I Found Another Love Beacuse A Handphone

I FOUND ANOTHER LOVE BECAUSE A HANDPHONE


AUTHOR : DHY

MAIN CAST     : MINHO & SULLI F (X)

A/N : mmm cerita ini diambil dari sisi minho, jadi semua ceritanya Cuma minho POV. SELAMAT MEMBACA ^^

“aku Cuma mau kamu tahu satu hal, ini yang terbaik buat kita”

“kita kamu bilang, ini terbaik untukmu bukan untukku” aku terus mencoba untuk menyangkal apa yang di ucapan wanita yang kini ada di hadapanku.

“aku yakin ini yang terbaik, bukankah kau ingin aku bahagia? Kalau kau benar-benar mencintaiku tolong lepaskan aku, biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri, minho kamu tidak ditakdirkan untukku”

“takdir, kamu bilang ini semua takdir, ini semua bukan karna takdir, kamu yang selalu bilang jangan tinggalkan aku, tapi kenapa kamu meninggalkanku seperti ini”

“minho, maafkan aku, tapi aku tidak bisa merubah keputusanku, aku akan segera bertunangan, tapi aku tidak akan membuatmu bertambah sakit, karena aku akan bertunangan diluar negeri, minho mungkin ini terakhir kalinya aku melihatmu” ucap Krystal sambil memelukku. Aku tidak membalas pelukannya seperti yang selalu kulakukan. Hatiku sakit, rasanya perih sekali, sepperti ada luka yang tiba-tiba muncul di hatiku, ingin sekali berterteriak dan menagis, aku berharap akan ada orang yang membangunkanku, ya karna aku berharap ini mimpi, tapi aku tahu itu tidak akan terjadi karna ini mimpi buruk yang akan abadi, karna ini adalah kenyataan yang  harus aku terima. Tiba-tiba krystal melepaskan pelukannya saat sebuah mobil hitam berplatkan O 173 W datang. Aku melihat kearah mobil itu, seorang pria berkulit putih keluar dari mobil itu. Sekkarang dia berjalan kerahku dan krystal.

“annyong….” Ucapnya padaku denngan senyuman, dia juga tak lupa sedikit membungkukan badannya.

Krystal langsung berpindah ke sisi pria yang sekaranng berdiri  dihadapanku.

“ow ya minho, kenalkan ini onew, calon tunanganku” saat mendengar krystal mengucapkannya aku merasa sesuatu menusuk ke hatiku.

“hai, aku onew” ucap onew “krystal, jadi ini minho sahabat baikmu yang selalu kamu ceritakan padaku” tambahnya.

Sahabat????? Apa selama ini aku dan krystal bersahabat bukankah 10 menit yang lalu kami masih pacaran.

“minho, aku harus pergi sekarang, jaga dirimu baik-baik” ucap krystal padaku, dia memeluku lagi, rasanya aku ingin mati saja.

“minho, aku berharap kamu bisa datang di pertunanganku nanti, karna kamu sahabat krystal aku berharap kita juga bisa menjadi sahabat” onew berkata denngan tulus.

Tuhan apa yang harus ku lakukan, apa aku harus membeci pria yang sekarang tersenyum padaku, tapi aku tahu sepertinya dia tidak tahu apa yang terjadi antra aku dan krystal.

Krystal dan onew pun pergi dengan mobilnya. Akku menyuruh supirku pulang, karna aku hanya ingin sendiri. Aku berjalan menyusuri malam yang menyedihkan ini. Aku berhenti di sebuah jembatan.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriakku

“APA YANG TIDAK BISA KU LAKUKAN, DAN DIA BISA LAKUKAN”

“YA~~~~~~berhenti beteriak-teriak”

“siapa kau??” tanya ku saat melihat gadis itu sudah berdiri tepat beberapa meter dari tempatku. Sekarang dia berjalan menghampiriku.

“yang pasti aku seseorang yang mencari ketenangan disini”

“lalu apa hubunganya denganku??” tanyaku

“dasar bodoh, kau mengganggu ketenanganku tahu”

“kalau begitu cari tempat lain” ucapku ketus

“begitu ya????? kau pikir ini tempat punyamu apa”

“baiklah kalau begitu tempat ini akan ku beli, agar tidak ada lagi orang aneh yang tiba-tiba muncul menggangguku”

“hahaha, siapa yang mengganggu siapa, jelas-jelas kau yanng berteriak-teriak tidak jelas, dasar laki-laki cengeng, wanitakan banyak, kenapa tidak sekalian kau menangis kemudian buduh diri” ucap gadis itu seenaknya. Ingin rasanya aku membunuhnya.

“hey, kau sadar dengan apa yang kau ucapkan???” tanyaku

“aku sadar ko”

“kalau begitu, tunjukan padaku bagai mana caranya bunuh diri” aku menariknya kesisi jembatan.

‘hey kenapa aku harus bunuh diri”

“bukankah kau mengusulkan agar aku bunuh diri, aku ingin tahu bagai mana caranya bunuh diri, setelah kau menunjukannya padaku baru aku akan melakukannya”

“kau gila ya, aku tidak mau” ucapnya kemudian melangkahkan kakinya menjauhiku, tapi sebelum dia benar-benar jauh aku menarik tangannya, karna aku menariknya begitu kuat, aku kehilangan keseimbangan, kamipun terjatuh. Dan saat aku membuka mata gadis itu bersandar didadaku.

“aduh” ucapnya kemudian bangkit lalu duduk disampingku yang bersandar di batasan jembatan. Untung aku tidak terjatuh melewati batasan jembatan ini.

“kau ini kenapa sich, aaa kaki ku lukakan” ucapnya kemudian meniup-niup luka di lututnya.

“kau pikir kepalaku tidak sakit membentur pembatas ini” balasku

“suadah ah, aku mau pulang, aku heran kenapa bisa bertemu orang sepertimu” ucapnya lagi. Dia pun berlari meningalkanku. Saat aku akan pergi dari jembatan itu kakiku menendang sesuatu.

“handphone??? Punya siapa y???” aku mengambilnya, hp ini terlihat cantik dengan, warnanya pink, aku mencoba untuk membukanya “wow, kenapa tidak pakai password pribadi” aku melihat sebuah foto laki-laki menjadi wallpapernya “pink, laki-laki, aneh” aku pun memasukan hp itu ke dalam sakuku, sambil berjalan pulang aku teringat kembali semua kenanganku dengan krystal.

dhy

setelah mandi mandi aku merebahkan badanku di kasur, memejamkan mataku sebentar, kemudian membukanya kembali, aku bangkit lalu mengambil semua foto krystal yang ada di kamarku dan kumasukan kedalam sebuah box.

“bukankah selama ini kita saling mencintai?” tanyaku pada foto krystal yang ku jadikan wallpaper  salah satu dinding kamarku yang langsung berhadapan dengan ranjangku, dulu aku sengaja membuatnya agar saat aku menutup mata dan membuka mata aku bisa melihat krystal. “tapi kenapa kau bilang, aku hanya sahabatmu? Aku tahu sekarang keluargamu sedang ada masalah, tapi aku sudah bilang aku juga bisa membantumu, kenapa harus orang lain yang membantumu, bahkan hingga kau rela meninggalkanku” aku menarik nafas mennahan air mata “kenapa saat aku menawarkan bantuan untuk keluargamu, kau selalu menjawab aku mencintaimu bukan karena semua yang kau miliki sekarang, lalu apa bedanya dengan onew??? Kenapa kau mau menerima bantuannya?? Kenapa kau selau bilang karena aku mencintaimu, kenapa????? KENAPAAAAAAA??” air mataku tidak bisa kubendung lagi, kakiku yang Harusnya menopangku pun tak sanggup lagi untuk berdiri, aku terjatuh, duduk dalam tangisan. “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” aku berteriak sekeras mungkin.

“Tuan” aku mendengar beberapa langkah kaki di depan pintu kamarku.

“pergi” ucapku  pelan

“apa anda baik-baik saja????” tanya suara itu lagi.

“AKU BILANG PERGiiiiiiiiiiiiiiiiiiI” teriakku sambil melemparkan salah satu foto krystal yang ada di box ke arah pintu kamar, suara pecahan kaca figura itu begitu terdengar jelas.

Dhy

Aku terbangun saat nada dering sebuh handphone berbunyi, aku tahu itu bukan handphoneku, akupun membenamkan lagi wajahku di bantal, tapi suara itu tidak kunjung berhenti. Dengan mals aku bangun dari tidurku, kku lihat jam yang ada di meja masih jam 3 pagi, aku mencari arah suara itu, aku teringat dengan handphone yang  kutemukan tadi, akupun mengangkatnya.

“akhirnya kau mengangkatnya” ucap seorang wanita yang berada di line telepon.

“siapa ini???”

“aku pemilik hp yang kau temukan, bisa kau kembalikan hpku”

“buat apa aku mengembalikannya, itu salahmu karena sudah menjatuhkannya” ucapku

‘aku mohon, aku hanya punya itu, hanya itu, akku mohoon” suara wanita itu sedikit bergetar. Hanya ini apa maksudnya, aku tidak percaya ada manusia yang hanya mempunyai hp sebagai barang berharga.

“aku mohon” wanita itu sudah mulai menagisiklah

“baiklah besok akan ku kembalikan, aku menunggumu di jembatan yang kurasa kau lalui kemarin” ucapku kemudian mematikan sambungan telepon.

Dhy

Semalam aku mengirim pesan pada wanita itu dan memintanya datang jam 8 pagi, tapi karna aku bangun terlambat aku datang jam 10. Dari kejauhan aku melihat seorang gadis sedang berdiri dijembatan dimembawa sekeranjang bunga, kemudian dia menngambil sebagian bunga-bunga itu lalu menaburnya ke sungai yang ada dibawah jembatan.

“apa yang dilakukannya” ucapku saat sadar bahwa gadis itu adalah gadis yang kutemui tadi malam dijembatan ini.

“hey, kau sedang apa?” tannyaku dia sedikit melonjak karna kaget

“kau, kau mau membunuhku ya??? Aku kaget tahu”

“siapa yang mau membunuhmu, semalamkan aku memintamu untuk bunuh diri”

“aishh kau ini” ucapnya sambil mengepalkan tangannya karena kesal

Aku tersenyum melihat tingkah gadis mungil itu, apa aku tersenyum ini pertama kalinya aku tersenyum setelah kejadian menyakitkan tadi malam. Akku jadi ingat tadi pagi aku melemparkan piring sarapan yang diantarkan salah seorang pelayanku, aku jadi merasa bersalah.

“sedang apa kau disini??” tanya gadis itu padaku

“ow ya, kau melihat seorang wanita yang datang kesini???” tanyaku

“tidak, memang kenapa??”

“aku mau mengembalikan handphonenya”ucapku sambil menunjukan hp itu.

“handphoneku” ucapnya kemudian mencoba mengambilnya dari tanganku. Aku menganngkat tanganku tinggi-tinggi agar dia tidak dapat mengambilnya.

“kembalikan, itu milikku”

“tidak mungkin ini milikmu, wanita yang mempunyai handphone ini, wanita yang lembut, semalam saja dia hampir menangis saat meminta handphonenya dikembalikan” jelasku

‘tapi itu benar-benar miliku, aku mohon kembalikan”

“baiklah, aku akan percaya kalau kau menyebutkan hal yang paling berharga di dalam handphone ini”

Tanpa pikir panjang gadis itu berkata “ hal yang paling berharga yang ada di hp itu adalah foto pacarku kim keybum”

Aku tak tahan menahan tawa mendengar jawabannya.

