She’s My (EX)Wife – Part 14

She’s My (Ex)Wife

Part 14

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

Continue reading She’s My (EX)Wife – Part 14

Advertisements

My Lovely Magnae – Part 3

Author: Mikan_Magnae

Cast: Lee Taemin

LESSON III



”yoonhaaaaaaa~” dengan suara manja yang 100% dia buat-buat dia mendekatiku dan merangkulku. ’ih najong cepat lepaskan manusia palsu’ aku sudah merasa perasaanku tidak enak. Kenapa tiba-tiba dia kesini. Aku mempersilahkannya untuk duduk. ”waeyeo?” dengan suara yang kubuat-buat juga aku menanyakan maksudnya datang kemari yah siapa lagi kalau bukan si hyesun.

”teman-teman di kelas 2A ingin mengadakan wisata bersama, nah kan kita 1,5 tahun bersama aku ingin kau juga ikut, untuk lebih mudah menghubungimu boleh pinjam ponselmu?” aku dengan sedikit curiga memberikan ponsel ku pada hyesun.

”aku kirim yah ke hp ku?” tanya hyesun sok akrab.

”ne” aku hanya menjawab seperluku.

”nah sudah, gomawoyeo chingu, ah aku pulang yah” dia meminta ijin untuk pulang pada omma ku.

”waah dia baiknya sopan lagi, kau beruntung memiliki banyak teman yang hebat-hebat” ibuku memuji hye sun.

’apanya yang baik! Dia itu setan yang menjelma menjadi malaikat, tapi sayang dia tidak bisa mengelabuhiku’ pikirku, omma terlalu polos.

Ponselku berdering, aku membukanya dn ternyata diluar dugaan

TAEMIN BABO :

Noona ada tamu yaaah nugu??

Noona kesini dong main yuuuk~♥ ^^

Dasar anak gila ini benar-benar, aku benar-benar malas meladeninya ‘tapi apa salahnya menjenguknya’ aku langsung menuju kamarnya sekarang dia sedang menumpag dirumahku, entahlah ada perasaan senang dan tidak senang. Aku membuka pintu tanpa mengetuk pintu dan ternyata aku melihat taemin sedang berganti pakaian dan hanya mengenakan pakaian dalam AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~

Teriak ku dan taemin bersamaan lalu menutup pintu dengan keras. Omma dan appa langsung menemui ku yang sedang menutup mata rapat-rapat dengan ke dua tanganku di depan pintu kamar taemin yang tertutup. Omma dan appa hanya melihat kami saja langsung kembali lagi keruang keluarga. Lalu tiba-tiba taemin memuka pintu kamarnya dan menarik tanganku dan menarikku masuk ke dalam kamarnya. ”SSssssTTT…” taemin menyuruhku diam sepertinya dia tau aku akan berteriak untuk ke dua kalinya.

”haaaah noona bikin kaget saja, kenapa tidak mengetuk pintu” dia merebahkan dirinya di tempat tidurnya. ”aku lupa mi mian” Aku tetap berdiri disambing tempat tidurnya sambil menutup mata.

”noona aku sudah berpakaian, buka tanganmu” dia berusaha melepas tanganku dari mukaku.

”kau lihat aku sudah berbusana kan?”dia memutar tubuhnya meyakinkan ku.

”huufff…baguslah, aku tadi sungguh tidak sengaja maaf” aku berusaha meminta maaf tentang kejadian memalukan tadi pada taemin. ”noona kau sudah melihatnya kan???? Ayo tanggung jawab!” tuntut nya.

”aku kan sudah minta maaf, kenapa harus bertanggung jawab lagipula itu tidak sengaja” aku tidak mau kalah.

”ayo nikahi aku kau sudah lihat kan” dia mencondongkan mukanya di depan mukaku.

