Love You Forever – Part 4

Love You Forever

[part 04]

Casts:

-Lee Hyojin

-Kim Sora

-Young Mincha

-SHINee

No one POV~

Setelah mereka berperang dengan pikiran mereka sendiri, akhirnya mereka pun masuk ke alam mimpi mereka. Bosen nih, syutingnya Mincha ama Onew mulu’… Ganti peran yaaaa…. Oh, iya.. Hyojin aja, deh… Kasian tuh nggak ditampilin dari tadi. *diclurit*

***

Di kamarnya, Hyojin tampak tidak bisa tidur. Dia hanya membolak-balikkan tubuhnya yg gempal itu. *author dibantai Hyo* Dia heran, pada sikap Key. Tidak biasanya cowok itu tersulut emosinya. Emank sih, baru kali itu Hyo melihat Sora menangis. Tapi, aneh aja. Biasanya kan Sora ngerjaen Key terus, apa wajar kalo Key bisa semarah itu hanya gara2 melihat Sora menangis.

***

Hyojin POV~

Aaaaah! Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Kenapa nggak ada kabar sama sekali dari Key, siiih?! Aku kan khawatir ama Sora. Ugh! Mana di-SMS gag dibales2 dari tadi. Pokoknya besok mereka utang penjelasan padaku.

Kucoba memejamkan mata. Tapi tetap tidak bisa tidur. Ah, telpon Mincha aja deh. Kuambil ponselku, lalu mencari nama Mincha di kontakku.

Tuut.. tuut… kutunggu jawaban di seberang sana dengan sabar.

‘Halooo!’ akhirnya diangkat juga.

‘Cha? Kok lesu gitu sih suaramu?’

‘hah? Nggak! Aku cuma kepikiran Sora aja. Kamu ngapain jam segini telpon?’

‘Aku juga khawatir nih ama Sora. Tapi dari tadi Key nggak ada ngasih kabar ke aku.’

‘Ya di telpon dong, Hyo! Ck, kamu ini!’

‘Eh, iya juga ya! Hehe… ya udah deh! Aku telpon Key dulu! Dadah, Cha! Met bobok.’ Setelah itu langsung kuputuskan sambungan.

Kuketik dengan cepat nomor Key, kemudian kutekan tombol call. Setelah beberapa saat, akhirnya tersambung juga.

‘Halo, Key!’

‘Hmm, ya Hyo?! Ada apa jam segini telpon?’ kudengar nada kesal dari suaranya.

‘Ah! Maaf! Aku emank salah. Nggak lihat waktu.’ suaraku bergetar menahan sesak di dadaku.

‘Aissh, Hyo! Kau ini jangan nangis. Aku nggak mau orang yang kusayangi menangis. Apalagi gara2 ucapanku.’ ucap Key berusaha menenangkanku.

‘Aku tidak menangis. Memang aku yang salah. Tadinya aku ingin menanyakan keadaan Sora, tapi sepertinya waktunya tidak tepat. Maafkan aku.’ Setelah mengucapkan kata2 itu, aku segera mematikan ponselku dan melemparnya ke ranjang. Aku menumpukan kepalaku di meja belajarku. Tak kugubris ponselku yang terus bordering. Mungkin Key yang menelpon balik. Tapi aku enggan menanggapinya sekarang.

*sigh* Kenapa sih, dia egois gitu? Aku dari tadi siang SMS nggak dibales, ditelpon malah ngomel2 gitu. Lagian kan biasanya juga, jam segini kami masih telpon2an. Lama2 aku nggak kuat dengan sikapnya itu. Tanpa kusadari aku pun terlelap di tengah kemelut yang kurasakan.

Esoknya, saat aku terbangun, aku telah berada di ranjangku. Siapa yang memindahkanku? Bukannya semalam aku tertidur di meja ya? Di saat aku disibukkan oleh pertanyaan2 yang melintas di kepalaku, seseorang membuka pintu kamarku.

“Hyo, kamu sudah bangun?” tanya orang tersebut. Mataku terbelalak melihat sosok itu. “Key?” desisku tak percaya. Aku langsung menutupi wajahku dengan selimut. Tidaaak, tampangku saat ini pasti kucel. Kudengar suara langkah kaki mendekatiku. “Kenapa, sih? Kok ditutupin gitu?!” tanya kekasihku itu sambil berusaha menurunkan selimut yang menutupi wajahku. “Ya! Kamu ini ngapain pagi2 udah di sini?! Aku masih kucel gini! Malu tauk.” gerutuku kesal.

“Hahaha!! Sudahlah, cepat mandi sana! Aku tunggu di bawah.” ucapnya sambil mendorongku masuk ke kamar mandi, sebelum ia keluar dari kamarku.

Setelah selesai mandi dan berdandan, aku pun turun ke bawah. Kulihat Key duduk menunggu di ruang keluarga dan saat menyadari kehadiranku, ia menatapku dari atas sampai bawah. Kemudian ia menghampiriku dan menarik tanganku agar aku mengikutinya, tentu saja setelah berpamitan dengan orang tuaku. Aku hanya bisa pasrah dengan tindakannya kali ini.

Kami berhenti di depan rumahnya. Jujur baru kali ini aku ke rumahnya bersamanya. Biasanya sih, aku ke sini hanya untuk menemui Sora. Aku memandang heran ke arahnya. Kenapa membawaku ke sini? pikirku bingung.

Key lalu mengajakku masuk. Tapi kok sepi banget ya, ni rumah?? Kemudian dia membawaku memasuki sebuah kamar, yang kutahu itu adalah kamar Sora. Kulihat Sora masih terbaring lemas di ranjangnya. Kudekati Sora.

“Sora, kamu sakit apa, sih? Nggak biasanya kamu pingsan kayak kemarin. Ada apa? Cerita dooong…. “ berondongku yang segera mendapat jitakan lembut *emank ada, y?* dari Key. Aku langsung cemberut. Melihat itu, Sora seperti mendapat energi penuh. Ia segera bangkit, dan memukuli Key dengan buas *main2 tentunya*. Aku hanya bisa terbengong-bengong melihat Sora.

***

Key POV~

“Sora, kamu sakit apa, sih? Nggak biasanya kamu pingsan kayak kemarin. Ada apa? Cerita dooong…. “ berondong Hyo pada adikku yang masih terlihat sedikit pucat itu. Segera kujitak pelan kepala Hyo. Dapat kulihat wajahnya langsung cemberut. Wah gawat nih. Kesalahan melakukan itu di depan Sora. Kulirik Sora. Waduh langsung seger buger dia. Kulihat dia segera bangkit menghampiriku dan memukuliku dengan buas *main2 tentunya*. Aku hanya bisa merintih dipukuli seperti ini. Ck, apes banget deh punya adek kayak gini.

Akhirnya, Sora mengakhiri kekerasannya padaku. Dia segera memeluk Hyojin erat2. “Hyoooo,, Sora kangeeeen….” ucap adekku manja pada kekasihku itu. Aissh, kenapa kalo aku, pasti dianiaya. Kulihat Hyo mengusap-usap rambut Sora yang sebahu itu dengan sayang. “Hyo khawatir  kemarin Sora tiba-tiba nangis ampe pingsan gitu. Sora ada masalah apa? Cerita, ya, ke Hyo. Hyo bakal bantu sebisa Hyo.”

Tampak wajah Sora menatapku sebelum akhirnya dia menceritakan semua kejadian yang menimpanya, yang selama ini selalu ia sembunyikan dari siapa pun. Yaah, kecuali aku. Sora selalu menceritakan semua masalahnya padaku. Kuperhatikan wajah Hyo yang tampak serius mendengarkan curhat-an Sora. Jarang-jarang aku bisa memperhatikan dengan seksama wajah kekasihku ini. Tanpa kusadari wajahku memerah, menyadari hal ini. Lee Hyojin, gadis yang telah kupacari selama beberapa bulan ini *bini2 Key pada bawa parang nih, hati2 Hyo*, kalau diperhatikan ternyata wajahnya menggemaskan, imut, manis gimanaaa getoh. Pipinya tembem. Aku merasa sedikit menyesal selalu menjahilinya selama ini. Perlahan aku keluar dari kamar ini, memberikan waktu pada Sora untuk menumpahkan semua beban di hatinya.

***

Hyojin POV~

Setelah mendengarkan cerita Sora, aku pun terdiam. Kucoba merangkai kata2 yang tepat untuk menanggapi curhatannya.

“Mungkin saat itu Minho sedang khilaf. Cobalah beri ia kesempatan untuk menjelaskan semuanya,” ucapku perlahan. Sora menatap tajam ke arahku. Aduh, gawat. Kayaknya salah ngomong deh. Duuuuh, Mincha mana siiii?? Cuma dia yang bisa ngertiin Sora, selain Key tentunya.

“Aduuuh,, Sora! Maksud Hyo tuh, nggak ampe sentuhan kok. Cuma dengerin penjelasannya dia aja! Kalo perlu, Hyo siap nemenin kok. Kalo masih kurang masih ada Key, atau masih mo ditambah Mincha ama Onew?!” ujarku panik. Melihatku panik, Sora tertawa keras. “Hahahaha!! Hyo lucu! Aku nggak mungkinlah marah ma kamu. Kecuali kamu nyakitin Key.” kata Sora sambil menahan tawa. Kupeluk erat2 tubuh Sora. *Hyooo,, Mincha juga mau peluk Soraaa….*

“Mana mungkin aku nyakitin Key… Aku cinta banget ma dia..” balasku pelan tanpa menyadari bahwa orang yang kami bicarakan mendengar semua pembicaraan kami.

Tiba-tiba aku tersentak. Sesuatu telah menutupi kedua mataku. Kemudian terdengar sebuah suara yang sangat kuhapal, membimbingku untuk mengikutinya. Tumben Sora diam, biasanya dia akan sangat brutal kalo aku dijahili oleh kakaknya. Apa yang sebenarnya telah mereka rencanakan? Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja menuruti kemauannya.

Setelah lebih kurang 10 menit aku berjalan dengan mata tertutup, akhirnya Key melepaskan tangannya yang ia gunakan untuk menutup mataku tadi. Segera saja aku berbalik menghadapnya untuk mendamprat dirinya. Aku sudah tidak tahan dengan semua yang dia lakukan padaku selama ini. Tapi jujur, aku memang tidak bisa lepas darinya. Aku amat sangat mencintainya. *bini2 Key bawa parang.*

“Apa lagi yang kau rencanakan kali ini, hah? Kau selalu menjahiliku. Kau tidak tau kan, aku sampai berpikir bahwa kau tidak mencintaiku. Jangan buat aku semakin mencintaimu, kalau kau tidak punya perasaan yang sama denganku.” Hhh…. Akhirnya yang selama ini kupendam bisa kukeluarkan juga. Tapi aku jadi tidak berani menatap wajahnya.

Kukira, Key akan meninggalkanku setelah mendengar pernyataan yang keluar dari mulutku ini. Tapi ternyata dia malah membalikkan tubuhku memunggungi dirinya, kemudian dia mengangkat daguku dengan tangannya dari belakangku. Dan saat aku melihat ke arah yang Key tunjuk, aku hanya bisa terdiam. Aku tak percaya dia bisa membuat kejutan seperti ini.

Kutolehkan wajahku hingga aku menatap matanya, meminta penjelasan atas semua ini. Namun bukannya cepat menjawab, dia malah seperti berusaha menghindari tatapanku, dengan wajah yang memerah. *salting getoh ceritanya*

Kulihat lagi taman dekat sekolahku yang kini dipenuhi dengan balon-balon berbentuk hati berwarna pink, warna kesukaanku. *bener nggak, Hyo? Lupa aku* Serta sebuah meja di tengah2 kumpulan balon hati tersebut, dengan sebuah cake besar di atasnya. Ini sebenarnya ada apa, sih? Ada perayaan apa? batinku bingung. Tiba-tiba, kurasakan sesuatu telah melingkar di leherku. Ternyata sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati yang ketika dibuka berisi foto Key bersama diriku. Aku memandang Key dengan bingung.

“Happy birthday, my sweetheart!” ucap Key pelan, lalu mengecup keningku. Aku seperti tersengat mendengar hal itu. Segera kupeluk dirinya. “Thank’s…” Perlahan air mataku mulai jatuh. Dapat kurasakan tangan Key mengusap lembut punggungku. “Kok nangis? Aku merasa sakit melihatmu menangis. Bukankah semalaman tadi kamu udah nangis?” ucap Key dengan penuh kelembutan. “Maaf,, selama ini aku selalu jahilin kamu. Aku nggak tau caranya menarik perhatianmu. Kamu pacarku, tapi kamu kadang lebih mentingin Mincha daripada aku, pacar kamu. Ssst,, biarkan aku menjawab semua pernyataanmu tadi. Kamu diam aja dulu,”katanya saat aku akan mengatakan maaf. “Mungkin aku emang aneh bisa cemburu ama Mincha karena itu aku selalu menjahilimu supaya kamu melihatku. Supaya kamu menyadari bahwa aku selalu ingin berada di sisimu. Ternyata caraku itu memang salah. Maafin aku, ya! Semalaman aku diomelin ama Sora gara2 sering jahilin kamu. Hehehe…”

Segera kuraba dahinya sambil bertanya dengan panik, “Kamu nggak lagi sakit, kan Key? Masih waras kan? Apa tadi pagi kejedot sesuatu gitu?” Sepintas kulihat wajah Key cemberut, tapi aku pura2 nggak tau aja. Tiba2 kedua pipiku terasa panas karena cubitannya. Aku langsung menjerit sekeras-kerasnya. “KEY, SAKIT TAUUUK!!”

“Abisnya,, udah aku beraniin ngomong serius gitu, kamunya malah nggak percaya.” ucapnya merajuk. Aissh, apa-apaan itu?! Akhirnya, kuberjalan meninggalkannya menuju cake besar yang daritadi lumayan menggoda imanku. *Kan Hyo emang gembul* *Author ditendang Hyo*

***

Key POV~

Kulihat Hyo berjalan meninggalkanku menuju cake besar tersebut. Setengah berlari, kukejar Hyo. Setibanya kami di tengah2 balon2 hati yang bertebaran itu, Hyo tersenyum ke arahku dan berkata, “Terima kasih, kamu udah inget ulang tahunku. Padahal aku aja nggak inget.” Aku terpana melihat senyumannya. Baru kusadari, kekasihku ini mempunyai senyum yang sangat menawan. Segera kupeluk ia dari belakang. Kuletakkan daguku di pundaknya. Dapat kurasakan tubuhnya bergidik. Makin kueratkan pelukanku di perutnya. Seolah tak ada hari esok.

“Key, se..sak!” ucapnya sambil berusaha melepaskan kedua tanganku dari pinggangnya. Aku pun segera melonggarkan pelukanku sambil mencium puncak kepalanya.

“Key?? Ayo pulang! Aku khawatir pada Sora! Lagipula tingkahmu hari ini sangat aneh. Aku jadi sedikit takut padamu.” ucapnya tiba2, mengagetkanku.

“Aissh, iya ya.. Aku lupa Sora masih belum sehat. Ayo ke rumahku dulu. Nanti kuantar pulang.” ajakku sambil menggenggam tangan Hyojin dan menariknya agar mengikutiku.

Sesampainya di rumah, aku segera mengajak Hyojin ke kamar sora. Saat kubuka kamarnya, tampak Sora yang tengah tidur. Kami dekati dia. Tiba2, dia mengigau. “Jangan dekati aku lagi… Aku nggak mau kamu terluka karenaku. Minho pasti akan memukuli cowok2 yang dekat denganku.” ucapnya lirih dengan suara bergetar menahan tangis.

Aku menatap Sora dengan sayang. Ya Tuhan, kirimkanlah seorang malaikatmu agar adikku ini bisa terlepas dari ‘ketakutan’ itu.

***

Hyojin POV~

Hari ini sikapnya aneh sekali. Nggak biasanya Key seperti itu. Walaupun hari ulang tahunku pun, biasanya dia cuek. Huaaahh, makin dipikir makin bingung aku. Kupandangi wajah Sora yang sudah tampak lebih tenang. Sepertinya demamnya sudah turun. Kuraba keningnya, sudah tidak sepanas tadi. Sora harus kubiarkan beristirahat. Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul 7 malam. Aku harus pulang.

“Key!” panggilku. Dia menoleh kaget. “Sudah malam, aku mau pulang.” pamitku.

“Sora sudah tidur?” tanyanya.

“Sudah. Demamnya juga sudah turun. Ayo, antar aku pulang!” ucapku sambil menarik tangannya.

“Iya.. Iya..” jawabnya sambil beranjak dari duduknya.

Kami berjalan dalam diam memikirkan berbagai hal dalam otak kami. Tak berapa lama kemudian, kami pun sampai di depan rumahku.

“Mau mampir dulu, apa langsung pulang?” tanyaku.

“Mampir. Aku mau minta maaf sama orang tuamu karena mengembalikanmu malam-malam begini.” jawab Key. *haha… nggak nyangka bisa bikin karakter Key jadi kayak gini!*

“Ayo, masuk!” suruhku sambil membuka pintu, “Ma! Pa! Nih, Key mau ketemu!”

“Ya! Dasar kau ini! Nggak sopan teriak2!” jawab Mamaku dari ruang keluarga.

“Maaf, tante, Hyojin baru saya kembalikan. Tadi Sora demam lagi,” pinta Key.

Cih, dasar bermuka dua. Kenapa kalo sama aku jahil banget?! Hhh…

“Oh, ya? Sora demam? Cepat sembuh, ya!” kata mama.

“Iya, tante.. Kamsahamnida!” jawab Key.

“Ayo, makan bareng. Tante, udah masak banyak tadi. Kirain Sora diajak juga, ternyata lagi sakit toh.” ajak mama pada Key. “Pokoknya kalo kamu nggak mau, kamu nggak boleh main ke sini lagi,” ancam Mama mengetahui Key akan menolak.

Kami berempat makan sambil berbincang tentang segala hal. Tiba-tiba pembicaraan kami diputus oleh dering telepon di rumahku. Mama buru-buru mengangkat telepon itu. Begitu kembali ke ruang makan, wajah beliau tampak sendu.

“Ada apa, Ma?” tanya Papa. Bukannya menjawab, mama malah menghambur ke arah papa dan menangis tersedu-sedu.

TBC…

Mampet ampe di sini. Bingung mo lanjut kayak gimana ceritanya… buat hyo,, ayo, request… kisahmu ama Key mo digimanain… Kalo nggak,, otak author lgy psikophat niy… Ntar kalo ampe terjadi hal2 yang diinginkan author gimana??

P.S: Hwuaaaa… kumaha iye teh… *aduh ngomong apa lagi gw.* salah saia ini.. hwueeee… harusnya ff ini udah di publish tapi WP kacau.. maafkan sayaaaaa bagia yang lupa ceritanya buka page Library yah… saya mohon maaaaafffff… *bow 600 derajat* *lebay!*

-Lana-

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^
Advertisements

21 thoughts on “Love You Forever – Part 4”

  1. key bisa romantis ya………………..

    author segera berangkat ke part selanjutnya,,,,,,,,……… (author: nyuruh lo????)

  2. admin (eh, atau author? bingung) cuma bow 60 derajat dong ya. nggak lebay itu mah. hahah….. *ini siapa sih?* *reader baru* *tabok sih*

    *dengan muka babak belur* mianheeee all, karena keseringan komen. aku hanya berusaha memberi oksigen.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s