“kenapa kau tertawa?? Ini tidak lucu”

“dasar aneh, kau kan bisa mengambil gambarnya lagi” ucapku santai

“YA KALAU AKU BISA, DIA SUDAH MENINGGAL, BAHKAN UNTUK MENDATANGI MAKMNYAPUN AKU TAK BISA” teriak gadis itu sekarang dia benar-benar menangis.

“apa??? Maafkan aku” ucapku pelan, tapi dia tak berhenti menangis, karena bingung harus melakukan apa akupun memeluknya.

“dia sssudah tidak  ada, dia pergi gara-gara aku”dia menangis dibahuku. Beberapa menit kemudian dia melepaskan pelukannya “ kamsahanida” ucapnya. Aku hanya tersenyum. Kemudian dia duduk bersandar pada pembatas jembatan.

“ini handphonemu, maafkan aku” ucapku pelan. Beberapa saat keadaan menjadi hening.

“mian, bajumu jadi basah” ucapnya pelan, aku mencoba menahan tawa mendengar ucapannya.

“kalau kau mau trtawa, tertawa saja”

“tidak, aku tidak mau tertawa” ucapku sambil mengelenngkan kepala.

‘ow ya, kenalkan aku sulli, kau siapa???”

“aku minho, ehm kalau boleh aku mau mendengar ceritamu, cerita tentang pacarmu itu”

“baiklah karna kau sudah terlanjur mengetahuinya, aku akan menceritakannya, key adalah pria baik dan tampan”

“mmm, fotonya yang kau jadikan wallpaper??”

Lalu sulli melanjutkan ceritanya hingga aku tahu bahwa key meninggal karena jatuh disungai ini untuk menoling sulli yang hampir terjatuh, dan mirisnya key tidak di temukan sampai hari ini, kejadian itu sudah berlangsung satu tahun yang lalu, dan hampir setiap hari sulli menyempatkan diri untuk datang k sini dan menabur bunga.

“sebenarnya, pacarku juga meninggalkanku dan bertunangan dengan oranng lain” ucapku pelan

“benarkah???????” ucap sulli spontan

“kenapa kau bertanya dengan nada senang seperti itu????”

“tidak, aku tidak senang ko” jawab sulli kikuk.

Sejak hari itu Aku dan sulli menjadi dekat, sangat dekat. Aku mulai bisa memaafkan krystal dan menerima kenyataan. Aku merasa bahwa sulli adalah gadis terbaik untukku, dari hari ini aku ingin menyatakan perasaanku padanya. Yah aku choi minho telah jatus cinta padanya.

Do’akan aku bisa mendapatkan cintaku lagi………………………………………….

The End

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^
Advertisements

LOVE’S WAY – IS IT LOVE [3.2]

Author : Novi

Main Cast: Member SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast: Super Junior

IS IT LOVE – 2

Hye Jin POV

Jam makan siang aku langsung menuju ke gedung teater seperti yang aku bilang kemarin aku akan mendaftar sebagai anggota klub drama, oleh sebab itu aku makan siang dengan terburu-buru.

”Aku duluan ya Rae Na.. Hyo Jin…”seruku pada mereka yang masih makan.

”Jossimhe…”Pesan Hyo Jin sambil tersenyum.

Memangya anak-anak klub drama itu seperti apa?kenapa Hyo Jin harus memperingatkanku seperti itu dari malam, aku jadi semakin penasaran dengan mereka. Aku berjalan melewati koridor sekolah menuju gedung teater yang berada di luar gedung kelas, pada jam istirahat ini banyak sekali murid-murid di koridor membuatku pusing. Tiba-tiba aku teringat sesuatu, aku berjalan menuju lapangan basket outdoor dan berharap dapat menemui seseorang disana, aigoo pasti otakku sudah tidak waras kenapa aku begitu ingin menemuinya sekarang. Aku sedikit berharap bahwa ada orang itu disini, aku mengambil jalan yang melewati lapangan basket menuju gedung teater, banyak murid-murid yang bermain basket, dimana dia?aku tidak melihat baik dia maupun Minho, rasa kecewa sedikit muncul dalam hatiku. Ya Tuhan aku benar-benar sudah gila!Kenapa aku harus kecewa?kenapa aku begitu ingin melihatnya. Dasar Hye Jin Babo!

”Babo…babo…”Aku berbisik sambil memukul kepalaku dengan tangan.

”Siapa yang bodoh?”

Tiba-tiba sebuah suara mengejutkanku dan ternyata itu Minho, dia sudah tepat berada di depanku.

”Ah…Andwe…”Aku buru-buru menjawab

”Kau mencari seseorang…”Dia bertanya dengan gayanya yang dingin, kadang aku berpikir dia bukan bertanya melainkan menyatakan sesuatu habis dia bertanya tapi nadanya bukan bertanya. Benar-benar es.

”Ahh…annyong..permisi…”

Aku buru-buru pergi takut dia bertanya yang macam-macam. Kenapa aku harus mencarinya sieh?Babo sekali aku ini.

BRUKK..

”Mianhe…aku sedang buru-buru…” Orang itu langsung menarik tanganku sebelum terjatuh.

Aww sakit sekali, siapa sih orang yang menabrakku?jalan tidak lihat lihat. Baru akau mau mengomel padanya saat kulihat siapa dia aku langsung terkejut. Saat kulihat dasinya ternyata dia adalah seniorku. Jadilah kutahan omelanku. Namun tak jauh dariku sesorang berteriak-teriak.

”Mboem…Mboem…kemari kau!”teriak orang itu

Seseorang berteriak sambil berlari-lari ke arahku lebih tepatnya ke arah senior ini.

”Ah….sial….”serunya.

Senior itu malah bersembunyi ke belakangku. Sudah tahu dia tinggi, pasti ketahuan lah. Aneh sekali dia. Orang yang tadi berteriak itu sudah sampai di depanku dengan berkacak pinggang. Ooo, apa yang harus aku lakukan? Kenapa dia masih saja terus bersembunyi di belakangku.

”Mboem..jangan kayak anak kecil deh…”seru orang itu.

Aku ingin tertawa saat mendengar orang itu yang juga ternyata seniorku-terlihat dari dasinya-mulai berbicara, dia seperti seorang wanita. OMO aneh sekali dia, memang sih wajahnya sangat cantik seperti wanita tapi aku tidak menyangka gaya bicaranya juga agak sedikit seperti wanita.

”Mboem…keluarlah…”serunya lagi.

Senior itu mulai menggapai-gapai orang yang dia panggil Mboem itu di belakangku. Tapi sepertinya Mboem Sunbae ini tidak mau kalah dan berusaha menghidari jadilah aku berada di tengah dua senior yang aneh ini. Sepertinya senior ini sudah mulai capek.

”Aigoo…sudahlah..lihat saja kau nanti Mboem…”dan dia pun berlalu begitu saja.

Akhirnya Mboem Sunbae-aku tidak tahu namanya-keluar dari belakangku dan mendesah lega.

”Hufft…gumawo ya…ohh ternyata kau juniorku ya?” Katanya begitu melihat dasi yang kupakai.

”Ne..”Jawabku bingung.

”Ah…arasso…kau murid baru itu kan?”tanyanya lagi.

”Ne..”jawabku singkat.

”Kenapa jawabnya hanya Ne..saja?.”tanyanya, aneh sekali.

Dasar sunbae yang aneh, memangnya harus jawab apa lagi. Aku tidak tahu Hyo Jin punya teman satu angkatan yang seaneh ini.

”Kau tidak mengenalku pastinya?”kemudian dia berkata lagi sambil tersenyum.

Wow senyumnya sungguh menawan sayang orangya aneh sekali. Padahal kukira dia lumayan mungkin kalau tadi tidak melihat kejadian itu mungkin aku akan sangat mengaguminya tapi gara-gara tadi aku melihat kejadian tadi dan melihat dia sepert itu. Hmm…benar-benar aneh…

”Aku adalah wakil ketua kepresidenan murid disini…perkenalkan Kim Kibum-imnida…”

Dia langsung menjabat tanganku tiba-tiba. What!jadi ini yang dia yang dibilang Rae Na, sunbae yang memiliki nama yang sama seperti Key, oleh sebab itu Kim Kibum Junior dipanggil Key. Ah semua yang bernama Kim Kibum tidak ada yang beres otaknya, yang satu kasar yang satu lagi sangat aneh, aku jadi berpikir bagaimana dengan Kibum nya U-KISS atau Kibumya SuJu atau Kibumnya SHINee, apakah juga seaneh mereka? Pikiranku malah melantur.

”Annyeognhaseyo sunbae…Hye Jin-imnida…”Aku pun membungkuk kemudian tersenyum padanya.

”Ne..semoga kau senang di sekolah ini….jangan sungkan-sungkan lapor padaku kalau kau menemui masalah dari anak-anak disini..”serunya dengan wajah sok keren.

”Ne..”aku mecoba tersenyum kembali padanya.

”Baiklah annyeong…”Kibum Sunbae pun tersenyum dan berjalan pergi.

Ada-ada saja, wakil ketua yang sangat aneh, jangan-jangan ketuanya juga seaneh itu lagi. Hih, mengerikan!oh ya aku belum tahu siapa ketua kepresidenan murid disini,siapa ya?ternyata pertanyaanku terjawab begitu aku mulai memasuki gedung teater, saat melihat ke dalam ternyata ada seorang cowok yang sangat tinggi, bahkan kuarsa lebih tinggi dari Minho sedang berbicara dengan senior yang tadi mengejar Kibum Sunbae dan sunbae itu memanggilnya dengan sebutan ketua kepresidenan. Ternyata pikiranku salah dari wajahnya sih dia tidak seaneh wakilnya lagipula wajahnya sangat berwibawa, cocok menjadi ketua kepresidenan. Dia pun selesai berbicara dan berjalan keluar melewatiku dan tersenyum padaku dan pada saat itu sebuah perasaan muncul, perasaan senang bukan perasaan suka bukan…aku tidak tahu perasaan apa itu tapi entah kenapa aku senang sekali dia tersenyum padaku, senyumanya begitu hangat mengingatkanku pada…pada..aku lupa siapa tapi senyumnya sama. Aduh kenapa aku ini?aku terpaku di tempatku beberapa lama sampai seseorang menghampiriku.

”Heechul..kemari…cepat!!!lihat kurasa dia sudah terkena Siwon Virus…lihat dia…benar-benar deh Siwon…”seru sesorang sedangkan aku masih terpaku di tempatku tanpa menghiraukannya.

”Ye…benar..Siwon…ckckck…satu lagi Siwon fansclub…”seru sesorang yang lain.

Aku kaget melihat wajah dua orang yang tidak kukenal hanya beberapa senti dari wajahku, reflek aku langsung mundur ke belakang.

”Gwenchana?”Tanya salah satu dari subae itu tapi bukan yang seperti wanita.

”Ye…”Jawabku asal.

Kemudian dia menghampirku.

”Ada perlu apa kemari?”tanyanya.

Aku baru ingat aku mau mendaftar menjadi anggota klub drama, tapi apa sebaiknya aku mengurungkan saja niatku, habis benar kata Hyo Jin mereka agak sedikit aneh. Pasti mereka berdua adalah orang yang bernama Heechul atau Eunhyuk atau Donghae. Aku sudah terlanjur kemari. Sudahlah aku mendaftar saja. Kulihat sunbae itu masih memandangiku dengan tatapan aneh.

”Sebenarnya aku kesini mau mendaftar mejadi anggota klub drama”terangku.

”Mwo?Mworago?”Tanya sunbae yang rambutnya sedikit aneh karena rambutnya berdiri seperti rumput. Sangat aneh. Tiba-tiba sunbae yang seperti wanita itu menghampiriku dan mulai melakukan gerakan aneh.

”Eunhyuk, Donghae cepat kemari…”serunya kepada dua orang yang lain.

Kulihat salah seorang sunbae lagi menuju ke arah kami, kupikir dia yang bernama Donghae dan yang rambutnya aneh sepertinya bernama Eunhyuk dan pasti yang seperti wanita ini Heechul. Tiga serangkai pemilik klub drama begitu Hyo Jin cerita. Mereka pun kemudian memperkenalkan diri mereka masing-masing dengan gaya yang aneh, seperti gaya power rangers waktu datang untuk menyelematkan korban dari para monster. Sungguh aku benar-benar ingin tertawa melihat mereka tapi aku hanya bisa menahannya, aduh! Perutku jadi sakit!

”Aku Kim Heechul…Princess Heechul…”dengan mengedipkan sebelah matanya.

”Aku Lee Hyuk Jae tapi kau bisa memanggilku Eunhyuk si tampan…”

Sungguh aku tidak kuat untuk tidak tertawa melihat tingkah mereka.

”Aku Lee Donghae, kau bisa memanggilku Donghae…”

OK, kukira hanya Donghae Sunbae yang sedikit lebih waras dibanding yang lain.

”Nah, selamat datang di klub drama…”Seru Heechul sunbae.

Aku pun tersenyum menanggapinya dan mereka menyuruhku masuk.

”Eunhyuk mana form nya…berikan padanya…oh ya siapa namamu?sampai aku lupa…”seru Heechul sunbae.

”Hye Jin-imnida…”jawabku.

”Ah…kau murid pindahan itu kan?”tanyanya lagi seperti sangat antusias mengetahui aku adalah anak baru itu.

”Ne..”jawabku.

”Ini..”Eunhyuk sunbae menyodorkan secarik kertas untuk kuisi, aku pun mengambilnya dan mengisinya.

Tak lama kemudian aku sudah selesai mengisinya dan aku pun disuruh memperkenalkan diri ke depan anggota yang lain. Saat itu aku melihat sesosok wajah yang tidak asing, ya…itu pacarnya Key, Han Yuri…kalau tidak salah, entah pacarnya yang keberapa begitu Rae Na bercerita. Dasar cowok superplayboy yang kasar!. Aigoo selalu saja di semua tempat aku selalu bertemu dengan orang-orang yang ada hubungannya dengan cowok kasar itu.

”Annyeonghaseyo…Hye Jin-imnida…mohon bantuannya”Aku membungkuk lalu tersenyum pada semua orang.

Klub drama yang aneh tapi cukup menghibur. Asyik sekali melihat 3 orang sunbae itu, mereka sungguh sangat konyol. Yah mereka cukup baik padaku bahakan terlalu malah. Mereka tidak mau dipanggil sunbae dan malah minta di panggil Oppa, aigoo!!

”Kalau kau butuh bantuan panggil saja Eunhyuk si tampan…”saat kami sudah selesai membahas pertunjukan untuk bulan depan Eunhyuk Sunbae menghampiriku.

”Jangan…jangan… kalau dengan dia kujamin tidak ada masalah yang beres dan dia tidak tampan…..kau tahu kami memanggilnya monkey..dia mirip kan?lihat saja rambutnya yang aneh itu….”Seru Donghae sunbae sambil menghampiri kami.

Kulihat wajah Eunhyuk sunbae yang sedikit kesal mendengar perkataan Donghae sunbae.

”Ya! Kau lebih mirip ikan…”serunya lagi

”Enak saja kau…”seru Donghae sunbae sedikit kesal dengan perkataannya.

”Hey…hey kalian…menggoda junior saja kerja kalian…”

Heechul sunbae menghampiri kami dan menjewer kedua kuping sunbae-sunbae ini dan menarik mereka pergi.

”Hati-hati Hye Jin…mereka berbahaya…annyeong…jangan lupa kita kumpul setiap hari kamis sehabis pulang sekolah…”seru Heechul sunbae sambil tersenyum padaku dan aku pun membalas senyumnya.

”Ya!Heechul sakit tau!”teriak mereka berdua sambil diseret oleh Heechul sunbae.

”Ne.. annyeong”jawabku dan aku benar-benar tidak tahan untuk tidak tertawa.

Namun saat aku hendak kembali ke kelas Han Yuri menatapku dengan sinis. Kenapa dia? Dasar tidak cowoknya tidak ceweknya sama saja. Kasar!pantas sekali mereka menjadi pasangan, bagaimana mungkin  dua orang yang kasar seperti itu bisa saling berhubungan. Aneh!aku hanya menatapnya balik, dia pikir aku takut, aku tidak pernah melakukan apapun terhadapnya kenapa dia begitu sinis padaku. Aku pun segera bergegas pergi karena bel sudah berbunyi.

Akhirnya bel pulang berbunyi. Hufft tadi ada ulangan mendadak bahasa inggris untung aku sudah belajar tadi malam jadi tidak terlalu sulit. Oh ya aku lupa aku mau mengembalikan buku Key, aku buru-buru mencari buku itu di dalam laciku. Ini dia, sebaiknya kukembalikan sekarang. Murid-murid sudah banyak yang pulang namun Key masih duduk di bangkunya, mungkin menunggu pacarnya datang. Hah, sebaiknya aku segera mengembalikan bukunya sebelum ceweknya datang. Aku bergegas mengambil tas ku dan menghampirinya.

”Gamsahamnida…”sebenarnya itu ucapan formal tapi bukankah aku memang tidak pernah berbicara dengannya jadi memang lebih baik dengan ucapan formal saja.

Aku menyodorkan buku itu ke mejanya dan dia mendongakkan kepalanya untuk melihatku. Sebenarnya aku mencoba tersenyum padanya, yah hitung-hitung sebagai ucapan terima kasihku karena dia mau membantuku.

”Ne…”Jawabnya sambil mengambil buku itu lalu dia duduk di atas mejanya dan memandangiku.

Aduh kenapa suasananya jadi tidak enak seperti ini, kenapa dia mentapku dengan tatapn seperti itu. Sebaiknya aku segera pergi. Namun tanganku ditahan oleh Key dan dia langsung menatapku tepat langsung di mataku dan kemudian dia mendekatkan wajahnya padaku. Apa yang akan dia lakukan? Dia menundukan wajahnya dan saat itu bibirku hanya beberapa senti dari bibrnya. Saat kusadari dia berusaha menciumku. Dasar cowok kurang ajar!

PLAKK!

Aku menampar wajahnya dan dia langsung mundur kebelakang dan memegang pipinya.

”Dasar cowok kurang ajar!Kau pikir aku cewek murahan apa!”seruku padanya.

Aku benar-benar kesal padanya, aku sudah siap memukulnya kembali namun ternyata air mataku malah turun, aku memang suka menangis jika sedang dalam keadaan marah. Dan saat ini aku benar-benar sedang marah. Aku segera berlari keluar, aku tidak mau dia melihatku menangis, aku melihat dia masih tertegun di kelas seperti masih tidak percaya apa yang terjadi barusan.

Aku berlari melewati lorong sekolah dengan air mata terus mengalir, aku sudah berusaha menghapusnya tapi air mata ini terus turun. Aku ingin segera pulang.

Key POV

Apa yang terjadi barusan? Kenapa aku ingin menciumnya! Ah sial! Apa yang terajdi padaku. Sekarang dia pasti akan sangat marah padaku, aku tidak berniat melakukan itu padanya. Itu semua terjadi begitu saja. Aku sempat melihat dia menangis tadi. Ya ampun apa yang telah aku lakukan padanya. Aku bergegas mengejarnya keluar.

”Hye Jin!”seruku tapi Hye Jin sudah menghilang.

Apa yang harus aku lakukan sekarang!

-TBC-

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^