAKU MERINTIH DALAM SEPIMU

“taemin lee taemin bogoshipda hari ini tepet  5 tahun saat-saat kau akan melamarku”Seorang gadis masih menunggu kekasihnya yang sedang koma di rumah sakit. Dia mengingatkejadian yang dia alami bersama kekasihnya selama ini

“dok, waeyo dengan keadaan tunangan saya?”tanya gadis itu mungkin secara resmi mereka belum bertunangan tapi seharusnya mereka sudah bertunangan sejak 5 tahun yang lalu.

“entahlah nona Han baru kali ini ada pasien yang koma selama 5 tahun”ujar dokter Cho. Gadis itu hanya menghela napas panjang dia mengingat kenangannya yang dia alami dengan kekasihnya 5 tahun yang lalu

***

Suasana pagi yang indah membuat semua penghuni ingin cepat-cepat memulai aktivitasnya tapi keadaan itu berbeda dengan keadaan di salah satu dorm yang dihuni salah satu anak didiknya SHINEE. Key sang umma segera membangunkan taemin

“taeminnie ayo bangun kamu harus segera sekolah umma sudah siapkan sarapan untukmu” taemin tidak memperdulikan ucapan key dia masih tidak mau bangun, key bingung dengan kelakuan dongsaengnya itu

”ada apa ini?”tanya onew sang kepala keluarga

“appa ini anakmu dari tadi tidak bangun-bangun”jelas key

“biarin aja hyung nanti juga bangun sendiri”ucap jong hyun kalem PLETAK!!! Penggorengan yang tadi berada di tangan key berpindah ke kepala jong hyun

“heh kau ini kalau terjadi apa-apa dengan anakku bagaimana?”key tidak terima taeminienya di cuekin seperti itu

“hoam ada apa ini?”tanya min ho yang sedari tadi masih tidur

“huuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hiks hiks hiks “ tangis taemin pun pecah otomatis semua huyungnya melihat dengan penasaran

“waeyo anakku?”tanya onew keceplosan

“ada apa appa?ayo umma ingin dengar sekali lagi!!”ucap key

“ani ani !!”ucap onew jaim

“aku ingin pindah sekolah saja hyung!!” ucap taemin menahan air mata

“waeyo ?”tanya jong hyun

“taeminnie di aniaya sunbae-sunbaenya” ucap min ho

“hyung yang mana yang menyiksamu taeminni?”tanya key wuihhhhhh tumben maco banget

“neul rin noona. Dia marah gara-gara aku tidak membalas perasaannya dia dan teman-temannya ngeroyok aku”ucap taemin dengan terisak isak para huyungnya segara memeluknya mereka tau kalau taemin sangat lembut dan dia pasti tidak sanggup membalas perlakuan neul rin dan teman-temannya

***

SEOUL GIRL HIGH SCHOOL

“Annyeong naneun Lee tae mi imnida” ucap taemin

“kya mirip Lee Taemin Shine ya” ucap hyun young pada ririn teman sebangkunya

“ne tapi ini kan cowok”ucap sun yi yang bangkunya berada di depan mereka

“ tae mi kamu duduk di sebelah ri chan!!”ucap dong hae songsaenim. Taemin pun segera melangkah menuju meja ri chan ada 2 alasan mengapa taemin menyamar jadi wanita  1, supaya tidak mengalami kejadian seperti itu lagi  2. Karena ini sekolah cewek

“annyeong taemi naneun han ri chan imnida tapi kamu panggil ri chan saja!!” ucap ri chan

~ ~ ~

“kekekekekekeke kamu itu lucu sekali taemi jadi kamu adiknya taemin shinee?”tanya ri chan sambil tertawa sampai-sampai pulpen yang dia pegang jatuh ke lantai saat ri chan akan mengambil pulpennya tiba-tiba tangan taemin pun hendak mencapai pulpen itu dan akhirnya tangan mereka pun bersentuhan. Ri chan tidak tahu kenapa pipinya terasa begitu panas dan jantungnya bergetar ribuan kali lebih cepat

“anniyo ri chan apa yang kamu lakukan? Kamu masih normal kan? Kamu kan suka sama oppanya jangan sampai gara-gara taemi mirip dengan taemin kamu jadi suka sama dia” kata ri chan dalam hati.

‘KYAAAAAAAA apa yang kalian lakukan?”tanya min gi setengah berteriak mengejutkan taemin dan ri chan

“hua anniyo kami tidak melakukan apa-apa!!”jawab ri chan kaget

“sebenarnya ada apa noon ehm eonnie kesini?”tanya minnie dia sedikit khawatir karena salah bicara

“ah tae mi tadi kamu manggil noon apa?”tanya ririn sedikit curiga

“anniyo tadi aku salah bicara jadi eonn semu ada apa kesini ?”tanya taemin mengalihkan pembicaraan

“ada murid baru di ruangan kepala sekolah dia katanya mengenalmu!!”ucap hyun young. Taemin langsung bergegas ke ruangan kepala sekolah dan ternyata

“kibum hyung apa yang kau lakukan disini?”tanya taemin ketika menyadari umma nya berada di sekolahnya

“aish dongsaeng pabo pelankan suaramu panggil aku kim ki young eonni” kata key sambil mencoba tersenyum pada kepala sekolah

“kim ki young eonni sudah lama kita tidak bertemu”kata taemin sembari memeluk key erat

“ne dongsaeng-ah aku merindukanmu juga merindukan kibum oppa oya aku pindah kesini sekalian mengajak choi min ji juga lho”kata key sembari membalas pelukan taemin

“minji ? nugu?”tanya taemin heran terhadap tingkah huyungnya itu

“aish masa kau lupa itu lho adiknya Min ho oppa”ucap key dan seketika itu juga min ho datang dengan pakaian yang sama dengan mereka hanya saja kalau key rambutnya diikat sedangkan min ho rambutnya tergerai hanya saja dia memakai bando putih di rambutnya mereka bertiga terlihat sangat cantik

~ ~ ~

“kya hyung tadi ngapain nyamar jadi ki young segala mana pake ada acara deket-deket ama hyun young noona segala”protes taemin ketika kini mereka semua telah sampai di dorm

“aish kau ini curang sekali sudah tahu di sekolahmu kaum yeojanya neumo yeppeo malah tidak mengajak kita semua” ucap min ho manyun dia tadi sempat terkagum kagum saat melihat ririn

“kalau gitu aku juga pengena dong jadi anak SMA lagi”ujar onew

“ne hyung aku setuju”tambah jong hyun

“huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa jangan sampai ada lee jin hye sama kim joo kyoung!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak taemin gak rela

~ ~ ~

NAMUN SAYANGNYA KAU KINI TAK DAPAT LAGI KU SENTUH TAK MUNGKIN PULA KU RENGKUH WALAU BESARNYA INGINKU

“AHJUMMA..AHJUMMA!!!”ucap seorang gadis kecil sambil berlari-lari kecil menghampiri ri chan yang sedang duduk di ruang tunggu

“ki sun jangan berlari-lari seperti itu ini rumah sakit, nak!!”ujar jin ki memarahi anaknya. Sun yi yang ada di sampingnya mengiyakan

“anniyo gwenchana eonnie oppa lagian aku juga sudah kangen sama keponakanku ini”ujar ri chan

“kamu ini terlalu memanjakannya ri chan”ujar key yang tiba-tiba datang bersama istrinya hyun young. Ri chan hanya tersenyam mendengarkan celotehan mereka

“ahjumma.. ahjumma tadi di pesta pertunangan min ho ahjussi dan ririn ahjumma ada yoogeun oppa loh.”kata ki sun polos

“yoogeun sekarang sudah masuk sekolah dasar”kata hyun young

“oppa tadi nanyain taemin ahjussi loh”kata ki sun lagi

“terus ki sun bilang apa sama oppa?”tanyaku lagi memang yoogeun belum tahu kalau taemin salah satu appanya sudah 5tahun koma, ri chan takut kalau-kalau ki sun mengatakannya pada yoogeun

“aku bilang kalau ahjussi sedang tidur. Kenapa sih ahjumma ahjussi kok tidurnya lama banget?””tanya ki sun lagi-lagi dengan tampang polosnya. Tidak terasa air mata membasahi pipi ri chan.

~ ~ ~

“tuh kan bener ternyata kalian itu shinne”kata ri chan dengan sedikit ngambek hampir saja dia merasa bahwa dirinya tidak normal tapi ternya orang itu memang benar-benar taemin bukan taemi

“mianhaeyo ri chan tapi aku mohon saranghaeyo”ucap taemin lirih ri chan memandangnya tak percaya jujur sebanarnya ri chanpun ingin mengatakan nado saranghae padanya tapi dia benar-benar sebel pada taemin

“kau ini aneh-aneh saja !”ujar ri chan ketus

“ayolah ku mohon nanti malam datang ya ke tempat biasa aku ingin melamarmu menjadi kekasihmu nanti malam”ujar taemin meyakinkan

“baiklah jam 08 p.m dan jika kamu telat sedikitpun jangan harap aku akan menerimamu”ancam ri chan

~ ~ ~

MAAFKAN BILA AKU TIADA LAGI DI SISI KITA TERPISAH RUANG DAN WAKTU

“lee taemin kamu benar-benar ingin bikin gara-gara dengan Han Ri Chan?aku kan sudah bilang kalau telat aku tidak akan memerimamu”kata Ri Chan dalam telepon dia sudah menunggu taemin selama 2jam tapi Taemin benar-benar lambat

“mianhaeyo tadi ada latihan ngedadak jadi aku lambat tungguin aku 15 menit lagi aku janji akan ngebut tapi sekarang huja n jadi jalannya sedakit licin. Klik pembicaraan merekapun terhenti. Richan terus menunggu taemin.

All about you love you i wanna be with you only you(bunyi hape milik ri chan)ri chan menatap layar hape miliknya lee taemin

“cepetan ih cafenya sebentar lagi mau tutup”celoteh ri chan, tapi taemin malah diam

“mianhaeyo aku tak bisa datang. Kamu boleh memarahiku. Kamu boleh membenciku tapi aku mohon dengarkan aku sekali lagi saja saranghaeyo hanya itu satu-satunya kata yang ingin aku katakan aku hanya ingin pamitan padamu tapi kau harus selalu ingat ri chan han ri chan aku lee taemin akan selalu mencintaimu”ri chan hanya diam mendengar perkataan taemin air matanya jatuh perlahan

“nado saranghae lee taemin aku han ri chan juga mencintai kamu lee taemin, oleh karena itu aku mohon jangan tinggalkan aku”ucap ri chan air matanya tak terbendung lagi. Semua pengunjung cafe menatap ke araahnya tapi mereka bukan melihat ri chan yang sedang menangis tapi mereka memperhatikan televisi yang ada di depan ri chan. Ri chanpun ikut-ikutan menatap tv itu

“pemirsa lagi-lagi hujan lebat menelan korban malam ini lee taemin seorang member Shine di beritakan mengalami kecelakan mobil saat hujan terjadi dan itu dikarenakan dia mengendarai mobil dengan kecepatan tanggi”ucap pembaca berita tersebut. Richan menangis sejadi-jadinya’jadi ini alasan mengapa kamu ingin meninggalkanku lee taemin?’                    ~ ~ ~

TANGIS TAKKAN SANGGUP MENGULANG LAGI SEMUA PENYESALAN DI HATI HANYA LAHIRKAN NESTAPA BILA WAKTU MEMIHAKKU HARUSNYA KU BILANG SAYANG HARUSNYA KU BILANG CINTA KARENA SEMUA MILIKMU

Ri chan membuka matanya perlahan. Ri chan terlojak kaget saat melihat taemin sudah berdiri di sampingnya

“taeminnie “ pekik ri chan, ri chan tak peduli apakah kini dia sedang bermimpi atau tidak tapi yang jelas ini semua terlihat nyata

“nado bogoshipda richanselama ini aku selalu mendengaarkan kepedihanmu saat kau memanggil namaku namun sayangnya aku sudah tidak bisa lagi menyentuhmu karena dunia kita telah berbeda maafkan bila aku tidak bisa di sisimu lagi”ucap taemin

“taemin mianhaeyo aku yang membuatmu seperti ini”isak richan

“sudahlah tangis takkan sanggup mengulang lagi semua penyesalan di hati bila waktu memihakku harusnya ku bilang sayang harusnya ku bilang cinta karena semua itu milikmu”ucap taemin

“hoam minnie aku ngantuk apa boleh aku tidur di bahumu?”tanya richan

“ne tentu”kata taemin sambil menepuk bahunya

~ ~ ~

TETAPLAH JALANI MIMPI WALAU TAK BERSAMAKU BAHAGIAMU DAMAIKAN JIWAKU

“NONA Han mengapa anda tertidur di sini?”tanya dr. Kyu yang melihat richan tertidur di ruang tunggu. Richan ingat bahwa tadi setelah eonni dan oppanya pulang dia belum sempat pergi ke ruang inap taemin

Ttttttttttttttttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt suara alat pendeteksi jantung itu membuat dr. Kyu segera pergi ke ruang inap taemin.

“mianhaeyo kami sudah berusaha sekuat tenaga tapi takdir berkata lain Tn. Lee dia telah meninggalkan kita semua”ujar dr. Kyu. Richan segera melangkahkan kakinya menuju ruang inap Taemin. Wajah taemin begitu terlihat damai

“Taeminnie Lee Taemin apa kamu tidak merasa berat meninggalkanku di sini sendiri?”tanya Richan”tapi aku akan bahagia supaya kamu tidak merasa terbebani olehku karena bahagiaku damaikan jiwamu”

The end

Created by:

Han Richan

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please