LOVE’S WAY – TALK TO YOU [1.2]

TALK TO YOU

[1.2]

Author: Novi

Main Cast : Lee Taemin & Kim Kibum

Support Cast : SHINee & Super Junior

Hye Jin POV

Sudah 2 bulan aku tinggal disini dan sedikit demi sedikit aku sudah mampu beradaptasi. Aku senang banyak orang di sekelilingku yang membantuku untuk dapat betah tinggal disini. Hyo Jin adalah yang terbaik, dia adalah sahabatku yang paling baik. Hari ini Hyo Jin mengajakku untuk membeli Hanbok, baju tradisional khas Korea

”Yang ini saja?”katanya sambil menyodorkan sebuah hanbok warna biru dan putih.

Aku mengambilnya dan mengamatinya sebentar. Bentuknya aneh, aku pernah melihatnya dulu waktu liburan kesini tapi apa seperti ini yang kulihat dulu ya. Bagaimana cara memakainya?Aku jadi ingat minggu di klub drama, seluruh anggota klub menertawakanku karena tidak tahu mana yang namanya hanbok, saat itu kami sedang mendiskusikan pementasan yang akan diadakan bulan depan dimana temanya adalah Korea jaman dulu dan mereka menyuruhku mengambil hanbok  tapi aku salah mengambil dan mereka menertawakanku. Sejak saat itu, Heechul Sunbae, Eunhyuk Sunbae dan Donghae Oppa mengajariku budaya korea dari awal. Sedikit aneh belajar bersama mereka, banyak yang tidak masuk akal, dan saat kutanya pada Hyo Jin, dia hanya tertawa dan bilang bahwa aku di tipu oleh mereka. Mulai detik itu aku berhenti belajar dari mereka dan sepertinya mereka merasa bersalah telah menipuku dan mulai saat itu mereka tidak berani lagi mempermainkanku.

”Aku suka yang itu…”tunjukku ke salah satu hanbok yang berwarna merah dan kuning.

”Baiklah…yang itu juga bagus…”sahut Hyo Jin sambil berjalan mengambilnya.

”Yang ini saja?”tanya pelayan toko itu.

”Ne..”jawabku.

Aku mengelurakan sisa tabungan terakhirku yang aku bawa dari Amerika. Hufft sepertinya aku harus buru-buru mencari kerja part time, aku tidak mau merepotkan ibu. Bekerja sebagai pelayan di sebuah toko tentu tidak cukup jika aku ingin membeli barang-barang kebutuhanku. Untung hukumanku sudah dicabut sekarang aku sudah boleh pergi sendirian tidak perlu dengan Hyo Jin lagi. Mungkin aku akan mencari waktu yang tepat jangan sampai ada yang tahu aku kerja part time.

”Mau makan dulu atau langsung pulang?”Tanya Hyo Jin begitu kami keluar dari toko.

”Uangku habis…”jawabku.

Memang uangku sudah habis ternyata habok itu cukup mahal kalau bukan karena ada festival disekolah mungkin aku tidak akan membelinya karena sebenarnya aku menabung untuk membeli sebuah kamera yang sangat aku inginkan tapi sekarang aku harus menabung dari awal lagi.

”Aku yang traktir…”

Hyo Jin langsung menarik tanganku dan membawaku mencari restaurant. Di jalan kami berpapasan dengan Key, sejak kejadiaan itu kami tidak pernah saling berbicara kecuali hal-hal penting seperti di sekolah selebihnya tidak pernah bahkan aku lupa aku sekelas dengannya saking tidak pernahnya kami berbicara. Dia hanya tersenyum tipis dan berlalu.

”Sombong sekali dia…”kata Hyo Jin.

”Ya..”jawabku asal.

”Kau masih kesal padanya?”Tanya Hyo Jin begitu kami sampai di salah satu restaurant.

”Anio…aku sudah melupakan kejadian itu kok…”Jawabku.

”Tapi kenapa kalian masih seperti itu….diam-diaman…”Tanyanya lagi.

”Ah tidak juga…ayo makan..”seruku begitu makanan yang kami pesan sudah sampai.

