She’s My (Ex)Wife – Part 16

 

She’s My (Ex)Wife

Part 16

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

N/A : Maaf.. maaf.. maaf… aku lupa lagi.. ehehehe.. aku kira part 16 udah out. Hampir aja aku publish yg pasrt 17.. ke ke ke~ maaf kalo nunggu kelamaan *bow*… Oh ya, kalau lupa sama cerita di part 15 buka aja di page LIBRARY, okay??? ^.^ … kalau gitu selamat membaca ^o^

-Sang author cantik istri dari SHINee Key, Zika-

hwahahahaha… narsis dikit boleh dong?? wkwkwkwk *plak**di getok Founder*

Continue reading She’s My (Ex)Wife – Part 16

Advertisements

My Lovely Magnae – Part 5 (End)

Author: Resty a.k.a Mikan_Magnae

Main Cast: Lee Taemin

LESSON VI (END)

Hari ini adalah ujian kenaikan tingkat, dimana seluruh siswa mengikuti ujian ini tak terkecuali kelas 2 S. kelas S hanya 1 angkatan yaitu angkatan kami, dan kelas ini akan ada lagi ketika kami lulus nanti, jadi kelas S hanya ada 1 di sekolah ini.

”kali ini aku dapat ruang berapa ya” aku bergumam sendiri ketika memasuki gerbang kelas S.

”ya noona tunggu” taemin memintaku menunggunyaaku pun berhenti. ”palli”

”apa kita akan satu ruangan yah?” aku bertanya pada taemin

”kau tidak tahu??” dia menatapku tidak percaya, aku hanya menggeleng.

”kau tahu hyung bertaruh agar ujian kita di campur lalu kita akan mendapatkan nilai sempurna agar menunjukkan kelas kita bukan super babospecila ” taemin menjelaskan dengan bangga. tetapi

”ja ja di maksudmu kita akan dipencar bagaimana muka kalian?”

”ini” dia mengeluarkan topeng yang dikenakannya pada saat menemui kelas A.

Ternyata benar aku berada di kelas 2 C dan taemin berada di kelas 2 E selama kurang lebih 5 hari selama ujian. Aku benar-benar menjadi pusat perhatian karena berasal dari kelas S padahal aku tidak memakai topeng sepeti yang lainnya. Pandangan mereka bermacam-macam ada yang menatapku sinis dan ada juga yang kasihan, mereka pikir aku seorang yang babo dan patut untuk dikasihani padahal aku tidak babo!. Setiap selesai ujian kami berkumpul dikelas S dan mengevaluasi apa yang terjadi karena ini yang pertama buat mereka.

”ne mianhae, kalian jadi repot begini” aku berbicara sambil menunduk merasa sungkan pada mereka.

”kau berbicara seperti itu lagi, kami sangat senang berbuat begini, sudah lama kami tidak merasakan ujian bersama dengan kelas-kelas lainnya” ujar jong hyun dan segera di ikuti seluruh kelas.

”kau lihat noona mereka merasa ini seperti sebuah tantangan jadi tenanglah” taemin tersenyum sambil menepuk pundakku.

Ah hatiku berdebar lagi melihatnya tersenyum taemin ’jangan-jangan ini…’, aku segera menghilangkan asumsi konyolku.

~~~

”HASIL UJIAN SUDAH KELUAAAR” hye woo melambai-lambaikan hasil ujiannya.

Denagan segera kami langsung terdiam dan meminta hye woo membacanya di depan kelas.

”juara 1 seperti biasa jatuh di tangan lee jinki nilai sempurna tetapi tidak di sastra inggris” hye woo menoleh kearah jinki yang sedang tersipu karena bangga.

Hye woo menyebutkan urutan-urutan itu mulai dari no 1 sampai selesai hingga kelas F. Ternyata 1-30 urutan itu diraih oleh kelas S lalu diurutan 29 kebawah barulah kelas-kelas lain!!! akulah yang berada di urutan 45 itu, aku sangat kecewa karena aku paling bawah dari kelas ini. Taemin yang berada di urutan 5 terlihat biasa-biasa saja.

”kita menang!!!” seru seluruh murid kelas S.

Kami keluar menuju kelas 2 A yang kalah bertaruh. Ketika kami menagih janji mereka berbicara di luar dugaan.

”kalian kan anak orang kaya, kalian pasti membeli soal ini sebelumnya!!” dengan senyum liciknya jang in berbicara ketus.

”ternyata dugaan kami benar yah, kalian tidak akan pernah percaya. APPA bantu kami” eeteuk memanggil appa dan ternyata hyu sik ssi seorang kepala sekolah.

”ne” appa keluar dari kantornya yang tepat berada di depan kelas 2A.

”sebenarnya aku membuat kelas S untuk tujuan memisahkan bibit luar biasa dan unggul. Karena itu aku menyebarkan rumor tentang kelas babo” appa tersenyum lembut.

”tapi tapi mereka selalu berada di bagian bawah ketika ujian” jang in tetap ngotot tidak percaya.

”tidak-tidak anakku sebenarnya dari dulu merekalah yang juara 1, dan itu hanya jika kau melihatnya dari bawah, kami ingin ini tidak mencolok. Tapi sepertinya di sini ada sedikit pemberontakan, jadi aku harus menyelesaikan ini” kata hyu sik ssi.

”ini kami akan menunjukkan bukti, memang hanya setengah kelas dari kami yang baru mendapat panggilan resmi semester awal kelas 3 ini, tetapi kami akan segera menyusul mereka” kata eeteuk mantab sambil memberi isyarat mengeluarkan lembaran yang dari tadi mereka bawa termasuk juga taemin dan mereka sekitar 20 anak memberikan pada eeteuk.

”silahkan baca yang keras” kata eeteuk dengan nada yang mengejek.

Betapa kagetnya aku mendengar apa yang ia katakan, seakan tidak percaya sekaligus takjub mereka sebagian diterima di universitas top dunia seperti Harvard, Cambrige, yale, Chicago, MIT, Stanfort, Tokyo, Kyoto, dan lainnya termasuk taemin yang akan kuliah di MIT. Aku dan seluruh siswa yang memperhatikan perseteruan ini hanya bisa menganga setelah jang in membacanya dengan menahan rasa takjub. ’kenapa taemin tidak pernah cerita padaku bahwa kelas 3 semester awal ini dia akan pindah ke amerika’ itu membuatku kecewa, aku menarik diri dari kerumunan dan pulang menuju rumah tanpa disadari oleh siapapun.

~~~

Aku merasa anaeh ’yoonha bukankah seharusnya kau senang melihatnya pergi!!! Ada apa denganmu!’ selain merasa kehilangan taemin akupun juga akan kehilangan teman-temanku yang lain yang akan segera bersekolah di luar negeri. Aku merasa marah dan merasa telah dibohongi oleh mereka, mereka tidak pernah cerita kalu mereka dapat surat panggilan. Jika aku tahu ini akan terjadi, aku akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka.

Mereka sungguh istimewa, mereka mau menerimaku yang seorang siswa yang tidak terlalu pintar dari mereka, mereka membelaku mati-matian hingga nyaris membuka identitas mereka, mereka pun selalu ada jika ad masalah. Tapi kenapa mereka tidak terbuka padaku tentang yang satu ini. Hatiku merasa sakit sekali dan tidk terasa aku sudah menangis.

~~~~

Selama libur tahun ajaran baru aku sama sekali tidak menjalaninya dengan senang, hanya diam jaga jarak dengan taemin. Karena aku tidak mau lebih kehilangan jika dia pergi meski hatiku ingin sekali bersamanya. Ketika semua murid kelas S mengadakan tour untuk perpisahan aku beralasan sakit dan tidak mengikutinya. Sekarang liburan itu pun usai kali ini kelas S tidak mengadakan kegiatan belajar dikelas karena kami akan mengantar para siswa yang di terima di universitas di luar negeri.

~bandara *AIRPORT*~

Dengan enggan aku mengikutinya tidak lupa juga aku membawa kacamata hitam dan tissue yang sangat banyak untuk jaga-jaga kalau seandainya aku menagis.

Stelah acara lepas pisah seperti saling berangkulan satu sama lain, tiba saatnya aku berhadapan dengan taemin. Aku hanya diam dan memasang muka yang marah.

”EHEM!! KAMI AKAN MENGANTAR JIYOUNG DAN HYE WOO KE TOILET” suara minho keras sekali agar terdengar oleh kami, aku menoleh pada mereka ’kenapa ke toilet harus dikawal seluruh murid!!!’ aku kembali menatap taemin yang dari tadi hanya diam.

”pergilah” aku berbicara ketus.

”noona masih marah?” dia mulai berbicara.

“tentu saja BABO!! Kau tiba-tiba pindah tanpa bilang apa-apa padaku, kau bilang akan ada di sampingku jika aku dalam keadaan susah, kau bilang akan membantuku belajar sastra Inggris, kau bilang akan menjadi anak yang penurut, kau juga bilang tidak akan menggodakau lagi, dan kau juga setelah membuatku…SUDAHLAH AKU MUAK DENGANMU” aku mulai tidak bisa menahan emosiku tanganku mengepal untuk menahan emosiku terutama air mataku, tetapi itu sia-sia karena aku sudah mulai terisak.

“noona mianhae” taemin memelukku dengan hangat.

”kau begitu menyebalkan datang pergi dengan seenaknya, kau pikir aku akan rela melepasmu begitu saja” aku masih dalam pelukannya. Dia memelukku semakin erat

”noona kau suka padaku?” dia bertanya serius.

”mo mo mollayeo~” aku menjawabnya malu

”saranghae” dia mengucapkan kata-kata itu dengan sangat lembut aku hanya diam senang.

Taemin melepaskan pelukannya dan menatapku ”noona bagaimana?” dia masih menatapku itu membuatku salah tingkah.

”eh eh yah begitulah, masa kau tidak tahu” aku mendorongnya menjauh dariku.

”JINJA!!! YIPPPYYY” dia kembali memelukku kali ini aku pun ikut membalas pelukannya.

CIEEEEEEEEEEE ternyata seluruh siswa mengamati kejadian tadi tetapi karna aku terlalu fokus pada taemin akhirnya aku tidak tahu sejak tadi mereka telah melihatnya.

”Taemin~ah kau berhasil juga” kata yuhee. Dan taemin terlihat sangat bahagia. Dan kami merayakan hari perpisahan ini dengan nama Taemin Days.

”noona sudah saatnya aku pergi” raut mukanya kembali sedih dan begitu juga aku.

”neee, kapan kau kembali”

”entahlah jika aku ada waktu” dia menjawab

”awas kau kalau sampai selingkuh, jika kau ketahuan selingkuh kau akan mendapatiku menikah dengan orang lain” aku mengancamnya.

”ani, setelah selesai kuliah dan mendapat kerja, kupastikan margamu bukan park tetapi LEE!! Noona tunggu aku ya” dia tersenyum khas taemin.

”tutup matamu” aku menyuruhnya menutup mata dan aku akan mencium keningnya seperti yang dia inginkan ketika pertama kali bertemu sejak 6 tahun yang lalu. Ketika aku akan menciumnya dia sudah menciumku tepat di bibirku. Aku terkaget dan setelah menciumku dia menyeringai jahil ”aku ingin melakukan itu dari dulu, sampai jumpa” dia segera berlari dan membiarkan ku tercengang dan malu dilihat oleh seluruh murid kelas S.

”AWAS KAU LEE TAEMIN KAU HARUS TANGGUNG JAWAB!!!”

THE END~~~~

Gomawo udah mau ngikuti yanh chingu *deep bow*

Akhirnya selese juga FF pertama ku ini. Gomawo juga buat editor dan para pembaca setia  yang sangat baik ini hehehehe *hug*

Ikutan lana deh hehehehe

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please