”WAAAAAAAA pikir aja sendiri” aku langsung mendorongnya dan segera lari menuju kamarku tanpa menoleh kebelakang lagi. Setelah kembali kemarku aku segera saja mengunci pintu kamarku rapat-rapat. Aku akan mempelajari sedikit tentang sastra Inggris yang baru diberi fotocopy tadi pagi. Setelah lima menit berlalu ’Aduh aku sama sekali enggak ngerti maksudnya apa ini’ aku mulai stress dan mengacak-ngacak rambutku sendiri, aku memang sangat tidak bisa bahasa inggris. Aku langsung melempar lembaran-lembaran kertas itu ke dalam tas dan mungkin besok ada sukarelawan yang mau mengajariku mulai dari dasar -_-;; pada akhirnya akupun sama sekali tidak belajar dan hanya chatting dengan teman-teman kelas S termasuk taemin yang selalu genit tidak kenal tempat tapi itu cukup membuatku lupa pada ujian sastra Inggris besok!. EOTTEOKE~

~~~~~~

Ternyata aku memang tidak bisa mengabaikan lembaran itu. Semalam aku terus membacanya sambil mengaharap suatu keajaiban agar ada sesuatu yang bisa masuk ke otak meski itu hanya beberapa persen tidak lebih dari 15%. Aku segera turun ke ruang makan sambil membawa lembaran itu.

” Noona au adi aham behahang a ?” *artinya noona kau tadi malam begadang ya*

”BABO!!!! 4 roti yang kau masukkan ke mulutmu sekarang kau telan dulu, baru bicara dasar!” aku melanjutkan membaca lembaran sastra Inggris itu lagi, mencoba mengingat rumus grammar dan vocab tetapi tetap saja tidak ada hasilnya. ”noona kau butuh bantuan. Aku bisa mengajarimu” dia dengan senang menawarkan dirinya di depanku.

”tidak terima kasih” jawabku singkat, sebenarnya aku ingin sekali di bantu tapi aku tidak mau merendah pada orang yang lebih muda 2 tahun dariku!!! T^T;;

Disekolah teman-teman tidak ada yang mempermasalahkan ujian nanti malah sekarang mereka sedang berkumpul di depan kelas!! ”noona ayo kita lihat ada apa” taemin menarik lengan bajuku dan sambil lari kecil karena kakinya yang masih cidera. Ternyata disana mantan pasangan kyulie sedang saling berhadapan dan menunduk. Tetapi suara teman-teman yang bersorak membuat mereka tambah menunduk malu. Aku sungguh tertular anak kelas S yang tidak sabaran, akhirnya aku ikut bersorak untuk mereka agar segera bergerak. Akhirnya sorak sorai seisi kelas membuat kyuhyun angkat bicara dengan malu-malu dia mennyakan apakah yunlie masih menyukainya, akhirnya yunlie juga menjawab dengan singkat ”ne” wajahnya yang bulat memerah. Seluruh kelas bersorak riuh sekali. Semua bersorak dan bertepuk tangan secara meriah dan berteriak CIUM CIUM CIUM. Waaaaaah gawat aku langsung menutup mata taemin ”kau masih kecil belum saatnya” saat itu juga dia melepas tanganku ”aku sudah besar noona” dia melanjutkan melihat pasangan itu, ternyata mereka hanya berpelukan. Senang sekali pasangan pertama kembali rujuk, aku menoleh ke arah tika, dia hanya mengankat bahu dan tersenyum. Kurasa ini juga berkat campur tangannya ^^.

Saat ujian yang mendebarkan pun telah berlalu dengan sangat menegangkan. Aku yang sama sekali tidak mengerti apapun yang ada di soal, hanya bisa berdoa dan menjawab dengan kata-kata apapun yang sudah kuingat meski itu pasti membuat seongsaenim tertawa saat membaca jawabanku. Tapi aku bersyukur ujian ini berakhir juga. Saat bel pun menjadi sangat menyenangkan dan terdengar merdu di telingaku seongsaenim pun keluar dari kelas. Aku segera membereskan barang-barang yang berserakan di atas mejaku, aku melihat amber sedang mendekati sooyoung dan berbisik padanya. Setelah itu sooyoung pun maju ke depan kelas dengan muka bingung. Dan ternyata minho pun juga maju didepan kelas karena didorong oleh para namja-namja. Saat itu juga semua termasuk aku ingin berebut berada di barisan depan untuk melihat apa yang terjadi. ”mereka sedang apa ya” tiba-tiba taemin sudah ada di samping ku. ”oooh taemin kenapa kau bisa secepat itu tiba-tiba sudah berada di sampingku?” taemin hanya menjawab dengan senyum. ’Sok misterius!!’ aku kembali pada sooyoung dan pujaanku. minho mukanya memerah dan langsung tanpa basa-basi dia mengatakan kata yang begitu jelas dan rendah ”saranghae” seketika aku langsung membatu, aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi dadaku terasa sesak sekali mau menelan ludahpun aku tidak bisa. Aku merasa seperti ditenggelamkan di sebuah danau sendirian tanpa ada satupun yang menolongku. Aku berusaha konsentrasi dan tidak terlihat panik aku terus berusaha melihat mereka dan seperti teman-teman yang lain akupun juga ingin mengetahui apakah sooyoung juga menyukainya.

”n n nne ne minho ssi” sooyoung menjawab dengan gugup. Dan langsung mendapat pelukan dari minho. Semua isi kelas pun bersorak seperti biasa tidak terkecuali taemin yang terlihat seperti teman-teman yang lain, aku pun juga bersorak tetapi begitu lirih.

Aku berusaha untuk tetap tenang seperti biasa dan mengajak taemin pulang ”waaah noona kau mengajakku pulang, ini hebat” dia terlihat begitu senang padahal noonanya ingin sekali cepat pulang dan menenangkan diri.

”sudahlah cepat kalau tidak cepat aku tinggal” aku langsung berjalan menuju pintu perasaanku sudah tak karuan, ingin cepat pergi dari sini secepatnya pergi.

Selama perjalanan taemin membicarakan tentang kejadian dari tadi pagi sampai seusai pelajaran terakhir.

“hebat sekali sudah ada 2 pasangan selama 1 hari, aku harap mereka bisa terus selamanya, aku harap aku dan noona seperti itu juga” kata taemin.

”ne” jawabku lemas.

”kau tahu ternyata minho menyukai sooyoung sejak kelas 1 lho, tapi dia malu untuk memberitahukan perasaannya pada sooyoung, jadi namja-namja langsung memberi semangat dan ternyata untung sooyoung juga menyukainya dan…….” taemin terus berbicara mataku terasa berat dan panas ingin sekali menangis tetapi tidak didepan taemin dan tidak didepan teman-teman sekelas. Aku berlari dengan cepat dan berkata tanpa menoleh ke taemin ”aku sudah sakit perut dari tadi, aku harus cepat duuuh sakiiit” aku berlari terus sampai kerumah. Tanpa memberi salam dan berganti pakaian aku menuju kamarku, menutup pintu, dan langsung menjatuhkan diriku pada tempat tidur. Tanpa sengaja ponselku tertindih badanku dan mp3 ponselku sekarang sedang memainkan lagu

AQUA TIMEZ  Sen no Yoru wo Koete

Aisaretai demo aisou to shinai
Anata ga boku wo aishite iru ka aishite inai ka
Nante koto wa mou docchi demo iin da
Donna ni negai nozomou ga
Kono sekai ni wa kaerarenu mono ga takusan aru darou
Sou soshite boku ga anata wo aishiteru to iu jijitsu dake wa
Dare ni mo kaerarenu shinjitsu dakara

Kita michi to yukisaki furikaereba itsudemo okubyou na me wo shite ita boku
Mukiaitai demo sunao ni narenai
Massugu ni aite wo aisenai hibi wo
Kurikaeshite wa hitoribocchi wo iyagatte
Ano hi no boku wa mukizu na mama de hito wo aisou to shite ita

*****

I want to be loved, but you don't seem to love me
Do you love me? Do you not love me?
As for things like that, it's fine either way
No matter how much I wish
There are many unchangeable things in this world, right?
That's right, and simply the reality which says that I love you

Is the truth because it can’t be changed by anybody

When I turn back at the road I came from and the way ahead, I always had the eyes of a coward
I want to face you, but I can't be honest
As for the days I repeated not being able to straightforwardly love the other,
I hated being alone

The me of that day seemed to love in a uninjured way

Kata-kata dalam lagu  itu begitu menggambarkan suasana hatiku saat ini yang benar-benar hancur. Aku hanya membiarkan lagu itu tetap beralun dalam kamarku. Kubiarkan terus mengalun tanpa sadar aku sudah menangis sangat keras sambil membenamkan wajahku pada bantal agar tidak ada yang mendengarnya, aku berteriak sekuat-kuatnya. Terus menangis dan lagu AQUA TIMEZ pun masih beralun dengan merdu, kali ini aku tidak akan menahan lagi aku akan meluapkan emosiku saat ini. Karena terlalu lelah aku mulai mengantuk samar-samar aku melihat taemin berada di depanku.

”noona gwencana?” tanyanya cemas.

Aku lupa kalau ada taemin yang suka masuk kamar orang seenaknya, aku langsung membalik badanku ke arah yang berlawanan.

”ne, bisakah kau meninggalkan ku sendiri untuk hari ini saja please, perutku masih terasa sakit” suaraku masih terdengar serak karena menangis terlalu lama, dan kali ini aku masih ingin sendirian.

”ne…. noona” aku mendengar suara langkah kaki yang menjauh dan terdengar pula pintu yang tertutup. ’mianhae taemin~ah kali ini aku tidak ingin kau ganggu dulu, mianhae jeongmal mianhae’

Aku menatap diriku di cermin kamar mandi, mukaku sungguh berantakan mataku berkantung dan agak menghitam di bagian bawah kelopak mata. Benar-benar terlihat sembab mataku, semua teman-teman pasti tau kalau aku sudah menangis semalam, aku benar-benar bodoh! Bagaimana cara menutupi ini semua. Sementara aku masih sibuk mencari ide-ide, taemin mengetuk pintu kamarku dan mengingatkan ku agar lekas turun dan makan. Dengan secepat kilat aku mandi dan ketika akan turun aku teringat sesuatu ’kenapa tak terpikirkan dari tadi ya’ aku langsung menyambar kacamata hitam yang berada di laci meja riasku.

Saat di meja makan semua orang menatapku aneh dan penasaran kecuali taemin yang terkesan cuek dan memakan semua makanan yang ada di piringnya.

”kenapa memakai kacamata?” ayah sudah mulai penasaran, dan pertanyaan itu mewakili omma.

”aku sakit mata, rada merah Cuma 1 mata kok sebentar lagi juga sembuh hehehehe” jawabku.

”ke dokter ya” ayah menawarkan dan tentu saja langsung kutolak karena ini bukan sakit mata.

”terimakasih makanannya, aku pergi dulu, noona aku ada jadwal piket kau berangkat sendiri” dia langsung pergi tanpa melihat kearahku, sungguh aneh perlakuannya tidak seperti biasanya. Setelah appa kembali ke ruang kerjanya untuk bersiap-siap omma menepuk bahuku ”ada apa denganmu dan taemin” tanya omma aku menjawab dengan mengangkat bahuku.

”kau dari pulang sekolah tidak makan malam dan hanya mengurung diri dikamar, aku mau bertanya padamu tapi taemin bilang kau dimarahi gurumu jadi kau murung. Kau tahu taemin menunggu diluar kamar hampir 5 jam, menunggu tenang dan sekarang dia yang murung. Kau harus menghiburnya yah” omongan omma sungguh membuatku lagi-lagi merasa bersalah.

’dia sampai menungguku tenang selama itu apa sih yang dia pikirkan’.

Setelah sampai di gerbang kelas S ingin rasanya aku pergi membolos agar hatiku tidak terasa sakit lagi. Sungguh berat melangkahkan kaki ku untuk menuju kelas, ingin segera lari jauuuuh atau menghilang. Sesampainya dikelas suasana kelas ada yang berbeda biasanya sooyoung hanya sendirian dengan iphonenya tapi sekarang dia bersama minho, melihat itu hatiku kembali sakit sekali tapi mau bagaimana lagi sooyoung adalah temanku harusnya aku bahagia melihat temanku begitu bahagia. Ketika mereka berdua tersenyum memberi salam sebisa mungkin aku tersenyum rileks meski kenyataannya tidak begitu bagus senyumku. ”matamu” ka in tiba-tiba menunjuk mataku yang memakai kacamata hitam.

”oh sakit mata” jawabku, tetapi aku bersyukur karena dapat berbohong tanpa ada yang tahu karena mataku terlindungi oleh kacamata ini. Kali ini kurasa taemin benar-benar marah padaku selama pelajaran tidak menoleh sedikitku padaku apa karena kejadian tadi malam yang au mengusir dia ’aku kan mengusirnya secara halus, dia begitu pemarah yah baiklah kalau begitu ini lebih baik’. Saat bel pulang dia berlalu begitu saja meninggalkan ku, sepertinya itu membuat teman-teman heran dan semua bertanya padaku kenapa dan jawabannya adalah ”aku juga tidak tau”. Akhirnya aku pulang kerumah tanpa taemin dan itu terasa aneh tapi begitu tenang dan damai aku sungguh menikmatinya.Dirumah pun kami masih saling tidak menyapa, omma menyuruhku berkali-kali untuk berbicara padanya tetapi aku menolak, aku merasa tidak bersalah. Tetapi aku penasaran apa yang membuat taemin begitu marah padaku ini terjadi sudah 3 hari!! Dan sampai sekarang taemin masih mengacuhkanku, kurasa ia akan segera berkemas untuk pergi.

Kali ini aku yang menghampiri taemin dikamarnya, berkali-kali aku mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban sama sekali, akhirnya kuputuskan untuk masuk ternyata taemin sedang tidur-tiduran dan membaca komik dengan serius. Aku duduk di bagian depan tempat tidurnya dan memunggunginya aku tidak mau menatapnya.

”gwencanayeo?” aku membuka pembicaraan ini terlebih dahulu tetapi taemin hanya diam.

”ne, aku minta maaf soal waktu itu. Aku benar-benar ingin sendiri tetapi aku malah mengusirmu” aku mencoba memancingnya untuk bicara tetapi hasilnya sama saja dia tidak bicara.

”araseo araseo, kau pasti marah sekali padaku. Marahlah agar kau puas aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi.” aku sudah kehilangan kesabaran

“noona tetaplah disana” tiba-tiba taemin memelukku dari belakang.

“sebentar saja” kata taemin.

“kenapa noona tidak pernah cerita padaku tentang noona suka choi minho?” dia masih melingkarkan tangannya pada leherku. Kali ini aku yang sulit untuk berkata apa-apa.

“apakah noona begitu suka padanya?” dia bertanya lagi.

”ne” akhirnya kata-kata itu yang keluar dari mulutku.

”kenapa menanggungnya sendiri, apa gunanya aku? Noona kau begitu menderita bukan? Tapi noona tetap saja menanggung semua itu sendiri sok tegar padahal sangat hancur” kata-kata taemin begitu membuatku teringat rasa sakit itu. Aku membalik badan ku dan merangkul taemin dan aku menangis dengan keras bukan aku saja yang menangis taeminpun juga menangis entah apa alasan taemin juga menangis. Kami benar-benar menangis seperti anak kecil. ”HUWEEEEEEEEEEEE”

Tidak terasa kami menangis semalam dan ternyata ketika aku terbangun aku melihat taemin sudah ada di sampingku. HUWAAAA apa yang terjadi, aku melihat seluruh tubuhku dan bersyukur ternyata kami tidak melakukan apa-apa. Aku merasa mataku masih terasa berat akibat terlalu banyak menagis, sebelum pergi mencuci muka aku ingin melihat wajah taemin saat dia tidur.

”hihihi kau begitu lucu yah masih seperti yang dulu, selalu baik pada noona mu ini, aku heran kenapa kau ikut menangis juga. Babo” aku berbicara sendiri sambil memandang taemin sedang tertidur. Aku turun dari tempat tidurnya dan bergegas kembali ke kamarku supaya omma dan appa tidak curiga padaku.

TBC

***

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please