ellegirl3

She’s My (Ex)Wife – Part 17

She’s My (Ex)Wife

Part 17

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

P.S: Aku lupa berterima kasih sama Gaby di part 16 kemaren.. GABY GOMAWO ATAS NAMA PASANGAN KEYEO SO NYAAAA… terus aku juga berterima kasih di part 16 sama Lana BUAT GALBI TACO NYAAA… kalau gak ada kamu aku pasti gak tahu kalau ada truk makanan + galbi taco. Enak yah? mau dong.. ehehehe..

TERUS AKU JUGA MAU BERTERIMA KASIH SAMA PARA PEMBACA SETIAKU MAUPUN PEMBACA BARU ^.^ MAAF KEMAREN AKU GAK BALES KOMEN2 KALIAN… MIAAANNN… berasa SMEW udah tamat aja yak.. wakakaka.. tenang.. SMEW belom tamat kok ^.^

-Author yang paling cantik, bini Key nomor satu… Zika.. kyuahahahaha-

~ ~ ~

“Aku pulang…” Seperti biasa Key melepas sepatunya dan mengganti dengan sandal rumah lalu melemparkan jas sekolahnya ke kursi. “OMO! Ya.. Hyeo So wae?!” Key berlari menghampiri Hyeo So yang sedang di meja makan.

“Kamu… igghh! Apa-apaan sih?!” omel Key sambil menyeka air mata Hyeo So dan membersihkan ingus Hyeo So dengan sapu tangannya. “Hwuuuuaaaaaa!!!!!”

“Apa?! Kamu tuh kenapa sih?!”

“Ini… aku bikin bibimbap, terus aku kira itu kecap gak tahunya saus…. hwuuuaaaaa mana banyak banget lagi. Jadinya pedes… huuueeee…” Key melempar sapu tangannya ke wajah Hyeo So. “Kirain aku, kamu kenapa?!”

“Emangnya kamu kira kenapa?”

“Ya kenapa gitu…”

“Kenapa gimana???”

“Aaaggghhh tahu ah!” Key langsung cepat-cepat naik ke atas. “Dasar aneh!” umpat Hyeo So lalu kembali menyantap bibimbapnya yang super pedas. Begitu berhasil habis ia langsung mencuci mangkuknya lalu berjalan menuju kamarnya.

“Eh? Udah habis bibimbap nya?” tanya Key yang kebetulan berpapasan dengan Hyeo So saat ia baru keluar dari kamar. “Udah. Mandi?” Key mengangguk, Hyeo So memandangi Key yang sudah di balut rapih dengan piyama biru dan kembali melangkahkan kakinya. “Tunggu!” Hyeo So langsung menahan langkahnya.

“Wae?”

“Bibir kamu… luka karena insiden waktu itu?” Hyeo So mengerutkan alis, pura-pura lupa. “Insiden yang mana?” Hyeo So balik bertanya. “Perlu aku bahas?”

“Enggak enggak.. gak usah, makasih.” bisa-bisa wajah Hyeo So memerah kalau ia teringat dengan insiden tersebut. Memalukan sekali, berkat lantai studio yang licin keduanya di tertawakan oleh Super Junior dan di ledek habis-habisan. Mereka bilang kalau keduanya cari kesempatan untuk ciuman sehingga pura-pura terjatuh. Padahal keduanya benar-benar terpeleset, karena Hyeo So tidak langsung memberi obat kini bibirnya seperti habis berkelahi.

“Coba liat lukanya.” Key mendekati Hyeo So, sangat dekat lalu dengan lembut Key mengangkat dagu Hyeo So. “Lumayan parah. Ayo! Aku ada obatnya.” Key langsung menarik tangan Hyeo So dan membawanya masuk ke kamar Key. “Duduk.” Key mendorong Hyeo So ke kasur sedangkan dia sibuk mencari obatnya.

“Kok kamu gak bilang sih? Waktu itu gak langsung kamu kasih es yah? Harusnya kamu kasih es habis itu kasih obat, jadinya kan gak separah itu. Emang gak perih tadi waktu kamu makan pedes? Terus setiap kita latihan juga kamu gak ngeluh sakit, aku mana perhatiin bibir kamu.” oceh Key hingga obatnya berhasil di temukan.

“Jadi aku harus jawab pertanyaan yang mana?!” Key mengibaskan tangannya. “Lupain aja. Tunggu yah.. kayaknya agak perih.” dengan hati-hati dan perlahan Key menyentuh bibir Hyeo So dengan cotton buds. “AWW!!” Heyo So langsung memukul tangan Key. “Aduh.. kan udah aku bilang agak perih!”

“Itu bukan agak lagi! Tapi perih banget!”

“Kamu tadi waktu makan pedes gak sakit?” Hyeo So mengangguk polos. “Makanya aku sampe nangis terus idung aku meler deh.. ehehehe.”

“Terus… selama latihan kamu gak ngeluh sakit.”

“Karna emang gak sakit.” Jawab Hyeo So santai. “Oh gitu.. ya udah satu-satunya cara yah cuma itu doang.” Hyeo So mengerutkan alis, sedangkan Key dengan santai mengoleskan obat tersebut ke bibirnya.

“Sekalian bales yang waktu itu yah.” Hyeo So hendak bicara tapi Key membuatnya terpaku. Dengan lembut Key menyapukan bibirnya yang di olesi obat ke bibir Hyeo So, dari kiri ke kanan dan terakhir Key mengambil kesempatan untuk mengecup bibir Hyeo So.

“Selesai! Waktu itu kan kamu ngoper obat dari mulut ke mulut sekarang gantian aku ngoper obat dari bibir ke bibir. Aku turun yah!” dengan santai Key berjalan keluar, begitu ia menutup pintu Hyeo So langsung memegangi dadanya dan Key langsung bersandar di pintu.

“Ya ampun!!! Tadi aku ngapain?!” umpat Key sambil memegani dadanya yang berdetak cepat sekali dan sangat keras.

dag-dig-dug-dag-dig-dug … yang bisa Hyeo So dengar kini hanya suara detak jantungnya sendiri yang tidak beraturan dan sangat cepat. “Tenang Hyeo So… cuma berniat ngobatin kok!” Hyeo So berusaha menenangkan dirinya sendiri sambil mengatur nafas.

***

“Minho… aku benar-benar hampir gila! Apa kau pernah merasa jatuh cinta?”

“Emm.. ya pernah.”

“Seperti apa?”

“Memangnya kau tidak pernah? Kau kan mencintai Shina.”

“Tidak.. yang ini berbeda. Aku tidak pernah merasa deg-degan kalau bertemu Shina atau ada di dekat Shina. Tapi sekarang kalau aku ada di dekat Hyeo So aku jadi merasa gugup. Dan… seperti susah sekali menahan senyum, tidak ada yang lucu tapi aku tidak bisa berhenti senyum.”

“Kira-kira seperti itulah rasanya. Tapi sebenarnya kau ini ingin bersama siapa? Shina atau Hyeo So?” Key meneguk tehnya. “Entahlah… aku juga tidak tahu Minho!”

“Sudahlah Key.. jangan mempermainkan wanita, pilih satu sebelum terlambat. Yakinkan dirimu siapa yang benar-benar kau cintai!”

Ring Ding Dong

Ring Ding Dong

Ring Di~…

“Ne, Shina-ah?”

“Key… bisa jemput aku sekarang?” Key melirik jam di tangannya.

“Baiklah, aku ke sana sebentar lagi.” Minho mengangkat alisnya tidak percaya. “Hey.. kau ini kan sudah berjanji pada Hyeo So akan menjemputnya jam 9 di lokasi syuting.” Key mengangkat bahu. “Inilah salah satu alasan kenapa aku masih sulit menentukan satu di antara mereka berdua. Aku tidak mungkin membiarkan Shina sendirian, ini sudah malam.”

“Hyeo So?” Key mengangkat bahu lalu menghubungi Hyeo So. “Hyeo So.. aku gak bisa jemput kamu yah.”

“Yaahhh kenapa?? Aku udah nungguin kamu.”

“Gak bisa, pulang sendiri aja yah? Hati-hati di jalan.” ‘Hyeo So maaf… aku gak bermaksud buat jemput Shina tapi… maaf.’

“Ckckck… kau gila.” Minho berusaha menahan tangannya yang ingin sekali ia kepalkan lalu meninju Key. “Sudah yah, kasihan Shina menunggu sendirian. Sampai jumpa.”

“Kau benar-benar ingin mati!” umpat Minho begitu Key masuk ke mobil.

&&&

“Kenapa?”

“Aku gak bisa di jemput.” Hyeo So menjatuhkan dirinya dengan pasrah. “Udah malem, harusnya aku gak ngajak kamu keluar supaya kamu pulangnya gak malem-malem banget. Maaf yah… kalau aja aku gak ada acara malem ini aku pasti anterin kamu pulang.”

“Gak apa-apa Jun, Eh itu bus nya! Dadah Jun…!” Hyeo So buru-buru merapihkan barangnya dan berlari mengejar bus tersebut. “Hyeo So! Telpon aku kalau udah sampe rumah!” seru Jun lantang. “Siap bos!” Hyeo So langsung masuk ke dalam bus mencari kursi kosong.

‘Hemm… ini kursi yang di dudukin Key waktu itu yah..’ pikir Hyeo So lalu ia segera mengenakan coat biru tuanya. Selesai syuting dia tidak sempat ganti baju, jadi ia masih berbalut mini dress yang terlalu mengumbar. Hyeo So membuka ponselnya, berniat menghubungi Jonghyun.

“Yeoboseyo?” ‘sejak kapan suara Jonghyun jadi berat gini??’ pikir Hyeo So. “Hyeo So, ada masalah?” ‘ehh.. itu kan kalimat yang biasa Minho lontarkan setiap kali aku menelpon Minho’. “Ini bukan nomor Kim Jonghyun yah?? Aku salah sambung yah??”

“Ini nomorku Hyeo So, jauh sekali dari M ke J atau dari C ke K.” ‘Ahhh sial! Ternyata Minho beneran… aduuuhhh… kenapa bisa-bisanya salah nomor gini.’

“Maaf-maaf.. aku salah sambung. Annyeong haseoyo!” Hyeo So mengakhiri panggilan. “Aduhh memalukan!” umpat Hyeo So lalu memukul kepalanya, Hyeo So menarik nafas dalam-dalam lalu menekan nomor Jonghyun.

“Ohh.. Hyeo So, tumben menelpon. Ada apa?”

“Itu… Minho kau bisa menjemputku?”

“Hah?! Minho??? Ini aku Kim Jonghyun! Bukan Minho!” Hyeo So langsung menatap layar ponselnya dengan bingung. ‘Hyeo So… malam ini kau kenapa sih?!’ Hyeo So mememukul kepalanya lagi.

“Maaf oppa… aku salah ngomong. Oppa bisa jemput aku gak? Aku takut nih pulang sendirian.”

“Yaaahhh… kelasku belum selesai Hyeo So, masih setengah jam lagi. Maaf yah.” Hyeo So mendesah. “Ya udah, gak apa-apa. Makasih oppa, bye-bye!” ‘Aduuhh minta siapa lagi ini? Taemin? Gak mungkin… Aha! Onew!’

“Nuguseyo?”

“Hyeo So, oppa.”

“Oh.. hmm… dari mana tahu nomorku?”

“Dari… Key.”

“Wae?”

“Engh.. Jinki oppa… itu.. aku… bisa tolong jemput aku gak???”

“Aku lagi sibuk, pertama aku lagi ngajarin Taemin. Kedua, aku ada banyak tugas. Ketiga, aku mau nyuci baju. Keempat, aku mau nonton.” sebenarnya hubungan keduanya tidak begitu akrab di karenakan Hyeo So yang selalu mengomel karena Onew sering mecahin gelas dan susah banget di bangunin. Tapi kalau di tanya sayang atau tidak sih jawabannya iya, sebenarnya Onew ingin menjemput Hyeo So tapi dia benar-benar sibuk.

“Hufff… ya udah deh oppa, makasih. Aku pulang sendiri aja… Bye.’

“Ya bye.. engh.. tunggu! Hyeo So hati-hati di jalan.”

“Ne oppa… gomawo… bye-bye.” Hyeo So menyandarkan tubuhnya. ‘Haaaahhh.. kan serem jalan dari halte ke rumah sendirian, gelap pula!’

&&&

~Minho Pov~

Aaarrrggghhh!!! Key itu.. benar-benar menyebalkan! Berani-beraninya dia memperlakukan Hyeo So dengan seenaknya! Memangnya dia pikir siapa dia?!

Aku berjalan mendekati motor 250cc warna biru tua yang aku parkir di belakang café. sebuah pelarangan.. tapi tidak apa-apa kan kalau hanya sehari, lagi pula tidak ada polisi hari ini. Badan tinggi menguntungkan juga rupanya, beberapa polisi mengira aku sudah cukup umur untuk berkendara.

Baru beberapa kilometer aku berkendara ponselku bergetar. “Yeoboseyo?” tidak ada jawab.. siapa yang menelpon? Lampu merah! Aku merogoh kantong dan merain ponselku. Hyeo So?

“Hyeo So, ada masalah?” tanyaku khawatir. “Ini bukan nomor Kim Jonghyun yah?? Aku salah sambung yah??” Ha? Jonghyun hyung? Ada apa dengan gadis ini?

“Ini nomorku Hyeo So, jauh sekali dari M ke J atau dari C ke K.”

“Maaf-maaf.. aku salah sambung. Annyeong haseoyo!” annyeong haseoyo? Ada apa dengannya? Sejak kapan ia menggunakan sapaan formal itu?

Begitu lampu lalu lintas menunjukkan tanda bahwa boleh jalan aku langsung menarik gas, suara motorku langsung memecah keheningan malam ini. Hyeo So ingin menghubungi Jonghyun, tapi malah tersambung ke nomor ku? Itu karena contact nya tertukar atau dia sedang memikirkanku saat ini?? Aku berharap dugaan terakhir yang benar.. ke ke ke~

Aku mempercepat laju motor karena hari sudah semakin malam.. bisa-bisa mataku buram kalau terlalu malam. Hey !!! Kenapa aku belok kanan?! Ini kan arah rumah Key dan Hyeo So? Aku hendak memutar balik tapi entah kenapa perasaanku tidak enak apalagi jika memikirkan Hyeo So, dan itu membuatku terus melajukan motorku ke arah rumah Hyeo So. Sebaiknya aku telpon Hyeo So, aku berusaha merogoh kantong untuk menekan angka satu di ponselku tanpa melepaskan pandangan dari jalanan.

“Minho!” seru Hyeo So begitu ia mengangkat panggilanku. “Ne, wae Hyeo So?”

“Jangan tutup telponnya, sebentar lagi aku tiba di halte terakhir. Di sini gelap.. aku takut jalan sendirian, jadi Minho temenin aku yah lewat telpon.”

“Perlu aku jemput kamu di halte aja?”

“Iya, iya… makasih… tapi jangan di tutup. Eh gak jadi! Ini aku udah turun… di halte ada orang… nyeremin… aku gak mau. Aku terus jalan aja, jangan tutup telponnya.”

&&&

Key berdecak kesal… ia menjadi gelisah sendiri, bingung harus pilih yang mana. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam kantong, lalu menekan tombol 1 yang langsung terhubung pada Shina.

“Key.. odiga?”

“Emm… Shina-ah… aku tidak bisa menjemputmu.”

“Wae? Tadi kau bilang bisa…”

“Iya.. tapi aku merasa bersalah pada Hyeo So. Aku harus menjemputnya, kasihan dia jalan sendirian.. ini kan sudah malam.”

“Kamu tega biarin aku jalan sendirian? Aku ini kan pacar kamu!”

“Tapi… tapi Hyeo So istri aku…-“

“Terserah!” tut.. tut.. tut… “Pak, kita pulang sekarang!”

“Ne.” supir langsung berbelok ke kanan, melalui jalan memotong akan menghemat waktu. Key menekan tombol nomor 7 di ponselnya, berusaha menghubungi Hyeo So tapi nomorny sibuk. Key terus menghubungi Hyeo So hingga 7 kali tapi tetap tidak bisa. “Pak.. sedikit lebih cepet, perasaan aku kurang enak.”

&&&

Hyeo So dapat merasakan dengan jelas seseorang itu mengikutinya dari belakang, suara langkahnya terdengar berat dan di seret. Mabuk! Seru Hyeo So dalam hati.. membuatnya semakin merasa takut.

“M…m.. Minho.. aku… aku takut.” Menurut beberapa novel dan film yang sering ia baca dan tonton, kalau sudah dalam keadaan seperti ini biasanya laki-laki mabuk itu akan mecoba memperkosa sang gadis pemeran utama. ‘Haduh… jangan sampe!’ pikir Hyeo So sambil terus mempercepat langkahnya.

“Nona, sepertinya kau takut sekali denganku?” tanya orang tersebut yang tiba-tiba sudah di depan Hyeo So, membuatnya melonjak kaget. “T..t..tidak, siapa bilang?”

“Apa kau ini Hyeo So artis terkenal itu?”

“Tidak.. aku tidak terkenal kok.”

“Jangan bohong padaku nona.” orang tersebut semakin mendekat, bulu kuduk Hyeo So berdiri karena ketakutan. “Maaf, permisi. Aku harus pulang sekarang juga.” Hyeo So menunduk berusaha meningggalkan orang tersebut. “Boleh aku ikut kerumahmu?” cegat orang tersebut. “T..t..tidak bisa, permisi! Aku harus pulang sekarang.”

“Kalau begitu bisa kau memberikan mantel mu? Aku kedinginan.”

“T… tapi kau harus membiarkanku pulang!”

“Tentu saja gadis manis, aku hanya membutuhkan mantemu saja kok.” dengan ragu dan takut Hyeo So membuka mantelnya. Angin malam menghebus membuat Hyeo So semakin merinding.

“Sepertinya sekarang aku juga membutuhkan tubuhmu.” sebelum orang tersebut menerjang Hyeo So, Hyeo So yang sudah sigap langsung memukul orang tersebut dan berlari menjauh. “Hey gadis! Kau harus ganti rugi karna memukulmu dengan memberikan tubuhmu itu!” orang tersebut berlari mengejar Hyeo So yang berlari dengan cepat. Sialnya high heels membuat Hyeo So merasa lebih cepat lelah dan kakinya terasa begitu sakit.

“Dapat! Kau harus ganti rugi!” orang tersebut langsung menarik Hyeo So. “MINHO!!!!!!” jerit Hyeo So begitu ponselnya terlempar. “AAARRRGGGHH!!!” sekuat tenaga Hyeo So menendang orang tersebut. “Kau tidak akan lepas!” ancam orang tersebut dan kembali berhasil menangkap Hyeo So.

&&&

“MINHO!!!!!” jeritan itu nyaris membuat Minho goyah karena terdengar sangat nyaring dan menyakitkan. “Hyeo So bertahan!” Minho merogoh kantong dan mengambil ponselnya.

“Pak! Ada tindak kejahatan di sekitar halte Janggeok !! Istri dari Key SHINee ada di sana! Cepat pak!”

“Baik! Kami segera mengirim polisi kesana!” begitu panggilan di putus Minho mempercepat laju motor 100 km/jam. Rumah Hyeo So dan Key berada di bagian dalam daerah Janggeok dan saat kita memasuki daerah Janggeok kita akan melalui jalur lurus tanpa lampu lalu lintas dan hanya ada pepohonan dan pembatas di sisi jalan. Sehingga Minho bisa melaju dengan kecepatan tinggi walaupun kurang aman karena ini malam hari dan pencahayaan jalanan di daerah Janggeok kurang bagus.

Minho menyalakan lampu jauh, ‘Ahh! Itu haltenya!’ pikir Minho dan mempercepat laju motornya, membuat dengungan keras yang memecah kesunyian daerah Janggeok. Matanya yang tajam melihat jelas Hyeo So sedang di serang laki-laki.

Minho memepetkan motornya pada badan jalan, mempercepat laju motornya lalu membunyikan klakson

BUKK !!

Kaki panjang Minho langsung menendang laki-laki yang berada di atas Hyeo So, membuat laki-laki tersebut terlempar dan sejurus kemudian suara decitan motor mengiang.

BRAKK !!

Motor Minho terlempar, Minho kehilangan keseimbangan karena menendang orang tadi.

“Minho !!!” seru Hyeo So panik. “Hyeo So kincana?” tanya seseorang bertubuh jangkuk yang berlari mendekati dan langsung memeluk Hyeo So yang tubuhnya gemetar karena ketakutan. “Husshhh.. tenang sebentar lagi polisi datang.” Minho mengelus punggung Hyeo So lalu membelai kepala Hyeo So. Minho melepaskan pelukannya lalu mengambil mantel Hyeo So yang tergeletak di atas rerumputan.

“Pasti dingin, pakai lagi mantelmu.” Minho membantu Hyeo So mengenakan mantelnya dan tidak lama suara sirine mobil patroli polisi terdengar di kejauhan. “Kincana, kincana Hyeo So-ah…”

~ ~ ~

“Hyeo So!” seru Jonghyun, Taemin dan Onew serempak begitu memasuki kantor polisi. Ketiganya langsung berlari memeluk Hyeo So yang duduk terdiam masih berusaha menenangkan diri.

“Mianhaeyo… harusnya aku jemput kamu.” Hyeo So berusaha tersenyum. “Kincana oppa, kan oppa memang ada kelas.”

“Aku juga jadi merasa bersalah, pantas saja perasaanku tidak enak tadi. Maaf yah Hyeo So, lain kali kami akan selalu berada di sampingmu kalau kau membutuhkan kami.” ucap Onew lalu memeluk Hyeo So. “Seandainya aku bisa menyetir aku pasti langsung menjemput noona.”

“Kincana Taemin-ni.” Hyeo So mengelus kepala Taemin. “Hyeo So!” seru seseorang membuat keempatnya menoleh ke pintu. “Jun? Dari mana kamu tahu aku di sini?”

“Engh.. aku.. aku liat di TV tadi! Kamu gak apa-apa kan? Orang itu gak sempet ngapa-ngapain kan?’ Hyeo So menggeleng lemah. “Harusnya aku nganterin kamu pulang, harusnya aku tanggung jawab. Maaf banget yah Hyeo So.” Hyeo So menyeringai lemah.

BRAKK !!

Suara pintu yang menjeblak terbuka membuat kelimanya menoleh terkejut, Key terbungkuk dengan nafas terengah-engah. Keringatnya membasahi pelipis dan ujung-ujung rambutnya agak basah.

“Hyeo So…” Key kembali berlari dan langsung memeluk Hyeo So. Jun berdehem lalu mengajak Taemin, Onew dan Jonghyun untuk menyingkir. Entah kenapa berada di pelukan Key selalu membuat Hyeo So ingin menangis, pelukannya yang begitu hangat dan menghanyutkan.

“Aku… hhhh… hhhh… bener-bener minta maaf, -“ Key menelan ludahnya dengan susah payah, “seandainya.. hhh… hhh… aku bisa dateng lebih cepet… ehhh.. hhhh. Seandainya aku bisa bikin keputusan lebih cepet… hhhh…-“ Key kembali menelan ludah dengan susah payah, “hal kayak gini gak bakal terjadi kan… hhh.. maaf Hyeo So.” Key melepas pelukannya, berusaha mengatur nafas.

“Kincana.” Hyeo So menyeka keringat yang menetes di pelipis Key dengan lembut. “Uljima.. eh… uljima Hyeo So-ah.” Kali ini gantian Key, ia menyeka setetes air mata yang mengalir di pipi kanan Hyeo So lalu kembali memeluknya. Bersamaan dengan itu, Minho yang selesai memberi keterangan membuka pintu dan mendapati Key sedang memeluk Hyeo So.

‘Sekarang aku harus menangis karena apa? Maaf Minho… ini tidak seperti yang kau pikirkan.’ pikir Hyeo So, masih tidak berani membalas pelukan Key. Dan perlahan air mata mentes di pundak kiri Key, membasahi t-shirt hijaunya. “Uljima…” pinta Key lagi lalu merenggangkan pelukannya untuk menyeka air mata Hyeo So. Tapi itu hanya membuat air mata Hyeo So semakin deras mengalir. ‘Hyeo So.. pilih Minho atau Key?!’ pertanyaan itu terus berputar di otak Hyeo So.

Matanya masih terus memandang Minho yang terpaku di ambang pintu, tapi Key berhasil mengalihkan perhatiannya. ‘Minho, jangan sakit hati.. kumohon.’ pinta Hyeo So dalam hati. Minho mendesah lalu meninggalkan keduanya…

TBC

 

P.S: Maaf gak tepat waktu.. WP lagi eror… PART INI BAGUS GAK??? MENURUT AKU BAGUS BANGET !!!! YANG NULIS BUKAN AKU LOOOHHHHH….. KKKKK…..

AKU NGE-FANS BANGET SAMA YANG NULIS PART INI… kekekeke…

 

Signature

This post has written by Zika, and has claim by Zika signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

137 thoughts on “She’s My (Ex)Wife – Part 17

  1. aq ska part niehhh…
    key knpa kmu gg jmput hyeoso ksiann hyeosonya…
    ahhh jdi gg sbar par 18’a hyeoso kira2 mili yg mna yo
    author jgn lama2 lanjutannya….^^

  2. hue,, onnie ato mua reader n author yg ada dsini. mianhae, bukannya mau jadi pasiv*lupa tulisannya,hhe,*reader. tapi emang aku bukanya lebi sering lewat hp, trus,hpku yang agak lemot itu ga mau kalo aku kasi komen, ga perna berasil! aku juga agak jarang ke warnet buat buka2 n komen, jadi sekali lagi! Jongmal Mianhae! oya,, onn, aku uda ada ff yg bakal kukirim, nti kalo ada yang aneh atau kira2 salah benerin yah!
    like this ff! HWAITING!

    1. AAAANNNNNYYYYEEEEOOOOONNNGGG ^.^
      Yaa…
      Mayoritas reader SF3SI emang sering buka pake HP…
      Makanya itu… kita ngelarang talk ou of topic supaya yang pake HP gak pegel nge-scroll nya…
      Terus kalau kebanyakan komen juga kan suka gak bisa ^.^
      Aku maklumin kok ^^

      ya ya.. kita tunggu FF kamu ^^

  3. anyeong..
    bru smpet komen skrng.
    sush siy klo mu ngepost komen dr hp.

    ud d tnggu2 lho.
    q mlai bca bru2 ni siy.
    hehehe.

    crita’y sru bnget..
    btw.
    tmat’y d part yg kebrpa?

    1. Waahh annyeong ^.^
      pasti pegel yah nge scroll ke bawah???
      Sebelom aku bales komen kamu aja komen di FF ini udah 100… sekarang jadi 102… keren O.O
      Katanya Zika onn sih maunya tamat secepatnya… kayak part ke 20 gitu…
      tapi begitu di cek, terus ngejar tulisan ternyata tamat di part 30…
      semoga aja beneran tamat di part 30
      soalnya Zika onn udah bosen.. kepingin nulis FF baru lagi… kkkk
      Kata ZIka onn makasih atas pujiannya ^^

      1. hahaha.
        iyah jg siy..
        bnyak bnget yg komen.
        wah?
        mpe 30 part ea?
        kluar’y tiap kpan siy?
        krasa lma bnget nunggu’y.
        hehehe.

        1. Waaahhhh..
          hola chacha ^.^
          Ehemhem.. fans SMEW… *jadi malu deh.. wkwkwk*
          Keluarnya… seminggu sekali..
          tapi kalau aku lagi mood sih bisa seminggu 2 kali ^^

          Maaf yah.. lama nunggunya???
          Maaf kan saiaaa

  4. ehm…Zi, kok ada part 17 (rated)? huhuhu aku ga bisa baca dong..

    yg part ini aku belum baca sech say..tapi tadi liat sekilas yg part 17 (rated)..
    baiklah saya akan mulai membacanya..hehehe

  5. telat,, baru baca Qhu…..
    ngebayangan minho naik motor keren >.<……
    lanjutannya jangan lama-lama Yaph…

  6. .annyeong🙂
    .q reader baru nih !!
    .bgus bgt ff ni,, pngen cpet* bc klanjutan.a..
    .kira* kpn ya?
    .
    .oh yia q minta password.a part 17 yg satunya donk??
    .pgen bgt baca ni,,:))
    .

  7. cingu. aku minta pw nya dong buat yang rated r
    aku belom 17 tahun tapi aku penasaran chingu, aku ngga bakal macem macem kok, janji ^^v
    chingu kalo email fb boleh?
    aku penasaran chingu ini email fb aku : lisa_seprianti@yahoo.com
    chingu boleh ya chinguuuu🙂

  8. ^o^/
    Eaaaaaaaaa…
    Key sm Hyeo So peluk”an lg d dpan Minho u,u

    Jun itu apaan sih ..
    Rese =3=

    Aaaaaaa~~ Daebak!! >o<

  9. tpi min kok sebelum part ini kyaknya ley mau mmpermainkan hyeo so deh.. setelah jtuh cinta bkalan di tinggali gitu aja… awas kw key klo brani bgitu kpada prempuan… fyuhhh

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s