My Lovely Magnae – Part 4

Author: Resty a.k.a Mikan_Magnae

Main Cast: Lee Taemin

LESSON V


’lagi-lagi mataku terlihat sembab’ aku memandang kacamataku yang berada tepat dihadapanku. ’ne ne ne aku menyerah kali ini aku akan memakaimu’ aku memakainya dan keluar dari kamarku untuk siap-siap kesekolah. Ketika aku berada di ruang makan.

”EEEEEEEEEE” aku dan taemin saling menunjuk bagaimana tidak kami sama-sama memakai kacamata hitam.

”mwoooo kau peniru!!!” aku mendekatinya dan berusaha membuka kacamata taemin tetapi taemin dengan sigap mempertahankanya.

”ani ani!!!a a aku juga sakit mata gara-gara kau!!” taemin menuduhku dan setelah itu dia berlari keluar untuk berangkat terlebih dulu. Dan aku mengambil beberapa helai roti lalu berlari menyusul taemin yang sudah semakin jauh.

~~~~~

Seperti dugaanku kami menjadi bahan tontonan asik bagi mereka. “kalian cocok sekali” celetuk shindong yang berada di depan kelas bersama dengan eeteuk yang menyuruh teman-teman sekelas untuk ikut memberi selamat.

“terseralah” aku duduk ke tempatku dan aku melirik ke arah sooyoung yang sedang berduaan dengan minho itu cukup membuatku down. “noonaaaa~” tiba-tiba taemin sudah ada di depanku.

“ne my dongsaeng” jawabku

“aku hanya ingin menyapa mu” lalu dia kembali berbalik. Ternyata taemin sudah menukar tempat duduknya dengan ka in.

Handphone ku berdering segera aku membuka 1 pesan dari hye sun setelah ku buka. Ternyata gambar seorang namja yang membawa sebotol minuman keras dengan merangkul seorang yeoja. Sepintas itu terlihat suatu kejahilan tetapi ku perhatikan dengan seksama ternyata namja itu adalah LEE TAEMIN!!!! Tetapi taemin kan masih belum diijinkan minum-minum tetapi ada sebuah pesan dibawah foto tersebut

Hye sun :

Ne yoonha, kau tahu kan ini apa. Nanti aku tunggu di kamar mandi yeoja jam 14.00 jangan lupa ya~♥

Aku membaca pesan itu dengan mata serasa terbakar. Seharusnya aku tahu hye sun berniat buruk padaku kenapa aku bisa sebodoh itu. Aku menangis lagi kali ini aku menahannya dengan menggigit bibir bawahku sekuat tenaga agar tidak terdengar isak kan tangisku ’untung saja aku memakai kacamata’. Dan aku pura-pura merebahkan kepalaku ke meja, berkali-kali aku melihat jam tanganku sekarang masih pukul 13.30 kurang 30 menit lagi. Aku merasakan darah keluar dari bibirku aku menyentuhnya untuk memastikan ternyata tidak terlalu banyak, segera aku mengambil tissue dan melapnya.

Waktu terasa sangat lama bagiku tepat ketika jam 14.00 aku meminta ijin dengan cepat lalu langsung menuju tempat yang sudah dijanjikan.

”apa maumu” aku bertanya dengan emosi yang sangat amat.

”ne kau sudah tau” dia menyeringai penuh kemenangan.

”kau licik sekali” aku bergumam.

”ada satu hal yang ingin ku lakukan tetapi tidak bisa, aku butung bantuamu chingu” dia memasang muka yang memelas dasar!!!!

~~~

Aku kembali kekelas seperti membawa sebuah beban berat yang ku pikul.

”ne noona waeyeo” tanya taemin.

“gwencana” entah kenapa aku harus melindungi namja ini. Aku hanya menatapnya sesaat lalu berpaling ke note yang sudah dibagikan. Aku tidak bisa berkonsentrasi lagi pada semua pelajaran.

Hye sun memintaku untuk mengambil foto para anak kelas S dan menyerahkan padanya. Aku hanya diberi waktu 2 jam tetapi kelas kita bubar pada jam 15.00. tinggal 1 jam lagi aku bingung harus bagaimana. Aku menjernihkan pikiranku ’bisakah aku mengkhianati mereka yang sudah menerimaku apa adanya ini’ aku melihat mereka yang sedang bersiap untuk pulang. Haaah aku kali sudah memutuskan untuk melakukan itu.

~~~

“kau membawanya?” Tanya hyesun penuh kemenangan.

”aku menyerahkan handphone ku tetapi sebelum dia meraihnya aku langsung memukul bagian perutnya dan segera kabur darinya. Sebelum menuju pintu keluar aku dihalangi oleh 9 orang yeoja dan seketika aku merasa di hujani hantaman yang keras.

Aku jalan tertatih tatih menuju kelasku yang kosong ’aku terlihat berantakan saat ini’ aku sudah tidak kuat lagi berjalan akhirnya aku merasa terjatuh di kelasku yang sudah sepi. Aku masih sadar tetapi tidak bisa bangun aku melihat handphone ku yang sebenarnya telah kusembunyikan dilaci bangkuku, dengan sekuat tenaga aku menggapainya. ’mian taemin~ah’ hiks hiks hiks aku merasa sebagai noona yang bodoh karena tidak bisa melindungi dongsaengnya. Setelah beberapa lama aku terdiam mengumpulkan sisa tenagaku dan merapikan pelampilanku aku segera berjalan pulang meski harus menggunakan tembok sebagai alat bantu. Sesampainya dilorong dekat gerbang aku terbelalak mendapati seluruh anak kelasku belum pulang dan seluruhnya  menatapku cemas. ”NOONA!!!” taemin berlari ke arahku. Dengan segera aku bertanya ”waeyeo”.

”hyung kau benar tidak sia-sia aku menanamkan GPS di setiap jas yang dikenakan siswa kelas S” jinki berbicara pada eeteuk. ”mwo” aku masih dalam bantuan taemin untuk berjalan ke arah mereka.

”kami merasa curiga ketika kau sangat gelisah dan kami memata-mataimu tetapi ternyata jaringan GPS di tempat selain kelas S itu sangat buruk jadi kami putuskan untuk menunggumu. Dan ternyata firasat kami benar, sudah terjadi sesuatu padamu” jelas eeteuk.

”bagaimana bisa” aku masih bingung.

Jinki mendekatiku dan menunjuk jas kelas yang kukenakan ”itu yang bisa membuatmu mudah dilacak, tetapi sepertinya ini harus kuperbaiki”.

Aku masih tidak mengerti tentang penjelasannya. ”noona kau sangat berantakan, gwencana?” taemin tetap saja mengkhawatirkan aku. ”ne taemin” meski aku menhan sakit aku berharap suaraku tidak terdengar aneh. ”sepertinya kelas S akan menjadi kelas H yah” eeteuk menjelaskan.

”H untuk HERO!!!! YEAH” seluruh murid kelas S berteriak bersama.

~~~~~~

”waeyeo noona?” taemin masih tidak mau beranjak dari kamarku.

”aku hanya meluapkan dara mudaku untuk berkelahi” aku mengangkat bahu dan melanjutka membaca note ku.

”geojitmal!!” taemin meraih note ku dan menatapku marah dengan matanya yang bulat.

”huuuh kau mau jawaban apa?” aku mulai malas berdebat dengannya.

”ini!” dia menunjukkan handphone ku yang ada gambar dirinya yang sedang bersama seorang yeoja dan membawa minuman keras di tangannya.

”ada yang salah dengan gambar itu” aku mulai cemas.

”kau percaya ini? Kau seharusnya tanya dulu padaku” dia masih mendesakku untuk memberi jawabannya.

”baiklah, aku hanya takut gambar itu tersebar dan kau akan dikeluarkan dari sekolah” aku akhirnya menjelaskan padanya.

”noona itu memang aku tetapi, aku tidak pernah menyalahi aturan, aku hanya membantu seseorang yang tengah mabuk, dan ternyata ini akan tersebar. Gomawo sudah mencemaskanku” aku melihatnya begitu bahagia.

”cheonmaneyo” aku membalas senyumnya. Taemin memelukku ”hoooi lepaskan, aduh lukaku belum sembuh taemin, ayo lepaskan” aku mulai berontak. ”noona begitu kyopta” lalu ia melepaskan pelukannya dan berlari menuju kamarnya. Hati berdegup kencang pipiku terasa panas, ada apa dengan ku.

~~~

”AAARRRCCCK AKU TERLAMBAAAAATTTT” aku segera berlari tanpa memakai sepatuku dan memasukkan sepatuku di dalam tas. Meski berlari sekuat tenaga mengejar bus tetapi tetap saja terpincang-pincang gara-gara kejadian kemarin.

Hosh hosh hosh nafasku tersengal-sengal keika memasuki kelas tetapi aku heran ’kemana semuanya, apa aku salah lihat jam??bukannkah sekarang sudah waktunya masuk?’ aku menoleh ke kanan kiri tetapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan mereka. Ada suara gaduh dari luar ruangan ini. Aku yang penasaran segera mencari tau ada apa sebenarnya.

’Aah mereka ketemu, tapi bukankah itu hye woo’ aku mendekati hye woo di tengah kerumunan

”hye woo~ah” aku menepuk pundaknya. Dia menoleh sambil menggunakan topeng ”kemari kau” hye woo menyeretku di depan barisan. Ternyata eeteuk dan jinki yang juga memakai topeng dan ternyata seluruh siswa kelas S ada di sini menggunakan topeng juga. Dan eeteuk sedang berbicara dengan nada serius pada shin jang in ketua kelas A!! Aku yang kebingungan hanya bisa memasang muka bodong menoleh sana sini. ”eeteuk waeyeo?” tetapi dia tidak menghiraukan ku dia terus saja berbicara pada jang in.

”kami sesungguhnya tidak menerima perlakuan teman sekelasmu pada dia” jinki menyeret lenganku lalu menyuruhku berada di samping eeteuk. ”kau lihat dia terluka, cepat suruh dia keluar dan berlutut padanya” suara eeteuk berubah kejam aku jadiketakutan sendiri berdiri di pusat masalah ini.

”kau pikir kami kelas unggulan akan mudah berlutut pada kelas buntut ini” suara jang in terdengar angkuh.

”cih, unggulan kita lihat saja nanti” eeteuk memberi peringatan pada jang in dan menyuruh kami semua untuk segera pergi.

~CLASS~

”kenapa kalian berbuat seperti itu, identitas kalian akan” aku tidak bisa menlanjutkannya.

”kau pikir kami akan diam” kata minho.

”i i itu” aku merasa bersalah.

”tak perlu cemas” sahut yuhee

”iya tenang saja” seluruh kelas berbicara dengan nada bersamaan

”kaliaaaan” aku menangis terharu. ”Hahahaha…..” semua tertawa melihatku

-TBC-

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
Advertisements

16 thoughts on “My Lovely Magnae – Part 4”

  1. Hehehehe
    gomapta ching~
    q dah srahin smua chap di admin.a ..
    Maklum nih ff prtama yg dah lama…
    Gomawo ya *bow*

  2. annyeong ^^
    baguus chingu, tapi ko banyak typo yah? hmm mungkin nanti utk ff slanjutnya bsa lbih baik lagi yaa hehe
    DITUNGGU PART SELANJUTNYAA 😀

Leave a Reply to o-shin Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s