Rainbow – Part 5

Author: Wiga

Main Cast : Onew & Minho

Support Cast : SHINee

N/A : Kalau lupa cerita sebelumnya liat aja di page Library ^^

PART 5

“ kemarin kalian pulang berdua??” Tanya kibum saat malam hari ketika semua sedang menonton tv.

“ memang mengapa kalau aku pulang bareng taemin!!!! Tidak boleh??? “ jonghyun menjawab dengan suara yang tinggi.

“ YAAAAAA!!!!!! siapa yang bertanya padamu..???” kibum melotot pada jonghyun.

sementara itu yui, dan taemin tertawa melihat kibum dan jonghyun yang selalu cekcok .

“ Aku bertanya pada nada dan minho..PABBO!!!” lanjut kibum

nada hanya tersenyum dan tidak menjawab.

onew melihat ke arah nada memastikan bahwa jawaban nada adalah tidak. namun baik nada dan min ho sama-sama terdiam.

“ hyuung.. aku lapar..” kata taemin merajuk.

“ iya, aku juga lapar” kata yui.

“ yaaa!!! kibum, nada.. kalian kok tidak masak???” Tanya jonghyun.

“ kau ini mau enak nya saja, dasar pengawas tidak bertanggung jawab. kau kira masak itu mudah apa??” gerutu kibum.

“YAAA!!! aku bertanya baik-baik mengapa kau menjawab seperti itu..” balas jonghyun tak mau kalah.

“ coba sekali kali kamu yang masak, hahahaha… pasti rasanya seperti muntah!!! “ kata kibum sengit.

“ Yaaa!!!! mulut ular.. aissshhhh. aku pun juga bisa masak, hanya saja aku malas..!!!” tukas jonghyun.

nada, yui, taemin, minho dan onew hanya tertawa melihat jonghyun dan kibum beradu mulut, sampai akhirnya onew yang menengahi.

“ sudah-sudah.. jangan beradu mulut lagi.. apa tidak sebaiknya kita semua yang masak??” usul onew

“ maksudmu hyung???” Tanya taemin tidak paham.

“ yaaa.. berhubung besok weekend tidak ada salahnya kan kalau kita tidur agak malam?? aku punya usul, bagaimana kalau semua bahan yang ada di kulkas kita masak, kita bagi 3 tim, memasak sayuran, memasak lauk, dan memasak nasi serta membereskan meja bagaimana??” onew menjelaskan.

“ seru tuh hyung, masak juga bisa lebih cepat..” kata taemin. dan lain pun setuju atas usul onew.

“ oke kita mengundi dengan gunting batu kertas, siapa yang sama, maka itu adalah pasangan nya.” kata onew.

“kita mulai tim yang memasak sayuran, tim ini harus terdiri dari 3 orang karena nanti akan masak 2 jenis sayuran. ok. mari kita undi..”

“KAI IBA IBOO!!!”

hasilnya adalah Minho gunting, nada gunting, taemin gunting, onew gunting, sedangkan jonghyun, yui dan kibum masing-masing kertas.

“AAAANNNNDDDDWWWWAAAAAEEEEEEE!!!!!!!!!!!!” kibum dan jonghyun berteriak bersamaan.

“ sudah diputuskan tim sayur jonghyun kibum dan yui” kata taemin

kibum dan jonghyun keduanya duduk cemberut.

“ tim lauk dan tim nasi langsung kita putuskan sekarang ya, tim yang menang tim nasi dan tim yang kalah tim lauk” lanjut onew.

“KAWI BAWI BO”

nada dan onew kertas sedangkan taemin dan minho gunting.

“ yaa!! aku dan minho tim nasi sedangkan nada dan onew tim lauk” seru taemin.

Minho hanya diam saja, dalam hatinya sedikit kecewa.

Tim sayur belum memutuskan akan memasak apa karena sedari tadi kibum dan jonghyun hanya adu mulut. kibum yang merasa sudah mahir memasak ingin memasak dokboki dan kimchi, sedangkan jonghyun bersikeras ingin sayur tumis tofu,

yui menengahi.

“oppa.. bagaimana makanan nya mau selesai jika kalian ribut terus. begini saja, kalian masing-masing memasak satu makanan, ok..!! tunjukan padaku !! jangan hanya bicara saja.” kata yui

“ok.. aku buktikan aku bisa memasak lebih baik dibanding mulut ular ini..” tukas jonghyun

“ mulut ular kata mu dasar kau siluman!!!” cela kibum tak mau kalah.

mungkin hanya tim sayur yang paling ramai dan berisik karena kibum dan jonghyun tak henti-hentinya  mereka saling mencela satu sama lain.

Sementara itu tim lauk sudah memutuskan akan membuat apa.

“ ini yang bisa kudapatkan dari kulkas.” kata onew, ia sangat senang bisa memasak berdua bersama nada.

“ kamu sudah memutuskan mau memasak apa nada??” Tanya onew.

Nada berpikir sejenak.

ia mengamati yang onew ambil adalah sosis, bakso dan daging ayam, kompor gas hanya ada satu.

“ oppa, bagaimana kalau kita membuat barbekyu?? jika kita menunggu tim sayur selesai memasak, pasti akan memakan waktu lama. jika barbekyu akan lebih menghemat waktu, bukan.” usul nada

“ kamu pintar nada” puji onew

“ ok, oppa siapkan api dan aku siapkan daging didalam yaa..” kata nada.

Jika tim lauk dan tim sayur sudah memutuskan mau makan apa, lain halnya dengan tim nasi, taemin dan minho sudah menyelesaikan pekerjaan mereka, karena memasak nasi sungguh sangat mudah, hanya mencuci beras dan memasukkan nya ke dalam rice cooker,

“hyung, kita jangan mau kalah.. mereka memasak sayur yang fantastic, sedangkan nada akan memasak barbekyu, “ kata taemin

“ kita kan tim nasi, tugas kita hanya memasak nasi dan membereskan meja saja bukan??” kata minho, ia  sedang melihat nada yang sedang mencuci ayam.

“ hyung, kita beli cola, dan desert saja, tidak usah yang ribet, kita beli pudding yang sudah jadi saja bagaimana?” usul taemin.

“ok.. ku antarkan kamu ke mini mart, kamu saja yang memilih disana” kata minho sambil mengambil kunci motornya.

Tim sayur membuat kekacauan di dapur, kali ini jonghyun dan kibum berebut tofu yang memang sudah tinggal sedikit.

“ ini kan ideku sayur tumis dengan tofu, mengapa kamu mengambil tahu ku..”  gerutu jonghyun sambil menghalangi kibum yang ingin mengambil tahunya.

“ yaaa!!! aku hanya meminta sedikit, memangnya salah jika aku memakai tofu di dokbokki ku??”

“ andwaeee!!!! kamu urusi dokbokki mu saja, jangan mengambil bahan-bahan ku..”

“ aaaiiisssshhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak kibum kepada jonghyun.

“ yaaa!!! mana garam nya?? mengapa kau habiskan??” teriak jonghyun kesal

“ tidak  ku habiskan , memang sudah sedikit, “

“ pembohong!!!!”

sementara itu tim lauk sangat kompak, onew membuat api dan nada sedang menusukan daging berselang seling dengan paprika dan bawang Bombay ke tusuk sate.

“ mengapa tidak langsung dibakar saja nada” Tanya onew

“ kalo dibakar satu satu nanti mereka hanya memakan daging ayamnya saja opa, lagi pula jika ditusuk seperti ini lebih mudah membalikan nya. aauuuhhh.. mataku…” tiba-tiba nada memegang mata kirinya yang terasa perih karena asap.

“ nada.. jangan dipegang, sini aku tiup..”

kata onew menarik tangan nada yang hendak memegang matanya.

“ aaaauuuhhhhh… opppaaa.. perih sekali” kata nada kini air mata nya mulai keluar.

onew meniup mata nada dengan perlahan

satu tangan nya memegang dagu nada dan satu tangan nya mengusap air mata nada.

“ kamu menangis nada..” Tanya onew sambil terus meniup mata nada.

“ aniyo oppaa.. tiba-tiba saja keluar.. ohhhhh.. perih sekali..” kata nada.

onew makin mendekatkan wajahnya mendekati wajah nada.

entah mengapa ketika wajah mereka menjadi semakin dekat, onew merasakan dadanya berdebar debar lagi, teringat kejadian di bis saat onew tidak sengaja mencium nada.

“ sudah oppaaa… gomawo..” kata nada sambil menunduk, ia menjauh dari asap dan mengelap matanya dengan tisu.

Dimini mart, taemin dan minho banyak sekali membeli makanan.

“ yaa…. katamu Cuma beli cola dan pudding, mengapa ada banyak cemilan dan susu??” Tanya minho.

“ heehee.. gpp yaa hyung.. “ kata taemin

“ cukup belanjanya, taemin inisudah terlalu banyak” perintah minho

“ tunggu oppa, ini ada susu beraneka rasa, nada suka susu, aku akan beli satu untuknya.” kata taemin mengambil susu rasa pisang favorit nya.

Akhirnya semua berkumpul di meja makan,

di meja makan sudah tersedia berbagai macam makanan, tim sayur memasak  dokbokki dan tumis sayur dengan tofu, sedangkan tim lauk memasak barbekyu yang ditusuk seperti sate, sedangkan tim nasi tak Cuma memasak nasi namun penuh dengan desert yang menggugah selera.

“ yui cepat , kamu mau makan atau tidak?? “ panggil kibum.

“ sebentar kuselesaikan ini dulu” kata yui.

tak lama kemudian yui bergabung dengan mereka dengan membawa sepanci besar mi ramen.

“ buat apa kau memasak mi ramen?? kan sudah ada 2 macam sayuran?? “ Tanya onew bingung.

“ nanti juga kau tau sendiri, maav, ,, hanya mi ramen instant, karena hanya itu yang bisa kubuat.” kata yui lagi

“ itadakimasu..” mereka semua mengucapkan selamat makan secara berbarengan.

nada segera mengambil sumpitnya, dan mulai menyuapkan nasi ke mulutnya, ia mengambil satu tusuk sate dan memakannya, rasanya sangat enak.

“ ini enak sekali nada..” puji minho

“ uwwaaaa… barbekyu ini enak ..” seru taemin.

“ nada kamu hebat..” onew, kibum dan yui pun berkomentar yang sama.

nada hanya tersenyum. ia merasa senang teman-temannya menyukai masakannya.

“ nada,, cobain deh dokbokki aku, ini enak.. tak kalah dengan makanan mu” kata kibum sambil menggeser dokbokki ke arah nada.. taemin, jonghyun minho, dan onew juga mencicipi dokbokki buatan kibum.

nada segera memasukan satu sendok dokbokki kemulutnya.

“ AAAASSSSIIIIIIIIIINNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”  teriak jonghyun.

“ kibum, ini sangat asin..” keluh onew sambil menenggak banyak –banyak air putih.

Minho tidak berkata apa-apa, namun dari raut mukanya terlihat ia sangat menderita makan makanan kibum walaupun hanya sesendok.

“ ah masa seperti itu..” gumam kibum, ia tidak percaya pada omongan temanya, segera ia memasukkan 1 sendok penuh ke dalam mulutnya.

terlihat mukanya berubah, segera ia berlari keluar untuk memuntahkan isi mulutnya.

“ wkwkwkwwkkwkwkwkwkwk” terdengar suara tawa jonghyun paling keras diantara yang lain.

“ sudah lah lebih baik kau buang saja dok bokki mu itu, “ ia segera menyingkirkan dok boki kibum ke pinggir meja.

“ coba kalian rasakan tumis tofu ku, ini seribu kali lebih baik dari pada buatan si mulut ular” kata jonghyun

“ aiiisssshhhh ,, tak usah banyak bicara siluman ular !!!!” teriak kibum mulai naik darah.

kibum mulai menyendokan sayur tofu buatan jonghyun ke mulutnya,

begitu juga onew yang makanan favoritnya adalah tofu, ia menyendokkan tofu ke mulutnya.

minho, nada, taemin dan jonghyun juga menyuapkan masing2 sesendok sayur tofu.

hanya yui yang sama sekali tidak mencicipi masakan kibum ataupun jonghyun.

perlahan nada memasukkan satu sendok sayuf tofu ke dalam mulutnya,

tiba-tiba ia menahan nafas, rasa asam, manis, lada, kecap ikan dan jahe yang begitu menyengat.

“AAAGGGGRRRRRHHHHHh…!!!!!! INI SAYUR RASA NERAKA!!!!!!!!!!!!!” teriak kibum

“ aaaiiiisshhh.. apa kalian mau meracuni kita???????” gerutu minho sambil menjulurkan lidahnya.

“ hyung.. aku benar-benar ingin muntah..” kata taemin

“aku memilih mati dari pada disuruh menghabiskan ini..” kata onew putus asa

jonghyun yang sedari tadi mendengarkan komentar pedas dari teman-temanya, menyuapkan sayur tofunya ke dalam mulutnya.

perlahan ia mengunyah, mukanya sudah berwarna merah, ia berusaha menelan semua sayur hasil masakan nya. ia mengunyah dengan sangat perlahan hingga bibirnya bergetar, keringat dingin nya mengucur, dengan penuh perjuangan ia menelan semuanya.

“ TTeerrnyata TTiiiidak Enakk” kata jonghyun tergagap, karena shock memakan masakan nya sendiri.

“ sudah ku katakan ramenku pasti akan berguna..” gumam yui.

akhirnya mereka makan tanpa sayur hanya ramen serta barbekyu saja yang layak untuk dimakan.

malam itu menjadi hal yang tidak terlupakan bagi mereka bertujuh…

****************************

Siang itu nada pulang lebih awal, karena dosen nya tidak hadir. ia berjalan santai menuju halte bus. tiba-tiba ada mobil yang menghadang jalanya. lalu ada sekitar 4 orang pemuda yang turun dari mobil. mereka menarik nada dan memaksa nada untuk naik mobil mereka.

Nada berontak, ia teriak namun ada yang membekap mulut nya dari belakang.

ia berusaha melepaskan diri namun tenaga nya tak sebanding dengan ke empat laki-laki tersebut, tak lama ia merasakan mulai mengantuk, lalu ia tak sadarkan diri.

Minho, onew dan kibum sedang makan bersama di kantin kampus. mereka sedang menunggu yui yang ingin bergabung. saat minho sedang memesan makan, ia meninggalkan hp nya dimeja. tak lama kemudian terdengar bunyi dering sms.

“ Yaaa!!! kibum!! Jangan membuka hp orang sembarangan..” larang onew ketika kibum mengambil hp minho dan berusaha membukanya.

“ aku hanya ingin tahu saja jinki.. lagi pula ia tidak akan marah kok.. dia tidak akan marah karena soal yang sepele seperti ini..” kata kibum santai.

lalu ia mulai mengutak atik hp minho.

“ hyuungg!!! coba lihat baik-baik.. dia mirip nada ya??” kata kibum sambil menyerahkan hp minho kepada onew.

onew melihat dengan sesama hp minho, ada pesan bergambar yang memperlihatkan seorang perempuan yang tergeletak dilantai, tangan nya diikat dengan tali dan mulutnya di plester dengan menggunakan lakban.

onew menekan keypad ke bawah tampak beberapa foto lagi yang sama foto terakhir adalah foto yang menunjukkan wajah perempuan tersebut.

dibawahnya tertulis pesan :

“jika tidak ingin pacarmu mati,

datang ke XXXXXXXXXXX

jika kamu membawa teman,

aku akan lgsg membunuh pacarmu!!!”

“ya!! mengapa kalian memegang hp ku???” Tanya minho sekembali nya dari mengantri makanan.

“ minho,, tolong jelas kana pa maksudnya ini??” Tanya onew sambil menyerahkan hp minho.

minho menatap layar hp nya dengan seksama. ia mengerutkan kening melihat gambar-gambar yang ada.

“ sial!!!!” teriak minho frustasi , segera ia mengambil tasnya dan berlari menuju parkiran motor.

kibum dan onew mengikuti nya.

“ kamu mau kemana minho..” Tanya kibum sambil memegang tangan minho.

“ YAaa!!! mengapa kalian mengikuti ku???” bentak minho kepada kedua teman nya.

“ jelaskan!!! mengapa nada diikat seperti itu!!!” onew mendesak minho

“ ANIIYO!!!!!! LEPASKAN !!!!!!!!!!!” bentak minho kepada kedua teman nya.

“ ANDWAE!!! SEBELUM KAMU JELASKAN APA YANG TERJADI!!!!” teriak onew

“ Sudah!! Sudah!!! mengapa kalian jadi ribut begini??” kibum berusaha menengahi.

minho dan onew terdiam.

“ aku benar-benar tidak tau, hyung…  “ minho berkata pelan.

“ apa kah selama ini kau ada masalah dengan seseorang minho??” Tanya kibum

minho diam saja.

“ Yaa!! aku harus pergi, “ kata minho

“ aku ikut.” kata onew tegas

“ aku juga” sambung kibum

“ tidak!!! ini urusan ku!!! kalian jangan ikut campur!!!” tolak minho.

“ kau teman ku dan nada juga teman ku” kata kibum

“ aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri” minho bersikeras untuk pergi sendirian.

“ apa kamu bisa tenang dulu minho, cobalah untuk berpikir jernih..” onew mencoba untuk menenangkan minho.

“ mana bisa dalam keadaan seperti ini..!!” gerutu monho.

“dengar, ini rencana ku…” kata onew.

15 menit kemudian, minho sampai disebuah gudang yang terpencil di dekat laut.

ada 2 orang berpakaian hitam menghampirinya.

“ jangan melawan, atau kau tau akibatnya” bisik orang pertama.

minho diam saja, ia mengikuti kedua orang itu memasuki gudang,

keadaan di dalam gudang itu sangat gelap minho hampir tidak bisa melihat apa-apa.

ketika minho sudah masuk, mereka mengunci pintu.

Lampu dinyalakan, ia melihat nada tergeletak di depanya, kelihatannya dia pingsan.

tangan nya terikat..

“ NADA!!!” teriak minho.

“ JANGAN BERGERAK!!!! “ terdengar suara wanita yang berteriak.

minho diam, mencari sumber suara tersebut.

tiba-tiba masuk beberapa orang kedalam gudang.

satu,, dua,, tiga.. minho menghitung dalam hati… semuanya 10 orang.

pintu gudang terbuka lebar.

“boss!! ada 2 tikus yang kutemukan sedang mengintai kita..” tiba-tiba ada 4 orang masuk sedang memegang onew dan kibum.

mereka melemparkan onew dan kibum ke arah minho.

“ NADA!!” onew berteriak dan berlari menuju nada namun minho menahan nya.

“ jangan hyung..” bisik minho.

tiba-tiba datang seorang permpuan memakai baju hitam-hitam datang.

“ jadi perempuan ini yang membuat kamu menolakku minho…” gadis itu bertanya dengan suara angkuh.

“JESSICA!!!” teriak kibum, onew, dan minho bersamaan.

“ owww.. coba lihat siapa yang datang.. ada kibum.. laki-laki idola sekampus.. bahkan ada jinki.. murid teladan, ketua senat… Heran.. ada 3 laki-laki paling popular di kampus dan tiga-tiganya mempunyai selera yang payah..” jesicca memandang mereka satu persatu.

kemudian ia tertawa..

“ kira-kira siapa yang bakalan nada pilih ya… let see then..” kata jesicca sambil menjentikkan jari nya.

“ kalian kuharap tidak melawan, jika kalian tak mau dia kenapa-napa..” jesicca berkata sinis.

kemudian minho, onew dan kibum, masing masing dipegang oleh laki-laki berbadan kekar dari belakang. membuat mereka bertiga menjadi tidak bisa bergerak.

kemudian ada beberapa orang datang membawa ember besar.

orang pertama menyiramkan seember besar air dingin ke wajah dan tubuh nada.

“ Yaa!! apa yang kalian ..” minho berteriak

“ BBUKK!!”

namun teriakan nya hilang oleh bunyi pukulan yang tepat mengenai perutnya.

“ sudah kukatakan, kalian jangan macam-macam..”  kata Jessica sambil berjlan ke arah nada.

nada perlahan membuka matanya, ia melihat keadaan sekelilingnya tampak banyak laki-laki mengenakan baju hitam. matanya terarah pada 3 sosok laki-laki yang ia kenal. tiba-tiba ia teringat jika ia tadi di paksa masuk ke dalam sebuah mobil.

ia mulai berusaha untuk bangun namun kedua tangan nya terikat.

“BYUUURRR!!!!”

mereka menyiramkan air dingin lagi ke kepala nada, nada mencoba menghindar, ia mencoba untuk berteriak, namun mulutnyatidak bisa membuka.

“ kau sudah sadar..” Tanya jesica manis kepada nada.

nada mencoba berdiri, tiba-tiba ada 2 orang laki-laki memaksanya umtuk berdiri dan memegang kedua bahunya.

jesica mendekati nada, dan melepaskan lakban yang menempel dibibir nada dengan kasar.

“oohhhhh………..” nada meringis kesakitan.

“YAAA!!!! KAU….” terdengar suara onew berteriak.

“ PLAAAKKKKK…” terdengar jesica menampar pipi nada dengan sangat kencang.

“ oooohhhhh..” nada menunduk menahan sakit

“ jika sekali lagi kalian membuat ku kesal, gadis ini yang akan ku siksa”  ancam jesicca.

onew, kibum dan minho langsung terdiam, mereka tidak mempunyai pilihan lain.

“ ANGKAT KEPALAMU!!!” teriak Jessica  kepada nada, namun nada masih menunduk,kepalanya sakit akibat pukulan tadi, air matanya mulai jatuh.

“ KUBILANG ANGKAT KEPALAMU!!! YYAAAA!!!” teriak Jessica sambil menjambak rambut nada dan menariknya.

kepala nada terangkat keatas, ada darah mengalir dari sudut bibirnya.

“ Kau menangisss……. CUP..CUP… mungkin tadi terlalu keras ya…” kata jesica dengan nada iba.

onew, kibum dan minho memandang jessica dengan penuh amarah, badan nya bergetar melihat nada diperlakukan seperti ini.

“ coba lihat disana,” kata jessica sambil menunjuk kearah onew, kibum dan minho.

“ oppa..” nada berbisik, air matanya kembali menetes.

“ kau tahu mengapa kau disini..??” Tanya jesica kepada nada.

nada menggeleng lemah

“ mengapa minho lebih memilih mu dibanding aku??” Tanya jesica lagi

“ apa maksudmu??”

“PLAKKKKKK!!!!” kembali tamparan keras mendarat di pipi nada.

“jangan pura-pura tidak tau, !!! “ teriak jesica

nada menunduk menahan sakit

“aku benar-benar tidak tau apa yang kau katakan..” kata nada bercampur tangis.

“ KAUU!!! WANITA MURAHAN!! KAU TAU!!! “ teriak  jesica

“PLAKKK!!!” tangan nya kembali mendarat dipipi nada.

“ oohhhhhhhhhhhhhhhhhhh tolong hentikan,, “ pinta nada kesakitan.

“ KALAU BEGITU KATAKAN!!!!”

“aku tidak tau,, sungguh.. tolong..” nada berkata terbata-bata.

“ok..ok… Kita coba Tanya minho langsung, kalau begitu..” kata jesica sambil menhampiri minho.

“ mengapa kau memilih dia dari pada aku, oppa??” Tanya jesica halus.

namun minho tidak menjawab, ingin rasanya ia membunuh orang yang telah menyakiti nada.

“ kau tidak menjawab…” Tanya jesica

“ kau iblis.. lebih rendah dari binatang” kali ini kibum yang bicara.

“ wahh.. wahh… aku tidak minta pendapatmu  kim kibum..” ucap Jessica halus

“ minho jangan menguji kesabaran ku..” kata Jessica

“ lepaskan nada, ia tidak tau apa-apa..”

akhirnya minho membuka mulutnya

“ tolong lepaskan dia, dan aku akan menuruti segala ucapanmu..” kata minho.

“ demi dia kau berkata seperti ini minho.. “ bisik Jessica.

lalu ia berjalan kembali kearah nada,

“PLAKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” ia menampar nada lebih keras dari sebelumnya.

“ IA BERKATA INI HANYA UNTUK GADIS SEPERTI KAMU??????”

“PLAAAAKKKKK!!!!!!!!!!!!!!”

“ APA BAGUSNYA KAMU HAAAHHH?????????”

“ PLAKKKKKKKK!!!!!!!!!”

“ AKU MAKIN MEMBENCI MU KAU TAU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” jesica mulai berteriak-teriak sambil menampar nada, nada tidak bisa berontak karena kedua bahunya dipegang erat oleh kedua laki-laki itu.

“ tolong hentikan ku mohon…” kali ini minho memohon kepada jesicca.

sedangkan kibum dan onew sudah mulai kehilangan kesabaran.

“ lepaskan dia” perintah Jessica pada orang yang memegang bahu nada, kedua orang itu segera melepaskan bahu nada.

“PLAAAKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” jesicca menampar nada dengan kerasnya hingga nada terjatuh.

“ kumohon hentikann…” nada memohon pandangan nya mulai kabur.

“ KAU TAHU, AKU BENAR-BENAR MENGINGIN KAN MU MATI” teriak jesica lalu menginjak-injak tubuh nada dengan kuatnya.

“ ku mohon.. hentikan.. “ jerit nada berusaha menghindari jesicca namun tidak bisa.

ia merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya .

onew tidak tahan lagi, dengan satu sikutan ia menyerang bagian dada laki-laki yang memeganginya, begitu terlepas, ia segera berlari menuju nada.

ia melindungi nada dengan badan nya sehingga kini yang Jessica injak adalah punggung onew.

Kibum dan minho juga tidak tinggal diam, ia segera menyerang orang yang memegang nya dengan satu pukulan dan menyerang yang lain.

saat jesica lengah, kibum segera menghampiri nya dan memegang tangannya kuat-kuat dan menariknya kebelakang.

“ BERHENTI SEMUA!! ATAU DIA AKAN MATI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak kibum.

seluruh anak buah Jessica langsung berhenti bergerak melihat bosnya sudah terpojok.

“ nada..” onew berbisik ditelinga nada, ia segera membalikan tubuh nada dan menyandarkan di bahunya tangan nya membuka tali yang mengikat kedua tangan nada.

“ oppa…., sakit…” nada berbisik, lalu menutup matanya tak sadarkan diri.

“ nada…! nada…! nada…!” onew mengguncangkan tubuh nada, namun nada diam saja.

“hyung, bawa nada kemobil mu, tunggu kami sebentar..” minho yang berbicara.

“ iya hyung… bawa nada ke mobilmu, jika 15 menit kita tidak kembali, kamu bawa nada kerumah sakit, dan panggil polisi !!!” sambung kibum

tanpa membuang-buang waktu onew segera mengangkat tubuh nada dan membawanya ke mobil,, ia meletakkan nada di bangku belakang dan duduk disampingnya..

darah masih mengucur dari hidung dan bibirnya, onew mengambil tisu dan mengelapnya perlahan.

tak sampai 5 menit kibum dan minho tiba di mobil,

“ kibum, kau yang menyetir, cepat “ teriak onew frustasi

kibum menyetir mobil dengan kecepatan tinggi sementara minho mengikutinya dengan motornya dari belakang.

*****************

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

First Time I Saw You

First Time I Saw You

Author : Shaylee

Main Cast : Choi Minho

Support Cast : SHINee, Lee Hyuk Jae


“Alessia! Sudah ngerjain tugas bahasa inggris?”

Sooran yang baru datang langsung menghampiri mejaku dan duduk disebelahku.

“Aih kau ini! Aku sedang bertanya kau malah mengamatiku seperti itu!” protes Sooran.

“Ne, aku sudah mengerjakannya.” Aku kembali berkutat dengan buku yang tadi aku baca sebelum Sooran datang.

“Huh kau ini kalau sudah ketemu novel, pasti tidak bisa diganggu”

“Hmm..”

“Yaampun itu Choi Minho!” ujar Sooran tiba – tiba, aku menjatuhkan novel yang aku baca dan melihat kearah Sooran tadi.

“Aiih! Jadi bukumu itu hanya bisa dialihkan oleh Choi Minho hahaha”

~~~

Alessia Amadea, itu namaku. Umurku baru 16 tahun, aku sekolah di sebuah international school di Seoul. Sejak dua tahun lalu, ayahku dipindah tugaskan ke Seoul, Korea, maka itu namaku Alessia. Ayahku keturunan Italia dan Ibuku berasal dari Indonesia.

Dulu aku mempunyai banyak teman disekolah. Setiap istirahat berkumpul di kantin, mengobrol, jalan – jalan setiap weekend. Sampai suatu saat ketika kakakku lulus dari SMA ini, mereka semua meninggalkanku. Ternyata mereka dekat denganku hanya karena ingin dekat dengan kakakku. Sejak saat itu, aku menjauh dari lingkaran pergaulan.

Namun ada satu orang yang selalu menemaniku. Sooran, ya namanya Lee Sooran. Pada saat semua orang itu meninggalkanku, hanya Sooran yang mendukung dan terus menemaniku, sampai aku sadar, bahwa ialah sahabat sejatiku. Dan aku memulai belajar untuk kembali bergaul dengan teman – temanku.

~~~

“Huuf.. Huuf.. Tunggu aku Alessia!” Sooran berlari terengah – engah di lapangan basket.

“Kau ini Sooran, kalau Park sonsaengnim tau kau hanya berjalan kau kan bisa dihukum!” ujarku sambil berlari.

“Ya Lessi-ah! Kau kan tau aku tidak pernah suka olahraga! Aku lebih suka pelajaran kesenian atau kerajinan atau semacamnya lah!”

“Namaku Alessia, bukan Lessi-ah”

“Kau harus terbiasa dengan namamu itu hahaha”

Aku dan Sooran berlari tiga putaran lapangan basket bersama teman sekelas lainnya. Pelajaran ketiga hari ini adalah olahraga yang diajar oleh Park sonsaengnim. Biasanya setiap guru mengajar satu kelas, tapi khusus olahraga, Park sonsaengnim mengajar dua kelas karena guru olahraga yang mengajar kelas lain dipindah tugaskan.

“Yeah Choi Minho! Wooo Hooo!” sorak sekumpulan yeoja dari pinggir lapangan.

Aku melihat kearah Choi Minho yang di elu-elukan itu. Ternyata dia baru saja mencetak skor untuk kelasnya yang sedang bertanding basket melawan kelas ku. 20 – 12 untuk kelasnya.

“Kau ini Alessia, beraninya hanya melirik. Padahal jelas – jelas dari kelas satu kau sudah naksir padanya! Kau kan masuk tim basket juga, dekati saja lah. Lagipula setauku dia tidak sedang dekat dengan perempuan.” Sooran tiba – tiba muncul dari balik tangga sambil membawa dua minuman.

“Gomawo.” Aku mengambil minuman yang dipegang Sooran dan meneguknya. “Memangnya sejelas itukah perasaanku?”

“Iya menurutku. Kau sudah sering memperhatikannya dari dulu, tapi belum mau mengakui kalau kau suka padanya kan Alessia? Akui sajalah, nanti keburu diambil yeoja lain!”

~~~

“Lay up! Lay up!” teriak Andrew sonsaengnim, pelatih basket kami yang khusus didatangkan dari Amerika. “Great Alessia!”

Aku mengambil nafas panjang setelah lay up ku barusan yang berhasil masuk dengan mulus. Sekarang aku sedang berlatih basket di lapangan indoor sekolah bersama anak basket lainnya. Ya, tentu saja bersama Choi Minho juga. Seseorang yang sudah kusukai dari lama. Ia menatapku beberapa saat sebelum akhirnya aku membuang muka.

“Let’s take a break!”

Aku mengambil duduk dipojok lapangan, tidak jauh dari tempat istirahat pemain lain. Tapi aku tidak suka berada dikeramaian bersama yang lain semenjak mereka meninggalkanku dulu waktu itu. Kemudian aku melihat Minho dan kawan – kawannya datang ke tempat istirahat yang tidak jauh dari tempatku. Aku masih bisa mendengar suara mereka.

“Jadi Yoon Hae benar – benar menyatakan rasa sukanya padamu?” Tanya Key, teman sekelas Choi Minho yang juga pemain basket.

“Iya, dia mengatakannya kemarin di taman, disaksikan teman – temannya.” Jawab Minho sambil mengelap keringatnya dengan handuk.

“Lalu apakah kau menerimanya menjadi pacarmu?” kini giliran Onew sunbae yang bertanya.

“Tidak.”

“Mwo? Benarkah hyung? Dia kan bisa dibilang cewek yang termasuk banyak penggemarnya disini!” sekarang Taemin yang member komentar.

“Ya aku tau. Tapi aku benar – benar tidak bisa.”

“Lalu apa yang kau katakan kemarin?” Key bertanya lagi.

“Aku lebih menyukai perempuan yang lebih suka berdandan, lebih bisa menjaga penampilan, yang terlihat girly dan mempunyai senyum yang hangat”

“Kau ini..”

Aku berlari menuju taman belakang sekolah. Mengambil posisi senyaman mungkin di bangku taman. Jadi seperti itukah tipe ideal seorang Choi Minho? Seorang yang suka berdandan? Yang feminine? Yang mempunyai senyum yang hangat? Tidak adakah kesempatan untukku? Aku mungkin bukan seorang yang suka memoles diri, yang suka berdandan cantik saat bepergian. Aku yang sudah menyukainya sebagai laki – laki, bukan sebagai bintang andalan sekolah yang mempunyai popularitas tinggi.

Tak ku sadari air mataku mulai menetes. Haruskah aku berubah seperti itu?

~~~

Aku membongkar – bongkar lemari pakaian ku dirumah. Berharap ada sesuatu yang bisa kukenakan besok saat aku menghadiri ulang tahun Hyukjae sunbae, pemain basket juga. Sesuatu yang terkesan lebih feminine. Sesuatu yang bisa membuat..

“Apa yang sedang kau cari sih?” Tanya Sooran yang sedang berbaring sambil membaca majalah diatas kasurku.

“Aku tidak punya baju untuk ke ulang tahun Hyukjae sunbae besok!”

“Yaampun Alessia! Bajumu itu banyak sekali. Pakailah seperti biasanya yang kau pakai, t shirt dan jeans plus sneaker, selesai kan?”

“Aku tidak mau pakai itu”

“Lantas mau pakai apa?”

“Sesuatu yang lebih..”

“Lebih apa?” Sooran akhirnya melepaskan pandangan dari majalah dan melihat kearahku.

“Lebih feminine.” Ujarku lemas.

“Mwo? Seorang Alessia ingin memakai pakaian yang terlihat lebih feminine?! Apa yang terjadi padamu Alessia?! Ada yang mengguna-gunai mu ya?!” Sooran bangkit dan berjalan menuju lemari pakaianku.

Aku hanya bisa tersenyum, “Aku hanya ingin tampil beda”

“Beda? Beda buat Choi Minho?” ia meledekku sambil membantuku mencari baju.

“Maybe”

~~~

Sekarang sudah jam setengah empat sore, berarti dalam waktu setengah jam pesta dirumah Hyukjae sunbae akan dimulai.  Aku berkaca sekilas, melihat bayanganku diatas cermin terkesan aneh sekali. Seseorang yang berbeda dari Alessia Amadea biasanya, yang tidak mengenakan jeans dan t shirt saja. Melainkan mengenakan summer dress peach selutut. Rambut yang biasanya ku ikat kini ku biarkan saja bergelayut.

Setelah puas berkaca, aku turun ke lantai bawah. Sooran telah menungguku disana, baik sekali dia, rela berangkat bersamaku dan menolak ajakan Taemin yang mengajaknya berangkat bersama.

“AIGOO! AKU TIDAK MENYESAL MENOLAK AJAKAN TAEMIN SEKARANG!” Sooran berdiri dari tampatnya dan memandangiku seperti memandangi barang yang sudah setahun hilang.

“Apakah aku terlihat aneh Sooran?”

“Kau terlihat cantik sayang” Mamaku yang berada diruang makan menjawabnya. “Iya kan Sooran?”

“Iya dong tante! Siapa dulu stylish-nya” ujar Sooran membanggakan diri.

Kini aku telah siap. Siap dengan penampilan baru, dan siap untuk bertemu Choi Minho

~~~

Suasana dirumah Hyukjae sunbae ramai sekali, banyak teman – teman satu sekolahku yang datang. Lalu ada beberapa orang dari sekolah lain yang mukanya aku kenali. Aku berjalan memasuki taman, ternyata ada Hyukjae sunbae disana. Aku dan Sooran menghampirinya lalu memberikan kado yang kami beli tadi.

“Sangil Chukkae Hyukjae sunbae!” ujarku.

“Gomawo nae dongsaeng!” jawab Hyukjae sunbae lalu langsung memelukku dan Sooran.

Aku melihat kearah muka Sooran yang mulai memerah karena dipeluk oleh Hyukjae sunbae. Kurasa benar dugaanku, Sooran naksir Hyukjae sunbae. Maka itu dia menolak Taemin, bukan karena ingin pergi denganku.

“Ayo kedalam Sooran, Alessia! Ada acara dansanya loh!” Ajaknya.

Kami berdua berjalan dibelakang Hyukjae sunbae, sambil menikmati keindahan rumahnya yang begitu megah. Hyukjae sunbae membuka sebuah pintu, ternyata didalamnya sudah ramai sekali. Oh ada yang berdansa.

“Wah masa yang punya pesta tidak diajak berdansa” lirih Hyukjae sunbae.

Aku dan Sooran hanya bisa meliriknya.

“Jadi, apakah ada salah satu dari kalian yang pandai berdansa?” Tanyanya pada kami.

“Sooran! Dia sangat mahir berdansa!” jawabku sambil tersenyum

“Ah.. Ani.. Ani.. Aku tidak bisa berdansa sunbae.” Sooran menjawab dengan muka merahnya lagi.

“Tidak masalah. Kalian kan tau aku ‘dance machine’ aku bisa mengajarkanmu berdansa. So, nalang chum cho jullae Lee Sooran?”

“Ne, Geulaeyo” jawabnya. “Mian Alessia” lalu mereka pun hilang dari pandanganku.

Bukan masalah untukku ditinggal disebuah pesta sendirian, aku sudah terbiasa sendiri. Hanya saja kali ini aku tidak membawa psp-ku, sehingga tidak ada yang bisa kulakukan. Aku menyadari beberapa mata memandangiku, termasuk sepasang mata berwarna cokelat yang kusukai.

Aku berjalan kepojok ruangan, dan mengambil segelas minuman yang sudah disediakan.

“Wae honja issni?” terdengar suara seorang laki – laki dari belakangku.

Aku menoleh, “Kibum sunbae” aku membungkukkan badanku sedikit.

“Aniyo. Tidak perlu seperti itu, walaupun aku setahun diatasmu tapi kan kita seumuran, panggil saja aku Key” jawabnya tersenyum.

“Ne”

“Kau terlihat berbeda ya Alessia?”

Aku terkaget mendengar ucapannya. “Kau melepas rambutmu” lanjutnya.

“Ah.. Iya”

“Pantas saja…” terdengar suara riuh tamu pesta yang bersorak “…menyukaimu”

“Apa sunbae? Aku tidak mendengarnya” jawabku.

“Ah, Aniyo, lupakan saja. Ayo kita liat kesana, sepertinya ada yang seru.”

Key sunbae menarik tanganku dan membawaku ketengah ruangan. Ternyata dua pasangan yang sedang berdansa disitu. Ada Hyukjae sunbae dan Sooran. Aku mendengar sekelilingku berbisik – bisik tentang mereka, tapi aku masih belum bisa melihat siapa pasangan yang sedang berdansa selain Hyukjae sunbae dan Sooran.

Aku melihat kearah sosok tubuh tinggi yang mengenakan setelan jas abu – abu, mata cokelatnya menatapku dalam. Entah mengapa sakit rasanya melihat sepasang mata itu. Ya, mata itu mata Choi Minho, yang sedang menatapku sambil berdansa memegang tangan Yoon Hae. Gadis yang ia tolak.

Aku melepaskan genggaman tangan Key sunbae dan berlari keluar ruangan. Beberapa orang terkejut dengan sikapku yang tiba – tiba berlari, tapi masa bodoh, aku tak peduli. Akupun langsung memberhentikan taksi, dan menyebutkan alamat rumahku.

Untungnya rumahku sedang kosong, Papa dan Mamaku baru saja berangkat menuju Pulau Jeju. Jadi tinggalah aku dan pengurus rumah tanggaku dirumah ini. Aku berlari menaiki tangga,segera masuk kedalam kamarku dan menguncinya.

Aku menangis sekeras yang aku bisa, tak peduli ada yang mendengar atau tidak. Hatiku hancur rasanya, melihat seseorang yang begitu kucintai menggenggam dan memeluk gadis lain didepan mataku sendiri.

~~~

Hari ini hari ketiga aku tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Entah mengapa aku masih belum kuat untuk bertemu teman – temanku yang lain, termasuk Sooran. Sooran sudah menelepon selama delapan kali kemarin untuk memastikan keadaanku. Tapi aku berhasil meyakinkannya bahwa aku tidak apa – apa.

Juliette! yeonghoneul bachilkkeyo
Juliette! jebal nal bada jwoyo

Terdengar suara telepon genggamku berbunyi. Lee Sooran!

Yeoboseyo?” tanyaku.

“Alessia, dowajuseyo! Iliwa Alessia! Datang ke taman.. Sekarang.. Dowaju..” Tuut tuut tuut.

Sambungan telepon tiba – tiba terplutus. Ada apa dengan Sooran? Mengapa ia tiba – tiba memutuskan sambungan telepon seperti itu?

Aku segera mengambil tas selempangku diatas kasur, dan langsung berlari kearah taman. Aku harus menolongnya. Aku tak ingin kehilangan teman lagi seperti waktu itu. Sekuat tenaga aku masih terus berlari ke taman yang untungnya tidak begitu jauh dari rumahku itu.

Suasana taman itu sepi, hanya ada beberapa lampu penerangan yang menyala. Aku memanggil nama Sooran berkali – kali tapi tak ada jawaban. Aku mencoba menghubungi telepon genggamnya tapi tak ada jawaban.

“Alessia..” Suara itu..

Seseorang memegang bahuku dan membalikkan badanku.

“Alessia.. Aku..” Aku membuang muka, tidak berani menatapnya

“Mian haeyo. Jeongmal joesong haeyo” ucapnya lagi.

“wae sagwahaneungeoya?” tanyaku.

“Maafkan aku. Aku tak bermaksud..”

“Berhentilah meminta maaf Choi Minho. Kau kan tidak punya salah padaku.” Aku memotong perkataannya.

Ia melepaskan tangannya dipundakku.

“Maaf, aku harus pergi. Aku sedang mencari temanku disini” Aku berbalik menghadap jalan yang kulalui tadi. Tapi kemudian ia menahanku, dan memelukku erat.

“Jangan pergi Alessia! Cukup sudah aku kehilanganmu, aku tak ingin kau pergi lagi” bisiknya ditelingaku.

Aku bingung mendengar perkataannya. “Han mwolago?” tanyaku.

“Saranghaeyo Alessia. Jeongmal dangsingwa sarange nan cheoeumbuteoisseo neol bwasseo. Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu dikoridor sekolah.” Ia melepaskan pelukannya dan menatap mataku lekat – lekat.

Aku masih belum bisa mencerna kata – katanya tadi.

“Aku tak peduli bagaimana penampilanmu. Aku tak peduli walaupun kau tidak suka berdandan, tidak suka memakai gaun dan heels. Aku mencintaimu apa adanya”

“Nado saranghaeyo Choi Minho”

Ia memelukku lagi. Kali ini lebih erat. “Gomawo jagiya”

“Aigoo! Ada yang sedang berpelukan Sooran!” terdengar suara Hyukjae sunbae diujung jalan. Minho melepaskan pelukannya.

“Sooran!” teriakku.

Mereka berdua berjalan mendekati Minho dan aku, bergandengan tangan. “Annyeong Alessia!” ujar mereka berdua kompak.

“Jadi kau membohongiku Lee Sooran?!” tanyaku langsung.

“Hehehe. Mianheyo Alessia. Sebenarnya, bukan hanya aku yang membohongimu. Key sunbae juga!”

“Maksudmu?”

“Eh.. jadi kejadian kemarin itu, aku yang membuatnya, agar kau bisa memperlihatkan perasaanmu pada Minho hehe”

“LEE SOORAN!”

“Aduuh Alessia, inikan demi kebaikanmu dan Minho juga! Tuh buktinya!” ia menunjuk kearah tanganku dan Minho yang saling berpautan.


The End


Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

My Lovely Servant – Part 4

My Lovely servant (part 4)

Author  : Dhy

Cast     : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and the other cast

A/N : mav ya kalo yang ini agak berantakan ceritanya (mungkin bukan agak tapi berantakan) Cz gk tw kenpa lagi gk mood, ow ya kayanya udah mulai PG 13 atau 15 gitu

Eun hye Side

“ya ….kenapa kau melepaskanku???????” tanyaku sambil membersihkan bajuku yang sedikit kotor “sakit tau”

“aku tidak berniat melepaskanmu, itukan kau yang minta” ucap key cuek.

Akupun kembali duduk  saat dosen masuk ke kelas. Aku melihat kearah key yang sedang mendengarakan musik dari ipod. Dia duduk tepat disebelahku harusnya jinki yang duduk disitu gerutuku dalam hati.

“dasar, buat apa dia ke kampus kalau Cuma ngedengerin musik”

“kau ini kenapa sich” Tanya  eunsung

“aku kesal, lihat saja tingkahnya, dia pikir masuk ke kampus ini murah apa” aku mengarahkan pandanganku pada key.

“eun hye untuk orang sekelas key uang sebesar itu gak ada apa-apanya”

Aku hanya mengangguk menyetujui. Tak lama kemudian dosen mulai terganggu dengan ulah key yang mengetuk-ngetuk meja dengan pulpen.

“Tuan kim, bisa kau hentikan itu”

“apa kau bicara padaku??? Aku tidak mendengar, bisa ulangi lagi???” key berkata tanpa rasa bersalah sama sekali sambil melepas salah satu earphonennya

“Tuan kim, lebih baik anda keluar dari kelas saya!”

“kau mengusirku????” Tanya key sambil menunjuk dirinya sendiri.

“saya tidak mengusir, tapi sepertinya anda lebih menyukai berada diluar kelas dari pada di kelas saya”

Key menghelankan nafas “ bagus, kau berani mengusirku”

“kenapa tidak????”

“araso, araso. Aku juga tidak menyukai cara mengajarmu, membuatku pusing, asal kau tau, aku sudah mempelajari apa yang kau ajarkan berulang-ulang kali” key pun berjalan meninnggalkan kelas.

Apa lagi sich yang dipikirkan si bodoh itu????

Membuatku tambah pusing….

Aku kejar atau tidak ya???? Ah lebih baik aku mengejarnya.

Akupun bangkit dari dudukku meminta izin keluar kelas kepada dosen dengan alasan ke toilet sebentar.

“heh park eunsung, apalagi yang akan dilakukan sahabatmu yang bodoh itu??? Tidak ada jinki sekarang dia beralih ke anak baru itu”  ucap han yojo

“apa kau bilang, aku tau kau Cuma sirik karena selama ini jinki tidak pernah melihatmu, iya kan” balas eunsung.

***

Key Side

“dasar menyebalkan, kenapa aku harus ada ditempat menyebalkan ini” aku bergumam sepanjang kakiku melangkah.

Aku merasa seseorang berlari mengikutiku, akupun menghentikan langkahku tiba-tiba.

“ya~~~~~” teriak gadis itu “ sakit tau, kenapa berenti mendadak sich???” tanyanya lagi sambil mengelus-elus kepalanya.

“heh kau menyalahkan aku? Bukannya kau yang menabrakku”

“aku tidak akan menabrakmu kalau kau tidak berhenti tiba-tiba”

“kau tidak akan menabrakku kalau saja kau tidak berlari-lari seperti anak berusia 7 tahun, araso???”

“harusnya kau sadar, yang seperti anak berusia 7 tahun itu kau, gampang marah, suka berteriak-teriak tidak jelas, egois, selalu saja menyakiti perasaan orang lain dan tidak pernah meminta ……..”

Aku menarik tangan eun hye, kemudian menciumnya, aku tahu eun hye sangat kaget karena dia sekarang hanya melihat kerahku, aku pun sedikit menjauhkan bibirku dari bibir eun hye.

“kau terlalu cerewet eun hye dan harusnya kau tutup matamu” bisikku.

Akupun meninggalkan eun hye dalam kebingungannya.

“bodoh kenapa aku mencium gadis seperti dia, aaaaah dasar pabo, selama inikan kau tidak pernah membiarkan seorangpun menciummu” ucapku pada diri sendiri sambil menggaruk-garuk kepalku yang tak gatal.

End of Key Side

Eun hye Side

Aku mencuci mukaku, berharap tadi aku hanya bermimpi. Aku melihat kearah cermin dihadapanku, aku melihat pantulan diriku, entah kenapa aku hanya focus kesatu titik, itu adalah bibirku sendiri.

“HAAAAAAA” teriakku sambil mengacak-acak rambutku karena kesal “ Kim Keybum mati kau, KAU KIRA KAU SIAPA BERANI MELAKUKAN HAL ITU PADAKU HA????” sekarang aku hanya bisa menumpahkan kekesalanku.

“woow eun hye, ternyata selain aneh, kau juga gila” ucap yojo yang tiba-tiba masuk ke toilet.

“ya han yojo, aku sedang malas mendengarkan ucapanmu, tabung saja ucapanmu untuk besok, araso??” ucapku kesal kemudian aku berjalan meninggalkan toilet dengan sengaja aku juga menabrak bahu yojo.

“YA YOON EUN HYE”

Dari luar aku bisa mendengar yojo berteriak.

“dasar nenek sihir menyebalkan” ucapku

***

“eun hye, dari mana saja, kenapa tiba-tiba menghilang?” Tanya  eun sung saat kami berpapasan di lorong gedung.

“aku????”

“ea siapa lagi???”

“tadi aku ke ruang kesehatan, aku tidak enak badan, oya sepertinya aku tidak akan ikut kelas selanjutnya, aku akan beristirahat di rumah” aku terpaksa berbohong.

“eun hye, kincana???

“aku baik-baik saja” ucapku dengan senyum yang kupaksakan. Setelah mengambil tasku yang ada di kelas, aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Pulang???? Kurasa tidak, kalau aku pulang sekarang, pasti aku akan bertemu dengan Key.

Aku memutuskan untuk menghirup udara segar ditaman.

“mmmm sepertinya  sudah lama sekali tidak menghirup udara segar” ucapku sambil menikmati cuaca cerah hari ini.

“Jinki, apa kau baik-baik saja???”

“kenapa kau tidak mengabariku????” sebenarnya aku sendiri bingung harus bertanya pada siapa.

Aku pun memejamkan mata dan merentangkan kedua tanganku, menikmati angin yang berhembus, mencoba  merasakan kehadiran jinki. Sepertinya jinki sudah menjadi oxygen untukku (author: ayo tebak inspirasi dari manakah itu????).

Saat aku melihat jam di tanganku, aku baru sadar bahwa aku sudah berada di taman ini kira-kira 3 jam.

“aigoo, aku bisa di marahi kepala pelayan han”

Aku pun berlari menuju halte bus yang tidak jauh dari taman.

End of Eun hye side

***

Key hanya memandang kosong keluar jendela. Memikirkan apa yang telah dia lakukan pada Eun hye.

“pabo, apa yang kau lakukan sich???” pikirnya dalam hati.

Tiba-tiba pintu kamar key diketuk.

“siapa???” Tanya key tanpa beralih dari tempatnya berdiri.

“tuan muda, boleh saya masuk???” Tanya  kepala pelayan han.

“ada apa???” Tanya key saat kepala pelayan han masuk ke dalam kamarnya.

“tuan muda, saya perhatikan semenjak anda datang dirumah, ada hal yang sepertinya tuan pikirkan”

“benarkah??? Aku tidak memikirkan apa-apa” key sengaja berbohong.

“saya sudah mengenal tuan muda cukup lama”

“benar tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja”

“kalau tuan tidak mau menceritakannnya saya tidak akan memaksa, kalau begitu  permisi” ucap kepala pelayan han, kemudian pergi keluar kamar.

Tak lama key ingat dengan undangan pesta dari jonghyun. Key segara merapihkan penampilannya, sedikit menata rambutnya.

Saat key berjalan menuruni tangga dia melihat eun hye dan kepala pelayan han.

apa lagi yang dilakukannya???” pikir key.

“ ada apa ini???” Tanya key saat medengar suara kepala pelayan han terdengar sedikit marah.

Eun hye pun membungkungkan badannya memberi salam pada key, tapi eun hye mencoba untuk tidak melihat mata key.

“menyebalkan kenapa dia tiba-tiba muncul” gerutu eun hye dalam hati.

“tidak ada apa-apa tuan, hanya hari ini eun hye datang terlambat tampa alasan yang jelas” jelas kepala pelayan han.

“ow jadi dia pulang terlambat, dari mana saja dia”pikir key

“ini semua gara-gara kau” gerutu enh hye dalam hati.

“heh eun hye, kenapa kau tidak langsung kekamarku??? “

“we????” Tanya eun hye heran

“kau lupa ya?? Aku kan sudah bilang, kalau kau sudah menemukan bukunya langsung antarkan kekamarku” ucap key lagi.

“ O.O” eun hye

“ ???” kepala pelayan han

“sekarang aku satu kampus dengan  eun hye” jelas key pada kepala pelayan han yang terlihat bingung dan bertanya-tanya.

“ kau sudah mencarinya di perpus kampuskan???” Tanya key lagi yang membuat eun hye tambah bingung.

“???????”

“kau sudah menemukannya atau belum”

Eun hye menggelengkankepalanya, bukan bermasuk mengatakan belum, eun hye menggelenngkan kepalaya karena bingung dengan tingkah key.

“aaah kau ini, baikalah sekarang kau temani aku mencarinya di toko, itukan untuk tugas besok” ucap key  sambil menarik tangan eun hye. “ow ya, eun hye akan pergi membantuku jadi tak perlu mencarinya” tambah key pada kepala pelayan han.

***

“mau kemana kita???” Tanya eun hye saat key mulai menstater mobilnya.

“sudah jangan banyak Tanya, harusnya kau berterima kasih padaku karena sudah menolongmu”

“untuk apa aku berterima kasih padamu, aku terlambatkan gara-gara kau” ucap eun hye pelan.

“apa yang kau ucapkan??? Aku tidak dengar”

“aku bilang, AKU TERLAMBAT GARA-GARA KAU” teriak eun hye di telinga key.

“ya~~~~~~~ kau pikir aku tuli apa”  ucap key sambil memukul pelan telinganya.

Untuk beberapa saat kedaan menjadi hening kembali, key hanya focus menyetir. Sedangkan eun hye tidak tau apa yang harus ia katakan.

“soal tadi” ucap eun hye dan key berbarengan.

“kau saja duluan” ucap keduanya lagi

“kalau begitu…..” untuk ketiga kalinya mereka mengatakan hal yang sama.

“ehm, kalau begitu aku yang mulai duluan” ucap key mencoba merubah suasana. “aku mau bilang, aku menciummu tidak sengaja” tambah key dengan nada datar.

“tidak sengaja kau bilang, jelas-jelas kau menariku” protes eun hye

“aku tidak menarikmu” ucap key mengelak

“kau menarik tanganku kemudian menciumku tau”

“ya terserah apa yang kau pikirkan, yang pasti aku tidak menciummu dengan sengaja  mengerti” ucap key, kemudian menginjak rem mobil secara mendadak.

“kenapa kau berhenti tiba-tiba sich???”

Key tidak menjawab, pandangannya jauh kedepan. “kita berhenti disini” ucap key setelah diam beberapa lama.

“aku tidak pernah ke club, aku tidak mau”

“karna kau pelayanku jadi kau harus mematuhi semua perintahku”

“tapi….”

“tidak ada kata tapi”

“aku tidak mungkin turun dengan seragam ini, orang lain akan menganggapku sebagai pelayan”

“kau memang pelayan”

“tapi bukan ditempat ini” ucap eun hye kesal. Kemudian key turun dari mobil dan mengambil sebuah bungkusan di bagasi mobil, lalu memberikannya pada eun hye.

“pakai itu” ucap key yang lebih terdengar seperti perintah.

“kau menyuruhku memakai ini” ucap eun hey sambil mengangkat sebuah gaun yang memperlihatkan bagian punggung kalau eun hye memakainya.

“ea, pakai itu”

“kau gila ya, kenapa aku harus menggunakan pakaian seperti ini ke club, walaupun aku tidak pernah ke club tapi aku pernah melihatnya di TV”

“hufh… hari ini temanku membooking club ini untuk pesta, dan pesta ini untuk kalangan atas, kau pikir meraka semua akan memakai hot pants, sudah cepat ganti bajumu!!!!” ucap key kemudian menutup pintu mobil.

“Key, apa aku juga harus ganti baju dimobil???” Tanya eun hye setelah menurunkan kaca mobil.

“apa kau mau aku membantumu mengganti pakaian???” key bertanya dengan sedikit kesal “ sudah cepat ganti bajumu”

“ea ea, kenapa kau harus marah seperti itu” balas eun hye kemudian menutup kembali kaca mobil.

Saat eun hye akan membuka kancing kemejanya, tiba-tiba key mengetuk-ngetuk kaca jendela.

“we???” Tanya eun hye, eun hye tidak bisa mendengar key berkata apa, eun hye hanya melihat key menunjuk-nunjuk langit. Eun hye pun mengacuhkan key dan mulai membuka kancing bajunya. Kemmudian key mengetuk kaca mobil lebih keras.

“ada apa lagi???” Tanya eun hye tapi kali ini sedikit membuka kaca mobil.

“dasar bodoh, matiakan lampu mobilnya, kalau kau tidak mau semua orang melihatmu berganti pakaian”

“A A APPPPAAAAAA”.

TBC


Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

Our Love Should Go On – Part 3

OUR LOVE SHOULD GO ON


Main Cast : SHINee member

Support Cast : Super Junior

P.s : Kalau lupa cerita part sebelumnya buka aja page library ^^

Sun Yi yang juga ikut tertawa tiba-tiba matanya membesar dan berhenti tertawa Dia melihat Onew menghampiri mereka.

“Anyeoong .”. sapa Teuki ramah. Dia membukukkan badannya.

Tawa yang tadinya membuat kantin semarak, kini berubah jadi hening.

“Teukki Hyung.. akhirnya kamu datang!”. Seru Donghae. Ternyata Donghae mengundang Teukki tanpa sepengetahuan mereka termasuk Sun Yi.

“Nee..”. Jawab Teukki ramah. “hajiimman.. apa aku boleh meminjam Sun Yi sebentar?”. Lanjut Teukki. Tidak ada yang menjawab, semuanya menatap Sun Yi.

“Waeyoo?”. Tanya Sun Yi datar.

“Aku ingin mengatakan sesuatu”

“Ngomong aja!” tantang Sun Yi dengan suara tegas.

Teukki melihat semuanya satu persatu, lalu kembali menatap Sun Yi.

“Tidak bisa. .aku ingin bicara denganmu berdua saja.!”.

Sun Yi menatap Onie dan Dongsaengnya satu persatu, dia meminta pendapat mereka. ‘Lakukan yang terbaik!’ Ucap Ri rin tanpa suara. Sun Yi mengangguk mengerti. Kemudian dia mengikuti Teukki meninggalkan Cafe.

“Maksudnya?”

“Aku mernyukaimu Sun Yi!. Gurigo aku tahu kau juga menyukaiku kan. .?”

“kenapa Oppa bisa mengatakan hal itu?”

“Karena kamu tidak pernah menolak jika aku mengajak jalan-jalan atau sekedar aku ingin membantumu menyelesaikan tugas sekolah!.” Teukki menatap mata Sun Yi dalam-dalam. Ada ketegasan dalam matanya.

“Apa Oppa tidak malu berpacaran dengan anak kecil seperti aku?”

“Waeyo. .? aku dan kamu hanya berbeda empat tahun!”

“Haajiimmaan.. “

“Tapi aku serius Sun Yi!. Aku ingin kau menjadi pacarku!”.

Sun Yi diam. Gak nyangka Teukki bisa menembaknya seperti ini.

Teukki memegang kedua pundak Sun Yi, kemudian memeluknya. “Saranghaeyo. .. .”.bisiknya. Sesaat SunYi menikmati semuanya. Tapi. .

“Anii!!!”. Ucap Sun Yi pelan tapi tegas sambil melepaskan diri dari pelukan Teukki.

“Waeyo. .?”

“Aku juga punya orang lain!”. Jawab Sun YI, membuat Teukki kehabisan kata-kata. Walaupun Onew menyuruhnya memilih antara dia dan Teukki, tapi Onew masih pacar Sun yi.

“Dia masih menungguku.!” Tambah Sun Yi.

“Nugu?”. Teukki kelihatan panik, “Dia siapa? Kenapa aku nggak pernah tahu. .?”.

Teukki memang tidak pernah tahu tentang pacar Sun Yi karena setahun belakangan ini Onew sibuk dengan tugas ketua Osisnya, makanya Onew tidak ikut kumpul-kumpul sesering biasanya. Mungkin karena itulah Sun Yi merasa kesepian dan Teukki menjadi pelariannya.

“Oppa nggak perlu tahu . . .!”

“Tapi dia tidak selalu ada di samping kamu saat membutuhkannyakan?”

Sun Yi terdiam. Ya. . memang benar akhir-akhir ini Onew selalu tidak bisa jika Sun Yi sedang membutuhkan pertolongannya. Saat Sun Yi mau minta bantuan Onew untuk mengjarinya Fisika karena ada ulangan.Onew menolaknya karena alasan banyak urusan yang harus diselesaikan.

“Entahlaah. .Oppa aku ingin kembali café. Jika Oppa mau kembali juga..aku duluan. .!” Ucap Sun yi pergi meninggalkan Teukki. “Tapi. .Sun Yi. . .”. Sun Yi tidak menghiraukan kata-kata Teukki yang menggantung.

###

Keesokan harinya..

“pesanannya” Seorang pelayan café yang bernama Sungmin membawa dua porsi jajamyeon ke meja Donghae dan Neul rin. Seperti biasa jika sempat mereka selalu kesini sepulang Neul Rin sekolah.

“Jaggii. . .”. Donghae menyodorkan saus cabe. Neul Rin tersenyum, karena Oppanya tahu banget apa yang dia mau.

“Gomawoo. .”. Neul Rin melahap jajamyeon dengan saus super pedas itu.

“Pelan-pelan Jaggi. .”.Donghae tersenyum melihat Neul Rin langsung melahap makanannya. Kemudian dia mencubit kedua pipi Neul Rin gemas.

“Aaauuu. .Oppa sakkit!”. Neul Rin mengusap-usap pipinya yang kembung  berisi penuh jajamyeon .

“Salaah mu. .! kenapa pipimu selalu merah jika kepedesan, hingga Oppa ingin sekali mencubitnya.!”

“Udah tahu. .merah! kenapa harus nyubitin! Jadi tambah merahkan!!”.Ujar Neul Rin setelah berhasil menelan makanannya.

“Nee. .Nee mianhae jaggiya. .!”

“God!!! Itu Minhoo!!!”.seru Neul Rin saat matanya nggak sengaja nangkap Minho lagi jalan sambil merangkul seorang cewek yang jelas-jelas bukan Ririn. Donghae respek berdiri, dia ingin menghampiri Minho tapi dicegah oleh Neul Rin.

“Oppa. .jangan. .! nanti bisa panjang urusannya!”. Neul Rin melirik Minho sepintas, “Udah jangan diperhatiin, ntar dia mgeliatin kita!”

“Tapi jaggi. .kasihan Oniemu. Oppa malu karena punya dongsaeng seperti dia. .”

“Nee Oppa, aku mengertii. .tapi mungkin saja cewek itu sodara Minho kan. .? nanti aku akan nanya baik-baik pada Ri rin Onie. .”

“Nee. .semoga saja apa yang kamu bilang itu benar!”.

^^^

Angin Sore menusuk tubuh Hyun Young yang sedang duduk sambil memeluk kakinya. . ..Disampingnya seorang lelaki tegap menatap sungai Han yang ada dihadapan mereka. Keheningan menengahi cukup lama, mereka sibuk tenggelam dengan pikirannya masing-masing.

“Kau masih memikirkannya . . .?”. Key menoleh pada Hyun.

Kim Kibum, lelaki yang telah dua bulan dekat dengannya tanpa Onie dan Dongsaengnya tahu.Namja itu seumuran dengan Jonghyun, Onew dan Minho, tetapi beda sekolah. Hyun bertemu dengannya saat dia sedang menangis di depan kuburan Siwon.Kata Key, saudaranya juga di kubur di pemakaman yang sama

Selama dua bulan itu Hyun Young menceritakan semuanya tentang dia dan Siwon. Dan selama dua bulan itu pula, Hyun merasa Key reinkarnasi Siwon, setiap lengkuk wajah Siwon dan Key seperti terbuat dari cetakan yang sama. Perasaan saat bersama Key sama dengan perasaan saat dimana bersama Siwon. Key juga sering mengajaknya ke Everland theme park, tempat favorit Siwon sekaligus tempat terakhir dia bersama Siwon. Dan yang membuatnya bingung, Hyun selalu merasa sudah lama mengenal Key. Karena itulah dia tidak segan-segan menceritakan semua tentang hidupnya.

Pernah dia bertanya pada Key.

“Key. . .kenapa kamu begitu mirip dengan Siwon Oppa. .?”

“Mungkin aku adalah reinkarnasi Siwon . . .!”. Ucapnya santai. Hyun cuman tersenyum samar mendengar jawaban Key. Tapi dia menanggapinya dengan serius, dia selalu bertanya-tanya dalam hatinya, apa mungkin ada reinkarnasi . .dalam kehidupan ini?. (ending flashback).

“Maksudmu memikirkan Siwon . .?”

“Ne. .”. Key kembali menatap sungai didepannya. “Oya. . .kamu belum cerita sejak kapan kamu mengenal Siwon. .?”. lanjutnya.

“Sebenarnya Siwon. .adalah teman kecilku saat TK, dan rumahnya dekat dengan rumahku.Tapi aku lebih dekat dengan Dongsaengnya.”

“Dongsaeng. .? Siwon mempunyai Dongsaeng. .siapa namanya?”Key menengok ke arah Hyun, seakan dia tertarik dengan perkataan Hyun.

“Ne. . .tapi jika aku sedang bermain dengan Dongsaengnya, Oppa selalu memaksakku bermain dengannya saja. Mungkin dia cemburu”. Hyun tertawa tapi tertawa yang dipaksakan.”Itulah yang aku sesalkan, Dongsaeng Oppa orangnya pendiam, dan saat itu aku pikir tidak perlu tahu siapa namanya, asalkan dia selalu ada disisiku, itu sudah cukup, sampai SMA pun, aku tidak pernah bertanya pada Siwon Oppa siapa nama Dongsaengnya”. Hyun kembali tertawa sweperti tadi. Dia menyesali kebodohan masa kecilnya.

“Jika. .tidak ingin tertawa. .jangan dipaksakkan. .”. Key dapat menangkap apa yang dirasakan Hyun saat ini. “sekarang, dimana Dongsaeng Siwon itu. .?”.

“entahlah, yang aku tahu saat kedua orangtua mereka bercerai, Appanya membawa dia ke Aussi padahal aku baru mengenalnya tiga bulan. .”. Hyun menunduk lesu. Dia menyembunyikan wajahnya dibalik kakinya.

“Waeyoo. .?”. Key cemas melihat pundak Hyun bergetar.

“Aku rindu mereka berduaa. .”.. .Tangis Hyun meledak. .

Melihat Hyun menangis, Key meraihnya kedalam pelukannya dan mengusap punggung Hyun. .”Ssshh. .sshh. .Uljimaa. .”.


TBC

By: Neul Rin


signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^