The Name I Love – Part 1

Dua tangan yang bergetar mengingatkan aku tentang cinta yang sudah mendingin

Sekarang cinta itu menjadi mengerikan, aku tidak ingin menolakmu, tetapi aku baru menyadarinya sekarang

Tidak tahu bagaimana caranya mengahiri ini semua, Aku tahu bahwa aku tak akan bisa mencintaimu selamanya

Tuhan…… mungkin jika bukan karena kekejamanmu.. seseorang itu masih ada disini ..di sampingku.. tersenyum melihat aku yang sedang bercerita tentang aku dan dia… sekarang.. aku tidak tahu apakah dia di atas sana melihat aku dengan tersenyum atau menangis…

dulu.. inilah kisahku….

***

Anyeoong hasseyyoooo. .! Joneun Sun Yi imnida.Menurutku, aku adalah salah satu perempuan yang paling beruntung didunia, mempunyai sahabat sebaik Onew, kami memang sahabat tapi aku tidak pernah tahu dengan kehidupannya diluar sekolah, apalagi tentang kehidupan keluarganya, yang aku tahu ummanya telah meninggal satu tahun yang lalu, saat kita masih duduk di kelas sepuluh. Kadang kami memang tidak akur, tapi aku tahu dia sangat sayang padaku. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa hatiku selalu berdegup kencang  jika sedang menemaninya makan kotak bekal yang dibawanya sendiri dari rumah. Itulah salah satu keanehan dari seorang Onew, sahabatku itu. Setiap istirahat dia lebih memilih pergi mendatangi suatu tempat di belakang kelas kami dan memakan kotak bekalnya daripada datang ke kantin seperti para murid lainnya. Dan kadang aku selalu menemaninya makan jika aku sedang bertengkar dengan Minho Oppa. Minho adalah pacarku, baru satu bulan kita pacaran. Tapi aku sudah menyukainya diam-diam sejak aku masih duduk dikelas sepuluh. Sampai sekarang aku masih bingung, siapa seseorang yang telah memberikan nomerku pada Minho dan memberitahunya kalau aku diam-diam menyukainya. Mungkin dulu aku akan sangat berterimakasih pada orang itu karena dia, akhirnya aku bisa mendapatkan Minho . Tapi sekarang, aku merasa tidak lagi memilikinya.

“KKkyyaaa.. Naege… ngapain disini?”. Onew menoleh dan terkaget-kaget mendapatiku cengar-cengir menatap wajahnya.

“dasar Pabo!”Sun Yi menjitak Onew. “Kau sudah tahu kan  aku selalu datang kesini kalau lagi ada masalah sama Minho ”Lanjutku. Onew mengusap-usap kepalanya.

Untuk kesekian kalinya aku ke belakang kelas, aku kabur dari Minho yang sibuk ngobrol ma temannya, sifat cueknya malah lebih parah dari sebelum kita jadian. Buktinya aku udah disini aja, dia gak nyariin juga.

Diam-diam aku melirik isi kotak bekal Onew.

“masih hobby makan makanan kayak gitu?”.Kataku sambil nunjuk kotak bekal yang isinya lima lembar roti tawar yang bener-bener tawar tanpa ada sepolespun selai yang menempel.

“Wae? Sehat tau!”

“Sehat apaan? Kalo tu makanan emang sehat kenapa kamu sering ijin sakit?” tanyaku menatapnya.

“Makanya aku makan ini biar gak sakit! Kamu bertengkar lagi dengan Minho si playboy itu ?”. Tanya Onew tanpa menoleh padaku.

“Onew dubu! Sudah berapa kali ku bilang. Kau harus memanggilnya seperti itu ! Gak soppan!!”. Onew masih sibuk mengunyah rotinya. Dia memang seperti itu, selalu pura-pura gak peduli dengan setiap curhatanku. “Nee. .kenapa aku gak pernah nyambung kalau ngomong sama Minho ya..?”.Lanjutku sambil menerawang langit yang biru bersih

“Mungkin. .kamu kelewat Pabo! Jadi gak pernah nyambung kalau lagi ngomong sama Minho!”. Onew tertawa dan itu membuatku tersinggung.

“Dassar Dubu!”celetukku sambil mengembungkan pipiku yang udah tembem. ‘Plettaakk’. Onew menjitak kepalaku.

“Oneww. . .”. panggilku pellan. Perlahan aku meletakkan kepalaku diatas pundaknya “mmhhmm. .”. Jawab Onew seadanya.Dia menatap lurus kedepan.

“Apa Minho benar-benar menyukaiku?”.

“kalo emang dicuekkin ma Minho, kenapa larinya kesini lagi sih? kamu kan bisa curhat ma Ri rin…!”

“aku tidak menemukannya di kantin, lagi pula aku gak mau nyusahin dia terus!”

“Emang gak nyadar kamu nyusahin aku?”

“Nyusahin apa? selama ini kau selalu diam jika aku sedang curhat tentang Minho!”tanyaku masih menyender di pundak Onew.

“Tapi aku selalu mendengarkannya kan. .?”.

Sesaat keheningan terjadi. .

“Onew. .  . .kenapa selalu begini.?”. aku bangun dan menatapnya.

“maksudmu?”. Onew membalas menatapku.

“Minho yang selalu membuatku sedih tapi pundakmu yang selalu kubutuhkan.”

Onew tersenyum mendengarnya. “Kau jangan terlalu membutuhkanku. .!”.

“Waeyoo. .?”

“Aku tidak akan selamanya untukmu Sun Yi. .”.

“Apa kau sudah mempunyai pacar. .?”. tanyaku khawatir dia akan meninggalkanku.

“Waeyoo. .? kenapa kau begitu takut aku tinggalkan? Apa jangan-jangan selama ini kau menyukaiku?’.Goda Onew. Dia mengerlip-ngerlipkan matanya.

Aku tersenyum dan serta merta menjitak kepala Onew. Satu kali! Dua kali! Tiga kali! Empat kal… .

“Kkyyaaaaaa.. sakit tahu! kamu tuh apaan sih? Aku kan cuman nanya!”

“Kalau nanya tuh yang normal dong!”

“Aaaiisssshh. .kau. . . .rasakan inni. . .!”. Onew merangkul leherku dan menariknya, lalu dia mencubit pipiku keras. Aku membalasanya dengan menjambak rambut Onew.

“Aaaaaiiggooo. . Dubu Pabo! Jangan mencubit pipiku. . .!”. Teriakku. Tapi Onew tidak peduli dengan ucapanku..

#######################

Aku tidak bisa merindukanmu, menunggumu membuat diriku lelah

Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, dan Aku tidak dapat menyadari ini semua

Nama yang aku cinta hanya satu dalam hidup ini

Telah menjauh dan menjauh dariku.

Kebahagiaan itu takkan ada yang abadi. Aku juga harus merasakan apa itu rasa sakit hati.

Panasnya terik matahari mendorong aku untuk cepat pulang. Aku dan Onew berjalan santai di koridor kelas.

“Yakin Minho nunggu di parkiran?”

“Emang biasanya kayak gitu kan?

“Tapi kan kata kamu tadi, di kantin kamu sempet ninggalin dia gitu aja. Tambah parahnya lagi dia gak sms kamu sama sekali.”

“Au ah! Makanya aku barengan ma kamu ke parkiran, biar kalo Minho emang marah sama aku, aku bisa nebeng sama kamu lagi!.”

Cengir aku yang lebih indah daripada cengir killernya Kibum Suju nongol *ngarepp*.Aku menggandeng tangan Onew yang manyun menambah babyface, kalo diliat dari atas menara namsan.

“tuh Minho..!”

Dari gerbang Onew nunjuk pake tangannya kearah Minho yang lagi berdua dengan Ri rin di parkiran, aku sedikitpun tidak curiga dengan mereka. Karena Ri rin adalah teman dekatku selain Onew.

“Oh iya.. yuk…!” kataku sambil narik tangan Onew.

“Aku tunggu disini aja!”

“O, ya udah! Beneran ya tunggu disini.”

Akupun meninggalkan Onew di gerbang. Tapi tidak jauh dari mereka berdiri langkahku berhenti saat Minho menarik kedua tangan Ri rin!. Ada rasa sakit disini. Aku menahan kakiku untuk melangkah dan mendengarkan apa yang akan Minho katakan.

“Ri rin. .saranghaeyo. .”. tangan kanan Minho mengusap rambut Ri Rin lembut.

“Mora guyo? kamu kan pacar Sun Yi. Kenapa kamu mengatakan seperti itu?”

Mataku membesar. Ri Rin terlihat bingung dan Minho memberikan senyuman termanisnya. Sekuat tenaga aku menahan untuk tidak menghampiri mereka,

“Anniiyo Ri Rin. .. Sebenarnya. .Aku tidak mencintai Sun Yi. aku hanya dibayar untuk menjadi pacarnya. .”

“Mwwoo. .?”. Ri Rin terkejut mendengarnya.

Dan aku? Bagaikan ada palu besar yang menghantamku dari belakang. Seketika mataku basah. Aku bergerak cepat mendekati Minho.

TBC

By : Ahn Neul Rin

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic