Rainbow – Part 3

Author: Wiga


Sudah satu bulan lamanya mereka tinggal di dorm, Jonghyun, Nada, Yui, Minho,Taemin, Kibum , dan onew..

Mereka disibukan oleh rutinitas harian mereka. Kuliah yang dimulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Mereka kuliah pada jurusan yang berbeda.

Nada mengambil manajemen, yui mengambil sastra, kibum mengambil science, onew mengambil teknik, taemin mengambil desain grafis, jonghyun mengambil seni musik,dan minho mengambil pendidikan olahraga.

Mereka hanya bertemu di pagi hari, malam hari dan weekend,,

Seperti biasa, pagi hari mereka dikejutkan oleh suara alarm taemin yang sangat aneh.. yaitu suara anak bayi nangis sambil ngerap yang disetel dengan volume paling maksimal.

jonghyun, kibum dan nada yang bangun pertama, jonghyun mandi terlebih dulu karena dia mandi yang paling lama,

Setelah itu nada, dan kibum yang mandi berikutnya,,

Selesai nada dan kibum mandi, mereka membuat sarapan untuk mereka bertujuh, biasanya nasi goreng atau bubur.

Setelah sarapan siap barulah kibum beraksi, pertama-tama ia menggedor gedor kamarnya menyuruh onew agar segera bangun, bila dalam 5 menit onew belum bangun juga, kibum masuk kamar dan membuka dengan paksa selimut yang onew kenakan. Onew tidur selalu

menutupi kepalanya,

“YaaHH..!! You  Punk!! Aaaisssssssshhhhhhh….. aku masih sangat mengantuk…” gerutu onew, namun kibum tidak mau tau “ yyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa…!!!!! Bangun.. bangunnn.. nanti kau terlambattt. Ayo bangun…” kata kibum

Terpaksa onew bangun, dan kibum selalu menyeretnya ke kamar mandi

“ mandi cepaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat..!”

Setelah itu giliran taemin dan minho, mereka pun dibuat sangat jengkel oleh kibum sampai sampai taemin memanggil kibum dengan julukan umma karena kibum terlampau cerewet..

Mereka selalu sarapan bersama dimeja makan, membicarakan tentang hal-hal yang mereka alami di kampus, dan sifat mereka masing-masing pun sudah mulai terlihat,,

Taemin yang childish namun lucu dan menggemaskan,,,

Onew yang kalem, namun terkadang orang orang suka dibuat membeku jika onew sudah mengeluarkan onew sangtae nya,,

Kibum yang sangat cerewet, namun jika dikampus ia berubah menjadi sangat cool and charming..*aneh….

Jonghyun yang sangat cuek namun setia kawan, yang setiap hari selalu beradu mulut dengan kibum..

Minho yang sedikit ketus dan pendiam.. ia hanya baik terhadap taemin, seperti jonghyun ia juga setia kawan,,

Yui yang sedikit manja dan senang  sekali berdandan, ia menghabiskan sepertiga harinya hanya untuk berdandan.

Nada yang sangat sering melamun, suka menyendiri, dan pendiam, namun selalu jadi andalan anak-anak, selain memasak bersama kibum, nada juga yang paling rajin membersihkan rumah.

Semakin hari mereka semakin dekat, makan bersama nonton film bersama, jalan jalan bersama sampai akhirnya timbul benih-benih cinta diantara mereka..

*********************

Siang itu onew pulang kuliah lebih awal karena dosennya tidak masuk, hari sangat panas, untung mobilnya ber AC sehingga panasnya tidak begitu menyengat,

Sampai di dorm nya terlihat tidak ada orang selain onew karena yang lain masih kuliah,,

Onew masuk kerumah dan langsung menyalakan AC, ia membuka bajunya sehingga sekarang hanya memakai celana saja..

Ia menuju lemari es dan mencari sesuatu yang menyegarkan untuk diminum,

Ia menemukan sekaleng susu rasa pisang kepunyaan taemin, ia berpikir mungkin nanti saja ia minta izin ke taemin karena ia sudah sangat haus sekali.

Ia duduk dimeja makan, sambil memikirkan kejadian tadi pagi,

Ketika mereka sedang sarapan, onew duduk disebelah nada, tidak sengaja onew menyentuh tangan nada, entah kenapa nada langsung berdiri dan masuk ke kamar, onew bertanya kepada yui, namun yui hanya mengangkat bahu.

Sempat yui berkata kepada onew, “ aku juga merasa asing dengan nada yang sekarang… entah kenapa dia menjadi sangat tertutup, pendiam dan banyak melamun.. kau tau onew, nada yang dulu ku kenal orang nya ceria seperti kibum, selalu tertawa…”

Lama onew memikirkan nada, dari awal mereka bertemu di kereta, nada sudah sangat misterius baginya, ia hampir tidak pernah bercerita apapun pada teman temannya, semuanya ia simpan sendiri,

Nada juga sangat sering melamun, ia tidak pernah sadar kalau onew sering memperhatikannya, ia menghindar saat kibum mendekatinya..

Tiba-tiba terlintas ide gila dikepalanya,

Diam-diam ia membuka pintu kamar nada dengan kunci duplikat yang digantung di dekat ruang makan.

Ia mulai mencari-cari di rak buku  nada, di meja rias, di kolong tempat tidur, namun tidak ketemu juga, ia terus mencari hampir setiap centi kamar yui dan nada ia lihat dan akhirnya ia menemukannya di bawah bantal tempat nada tidur.

Setelah apa yang dicarinya ketemu ia keluar dari kamar nada, tidak lupa menguncinya dan duduk di sofa.

Buku harian itu warna ungu (*warna ungu adalah warna kesukaan nada..), berenda, dan bercorak bintang-bintang di depannya,,

Dengan perlahan ia buka selembar demi selembar..

….Hari pertama masuk sekolahh,, FIHTING!!…

….Bertemu dengan Changmin Oppa…. ^^…

….Oppa, Aku jatuh Cinta…

….Membuat cokelat valentine.. agak terlalu manis >.<…

….Kencan Pertama dengan changmin Oppa…cihhuuuuyy….

….HHuuuaaaa… Oppa Menyatakan cinta….

….Saranghaeyo Changmin Oppa yeongwonhi jeongmal yeongwonhi….

….PoPo… changmin oppa…  mmmmuuuaaaaahhhhh…

……………………….

………………………..

………………………..

Sampai pertengahan buku harian nada hanya kebahagiaan yang nada tulis, ada sedikit rasa cemburu di hati onew,,

Sampai akhirnya ia membaca 3 halaman terakhir…

Dear diary,

Changmin oppa berjanji akan memberiku seikat bunga mawar, jika aku lulus ujian tahap akhir ini..

Huuuwwwaaaaa… seneeeeeng…. ><

Harus semangat…

Aca aca fighting…

Hihihi….

Saranghaeyo oppa…

(haengbok)

Dear diary,

Pengumuman hasil ujian besoookk…

Ga sabarrrrrrrrrrrrrrrr……

Oppa, doakan aku ya..

mmm….

Tadi sewaktu oppa antar aku pulang dy memelukku errrrrrraaaaaaaaaatttt sekali =) =) =) tapi entah kenapa raut muka nya sediihhhh……. =( =(

Oppa.. dagomal soksagimeun..

I love you everyday………

Dear diary,

Aku ga tau harus bagaimana?? Kenapa oppa pergi secepat ini??

Harus nya aku ga menyuruh nya untuk ketemu di halte bus..

Harusnya aku ga usah sms dy..

Harusnya aku ga ikut ujian itu..

Semua salah ku..

Oppa.. miaan…

Tuhan, kenapa secepat ini oppa pergi??

Kenapa secepat ini kau ambil dia dariku…

Oppaaa…..

Miannn…

Aku ga tau sejauh apa aku bisa bertahan…

aku ga tau..

andai aku bisa memilih, lebih baik saat itu aku yang pergi..

oppa….

Saranghaeyo oppa……

Onew menutup buku harian nada, tampak air mata disudut matanya..

Ia baru tau sekarang betapa nada sangat terpukul atas kematian pacarnya, dan itu baru terjadi  2 minggu yang lalu..

onew akhirnya sadar, mengapa nada menjadi sangat pemurung dan tertutup,

ia terus memikirkan nada sampai akhirnya ia ketiduran

Kibum pulang ke rumah dengan lunglai, hari ini sangat panas, dan ia merasa dehidrasi, ia melihat mobil onew ada di parkiran *kibum: ohh.. onew hyung sudah pulang tampak nya..

Kibum masuk kedalam rumah tanpa bersuara, ia ingin mengagetkan onew, namun dilihatnya onew sedang tertidur disofa, diurungkan niatnya.

Matanya tertuju pada buku berwarna ungu yang tergeletak dipaha onew, karena penasaran kibum mengambil nya dan mulai membacanya selembar demi selembar.

Kibum terdiam lama sekali…

ia merasa malu pada dirinya sendiri, ia merasa terlalu banyak mempermainkan hati seseorang, tidak berkomitmen terhadap suatu hubungan, sering memutuskan pacarnya jika ia bosan, mendua, berselingkuh,,,,sedangkan nada mampunyai pacar dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa ada setitik noda pun dalam hubungan nya, menjaga komitmen, bahkan sampai akhirnya oppanya meninggalpun, rasa sayang nada tidak berubah.. kibum merasa sangat tidak berharga,,

“Yaaaa!!! You Punk!!! Apa yang kamu lakukan…” onew terkejut melihat kibum disampingnya sedang memegang buku harian nada.

Kibum diam saja.. onew langsung mengambil buku itu dan berdiri.

“ kibum!!! Jangan beritahu siapa-siapa tentang ini, anggap saja ini tidak pernah terjadi..” kata onew pelan..

Kibum masih merenung..

******************

Taemin melihat sisa uang di dalam dompetnya, bibirnya cemberut memikirkan bahwa uangnya tidak akan cukup untuk biaya hidup sampai akhir bulan, ia mencari-cari cara untuk mendapatkan uang tambahan  dengan kerja paruh waktu,  walaupun hidup di jeju tidak semahal hidup di seoul, namun tetap saja dengan uang taemin yang ada sekarang tidak bakalan cukup sampai akuhir bulan.

Di jeju ia sulit mendapatkan kerja part time, ia sudah mencoba melamar di beberapa restoran dan toko baju, namun tetap saja ia ditolak.

Saat ia sedang berjalan di pusat pertokoan ia bertemu dengan nada,

“ Yaaa!!! Park Nada!!! Sedang apa kau disini??” sapa taemin

Nada tersenyum, “ aku sedang mencari kerja part time ..”

“ wahh.. kita sama….. ku juga sedang mencari pekerjaan part time nada,, tapi di jeju sulit sekali mendapatkan kerja part time..” kata tae min.

“ mmm kau mau ikut dengan ku?? Temanku menawarkan pekerjaan di toko kue milik pamannya, mereka membutuhkan 2 orang tenaga kerja , namun gaji nya tidak begitu besar, hanya 20.000 won per minggu.. bagaimana??” kata nada menawarkan.

“ yaaa..!!! aku mau.. cool..” kata tae min senang.

Sesampai nya di toko kue “ KARA” taemin dan nada langsung masuk, ia berbicara dengan salah satu pelayan.

“ annyeong, saya park nada mau ketemu dengan tuan kyuhyun, untuk interview berdua dengan teman saya tae min, kami sudah ada janji.” Kata nada

“oh silahkan masuk ke pintu yang tulisan nya _manager_ “ kata pelayan nya ramah.

“kamsa hapnida…” taemin dan nada menjawab berbarengan.

Tae min dan nada masuk bersamaan, mereka terkejut bahwa tuan kyuhyun masih sangat muda, mungkin hanya berbeda 3 atau empat tahun dari mereka.

Setelah kurang lebih 45 menit mereka diwawancara, akhirnya manager kyuhyun bilang bahwa mereka tinggal menunggu di tlp saja, kira-kira 3 hari lagi.

Dalam perjalanan pulang..

“ terima kasih ya nada… nunnaa.. gomawo…”

Nada hanya tersenyum,

Sesampainya di rumah, taemin tidak pernah pergi jauh-jauh dari HP nya, Ia menunggu tlp dari manager kyuhyun.

“ sampai kapan kamu mau menggantungkan hp mu di leher taemin??” kata minho..

Namun taemin hanya tersenyum tidak menjawab minho

Tak lama kemudian tlp taemin berbunyi

“annyeong haseyo..?”

“ndeee…”

“ kurochi???”

“ ndeeee…”

“araiseyo…”

“kamsahapnida, kamsahapnida..”

Tae min menutup HP nya, ia berteriak kepada nada yang sedang mencuci piring..

“Nada…! Kita berhasil..”

Nada tersenyum sambil mengacungkan ibu jari nya kepada taemin.

******************

Entah kenapa dada onew belakangan ini selalu berdebar jika berada di dekat nada.

Jika dahulu debaran yang ia rasakan saat pertama kali bertemu nada hanyalah karena sekedar simpati, namun kini yang onew rasakan 1000 kali lebih kuat,

Ia mulai suka mencari kesempatan untuk berdua dengan nada, entah itu minta tolong untuk membuatkan super (jika weekend biasanya nada tidur agak malam), tentu saja dengan ditemani onew, minta tolong untuk diajarkan cara mencuci baju, minta tolong untuk ditemani belanja bulanan, dan nada biasanya tidak pernah menolak.

Nada masih seperti saat ia pertama kali bertemu, pendiam, dan tertutup, namun sifat pemurungnya sudah banyak berkurang, akhir-akhir ini nada lebih banyak tersenyum.

Pernah suatu kali saat mereka sarapan, jonghyun menceritakan lelucon kepada nada, dan nada tertawa terbahak-bahak, saat melihat nada tertawa, onew tersedak.

Hari ini saat pulang kuliah onew melihat nada berjalan sendirian menuju halte,,

“Nada..!Park Nada!! “ seru onew sambil mengejar nada.

Nada berhenti sebentar dan menengok kebelakang.

“ Yaaa! Nada.. kamu mau pulang??” kata onew sambil menyamakan langkah dengan nada,

“ iyaa oppa.. “ sahut nada pelan.

“ kita pulang bersama ya..” kata onew

“memang oppa tidak membawa mobil??” Tanya nada

“ dipinjam jonghyun, mau mengantarkan yui berbelanja katanya..” terang onew

Nada tersenyum…

Sesampai nya di halte ternyata sudah begitu padat, banyak mahasiswa yang pulang dengan menggunakan bis,

“ kamu mau naik nada?? Sepertinya penuh sekali…” kata onew

“ tunggu yang berikutnya saja yaa oppa..” pinta nada..

“ ok..” kata onew

Akhirnya setelah menunggu cukup lama datang bis yang sama padatnya, mau tak mau nada dan onew naik bis yang sudah cukup penuh ini,

Saat mereka menaiki bus, mereka didorong dari belakang oleh penumpang lain yang memaksakan diri untuk masuk, secara refleks onew merangkul nada agar tidak ikut terdorong, kembali dadanya bergemuruh.

Onew menuntun nada menuju pintu yang tidak terbuka,

“ disini saja nada, tidak bisa masuk lagi, terlalu penuh di dalam..” kata onew

Nada mengangguk, ia bersandar di pintu dan onew berdiri dihadapannya.

Dengan posisi seperti ini onew berusaha melindungi nada dari dorongan penumpang yang berusaha naik, satu tangan nya menahan tubuhnya agar tidak terjatuh, dilihatnya nada sedang memperhatikan dirinya.. saat mata mereka bertemu, kembali dada onew berdebar kencang. Ia sungguh –sungguh berharap bahwa nada tidak dapat mendengar detak jantung nya.

“ kenapa nada..” Tanya onew pelan,

“ gpp oppa.. hanya saja nanti kita turunnya bagaimana, hampir tidak ada ruang buat jalan..” kata nada..

“ mmmm,,, itu juga yang dari tadi aku pikirkan nada…” gumam onew

Nada tersenyum.

Tiba-tiba bis berhenti mendadak, onew kehilangan keseimbangan dan ia terdorong ke arah nada.

Waktu seakan berhenti bagi onew, ia dapat merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir nada, strawberry mint rasa bibir nada, manis dan lembut.. ia berharap waktu berhenti untuk selamanya.

Nada membeku, ia tidak menyangka bibir onew menyentuh bibir nya, dadanya sesak pikirannya kacau..

Nada mengerjapkan matanya, onew cepat-cepat menarik wajahnya dan berdiri tegak..

Wajahn onew merah padam. Dadanya seakan mau meledak, masih terasa rasa strawberry mint di bibirnya..

Sementara itu nada langsung menunduk, mukanya terasa panas..

“mi.. mianhae nada.. aku tidak sengaja..” bisik onew pelan namun nada hanya menunduk.

TBC

*************

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)

SOUL

Author: Mikan_Magnae

“key key key, gwenchana, key ironaa~” jonghyun masih mengguncang-guncangkan tubuh key yang masih tidak sadarkan diri.

“hyung bawa saja ke rumah sakit” minho terlihat panik. Dan langsung saja jonghyun menyetujuinya dan mereka langsung menghubungi ambulans.

~Hospital~

“apa yang terjadi pada hyung” taemin datang dengan setengah berlari dan ia masih mengenakan seragam sekolahnya.

“sepertinya dia terlalu kecapekan akibat syuting reality show tadi” terang jonghyun.

“ganti pakaianmu sana” perintah onew dan taemin keluar ruangan untuk menelpon ommanya.

Dan ketika taemin sedang menelepon ommanya key pun bangun.

”ah hyung aku kenapa” tanya key.

”kau pingsan” jawab onew dan jonghyun bersamaan.

”kepalaku sakit” key memegang kepalanya yang masih pening.

”kau tidur dulu, sepertinya kau akan menginap disini hari ini, untuk beberapa hari lagi” terang onew.

”manager juga sudah tau kok” imbuh jonghyun.

”ne hyung gomawo”

~~~~

”kibum, omma pulang dulu yah besok omma akan bawakan baju-bajumu” omma key berpamitan pada key untuk pulang.

”kau tidak takutkan sendirian?” imbuh omma.

”omma aku sudah besar, sudahlah aku tidak takut” key menenangkan ommanya.

”baiklah omma pulang sampai jumpa besok” omma keluar ruangan. Dan sekarang tinggal key sendiri didalam kamar inap VIP yang lumayan besar. Key merasa angin bertiup amat aneh bulu kuduknya semua berdiri. Key melirik jam di dinding sekarang menunjukkan pukul 11 pm. Dan dari luar terdengar suara orang mengetuk pintu

”nu nu nuguseyeo?” key semakin ketakutan.

KREKKK

”hai” ternyata ada seorang yeoja berbadan kecil dan amat kurus kira-kira masih berusia 13 tahun, rambutnya dipotong bob *mirip jandi deh* dan memakai pakaian yang lusuh. Key merasa lebih tenang karena malam-malam begini dia memiliki teman.

”nuguseyeo?” tanya key ramah.

Yeoja itu masuk ke dalam kamar key dan tanpa dipersilahkan duduk dia sudah duduk disamping key.

”kim cha nun imnida, lahir pada saat turun salju” tiba-tiba yeoja itu memperkenalkan diri, key berfikir mungkin cha nun itu salah satu shawol.

”heem kim kibum aka key imnida” jawab key sembari tersenyum.

”key, nama yang aneh ya. Kau orang baru kan? Aku baru melihatmu hari ini” kata cha nun.

” iya aku baru masuk hari ini, hoe kau tidak tahu aku?” key merasa kesal karena cha nun hanya menggelengkan kepalanya.

”sudahlah, aku tadi pingsan karena kelelahan kau sendiri sudah berapa lama dan kenapa?” key semakin penasaran pada cha nun itu.

”aku? Aku sakit kanker hati lihat wajahku pucat kan” cha nun menunjukkan mukanya yang ternyata memang pucat, key merasa simpati ada yeoja ini karena penyakitnya.

”aku baru seminggu kok disini, aku tidak suka dikamarku karena disana ada banyak kenangan pahit, dan sangat menyeramkan kabarnya ditempat ku itu adalah tempat korban pembantaian tentara jepang. Jadi aku sering berkenalan dengan para pasien disini” tambahnya sambil menakuti key dan key terlihat ketakutan juga.

”bajumu kenapa amat lusuh begitu?” key menunjuk baju cha nun.

”oh ini, aku bukan orang kaya jadi hanya bisa pakai baju seadanya. Tapi aku yang mencucinya sendiri loh” kata cha nun bangga.

”mana keluargamu” cha nun celingukan.

“sudah pulang” jawab key.

“hem, kau tidur saja deh, besok aku main lagi, sudah ya” cha nun keluar dari kamar key.

’gadis yang aneh, kenapa dia tidak tahu aku yah. Apa aku tidak begitu terkenal, namanya pun tak kalah anehnya dengan sifatnya’ pikir key dalam hati.

~~~~~

Key merasa sinar matahari membuatnya harus bangun. Dan ketika membuka mata key sudah melihat cha nun berada di hadapannya dan itu membuatnya kaget.

”hey sejak kapan kau disitu” kata key masih mengelus dadanya karena kaget.

”hihihi kau kaget yah, sudah dari tadi kok. Kau tidur lucu sekali mirip dongsaengku, ah rindunya di sekarang seperti apa yah” cha nun terus berbicara sedangkan key sudah merasa terbiasa dengan yeoja cerewet ini.

”ya cha nun, bisakah kau diam sebentar dan bantu aku berdiri” key merasa terlalu letih untuk berdiri.

”hey kau panggil aku noona! Kau itu masih kecil tau!” gerutu cha nun sambil menolong key untuk ke kamar mandi. Setelah berada di kamar mandi key memanggil cha nun

”ya cha nun ambilkan aku pasta gigi donk” kata key dari kamar mandi tetapi tidak ada balasan dari luar kamar mandi.

”ya cha nun!!tolong aku ambilkan pasta gigiku”

”permisi saya suster” terdengar suara dari dalam kamar key.

Key keluar untuk memastikan siapa dia, dan ternyata seorang suster. ”permisi tuan saya ditugaskan meuntuk mengecek kesehatan anda sekarang” kata suster itu.

”aha saya baik tapi sedikit pusing” jawab key didepan pintu kamar mandi sambil melirik kearah kamar mandi.

”ah maafkan saya tuan, silahkan lajutkan. Saya pergi dulu” suster tersebut langsung pergi setelah menanyakan keadaan key. Selesai membersihkan muka key kembali di ranjangnya.

”hai” sapa cha nun di balik pintu luar.

“YA! Cha nun kemana saja kau!!” key merasa jengkel padanya.

“mian mian, aku hanya pergi sebentar karena mau cuci muka juga hehehe” cha nun hanya tertawa.

”itu aku mau tanya, kenapa aku harus memanggilmu noona kenapa?” key masih penasaran

”umurmu berapa” imbuh key

”15”

”mwoo!!tapi tidak kaget juga sih kau terlihat masih kecil” ujar key.

”terserah saja lah” cha nun kembali duduk di sebelah key.

”kau sekarang ceritalah” cha nun menyuruh key bercerita.

”aku? bercerita apa? Aku masih pusing” key malas bercerita, entah kenapa key merasa begitu santai dengan cha nun.

”apa sajalah tentang teknologi saat ini, tentang kehidupanmu, keluargamu, teman temanmu” sambung cha nun.

”kau saja lah aku sedang tak ingin bercerita” key malah memaksa cha nun bercerita.

”baiklah, mulai dari mana” tanya cha nun.

“kau bilang aku mirip adikmu, sekarang ceritakan adikmu” kata key.

Wajah cha nun langsung sedih tetapi ia tetap bercerita.

”aku amat rindu dia, sudah lama tidak berjumpa, mukanya sekarang pasti sudah berubah” tiba-tiba cha nun menghentikan pembicaraan dan langsung lari keluar.

”ya cha nun!!mau kemana” key berteriak tetapi cha nun tidak menghiraukannya. Dan pintu pun terbuka ternyata anggota SHINee datang minus taemin karena harus sekolah.

”kalian, apa kalian melihat seorang keluar dari kamarku tadi?” tanya key pada yang mereka.

”aniyo” jawab minho, onew dan jonghyun bersamaan.

”waeyeo?” tanya minho

”ani ani” jawab key.

”ada kabar bagus besok kau boleh pulang” kata onew

”oh” jawab key lemas.

”kau kenapa sih?” jonghyun penasaran dengan temannya itu.

”aniyo” jawab key semakin lemas.

~~~~~

“hai aku kembali lagi” cha nun memasuki ruangan key.

“kau kemana saja sih, ini sudah malam tau aku mau tidur” kata key ketus, key marah karena tiba-tiba dia keluar tanpa ijin.

“mian aku tadi keluar tanpa ijin, itu karena aku lupa kalau harus chek up” key merasa cha nun bisa membaca pikirannya.

“besok kau keluar bukan?” Tanya cha nun yang sudah ada di sebelah key.

”iya” jawab key sambil menghidupkan tv yang ada di depannya.

”hemm pasti senang, bisa bertemu keluarga lagi, kalau aku tidak bisa” kata cha nun menunduk. Key merasa kasihan pada cha nun.

”aku akan sering main kok” kata key sambil menepuk pundak cha nun.

”hehehe tidak usah, kau mau mengunjungi kamarku untuk terakhir kali?” kata cha nun.

”baiklah besok saja yah sekarang sudah malam” kata key ramah.

”kalau kau mengunjungiku hari itu aku juga akan bertemu keluargaku” muka cha nun langsung berbinar-binar.

”kau besok akan keluar dari sini juga?” tanya key kaget.

”yup, besok yah ke kamarku?” cha nun sudah mulai berdiri dan ia berjalan menuju pintu keluar lalu menoleh dan tersenyum pada key lalu pergi ke kamarnya.

~resepsionis~

”aku mencari anak yang bernama kim cha nun” key bertanya pada sorang resepsionis.

”maaf tidak ada..” belum sempat mendengarkan penjelasan resepsionis, key merasa ada yang memanggil ternyata cha nun berdiri di balik tembok memberi isyarat agar mengikutinya.

”maaf tidak perlu” key langsung berlari mengikuti cha nun.

~di taman~

Mereka berdua duduk di sebuah bangku yang membelakangi gedung rumah sakit.

”kau sudah bertemu keluargamu?” tanya key.

”belum, aku menunggumu untuk mengunjungi kamarku agar aku bisa menunjukkan padamu dimana kamarku.” kata cha nun sembari tersenyum.

”dimana?” tanya key

”di……..”

”oh disitu baiklah, lusa ada fanmeeting kau mau lihatkan ini tiketnya VIP loh, sudah saatnya aku pulang dulu yah, aku pasti akan menjengukmu” saat berpamitan dan muka cha nun berubah menjadi amat sedih.

”kibum~ah hari ini kau sudah janji” key merasa baru bertama kali dia memanggil namanya dan key hanya bisa tersenyum.

~fan meeting~

Saat semua fanmeeting berlangsung key mata key menyisir setiap bangku vip untuk mencari cha nun ternyata bangku yang dia pesan untuk cha nun kosong, dan key amat kecewa.

Saat acara berlangsung key melihat seseorang yang amat mencolok berpakaian yang amat dia hafal yaitu memakai baju pasien dan ternyata dia cha nun yang sedang berdiri di pojok belakang ruang fanmeeting dekan pintu exit cha nun melambaikan tangannya dan key membalasnya dengan lambaian tangan juga diikuti teriakan para fans.

Itu cukup membuat key tidak murung saat melangsungkan fanmeet. Seusai acara key melirik kearah tempat cha nun berdiri dan ternyata dia sudah pulang. Tapi dia merasa lega ternyata cha nun datang juga.

~key home~

”kibum ku” seorang haraboji langsung memeluk key ketika dia baru dating untuk istirahat akhir pekan bersama keluarganya.

“haraboji! Ada angin apa kemari” sambil membalas pelukan harabojinya.

”hahaha kau sudah besar ya ayo masuk” haraboji menarik tangan key.

”hari ini kenapa haraboji kemari, omma?” tanya key pada ommanya ketika berada di dalam kamarnya.

”ooh appa ingin mengunjungi makam noonanya” jawab ibu.

”noona??kupikir haraboji tidak punya noona” key semakin penasaran.

”ada kok, dia memang noonaku” haraboji berbicara sambil berjalan menuju key dan ommanya lalu duduk diranjang key.

”dia noonaku yang telah meninggal akibat perang melawan jepang” haraboji langsung berwajah muram.

”dia meninggal saat berusia 15 tahun, mayatnya hingga saat ini belum ditemukan” haraboji masih meneruskan ceritanya. Ternyata noonanya…

HOSH HOSH HOSH…

”a a aku ingin bertemu dengan cha nun, kim cha nun! PALLI!!!” bentak key dari ruang resepsionis sambil terengah engah.

”maaf tuan tidak ada yang namanya kim cha nun disini” kata resepsionis itu dengan bingung. Key langsung berlari kearah kamar yang diberitahu cha nun.

Key berdiri mematung ternyata kamar tersebut tergantung kata ”JANGAN DIBUKA” dan ada sedikit peringatan tentang kamar ini yang tidak pernah dibuka sejak penyerangan tentara jepang di rumah sakit ini. ”ternyata kau bohong ya” key tidak sadar telah menangis.

~1 minggu kemudian~

”ternyata selama ini yang sudah mendengar suara tangis seorang yeoja berasal dari kamar yang terkunci peninggalan jepang, dan ini berasal dari rumah sakit tempat hyung dirawat hiiiiiy” suara taemin terdengar ketakutan ketika membaca koran pagi ini.

”hyung kau tidak mendengarnya, aku dengar lho” taemin bersembunyi di balik punggung minho.

”benarkan hyung?” taemin bertanya pada minho.

”haish kau ini penakut sekali” minho berusaha melepaskan diri dari taemin.

”hyuuung~” rengek taemin dengan muka inocent.

”tidak ada yang menyangka ternyata kamar kosong itu ada seorang mayat yeoja” kata onew, dan key hanya bisa diam saja.

~~~~

Keadaan rumah key menjadi ramai akibat ditemukannya mayat seorang yeoja itu yang tidak lain adalah noona dari haraboji. Haraboji terlihat sedih sekaligus senang, dia sedih karena ternyata noonanya selama ini tidak dikubur secara layak, dan senang karena ia bisa berjumpa dengan noonanya selama hampir setengah abad berpisah meski dalam keadaan tidak bernyawa sekalipun.

”kamsahamnida kibum~ah” berkali-kali haraboji memeluk dan mencium key karena key dapat menemukan noonannya yang selama ini telah lama hilang.

”aku hanya mimpi aneh tentang seorang yeoja dan ternyata dia noona haraboji” kata key berbohong.

Disana juga ada anggota SHINee yang datang untuk memberi semangat pada keluarga  key.

”ternyata dia halmoni hyung yah maaf hyung” ujar taemin sedih.

”iya” kata key. Dan mereka semua member SHINee memberi semangat pada key yang masih murung.

~key POV~

’Hari ini aku memberanikan diri berjalan sendirian mengelilingi ruang-ruang dirumah sakit ini. Meski semua mata memandangku aku tetap saja berjalan melihat-lihat. Ternyata selama ini kau menunggu seseorang untuk menemukanmu kan cha nun, ah bukan maksudku halmoni’ sambil berjalan aku telah sampai di taman tempat kita terakhir berbincang.

Aku mencoba mencerna cerita yang diceritakan oleh haraboji tentang noonanya.

~saat haraboji bercerita~

Dulu ketika perang terjadi noona sedang menderita kanker yang parah, dia meninggalkan keluarga untuk berobat di seoul. Saat itu perang sedang bergejolak, seluruh keluarga sedang bingung dan cemas tentang keadaan di rumah sakit yang kabarnya telah diduduki tentara jepang dan berubah menjadi gudang senjata. Seluruh keluarga yang ingin menyelamatkan noona pergi ke seoul untuk menjemputnya. Ternyata ketika kami disana kami mendapat kabar seluruh pasien rumah sakit tersebut telah dievakuasi. Saat itu bersyukurlah kami semua, dan kami pun menuju tempat evakuasi.  Kami  mencari kesana kemari tetapi hasilnya nihil. Selama lebih dari 5 tahun kami mencarinya dan ternyata noona dinyatakan hilang dan meninggal. Betapa sakitnya hati ku saat itu kehilangan noonaku satu-satunya, saat itu meski aku masih berusia 9 tahun aku sudah bisa merasakan hal-hal yang orang dewasa rasakan. Omoni ku tidak berhenti menangis dan berdoa agar noonaku masih selamat dan bisa pulang. Tetapi itu sia-sia saja sampai sekarang noonaku tidak pernah datang lagi, betapa aku sangat menyayangi noonaku yang sangat baik dan berumur pendek itu.

~key POV~

Haraboji bercerita sambil tak henti-hentinya menangis dan memanggil-manggil noonanya. Kali ini aku telah sampai di bangku itu, aku duduk disana dan memejamkan mata sambil menikmati angin sore ini dengan tenang sambil berpikir tentang cha nun.

’itukah alasanmu agar aku memanggilmu noona, begitu rindukah kau pada dongsaengmu? Kau ingin aku menemukanmu agar kau bisa bertemu dengan omoni dan abojimu bukan? Mungkin kah kau sangat ketakutan saat itu sampai-sampai kau bersembunyi di bawah lantai kayu dan terkunci didalam sana kedinginan, dan sendirian hingga akhirnya kau meninggal? Begitu banyak yang ingin ku ketahui tentangmu. Dan apa kau percaya aku hampir menyukai noona dari harabojiku? Itu sangat lucu, dan begitu ironis sekali’ air mataku tidak berhenti bercucuran ketika aku membuka mata ternyata ada seseorang yang selalu membuatku kaget dia berdiri diantara dua pohon yang berada jauh di depanku.

”cha cha nun?” aku tidak percaya dengan apa yang kulihat.

”gomawo, sudah menjengukku dan menyukaiku. Aku sudah menemukan keluargaku sekarang termasuk bertemu kang nun dongsaengku” dia terlihat begitu bahagia dan pergi menghilang diikuti oleh terbenamnya matahari.

”terima kasih kim kibum na do saranghae” suara cha nun masih bisa ku dengar.

”ne halmoni” kata key mengusap air matanya dan pulang dengan hati yang lega karena dia bisa melihat orang yang paling dia sayangi setidaknya untuk terakhir kalinya.

THE END

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please