Love Or Friends – Part 2

Author: Kim Yoora

Annyeong readers!!
We are comeback!!
Daripada banyak basa-basi, mending baca ajah ya ff.nya….
SELAMAT MENIKMATI!!

INTRODUCE:

Kim Soo-yun

Kim Yoora

Kim Jonghyun

Lee Taemin

Shim Changmin a.k.a Shim Songsaenim

*SOO-YUN SIDE*

Aku terus saja melihat punggung Taemin yang semakin lama semakin menjauh dariku..

Aish… Ayolah Soo-yun!! Kau harus berhenti memikirkannya!!

Dengan langkah lunglai, aku berjalan mengelilingi sekolah tanpa tujuan.

Tiba-tiba pandanganku menuju seorang lelaki yang sedang murung di lapangan basket.

Itu kan Jonghyun!!

Namanya Kim Jonghyun. Dia adalah sahabatku sejak SMP. Dia merupakan anak yang asyik, pandai berbicara, dan lumayan……keren.. hhe..

Ada apa ya dengannya?? Mengapa dia tak bercerita padaku kalau ada masalah??

Akhirnya, aku memutuskan untuk menghampirinya di lapangan basket.

“Jonghyun!!” panggilku. Tapi, ia tak menoleh sedikitpun.

Aku memutuskan untuk duduk di sampingnya. “Kenapa kau tak menoleh saat kupanggil??” tanyaku. Dia tak menjawab pertanyaanku. Sepertinya, dia menganggapku tidak ada. Sejak kapan aku menjadi arwah gentayangan?

Tiba-tiba Jonghyun pergi begitu saja. Anak ini!!! Ada apa sih dengannya??

“Jonghyun!! Apa kau ada masalah??” teriakku. Dia tak menoleh ataupun menghentikan langkahnya. Itulah yang membuatku jengkel saat ini. “Jonghyun!!” teriakku lagi sambil berlari mengejarnya

Saat aku sudah berada di dekatnya, langsung saja kutarik lengannya. Mencegah kemungkinan dia kabur lagi. Tapi, di luar dugaan, ia mendorongku dengan kasar.

“Jangan ganggu aku!! Kau ini menyebalkan tau!!” teriaknya sambil berlalu.

Aku terpaku.

Hah!! Apa-apaan ini!!

Yach! Walaupun ia menjengkelkan, tapi, ia tetap sahabatku. Harus ku cari tau!!,pikirku.

Mumpung waktu istirahat masih lama, aku memutuskan untuk mengikuti Jonghyun

*JONGHYUN SIDE*

Aku memasuki gedung olahraga. Aku tau, Soo-yun sedang mengikutiku. Auranya sangat terasa. Dia memang tak pantas menjadi mata-mata.

Di gedung olahraga ini, aku menunggu seorang yeoja. Yeoja itulah yang selama ini menghiburku ketika aku sedih. Ketika aku merasa sendirian. Ia selalu ada untukku. Tapi…aku selalu tak ada untuknya. Makanya, aku ingin bertemu dengannya di sini. Aku ingin, sekali saja ada untuknya saat ia ada masalah.

“Mana sih anak itu??” gumamku sambil melihat jam tangan yang entah keberapa kalinya.
Aku iseng-iseng saja menoleh ke arah belakang, tempat Soo-yun bersembunyi. Dan… yak!! Benar!! Soo-yun memang masih di sana. Di depan gedung olahraga. Dasar tuh anak!! Masih ga nyerah juga!!

“Jonghyun.. Aku… menyukai Taemin..”

Aaargh!! Sial!! Kenapa kata-kata itu terus berputar di kepalaku??, batinku sambil memukul kepalaku

.Soo-yun, kau….

“Jonghyun Oppa!!” teriak seorang yeoja sambil berlari-lari kecil ke arahku. Setelah ia sampai tepat di hadapanku, aku memeluknya.

“Jonghyun Oppa.. Kita sudah lama tidak bertemu yaa..” kata yeoja itu lagi. Aku tersenyum dan melepaskan pelukanku.

“Ne..ne… Tapi, kau lihat dong, bajumu. Berantakan, tau. Kau habis berlari dari kelasmu yaa??” tebakku. Yeoja itu tersenyum senang, lalu, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Hehe..ne.. Aku kan ingin bertemu Oppa. Habis akhir-akhir ini Oppa jarang kelihatan di sekolah, sih.” kata yeoja itu dengan nada manja. Aku mengacak-acak rambutnya.

“Mianh.. aku sibuk. Banyak yang harus kuurus sebelum kelulusan.” jawabku berbohong. Sebenarnya bukan itu yang membuatku jarang terlihat di sekolah. Tapi…

“Jonghyun… Aku sudah mulai dekat lho, dengan Taemin.. Seneng deh..”

Aaaargh!! Suara itu lagi!! Kenapa suara itu terus saja mengganggu hidupku, sih??

“Oppa…???” tanya yeoja itu khawatir karena melihatku yang melamun.

“Mianh..Mianh… Aku sedikit pusing.” kataku berbohong, lagi.

“Bagaimana kalau Oppa ke ruang kesehatan saja??”

“Tak usah.. Aku masih ingin berbicara denganmu..” kataku. Yeoja itu tersipu malu.

Aku berbohong. Aku selalu saja berbohong padanya.

Rasanya susah sekali mengatakan hal ini padanya:

‘Aku telah membohongimu selama ini..

Maafkan aku……

Yoora…’

*SOO-YUN SIDE*

Siapa perempuan tadi?? Siapa dia?? Sepertinya aku mengenalnya..

Perempuan itu bisa mengubah mood Jonghyun. Dari badmood menjadi lebih bersemangat.

Sumpah!! Jonghyun yang sekarang aku liat, beda banget sama Jonghyun 5 menit yang lalu. Beda banget!!

Apa yeoja tadi pacarnya ya??

Berbagai pertanyaan berkecamuk di hatiku. Aku sangat ingin mengetahui siapa yeoja tersebut. Sayangnya, aku tidak bisa melihat dengan jelas karena mereka membelakangiku. Dan yang sangat disayangkan lagi, bel masuk berbunyi.
AIGOO….!!!

&&&

*YOORA SIDE*

Sekarang pelajaran Bahasa Inggris. Pelajaran favoritku dan Soo-yun. Tapi, anehnya ia tak bisa berkonsentrasi. Ia telah beberapa kali menginjak kakiku dan menyenggol lenganku tanpa sengaja. Ia pun terlihat seperti orang tak waras. Berkali-kali ia memegangi kepalanya, entah karena stress atau apa. Aku tak mengerti.

“Soo-yun!!” panggil Shim songsaenim, guru favorit kami, pada Soo-yun. Soo-yun tak bergeming. Ia melamun.

“Kim Soo-yun!!” panggil Shim songsaenim untuk kedua kalinya. Aku menendang kaki Soo-yun.

“Ah..uh…mianhae..” kata Soo-yun lemas sambil membungkukkan badan. Ada apa dengannya??

“Sedang memikirkan apa? Konsentrasi dengan pelajaran dulu, ya..” kata Shim songsaenim  lembut.

“Baik. Sekali lagi mianhae…” jawab Soo-yun sambil duduk.

Pelajaran pun dimulai lagi. Aku melihat Soo-yun memukul-mukul kepalanya. Mungkin ia merasa bodoh sekali ditegur di depan banyak anak seperti tadi. Haha..

*SOO-YUN SIDE*

Dasar teman tak berperasaan!! Berani-beraninya mereka cekikikan setelah aku ditegur oleh Shim songsaenim!! Yoora!! Taemin!! Awas kalian!!

Duuh!! Pabo!! Harusnya aku lebih berkonsentrasi!! Ini kan pelajaran favoritku!!

Banyak sekali,sih yang kupikirkan saat ini…

Lee Taemin…

Kim Jonghyun…

Kalian sangat berarti bagiku.. tapi, kenapa kalian meninggalkanku?? Apa salahku??

“Ssst..” bisik Yoora.

Rupanya Yoora memberikan isyarat agar aku membaca secarik kertas yang ia berikan padaku.

Kenapa?? ada masalah??

Begitu isi suratnya. Mmm… rupanya Yoora perhatian juga ya. Kutarik deh kata-kataku kalau Yoora ga berperasaan. Dia baik kok.. hehe..

Ne… begitulah… aku hanya bingung dengan beberapa hal..

Setelah aku menulis kalimat tersebut, aku langsung memberikannya lagi pada Yoora.

Memangnya ada apa??

Entahlah.. aku hanya memikirkan saat kita lulus nanti..

Kau akan rindu padaku?? Hehe..

Aku menelan ludah setelah membaca isi surat yang terakhir. Rindu?? Rupanya anak itu ke-GR-an juga ya..

Tidak mungkin aku rindu padamu.. aku masih normal.. hehe..

Lalu aku menyerahkan kertas itu lagi pada Yoora. Kulihat Yoora cemberut setelah membaca suratku.

Aku kan tak mungkin mengatakan pikiranku saat ini pada Yoora. Aku takut, ia kepikiran nanti….

*AUTHOR SIDE*

Waktu pulang pun tiba….

“Aigoo… aku pusing sekali…” kata Soo-yun sambil memegangi kepalanya.

“Memangnya kenapa?” tanya Yoora polos.

“Gara-gara ulangan matematika tadi ya?? Iya sih. Ulangannya emang sulit. Aku aja sampe stress ngerjainnya.” kata Taemin.

“Ne.. Aku sama sekali tak bisa mengerjakannya.. Aku tak bisa berkonsentrasi.” jawab Soo-yun yang masih memegangi kepalanya. Yoora mengelus pundak Soo-yun agar Soo-yun tenang.

“Haha! Tenang saja.. Paling-paling nilaimu 5!!” goda Taemin diikuti jitakan Yoora dan Soo-yun.

“Kok gitu, sih?? Mentang-mentang kamu lebih pinter daripada aku!!” kata Soo-yun kesal sambil menelungkupkan kepalanya di meja.

“Iya, nih. Kenapa harus 5? Dia juga udah berusaha keras kok tadi.” bela Yoora. Soo-yun tersenyum karena ada yang membelanya.

“Aigoo.. jangan pada marah gitu, donk. Aku kan cuma bercanda.” kata Taemin agak khawatir. Ia tau, kalau Soo-yun dan Yoora sudah marah seperti itu, akan gawat, jadinya. Mereka kan sahabat. Kalau yang satunya diejek, yang satunya lagi pasti membela temannya itu. Ribet ah! Jadinya kan ga bisa bercanda..

“Ga lucu!!” kata Soo-yun dan Yoora bersamaan. “Kata-kata itu doa loh. Jadi, jangan ngomong sembarangan!” kata Yoora mengingatkan. Tumben nih anak alim, batin Taemin.

“Ya udah.. dapet 7 deh… Jangan marah yaa..” pinta Taemin lembut sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Soo-yun.

*SOO-YUN SIDE*

Nah, ini nih yang bikin aku makin suka pada Taemin. Senyumnya dan caranya memperlakukanku itu loh, bikin ga nahan!!!

Aigoo!! Sadar Soo-yun!! Sadar!! Taemin sudah mempunyai pacar!!

Duuh… si Taemin ini.. Bagaimana bisa ia bersikap lembut terhadap cewek lain yang notabene diam-diam menyukainya?? Aargh!! Ia kan hanya menganggapku sebagai seorang sahabat!! Pabo!!

*YOORA SIDE*

Apa Soo-yun menyukai Taemin??

Setelah Taemin mengacak-acak rambut Soo-yun, Soo-yun terlihat salting.

Kejadian-kejadian sebelumnya juga begitu…..

Waktu Taemin tersenyum lembut pada Soo-yun..

Waktu Taemin perhatian pada Soo-yun..

Waktu…………….

Tunggu!! Sepertinya bukan hanya Soo-yun yang aneh.. Tapi…. Taemin juga!!

Apa mereka saling menyukai?? Kalau iya, kenapa Taemin malah memilih berpacaran dengan Sun-hi??

Mereka itu kenapa sih??

*TAEMIN SIDE*

Aku tak bisa begini terus!! Aku harus menghilangkan perasaanku pada Soo-yun!

Taemin..kau itu bodoh sekali! Harusnya dari dulu kau menyatakan perasaanmu pada Soo-yun!!, kata suara hati kecilku.

Jangan! Kau tau kan kalau Soo-yun tak menyukaimu sama sekali. Ia hanya menganggapmu sebagai seorang sahabat, kata hatiku yang satu lagi.

Bisa saja kan, ia menyembunyikan perasaannya…, kata hati kecilku lagi.

Ia tak mungkin menyembunyikan perasaannya, ia kan sangat terbuka. Yach.. lebih baik dicintai daripada mencintai orang yang tidak mencintaimu kan??, kata hatiku yang satunya lagi.

Mungkin ini memang jalan yang terbaik…

–TO BE CONTINUE–

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

I Can’t Dead – Part 2

author : agneskey

main cast : Geunho, Key, Jonghyun, Minho, Yoona

other cast : Eun Suh, Jie Yaa, Taemin, Onew

mianhae kalo gaje ^^ part 3 segera menyusul, gomawo

~ ~ ~ ~ ~

~Geunho P.O.V~

“Geunho, bangun!!” teriak seseorang bersuara melengking. Aku tersentak bangun karna dia teriak di kupingku. Seorang anak bocah duduk diranjangku, ia memamerkan gigi-gigi susunya. Dia adik-ku, Yoona. Walaupun baru kelas 5 sd tapi otaknya udah kayak professor. Dia pinteeeerrr banget, hiperaktif, tapi anaknya menyenangkan.

“oh, ne” aku bangkit dan duduk. Berusaha mengumpulkan nyawa. Lalu aku melangkah menuju kamar mandi. Aku menjalani hariku dengan normal. Sekarang aku diadopsi keluarga yang cukup kaya di Daegu , Korea . Appaku bekerja sebagai asisten direktur disebuah perusahaan ekspor-import. Sudah hampir 3 bulan aku tinggal disini, aku cepat merasa akrab dengan mereka. Keluarga ini tak mengekangku sama sekali, mereka memberiku kebebasan bermain dengan teman teman asal tidak melebihi batas.
Selesai mandi dan siap dengan seragam sekolahku, aku turun menuju ruang makan. Sudah ada appa, umma, dan Yoona. Aku langsung melahap sandwich buatan umma.

“ini bekalmu, jangan lupa dibawa” umma menyerahkan tas bekal. Aku menggangguk karna tak bisa bicara, mulutku penuh dengan sandwich.

“yoona, ayo berangkat” ajakku “appa, umma aku berangkat” Yoona mengejarku yang sudah berjalan duluan. Setiap hari aku berangkat bareng adikku naik sepeda. Aku memboncengnya karna kami satu sekolah. Aku duduk dikelas 2 sma disebuah sekolah swasta. Gedung sekolah yang megah kumasuki, setelah memarkir sepeda, aku berpisah dengan adikku, karna kami beda gedung. Sekolah ramai sekali, seperti biasa, sekelompok anak perempuan menyoraki anak laki laki yang main basket. Headphone, langsung kupasangkan ditelingaku. Mengalun pelan lagu Fireflies-nya Owl City , kepalaku mengangguk angguk dengan sendirinya.

Kelasku terletak di lantai 3, perlu perjuangan setiap kali kekelasku. Lorong kelas ramai, sekali. Setelah menaruh tas dibangkuku, aku berjalan keluar kelas menuju atap sekolah. Biasanya pagi pagi masih sepi. Kuhirup udara segar ketika sampai diatas. Mataku membelak ketika menangkap sesosok bayangan sedang berdiri di pingir gedung dan membentangkan kedua tangannya. Aku berlari secepat mungkin,dan menarik orang itu dari belakang. Alhasil, aku jatuh bersamanya.

“bodoooh, kau ingin mati? Kalau mau bunuh diri jangan disekolah, lagi pula ini lantai 5, tak ada gunanya kalau kau melompat dari sini, kalau mau kau melompat dari lantai tiga puluh dua, biar kau puas” omelku masih dengan posisi miring, tiduran, dan memeluk pinggangnya.

“memang siapa yang mau bunuh diri?” Tanya namja itu. Sontak aku melepas pelukanku dan berdiri. Aku mengerutkan dahiku. Namja didepanku berdiri dan membalikan tubuhnya. “makanya jadi orang jangan sok tau” matanyaaa…… ah~ bagai air. Jernih sekali. Bulat, sempurna! Aku bengong. “hei, apa sekarang kau yang mati?”

“ah maaf, terus tadi kau ngapain berdiri disitu selain ingin bunuh diri?” aku berusaha berbicara judes, supaya bisa menyembunyikan perasaan tak karuanku. Tuhan, dia sempurna sekali. Matanya, garis wajahnya, cara bicaranya, semuanya.

“hanya menghirup udara segar” ia tersenyum lalu duduk. Aku ikut ikutan deh (hehe)

“begitukah caramu?? Aneh, sudah lupakan, sepertinya aku tak pernah melihatmu, kau murid baru?”

“iya, baru pagi ini aku pindah, Key imnida, aku kelas 11-C. siapa namamu?” tanyanya ramah. Kalau aku es, sepertinya aku akan meleleh.

“oh, Geunho imnida, kelas 11-A, senang berkenalan denganmu, Key” aku balas senyumannya dengan senyum manis punyaku

“kau adalah teman pertamaku, semoga kita bisa akrab” perkenalan singkatku dengan Key berakhir seiring bunyi bel tanda masuk kelas. Lapangan, kantin, langsung sepi seketika. Sebelum berpisah dengan Key, dia memintaku menemaninya berkeliling sekolah saat istirahat–ini kesempatan bagus. Dengan yakin aku meng-iyakan. Pelajaran dimulai ketika guru datang.

~ ~ ~ ~ ~

Kutepati kata kataku tadi. Aku berjalan berdua dengan Key berkeliling sekolah. Dia tidak tau kalau aku juga murid baru disini. Untungnya waktu hari pertama masuk sekolah ini, aku berkeliling jadi masih hafal xixi

Setelah puas berkeliling, aku makan bareng Key di kantin. Kami mempunyai banyak kesamaan, dari mulai hobi sampai makanan. Sepertinya aku akan benar benar merasa akrab dengannya (atau jatuh cinta?). Key orang yang menyenangkan, mudah diajak berbagi, memberi solusi, dan bisa diajak nge-gila bareng. Baru beberapa jam aku kenal dengannya, aku merasa sudah seperti sahabat. Huh, lagi lagi bel masuk menggangguku, padahal aku masih ingin bercerita tentang adikku, Yoona. Tapi dia bilang, pulang sekolah aku bisa melanjutkannya walau sebentar. Kembali kekelas………

“Geunhoooooo” teriak seseorang. Jonghyun. Namja yang rusuh dikelasku. Tidak! Lebih tepatnya paling rusuh

“mwo? Mau apa kau? Uang? Aku tidak punya uang, aku miskin” jawabku cepat dan memasang headphoneku lagi.

“eits, tunggu dulu” Jonghyun mecegahku memakai headphone “kau jatuh cinta sama si Key ya??” aku memutar kedua bola mataku.

“bukan urusanmu” kuambil headphoneku dari tangannya dan memasang ditelingaku

“aku cemburuuuuu, aku kan suka sama kamu” aku membuang nafas panjang. Beginilah jadinya kalau aku ketemu Jonghyun. Orang yang lebih gila dari adikku. Sejak pertama kali masuk kelas ini, dia bilang dia tergila gila padaku, setiap malam dia memimpikan aku. Lama lama aku bosan dengar semua itu. Memang sih dia ganteng, anak popular, siapa sih yang ga kenal Kim Jonghyun sang kapten basket? Semua cewe menyukainya, kecuali aku.

“gomawo Jonghyun udah menyukaiku, tapi aku tidak suka denganmu” lalu ku besarkan volume headphone-ku agar aku tak bisa mendengar suara si tuyul ini. Akhirnya dia pun pergi. Lagu Don’t Say goodbye-TVXQ sedang diputar di telingaku. Kepalaku mengangguk angguk seperti boneka yang ada di mobil (tapi bukan yang anjing)

~ ~ ~ ~ ~

“itukan adikmu, Geunho?” Tanya Key sambil menunjuk seorang gadis kecil yang membawa sebuah ember (apalagi ini ==’) aku mengangguk. Yoona menghampiriku

“Geunho, lihat, aku menemukan anak kucing kasihan sekali dia, boleh kah kita bawa pulang? Sepertinya dia terluka” Tanya Yoona dengan mata berlinangan air mata. Aku melongok kedalam ember itu, terbaring seekor kucing kecil tak berdaya. Aku iba melihatnya. Key yang ikut ikutan melihat, langsung mengambil ember itu dari tangan Yoona.

“hey, kau pencuri, kembalikan itu punyaku” teriak Yoona. Ia melompat lompat untuk mengambil ember itu tapi sayangnya Key lebih tinggi darinya.

“biar aku bawa kucing ini kedokter, kebetulan didekat rumahku adalah dokter hewan. Yoona, aku akan mengembalikan dia besok. Tenang, dia akan baik baik saja” Key tersenyum kepada Yoona “ah, aku udah dijemput, aku harus pulang, daaah~” Key agak berlari menuju sebuah mobil yang terparkir tepat didepan gerbang sekolah dan mobil hitam itu melaju pergi. Aku dan Yoona pulang karna kalau tidak kita bisa dimarahin umma.

Sepanjang perjalanan pulang, disepeda Yoona bercerita tentang bagaimana dia menemukan anak kucing itu. Selalu seperti itu -__- dengan sekuat tenaga ku kayuh sepedaku. Jangan salah, bocah yang satu ini berat sekali. Walaupun badannya kecil, tapi dia berat (aku ga ngerti kenapa bisa kayak gitu, entah dia berguru sama siapa)
Yoona langsung melompat turun dari sepeda ketika kami sampai. Appa sudah pulang kerja ternyata

“aku pulang” teriakku. Aku segera menuju lantai 2 untuk mandi. Jam menunjukan pukul setengah 5. cukup 15 menit aku mandi. Lalu aku turun untuk makan malam. Malam ini umma masak bulgogi, yum aku makan dengan lahap. Entah karna kelaparan atau emang masakan umma yang enak. Selesai makan aku kembali ke kamarku, untuk ngerjain pr dan belajar. Umma dan appa-ku selalu menyuruhku belajar walau hanya sedikit, yang penting aku bisa mengerti pelajaran itu. Mereka juga ga pernah memaksaku untuk belajar. Benar benar keluarga yang sempurna, apa aku siap untuk kehilangan mereka suatu hari nanti?

“Geunho” panggil seseorang. Aku menoleh kebelakang. Kupikir Yoona, tapi ternyata malah seseorang disana yang sedang melayang layang diudara. Minho . Ia bertingkah seperti biasa, mengambang diudara.

