Shine-Sweet-shinee-5421951-700-978

She’s My (EX)Wife – Part 14

She’s My (Ex)Wife

Part 14

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

~ ~ ~

 

“Ingat.. jaman sekarang musim jadi tidak beraturan, bulan ini seharusnya belum sedingin pagi ini. Jadi jangan lupa gunakan baju hangat kalau mau keluar rumah.”

“Jangan lupa makan supaya tubuh kalian tetap sehat dan sering-sering makan sup agar tubuh kalian hangat. Hyeo So, sering-sering masak sup yah.”

“Ne, haelmoni.”

“Sering-sering main ke sini yah.”

“Lebih baik haelmoni pindah ke rumah umma, jadi aku lebih mudah kalau mau main. Ya? Terlalu jauh kalau aku ke Daegu, walaupun dengan kereta bisa sampai lebih cepat.”

“Baiklah, nanti kami berdua akan tinggal di Seoul beberap ahari.”

“Jangan lupa kabari kami yah, nek.”

“Kami berangkat sekarang.” Hyeo So dan Key membungkuk. “Ne, hati-hati di jalan. Jangan sering-sering bertengkar yah!”

~ ~ ~

“Kalian berdua dari mana saja? Kalian pergi kemana? Kenapa tidak bilang mau kemana?”

“Tenanglah manager, kami ke Daegu semalam. Nenek kami berdua sedang ada di rumahku, jadi mau tidak mau harus pergi ke sana.” Hyeo So mendorong Key yang sedang mengganti sandal, lalu berlari naik ke atas. “Kenapa dia?”

“Tidak makan, tidak tidur. Sudah pasti dia mabuk karena perutnya kosong.” Key menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. “Kalian sudah makan?” tanya Onew sambil mengaduk-aduk sesuatu yang ada di dalam panci. “Belum.” Onew menuangkan isis panci tersebut ke dalam mangkuk. “Kalau begitu aku mau mengantarkan makanan-makanan ini ke Hyeo So.”

“Hyung aku ikut!” seru Minho, Taemin dan Jonghyun serempak, lalu mereka naik ke atas bersama-sama. “Hihh.. ada apa dengan mereka?”

“Merindukan Hyeo So… mungkin.”

“Oh ayolah, kita berdua hanya pergi sehari semalam. Apa yang bisa di rindukan?”

“Hyeo So sangat berarti bagi mereka Key, semalam saja mereka sulit tidur karena belum minum susu. Untung aku ingat kalau sebelum tidur Hyeo So akan menyuruh kita minum susu. Begitu aku memberikan susu pada mereka… hhh… layaknya bayi, langsung tertidur dengan pulas.” Key mengendus. “Hyeo So sama dengan narkoba!” Key bangkit berjalan dengan malas menaiki tangga sambil menyeret tasnya.

“Key! Ayo makan juga!” ajak Jonghyun begitu Key membuka pintu. “Hey!!! Kenapa kalian makan di kamarku?” Key melempar tasnya ke atas kasur. “Baiklah, kami pindah.” Onew hendak membawa makanan-makanan tersebut keluar. “Sudah sudah, tidak apa-apa… makan saja, aku tidak lapar. Hari ini aku mau keluar.”

“Lho? Mau kemana? Hari ini kan kita berenam di undang ke acara TV.” Onew kembali melahap makanannya. “Tidak, hanya kalian berlima yang di undang. Kebetulan jadwalnya bentrok dengan ku, tapi acaraku selesai lebih cepat dari pada acara kalian.” Key berjalan masuk ke kamar mandi. “Memangnya acara apa?”

“Radio Heechul hyung! Young Street.”

“Oh.. Young Street, malam ini kita di undang ke radio Eeteuk hyung dan Eunhyuk hyung. Kiss Radio, jadi kau jangan lama-lama. Langsung menyusul kami kalau sudah selesai.”

“Ne!”

***

“Waahhh… hari ini cuacanya bagus! Segar… jadi kemana kita akan pergi, jagiya (sayang)?” Hyeo So melingkarkan lengannya di lengan Minho yang sedang tersipu malu mendengar panggilan tersebut. “Sudah lama kita tidak jalan-jalan, jadi bagiku hari ini sangat special. Lagi pula sudah satu tahun pacaran aku belum pernah memanggilmu dengan panggilan itu. Ya kan?”

“Oh.. mmm… ne, hari ini aku mau mengajakmu berbelanja.”

“Sincayo??? Sudah lama sekali kita tidak belanja bersama, kalau begitu gaja (ayo pergi)!” Hyeo So menarik lengan Minho. Hyeo So berharap agar penyamaran keduanya tidak terbongkar, keduanya sengaja tidak menggunakan masker. Karena yang menggunakan masker biasanya artis, kecuali dia benar-benar sakit.

“Ayo kita beli kaos couple!”

“Kaos couple? Mwoya?” tanpa menjawab Hyeo So menarik Minho masuk ke sebuah toko yang memang khusus menjual barang-barang untuk pasangan. “Wah! Kaosnya sangat cocok di tubuhmu, kalau begitu kita beli ini saja!” Hyeo So melirik kaos lain yang berwarna hijau toska dengan huruf M dan huruf H di kaos pasangannya. “Pilih! Mana yang lebih bagus? Warna biru atau warna hijau?” Minho mengangkat bahu. “Aku suka yang warna biru tapi aku lebih suka gambar yang warna hijau. Mbak, bantu aku pilih dong.” Hyeo So meminta bantuan pada salah satu pelayan.

“Yang biru deh kayaknya.”

“Tapi aku mau ada tulisannya.” Hyeo So memandangi dua pasang kaos tersebut. “Kita beli dua-duannya.” Minho mengambil kedua pasanga kaos yang berada di tangan Hyeo So lalu meneglus kepala Hyeo So dan berlalu menuju kasir. Hyeo So menghampiri Minho sambil tersenyum girang lalu memandangi kekasihnya tersebut. “Wae?”

“Terima kasih… kau yang terbaik.” Ucap Hyeo So manja. “Dasar… lain kali harus bisa memilih ok?” Hyeo So mengangguk dengan yakin. “Kamsahamnida, kembali lagi lain kali.” Minho tersenyum tipi lalu mengambil belanjaannya dan menggandeng Hyeo So keluar toko. “Sekarang kemana?” Minho tersenyum lalu menggandeng kekasihnya yang tingginya hanya sedagu nya, membawanya ke sebuah department store yang cukup besar.

“Wah.. ini DS milik keluarga Siwon oppa kan?”

“Ne, kemarin aku melihat-lihat dan menemukan sebuah sepatu yang sangat bagus. Jadi aku memesannya, aku ingin kau melihat sepatu itu.” Minho menghampiri salah seorang pelayan, keduanya menunggu sebentar lalu pelayan tersebut kembali dengan dua buah kotak sepatu. “Waahh!” Hyeo So langsung terpukau dengan sneakers berwarna gradari hijau, putih dan biru dengan garis kuning.

“Bagus kan?” seolah melihat harta karun Hyeo So benar-benar terpesona dengan sepatu tersebut. “Emm… sangat cocok untuk mu, coba pakai!” Minho menurut lalu mengenakan sepatumu. “Apa kau suka?” Hyeo So mengangguk yakin. “Aku sangat suka apalagi kalau kau yang memakainya.”

“Ahahaha.. bukan itu maksudku, apa kau juga suka? Aku akan membelinya untukmu.” Minho mengelus kepala Hyeo So yang masih memperhatikan sepatunya. “Ah.. tidak usah. Kau sudah membelikanku kaos, lebih baik beli ini untukmu saja.”

“Baiklah kalau kau tidak mau, aku akan beli untukku saja. Tunggu di sini, aku akan membayar dulu.” Hyeo So tersenyum, senyum yang sepertinya di paksakan. Tidak lama Minho kembali dengan dua kantong kertas, berisikan kotak sepatu. “Untukmu.”

“Eh?”

“Jangan kau kira aku tidak mengerti. Walaupun kau bilang tidak aku tetap tahu kalau sebenarnya kau mau, aku bukan Minho yang akan tetap sama dari tahun ke tahun. Aku akan berubah seiring waktu berjalan dan aku akan belajar setiap harinya.” Perlahan senyum bangga mengembang di bibir Hyeo So. “Ayo guru, kita lanjutkan lagi perjalanannya!” Minho merangkul Hyeo So.

~ ~ ~

“Sepertinya sudah hampir 8 bulan kita tidak berkunjung ke sini.”

“Ya.. apa kau masih ingat gembok yang kita kubur?” Hyeo So mendesah.. “Yahh.. aku pasti akan selalu mengingatnya. 1 bulan 3 hari setelah kita jadian, kita menguburnya jam 10 lewat 15 menit.”

“Apa kau mencatatnya?”

“Tidak.. hanya saja terekam di otakku dengan jelas. Bahkan aku ingat waktu itu kita berdua mengenakan baju apa. Apakah gembok itu akan benar-benar berguna?” Hyeo So memejamkan mata berusaha menikmati angin yang menerpa wajahnya.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok kan? Aku tidak mau hal itu terjadi, kalaupun hal itu terjadi yaaa… gembok itu jawabannya.” Minho memandangi sekeliling lalu menatap langit yang mulai gelap karena mendung. “Berarti menyakitkan sekali kalau nanti saat kita berpisah, gembok itu masih 2. Aku berharap tinggal 1.” Setetes demi setetes air hujan menyentuh bumi dan terkena keduanya yang duduk di tengah taman.

“Hujan!” dengan cepat Minho meraih tangan Hyeo So dan berlari masuk ke dalam sebuah gedung sekolah kecil yang sudah tua. “Kenapa tiba-tiba hujan? Ganggu acara orang!” gerutu Hyeo So sambil menyeka wajahnya yang terkena air hujan. “Biasanya pasangan-pasangan suka kalau pas mereka pacaran turun hujan.” Ujar Minho sambil menggulung lengan bajunya. “Suka? Tapi aku tidak.” Hyeo So bersedekap kesal. “Kan romantis.” Perlahan Minho berjalan mendekati Hyeo So, dan kini keduanya sudah benar-benar dekat. “Huff!” Hyeo So meniup wajah Minho. “Cari kesempatan!” lalu mendorong Minho menjauh.

“Aghh Hyeo So!” kini Minho basah kuyup karena ia terjengkang ke belakang, melewati atap yang melindungi mereka dari hujan. “Ahahahahaha… mianhae… kkkkk.” Hyeo So berusaha menahan tawanya, lalu mencoba menarik Minho tanpa terkena guyuran hujan.

Dalam hitungan detik Minho menarik uluran tangan Hyeo So. “Aku tidak yakin kali ini kamu lolos.” Minho menyeringai menantang Hyeo So. “Ok! Kita lihat ya… jika aku lolos aku akan meninggalkanmu sendirian di sini.”

“Tapi jika aku yang lebih cepat dari kamu, aku yang tinggalin kamu di sini.” Hyeo So langsung berusaha melepaskan diri, tapi ternyata kali ini benar-benar tidak ada ruang baginya untuk lolos. “Auww… perut aku sakit.”

“Hyeo So.. kincana yo?” Minho langsung melepaskan Hyeo So. “Siapa yang lebih hebat?!” Hyeo So mendorong bahu Minho lalu berlari meninggalkannya. “HITUNGAN KETIGA TIDAK BISA MENGEJAR, AKU TINGGAALLLL!!!” seru Hyeo So, Minho menyeringai lalu langsung mengejar Hyeo So.

~ ~ ~

“Malam ini pemandangannya bagus.” Hyeo So memejamkan mata lalu menghirup segarnya angin. “Siapa bilang? Jelas-jelas malam ini sepi sekali.” Hyeo So langsung mengerutkan wajahnya. “Ahh Minho.. kan ceritanya lagi main drama gitu, terus yang romantis gimana gitu. Biasanya kau memainkan Mono Drama.” Ledek Hyeo So. “Sudah tidak lagi semenjak ada kau.” Hyeo So langsungsung terkekeh. “Kita juga sudah lama tidak ke sini.” Hyeo So memandangi Minho dengan penuh rasa bersalah, lalu mendekatkan duduknya hingga tidak ada jarak di antara keduanya.

“Mianhae.” Hyeo So menyandarkan kepalanya di lengan Minho karena badannya tidak cukup tinggi untuk bisa bersandar di pundak Minho. “Apa kau merasa bersalah sekarang?” Hyeo So merajuk. “Ah Minhooo… aku sudah merasa bersalah dari awal. Jangan buat seolah-olah aku baru menyesal sekarang.”

“Aku berharap ini tidak akan terjadi Hyeo So, beberapa hari yang lalu aku bermipi kau pergi meninggalkan ku. Aku memintamu memilih, aku atau Key dan rupanya kau lebih memilih Key. Walaupun itu hanya mimpi, entah kenapa itu terasa sangat nyata karena saat aku terbangun air mata yang dalam mimpi menjadi air mata dalam kenyataan. Aku benar-benar menangis saat melihatmu pergi menggandeng Key, meninggalkanku begitu saja.” Hyeo So memeluk lengan Minho erat-erat. “Tidak akan… tidak akan pernah aku melakukan hal itu.”

“Ini jawabanmu hari ini, tapi belum tentu ini jawabanmu bulan depan.”

“Minho~.” Hyeo So merengek agar Minho berhenti mendesaknya. “Aku hanya berharap kita bisa tetap seperti ini sampai kapan pun.” ‘Minho.. apa kau mengerti penderitaanku? Apa kau mengerti aku merasa sangat bersalah? Apa kau melihat mataku? Apa kau melihat air mata ini? Apa kau akan percaya jika aku bilang ini bukan mauku? Perasaan ini tumbuh begitu saja… wanita adalah makhluk yang paling mudah jatuh, terutama… jatuh cinta. Aku mencoba untuk tetap setia.’ Batin Hyeo So.

“Hyeo So.. apa kau menangis?” Hyeo So baru sadar kalau air matanya membasahi lengan jaket Minho. “Maaf, maaf… seharusnya aku tidak membahas ini, maaf….” Minho berusaha menghapus air mata Hyeo So. “Ini untukmu, berhenti menangis ya.” Minho memberikan boneka beruang berwarna putih. “Gomawo…” ucap Hyeo So sambil terisak lalu memeluk boneka tersebut. “Ternyata benar dugaan ku, kau masih tetap sama seperti saat pertama aku melihatmu. Aku senang mengetahui itu.” Minho memegang kepala Hyeo So.

“Maksudmu?” Hyeo So memeperkan air matanya di lengan jaket Minho. “Hyeo So! Kau terlalu sama dengan yang dulu!” seru Minho karena kini lengan jaketnya bernar-benar basah. “Ehehehe… maaf, nanti aku rubah untuk yang satu ini.” Hyeo So terkekeh.

“Tetaplah menjadi Hyeo So ku yang tangguh, ceria, manis, dan imut.” Ujar Minho sambil memeluk Hyeo So. “Neee..” jawab Hyeo So berusaha terdengar imut. “Tidak seimut dulu.” Hyeo So berdehem. “Neee…” ulang Hyeo So dengan suara yang lebih imut. “Tidak lebih imut dari yang dulu.”

“Aaaaggghhh!!! Memangnya kau ini mau yang seimut apa sih? Aku ini manusia bukan semut.. tidak bisa seimut itu!”

“Tapi memang itu kenyataannya.. kau tidak imut!”

“Mwo?? Kau bilang apa barusan?! Lihat yah!! Aku akan membalasmu!”

“Hey.. kau mau kemana?”

“Mencari sesuatu untuk membalasmu!”

“Sudah lah… memangnya kau mencari apa?”

“Ebbaaaa… ttttuuuuu!” seru Hyeo So yang kembali dengan batu besar dalam gendongannya. “YAAA!!! HYEO SO!!! AKU BISA LANGSUNG MATI TAHU!!!” Hyeo So berusaha mengejar Minho dengan batu besar dalam pelukannya. “A.. Aku.. tidak akan.. kalah!” tiba-tiba Minho berbalik dengan batu yang jauh lebih besar dari milik Hyeo So. “MINHO!!!!”

***

Ini sudah yang kesekian kalinya Key mendapat kiriman amplop-amplop yang berisikan foto-foto tersebut. Key berusaha tetap percaya bahwa keadaan sebenarnya tidak seperti yang ada di foto tersebut. Lagi pula Hyeo So bilang padanya kalau ia memang sudah lama kenal dengan Minho karena acara sekolahnya. Dan sekarang jadi jauh lebih dekat apalagi mereka seumuran.

Key kembali memandangi tumpukan-tumpukan foto yang berada dalam lacinya. Sebenarnya tidak apa-apa kalau ternyata pacar Hyeo So adalah Choi Minho SHINee, hanya saja… setengah hatinya menolak jika itu adalah kenyataan. Penolakan masuk akal tapi tidak masuk akal, dilema besar baginya jika keadaan seperti ini terus berlanjut. Tapi dia sendiri masih tidak bisa lepas dari Shina, siapa yang tahu kalau ternyata Hyeo So juga sama sepertinya.

“Kiiii??? Kamu udah pulang????” reflek tangan Key menutup laci dan cepat-cepat ia berjalan keluar kamar. “Hwuaaaa… dinginnya!!!!”

“Rapat apa lagi sih? Pulangnya sampai jam segini!” sembur Key. “Ya ampun.. baru juga jam 7, kamu aja kalau pulang sering sampe jam 10 malem!” sergah Hyeo So. “Aku kan laper nungguin kamu dari tadi!”

“Emang kamu doang?! Aku juga!” Hyeo So meneguk segelas air mineral. “Eh… makan soto ayam yuk! Lumayan nih lagi dingin jadinya cari yang anget-anget, mau gak?” ajak Hyeo So dengan wajah sumringah. “Soto ayam? Bimbimbap?”

“Aduhh! Norak deh! Udah yuk.. keburu malem nih!” Hyeo So menggandeng Key agar bergerak cepat. “Mantel aku!” Key menarik lengannya dan buru-buru mengambil mantelnya di dalam kamar. Beberapa menit kemudian Key kembali dalam keadaan rapih, mengenakan mantelnya. “Siap?”

“Lho? Itu bukannya sepatu Minho?”

“Sama doang, aku ngeliat sepatu Miho yang ini terus aku suka jadi aku nitip sama dia.” Jawab Hyeo So dengan santai lalu mengenakan sepatunya. “Habis makan mau temenin aku belanja?” Begitu Key membuka pintu, angin langsung berhembus membuat bulu kuduk keduanya berdiri. “Boleh, mau cari apa?”

“Cincin kamu mana?!” seru Key yang melihat tangan Hyeo So yang sedang membuka pintu mobil. “Oh, ada di kantong kok.. tenang aja. Tadi itu ada praktikum, jadi mau gak mau harus aku lepas deh cincin nya.”

“Mau kemana nona?” tanya supir begitu Hyeo So masuk ke dalam mobil. “Restoran Indonesia yah pak.” Supir mengangguk sigap. “Indonesia? Soto ayam itu makanan Indonesia?”

“ Iye iye… waktu itu aku chat sama temen aku yang di Indo, terus dia bilang dia buka restoran Indo di Korea. Makanannya enak-enak, terus restorannya gede.” Key hanya mangut-mangut. “Harusnya bulan ini belum sedingin ini.” ujar Key sambil memandangi ke arah luar, memperhatikan setiap pohon yang terkena hembusan angin yang cukup besar. Keduanya terdiam, Key masih terus memandangi jalanan sambil menikmati alunan musik yang di putar.

Tidak lama terdengar suara DJ radio mulai bicara, dua orang… tapi terdengar ramai. ‘Sepertinya Super Junior sunbae sedang di undang ke radionya Eunhyuk dan Eeteuk hyung.’ Pikir Key sambil terus memandangi jalanan. Toko-toko mulai menyalakan lampu dan lampu-lampu jalanan mulai menerangi jalan, membuat pemandangan malam begitu indah.

“Sudah sampai.” Key sedikit terkejut mendengar suara sang supir. “Di mana?” tanya Key polos. “Di sebelah kiri tuan.” Key menoleh dan mendapati sebuah restoran besar sekaligus mendapati Hyeo So yang tertidur dengan pulas. “Hyeo So!” Hyeo So langsung tersentak lalu terbangun. “Emmpphhh.. udah sampe.” Hyeo So menggeliat. “Ayo pak, turun juga. Kita makan bertiga.” Ajak Hyeo So lalu membuka pintu mobil. Key mengikutinya.

“Oseo oseoyo, selamat datang!” sapa pelayan dengan ramah. “3 orang meja nasional.” Pelayan tersebut tersenyum ramah lalu mengantarkan ketiganya ke sebuah meja dengan 3 kursi tepat di sebelah jendela kaca. “Pelayan di sini bicara 3 bahasa, Indonesia, Korea dan English.” Ujar Hyeo So seolah bisa membaca pikiran Key yang bertanya apa itu artinya ‘3 meja nasional’ yang di ucapkan Hyeo So dalam bahasa asing.

“Mba, aku pesen soto ayam nya 3 porsi. Minumnya air mineral aja.” Pelayan yang baru saja menghampiri meja mereka langsung buru-buru mencatat pesanan Hyeo So. “Bahasa Indonesia? Artinya?”

“Kakak, kami pesan soto ayam untuk 3 porsi dan minumnya air mineral saja.” Key mangut-mangut. “Dari mana kamu belajar bahasa Indonesia?”

“Dari temenku lah pastinya.”

“Terus maksudnya 3 meja nasional itu apa?”

“Jadi.. salah satu alasan restoran ini besar karena ada beberapa ruangan untuk per pulau. Indonesia itu Negara kepulauan jadi makanannya banyak, nah resto ini jual semua jenis makanan yang ada di Indonesia berdasarkan ruang. Aku pilih nasional artinya mencangkup semua pulau, konsepnya kayak restoran biasa tapi pemandangannya lebih bagus kalau nasional.”

“Wah… berarti restoran ini bener-bener besar. Temenku pernah bilang kalau di Indonesia ada lebih dari 5 pulau. Gak takut rugi yah.”

“Enggak lah, resto ini udah terkenal. Kamu juga pasti pernah denger ada orang yang nyebut-nyebut nama RI, nah itu maksudnya restoran ini. Udah banyak kok cabangnya.” Tidak lama pelayan datang membawa pesanan mereka. Ketiganya langsung menyantap makanan mereka tanpa berbicara.

“Mba, Hyeo So.. catet! Bilangin sama Risa ya kapan-kapan aku ke sini lagi.”

“Siap! Oh ya…-“

“Tanda tangan? Ok…” Hyeo So mengambil sebuah papan lalu menandatangani papan tersebut dan memberikannya pada Key agar ia juga tanda tangan. “Jangan lupa dateng lagi ya!” seru salah satu pelayan sebelum Hyeo So keluar. “Sip lah! Thanks ya!”

“Pak, bapak pulang aja… nanti kita pulang sendri, soalnya kita masih mau jalan-jalan.”

“Siap tuan.”

“Lho? Kenapa?”

“Kita pasti lama… udah ayo, jangan buang-buang waktu!” Key menggandeng Hyeo So, membuat banyak mata teralih pada keduanya. Membuat orang-orang bertanya-tanya apa mereka berdua benar-benar Key dan Hyeo So atau hanya mirip saja. Beberapa kali keduanya mendengar anak sekolah yang bergumam ‘gak mungkin itu Key sama istrinya, kalau Key mau jalan dia pasti pake masker.’ Keduanya memang sengaja tidak menggunakan masker agar tidak ada yang curiga, jadi keduanya menggunakan kacamata dan membuat dandanan mereka se-sederhana mungkin. Lagi pula Hyeo So masih mengenakan seragam sekolahnya.

“Wow.” Gumam Hyeo So kagum melihat sebuah high heels biru yang sangat mengkilap dan manis jika di gunakan. “Itu limited Edition loh.” Sambung salah satu SPG yang menjaga counter sepatu. “Kamu mau?” tanya Key tiba-tiba. “Ah enggak.. kayaknya sepatu yang itu lebih bagus.” Hyeo So langsung menunjuk heels di sebelahnya yang berwarna putih dengan salah tingkah. “Oh.”

‘Oh? Cuma oh jawabannya?! Iggghh!’ gerutu Hyeo So dalam hati lalu pergi ke tempat lain dengan kesal. Hyeo So terus berjalan sambil memperhatikan setiap pakaian yang di gantung. Baginya melihat baju-baju mahal sangat membosankan… ingin sekali ia membeli baju tapi bajunya di rumah sudah terlampau banyak karena ayahnya selalu membelikan Hyeo So baju model terbaru sehingga ia tidak punya kesempatan untuk belanja sendiri.

“Agassi.”

“Ha! Ah! Kau membuatku terkejut tuan Jang!” omel Hyeo So. “Maaf agassi saya lancang membuat anda terkejut.” Hyeo So celingak-celinguk memastikan tidak ada Key di dekat mereka. “Tuan Jang sedang apa di sini?”

“Anda lupa agassi kalau ini adalah toko anda.” Hyeo So berfikir sejenak dan dia baru menyadari bahwa ini memang benar toko miliknya. “Oh iya.. maklum, sudah lama aku tidak berkunjung. Sudahlah! Anggap saja anda tidak mengenalku, aku tidak mau ada yang tahu rahasia ini ok?”

“Agassi tunggu, ayah anda menitip kan saya..-“

“Baju? Sepatu? Sudahlah.. aku tidak bisa membawa semua itu hari ini, aku sedang bersama Key. Dia pasti bingung dari mana aku bisa belanja banyak karena yang ia tahu aku ini tidak punya uang dan gaji dari hasil bermain iklan itu tidak seberapa besarnya.”

“Tapi agassi.. saya mohon, ini permintaan tuan besar. Apakah anda tega jika saya di pecat tuan besar?” Hyeo So berfikir sejenak. “Baiklah cepat! Mana barang-barangnya.” Pria yang bernama tuan Jang itu langsung menjentikkan jari dan muncullah 5 orang pelayan dengan banyak sekali kantung belanja dan kardus-kardus sepatu. “Ah gila! Bagaimana mungkin aku membawa semua ini sednirian… sudah lah kirim saja ke rumah.” Hyeo So langsung meningggalkan mereka. “Agassi, kami semua merindukan anda…”

“Ssstttt!!! Diam! Aku juga merindukan kalian, sudah menjauh dariku! Kalau Key sampai melihat aku bunuh kalian semua!”

“Baik agassi…” Hyeo So cepat-cepat kembali ke tempat Key. “Hyeo So! Kamu dari mana? Aku nyariin kamu dari tadi.” Sembur Key. “Mianhae.. aku cuma liat-liat baju aja.” Hyeo So melirik sebuah kotak sepatu yang berada di tangan Key. “Oh iya… coba deh sepatunya, takutnya ukurannya gak pas.” Key membuka kotak tersebut dan wah! Ini adalah sepatu yang tadi membuat Hyeo So berdecak kagum. Dengan senang hati Hyeo So mencoba sepatu tersebut yang ternyata pas dengan kakinya.

“Bagus juga ternyata.” Ujar Key. “Kamu beli ini? Buat apaan?” tanya Hyeo So basa-basi. “Buat Shina, karena kamu gak mau jadi aku beliin ini buat Shina aja. Aku pikir selera kamu bagus juga, terus aku liat kaki kamu itu seukruan sama Shina jadi apa salahnya kalau aku beliin dia sebagai kejutan.” Mendengar itu Hyeo So kesal bukan main, ia buru-buru melepas heels tersebut lalu kembali menggunakan sepatunya. “Hyeo So! Hati-hati dong.. nanti sepatunya rusak!” ingin sekali rasanya Hyeo So mencabik-cabik Key yang menatapnya dengan tampang innocent. Key kembali memasukkan sepatu tersebut ke dalam kotak sepatu dan kembali membungkusnya.

“Ayo.. ketempat selanjutnya.” Key hendak menggandeng Hyeo So tapi Hyeo So menarik tangannya menghindari Key. “Ayo… jangan buang-buang waktu deh!” Key kembali ingin meraih tangan Hyeo So. “Iya! Udah sana jalan duluan, aku bisa jalan sendiri! Gak perlu di gandeng!” Hyeo So bersedekap menyembunyikan tangannya. Keduanya berjalan berjauh-jauhan, Hyeo So benar-benar tidak ingin melihat Key sekarang ini. “Kamu kenapa sih? Aku salah apa lagi?!”

“Apaan sih!” Hyeo So menghindari kontak mata dengan Key. “Kamu marah karna aku cuma beliin heels buat Shina? Ha? Iya? Kamu marah karena itu?” lain dari Hyeo So, Key justru mencoba membuat kontak mata dengan Hyeo So. “Ya ampun… aku gak mungkin sejahat itu, aku juga beliin buat kamu kok. Nih..” Key mengeluarkan sebuah kotak sepatu, dengan ragu Hyeo So membuka kotak tersebut. Hyeo So mendesah… tidak seperti yang ia harapkan. Key memang membelikannya sepatu tapi bukan sepatu yang sebenarnya menarik perhatian Hyeo So melainkan sepatu yang di tunjuk Hyeo So karena salah tingkah.

“Makasih.” Jawab Hyeo So malas. “Kenapa lagi sih? Kamu marah karna apa lagi? Aku beliin kamu sepatu kan?” Hyeo So tidak menjawab dan masih tidak memandang Key. “Hyeo So! Kamu PMS ya?” Hyeo So menelan ludah, ia baru ingat kalau ternyata ia memang sedang PMS. Hyeo So tersipu menahan malu, pantas saja dia jadi sebegitu marahnya padahal cuma masalah sepele.

“Tuh kan! Hemmm…  ya udah.. lanjut yuk, udah mau jam 9 malem nih. Nanti toko-toko nyapada tutup lagi..” Kali ini Key berhasil menggandeng Hyeo So. “Tanganmu dingin sekali… kita beli sarung tangan dulu ya.” Tangan hangat Key menggenggam tangan Hyeo So lebih erat. “Ga usah.. ini karena lagi ada di luar aja, nanti juga pas masuk toko udah hangat lagi.” Key menggenggam kedua tangan Hyeo So lalu meniup tangan tesebut.

Hyeo So diam-diam meniup tangannya yang semakin memerah dan membeku karena dinginnya bulan Desember. “Engh… Hyeo So, kau tidak menggunakan sarung tangan yah?” suara tersebut membuat Hyeo So tersntak. “Oh.. tidak perlu, bajuku sudah cukup hangat. Terlebih lagi ada kantongnya jad kalau dingin aku bisa langsung memasukan tanganku ke saku mantelku.” Hyeo So tersenyum memamerkan gigi putihnya, bibirnya yang kering langsung terasa perih. “Oh.. baiklah kalau begitu.” Keduanya kembali terdiam. Menjalin hubungan selama lebih dari 2 bulan bahkan tidak membuat keduanya luluh, keduanya tetap sangat kaku satu sama lain. T

Terlebih lagi Minho bukanlah tipe laki-laki supel, dan lagi ini pertama kali bagi keduanya. Minho adalah pacar pertama Hyeo So dan Hyeo So pun kekasih petama Minho. Dengan perlahan dan ragu-ragu Minho menggerakkan tangannya mendekati tangan Hyeo So yang benar-benar terihat pucat. Minho berhasil meraih kedua tangan Hyeo So yang dirasanya sudah sedingin es, lalu ia meniup tangan Hyeo So dengan perlahan dan lembut. “Apa sudah lebih hangat?” Hyeo So mengangguk malu-malu, ini pertama kali bagi keduanya bersentuhan. ‘Hangat… hangat sekali… aku tidak menyangka bahwa kau bisa sehangat ini Minho…’ batin Hyeo So, entah kenapa ia begitu menikmat saat-saat seperti ini. ‘Apakah adegan ini terlalu drama? Aku benar-benar tidak menyangka bahwa ada yang melakukan hal seperti ini di dalam kehidupan nyata.’ Batin Hyeo So lagi.

Tiba-tiba Minho memasangkan sarung tangan bulunya yang sangat hangat di tangan kiri Hyeo So. “Ayo kita ke tempat yang lebih hangat.” Minho menggandeng tangan kanan Hyeo So dengan tangan kirinya yang tidak mengenakan sarung tangan. “Minho-ah.” Tanpa bicara Minho memasukkan tangannya dan tangan Hyeo So yang saling bergandengan ke saku mantelnya lalu berjalan yang secara otomatis akan menarik Hyeo So untuk ikut jalan dengannya.

Lagi-lagi Key melakukan hal yang pernah Minho lakukan, teriang di otak Hyeo So bagaimana Minho dulu meniup tangannya. Membuatnya ingin kembali ke masa itu dan menikmati masanya dengan Minho.“Hyeo So, kincana yo?” ‘Tidak…aku berharap Minho lah yang melakukan ini.’ Bain Hyeo So. “Ne.”

“Hyeo So, Key!” Key menoleh cepat sedangkan Hyeo So berharap kalau dugaanya salah. “Waaahhh kebetulan sekali bisa bertemu kalian berdua di sini!” dengan malas Hyeo So menoleh. “Shina… apa kabar? Sudah cukup lama kita tidak bertemu!” sapa Hyeo So menyembunyikan rasa kesalnya. “Iya… boleh aku bergabung dengan kalian??” Hyeo So tersenyum lebar. “Tentu saja! Oh ya… tadi Key membelikanmu sepatu loh!” Mendengar nada bicara Hyeo So, Key jadi merasa tidak enak. “Sincayo? Mana?”

“Ini. Aku berharap kau suka.” dengan girang Shina membuka kotak sepatu tersebut lalu mendesah. “Gil Dong pernah memberiku ini.” Hyeo So menyeringai. “Tapi tidak apa-apa.. sepatu ini kan dari Key bukan dari Gil Dong. Terima kasih banyak!!!” Shina memeluk Key dengan erat.. membuat hati Hyeo So terasa terjerat.. *aduh… aku ngerasa bahasanya lebay…wkwkwkwk*

“Jadi? Mau kemana kita sekarang?” Tanya Hyeo So membuat Shina melepas pelukannya. “Aku lapar, kita makan malam dulu yah.” Shina tersenyum lebar memamerkan gigi kelincinya yang membuat wajahnya terlihat sangat imut, dan inilah yang selalu membuat Key jadi semakin menyukai Shina. “Ya udah.. sekalian ngobrol-ngobrol. Ayo!” Shina dan Hyeo So saling bergandengan mencari restoran sedangkan Key hanya bisa membuntuti keduanya dari belakang.

Entah kenapa dengan adanya Shina, Hyeo So bukannya semakin marah tapi lama-lama merasa kalau Shina sangat menghibur. Sedikit-sedikit keduanya tertawa terbahak-bahak, lalu Shina akan menceritakan sesuatu yang lucu kepada Hyeo So dan Key berharap ketiganya bisa tertawa bersama tapi Key.. malah terpaku melihat kedua gadis di hadapannya. ia pikir Hyeo So dan Shina akan menjadi musuh jika bertemu, walaupun ia berfikir menjadi musuh untuk apa? Toh Hyeo So tidak menyukai dirinya, jadi Hyeo So pasti merasa biasa saja pada Shina.

“Key.. kamu kenapa sih?” tanya Hyeo So di sela-sela tawanya, Key langsung menggeleng lemah lalu meneguk teh. ‘Siapa yang lebih baik? Si imut Shina atau si ceria Hyeo So? Siapa yang lebih cantik? Si rambut pendek Shina atau si rambut panjang Hyeo So? Siapa yang lebih hebat? Si penolong Shina atau si pejuang Hyeo So? Apa yang lebih menghanyutkan? Senyuman Shina atau air mata Hyeo So? Dan siapa yang akan melekat di hatiku? Shina pacar pertamaku atau Hyeo So istri pertamaku? adakah manusia di dunia ini yang bisa menjawab pertanyaanku? Tuhan bisakah kau menjawabnya sekarang? Agar aku bisa memilih sebelum aku jatuh lebih dalam. Hubungan siapa yang akan bertahan lama? Aku dan Shina? Hyeo So dengan pacarnya yang bernama Minho? Atau aku… dan Hyeo So? Tuhan… apa kau akan mengabulkan harapan yang aku tulis di gembok bersama dengan Hyeo So? Aku berharab banyak engkau mengabulkannya, karena hanya dengan cara itu aku tahu siapa orang yang sebenarnya aku cintai.’

“Terima kasih ahjuma, kami akan kembali lagi kapan-kapan!” seru Shina sebelum ketiganya melangkah keluar dari kedai. Key masih terus berjaan di belakang keda gadis yang sampai saat ini masih sibuk bercerita dan tertawa terbahk-bahak. “Hey kalian berdua.. berhenti tertawa dan berjalan lah dengan benar!” akhirnya Key angkat bicara karena ia tida tahan dengan tingkah laku keduanya yang tertawa sambil berjalan sehingga menabrak orang lain beberapa kali.

“HYEO SO!” Seru Key setengah berteriak saat Shina yang sedang memeragakan sesuatu yang ia ceritakan secara entah sengaja atau tidak mendorong Hyeo So ke jalanan di mana sebuah mobil melau dengan cepat. Untunglah Key bergerak lebih cepat, tangannya berhasil meraih tangan Hyeo So dan cepat-cepat ia menarik Hyeo So.

FUSSSHHH…

Mobil tersebut melaju seperti kilat melewati mereka, mengibarkan rok yang Shina kenakan dan rambut panjang Hyeo So. “Oh.. Hyeo So mianata… jeongmal mianhae yo… kincana yo?” Tanya Shina khawattir, Hyeo So masih terus memegangi dadanya. “Kincana yo Hyeo So-ah, kamu aman sekarang.” Key memeluk Hyeo So dan mengelus lembut punggung Hyeo So. Key dapat merasakan Hyeo So berusaha menarik nafas panjang untuk memberi ketenangan ada dirinya sendiri. Perlahan Key melepasan pelukannya karena dirasanya Hyeo So sudah lebih tenang.

“Hyeo So mianhae…” mata Shina terlihat berkaca-kaca. “Kincana yo Shina-ah.” Hyeo So menepuk pundak Shina lembut. “Sudah kubilang tadi! Berhenti tertawa dan berjalan dengan benar!” Omel Key. “Sudahlah… sudah larut, Shina apa kau pulang sendiri?”

“Anio… itu, supirku ada di ujung jalan sana.”

“Kalau begitu pulang lah, kami juga sepertinya harus pulang.”

“Ne… Hyeo So mianhae.”

“Kincana Shina-ah. Sekarang pulang lah.” Hyeo So memeluk Shina sebelum ia pegi. “Sampai jumpa!” Shina melambaikan tangan sebelum ia masuk ke dalam mobil.

“Kayaknya mendingan pulang sekaang deh, aku takut gak dapet bis terakhir. Atau kamu mau naik subway aja? Kita lanjutin belanjanya kapan-kapan aja deh.” Hyeo So hanya tersenyum tipis. Keduanya berjaan menuju hatle dalam diam, tepat sekali begitu keduanya hendak duduk bis datang.

“Ayo!” Key kembali menggandeng Hyeo So masuk ke dalam bis, semua kursi penuh kecuali 2 kursi single kedua dari depan dan kursi single di belakangnya. Hyeo So memilih duduk di depan Key.

‘Apa kau benar-benar menggerakkan hati ku? Atau aku hanya terpesona saja denganmu? Bisakah kau berhenti melakukan hal-hal yang pernah di lakukan Minho padaku? Bisakah kau bilang padaku bahwa kita harus cerai sekarang juga? Kumohon ucapkan itu sekarang sebelum aku benar-benar jatuh cinta padamu. Ucapkan itu sekarang sebelum kau benar-benar melakukan hal yang pernah Minho lakukan padaku sehingga membuatku benar-benar jatuh cinta padanya sedalam ini. Kumohon tuhan, jangan biarkan Key melakukan itu atau kau akan membuatku berpaling dari satu-satunya laki-laki di dunia ini yang menerimaku apa adanya, bahkan tak pernah memperdulikan apa yang aku lakukan selama aku masih mencintainya.’ Batin Hyeo So.

‘Tuhan… apakah benar gadis ini takdirku yang sebenarnya? Lalu untuk apa kau membuatku dan Shina tetap bersama sampai sekarang? Kenapa kau buat aku jatuh cinta pada Shina dan sekarang…. Apa kau akan membuatku juga mencintai gadis di depanku ini? Gadis yang selalu memberiku hal baru, membuatku menemukan sesuatu yang belum pernah ku temukan. Gadis yang selalu berhasil membuatku menangis saat melihat air matanya yang mengalir. Gadis yang selalu membuatku merasa bahwa aku di lahirkan untuk melindunginya. Gadis yang kuat namun tak pernah cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri. Gadis yang selalu dengan lapang dada menerima segala keadaan. Gadis yang memiliki perbedaan 100% denganku. Aku tahu bahwa sosok gadis ini yang selalu kucari, tapi aku juga tahu bahwa tidak semestinya dia jadi miliku. Dari sekian banyak cerita yang ia cerita kan padaku, aku tahu benar bahwa Minho kekasihnya adalah orang yang tepat baginya. Tapi apakah engkau berkata lain tuhan? Jangan buat aku pada akhirnya meminta padamu untuk berkata lain. Untuk membelokan takdirku dan takdirnya, untuk membuat kami bersama selamanya. Jangan.. kumohon jangan.. karena aku tidak akan pernah membiarkan gadis yang kucintai meninggalkanku. Biarkan aku tetap dengan Shina… biarkan aku tetap mencintai Shina.’ Key membatin sambil memperhatikan rambut lurus dan hitam milik Hyeo So.

“Pemberhentian terakhir.”

“Ya.” Key bangkit dari duduknya dan langsung mengerutkan alis karena Hyeo So tidak berdiri. “Hyeo…-“ Key mendesah. “Perlu bantuan?” Key tersenyum pada sang supir. “Sepertinya.. ya.” sang supir langsung berdiri dan membantu Key agar Hyeo So bisa ia gendong. “Kompaseumnida.”

“Cheomanyo, jaga istrimu baik-baik.”

“Ne.” Key melangkah dengan hati-hati menuruni tangga bis. “Hyeo So…” panggil Key, berharap Hyeo So bangun karena ternyata cukup menyeramkan berjalan malam-malam. Lagipula rumah mereka lumayan jauh dari halet bis dan jalan raya, selain berharap Hyeo So bangun dan menemaninya ia juga berharap tidak perlu mengeluarkan keringat malam-malam. “Hyeo So… bangun…” rengek Key. “Emmpphh…”

“Aww sakit!” Key menyerah.. percuma, sepertinya Hyeo So benar-benar lelah.

***

“Kira…. iya.. hari ini? Gak tahu deh.. iya, kayaknya gak usah. Yup.. thanks ya.” baru saja Hyeo So hendak memasukkan ponselnya, ponsel tersebut kembali berdering.

“Jonghyun-ni oppa wae?”

“Oh Hyeo So-ah… apa Key sudah menghubungimu?”

“Belum, paling 3 menit lagi. Soalnya ini baru jam 11.57, biasanya dia nelpon tepat jam 12. Kenapa?”

“Oh.. itu, aku mau pinjam mobil kalian aku ada urusan penting. Mobil kami dua-duanya sedang di pakai.”

“Di pakai siapa?”

“Onew hyung dan manager hyung.”

“Lho? Bukannya Onew oppa punya mobil sendiri?”

“Katanya masuk bengkel. Gak apa-apa kan?”

“Oh iya, gak apa-apa… lagian kayaknya aku pulang sama Minho deh.”

“Minho? Kamu lagi ada di mana sekarang?”

“Di sekolah Minho, tadi habis nyerahin proposal ke KepSek sama promosi sekolah.”

“Oh wow… berarti hari ini kalian bakalan jalan berdua dong? kekekeke… ya udah, selamat menikmati hari. Thanks ya!”

“Yup yup.” tepat pukul 12 siang, ponsel Hyeo So kembali berdering. “Key!”

“Ah ya… tadi aku coba ngehubungin kamu kok gak bisa?”

“Tadi ada line sama Jonghyun oppa.”

“Berarti kamu udah tahu yah aku mau ngomong apa?”

“Yup yup…”

“Oh, bagus deh. Ya udah, dadah.”

“Dadah.”

Hyeo So menghela nafas lalu kembali berjalan menyusuri koridor menju ruang kelas Minho. Terdengar suara ramai murid-murid yang sedang bersorak seperti menggoda seseorang. Minho pernah bilang, kalau ada suara seperti itu berarti ada ajang pernyataan cinta. Hyeo So mengintip dari jendela kaca kecil di pintu berusaha mendengar dari celah pintu yang tidak tertutup rapat.

“Terima! Terima! Terima!” Hyeo So mengerutkan alis dan berusaha melihat siapa yang sebenarnya sedang melakukan pernyataan cinta. “Minho! Terima aja! Lagian pacarmu itu sudah tidak tahu kemana. Kayaknya Miyo lebih baik deh.” alis Hyeo So semakin mengerut, ia melihat dengan jelas wajah Minho di tengah kerumunan mulai memerah. “Kalau malu ngejawabnya pilih deh! Kalau nolak cium pipi dan kalau terima langsung cium bibir!”

“Ya tuhan…” Hyeo So menepuk-nepuk dadanya yang mulai terasa sesak. “Minho cepetan! Gak ada pilihan lain! Cium pipi atau cium bibir! Gak boleh bilang nolak! Harus nyium!” seluruh murid mendorong keduanya untuk saling berhadapan. Minho mendekatkan wajahnya ke wajah seorang gadis yang tingginya hanya sebahu Minho. Rambutnya yang di kucir kuda memamerkan tengkuk lehernya yang bagus.

“Andwae.. andwae…” suara Hyeo So sudah benar-benar pecah, ia tidak bisa mengeluarkan sedikit suarapun. Hyeo So berlari secepat mungkin, sejauh mungkin dari Minho. ‘Sebenarnya apa yang ada di pikiranmu Minho?!’ mata Hyeo So nyaris tidak bisa melihat apapun di depannya karena air mata membuat pandangannya kabur. dan tiba-tiba saja semua gelap.


TBC

***


P.S: Jujur.. jujur banget… siapa yang ngerasa part ini gak seru? Serius.. aku yang nulis aja ngerasa gak seru apalagi yang baca.. beneran serius… gak usah sok muji… yakin banget part ini gak seru sama sekali. Ya gak sih? Mian banget… buat yang ngerasa part ini mengecewakan. Beneran sumpah maaf banget… TT.TT.. soalnya aku lagi ada masalah.. jadi kacau.. maaf

Maaf…. aku janji part selanjutnya gak bakal semengecewakan ini… maaf… maaf… maaf… bener-bener gak seru… banget-banget gak seru… maaf….


Signature

This post has written by Zika, and has claim by Zika signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

EH EH.. MAAF YAAA.. BEBERAPA KOMEN DI SINI AKU DELETE SOALNYA UDAH BANYAK TAPI YANG LAIN BELUM SEMPET KOMEN.. MAAF YAH.. TAPI YG I DELET CUMA YG GAK PENTING KOK.. MAAF YAH.. KASIAN NANTI KALAU ADA YANG SUSAH MAU KOMEN ^.^

88 thoughts on “She’s My (EX)Wife – Part 14

  1. UNNNIIIIEEEEEEE… HWUAAAAAAAA
    Tega dehhhh… aku jadi sedih nih baca bagian akhirnya TT.TT

    Dasar.. kalau udah jiwa penulis masalah yg menimpa diri sendiri malah jadi inspirasi… ckckckck

    Jadi jadi unn… gimana? Beneran di terima????

    1. Ohhh… ahahahaha… Lana…
      Aku udah gak apa-apa kok sekarang ^.^
      Kkkk.. maklum…
      Malah menurutku emang bagus kalau aku jadiin inspirasi.. ke ke ke

      Rahasiiaa.. nanti jawabannya di part 15 .. ke ke ke

    1. Lhooo? Komen di sini juga ilang!!!!
      Ya udah tulis lagi deh.

      GOMAWOOOOO ^O^

      Aku udah gak patah hati kok ^.^.. ke ke ke…

  2. Oh my god
    Oh my god..
    Zikaaaaa…
    Zikaaaaa…
    Zikaaaaa…
    Jangan bikin aku berpaling dari oneeeew…
    Huhuu..
    Sumpah sumpah sumpah gara2 part ini aku jadi fallin in love sama key..
    Gilaaa… Gilaaa..
    Gilaa..

