Love Letter

Love Letter


Main Cast : Lee Jinki a.k.a Onew

Support : SHINee

Author : Shaylee

Siapa bilang seorang idola tidak bisa jatuh cinta pada fans-nya? Tentu saja bisa. Buktinya saja aku, Lee Jinki, leader Shinee, boyband asal korea, yang jatuh cinta pada fansnya sendiri. Gila bukan? Padahal masih banyak artis atau girlband yang lebih cantik dari wanita itu, tapi entah mengapa aku tidak bisa berpaling darinya.

~~~

Pagi itu aku terbangun dengan teriakan Key dari pintu, kenapa sih orang itu sering sekali berteriak? Aku pun berjalan terhuyung – huyung ke meja makan. Ternyata Jonghyun, Minho, dan Taemin juga sudah duduk disitu sedang makan. Hanya aku saja yang baru bangun.

Aku meneguk susu yang sudah Key buatkan untukku, tinggal menunggu sarapanku matang dibuat olehnya. Aku membaca jadwal manggung Shinee hari ini, hanya ada siaran di Sukira bersama Leeteuk dan Eunhyuk hyung. Kemudian baru besok kami akan tampil di Music Bank.

“Ya Dubu! Cepatlah habiskan makananmu, kau ini leader tapi lelet sekali, habis itu cepat mandi jika tidak ingin terlambat!” Key kembali berteriak.

“Haish! Kau ini! Tenggorokan mu itu terbuat dari apa? Suka sekali berteriak” aku membalasnya.

Ia hanya membalasku dengan cengiran. Setelah aku menyelesaikan makanku dan segera mandi, kami semua berangkat ke Sukira. Sampai disana, kami diberi script masing – masing. Isinya tentang apa saja yang akan dibahas hari ini, juga ada part dimana kami bernyanyi live dan hanya diiringi permainan gitar.

“Kau mau kemana hyung?” Tanya Taemin saat aku berjalan hendak keluar dari studio.

“Aku ingin ke toilet Taemin-ah. Kau mau ikut bersamaku?” ledekku.

“Aniyo hyung, kau ajak saja Jonghyun hyung. Aku masih normal” ia tersenyum dengan rambut jamurnya. “Aduh! Sakit hyung” ternyata Jonghyun yang mendengar ucapan Taemin tadi menjitak kepala Taemin.

Ckckck, mimpi apa aku dulu bisa jadi leader boyband seperti ini? Lucu sekali. Ada yang suka berteriak – teriak seperti ibu – ibu, ada yang suka jahil dan sensitive, ada yang masih lugu dan suka meledek orang, ada juga yang sangat ‘berkharisma’ tapi kadang jika sedang menonton olahraga, seperti tidak punya charisma. Tapi itu semua yang kusayang dari semua dongsaengku. Mereka mempunyai jati diri dan latar belakang yang berbeda, tapi masih bisa kompak dalam satu grup.

Karena tidak sadar melamun, aku menabrak seseorang. Seorang gadis sepertinya kalau mendengar rintihannya saat ia tertabrak olehku. “Mianhe. Jeongmal mianhe” aku membantunya berdiri.

Kurasakan tatapan keterkejutan dari matanya saat melihatku. Kurasa ia bukan orang korea dari matanya yang besar dan kulitnya yang kuning, bukan putih pucat. Ia menutup mulutnya saat melihatku. Kemudian membungkuk dan mengucapkan kata maaf. “No, I’m sorry. I’m the one who didn’t pay attention.”

Ia meninggalkanku dan menghilang dibalik tembok. Entah mengapa aku suka melihat matanya yang berwarna cokelat madu. Apakakah ia menggunakan lensa kontak? Entahlah. Lagian apa juga urusanku ia menggunakan lensa kontak atau tidak. Aku kembali melanjutkan misiku untuk pergi ke toilet.

Setelah aku kembali dari toilet ternyata siaran sudah hampir mau dimulai, hanya tinggal menunggu iklan selesai diputar. Aku duduk diantara Minho dan Key. Si dua kepribadian berbeda, tapi saat bertemu Yoogeun, jangan ditanya.

“Sekarang kami akan membacakan pertanyaan dari para pendengar yang dikirimkan kesini” ujar Leeteuk hyung.

“Pertanyaan pertama, dari lovetaeminho ‘Taemin oppa, jangan mau kalah dari Minho oppa soal tinggi! Aku tidak peduli bagaimana keadaanmu, aku akan selalu mendukung kalian! Fighting!’ wah sepertinya itu bukan pertanyaan ya? Hahaha tidak apalah. Taemin-ssi, ayo jawabanmu” ujar Eunhyuk hyung.

“Wah siapapun itu, Terima kasih banyak sudah mendukung kami. Tenang saja, masa pertumbuhanku masih lebih lama dibanding Minho hyung yang mungkin setahun lagi sudah tidak bisa meninggi” jawab Taemin dan disambut tawa dari yang lainnya, termasuk aku.

Lalu datang pertanyaan dan pernyataan yang lain, sampai ada satu pertanyaan yang dibuat untukku. “ Hmm, ini buat Onew-ssi” Leeteuk hyung membaca layar computer dibawahnya dengan seksama, “ ‘Onew oppa,  apakah menurutmu bisa seorang idola sepertimu jatuh cinta kepada seorang fans?’ “

Aku bingung ingin menjawabnya, sebelumnya aku belum pernah membayangkan seorang idola berpacaran dengan fansnya, tapi itu bisa saja kan? “Menurutku bisa saja. Apa yang tidak bisa di dunia ini kan? Lagipula idola dan fans kan sama – sama manusia. Kecuali kau mengidolakan kucing.” Jawabku.

Semua terdiam. Melihat kearahku. Kemudian menertawakanku, bukan menertawakan leluconku. Ya, ini yang mereka sebut dengan Onew sangtae, atau Onew condition.

~~~

Kami semua berjalan keluar studio menuju mobil yang biasa kami gunakan. Ternyata ada banyak Shawol yang menunggu kami diluar gedung. Kemudian, aku melihatnya. Aku melihat wanita yang tidak sengaja kutabrak tadi. Ia menunduk malu sambil kembali menutup mulutnya. Kenapa dia selalu menutup mulutnya?

Aku bersandar di kursi mobil, melepas lelah dengan mencoba tertidur. Menjadi seorang idola sedikit mengganggu istirahatku. Tapi sudahlah, rasa kantukku pasti hilang saat melihat Shawol bersorak senang melihat Shinee perform diatas panggung. Aku kembali membuka mataku yang sudah setengah terpejam saat seseorang menepuk bahuku dari belakang. Ternyata manager hyung.

“Waeyo hyung?” tanyaku.

“Ini, ada surat untukmu. Tadi ada seorang yeoja yang hampir menangis ingin memberimu surat ini. Ia bahkan sampai memohon – mohon padaku dan menjelaskan bahwa itu bukan surat teroris atau ancaman.” Ia menyerahkan sebuah amplop putih.

Lee Jinki. Begitu tulisnya di bagian depan amplop. Aku mencium amplop itu, tidak ada baunya. Bukankah biasanya seorang yeoja jika mengirim surat cinta menggunakan parfum pada amplopnya? Aku mulai membaca. Eh? Bukan orang Korea ya? Dia menuliskan surat itu dengan bahasa inggris.

Annyeong Jinki oppa.

Sorry, I can’t speak Korean. So, Can I write it in English? I hope I can. I know you will understand what I wrote, right? ^^

I want to tell you something. Maybe you’ve heard these words before from your other fans. But this is the first time for me. To tell you this is not easy. That’s why I sent this through a letter.

Two months ago, I’m not a fan of Shinee. I only knew Shinee from the soundtrack that you sang. Until one time, my friend downloaded a song called ‘One Year Later’. I didn’t knew who sang that song, because it is only written the title of the song.

First time I listened to that song, I felt something different. When I heard the man voice, my heart can’t stop beating faster. And I realized that’s kind of unusual. I started to found out who sang that song in the internet. His name is Lee Jinki or people used to call him Onew.

I never felt something like this before. I don’t know what it is. I don’t know if this love is a love from a fan to an idol, or love from a girl to a boy that she love. But I do know that this feel is for you. Lee Jinki, the leader of Shinee.

Sincerely, your admirer.

Aku masih menatap surat yang kupegang tadi. Kau salah, belum ada yang mengatakan seperti ini sebelumnya. Mungkin sebelumnya banyak yang bilang ia suka padaku, aku ini imut, aku ini tampan, aku ini pria idamannya, ia ingin aku menjadi kekasihnya. Tapi tidak ada yang mengatakan bahwa ia mencintaku sebagai laki – laki, bukan sebagai idola. Siapa wanita ini? Eh tunggu, ini benar wanita kan?

“Surat apa itu hyung?” tiba-tiba Taemin merebut kertas yang aku pegang tadi.

“Eh Taemin-ah kembalikan!” aku mencoba merebut kembali kertas itu, tetapi Minho telah menahan tanganku.

“Sudahlah hyung, kami sudah biasa membaca surat dari fans bersama-sama kan?” ujarnya.

Mereka berempat membacanya berbarengan, sementara aku hanya bisa memikirkan kata – katanya tadi. Ia menggunakan bahasa inggris dan tidak bisa berbahasa Korea. Berarti dia dari mana? Luar Korea? China? Bukan. Biasanya fans China menuliskan suratnya ya dengan bahasa China juga.

“Ini surat dari fans ya hyung?” Taemin mengembalikan surat yang ia baca tadi.

“Sepertinya begitu”

“Berbeda ya” gumamnya.

~~~

Setelah sampai di dorm, hari sudah mulai gelap. Manager hyung menyuruh kami untuk beristirahat karena besok sudah harus tampil di MuBank. Aku merebahkan diriku dikasur sambil memperhatikan dongsaengku yang sudah terlelap tidur. Kemudian aku tiba – tiba teringat dengan gadis yang kutabrak tadi sewaktu berjalan ke toilet di sukira. Gadis yang dari bentuk mukanya tidak terlihat seperti orang Korea.

Aku memimpikan gadis itu malam ini, ia menggunakan dress putih gading selutut, menangis di bangku taman sendirian. Satu tangannya ia gunakan untuk menopang tubuhnya, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menutup mulutnya menahan tangis. Saat aku mencoba medekatinya, ia sudah terlanjur pergi. Aku menghampiri bangku yang ia duduki tadi, ada sepucuk surat. Lee Jinki. Tertulis seperti itu, surat yang sama seperti surat yang aku terima tadi sore.

“Hyuuuuuung! Banguuun!” Taemin memukul-mukul tanganku. “Hyuung, bangun dooong!” ia mengeluarkan jurus anak – anak nya.

“Aih Taemin-ah, kau ini kan sudah besar!” aku terpaksa terbangun karena Taemin tidak berhenti memukulkan tangannya di lenganku.

“Hyung, buatkan aku makanan dong hyung. Kibum hyung sudah pergi duluan tadi pagi dengan Minho dan Jonghyun hyung. Kau kan tau aku hanya bisa masak ramen hyung” ia mulai menggunakan wajah imutnya sebagai senjata. Rasanya aku ingin sekali mencubit pipinya sampai ia tidak bisa berbicara lagi huh.

Setelah aku mencuci muka dan menggosok gigiku, aku membuatkan dua mangkuk japchae plus ayam untuk Taemin dan aku.

“Hyung, tadi ini ada surat buatmu” Taemin menyerahkan surat kepadaku.

“Dari siapa?” tanyaku.

“Dari yeoja. Tadi pagi aku ingin membuang sesuatu diluar, kemudian ada seorang yeoja datang menghampiriku. Kukira ia ingin minta tanda tangan dan foto bersama di pagi-pagi buta, eh ternyata ia ingin menyerahkan surat. Dan sialnya surat itu bukan buatku, padahal yeojanya cantik” gerutu Taemin.

“Jjinca? Yeoja cantik?” tanyaku sambil mulai makan Japchae yang aku buat.

Taemin menganggukkan kepalanya sambil terus mengunyah.

Aku kembali membaca surat yang tadi Taemin berikan kepadaku.

Annyeong Jinki oppa,

I finally met you yesterday. I was too nervous to look into your beautiful eyes. I hope today I can see you again. I will come to MuBank today, I want to hear my favorite voice. I really hope Shinee will win the award. And if so, will you promise me not to cry? I hate to see you cry, because it would make me cry too. Fighting!

Sicerely, your admirer.

Gadis ini. Aku akan mencarinya di Music Bank nanti. Harus. Aku harus tau siapa dia sebenarnya. Gadis yang membuatku penasaran selama beberapa hari belakangan ini.

~~~

Aku sungguh terkejut saat mengetahui lagu baru kami, Juliette berhasil menang sebagai lagu terpopuler sehari setelah comeback kami. Entah apa yang aku rasakan sekarang, rasanya aku ingin menangis, ingin teriak, tertawa, aku juga ingin sekali memeluk para Shawol.

Kulihat Joghyun sudah tidak bisa menguasai dirinya. Ia sudah menangis meraung – raung karena shock. Key juga menangis. Kulihat Taemin dan Minho yang tidak menangis, tapi tidak berhenti mengumbar senyum sambil sesekali mencoba menenangkan Jonghyun.

Pembawa acara menyuruhku untuk speech kepada semua penonton. Aku mengatakan aku sungguh berterimakasih kepada semua orang yang telah membantu dan mendukung Shinee selama ini. Juga kepada Shawol yang selalu mendukung dan mencintai kami. Aku sudah menganggap Shawol sebagai bagian dari karir dan hidupku. Tidak akan ada Shinee jika tidak ada Shawol.

Saat aku masih menyampaikan speech ku, aku tidak bisa menahan tangisku. Akhirnya akupun menangis. Kemudian aku melihatnya. Gadis itu mengenakan dress putih gading persis seperti mimpiku semalam, dan gadis itu menangis sekarang. Mataku dan matanya bertatapan. Aku membaca gerak bibirnya, “Uljima”

~~~

Kami semua berpelukan di backstage. Beberapa artis juga ikut datang dan menyelamati kami atas kemenangan tadi. Jonghyun sudah bisa menenangkan diri walaupun matanya masih sembab dan sesekali kembali menangis.

Aku melihat gadis itu sedang berjalan gontai saat aku keluar dari ruang ganti. Menyandarkan badannya ke tembok. Ia sedang menangis rupanya. Ia memegang sebuah amplop. Yang kupercaya adalah amplop untukku. Aku mencoba menghampirinya. Saat ia sadar aku menghampirinya, ia segera menutup mukanya dan berbalik badan.

Aku menahan lengan gadis itu dan membalikkan badannya. Ia menengadahkan kepala dan menoleh kearahku. Aku tersenyum, ia membalas senyumanku dengan lemah.

Why are you crying?” tanyaku.

Didn’t you read my letter?” ia balik bertanya.

“Are you crying because of me?”

Ia tidak menjawab pertanyaanku, tetapi ia menyodorkan sebuah amplop.

Aku membuka dan mulai membaca surat itu.

Annyeong Jinki oppa

In this letter I will express my true feelings to you, because this could be my last letter.

Now I’ve been realized that I love you as a man. Maybe you will think I’m kind of weird, but this is what I feel to you. I love you since the first time I hear your voice. I love you more since the first time I met you. Saranghaeyo Lee Jinki

Sincerely, your admirer

Aku memasukan surat itu kembali kedalam amplop, dan sekarang aku sedang menatap gadis itu. Ia masih tidak berani menatapku.

“Look at me..” ia menatap mataku, “Maybe this seems weirder, but I love you too since the first time I accidentally hit you. And I also love you more since you started sending letters to me”

Ia menatapku tak percaya. Aku memeluknya sekarang, dan pelan-pelan ia membalas pelukanku.

“Would you be my girl?” tanyaku.

“I do”

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^


Rainbow – Part 6

RAINBOW

Author: Wiga

saat nada tertidur di rumah sakit:

“ hyung, lihat hp mu ada berapa miscall…….?” kata kibum sambil mengutak atik hp nya.

onew dan minho segera mengecek hp nya masing-masing.

“ ada 27 miscall, seluruhnya dari jonghyun..” kata onew

“ punya ku ada 29 miscall, dari yui..” sambung minho

“ punya ku ada 21 miscall dari taemin..” susul kibum.

“ tampak nya mereka mengkhawatirkan kita..” kata onew

“ kibum, apa tak sebaiknya kau dan minho pulang, biar aku yang menunggu nada disini..” lanjutnya lagi.

kibum mengangguk,

“ aku juga ingin menjaganya hyung, nada seperti ini gara-gara aku..” kata minho.

“ kibum kau pulang saja, bawa motor ku..” lanjutnya sambil melemparkan kunci motor nya ke arah kibum.

“ beritahu aku hyung, jika terjadi apa apa dengan nada” kata kibum sambil memakai jaketnya dan bersiap untuk pergi.

“ aku masih ingin mendengar keterangan dari mu minho……….” onew memulai percakapan tak la0ma setelah kibum pergi.

“ keterangan apa hyung..” minho masih belum mengerti.

“ mengapa ini semua terjadi..”

“ tapi aku benar-benar tidak tau, hyung,,,”

“ ceritakan yang kamu ketahui, apapun itu…” kata onew lemah.

minho menghela nafasnya sebentar, kemudian ia mulai bercerita.

“ nama nya Jessica.. sudah dua bulan ini dia mendekatiku terus, menelpon, sms, atau mencoba mendekatiku pada waktu istirahat.

tapi aku tidak suka padanya, aku hanya semakin risih jika ia terus-terusan mendekati ku.

sampai akhirnya minggu lalu, ia menyatakan cinta nya padaku..

aku menolaknya, tentu saja.. aku tidak mencintai nya.. dan ku bilang padanya aku sudah mencintai orang lain…”

“ dan orang lain itu adalah nada..?” Tanya onew

“ aku tak tau kenapa dia berpikir seperti itu..” minho mengelak.

onew hanya terdiam dan mengamati nada, ia berpikir mungkin minho menyukai nada karena sikapnya terhadap nada sangat baik, berbeda dengan sikapnya terhadap yui atau gadis lain yang selalu dingin.

“ sakiiit,,, tolong hentikan,,, sakit..” terdengar suara parau nada.

segera minho dan onew menghampirinya.

onew berdiri di sisi kanan nada, sedangkan minho di sisi kirinya..

“ dya menangis, hyung….” kata minho sambil mengusap air mata nada.

“ tangan nya bergetar, mungkin ia mengigau.. apa perlu kita panggil dokter??” onew mulai panik. tangannya menggenggam erat tangan nada.

**********************

nada membuka matanya perlahan, ia merasa pandangan nya berputar, sekujur tubuhnya terasa sakit. ia merasakan  ada yang menggenggam tangan nya.

nada menoleh ke kiri, ternyata minho sedang tertidur disampingnya, tangan minho menggenggam tangan nya.

nada menoleh ke kanan, onew pun sedang tertidur sambil memegang tangan kanan nada.

“ nada… kau sudah bangun rupanya….” minho terbangun.

nada hanya bisa mengangguk.

tak lama kemudian onew juga terbangun,

“ bagaimana keadaanmu nada??” Tanya onew

nada menggeleng sambil tersenyum.

onew melihat jam tangan nya, “ sudah jam 5 subuh…” gumam nya.

“oppa.. aku ingin pulang..” kata nada parau.

“ yaaa… tapi kita harus menunggu keputusan dari dokter..” kata onew lemah.

tak lama kemudian dokter datang, dan memberi izin kepada nada untuk pulang.

********************

nada beristirahat selama 3 hari di dorm nya. kini memar diwajah nya sudah mulai menghilang dan luka lebamm ditubuh nya berangsur-angsur membaik.

nada ingin masuk kuliah hari ini namun semua teman nya melarang dengan alasan kondisi nada masih lemah,

“ aku benar sudah gak apa-apa, yui..”  kata nada pelan sambil membereskan bukunya,

“ tidak nada!! kamu masih harus istirahat!! lihat, wajah mu masih pucat, dan luka dibibirmu juga belum kering..” kata yui menghawatirkan teman nya.

“ tapi aku sungguh sangat bosan dirumah yui..”

nada cemberut, ia keluar kamar nya dan menuju ke dapur,

“ Yaaa!!! nada!!! sedang apa kamu disini??” teriak kibum

“ aku hanya ingin membantu oppa..” gumam nada sambil menuju dish washer untuk mencuci piring.

“ NO.. NO… Nada!! kamu istirahat saja, ini biar taemin yang mengerjakan,, TAEEMINNIIEE!!!!!” teriak kibum memanggil taemin.

nada menghela nafas nya. ia melihat sekeliling rumah nya, tampak nya ruang tamu belum disapu, nada segera mengambil sapu,

“ YAAAAA!!!!!! NADA!!! apa yang kamu lakukan!!!!!!!!!!” teriak jonghyun.

“ a a a AKu hanya ingin menyapu oppaa..” kata nada pelan,

“ Jangan!!! biar aku saja,,,” jonghyun segera merebut sapu dari tangan nada.

nada terdiam, tak ada yang bisa ia lakukan, ia akhirnya berjalan ke teras dorm nya, merasakan udara pagi yang sangat menyegarkan.

tak lama kemudian onew datang menghampirinya.

“ nada…”

“ oppaa..”

“ mengapa cemberut? luka mu masih sakit?? Tanya onew.

“ Anni oppa… aku hanya bingung tidak ada yang bisa aku kerjakan..’’ gumam nada pelan.

“ mereka hanya khawatir dengan mu nada, mukamu masih pucat..” onew menerangkan sambil memandang muka nada.

nada terdiam menunduk,

“ aku hanya bosan…” bisik nya perlahan.

onew tersenyum.

“ hari ini aku tidak ada kelas, ku temani kau seharian dirumah.” kata onew sambil mengacak-acak rambut nada.

“ oppa.. anniiyo..” nada tersenyum mencoba merapikan rambutnya.

onew tertawa dan terus mengacak-acak rambut nada

dari dalam dorm tampak minho mengamati mereka.

setelah semua pergi ke kampus, onew duduk disebelah nada yang sedang menonton televisi,

“ nada…” Kata onew.

namun nada sepertinya tidak mendengar, pandangan nya serius ke layar tv menonton berita infotaiment. onew memandangi nada, lalu tersenyum.

mata nya mencari-cari remot tv, akhirnya ia menemukan nya di dekat kaki nada,

pelan pelan ia mengambilnya. ia memandangi nada lagi dan segera mematikan tv.

“ oppaa… mengapa kau matikan??” protes nada pelan.

onew diam saja, ia menyembunyikan remot tv ke bawah kursinya.

“ opppaaaaaaaaaaaaaa” pinta nada merajuk, namun onew hanya memandang nada dan tertawa.

“ya sudah.. aku ke kamar saja…” kata nada segera berdiri.

“ tunggu….. nada…” tiba-tiba onew memegang tangan nada.

“ mmmmm… ada yang ingin ku tunjukkan..” kata onew berdiri sambil berjalan ke arah piano di sudut dormnya.

ia menggandeng nada,

“ duduk disebelahku..” pinta onew

nada duduk disebelah onew, kemudian onew melepaskan tangan nada dan membuka kap piano.

onew menghela nafas sebentar,

“ ini lagu buat nada….” kata onew

ia meletak kan jari-jari nya diatas tutstuts piano dan mulai menekan nya satu persatu.

nada mengamati gerakkan tangan onew dan mendengarkan dentingan piano dengan seksama.

nada tersenyum, kemudian tertawa saat ia tau lagu yang onew main kan.

“twinkle.. twinkle.. little star..” onew bernyanyi sambil menatap nada, dan nada pun tertawa karena merasa terhibur dengan permainan piano onew.

setelah onew selesai memainkan lagu itu, onew tersenyum memandang nada dan berkata

“ kau tau nada… kau sangat cantik bila sedang tertawa..”

lalu ia melanjutkan menekan tuts piano dan mulai bernyanyi..

“soni siryeowa.. sarange giyeoki chagapge dagawa aryeo onda..

ijaeneun deoisang neoreul bujunghago sipji aneun nareul algo itjiman…”

nada terdiam memandang onew, ia mendengarkan liriknya bait demi bait, memperhatikan cara onew menekan tuts tuts piano, cara onew menghayati lagu nya sampai terkadang ia memejamkan mata, nada melihat onew sedemikian dalamnya, berharap permainan pianonya tidak akan berakhir.

“ naega saranghaetdeon geu ireum bulleoboryeo nagalsurok neomu meoleojyeotdeon……….”

onew menyanyikan bait terakhir lagu itu dan menutupnya dengan satu denting tuts terakhir.
ia tersenyum lalu memandang nada, terlihat nada terpaku sedang memperhatikan dirinya.

bahkan ketika kedua mata mereka bertautan pun, nada masih memperhatikan dirinya,

onew pun memandang kedua mata nada berharap nada tau apa yang ia rasakan,,

tak lama kemudian nada melepaskan pandangan nya dan menunduk.

“ itu tadi sangat bagus oppa…” kata nada pelan

“ gomawo nada…” onew tersenyum.

*******************

Saat itu di kampus,

minho berada di kelasnya, dosennya tidak masuk, sebagian teman nya sudah keluar kelas, entah ke kantin atau pun pulang.

minho mencoret-coret bukunya sambil melamun.

entah mengapa kejadian tadi pagi sangat mengusik dirinya. bayangan onew dan nada yang sedang bercanda sangat menjengkelkan bagi minho.

ia bertanya-tanya apakah onew menyukai nada..

ia berusaha menggali ingatannya tentang onew dari pertama kali bertemu.

>Saat mereka duduk di bis, sekilas ia melihat onew memandang nada yang tengah tertidur.

> “ ok saya dan nada akan berbelanja, ada yang mau ikut??” sewaktu sampai di dorm onew hanya mengajak nada untuk berbelanja.

> sewaktu nada makan, pandangan onew hanya tertuju pada nada.

> onew sengaja tidak membawa mobilnya dan malam nya ia pulang bersama nada.

> onew menjemput nada dari tempat kerjanya.

> onew terus memandang nada ketika kibum bertanya apakah ia dan nada pulang bersama.

> onew memasak bersama nada dan saat makan ia mengambil duduk selalu disamping nada.

> onew sangat panik ketika membaca hp nya yang memperlihatkan nada sedang terikat, dan bersikeras ingin mengikuti minho

> onew orang yang pertama berlari ke arah nada dan melindungi nada  dengan tubuhnya ketika jesica menginjak-injak nada.

> “sebaiknya kau (kibum) dan minho pulang, biar aku yang menjaga nada disini” kata onew sewaktu dirumah sakit.

bagaikan potongan puzzle, minho terus menyusun sedikit demi sedikit ingatan tentang onew dikepalanya,  ia bisa menyimpulkan onew menyukai nada.

“ aiiiiissshhhhh… kenapa aku ini ??? bukan urusan ku onew hyung menyukai siapa..PABBO!!!” minho mengumpat sendiri sambil menggaruk garuk kepalanya,

saat minho melihat bukunya ia terkejut, ia tidak sadar jika dari tadi ia menuliskan sebuah nama yang ia ulangi puluhan kali.

PARK NADA..

ia sadar, hanya ada satu nama yang akhir-akhir ini berdengung dikepalanya, hanya ada satu nama yang setiap malam menghiasi mimpinya.

minho terdiam cukup lama, mata nya tak lepas dari coretan-coretan kecilnya, harusnya ia sadar lebih awal, karena dari awal bertemu, nada adalah satu-satunya perempuan yang tidak pernah ia kasari sebelumnya.

hati nya dilemma.

sementara itu dirumah, onew dan nada bermain PS, karena nada tidak begitu suka game, maka ia kalah terus menerus dari onew, yang hampir setiap hari bermain game dengan minho ataupun dengan taemin.

“ kau mau lanjut nada.. ini sudah ketiga belas kali nya kau kalah..” tantang onew.

“ annii oppaaa.. percuma, aku ga bisa menang lawan oppa..” kata nada sambil menyandarkan kepalanya ke sofa.

“ kalau begitu kamu lihat caraku main, nanti pelajari triknya.. “ kata onew sambil melanjutkan bermain ps.

“ iya oppa..”  kata nada sambil menguap.

ia tidak terlalu memperhatikan onew bermain ps karena ia merasa sudah mulai mengantuk.

tak lama kemudian ia terlelap.

“ yaa.. nada.. kau lihat itu barusan…” kata onew sambil menoleh kearah nada,

nada sudah lelap tertidur.

onew memperhatikan nada sebentar, kemudian ia meletakan stick ps nya dan perlahan mendekatkan duduk nya kearah nada,

yang ia lakukan hanya memandangi seluruh bagian wajah nada, entah mengapa timbul keinginan yang sangat besar untuk menyentuh wajah nada.

onew semakin mendekatkan wajahnya ke wajah nada, dengan jarinya ia mengusap pipi nada,

matanya, kemudian bibirnya,,

nada bergerak sedikit, kepalanya terjatuh di bahu onew.

onew terdiam sesaat.

hati nya bergetar hebat saat kepala nada jatuh di pundaknya.

onew menahan nafasnya, tangan nya bergerak pelan merangkul pundak nada.

ia berharap nada tidak terbangun.

onew menikmati setiap detiknya bersama nada.

ia menunduk, memandang nada.

ia semakin mendekatkan bibirnya ke wajah nada, perlahan-lahan ia mengarahkan bibirnya ke bibir nada.

******************

TO BE CONTINUE

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

Our Love Should Go On – Part 4

Our Love Should Go On

Cast:

Member SHINee

Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

Han Ri Chan a.k.a Nyda han

Shin Hyun Young a.k.a Wonnie

Park Ri rin a.k.a Ri rin Wookie

Park Min Gi a.k.a Dessi

Park Sun Yi

Mmmhh. .pagi yang indah apalagi hari ini hari Sabtu!. Selain libur dari sekolah, taman kota pasti ramai dengan anak kecil. Tapi sepertinya tidak untuk Ri Chan! Hhaa. . massi ingetkan hukuman yang akan dia terima. Sekarang mereka udah stand by di TKP.

“Apa benaar, aku harus melakukan ini. .?”. Ri Chan terus menatap baju Dora yang sedang dia pakai.

“Neee. .jaggiyaa. .Hwaiting ya. .!”. Goda Neul Rin. “Kita menunggumu di restoran sana. .”. Donghae menunjuk salah satu restoran yang ada dilantai bawah menara Namsan, diikuti anggukan dari para Dongsaeng dan Onie-onie serta Oppa-oppanya tentunya.

“Neeeee. .!”. Ri Chan membalikkan badan, dan berjalan dengan gontai karena harus memakai kepala Dora yang besar. “Onie-Onie yang menyebalkan”. Gumamnya sambil berlalu.

Mereka duduk setelah memesan makanan yang telah dipesan, mereka memilih restoran di menara namsan, agar bisa mengawasi dongsaengnya itu, kalau-kalau dia nekad kabur.

“Eh dimana Onew mu Sun Yi sudah lama aku tidak melihatnya. . .?”. Ujar Heechul membuka suara sambil sibuk menatap wajahnya di cermin, sesekali dia membetulkan rambutnya yang sekarang sengaja dipanjangin,dan bertanya pada cermin’sekarang siapa yang lebih cantik?aku atau Ah Seul?’

“Oppa. .kenapa gak nanya langsung sama pacarnya.”. Neul Rin lirik-lirik gaje pada Sun Yi.

“Sun Yi dimana pacarmu? “. Tanya Heechul. “Ne, Apa kalian sudah putus. .?”. Jonghyun ikut ikutan nanya. Min Gi melotot pada Jonghyun dan diam-diam menyubit pahanya,karena pasti Min Gi yang kena semprotan dari Sun Yi.

“Aku tidak tahu! Mungkin sedang sibuk”. Sun Yi berusaha menutupi kecemasannya pada Onew, beberapa hari ini dia merasa kehilangan Onew, hapenya tidak aktif, menelepon ke rumahnya, Ahjuma selalu mengatakan bahwa Onew sedang tak ada dirumah. Apa Onew menghindariku?, batin Sun Yi.

Tak lama pesanan datang diikuti Donghae yang sebelumnya ijin dulu untuk membeli sesuatu.

“Apa yang kamu sembunyikan dibelakang badanmu Oppa. . .?”. Neul Rin mencari tahu apa yang disembunyikan Oppanya itu.

“Tttaaarrrrrraaaaaa. . .”. Donghae membawa seikat bunga mawar pink dari belakang tubuhnya.

“Kkkyyaaaaa. .Oppaa. . .gomawwoooo!!!”. Neul Rin langsung menjatuhkan tubuhnya ke pelukan Donghae.

“dassaaar pasangan yang aneh. .tiap tanggal jadian pasti seperti ini!”. Celetuk Min Gi.

Neul Rin melepaskan pelukannya. .”Bukan aneh tapi romantis!dassar kau sirrikk. .! tidak pernah diginiin ma Jonghyun ya. . .?”. goda Neul Rin berujung dengan juluran lidah.

Jonghyun cuman bisa memasang wajah Innocentnya. Tiba-tiba dia juga ikutan memeluk Donghae. . “Aaaaiiggooo Hyuung. .! cukhae yaa . .moga langgeng ma Neul Rin”. Jonghyun terus menepuk-nepuk  pundak Donghae keras. Neul Rin yang tidak bisa terima pacarnya diperlakukan seperti itu, langsung mendorong Jonghyun. .

“Kkkkyyyaaaaa Jonghyun Paboo!! Donghae oppa bisa kesakitan kalau terus kau pukul!” Neul Rin mengusap-usap pundak Donghae. Donghae cuman bisa garuk kepala gaje.

“Aaaaiiissssshh. .kau sungguh tak sopan! Meskipun kita hanya berbeda satu tahun tapi kau harus memanggilku Oppa!”. Ucap Jonghyun agak ngotot.

“Waeyoo. .? Min GI Onie pacarmu saja tidak memanggilmu Oppa. .?”

Min Gi cuman bisa nyengir-nyengir kuda. “Min Gi kenapa kau tidak memanggilku Oppa?”.tanya Jonghyun dengan wajah yang butuh dikasihani.

“Pletttaakk. .!”. Min Gi menjitak kepala Jonghyun. “Ri rin Onie dan Sun Yi Onie juga tidak memanggil Minho dan Onew pake sebutan Oppaa??”, Cerocos Min gi

Jonghyun garuk-garuk kepala “Tapi aku ingin disebut Oppa” Puppy Eyes Jonghyun keluar dia narik-narik ujung baju Min Gi.

Min Gi manyun.Neul rin menatap puas. Dongahae mengalengkan tangannya ke leher Neul Rin.Heechul berhenti bertanya pada cermin.Ah Seul bengong gaje.Hyun menatap pasrah. Sun Yi geleng-geleng kepala. . . . .Keheningan terjadi.

“Nggak kepedesan makan pake sambal sebanyak itu?”. Minho yang nggak ngikutin kejadian, nyantai-nyantai aja sama Ri rin suap-suappan pizza yang baru di pesan tadi.

“Anii.”

“Nggak ngerasa bibirmu panas?”

“Anniyo”

Minho melepaskan potongan Pizza ditangannya, kemudian “Padahal ceremotan sambal kayak gini” Ucapnya sambil membersihkan bagian pinggir bibir Ri rin.

Ri rin tersenyum malu, “Kotor ya?”. Ucap Ri rin sambil membersihkannya lagi.

“Ya! Minho dan Ri rin Onie memang pasangan yang sudah ditakdirkan untuk berjodoh !!!”. Min Gi mencoba mengalihkan keadaan dengan menjual Onienya sendiri. Semuanya menatap mereka.

Minho dan Ri rin yang tidak tahu apa-apa, mereka saling menukar pandang dan malu-malu gaje.

Donghae dan Neul Rin juga saling menukar pandang. Mereka tentu gak setuju sama apa yang dikatakan Min Gi tadi. Jodoh apanya? Sekarang,Minho bisa-bisanya seromantis itu dengan Ri rin Onie, apa dia sudah lupa dengan wanita yang dia rangkul kemarin?, tanya Neul Rin dalam hati.

“Ri rin Onie. .apa kau bisa menemaniku ke toilet?”. Tanya Neul Rin ragu-ragu.

“Ne. .khaza!”. Ucapanya sambil tersenyum.

Tak jauh dari tempat mereka makan, seorang pria tersenyum melihat tingkah dongsaeng dan Hyungnya. Kakinya akan berjalan kearah mereka, tapi pikirannya menahannya untuk melakukan hal itu.

“Aku merindukanmu jaggiya. .mianhaeyo!”gumamnya sambil berlalu.

Sementara itu didepan toilet wanita, Neul Rin berusaha mencari kata-kata yang pas untuk bisa memberi tahu Ri rin tentang kejadian kemarin.

“Onie. .sebentar. .! aku ingin bicara sesuatu pada Onie. .!”. Langkah Ri rin yang akan masuk ke toilet terhenti.

“Ne. .! tapi apa sebaiknya kamu masuk dulu? Katanya kamu kebelet?”

“Anii. .aku bohong. .!”

“Maksudmu. .?”

“Setelah mendengar apa yang nanti aku katakan, Onie boleh nangis sepuasnya, mau mukul-mukul tembok boleh, Onie juga bisa teriak sepuasnya didalam toilet itu. Mau jambak-jambak rambut juga boleh! Asal jangan rambutku yang dijambak ya. .dan satu lagi. .! Onie gak boleh bunuh diri. .!”.

“haaah. .? memangnya apa yang ingin kamu katakan?.” Ri rin semakin heran dengan apa yang dongsaengnya katakan tadi.

Neul Rin menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya pelan. “Okkeh. .! kemarin sepulang sekolah saat aku sedang makan dengan Donghae Oppa, aku melihat Minho!”. Neul Rin mulai bercerita dengan gaya sok penting.

“Cuma itu saja. .?”

“Minho jalan sama cewek lain,”. Ucap Neul Rin melotot tajam. Ri rin Onie pasti langsung nangis!,serunya dalam hati. Tapi Ri rin diam saja.

“Bukan saudaranya, Onie!”. Neul Rin tetap bercerita heboh, “Minho merangkul cewek itu”

“Ehm. .”.respon kecil Ri rin yang nggak sepantasnya jadi respon seseorang yang baru mendengar pacarnya selingkuh.

“Kok Onie  nggak marah? Atau nangis gitu. .? aku tahu Onie nggak mau nyusahin aku tapi aku juga merasakan apa yang Onie rasakan kok!”

“Nggak perlu! Onie sudah tahu kok!”

“Haaaahh. .?”. Neul Rin melongo mendengarnya.”Kok Onie diem aja ngeliat Minho kayak gitu?”

“Emang Onie harus ngapain. .?”

“Marah kek, nangis kek, atau minta putus! Aku tahu Onie orangnya baik tapi ini udah kelewatan”. Kata Neul Rin berapi-api.

“Dongsaeng. .gomawo untuk perhatiannya. ,! Tapi. . .”

“Onie sudah berapa lama tahu tentang ini. .?”.

“Sekitar dua minggu yang lalu”, cerita Ri rin “Onie melihat Minho jalan sama perempuan itu”

“Terus Onie diem aja?”

“Nggak Neul Rin. .Onie menghampiri mereka”

“Terus Minho bilang apa. .?”

“Minho Cuma diam.”

“Emang waktu itu, Onie bilang apa. .?”

“Sekedar bilang Anyeoong. Perempuan itu nggak tahu aku sama Minho pacaran, dia ngiranya kita temenan biasa.”

“Sampai sekarang?”

“Mungkin. .”jawabnya dengan pandangan kosong.

“Kenapa Onie nggak minta putus. .?”

“Karena aku percaya pada akhirnya Minho akan kemabali padaku.”

“Kenapa Onie bisa sepercaya itu. .?”

“Minho bilang dia masih sayang sama aku. Sayang banget! Dan dia minta Onie waktu untuk mengakhiri hubungan mereka pelan-pelan.”

“Dan Onie percaya. .?”

“Apa kamu percaya dengan Donghae oppa. .?”. Neul Rin mengangguk pasti. “Persis kaya kamu percaya dengan Donghae.”

“Gimana kalau Minho ternyata pada akhirnya memilih perempuan itu. .?”

“Aku yakin Minho nggak akan seperti itu! Neul Rin. .janji padaku. .jangan kasih tahu semua ini pada siapapun! Termasuk pada Minho. Arasseoo?”.

“Nee Onie. Arasseo.”. Ucap Neul Rin pasrah.

Neul Rin tidak tahu Onienya itu tak setegar yang dia kira. Ri rin juga manusia yang bisa sakit hati. Dia harus menahan air matanya didepan Dongsaeng dan Onie-onienya seperti yang dia lakukan didepan Neul Rin sekarang. Tapi saat di kamarnya, dia akan menumpahkan semua air matanya, dan rasa sakit yang dia tahan dalam hati lembutnya.

**************************

Dikampus

“Ri Chan kenapa kamu ada disini .,?” Tanya Sun Yi heran

“Tadi aku menemani Neul Rin Onie menemui Donghae oppa disini tapi sekarang aku ditinggal sendiri!”. Seru Ri Chan polos

“Apa kamu melihat Teukki Oppa?”

“Wae. .? kenapa Onie bertanya padaku. .?”

“kan Teukki Oppa juga dikampus ini dan sekampus dengan Kyu Hyunmu itu. mungkin saja tadi kamu habis bertemu dengan Kyu Hyun Oppa”Ucap Sun Yi sinis.

“Terus kenapa Onie mencari Teukki Oppa? Apa Onie juga mau ikut-ikuttan punya pacar  Om-om. .?”. Ri Chan tak kalah sinis.

“MwwwOoo!!! Apa kamu ingin hukumanmu itu diperpanjang?”

“Kkkyyyaaaaaa!! Anii. .annii! kemarin saja aku hampir mati kepanasan! Aku tadi liat Teukki Oppa di parkiran dekat gerbang, mungkin dia mau pulang.”

Sun Yi langsung berlari kea rah gerbang untuk melihat Teukki, berharap dia belum pulang. Ri Chan yang punya penyakit selalu pengen tahu ikut lari mengikuti Onienya itu.

Sun Yi menyimpan air mata yang berusaha dia tahan agar tidak jatuh. Teukki sedang menggandeng seorang cewek berambut hitam lurus dengan tank top biru dan rok mini pink, dari penampilannya perempuan itu mahasiswi dikampus ini juga. Sun Yi Cuma bisa memandang mereka setajam-tajamnya.

“Udah onie. .”. Ri Chan merangkul Sun Yi.

Sun Yi Cuma diam, tidak melepaskan pandangannya kearah mereka. Baru saja dia akan mengatakan pada Teukki kalau dia akan memberikan sedikit kesempatan padanya, karena Sun Yi berpikir kalau Onew  tak akan menunggunya, mungkin Onew berubah pikiran dan berusaha menghindarinya. Tapi apa yang dia lihat, baru kemarin Teukki mengatakan Cinta padanya, tapi sekarang dia sudah menggandeng cewek yang seumuran dengannya.

“Mungkin Dongsaengnya yang baru masuk kuliah.”. Ri Chan berusaha menenangkan.

“Teukki Oppa cuma punya Dongsaeng Namja! Dia gak punya adik perempuan!”. Sun Yi tetap melihat Teukki.

“Kita pulang yuk. .!”ajak Ri Chan.

TBC.

By:Neul Rin

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^