“waeyo?” tanyaku sambil melanjutkan pr ipa-ku

“aku hanya ingin memastikan bagaimana keadaanmu. Oya tadi aku lihat kau kenalan dengan seorang cowo yang namanya Key ya?”

“iya” jawabku cepat “kenapa?”

“hm, kau jatuh cintaaa dengannya” kata Minho dengan nada mengoda

“ah, jangan sok tau”

“itu benar, Geunho. Kau lupa? Aku adalah pangeran cinta pandangan pertama. Aku bisa merasakannya” Minho semakin menggodaku. Wajahku bersemu merah. Apa iya aku telah jatuh cinta dengan Key? Ah aku baru beberapa jam mengenalnya kok “cinta ga mengenal waktuuuu” kata Minho lagi. Percuma aku ngomong didalem hati. Minho pasti bisa tau.

“sudahlah, hm bagaimana keadaan Lovetophya? Aku ingin sekali kesana” aku berbaring di ranjang besarku. Minho masih melayang diatasku, ia menelungkupkan badannya.

“baik baik saja, tak ada yang berubah. Kau tau, orang tuamu sangat merindukanmu, mereka ingin kau bisa kembali ke Lovetophya dan hidup bersama mereka. Maka dari itu, mereka tak berhenti mencari cara untuk melepaskanmu dari kutukan Amandeus” tanpa kusadari, setitik air mataku menetes dan jatuh ke bantal. “hey hey, jangan nangis, aduh gimana ini?” Minho terlihat panik sekali. Ia paling ga bisa ngeliat orang nangis. Aku yang melihat tingkah kebingungannya malah ketawa “kau selalu saja seperti itu, setiap kali melihat aku kebingungan. Emang apa yang lucu sih?” Minho jadi kebingungan sendiri

“ahahahaha~ sudah lupakan! Aku juga kangen mereka, sangat. Hm tapi aku juga harus berjuang! Aku gaboleh jadi anak cengeng!” teriakku sembari menghapus air mataku “ Minho , bagaimana kabar penggemarmu di Lovetophya?”

“valentine kemaren aku dapet dua ribu empat ratus dua puluh delapan coklat-“

“aku sudah tau itu” potongku cepat. Aku terus menatap keatas, bukan menatap Minho , tapi menatap langit langit kamar.

“ada yang datang” pekik Minho . Sedetik kemudian dia menghilang, dan masuklah seekor gadis kecil dengan teleskop ditangannya. Yoona bilang katanya dia mau ngeliat UFO malam ini dari balkon kamarku–kamarnya dia ga ada balkonnya. Selain bereksperimen dengan benda benda bumi, dia juga bereksperimen dengan benda langit. Waktu itu dia memintaku mengantarkannya ke Seoul hanya untuk melihat replika UFO, replika!! Yah akhirnya aku mengantarnya juga.

“Geunho, katanya malam ini akan ada UFO” Yoona sudah berdiri di balkon dan siap dengan teropongnya. Aku berjalan mengahmpirinya dan duduk dibalkon.

“oh begitu ya? Yayaya” aku mengangguk angguk. Malam ini bintang lagi pada keluar menghiasi langit malam yang gelap “Yoona, pernahkah kau mendengar tentang Lovetophya?  Sebuah negeri diatas sana yang berisi dewa dewi cinta?” tanpa sadar kata kata itu terucap dari mulutku.

“aku tau, aku pernah mendengarnya, katanya disana begitu indah” Yoona yang masih kecil sudah banyak tahu ternyata “kau juga tau?”

“ga, aku Cuma mendengarnya dari teman temanku” jawabku asal “hey pr mu sudah selesai?” adikku mengangguk. Lalu aku berbaring dikasurku lagi. Headphone kupasang di telingaku. Mataku terasa berat ketika mendengan lagu Autumn In My Heart versi instrumental, dalam sekejap aku tertidur……


TBC

***

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)