    1. Ya ampun unnieeeee
      Part ini gak seruuuuuu >,,<…..
      Mananya yang bikin unnie fall in love sama Key???

      Sumpah part ini aneh! Gak seru! Norak! Gaje!

    1. Makasih ^.^
      Enggak Gab.. jangan bohong… part ini sama sekali gak bagus!!!!!
      Seriuss.. jujur…
      Gak begitu seru kan???

      1. ngga serius deh.. tetep bagus kok! awalnya doang sih yg ga terlalu seru.. tp ke bawahnya seru-seru aja kok!

  3. Zika kok begitu..?
    Kan unnie yg nilai..
    Buat aku, semua part di SMEW itu daebaak..
    Sumpah zika, aku suka banget part yg key tiup tangan hyeo so..
    Aku bacanya deg2 an sendiri..
    Terus ending nya itu loh..
    Serasa pengen nangis..
    Sumpah zika..
    Keren bgd..
    Knp kmu ngerasa part ini ga bgus siy?
    Ga bgus dmananya coba?

    1. Gak tahu..
      Tapi biasanya pas aku nulis tuh aku suka senyam-senyum sendiri atau apalah gitu.. tapi selama nulis part ini tuh datar banget.
      Okelah.. di adegan terakhir aku juga kepingin nangis bacanya…
      Tapiii biasa aja… hwueee… *waduh.. jadi curhat … kkk*

      Kkkk… gak nyangka bagian yg itu bikin unnie deg2an…kkk
      Padahal adegan kayak gitu udah umum banget… jadi ku kira fail 100%

      Tapi GOMAWOOOOOOOOO deh… unnie sudah berbaik hati meyakinkan aku kalau part ini bagus… kekekeke
      Terus unnie juga bilang semua part SMEW daebak.. kkkk
      GOMAWOOOOOOOOO

    1. Wkwkwkwkwkwk
      Itu sih maunya uniiieeee…. fuuuuuu~
      Kkkkk…

      Aku belum bisa unn.. bikin yang begituannn.. lain kalo misalkan pas aku lagi nulis part 15 eh.. aku mendadak PMS… wakakakakaka…
      Nah itu pasti secara sengaja atopun enggak langsung naik jadi NC-30…
      wakakakakakaka

      Tapi enggak ah… SHINee kan belon pantes di bikinin cerita yg begonoan
      Lagian unn.. reader kita yg paling kecil itu kelahiran 1998
      Gak boleh baca yg begituaaannnn >,,<

  4. hwaaa….
    akhir’ny kluar jg ff ksayangan aq kkkk….
    stlh mnggu brabad-abad*lebay*
    @zika: gak jlek koq part yg ini, sru bgt mlah, sumpah…..yg blg part ini gak sru aws aj!!
    aplg yg minho jln am hyeo so, rmntis bgt….
    aduh jd bngung si hye so bkal am minho ap key…am key aj deh biar minho am aq…
    wah kyak’ny ad pmain bru deh*sotoy*….jd pnsaran minho trma gak y t cwe….
    part slanjut’ny cpet’an yak!!!! *zika: bawel bgt dah unn yg stu ini…*

    1. Wahahahaha… maaf yah bikin jadi harus nunggu berabad-abad.. kkkk

      Aku pikir bagian itu biasa aja… ohohohho >.~
      Hayo-hayo tebakkk ujungnya sama Key atau sama Minho. kekekeke
      Yang tebakknya bener Hebat!!!!!
      Waahh kok unnie tahu sih kalau bakal ada pemain baru??? Padahal belum aku kasih clue loh.. tapiii pemain barunya bukan cewek yang nembak itu.. kekekeke… tebakan anda meleset >,<.. ke ke ke

      Part 15 gak lama kok.. tenang semuaaaaa ^o^

      1. unn tbak akhir’ny am key al’ny minho tuk unn*ngrep* kkkk…..
        hehe tbak’an unn bner y…pdhal asl tbak aj…
        unn kra cwe yg nmbk itu pmain bru’ny trnyata mleset….
        bner y part 15 gak lma…

        1. Kkkkkk…. terus aja unn >.<
          Tenang-tenang… part 15 aku bikinnya srek kok.. jadi kayaknya sih cepet.. ehehehehe

    1. Lhooo??? Bukannya tadi aku udah bales di komen ini?
      Kok gak ada?
      Lana.. komennya kamu delet?
      Kenapa?
      Kalau yang balesan mah jangan di delete atuhhhh…

  5. akhirnya part yang di tunggu keluar juga………………………

    tapi ko semua yg ada di part ini bikin aku sedih ya T_T
    Zika part 15nya kapan keluar, penasaran nich………………
    minho nerima atau nolak???????????????

    1. Waaaahhhhh???
      Sedih kenapaaa????
      Patah hati kah? Kecewa kah?
      Aku yakin kecewa karena part ini gak seru.. hwueeeee

      Hayoo.. kira-kira di terima atau enggaakkkk???
      Sabar lah menunggu… ke ke ke

      1. dich so tw, siapa yang bilang part ini gak seru????????????
        dhy malah tambah suka………..
        dhy sedih karena key sama hyeo so gk mau saling jujur, dhy jga sedih waktu adegan key liat pic”nya hyeo so……….. kan kasian key……………..

        Zika v jangan lama” ya ………………. dhy tunggu pokoknya

        1. Ohhhh gituuu..
          ohohoho… masa sih itu bikin sedih???
          Aku aja yg bini nya Key gak ngerasa sedih.. wkwkwkwkwk *di keplak bini Key yang lain*

          Iyaaa… tenang saja… sama Zika sih semua cepaaattt

    1. Makasih banyaaaakkkk ^o^
      Cuma bag akhir doang yang seruuu yang lain enggakk.. ya kan?
      Tapi gomawoo udah mau baca.. TT.TT

        1. Hehehehe
          Meja nasional itu maksudnya meja yg mencangkup seluruh bagian di Indonesia ^.^
          kkkk gak apa-apa…^.^
          Aku maklumi.. pentium 95 kan? apa 96? kkkkk >,<
          aku sih pentium 93…kkkk

  6. Waaahhhh…. akhirnyaaa… fiiuuuhhh capek deh delete nya ^.^

    @Ryui: Oppa.. tadi Fathia bilang annyeong juga! Tapi commentnya ku delete supaya jelas…
    @Gaby & Fathia: Sudahhh.. silahkan komen lagi.. sudah tidak pusing lagi sekarang.. ke ke ke…
    @Fathia: Yahhh sayang banget deh.. gak mau nyoba buat suka lagi???
    @Gaby: Hwueeeee… saya betul-betul lupa Gloriaaa… ayo beritahu saya lagiiii >,<!!!

    1. Waah.. akhirnya… ^.^
      Oh.. iya.. tadi sempet baca kok komen Fathia…
      Setidaknya gini lebih rapih dari yang tadi ^.^

      Zika udah gak OL lagi Lan??

      1. Ya ampun
        CUMA NANYAAAAAA… EEEGGGGHHHHH >,<!!!
        Tadi juga nanya Karlie… cuma gak tahu deh WP eror jadi bagian Karlienya ke potong..
        Kalian bertiga anak kecil kenapa sih??!!!! huuuu~

        ngomong-ngomong… cie artinya apa?

        1. Seriussss….
          Ihh parah nih anak Jakarta jaman sekarang…
          sukanya nge-godain orang -.-‘
          Ckckckckck….

  7. Ya ampun.. kan gak usah gituuu.. tega banget sih ngetawainnya TT.TT
    Ohh.. mesum sama museum tuh beda? kirain kalau di Indo museum itu di sebutnya mesum
    ckckckc.. ternyata artinya beda jauh… huuufff…

    Kelahiran tahun berapa yah???
    Hemm.. rahasia… tapi yang pasti belum sampe umur 23 kok
    Tenang aja ^.^…
    i’m still a teenager ^o^

      1. Memang 22 itu termasuk teenager apa?
        Mentang-mentang bilangnya belum 23 nebaknya malah 22.. ckckc -.-
        Gak ada yang lebih jauh dari kepala 2 apa?
        Rahasia.. nanti juga tahu sendiri ^.^

        1. CIEEEEEEEEE JADI SEKARANG OPPA MAINNYA SAMA GABY YAAAAAAAAAAAAA

          HIP HIP HORAAAAAAAAYYYYYYYYYYY >.<
          CIIIEEEEEEE OPPA DAN GABYYYYY… WKWKWKWKWKWK

        2. emang dah kalo jodoh OL kaga jauh2 !!!wahahahaha
          @lana :lan,nanti pembaca lain pada kabur loh!EAAAAA UHUY GABY TERNYATAAAA

  8. Waaahhh gawattt komennya berantakan lagiii -._
    Ya tuhaaannnn….
    capek beresinnya..
    Zika unnieeee… maaf yaahh beberapa komen Zika unn ke delete.. gak sengaja beneran deh…. sumpaaahhh
    Komen Gaby sama Fathia juga gak sengaja ke delete… miaaaannnn >.<

  9. ANNYOENGGG ^O^
    SAYA KEMBALIII FUFUFUFUFU~

    Eh tungguuuu.. ada apa dengan seluruh komen di sini???!!!!
    Yang tadi komennya pada kemana?
    Kok ini jadi berantakan?
    Loh.. itu yang leave a reply kok gak satu kotak?
    Kok ini komennya baru sampe 40an???
    Ada yang delete?
    Siapa?
    Lana?
    Kenapa?
    Itu.. komen ku sama Gaby sama Fathia kok ilang Lana?
    Ini kenapa sih?
    Emang udah penuh ya???
    Hoyyy.. pada kemana sih?
    sekarang siapa aja yg lagi OL?

  10. Waahh?? Kok sepi sih???
    Ahhh.. nulis aja deh dari pada nungguin komen..
    Maaf yah kalau nanti ada komen yang gak ku bales ^.^
    Lagi sibuk nuls…. ke ke ke ke

  11. saya kembali!!!hah??ga ada yang nyariin saya nih??ya sudahlah…*meratapi nasib*
    btw,kalian lagi ngomongin apaan sih?gw bingung ?__?

  12. GYAAAAAAA~~~
    MINHOOO AWAS AJA KALO KAMU BERKHIANAT YAAA!!
    AWAS AJA KALO DITERIMA TUH CEWEK!!!
    huhuhu kasian banget si hyeo so…
    liat aja deh nanti kalo minho terima tuh cewek, tak pites nanti! (?)

    AIGOOOOO~~~ (capslock : ON)
    HYAAAAA~
    reader ikutan dilema nih ^^
    bingung juga, baiknya hyeo so sama minho… atau key ya? hihihi
    hem sumpah aku gk bisa tebak sama sekali akhirannya bakal kayak gimana!
    tapi mungkin sama key kali ya? eh sama minho mgkin? ahhh kagk tau daaaah!!!

    oyaaa kenapa gk dibikin poll aja onn buat pilih bagusan key atau minho?
    manatau ada reader yg berbakat meramal akhir cerita hihihi ^^
    nanti yg tebak bener, dapet SHINEEEEEEE!!! hehehe *maunya*

    pkoknya LANJUUUUUT AJALAAAAH
    ditunggu yaaaaaaaaaaaaaaaaa😄 *stres*

    1. GYAHAHAHAHAHA…. AKU IKUT AH TULISANNYA KAPITAL SEMUA BIAR RAMEEEE
      HEEEEYYYYY… BERANI MITES MINHO NANTI DI JEWER LOH SAMA BINI2 NYA… KEKEKEKEKE

      WAKAKAKAKAKAAAA… SENANGNYA KALAU GAK ADA YANG BISA NEBAK.. HUHUHUHU~
      Hayooooo… kira-kira sama siapa????

      Heemmm.. awalnya aku emang rencana mau bikin poll.. tapi tergantung deh.. liat nanti aja
      Aku lagi ada ujian minggu ini…
      sebenernya gak bisa OL.. tapi biarlah…
      Demi pembacaku yang setia menanti..
      makanya itu soal poll nanti aja mikirnya… mending sekarang mikirin jalan cerita sama ujian deh….

      GOMAWOOOOOOOO
      KOMENNYA RAMAAAIIIIII SAMA KAYAK SHABRINA ^.^

  13. ahhhhhhh….. SMEW udah keluaaaarrrr…… *telat gila*
    huh…
    karena ujian bentar lagi, jadwal belajar pun semakin diperketat…
    jadi cuman bisa mampir di pagi hari…… *ngelap ingus*

    hahaha~~

    1. Lho? di skul Lani belum ujian toh???
      Daerah bekasi ya??? Jadi minggu depan??

      Yakin belajarrrr ?????
      Kkkk…

  14. yeah…udah keluar….baru sempet liat nieh…hehe

    sepertinya part ini agak sedih-sedih gitu ya….apa lagi pas bagian terkahirnya….kira-kira jawaban minho apa ya?*penasaran*

    di tunggu part selanjutnya…:)

    1. Ya ampunnn anda baru onlie pagi hariii???
      ckckckck….
      Kita berdua sama2 lagi ujian kan yah???
      Pasti Novi semaleman sibuk belajar… kk >.<

        1. Lho? Lho? Lho????? Berarti aku telat setahun dong???
          Apa kamu yang lebih cepet satu tahunnn???
          Oh oh aku tahuuuu…
          Aku lahir akhir tahun makanya telat setahun..
          wakakaka… lupaaaa >,<!!!!

  15. wah..klo jujur sech..lebih suka sama part yg sebelumnya.aku juga ngerasain kayak ada yg kurang di part ini. tapi apa ya? *bingung sendiri* =p

    kayaknya part ini agak loncat2 ya Zi?jadi agak bingung baca alurnya *apa karena aku agak g konsen ya bacanya? hahaha

    tapi overall bagus kok Zi..tetap sukaaaa..keep up ur good work! ^^b Fighting!!

      1. Lana: yaahhhhhhhhhhh…tapi aku kan dah bilang overall bagus..dan aku tetap suka..aduh..maaf aku g tau..*sangat menyesal😥

        Zika: Ziii…maaf ya..aku g tau kau lagi stress. jadi aku cuma komen dari point of view pembaca aza. bener2 minta maaf ya cantik..sebagai rasa penyesalan, minta Lana or Gabby traktir aza yah..hehehe.. (Lana&Gabby: Awas klo g ditraktir Zika Unnie’nya..hehehe). sekali lagi minta maaf ya Zii..
        jujur sejujurnya..overall cerita mu ini menarik kok Zi..jadi jgn tambah stress ya say..

        Tetap Semangat Zika!! can’t wait to read another story of urs..^^ lov ya.. =*

        1. GAK APA-APA UNNIEEEEE ^O^
          AKU UDAH GAK STRESS.. KE KE KE~
          UDAH BACA PART 15?
          SILAHKAN BACA..
          DAN JANGAN LUPAAAAAAA
          KOMEN….
          KE KE KE~

          SANTAI AJA UNN… AKU GAK BAKAL GIGIT UNNIE KOK.. KE KE KE~

        2. Siap Laksanakan KOMANDAN!! Baca dan komen kan?? hehe sippppppp..

          hahahaha..gigit lana or gaby aja ya Zi..tapi kayaknya g da dagingnya dech tuch 2anak..*baru inget* ahahahaha..

          tetap SEMANGAT Zikaaaaa!! o^^o

  16. duuhh…
    aku ga kebaca yg part sebelum part ini… page not found…
    huhuhuhu…
    dimasukkin lg dong onn..
    tp serius dee,,, dr smwa crta… crta ini yg bikin aku deg*an abisss…
    serasa nntn dramaa…🙂
    oiyaa, jgn lupa… part 13 yaa onn…😀

  17. menggalau ria semuanya -__-”
    lumayan seru kok ceritanya, tp emang agak kurang greget *maksud lo?*
    lanjut deh :d

  18. yg acara beli sepatu itu Mirip crita d SassyGirl ..
    Wkwkwkwkkaa.xD
    Sm persis >,<

    Aigooo..
    Aigoo..
    Minho Apa apaan pula =_='
    Buat ulah d skolah *plak
    Wkwkkkaaa.

    Makiinn seruuuu !
    Daebak!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s