Aku malas harus membahas hal itu, sebenarnya kejadian itu sudah berlalu 2 bulan yang lalu dan aku pun telah melupakannya bahkan besok harinya pun aku sudah biasa- sebenarnya masih kesal-tapi dia yang malah aneh sejak kejadian itu dia terus menghindariku dan tidak mau bicara denganku. Aneh sekali harusnyakan aku yang menjauhinya bukan dia yang menjauhiku. Sudahlah aku tidak peduli, bukan aku yang salah. Aku melahap kimchi ku dengan semangat karena kimchi adalah makan korea kesukaanku.

”Pelan-pelan..”

Hyo Jin menasehatiku yang makan terburu-buru. Setelah menghabiskan makanan kami pun pulang naik bis. Aku duduk di dekat jendela sementara Hyo Jin sibuk beretelepon entahlah dengan siapa. Tiba-tiba hp-ku berbunyi dan sebuah nomor yang tidak ku kenal masuk. Siapa ini?

”Yoeboseo…”seruku.

”Pardon me…”

Aku kaget mendengar siapa yang menjawab itu suara yang ku kenal, itu ayah. Buru-buru aku tutup teleponnya, aku tidak mau berbicara dengan ayah. Aku ingin melupakannya, aku begitu membencinya karena dia telah menyakiti ibu dan aku. Kenapa dia harus menghubungiku lagi, padahal waktu di Amerika tidak pernah sekalipun dia menghubungiku. Aku memasukan HP ku ke dalam tas dengan kasar.

”Ada apa Hye Jin?”tanya Hyo Jin begitu melihatku memasukan Hpku dengan kasar ke dalam tas.

”Andwe..”Jawabku lalu mengalihkan pandanganku ke luar bis.

Kenapa ayah bisa tahu nomor baruku?

Key POV

Kenapa aku bisa bertemu dengannya di tempat itu? Padahal sudah sebulan ini aku menghindarinya. Aku sudah tidak pernah bicara lagi dengannya selama ini.Sepertinya dia masih marah padaku buktinya dia tidak membalas senyumku. Sudah sebulan ini aku berusaha untuk melupakannya tapi bukannya lupa aku malah semakin menyukainya. Aku selalu ingin tahu apa yang dia kerjakan meski dengan sembunyi-sembunyi.

”Keya….daritadi kau termenung terus?”tanya Yu Ri .

”Andwe..”Jawabku.

Hye Jin POV

”Wah kau cantik sekali Hye Jin…”puji Hyo Jin begitu aku memakai hanbok yang tadi aku beli.

”Kau cantik sekali seperti ibumu…”puji nenek.

Cantik darimana?aku merasa aneh sekali memakai baju ini. Hyo Jin menarikku ke kamar dan menyuruhku melihat cermin.

”Benar kan kau cantik sekali…”sru Hyo Jin.

Aku memperhatikan diriku di cermin. Hmm, tidak buruk juga tapi tetap saja aku merasa risih memakainya karena membuatku susah berjalan.

”Jadi begitulah cara memakainya…aku tidak sabar melihatmu memakainya pada saat festival…”Lanjut Hyo Jin sambil membetulkan ikatannya.

”Ah…aku tidak mau datang…aku akan berpura-pura sakit saja…aku merasa aneh memakai ini…”

Hyo Jin terkekeh melihatku mengeluh mengenai hanbok ini. Hah, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku memakai ini ke sekolah. Pasti sangat aneh. Aku mendesah perlahan.

”Kau harus datang…Taemin pasti akan kagum padamu…”

Dia mulai lagi, selalu saja setiap ada kesempatan pasti dia akan meledekku. Kenapa sih Hyo Jin ini, aku kan hanya berteman dengannya. Lagipula dia tidak mungkin menyukaiku. Aku jadi ingat kejadian minggu kemarin disekolah, waktu itu aku pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang aku pinjam, sampai disana aku melihat Taemin sedang membaca buku, aku berniat menghampirinya tapi tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampirinya gadis yang dulu menghampirinya di tempat parkir kemudian duduk disampingnya dan mereka pun tertawa bersama.

”Hufft…”aku jadi sedih lagi mengingati itu.

”Kenapa?”tanya Hyo Jin yang melihatku cemberut.

”Andwe…”Jawabku sambil melepaskan hanbok itu.

Pagi itu aku sampai di sekolah sangat pagi, begitu aku masuk ke dalam aku hanya melihat satu orang disana yaitu Key. Dia sedang duduk di kursinya sambil membaca buku. Sebaiknya aku masuk perlahan-lahan agar dia tidak mengetahuinya, sepertinya dia sedang asyik dengan buku yang dibacanya. Aku merasa semakin sulit berkomunikasi dengannya sejak saat itu, makanya aku takut kalau dia melihatku masuk apa yang harus aku lakukan?menyapanya?ya ampun kapan terakhir kali aku menyapanya?pasti akan sangat aneh jika aku langsung menyapanya setelah begitu lama tidak pernah berbicara. Aku berjalan perlahan-lahan menuju mejaku, untunglah mejaku berada di belakang jadi aku berjalan di sisi kelas menuju mejaku. Sial, aku malah kepentok meja. Auww, sakit! Key berhenti membaca buku dan melihat ke arahku. Apa yang harus aku lakukan?menyapanya?aku berusaha tersenyum(senyum yang dipaksakan lebih tepatnya karena kakiku sangat sakit). Key menghampiriku.

”Kau tidak apa-apa?”tanyanya.

”Ne…aku tidak apa-apa…”jawabku mencoba tersenyum namun aku masih meringis sedikit karena kakiku benar-benar sakit.

Dia mengalihkan pandangannya ke kakiku, OMO kakiku berdarah. Aduh aku tidak kuat melihat darah!jangan sampai aku pingsan disini. Aduh kepalaku mulai pusing.Tiba-tiba Key menarik tanganku. Apa yang akan dia lakukan? Aku berusaha menolaknya tapi dia malah terus berusaha menarik tanganku dan membantuku berjalan sampai mejaku.

”Tunggu disini…”katanya sambil berjalan keluar kelas.

Aduh darahnya mengalir!aku tidak sanggup melihatnya. Apa aku akan pingsan, aduh memalukan sekali kalau aku pingsan disini. Aku menutup mataku. Tiba-tiba aku merasakan lukaku di sentuh oleh kapas dingin.

”Auu!”teriakku.

”Sakit?”tanyanya.

Aku mengangguk perlahan. Ternyata Key sedang mengobati lukaku. Aku mengamatinya mengobati lukaku, terkadang aku meringis jika dia mengusapkan alkohol ke lukaku.Aku tidak percaya ternyata di balik kekasarannya , dia bisa juga berbuat baik.

”Ternyata cewek yang kukira kasar ini takut dengan darah?”

Dia tersenyum sambil terus mengobati lukaku. Hah, kukira dia tulus mengobatiku ternyata dia berniat mengejekku juga, pikiran ku salah mengatakan dia baik.

”Ya!kalau tidak mau mengobati tidak usah mengejekku segala!”seruku.

Dia tertawa sebentar dan kemudian diam.Dia menempelkan plester di lukaku.

”Mianhe…”katanya.

Apa maksudnya?aku jadi ikut terdiam dan suasananya mulai tidak enak.

”Mianhe…untuk semua yang sudah aku lakukan padamu…”lanjutnya.

Aku mendesah dan mulai berbicara.

”Ne…tidak apa-apa…aku sudah melupakannya…lagipula aku capek harus terus-terusan bertengkar denganmu…”

”Ne…gumawo…setidaknya aku sudah minta maaf padamu…”lanjutnya sambil merapihkan obat-obatan yang tadi dia bawa.

Dia berdiri dan mengacak-acak rambutku sambil berkata.

”Hati-hati nanti lukanya berdarah lagi…aku tidak akan membantumu kalau kau pingsan…”

Dia berlalu sambil tertawa. Dasar sudah aku maafkan masih saja seperti itu.

”Ya! Kau selalu saja seperti itu!Hei!” Seruku sambil berdiri dan berusaha mengejarnya kembali namun karena kakiku masih sakit aku malah kehilangan keseimbanganku dan akan terjatuh, aduh berdarah lagi deh!

Namun sebuah tangan menahanku terjatuh.

”Sudah kubilang hati-hati”katanya.

Key membantuku berdiri dan tersenyum sebelum keluar kelas.

Hari ini aku harus kumpul klub drama dan juga ada rapat siswa, ini gara-gara seluruh kelasku tidak ada yang mau pergi sehingga aku dipaksa oleh mereka untuk menghadirinya sebagai perwakilan kelas. Hah kalau bukan hari ini klub drama juga kumpul aku tidak akan menghadiri rapat itu. Bel pelajaran terakhir berbunyi.

”Hah!”

”Sabar ya…”Rae Na menghampiriku dan mencubit pipiku.

”Ah kau ini…kenapa aku yang harus ikutan sih?”seruku.

”Kan sekalian yeobo…aku pergi dulu ya…annyeong…”kembali dia mencubit pipiku dan berlalu pergi.

Aku masih terduduk di mejaku sambil memanyunkan mulutku. Masih tidak rela aku harus ikut rapat itu, waktu di Amerika aku selalu berusaha menghindari mengikuti kegiatan seperti itu, membuang waktuku saja. Aigoo!

”Jelek sekali kau?”seru Key sambil menoleh ke arahku.

”Ya!apa kau!”seruku pada Key.

Masih sempat-sempatnya saja dia meledekku, kulihat dia sedang merapihkan bukunya dan memasukannya ke dalam tas. Kemudian berlalu tanpa mengucapkan sesuatu. Namun tiba-tiba di kembali dan menyembulkan wajahnya di pintu.

”Jangan manyun terus…jelek tau!” Dia tertawa dan berlalu pergi.

Dasar Key!lihat saja kau nanti, kalau bukan karena kau sudah baik mau mengobati kakiku aku tidak akan marah kau ejek untuk hari ini tapi lihat saja kalau besok dia masih seperti itu. Dengan malas aku mengambil bukuku dan memasukannya ke dalam tas, kemudian bangkit menuju ruang rapat dengan malas…malas sekali.

Namun ternyata ini hari keberuntunganku, aku melihat Taemin ikut rapat ini. How lucky i am! Dia keluar dari kelasnya dan melihatku kemudian menyapaku.

”Hye Jin-ah…”Serunya begitu melihatku.

Aku pun menghampirinya dan berjalan bersamanya menuju ke tempat rapat. Disana sudah ada banyak perwakilan dari murid-murid kelas lain, kali ini kami akan membahas mengenai festival budaya yang akan diadakan 2 minggu lagi dan apa yang akan setiap kelas tampilkan. Siwon Sunbae dan Kibum Sunbae sudah ada disana dan saat itu mataku beradu pandang dengan Siwon Sunbae dan perasaan itu muncul lagi, mata itu mirip…mirip..mirip siapa ya? Aku seperti mengenalnya. Kenapa setiap melihat dia aku merasa sudah sangat dekat sekali dengannya padahal aku baru mengenalnya disini dan juga kami tidak pernah berbicara sedikit pun tapi kenapa aku merasa sangat mengenalnya. Dia tersenyum kembali, senyum itu mengingatkanku pada seseorang tapi siapa ya?aku duduk disamping Taemin dan rapat pun dimulai.

Aku tidak terlalu serius mendengarkan rapat aku benar-benar terpaku pada sosok Siwon Sunbae bukan karena aku menyukainya tapi entahlah aku pun tidak mengerti kenapa perasaanku seperti ini setiap melihatnya. Dia terus saja berbicara mengenai hal-hal apa saja yang harus kami siapkan untuk festival nanti dan aku terus saja berpikir mengingat-ingat dia mirip siapa. Tak lama kemudian Kibum Sunbae menggantikan Siwon Sunbae untuk berbicara dan kali ini aku benar-benar tidak mendengarkannya, aku benar-benar terpaku pada sosok Siwon Sunbae yang duduk di pojok ruangan dan masih berkutat dengan pikiranku mengenai mirip siapa dia. Aku melihat kesekelilingku dan mendapati banyak perwakilan kelas yang tidak mendengarkan rapat tapi malah memperhatikan Siwon Sunbae terutama yang perempuan.

Mungkin itu yang disebut Siwon Virus seperti yang diceritakan Heechul sunbae dan Eunhyuk sunbae waktu itu. Menurut mereka hampir semua gadis di sekolah ini tergabung dalam Siwon Fans Club, mereka bercerita panjang lebar sambil mempraktekan gaya Siwon sunbae menghipnotis gadis-gadis begitu kata mereka dan saat itu aku hanya bisa tertawa habis mereka sangat lucu tidak cocok sekali memerankan Siwon sunbae. Sejam berlalu dan rapat pun akhirnya selesai, dengan hasil setiap kelas harus menyiapkan stand dimana harus berbau budaya korea entah makanan ataupun kerajinan tangan. Hanya itu isi rapat yang aku dengarkan selebihnya aku sibuk dengan pikiranku sendiri.

”Terima kasih kalian sudah mau datang…”Siwon Sunbae menutup rapat dan tersenyum pada semua orang disana bisa kulihat semuanya sangat terpesona dengan senyumannya. Ckckck.

Kuakui Siwon sunbae memang tampan tapi entah kenapa aku lebih suka Kibum sunbae yah walaupun dia aneh seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya tapi aku lebih suka dia dibanding Siwon sunbae.

”Mau pulang?” tanya Taemin begitu kami keluar dari ruang rapat.

”Tidak…aku harus kumpul klub drama dulu…”Jawabku.

”Arasso..”serunya.

”Taemin-ah…hari ini latihan basket?”tanyaku, sebenarnya aku tahu hari ini dia latihan basket, aku hanya ingin mengobrol lebih lama dengan dia. Sepertinya sudah lama sekali kami tidak mrngobrol, akhir-akhir ini aku jarang sekali melihat dia.

”Ne…aku duluan ya…”Jawabnya sambil tersenyum dan berlalu sambil melambaikan tangan.

Aku pun membalas senyumannya, senyuman yang selalu membuat jantungku berdegup dengan kencang. Senyum yang selalu aku suka.

”Kau terlambat 2 menit” seru seseorang yang aku yakin itu siapa, begitu aku masuk ke ruang teater.

Heechul sunbae dan Eunhyuk sunba sudah menghadangku di depan pintu. Mereka mulai lagi.

”Mian sunbae…tadi ada rapat dulu…”jawabku sambil berusaha masuk melewati hadangan mereka.

”Kau harus dihukum dulu karena telat..”seru Eunhyuk sunbae.

Ya ampun mereka ini tidak habis-habisnya mengerjaiku terus. Lalu sebuah suara penolongku datang. Ya aku menyebutnya penolongku, dia adalah Donghae Oppa.

”Kalian ini terus saja menggoda dia…..kita sedang diskusi tentang apa yang akan kita tampilkan nanti kalian malah bercanda…cepat kemari!” teriak Dongahe Oppa dari dalam.

Dan mereka pun menurut, aku masuk dan berjalan di belakang mereka dan melambaikan tangan tanda ucapan terima kasih pada Donghae Oppa.

”Gumawo Oppa…”ucapku sambil tersenyum dan duduk di samping Dongahe Oppa.

Memang aku yang paling telat kulihat semua anggota sudah datang begitu juga Yu Ri, ya ampun dia sangat aneh, dia kembali menatapku dengan tatapan anehnya, sebenarnya tatapan benci. Kenapa sih dia selalu melihatku dengan tatapan seperti itu, dari pertama aku masuk klub ini dia sudah seperti itu. Aku mengalihkan pandanganku dan menatap ke arah yang lain.

”Bagaimana? Kita akan menampilkan apa?”.Tanya Donghae Oppa kepada semuanya.

”Drama yang berbau jama dulu saja..”usul Heechul sunbae.

”Kau siap membuatnya?”. tanya Dongahe Oppa dengan tatapan sedikit ragu.

”Tenang saja…kau bisa mengandalkanku, yo man!”jawab Heecchul sunbae dengan gayanya yang biasa,ala hip hop.

”Baiklah…jadi bagaimana, kalian setuju..”tanya Donghae Oppa lagi.

”Ne…”jawab kami bersamaan.

Sebenarnya aku bingung tapi ikut saja lah.

”Mau pulang Hye Jin?”tanya Donghae Oppa menghampiriku yang sedang mengambil tas.

”Ne Oppa…”jawabku.

”Aishh! Kenapa sih Cuma Donghae saja yang dipanggil Oppa?”Eunhyuk Sunbae datang menghampiri kami dengan memanyunkan mulutnya dan dia sungguh terlihat sangat lucu. Aku tidak tahan untuk tidak tertawa.

”Sunbae…kau lucu sekali?”seruku padanya.

”Habisnya kau suka sekali memanggil dia Oppa!”kata Enhyuk Sunbae lagi masih dengan mulut manyunnya.

”Tentu saja aku kan lebih ganteng daripada kamu…”jawab Donghae Oppa.

Aku benar-benar ingin tertawa melihat tingkah mereka. Alasan kenapa aku memanggilnya Donghae Oppa karena memang aku menganggapnya Oppa yang sangat ingin aku miliki. Dia sangat baik sekali terutama dalam menghindari Heechul sunbae dan Eunhyuk sunbae yang selalu menggodaku, dialah penolongku dan juga dia penolongku dalam hal pelajaran. Dia sangat membantuku dalam belajar terutama matematika yang memang aku agak lemah disana, habis Hyo Jin setiap kali aku tanya PR-ku pasti menolak membantu.

Seperti saat itu, awal aku mulai memanggilnya Oppa. Waktu itu aku belum mengerjakan PR matematika, maka pagi-pagi sekali aku pergi ke ruang teater karena tempat itulah yang paling tenang dan enak untuk belajar, tak menyangka ternyata disana sudah ada Donghae Oppa. Dia tersenyum padaku, aku berpikir tumben sekali dia tidak menggodaku biasanya jika bersama dua orang sunbae aneh itu pasti deh aku selalu menjadi bahan ledekan mereka.

Aku menaruh tas ku dan mengeluarkan bukuku dan mengerjakannya tapi karena memang aku tidak bisa aku hanya mencoret-coret bukuku, tanpa sadar Donghae Oppa sudah mendekatiku dan melihat bukuku, lalu tertawa, dia bilang itu kan soal yang mudah masa aku tidak bisa. Tentu saja mudah baginya dia kan sudah kelas 3. saat itu aku benar-benar kesal padanya, namun tiba-tiba dia mengambil kertas dan menuliskan jawabannya di kertas itu lalu menyerahkannya padaku. Dia tersenyum dan bilang kalau ada kesulitan aku bisa meminta bantuannya.

Sejak saat itu jika ada pelajaran yang sulit aku selalu datang lebih awal dan bertemu dengannya di gedung teater dan dia akan mengajariku, dia juga mulai tidak pernah menggodaku lagi bersama dua sunbae aneh itu. Nah, karena itu aku memanggilnya Oppa karena aku menganggapnya kakakku. Waktu pertama kali aku memanggilnya Oppa dia sangat terkejut dan malah tertawa tapi aku bilang aku tidak punya kakak laki-laki dan aku ingin dia menjadi kakak laki-lakiku, akhirnya dia mau juga. Begitulah kenapa aku memanggilnya dengan sebutan Oppa.

”Dasar Pinokio!”sahut Eunhyuk sunbae.

Aku baru ingat, buku PR-ku masih ku taruh di atas meja di ruang ganti di sebelah ruang teater. Aku pun bergegas menuju kesana dan mengambil bukuku. Namun saat hendak kembali mengambil tas, aku dihadang oleh Yu Ri, sepertinya dia berniat mencari masalah, dilihat dari tatapan matanya. Aku pura-puta tidak melihatnya dan berjalan pergi tapi…

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^


I Don’t Mean To (Let’s Not edited) – [1.2]

Tittle               : I Don’t Mean To (tadi ada kekurangan POV ternyata, dan setelah lengkap sepertinya judul ini lumayan cocok.. kekeke)

Author           : Wiga

Rating             : PG 15

Cast                  : Lee Jinki, Kim Kibum, Park Nada

Annyeong.. kali ini saya mengeluarkan ff geje yang terbaru.. untuk yang berusia dibawah 15 tahun bacanya harus didampingi orang tua ya.. hehehe…

Oia, berhubung saya tidak bisa menemukan judul yang pas untuk ff ini, maukah para reader setia SF3SI memberi masukan tentang judul yang tepat untuk ff ini??

Hihihii…. Gomawo.. Happi reading.. ^^

KIBUM POV:

“Jagia.. Kenalkan ini Kibum.. teman ku..”

Gadis itu..

matanya terlihat sembab seperti habis menangis dan saat tersenyum seperti agak dipaksakan. padahal jika tersenyum dia cukup manis dimataku.

“ Annyeong haseyo, My name is Kim Kibum.. Nice to meet you” aku menyapanya.

“Annyeong, I’m Park Nada.. Nice to meet you too Kibum ssi” ucapnya pelan sambil menunduk, matanya menghindari tatapanku.

“ Kibum,  Nada ini pacarku.. manis kan?? hehe.. Jagia, ini Kibum teman SMP ku yang pernah ku ceritakan padamu.. dia baru kembali dari amerika..” kata Lee Jinki sahabatku, ia berusaha mencairkan suasana.

aku melihatnya tersenyum, entah kenapa dadaku bergetar.

*************

Seminggu kemudian aku melihat Nada sedang berjalan disebuah pertokoan, karena penasaran aku menghampirinya,

“ Hiii Nada…!!! Still remember me??” aku menyapanya

“ Ohh.. Hii.. Kibum ssi”  dia menjawab pelan.

“ kamu sedang apa disini..? Jinki mana??”

“ ooh, aku sedang mencari sesuatu Kibum ssi..” jawabnya, aku baru sadar kalau ia mempunyai mata yang sangat indah.

“ Heeyy, Just call me Kibum, OK.. jangan gunakan ssi kepadaku, itu terlalu formal.. By the way kamu sedang mencari apa ??” kini aku tidak bisa melepaskan tatapan ku dari matanya.

“ Kado untuk Jinki Oppa, minggu depan ia berulang tahun..” jawabnya.

“ oohh. cool.. aku juga ingin mencari sesuatu disini, kau mau menemaniku??”

tentu saja aku berbohong.. aku hanya ingin berlama-lama dengan nya, ku lihat ia menunduk, agak ragu, namun akhirnya ia mengangguk.

Walaupun singkat, berjalan bersamanya sungguh menyenangkan,ia banyak tertawa saat menceritakan tentang Jinki, saat aku menyadari beberapa kali saat ia menyebut nama Jinki, matanya selalu berbinar.

Tidak.. Aku tidak boleh menyukainya!! Ia pacar sahabatku!!

**************

Hari ini aku mencoba menelpon Nada, aku mendapatkan no tlpnya dari Jinki, tentu saja. Aku heran Jinki dengan mudah memberikan no tlp pacar nya kepadaku tanpa bertanya macam-macam.

“ Annyeong Haseyo..” terdengar suara lembut yang menjawab panggilanku

“ Annyeong.. May I speak with Nada??”

“ Yes This is Nada’s speaking..”

“ Haay Nada…!!!! it’s Me Kibum…”

Hampir 15 menit aku mengobrol dengan nya, suaranya ketika ditelepon begitu… aaahhhh.. aku tidak bisa menggambarkannya, yang aku tahu aku merasa sangat senang setelah mendengar suaranya.

***************

Malam ini aku tidak bisa tidur, dan aku bosan dirumah, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di taman. aku melihat sosok yang tidak asing dimataku,

Nada…. Ia menangis sendirian..

Haruskah aku menghampiri nya??

Yaa.. Kurasa aku harus menghampirinya.

“ Nada….” aku menepuk lembut bahunya dan menyapanya pelan.

“ Kibum Oppa..” ia terlihat terkejut, lalu cepat-cepat menghapus air matanya, dan menunduk.

Segera aku duduk disampingnya.

“ Kamu tidak apa-apa Nada?? Mengapa kamu menangis?” tanya ku.

“ Tidak apa-apa oppa..mataku kemasukkan debu jadi terlihat seperti menangis ,oppa..” jawabnya perlahan, namun wajahnya masih menunduk.

“ Jinki mana??” aku bertanya padanya

dia menunduk, agak lama terdiam namun akhirnya menjawab.

“ Mmmm, aku tak tau oppa, aku mmmm… aku tak tau..”

“ Kamu sendirian?? Malam-malam begini??”

Dia tidak menjawab, hanya menunduk, kulihat tangan nya sedikit bergetar,

Segera ku lepaskan jaketku dan langsung ku selimuti punggungnya.

“ Oppa..”

“ Jangan menolak, aku tak ingin kamu sakit.. kamu masih tak mau cerita kepadaku, mengapa kau menangis, Nada??”  aku kembali bertanya kepadanya, Namun ia hanya terus menunduk.

aku tidak memaksanya untuk bercerita, karena aku tidak mau ikut campur tentang masalahnya.

