Love Me – Part 1

LOVE ME

Main Cast: Kim Kibum, Lee Jinki.
Support Cast: Shinee, Nichkhun 2PM, Super Junior, other artist
Author: Sharyne a.k.a Shaylee

Annyeong haseyo Chingu! Choneun Choi Cha Rin imnida. Umurku 18 Tahun, sekarang aku adalah mahasiswi baru di Konkuk University, Seoul. Pasti tau kan? Iya, Aku kuliah di kampus yang sama seperti Minho Shinee. Disini ia adalah sunbae-ku. Minho oppa sebenarnya adalah sachon-ku, tapi sshh.. Jangan bilang – bilang ya. Aku tidak mau dikejar – kejar oleh yeoja sekampus gara –gara ini ^^

~~~

Ting tong.. Ting tong..

Aku menekan bel sebuah rumah yang lumayan besar di pinggiran kota Seoul, menurut alamat kertas yang dikasih Bibi Han sih memang benar ini rumahnya. Rumah keluarga Choi.

Krek. Pintu dibuka, seorang wanita yang kira – kira berumur 50 tahunan tersenyum kearahku.

“Annyeong hasimnikka”

“Annyeong hasimnikka”

“Apakah kau Choi Cha Rin?” tanyanya masih tersenyum.

“Ne” jawabku.

“Silahkan masuk, Agassi. Nyonya telah menunggu didalam.”

Aku memasuki rumah itu, berjalan mengikuti orang yang membukakan pintu tadi.

“Jwesonghamnida Agassi, nama saya Gum Gan Hee. Saya kepala pelayan disini, jika ada yang perlu dibantu jangan sungkan untuk memanggil saya. Orang-orang disini biasa memanggil saya Bibi Gum” Aku tersenyum menjawabnya.

Kami berhenti disebuah ruangan, terlihat jelas kalau ini ruang tamu. Bibi Gum mempersilahkanku duduk disebuah sofa. Ia menyuruhku menunggu sebentar.

“Cha Rin-ah? Kau kah itu?” suara seorang wanita mengagetkanku. Aku berdiri dan berbalik badan, terlihat seorang wanita yang kira – kira umurnya akhir empat puluhan.

“Ne, Annyeong haseyo” aku membungkukkan badanku. Ia memelukku.

“Kau sudah besar ya sekarang.” Ia mengukur tinggiku dengan tanganya, “Ayo aku tunjukkan kamarmu. Setelah itu kita makan malam”

Ahjumma tadi adalah Nyonya Choi. Ia menikah dengan adik Appa-ku. Sekarang aku harus tinggal dirumahnya, yaa karena sekarang aku kuliah di Konkuk. Sebelumnya aku tinggal di Jakarta.

Aku mengikutinya berjalan keatas tangga, kemudian memasukki sebuah ruangan. Warnanya lavender, warna kesukaanku.

“Cha Rin-ah semoga kau suka dengan kamar ini. Aku sendiri yang men-design­-nya.”

“Ne. Aku menyukainya kok!”

“Oh ya Cha Rin-ah. Maukah kau memanggilku umma? Aku sangat ingin mempunyai anak perempuan. Saat aku tau kau akan tinggal disini aku senang sekali”

“Eh? Ne. Umma” jawabku. Ia memelukku lagi.

“Nah, kau akan kutinggalkan disini untuk bersiap – siap. Mandilah. Disini ada water heater jadi kau bisa mandi dengan air panas. Nanti Bibi Gum akan memanggilmu”

“Ne. Gamshahamnida umma”

Saat ‘umma’ keluar, aku mulai benar – benar memperhatikan keadaan kamar ini. Kamarnya lebih luas dari kamarku di Jakarta. Satu single bed putih beserta bedcover dan juga bantal guling. Rak buku berisikan ensiklopedi dipojok ruangan. Diseberangnya ada sebuah meja belajar putih lengkap dengan lampu dan kursinya. Ada meja rias yang terletak diantara rak buku dan jendela yang tertutup tirai.

Tak lama setelah aku mandi, terdengar beberapa kali ketukan dipintu kamarku. Ternyata itu Bibi Gum yang memberitahukanku bahwa makan malam sudah siap. Karena aku sudah lapar, aku ikut turun dan makan diruang makan dengan keluarga baruku.

Ternyata disana ada pamanku! Tuan Besar Choi, haha.

“Samchon! Nan neomu bogoshipeosso!” ujarku saat ia memeluku.

“Aaah.. Nado bogoshipeosso Cha Rin-ah. Ayo kita makan.”

“Hanya bertiga paman? Kemana Minho?”

“Sebentar lagi juga akan turun. Nah itu dia.”

Aku menoleh kebelakang. Minho? Choi Minho? Seorang pria berperawakan tinggi dengan rambut acak – acakan turun dari tangga lalu berjalan kearah kami. Ia melemparkan pandangan mencurigakan kearahku.

“Minho-ya, ini sepupumu dari Jakarta. Untuk sementara, ia akan tinggal disini sampai dapat apartemen yang bagus di kota.” Ujar Ajumma

“Sepupu?”

“Annyeong haseyo Minho-ssi” aku membungkukkan badan.

“Ne. Annyeong haseyo”

“Kalian ini formal sekali. Waktu kalian kecil, tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Selalu ingin bersama. Mungkin karena lama tidak bertemu ya? Haha. Ayo makan!” ajak Sachon.

Kami semua duduk dimeja makan. “Cha Rin-ah. Ini semua umma yang masak loh!”

“MWO?!” Minho dan pamanku terbatuk. “UMMA?” ujar mereka kompak.

“Aish.. Kalian ini, aku ingin ia memanggilku umma. Berarti Cha Rin-ah, kau harus memanggil pamanmu itu appa, dan memanggil sepupumu itu oppa. Arraseo?”

“Eh? Ne. Arraseo umma”

~~~

“Oppa, hari ini kau akan menemaniku mencari apartemen kan hari ini?” tanyaku pada Minho yang sedang memakai sepatunya di ruang tamu.

“Ne. Tapi kau tidak keberatan kan kalau kuajak ke dorm ku sebentar?”

“Dorm?”

“Ne. Sebentar saja. Hanya ingin mengambil jadwal.”

“Jadwal?”

“Aish kau ini banyak sekali bertanya” ia tiba – tiba menarikku keluar rumah. “Tunggu disini, aku mau mengambil mobil dulu”

Setelah masuk kemobil, aku ingin sekali kembali bertanya kepadanya. Ah tapi nanti dia protes lagi karena aku terlalu banyak bertanya. Akhirnya kuurungkan niatku untuk bertanya. Dan kami terdiam sepanjang perjalanan.

“Kau mau turun atau tidak?” tanyanya setelah mematikan mesin mobil.

“Mau”

“Baiklah, ikuti aku. Jangan macam – macam. Jangan berbicara sebelum ditanya. Arraseo?”

Galak sekali dia ini, aku kan sepupunya! Walaupun aku ini lebih muda darinya, tapi kan.. “Arraseo?” ia bertanya lagi.

“Ne.. ne. Arraseo oppa”

“Satu lagi, kau boleh memanggilku oppa, tapi jangan disini”

Aku mengikutinya berjalan masuk kesebuah gedung, ia melambai kearah seorang resepsionis yang menyapanya. Kemudian kembali berjalan kearah lift.

“Kau masih ingat kan apa yang ku katakan tadi?” tanyanya di lift.

“Ya tentu. Tidak boleh macam – macam. Tidak boleh berbicara jika tidak ditanya. Tidak boleh memanggilmu oppa disini. Ya kan oppa?” aku dengan sengaja menambahkan kata oppa pada akhir kalimatku.

“Aish” tiba – tiba pintu lift terbuka. Ternyata kita sudah sampai di tujuan. Aku kembali mengikutinya berjalan entah kemana.

Bagaimana kalau ia berniat untuk menculikku? Ah. Kenapa aku bisa berfikiran sepert itu? Babo! Aku memukul – mukul kepalaku.

“Ya! Kau ini. Sudah kubilang jangan bertingkah aneh.”

“Maaf”

Ia berhenti disebuah pintu kamar. Lalu memencet bel nya.

“Nugu?” Terdengar suara dari interphone

“Taeminnie buka pintunya!” ujar Minho.

Pintu kemudian dibuka. Seseorang yang bernama Taemin tadi melihat kearahku.

“Hyung.. Ini..?” ia menatapku bingung.

“Ah namanya Cha Rin. Aku akan menemaninya mencari apartemen hari ini” jawab Minho. “Ayo masuk Cha Rin-ah, tidak akan ada yang berani berbuat macam – macam kepadamu.” Ia menarik tanganku masuk kedalam.

“Lee Taemin imnida” Taemin membungkukkan badan kepadaku.

“Choi Cha Rin imnida” ujarku membungkuk juga.

Taemin masih belum bisa mengalihkan matanya padaku. Minho berdeham, seketika itu Taemin dan aku salah tingkah. “Mana yang lain?” Tanya Minho sambil berjalan memasuki ruangan lain.

“Oh.Onew hyung sedang pergi dengan manajer hyung. Kibum hyung dan Jonghyun hyung ada didalam” jawab Taemin.

Aku melihat dua orang yang disebut Kibum dan Jonghyun itu sedang asyik menonton tv diruang tengah. Entah yang mana Jonghyun yang mana Kibum, aku bingung. Sama seperti Taemin, mereka terkejut melihat Minho membawa seorang yeoja ke dorm mereka.

“Minho-ya? Ini..?” Tanya salah satu dari mereka Kibum atau Jonghyun.

“Ah dia akan memperkenalkan dirinya kepada kalian, aku ingin mengambil jadwal dulu hyung” Minho meninggalkan ku diruangan itu dengan tiga orang namja yang menatap aneh kearahku. Aish! Awas kau Choi Min Ho!

“Ah.. Kau yeoja chingu nya Choi Minho ya?” Tanya seseorang yang mempunyai rambut berpotongan poni samping

“Mwo? Bukan, aku sepupunya” jawabku sambil tersenyum.

“Siapa namamu?” Tanya orang itu lagi.

“Choi Cha Rin imnida.” Jawabku.

“Wah, Minho tidak pernah bercerita tentang mu sebelumnya. Anjuseyo Cha Rin-ssi” orang itu menyuruhku duduk disebelah cowok yang mempunyai rambut sedikit jabrik yang di cat cokelat, kuning, dan entahlah itu.

“Maaf.. A..” aku menggantungkan kata – kata yang ingin kuucapkan, mengingat Minho oppa melarangku untuk berbicara jika tidak ditanya.

“Jangan sungkan” ujar cowok yang duduk disebelahku

“Aku belum tau nama kalian, jadi aku bingung ingin memanggil kalian apa” jawabku polos.

“MWO? Memangnya kau tidak tau kami?” Giliran Taemin yang bertanya.

Aku menggeleng pelan. “ Aku baru pindah dari Jakarta kemarin. Aku tidak tahu kalian, maaf”

“Minho hyung tidak pernah bercerita tentang kami?” Tanya Taemin lagi dan aku kembali menggeleng.

“Ya! Kenapa aku dengar namaku disebut – sebut?”  Minho tiba – tiba sudah ada diruangan tengah bersama kami.

“Cha Rin-ssi tidak tahu siapa kami hyung” jawab Taemin polos.

“Mwo? Cha Rin-ah, kau tidak tau siapa aku?” Minho yang bertanya kepadaku sekarang.

“Ya jelas aku tau kau itu Minho” aku menjawabnya ketus.

“Apakah kau tau Shinee?” Tanya Minho lagi.

“Molla”

~~~

Ternyata Minho tidak sejahat yang aku kira. Ia melarangku berkata dan bertingkah macam – macam hanya karena ia kira aku ini Shawol haha. Padahal aku bahkan tidak tahu apa itu Shinee sebelum mereka menjelaskannya padaku.

Aku tidak menyangka, sepupuku, Choi Minho, adalah seorang idola di negeri kelahiranku yang kutinggalkan sejak kecil. Aku memang berkebangsaan Korea, dan juga lahir di Seoul, tapi aku dibesarkan di Jakarta karena memang ibuku orang Indonesia. Sampai keadaan yang mengharuskan aku kembali ke Korea dan tinggal bersama pamanku.

Shinee, mereka sangat hangat. Kim Jonghyun si lead vocal, Kim Kibum a.k.a Key oppa sebagai umma-nya Shinee, Lee Taemin sebagai magnae, Choi Minho si Flaming Charisma, dan yang terakhir Onew si leader walaupun aku belum bertemu dengannya, tapi Key oppa sudah menunjukkan foto – foto koleksinya dengan Onew. Lucu kan mereka?

“Minho oppa. Jadi tidak menemaniku mencari apartemen?”

“Eh? Yaampun Cha Rin-ah aku lupa! Mianhe. Bagaimana kalau besok saja?” tanyanya.

“Tapi..”

“Besok saja Cha Rin Noona. Aku juga ingin ikut!” tiba – tiba Taemin datang dari dapur sambil membawa sebungkus keripik lalu duduk disebelah Minho oppa.

Aku melihat kearah Minho yang sekarang memasang muka memelasnya.”Baiklah”

“Satu lagi! Kita tunggu Onew hyung dan manajer pulang baru kau kuantar pulang ya?”

“Masih lama atau tidak?”

“Sebentar lagi kurasa” jawabnya.

Dua jam aku menunggu seseorang yang bernama Onew itu. Sekarang sudah hampir jam setengah sebelas malam, tapi belum juga pulang. Memangnya aku siapanya sih sampai harus ikut menunggu segala? Apakah Minho oppa tidak tahu bahwa aku sudah mengantuk ha?

“Hey bangun! Kalau kau ingin tidur, dikamar saja sana! Jangan disini, tidak bagus untuk punggungmu” Key oppa membangunkanku.

Aku membuka mataku, Key oppa sedang tersenyum kearahku.  Aku membalas senyumannya, “Ah tidak apa – apa oppa, disini saja”

~~~

“YA! Bangunlah Cha Rin-ah! Kau mau aku menemanimu mencari apartemen atau tidak? Jadwal kuliahmu mulai dua hari lagi” seseorang mengguncang – guncang badanku.

“Nanti dulu Mama. Aku masih mengantuk” dengan tidak sadar aku menjawab dengan bahasa Indonesia.

“Aish! Cha Rin-ah bangun! Kau sedang ada di Korea sekarang! Baiklah, jika kau belum siap dalam lima belas menit, aku akan meninggalkanmu!” kemudian terdengar suara seseorang membuka pintu dan menutupnya lagi.

Siapa itu tadi? Apartemen? Hmm.. MINHO OPPA?! ADUH CHA RIN BABO!

Aku bergegas bangun dari tempat tidurku dan langsung mandi, tak peduli bersih atau tidak yang penting terlihat segar dan wangi terlebih dahulu. Setelah itu aku berlari turun kebawah, menabrak beberapa pelayan dengan tidak sengaja. Aku berjalan ke garasi, mobil Minho sudah tidak ada disana, padahal kan ini belum lima belas menit, baru juga sepuluh menit lewat beberapa detik.

“Hey kau! Sedang apa disitu, ayo cepat masuk jika tidak ingin ditinggal! Kkaja!” teriak Minho oppa dari dalam mobil. Ternyata mobilnya sudah siap diluar rumah, bukan didalam garasi.

Aku segera masuk kedalam mobil hitam itu, entah mobil apa aku juga bingung. Dan sama seperti kemarin, selama diperjalanan tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Sampai aku memberanikan diri bertanya. “Kita mau mencari apartemen dimana oppa?” tanyaku.

“Bagaimana kalau kau tinggal di gedung yang sama dengan dorm-ku?”

“Bukankah itu mahal? Aku kan tidak punya uang banyak”

“Bukankah ayahku yang membiayaimu? Jadi kau tidak perlu berfikir tentang harga”

“Eh tapi kan tetap saja, aku merasa tidak enak dengan Samchon.”

Ia tidak menjawab dan kembali menyetir. Aku menutup mulutku sambil menguap.

“Kau mengantuk?” tanyanya

“Sedikit”

“Aneh. Padahal tadi malam kau tidur pulas sekali, bahkan saat kugendong kau tidak berkutik”

Aku terkejut mendengar perkataannya, “MWO? Kau menggendongku?”

“Ya. Apakah kau fikir jin yang memindahkanmu dari dorm Shinee kerumahku?”

