Rainbow – Part 4

Author: Wiga

Main Cast : Onew & Minho

Support Cast : SHINee

Onew tidak dapat memejamkan mata, setiap kali teringat tentang nada hatinya bergetar hebat.

Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa ia telah jatuh cinta?? Mengapa sulit sekali menghilangkan nada dari benaknya??

hingga jam menunjukkan pukul 3 dini hari onew baru bisa tertidur.

“ Jinkiiiiii AAYYOO BANGUUUNN…!!!!” teriak kibum sambil menarik selimut yang menutupi kepalanya.

“”Yaaa!!! Jinki.. Kamu tidak kuliah apa…???” Tanya kibum..

“ You punk…!! Aku masih mengantuk…” jawab onew sekedarnya sambil membalikan badan.

“ No..No..NO..!!!! BANGUUN ONEW..Aisshhhhh.. Orang ini seperti orang mati saja..” gerutu kibum sambil memaksa onew bangun.

Akhirnya dengan mata yang masih terpejam, onew memaksakan dirinya untuk bangun,

Semua sudah berkumpul di meja makan saat ia selesai mandi.

Namun nada tidak terlihat, onew bertanya kepada yui

“ nada masih tidur yui..?”

Yui tertawa dan berkata “Yaa!!! Oppaa!! Mana mungkin jam segini dia masih tidur, kau ada-ada saja.. Nada berangkat pagi-pagi sekali oppa.. dia bilang ada urusan dikampusnya..”

“oohh..” onew mengangguk.

onew berpikir apa mungkin nada menghindar, karena semenjak kejadian minggu lalu di bus itu, onew sangat jarang melihat nada.

Sudah satu minggu ini nada selalu berangkat pagi-pagi sekali, entah alasan nya untuk kuliah, jaga bakery, ke supermarket, menemani teman, atau dengan alasan alasan yang lain nya.

Begitu juga malam hari, nada selalu pulang agak malam, biasanya jam 7 nada sudah pulang, (karena bakery nya tutup jam 5 sore), namun seminggu ini nada selalu pulang agak malam, antara jam 9 atau jam sepuluh..

Onew menghela nafas, ia merasa sangat ingin bertemu nada,,  sudah 3 hari ini onew tidak mempunyai semangat dalam beraktivitas,

Hari ini onew sengaja tidak membawa mobilnya, ia berencana akan menunggu nada pulang di gerbang kampus..

Namun sampai hari menjelang sore nada tidak tampak batang hidungnya.

Sampai akhirnya ia bertemu kibum dan yui.

“ Yaaa!!! Onew hyung…!!! Apa yang kau lakkukan sendirian disini????”  kata kibum

“ aku…..mmmm… tidak apa-apa key..” jawab onew

“ ehm.. ngomong-ngomong, kalian tidak bersama nada??” Tanya onew

“ HHHAAAA..!!! Ketauan ya onew oppa..!!!”  seru yui girang

“ Aku hanya sekedar bertanya yui..”  kata onew

“ ga mungkin hanya sekedar bertanya oppa, hampir seminggu ini oppa selalu menanyakan nada.. nada kemana? Nada sudah pulang belum? Knp nada berangkat pagi-pagi?? HaaHaaaHaa…” yui tertawa geli

“ chincha?… Whooo… onew hyung!! Kamu kangen ya sama nada, sampai hanya dia yang kamu Tanya kan….” goda kibum.

“ Yaa!! Kibum!! apa yang kalian bicara kan Yaa!! “ sanggah onew

“Aigooo!!! hyung, muka mu memerah…” kata kibum senang..

“ ANDWAE,,,,,!!!aaaiissshh… Kalian semua bicara apa siihh… kibum.. you PUNK!!!”  gerutu onew, mukanya merah padam..

“Ketauan yaa oppa…,, ni oppa aku kasih tau.. nada ke bakery,, tadi ia pulang lewat gerbang belakang..” kata yui

“ Haaa Haaa…Yaa sudah hyung..  kita pulang dulu yaa.. kita tunggu kabar baik dari mu.. acha.. achaa.. FIGHTING !!!” seru kibum .

sepeninggalan yui dan kibum, onew merenungkan kata-kata kibum..

Apa benar ia merindukan nada..??

mengapa ia sangat ingin bertemu nada..??

Rasa apa ini sebenarnya..??

akhirnya onew memutuskan untuk menjemput nada pulang  dari bakeri..

***********************

sudah jam 7 sore, dan onew masih berdiri menunggu di bawah pohon, di seberang toko bakery tempat nada kerja. dingin nya udara malam sudah mulai terasa, onew mengancingkan jaketnya rapat-rapat. Harusnya jam segini nada sudah pulang.

5 Menit kemudian ia melihat taemin keluar dari bakery tersebut, ia berjalan sendirian ke arah onew,

“ onew hyung.. sedang apa kau disini sendirian…” Tanya taemin.

“ aku tadi habis dari toko baju XXX , lewat sini sekalian ingin mengajak kalian pulang bareng.” jawab onew berbohong.

tae min mengangguk, “ miaaan hyung, aku ga bisa, aku ada latihan untuk dance festival mungkin hyung dengan nada saja.. mian.. aku pergi dulu hyung sudah telat soalnya..” kata taemin

“ Yaa!! Taeminie.. kau lupa melepas pita di rambut mu..” kata onew sambil menunjuk kepala taemin.

“ oohh.. ya.. gomawo oppa…” kata tae min sambil berlari.

onew  menghela nafas, diluar sudah mulai dingin namun nada tak kunjung muncul,

ia terus melihat kearah bakeri tsb.

tiba-tiba pintu terbuka, tampak nada sedang mengancingkan jaketnya dan berkata “annyeong” kepada orang yang di dalam, lalu berjalan keluar.

nada berjalan menunduk, ia tidak menyadari bahwa ada onew sedang menunggu nya.

“ nada..” sapa onew..

nada sedikit terkejut ketika melihat onew disampingnya.

“ oppa..” bisik nada

onew tersenyum.

“ hei… sudah mau pulang nada.?” Tanya onew

“ iya oppa, kenapa , bisa disini…?”

“ohhhh.. mmmm. aku sengaja mau jemput kamu,,, ada yang ingin aku bicarakan sebentar..”kata onew jujur.

nada tersenyum dan menunduk..ia memegang kedua lengan nya tampak nya sudah mulai kedinginan.

“ emmm… disini dingin nada.., kamu sudah makan??” Tanya onew.

nada hanya menggeleng.

“ ohh.. disini ada rumah makan enak, kita kesana saja..” ajak onew sambil mengusap-usap kedua telapak tangan nya..

mereka berjalan berdampingan..

sesampainya di rumah makan tersebut, mereka sama sama memesan sup ayam. keduanya tampak canggung nada menunduk, tidak berani menatap onew, begitu juga onew ia hanya menatap nada saat nada menunduk..

Setelah pesanan mereka datang mereka juga makan dalam diam..

akhirnya saat mereka berjalan kearah halte bus, onew memberanikan diri untuk berbicara terlebih dahulu.

“ akhir-akhir ini sepertinya kamu menghindarku nada..” gumam onew

nada terdiam sebentar, lalu menjawab “ tidak, oppa……..”

“ tapi aku merasa sepertinya kamu menghindari aku sejak kejadian di bis waktu itu,,,,”

nada hanya terdiam…

“ nada.. kau tau.. saat itu aku benar-benar tidak sengaja… tangan ku licin, dan aku di dorong dari belakang….. aku benar-benar ga sengaja nada…” onew berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada nada.

nada terdiam..

namun akhirnya berkata pelan..” iya oppa.. araiseoyo…”

“aku hanya ga ingin kamu menghindariku seperti ini nada…” kata onew sangat pelan namun nada masih dapat mendengarnya.

*********************

hari ini terasa sangat panas menyengat, minho mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi. ia ingin cepat sampai dormnya.

tiba-tiba dari samping motornya diserempet oleh motor lain yang ia tidak kenal, merasa tidak terima minho mengejar motor itu, dan memblokir jalannya.

“ hey!!! apa kamu tidak punya mata haaah!!” kata minho turun dari motor.

“ memang kenapa kamu tidak terima??? “ kata yang menyerempet minho tidak mau kalah, ia turun dari motornya juga.

“ jelas saya tidak terima!! paboo!! kamu harus minta maaf!!” minho mulai tersulut amarahnya.

“ haaahh!!! kamu kira kamu siapa, kamu tuh junior enak saja menyuruh minta maaf” bentaknya sambil mendorong kedua bahu minho dengan tangan nya.

tak terima dengan perlakuan seperti itu, minho segera memukul laki-laki itu dengan sekuat tenaga sampai ia terjatuh,

tak lama kemudian terdengar suara raungan sepeda motor, sekatar 4 atau lima sepeda motor mengelilingi minho.

“ YAA!!! DONG HAE HYUNG …!!! KAMU TIDAK APA-APA?????????”

teriak salah satu dari gerombolan motor tesebut.

“ YAAA!!! KURANG AJAR KAMU !!!! TERIMA INI????” teriak yang lainya sambil menghantam kan tinju nya ke minho.

perkelahian pum tidak dapat dihindari.

*****************

minho memarkirkan motornya dibawah pohon di seberang sebuah bakery bernama KARA.

ia meringis menahan sakit, bibirnya berdarah dan pinggiran mata nya bengkak.

namun hatinya lega, 5 orang yang mengeroyoknya tadi kabur karena tidak bisa melawan minho.

nada membuang sampah di depan bakeri nya, ia menghela nafas, hari ini pengunjung bakery sangat sepi,, mungkin karena saat ini sangat panas sehingga orang lebih tertarik untuk membeli ice cream dibanding roti.

sekilas, ia melihat sosok yang ia kenal sedang duduk dibawah pohon (pohon tempat onew dulu saat menjemput nada pulang)

“minho oppa??” Tanya nada, menghampiri minho.

minho menatap nada sebentar, lalu menunduk,, saat ini ia tidak ingin siapapun mengganggunya.

“ minho oppa?? kenapa wajah mu?? “ Tanya nada kembali

“ Yaa!! nada!! aku tidak apa-apa… sudah sana pergi.. aku ingin sendiri!!” jawab minho ketus.

nada memandang minho sebentar,

“araiseoyo..” jawabnya pelan lalu ia kembali masuk menuju bakery nya.

********************

nada terus memikirkan minho, ia bertanya-tanya sendiri mengapa wajah minho memar dan berdarah ?? jatuh dari motor nya kah ia?? atau berkelahi??

walaupun minho berkata ingin sendirian dan tidak ingin diganggu, namun nada merasa tidak bisa meninggalkannya karena bagaimanapun juga minho adalah teman nya.

nada menyiapkan sebuah nampan, ia menaruh mangkuk yang berisi beberapa batu es, handuk kecil, air mineral, dan kotak P3K, ia juga mengambil sebuah roti yang masih hangat dan sekotak susu rasa cokelat.

nada segera membawa nampan itu keluar dari bakeri nya, dilihatnya minho masih duduk disitu dan menunduk.

nada menghampirinya.

“oppa…” kata nada pelan.

“ Yaaa!! kubilang aku ingin sendiri, tolong jangan ganggu aku “ kata minho ketus tanpa memandang nada.

nada segera melatakkan nampan yang ia bawa kehadapan minho.

“ aku ga akan mengganggumu, Cuma ku rasa oppa akan butuh ini, karena luka jika tidak cepat diobati akan infeksi..” setelah itu nada berdiri dan hendak berjalan masuk ke bakerynya.

saat nada mulai berjalan minho tiba-tiba memegang tangan nya…

“ jangan pergi,,, tolong jangan pergi,,,,” kata minho.

*****************

Nada duduk disamping minho, ia meletakkan nampan di pangkuanya.

“ oppa.. boleh ku bersih kan luka mu..? “ Tanya nada pelan.

minho memandangnya sebentar, lalu mengangguk..

nada membasahi haduk kecil dengan air mineral, dan membersihkan luka minho,

“ maav kalo sedikit sakit, oppa..” kata nada pelan.

tangan nya menyapu bagian luka minho dengan pelan..

entah mengapa, ada perasaan yang sangat nyaman yang dirasakan minho,

perasaan yang sangat ia inginkan. nada merupakan orang pertama yang menyentuh minho –kecuali ibunya-

lama minho memandang nada,  (pandangan nada hanya tertuju pada luka minho)

matanya memandangi seluruh bagian wajah nada, namun ia terhenti di matanya.. ada suatu kehangatan yang tampak dimata nada, yang membuat minho enggan melepaskan pandangan nya.

“ kenapa oppa..?? sakit ya??” Tanya nada saat kedua mata mereka bertemu.

“ anniiiii.. teruskan saja…” kata minho

“ sekarang mungkin akan sedikit sakit,, aku akan mengompres lukanya dengan es batu, untuk menghentikan darah dan mengurangi bengkaknya.. tahan sedikit ya oppa..” kata nada pelan.

kemudian nada mulai mengompres bibir minho yang berdarah dan memar, bawah matanya , dan kening minho..

“ kamu tidak bertanya padaku nada..??” minho mencoba memulai percakapan.

“ pertanyaan apa oppa?” kata nada, kali ini ia meneteskan alkohol ke kapas.

“ oppa..alkohol ini , agak perih jika terkena luka.. tahan sedikit ya oppa..” sambil pelan-pelan mengoleskan alkohol ke luka minho.

“ yaa.. kamu tidak bertanya padaku mengapa aku mendapat luka-luka seperti ini..” minho menjelaskan.

nada berhenti sejenak,

“ tadi oppa bilang tidak mau diganggu, mungkin memang oppa ingin sendirian.. aku ga akan bertanya kenapa oppa seperti ini.. pasti pertanyaan ku akan membuat oppa tidak nyaman.. tapi aku ga keberatan jika oppa ingin cerita, aku pasti akan mendengarkan..” kata nada lalu melanjutkan lagi aktivitasnya.

minho tersenyum, entah kenapa dia merasa nada berbeda dengan perempuan lain yang ia kenal, ia merasa nada mengerti dirinya,,

“ kamu tidak jaga bakery mu nada?? Tanya minho mengubah topik pembicaraan.

“ tidak oppa, dari tadi siang sepi.. “

jelas nada sambil mengoleskan antiseptic ke bibir dan kening minho yang terluka.

“ nah selesai .. “ kata nada, sambil menempelkan plester ke dahi minho. lalu ia membereskan peralatan nya,

“oppa.. ini ada roti yang baru ku ambil dari oven, masih hangat.. aku sendiri yang membuatnya.. coba yaa.. nanti kalau enak, mampir ya ke KARA..” kata nada sambil menyerahkan roti dan susu ke tangan minho. lalu ia berdiri dan merapikan rok nya.

“ aku harus kembali ke dalam.. annyeong…”

“ nada……… gomawo…..” kata minho

perasaan minho sangat bahagia saat itu, tanpa ia sadari dari kejauhan ada orang yang memperhatikan nya sedari tadi.

****************

“ aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku bosss!!!”  kata eunyuk meyakinkan donghae, ketua geng motor mereka.

“ kalau bos tidak percaya, ini buktinya..” ia mengeluarkan hpnya dan memberikan nya kepada donghae.

donghae melihat dengan seksama hp yang diberikan eunyuk.

ada beberapa foto disana, yang memperluhatkan gambar seorang gadis yang memakai baju seragam pelayan bakery dan seorang laki-laki dibawah pohon di depan sebuah toko bakery.

“ ya.. benar, memang ini orang nya..” kata donghae pelan.

“ tapi siapa perempuan ini??” Tanya donghae lagi.

“kurasa pacarnya, lihat.. mereka sangat akrab, dan difoto ini ia selalu menatap ke arah gadis itu..” jawab eunyuk

donghae kembali melihat foto-foto di hp eunyuk sekali lagi.

hampir disetiap foto, terlihat minho sedang memandang nada,

“ tapi kita tidak butuh perempuan ini..” kata donhae..

tak berapa lama, datang seorang yang tinggi dan memakai seragam sekolah smu.

“ bos, sudah saya dapatkan informasi tentang orang yang bos cari..” kata ryowook.

“ nama nya minho, lulusan smu JYP di seoul. dia ketua tim judo dan taekwondo disekolahnya, 3 tahun berturut-turut memenangkan juara tekwondo nasional antar sekolah, pintar dalam olah raga, belum pernah terlihat berjalan dengan seorang wanita, alias tidak punya pacar, ia mantan ketua geng motor smu di wilayah barat seoul, ayahnya seorang dewan di smunya, kabarnya ia….” sebelum ryowook menyelesaikan kalimatnya donghae menyela.

“stop.. yang lainnya aku tidak perlu tau..”

donghae terdiam sebentar dan akhirnya berkata

“ pantas saja kita berlima tidak bisa mengalahkan nya,,, bersepuluh pun aku tidak yakin, dia tangguh dan mempunyai teknik yang bagus, tidak seperti kalian.. “

“ dalam teknik kita memang kalah bos.. tapi dalam taktik, kurasa kita lebih unggul..” kata eunyuk sambil tersenyum licik.

“apa maksudmu??” kata donghae tak sabar.

“pertama-tama.. kita hancurkan bagian yang paling rapuh boss…” bisik eunyuk.

“ jangan bertele-tele eunyuk..”

“ kita serang hatinya terlebih dahulu..”

*******************

siang itu nada tergesa-gesa berjalan menuju halte bus. ia terlambat bekerja hari ini karena tadi dosen nya memberi essay mendadak.

tiba-tiba ada yang memanggilnya dari kejauhan.

“nada……………………….”

nada menengok sebentar.

“minho oppa.. ada apa..” kata nada

“ kamu kenapa terburu-buru…?”

“ aku terlambat oppa…”

“ ku antar naik motor ya.. tolong jangan menolak” kata minho sambil tersenyum dan memberi kan nada helm khusus wanita.

“ oppa…. aku rasa tidak.. MMMmiiiiiiaaaaannnnn haappniidaaaaa.” kata nada sambil membungkukan badannya 90 derajat.

“ aniyo??? weee??” Tanya minho.

“ aku… aku takut naik motor oppaa…” kata nada pelan.

“ apa yang kamu takuti nada.. tenang saja kamu aman bersamaku” kata minho meyakinkan nada.

nada terdiam.. ia sangat takut naik motor, apalagi dengan minho, karena yang nada tau minho suka naik motor dengan kecepatan tinggi.

“yaa..!! kenapa diam.. ayo cepat naik.. nanti kamu terlambat, jam segini bus penuh..” kata minho tidak sabar. lalu segera memberi nada helm, dan menarik tangan nada ke arah belakang motornya..

“ naik… pali pali pali pali……” kata minho, mau tak mau nada akhirnya naik juga.

“ pegangan yang erat nada.. kalo tidak kamu terlempar…” kata minho bercanda.

“ oppa… aku….” nada mulai panic

“ aku bercanda nada…” kata minho tertawa, setelah itu ia menjalan kan motornya.

dari kejauhan donghae dan eunyuk mengamati mereka..

———–KARA BAKERY TUTUP———

nada terdiam melihat tulisan yang terpampang di pintu depan kara bakery..

“ mengapa tutup??” Tanya nya kepada dirinya sendiri.

minho berdiri disamping nada memperhatikan nada yang kebingungan.

tiba-tiba hp nada bergetar. segera nada mengambilnya dan ternyata ada 1 pesan baru.

“ nada maav, baru mengabari.

kara tutup sampai lusa,

ok.

kyuhyun”

“tutup oppa.. sampai lusa..” kata nada lemah.

minho tersenyum.

“ ok, kita pulang saja.. panas sekali hari ini..” Kata minho

“iya oppa..”

******************

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
  • BUAT YANG PUNYA WORDPRESS… LIHAT DI PALING ATAS ADA BUTTON LIKE SAMA LAMBANG BINTANG… TOLONG DI KLIK KALAU KALIAN SUKA SAMA FF NYA ^.^.. SUPAYA AUTHORNYA TAHU SEBERAPA BANYAK YANG SUKA FF MEREKA.. GOMAWO

My Lovely Servent – Part 3


Author : Dhy

Cast     : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and the other cast

Eun hye side

““hey apa sich yang mau kau lakukan???” aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya, karena jujur sekarang jantungku berdegup kecang.

“menurutmu???”

Apa sich maksud kata-kata key???  Tiba-tiba tangan key mengangkat wajahku, kami saling menatap, tatapan key seakan-akan bisa menghipnotisku, aku sedikit menggerakan tubuhku karena tiba-tiba key melingkarkan tangannya di pinggangku, aku tak tau harus berbuat apa sekarang, yang kurasakan hanya bingung, takut, dan detak jantungku yang semakin lama semakin kencang. Aku mulai memejamkan mataku saat wajah key tiba-tiba mendekat, aku menahan nafas karena takut, kau tahu apa yang ku takutkan???? Yang sangat ku takutkan adalah key mengambil ciuman pertamaku.

Aku mrnghelankan nafas saat kepala pelayan han memannggil key.

“ tuan muda, apa kau sudah bangun???”

Awalnya aku akan berteriak meminta tolong, tapi key malah menutup mulutku dengan tangannya.

“ ea, aku sudah bangun ko” ucap key tanpa  merubah  posisi tubuhnya

“tuan muda taemin berpesan agar anda tidak melupakan pertemuan orang tua hari ini”

“ea aku tau”

Kemudian aku mendengar langkah kaki menjauh dari kamar key.

“AAAAAAAA, hey are you crazy or something?????” teriak key, karena aku menggigit tangannya.

“cepat buka pintunya, gara-gara kau aku terlambat”

Key pun membuka kunci kamarnya dengan satu tangan.

“ get out stupid girl!!!!!!!”

“heh kau tidak perlu mengusirku, aku juga tidak mau ada satu ruangan dengan lelaki mesum sepertimu” ucapku kesal.

“apa kau bilang???????”

***

Aku terlambat lagi, ini semua gara-gara key, aku berlari memasuki kelasku.

“loch, dosennya kemana??????” tanyaku pada eunsung

“harusnya kau bersukur, hey pabo kenapa kau masih terlambat juga, apa kau masih tidak bisa menghilangkan kebiasaan burukmu???”

“aku bangun pagi, ini semua gara-gara  key yang menyebalkan” ucapku kemudian duduk di samping eunsung.

“key??? Kunci maksudmu???”

“bukan, dia itu tuan muda yang menyebalkan itu”

“namanya  sangat aneh, hey apa dia tampan???” eunsung terlihat bersemangat saat menanyakan hal itu.

“apa tidak ada pertanyaan lain yang bisa kau tanyakan” eunsung hanya menggelengkan kepalanya.

“dengarkan aku baik-baik, key adalah orang yang aneh dan menyebalkan, dia tidak suka ada cahaya matahari masuk ke kamarnya, dia juga suka sekali berteriak-teriak tidak jelas”

“oww”

“masih ada, dia bisa tiba-tiba berbicara lembut pada adiknya, satu lagi yang harus kau ingat dia lelaki mesum” puas rasanya mengucapkan semua itu.

“waah sepertinya kau sudah kenal baik dengan tuan mudamu itu”

“ ow ya eun hye, apa dia tampan??” nampaknya eunsung sangat penasaran dengan hal yang satu ini.

“Park eunsung”

“araso,araso. Sebenarnya aku lebih penasaran dengan hal yang satu ini” ucap eunsung.

“eunsung, jinki mana?” tanyaku pada eunsung dengan nada yang kubuat agar tidak terdengar mencurigakan.

“tadi sich dia keluar sebentar, tidak tahu kemana”

Tidak lama kemudian jinki datang, jinki sangat tampan dengan kaos hitam yang ia pakai, ada yang aneh dari jinki hari ini, dia mengganti model rambutnya, sekarang jinki lebih terlihat cool (bayangkan onew pada pic dan mv ring ding dong).

“jinki, kau mengganti model rambutmu???”

“apa aku tampan?” tanyanya sambil memamerkan senyumnya.

“selalu saja, sepertinya kau sangat suka mengabaikan pertanyaanku”

“pertanyaan itukan tidak perlu aku jawab, kaukan bisa melihatnya” ucap jinki sambil mengacak-acak rambutku. Aku baru sadar bukanya tadi aku memakai topi, ow tidak aku lupa mengambilnya, pasti masih ada di kamar key.

“hey ada apa lagi denganmu?” Tanya jinki

“tidak ada apa-apa, o ya kau terlihat jelek dengan potongan rambutmu” aku berbohong tentunya.

“aku tahu kau bohong???”

“we??????”

“ terlihat dimatamu” ucap jinki sambil menatap mataku, kenapa aku jadi teringat key, bodoh gerutuku dalam hati.

“kenapa kau bengong lagi???”

“aku tidak bengong”

“bagai mana pekerjaanmmu???”

“akku mohon jangan tanyakan hal itu”

“baiklah, ow ya aku punya sesuatu untukmu” ucap jinki sambil mencari sesuatu ditasnya.

“apa???” tanyaku penasaran

“ini” ucap jinki sambil menaruh sebuah jepitan rambut di mejaku.

“gomao, jinki tapi kaukan tau aku……”

“ tidak pernah memakai jepit rambut, aku sudah tau makanya aku membelikannya”

“coba aku lihat” tiba-tiba eunsung datang menggangguku dan jinki. “wah bagus sekali, eun hye kau sangat beruntung, hey jinki kenapa kau tidak membelikan untukku juga???” Tanya eunsung, dari cara eunsung bicara aku tahu dia bercanda, tapi itu berhasil membuat jinki salah tingkah. “baiklah, kalau kau tidak mau membelikan aku, aku mengerti ko” ucap eunsung sambil menngedipkan sebelah matanya.

***

Jinki memaksa untuk mengantarku pulang, dan dia juga tidak memberiku kesempatan untuk menolak.

“jinki, berhenti disini”

“memangnya sudah sampai?”

“hanya beberapa meter dari sini, aku tidak mau kau mengantarku sampai tempat kerjaku”

“baiklah aku mengerti”

Saat aku akan membuka pintu mobil, tiba-tiba jinki menahan tanganku

“ada apa???” tanyaku heran, tanpa menjawab jinki menariku kepelukannya. Aku sangat senang sekali karena jinki memeluku sangat erat tapi saat jinki mulai berkata aku sangat sedih.

“aku harus pergi eun hye” bisik jinki pelan, aku melepaskan diri dari pelukan jinki.

“kemana???” tanyaku

“meninggalkan korea” ucap jinki tersenyum.

“apa kau sangat senang akan pergi” jinki malah tertawa medengar kalimatku yang mulai merajuk. “kenapa sekarang kau malah tertawa???” tanyaku heran.

“pabo, mana mungkin aku senang meninggalkan tanah kelahiranku, apa lagi meninggalkanmu” entah kenapa aku tidak bisa menahan senyumku.

“ eun hye, aku hanya pergi beberapa hari, tapi aku tidak tahu pasti akan pulang kapan, nenekku sakit dan dia ingin bertemu denganku”

“baiklah, aku juga tidak bisa menahanmu, kau akan tetap mengabarikukan???” tanyaku penuh harapan.

“ tentu, ow ya setelah ini kita tidak akan bertemu sampai aku kembali nanti, jadi jaga dirimmu baik-baik”

“ kau juga” ucapku kemudian keluar dari mobil. Saat aku berjalan menjauhi mobil, tiba-tiba air mataku menetes, aku takut jinki tidak kembali.

“eun hye” panggil jinki, aku segera menghapus air mataku, dan melihat kerah jinki yang sekarang berlari ke arahku.

“ini buku catatanku, kemarinkan kau bilang akan meminjamnya, ow ya selama aku pergi tolong buat agar catatanmu lebih rapi, karena nanti aku akan meminjamnya”

***

Kenapa semua orang terlihat sibuk hari ini, akupun segera berganti pakaian dengan seragamku, karena penasaran aku berjalan kearah dapur rumah ini. Aku melihat minjung dan yang lainnya sedang sibuk membawa makanan ke meja makan.

“minjung, kenap semuanya terlihat sibuk sekali???” tanyaku heran

“”tuan besar dan nyonya sudah datang, mereka datang tiba-tiba, membuat semua orang repot, oyo cepat bantu kami” akupun mengerjakan apa yang diminta minjung.

End of Eun hye side

***

Disebuah ruangan di rumah key.

“appa, aku bilang, aku tidak akan pindah dari universitasku sekarang”

“lalu, kau akan terus mempermalukanku, kau tahu aku pulang gara-gara apa??? Gara-gara orang dari universitas meneleponku dan memberi tahukku bahwa kau tidak pernah ke kampus, dan satu hal lagi kau juga selalu membuat masalah”

“appa selama ini appa tidak tahu apa-apa, appa hanya sibuk dengan urusan pekerjaan”

“aku bekerja mati-matian sekarang ini untukmu demi masa depanmu”

“jadi buat apa aku belajar dengan baik??? Bukankah appa sudah menyediakan masa depanku” teriak key

“kau ini” ucap tuan kim sambil mengangkat tanganya akan menampar key.

“jangan aku mohon” ucap nyonya kim sambil memeluk key.

“kau tidak perlu melindungi anak tidak tahu diri seperti dia”

“apa kau bilang??? Aku tidak akan diam saja melihat kau menyakiti key” ucap nyonya kim “key sekarang kau mandi, lalu kita makan malam” ucap nyonya kim lembut pada key.

“ key besok kau sudah harus masuk ke universitas yang kurintis selama ini, harusnya kau bersyukur karena kau akan masuk ke universitas yang lebih bagus dari tempatmu yang lama” ucap tuan kim sebelum key pergi.

***

“ pagi tuan muda taemin” ucap eun hye pada taemin ketika ia berpapasan dengan temin yang berjalan terburu-buru, taemin masih memakai piama yang ia kenakan saat tidur.

“apa umma dan appa masih ada???” tanya taemin.

“apa tuan muda tidak tahu, mereka sudah pergi setengah jam yang lalu” ucap eun hye.

“aku bangun terlambat” temin berkata sangat pelan, raut mukanya berubah menjadi sedih.

“ kau tidak bangun terlambat, ini lebih pagi dari jadwal bangunmu” ucap eun hye.

“tapi tetap saja, aku tidak bisa sarapan dengan umma”

“kau kan masih bisa sarapan dengan tuan muda key” ucap eun hye menghibur taemin.

“ hyungkan tidak pernah sarapan di meja makan”

“kau bisa sarapan dikamarnya, sekarang aku akan membangunkannya, mau ikut???”

“baiklah, ow ya nunna, aku belum tahu nama nuuna siapa” ucap temin sambil berjalan di samping eun hye.

“namaku eun hye, yoon eun hye”

***

“nuuna, sepertinya hyung sudah bangun” ucap temin saat melihat key sudah tidak ada di ranjangnya.

“aku juga heran” ucap eun hye pelan, tapi samar-samar terdengar suara percikan air dikamar mandi. “ sepertinya hyungmu sedang mandi”

Karena penasaran taemin mendekat kearah kamar mandi “ hyung, apa kau didalam??”

“ taemin, sedang apa kau sepagi ini sudah dikamarku???” tanya key dari dalam kamar mandi.

“aku ingin sarapan denganmu”

“baikalah tunggu aku sejam lagi di meja makan” ucap key yang berhasil membuat eun hye dan taemin bingung.

“tuan muda, sepertinya ada yang aneh dengan hyungmu” ucap eun hye dan taemin menggangguk tanda menyetujui.

***

Setengah jam kemudian eun hye dan minjung sudah berada di kamar key.

“ kalian berdua carikan baju untukku” perintah key pada minjung dan eun hye.

“eun hye kau tau tidak, kalau tuan muda tidak pernah seperti ini sebelumnya, sepertinya rumah ini akan kedatangan penghuni baru” bisik minjung pada eun hye.

“maksudmu???”

“maksudku, akan ada penata busana yang bekerja disini, memangnya kau mau setiap pagi repot seperti ini”

Sudah hampir setengah jam eun hye dan minjung berada di kamar key. Dan key hanya berkata.

“ aku tidak suka”

“ itu norak”

“seleramu payah”

“kau tahu fetion atau tidak sich???” sampai akhirnya key sendiri yang memilih bajunya.

“ow ya, ganti gorden kamarku, ganti cat kamarku dengan warna yang terang tapi tidak mencolok, dan pekerjakan penata busana, satu lagi keluarkan semua baju dilemariku dan ganti yang baru” ucap key kemudian meninggalkan kamar untuk sarapan.

“waaw, kau lihat eun hye tuan muda sangat cool”

“cool apanya???? Dia lebih menyebalkan dari biasanya”

“kau lihat cara dia berbusana perfect, aku saja sampai kaget”

“ea juga katamu, biasanyakan dia acuh tak acuh” ucap eun hye

“walaupun kemarin-kemarin key keren, tapi hari ini dia lebih keren” bisik eun hye dalam hati.

***

“hari ini sepi tanpa ada jinki” ucap eun hye pada eunsung

“wah kau sudah merindukannya rupanya”

“memangnya kau tidak???”

“ya tapi tidak serindu kau”

Tiba-tiba suara ribut terdengar dari luar kelas eun hye.

“eun hye, kau tau tidak diluar ada apa????”

“manaku tahu, mungkin tiba-tiba shinee berkunjung ke universitas kita”

“yang benar????” Tanya eunsung sumringah

“pabo, kalau shinee benar-benar ada disini, aku sudah ada diluar dari tadi” ucap eun hye. Eun hye pun menyibukan dirinya dengan mencorat coret buku.

“eun hye” ucap eunsung sambil menggoyang-goyangkan tubuh eun hye

“apa”

“eun hye ada lelaki yang tidak kalah keren dari shinee masuk ke kelas ini”

“ mana ada sich orang yang bisa mengalahkan shinee~~~~” ucap eun hye sambil mengalihkan pandangannya dari buku tetapi nada bicaranya menurun saat melihat sosok pria yang memang sangat keren yang memakai kaca mata sedang berdiri tepat beberapa meter dari tempat eun hye duduk.

“eun hye dia benar-benar tampankan” ucap eunsung

“ne” ucap eun hye pelan karena lelaki itu sekarang berdiri tepat dihadapan eun hye.

“eun hye dia sepertinya menyukaimu” bisik eunsung

“aku tidak percaya, kenapa kau ada disini????” ucap laki-laki itu

“maaf???” Tanya eun hye kemudian berdiri

“jangan bilang kau tidak mengenaliku, baru tadi pagi kita bertemu” ucapnya yang membuat eun hye bertambah binggung, tapi kebingungan eun hye terjawab saat lelaki itu membuka kaca matanya.

“KEY”

“apa sekarang kau sudah ingat”

“bajumu, rambutmu????? Kau benar-benar key yang menyebalkan itu???” Tanya eun hye spontan.

“apa kau bilang???? Aku tidak percaya kau akan mengatakan hal itu, akui saja kalau aku keren iyakan???” Tanya key

“keren katamu, jangan harap aku akan mengatakannya, kenapa sich kau bisa ada disini???”

“aku kuliah disini” ucap key yang membuat eun hye kaget.

“ oh Tuhan, mimpi buruk apa aku semalam” ucap eun hye sambi terburu-buru meninggalkan key namun kakinya tersandung meja dan………

“apa kau tidak bisa hati-hati” ucap key yang sudah menahan eun hye agar tidak jatuh, beberapa detik mata mereka bertemu.

“ ya~ apa yang kau lakukan??? Lepaskan aku” ucap eun hye. Tanpa ragu key melapaskan eun hye dan BRUKK, eun hye sudah berpindah dari tangan key ke lantai.

TBC

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic