Silence With Love – Part 2

Author : Nyda a.k.a Han Ri Chan

Silence with love part 2


TAEMIN POV

Sejak kejadian itu aku merasa kikuk setiap kali bertemu dengannya. Bila tanpa sengaja berpapasan di sekolah dia selalu membungkukan badannya dan tersenyum manis dan dia masih sering berbicara denganku walau hanya seperlunya. Aku semakin merasa berdosa padanya tapi sama sekali belum pernah menyatakan penyesalanku.

Ri Chan aku mohon benci aku karena hanya itu yang bisa membuatku tenang. Aku lebih memilih kau membenciku saat ini dari pada harus melihatmu terus tersenyum dengan senyum yang dipaksakan. Jujur aku menderita melihatmu seperti ini. Aku seolah kehilangan sosok Ri Chan yang dulu aku kenal. Ri Chan yang selalu memberikan semangat padaku setiap hari yang selalu melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda dan Ri Chan yang selalu menyuruhku untuk tetap positif thinking.

Bogoshipda Han Ri Chan

Dia pergi

Sejak kapan kamu merasa terbebani olehku?Beban apa yang kuberikan padamu?

Padamu,Aku tak dapat berkata apa pun lagi. Aku tak bisa bertanya apapun

Tanpa keluhan yang biasa kau lontarkan

Kau malah menyimpulkan senyum sapaan itu kehilangan yang terlewat dimatamu

Maaf itu adalah kebodohan yang ku perbuat

Saat aku melihatmu pergi, Waktu seakan-akan terhenti

Aku melihat itu datang

Aku tak sadar selama ini kau adalah bagian dari hidupku

Jika saja aku dapat memutar kembali waktu yang terlewat

Tidak, jika saja aku bisa melihat senyum manis mu sekali lagi

Karena aku sendiri, aku tak dapat menggenggam hatimu

Karena harga diri konyol itu

Maafkan aku, cintaku

Saat aku melihat betapa dinginnya kamu sekarang

Tanya perpisahan telah menyebar ke segala arah

Aku tau tak ada lagi yang bisa aku lakukan

Atas nama cinta

Perlahan seperti warna yang berubah

Cinta itu meninggalkanku

Aku tidak tau harus memulainya lagi dari mana

Bahkan dari sebuah permintaan maaf

Walau aku sangat menyesal akan semua yang telah terjadi

Bagaimana orang sepertiku mengatakannya

Lagipula bagaimana cara mengungkapkannya

Mungkinpun jika aku tidak bisa bernapas

Aku tak dapat berpikir

Dalam waktu yang hilang

Walaupun berkelana dengan cepat

Hal yang bisa aku lakukan sekarang adalah

Aku tak bisa melakukan apapun

(she’s gone super yunior)

Hari ini aku sengaja menguntit Ri Chan sejak dia berangkat dari rumah. Dia melangkahkan kakinya menuju halte sampai akhirnya dia naik bus itu dan aku tetap mengikutinya. Dia memilih duduk di jok paling belakang dan menyandarkan kepalanya pada jendela.

Aku terus memperhatikannya dari dekat tapi syukurlah sepertinya dia memang tidak menyadari keberadaanku. Aku kemudian memberanikan diri untuk duduk disampingnya.

“annyeong”sapaku sopan. Dia terlihat terkejut saat melihatku ada di bus itu. Tapi kemudian dia mengangguk sopan sembari memamerkan senyum manisnya dan mempersilakanku untuk duduk disampingnya.

“annyeong tumben kamu tidak pakai mobil”dia kembali tersenyum tapi aku melihat keterpaksaan dalam senyumannya. Kamu?aku tidak tahu sejak kapan dia tidak memanggilku dengan embel-embel chagiya.  Apa aku terlalu jahat?

“anniyo aku sedang ingin naik bus saja. Kamu sendiri kenapa gak pakai mobil?”dia terdiam sebentar kemudian berkata

“aku ingin latihan saja”ucapnya santai tapi benar-benar membuat tanda tanya besar dalam otakku.

“latihan untuk apa?”tanyaku

“hidup tidak akan selamanya dibawah. Kau tahu kan eonniku ternyata punya penyakit kelainan jantung?dan itu membuatku tahu bahwa bisa saja kemungkinan terburuk terjadi padaku. Nasib buruk tidak akan memandang bulu”ujarnya membuat hatiku tambah sakit.

Satu bulan yang lalu saat aku menampar Ri Chan, Sun Yi noona eonninya Ri Chan langsung pingsan dan saat dibawa ke rumah sakit dokter menyatakan bahwa Sun Yi noona menderita kelainan jantung yang dideritanya sejak kecil.

“mianhaeyo. Gara-gara aku…”belum sempat aku melanjutkan kata-kata ku dia kembali memotong ucapanku.

“gwenchan itu bukan karena kamu eonni aku memang sudah dari kecil menderita kelainan jantung. Dia memiliki penyakit yang sama dengan haraboji yang meninggal dua bulan yang lalu”keheningan kembali tercipta diantara kami. Tidak ada yang mencoba memulai pembicaraan.

“apa kamu takut kehilangan Sun Yi noona?”tanyaku yang mulai terbiasa memanggilnya tanpa embel-embel chagiya.

“ne, aku takut saat aku kehilangan haraboji ada kamu yang menenangkan aku agar tidak bersedih, tapi sekarang kalau aku kehilangan eonni siapa yang akan meminjamkan bahunya?”dia menerawang jauh.

Tuhan andai aku bisa aku ingin mengatakan padanya ‘Ri Chan jangan bersedih, kamu boleh menangis dipundakku. Biarkanlah aku ikut merasakan beban yang kau rasakan’ tapi kata-kata itu tidak pernah terucap dari bibirku. Ri Chan andai kamu masih menjadi milikku

RI CHAN POV

Sejak kejadian itu aku mulai menutup diri dari eonni-eonniku yang lain. Aku hanya ingin sendiri aku selalu berdoa agar Taemin kembali padaku, namun sepertinya itu sia-sia malah kabar yang aku dengar dia dan Neul Rin sekarang sudah berpacaran. Entah kabar itu benar atau tidak tapi yang jelas aku tidak ingin mengetahui kebenarannya.

Setiap hari aku selalu menghindar dari wartawan yang ingin tahu tentang hubunganku dengan salah satu anggota SHINee itu.

Jika aku bertemu dengannya aku mencoba menyunggingkan senyumanku agar dia tahu bahwa aku selalu kuat meski tanpa dia disampingku.

Hari-hari yang ku lalui tanpanya terasa begitu berat. Tapi untunglah cinta pertamaku datang dari masa lalu untuk menghiburku dalam mengatasi masalahku. Bukan hanya Taemin yang memiliki cinta pertama tapi aku juga memiliki cinta pertama yang mungkin tidak akan aku lupakan sampai kapanpun.

Namanya Kyu Hyun oppa

Entah bagaimana aku melalui hari-hariku bersamanya dia sunbae Taemin dari super yunior sekaligus dongsaengnya teuki oppa tunangannya Sun Yi eonni. Kadang aku takut wartawan dan SHAWOL mengetahui hal ini.

Han Ri Chan Pianis SHINee girl yeojachingu-nya magnae SHINee memiliki skandal dengan Cho Kyu Hyun magnae suju yang sama-sama dibawah naungan SM TOWN.tapi itulah yang terjadi meski perselingkuhan ini diawali oleh Taemin tapi aku berjanji jika dia memintaku kembali aku akan kembali padanya meski aku tahu aku akan kehilangan cinta pertamaku.

Sejak saat itulah kelakuanku menjadi aneh -setidaknya itu menurut eonni-eonniku di SHINee girl- tapi aku jadi sering pulang pergi naik bus dan mulai jarang latihan karena hanya satu hal yang aku inginkan aku hanya ingin Taemin menjelaskan kembali semuanya padaku.

“annyeong”sapa seseorang seketika aku menoleh. Aku sangat terkejut melihatnya ada di bus yang sama denganku, tapi kemudian aku mencoba memamerkan senyumanku dan mempersilakannya untuk duduk disampingku.

Lee Taemin

Tak ada sedikitpun sesalku tlah bertahan dengan setiaku

Walau diakhir jalan ku harus melepaskan dirimu

Ternyata tak mampu kau melihat dalamnya cintaku yang hebat

Hingga ada alasan bagimu tuk tinggalkan setiamu..

Demi nama cinta telah ku persembahkan hatiku hanya untukmu

Tlah ku jaga kejujuran dalam setiap napasku

Karna demi cinta telah kurelakan kecewaku atas ingkarmu sebab ku mengerti cinta itu tak harus memiliki

Andai saja bisa kau pahami layaknya arti kasih sejati karena cinta yang sungguh tiada akan pernah mungkin bersyarat

(cinta tak bersyarat elemen)

“annyeong tumben kamu tidak pakai mobil”ucapku. Ri Chan apa yang kau pikirkan?ayolah jangan melamun.

“anniyo aku sedang ingin naik bus saja. Kamu sendiri kenapa gak pakai mobil?”tanyanya aku diam sejenak. Kamu?sejak kapan dia memanggilku kamu?apa hubungan kita benar-benar sudah tidak ada artinya lagi dalam hatinya. Aku benar-benar kecewa padahal aku berharap dia akan minta maaf.

“aku ingin latihan saja”jawabku asal, tapi seprtinya dia mengkhawatirkan keadaanku. Aish Ri Chan sadarlah dia bukan untukmu

“latihan untuk apa?”kali ini aku benar-benar yakin kalau dia mengkhawatirkanku.

“hidup tidak akan selamanya dibawah. Kau tahu kan eonniku ternyata punya penyakit kelainan jantung?dan itu membuatku tahu bahwa bisa saja kemungkinan terburuk terjadi padaku. Nasib buruk tidak akan memandang bulu”ucapku. Aku melihat wajahnya yang berubah jadi muram padahal aku benar-benar tidak bermaksud menyinggungnya sama sekali.

“mianhaeyo. Gara-gara aku…”belum sempat dia melanjutkan kata-katanya aku kembali memotong ucapannya.

“gwenchana itu bukan karena kamu eonni aku memang sudah dari kecil menderita kelainan jantung. Dia memiliki penyakit yang sama dengan haraboji yang meninggal dua bulan yang lalu”keheningan kembali tercipta diantara kami. Tidak ada yang mencoba memulai pembicaraan.

“apa kamu takut kehilangan Sun Yi noona?”tanyanya yang mulai sepertinya mulai terbiasa memanggilku tanpa embel-embel chagiya.

“ne, aku takut saat aku kehilangan haraboji tapi ada kamu yang menenangkan aku agar tidak bersedih, tapi sekarang kalau aku kehilangan eonni siapa yang akan meminjamkan bahunya?”aku menerawang jauh. Aku tahu dia pasti sudah mengetahui hubunganku dengan kyu oppa, tapi mengapa dia tidak mencoba mempertahankanku disampingnya?

TBC

P.S : JUJUR AKU GAK TAHU INI UDAH END ATAU BELOM… YANG LAIN TOLONG YAH KALAU NGIRIM JANGAN LUPA DI AKHIR CANTUMIN KETERANGAN BERSAMBUNG ATAU TAMAT ^^

GOMAWO *hugs*

-Lana-

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

SHINee CRAZY FAMILY

Author : Wiga

SHINee “ CRAZY “FAMILY

Annyeong… HiHiiihiiii ^^

Kali ini saya mencoba untuk membuat FF komedii.. agak garing memang, karena sebagai amatiran saya tak ada bakat untuk bikin FF komedii. oia, karena kekurangan ide, ada beberapa bagian dari cerita ini, saya copas dari blog lain,,

ok deeehhh.. happiii reading…

************************

Disuatu rumah tinggal lah suatu keluarga yang aneh, sangat-sangat aneh..

namun mereka saling menyayangi, keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan tiga anak mereka yang beranjak dewasa.

Sang ayah bernama Lee Jinki, adalah sosok ayah yang kurang berwibawa, sehingga istri maupun anak-anaknya kurang menghormatinya sebagai kepala keluarga. dia punya hoby nonton bola dan sabung ayam dan kerap bermain dengan eunyuk tetangganya.

kemudian sang istri tercinta, bernama Kim Kibum, ia berperan layak nya seorang ibu rumah tangga, hoby masak, cerewet, suka marah-marah jika ketiga anak-anaknya melakukan sesuatu yang ia larang.

Lalu mereka berdua mempunyai 3 orang anak laki-laki yang tampan.

Anak pertama mereka bernama Kim Jonghyun, ia anakya  agak agak alay, ( sumpah bahasanya enggak banget deh ) *plakkkkk* Sangat up to date untuk masalah fashion, trend, dan kosakata gaul terbaru.

Karena Jonghyun adalah anak pertama, ia biasanya agak sombong kepada kedua adiknya, selalu berbicara yang berlebihan, sok tau istilahnya.

Anak kedua adalah Choi Minho, ia anak yang pendiam cool, serta menyenangi olah raga. ia suka membela adiknya saat Jonghyun membully adiknya. ( disini yang normal, alias tidak gila hanya minho)

Dan yang terakhir adalah taemin, karena ia paling muda, ia adalah sasaran empuk jonghyun dalam hal menyombongkan diri, dan tampak nya hanya taemin yang mewarisi sifat tulalit dari ayahnya.

Suatu hari hari, sang istri menyuruh Jinki, untuk membelikan vitamin untuk anaknya, Taemin yang sedang masa pertumbuhan.

Kibum  : Abaaang…..

Jinki     : Iyeee Darling…

Kibum  : Tolong beliin pitamin dong buat si taemin.

Jinki     : Ogah!! aye lagi nonton bola..

Kibum  : ABANG!!!! ABANG TEGA BANGET SIH SAMA ANAK!!

Abang kaga liat apa?? anak kite kagak nambah-nambah tingginyeee baaannggg.. segitu-gitu ajeeee. otak nye juga bebel kaya abang…Udeh buruan beliii..

Karena tidak tahan dengan ocehan kibum, maka dengan malas-malasan si Abang Jinki pergi juga ke warung seberang jalan untuk membeli vitamin untuk taemin.

Di Apotik…


Jinki                 : Mpok, aye mo beli vitamin buat anak aye.
Apoteker          : Vitamin A, B atau C, pak?
Jinki                 : Ape aje deh mpok, anak aye blon ngerti hurup kok…!!

Apoteker          : ??@$^&&*^

***************

Suatu hari taemin pulang sekolah dengan muka cemberut. karena penasaran, sang Appa bertanya kepada anaknya tercinta.

Jinki     : Eee, Buset dah ntu bibir…

Taemin: Appa.. garing deh..

Jinki     : Kenape lu ntong.. pulang sekolah manyun…

Taemin: Aye malu Appa..

Jinki     : Malu kenapa si lu ntoooong, pan lu pake baju..

Taemin: Appa!! Appa nih.. geje banget seeeeh, orang anaknya lagi serius ditanggepin becanda mulu!!

Jinki     : Iyeee, iyeee.. Maap, jadi nye kenapa lu ntong, ampe cemberut begini, cerita dong sama appa..

Taemin: Jadi gini appa.. aye maluuu, maluuuu banget appa.. aye diketawain sama temen-temen aye.

Jinki     : Diketawain kenape emangnya ntong.. pan bagus lu bikin orang ketawa, pahala ntong…

Taemin: Bukan begitu Appa, aye malu waktu bu guru nanya sama aye Paris itu letaknye dimane, aye jawabnya salah Appa..

Jinki     : (Serius)Yaelaah begitu doang ntong,,, makanye kalo naroh barang lu kudu inget-inget letaknye dimane.. Ya udeh sini appa bantuin nyari..

Taemin: !$#$%^$&^*^*@$$^

*****************

Suatu hari Jinki sedang asik menonton bola,, Korea lawan Indonesia, disaat lagi seru-serunya Jinki menonton bola, istri nya Kibum berteriak-teriak memanggilnya.

Jinki     : YYAAAAAAA!! GOOOOOLLLLLL…. Aaaaaaaaah pake off side lagi..

Kibum  : ABAAAANGGGG!!!!!

Jinki     : Apeeh

Kibum  : Tulungin aye dong baaang…

Jinki     : Ogah!! Aye lagi sibuk!!

Kibum  : YYeee Abang sibuk ngapain siih emangnye..

Jinki     : …………

Kibum  :ABANG!! Lampu teras mati, bohlam nya putus, tolong gantiin sama yang baru dong bang…!

Jinki     : Masang Lampuuuuuu…??? Lu kira Aye PLN apah?? OGAH!!

Dengan cemberut kibum pergi meninggalkan Jinki yang masih asik menonton bola..

5 menit kemudian….

Kibum  : AABBAAAANNG!!

Jimki    : Ape lagi siih!! Lu ganggu aje aye lagi nonton bola..

Kibum  : Kalo abang kagak mau masang bohlam, tolong deh benerin keran aer!! Noh aer luber-luber sampe banjir dikamar mandi!!!

Jinki     : Benerriiinnn Kerrraaaan??? Lu kira gue PAM apeee?? OGAHH!!!

Kibum kembali pergi meninggalkan Jinki dengan muka kesal menahan emosi.

5 Menit kemudian…..

Kibum  : AABBBAAAAANGG!!!!

Jinki     : EEttt dah ni bini satu!! ganggu aja sih!!

Kibum  : Tolongin beli minyak dong ke warung.. Minyak tanah abis, aye mau masak buat anak-anak, bentar lagi mereka pulang sekola..

Jinki     : Beelii Miiiinyyaaak??? Emang Lu kira gue PERTAMINEEE apaaa?? OGAH!!!

Kibum  : AABBBAAAAAANGGG!!!!!

karena tidak tahan dengan ocehan istrinya, Jinki segera pergi kerumah eunyuk, tetangganya untuk menonton bola disana.

Dua jam kemudian, Jinki pulang.

Ia heran ketika pulang, lampu bohlam yang mati sudah digantikan dengan yang baru, keran air rumah  sudah berhenti sehingga air tidak luber kemana-mana, dan makanan sudah siap, ketika ia ke dapur mengecek kompor, kompornya juga sudah penuh minyak tanah full tank.

Karena heran ia bertanya kepada istrinya yang sedang asik mencari kutu dirambut taemin.. * PLAKKKKKKK *

Jinki     : Darliinggg…

Kibum  : Ape bang..

Jinki     : Lu minta tolong sama siape.. semuanye udah bener, udeh rapih..

Kibum  : ( Dengan suara kegenitan ) Gini loh bang.. tadi pas abang minggat kerumah si kunyuk, Abang HeeChul lewat, pan aye lagi nangis ngeraung-raung di teras noh, trus dia dateeng nyamperin aye bang.. aye bilang aje abang minggat pas aye lagi minta tolong sama abang. Trus abang heechul nawarin mau di tolongin ga?? tapi ade syaratnye..

Jinki     : HAAHHH??? Kok pake syarat segala?? emang apaan dar syarat nyee..

Kibum  : Syarat nya bisa pilih, mau bikinin dia roti, ape kasih si jalu, ayam abang..

Jinki     : TRUS?? LU BIKININ DIA ROTI KAAAAN DAAARRR???

Kibum  : BIIKIIIN ROOTIIIII ???? Emang abang kira aye HOLLAND BAKERY appeeeeeee????????

Jinki     : !@#$%^*&(*%^#$^#$^#^$@&

********************

Suatu hari, Jonghyun baru pulang dari liburan ke Korea, dengan pongah ia menyombong kepada taemin.

Taemin : Hyung!!Itu rambut hyung kenapa??Kok depannya ada warna kuning nya??

Jonghyun          : Aduh Taem, PLISS DECHHH.. ini tuuu dikorea lagi trendd..udik banget sih..

Taemin : Ohhh.. Gitu.. Cerita dong hyung tentang korea, aye kan penasaran..

Jonghyun          : Korea tuh DAEBAK taem!! semuanya bersih, rapih, orangnya keren-keren. Indonesia mah kaallaaaaaaaaaaaaaah jauuuuuuuuuuhhh….

Taemin : Wahh keren hyung!! DEBAK itu artinya apa hyung??

Jonghyun          : Daebak taem, bukan debak!! Daebak artinya tuh The best!!

Taemin : OOOOhhhh yaaa yaaa… Waaahh hyung hebat.. hyung bisa bahasa korea apa lagi hyung?? (Polos)

Jonghyun          : Yaaiiyaaalaaaah hyung bisa, nih contohnya:

(Apa Kabar = Annyeong Haseyo)        (Sampai jumpa = annyeong)

(Kurang ajar= Mon Nyong)                  (Enggak Lurus= Men Chong)

(Pria dandan= Bhen Chong)                  ( Tiba-tiba= She Khonyong-khonyong)

(Ga Punya Duit= Nho Dhong)   (Pengangguran= Nhong Krong)

(Belanja= Bao Rong)                            (Merampok= Cho Long)

(Saringan Botol= Chooo Rong) (Jual Mahal= Gheng Xi Dong)

(Ngelamun= Bae Ngong)

Taemin : ( Mengangguk-angguk ) Wahhh hyung Hebaaattttt….

Jonghyun          : Masih ada lagi nih…

(Mobil Mogok = Dho Rong Dhong)      (Lapangan Luas= Park King Lot)

(Pantat gatal-gatal=Che Bok Dong)      (Nasi dibungkus daun pisang = Lon Thong)

(Masih muda=Bae Rhon Dhong)           (Pantat gatal= Gha Ruk Dhong)

(Sendok gede= Chen Thong)                (Celana Sobek=Boo Long)

(Kepala Botak= Kin Clong)                  (Lagi menyanyi= Mhe Loo Lhong)

(Orang hitam= Gho Syong)                   (Bibir Lu=Moo Nyong)

(Berbulu= Ghe Ran Dhong)                  (Jongkok dipinggir kali= Bhe ol dhong)

Taemin : Waaaaahhh Hyung… HEBATTTT

!!#$!%&^*#^*$@*$@*$^*^*

**********************

Suatu Hari di sekolah Taemin…

Lee Teuk adalah wali kelas Taemin, orang nya sangat mata duitan, Suatu hari Lee Teuk memaksa seluruh muridnya untuk melakukan foto bersama. Keesokan harinya, Lee Teuk membujuk seluruh muridnya untuk membeli foto yang telah ia cetak, tiap anak satu foto.

Lee Teuk          : Anak-anak.. ini fotonya wajib beli ya.. satu anak satu foto.. satu fotonya 25.000.. Murah kan..

Murid               : Enggaaak Pak guru…

Lee Teuk          : Kenapa enggak.. Kemurahan yaa?? Ya sudah.. Bapak naikin jadi 50.000 yaaaaa..

Murid               : Kok malah makin mahal pak??

Lee Teuk          : Kalian seharusnya membeli foto ini, mumpung seluruh teman kalian disini lengkap..

Murid               : (Diam)

Lee Teuk          : (Berpikir keras membujuk murid-muridnya agar mau membeli foto)

Lee Teuk          : Foto ini akan memeberikan kenangan yang manis.. Suatu hari.. 20 tahun kemudian, ketika kalian sudah besar-besar dan melihat foto ini, saya yakin kalian akan senang..

Murid               : (Diam)

Lee Teuk          : Coba bayangkan.. 20 tahun lagi saat kalian melihat foto ini, pasti kalian berkata,,, “ Oh ini si ucup.. Sekarang dia udah jadi dokter”,, “ Ya Ampuun.. ini kan si Lana.. Sekarang dia jadi Artis sinetron”,,,,, “ Waahh.. ini si Zika sekarang jadi novelis”,,,, “ ini kan Taemin.. Sekarang dia jadi sopir kopaja…”

Merasa tidak terima dengan perkataan gurunya Taemin pun nyeletuk keras.

Taemin : WAAHHH.. YANG INI PAK GURU LEE TEUK.. SEKARANG SUDAH MENINGGAL..

Murid               : INNALILLAHII………..

!@#$$%^&*(^&*$^*

*********************

Suatu hari dirumah eunyuk,,

Karena istrinya sedang arisan, iseng-iseng Jinki main ke rumah sobatnya, eunyuk..

Saat itu eunyuk sedang memandikan ayam nya. Si Koneng.

Jinki     : Waah.. makin hari si koneng makin cakep ya nyuk…

Eunyuk: YYOOII BRAYY.. Ayam gue gitu lohh..

Jinki     : Gileee….

Tiba-tiba ayam eunyuk, Si Koneng Berkokok..

Eunyuk: Jinki..  Lu liat deehh matanye…

Jinki     : Matanye merem.. kenape bang?? Biasa kali bang begitu..

Eunyuk: Aye tau Matanye merem… Cuma heran aje, kenapa kalo ayam bekokok kok matanye merem..

Jinki     : Yaaa terang aje tuh ayam mereeemmm.. pan die udah apal teks nye…

Eunyuk: !@#$%%^%&%@$%@!#$

********************

Suatu hari..

Makanan ayam  dirumah jinki sudah habis.. Si Jinki kebingungan karena warung langganan tempat ia biasa membeli makanan ayam tutup.

di daerahnya ada satu warung lagi, namun karena yang punya warung orang nya galak, Jinki enggan membeli diwarung tersebut.

Jinki     : NTOOONGGGGG!!!!!!!

Taemin: Apaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

Jinki     : Kemari buruan..

Taemin: Ade ape sih.. aye kan lagi maen PS ma abang Minho, Appaaa..

Jinki     : Yaeelaaah ntong.. Gih lu ke warung beli makanan ayam..

Taemin: OGAH AH.. Appa ajee..

Jinki     : Ettt dah ni bocah satu.. ntar duit kembaliannya buat lu ntong..

Taemin: Bener ni appa??

Jinki     : Iyeee buruan cepet, ntar ayam gue keburu matiiiii…

Taemin berjalan ke warungnya mpok mincha, tapi berhubung warung mpok mincha tutup, taemin akhirnya pergi ke warung bang Kang In (orang batak ).

Taemin: Misi bang… Jual makanan ayam kagak bang..??

Kang in: Tidak.. awak tak jual barang-barang macam itu dek…

Taemin: oh iye bang.. makasih yee bang..

5 Menit kemudian..

Taemin: Maap bang.. Jual makanan ayam kagak bang..??

Kang in: Macam mana!! udah awak bilang, awak tak jual barang macam begituan dek!!!

Taemin: Ohh iya bang.. makasih yeee bang..

10 menit kemudian..

Taemin: Bang.. aye mau beli makanan ayam, ade kagak bang??

Kang in: SUDAH AWAK BILANG AWAK TAK JUAL MAKANAN AYAM DI WARUNG AWAK…!! AWAK TAK JUAL!! DAN TAK AKAN PERNAH JUAL!! SEKALI LAGI KAU TANYA MACAM ITU,, AWAK PAKU KAKI KAU KE LANTAI..!!!!

1 jam kemudian ( Taemin belum kapok juga, ia masih datang..)

Taemin: Bang ade martil kagak bang..??

Kang in: KAGAK!!

Taemin: Kalo paku ade kagak bang..??

Kang in: KAGAK!!

Hening sejenak….

Taemin: Ada makanan ayam ga bang??

!@#$%^%$@#$@!#$!@#$@

**********************

(bagian  ini terinspirasi dari lana)

^^

karena taemin gagal mendapatkan makanan ayam, esoknya ayam jinki yang bernama Bejo hilang entah kemana, si jinki stress lantaran udah gak punya ayam lagi.

Kibum  : Abang.. udeh bang.. ikhlasin aje.. pan Cuma ayam..

Jinki     : Lu enak ngomong ” kan Cuma ayam..”  kagak ngetiin banget sih perasaan aye..

Kibum  : yeee abang sewot.. udeh ahh aye mau nyuci baju dulu.. aye sumpahin biar ayam abang kagak balik!!!

Jinki     : Darling, lu jangan begitu dong sama aye.. waktu si Jalu lu kasih ke heechul gue udah ikhlas.. udeh ikhlas banget malah dar, gw tau itu salah gw kagak mau bantuin lu.. jangan disumpahin dong si bejonya.. kasian kan dia luntang lantung di jalan..

Kibum  : Ikhlas apanye yang ikhlas, orang besoknye abang curi lagi tuh si Jalu, iye kan!! Subuh-subuh abang ngendap-ngendap ke rumah nya hee chul ber dua sama si kunyuk pake sarung, trus ke gep sama hansip, diteriakin maling ayam, dikejar warga sekampung, ngumpet di comberan, pulang-pulang badan pade panuan… siapa yang malu bang?? aye! siapa yang susah bang?? aye! pokoknya aye sumpahin tuh ayam kagak balik.

Jinki     : Darling.. Lu tega banget dar,, sama gueeeeeee….. BEJOOOOO balik napa lu..

Kibum  : Bejo lagi, bejo lagi.. ni bang denger ye,, ampe tuh ayam balik, bakalan aye goreng tuh ayam buat makan malem..

Jinki     : Darling.. emang lu yee kejem banget..

Kibum  : I don’t care ee ee eee… I don’t care ee..ee..ee…..

setengah jam kemudian..

Jinki masih terbengong-bengong meratapi ayam nya yang hilang tiba-tiba jonghyun datang.

Jonghyun : BOS.. BOS.. BOS.. BOS… BOSAAAAN…..

Jinki : Eh.. Ntong.. ngapain lu ngomong kepotong-kepotong gitu?? Kesambet lu ntong???

Jonghyun : YO,, YO,, YO,, What’s up DAD??

Jinki : Wah ni anak beneran kesambet..

Jonghyun: K to the E to the N to the A To the PA DADDY?? Kenapa Daddy your face begitu murung??

Jinki : Dedi?? lu ngomong apa si ntong?? kagak ade bahasa lu yang gw ngerti?? Busett jangan- jangan beneran lu kesambet..

Jonghyun: YO.. Dad, Listen.. Ke ke kenapa D,d,dDaddy.. Mur mur mur Murung.. Ha Ha Habis Berantem Yee Sa sa sama mommy..

Jinki : * berpikir ( ya ampun beneran nih anak aye kesambet..  kayanye kesambet setannye si  Dedi, Oh iye.. Pan si Dedi belum empat puluh hari matinye.. pantesan masih gentayangan,, mana si dedi mau berantem lagi sama mumi mesir.. aduh kasian anak gw..)

Tiba-tiba Jinki berdiri dan langsung menyiram Jonghyun dengan segelas kopi yang ada di depan nya.

BYURRRRRRRRRRRRRRR….

Jinki : PERGI LU DEDI!!! Jangan ganggu anak gue!! ( sambil komat-kamit baca doa)

Jonghyun : AAIIIISSHHHH!!! APPA!! Apa-apan sih nyiram aye??

Jinki : Alhamdulilleeeee.. akhirnya si dedi pergi juga.. Ntong.. Lu kagak nape-nape kan ntong?? tadi lu kemasukan setan nye si dedi ntong..

Jonghyun : KEMASUKAN APE?? SI DEDI?? KEMASUKAN AER IYEEE!!! ( sambil mengusap-usap mukanya yang basah kena air kopi )

Jinki : Kemasukan setan nye si dedi.. lu emang kagak ngerasa ntong?? tadi lu ngomong megap- megap ntong kaya orang kesurupan, appa dengernye si dedi mau tawuran sama mumi..

Jonghyun : AAHHH!! Itu bukan kesurupan Appa!! Aye lagi belajar NGE RAP!! NGE RAP..!! Ahh Appa kalo stress gara-gara si bejo ilang, jangan bawa-bawa aye donk!!

Mana pake nyiram kopi lagi.. untung kagak panas coba kalo panas!!

Jinki : Apee.. belajar nge rap.. Maap ntong.. appa kagak tau lo belajar nge rap..

Jonghyun : AU AHHHHHH!!!

kemudian jonghyun pergi meninggalkan jinki yang masih kebingungan.

Tiga puluh menit kemudian..

Taemin datang..

Taemin : Appa.. Bagi duit dong..

Jinki : Kagak ade..

Taemin : Appaaaaaaaaa…. Pelit banget siiiii!!! Bagi duit..!!! ( merengek )

Jinki : Kagak ade.. dibilangin kagak ade juga!!

Taemin : AAAHHHH Appa Boong.. Yaudeh nanti aye bilangin umma, kalo appa punya rencana maling ayam lagi.

Jinki : Eehhhh, Dasar lu yee kecil-kecil pengeretan.. mirip banget sama umma lo ntoooong..

Taemin : Makanye bagi duit!!

Jinki : Nih…!!!

Taemin : YAELLAAAAAAH Cuma lima rebu.. Kagak mau!! ni aye balikin.. Biar aye ngomong aje sama umma..

Jinki : Emang dasar lu ye.. ( Akhirnya jinki memeberi taemin uang 50.000 )

Taemin : Nah gitu donk.. by the way, anyway, busway, … alaaah… appa kenape sih murung ajeeee??

Jinki : Gara-gara lu nih semuanya ntong.. hidup gue jadi begini..

Taemin : Kok gara-gara aye si appa?? orang aye baru dateng..

Jinki : Iye.. gara-gara lu kagak beliin makanan ayam buat si bejo makanya sekarang si bejo pergi.. OOAALLLAAAHH BEJOOOO….

Taemin : Yeee jadi aye yang disalahin.. ( sambil diam-diam pergi meninggalkan appa nya..)

Tinggalah jinki sendiri meratapi nasibnya..

Jinki : Hey.. my BEJO..        Love.. Yes BEJO     Stay…. Mwol Jalmotaenni I I was blind

Yo.. so many nights i wonder why, what can i do to make it right, everything will be allright, so BEJO plis tell me why…

BBEEEEEEEEEJJJJJJJJOOOOOOOOOOOOO

********************

OK sekian cerita dari saya.. kalo garing.. mohon maaf..hihihihihiiiiiiii… ^^

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please
  • BUAT YANG PUNYA WORDPRESS… LIHAT DI PALING ATAS ADA BUTTON LIKE SAMA LAMBANG BINTANG… TOLONG DI KLIK KALAU KALIAN SUKA SAMA FF NYA ^.^.. SUPAYA AUTHORNYA TAHU SEBERAPA BANYAK YANG SUKA FF MEREKA.. GOMAWO

Just You

JUZT YOU

Author: Park Young Mincha a.k.a Annisa Mira

Main casts:

–          Park Young Mincha

–          Lee Jinki

–          Shim Changmin

Hari ini adalah hari pertama UAN. Rasanya aku masih belum siap menghadapi ujian ini. Fyuuuh, siap gag siap aku harus tetap berusaha. Mincha, hwaiting!!

~ ~ ~

Hai perkenalkan. Aku Park Young Mincha. Kalian bisa memanggilku Mincha. Saat ini aku duduk di kelas XII dan akan mengikuti ujian kelulusan. Nah, simak kisahku ini, ya..

~ ~ ~

Wah, untung saja bangkuku bukan yang barisan terdepan, bisa grogi kuadrat aku kalo dapat bangku di deret itu. Batinku setelah mengetahui bahwa aku akan menempati bangku ke tiga dari depan selama ujian berlangsung.

“Cha… Mincha…,” terdengar seseorang menyapaku. Aku pun menoleh ke arah si pemilik suara dan mendapati sahabatku telah berdiri di sampingku.

“Hmmm…. Ada apa?” tanyaku menjawab sapaannya.

“Kamu dicariin ama Jinki,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pintu ruang kelas ujian kami. Aku menengok ke arah yang dia tunjuk dan memang benar, di sana Jinki berdiri sambil menatapku. Aku menghela napas sejenak. Dengan malas aku melangkahkan kakiku menuju dirinya setelah mengucapkan terima kasih pada Rieka, sahabatku.

“Ya! Jinki~ah! Ada perlu apa denganku?” tanyaku dengan sebal karena seharusnya aku mengulang-ulang pelajaran sebelum bel masuk berbunyi.

“Cha, kamu mau nggak jadi pacarku?” tanyanya setelah menarikku menjauh dari kelasku. Aku menatapnya dengan tampang heran. Nih bocah apa-apaan, sih? Mau ujian gini masih ngelawak juga.

“Kamu nggak usah bercanda deh. Ini tuh mau ujian. Jangan bikin konsentrasiku buyar. Oke?” ucapku sambil beranjak meninggalkannya karena sebentar lagi ujian akan dimulai. Tapi baru selangkah, dia memegang lenganku, menahanku sejenak. “Aku serius, Cha!” tegasnya.

“Hmmm…. Akan kupikirkan. Kumohon sampai UAN dan UAS selesai, jangan hubungi aku. Jangan ganggu aku dulu,” ucapku sambil melepas tangannya dari lenganku dan beranjak menuju kelas.

“Gimana, Cha? Kamu terima apa, nggak?” tanya cowok yang duduk tepat di bangku sebelah bangkuku, yang tak lain dan tak bukan adalah Changmin, mantan pacarku yang kuputus satu bulan yang lalu. Aku menatapnya dengan tatapan menyelidik.

“Kalian sekongkol ya?” tuduhku. Baru saja Changmin akan menjawab, pengawas ujian memasuki ruangan. Kami segera mempersiapkan alat tulis.

***

Ah, laparnyaaa…. Untung saja tadi sempat membawa bekal. Kayak anak TK ya? Tapi ini kulakukan karena hari pertama ada 2 ujian. Jadi, daripada aku desak-desakan di kantin, lebih baik aku bawa bekal dong. Hehe… *curhat*

“Cha,” panggil Changmin yang tahu-tahu sudah duduk di bangku depanku dengan tubuh dihadapkan ke arahku. “Hmmm,” jawabku dengan mulut penuh makanan. Tiba-tiba, tangannya menyentuh daguku dan jarinya mengusap sudut kiri bibirku. Aku sedikit tersentak. Aku merasa seperti dialiri arus listrik.

“Kamu ini nggak berubah ya, selalu aja celemotan,” ujarnya sambil tertawa membuatku terpana. Aku jadi sedikit menyesal sudah memutuskannya. Tapi itu kan salahnya. Dia sudah selingkuh di belakangku.

“Oh, iya! Gimana? Kamu terima, nggak si Jinki itu?” tanyanya lagi.

“Masih kupikirkan,” jawabku malas. Jujur saja aku tidak suka topik ini.

“Sebaiknya kamu terima aja, Cha! Dia itu suka ma kamu udah mulai setahun yang lalu, loh,” sarannya. Aku cukup kaget mendengar kenyataan itu, tapi aku masih ingin fokus pada ujian dulu, tidak mau memikirkan hal-hal lain di luar itu.

“Hehh, kamu itu nggak waras ya?!” teriak Rieka yang tiba-tiba saja sudah ada di dekat kami,”mana ada cowok yang nyaranin mantannya buat jadian ama cowok lain?! Gila kamu,” lanjutnya lagi.

“Terus maunya gimana? Aku tahu kalo aku tuh udah salah ama Mincha, karena itu, aku ingin dia mendapatkan cowok yang lebih baik dariku, dan kupikir Jinki tidak buruk,” ungkap Changmin.

“Ah, sudahlah jangan bahas ini lagi. Aku mau fokus ke ujian dulu,” sentakku menghentikan pertikaian mereka berdua.

***

Tanpa terasa dua minggu berlalu dengan tenang. Semua ujian sudah berakhir. Hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Tiba-tiba dering ponsel mengagetkanku.

From: Lee Jinki

Cha, aku menagih jawaban atas pernyataanku 2 minggu yang lalu. Maukah kamu jadi pacarku?

To: Lee Jinki

Hmmm…. Baiklah. Aku mau jadi pacarmu. >,<

From: Lee Jinki

Kamu sekarang di rumah, kan?! Aku ke sana sekarang. Aku pengen ketemu.

To: Lee Jinki

Ya.

Sambil menunggu kedatangannya, aku pun berganti pakaian. Kukenakan celana jeans ketatku dipadukan dengan lengan pendek hijauku, kemudian kututupi dengan jaket bermotif keroppi kesukaanku. Rambutku kukuncir satu di satu sisi. Kepoles wajahku dengan bedak. Kutatap diriku di cermin. Sudah lama aku tidak berdandan seperti ini sejak aku putus dengan Changmin. Hhh, semoga pilihanku kali ini tepat. Tapi mengapa bayangan wajah Changmin terus menggema di pikiranku. Segera kutepis hal itu.

Aku segera berlari keluar saat mendengar klakson mobil yang menandakan bahwa Jinki, cowok yang telah resmi menjadi pacarku itu, telah datang. Tak lupa kuambil tasku yang berisi dompet beserta ponsel kemudian segera menemuinya.

“Wow, Cha! You’re very beautifull, today,” pujinya sambil menunjukkan senyumnya yang membuatnya semakin tampan. Kenapa aku nggak pernah memperhatikannya ya, ternyata dia setampan ini.

“Emank biasanya nggak ya?” tanyaku sambil merajuk.

“Di mataku kamu selalu cantik kok,” ujarnya merayu. Wah, sudah berani ngegombal dia.

“Ayo, akan kutunjukkan padamu tempat yang bagus,” ajaknya sambil memasangkan sabuk pengaman pada kursiku.

Sepanjangan perjalanan aku hanya diam, bingung akan membicarakan apa. Kulirik cowok di sampingku ini. Dia tampak serius memperhatikan jalan di depan.

Setelah beberapa menit, akhirnya Jinki menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan, yang menurutku indah sekali eksteriornya. Dia menggandengku, mengajakku memasuki bangunan itu yang ternyata adalah sebuah toko yang di dalamnya menjual berbagai macam boneka lucu serta ada café kecilnya juga. Wah, aku memandangi isi toko itu dengan takjub. Kudengar Jinki tertawa kecil melihatku seperti itu.

“Ayo, duduk di situ,” ucapnya sambil menunjuk ke salah satu sudut di café itu, kemudian melingkarkan tangannya di pinggangku. Dapat kurasakan pipiku memanas.

Setelah memesan pada pelayan café tersebut, Jinki menggenggam tanganku sambil menatap wajahku lembut. Aku berusaha menghindari tatapannya saking gugupnya.

“Aku sangat senang kamu mau menerimaku sebagai kekasihmu, Cha! Beberapa bulan yang lalu, saat aku tahu kamu jadian dengan Changmin, hatiku serasa tercabik-cabik. Tapi sekarang kamu sudah menjadi milikku. Hal itu membuatku sangat senang,” ucapnya lirih. Mendengar nama Changmin disebut, aku seperti tersengat.

Apakah keputusanku ini benar? Apa aku benar-benar menyukai Jinki? Aku seperti merasa hanya menjadikannya sebagai pelarianku saja. Sejenak aku bimbang. Namun akhirnya kuputuskan untuk menjalani status ini dahulu. Kalo emank nanti tidak cocok, ya lihat saja nanti. Kupasang senyum termanisku untuk memikatnya.

Setelah seharian kami menghabiskan waktu bersama, Jinki mengantarku pulang ke rumah. Ketika mobilnya sudah tak terlihat lagi, kulangkahkan kakiku masuk ke dalam rumah. Setelah mandi dan mengganti pakaianku dengan baby doll bergambar keroppi, aku beranjak naik ke ranjangku. Kupejamkan kedua mataku dan dalam sekejap aku sudah berlayar di alam mimpi.

***

Tanpa terasa hubunganku dengan Jinki sudah berusia seminggu. Kulihat kalender di dinding kamarku. Seminggu lagi adalah perpisahan sekolah. Dan kami akan berpisah karena kami memilih universitas yang berbeda. Kuputuskan untuk mengakhiri hubungan kami setelah perpisahan.

Malam ini, kami akan pergi berdua. Entah ke mana. Kutunggu Jinki di teras rumahku sambil mendengarkan lagu-lagu dari MP4 ku. Aku ikut bersenandung mengikuti irama yang terdengar sambil memejamkan mata mencoba meresapi makna lagu tersebut. Tiba-tiba kurasakan seseorang menepuk punggung tanganku. Kubuka mataku dan aku terperanjat melihat sosok yang berdiri di depanku ini.

“Changmin,” desisku.

“Cha, ternyata memang tidak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku,” ucapnya lirih,”aku menyesal telah menyakitimu dulu. Aku ingin kau kembali padaku.”

Entah mengapa aku merasa emosi mendengar kata-katanya.

“Kau… Semudah itukah kau memintaku kembali? Setelah sekian lama aku berusaha menerima kau sudah memilihnya daripada aku, agar kita bisa berbicara santai tanpa ada jarak walaupun sebenarnya kaulah yang membuat jarak itu sendiri!!” ucapku penuh tekanan di setiap kata, “dan sekarang, di saat aku menuruti saranmu untuk menerima cinta Jinki, kau malah memintaku memilihmu kembali? Kau pikir aku ini apa? Memangnya aku tidak punya perasaan?” lanjutku setengah menangis.

Kutepis tangannya yang berusaha memegang tanganku. Tepat pada saat itu, Jinki datang dan segera menarikku menjauh dari Changmin.

“Kamu mau nyakitin Mincha lagi, hahh?!” bentak Jinki pada Changmin.

“Aku nyesel pernah nyakitin dia. Aku bener-bener sayang sama dia,” jawabnya sambil melihatku yang tengah menunduk.

“Jangan cuma ngomong aja kamu.. Buktikan!” Jinki semakin emosi. Kusentuh lengannya.

“Ayo, kita berangkat aja sekarang. Ntar kemaleman. Percuma kamu ngeladenin dia,” ajakku. Jinki menggenggam tanganku, kemudian menarikku menuju mobilnya meninggalkan Changmin yang terpaku menatap kepergian kami.

***

Akhirnya perpisahan sekolah pun tiba. Aku sudah mengeriting rambutku yang lurus ini dihiasi dengan bando hijau kesukaanku. Aku mengenakan kemeja lengan pendek warna hijau dipadu dengan rok selutut berwarna senada. Tidak lupa aku mengenakan high heels-ku. Menambah pesonaku. Semua mata memandang ke arahku saat aku maju sebagai perwakilan siswi kelas XII untuk berpidato.

Setelah acara perpisahan usai, aku dan Jinki pergi ke sebuah bukit. Di sana, kami menikmati hari terakhir kami sebagai siswa SMA. Mulai besok kami sudah harus mempersiapkan diri menjadi mahasiswa.

Ketika senja tiba, kami pun pulang. Sebelum dia pulang, dia memelukku eraaaaat sekali. Setelah itu, dia melajukan kendaraannya menuju rumahnya. Satu jam kemudian, aku mengirim sebuah pesan untuk Jinki.

To: Lee Jinki

Maaf, bukan maksudku membuatmu sebagai pelarian. Aku benar-benar mencoba untuk mencintaimu. Tapi ternyata, itu tidak semudah yang kupikirkan. Aku tidak bisa dengan hubungan jarak jauh. Lebih baik hubungan kita sampai di sini saja. Aku tidak ingin melihatmu terluka lebih dalam lagi karenaku. Maaf….

Setelah kutekan send, aku membenamkan kepalaku di bantal. Diam-diam air mataku mulai membasahi bantalku. Aku tidak tahan terus menyakiti hatinya. Selama bersamanya, yang ada di pikiranku hanyalah Changmin. Aku tahu aku jahat. Hanya mempermainkan perasaan Jinki. Tapi bukan inginku begitu. Aku sangat nyaman berada di sisinya, tapi bukan sebagai kekasih. Mungkin lebih tepat seperti seorang sahabat. Aku tidak mau terus memanfaatkannya untuk membantuku melupakan Changmin. Aku tidak tega dia terus tersakiti dengan tingkahku.

***

Sore ini, kuputuskan untuk berjakan-jalan di taman seorang diri, merenungi diri. Lelah berkeliling, aku pun duduk di salah satu kursi taman yang menghadap ke arah air mancur. Kutopang daguku dengan kedua tangan sambil menatap air mancur di depanku dengan tatapan kosong. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipiku. Aku segera tersadar dari lamunanku dan menemukan seorang cowok yang telah kulukai perasaannya telah duduk di sampingku.

“Nih, minum,” tawarnya sambil menyerahkan sekaleng orange juice dingin.

“Terima kasih,” jawabku kikuk mengambil minuman yang dia tawarkan padaku.

“Aku tidak pernah menganggapmu memperalatku,” ucapnya membuka pembicaraan,”aku tahu kamu masih belum bisa menghilangkan rasa sakit yang telah ditimbulkan olehnya. Aku terima kalo kamu emank ingin putus denganku. Aku tahu perasaan tak bisa dipaksakan.”

Tanpa sadar, air mataku mengalir mendengar perkataannya. Dia merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku menangis sesenggukan di dadanya.

“Maafkan aku. Aku nggak bermaksud menyakitimu.  Tapi…..,” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Jinki meletakkan jari telunjuknya di bibirku.

“Sssstt,, sudahlah…. Aku tidak apa-apa. Aku tahu, kamu yang lebih tertekan atas kejadian ini,” katanya menenangkan sambil mengusap pipiku, menghapus air mata yang membasahi pipiku. *huwaaaah, seandainya beneraaaan!!!*

Kemudian, tiba-tiba saja wajah Jinki sudah berada sangat dekat di depan wajahku. Aku terkejut hingga tak sanggup memikirkan apa-apa lagi. Dalam hitungan detik kurasakan sesuatu yang lembut telah menyentuh bibirku, yang kusadari kemudian bahwa itu adalah bibir Jinki. Dia melumat bibirku dengan lembut. Setelah beberapa saat, dia menghentikan ciumannya dan memelukku dengan erat.

“Maaf, aku telah menciummu tanpa izin. Aku tidak akan pernah melupakanmu,” ucapnya kemudian melepas pelukannya,”baiklah. Sampai jumpa. Semoga lain waktu kita bisa bertemu tanpa ada rasa bersalah!”

Jinki pun beranjak meninggalkanku. Aku menatap punggungnya hingga dia hilang dari pandanganku. Setelah dia berkata begitu, justru aku semakin merasa bersalah. Hhh…. Aduh, kepalaku berat sekali. Apa karena kebanyakan menangis ya? Lebih baik aku segera pulang dan istirahat. Tapi, baru beberapa langkah aku meninggakan taman tersebut, aku merasa pandanganku gelap. Aku pun ambruk tak sadarkan diri.

***

Kucoba membuka kedua mataku tapi entah mengapa rasanya berat sekali.setelah berhasil, aku mengerjapkan kelopak mataku berkali-kali, kemudian kuedarkan pandangan ke sekeliling. Mmmh, ini kamarku. Tapi siapa yang membawaku ke sini? Aduh, kepalaku nyeri sekali. Kuangkat tanganku untuk memijit keningku, tapi seperti ada yang menahan. Aku segera mengarahkan pandangan ke arah tanganku dan menemukan seorang cowok dengan kepala bersandar di sisi ranjangku, tertidur sambil menggenggam tanganku. Kucoba melepaskan genggamannya dari tanganku dan itu membuatnya terbangun.

Betapa terkejutnya aku, saat mengetahui bahwa cowok itu adalah….

“Changmin?” desisku tak percaya.

“Cha, kamu sudah sadar? Syukurlah! Tadi aku kaget ngelihat kamu pingsan di jalan. Langsung aja kubawa kamu ke rumahmu. Aku khawatir banget,” cerocosnya dengan tampang cemas.

“Oh, makasih!” jawabku singkat tanpa menatapnya.

“Cha, kumohon maafin aku! Aku benar-benar menyesal sudah menduakanmu,” ucapnya sambil menggenggam tanganku.

“Aku sudah maafin kamu dari dulu,” jawabku dingin.

“Ayolah, Cha! Aku yakin kamu masih mencintaiku. Jadi pacarku lagi, ya?” pintanya dengan PeDe tingkat tinggi.

“Buat apa? Untuk disakiti lagi? Nggak Min, cukup sekali itu kamu melukai hatiku,” tolakku dengan perasaan sesak. Sepertinya aku akan menangis lagi kali ini.

“Sudahlah, Cha! Beri dia satu kesempatan. Aku ikhlas kalo emank kamu mau kembali padanya. Lagipula kita sudah putus kan? Tidak usah merasa sungkan padaku,” ucap Jinki yang tiba-tiba saja sudah ada di dalam kamarku.

Aku menundukkan kepalaku dan tetes demi tetes air jatuh membasahi pakaian yang kukenakan. “Kalian berdua tidak mengerti posisiku. Jangan memaksakan kehendak kalian. Jangan memojokkanku. Aku tidak akan kembali pada Changmin dan itu bukan karena aku merasa bersalah padamu, Jinki. Sekarang, bisa kalian tinggalkan aku sendiri? Aku ingin mendinginkan pikiranku,” ucapku pada mereka berdua. Mereka pun keluar dari kamarku dengan lesu.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………….,” jeritku histeris sambil membuang barang-barang yang ada di ranjangku. Kemudian kudengar derap langkah orang berlari menuju kamarku dan  membuka pintu kamarku dengan kasar. BRAAAK… Tampak wajah Changmin dan Jinki yang terlihat sangat cemas. Mereka terkejut melihat kamarku berantakan.

“Cha? Ada apa ini?” tanya Changmin sambil melangkah mendekatiku.

“huuu…huuu…huu… Aku bener-bener sakiiiit di sini…. Aku udah nyakitin perasaanku sendiri. Aku udah nyakitin kalian berdua yang sangat berarti buatku. Huwaaa…..” ucapku sambil terus menangis.

“Ssssshh, jangan menangis lagi…. Hatiku perih melihatmu menangis seperti ini. Aku yang salah. Sudahlah jangan kamu pikirkan lagi,” ujarnya sambil mengusap lembut punggungku seraya menarikku ke dalam pelukannya. Aku benar-benar merindukan hangat tubuhnya yang memelukku seperti ini. Aku pun balas memeluknya dan terus menangis.

“Changmin, baringkan Mincha di sini. Ranjangnya sudah kubereskan,” suruh Jinki.

Changmin pun mengangkatku, lalu membaringkanku di ranjangku. Tiba-tiba aku merasa lelah sekali, seolah semua beban yang menghimpitku telah lepas.

“Kalian selesaikan masalah kalian. Aku mau pulang,” pamit Jinki pada kami.

“Cha, aku mau bilang. Kita diterima di satu universitas yang sama, hanya beda jurusan. Aku ada rumah dekat universitas itu, kalo kamu mau, kita bisa tinggal bersama di rumah itu,” tawarnya. Aku melotot mendengar ajakannya. Emank dia kira aku cewek apaan.

“Aissh, Cha. Bukan gitu maksudku. Kita tinggal bersama tapi di kamar yang berbeda tentunya. Daripada kamu bingung-bingung cari kontrakan,” ralatnya seolah mengerti yang ada di pikiranku. Aku hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Hmmm, baiklah akan kupikirkan,” jawabku lemah.

“Oh, iya Cha! Aku butuh kepastian darimu saat ini juga,” ujarnya tiba-tiba dengan wajah serius. “Kamu mau ya, jadi pacarku lagi? Aku janji nggak akan selingkuh lagi,” pintanya membuat wajahku memanas. Baru saja aku akan menjawab, ponselku berbunyi. Segera saja kuangkat telpon itu.

‘Cha, kamu harus balikan sama Changmin. Kalo nggak, aku bakalan marah sama kamu. Aku hanya merelakanmu padanya. Aku nggak mau denger berita kamu jadian sama cowok lain.’

Dan sambungan langsung dimatikan oleh si penelpon yang ternyata itu Jinki.

Aku menoleh kepada Changmin.

“Maaf, Min, aku belum bisa,” ucapku.

“Ternyata begitu. Baiklah, aku tahu kamu memang belum bisa memaafkanku. Aku pulang dulu, ya. Kutunggu persetujuanmu untuk tinggal bersamaku besok,” ujarnya pelan sambil beranjak meninggalkan ranjangku.

Saat dia akan membuka pintu kamarku, aku segera turun dari ranjangku dan memeluknya dari belakang.

“Aku belum selesai ngomong tau’. Aku belum bisa melepaskanmu. Aku belum sanggup kehilangan dirimu lagi. Maaf aku belum bisa. Maaf aku egois,” cerocosku langsung.

Mendengar kata-kataku, dia segera membalikkan badan dan menatapku tajam.

“Kamu serius, Cha?” kuanggukkan kepalaku. “Jadi.. kita?? Balikan? Beneran? Yippie… Aku janji bakal jagain kamu, Cha! Aku nggak bakal bikin kamu nangis lagi,” seru Changmin senang sambil mencubit kedua pipiku.

“Aaaa, Changmin! Sakit tauuuu’….,” jeritku sambil mencoba melepas kedua tangannya dari pipiku yang sudah memerah akibat cubitannya.

Kemudian dia mengusap pipiku yang sudah bengkak ini sambil cengar-cengir gaje.

“Aku pulang dulu, ya! Sekarang kamu istirahat aja. Besok aku ke sini lagi. Anterin ampe depan dong!” ujarnya sambil menggandeng tanganku.

Sesampainya di teras rumahku, dia mencium puncak kepalaku serta pipiku kemudian mengecup bibirku sekilas. Setelah itu dia berlari pulang.

***

“Hyaaaa… Changmin! Itu jatah makanan buat sebulan tauuuu’,” teriakku histeris melihatnya memasak untuk yang ke 20 kalinya dalam satu hari ini.

“Tapi aku masih lapaaaar,” jawabnya dengan wajah memelas.

“Tapi kan, besok mau makan apa kita, kalo bahan-bahannya kamu habisin untuk makan hari ini? Perutmu terbuat dari karet, ya?!” gerutuku sebal.

“Ya, nanti malam kita belanja. Uangnya ada, kok!” jawabnya santai semakin membuatku gondok.

Beginilah hari-hariku dengannya sekarang. Penuh dengan keributan-keributan kecil. Kami kadang masih bertemu denggan Jinki. Dia sudah menemukan tambatan hatinya. Gadis yang menarik, cocok untuk Jinki.

~ ~ ~ ~ ~ ~

THE END

Miaaaan, ni ff rada gaje.. oneshoot pertamaku…

Comment yaaaa………