Behind The Scene of Ring Ding Dong [FF Parody] – 1

P.S: DENGAN SANGAT TERPAKSA AKU NGE-SHARE FF INI TT.TT… SOALNYA OTAKKU MAMPET DI TENGAH JALAN… AKU YAKIN UDAH BANYAK YANG BACA FF INI… MAAAAAFFFF… SETIDAKNYA BISA KETAWA HARI INI…

-Lana-

_Ruang rapat SMent_

“Jadi saya minta bantuan kalian semua untuk membantu berjalannya MV SHINee yang terbaru ini. Karena uang perusahaan sedang mengalami penurunan, dan sepertinya tidak mungkin untuk memakai tenaga ahli demi menangani MV ini. Jadi, Leeteuk, saya tunjuk kamu sebagai director MV ini. Lakukan segalanya sebaik mungkin dan dengan dana seminim mungkin!!!!”, ucap Lee Soo Man dengan wajah serius pada para personil Super Junior dan DBSK yang sedang menganga lebar, nggak percaya.

=======================
“Jadi, mesti gimana, hyung??”, Tanya Jaejoong bingung pada Leeteuk. Kini para personil Super Junior, SHINee dan DBSK sedang berkumpul bersama di dorm SuJu. Leeteuk mengangkat bahunya bingung. “Yahh, mau gimana lagi? Kita mesti bikin MV ini dengan kemampuan kita sendiri”, ucap Leeteuk bijak.

Heechul menatap sinis kea rah para personil SHINee, “lagipula kenapa kalian mesti comeback saat perusahaan lagi krisis?? Kan jadi kayak gini keadaannya!”, ucap Heechul sambil menatap tajam kea rah Taemin. Taemin langsung mengkeret dan bersembunyi di balik punggung Onew.

“Yahh, mianhae hyung. Ini kan gara gara Taemin pengen banget release album terbaru, malahan kemaren dia sampe nangis sesenggukan di depan Boss LSM. Hyung semua juga tau kan kalau Boss LSM itu paling nggak kuat kalo denger dan liat Taemin nangis?? Katanya Boss jadi ngerasa bersalah kalau nolaak permintaan Taemin”, ucap Key dengan wajah datar. Minho langsung menjitak kepala Key dari belakang. Key langsung meringis kesakitan. “Kenapa sih, Minho?? Kok pake jitak jitak segala??”, Tanya Key yang nggak terima gara gara jitakan Minho tadi.

“Key hyung!! Aku kan nangis gara-gara dipaksa sama Onew hyung dan Jonghyun hyung!! Mereka berdua nih yang pengen banget comeback!!”, ucap Taemin sambil menunjuk kea rah Onew dan Jonghyun yang pura-pura nggak tau. Para personil SuJu dan DBSK langsung merasa gemas dengan tingkah laku hoobae mereka ini.

“Ya udahlah, sekarang kita tentuin aja tugas masing masing!!”, ucap Yunho agak keras dan langsung membuat para personil SHINee diam seketika. “Eh, emangnya Yunho tuh segalak ini ya?”, Tanya Eunhyuk pada Junsu yang duduk di sebelahnya. Junsu hanya mengangkat bahunya. “Nggak kok. Lagi PMS aja kali”, ucap Junsu polos. Eunhyuk malah mengangguk paham. Siwon yang duduk di belakang mereka berdua hanya bisa menatap gemas 2 orang di depannya. “Ni orang berdua pada bego amat sih?”, ucapnya dalam hati.

“Ya udah, berarti aku aja yang jadi director MV ini ya?? Ada yang nggak setuju?”, Tanya Leeteuk dengan wajah malas. Member lainnya juga sepertinya sama malasnya seperti Leeteuk, jadi mereka hanya mengangguk pelan.

“OK, besok kita mulai rekaman!!!!”
=========================

Keesokan harinya, di dorm SuJu..

“Nah, jadi rencananya, aku mau bikin MV nya tuh pake tema ANGEL!!”, ucap Leeteuk nyaring. Member yang lainnya menatap Leeteuk heran.

“Angel??”, Tanya Donghae penasaran. “Berarti ada sayapnya gitu ya, Hyung??”, tanyanya lagi.

Leeteuk mengangguk semangat. Tapi Changmin menyela omongan Leeteuk, “Hyung, tapi apa hubungannya Ring Ding Dong sama ANGEL?? Kok kayak yang nggak nyambung sih?”, Tanya Changmin. Leeteuk langsung kebingungan.

“Yahh, gimana ya?? Udahlah, pokoknya sambungin aja. Aku lagi nggak punya ide nih”, ucap Leeteuk sambil mengacak rambutnya. “Eh, ngomong ngomong, gimana caranya kita bikin sayap buat mereka berlima??”, Tanya Leeteuk sambil melirik kea rah member SHINee yang sedang asyik main game sepak bola di PS3 milik Kyuhyun. Kyuhyun yang biasanya jadi maknae dan bisa bermanja manja, kini hanya bisa manyun karena gelar ‘maknae’ nya kini telah direbut oleh 5 cowok imut itu. Dan sebagai hyung yang baik, berarti dia mesti rela berbagi ‘harta’ nya itu dengan mereka. *Kyu, ternyata kamu nggak semuda itu.. XD*

“Uhmm, pake apa ya? Nyewa aja deh, hyung!!”, ucap Yoochun yang memang nggak pengen ribet. Member lainnya langsung menatap tajam kea rah Yoochun. “Wae? Ada yang salah??”, Tanya Yoochun yang kebingungan.

“Duitnya dari mana?? Kita kan lagi nggak punya duit, Yoochun-a!!”, ucap Yesung gemas. Yoochun hanya mengangguk paham. “Lagian kata boss LSM kan, kita mesti meminimalisir pengeluaran”.

“Trus gimana dong??”, Tanya Ryeowook bingung. Mereka akhirnya hanya bisa diam termenung.

Lama..
Lama..
Dan Lama sekalii..

Sampai akhirnya Taemin berkata, “Hyung, pengen makan ayam goreng!!!”, ucap Taemin manja sambil menarik lengan kaus Onew. Mereka langsung tersadar dari lamunannya dan berkata serempak, “AYAM!!!!!!”

=========================

..Malam Harinya..

“Nah, jadi Kita bagi kelompoknya ke 3 kelompok ya?? Kelompok 1 tuh, Aku, Sungmin, Kyuhyun, Onew, Jaejoong, Hankyung, dan Shindong. Kelompok 2 Kangin, Yesung, Yunho, Junsu, Eunhyuk, Heechul sama Siwon. Kelompok 3 tuh Donghae, Ryeowook, Changmin, Yoochun, Kibum, Taemin, Minho, Key, sama Jonghyun”, jelas Leeteuk sambil membagi kelompok untuk menjalankan misi rahasia mereka. Member lainnya mengangguk mengerti. “Ok, sekarang kita mulai berpencar!! Pokoknya kita kumpul di sini 3 jam lagi, dan kita mesti bawa ayam minimal 1 ya? Ok?? Sekarang berpencar!!!”

10 menit kemudian..

=Kelompok 1=

“Ihh, banyak nyamuknya Hyung!!”, ucap Sungmin sambil menepuk lengannya yang kini bentol gara-gara digigit nyamuk yang berkeliaran di kebun itu. “Nanti gimana kalo kulit halusku ini jadi rusak gara gara digigit nyamuk??”, Tanya Sungmin lagi dan membuat para member lainnya menatapnya dengan jengkel. “Wae??”, Tanya Sungmin bingung.

“Sssstt!!! Nanti warga yang lainnya pada bangun!! Jangan berisikk. Malu maluin banget kan kalo member SuJu, SHINee ama DBSK ketauan lagi ngendap-ngendap buat nyari bulu ayam?? Apa kata duniaa??”, ucap Leeteuk pada member lainnya. Member lainnya langsung mengangguk paham. Tapi tetap saja mereka masih berisik karena ulahnya masing masing.

“Aigo-YA, Onew!! Kau menginjak kakiku!!!”, teriak Kyuhyun yang mulai kesal. Onew hanya menatap Kyuhyun dengan polos.

“Lho?? Bukannya kaki Hyung yang menyusup masuk ke sela sela kakiku??”, ucap Onew innocent. Kyuhyun langsung ingin menerkamnya saat itu juga!!!

“Hyung, rambutku sudah rapi belum??”, Tanya Jaejoong yang masih sibuk menyisir rambutnya. Hankyung yang sedari tadi memperhatikan Jaejoong hanya bisa menatap Jaejoong kagum.

“Omona, rambutmu halus banget!! Pake shampoo apa sih??”, Tanya Hankyung sambil mengelus rambut Jaejoong. Jaejoong masih tersenyum bangga.

“Pake lidah buaya dong Hyung!! Yang alami kan lebih baik”, ucap Jaejoong semangat. Beberapa saat selanjutnya malah dipenuhi dengan obrolan merek shampoo Hankyung dan Jaejoong, keluhan Sungmin tentang nyamuk yang ganas, perseteruan Kyuhyun dan Onew, dan Leeteuk yang masih serius mencari ayam.

Sedangkan Shindong??

Dia lagi asyik makan potato crispy nya dengan sembunyi sembunyi karena nggak mau jatahnya diambil oleh yang lainnya.

========================

=Kelompok 3=

“Huwee, Hyung!! Ada setannn!!!”, seru Taemin pada Key saat senternya menyorot ke satu arah. Dia langsung bersembunyi dibalik punggung Key yang juga sama takutnya seperti Taemin. “Omona!! Iyaa!! Setannya nyeremin banget!! Ihh, liat tuh, setannya nyamperin kita, Tae!!”, ucap Key yang juga langsung bersembunyi di balik punggung Minho. Minho yang memang sepertinya urat takutnya sudah putus, masih santai menyorot kea rah bayangan yang dibilang setan itu.

“Taemin-a, ini aku!! JongHyun!!! Enak aja aku dibilang setan!!!”, teriak Jonghyun kesal. Taemin hanya bisa nyengir geje.

“Mianhae hyung”, ucapnya minder sambil tersenyum lagi, “Abisnyaa, mirip sih”. Jonghyun masih mendengus sebal.

Tiba tiba, Donghae berbisik pada member lainnya. “Ssst, itu ada ayam!! Siapa yang mau ngambil??”, tanyanya sambil menyorot si ayam yang sedang tertidur dengan senternya . Seluruh member langsung melirik ke 1 arah.

“Mwo?? Aku yang mesti ngambil ayam itu??”, Tanya Ryeowook yang kebingungan. Member lainnya langsung mengangguk dengan senyuman licik. Akhirnya Ryeowook dengan sangat terpaksa, berjalan perlahan kea rah ayam yang sedang tidur itu. Perlahan.. perlahan..

Member yang lainnya hanya bisa menahan nafas deg-deg’an saat Ryeowook hanya tinggal beberapa inchi lagi dari ayam itu. “Ayoo wookie, dikit lagiii..”, desis Yoochun saat Ryeowook mulai mengulurkan tangannya. Tapii..

“HASSSTCHIII”, Changmin malah bersin di saat yang sama sekali nggak tepat. Setelahnya, dia malah nyengir polos ke arah Member lainnya. “Dingin banget ya?? Hehehehhe”, ucapnya dengan wajah yang super innocent.

“Uwaaaa!!! Hyung, ayamnya kaburrrr!!!!!”, teriak Ryeowook dengan suara cemprengnya.

“KEJARRRRRRR!!!!!!!”, perintah Kibum pada member lainnya. Kini mereka malah berebut mengejar ayam itu.

================================

=Kelompok 2=

“Nyari ayamnya gimana nih?”, Tanya Heechul yang mulai kebingungan. Member yang lainnya pun hanya bisa mengangkat bahu.

“Uhm, ada yang bawa duit nggak?”, Tanya Kangin pada member lainnya. Mereka menatap bingung ke arah Junsu.

“Buat apaan??”, Tanya Yunho heran. Kangin nyengir geje.

“Kita nyoba keberuntungan kita, di mesin itu!!!!”, ucap Kangin sambil menunjuk sebuah mesin panchinko yang ada di seberang jalan. “Kalo kita menang, kan kita bisa beli ayam yang banyak banget!! Ya nggak??”, Tanya Kangin. Member lainnya langsung mengangguk paham.

“Aku Cuma bawa duit 500 perak. Belum gajian ‘kan??”, ucap Junsu sambil mengeluarkan 5 keping seratusan dari kantongnya. “Aigo! Kita miskin amat ya? Masa personil DBSK ama SuJu tuh nggak punya duitt sama sekali kayak gini?? Memalukann!!!”, ucapnya sambil menggoyangkan dompetnya. Berharap ada uang lebih keluar dari dompetnya.

“Aku Cuma seribu!”, ucap Eunhyuk sambil mengeluarkan uang seribuan dari dalam kaus kakinya. Member yang lainnya langsung menatap jijik kea rah uang itu.

“NAJISSS!! BAU BANGET, HYUKKIE!!”, teriak Siwon sambil menutup hidungnya dan langsung menjauh dari Eunhyuk. “Kalian semua gimana sih?? Kalau mau, aku tinggal telepon ayah ku dan minta ayam 1 truk!!”, ucap Siwon sambil mengambil handphone nya dan langsung berbicara dengan ayahnya. Member yang lainnya langsung menghela nafas lega karena itu berarti mereka nggak perlu bersusah payah mencari ayam di tengah kebun yang gelap seperti ini.

Setelah beberapa lama, Siwon selesai berbicara dengan ayahnya dan ikut bergabung dengan member yang lainnya. “Jadi gimana??”, Tanya Yesung pada Siwon. Siwon langsung tersenyum senang.

“Bentar lagi truknya datang kok”, ucap Siwon santai. Member yang lainnya juga ikut tersenyum senang. Beberapa lama menunggu, akhirnya truk yang ditunggu pun datang juga..

“Tuan Siwon, ini ayam nya!!”, teriak supir truk itu. Mereka langsung membuka isi truk itu. Tapi mereka langsung kaget saat melihat isi truk.

“SIWONN!! KITA TUH BUTUHNYA AYAM HIDUP BIAR BISA DICABUT BULUNYA!!! BUKAN AYAM KALKUN KAYAK GINI!!!!!!”, teriak mereka serempak pada Siwon yang masih bengong.

“Ohh, aku kira yang kalian maksud tuh ayam kayak gini”, ucap Siwon dengan wajah innocentnya.

GUBRAK!!!!

=======================

3 jam kemudian..

Kelompok 1 dan 3 sudah kembali dari perburuannya. Hasilnya??? Kelompok 1 Cuma mendapatkan 1 ayam keciiiiilll banget. Nggak ada bulunya sama sekali!!! *ya iyalah, bayangin aja anak ayam yang masih imutt banget itu.. nggak ada bulunya kan???* Sedangkan kelompok 3?? Mereka Cuma dapet 1 ayam kampung yang iteeeemm banget. Pokoknya nyeremin banget deh tuh ayam. Malahan Minho sampe ngomong, “Ini ayam jadi jadian ya?? Kok mirip setan sih??”. Terus Jonghyun nanya, “Minho-a, emangnya kamu pernah liat setan??”

Minho menggangguk dan membuat semua member terkejut. “Mwo?? Dimana??”, Tanya Onew yang keheranan. Minho menjawab singkat, “Di dorm kita kok”

“Waah, yang bener??”, Tanya Jaejoong nggak percaya. Minho mengangguk. “Hyung semuanya juga bisa liat setan itu kok, toh setannya lagi duduk di sebelahku”, ucap Minho santai. Otomatis pandangan semua member langsung tertuju ke seseorang yang duduk di sebelah Minho.

“AKU??”, Tanya Jonghyun nggak percaya. Member yang lainnya juga mengangguk angguk seperti setuju dengan omongan Minho. *Jonghyun langsung noel noel lantai di pojokan*

Tak beberapa lama kemudian, kelompok 2 datang…

“HOREEE!! ADA AYAM KALKUN!!!”, teriak Shindong dan Changmin berbarengan saat melihat kelompok 2 yang datang sambil membawa beberapa potong ayam kalkun yang besaaar sekali. Mereka langsung berderap menuju kelompok 2 dan langsung memperebutkan kalkun itu. *Yahh, duo rakus di masing masing grup, kini sedang bertarung memperebutkan kalkun. Silahkan bayangkan sendiri keadaannya..*

“Kok kalian malah bawa kalkun sih?”, Tanya Leeteuk yang heran dengan barang bawaan kelompok 2. Kelompok 2 hanya nyengir geje, takut ketahuan kalau mereka udah main curang gara-gara minta bantuan ayahnya Siwon.

“Tadi ayamnya nyamperin sendiri, hyung. Pengen dimakan sama kita. Udah bosen hidup katanya”, ucap Kangin asal asalan. Tapi bodohnya, Leeteuk malah mengangguk paham dengan alas an Kangin. *ampuuun, leader 1 ini kok bodo banget sihh??*

“Ya udah, nggak ada jalan lain lagi. Berarti sekarang kita mesti….”, ucap Leeteuk pelan. Member yang lainnya langsung siaga mendengarkan, “Minjem bulu ayam punya Boss Lee”.
============================

“Minjem bulu ayam??”, Tanya Donghae bingung. “Maksud hyung, kita mesti nyuri ayamnya boss Lee??”

Leeteuk menggeleng kencang. “Kita bukan mau mencuri!! Kita Cuma mau minjem bulu ayam nya aja. Nanti kalau syuting udah selesai, kita balikin lagi tuh bulu ayamnya boss Lee. Gimana??”, Tanya Leeteuk dengan bangga. Member yang lainnya hanya bisa mengangguk pasrah karena mereka juga nggak punya ide

…Dalam perjalanan…

Kini, mereka ber 23 (buseeet, banyak bener!!!) sedang mengendap ke kandang ayam milik LSM yang berada di sebelah rumahnya LSM. Masing masing dari mereka kini telah membawa peralatan khusus yang dibutuhkan untuk misi rahasia ini.

“Misi A, jalankan!!”, bisik Leeteuk pada member lainnya. “Siap!!!!”, jawab 4 orang diantara mereka. Kini Heechul, Hankyung, Yunho dan Key langsung melesat secepat kilat (alahh!!) ke arah kandang ayam itu.

Perlahan Heechul mulai membuka pintu kandang ayam itu, dan melakukan hal yang sangat tak manusiawi, membekap ayam nya dengan CHLOROFORM!!!!! (>..<) *kasian banget tuh ayam!!*

Ayam itu sempat memberontak sejenak, tapi lama kelamaan dia malah pingsan *emang ayam bisa pingsan??*, setelah melakukan hal yang sama pada beberapa ayam lainnya, mereka langsung membawa ayam itu ke tempat member lainnya berkumpul.

“Nih, Hyung!!”, ucap Key dan Yunho sambil melemparkan ayam itu pada member yang lain. Leeteuk langsung tersenyum senang. “Misi B, jalankan!!!!”, ucapnya lagi.

“Siap!!!!”, ucap Kyuhyun, Onew, dan Donghae. Mereka bertiga langsung mengambil ayam itu dan dengan sigap bisa mencabuti bulu ayam itu. *ehh, suamiku!!! Kalian kejammm…*

“Wuihhh, pasti ayam yang ini tuh cewek!!”, ucap Donghae saat mencabuti bulu ayam itu. Kyuhyun dan Onew menatap Donghae heran.

“Kenapa gitu, hyung??”, Tanya mereka berdua kompak. Donghae langsung menunjukkan ayam itu ke wajah Kyuhyun dan Onew.

“Tuh liat, pantatnya ayam ini montok banget!!! Pasti nih ayam yang jadi primadona di dunia nya para ayam!! Semacam Britney Spears gitu deh”, ucap Donghae bersemangat.

“Sumpah, hyung!!! NGGAK PENTING!!!”, seru Kyuhyun dan Onew yang langsung melengos sebal saat mengetahui hal itu.

Setelah selesai membuat ayam itu menjadi telanjang bulat *bingung?? bayangin aja ayam botak yang sering ada di kartun kartun*, Leeteuk langsung sigap menyuruh Key, Yunho, Heechul dan Hankyung untuk mengembalikan ayam itu ke kandangnya.

“Eh, nanti ni ayam bakal masuk angin nggak ya? Kan mereka nggak pake baju gitu”, ucap Hankyung saat mereka beranjak mengembalikan ayam itu. *sumpah, ni pertanyaan nggak mutu banget!!! Jangan kalian beneran pikir kalo Hankyung yang asli bakal ngomong kayak gini!!!!*

“Jangan jangan nanti ayam ini malah bakal kena flu ya, hyung??”, Tanya Key sambil menatap kasihan ke ayam yang sedang dipegangnya.

“Heh?? Flu?? Berarti…”, ucap Yunho pelan sambil menyiratkan wajah yang nggak enak pada 3 teman seperjuangannya. Key, Heechul, dan Hankyung juga saling berpandangan geje.

“FLU BURUNG!!!!!!!!”, teriak mereka berempat dan melempar ayam itu sembarangan. Akibatnya, ayam itu langsung sadar dan berkokok kencang. Terdengar langkah berat dari dalam rumah.

“Huweee, kaburrrrr!!!!!”, teriak Leeteuk dan membuat semua member juga ikut kabur sambil membawa bulu ayam yang tadi mereka cabut.

LSM yang keluar dari rumah untuk memeriksa apa yang sedang terjadi, malah kaget saat melihat ayam ayamnya yang telanjang dan sedang sekarat karena kedinginan *maybe*.

“Mwo?? Ayamku!!! Siapa yang telah menodaimu seperti iniiii???”, teriak LSM histeris sambil memeluk ayamnya yang sedang mengalami sakaratul maut stadium akhir itu.

================

=T.B.C=

gimana dengan kelanjutann kegilaan ide anak2 SM ini??

berhasilkah mereka membuat MV yang memuaskan untuk para Shawol??

pokoknya masiih ada banyaaakkk bgt kegilaan yang bakal mereka bikin..

so, tungguin next chapt..

^^
+++++++

By: icha_On.U (OwO)

CREDIT : LEADLOVER BLOG

I Can’t Dead – Part 3

Author: Agnes

Here it is! Part 3 taraaaaaaa, panjangnyaaaaa ckck ^^ happy reading chingu ^^

~ ~ ~ ~ ~

I CANT DEAD ~PART 3~

Pagi yang cerah mengawali hariku. Udara hangat menyapaku, matahari pagi menyinariku. Sekarang aku udah sampai sekolah, yang seperti biasa, aku menuju atap dan lagi lagi ada si Key. Dia melakukan hal yang sama seperti kemarin. Tapi kali ini aku tak bermaksud mengusik dia, aku jalan pelang pelan dan duduk dibelakangnya. Sepertinya dia tak menyadari kedatanganku.

“sudahlah Geunho, aku tau kau datang” kata Key tiba tiba, ia membalikan tubuhnya dan tersenyum

“kau bisa tau?”

“tentu saja, langkah kakimu terdengar tau, dan aku sudah bisa merasakan ada hawa negatif datang” ia terkekeh dan duduk disampingku

“maksudmu, aku ini makhluk halus?” aku memicingkan mataku

“aku tidak bilang begitu” berdebat dengan Key sama aja kayak debat dengan DPR, ga akan habis “oya kucing yang kemarin, dia……… mati”

“ha? Kok bisa?”

“hm kata appaku, dia udah terlanjur luka berat, perutnya sobek dan masiha da luka berat lainnya. Sampai akhirnya, dia mati. Apa adikmu akan baik baik saja?”

“dia pasti mengerti ya walaupun pada akhirnya dia nangis nangis juga” kamipun diam. Aku bingung mau bicara apalagi. Satu satunya topik menarik yang kupunya adalah tentang adikku, dan pada akhirnya aku menceritakan tentang adikku juga. Bagaimana adikku mendorong temannya hingga nyebur ke kolam ikan, berantem dengan anjing tetangga sebelah rumah, dan memenuhi kamarnya dengan binatang binatang aneh. Tapi Key selalu tertarik ketika aku meceritakan tentang semua kegilaan adikku.

“Geunho, kita makan di atap pas istirahat yuk” kayanya sebelum masuk kelas. Aku tersenyum tanda iya. Oke pelajaran dimulai, pelajaran pertama adalah matematika, dan aku benci pelajaran ini. Headphone yang kugantung dileherku, aku nyalain dengan volume paling kecil. Ya sedikit sedikit aku bisa mendengar suara musik yang mengalun.

~ ~ ~ ~ ~

Atap sekolah penuh. Iya, banyak sekali orang pacaran disini. Tapi sepertinya Key merasa ga terganggu dengan hal itu. Hm ternyata hari ini ummaku membawakan, nasi kepal isi ayam tanpa mayoneise tentunya.

“kau mau?” tawarku ke Key. Ia mengangguk dan mengambil satu nasi kepal. Key membawa burger untuk bekal. Kami makan dengan tenang. Angin berhembus kencang dan meniup rambutku………

~ ~ ~ ~ ~

~Key P.O.V~

“kau mau?” Tanya Geunho padaku. Aku mengambil satu karna terlihat enak, aku coba memakannya. Hm ga pake mayoneise, apa Geunho ga suka? Angin bertiup kencang dan membuatku menundukan kepala aku melirik Geunho. Astaga… baru sadar aku kalau Geunho memiliki bulu mata yang indah. Aku tak berkedip, sama sekali tidak. Wajahnya, begitu manis, apalagi kalau tersenyum. Rambutnya yang panjang menambah kesan feminine. Aku benar benar baru sadar.

“aduh” pekik Geunho. Ia menundukan kepalanya

“kau kenapa?” aku mengangkat kepala Geunho, kulihat matanya seperti kelilipan sesuatu, mungkin debu. Geunho mengelak dan ia mengusap usap matanya “jangan! Sini” aku meraih wajah Geunho, dan meniup matanya. Semuanya…… bergerak sendiri.

“terimakasih” kata Geunho, kulirik wajahnya bersemu merah. Lucu sekali.

“sama sama” lalu suasana berubah canggung. Jantungku…… berdetak keras sekali, apa aku jatuh cinta dengannya?? ah aku baru mengenalnya kok. Sudah lupakan, kami melanjutkan makan lagi tanpa bersuara.

“panggilan kepada Jung Geunho kelas 11-C, diharap segera ke gedung sd, sekali kepada Jung Geunho kelas 11-C, diharap segera ke gedung sd. Terimakasih” aku dan Geunho sama sama tatap tatapan.

“pasti Yoona” ia langsung berlari meninggalkanku. Aku berteriak teriak kayak orang kesurupan tapi karna Geunho tak menoleh aku mengikutinya. Tak lupa kubawa kotak bekalku dan Geunho. Coba kalian bayangkan, aku harus lari dari lantai 5, nyebrang lapangan yang besar, dan naik kelantai 2 untuk sampai kekelas Yoona—aku mengikuti Geunho. Ia lari cepat sekali.

Ketika aku sampai dikelas Yoona, bocah itu dipegangi Geunho dan diajak keluar kelas. Seorang anak cowo menangis didalam kelas. Geunho dangan muka marah bertanya pada adiknya ini apa yang terjadi.

“Jun telah menghancurkan maha karyaku yang kubuat selama 2 bulan. Aku mati matian membuatnya eh ternyata dia malah merusaknya, lalu tangannya kuikat dan kududukan dikursi, abis itu kaki dan pingganya ku gelitik sampai dia pipis dicelana dan menangis. Laki laki macam apa itu? Cengeng” Geunho membuang nafas panjang. Aku pikir balasan yang dilakukan Yoona tak fatal. Yoona tak sepertu anak lainnya yang langsung memukul ketika barangnya dirusak. Dia lebih memilih cara yang tidak kejam tapi menyakitkan. Lalu kemudian, anak yang bernama Jun keluar, dan menghampiri Yoona.

“maafkan aku, aku yang salah Yoona, biar aku yang mengerjakan maha karyamu” Jun masih terisak. Celananya basah

“ah yasudahlah, ku maafkan. Kau tidak perlu mengerjakan karyaku, kau tidak akan bisa dan mengerti, kau kan bodoh” kata katanya tajam sekali. Jun kembali menangis dan berlari masuk ke toilet cowo.

“cengeng! Geunho, aku lapar, aku ga bawa bekal” rengeknya

“oh iya kotak bekalku” pekiknya. Aku memperlihatkan apa yang kubawa tepat kedepan muka Geunho “hehe~ makasih, ayo kita makan sama sama” ya akhirnya kami semua makan dikelas Yoona. Gadis kecil ini luar biasa, sama seperti kakaknya. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri ketika melihat Yoona disuapin Geunho. Selesai makan aku dan Geunho balik ke kelas karna bel masuk telah berbunyi.

“Key maaf telah merepotkanmu”

“ah ga apa apa, kita kan teman” aku tersenyum. Ia mengangguk. Lapangan basket  masih penuh sekali. Mungkin karna anak basket lagi pada main. Yeah, denger denger anak basket sekolah ini cukup popular.

“Geunhooooo” teriak seseorang dari lapangan basket. Walaupun yang dipanggil geunho, aku juga ikut ikutan menoleh. Asal suara itu dari seorang cowo dengan rambut 3 warna, ia melambai lambaikan tangannya pada Geunho. Tapi orang disebelahku yang bernama Geunho ini malah melengos pergi.

“itu pacarmu?” tanyaku padanya karna penasaran

“ih, bukan!!” Geunho terlihat geli sekali dengan cowo itu “dia Jonghyun, kapten basket sekolah ini. Dia sekelas denganku, dia lebih gila dari adikku, dia selalu bilang sarangheyo padaku, dan aku sudah cukup muak dengan semua itu”

“wow, santai, dengan kata lain, dia naksir kamu?” tebakku. Geunho menganguk pasrah.

“dan satu lagi, aku ga pernah naksir dia sama sekali!!” Geunho langsung bergegas masuk kekelasnya dan aku baru sadar kalau aku melewati kelasku. Ya, aku berjalan mundur dan masuk kekelasku……

~ ~ ~ ~ ~

Wajah Yoona terlihat agak sedih ketika aku bilang bahwa kucing yang kemaren telah mati dan kalian tau? Dia malah minta pelihara anak buaya? Apa apaan bocah ini. Yoona bilang dia akan mencari anak buaya didanau dekat sekolah tapi Geunho langsung berkata TIDAK dengan segenap jiwa dan raga. Mungkin Yoona berfikir 2x dan akhirnya bocah itu ga jadi melihara anak buaya. Aku berpisah dengan Geunho digerbang karna supirku udah jemput lalu sejurus kemudian mobilku melaju.

Dimobil, aku terus memikirkan kejadian di atap sekolah ketika rambut Geunho tertiup angin. Moment yang paling indah dihidupku. Aku baru sadar, ternyata Geunho memiliki bulu mata yang indah. Pantas saja Jonghyun naksir. hm aku ga boleh kalah!!! Fighting Key.

~ ~ ~ ~ ~

~Geunho P.O.V~

Aku merasa malu lagi ketika Key meniup mataku. Aaaaaaa, dia manis sekali saat itu. Dia baik sekali tapi mengapa dia ga bermain dengan temannya yang lain? Ah sudahlah aku ga peduli yang pasti aku bisa dekat dengannya sekarang.

“hei kau, aku akan memberi tahumu sesuatu yang sangat penting” bisik seseorang. Entah darimana

“sudahlah, Minho, keluarlah… aku tau itu kau, ga perlu bersembunyi, memangnya kau ga pakai baju apa?” pintaku sambil menatap langit langit kamar. Lalu duduk seorang cowo dimeja belajarku “hal penting apa?”

“tapi kau jangan kaget ya” aku semakin penasaran “Key mulai tertarik denganmu gara gara kejadian tadi di atap sekolah” DEG! Jantungkuuu, ini pertanda baik atau buruk? “tentu saja ini pertanda baik, kau bisa menikah bersamanya suatu saat nanti”

“iya, dan pernikahan itu diakhiri kematiannya. Kau tau, melihat orang yang kusayangi meninggal itu sangat sakit. Sangat!!!” dan air mataku menetes lagi. Minho mulai terlihat panik, tapi kali ini aku benar benar tidak bisa berhenti menangis. Air mataku mengucur deras, dan tiba tiba semua kenangan dimasa laluku bersama orang yang kusayangi menghampiri memori otakku. Karna aku ingat kata kataku kemarin , aku berhenti mengangis.

“kau tau, kau itu punya senyum yang manis! Jadi jangan sia siakan senyummu untuk menangis. Aku tau perasaanmu, tapi setidaknya masih ada aku yang menemanimu didunia manusia sampai kapanpun, lebih tepatnya sampai dewa-dewi Lovetophya menemukan cara membebaskanmu dari kutukan Amandeus” aku mengangguk pasti. Untung ada Minho yang bisa menghiburku. Dia memang cowo yang baik.

“okok, lebih baik kau pulang, aku ingin tidur, selamat malam” lampu yang berada disebelahku, langsung kumatikan.

“baiklah tapi setelah aku menutup pintu balkon “ KREK “malam Geunho” sepertinya Minho sudah pulang, oke nite all J

~ ~ ~ ~ ~

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriakan seseorang membuatku tersentak bangun. Aku berlari turun kebawah masih dengan nyawa belum 100% terkumpul dan aku berhenti di halaman depan. Kok sepi?

“Geunho kau ngapain diluar?” Tanya seorang bapak bapak yang setelah kusadari, appaku.

“bukannya ada kebakaran? Tadi aku dengar ada yang teriak”

“ahahaha, itu adikmu. Ummamu membelikan Yoona rok dan memaksa Yoona mengenakannya tapi kau tau sendiri kalau Yoona sangat tidak suka pakai rok, makanya dia teriak teriak” kupasang tampang kecewa. Bukan karna adikku yang tidak mau pakai rok, tapi karna waktu tidurku diganggu oleh si bocah tengil itu. Masih jam 6, kuputuskan untuk menonton tv. Kalau sudah bangun aku ga bisa tidur lagi.

Ya, teriakan adikku pasti terdengar ke tetangga sebelah. Yoona itu paling anti pakai rok, padahal menurutku kalau saja Yoona mau memakai rok dia pasti akan menjadi gadis yang cantik—dan tentunya sifat tomboynya itu perlu diubah. Daritadi kerjaan ku hanya menggonta ganti channel, sampai pada akhirnya aku menonton sponge bob… pagi ini mendung, tapi aku lihat ramalan cuaca hari ini, tidak akan hujan.

Aku mengayuh sepedaku dengan susah payah dan seorang anak bocah duduk di belakangku dengan santainya. Begitu sampai disekolah, aku bergegas kekelas dan ke atap lagi. Tapi kali ini aku tak menemukan siapapun disana.

“apa aku datang terlalu pagi?” batinku. Ah yasudahlah ga apa apa. Atap sekolah terasa lapang sekali, karna benar benar tidak ada apa apa disini. Hanya ada aku dan langit (bahasanya berat). Aku duduk memebelakangi matahari terbit. Terbentuk bayangan tubuhku yang sedang duduk dilantai.

“pagi Geunhoooooo” teriak seseorang.

“ah ternyata kau” responku biasa saja ketika melihat dia datang

“kenapa? Karna aku bukan Key ya?” tebak Minho. Aku hanya menatapnya dan menyiritkan dahiku. Kali ini dia benar benar menampakan dirinya yang asli. Dengan kedua sayap putih dipunggungnya, baju V neck, celana pendek putih, tanpa alas kaki dan sebuah mahkota kecil di kepalanya. Aku terkadang suka bingung, apa style para pangeran di Lovetophya seperti ini? Ini mah malah bikin orang naksir -___- Minho melayang layang didepanku, kedua sayapnya terbuka lebar.

“tumben kau keluar pagi” udara pagi yang segar kuhirup dan masuk ke paru paruku. Segarnyaaaa.

“ya gpp, iseng aja hehehe” ia memamerkan sederet gigi putihnya.

“Geunho, itu siapa?” aku menoleh dan didepan pintu berdiri seorang cowo sambil menunjuk kearah Minho. Aigo!!! Tiba tiba Minho menghilang “itu siapa? Kok dia terbang?” wajahnya terlihat biasa saja

“siapa? Ga ada siapa siapa?” jawabku gagap. Jangan sampai Key tau mengenai Minho

“tadi…… kau, berbicara dengan siapa? Aku melihatnya dengan jelas, dia seperti malaikat”

“ah kau salah liat, sudahlah lupakan! Ayo duduk sini” aku menepuk nepeuk tempat sebelahku. Dia berjalan menghampiriku masih dengan wajah penasaran. Tapi lama lama menghilang juga karna dia begitu antusias bercerita tentang beberapa fenomena yang dia lihat belakangan ini. Fenomena yang diceritakan Key lebih logis daripada yang diceritakan adikku.

“hm Geunho bolehkah sepulang sekolah aku kerumahmu?” tanyanya pasti

“ha? Ngapain?” aku kaget setengah mati

“aku ada project bersama adikmu hehe tadi aku udah ngomong sama adikmu, dan dia membolehkannya. Sekarang aku minta ijin sama kamu” mata sipitnya terus menatapku. Karna aku sibuk terpana dengan matanya, aku mengangguk secara ga sadar. Haaaa bodohnya aku, kenapa aku harus mengiyakan?? Dia pasti akan tau seluk beluk kamarku yang kotor nan indah. Tidaaaakkkkk, hm tapi apel udah jadi jus, mau diapain lagi

~ ~ ~ ~ ~

“tidak, ini dipasang disini” kata Key sembari memasang sebuah selang dibelakang botol plastik itu. Yoona dan Key akan membuat sebuah roket, roket air lebih tepatnya. Ternyata mereka akan ikut lomba roket. Kenapa Key ga mengajakku? Kesannya adikku lebih pintar daripada aku. Tapi bagaimanapun, aku akan terus mendukung mereka.

“Geunho, ajak Yoona dan temanmu makan dulu” teriak umma dari dapur

“Yoona, Key, ayo makan dulu, abis ini baru kita ngelanjutin lagi” ajakku

“bukan kita, tapi hanya aku dan Key oppa, kau tidak melakukan apa apa dari tadi. Hanya duduk terbengong bengong, seandainya ada setan lewat, aku yakin pasti kau kerasukan” Yoona melengos didepanku begitu saja. Aku menatapnya sinis

“sabar, dia masih kecil” Key menepuk pundakku lembut. Aku melihat jelas wajah putihnya tersenyum padaku. Kami melangkah menuju ruang makan. Disana sudah berkumpul semua anggota keluargaku. Key dan aku duduk bersebelahan, acara makan malam dimulai. Key terlihat asik bercanda bersama appaku selama makan malam. Aku suka sekali melihat dia tertawa. Selesai makan aku Yoona dan Key kembali ke balkon kamarku

“masakan umma-mu enak” pujinya. Ia masih sibuk dengan roket rakitannya

“hm gomawo, ummaku memang pinter masak. Oya, kan ada pr bahasa inggris, aku kerjain dulu ya” aku bergegas menuju meja belajarku. Key dan Yoona masih asik dengan project mereka. Pukul 8, Key pulang. Aku dan Yoona mengantarnya sampai depan.

“gomawo buat hari ini” ucap Key sembari membungkukan badannya

“gwaenchana”

“besok kita kerjain bareng bareng lagi ya, Key oppa” pinta Yoona. Key mengangguk

“Geunho, aku pulang dulu ya, sampai ketemu disekolah besok” kini aku yang mengangguk. Lalu semenit kemudian Key sudah melaju dengan mobilnya. Udara malam ini agak dingin, mungkin karna mau masuk awal musim dingin. Yoona duduk diruang tv, sedangkan aku naik keatas menuju kamarku.

“apa dia sudah pulang?” sebuah suara menganggetkanku

“kau itu, jangan bikin aku jantungan dong. Dia udah pulang. Tadi pagi hampir aja kau ketauan. Makanya mulai sekarang kau jangan keluar saat aku disekolah” Minho mengangguk pasrah dan duduk di ranjangku, “Minho, Key itu tampan ya, senyumnya, semuanya deh” aku bergidik sendiri

“yayaya” ia hanya mengangguk tak peduli

“Minho!” teriak seseorang. Aku kaget sekaligus bingung siapa yang memanggil Minho.

“ah~ kau, ada apa?” Tanya Minho santai. Ternyata disebelah Minho, berdiri seorang namja yang sepertinya lebih muda darinya. Ia terlihat seperti jamur berjalan. Wajahnya manisssssss sekali.

“katanya kau akan bermain winning eleven denganku. Kau pasti lupa ya? Dasar bodoh” orang itu memukul kepala Minho.

“hey, aku ini lebih tua darimu, bersikaplah sopan” bentak Minho. Namja itu sepertinya menyadari tatapan mataku. Ia langsung tersenyum. Kubalas sekenanya “Geunho, ini Taemin, dia temanku tapi meyusahkan melulu. Taemin itu Geunho” kali ini aku baru bisa tersenyum ikhlas

“oh ternyata kau yang namanya Geunho, Minho sering cerita tentang kau. Dia bilang kalo~” Minho langsung membekap mulut Taemin dengan tangannya. Taemin seperti kesulitan bernafas, “kau mau membunuhku? Bodooooohhhh” teriak Taemin seperti anak kecil

“hihi~ kau lucu” ucapku tiba tiba

“apa? Kau ga salah? Anak ini dibilang lucu? Kau gila, Geunho” Minho geleng geleng “ah yasudahlah, aku pulang dulu, Taemin ayo. Kita main sampai mati” mereka berdua hilang ditelan cahaya lampu kamarku. Hening. Aku menyalakan MP-4 ku dan memasang headphone ke telingaku. Mengalun pelan lagu, Don’t Say Goodbye-TVXQ. Lagu ini mengiringi tidurku……

-TBC-

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
  • BUAT YANG PUNYA WORDPRESS… LIHAT DI PALING ATAS ADA BUTTON LIKE SAMA LAMBANG BINTANG… TOLONG DI KLIK KALAU KALIAN SUKA SAMA FF NYA ^.^.. SUPAYA AUTHORNYA TAHU SEBERAPA BANYAK YANG SUKA FF MEREKA.. GOMAWO

The Name I Love – Part 2

Aku menuliskan namamu di atas kertas dan selalu menjaganya dalam hatiku

Dari sejak itu aku hanya merasakan bahwa aku hanya akan mencintaimu selamanya

Cinta yang tidak bisa bersama, juga dinamakan cinta

Aku tidak dapat mempertahankan kenangan cinta dan merasakannya sendiri

“Minhoo!!!”

Lelaki bayaran itu menoleh dan kaget melihatku yang sudah ada didepannya. Sesaat aku menoleh pada Ri rin. Lalu aku kembali menatap Minho.

“Plllaaaak…!!!!”

Tanganku menampar wajahnya bebas. Minho menatapku sambil memegang pipinya.

“Kamu gila ya…?”

Mataku memerah menahan geram. Tangan kanan ku ingin bergerak lagi, tapi ada yang menahanku.

“Sun Yi, Udah!”

Onew ada didekatku. Aku membalikkan badan dan melangkah pergi dengan sedikit berlari. Entah kenapa kakiku melangkah cepat ke arah belakang kelas yang sering aku dan Onew datangi.

Tiba-tiba ditengah jalan Onew menarik lenganku. Aku tiba-tiba berhenti dan terus menangis. Wajahku aku tutup dengan kedua tanganku. Aku sadar anak-anak yang belum pulang pasti melihatku, entah bingung, heran, kasihan atau malah mencibirku. Saat ini aku membutuhkan perlindungan. Aku menjatuhkan tubuhku ke tubuh Onew. Tidak peduli dia akan mengejekku atau mentertawakanku.Tapi Onew membalas memelukku.

“Kau mau kemana?” Bisik Onew tepat di telingaku.

“A..a..akku mau ke belakang kelas!” kataku yang masih di pelukan Onew.

Onew melepaskan pelukannya dan memegang tanganku dengan erat.

Langit yang tadinya panas, tiba-tiba menjadi redup, sepeti hatiku menjadi sejuk saat aku duduk di samping Onew.

Bayangan di parkir tadi membuat air mataku mendarat lagi di pipi. Melihat aku menangis lagi, Onew meraihku ke dalam pelukannya dan mengusap punggungku untuk menenangkan. “shh..ssh…Uljimaa!”

Aku mengangguk pelan. Aku semakin erat memeluknya. Aku benar-benar membutuhkannya.

“Sekarang kamu cerita, apa yang terjadi?”

Aku tidak menjawab. Tangisku semakin pecah. Onew menjauhkan tubuhku dengan tangannya. Ia memegang bahuku dan mengguncangkannya sekali agar aku sadar dan menatapnya langsung.Aku berhenti menangis dan memandanginya. Nafasku tersengal-sengal. Tapi aku mencoba untuk bicara.

“Minho ternyata dibayar orang buat ngedeketin aku!”

“Haah…? Ka..kamu tau siapa yang bayar dia?”

“Aku gak sempet nanya.Aku keburu emosi. Kalo aku tau siapa orang yang udah bayar Minho, aku nggak akan memaafin orang itu. Lebih baik Minho jujur gak suka ma aku! Lagian sekarang aku udah gak suka sama dia kok!”. Aku terus  mengahapus pipiku dari air mata yang terus keluar .

“Tapi gimana kalo orang itu punya maksud?”

“Maksud apaan?”

“Ya.. kali aja orang itu tau kalo kamu dulu suka sama dia dan orang itu pengen ngebahagiain kamu dengan cara bayar Minho gitu.”


“ Tapi kenyataannya enggak kan…!!. “katakku agak keras.

Onew diam. Kita tenggelam dalam pikiran masing-masing. Keheningan menengahi cukup lama.

“Onew. . .”. ucapku buka suara. Onew menoleh padaku.

“Wae. .?”. tanyanya gak semangat.

“Kenapa kau suka sekali dengan tempat ini?”. Aku mengitarkan mataku. Disini hanya ada bangku yang sedang kita duduki dan rumput-rumput liar yang tak terurus ditambah suasana yang selalu hening membuatku tak berani sendirian disini.Apa yang menarik dari tempat ini?.

“Aku sedang belajar!”. Jawabnya singkat.

“Belajar?. Setiap aku disini aku gak pernah melihatmu membaca buku. Yang aku tahu kerjaanmu hanya makan makanan aneh dari kotak bekalmu… Dddddubbbbuuuu!”. Aku mencubit pipinya yang sudah lama aku incar.

“Aiiisssshhh. .kau mau balas dendam?”. Onew mengusap-usap pipinya yang sudah merah.

“Kekkee. .”. Aku tersenyum ditengah wajahku yang sudah kacau. “Lalu kau sedang belajar apa?”. Tanyaku.

“Belajar buat ntar kalo kita mati, kita udah terbiasa ma keheningan!”

“Kita? kamu aja sendiri yang mati! Paaabbbooo.. kau membuatkku takut!”

“Haaa.. haa.. Waee? Semua yang idupkan bakalan mati!”

“Udah.. ah..! aku gak mau ngomongin yang kayak gituan!”

“Diatas sana pasti ada kehidupan lain”. Ucap Onew tiba-tiba.

“Maksudmu diatas sana tempat orang yang meninggal?”. Onew mengangguk

“Kalau malem, kita bisa liat mereka dari Byeol. Aku selalu melihatnya jika sedang merindukan Umma”

“Byeol?.. bintang kan banyak . apa kamu tahu bintang milik Ummamu?”.

“Temukan bintang yang paling terang, itulah bintang milik orang yang sedang kamu rindukan.”. Onew tersenyum. Menurutku itulah senyuman termanis yang pernah Onew berikan untukku. Aku membalas senyumannya dengan pipi yang masih basah.

Keheningan kembali terjadi. Secara perlahan aku meletakkan kepalaku di pundak Onew. ‘Onew, aku khawatir kau mendengar detakkan jantungku yang semakin berdegup kencang saat kita bersama seperti ini.’, bisikku dalam hati. Mungkin aku sedang mencintaimu Chingudeul.

****************************************************

Aku tidak bisa memulai ini semua, aku hanya merindukanmu secara diam-diam dalam hatiku

Hatiku hanya keliru dalam mencium bau tubuhmu, itu yang aku rindu dan selalu aku cinta.

***

Aku berjalan sendiri melewati lapangan. Terlihat sekelompok anak laki-laki lagi maen basket. Melihat muka mereka, gak asing dan lumayan sering ketemu. Aaaaaaiiissshh!!! Mereka anak 11 IS 2, dan pasti ada….

“Sun Yi…!”

Aku mencari orang yang memanggilku. Min Ho muncul dari lapangan basket. Ternyata dia memang ada disana.Aku langsung membalikkan badan dan melangkah cepat. Tapi Minho tiba-tiba sudah ada di depan ku.

“Wae? Mau ngehindar dari aku lagi…? Kenapa kau menjauhi Ri rin? Dia tidak salah. Aku yang salah!”.

Aku tidak mempedulikan perkataan Minho, dan kembali berjalan cepat meninggalkannya.

“Kau aneh!. Aku dan Ri rin kau jauhi tapi orang yang membayarku mendekatimu, kau tidak membencinya sama sekali…….!!”. Teriaknya membuatku berhenti, kemudian aku menghampirinya.

“Siapa orang yang bayar kamu?” kata itu deras keluar dari mulutku.

“kau belum tau?” . Minho terlihat heran.

“Molla, jadi sekarang kau kasih tahu aku!”

“Orang itu ada disamping kamu, mungkin dia yang menghapus air mata kamu karena kejadian itu. .”. Aku bingung. Siapa orang itu?. Minho mendekatkan wajahnya kedepan hidungku.

“Lee. .Jin Ki. . .atau orang-orang memanggilnya Onew. .”. Minho menarik kembali wajahnya dan tersenyum sinis.

Aku menggelengkan kepala. Tidak mungkin Onew!.Aku tidak pernah melihat mereka bertemu. Apa hubungan Onew dan Minho?. Tapi untuk apa Minho berbohong?. Aku langsung berlari kebelakang kelas.

“ONEWW. .!”. teriakku. Onew pura-pura tidak mendengarkanku. Dia asik dengan kotak bekalnya.

“Apa hubunganmu dengan Minhoo. .?”.

Onew menolehku kaget.Dia langsung berdiri.

“Kka. .kkamu udah. .tauu semmuanya. .?”. Onew terlihat panik.

“ooo.. jadi bener kamu yang bayar Minho.…! Terus apa hubungan kamu ma dia?”

“Minhoo.. Hyung tiri aku!”. Ucap Onew pelan

“Hyung tiri kamu? Dan kamu gak pernah kasih tahu sama aku?!”

“Aku,, bisa ngejelasin ini semua Sun Yi!” bela Onew.

“Aaannniii!!.. apa kamu juga yang memberikan nomerku dan mengatakan aku diam-diam menyukai Minho dulu padanya?”

Onew mengangguk lemas.

“AAaaaiiissshhh gomawo untuk semuanya Onew! Mungkin aku bisa memaafkan itu tapi aku nggak bisa memaafkanmu karena kau telah membayar Minho untuk menjadi pacarku. Itu kelewatan!”.Teriakku didepan wajahnya. Aku tidak bisa menahan emosiku.

Onew diam, dia menatap tanah kosong. Lee Jin Ki Ayo bilang!. Apa aja asal aku gak bisa membenci kamu!. Aku tidak menginginkan keadaan seperti ini.

“a aakkuu…… aakkuu. .. .!..   kau tahu ? aku melakukan ini semua karena aku kasian denganmu Sun Yi!. Coba kau pikir, jika aku tidak melakukan itu, mungkin sampai sekarang kau masih menjadi wanita malang yang setiap pulang sekolah menunggunya digerbang hanya untuk melihat wajah pangeran dari negri Dongengmu itu!”. Onew sama sekali tidak memandang mataku.

“Jadi selama ini kau menganggapku wanita malang?”. Aku tersenyum kecut. ”Kau tahu Onew Aku pikir kejadian di parkiran adalah hal yang terburuk dalam hidupku. Tapi ternyata salah!, inilah hal yang terburuk dalam kehidupanku!

Dengan cepat aku membalikan badan dan pergi dari tempat yang memulai ceritaku dengan Onew sekaligus tempat yang mengakhirinya

“Sun Yi!!!…”. Onew memanggil pelan.

Aku menghentikan langkah dan menatap Onew tajam sambil mengacungkan jari telunjukku di hidung Onew. “ Lee Jin Ki..Jangan ganggu aku lagi. Arasseoo!!!   NAAANNN NIGAAAA SIIIILHEOOO!!!!!!”. Teriakku tepat di depan hidungnya.

Onew mundur sambil mengangkat kedua tangannya. “Nee. .Sun Yi. . aku berjanji setelah ini aku akan pergi untuk selamanya dari kehidupanmu.”

Tuhaan.. kenapa ini semua harus terjadi?. Aku tidak mau semua ini terjadi. Aku tidak mau membenci dia Tuhan!. Aku.. sayang dengan orang yang sekarang ada didepanku ini. Kantung mataku tidak kuat lagi menahan air mataku. Dan akhirnya Air mataku meleleh saat Onew pergi ke belakang kelas lagi. Aku semakin menangis melihat punggung Onew yang semakin menjauh . Tuhan aku bersumpah jika dalam hitungan ke-5 dia membalikkan badannya, maka aku akan memaafkan dia dan melupakan semuanya. ‘hana. . .dul. . .sam. . .sa. . daa seoot. …

TBC. .

By Neul Rin

Buat Lana miiaan yaa. .attas accident yang kemmariin. .jaddi mallu nii. . *narik2 ujung baju*.


Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
  • BUAT YANG PUNYA WORDPRESS… LIHAT DI PALING ATAS ADA BUTTON LIKE SAMA LAMBANG BINTANG… TOLONG DI KLIK KALAU KALIAN SUKA SAMA FF NYA ^.^.. SUPAYA AUTHORNYA TAHU SEBERAPA BANYAK YANG SUKA FF MEREKA.. GOMAWO