5 Boys 5 Stories – Onew [Part 1/2]

P.S: @Rana: Hemm… beruntung kamu masukin FF ini di blog kamu jadi kita bisa ngambil fotonya dari sana… nanti story selanjutnya tolong foto Key di attach aja ya ^-^.


5 Boys 5 Stories

PART I : ONEW (Lucky – Jason Mraz)

Author : shineeisland a.k.a Rana

Rating : T

Genre : Family, Romance

Length: Mini Drama Series

Casts : Lee Jinki, Lee Jieun

Disclaimer : I do not own SHINee’s members, they belong to themselves and their parents. I also do not own Lee Jieun, she belongs to herself. But I do own the story.

***

Do you hear me, I’m talking to you

Across the water, across the deep blue

Ocean under the open sky

Oh my, baby I’m trying

Jinki menghempaskan dirinya di kasurnya. Ditatapnya langit-langit kamar tidur dormnya yang berwarna putih.

“Hari pertamaku masuk universitas…” gumamnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya berderit. Seseorang dengan rambut mangkuk warna coklat masuk ke dalam. Orang itu adalah Taemin, maknae sekaligus lead dancer SHINee, band yang mereka gawangi.

“Hyung, bagaimana tadi hari pertamamu kuliah?” tanya Taemin seraya mendudukkan dirinya di kasur Jinki. Jinki yang tadinya sedang berbaring itu segera beranjak duduk begitu dilihatnya Taemin memasuki ruangan.

“Ha-hari… pertamaku? Hari pertamaku baik-baik saja…” jawab Jinki mantap. Namun Taemin sudah tahu pasti, kalau leader mereka berbicara dengan sedikit gugup, tandanya ia sedang dalam masalah.

“Hyung…” Taemin memicingkan matanya. “Ceritakan saja padaku apa yang terjadi di universitasmu tadi!” Taemin berkata dengan sedikit membentak. Kaget dengan apa yang dikatakan oleh maknae SHINee tadi—yang biasanya tidak pernah membentak, Jinki segera saja membuka mulutnya, mengeluarkan segala unek-uneknya seharian ini.

“Tadi di universitas, aku… bertemu seseorang…” kata Jinki, ragu-ragu.

“Siapa, hyung? Siapa?” Taemin terdengar antusias. Tangannya memukul kasur saking bersemangatnya. Jinki hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Taemin.

“Aku bertemu dengan… Jieun…”

“Hah? Jieun? Jieun itu bukannya… orang yang sering hyung ceritakan pada kami?”

“Tepat sekali.”

“Tapi… bukannya hyung bilang… kalau Jieun noona itu sekarang ada di Australia? Lalu, kenapa ia bisa satu universitas dengan hyung?”

“Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja aku melihatnya duduk di salah satu bangku di ruang kuliahku. Awalnya aku tak mengenalinya… Well, mungkin karena dia sudah banyak berubah…”

“Berubah bagaimana?”

“Ya… begitulah. Berubah. Total.”

Taemin mengangguk-angguk mendengar penjelasan hyungnya. Tak berapa lama tiba-tiba terdengar panggilan Key dari dapur, meminta mereka untuk makan.

“Jinki hyung, Taeminnie, ayo makan malam!” panggilnya. Taemin segera beranjak dari ranjang dengan cepat. Telinganya naik begitu mendengar kata ‘makan’.

“Jinki hyung! Kau tidak makan! Ayo kita makan dulu!” ajak Taemin. Kalimatnya terdengar terburu-buru, nampak sekali ia tidak sabar.

“Ah, ani… Aku masih mau tidur-tiduran di sini. Bilang saja pad Key, makanan untukku simpan di dalam kulkas. Nanti saat aku lapar, akan kupanaskan sendiri makanannya…”

“Okelah kalau begitu, hyung. Aku ke dapur duluan ya!” Taemin membuka pintu kamar dan pergi. Kini Jinki kembali sendiri di dalam kamar tidur mereka yang bisa dibilang agak kurang penerangan.

Lagi-lagi Jinki membaringkan dirinya di atas kasur, menatap langit-langit.

Hey, Jinki… Tadi siang kau tidak salah lihat kan? Itu benar-benar Jieun kan? Lee Jieun, yang dulu kau kenal itu kan? Batin Jinki dalam hatinya. Saat ini ia hanya memikirkan gadis yang baru saja ditemuinya tadi siang, namun telah dikenalnya sejak kecil.

Perlahan-lahan memori Jinki tentang Jieun pun muncul, di dalam kepingan-kepingan seperti puzzle yang belum tersusun.

Sudah lama betul Jinki mengenal Jieun. Saat itu, umurnya sekitar 6 tahun saat Jieun dan keluarganya pindah ke rumah sebelah rumah Jinki.

“Hai, mulai hari ini aku akan jadi tetanggamu, semoga kita bisa berteman baik ya!” Gadis kecil dengan rambut hitam pendek sebahu mengampiri Jinki. Tak seperti yang Jinki duga, gadis itu tidak membawa boneka, ataupun ia tak memakai baju-baju ala anak kecil perempuan biasanya. Ia malah mengenakan kaus longgar, yang mungkin saja milik kakaknya.

“Ya… semoga kita bisa berteman baik…” kata Jinki gugup. Gadis di hadapannya itu tersenyum sekenanya, lalu pergi berlalu meninggalkan Jinki yang masih memiliki 1001 pertanyaan di benaknya.

Sejak perkenalan singkat itu, Jinki mulai sering bermain dengan gadis kecil itu. Setelah mereka berkenalan lebih dalam, tahulah Jinki kalau nama gadis itu adalah Jieun. Lebih tepatnya, Lee Jieun.

Jieun yang Jinki kenal itu…

…serampangan

…tomboy

…berlaku seenaknya

…hobi memarahi Jinki walaupun ia tidak salah

…dan suka sekali dengan tantangan

Namun, Jieun yang Jinki lihat barusan…

…berambut panjang

…anggun

…mengenakan rok

Dan satu lagi, yang memang harus Jinki akui, Jieun… bertambah cantik. Jauh lebih cantik dari yang ia kira.

Setelah 7 tahun tidak bertemu, secepat itukah perubahan pada dirinya?

Ia tidak tahu, bahkan ia rasa Jieun pun juga tidak tahu.

***

Pagi ini Jinki harus berangkat ke universitasnya. Ia tak punya jadwal apa pun dengan SHINee hari ini, jadi ia berniat berangkat ke universitas lebih cepat dari biasanya.

Jinki terus berjalan hingga sebuah suara merdu menghentikan langkahnya.

“Jinki-sshi!” panggil suara itu. Jinki menoleh ke belakang. Seorang gadis dengan rambut panjang terurai, dan dengan rok lapis beserta kemeja ala perempuan kuliahan biasanya, menghampirinya dan menepuk bahunya.

“Jinki-sshi, kau masih ingat aku kan? Ini aku, Lee Jieun, sahabatmu sejak umur 6 tahun, yang pindah saat kita berdua berumur 13 tahun…”

Jinki menatap Jieun dari atas ke bawah, lalu nyengir kecil.

“Kukira kau benar-benar sudah berubah. Tapi ternyata masih ada satu yang bertahan. Mulut cerewetmu yang tidak bisa berhenti nyerocos saat bicara itu… Hahahah…”

Jinki menertawai Jieun yang berada di depannya, lalu menepuk pundak Jieun. Jieun yang masih bingung (baca : terkejut batin alias masih ngerasa aneh), hanya menatap Jinki tidak mengerti.

“Ayo Jieun-ah, kita masuk ke ruangan sama-sama…” Jinki menarik pergelangan tangan Jieun dan mengajaknya berlari. Nampak sekali Jinki sudah begitu rindu dengan sahabat lamanya yang satu ini. Bagaimana tidak? Saat mereka kecil, Jieunlah yang selalu melindungi ia dari gangguan anak-anak berandal. Dan bisa dibilang juga, Jieun adalah partner in crime-nya.

Jinki menyuruh Jieun untuk duduk di sebelahnya. Gadis itu menurut saja, dan raut wajahnya juga biasa. Sementara Jinki terlihat begitu antusias. Sepertinya banyak sekali hal-hal yang ingin ia ceritakan pada sahabatnya ini yang sudah tidak saling bertemu selama 7 tahun.

Jinki dan Jieun pun berbincang panjang. Tidak di kuliah, tidak di kantin, bahkan saat pulang kuliah pun mereka masih melanjutkan acara bincang-bincang mereka di sebuah kafe. Jieun bercerita banyak mengenai kehidupannya di Australia. Begitu pula dengan Jinki. Ia juga bercerita tentang kehidupannya sebagai salah satu personil SHINee.

“Jadi Jieun-ah… sekarang katakan padaku apa yang bisa membuatmu berubah 180 derajat seperti ini!” kata Jinki penasaran diiringi kekehan kecil dari mulutnya.

Mendadak raut wajah Jieun berubah. Mukanya berubah pucat, dan merasa tidak senang dengan pertanyaan Jinki.

“Aku yang sekarang adalah aku yang sekarang, Jinki-sshi. Jadi kau tak perlu repot mengurusi mengapa aku bisa berubah seperti ini!” Tiba-tiba Jieun marah dan pergi meninggalkan Jinki di kafe itu sendirian. Sementara Jinki hanya terdiam, terpaku di sana.

Dasar Jinki lelaki terbodoh sedunia! Batinnya dalam hati.

***

Esoknya Jinki tak melihat tanda-tanda keberadaan Jieun di universitas. Esoknya juga, dan esoknya juga. Apakah Jieun marah besar dengan kata-kataku semalam? Gumamnya di benaknya. Memangnya apa sih yang salah dengan kata-kataku? Padahal aku kan hanya bertanya…

Namun di hari keempat akhirnya gadis sahabat lama leader SHINee itu muncul juga. Kini senyum sudah terkembang di wajahnya seperti biasa. Nampaknya ia tak marah lagi dengan Jinki.

Jieun mengambil tempat duduk di sebelah Jinki lagi. Jinki tersenyum padanya, dan Jieun membalas senyumannya sekenanya.

Mengapa suasananya jadi canggung begini, ya?

Selama pelajaran mata Jinki tak luput dari sosok gadis di sebelahnya, yang tak lain adalah Jieun. Entah mengapa kini Jinki merasakan aura berbeda dari gadis itu… aura yang… argh… entahlah. Susah untuk diungkapkan dalam kata-kata. Istilahnya, hard to say.

Lama memandangi Jieun, akhirnya Jieun pun sadar dengan tingkah laku Jinki yang aneh.

“Ngh… Apa ada yang salah dengan mukaku ya?” Jieun akhirnya bertanya pada Jinki. Pertanyaan itu berhasil membuyarkan lamunannya.

“Ah, tidak, tidak ada yang salah…” jawab Jinki gugup. Jieun memandang Jinki heran, lalu segera mengalihkan tatapannya ke depan, ke arah dosen yang sedang mengajar. Sementara Jinki melanjutkan aktifitasnya memandangi gadis sahabat lamanya itu (dasar Jinki!).

Sepulangnya dari sana, Jinki berniat mengajak Jieun untuk jalan-jalan sebentar. Jieun pun mengiyakan.

Yes, kau berhasil mengajaknya jalan-jalan, Jinki! Hahaha. Tawa Jinki dalam hati.

Member SHINee yang paling tua itu mengajak Jieun ke rumah mereka dulu, yang kini kosong karena ditinggal penghuninya. Rumah itu memang cukup jauh dari kota Seoul—berada di sedikit pinggiran kota, tapi Jinki bela-belain datanga ke sana untuk melihat rumah lama itu, lagipula sekalian ia bisa mengunjungi orang tuanya, bukan?

Mereka pun sampai di sana. Jieun dan Jinki turun dari mobil bersamaan. Pertama, yang harus mereka lakukan adalah mendatangi rumah Jinki.

“Annyeong haseyo~ umma…” sapa Jinki dari luar rumah. Pintu dibuka. Berdirilah di situ sesosok wanita yang mungkin sudah cukup tua, namun ketuaan itu tak tampak sekali pun karena senyumannya—yang benar-benar mirip dengan anak laki-laki satu-satunya itu.

Jinki dan Jieun pun dipersilahkan masuk dan disuguhi berbagai macam makanan dan minuman.

“Jinki-ah, siapa ini yang kau bawa bersamamu?” tanya umma Jinki. Jinki tersenyum.

“Umma tidak ingat dengannya? Ini Jieun, Lee Jieun, tetangga kita dulu…” jawabnya.

Umma Jinki terlihat meneliti seorang gadis yang kini duduk di hadapannya. Mata yang sipit semakin sipit karena dipicingkannya. Sementara Jieun hanya tersenyum kecil.

“Wah, Jieun-sshi… kau sudah benar-benar berubah…” kata umma Jinki, membuat Jieun malu. Pipinya memerah, dan senyumnya semakin berkembang.

Setelah pertemuan dengan orang tuanya itu, Jinki dan Jieun segera pergi ke rumah sebelah, di mana di sanalah tersimpan segala macam peninggalan persahabatan mereka berdua.

“Jieun-ah, kau ingat dengan sarung tangan karet ini?” kata Jinki seraya mengacungkan sebuah sarung tangan karet warna putih yang sudah usang.

Jieun tertawa kecil.

“Tentu saja aku ingat. Itu kan sarung tangan yang aku curi dari tukang pemotong rumput kompleks saat aku kalah dalam taruhan kita… Hahaha…” Jieun tak hentinya tertawa dan tersenyum, begitu pula dengan Jinki.

“Jieun-ah… kau memang sudah berubah ya…” kata Jinki tiba-tiba.

“Ngh? Apa?”

“Tapi kurasa aku lebih suka dirimu yang dulu…”

Glek. Jieun menelan ludah. Jinki lebih suka yang dulu? Padahal perubahan ini kulakukan demi dia… batin Jieun dalam hati.

“Terserah kau mau suka yang sekarang atau yang dulu. Hahaha lagipula kau kan tak ada urusan denganku? Hahaha.” Jieun pun tertawa, namun tawa yang keluar bukanlah tawa yang lepas, melainkan tawa garing.

Jinki di sudut ruangan hanya nyengir kecil, seakan tidak melakukan kesalahan apa pun pada Jieun.

TBC

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

39 thoughts on “5 Boys 5 Stories – Onew [Part 1/2]”

  1. Lan.. Ini udh dipublish sebelum nya ya?
    Kalo ga salah ceritanya key yg ketemu malaikat bukan?
    *sotoy bgd..

    Kayanya pernah baca ini, apa lg dejavu ya..
    *ngawwuuur..
    Heee

    1. Ya ampun ya ampun.. kan udah aku bilang.. FF ini di publish di blog sang author.. jadi barangkali kalian semua udah baca di blog dia…

      Hemm.. itu mungkin ceritanya Key eonn… ini kan yang Onew bukan Key..
      Aku sendiri belum baca sebenernya cuma langsung publish aja… ^^

  2. waaahhh,,,,lupa…
    namanya massi park min gi….
    padahal kan itu aq….kkkk
    @ wiga : iiiaaaa,,,,aq jg prnh baca koq…

  3. KARLIE EONNIIIIIEEEEE!!!! LAGI PMS YA?!
    KENAPA SIH?! KAN MEREKA CUMA NANYA DOANG!!! GAK PERLU DI MARK GITU DONG PENJELASANNYA!
    MEREKA JUGA NANYA BAIK-BAIK!!!! LAGIAN CUMA BEBERAPA ORANG YG PERNAH BACA! EDIT SEKARANG! BALIKIN KAYAK SEMULA PENJELASANNYA!

    1. Ok Ok maaf….
      Ya udah sana ganti aja.. gw lagi gak mood hari ini. Lagi BT berat + yup lo bener, gw lagi PMS…
      Sekali lagi sorry…

      1. Wow Lana.. how dare you are? Are you mad at her?
        Emang bener.. kayaknya kamu udah di anggep adek tuh sama Karlie eonnie… coba kalau aku yg nulis comment itu… di jamin beribu-ribu persen aku pasti langsung di amuk balik sama Karlie eonnie..kkkk
        Lanaa… nomor 1 deh… bisa naklukin si dingin Karlie..kk *mian eonnie.. miannnn**sujud-sujud*

        Karlie eonnie… mendingan hari ini jangan aktif dulu… dari pada makin parah…
        Bukan.. maksudku… mendingan gak liat-liat komen dari pada ada komen yg bikin marah… maaaffff.. TT.TT

        Semuanya… tidak ada apa-apa kok.. kebetulan admin kita yg satu ini lagi.. PMS… ehehe.. maaf yah semua yg baca…

        1. Udah unn… nanti unnie malah di amuk sama Karlie unnie…
          Biar aku aja yang ngurus…
          Barangkali sih gitu… gara-gara nulis FF bareng jadinya tumbuh benih-benih cinta… wakakakakaka… jijay deh!
          Unnie gak aktif hari ini? Kok baru komen di sini aja? SMEW nya mana nih????!!!!

        2. Wakakaka…
          enggak ah.. entar malem aja.. hari ini sepi sih.. aku jadi rada malezzz

      2. Huahahahaha~~~~~~~
        WOY ………. nenek karlie !!!!!!!!
        Hati hati Atuh …… nanti gara gara PMS, nabrak adek pacarmu sampe mati…
        huahahahah~~~ *dijitak nekarly*

        kayak teh neng…
        lagi ngamuk mainannya golok
        huahahaha~~~ **ditimpuk bata sama teh neng*

        1. Aduh Lani.. anda ini kenapa sih?? *Lana.. kamu pasti malu yaaa??* *Di keplak Lani*

  4. aku juga pernah baca part taemin kalo gx slah jdul’y my little girl*mian kalo salah*sotoy mode on*

  5. oh my little girl itu d’ff 5th story of shining boy*mian bisa salah pdahal jdul’y jauh bgt*bowing

  6. kyaaaaaaa~~~
    ternyata udah banyak yg baca ff ini di blog laiinn >___<
    jadi malu saya ahahha *gk nyambung*

    pertama, gomawo ya lana onn udah post ff aku 🙂
    kedua, iya onn lain kali aku attach aja
    ketiga, iya ff ini udah pernah kupost di dua tempat, blog aku dan ada blog ff yg satu lagi
    keempat, karena udah banyak yg baca, kayaknya mendingan gk usah aku post di sini ya lanjutannya? hehehe bukannya gimana, tapi kan kalo udah banyak yg tau kagk seru doooong hehehe 0.0
    kelima, gamsahamnida semuanya ^^

    tambahan: aahh wiga onn pinter ngeramal deh wakakak
    ssttt diem diem aja ya onn… kekeke~

    1. pertama, sama-sama
      kedua, sebenernya gak bisa gitu… yang baca emang udah banyak tapi semua orang belum tentu udah baca kan?
      Kalau kamu gak ngirim yang selanjutnya nasib reader di sini yg belum baca gimana?
      Tapi terserah deh kalau kamu gak ngirim lanjutannya, kalau gitu aku post bagian Onew aja.. ^-^

  7. wah,aku ketinggalan baca ne ff…
    Aku setuju ma Lana!!!
    Aku juga belum pernah baca, jadi aku masih penasaran.
    kata-kata.na kereeennn…
    lam kenal ea buat author.na…
    🙂

  8. Maav kalo komen sayah rada2 ga nyambung..
    Begini,
    Saya hnya penasaran..
    Lana carter and lani dorough..
    Carter itu dari nama nick carter bukan? Anggota bsb?
    Dorough dr nama kevin dorough bukan? Anggota bsb juga?
    Lana lani org yg sama atw berbeda?
    Adik kk kah? Atau kembar?
    Gomawo..

    1. Yup yup ^o^
      Hohohho… akhirnya ketauan kalau aku nick carter lover.. kekekekekekeeee
      Lani itu kakak ku onn… kekekeke
      Hebat!! cuma unnie yang kepikiran… ehehehehehe… thumbs up

    2. ahahaha~~ yaaa ketebak juga ternyata.
      huhuhu jadi malu *ngelap ingus*
      kok bisa tau yaa? nge search yaa onn? *penasaran*

      kami beda orang, beda tubuh, sama kelamin
      Lana –> girly
      Lani —> [gak jelas] tergantung musim hohoho~~

      beda selera…. beda skill , apa lagi yaaa…. beda hobi
      huahaha.. uhuk..uhuk 🙂
      *sumpah penjelasannya gk penting*

      audience : hoooo…. lani emang selalu buang waktuuu… *sambil lempar telor dan tomat*

    1. Hohohhoho.. mirip apenye??
      Yup.. suka banget!! Dari TK.. pokoknya mereka boyband nomor 1, tapi ternyata SHINee berhasil menggerakan hatiku *halah* ohhohoo…
      Jadi SHINee berhasil menduduki kursi nomor 2.. kekeke.. terus Suju.. *Wiga unn: kagak nanya!*

  9. @lani: heee aku juga kan fans nya bsb..
    *duluuuu banget sebelum nick pacaran sm paris..

    Jadinya aku tau, nama carter n dorough itu dr personelnya bsb.. Aku sukanya sm brian soalnya suara dy paling bagus, apalagi pas nyanyiin all i have to give versi unplugged..
    Whoooa melting deh..
    Lana lani kk ade tp kok main cela2an mulu seh..
    Wkwkwkwk

    1. Waaaaahhhh senangnyaa ^o^
      Gak nyangka bisa ketemu sesama fans bsbs.. kekekeke
      HOhoho.. aku sih tetep suka sama Nick walopun prnah pacaran sama PH.. tapi aku sekarang jadi ANTIS nya PH.. kekekeke…
      Woooaaaahhh bangeeetttt!!! Itu keren abisss… suaranya Brian emang kaga nahan…
      Tapi coba deh unnie denger suara Nick Jonas.. agak-agak sok mirip Nick Carter.. ngenden-ngenden gimnaaa gitu… wkwkwkwkwkwk *mian buat fansnnya Jonas*

      Wohohohoho.. gimana yaw… kakakku ituuuu tak pantas jadi kakak… wkwkwkwkwkwk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s