Aku terdiam. Mimpi apa aku semalam? Seumur – umur aku hanya ingin digendong oleh namja chingu-ku atau dengan nampyeon ku di pernikahan nanti, eh malah digendong oleh sepupu yang dinginnya minta ampun seperti dia.

~~~

Kami berhenti didepan pintu kamar yang sama seperti kemarin, Minho kembali memencet belnya.

“Nugu ya?”

“Taeminnie bisakah kau lihat saja dari layar didalam? Dan tidak bertanya setiap aku datang?” jawab Minho dari luar.

Pintu terbuka. “Maaf hyung, aku kan hanya ingin memastikan kalau ini benar – benar Choi Minho dan.. Eh, Annyeong Cha Rin noona!” ia melihat kearahku membungkuk sedikit dan tersenyum.

“Annyeong Taemin-ah” aku membalas senyumannya dan membungkuk sedikit juga.

Aku kembali masuk keruangan tengah seperti kemarin, hanya saja sekarang diruangan ini sedang tidak ada siapa – siapa seperti kemarin. Tidak ada Key oppa dan Jonghyun oppa.

“Key oppa kemana Taemin-ah?” tanyaku.

“Key hyung dan Jonghyun hyung sedang ada jadwal, noona. Sedangkan mereka mengosongkan jadwalku karena aku ada ujian kenaikan kelas” jawabnya.

“Kalau dia? Kapan ada jadwalnya?” ujarku berbisik sambil menunjuk Minho yang sedang mengambil minum didapur.

“Sepertinya hari ini ada..”

“Cha Rin-ah. Kau tidak apa – apa kan kalau kutinggal disini?” Minho berjalan kearah kami.

“Eh. Waeyo?”

“Hari ini aku ada jadwal pengambilan gambar Dream Team, mungkin agak sore pulangnya. Appa dan Umma sudah pesan kau tidak boleh kutinggal dirumah sendirian”

“Disini saja noona. Aku akan menemanimu kok!” bujuk Taemin.

“Baiklah”

“Aku pergi dulu ya Cha Rin-ah. Kalau anak ini macam – macam telepon aku.”

Setelah Minho pergi, aku menemani Taemin belajar sastra inggris yang lumayan ku kuasai. Tak kusangka ia masih begitu polos untuk ukuran seorang bintang ternama. Ia bahkan menceritakan padaku tentang sikap teman – temannya disekolah yang selalu memojokkan dirinya hanya karena ia adalah seorang entertainer.

“Kita hanya berdua disini Taemin-ah?” tanyaku.

“Emm.. Kalau diruangan ini, iya. Kalau di dorm ini, bertiga.”

“Bertiga? Sama siapa? Sama setan ya?” Taemin sudah mulai menampakkan muka misteriusnya.

“TAEMIN-AH!” Aku memukulnya dengan bantal sofa.

“Hahahaha. Kau penakut ya noona? Bukan dengan hantu, dengan Onew hyung.” Jawabnya

“Aisshh. Kau ini jahat sekali Taemin-ah” aku memukulnya lagi dengan bantal tetapi lebih pelan.

“Taemin-ah dimana yang lain?”

Aku dan Taemin menoleh kesumber suara itu, ada seorang laki – laki dengan baru keluar kamar sambil menggaruk – garuk kepalanya. Apakah itu yang namanya Onew? Leader Shinee yang membuatku menunggu lama semalam?

“Key, Jonghyun dan Minho hyung kan sedang ada jadwal hyung” jawab Taemin.

Ia mengangguk kemudian tersenyum kearahku, “Ah, Annyeong Cha Rin-ah.”

“Eh? Annyeong.” Jawabku canggung.

“Lee Jinki imnida, tapi mereka memanggilku Onew.” Ia duduk di sebelah sofa yang aku dan Taemin duduki.

Aku masih bingung. Aku kan hanya tau namanya, bagaimana ia bisa tau aku? “Kau mengenalku?”

“Ya. Kau yang tertidur disini semalam kan?” tanyanya.

Mukaku memerah. “Saat aku pulang, aku melihat Minho sedang berusaha membangunkanmu yang sedang tertidur tapi kau tidak bangun” ia tersenyum.

Memalukan Cha Rin. Memalukan.

“Hyung, aku lapar.” Taemin menutup bukunya dan duduk disebelahku sambil memandang melas kearah hyung-nya.

“Mmm.. Bagaimana kalau kalian kutraktir makan saja di Apgujeong-Dong?” Usul Onew.

“Bukankah itu tempat untuk berbelanja?” tanyaku.

“Tidak hanya berbelanja kok. Banyak juga restoran dan yang lainnnya disana”

“Baiklah”

~~~

Akhirnya aku berjalan dari dorm Shinee menuju Apgujeong-Dong. Mereka menggunakan masker, sedangkan aku tidak. Taemin bilang dengan berjalan mereka lebih terlihat menyatu dengan orang lain daripada menggunakan mobil.

Menurut mereka, jarak dari dorm ke Apgujeong-Dong tidak jauh. Tapi bagiku? Itu sangat jauh. Apa mungkin itu karena aku tidak pernah berjalan jauh di Jakarta? Jakarta dengan Seoul kan berbeda sekali. Disini walaupun musim panas tapi masih terasa hawa dinginnya. Beda dengan Jakarta, yang mau musim hujan atau musim panas ya tetap saja panas. Makanya aku tidak mau berjalan terlalu jauh kalau di Jakarta.

Kukira restoran yang dimaksud Onew oppa adalah sebuah restoran besar. Ternyata restoran yang ia maksud adalah sebuah restoran sederhana yang kira – kira sudah lumayan tua dibangun disitu jika dilihat dari bentuk bangunannya dibandingkan dengan bangunan lain. Katanya makanan direstoran ini sudah terkenal sampai China.

“Annyeong haseyo, Eoso eosipsio” sapa seorang pelayan wanita saat kami masuk kedalam restoran itu.

Onew oppa dan Taemin membuka masker yang mereka pakai tadi. Sepertinya pelayan itu mengenali Onew oppa dari caranya menatap. “Annyeong Onew-ssi, Anjuseyo”

Pelayan itu menghampiri kami dan menanyakan tentang pesanan,

“Pesan yang seperti biasa Onew-ssi?”

“Ne, seperti biasa saja” jawabnya.

“Bagaimana denganmu, Agassi?” Tanya nya padaku masih dengan senyum yang sama.

Aku melemparkan pandangan bingung kearah Onew oppa dan Taemin. Aku kan belum pernah makan di restoran khas Korea. Waktu makan dirumah Minho saja aku hanya makan makanan yang bisa aku kenali, seperti mihun, soun, bihun dan paling – paling ayam.

“Kau duluan saja Taemin-ah”

Taemin membaca menu yang ada dihadapannya. “Uuh.. Aku mau sundubu saja” ia meletakkan menu itu kembali ditempat semula, “Kau mau pesan apa noona?” tanyanya padaku.

“Aku tidak tahu Taemin-ah. Apa yang enak menurutmu?”

“Kau pesan Japchae saja noona, kalau kau tidak suka, biar aku yang makan!” ujar Taemin bersemangat.

“Haish kau ini Taemin-ah” Onew oppa memukul kepala Taemin pelan.

“Hahaha. Ne, ne, aku pesan Japchae saja” jawabku kepada pelayan itu.

“Jumuneun keuroseumnikka? Itu saja?” Tanya pelayan itu.

“Ne, keuroseumnikka” jawab Onew

Setelah pelayan itu pergi, aku membaca menu dengan saksama. Tidak ada tulisan makanan ini terbuat dari apa, bahkan fotonya pun tidak ada. Hanya ada nama makanan dan daftar harganya.

“Kau mau pesan lagi Cha Rin –ah?” Tanya Onew oppa.

“Anio oppa, aku hanya bingung. Apa yang Taeminnie pesankan tadi.” Jawabku.

“Memangnya kau tidak pernah makan makanan Korea?”

“Pernah. Tapi belum pernah di restoran Korea”

“Japchae itu dangmeon yang dicampur dengan sayur dan daging sapi”

“Oh. Kau pesan apa oppa?”

“Aku pesan samgyetang, sup ayam. Tapi ini special”

“Spesial apanya hyung?” Taemin ikut nimbrung.

“Samgyetang untukku, ayamnya lebih banyak dan hanya daging ayam tanpa lemak dan kulit!” jawabnya bersemangat.

~~~

“Ini pesanannya. Kalau ada yang ingin dipesan lagi jangan sungkan untuk memanggilku.” Si Jung Kyo mengantarkan pesanan kami tadi keatas meja.

Dua buah mangkuk dan satu buah piring. Sup ayam, kemudian sup entah apa itu isinya karena banyak sekali, dan kemudian makananku, yang ternyata aku kenali! Ini kan Soun Goreng! Makanan favoritku dulu di Indonesia! Asik asik asik!

“Waeyo noona? Kau senang sekali melihat makananmu, tadi kau bingung ingin pesan apa.” Taemin mengambil mangkuk dan bersiap untuk makan.

“Soun soun!” ujarku kegirangan, Onew oppa tertawa melihat tingkahku.

“Hih, ternyata mereka benar – benar sepupu ya hyung walaupun tidak terlalu mirip, tapi tingkahnya sama – sama aneh”

Aku menyadari apa yang Taemin katakana tadi “Haish! Noona kau ini galak sekali!” Taemin meringis sambil memegangi lengannya yang kupukul tadi.

“Taemin-ah kau ini kan laki – laki masa dipukul seperti itu saja sudah kesakitan” ledek Onew oppa.

Mereka makan lahap sekali, apalagi Onew oppa. Napsu sekali memakan sup ayam yang ia pesan tadi. Taemin juga, pipinya makin terlihat imut saat mengunyah makanan penuh-penuh.

-True, true nae gamjeongeun gal gosi eobseo
Nege majchweo beoringeol neon jal aljanni
How to keep loving you? Naega jinjja nege jaralge idaero nal sseogyeo dujima-

Taemin tersedak mendengar suara ringtone handphone-ku.

“Yeoboseyo? Minho-ya?”

“Jigeum eodiseyo Cha Rin-ah?”

“Aku sedang makan di Apgujeong-Dong oppa, waeyo?”

“Ani. Aku menelepon ke dorm tapi tidak ada yang mengangkat.”

“Oh. Apakah pekerjaanmu sudah selesai?”

“Ajigeunyo. Mungkin dua jam lagi. Bisa aku berbicara dengan Onew hyung?”

“Ne. Jamkkanman”

Aku menyerahkan ponsel kearah Onew oppa yang mulutnya masih terisi penuh itu.

“Yeoboseyo? Ah? Ne. Ne. Aku akan menunggunya. Annyeong” Onew oppa mengembalikan ponselku.

“Waeyo hyung?” Tanya Taemin.

“Anio. Katanya Key mau kesini, tapi tidak bawa telepon, jadi kita harus menunggunya.”

“Oh. Eh noona! Kau tau Super Junior?” Tanya Taemin.

“Ya! Tentu aku tau! Aku kan elf!” jawabku.

“Kau ini aneh sekali noona, tau Super Junior tapi tidak tau Shinee”

Terdengar suara pintu restoran dibuka, aku menoleh kearah suara itu. Mendapati seorang lelaki yang kukenali. Jantungku berdebar kencang. Ia menoleh kearah kami. Tersenyum dan kemudian berjalan menghampiri kami. Lelaki itu…

TBC

Signature


This FF has written by Lana & Karlie, and claim by their signature

Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

Our Love Should Go On – Part 5

Our Love Should Go On

Cast:

Member SHINee

Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

Han Ri Chan a.k.a Nyda han

Shin Hyun Young a.k.a Wonnie

Park Ri rin a.k.a Ri rin Wookie

Park Min Gi a.k.a Dessi

Park Sun Yi

“Hwaiittingg!!!. .Ri Chan cuman tiga kali lagi. . .kamu seperti ini. .!!! hhuuhh. .!! tappi ittu massih lama. KKkkyyyaaaa!!!Tuhan. .! kenapa mereka sekejam ini padakuu. .?? mungkin ini nasib menjadi seorang Dongsaeng yang selalu tertindas.”

Tubuhnya penuh dengan keringat karena memakai kostum Dora yang lumayan tebal ditambah kostum kepalanya yang sedikit berat.Hhhaaahh! Ri chan berpikir hidupnya sudah tamat ditangan Onie dan Dongsaengnya itu. Ri Chan berjalan pasrah sambil memegang asal balon udaranya, sampai dia merasa capek dan duduk diatas bangku pinggir taman.

Salah seorang anak yang sedang bermain tahu-tahu menghambur kearah Ri Chan dan menarik-narik kakinya.

“Apa kau seorang Dora. .?”. suara kecil keluar dari bibir mungilnya. Ri Chan mengangguk.

“Kalu begitu kau selalu bilang ‘berhasil..berhasil. .!horree. .!”. Ucapnya sambil lompat-lompat persis waktu Dora udah berhasil melewati segala rintangan yang sudah dilewatinya.

Ri Chan mengangguk lagi. “kalau begitu ayo lakukan. .!”.seru anak itu sambil terus menarik-narik tangannya.

“Anniiii. .! kau boleh mengambil semua balon ini tapi jangan suruh aku melakukan hal itu. .!!!”. ucap Ri Chan malas, dia benar-benar capek. Baru kali ini hari liburannya di pakai untuk hal yang bodoh seperti ini. Seharusnya sekarang dia sedang menonton drama terbaru di bioskop.

“Anii Doraa. .aku ingin melihatnya langsung, selama ini aku hanya bisa melihatmu di tv!” rengekan anak itu membuat Ri Chan diam sesaat dan akhirnya mengangguk pasrah.

“Baiklah tapi setelah ini kau jangan mendekatiku lagi! Arasseoo. .?”. RiChan bangun dari duduknya diikuti dengan anggukan semangat anak kecil itu.

“Berhasil. . .berhasil. .!! Hhhoorreeeeee. .!!!”. Ucap Ri Chan sambil lompat-lompat dengan wajah yang supper BT tapi tertutup dengan kostum Dora yang tersenyum manis.

“Kenapa kau begitu jelek saat melakukannya? Aku tidak akan nonton Dora lagi ah. .!”. Celetuk anak itu setelah Ri Chan selesai melakukan adegan lompat-lompat.

Kebeteannya semakin memuncak. .”Anak kecil Pabboooo. .!!! menyingkirlah kau dari sini atau akan ku makan kauu. .!!!!!”. Teriak Ri Chan yang membuat anak itu lari ketakutan dan para Umma yang sedang menunggui anaknya yang sedang bermain ditaman langsung mengajak anak-anak nya pulang karena takut anaknya dimakan oleh monster Dora. .hahhaaa. .tapi tidak dengan seorang cowok yang tidak jauh dari bangku tempat duduk Ri Chan, dia tersenyum dan menggelengkan kepala kemudian melanjutkan sketsa yang sedang dibuatnya, sebuah sketsa Dora yang sedang meloncat. “Kenapa sebentar sekali, padahal aku belum selesai melukisnya!”. Gumam cowok itu. Ya! Cowok itu melukis Ri Chan yang lagi lompat-lompat ala Dora tanpa disadari oleh Ri Chan sendiri.

Sementara itu, di area bersepeda disepanjang tepi sungai Han yang tidak jauh dari taman, Jonghyun sedang berusaha keras untuk seromantis mungkin  pada Min GI, dia tidak ingin kalah dengan Dongsaeng dan Hyungnya.Jonghyun mengajak Min Gi bersepeda di sepanjang tepi sungai Han. Jonghyun didepan dan Min Gi dibonceng dibelakang.

“Pegangan Min Gi. .”.kata Jonghyun mengingatkan.

“Jangan khawatir! Aku tidak akan jatuh. .!”.

Tapi tiba-tiba saja sepeda itu oleng. Min Gi menjerit dan memeluk pinggang Jonghyun. Jonghyun terkekeh-kekeh.

“Kau sengaja ya. .?”. Jerit Min Gi kesal dan kemudian tangannya melayang ke kepala Jonghyun.

“Aiissshhh. .kau ini. !”Jonghyun mengusap-usap kepalanya dengan salah satu tangannya.

“Jonghyuunn. Tak biasanya kau mengajakku ke sungai Han. Waeyoo. .?”

“Aiissshh. .kenapa kau masih saja memanggil namaku. .? apa kau sudah lupa dengan pertanyaan Neul Rin di restoran waktu itu. .?”Tanya Jonghyun masih mengemudi.

“Apa kau juga pernah memanggilku Jaggiya seperti Oppa-oppa pada Dongsaeng dan Onie ku. .?”. kedua tangannya langsung menutup mulutnya yang keceplosan.Jonghyun tertawa mendengarnya.

“Jddii. .kau ingin ku panggil Jaggiya. .?”. Jonghyun menggoda.

Tak ada jawaban dari Min Gi, wajahnya masih merah menahan malu.

“Apa penting aku memanggilmu Jaggiya. .?, menurutku lebih penting memanggil namamu saja. Lagi pula namamu tak pernah dipanggil oleh orang yang paling menyayangimu selain aku. Iyaa. .kan. .?”. Jonghyun menengok ke belakang dengan senyum kemenangan.

“Apa penting juga aku memanggilmu dengan sebutan Oppa?Menurutku lebih penting memanggil namamu saja. Lagi pula namamu tak pernah dipanggil oleh orang yang paling menyayangimu selain aku. Iyaa. .kan. .?” Sindir Min Gi sambil memajukan kepalanya sehingga sejajar dengan Jonghyun yang kembali serius mengemudi.

“Aiiissshh. .kau inii. .!!! itukan kata-kataku! Kenapa kau mengcoppi paste

“Jonghyuuuunn. .awwwaaaasss. .”. Min Gi melotot sambil menunjuk tangannya kedepan. Jonghyun langsung menoleh ke depan. “gggguubbrraaaaagggg. .”. tapi naas sepeda mereka sudah menabrak bebas pagar pembatas.

“Kkkyyyaaaaaa. .Jonghyuunn Ppaaabbooooooo,!!! kalo lagi nyupir sepeda liat jalan hatti-hatti. .!!!” seru Min Gi yang terus meniup lututnya yang kena gesekkan aspal.

“kau yang Pabboo. .!! sudah tahu aku sedang mengemudi kau masih saja mengajakku ngobrol. .!!”. Ucap Jonghyuun tak kalah sengit.

Sudahlaah. .suddahlaah. .jangan bertengkar!. Kalian memang pasangan Pabo kok! Tak usah diperebutkan! Okkeh okkeh okkeh. .! *dibuang ke sungai Han sama Kang In+Min Gi*.

* * *

. ..Sekarang Sun Yi ada di toko buku sendirian.Para Dongsaengnya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Min Gi katanya ada janji dengan Jonghyun, Neul Rin menemani Donghaenya latihan Dance dengan Eun Hyuk, Ri Chan lagi ngejalanin hukumannya, Hyun Young pergi ke Everland theme park dengan Key tapi Hyun Young bilang sendirian saja pada Sun Yi, Ri rin sedang tidak ingin keluar rumah sedangkan Ah Seul lagi rebuatan Google dengan Heechul di warnet. Sun Yi mencoba memakai High Heels yang biasa dipakai oleh wanita dewasa. Tapi kakinya terasa mau patah karena sepatu yang haknya terlalu tinggi.

Sun Yi menuruni tangga dengan gontai. Ini semua gara-gara Teukki! Kenapa dia harus menggandeng perempuan itu! Kalau itu semua tidak pernah terjadi mungkin aku tidak akan berpikir kalau aku harus terlihat lebih dewasa dan tak kan pernah mau memakai sepatu ini, batin Sun Yi.

“ooougg. .aiiiggooo. .kyaaaa”.kata Sun Yi setengah teriak ketika akan terjatuh dari tangga. Sun Yi menutup matanya.

Tapi seseorang menangkapnya tepat waktu. Segera Sun Yi membuka matanya ddan. .aaaiiissshhh. . .apa Sun Yi sedang bermimpi Ini. .Onew. . orang yang selama ini dia cari.Onew juga tak kalah kaget melihat Sun Yi dihadapannya.

“Onew. .”. Sun Yi langsung memeluk nya. “bogoshipeo. ! !“. Lanjutnya masih dalam pelukan Onew.

“Gwenchanayo. .?”tanyanya gugup sambil berusaha melepaskan pelukan Sun Yi.

“Gwenchanaa. .”. Ucap Sun Yi pelan.

“Kenapa kamu memakai High heels. .? bukankah kamu tak pernah bisa memakainya?”

“ini. .karena kamu. .”

“Naega. .? waeyoo. .?”

“bukankah kamu menghindariku karena aku terlalu seperti anak kecil. .?”

“Apa maksudmu. .? aku tidak mengerti! Kita harus bicara. Khaza!”. Onew menarik tangan Sun Yi ke Café sebelah toko buku itu.

Sekarang mereka sedang duduk berhadapan.

“Onew, kenapa kau terus menghindariku. .?”. Sun Yi membuka suara.

“Kau sudah menjawab cinta Teukki Hyung. .?”

“darimana kamu tahu Teukki Hyung menembakku?’. Setahu Sun Yi, dia tidak pernah memberitahukan hal ini pada siapapun.

“Dari Hyung  sendiri. .”

“hhaah. .? kamu mengenal Teukki Oppa. .?”. Sun Yi melongo.

“Teukki Hyung kandungku jaggiya. .!”. Onew mencoba bersikap tenang.

“Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku tentang ini. .?”

“Teuki Hyung selalu cerita tentangmu padaku, dia bilang dia suka seorang Yeoja bernama Park Sun Yi. Aku sempat kaget mendengarnya tapi aku tahan untuk bilang padanya kalau gadis yang dia suka adalah pacarku. Aku tidak mau merusak kebahagiaannya yang begitu yakin kalau kau juga menyukainya. Aku pikir aku harus membiarkanmu memilih antara aku atau Teukki Hyung.” Ucap Onew panjang lebar.

“Jadi, kamu tahu selama ini aku dekat dengan Teuki Oppa, dari Oppa sendiri?”. Onew mengangguk. “Terus, kenapa kamu seakan-akan menghindariku beberapa hari ini. . .?” lanjut Sun Yi.

“Karena kau belum menjawab cinta Hyung! aku takut karena aku, kau akan menolaknya . .! waktu hari Sabtu kemarin, aku hampir saja akan menghampirimu dan anak-anak yang lain saat di restoran dekat Menara Namsan tapi aku tidak mau merusak suasana, karena aku lihat kalian begitu tertawa dengan lepas ”

“Onew kenapa begini padaku? kau tahu?di balik tawaku itu, aku mengkhawatirkanmu! Jika Teuki Oppa memang suka padaku, kenapa dia sudah menggandeng perempuan lain? , perempuan itu teman kuliahnya.makanya aku memakai sepatu ini karena aku ingin terlihat dewasa!”

“Mwo. .? tapi Teukki Hyung tidak bilang apa-apa padaku. Oppa tidak tahu kalau dia sudah punya pacar. Mianhaeyoo. .jaggiya. .kalau aku tahu ini, aku tak kan pernah melepaskanmu! Nanti akan kumarahi dia!”. Tangan Onew memeluk tangan Sun Yi hangat dan Sun Yi pun memebalasnya dengan senyuman.

“Gwenchana Onew. . jangan memarahi Oppa, mungkin dia sadar kalau aku terlalu seperti anak kecil untuknya,”

“Gomawoo. .jaggi. .aku janji takkan melepaskanmu. .Youngwonhi. .!”. Dan kemudian bibir Teukki sekali lagi mendarat dikening Sun Yi. Hangatt. .

## ## ##

“Bbruukk. .”. Ri Chan tidak sengaja menabrak seseorang di koridor Sekolah, dia sibuk membalas sms dari Sun Yi yang tiba-tiba saja menyuruh para dongsaengnya berkumpul di Restoran menara Namsan.Beberapa lembar kertas terjatuh dari tangan sesorang itu.

“Mianhaeyoo. .aku tidak sengaja”. Ucap Ri Chan setelah membungkukkan badannya tanpa melihat wajah seseorang itu dan kemudian dengan sigap dia membantu membereskan kertas yang berserakan , matanya menangkap tiga lembar sketsa Dora dengan lembar ketiga berisi sketsa Dora yang sedang melompat. Ri Chan tertawa kecil.

“kkau sukka Do. . .”. Belum sempat ucapannya selesai, dia sudah terkejut ketika melihat orang yang ada dihadapannya sekarang. Seseorang yang dia lihat saat ngumpul bersama Onie dan Dongsaengnya di cafe. Seorang cowok imut yang lagi ngelukis ditaman kota. Sekarang, Ri Chan merasa seperti ada di adegan iklan nanas’b yang nggak tahu produk apa itu kayak parfum tapi bentuknya kayak deodoran yang pasti dibintangi ama Shinee pake iringan lagu Stand by me. Dan yang pernah aku lihat, Cowok yang ada di iklan itu mirip banget ma Namja yang ditubruk Ri Chan. “rraa. .”. lanjut Ri Chan tanpa melepaskan pandangannya pada seseorang itu.

“Waeyo. .?”. Tanyanya polos, dia membantu Ri Chan mengumpulkan lembaran kertasnya.

“Anii.Gwenchana . .sekali lagi mianhaeyo. .!”. Ri Chan berdiri dan membungkukkan badannya lagi, diikuti seseorang itu dengan lembaran kertas yang sudah terkumpul di tangannya.

“Gwenchana. .asal jangan diulang lagi”. Ucapnya sedikit galak dengan wajahnya yang datar melihat Ri Chan.

“Kenapa aku bisa suka sama dia saat dicafe?,tampang emang imutt  tapi kan gak harus suka sama Dora. .kekke!”gumam Ri Chan sambil senyum2 gaje.

“Dan kenapa aku harus menabrak seorang gadis yang mempunyai wajah mirip dengan sketsa yang aku buat.” Balasnya juga dengan bergumam,kemudian berlalu meninggalkan Ri Chan sendiri yang mendengar gumamannya itu. Ri Chan berpikir sejenak.

“Mwo? Maksudmu wajahku seperti Dora. .?”. Teriak Ri Chan. Seseorang itu berhenti berjalan dia menoleh kebelakang dan membalas Ri Chan dengan menjulurkan lidahnya.

“Aaaiiissh. . . . !! !”Ri Chan mendengus kesal.

TBC

By: Neul Rin

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

My Lovely Servant – Part 5

My Lovely servant (part 5)

Author : Dinar aka Dhy

Cast    : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and another cast

A/N: apa ada yang merasa FF ini lama keluarnya (reader: gak ada) kalau ada ini semua murni kesalahan saya, saya lupa buat ngirim part yang ini. Jadi mohon dimaklumi^^

“apa aku harus memakai pakaian ini???” Tanya eun hye pada key. Key tidak menjawab dia hanya melihat eun hye dari ujung kaki sampai ujung kepala,

“kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya eun hye lagi.

“karna kau sangat cantik” bisik key dalam hati, kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghapus apa yang ada dipikirannya.

“kau kenapa sich???”

“andwe, heh ingat, di dalam sana jangan buat aku malu, mengerti, ow ya 1 lagi sepatu” ucap key kemudian membuka bagasi mobilnya. “nich”

“wah apa kau selalu menaruh barang-baranng wanita di mobilmu ya???” tanya eun hye

“sudah jangan banyak tanya, kau hanya tinggal memakainya”

Eun hye side

Aku heran dengan apa yang dilakukan key, dia menolongku, kemudian membawaku ketempat ini, sebenarnya apa cieh mau dia.

“heh ayo cepat masuk!!!” ucap key membuyarkan semua lamunanku.

“ea ea” jawabku sambil berjalan dibelakang key.

“aaah kenapa kau tidak menyisir rambutmu cieh” keluh key.

Dasar menyebalkan akukan tidak minta dibawanya ketempat ini, lagi pula rambutku bagus ko, rapi walaupun Cuma digerai.

“kenapa kerjamu selalu protes sih??? Harusnya yang proteskan aku, kau menyuruhku memakai baju yang aneh ini, lalu kau juga menyuruhku memakai sandal dengan hak setinggi ini, inikan membuatku pegal” aku rasa aku tidak bisa menahan omelanku “ya sudah tunggu sebentar, aku rasa aku punya sesuatu untuk rambutku” aku teringat dengan jepitan yang diberikan jinki  padaku, aku rasa akan cocok dengan gaun ini. Akupun berlari menuju mobil key.

“hey key, kau mengunci mobilnya, aku jadi tidak bisa masuk” ucapku, tapi ku rasa key tidak mendengar atau pura-pura tidak mendengar, dasar menyebalkan.

“KEY ~~~~~~ BUKA MOBILNYA” akhirnya aku  berteriak dan beberapa tamu pesta yang baru datang sekarang melihat kearahku, aah sial bisikku dalam hati.

“KIM KIBUM”  aku sengaja meneriakan nama key, memangnya dia pikir aku hanya akan mempermalukan diriku saja. Aku melihat key berlari kearahku, dan aku tahu dia keliatan kesal.

“kau…. Jangan berteriak-teriak seenakmu, kau membuatku malu tahu”

“ups, maaf, ya sudah cepat buka mobilnya” kemudian key membukakan kunci mobilnya. “trimakasih” ucapku

“aisssshhhh, yaaaa kenapa kau menyuruhku hah??? Akukan bosmu”

“kau ini, begitu saja marah, akukan tidak menyuruhmu macam-macam” ucapku sambil terus mencari jepitan di dalam tasku. “ketemu” ucapku senang kemudian memakai jepitan rambut itu, aku sedikit merasa aneh karena sebelumnya aku tidak pernah memakai benda seperti ini. “bagai mana???” tanyaku pada key.

“lumayan, palinng tidak itu terlihat lebih rapi dari pada tadi”

Kau lihat, key memang sangat menyebalkan, tidak bisakah dia berkata bagus, atau itu terlihat cantik, atau apalah yang bisa membuatku tersenyum.

“ya sudah ayo kedalam, kenapa kau masih berdiri disitu”

Dasar orang menyebalkan “ea ea, makanya tunggu aku, aku tidak bisa berjalan dengan hak setinggi ini”

Saat aku memasuki club, terlihat beda dari club club biasanya, tidak terdengar dentuman musik yang keras, yang terdengar hanya alunan musik yang sahdu dan merdu.

“woow”

“kenapa, merasa ini semua amazing”

“tidak, hanya tidak seperti apa yang kubayangkan” ucapku

“pegang tanganku!!!” perintah key

“mmm????”

“pegang tanganku” ucap key lagi

“apa????” aku bertanya bukan karena aku tidak mendengar hanya sekedar ingin memastikan. Dan tanpa berkata untuk ketiga kalinya key sekarang sudah menggenggam tanganku. Aku sempat merasa jantungku tiba-tiba berhenti berdetak.

‘ayo jalan”  ucap key kemudian membawaku kearah 2 orang pria.

“happy b’day bro” ucap key pada pria yang tidak terlalu tinggi tapi dia terlihat cool dengan bentuk badannya.

“thanks, wow siapa dia???” tanya pria itu sekarang dia melihat kearahku.“apa ini pacar barumu???”

“apa kau bilang???? Pacar, jangan bercanda dia bukan tipeku” jawab key seenaknya.

Aish orang ini selalu saja membuatku kesal.

“kalau dia bukan pacarmu lalu siapa????” ucap pria yang dari tadi hanya diam, aku merasa seperti geum jandi yang dikelilingi pria-pria tampan,  tapi 1 yang pasti aku tidak mungkin jatuh cinta pada key.

“dia hanya pelayan pribadiku”

“untuk ukuran pelayan dia sangat cantik” ucap pria yang keliatannya berulang tahun hari ini.

“ya ya ya, terserah apa katamu”

“hey kenalkan aku jonghyun”

“annnyong, aku eun hye, yoon eun hye. sepertinya kau lebih ramah dari pada key” ucapku dengan senyuman yang terkembang. Key sampai memuntahkan lagi apa yang dia minum karena kaget.

“kau……”

“sudahlah key, akui saja kalau aku lebih baik darimu”

“aku minho, mau minum???” ucap pria bermata indah

“eun hye, tidak trimakasih, aku tidak minum minuman seperti itu”

“tidak terimakasih, aaah kau hanya berpura-pura baik” ucap key lagi, spontan jonghyun dan minho tertawa dengan ucapan key.

“ dasar, kenapa kau meniru cara bicaraku???”

“aku tidak meniru”

“kau meniru ku”

“aku tidak menirumu”

“ya sudah terserah kau saja”

“apa kalian selalu bertengkar seperti ini???” Tanya jonghyun

“aku, bertengkar denngan pelayan ini, NO” ucap key dengan gayanya yang menyebalkan.

“aku juga tidak mungkin bertengkar dengan manusia aneh seperti dia, jangankan bertengkar berbicara dengannya saja aku malas”

“sudah sudah apa kalian akan terus bertengkar” ucap minho

“aku tidak bertengkar” jawabku dan key berbarengan

Jonghyun dan minho hanya tertawa melihat tingkahku, sampai seorang wanita cantik datang menghampiri kami.

Flasback

“kenapa kau berhenti tiba-tiba sich???” Tanya eun hye

Key tidak menjawab, pandangannya jauh kedepan.

“apa itu benar-benar cayrin, apa aku benar-benar melihat lee ceyrin” ucap key dalam hati

“kita berhenti disini” ucap key setelah diam beberapa lama.

End of flashback

“hai” ucap wanita itu ramah

“cayrin, kau benar-benar cayrin???” Tanya minho kelihatannya dia terkejut.

“ya ini aku” ucap wanita yang disebut cayrin itu.

“wow, the best b’day ever” ucap jonghyun, sepertinya wanita ini sangat berarti.

“hi key, how are you???” Tanya ceyrin pada key

End of eun hye side.

Key side.

“hi key, how are you????”

“menurutmu, apa aku terlihat baik” jawabku asal, tapi tiba-tiba satu pukulan mendarat dikepalaku. “awww, kau…..” belum selesai aku bicara eun hye sudah memotong pembicaraanku.

“maafkan key, dia memang kadang-kadang menyebalkan”ucap eun hye dengan senyum. Aaaaahhhh wanita ini, dia pikir dia siapa berani memukulku.

“hai, sepertinya kau dekat sekali dengan key???” tanya ceyrin pada eun hye

“aku tidak dekat dengannya, nasib sialku yang membawaku mengenalnya” ucap eun hye lagi.

“kalian terlihat benar-benar dekat, aku ceyrin teman lama key, jonghyun dan minho”

“annyong, aku eun hye, aku……”

“teman dekatku” ucapku, sebenarnya aku ingin melihat reaksi ceyrin, dia bilang dia teman lamaku, bukankah aku dan dia pernah punya hubungan. “baiklah sepertinya aku harus pulang, eun hye ayo kita pulang” aku menari tangan eun hye.

“tatatapi……, semuanya aku permisi, senang bertemu kalian” eun hye masih mencoba memberi salam pada teman-temanku saat aku menariknya.

End of key side

“kenapa kau bersikap so ramah???”tanya key pada eun hye saat keduanya sudah berada di mobil.

“kau ini kenapa sich???? Aku tidak so ramah”

“aku tidak suka kau bersikap so manis”

“aku tidak bersikap so manis, kenapa kau jadi aneh sich, ow ya kenapa kau bilang aku teman dekatmu???” tanya eun hye.

“aku tidak bilang seperti itu”

“selalu saja tidak mau mengaku, kau bilang aku teman dekatmu pada ceyrin”

“jangan bicarakan dia” ucap key

“wah kenapa aku tidak boleh membicarakan ceyrin???”

“aku tidak mau memberi tahu alasannya, pokoknya aku tidak mau kau menyebut namanya didepanku lagi” ucap key sambil terus berkonsentrasi pada kemudi mobil.

“kalau kau tidak mau bercerita kenapa, aku akan terus menyebut nama ceyrin. Ceyrin ceyrin ceyrin ceyrin ceyrin”

Key menginjak rem mobilnya, kemudian mendekatkan tubuhnya ke eun hye, eun hye menahan nafasnya karena tegang. “kau mau apa, jangan lakukan hal-hal yang aneh lagi.

“hufh” eun hye menghelan nafas saat tahu kalau key hanya membuka pinto mobil.

“turun sekarang”

“kau bercanda ya, masa kau mau menurunkanku di jalanan dengan baju aneh ini”

“aku bilang turun sekarang, jangan buat aku melakkukan hal yang aneh-aneh, TURUN SEKARANG”

“oke oke aku turun” ucap eun hye kemudian langsung turun dari mobil. Kemudian mobil key pun mulai melesat meningalkan eun hye.

“haaaaa, kim kibum. KAU MEMANG MENYEBALKAN”teriak eun hye “ow tidak tasku, dompetku, aah masih di mobil key, KEY,,,,,,, KEMBALIKAN DOMPETKU” eun hye mencoba mengejar mobil key tapi sia-sia.

Dari mobil key melihat eun hye mencoba mengejarnya “dasar kau pikir bisa mengejarku” ucap key dengan senyuman sinis”

~ ~ ~

Dikampus eun hye hanya terduduk lemas di bangkunya.

“ada apa lagi denganmu???” tanya eun sung

“kau tahu, semalam key membuatku berjalan beberapa km dengan highils”

“wah hidupmu menyedihkan sekali”

“ya memang, kau tahu dia menurunkanku dijalanan hanya karena aku menyebut namaseorang wanita”

‘jinja???”

“dan kau tahu, hari ini aku sangat lelah, jadi biarkan aku tidur”

“ya ya ya baiklah, selamat tidur, aku mau ke kantin mencari makn siang”

Tak lama eun hye terlelap dalam tidurnya.

“heh bangun”

“tidak mau, aku cape”

“yakin tidak mau bangun”

“ea aku masih mau istirahat”

“baiklah-baiklah, kalau begitu mana buku catatanmu, akukan pernah bilang kalau aku pulang aku akan meminjamnya darimu”

Eun hye langsung mengangkat kepalanya saat sadar bahwa jinki yang sedang berbicara dengannya. “jinki ~~~” eun hye berdiri menatap jinki, matanya kini sudah berkaca-kaca.

“hey, kau menangis???”

“tidak, aku tidak menangis. Buat apa aku menangis….” Ucap eun hye mengelak tapi rupanya air matanya tidak mau setuju dengan eun hye.

“jangan menangis” ucap jinki sambil mengusap air mata eun hye.

“kenapa kau tidak mengabariku? Aku kan khawati”

“miane, tapi sekarang kau bisa melihatkan, aku  baik-baik saja”

“tapi, aku tetap menghawatirkanmu, kenapa kau jahat sekali sich”

“ea aku minta maaf, sudah jangan menangis lagi” ucap jinki kemudian memeluk eun hye.

Eun hye Side

Aku tidak percaya sekarang jinki memelukku erat. Aku merasa sangat bahagia sekarang, di pelukannya adalah kebahagian untukku.

“eun hye sharangeyo” bisik jinki di telingaku

“apa yang kau katakan sungguh-sungguh???” tanyaku pada jinki

“cepat bangun”

“bangun?????? Maksudmu apa?????” tanyaku lagi.

“YOON EUN HYE BANGUN ~~~~~~~~” teriak key

“kenapa???? Ada apa?????? Jinki mana???? Sedang apa kau disini???”

“ya yoon eun hye, kenapa tadi pagi kau tidak membangunkanku??? Aku jadi tidak masuk di kelas pertama ku” tanya key, aku tidak menjawab pertanyaan key, yang ada dipikiranku adalah jinki. Tapi apa aku hanya bermimpi, sepertinya iya.

“AAAAAAA, ini semua gara-gara kau key, kenapa kau membangunkanku, kau merusak semuanya tahu”

“yaaaaaaa kau ini kenapa sich?????”

TBC

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

I Don’t Mean To [2.2]

Author : Wiga

JINKI POV :

“ BERDIRI KAU JINKI!!!!!!!!!!” seseorang membentakku dan menarik kerah kemejaku, memaksaku untuk berdiri.

“ Kibum..” aku berkata pelan.

“ JELASKAN PADAKU MENGAPA KAU MELAKUKAN INI PADANYA!!! “ teriak dia lagi.

namun aku hanya menatapnya, setelah itu kucoba menepis kedua tangan nya.

“ YAAA!!! BASTARD!!! JAWAB PERTANYAANKU!!!” kulihat Kibum mulai kehilangan kendali.

“ Kenapa memangnya?? Kau mau memukul ku lagi jika aku tidak menjawab??” aku berusaha mengalihkan pembicaraaannya.

“ KAU..” kulihat kepalan tangan nya mengarah kepadaku. rupanya ia hendak memukulku lagi, namun aku pasrah, aku tak akan melawannya,aku memejamkan kedua mataku.

KIBUM POV:.

Siall!!! orang ini benar-benar menguji kesabaran ku!!

“ KAU..” kuarah kan tangan ku ke wajahnya, namun sewaktu pukulan ku tinggal beberapa jarak lagi dari wajahnya, ku lihat darah menetes dari kedua hidungnya.

segera ku hentikan pukulan ku.

“ Mengapa berhenti.. ayo cepat pukul aku..” katanya.

“ Jinki.. mengapa…”

Kemudian kulihat Jinki menunduk sambil memegang kedua tangan nya.

“ Jinki, Kamu kenapa?? “ aku bertanya padanya namun ia hanya menjawab dengan erangan.

Ia mulai berlutut di tanah , kedua tangan nya tetap memegangi kepalanya.

“ AARRGGHH..  Yaa Tuhaaannn” ia berteriak kencang, kulihat raut mukanya seperti menahan rasa sakit. kenapa dia sebenarnya??

“ YAA!! JINKI!!! kau kenapa?? “ aku berlutut disampingnya dan  mengguncangkan bahunya,

“ Agghh… sakit sekali…” suaranya terdengar makin lama makin pelan.

“ Huweeee”

kulihat jinki memuntahkan banyak darah.

Ya Tuhann?? Apa yang terjadi dengan nya?? dadaku mulai berdetak tak karuan.

“ Jinki, Kamu kenapa?? Demi Tuhan jangan membuatku takut”

aku mencoba mengangkat tubuhnya, namun ia bergeming.

“ Sakiittt ……!!” kulihat ia menangis menahan sakit, dan memukul-mukul kepalanya.

“ Jinki!! Hentikan Pabbo!! jangan menyakiti dirimu sendiri !!!” dengan sekuat tenaga aku menahan kedua tangan nya agar berhenti memukul-mukul kepalanya.

“ Huweeee”

kembali ia memuntahkan banyak darah, namun kini seperti kehabisan tenaga, ia langsung ambruk, aku menahannya agar tidak terjatuh.

“ Jinki, bertahan lah.. aku akan memanggil ambulans..” kataku panik, sambil merogoh-rogoh jaketku mencari handphone.

“ Jangan.. tolong…. bawa aku pulang.. aku ..tak ingin kerumah sakit… kumohonn..”

“ tapi kau HARUS kerumah sakit!!” aku memaksanya.

“ Kumohon.. kibum.. ada sesuatu …. yang … ingin .. aku .. katakan… tolong bawa aku.. pulang..”

aku bingung.. apa yang harus aku lakukan?? dengan kondisinya seperti ini harusnya aku membawa kerumah sakit.

“ Kumohon Kibum…” bisiknya lagi.

“ Jinki.. kau habis muntah darah, dan hidungmu…” dia memotong ucapanku saat aku menjelaskan keadaannya.

“ Kumohon..”

akhirnya aku mengalah, ku papah dia menuju mobilku.

*****************

Perlahan kulihat jinki membuka kedua matanya, wajahnya luar biasa pucat.

“ Mengapa mukamu kelihatan tegang begitu, Kibum??” bisiknya sambil tersenyum.

Sahabatku ini… ingin sekali aku menjitak kepalanya,, tipikal jinki,,, ia selalu bercanda disaat yang tidak tepat..

“ Jangan bercanda jinki.. sudah berapa lama kau sembunyikan ini?? mengapa kau tidak pernah memberitahukan padaku?? kau anggap aku ini apa?? aku sahabatmu, jinki??” aku mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.

Dia terdiam sejenak.

“ Dari mana kau tahu.. Kibum??” katanya sambil berusaha duduk.

aku melemparkan surat keterangan dokter dan beberapa resep obat yang harus ditebus ke arah jinki.

“ Ohh.. Harusnya kubakar saja kemarin..”

“ Jangan bercanda!!!” aku membentaknya lagi,

Pikiran ku sudah cukup kacau akibat kejadian dirumah Nada, dan kini ditambah penyakit Jinki.. Ya tuhaan..

“ Nada tahu tentang ini??” kemudian aku berkata padanya dengan suara yang lebih pelan.

Dia hanya menggeleng.

“ Yaaa!! Dia pacarmu!! bagaimana mungkin…”

“ Aku akan mati kibum…”

aku terdiam melihat air matanya menetes, saat mengatakan ini.

******************

JINKI POV:

“ aku akan mati kibum..”

aku merasakan sesuatau yang hangat mengalir di kedua pipiku, ahh aku laki-laki, tak seharusnya aku lemah seperti ini.

“ Dengar!! kau bisa mengikuti kemoterapy untuk mengobati penyakitmu, ataupun pengobatan alternative, atau apapun lee jinki!! semua penyakit pasti ada obatnya!!”

“ Tidak… jika ini masih stadium satu, ataupun dua, kurasa aku masih bisa bertahan , tapi ini…”

“ Mengapa sekarang kau jadi pesimis seperti itu!!! apa kau tidak berpikir tentang nada?? pikirkan perasaannya!!”

“ mengapa kau sangat perduli padanya, Kibum??”

dia sedikit terkejut ketika aku bertanya kepadanya tentang nada.

“ Dia….”

“ Tak perlu kau jelaskan aku sudah tau..” aku berkata pelan.

aku menghela nafas.. perlahan tapi pasti, kurasakan sakit di kepalaku.

“ Jinki… ini bukan seperti yang kau pikirkan, kau sahabat terbaikku, dan nada pacarmu.. aku.. aku menganggapnya sebagai… temanku.. “ matanya tak jujur saat ia berkata itu.

“ Maav, aku bertanya sesuatu yang bukan urusanku, Jinki.. mengapa tadi kau memperlakukan Nada seperti itu??” Ia berkata dengan suara yang sangat pelan.

“ aku sengaja..” kataku tak kalah pelan.

“ YAA!!! Apa kau sudah gila!! Dia pacarmu Jinki!!!!” kulihat Kibum mulai berteriak-teriak lagi.

Ya tuhan, rasa sakit ini…. kumohon Tuhan, ambil nyawaku sekarang, aku sungguh tak kuat menahan rasa sakit ini…

“ Jinki Jawab..” katanya mendesakku.

“ Aku harus melakukan nya Kibum!! Aku harus membuatnya membenci ku!! aku ingin dia pergi meninggalkanku, sebelum aku mati!! Aku tak ingin membuatnya menangis karenaku..”

“ Aku tak mengerti jinki..”

“ Kau tahu apa yang terjadi jika Nada mengetahui penyakitku ini?? Dia akan menangis Kibum… Lalu dia akan menangis jika dia tahu umurku tinggal menghitung hari.., Kemudian dia akan terus menangis di saat-saat terakhirku, juga dipemakamanku.. belum lagi jika dia…” aku terdiam sebentar, membayangkan nada menangis, membuatku makin sakit.

“ Aku tak ingin membuatnya menangis.. Aku sengaja membuatnya membenciku, aku berharap dia akan meninggalkan ku karena sikapku..”

“ Tapi kau sudah membuatnya menangis sekarang jinki, lalu apa bedanya??”

“ Aku..”

“ nada akhir-akhir ini sering menangis jinki!!! SADARKAH KAU DIA MENANGIS KARENA MU???”

“ Aku hanya ingin dia..”

“ Alasan mu tidak masuk akal..!!!” Kibum memandangku tajam.

Tuhan, mengapa harus aku yang mengalami penyakit ini..

“ Kau menyukai nya Kibum??” aku bertanya kepadanya, namun ia menghindari tatapanku.

“ TATAP MATAKU KIBUM!!!”

“ Yaaa… Maaf..”

********************

KIBUM POV:

Aku tau, tak ada celah dihati nya untuk ku.. hanya jinki yang ia cintai..

tapi rasa cintaku juga begitu besar untuk nya..

apa yang harus kulakukan..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Hai, Nada..

Bagaimana keadaanmu??

Sudah baikkan..??

Kejadian kemarin jangan terlalu dipikirkan..

Oh Ya!! Jangan lupa makan..

Smileee!!!☺☺

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku baik-baik saja oppa, gomawo..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Ada something yang ingin ku katakan..

Aku ingin mengatakannya langsung padamu..

bisa kita ketemu??

Besok??

Mana senyumnya???

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku tak bisa besok oppa,

kepalaku masih sakit..

Mianhae..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Masih sakit??

Kalau begitu besok aku ke rumahmu..

Bagaimana??

Kau sudah makan malam ini??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Mianhae, besok aku mau ke dokter dengan umma..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Bagaimana kalau lusa??

Tolonglah kali ini jangan menolak..T_T

Aku tunggu kamu di halte bis..

Jam 3 Sore..

Aku akan menunggumu sampai kamu datang..

Nada..

Mana senyumnya??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku ga janji ya oppa..

tapi ku usahakan..

☺☺☺☺☺

“ Selesai sudah” gumamku,

aku sudah berpikir matang-matang, kurasa memang inilah yang terbaik …

********************

JINKI POV:

aku termenung sambil menatap langit-langit kamarku, sekali lagi ku baca sms yang tertera di layar handphone ku.

From: KIM KIBUM

To: LEE JINKI

Hey!! ada yang ingin kukatakan penting!!!

Lusa, Jam 3, Di halte bis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ahh… untuk apa, kibum mengajakku bertemu?? aku sama sekali tak bisa menebak jalan pikirannya..

***************

NADA POV:

aku menyisir rambutku pelan, masih terbayang jelas kejadian 3 hari yang lalu, dimana Jinki oppa mencoba untuk….

Tidak.. Tidak.. Tidak….

Aku tak boleh memikirkan nya lagi..

Namun semakin aku berusaha untuk melupakan Jinki oppa, malah semakin sulit melenyapkan dia dari pikiranku.

Ya tuhan.. ingin sekali aku hilang ingatan…

Selalu itu yang terlintas dikepalaku, Dia tak datang saat aku menunggunya, dia bersama wanita lain, dia memaksa untuk mencium ku..

Setelah semua yang ia lakukan kepadaku, mengapa aku masih tidak dapat membencinya??

Hari ini Kibum oppa mengajakku bertemu, katanya ada yang mau dia bicarakan,

Jujur aku sedang malas keluar rumah, kepalaku masih terasa sakit karena terlalu banyak menangis, Namun lagi-lagi aku tidak dapat menolak ajakan Kibum oppa, karena selama ini ia sudah terlalu baik terhadapku.

Sudah Jam 3!!

Aku terlambat..!!!

JINKI POV :

“ Jinki hyung, Kamu sakit?? Mengapa pucat sekali wajahmu??” tanya Taemin saat aku bersiap-siap untuk pergi menemui Kibum.

“ Anni.. Wae??”

“ Hyung pucat sekali..” katanya.

“ Sudah lah, aku tidak apa-apa..” kupakai topi ku segera ku berjalan menuju halte bus.

KIBUM POV :

Sudah setengah jam aku menunggu di kafe ini, kafe di depan halte bus,  jika aku duduk disini, aku bisa melihat keadaan diluar.

Aku tak melepaskan pandangan ku dari Halte itu. sudah Jam 3 lewat 5 menit namun baik Jinki maupun Nada tak kulihat ada yang datang.

Yaa, akhirnya ini yang kulakukan..

Mempertemukan mereka berdua..

Karena aku tau, tidak ada tempat untukku di hati Nada, hatinya telah terisi penuh oleh Jinki, begitu juga dengan Jinki, Ia melakukan ini semua karena ia sangat mencintai Nada.

Ia mencintai Nada melebihi siapapun, termasuk aku.

Sakit memang, Tapi memang begitulah cinta.. tak pernah ada tempat untuk orang ketiga..

Aku bahagia jika Nada bahagia, Aku pun bahagia jika melihat sahabatku bahagia..

Jadi, tak ada alasan untuk bersedih bukan??

Kulihat seorang laki-laki sedang berdiri di halte bus, memakai sweater putih dan topi, Tapi apakah benar itu jinki?? Mengapa ia sangat kurus sekali?? tiga hari yang lalu badannya tak sekurus ini..

Dan diseberang jalan kulihat Nada dengan baju terusan warna putih, aku tersenyum memandangnya, ia sungguh kelihatan seperti malaikat, cantik sekali, meskipun mukanya masih agak pucat.

Hey,, aku baru sadar kalau Jinki dan Nada sama-sama memakai baju warna putih??

Apa mereka janjian?? aku tak bisa menahan senyumku..

Suatu saat mereka harus berterima kasih kepadaku,

Pelan tapi pasti kulihat Nada melangkah ke arah Jinki.

**************

JINKI POV:

Aku tak percaya melihat sosok di depan ku.

Nada??

Mengapa ia disini?? Kibum kah yang menyuruhnya..

Ya tuhan.. Ia sangat kurus, dan pucat..

Oh Tidak.. Dia berjalan kearahku..

“ TIN..TIN..TIIIIIINNNNN!!!!”

aku melihat kearah sumber suara, ternyata ada truk besar dengan kecepatan tinggi melintas,

aku melihat Nada, Ia memakai earphone!!! Ia tidak mendengar suara klakson!!!

“ NADA!!!!!!!”

Aku berteriak, dan segera berlari kearahnya..

“ TIN.. TIN..TIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNN..!!!!!”

***************

KIBUM POV :

Aku menyeruput kopi ku, hampir saja aku tersedak ketika ada truk besar melintas dengan kecepatan tinggi ke arah Nada.

Yaa Tuhan… “ NADAA!!” aku berteriak dari dalam kafe, kopi yang ku minum terjatuh ke lantai,

Sedetik kemudian kulihat Jinki berlari kearah Nada. Namun truk itu mengurangi kecepatannya.

“ TIN.. TIN.. TTIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNN..!!!!”

“ TIDAAAAKKK” Aku berteriak.

aku tidak dapat mempercayai pengelihatanku, Truk itu menabrak seseorang!!!

seseorang berbaju putih, aku tidak tahu jelas Jinki atau Nada, Karena mereka berdua mengenakan baju putih.

orang-orang segera mengerumuni mereka.

Aku berlari keluar kafe tersebut, dan menyeruak diantara kerumunan orang-orang yang mengelilingi Jinki dan Nada.

Lututku lemas melihat pemandangan di hadapanku,

****************

Kulihat Jinki sedang memeluk Nada yang bersimbah darah, ia menangis dan berteriak-teriak .

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!”

baru kali ini aku melihatnya berteriak-teriak seperti orang gila.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” ia menyandarkan kepala Nada di bahunya, dan terus memeluknya.

“ NADA.. Kumohon jangan tinggalkan aku..” katanya sambil terisak.

“ Jinki..” aku memanggilnya dan menepuk bahunya pelan, namun ia mengacuhkan ku, ia terus menyebut nama Nada.

Kulihat mata nada perlahan-lahan mulai menutup.

*****************

JINKI POV:

“ ANDWAEE!!!!” aku berteriak kencang saat kulihat ia terkapar di jalanan, baju terusan putihnya kini berwarna merah akibat darah yang keluar dari tubuhnya.

aku segera memeluknya dan menyandarkannya dibahuku,

Yaaa Tuhaaaaan tolong jangan ambil dia..

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!” aku berteriak-teriak entah kepada siapa.

kulihat matanya masih terbuka, dia masih bisa diselamatkan.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” aku memegang erat kepalanya,

kudengar teriakan ku berubah menjadi isakkan, namun aku tak peduli, aku harus membuatnya tetap sadar.

“Nada.. Jagia.. tolong jangan pergi, kumohon.. aku minta maaf.. aku minta maaf.. aku minta maaf, ku mohon jangan tinggalkan aku seperti ini.. Nada.. jagia, aku membutuhkan mu.. aku membutuhkan mu.. kumohon jangan tinggalkan aku…”

aku terus membisikkan kata-kata ditelinganya.

Yaaa Tuhaaaaan, tolong jangan ambil diaa…

Kulihat matanya perlahan mulai menutup.

“ ANDWAEEEEE!!!!!”

******************

KIBUM POV:

Aku ikut dengan Jinki saat ambulans datang, didalam ambulans, jinki tak henti-hentinya menangis dan membisikkan kata-kata ditelinga Nada.

aku memanjatkan doa berkali-kali, berharap Nada bisa bertahan, berharap dia bisa selamat..

Aku yang salah!!

Harusnya aku tak memaksanya untuk bertemu hari ini!!

Aku memang bodoh!!

Aku berharap akulah yang berada di posisi Nada sekarang!!

“ Maaf, sebentar lagi sampai..” suara seorang petugas menyadarkan ku dari lamunanku.

“ Jinki, Lepaskan nada sebentar, sudah hampir sampai..” aku berkata pelan.

Ia tidak mendengarku, ia tetap memeluk Nada erat

“ Jinki.. sudah hampir sampai..” aku menggoyang-goyang kan badan nya.

Namun ia tak berggerak,

Petugas ambulans membuka pintu, ia menarik tempat tidur Nada dari dalam mobil.

“ Jinki.. Bangun..”

aku mengguncang-guncang kan tubuh Jinki,

Tiba-tiba jinki terjatuh, hidungnya berdarah.

*****************

Nada dan Jinki.. Keduanya berada di ruang UGD, aku hanya bisa melihat keduanya dari kaca besar.

Kulihat selang-selang mulai dipasang di tubuh Nada, alat pacu jantung,alat bantu pernafasan, infuse, transfusi darah, entah apalagi yang mereka pasangkan disana.

Sedang kan jinki hanya alat bantu pernafasan saja yang dipasang ditubuhnya.

Kini beberapa dokter mengelilingi nada, Mereka memegang dua buah alat untuk mengejutkan jantung. mereka menempelkan alat itu di dada nada,

satu kali, dua kali.. tiga kali… empat kali….

Para dokter itu menyerah..

“ Andwae.. Tuhan tolong jangan ambil dia…. “ aku berbisik, kurasakan airmataku jatuh.

Kulihat alat yang menunjukkan detak jantung nada hanya beripa garis hijau.

aku terus mengucap doa, berharap ada keajaiban yang bisa membuat jantung Nada kembali berdetak..

Tiba-tiba kulihat dokter melakukan hal yang sama pada Jinki..

Satu kali… Dua kali… Tiga kali.. empat kali….

*******************

JINKI POV :

Kulihat seorang gadis bergaun putih sedang mengatupkan kedua tangan diwajahnya, terdengar isakan kecil dari bibirnya.

aku menghampirinya,

“ Hey..” aku menepuk lembut bahunya, namun ia menangis lebih keras.

“ Hey.. Jangan menangis..” aku berkata padanya,

Perlahan ia membuka kedua tangan nya..

“ Jinki oppa….” ia langsung memelukku erat.

“ Hhuuussshhh.. cup.. cup..” aku mengusap rambutnya.

“ Jinki oppa…” ia terus memelukku tanpa menghentikan tangisannya.

“ Jagiaa, mengapa kau menangis??” aku mengusap air matanya.

“ Oppa.. aku takut.. aku sendirian.. aku tak tau ini tempat apa…aku takut oppa…” katanya sambil sesenggukan.

aku tersenyum, ini memang bukan tempatnya.

“ Oppa.. kau akan menemaniku kan disini?? berjanjilah jangan pergi kemana-mana..” ucapnya manja.

aku mengangkat dagunya dengan tangan ku, dan mengecup lembut keningnya.

“ Nada, Disini bukan tempatmu, pulanglah..” aku berbisik ditelinganya.

“ Pulang?? dengan oppa??

“ Tidak dengan ku,,”

“ tapi aku tidak mau kalau tidak dengan oppa”

“ Nada, waktuku sudah habis, sedangkan kau masih punya banyak waktu.. bahagiakan lah orang-orang yang mencintaimu, ku mohon tetaplah hidup untukku..”

“ Oppa….” kulihat matanya kembali berkaca-kaca.

“ Nada.. Satu hal yang harus kamu tahu, aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu, walaupun aku tak bisa terus disampingmu, tapi aku akan terus menjagamu dari sini..”

“ Oppa..”

“ sstttt… jangan menangis, , , hatiku sakit melihatmu menangis… Nada, kau harus kembali..”

Perlahan aku mengecup bibirnya, pelan dan dalam…

“ saranghae..”

***************

KIBUM POV:

Nada sedikit-sedikit mulai membuka matanya, aku mengeratkan genggaman ditanganku, kulihat air matanya jatuh..

“ Kamu sudah bangun Nada,” aku berbisik pelan.

namun ia hanya tersenyum memandangku.

Suatu keajaiban, ketika dokter menyatakan detak jantung nada muncul lagi, dan semakin lama kondisi Nada semakain stabil.

“ mengapa menangis Nada??” kataku sambil mengusap air matanya.

“ Jinki oppa…” katanya sendu.

“ Nada,, jangan menangis…” aku menggenggam erat tangan nya.

mencoba menceritakan padanya apa yang terjadi.

*********************

tiga bulan bulan kemudian:

“ Oppa.. Jangan meletakkan gula halus diatas strawberrynya.. selainya sudah cukup manis..” kata Nada kepada ku.

“ Tapi aku suka makanan manis, bagaimana dong..” Kataku meledeknya.

ia memandangku dan tersenyum,

ini saat yang tepat untukku mengutarakan isi hatiku.

“ Nada..”

“ Ya oppa…” katanya sambil menaburkan gula halus diatas buah strawberry segar.

“ Saranghae..” bisikku lembut, sambil terus menatap mata indahnya.

FIN

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

Saranghaeyo

SARANGHAEYO

Author : Hyo Key

Main Cast : Kim Kibum, Lee Taemin & Choi Minho

HyoKyo Pov.

“Knapa lama skali sich???” kataku kesal menunggu Hyun Ri.

Stelah bbrp menit bru Hyun Ri dtg dgn mobilnya. Aku sdh lma menunggunya.

Aku pun msk k dlm mobilnya. Di dlm ada eomma, appa, namdongsaengnya HyunRi, dan Sang Hoon.

Kami hanya diam d dlm mobil. Tak ada yg berbicara.

Tak lma kemudian kami smp di Korean Plaza.

~Ddanddaranddan, ddanddaranddan, ddanddaranddan, ddadaddarappa~ *Bonamana*

“Yeoboseyo….. Ye” HyunRi mengangkat telepon dari Yeowang.

“Kata Yeowang kita ktemuan di Japan Food” kta HyunRi stelah selesai berbicara dgn Yeowang.

Kami berjalan smp tmpt Japan Food.

“Itu Minho, Dimana Kibum?” ktaku.

“Itu Kibum. Sp yg sdg bersama Minho?” Tanya Sang Hoon sambil menunjuk org yg ada di sblh Jinki.

“Kata Minho dy mw membwa sepupunya, mungkin itu sepupunya.” Kta Hyunri.

“Imut, sp namanya?” Kta Sang Hoon.

“Minho! Sp nama sepupumu?” Tanya Hyunri kpada Minho.

Baru saja Minho mw blng sp nama sepupunya, tetapi sepupunya langsung meperkenalkn diri.

“Anyeong Haseo. Naneun Lee Taemin imnida. Mannaseo bangapseumnida” Kta Taemin dgn ramah.

“Aduh! Kamu imut bgt sich. Pengen aku cubit deh” kta Sang Hoon gemes pada Taemin.

“Knapa Yeowang lma sekali.” Ktaku.

“Itu dy Yeowang.” Kata Hyunri sambil menunjukYeowang.

~Na na, na na, na na, na na na, na na, na na, NU ABO~

“Yeoboseyo. Kami d Japan Food. Sbentar lg kami mw k bioskop. Ye.” Aku mengangkat tlepon dr Sooyeon.

“Sooyeon dgn Soonja sdh mw nyampe. Ayo kt pesan tmpt bwt nanti nonton.” Ktaku kpd Hyunri, Yeowang, dan Sang Hoon.

“Namja”. Kalian mw ditinggal y ? yuk, ikut.” Kta HyunRi.

“Mw kmana?” Tanya Minho.

“Ke bioskop” Kta Yeowang.

“Mw nonton apa nih?” Tanyaku.

“Nonton No Limits *sebenernya film ini berepisode* aja y” Kta Sanghoon.

“Terserah deh” kta Hyunri.

Kami memesan tmpt untuk menonton No Limits.

Kami para yeoja sdh membyar tiket. Tetapi para namja blm membyar.

“Kalian kyak mana sich? Bknnya td kalian blg mw nonton? Kami sdh memesan tmptnya nih. Sdh g bs dibtalkn lg. Kibum! Kamu kn bwa uang kn? Knapa g mw?” Ktaku dgn mrah

“Terserah aku donk!” Kta Kibum.

“Aduh! Kalian kok gt sich? Td kn uda stuju mw nonton. Minho! Kamu pst bohong g bwa duit! Kamu pst bwa duit kn?” Tanya Sooyeon.

“Kn sdh ku blng. Aku kemarin nginap d rmh sepupuku. Aku lupa bwa uang” kata Minho memperjelaskn.

“Yeoboseyo. Appa dtng k sini y. Para namja tdk ada yg mw membyar. Hm… Ye” Hyunri menelepon Appanya.

Tak lma kemudian Appanya Hyunri dtng.

Appanya Hyunri yg membyar tiketnya para namja. Mreka emank menyebalkn.

“Lain kali jgn gt y. Klo mw nonton, kumpulkn uangnya dl. Baru pesan tmptnya. Jgn seperti ini. Skrng ajusshi byarkn dl” kata Appanya Hyunri kpada para namja.

“Ye” Kta para namja serentak.

@Kibum pov

Filmnya g seru. Lbh baik aku main game d HP aja.

“Kibum, pinjam HP mu” kta Hyo Kyo.

“Untuk apa?” Tanyaku.

“Pengen liat. Soalnya kamu kn g pernah bwa ke skolah”

“Ia deh. Ia deh” ktaku.

“Bosen nih. Huh!” Batinku

“Kibum. Nih Hp mu.” Kta HyoKyo.

“Sini!”

“Jgn gt donk, gomawo y” kta Hyo Kyo.

“Ne, Cheonmayeo”

“Akhirnya filmnya selesai jg.” Batinku.

“Kibum, bangunkn Hyo Kyo tuh. Dy ketiduran” kata Sooyeon.

“Knapa hrs aku? Kn bs kamu yg bangunkn” ktaku.

“Aku sdh membangunknnnya. Tetapi tdk bangun” jg.” Kta Sooyeon.

“Ia deh. Hyo Kyo! Hyo Kyo! Bangun!” ktaku membangunkn HyoKyo sambil menepuk pipi HyoKyo.

“Soonja, kt drong yuk!” Kta Yeowang berbisik kpada Soonja.

“Yuk!” Soonja berbisik balik.

“Hana! Dul! Set!” bisik Yeowang dan Soonja dgn serempak.

Yeowang dan Soonja tiba” mendorongku.

Chu~

Aku mencium HyoKyo dgn tdk sengaja. HyoKyo tiba” terbangun.

Dy langsung mendorongku.

“Apa yg kamu lakukn!?!?” Kta HyoKyo dgn mrah. Spertinya dy sdh mrah bsr.

“Bkn aku yg melakukannya. Yeowang dan Soonja mendorongku. Aku terjatuh, dan tdk sengaja menciummu” ktaku menjelasknnya kpada HyoKyo.

“Sdhlah HyoKyo. Seharusnya kn kau senang. Kau kn suka pada Kibum” Kta Hyunri menggoda HyoKyo.

“Aku tdk pernah suka padanya!” Kta HyoKyo sambil kluar dr ruangan bioskop.

@HyoKyo pov.

“Sdhlah HyoKyo. Jgn mrah. Lagipula itu bkn slahnya Kibum. Dy kn didrong Soonja dan Yeowang.” Kta Sooyeon menenangkn ku.

“Tp dy sdh merebut First Kiss ku! Yg Seharusnya aku berikn kpada org yg sgt aku cintai!” ktaku dgn mrah.

“Tp kn kamu suka dgn Kibum kn? Btul kn?” Kta Sang Hoon menggodaku.

Wajahku pst sdh merah.

“Sdhlah. Jgn bhas msalah ini lg. mending kta makan aja yuk!” Ajak Yeowang.

“Terserah pdamu” Kta Hyunri.

Selesai makan kami pergi ke photo studio. Kami mengajak para namja. Mulanya mereka tdk mw. Stelah kami paksa”. Akhirnya mereka mw jg.

“Aduh! Capek y” ktaku duduk di kursi tmpt makan Chinese Food.

“Gt aja capek” kta Soonja.

“HyoKyo. Aku mw ngomong ama kamu.” Kta Kibum.

“Mw ngomong apa?” tanyaku.

“Jgn disini y” kta Kibum.

“Emanknya kamu mw ngomong apa? Disini aja kn bs” Tanyaku penasaran.

“Ikut aja” Kta Kibum sambil menarik tanganku.

“Cie… ada yg mw pacaran nih” Goda Minho.

“Sembarangan ngomong!” Kta Kibum.

“Mw ngomong apa sich? Smp hrus ngomong disini” Tanyaku.

“HyoKyo, Do You Want Be My Girlfriend?” Tanya Kibum berlutut sambil memegang sbuah kalung liontin bertulisan “Kibum Love HyoKyo Forever”.

“…..”

“Mw kah kamu menjadi pacarku?” Tanya Kibum lg.

“Tp…” kta ku.

“HyoKyo…” Kta Kibum memotong apa yg ingin aku katakn.

“Hm…. Ye” Ktaku sembari menerima kalungnya. Dgn wajah yg memerah pstnya.

“Sini aku pakaikn” Kta Kibum memakaikn kalungnya kpadaku.

“Gomawo” Ktaku.

“Cie… ada yg uda jadian nih. Siap” bwt ditraktir nih” tba” dtg Hyunri dan yg lainnya.

“Chukkae y” Kta Sang Hoon.

“Hm… Sang Hoon.” Panggil Taemin.

“Mwo?” Tanya Sang Hoon.

“Do You Want To Be My Girlfriend?” Tanya Taemin..

“Tp kita kn bru aja berkenalan” kata Sang Hoon.

“Apa kau percaya kata Jatuh Cinta pada pandangan pertama? Itu lah yg terjadi padaku skrng” kata Taemin.

“Memank sich itu jg terjadi padaku, tp apakah hrs secepat ini?” Tanya Sang Hoon.

“Aku mohon. Jawablah” Kta Taemin memohon sambil berlutut.

“Terima! Terima!” Ktaku dan teman” yg lainnnya

“Baiklah, Akan aku jawab. Jawabannya adalah, Ye” Kta Sang Hoon sambil tersenyum.

“Aku jg ingin menyatakn perasaanku.” Kta Minho tba”.

“Kpada sp?” Tanya Soonja.

“Kpada………. Yeowang.” Kata Minho sambil memegang tangan Yeowang.

“Yeowang. Do You Want To Be My Girlfriend?” Tanya Minho.

“Ye” kta Yeowang sambil menunduk.

“Gomawo” kta Minho sambil memeluk Yeowang.

“Wah! Ada 3 pasangan nih yg jadian. Siap” bwt ditraktir 3 pasangan nih” kta Soonja dgn senang.

“Kta makan Pizza yuk!” Ajak Sooyeon.

“Yuk! Mw traktir g nih?” Kta Hyunri.

“Gpp lah kali ini. Kalian ber-2 mw g?” Tanya ku kpd Sang Hoon dan Yeowang.

“Mw donk. Masa aku g mentraktir chingu2 ku disaat yg berbahagia ini” Kta Sang Hoon.

“Aku jg” Kta Yeowang.

~The End~

P.S: Buat athor, tolong jangan lupa tulis cast nya sesuai peraturan ^.^, karna kita gak baca FF nya buat nentuin cast nya. Tolong jangan lupa yah ^^

-Lana-

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^

My Yeoja and Your Yeoja – Part 1

Part 1

miannnn!!!!!!!!!!! kalo ff’a geje banget ehehehehehe maklum ini ff pertama kuhhh ehehehehehe

Title: My Yeoja and Your Yeoja

Author: Vira Safitri a.k.a Kim Hyun Su

Genre: Romance

Main Casts: Lee Tae Min, Choi Min Ho, Kim Hyun Su, and Geum Eun Hye.

Other Casts: ss501’s, SHINee’s, Super Junior’s, DBSK’s, U-kiss’s, and SNSD’s member, Han Hye Jin, Kim Min Hyo, Han Ree Na, and Lee Min Je.

Categories: Serial

Choi Min Ho’s p.o.v

”omma!!” aku berteriak sambil melahap sandwich ku. Ommaku masih belum menjawab. Sekali lagi aku berteriak  ”omma!!” tetapi masih saja ommaku belum menjawab. Dan ini yang terakhir kalinya aku berteriak ”OOOOOMMMMMAAAAA!!!!!!!” sekuat tenaga aku berteriak dan akhirnya dia mendengarnya.

”oh, ne Min Ho. Mworago?” ommaku berjalan kearah meja makan yang sedang kududuki. Maksudnya bukan mejanya tapi kursinya. *ya elah. Digebuk ma raider* Aku meletakkan sandwichku yang sudah hampir setengahku makan.

”OM….MA!! dari tadi dipanggil tidak menjawab. Kenapa sih?” tanpa sadar aku membentak omma tercintaku itu.

”mianhe Min Ho… omma bukan bermaksud untuk tidak mendengarmu tapi omma sedang asik sekali memasak untuk appamu jadi omma konsennya ke masakan itu” aku menunduk dan berdiri.

Aku membukuk 90o ”omma!! Seharusnya aku yang minta maaf telah membentak omma…. mianhe omma. Jongmal mianheyo” aku mengambil sandwichku terletak di atas piring sarapanku. ”omma… aku pergi dulu. Dah!!” aku berjalan keluar rumah.

Ommaku hanya bisa menggeleng kepala ”dah!!” omma melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah ku. ”Min Ho hati-hati”

Aku segera membalikkan badanku. ”ne… omma…” aku ikut tersenyum manis dan meninggalkan halaman rumahku dan lekas berjalan kerumah yeoja chinguku Eun Hye.

Rumahku searah dengan rumah Eun Hye untuk pergi ke hakkyo jadi kuputuskan setiap hari selalu menjemput Eun Hye untuk pergi ke hakkyo bersama-sama. Rumahku dan Eun Hye tidak jauh dari hakkyo karena itu aku selalu berjalan kaki untuk pergi kesana.

Aku berhenti didepan rumah Eun Hye. Ternyata Geum Eun Hye kelihatan sudah lama menungguku. ”Jagia? Kamu sudah lama menunggu oppa?” aku menunduk ”Mianhe Jagi membuatmu menungguku lama.” aku mendongakkan kepalaku dan melihat muka manis Eun Hye.

”ani… aniyo! Ani oppa. Ppali kita pergi. Nanti kita terlambat, kajja!!.” Eun Hye menggandengku berjalan ke hakkyo. Sebenarnya aku masih merasa belum terbiasa dengan ini karena kami baru saja berpacaran. Kami baru saja berpacaran selama 2 hari. Kami masih pasangan yang baru saja berpacaran. *hedeh…. mau tuhhh!!!! GPLAK di gebok Eun Hye*

Seperti biasa ada beberapa yeoja sangat antusias saat melihat senyuman ku. *pedenya* ”wah… Min Ho oppa. Wah kerennya. Eh…?”  salah satu diantara yeoja-yeoja itu sebelumnya meloncat-loncat saat melihatku tersenyum. Tapi, saat dia tau Eun Hye menggandengku. Muka yeoja itu yang tadinya gembira, langsung manyun. Dia menundukkan kepalanya.

“oppa!!” Eun Hye memanggilku, tapi aku tersenyum melihat yeoja itu. Yeoja itu masih manyun melihatku berdua bergandengan dengan Eun Hye. ”oppa….h….oppa!” Eun Hye memanggilku lagi, aku tetap tersenyum manis kepada yeoja itu.

PLAKK!!

”emm…” aku memegang pipiku yang mungkin memerah, karena rasanya sedikit panas.

”oppa…!! aku dari tadi memanggilmu beberapa kali. Tapi, kau masih saja tak menghiraukanku memanggilmu. Masih saja melihat yeoja itu.” Eun Hye menyenggol ku. Dia berhenti berjalan begitu juga denganku. Yeoja yang dari tadi melihatku tersenyum, langsung berlari meninggalkan kami berdua.

”mianhe jagia. Aku hanya ingin membuat yeoja itu…..” aku berhenti berkata-kata dan langsung memegang perutku menahan tawaku yang hampir meledak. ”brufst….. hahahahahahhahahahhaha” aku memang tak bisa menahan tawaku. *dasar Min Ho*

Eun Hye hanya bisa mengerutkan keningnya sambil melihatku heran. ”membuat yeoja itu kenapa oppa?” dia melihatku penuh dengan rasa heran.

”brufst” aku jongkok dan memegang perutku menahan tawa. ”em… kamu… ahahaha kamu benar-ben…ar ahahaha ingin hahaha tau… hahahaha” jawabku terbata-bata sambil tertawa. Eun Hye mengangguk dan ikut jongkok melihatku heran. ”aku ingin supaya yeoja itu…………… ahahaha melihat…. ahahahaha kita….. ahahaha iri…. ahahaha” aku tertawa….. sambil berguling-guling ditrotoar. ”uahahahahahaha” *yang ini pikiran author lagi mampet. jadi geje banget ehehhe. DBUK di tendang raider*

Choi Min Ho’s p.o.v end

Geum Eun Hye’s p.o.v

“oppa!!” Min Ho oppa tersenyum dengan seorang yeoja yang barusan tadi jingkrak-jingkrak melihatnya tersenyum tapi saat dia sadar dan melihatku menggandeng tangan Min Ho oppa muka yeoja itu langsung berubah manyun. “oppa….h….oppa!” sekali lagi aku memanggilnya tapi dia tetap tersenyum dengan yeoja itu.

Aku begitu kesal dengannya. Dan dengan lancang aku menamparnya.

PLAKK!! *doh kasihannya kau Min Ho oppa*

Aku menamparnya yang sedari tadi tak menghiraukanku memanggilnya. ”emm…” huh! ‘emm..’ katanya. Dia semakin membuatku kesal. Dia memegang pipinya yang memerah. Hemp rasakan. Ahahaha… *kejamnya kau Eun Hye… DRETTT dijitak Eun Hye*

“oppa…!! aku dari tadi memanggilmu beberapa kali. Tapi masih saja kau tak menghiraukanku memanggilmu. Masih saja melihat yeoja itu.” Aku menyengolnya. Huh!! Aku langsung berhenti. Dia hanya mengikutiku berhenti. Yeoja yang dari tadi melihat Min Ho oppa tersenyum langsung berlari meninggalkan kami.

“mianhe jagia. Aku hanya ingin membuat yeoja itu…..” dia berhenti berbicara. Dia langsung memegang perutnya dan menahan tertawanya. Entah apa yang ditertawakannya tapi tiba-tiba, “brufst….. hahahahahahhahahahhaha” dia tertawa sepuasnya. Entah apa yang ditertawakannya aku bingung??

Aku mengerutkan keningku, aku melihat dia heran. Kenapa… Dia seperti ini? ”membuat yeoja itu kenapa oppa?” aku hanya heran melihatnya. Apa… yang dia tertawakan sampai-sampai ingin pingsan. *Lebay Eun!!*

“brufst” dia langsung jongkok sambil memegang perutnya. ” em… kamu… ahahaha kamu benar-ben…ar ahahaha ingin hahaha tau… hahahaha” tanyanya sambil terbata-bata dan tertawa. Aku hanya mengangguk dan ikut jongkok. Hih!! Aneh sekali! ” aku ingin supaya yeoja itu…………… ahahaha melihat…. ahahahaha kita….. ahahaha iri…. ahahaha” Hah??? Hanya itu?? Kenapa bisa… dia tertawa hanya karena itu. ”uahahahahahaha” dia berguling-guling ditrotoar *LEBAY!!!!* yang dilihat heran oleh orang sekitar. Dan Aku ikut heran melihatnya. Oppa… oppa… Kau tidak minum obat kah semalam sehingga kau begini?? *Kau jahat sekali Eun Hye, kau pikir Min Ho orang gila, hah?*

“dasar aneh kau ini oppa… hanya karena itu.” Aku langsung mencubiti pipinya. Huh!! Aku geram-geram-geram ahahahahaha. “jangan sampe guling-guling di trotoarkan. Huh!! Untung hari ini kita pakai baju olah raga. Kalau tidak bajumu akan kotor oppa.” Aku membersihkan pasir yang ada dipunggungnya. Aish oppaku tak biasanya seperti ini. “ayo oppa berangkat.. to to toh!! Liat” aku menunjuk orang sekitar kami. “mereka semua heran melihatmu seperti ini oppa.”

“hah!” dia langsung berdiri dan membersihkan pasir yang ada di lengannya. Dan dia langsung mencubiti pipiku.

“aish!! Oppa! Pipiku jangan dicubiti. Kan sakit…” dia langsung melepas cubitannya. Aku mengelus-elus pipiku.

“pipi oppa juga sakit tadi habis kau cubiti, jagia” aku menoleh kearahnya. Aku melihat pipinya. Ouh!! Menggemaskan.

“pipi oppa!! Ah menggemaskan… hahaha”

“kau juga jagia. Kwkwkwkwk” dia langsung menggandengku. Aku dan dia berjalan sambil tersenyum-senyum menuju hakkyo. Ahahaha aku senang rupanya Min Ho oppa tidak seperti yang ku duga.

“oppa… gomawo! Gomawo sudah mau mengantarku sampai kekelas.” Aku membungkukkan badanku 90o.

“ne, jagia cheonmaneyo.” dia mengecup keningku. Lalu dia meninggalkan kelasku dan pergi menuju kelasnya. “dah!!” dia melambaikan tangannya.

“dah!!” aku melambaikan tanganku. Huoh!! Rasanya seperti mimpi bisa menjadi pacar seorang idola dihakkyo ini. Ahahahah…

“Eun!” Hye Jin sahabatku menepuk pundakku. ”kamu cocok sekali dengan Min Ho oppa Eun” wow…… It’s all rigth hah?? Ahahahaha

Aku menoleh kerarahnya dan langsung duduk dibangku ku. Aku tersenyum lebar “uah!! Masa sih??” aku langsung mencubit pipi Hye Jin. Hye Jin segera memaksaku untuk melepaskan cubitanku. Aku segera melepaskannya.

“ne.. Eun kamu cocok sekali dengannya Eun” ahahaha….. I like it’s uhuhu….

“gomawoyo….” aku tersenyum manis kepadanya. “kau ini pandai sekali memuji orang” kataku sambil tersenyum-senyum.

“ani Hyun, aku tidak memuji itu memang benar.” ‘benar’ katanya…. ahahaha thanks thanks!!! My best friend. Aku mengacak-acak rambut Han Hye Jin ahahaha. I’m very happy.

Geum Eun Hye’s p.o.v end

TBC

mian kalo bener-bener ga banget nie ff. semoga semua pada seneng baca ya

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^

Silence With Love – Part 4

SILENCE WITH LOVE PART

SONG FOR YOU *special edition lyric*

Author:Nyda a.k.a  Han Ri Chan

RI CHAN POV

Tuhan apa lagi ini?kenapa Hee Chul oppa harus berkata seperti itu?dia membuatku malu aku yakin wajahku saat ini pasti benar-benar sudah mirip kepiting rebus. Ingin rasanya aku berlari dari panggung dan langsung menangis tapi aku tidak mungkin menghancurkan hari dimana aku mulai debut.

Aku menatap Taemin yang ada disampingku. Kenapa dia melamun disaat-saat seperti ini?aku menyenggol tangannya. Berharap dia segera sadar dari lamunannya, tapi dia malah menatapku tajam dan membisikkan sesuatu di telingaku

“Ri Chan aku tahu kamu belum pernah melakukan ini sebelumnya. Tapi jangan takut ataupun resah aku akan selalu ada disampingmu sekarang ambil napas yang panjang kita akan mulai bernyanyi” aku mendengar suaranya bergetar. Aku tahu dia berusaha untuk tegar padahal dia juga sebenarnya takut.

Aku mulai mengikuti anjurannya menarik napas panjang. Jujur sampai sekarang aku masih khawatir aku takut penampilanku akan mengecewakan banyak pihak apalagi fans kami yang mungkin belum sebanyak SHAWOL.

Entah apa yang merasuki Taemin dia tiba-tiba menarik tanganku dan langsung mengecupnya lembut.

Kamipun mulai menyanyikan lagu my heart. Jujur aku sangat tegang sekali karena ini pertama kalinya aku bernyanyi tanpa eonni-eonniku. Tapi Taemin menggenggam tanganku erat seolah memberikanku kekuatan.

“disini kau dan aku terbiasa bersama menjalani kasih sayang bahagia ku denganmu”dia mulai menyanyi. Aish bagaimana ini suaraku tidak sebagus Min Gi eonni nanti malah malu-maluin. Mungkin memang benar aku sudah terbiasa bersamanya

“pernahkah kau menguntai hari paling indah?ku ukir nama kita berdua disini surga kita”aku mulai menikmati permainannya dan aku tidak tahu sejak kapan aku mulai bisa bernyanyi tapi aku mencoba untuk mengontrol suaraku.

“bila kita mencintai yang lain mungkinkah hati ini akan tegar sebisa mungkin tak akan pernah sayangku akan hilang”entah kenapa lirik ini semaki mirip dengan kisah cintaku. Taemin kenapa kau harus mencintai orang lain?apa cintanya lebih besar dari cintaku? Ya cintaku memang tak akan pernah hilang meskipun aku bukan lagi milikmu.

“if we love somebodycould he be this strong. I will fight to it,our love will conquer all wouldn’t risk my love even just one night our love will stay in my heart”kali ini kami menyanyikannya bersama. Aku menatap kyuhyun oppa yang memang khusus datang untuk menghadiri debut kami. Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Apa sekarang aku sama jahatnya dengan Taemin?

Kami kemudian turun dari panggung. Kini giliran Kyu Hyun oppa yang bernyanyi solo dia menyanyikan lagu this girl she’s my First love tatapannya terus melihat padaku.

Setelah itu, kyuhyun oppa dan kedua huyungnya yang tergabung dalam sub grup KRY membawakan sebuah lagu yang berjudul lets not.

Perlahan tapi pasti dia menghampiri hee chul hyung dan membisikkan sesuatu. Aku sendiri tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan tapi tiba-tiba Hee chul hyung menghampiri aku dan Neul Rin eonni untuk meminta kami mengiringi lagu yang dinyanyikan KRY tentu saja kami menerima tawaran itu dengan senang hati.

Neul Rin eonni segera memainkan biolanya sedangkan aku langsung duduk di hadapan piano besar yang biasanya dimainkan wookie oppa.

Taemin POV

Lampu panggung dimatikan. Suara gesekan biola mengalun lembut dari biola yang dimainkan Neul Rin noona

Ee soongni majimagirago geutorok *Mengatakan ini adalah saat terakhir*”.

Lampu panggung menyorot tubuh Kyuhyun hyung.Seketika suasana ramai dengan tepuk tangan. Aku  melongo ditempat.  Kyu Hyun hyung perlahan mendekati Ri Chan yang sedang serius dengan nada-nada yang dia mainkan. Aiigggoooo. .Tuhan apalagi ini. .???, batin ku.

Saranghanan geudaegaeh *Kepada seseorang yang sangat aku sayangi*

Neon dolliryeo haedo woolmyeo *Meskipun kamu mencoba untuk menghindarinya*. Maedallyeodo geunyang shirhdamyeo *Meskipun kamu menangis* heyeojimeul marhan naya *Akulah yang mengawali perpisahan ini*.”

Kata-kata itu seolah menyindirku. Aku terpaku mendengarnya. Memang benar akulah yang mengawali perpisahan ini. Ri Chan mianhae.

Sorot lampu berpindah menyorot Ryowook hyung.

Nan hangsan kanghan cheokman *Aku selalu bersikap tegar*

Hajiman pyeongsaeng neo hana jikil  jashin eobseo ddeonan*Tapi aku hanyalah seorang pengecut yang tidak memiliki keyakinan untuk menjagamu selamanya* bigeophan namjaya *dan malah meninggalkanmu . .*

Lagi-lagi suara itu seakan menyindirku. Ya aku memang hanyalah seorang pengecut yang tidak memiliki keyakinan untuk menjagamu Ri Chan, Tapi aku gak bermaksud untuk meninggalkanmu apalagi membiarkanmu menghadapi hidup ini sendiri.

Dan sekarang bagian Yesung hyung mengeluarkan suarnya. suara Yesung hyung memang sangat merdu .

Dashin na gateun saram saranghaji malgo *Jangan pernah mencintaiseseorang seperti aku lagi*. Dashin geuriweohal saram mandeulji malgoJangan pernah merindukanku lagi* “. *

Neman barabogo neo anim an dwaeseo *Carilah orang yang tidak pernah berpaling darimu dan membutuhkanmu*

Harudo mot beotil menkeum *seseorang yang sangat mencintaimu* Saranghaejoneun saram manna jebal *Seseorang yang tidak bisa hidup tanpamu*”Suara dentingan piano mengalun dengan apik .

“Neon apa nal jabeuryeo hajiman *menyakitkan, kamu berusaha mempertahankanku lagi* pyeongsaeng nae gyeoten * tapi aku seorang lelaki pengceut yang tidak mempunyai* haengbokhaeji jashin eobneun bigeophan yeojaya *Kepercayaan untuk memberikan kebahagiaan disampingmu*.”

Ri Chan kembali kagum dengan suara yang Kyuhyun hyung miliki. Aku dapat melihat senyumnya yang mengembang saat kyuhyun hyung menyanyikan lagu itu.

Dashin na gateun saram saranghaji malgo *Jangan pernah mencintaiseseorang seperti aku lagi*. Dashin geuriweohal saram mandeulji malgoJangan pernah merindukanku lagi* “.. *

Neman barabogo neo anim an dwaeseo *Carilah orang yang tidak pernah berpaling darimu dan membutuhkanmu*

Harudo mot beotil menkeum *seseorang yang sangat mencintaimu* Saranghaejoneun saram manna *Seseorang yang tidak bisa hidup tanpamu*.”

Mungkin memang benar Ri Chan kamu harus mencari lelaki yang tidak pernah berpaling darimu dan membutuhkanmu. Seseorang yang tidak bisa hidup tanpamu bukan namja bodoh dan pengecut seperti aku.

Eonjenga woori heyeojimeul *sekalipun kita akan merasakan penyesalan berpisah* hoohwehandaedo ibyeol bakkeneun *tapi aku tidak bisa melakukan apapun selain memberikanmu* nan haejoolge eobseo *Ucapan selamat tinggal*”.

Jinan shiganeul semyeo apa woolji malgo *Jangan menangisi segala sesuatu yang telah berlalu*

Jinan babo gateun sarang geuriweo malgo *Jangan pernah merindukan cinta yang telah pergi meninggalkanmu*”.

Neoman barabogo neo anim an dweseo *Carilah orang yang tidak pernah berpaling darimu dan membutuhkanmu*”.

“Harudo mot beotil menkeum *seseorang yang sangat mencintaimu* Saranghaejoneun saram manna jebal haengbokhagireul **Seseorang yang tidak bisa hidup tanpamu,kumohon aku harap kamu akan bahagia*

“Doon beon dashineun majoochiji malja. *jangan pernah bertemu lagi*”.

Ri Chan menghentikan permainannya kemudian Kyuhyun hyung menghampiri Ri Chan yang sudah bersiap-siap meninggalkan panggung. Mereka sepertinya terlibat dalam pembicaraan yang serius tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

(lyric Lets not Neul Rin eonni yang translate gomawo unn*bow*)

TBC

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

SHINee Choreographer !!!! >w<

semua harap tutup telinga kalau tidak mau pendengaran anda terganggu.. hwuahahaha…

KYAAAAAAA ~

SEMUANYA UDAH PADA TAHU KAAAANNNNN????

CHOREOGRAPHER BUAT SINGLE TERBARU SHINee ADALAH….

RINO NAKASONE !!!!!!!!

SHE’S THE BEST CHOREOGRAPHER EVER !!!!! ANGGOTA DARI BEAT FREAKS !!!!!

BEAT FREAKS IS MY 2ND FAV CREW AFTER JABBAWOCKEES !!!!

THEY’RE THE BEST CREW IN MY LIFEEEEE !!!!!!

SHINee MUST BE VERY HAPPY !!! IF I’M THE ONE OF SHINee MAYBE I’LL DIE !!!!! EEERRRGGGHHHH !!!! GIMANA ENGGAK ??!!!! BERTURUT-TURUT DI KOREO SAMA RINO TERUS !! GILA AJA KALO GAK GIRANG !!!!!

KYAAAA ~ GOKIL !!!

OH IYA !! INFO TAMBAHAN DARI WIGA ONN !!! TEMANYA ITU PERBANDINGAN YANG CONTRAS ANTARA RDD SAMA SINGLE BARU INI !! ISTILAHNYA KALAU RDD ITU MERAH SINGLE BARU INI BIRU !!! MANTABB!!! MY FAV CHOREOGRAPHER ! MY FAV ARTIST ! KURANG BAHAGIA APALAGI SIH SAIA INI DI COMEBACK NYA SHINee ????!!!!! HWUUUAAAA ~ BAHAGIA ~

Btw.. cuma RDD aja kan yang gak pake Rino???

haduh… out of control … saking ngefans nya sama Beat Freaks… gila gila gila !!! Ada yang gak tahu Beat Freaks??? aduh gimana yah… emm.. nonton aja MV nya si Justin Bieber yg Somebody To Love ….

BENERAN DEH… TUH CEWEK EMANG JAGO!!! CHOREO PALING BAGUS SEJAUH INI DI SHINee YAH… JULLIETE.. KELIATANNYA GAMPANG TAPI RUMIT !!!! NYANGKA BANGET DEH SEORANG RINO CHOREO JULLIETE… hohohoho… BERHARAP BISA JADI KAYAK RINO ONNIE … *aaammmiiinnn*

sekian deh.. saia cuma mau bikin kuping kalian pengin aja kok… kkkk~

P.S: RINO I LOVE YOU !!!!!!! KYAAAAAA~ !!! *andaikan cowok*

WHEN JONGHYUN GET AMNESIA – Part 1

Author : Litha Nisa (untung aja Wiga onn ngingetin kalo gak ada nama author nya.. lain kali buat yg lain jangan lupa cantumin nama author yah.. takut lupa kitanya ^^)

WHEN KIM JONGHYUN GET AMNESIA

Ini ff perdanaku, jadi mian kalo ada yang salah atau ga bagus gitu. Hope u like this!

-Jinji POV-

“O~NEWW!!!” teriakku manja ^-^.

“jangan bercanda Jinjii… kau hanya menggodaku,” sahut oppa.

“Aish,,, mianhe Jinki Oppa, My Lovely~Oppa~Oppa,,!!! Hahaha” kupeluk oppa dan kucubit pipinya.

“AW, haa, kau ini, mengganggu saja,” protesnya.

“yee, oppa, di sini kan aku ga punya temen oppa, Taeminnie Oppa juga lagi pergi ama Key Onnie,” aku bersandar di bahunya.

“hei, jangan panggil gitu, dia Oppamu juga tau”

“ tapi masa dia lebih cantik dan mulus dari aku,,, akuuu iriii oppa!”

“nee,” oppa memelukku “ tapi tidak sopan Jii~chan…”

“Hm,” aku tersenyum, “oppa, apa oppa sayang sama jii?” tanyaku tiba-tiba. Tak tau dari mana aku ingin menanyakannya.

“kenapa bertanya? Sudah pasti Iya. Harusnya Jii sudah tau dari dulu,!” dia melepas pelukannya dan menatapku tajam.

“ dee, aku senang oppa masih menyayangiku.” Dia kembali ke posisi duduknya semula. “aku hanya tidak habis fakir, kenapa tidak ada onnie yang mencintai oppa dengan tulus sampai sekarang,”

“ada” dia kini bersandar di bahuku.

“siapa?”

“you!”

“me? No, not me. Jangan bercanda aku serius.” Balasku dingin.

Dia diam, sepertinya berfikir, wajahnya terlihat lesu. Aku memang menyayanginya, bukan mencintainya. Aku anak tunggal. Dia sepupu jauhku, tapi menurutku yang terdekat. Dan sejak kecelakaan yang menimpa keluarga kecilku, yang telah merenggut Appa dan Ammaku, keluarga Jin Ki Oppalah yang merawatku.

“lalu kau sendiri? Sudah hampir berkeliling dunia, tak satupun kabar dating padaku bahwa kau telah memiliki kekasih, Tak Satupun!” ya,aku sudah mengunjungi beberapa Negara di seluruh benua. Mengunjungi saudara, jalan-jalan, dan bersekolah. Setelah tamat Sekolah Menengah Atas aku putuskan kembali ke Korea . Saat aku kembali oppa yang menjemputku, bersama seluruh anggota SHINEe. Dan memintaku tinggal bersama mereka. Ajumma dan Ajussi berada di desa. Jadi kika aku ingin melanjutkan kuliah, hanya ada di kota , dan aku tidak boleh tinggal sendiri disini oleh Ajussi dan Ajumma. Itu alasan yang digunakan Jinki Oppa untuk memintaku tinggal bersama mereka.

“kenapa ya? Karnaa, aku ingin oppa bahagia lebih dahulu, baru aku menyusul. Ya kan ?”

Dia menatapku, terkejut. Aku balik menatap dan tersenyum dengan wajah  yang kubuat semanis mungkin dan mata bulatku. Dia mendengus dan balik tersenyum.

“Owh, manisnya senyum kakak-adik yang sedang berbahagia.”

“ha?” ternyata Jonghyun oppa dan Taemin oppa yang datang.

“Annyoung haseyoo~!”

“Annyoung aseo~ Taemin Oppa!” balasku, aku berdiri dan berlari memeluknya. Diapun balik memelukku.

“OMO, curang sekali. Masa aku tidak!” proter Jonghyun oppa.

“Aniyo. Oppa mengganggua kakak-adik yang sedang tersenyum bahagia!”

“hah?”

“HaHaHaHa…!” Taemin Oppa dan Jinki Oppa tertawa

_ ~_

-Author POV-

“yak! Taemin oppa,,, Key oppa mana? Bukankah dia tadi bersamamu,, dan mengapa kau bersama Jonghyun oppa?” Tanya jinji beruntun.

“akh,kau mengganggu saja!”

“yak! Oppa,, kau kan hanya sedang menonton tv!”

“yaa,, tapi kau tak liat aku sedang serius menonton noona-noona yang cantik ini!”

“akh,, payah,,”

“yaa! Ara,ara, kembali kemari! Gitu aja marah. Sini, duduk disampingku!”

“huu,,, kata-katamu sok dewasa kalau bicara denganku, padahal, kalau sama hyung-hyungnya aegyo’nya keluar deh!’

“Boe? Dasar anak nakal!”

“yak, tapi jangan dipukul. Kubilangin jinki oppa loh!”

“tukang ngadu!”

“nggak!”

“iya”

“anii,,,”

“nee,,”

“HaH! Ada dua anak teka di dorm SHINee ternyata. Ckckck!”

“Oppa!””Hyung!” jawab mereka bersamaan lalu melempari jonghyun dengan bantal yang ada di situ.

“awh, ara,ara sudah, jangan lempari aku dengan bantal! Appo,”

“ih, lembek banget, baru bantal aja uda sakit!”

“ya,, betul,betul,betul!”

“udah! Susah ngomong ama anak teka!”

“Oppa!””Hyung!” mereka kembali melempari jonghyun dengan bantal namun meleset karna jonghyun segera menghindar.

“AKH, ahahahahahah!!!!”

“JINJII!!!  TAEMINN!!!!”

“ups” ternyata bantal yang mereka lempar melewati jonghyun dan mengenai Key yang baru datang.

“apa yang kalian lakukan hah?” Tanya Key dengan suara semenyeramkan mungkin.

“eum,tuh! Jonghyun oppa!”

“betul!” taemin membenarkan perkataan jinji.

“What? No,no,no Key!”

Key menarik dagu jinji mendekat ke wajahnya dan berkata, “wah,gadis kecil satu ini sudah berani rupanya bermain-main denganku ya?” sambil mengeling nakal.

Jinjii menelan ludah dan dengan suara bergetar dia berkata, “a,an,ani oppa. Aku enggak bohong kok!”

“udah hyung” taemin melepaskan jinji dari genggaman jahat sang Hyung-nya. Huahaha, gaje.

“yaudah,aku ke dapur dulu. Minho ,bawakan belanjaannya!”

“nthe,”

Saat Minho berjalan ke dapur tatapan metanya bertemu dengan tatapan mata jinjii, mereka saling berpandangan hingga,

“Yak! Hyung! Jinji~a! jangan saling berpandangan seperti itu!” teriak taemin gemas.

Key dan jonghyun menatap jinji dan minho bergantian.

“hyung,,”

“ kan gak papa!” semua menatap jinji “ga papa kan ? Toh, biasa aja. Wajahku biasa aja. Wajahku gak memerah waktu liat menatap minho Oppa. Gak kayak yang ini,”

Semua mengalihkan perhatian kea rah yang ditunjuk jinji. Taemin. Yang ditunjuk melihat para hyungnya yang menatapnya unbelievable. Dan berakhir dengan memelototi yang menunjuknya. Dan yang lain mengikuti, menengok kearah orang yang menunjuk Lee Tae Min tadi. Dan yang dilihat langsung memalingkanmuka, berdiri dan berkata,

“ah, aku ngantuk, mau tidur, bye,,,!!!”

Minho ,Taemin,Key dan Jonghyun *yang ikut-ikutan* memelototi jinji yang menengok dengan tampang seseram mungkin.

Yang dipelotin menelan ludah, memejamkan mata dan berteriak

“LEE JIN KI OPPA!!!!!!!!!!!!!”

Sang leader yang sedari tadi tidur langsung bangun mendengar teriakan adik tersayangnya*jiahhh,lebai!*. membuka pintu kamar dan melongo melihat ruang tamu.

“lah,kayaknya jinji manggil aku dah,”

“akh, enggak hyung,” taemin langsung menjawab, Minho dan Key mengangguk.

“trus, jinji sama jonghyun kemana?”

“eum,, lagi maen keluar hyung, katanya mau cari udara segar.” Timpal key dengan kecemasan setinggi namsan tower *gaje,ah*.

“owh,mungkin…” jinki menggaruk lehernya yang tidak gatal, “yaudah, aku tidur lagi, kalau ada apa-apa panggil aja ya!”

“nthe,hyung tidur aja lagi” jawab minho.

Lalu,jinki dengan polosnya kembali ke singgasana yang bagaikan surga dimatanya. Dan para pembohong tadi menghembuskan nafas pertanda lega. Lalu saling memandang satu-sama lain sambil tersenyum sampai ada suara yang membuat mereka syok! *alah*

BUAGHT

Mereka memandang tempat asal suara, dari balik sofa, dan muncullah sosok bidadari without wings*narsis* Lim jinji dengan senyum mengembang lebar di wajahnya.

Semua memandang curiga dan bertanya,

“dimana jonghyun?”

Yang ditanya melebarkan senyumnya sampai matanya hilang ditelan pipinya *lha?* yang ikut mengembang sambil meunjuk satu arak dibawah, didekat kakinya.

Semua berlari ke arah yang ditunjuk dan,

“HHHWWWWWAAAAAAA!!!!!!!!!!”

Apa yang terjadi? Dimana jonghyun? Siapa/apa yang ditunjuk oleh jinji? Mengapa meraka teriak? Bagaimana kelanjutannya? Saksikan di episode berikutnya! Huahahahahahahaha!

Don’t forget! Comment! ^_^’

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^

RIVER FLOWS IN YOU

RIVER FLOWS IN YOU(taemin version)

Author: nyda a.k.a han Ri Chan

Cast: member SHINee

Nickhun  2p.m

Victoria f(x)

Mungkin udah masuk pg-13

Taemin POV

Apa kalian mengenalku?tentu jika kalian shawol kalian pasti mengenalku. Aku Lee Taemin magnae SHINee yang paling polos. Apa yang kalian ketahui tentang diriku?apa kalian mengira aku adalah namja polos yang belum mengerti cinta?

Apa kalian pernah melihatku memainkan piano dengan lagu River Flows in you?lagu itu sebenarnya mewakili kisah hidupku yang seperti aliran sungai. Kisah cinta pertamaku memang diawali di sungai Han.

apa kalian tahu bahwa lagu itu adalah lagu favorit yeojachinguku? Dia gadis yang membuat hidupku 180 derajat berubah drastis.

Apa kalian ingin mendengar ceritaku tentang gadis itu?

Baiklah jika memang kalian ingin mendengarnya aku akan menceritakannya untuk kalian.

FLASH BACK

Aku mempersiapkan diri untuk bertemu dengannya. Sudah berkali-kali aku mengganti bajuku karena aku merasa tidak yakin dengan penampilanku. Sampai pada akhirnya keempat hyungku merasa kesal melihatnya.

“Taemin lama-lama kau sudah seperti setrikaan!!”ujar Ki Bum hyung. Aku hanya nyengir mungkin ini yang namanya jatuh cinta. Aku menyukai Victoria noona dari f(x) dan hari ini aku berencana akan melamarnya untuk menjadi kekasihku.

Aku mengajaknya untuk bertemu di sungai Han. Aku berharap dia akan menerimaku, karena aku sudah menyukainya sejak dulu.

Aku menyukainya semenjak pembuatan MV noona you’re so pretty. Mungkin usianya sangat berbeda jauh dengan usiaku, tapi aku sudah terlanjur menyukainya.

“nih kado untukmu aku memang tidak mengetahui siapa gadis yang akan kau minta menjadi kekasihmu, tapi siapa pun dia berikanlah kalung ini untuknya” ki Bum hyung memberikan kalung platina berbentuk kunci untukku.

Aku menerima kalung itu dengan tatapan bingung, sebenarnya ini kunci apa?jangan-jangan Ki Bum hyung memang berencana ingin menjahiliku.

“hyung kunci apa ini?bukan kunci gembok kan?” tanyaku sepertinya dia mendengar nada curiga dari ucapanku. Dia cepat-cepat menggeleng.

“bukan tapi ini kunci diary ini”jelasnya. Dia memakai kunci itu untuk membuka diary yang sedang dia pegang.

Prok..prok..prok aku bertepuk tangan, tidak salah kami memberinya julukan Key karena dia benar-benar kunci*di getok istri-istri Key*

“baiklah doakan aku yah!!”ucapku dia mengacungkan jempolnya ke arahku.

Memang tidak ada yang tahu mengenai identitas orang yang sedang aku sukai sekarang karena aku merahasiakan, bukannya aku tidak mempercayai mereka tapi aku malu untuk mengetahuinya apa lagi jika mereka tahu aku menyukai seorang noona.

Akhirnya aku sampai di sungai Han. Aku memang menyukai tempat ini. Aliran sungai ini membuatku merasa nyaman. Makanya aku ingin kencan pertamaku disini dan aku ingin bertemu cinta pertamaku disini.

Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah berharap Victoria noona segera datang, tapi sepertinya aku terlalu cepat sampai ke tempat ini, padahal tadinya aku mengira akan terlambat datang kesini.

“taeminnie”seseorang memanggilku. Suara yang sudah sangat aku kenal dan dia menghampiriku.

“noona”panggilku. Kadang aku ingin memanggilnya Victoria saja, tapi tentu saja itu akan membuat skandal baru apa lagi sekarang Victoria noona sedang fokus dalam reality show we got marriednya.

“sudah lama menunggu?”tanyanya”apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan Taemin-ah?”lanjutnya. aku menghela napas panjang mencoba mengumpulkan semua keberanianku, tapi sayang semua kata-kata yang aku hapalkan benar-benar tidak ada yang muncul saat ini. Harusnya aku menulisnya di kertas agar mudah untuk aku berikan padanya.

“sarang….”belum sempat aku melanjutkan kata-kataku sebuah mobil berhenti di depan kami. Victoria noona langsung mengenali mobil itu.

“nickhun”panggilnya. Aku menoleh ternyata nickhun hyung yang datang, dia membawa banyak mawar merah untuk Victoria noona.

“gomawo chagiya”ucap Victoria noona. Aku melongo di tempat. Mwo chagiya? Jadi itu bukan sekedar gosip? Noona why do you leave me?

“ini namdongsaengmu itu ya?”tebaknya sambil tersenyum padaku. Noona mengangguk padahal wajahnya benar-benar terlihat bersemu merah sepertinya dia benar-benar senang saat itu.

“taemin sebenarnya ada apa kau mengajakku kemari?”tanyanya. aku bingung harus berkata apa. Apa aku harus menyatakan perasaanku sedangkan disini ada namjachingunya?. Aku menggelengkan kepalaku.

“aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk kalian. Cukkae hyung noona”noona terlihat semakin malu dengan ucapanku.

“gomawoyo dongsaeng apa kamu ingin ikut jalan-jalan bersama kami?”tawarnya. aku menggeleng. Aku tidak mungkin sanggup melihatnya bersama pria lain.

Noona masuk ke dalam mobil itu. Mobil itu menghilang dari pandanganku. Aku mencoba untuk tidak menangis di tempat favoriteku. Aku menggenggam erat kalung yang diberikan Ki Bum hyung. Padahal aku sangat yakin gadis yang aku suka akan memakainya hari ini.

Aku berdiri di ujung jembatan. Aku mengepalkan tanganku. Kalung itu ku pegang erat.

“aaaaarrrrrggghhttt good Bye my First love”teriakku aku melemparkan kalung itu ke arah sungai. Aku tersenyum setelah melakukannya.

“aww hei siapa yang di atas”seseorang dari bawah berteriak padaku. Aku menoleh ke bawah aku melihat seorang yeoja memegang kalung itu.

“hei itu kalungku”aku berlari ke arahnya. Entah kenapa aku mengakui kalung itu padahal aku sudah membuangnya.

“mwo kalung mu?bukankah kau sudah membuangnya”dia bersikukuh untuk tidak mengembalikannya padaku.

“kkyyaaa kau mau dibilang pencuri hah?”tanyaku dia menggeleng.

“sudahlah apa kau melihat oppa ku?”tanyanya. dasar aneh bukannya dia baru saja marah-marah padaku memang siapa oppanya?seingatku aku belum bertemu dengan orang lain seharian ini.

“heh memang kamu pikir siapa oppa mu itu?artiskah?aku yang artis”aku menyombongkan diri. Dia terlihat kesal. Dia berbalik pergi. Dia menjatuhkan ID Cardnya. Aku membaca ID cardnya yang jatuh

Nyda Horvejkul nama yang sulit aku ucapkan tapi kenapa nama itu tidak asing untukku. Untunglah di ID card itu ada nama koreanya.

“han ri chan!!”panggilku. dia menoleh sepertinya dia merasa heran karena aku bisa tahu namanya.

“bagaimana bisa kamu mengetahui namaku”tanyanya. Aku mengacungkan ID Card miliknya dia mencoba meraihnya tapi itu tidak berhasil karena aku lebih tinggi darinya.

“kkyyyaaa kembalikan atau oppaku dan chingunya akan mengeroyokmu”ujarnya lantang. Memang aku berduli dengan ucapannya?aku sama sekali tidak takut dengan ancamannya itu.

“kamu menyebalkan sekali. Kamu tahu tidak keenam chingu oppaku badannya besar semua kamu pasti akan kalah”lanjutnya. Aku menatapnya tajam dan semakin mendekatkan tubuhku padanya.

“kkyyyaaa sebenarnya kau mau apa?”dia terlihat takut.

“kau pikir hanya oppamu saja yang punya badan besar lihat ini”aku membuka kaus ku sementara itu dia menutup wajahnya dengan tangannya.

“hai kenapa kau menutup wajahmu?lihatlah!!”dia tidak menggubris kata-kataku. Karena kesal akhirnya aku membuka wajahnya secara paksa.

“ne aku percaya kamu punya badan yang bagus”katanya setelah aku berhasil membuka matanya.”sekarang kau mau apa?”lanjutnya.

“kalau kau ingin ID Cardmu kembali datanglah ke dormku besok pagi dan jangan bawa oppamu arasso nona da..da..da eh mianhaeyo namamu siapa?”tanyaku namanya memang sulit untuk aku ucapkan.

“Nyda Horvejkul aku blasteran Thailand China, tinggal di California sejak oppa ku berumur 2 tahun umur 16 tahun tinggal disini bersama oppaku dan chingu nya aku anak ke 4 dari 5 bersaudara oppaku yang pertama bernama Nichan oppa ku yang kedua bernama Nick ,eonniku bernama Yanin dan yeodongsaengku bernama Cheryl  tapi jika terlalu sulit memanggil namaku panggil saja Ri Chan itu nama koreaku”dia memperkenalkan dirinya secara lengkap. Tapi tatapannya masih tertuju padaku.

“kkyyaa kenapa kamu melihatku seperti itu?”Tanyaku dia menggeleng.

“pakai kausmu nanti masuk angin”aku kaget saat dia berkata seperti itu. Refleks aku segera memakai kausku. Aku memperhatikan penampilannya, dia memakai sweater dan shalnya padahal ini musim panas apa dia tidak kegerahan.

“ya sudah aku pulang dulu annyeong”dia berbalik dan melangkah pergi. Aku diam di tempat aku merasa ada sesuatu yang aku lupakan.

“Ri Chan namaku Taemin”panggilku dia menoleh dan tersenyum padaku senyuman pertama yang dia berikan padaku.

Teeett…tteett..teett bel di dorm kami berbunyi tidak ada sahutan karena hari ini libur semuanya malas keluar kamar hanya jin ki hyung yang akhirnya membuka pintu.

“annyeong”Ri Chan menyapa jin ki hyung.

“nuguseyo?”tanya Jin Ki hyung.

“Nyda Horvejkul imnida panggi saja Ri….”belum selesai dia memperkenalkan diri tiba-tiba Ki Bum hyung menjerit.

“kkkyyyyyyyyaaaaaaaa akhirnya kau datang juga”Ki Bum hyung langsung menarik Ri Chan ke dalam pelukannya seperti seorang umma yang baru menemukan anaknya.

“taemin…taemin”aku yang merasa ada yang memanggil langsung menemui mereka di ruang tamu.

“kkyyaa Ri Chan ngapain kamu kesini?”dia menatapku dengan tatapan yang seolah-olah berkata –bukannya kamu yang menyuruhku kemari?-

“taemin jadi dia yeojachingumu?”aku dan Ri Chan saling memandang. Ki Bum hyung menunjuk kalung yang dipakai Ri Chan.

“pantas dia mengira Ri Chan yeojachinguku”Ri Chan seolah mengerti dia melepaskan kalung itu dari lehernya.

“ini milikmu aku kembalikan sekarang kembalikan ID Card milikku”dia menengadahkan tangannya.

“jangan kalung itu memang aku berikan pada Taemin agar dia memberikannya padamu”larang Ki Bum hyung. Dia menatapku seolah meminta persetujuan dariku. Aku menganggukan kepalaku.

Aku menjelaskan semuanya padanya dia terlihat sangat menyukai kisahku dia memperhatikan dengan seksama.

“kalau aku boleh tahu itu kunci apa?”tanyanya aku memberikan diary itu padanya dan membuka diary itu dengan   kunci platina yang ada ditangannya.

“wow hebat sekali”ucapnya tulus

“kalau begitu apa boleh diary ini untukku?”tanyanya aku memberikan diary itu padanya. Dia kegirangan saat aku memberikan diary itu.

“tapi ada syaratnya”ucapku dia menoleh.

“eh?apa?baiklah aku akan mencoba membuatmu berpacaran dengan noona mu itu”aku menggeleng karena memang bukan itu yang aku inginkan.aku mulai mendekatkan wajahku padanya. Entah kenapa aku senang sekali menggodanya seperti ini.

“kau harus menjadi yeojachinguku karena kalung ini hanya akan aku berikan pada yeojachinguku”lanjutku

“hemm baiklah tapi apa barusan kau menembakku?”tanyanya polos. Aku mengangguk mengiyakan.

“jika kamu menembak seseorang jangan dengan cara seperti itu ayolah aku akan mengajarimu. Kamu harus mengatakan saranghaeyo. Katakanlah”aku mengangguk kenapa perasaan gugup ini muncul lagi. Kenapa aku jadi seserius ini?padahal aku kira dia akan menganggap aku hanya bercanda.

“saranghaeyo youngwonhi”ucapku kata-kata yang sulit aku ucapkan pada Victoria noona mudah sekali aku ucapkan padanya.

Dia hanya tersenyum tanpa mengatakan nado saranghae disanalah kisah cintaku dimulai karena sejak saat itu aku dan dia semakin dekat kami seperti pasangan pada umumnya, tapi ada hal yang tidak aku mengerti darinya. Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Dia tidak pernah mengizinkanku datang ke rumahnya

“kenapa tidak pernah memperbolehkanku datang ke rumahmu?”tanyaku saat kami sedang berada di taman. Dia menggerak-gerakan jarinya.

“apa kau ingin dibejek-bejek oppaku dan teman-temannya?mereka bilang akan menggodaku dan pacarku jika aku membawa pacarku ke rumah”ujarnya. Aku tersenyum ngeri.

“apa kau menyukaiku?”tanyaku tiba-tiba membuatnya tersentak kaget.

“eh?kenapa bertanya seperti itu?”dia terlihat bingung

“karena kamu tidak pernah bilang kalau kamu menyukaiku”akuku

“saranghaeyo”ucapnya tiba-tiba.

Sudah seminggu aku tidak bertemu dengannya. Aku mencoba menghubunginya tapi dia tidak pernah menjawab teleponku. Hingga akhirnya aku mendapat pesan darinya.

From:Nyda a.k.a Ri Chan

Hei?kamu katanya menghubungi aku terus ya?waeyo?jangan bilang kangen karena aku tidak akan percaya

Kamu lagi apa?masih marah?

Aku tersenyum membaca pesan darinya aku mulai membalas pesan darinya.

To:Nyda a.k.a Ri Chan

Mwo?kangen ama kamu?yang benar saja?Ri Chan kamu gak sakit kan?

Bogoshipda >.<

Aku menekan tombol send pada hapeku akhirnya aku mengaku juga kalau aku memang merindukannya.

5 menit kemudian hapeku bergetar. Aku mulai membaca pesan yang dia kirim

From:Nyda a.k.a Ri Chan

Kkyyaaa kamu kok bisa tahu?wah ngintip ya?tuh kan aku sudah bilang kamu pasti kangen sama aku. Kamu kesini saja aku ada di seoul hospital

Aku segera menyalakan mesin mobilku dan menuju ke tempat dia berada.saat aku memasuki ruang inapnya ternyata dia tidak ada disana aku mengedarkan pandanganku ke taman rumah sakit.

Aku melihatnya memakai kursi roda wajahnya sangat pucat tapi yang membuatku terkejut  adalah orang yang sedang menemaninya. Nickhun hyung? Dia dan Ri Chan terlihat sangat akrab mereka terlihat seperti sepasang kekasih.

Apa maksud dari ini semua?Ri Chan terlihat sangat bahagia saat bersama dengan Nickhun hyung. Apa hubungan mereka berdua?apa mereka berpacaran? Lantas apa gunanya aku?apa Ri Chan menduakan kami?terus apa Nikhun hyung menduakan Victoria noona?

Apa Ri Chan mendekati Nickhun hyung supaya aku bisa mendapatkan Victoria noona?apa dia tidak menyadari kalau aku mulai menyukainya?perasaan ini berbeda dengan perasaanku pada Victoria noona.

Mwo?apa yang mereka lakukan?Nickhun hyung mengecup puncak kepala Ri Chan. Ri Chan sepertinya tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Nickhun hyung. Padahal aku sendiri sebagai namjachingunya belum pernah melakukan hal seperti itu.

Karena geram akhirnya aku putuskan untuk menghampiri mereka.

“ehem”Ri Chan menoleh padaku dan Nickhun hyung langsung melepaskan pelukannya.

“hyung apa kau mau aku laporkan pada Victoria noona?”ancamku. dia menatapku dengan tatapan tak percaya.

“kenapa harus melaporkan aku memangnya aku salah apa?”dia tidak sadar juga dengan apa yang telah dia lakukan. Aku menunjuk Ri Chan.

“kamu selingkuh dengan Ri Chan”ucapku nyaris tersulut emosi

“mwo?apa aku salah jika memeluk adikku sendiri?”tanyanya aku menoleh pada Ri Chan berharap semua yang dia ucapkan hanya kebohongan belaka. Ri Chan menundukkan kepalanya.

Baiklah aku mulai mengerti kenapa aku merasa sangat mengenal nama Horvejkul karena nama orang yang merebut Victoria noona adalah Nickhun Buck Horvejkul namanya hampir sama dengan Ri Chan. Ri Chan?nuguseyo?apa aku pernah mengenalnya? Dia bukan Ri Chan tapi dia adalah Nyda Horvejkul yeodongsaeng dari rivalku sendiri dan apa maksud Ri Chan saat mengatakan kalau oppa keduanya bernama Nick?Nick dari kata Nickhun. Ri Chan aku bahkan tidak tahu kebohongan apa lagi yang kau sembunyikan di belakangku

Apa salahku?sampai aku harus menyukai yeodongsaeng dari rivalku sendiri?aku menatap Ri Chan aku yakin dia tahu aku menatapnya walaupun dia menundukkan kepalanya.

“Nyda aku mulai mengerti sekarang saat itu kamu sedang mencari Nickhun hyung kan?saat kamu mengetahui kalau aku menyukai Victoria noona kamu langsung menerimaku karena kamu takut Oppamu kehilangan cintanya kan?”aku melihatnya menangis aku tidak tahu kebohongan apa lagi yang pernah dia lakukan.

“mianhae”hanya itu kata yang keluar dari mulutnya tapi air mata yang mengalir cukup untuk menjelaskan semuanya. Aku ingin menghapus air matanya dan mengatakan kalau aku akan selalu ada disampingnya, tapi aku mencoba mengontrol emosiku untuk identitasnya saja dia bisa berbohong bukan tidak mungkin air matanya juga hanya bohongan.

“sudahlah aku tidak mau mendengar apapun lagi dari mulutmu. Aku merasa semuanya sudah berakhir. Kenapa aku bisa sebodoh ini?kenapa aku bisa percaya kalau kamu menyukaiku?padahal untuk identitasmu saja kamu bisa berbohong. Kamu bilang aku tidak boleh ke rumahmu itu karena kamu tidak ingin aku mengetahui semua kebohonganmu kan? Apa lagi dengan perasaanmu. Aku yakin kamu tidak benar-benar menyukaiku. Apa kamu tahu kebodohan apa yang paling aku sesali dalam hidupku?”dia menggeleng. Aku melanjutkan kata-kataku.

“kebodohan yang paling aku sesali adalah ketika aku benar-benar mencintaimu yeodongsaeng dari rivalku sendiri dan kamu membuatku benar-benar tidak sanggup untuk kehilanganmu”

Sejak kejadian itu aku benar-benar sudah tidak ingin mengenalnya lagi. Aku menutup kupingku dari segala hal tentangnya. Sampai pada akhirnya aku tahu dari media kalau Victoria noona putus dengan Nickhun hyung karena alasan yang tidak jelas.

Apa kalian pikir aku senang Nickhun hyung putus dengan Victoria noona?aku sama sekali tidak senang karena aku sudah benar-benar melupakannya.

Sampai akhirnya Nickhun hyung datang ke dorm kami. Hyungku yang lain mempersilakannya masuk walaupun mereka sudah mengetahui tentang hal ini. Dengan malas aku menemuinya di ruang tamu.

“annyeong hyung”sapaku dia tersenyum tapi tingkahnya selanjutnya membuatku terkejut dia berlutut di kakiku

“aku sudah melakukan semua keinginanmu aku sudah melepaskan Victoria untukmu. Aku mohon dengan sangat tolong temui adikku untuk yang terakhir kalinya karena hanya kamu yang dia perlukan. Nyda memang banyak berbohong padamu tapi itu bukan karena aku dia benar-benar menyukaimu dia takut kamu akan meninggalkannya saat kamu mengetahui dia adalah yeodongsaengku”

Kenapa dia harus berbohong?apa dia tahu alasan aku meninggalkannya bukan karena dia adalah yeodongsaeng dari Rivalku tapi karena dia membohongiku andai dia mengatakannya sejak dulu.

Ri Chan mianhae andai kamu dapat melihatku sekarang

Aku memandang tubuhnya yang sudah tak berdaya. Gadis yang selama ini selalu membuat hari-hariku menyenangkan kini hanya dapat terbaring lemas tak berdaya. Dan yang paling membuatku sakit adalah akulah yang membuatnya seperti ini.

Menurut Nickhun hyung Ri Chan menderita kelainan jantung yang dia derita sejak kecil makanya dia sering pindah rumah terakhir mereka tinggal di amerika tapi karena tidak ada perubahan Ri Chan memohon pada orang tuanya agar diizinkan tinggal bersama oppanya di Korea.

Penyakit Ri Chan kambuh saat aku memarahinya tempo hari.

Aku menggenggam tangannya erat seolah memberi kekuatan untuknya. Nickhun hyung memberikan diary Ri Chan padaku, diary yang dulu aku berikan padanya. Kunci dari diary itu masih menggantung pada leher Ri Chan.

Awalnya aku menolak untuk mengambil kunci diary itu dari lehernya, tapi Nickhun hyung yang memintanya.

Aku mulai membaca diary itu. Banyak sekali yang Ri Chan tulis di diary itu sejak pertama kali kami bertemu di sungai Han. Aku tersenyum saat dia mengatakan kalau dia menyukaiku sejak kami bertemu di sungai han.

Aku merasa tangan yang sedang aku pegang tiba-tiba bergerak. Ri Chan sadar!! . aku segera memanggil dokter dan suster agar segera datang ke ruang inap Ri Chan.

“taemin”Ri Chan memegang tanganku agar tetap berada di sampingnya.

“ne aku akan disini Chagi”wajahnya terlihat tersipu saat melihat aku memegang diary miliknya.

“apa kau sudah baikan dengan oppa?apa sekarang kau sudah berpacaran dengan eonni?”tanyanya aku memberi isyarat agar dia tidak terlalu banyak bicara.

“aku tidak mungkin akan terus-terusan marahan dengan calon kakak iparku kan?”godaku. wajahnya tersipu lagi.

“taemin bisakah kau mengabulkan permintaanku?”tanyanya. aku mengangguk”apapun akan aku lakukan untukmu”lanjutku

Sekarang kami ada disini di pinggir sungai han tempat dimana pertama kali kami bertemu tempat dimana aku mendapatkan cinta pertamaku.

Aku mendorong kursi roda itu menuju meja tempat kami makan malam. Dia masih memakai pakaian pasiennya, sementara itu ada banyak suster yang menemani kami. Hari ini adalah hari ulang tahun Ri Chan.Aku menyalakan lilin itu. Lilin itu kembali padam karena air mataku jatuh diatas api di lilin itu.

Ri Chan menatapku tajam seolah-olah dia melarangku untuk tidak menangisi perpisahan yang akan terjadi. Aku kembali menyalakan lilin itu. Aku menghampiri piano besar yang ada di pinggir meja kami.

Aku memainkan lagu river flows in you dari yiruma atau good Bye my love. Jari-jariku bermain di piano itu tapi air mataku terus mengalir tanpa henti.

Akhirnya aku selesai memainkan lagu itu. Aku menghampiri Ri Chan yang masih duduk di kursi rodanya.

“nyda saranghae aku tidak berduli siapapun kamu, jika aku menyukai Ri Chan berarti aku juga harus menyukai nyda horvejkul”dia tersenyum saat aku mulai melapalkan namanya.

“xie xie ni te ai”ucapnya ternyata dia cukup fasih melafalkan bahasa mandarin.

“cheonmaneyo”aku menjawab dengan bahasa koreaku

“taemin jika aku meninggal percayalah kalung ini akan membantumu mendapatkan menggantiku orang yang sangat mirip denganku”lanjutnya. Aku tersenyum lalu mengacak rambutnya lembut.

“jika kamu mati aku tidak akan mencari cinta lain”ucapku mantap. Dia mengerucutkan bibirnya. Aku mengecup puncak kepalanya. Dia langsung menjitak kepalaku

“kau ini diam-diam menghanyutkan”dia tertawa pahit. Aku memeluknya

“taemin apa kau tahu umurku tinggal beberapa menit lagi?”tanyanya sambil berusaha melepaskan pelukannya.

“ne makanya biarkan saja seperti ini”aku bersikukuh untuk tidak melepaskan pelukanku walaupun banyak suster  di sini.

“taemin sekarang jam berapa?”tanyanya. kenapa dia harus menanyakan jam di saat seperti ini?

“jam 23:58 “jawabku

“2 menit lagi aku 17 tahun Taemin”ucapnya tuhan jangan kau ambil dia di hari ulang tahunnya.

3..2…1 bunyi letusan itu terdengar dimana-mana aku memang menyiapkan kembang api itu khusus untuk hari ini

“saengil cukkahamnida, chagiya”ucapku lirih tapi sayang dia sudah tidur untuk selamanya dan dia benar-benar tidak pernah bangun lagi.

Flash back end

Aku menghampiri makam itu. Di sanalah jasad orang yang aku cintai di makamkan.

“annyeong chagiya”aku meletakan bunga mawar putih itu di dekat nisannya. Hampir setiap hari aku ke sini hanya untuk bercerita dengannya. Aku selalu merasa di tetap hidup walaupun aku tahu dia sudah pergi untuk selamanya.

Aku membakar diary itu di jembatan sungai han dan menaburkan abu dari diary itu ke sungai han”chagiya aku tidak membutuhkan ini lagi karena meskipun tanpa diary ini aku akan tetap mengenangmu untuk selamanya”

Aku kemudian berbalik bersiap-siap melemparkan kalung kunci ini 1..2..3.. aku sudah melemparkan kalung itu ke bawah aku harap kalung itu akan menyusul Ri Chan kesana.

Sampai akhirnya aku mendengar seseorang berteriak dari bawah“aww hei siapa yang di atas?”seseorang dari bawah berteriak padaku. Aku menoleh ke bawah aku melihat seorang yeoja memegang kalung itu.

Aku berlari sampai ke bawah sampai akhirnya aku dapat melihat yeoja itu dengan jelas”Ri Chan “panggilku lirih.

“eh?kamu kok bisa tahu nama aku?”tanyanya.

Ri Chan apa ini maksud kata-kata terakhirmu? Kalung ini akan membawaku pada orang yang benar-benar mirip denganmu.

Gomawo Ri Chan buat semua yang kau berikan untukku

Saranghaeyo youngwonhi


FIN

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^