Little Story About My Life : My Brother Is Gengster [1]

Author: Alya

Cast :

Alya as Cho Ah Ra

Choi Ha Young

Kim Rae Hyun

All SHINee’s Members

Cho Kyu Hyun – Super Junior

Kim Young Woon – Super Junior

Hei, namaku Cho Ahra. Aku hanya seorang gadis biasa yang masih berumur 17 tahun. Aku tinggal bersama oppaku, Kyuhyun oppa. Kami tidak hanya tinggal berdua, tetapi ada juga 2 orang anak buah oppaku, Jonghyun oppa dan Key oppa. Orang tua? Hem, kedua orang tua kami sudah meninggal karena kecelakaan 10 tahun yang lalu. Ah, sudahlah. Aku tak ingin membahas tentang orang tuaku. Aku sedang ingin bercerita tentang kehidupanku, bukan saatnya untuk menangis mengingat almarhum kedua orang tuaku kan? Hehe :p

Yak, the little story about my life is begin, start from here…

Ah Ra POV

Aku berjalan santai di koridor sekolahku. Inginnya sih, ke kantin. Tapi mau makan apa ya? Kalau cuma duduk sih, gak seru! Ngeceng? No, no, no. Belum ada yang cowok yang menarik di sekolahku. Kalaupun ada, pasti sudah punya yeojachingu.

DEG!

Yaa! Kenapa perasaanku tidak enak? Aigooo~ pasti…. Pasti Kyuhyun oppa, Kyuhyun oppa ada disekitarku! Huh, jika aku sudah mulai merinding, pasti aku dapat merasakan ada Kyuhyun oppa disekitarku.

Aku melihat ke belakangku. Benar saja, itu Kyuhyun oppa. Aigooo~ eottokhae?

Kyuhyun oppa berjalan dengan gagah di koridor sekolahku. Spontan, semua temanku mundur menghindari oppaku seakan memberi jalan untuknya. Wajah mereka menampakkan wajah ketakutan. Bagaimana tidak takut? Siapa sih yang tidak mengenal seorang Cho Kyuhyun? Dia, adalah ketua geng motor “Naked Gun” 10 tahun yang lalu.

Biarpun Naked Gun telah bubar, tetapi semua orang tetap mengenal Cho Kyuhyun. Seorang yang cuek, sangar, sadis, bahkan kejam. Tidak ada yang tidak mengenalnya, yah kecuali polisi. Ia tidak berubah,  masih bermuka seperti itu. Huee, oppa semakin mendekat!

“Heh, anak kecil”, panggil oppaku ketika aku berusaha lari darinya.

“Eh?”, jawabku pura-pura tidak tahu sambil membalikkan arah menghadapnya.

“Ikut aku”, katanya sambil menarik kerah belakang blazerku. Walaupun aku ini adiknya, ia tetap kasar! Yaaa, walaupun ia terkadang baik padaku. Aku hanya berjalan mengikuti langkah cepatnya, dan kami berhenti di depan pintu, RUANG KEPALA SEKOLAH? Aigoooo~ pasti, pasti Kyuhyun oppa ingin bertanya tentang perkembangan belajarku.. Huaaaa!

Kami masuk kedalam ruangan itu. Ketika kepala sekolah itu melihat Kyu oppa, ia terkejut setengah mati. Hei songsaenim! Sebaiknya kau lari demi keselamatanmu!

“A, annyeong. Silahkan duduk. A, ada perlu apa?”, tanya kepala sekolahku gugup. Kyu oppa hanya menunjukkan wajah datarnya, lalu ia duduk. Aku lalu ikut duduk disebelahnya.

“Bagaimana perkembangan belajar Ahra?”, tanya Kyu oppa to-the-point. Kepala sekolahku hanya menelan ludah sebelum ia angkat bicara. Ia terlihat gugup. Songsaenim, sebaiknya kau jawab pertanyaan oppaku sebelum—

“Apa kurang keras saya berbicara? Saya tanya, BAGAIMANA PERKEMBANGAN BELAJAR AHRA?”, bentak Kyu oppa kasar sambil menggebrak meja. Oppaaaaaa! Kenapa kau selalu kasar sih?

“A, anu, itu, eng, Ahra, Ahra sekolahnya bagus, ia selalu mendapat nilai tertinggi, ya, ya, haha”, kata kepala sekolah gugup? Heee? Songsaenim, kau berbohong mengenai nilaiku!

“Perlihatkan semua nilainya”, pinta oppaku.

“Eng, tapi, tapi itu adalah dokumen sekolah dan Negara. Tidak bisa di—“

“SAYA BILANG, PERLIHATKAN!

Omona, jika Kyu oppa melihat nilaiku, pasti, hiks… Aku akan diceramahi olehnya semalaman… Kepala sekolahku pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah lemari. Ia mengambil tumpukan kertas, kertas daftar nilaiku pastinya. Ia memberikannya pada Kyu oppa. Mata Kyu oppa membelalak saat melihat nilaiku.

“35? Pelajaran matematikamu?”, tanya Kyu oppa. Mampus! Harus jawab apa aku?

“Eng, oppa, itu, itu aku,”

“Aaaah! Sudah ayo pulang!”, kata Kyu oppa lagi sambil menarik kerah belakang blazerku meninggalkan ruang kepala sekolah.

“Oppa, lepas! Aku bisa jalan sendiri”, bentakku padanya. Tapi ia tidak perduli. Ia masih menarik kerah belakang blazerku. Aku hanya  bisa pasrah mengikutinya. Ceramah apa lagi yang akan ia berikan nanti?

****

“35? Nilai apa itu?”, bentak oppaku saat kami sudah sampai dirumah. Saat ini, aku, Kyu oppa, Jonghyun oppa dan Key oppa sedang makan malam di sebuah ruangan sederhana. Tanpa kursi, hanya ada meja bundar berukuran sedang. Disinilah tempat kami biasa makan.

“Mianhae oppa”, sahutku tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Aku hanya menggigit bibirku menahan tangis…

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarnya.

Heeeeh? Darimana oppa tau kalau aku suka menulis dikamarku?

“Bingung?”, tanya oppaku tepat sasaran. Ia lalu mengacungkan sesuatu kehadapanku. Omo! DIARYKU!

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentakku. Hiyaaaa~ aku tak terima!

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentakku sambil meninggalkan oppaku mereka bertiga.

“Ahra!”, panggil oppaku. Tapi aku sudah tidak mau mendengarnya lagi! Huh! Selalu saja, selalu saja menganggapku anak kecil. Hei! Aku sudah berusia 17 tahun, mengerti kau oppa?

Kyu Hyun POV

“35? Nilai apa itu?”, bentakku saat kami sudah sampai dirumah.

“Mianhae oppa”, sahutnya tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Ia hanya menundukkan wajahnya. Huh, jangan dikira aku tidak tahu apa yang selalu ia kerjakan di kamarnya, aku tahu semuanya.

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarku.

Wajahnya tampak kebingungan. Sepertinya ia heran bagaimana bisa aku mengetahui semuanya.

“Bingung?”, tanyaku tepat sasaran. Aku lalu mengacungkan sesuatu kehadapannya. Buku diarynya.

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentaknya.

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentaknya sambil meninggalkan kami bertiga.

“Ahra!”, panggilku. Tapi ia tidak menggubris panggilanku.

“Argh!”, umpatku sambil membanting meja bundar yang ada dihadapanku. Jonghyun dan Key yang sedang asik makan langsung kaget ketika melihatku membanting meja yang diatasnya terdapat banyak makanan.

“Hyung! Waeyo? Kami mau makan!”, tanya Jonghyun.

“Kyaaa, aku belum makan hyung!”, protes Key. Aku yang sedang bad mood langsung menjitak kepala mereka berdua.

“Babo!”, umpatku. Aku lalu beranjak keluar dari ruangan itu.

Ah Ra POV

Huh, oppa jahat!

Ya, itulah oppaku. Seorang mantan ketua geng motor bernama Naked Gun yang masih tetap dikenal oleh sebagian orang sampai sekarang. Setelah keluar dan membubarkan geng motornya, ia beralih pekerjaan. Tahukah kalian pekerjaan apa yang diambilnya? Seorang penulis MANGA! Ia memulai debutnya sebagai seorang penulis manga 10 tahun yang lalu. Ia berpura-pura sebagai seorang yeoja dari Jepang sana. Ia juga mempunyai pen name agar tidak ketahuan bahwa ia adalah seorang ex-leader bikers gang. Yaitu…

Song Hye Ko (Korean), atau Ayumi Sakuraba (Japanesse)

Dan kebiasaan oppaku adalah membanting meja jika ia sedang marah. Kalau sudah begitu, pasti makanan yang ada diatas meja akan tumpah semua. Jonghyun oppa dan Key oppa hanya bisa melongo jika mereka sudah melihat makanannya tumpah semua.

Hah, aku sudah mulai mengantuk. Aku ingin tidur sekarang.

Pagi harinya…

Ah Ra POV

Aku telaaaat! Kyaaaaa! Aku kesiangan, bagaimana ini? Harus cepat, ayo cepat cepat! Aduh, dimana sepatuku ya? Ah, ini dia! Ayo, ayo. Aku tidak ingin telaaat!

“Ahra”, panggil oppaku. Huh apalagi sih? Tidak tahu ya kalau aku sudah telat?

“Ne?”, jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari sepatuku yang sekarang tengah aku pakai.

“Ini, kau melupakannya”, ujar oppaku. Aku membalikkan badanku dan ternyata… Ia memberiku saputangan. Tanpa memperhatikan saputangan itu, aku langsung mengambilnya dan memasukkannya kedalam tasku.

“Lain kali periksa barang-barangmu. Satu lagi, kau harus sudah ada dirumah ini sebelum pukul 4 sore”

“HAH?”, ujarku padanya. Aku menatapnya dengan perasaan kesaaal!

“ Oppa, aku pulang pukul setengah 4 sore, dan perjalanan dari sekolah kerumah itu 15 menit! Belum lagi kalau macet”, ujarku mencoba mengingatkannya.

“Oppa tidak perduli, pokoknya PULANG SEBELUM JAM 4 SORE!”, bentaknya lagi. Aku hanya menggembungkan pipiku dan melengos pergi.

****

2 menit lagi bel masuk! Kyaaa, aku harus lari. Lari Ahra, ayo lari. Lari jika kau tidak ingin dihukum oleh Lee songsaenim! Aku terus berlari hingga akhirnya…

BRUKK~

“Aaaw”, rintihku. Aigooo~ sial sekali aku.

“Hei, gwechana?”, tanya seseorang, namja sepertinya. Suaranya berat soalnya. Berat banget, sampai-sampai aku tidak bisa mengangkat suaranya (?).

“Gwechana”, kataku pelan. Ia berusaha membantuku berdiri. Ketika aku melihat wajahnya… Omonaaaa!

TBC—

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic



IT’S YOU

It’s U

Writer by Dhikae

ONEW a.k.a Lee Jin Ki POV

Ini bermula dari kisahku sebulan yang lalu…

Sebelumnya, Apa kalian tahu dibalik sisi lain hidupku??

……..

Kurasa tidak!!

Jika kalian tidak tertarik dengan kisahku yang lalu lebih baik jangan lanjutkan membaca kisahku ini.

Karena mungkin akan terlihat membosankan bagi kalian yang sama sekali tak mengenalku dan hanya mengetahui namaku sebagai Onew yang kalian kenal.

Biklah jika kalian siap, mari kita lanjutkan pembicaraan kita yang barusan…

Ceritaku berawal dari bulan lalu ketika aku harus masuk rumah sakit disebabkan kesehatanku drop yang dikarenakan jadwal Shinee begitu padat.

Aku sekarang hanya bersandar di ranjang pasien di ruang 203, tidak ditemani satupun kecuali manajer yang menyempatkan diri mampir menjengukku sesekali.

Siang ini terasa sepi dan sunyi. Aku hanya bisa mendengar hembusan angin dibalik ventilasi jendela yang berada di ruangku kini.

Aku memandang luar dengan tatapan kosong. Entah mengapa dunia ini teramat sepi bagiku. Jauh berbeda saat aku berada diluar sana.

Nampak kerumunan orang yang selalu ada untuk hanya sekedar melihat kami…. Shinee

Berteriak semampu mereka untuk menarik perhatian dari kami, Namun sekarang keadaan telah berbeda.

Aku berada dirumah sakit yang isinya orang-orang yang akan hanya memikirkan dirinya sendiri, emm.. maksudku memikirkan kondisi mereka masing-masing.

Tiba-tiba seorang suster masuk keruanganku untuk melihat kondisiku sekarang.

Dia memeriksa beberapa bagian tubuhku seperti infus yang ada di tangan kananku, mengecek demam yang belum turun sejak kemarin malam saat pertama kali aku dilarikan kerumah sakit.

Lalu dia tersenyum kearahku dan berkata sesuatu..

“apa kau bosan tidur terus Jin Ki-ssi? Lebih baik kau jalan-jalan sebentar disekitar taman rumah sakit ini!!” seru suster yang sepertinya bisa membaca pikiranku.

“jinja?? Khamsahamnida!!” kagetku yang diperbolehkan keluar ruangan pasien.

Aku pun keluar kamar melangkahkan kakiku yang masih sedikit lemas menuju taman belakang rumah sakit ini.

Dikoridor aku melihat seorang perempuan sedang duduk di kursi rodanya sambil menangis tersedu-sedu. Rambutnya terurai hingga sebahunya, wajahnya terlihat pucat pasih diimbangi dengan bibirnya nampak merah muda kebiruan. dia memakai pakaian pasien yang sama dengan yang dikenakan olehku. Sepertinya dia juga pasien yang dirawat disini.

Aku menghampirinya karena dia terlihat sangat shock waktu itu..

Aku memberikannya sapu tangan yang kuambil dari saku celanaku.

“ini.. hapuslah air matamu” seru aku yang memperlihatkan sapu tangan di depan wajahnya.

Dia mendongak keatas melihat seseorang yang memberikan sapu tangan untuknya diwaktu yang tepat.

“kau.. kau siapa?” Tanya gadis itu dengan suara yang parau.

“perkenalan nunna, aku Lee Jin Ki. Apa kau tak mengenalku?” tanyaku yang tak percaya seorang gadis seperti seumuranku tidak mungkin tak mengenal Onew dari Shinee.

“aku tidak mengenalmu. Apa kau sahabat lamaku? Atau kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya dia yang masih bingung.

“kita belum pernah ketemu sebelumnya. Aish, sudahlah lupakan saja kata-kataku tadi. Ini ambilah!!” ujarku yang tersenyum miris karena dia memang benar tak mengenalku.

“sepertinya Shinee masih belum tenar” ucapku dalam hati.

Dia akhirnya mengambil sapu tangan yang kuberikan padanya, lalu dia menghapus air mata yang masih tersisa dipipi dan di sekitar matanya.

“apa kau sudah baikkan setelah menghapus semua kesedihanmu itu?” tanyaku sambil memasang wajah penuh senyuman.

“gweanchana.. aku sudah baikkan sekarang berkatmu. Gomawo Jin ki-ssi!!”ucapnya seraya memanggutkan kepalanya.

“sukurlah kalau begitu. Ohh.. kau belum memperkenalkan namamu dari tadi??” sahutku penasaran dengan namanya.

“hehehe.. aku lupa!! Joneun Eun Hye imnida.” jawabnya sembari tawa kecilnya yang ditutup satu tangannya.

“Eun hye-ah, aku ingin pergi ke taman belakang sana. Apa kau mau ikut?” ajakku tak ingin sendirian.

“Oh,, Ye!!” angguknya disela senyumnya.

Aku pun berjalan dibelakangnya sambil mendorong kursi rodanya menuju taman.

Inilah awal pertemuanku dengannya saat di koridor rumah sakit..

Mungkin terlalu biasa bagi kalian tapi menurutku itu sebuah takdir baik bagiku bisa mengenal gadis seperti dia.

Apakah kalian masih tertarik dengan ceritaku??

Jika tidak lebih baik kalian tak melanjutkan membacanya karena akan terasa membosankan bagi kalian semua. Namun jika kalian tertarik dengan kelanjutannya.. mari kita lanjutkan kisah ini….^^

—————————————–End Of PoV——————————————–

Ditaman Onew dan Eun Hye sedang memandang langit yang terlihat biru muda diselimuti segumpal awan putih dan matahari yang hampir nampak di pertengahan hari.

Onew duduk di kursi panjang berwana cokelat sedangkan Eun Hye masih duduk di kursi rodanya. Mereka memandang langit hari ini dengan penuh senyuman.

Seketika Onew mencairkan suasana hening yang terasa kini baginya,

“Eun Hye, sejak kapan kau dirawat disini?” Tanya Onew pelan takut menyinggungnya.

“aku disini sudah hampir dua bulan karena penyakitku ini.” Jawabnya enteng yang tak dikira oleh Onew.

“jika aku boleh tahu kau sakit apa?” Tanya lagi Onew masih dengan wajah penasarannya.

“jantungku sangatlah lemah. Setiap hari harus bolak-balik masuk rumah sakit karena aku serig terkena serangan jantung namun tenang saja, Aku terlihat baikkan bukan Jin Ki-ssi!!” katanya panjang lebar seraya meraih tangan Onew dan meletakkannya tepat diarah jantungnya yang berdetak lamban.

Onew hanya tersenyum simpul menanggapinya dan mengiyakan ucapan Eun Hye barusan. Dia merasakan detak jantung Eun Hye sangat pelan dan sedikit lamban. Mungkin itu menandakan jantungnya memang lemah tapi Onew sangat kagum padanya karena dia bisa tampil ceria dihadapan orang lain tanpa memperdulikan penyakitnya.

Setelah beberapa lama mereka berbicara selayaknya seorang sahabat karib, akhirnya mereka kembali keruangan mereka masing-masing. Onew mengantarkan Eun Hye terlebih dulu masuk keruangannya barulah dia kembali ke kekamarnya tersebut.

“Eun Hye-ah aku tinggal dulu yah!! Cha!!!” pamit Onew yang meninggalkan Eun Hye didepan ruangan sambil melambaikan tangannya itu.

“Cha Jin Ki-sshi!!” balas Eun Hye dengan senyuman manis dan lambaian tangannya.

——————————————————————————————————–

Keesokannya masih dikamar 203 tempat Onew dirawat inap.

Onew sedang menelepon seseorang dengan wajah yang cukup memiriskan hati bagi semua shawol.

“Hyung, bisakah kau menjengukku hari ini?” pinta Onew dengan wajah memelas.

“aneyo!! Aku tidak bisa hari ini. Jadwal yang lain sedang padat. Ayolah jangan memikirkan dirimu sendiri.. yang lain sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Jadi aku harus mempersiapkan semuanya.. aku janji setelah selesai aku bersama yang lainnya akan menjengukmu!” ujar managernya panjang lebar mmbuat Onew mencemberutkan bibirnya seraya mengembungkan pipinya yang chubby itu.

“oh.. arasseo Hyung!! Sampaikan salamku juga pada yang lainnya. Aku merindukan kalian semua” ucap Onew sambil mengelus alis dengan satu tangannya.

TEUT…TEUT…TEUTTT…

Handphnenya pun ia matikan dan Onew memulai kebosanannya lagi sendirian diruagan.

“HUHFFTT” hela nafas yang terdengar dari mulutnya terasa sangat lelah dengan hari-hari tanpa rutinitas seperti biasanya.

Tiba-tiba seseorang terdengar membuka pintu kamar Onew.

CEKLEK…

Sesosok gadis yang tak asing terlihat dari arah pintu..

“annyeong Jin ki-ssi!!” sapa gadis itu dengan ramah.

“ternyata kau Eun Hye!! Ku kira siapa” balas Onew yang terkejut dengan kedatangan Eun Hye ke kamarnya.

“memangnya wei?? Apa aku menganggumu?? Kenapa disini terlihat sepi sekali?” Tanya Eun Hye bertubi-tubi membuat Onew membulatkan kedua matanya yang bingung mesti menjawab yang mana terlebih dahulu.

“Aigoo.. aku memang selalu sendirian disini. Sahabat-sahabatku sedang sibuk jadi belum bisa menjengukku.” Jawabku sembari menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal.

“tak apa Jin Ki-ssi jika kau sendiri. Masih ada aku disini yang sekarang menemanimu. Kau sudah makan?” tanyanya untuk yang kesekian kali.

“hehehe.. aku belum makan siang, makanan disini sangat membosankan.” Ucap Onew dengan tampang polosnya.

“hehhee.. Yah, kau benar!! Aku bawakan ini untukmu”ujar Eun Hye mengiyakannya sambil menunjukan sekotak makanan dihadapan Onew.

“apa ini Hye-yah??” Tanya Onew antusias.

“ini fried chicken dari umma untukmu. Dia senang sekali aku punya sahabat baru disini” jawabnya tak kalah antusias dengan Onew.

Onew langsung terbelalak matanya melihat makanan kesukaannya ada didepan mata.

Tanpa basa-basi Onew membuka kotak makan itu dan lidahnya bermain di sekitar bibirnya.

“EMMM.. pasti lezat..” girang Onew yang tahan dengan godaan makanan dihadapannya.

“Jin Ki-ssi mau kusuapi??” usul Eun Hye yang bersiap memegang sendok yang berada ditangan kanannya.

Onew wajahnya berubah memerah seperti apel saat Eun Hye mengusulkan hal itu.

“Mau tidak?” Eun Hye mengulangi lagi usulan darinya dengan menekankan nada bicaranya.

“EERR.. YE!!” angguk Onew mengiyakannya.

“Hidup memang indah jika ada seseorang selalu ada disisi kita” batin Onew yang serasa bahagia.

Eun Hye pun menyuapi Onew dengan manisnya. Onew seperti anak kecil yang sedang disuapi ibunya sendiri. Eun Hye begitu telaten menyuapi Onew sekarang. Sedangkan, Eun Hye hanya tersenyum simpul saat melihat tingkah Onew seperti anak kecil.

“Gomawo telah memerhatikanku. Aku ini memang malang sekali nasibnya” melas Onew dihadapan Eun Hye mencari perhatian.

“gweanchana Jin Ki-ssi. Aku senang punya sahabat sepertimu. Entah berapa lama aku tak pernah merasakan hangatnya bersahabat dengan orang lain. Mungkin karena aku terlalu memikirkan keegoisanku saja hingga aku lupa masih ada banyak orang disekitarku yang lebih parah dariku” ujarnya merubah wajahnya sedikit muram.

“tenang saja. Mulai sekarang aku adalah chingu-mu Eun Hye dan sampai kapanpun kita adalah sepasang sahabat..” sahut Onew meletakkan kepala Eun Hye yang duduk disebelahnya ke pundaknya kini.

“Gomawo chingu…” kata Eun Hye singkat.

Kini Eun Hye menjatuhkan air matanya di pundak Onew seakan dia sedang bersandar untuk beristirahat sejenak dari masalah yang dihadapinya.

“Gweanchana Eun Hye… kau boleh menangis semampumu dipundakku. Mungkin itu akan membuatmu lebih tenang” kata Onew yang melihat tangisan jatuh di pipi Eun Hye.

Eun hye seperti menyembunyikan sesuatu di lubuk hatinya yang membuat Onew makin penasaran dengan keseharian Eun Hye..

———————————————————————————————————

Sudah hampir seminggu Onew dirumah sakit dan dia belum diperbolehkan pulang karena kondisinya belum membaik. Sedangkan Eun Hye harus terus menjalani pemeriksaan setiap hari di rumah sakit sampai dia benar-benar dinyatakan membaik.

Onew yang bosan karena sampai sekarang tak ada dari salah satu dongsaengnya yang menjenguknya memutuskan menelepon mereka.

Dimulai dari Jong Hyun.

“TEUT… TEUTT… Nomor yang anda tuju sedang sibuk menelepon seorang nunna” sahut Operator telepon.

“HEUHH???” bingung Onew, iapun melanjutkan menelepon Taemin.

“TEUTTT.. TEUTT… Nomor yang anda tuju sedang sibuk menelepon ibunya” sahut Operator yang sama.

“YAKKK…operator gilaaaa” Kesal Onew yang langsung mematikan handaphonenya.

Dia menghembuskan nafas sedalam-dalamnya untuk tetap relax. Iapun kembali menelepon Minho.

“Neut..Neutt.. yoboseyo Hyung?” sahut suara dibalik handphone Onew.

“akh. Akhirnya.. annyeong Minho-ssi.” Jawab Onew lega karena bukan operator gila itu lagi yang menjawab.

“wae yo Hyung?” Tanya Minho bingung.

“aku.. bogoshipo” sahut Onew sejujurnya.

“na do.. Hyung gwenchanayo?” Tanya balik Minho yang masih khawatir dengan keadaan sang leader.

“gweancahana.. untungnya disini aku punya sahabat yang selalu memperhatikanku jadi aku tidak pernah kesepian” jawab Onew memberitahukan Minho sesungguhnya.

“Hyung kesepian?? Geurom, Aku berjanji jika semua kegiatan telah terselesaikan kami akan menjenguk Hyung segera.Yasokhae!!!!” janji Minho pada Hyungnya sendiri.

“gomawo Minho-ssi” ucap Onew singkat.

Setelah perbincangan lama lewat handphone akhirnya Onew menutup pembicaraannya dengan Minho.

Setelah itu, ia bergegas pergi ke ruang pasien 198 tak lain adalah kamar Eun Hye yang hanya beda dua blok dari kamarnya.

——————————————————————————————————–

Onew memasuki kamar Eun Hye seperti biasa. Mereka sering mampir ke kamar satu sama lain saat waktu makan siang. Kini giliran Onew yang bertandang ke kamar Eun Hye.

“annyeong Eun Hye-ah!!”sapa Onew yang baru masuk.

“Annyeong” jawab Eun Hye singkat.

Dia sedang sibuk merajut sebuah boneka teddy bear yang terbuat dari benang wol.

“kau sedang sibuk Eun Hye-ah?” tanya Onew yang hanya memerhatikan kelincahan tangan Eun hye dalam merajut.

“seperti yang kau lihat Jin Ki-ssi!” ucapnya singkat.

“kau buat itu untuk siapa?” Tanya Onew penasaran.

“untuk seseorang yang ku kagumi” jawabnya sambil meletakkan hasil rajutannya yang belum terselesaikan diatas meja.

“siapa orang itu? Kekasihmu?” Tanya balik Onew antusias.

“kau matu tahu..??” ujarnya membuat Onew tambah penasaran.

“Ne!” angguk Onew

“sini.. biar kubisiki!!” seru Eun Hye yang menyuruh telinga Onew mendekat ke wajahnya.

Onew dengan polosnya menyodorkan telinganya mendekat kewajah Eun Hye..

Eun Hye membisiki Onew sesuatu dengan suaranya yang sangat perlahan..

“secret” katanya pelan kearah telinga Onew.

“HYAKKK.. kau ini mencoba mengerjaiku yah.. dasar Eun Hye..” jerit Onew yang sekarang mengelitiki pinggang Eun Hye.

“AAHAHAHA.. ara.. ara..!! nanti akan ku beritahu siapa orang itu” jawab Eun Hye yang mengalah.

Onew pun menghentikan aksinya dan masih penasaran dengan jawaban Eun Hye.

“tapi kau akan kuberitahu setelah boneka ini telah kuselesaikan. Mungkin besok saat aku mampir keruanganmu!!” tambahnya memasang wajah manis pada Onew.

“Yashok??” peringati Onew yang memperlihatkan jari kelingkingnya sebagai tanda perjanjian.

Eun Hye membalasnya dengan melingkarkan jari kelingkingnya juga di jari Onew.

Tiba-tiba Onew merasakan sakit didaerah dadanya. Dia merasakan sesak yang tak terduga. Dia meremas hatinya yang sangat nyeri menjalar ketubuhnya.

“Jin Ki-ssi gweanchanayo?” panik Eun Hye yang memegangi pundak Onew.

“Gweanchana.. sstttt.. aku sudah terbiasa merasakan seperti ini saat masuk rumah sakit” jawab Onew dengan senyum palsunya yang membuat Eun Hye mempercayainya.

Onew menahan sakit yang tak kunjung hilang disekitar hatinya. Entah penyakit apa yang tumbuh di tubuh Onew kai ini. Dia masih menunggu pemeriksaan  dari Dokter sejak awal masuk rumah sakit ini.

———————————————————————————————–

Sudah seminggu lebih Onew dirawat di rumah sakit, dan hari ini keputusan pemeriksaan telah dikeluarkan oleh dokter. Bersama dengan Managernya dia mendengar hasil pemeriksaan di ruang kamarnya.

“bagaimana seonsangnim keadaaan Jin Ki-ssi?” ucap manager Onew tak sabar menunggu jawaban sang dokter.

“setelah hasil pemeriksaan yang berlangsung beberapa hari ini. Ternyata Jin Ki-sshi mengidap penyakit hati yang telah stadium lanjut.” Ujar Dokter memasang wajah naas.

“OMO??” kaget managernya.

Onew yang mendengar itu tak bisa menutupi kesedihannya, aimatanya pun tumpah ruah di balik wajahnya yang semakin pucat.

“lalu apa yang mesti kita lakukan??” khawatir manager Onew bingung harus melakukan apa lagi untuk kesembuhan leader Shinee itu.

“secepatnya kita harus melakukan donor hati atau bisa dibilang cangkok hati padanya sebelum penyakit itu lebih parah dan akibatnya nyawa Jin Ki-ssi tak bisa tertolong lagi” ucap Dokter itu panjang lebar.

Onew hanya menundukkan kepalanya karena tak kuat mendengar kenyataan yang dihadapinya sekarang. Semua terasa berakhir bagi Onew. Hidupnya kini hancur seketika. Impiannya sebagai seorang penyayi bersama Shinee pun hanya tinggal serpihan kenangan baginya. Hidupnya hanya tinggal menunggu waktu dan tak ada yang bisa dilakukan Onew selain menyelimuti tubuhnya dengan selimut sambil menangis menahan pedih dan sakit yang menjala.

Eun Hye yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka saat ingin memasuki kamar Onew, hanya bisa menangis dibalik pintu luar. Dia seperti akan kehilangan yang sangat berharga dihatinya. Dia pergi keluar dan terdiam di taman.

Iapun menagis sejadi-jadiya di taman itu. Dia menantap langit yang sedang mendung seakan mengetahui kesedihannya juga.

“Tuhan, kenapa kau selalu mengambil kebahagiaan dalam hidupku? Pertama kau ambil ayahku yang meninggal setahun lalu. Kemudian kau memberikan penyakit ini padaku. Kau buat ibuku menangis dan menderita setiap malam karenaku. Sekarag kau buat sahabatku putus asa karena kau memberinya penyakit tak kalah menyedihkannya denganku. Apa semua itu tak cukup untukmu?? Aku hanya seorang gadis tak berguna. Mohon izinkanku menjadi seseorang yang lebih berharga untuknya. Aku ingin membuat sesuatu yang berarti sekali saja dalam hidupku. Kumohon tuhan…

Aku sudah tak sanggup lagi dengan penderitaan yang kualami… sekali saja biarkan aku memberikan hal yang terindah untuk sahabatku ini…” ucapnya sambil menangis sesenggukan.

—————————————————————————————————–

Onew a.k.a Jin Ki POV

Hari ini Eun Hye menemuiku untuk terakhir alinya, karena mugkin akan ada kabar baik ataupun buruk yang datang dariku esok. Mungkin esok kita akan ada di dunia berbeda atau aku bisa kembali ke sampingnya menemani harinya yang kelabu itu..

“Jin Ki-ssi semoga operasimu lancar. Aku akan mendoakanmu” ucap Eun Hye sambil tersenyum simpul dihdapanku yang sedang berbaring di ranjagku.

“gomawo Eun Hye-ssi.. mungkin ini terakhir kalinya kita bisa bertemu.. pasti aku akan sangat merindukanmu nanti disana” jawabku yang terlihat sudah putus asa.

“susst.. jangan bicara seperti itu.. kau akan baik-baik saja. Kau harus yakin itu!! Tuhan pasti punya rencana lain untukmu Jin Ki-ssi” ujar Eun Hye menutup mulutku dengan jari telunjuknya.

“maukah kau memelukku untuk pertama dan terakhir kalinya? Mungkin aku tidak akan bisa merasakan kehangatan dari dalam dirimu Eun Hye-ah!!” pintaku yang telah matanya memerah.

“Jin Ki-ssi saranghae” ucap Eun Hye pelan saat memelukku dengan erat.

Tubuhku terasa bergetar dengan pelukan serta ucapannya padaku detik ini..

Semua terasa hening dan hampa…

Aku tak merasakan sakit yang kuderita saat ia memelukku dengan tetesan air mata.

“saranghae” balasku pelan di dekat telinganya.

Kami merasakan persabahatan yang kami rajut telah tumbuh menjadi rasa cinta..

Entah kapan aku memulai merasakan perasaan ini.. hingga Eun Hye juga ikut merasakannya… ia seakan membalas cinta dan kasih dari seorang sahabat sepertiku..

———————————————————————————————————-

Hari ini tepat dimana aku di operasi. Aku tidak tahu siapa orang yang berbaik hati mau mencangkokan hatiya untukku. Setelah pemeriksaan yang teramat panjang.. akhirya aku mendapatkan donor hati dari orang dermawan itu..

Apa mungkin dia seorang Shawol??

Kurasa bukan…

Karena tak ada satupun orang yang mengetahui penyakitku kecuali sang manager dan anggota Shinee yang menunggu jalannya operasi ini..

Semua ini terasa menegangkan bagiku dan lainnya..

Mungkin ini ujung dari hidupku atau awal yang indah bagi hidupku..

Saat berjalan operasi..

Semua terasa gelap saat aku di bius..

Operasi berlangsug selama hampir empat jam..

Pandanganku samar-samar saat aku melihat seseorang disebelahku yang sedang dibius sepertiku..

Aku hanya melihat senyumnya kearahku kini..

Seandainya saat itu aku masih mampu berkata-kata padanya..

Ingin sekali kuucapkan terima kasih atas kebaikannya pada orang yang hanya sepertiku..

Mungkin aku tak pantas menerima kebaikan dari orang yang tak kukenal, tapi aku akan berusaha takkan menyia-nyiakan usahanya yang membuatku kembali pulih..

Saat berlangsung semua terasa hitam dan tiba-tiba ada cahaya putih diujung perjalananku dalam mimpi yang panjang.

Aku menuju ke cahaya putih itu..

Aku melihat sesosok wanita berpakaian dress putih dengan cahaya terang disekitarnya.

Seperti malaikat bersayap sedang menghampiriku..

Dia berbicara sesuatu padaku..

“pergilah keasalmu.. waktumu masih tersisa panjang.. Kau belum saatnya untuk kesini” ucapnya yang membuatku bergidik gemetaran.

Aku kembali ke kegelapan dan ada cahaya lain hampir menyilaukan kedua mataku kini..

“arghh” ucapku yang terkena silauan cahaya aneh itu..

Jantungku kembali berdetak lagi.. dan semua seakan terang menderang.. aku masih terlelap dalam tidur panjang.

—————————————————————-

Operasi selesai..

Anggota Shinee yang lain bersama Managerku sedang menunggu dengan wajah diselimuti kekhawatiran pada diriku yang sehabis menjalani operasi..

Ternyata operasi ini berjalan dengan lancar..

Aku bisa kembali ke hidupku yang dulu bersama SHINEE..

Benar kata Eun Hye..

Keajaiban pasti selalu ada..

Buktinya aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk kembali hidup ke dunia ini..

setelah beberapa hari baru aku sadarkan diri..

dan ternyata hampir sebulan aku dirawat dirumah sakit ini.

Aku membuaka mataku perlahan..

Aku melihat beberapa orang yang kukenal mengitari sekeliling penglihatanku..

Ada sang Manager, Minho, Taemin, Jonghyun dan Key tersenyum kearahku seakan ikut berbahagia atas kepulihanku.

Aku merasakan sesuatu yang lembut berada di samping pipiku.

Yah.. ada sebuah boneka teddy bear berada di sebelahku..

Mungkin boneka ini yang menemani tidur panjagku untuk beberapa hari ini.

“Hyung, dimana Eun Hye?” tanyaku saat pertama kali aku baru sadar.

“Eun Hye?? Siapa dia?” Tanya Key yang bingung dengan ucapanku.

“OH.. mungkin gadis yang memberikanmu boneka itu” unjuk Minho kearah boneka disebelahku.

“MWO?? Dia memberikanku ini?” kagetku yang hampir tak percaya boneka yang seharusnya diberikan pada orang yang dikaguminya malah diberikan kepadaku.

“aku harus menemuinya sekarang” ucapku menekankan nada bicaraku kali ini.

Semua hanya terhenyak diam..

Tak ada satupun yang bicara….

Hening serasa dalam ruangan itu…

Tiba-tiba Minho angkat bicara tak sanggup lagi menutupinya.


”Hyung, dia telah pergi” ucap Minho perlahan tapi membuatky tambah bingung.

“pergi?? Kemana? Apa dia telah kembali pulang kerumahnya?” ucapku bertubi-tubi.

“dia telah pergi ke surga… dia telah tiada hyung” sahut Key membantu berbicara.

“MWO?? Apa maksudmu?” kagetku yang masih tak percaya dengan perkataan yang lain.

Taemin dan Jonghyun hanya dapat menitihkan air mata di sampingku.. mereka mencoba tegar agar aku juga bisa tegar mengahadapi kenyataan sesungguhnya.

Ibunya Eun Hye pun datang untuk menjengukku dan menjelaskan semua..

Dia tersenyum kearahku dengan wajah yang pucat dan mata tampak sembab.

Dia akhirnya menceritakan semuanya padaku..

“OMO??” kejutku saat mendengar ucapannya barusan…

Secarik kertas diberikan ibunya untukku..

*Jin Ki-ssi mungkin setelah kau membaca tulisanku kini, aku sudah tiada. Aku tak sanggup berkata-kata lagi. namun aku bahagia bisa mengenalmu, awalnya aku tak mengenal Shinee. Setelah ku lihat diberbagai media, aku baru mengenalnya dan aku melihat sesosok wajah manis berada diantaranya. itu adalah kau Jin Kin-ssi a.k.a Onew. Aku membuat boneka itu untuk kuberikan pada seseorang yang kukagumi untuk pertama kalinya. aku memang bukan shawol namun hatiku telah terpaut sebagai seorang shawol..walau hanya sebentar mengenalmu, tapi aku telah berubah menjadi shawol.  Dan hadiah terbesar yang kuberikan padamu hanyalah hatiku saja.. karena hanya itu yang tersisa dalam hidupku.. semoga kau bisa kembali kehidupmu semula seperti sedia kala bersama anggota lain. Tak apa kau melupakanku untuk selamanya, namun setidaknya jagalah hatiku hingga sepanjang masa.. karena terdapat cinta didalamnya. Cinta tulus yang hanya untukmu Jin Ki-ssi.. untuk yang terakhir kalinya ku hanya bisa ucapkan selamat tinggal Jin Ki-ssi *

Ternyata Eun Hye memang telah tiada. Penyakit jantungnya membuat dia makin lemah.. maka dia memutuskan pergi dengan sebuah pemberian untukku…

sebuah hati yang telah disatukan kedalam tubuhku..

Sungguh tak kupercayai satupun perkataan ibuya, tapi takdir telah berkata..

Semua telah terjadi..

Jadi seseorang yang berada disebelahku saat itu adalah Eun Hye.. dia berkaca-kaca saat berhadapan denganku di ruang operasi..

Sebelum memasuki ruang operasi, dia memberikan boneka ini pada Minho untuk menemaniku sebagai penggantinya..

Agar aku tak kesepian lagi.. aku merasa akan selalu ada Eun Hye di sisiku..

Aku takkan pernah bisa menerima kenyataan seperti ini..

Tubuhku terasa remuk seketika saat mendengar kepergiannya..

Hidupku bahkan terasa tak bergerak lagi tanpanya..

Walaupun pertemuan kita hanya sebentar tapi semua yang ia lakukan hanya untukku membuat hatiku tergugah..

Dia memberikan sebuah kebahagiaan saat pertama kali menemuinya.

Dia menemaniku saat aku merasa sendirian hidup di dunia ini..

Dia penghibur lara disaat penderitaan menghampiriku seketika..

Dia memperhatikanku selayaknya seorang ibu yang penuh curahan kasih sayang..

Dia adalah kamu Eun Hye…

Seseorang yang takkan pernah kulupakan sepanjang hidupku..

Yang memberikan sebuah harapan lewat hati yang kau berikan..

Eun Hye gomawo.. Na do saranghae…

Kan kubawa boneka ini sebagai penggantimu disisiku kini…

Eun Hye..

————–

Apa kalian tertarik dengan kisahku??

Mungkin akan ada kisah-kisah lain dibalik hidupku kelak..

Hanya tinggalah dan nantikanlah kisah selanjutya dari aku dan yang lainnya..

“THE END”

Tag: Shinee

Semoga semua terhibur dengan fanfiction ini.

Gomawo buat Lana yang men-supportku untuk membuat ff one shot ini..

*hug founder qta*

Please comment…

Don’t be silent readers…!!!

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic