The Name I Love – Part 4 (End)

The Name I Love


Main Cast: Lee Jinki, Choi Minho

“Onew… terlalu lemah untuk bertahan Sun Yi…dia sudah terlalu lama menunggu donor ginjal” Tangisan Ahjuma pecah.. dia langsung memelukku erat… Aku sekuat tenaga untuk bertahan tapi semuanya terlalu menyakitkan..ANDWAEE.. Uljiimaaa Sun Yi..jangan.. aku sudah lelah menangis.. aku capek.. DUUBBUU!!!. Awas nanti kalu kau bangun akan ku cekek lehermu karena kau telah membuat air mataku keluar banyak.dan awas kalau kamu berani meninggalkanku! Kamu BELUM TAHU ISI HATIKU Lee Jin Ki!!!! Aku merasa Kepalaku sakit.. terlalu banyak kejadian yang ku alami hari ini. Dan semuanya….. gelap…

*****

Meskipun aku berfikir ini tak akan lama, tetapi cintaku untukmu tidak akan pernah terganti

“Ntar cerita cinta aku kayak apa ya..?”

“Cerita cinta yang pas buat kamu judulnya… ‘the beast and handsome’ haaa..”. Onew tertawa puas tangannya memegang perut yang sakit karena tawanya yang keras.

“aku dong yang buruk rupa! Dasar Dubbuu!”. Aku menjambak rambutnya.

“Emang mau cerita cinta kayak apa? Romeo dan Juliet?”. Tanyanya setelah tawanya reda.

“Aaniiyoo! Masa aku harus minum racun!”

“Rose dan Jack yang ada di Titanic?”tanyanya lagi

“Gak mau! Kasian cowoknya mati kedinginan”

“Ooo.. atau mau kayak Zhao sen-sen yang ada di Silence, drama Taiwan kesukaan kamu itu?”

“Meskipun aku suka banget ma ceritanya tapi aku gak mau ditinggalin, Rose-jack, romeo-Juliet, Zhao sen sen-Qi wei yi, mereka gak bisa bersatu selamanya, dan aku berharap cerita cinta aku gak ada yang meninggalkan atau ditinggalkan, kalo mo mati bareng-bareng aja!”

Onew terdiam. Dia meletakkan kotak bekalnya dan menatap kedepan. Keheningan menengahi suasana cukup lama. Aku memperhatikan wajahnya dari samping, menunggu tanggapan dari Onew.

“tapi kenyataannya gak ada yang abadi!” Ucapnya pelan

“Nee, tapi gak ada salahnya kan berharap?”. Tanyaku gak mau kalah.

Onew menjawabnya dengan senyum datar dan kemudian mengacak-acak rambutku lembut.

“Jangan terlalu berharap Sun Yi. Aku takut kau akan kecewa disuatu saat.!”

“Sun Yii…kamu sudah sadar…naa?

Suara Umma membuyarkan mimpiku dengan Onew, kejadian dalam mimpiku itu terjadi saat kami masih kelas sepuluh. Sinar lampu menyilaukan mataku. Aku berusaha membuka mata dan menangkap semuanya dengan jelas. Yang aku lihat hanya atap dan tembok putih, Appa dan Umaku tersenyum melihatku.

“A..aku ada dimana..?” kataku pelan. Kepalaku masih pusing.

“Tenaang dulu Sun Yi.. kamu ada di rumah sakit….”

“Rumah sakit….?”. Aku teringat Onew. Bagaimana keadaannya sekarang.

Aku berusaha bangun tapi orangtuaku menahanku.

“Umma..Appa.. lepaskan aku. Sun Yi  mau melihat Onew..”. Aku berusaha melepaskan tangan Uma yang memegang erat tanganku.

“Jangan Sun Yi…. Kamu belum stabil..”

“Gowenchana.. aku hanya kelelahan sajjah..”

“Tappii….”. Aku tidak menghiraukan perkataan Appa.. aku langsung turun dari tempat tidur. Dan berlari kecil di koridor rumah sakit.

Onew sekarang aku tidak peduli dengan kisah yang meninggalkan dan yang ditinggalkan itu. Aku hanya peduli dengan kisah Park Sun Yi dan Lee Jin Ki, pasangan yang harus mengalami kebodohan karena tidak bisa mengatakan satu kata yang begitu mudah dikatakan, anak kecilpun bisa mengatakannya dengan mudah. Kata itu berbunyi ‘Sarang’. Aku juga tak peduli berapa lama lagi kau bisa bertahan. Tapi jebal.. tunggu aku. Aku ingin mengatakan kata itu agar aku tidak merasakan penyesalan

Akhirnya aku tiba didepan pintu kamar Onew.  Aku melihat Minho dan Neul Rin Ahjuma terduduk lemah. Sesaat kemudian Donghae ahjussi dan dokter keluar dari pintu kamar. Mereka terlihat tidak bersemangat. Aku langsung menghampiri mereka.

“Gowenchanayo..?” tanyaku khawatir.Donghae ahjussi menghampiriku. Mulutnya mendekati telingaku.. dia berbisik.

“Mungkin, hanya kamu yang terakhir ia harapkan di dunia ini…”

Mata Ahjussi menatapku lalu ia mengangguk pelan. Tanpa berfikir lagi aku langsung masuk.

Aku berdiri menatap wajah Onew yang terbaring lemah di tempat tidur. Laki-laki itu seperti tidur dalam gelisah seakan menunggu seseorang. Aku mendekat, lalu membungkuk, dan berbisik di telinga Onew.

“Kalau memang harus pergi, aku rela..karena aku tahu, kamu sudah bertahan. Aku tahu bertahan itu sulit, aku tahu itu pasti menyakitkan. Gomawo buat semuanya…Lee Jin Ki kamu harus dengar ini dan aku tahu kamu mendengarnya….”Saranghae…my Jagiya….”.Aku mengecup keningnya yang dingin. Air mataku jatuh dan mendarat di pipinya.

Suara monitor jantung terdengar naik turun, lalu perlahan suara itu berganti menjadi sebuah dengungan panjang. Dia benar-benar pergi…tanpa mengucapkan ‘Na do Saranghae’ dan itu sangat menyakitkan.

****

Dan itulah kisahku dengannya. Kisah yang membuatku bingung…Apakah dia benar-benar menyayangiku?. Semua yang terjadi seakan belum cukup untuk membuatku percaya dia menyukaiku. Aku sangat ingin sekali mendengar Onew mengucapkan ‘Na do saranghae’. Tapi hidup harus berjalan tanpanya.

Kisah ini membuatku berubah. Aku lebih nyaman sendiri, mengenangnya dalam lamunanku itu selalu membuat hatiku hangat karena itu membuatku merasakan kalau dia masih disampingku. Aku tidak berani datang ke belakang bangunan kelas itu lagi. Aku takut harus tahu kalau dia tidak ada lagi disana. Dia, Namja yang sedang menatap langit, memakan kotak bekalnya, dan sedang tenggelam dalam kesendiriannya.Seakan aku merasakan apa yang selama ini dia rasakan. Kesepian.. ternyata menyedihkan.

Dan sekarang aku sedang duduk di balkon rumahku, menatap langit malam yang dihiasi banyak bintang kecil. Aku menunjuk satu bintang yang paling terang.

“Apa itu bintang milikmu Onew. .?”. Tanyaku pelan.

Heniing, tidak ada jawaban… aku tersenyum dan mengangguk pelan. ‘Tenaang Dubuu. .aku tahu. Kau ingin menjawabnya tapi tidak bisa kan?. Aku tahu bintang itu milikmu. Baik-baik disana ya….!’. Aku berusaha menghibur diriku sendiri.

Aku memakai sepasang headsetku dan memutar sebuah lagu. Sebuah lagu kesukaan Onew, kami selalu mendengarkannya bersama di tempat belakang kelas.

Chin-gu ya…. Bogoshipeulkkeoyaa..!

Lagu itu berjudul..

The name I love

oni siryeowa sarangui gieogi chagapge dagawa

Dua tangan yang bergetar mengingatkan aku tentang cinta yang sudah mendingin

aryeoonda ijeneun deo isang neoreul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman

Sekarang menjadi mengerikan, aku tidak ingin menolakmu, tetapi aku baru menyadarinya sekarang

gakkai inneun neol saranghal su eomneungeol algo itgie

Tidak tahu bagaimana caranya mengahiri ini semua, Aku tahu bahwa aku tak akan bisa mencintaimu selamanya

nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureo

Aku tidak bisa merindukanmu, menunggumu membuat diriku lelah

ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie

Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, dan Aku tidak dapat menyadari ini semua

(*)naega saranghaetdeon geu ireum

Nama yang aku cinta hanya satu dalam hidup ini

bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon

Telah menjauh dan menjauh dariku.

geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo

Aku menuliskan namamu di atas kertas dan selalu menjaganya dalam hatiku

nae ane sumgo sipeojyeo

Dari sejak itu aku hanya merasakan bahwa aku hanya akan mencintaimu selamanya

neol saranghal subakke eobseotdeon

Cinta yang tidak bisa bersama, juga dinamakan cinta

geu nareul ijen arajwoyo

Aku tidak dapat mempertahankan kenangan cinta dan merasakannya sendiri

irul su eomneun sarangdo saranginikka

Aku tidak bisa memulai ini semua, aku hanya merindukanmu secara diam-diam dalam hatiku

honja hal su eomneun sarangiran neukkimeun naege dagawa

Hatiku hanya keliru dalam mencium bau tubuhmu, itu yang aku rindu dan selalu aku cinta.

sijak hal su do eomneun geuriumdeureun keojyeoman gago

sirin gaseum han kyeonen neoui hyanggiman nam

sucheon beoneul dorikyeo cheoeumui naro gan sungane

Ingat, pertama kali aku melihatmu menghampiri diriku

gaseum han guseoge da asagal ne moseubin geol

Dan mencuri hatiku tanpa sepengetahuanku


The End.

By: Ahn Neul Rin

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^
Advertisements

83 thoughts on “The Name I Love – Part 4 (End)”

  1. aigoo….
    Sedig banget….sampe airmata gak bisa berhenti kayak keran aja…..
    OMO!!!
    chongmal…….
    keren deh……
    author tanggung jawab nih, kertas hapalan qq jadi basah semua….

  2. nangis dari awal cerita sampe akhirnya, apalagi sambil denger lagu The Name I Love – nya, makin kenceng nih nangisnya!

    DAEBAK!

  3. ahh… eottoke? penulisnya harus tanggung jawab nih! readers nya jdi nangis smua, hehehe…
    Ceritanya terlalu daebak :’)

  4. Baca FF ini, aku menjadi imagination..

    Hweee tanggung jawab nangis nih.
    Apalagi dah baca FF ini dengar lagu The Name I Loved.

  5. huhu… TT_TT..
    sedih banget chingu!!!
    Air mataku meleleh begitu saja tdk bisa di ajak kompromi lg…
    dTT_TTb… Keren!

  6. endingnya bener2 bikin galau T.T
    jd ikut ngerasain perasaan sun yi, sedih bgt kayanya nginget onew yg selalu sendirian *ciumonew*
    soo nice story! DX *hiks*

  7. hiks…hikss..hiks…
    sedih benget ceritax..
    sampe2 air mataku terjatuh jga pas membacax…
    kisah cinta sejati deh..

  8. Aaaa author tanggung jawab, air mata ngalir terus dr part 1 sampe end! Mataku sampe sembab ini -,- ceritanya bagus banget, sedihhhh…

  9. authornya tegaaaa~ tanggung jawab, rumah kebanjiran nih 😥 hiks ondubu-ya, begini lagi… kenapa harus seperti ini lagi? *sinetron wkwk

  10. omooo~
    ff ini bener-beneerr #mewek
    aku baru pertama baca ff sampek nangis ngejer gini T_T baca miracle romance aja nggak sampek gini *mian eon diya*

    feel-nya dapet banget.. bener-bener ngerasa aku itu Sun Yi yang kehilangan Onew. kyaaa~ DAEBAK thor!
    anda sukses bikin aku mewek sampek diliatin kucingku! (?)

  11. Ff pertama yg buat aku nangis,,
    Feel nya dpt bnget,
    IEGO JEONGMAL DDDDAEEBAAAAAK!!!
    mian thor bru komen d part ini. . .
    Hehehe^^
    Ada karya lain gak thor?
    Kalaw ada apa?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s