First Time I Saw You

First Time I Saw You

Author : Shaylee

Main Cast : Choi Minho

Support Cast : SHINee, Lee Hyuk Jae


“Alessia! Sudah ngerjain tugas bahasa inggris?”

Sooran yang baru datang langsung menghampiri mejaku dan duduk disebelahku.

“Aih kau ini! Aku sedang bertanya kau malah mengamatiku seperti itu!” protes Sooran.

“Ne, aku sudah mengerjakannya.” Aku kembali berkutat dengan buku yang tadi aku baca sebelum Sooran datang.

“Huh kau ini kalau sudah ketemu novel, pasti tidak bisa diganggu”

“Hmm..”

“Yaampun itu Choi Minho!” ujar Sooran tiba – tiba, aku menjatuhkan novel yang aku baca dan melihat kearah Sooran tadi.

“Aiih! Jadi bukumu itu hanya bisa dialihkan oleh Choi Minho hahaha”

~~~

Alessia Amadea, itu namaku. Umurku baru 16 tahun, aku sekolah di sebuah international school di Seoul. Sejak dua tahun lalu, ayahku dipindah tugaskan ke Seoul, Korea, maka itu namaku Alessia. Ayahku keturunan Italia dan Ibuku berasal dari Indonesia.

Dulu aku mempunyai banyak teman disekolah. Setiap istirahat berkumpul di kantin, mengobrol, jalan – jalan setiap weekend. Sampai suatu saat ketika kakakku lulus dari SMA ini, mereka semua meninggalkanku. Ternyata mereka dekat denganku hanya karena ingin dekat dengan kakakku. Sejak saat itu, aku menjauh dari lingkaran pergaulan.

Namun ada satu orang yang selalu menemaniku. Sooran, ya namanya Lee Sooran. Pada saat semua orang itu meninggalkanku, hanya Sooran yang mendukung dan terus menemaniku, sampai aku sadar, bahwa ialah sahabat sejatiku. Dan aku memulai belajar untuk kembali bergaul dengan teman – temanku.

~~~

“Huuf.. Huuf.. Tunggu aku Alessia!” Sooran berlari terengah – engah di lapangan basket.

“Kau ini Sooran, kalau Park sonsaengnim tau kau hanya berjalan kau kan bisa dihukum!” ujarku sambil berlari.

“Ya Lessi-ah! Kau kan tau aku tidak pernah suka olahraga! Aku lebih suka pelajaran kesenian atau kerajinan atau semacamnya lah!”

“Namaku Alessia, bukan Lessi-ah”

“Kau harus terbiasa dengan namamu itu hahaha”

Aku dan Sooran berlari tiga putaran lapangan basket bersama teman sekelas lainnya. Pelajaran ketiga hari ini adalah olahraga yang diajar oleh Park sonsaengnim. Biasanya setiap guru mengajar satu kelas, tapi khusus olahraga, Park sonsaengnim mengajar dua kelas karena guru olahraga yang mengajar kelas lain dipindah tugaskan.

“Yeah Choi Minho! Wooo Hooo!” sorak sekumpulan yeoja dari pinggir lapangan.

Aku melihat kearah Choi Minho yang di elu-elukan itu. Ternyata dia baru saja mencetak skor untuk kelasnya yang sedang bertanding basket melawan kelas ku. 20 – 12 untuk kelasnya.

“Kau ini Alessia, beraninya hanya melirik. Padahal jelas – jelas dari kelas satu kau sudah naksir padanya! Kau kan masuk tim basket juga, dekati saja lah. Lagipula setauku dia tidak sedang dekat dengan perempuan.” Sooran tiba – tiba muncul dari balik tangga sambil membawa dua minuman.

“Gomawo.” Aku mengambil minuman yang dipegang Sooran dan meneguknya. “Memangnya sejelas itukah perasaanku?”

“Iya menurutku. Kau sudah sering memperhatikannya dari dulu, tapi belum mau mengakui kalau kau suka padanya kan Alessia? Akui sajalah, nanti keburu diambil yeoja lain!”

~~~

“Lay up! Lay up!” teriak Andrew sonsaengnim, pelatih basket kami yang khusus didatangkan dari Amerika. “Great Alessia!”

Aku mengambil nafas panjang setelah lay up ku barusan yang berhasil masuk dengan mulus. Sekarang aku sedang berlatih basket di lapangan indoor sekolah bersama anak basket lainnya. Ya, tentu saja bersama Choi Minho juga. Seseorang yang sudah kusukai dari lama. Ia menatapku beberapa saat sebelum akhirnya aku membuang muka.

“Let’s take a break!”

Aku mengambil duduk dipojok lapangan, tidak jauh dari tempat istirahat pemain lain. Tapi aku tidak suka berada dikeramaian bersama yang lain semenjak mereka meninggalkanku dulu waktu itu. Kemudian aku melihat Minho dan kawan – kawannya datang ke tempat istirahat yang tidak jauh dari tempatku. Aku masih bisa mendengar suara mereka.

“Jadi Yoon Hae benar – benar menyatakan rasa sukanya padamu?” Tanya Key, teman sekelas Choi Minho yang juga pemain basket.

“Iya, dia mengatakannya kemarin di taman, disaksikan teman – temannya.” Jawab Minho sambil mengelap keringatnya dengan handuk.

“Lalu apakah kau menerimanya menjadi pacarmu?” kini giliran Onew sunbae yang bertanya.

“Tidak.”

“Mwo? Benarkah hyung? Dia kan bisa dibilang cewek yang termasuk banyak penggemarnya disini!” sekarang Taemin yang member komentar.

“Ya aku tau. Tapi aku benar – benar tidak bisa.”

“Lalu apa yang kau katakan kemarin?” Key bertanya lagi.

“Aku lebih menyukai perempuan yang lebih suka berdandan, lebih bisa menjaga penampilan, yang terlihat girly dan mempunyai senyum yang hangat”

“Kau ini..”

Aku berlari menuju taman belakang sekolah. Mengambil posisi senyaman mungkin di bangku taman. Jadi seperti itukah tipe ideal seorang Choi Minho? Seorang yang suka berdandan? Yang feminine? Yang mempunyai senyum yang hangat? Tidak adakah kesempatan untukku? Aku mungkin bukan seorang yang suka memoles diri, yang suka berdandan cantik saat bepergian. Aku yang sudah menyukainya sebagai laki – laki, bukan sebagai bintang andalan sekolah yang mempunyai popularitas tinggi.

Tak ku sadari air mataku mulai menetes. Haruskah aku berubah seperti itu?

~~~

Aku membongkar – bongkar lemari pakaian ku dirumah. Berharap ada sesuatu yang bisa kukenakan besok saat aku menghadiri ulang tahun Hyukjae sunbae, pemain basket juga. Sesuatu yang terkesan lebih feminine. Sesuatu yang bisa membuat..

“Apa yang sedang kau cari sih?” Tanya Sooran yang sedang berbaring sambil membaca majalah diatas kasurku.

“Aku tidak punya baju untuk ke ulang tahun Hyukjae sunbae besok!”

“Yaampun Alessia! Bajumu itu banyak sekali. Pakailah seperti biasanya yang kau pakai, t shirt dan jeans plus sneaker, selesai kan?”

“Aku tidak mau pakai itu”

“Lantas mau pakai apa?”

“Sesuatu yang lebih..”

“Lebih apa?” Sooran akhirnya melepaskan pandangan dari majalah dan melihat kearahku.

“Lebih feminine.” Ujarku lemas.

“Mwo? Seorang Alessia ingin memakai pakaian yang terlihat lebih feminine?! Apa yang terjadi padamu Alessia?! Ada yang mengguna-gunai mu ya?!” Sooran bangkit dan berjalan menuju lemari pakaianku.

Aku hanya bisa tersenyum, “Aku hanya ingin tampil beda”

“Beda? Beda buat Choi Minho?” ia meledekku sambil membantuku mencari baju.

“Maybe”

~~~

Sekarang sudah jam setengah empat sore, berarti dalam waktu setengah jam pesta dirumah Hyukjae sunbae akan dimulai.  Aku berkaca sekilas, melihat bayanganku diatas cermin terkesan aneh sekali. Seseorang yang berbeda dari Alessia Amadea biasanya, yang tidak mengenakan jeans dan t shirt saja. Melainkan mengenakan summer dress peach selutut. Rambut yang biasanya ku ikat kini ku biarkan saja bergelayut.

Setelah puas berkaca, aku turun ke lantai bawah. Sooran telah menungguku disana, baik sekali dia, rela berangkat bersamaku dan menolak ajakan Taemin yang mengajaknya berangkat bersama.

“AIGOO! AKU TIDAK MENYESAL MENOLAK AJAKAN TAEMIN SEKARANG!” Sooran berdiri dari tampatnya dan memandangiku seperti memandangi barang yang sudah setahun hilang.

“Apakah aku terlihat aneh Sooran?”

“Kau terlihat cantik sayang” Mamaku yang berada diruang makan menjawabnya. “Iya kan Sooran?”

“Iya dong tante! Siapa dulu stylish-nya” ujar Sooran membanggakan diri.

Kini aku telah siap. Siap dengan penampilan baru, dan siap untuk bertemu Choi Minho

~~~

Suasana dirumah Hyukjae sunbae ramai sekali, banyak teman – teman satu sekolahku yang datang. Lalu ada beberapa orang dari sekolah lain yang mukanya aku kenali. Aku berjalan memasuki taman, ternyata ada Hyukjae sunbae disana. Aku dan Sooran menghampirinya lalu memberikan kado yang kami beli tadi.

“Sangil Chukkae Hyukjae sunbae!” ujarku.

“Gomawo nae dongsaeng!” jawab Hyukjae sunbae lalu langsung memelukku dan Sooran.

Aku melihat kearah muka Sooran yang mulai memerah karena dipeluk oleh Hyukjae sunbae. Kurasa benar dugaanku, Sooran naksir Hyukjae sunbae. Maka itu dia menolak Taemin, bukan karena ingin pergi denganku.

“Ayo kedalam Sooran, Alessia! Ada acara dansanya loh!” Ajaknya.

Kami berdua berjalan dibelakang Hyukjae sunbae, sambil menikmati keindahan rumahnya yang begitu megah. Hyukjae sunbae membuka sebuah pintu, ternyata didalamnya sudah ramai sekali. Oh ada yang berdansa.

“Wah masa yang punya pesta tidak diajak berdansa” lirih Hyukjae sunbae.

Aku dan Sooran hanya bisa meliriknya.

“Jadi, apakah ada salah satu dari kalian yang pandai berdansa?” Tanyanya pada kami.

“Sooran! Dia sangat mahir berdansa!” jawabku sambil tersenyum

“Ah.. Ani.. Ani.. Aku tidak bisa berdansa sunbae.” Sooran menjawab dengan muka merahnya lagi.

“Tidak masalah. Kalian kan tau aku ‘dance machine’ aku bisa mengajarkanmu berdansa. So, nalang chum cho jullae Lee Sooran?”

“Ne, Geulaeyo” jawabnya. “Mian Alessia” lalu mereka pun hilang dari pandanganku.

Bukan masalah untukku ditinggal disebuah pesta sendirian, aku sudah terbiasa sendiri. Hanya saja kali ini aku tidak membawa psp-ku, sehingga tidak ada yang bisa kulakukan. Aku menyadari beberapa mata memandangiku, termasuk sepasang mata berwarna cokelat yang kusukai.

Aku berjalan kepojok ruangan, dan mengambil segelas minuman yang sudah disediakan.

“Wae honja issni?” terdengar suara seorang laki – laki dari belakangku.

Aku menoleh, “Kibum sunbae” aku membungkukkan badanku sedikit.

“Aniyo. Tidak perlu seperti itu, walaupun aku setahun diatasmu tapi kan kita seumuran, panggil saja aku Key” jawabnya tersenyum.

“Ne”

“Kau terlihat berbeda ya Alessia?”

Aku terkaget mendengar ucapannya. “Kau melepas rambutmu” lanjutnya.

“Ah.. Iya”

“Pantas saja…” terdengar suara riuh tamu pesta yang bersorak “…menyukaimu”

“Apa sunbae? Aku tidak mendengarnya” jawabku.

“Ah, Aniyo, lupakan saja. Ayo kita liat kesana, sepertinya ada yang seru.”

Key sunbae menarik tanganku dan membawaku ketengah ruangan. Ternyata dua pasangan yang sedang berdansa disitu. Ada Hyukjae sunbae dan Sooran. Aku mendengar sekelilingku berbisik – bisik tentang mereka, tapi aku masih belum bisa melihat siapa pasangan yang sedang berdansa selain Hyukjae sunbae dan Sooran.

Aku melihat kearah sosok tubuh tinggi yang mengenakan setelan jas abu – abu, mata cokelatnya menatapku dalam. Entah mengapa sakit rasanya melihat sepasang mata itu. Ya, mata itu mata Choi Minho, yang sedang menatapku sambil berdansa memegang tangan Yoon Hae. Gadis yang ia tolak.

Aku melepaskan genggaman tangan Key sunbae dan berlari keluar ruangan. Beberapa orang terkejut dengan sikapku yang tiba – tiba berlari, tapi masa bodoh, aku tak peduli. Akupun langsung memberhentikan taksi, dan menyebutkan alamat rumahku.

Untungnya rumahku sedang kosong, Papa dan Mamaku baru saja berangkat menuju Pulau Jeju. Jadi tinggalah aku dan pengurus rumah tanggaku dirumah ini. Aku berlari menaiki tangga,segera masuk kedalam kamarku dan menguncinya.

Aku menangis sekeras yang aku bisa, tak peduli ada yang mendengar atau tidak. Hatiku hancur rasanya, melihat seseorang yang begitu kucintai menggenggam dan memeluk gadis lain didepan mataku sendiri.

~~~

Hari ini hari ketiga aku tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Entah mengapa aku masih belum kuat untuk bertemu teman – temanku yang lain, termasuk Sooran. Sooran sudah menelepon selama delapan kali kemarin untuk memastikan keadaanku. Tapi aku berhasil meyakinkannya bahwa aku tidak apa – apa.

Juliette! yeonghoneul bachilkkeyo
Juliette! jebal nal bada jwoyo

Terdengar suara telepon genggamku berbunyi. Lee Sooran!

Yeoboseyo?” tanyaku.

“Alessia, dowajuseyo! Iliwa Alessia! Datang ke taman.. Sekarang.. Dowaju..” Tuut tuut tuut.

Sambungan telepon tiba – tiba terplutus. Ada apa dengan Sooran? Mengapa ia tiba – tiba memutuskan sambungan telepon seperti itu?

Aku segera mengambil tas selempangku diatas kasur, dan langsung berlari kearah taman. Aku harus menolongnya. Aku tak ingin kehilangan teman lagi seperti waktu itu. Sekuat tenaga aku masih terus berlari ke taman yang untungnya tidak begitu jauh dari rumahku itu.

Suasana taman itu sepi, hanya ada beberapa lampu penerangan yang menyala. Aku memanggil nama Sooran berkali – kali tapi tak ada jawaban. Aku mencoba menghubungi telepon genggamnya tapi tak ada jawaban.

“Alessia..” Suara itu..

Seseorang memegang bahuku dan membalikkan badanku.

“Alessia.. Aku..” Aku membuang muka, tidak berani menatapnya

“Mian haeyo. Jeongmal joesong haeyo” ucapnya lagi.

“wae sagwahaneungeoya?” tanyaku.

“Maafkan aku. Aku tak bermaksud..”

“Berhentilah meminta maaf Choi Minho. Kau kan tidak punya salah padaku.” Aku memotong perkataannya.

Ia melepaskan tangannya dipundakku.

“Maaf, aku harus pergi. Aku sedang mencari temanku disini” Aku berbalik menghadap jalan yang kulalui tadi. Tapi kemudian ia menahanku, dan memelukku erat.

“Jangan pergi Alessia! Cukup sudah aku kehilanganmu, aku tak ingin kau pergi lagi” bisiknya ditelingaku.

Aku bingung mendengar perkataannya. “Han mwolago?” tanyaku.

“Saranghaeyo Alessia. Jeongmal dangsingwa sarange nan cheoeumbuteoisseo neol bwasseo. Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu dikoridor sekolah.” Ia melepaskan pelukannya dan menatap mataku lekat – lekat.

Aku masih belum bisa mencerna kata – katanya tadi.

“Aku tak peduli bagaimana penampilanmu. Aku tak peduli walaupun kau tidak suka berdandan, tidak suka memakai gaun dan heels. Aku mencintaimu apa adanya”

“Nado saranghaeyo Choi Minho”

Ia memelukku lagi. Kali ini lebih erat. “Gomawo jagiya”

“Aigoo! Ada yang sedang berpelukan Sooran!” terdengar suara Hyukjae sunbae diujung jalan. Minho melepaskan pelukannya.

“Sooran!” teriakku.

Mereka berdua berjalan mendekati Minho dan aku, bergandengan tangan. “Annyeong Alessia!” ujar mereka berdua kompak.

“Jadi kau membohongiku Lee Sooran?!” tanyaku langsung.

“Hehehe. Mianheyo Alessia. Sebenarnya, bukan hanya aku yang membohongimu. Key sunbae juga!”

“Maksudmu?”

“Eh.. jadi kejadian kemarin itu, aku yang membuatnya, agar kau bisa memperlihatkan perasaanmu pada Minho hehe”

“LEE SOORAN!”

“Aduuh Alessia, inikan demi kebaikanmu dan Minho juga! Tuh buktinya!” ia menunjuk kearah tanganku dan Minho yang saling berpautan.


The End


Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

28 thoughts on “First Time I Saw You

  1. WAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH
    FF DEBUT YAH??????
    SHAYLEE ^.^

    FF DEBUTNYA BAGUS !!!
    NICE NICE NICE….
    TULIS FF LAGI DONG ^.^
    ehehehehe….

    1. Siap kita bantu ^.^
      Banyak aktif yah.. komen2 di FF lain terus nyapa-nyapa..
      SKSD aja.. gak apa-apa kok ^.^
      Founde rkita aja SKSD banget orangnya…
      wakakakakaka
      *pletak* *di lempar sandal jepit sama Lana*

  2. kyaaaa keren banget ceritanya😀 Taemin jemput aku aja yuk ^^ /PLAK
    hehe ini ff bagus banget ^^ 2 thumbs up d(>w<)b

  3. wah ringtone’a juliette.

    aku jga pake ringtone itu, beneran dech (author: gak nanya dan gak mau tw)

    jadi ngarep kalau cwe’a itu aku hehehe

  4. wahh ..
    Nice ff ..
    Si alessia mirip ma aku tuh, suka ma orang smpe brthun thun, tp gak brani ngungkapinny *reader n author: gak pnting deh, kok mlah curht ?*
    Hhe ..

    Rugi banget tuh si Sooran nolak Taemin, udah, oppa sma aku aja .. @_@

  5. Aaaa~~daebak!!!!
    Taemin sini am aku aj!!!!!!
    Min-Ssia (Minho Alessia) kereeeenn!!!!*plakk ngouple2 gaje* Jdi ngarep aq yg jdi alessianyaaaaa~
    Bkin FF lgi yaaa!!!!!! Fighting!!!!!

  6. Teman yang cerdik.
    Bagus author.
    Kasihan TaeMin ditolak.
    Ga apa2 yang penting akhir dari FF bagus.
    Hahahaha

  7. Wuuaaahhhh!!!

    So Sweetttzz.,,!! >_<

    Ternyata minho juga mencintai nya yaaa!!???!!

    Qw jdie pngen dech di peluk ama minho.,,^-^ *senyum2 g' jlas*

  8. wahaha. pas banget tuh.. minho-alessia, sooran-eunhyuk, key-anggie😉. *dirajam lockets* hahaha. ceritanya keren. ringan dan bahasanya juga komunikatif. seru deh pokoknya^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s