Aku duduk menemaninya sebentar, lalu ia berkata bahwa dia ingin pulang. aku menawarkan untuk mengantarkan nya sampai rumah, namun ia menolaknya.

********************

Dirumah, aku terus memikirkan nya.. aku berusaha mengalihkan pikiranku darinya, namun tetap tidak bisa, aku sadar, aku menyukainya, aku menyukai pacar sahabatku sendiri.. AAIISSSSHHH.. jika sudah begini apa yang harus ku lakukan??

harus kah aku memilih??

Persahabatan ku dengan jinki, atau memperjuangkan cintaku dengan Nada.?

God, Please help me..

Aku tergoda untuk menelponnya, menanyakan keadaanya.

“ Annyeong haseyo..”

“ Annyeong.. Ini aku Kibum..”

“ Oh.. Kibum oppa.. ada apa??”

“ mmmm, tidak apa-apa, kamu belum tidur ??”

“ Oh, sebentar lagi oppa, ini juga sudah mengantuk..” Dia menjawab jujur

“ mmm, tadi kenapa menangis, Nada…” aku mengulur waktu, aku sungguh masih ingin mendengar suaranya.

“ Gwencana.. aku hanya kelilipan oppa,” setelah itu ku dengar ia menguap.

“ OOhh.. Ok.. Kamu benar-benar sudah mau tidur ?” tanya ku kemudian

“ iya oppa.. mianhae..”

“ OK.. Gwencana.. Good Nite Nada..”

********************

Seminggu ini, sepertinya Nada menghindari ku, ia tidak pernah mengangkat tlp ku, dan jika aku sms ia tidak pernah membalasnya. ahh.. dia benar-benar membuatku serba salah.

*********************

Hari ini aku ingin membeli sesuatu untuk ummaku, karena lusa ia berulang tahun. aku memutuskan untuk mencarinya di mall tempat dulu aku berbelanja dengan Nada.

Entah karena kebetulan, ataukah ini rencana Tuhan, tiba-tiba ada seorang gadis menabrakku.

ternyata Nada, ia menangis.. Wajah nya merah dan basah karena air mata.

“ Mianhae..” katanya cepat tanpa memandangku, kemudian ia berlari ke arah pintu keluar.

refleks aku mengejarnya, aku menahan tangan nya..

“ NADAA… TUNGGU!! Heeyy…. Kamu kenapa..??”

ia terkejut saat menyadari ku memegang lengan nya.

“ Kamu kenapa.. Mengapa kamu menangis ??” tanya ku kepadanya.

Namun ia hanya menunduk dan menggeleng. ia terlihat sangat cantik dengan wajah memerah seperti ini.

“ Siapa yang membuatmu menangis..?” aku bertanya sekali lagi kepadanya.

lagi-lagi ia hanya menggeleng pelan, namun kini air matanya tumpah.

tanpa bertanya padanya, aku segera merangkulnya dan membanya ke mobil ku.

“Kenapa kau menangis??” tanya ku setelah berada di dalam mobil.

kulihat ia menunduk, bibirnya bergetar, ia berusaha mengucapkan sesuatu namun sepertinya ditahannya.

“ aku ,,,” hanya itu yang dapat ia katakan, kemudian ia mulai menangis, bahunya bergetar.

Oh Tuhaann.. ingin sekali aku memeluknya, menenangkannya.. hatiku sakit, saat melihatnya menangis seperti ini.

“ Nada…” hanya itu yang terucap dari bibirku.

Perlahan tangan ku menggenggamnya,,

“ Jangan menangis.. semua akan baik-baik saja..” kata ku pelan..

*********************

Aku benar-benar penasaran, apa yang terjadi pada Nada, mengapa ia menangis seperti itu, aku sudah bertanya padanya, namun ia tidak menjawab.. ia hanya menggelengkan kepalanya.

Semakin aku mendesaknya, semakin ia tak mau berbicara.

Karena Jinki kah ia menangis?? atau karena sesuatu yang lain..

Ya Tuhaaann.. mengapa hanya Nada yang ada di kepalaku saat ini..

Nada.. Nada.. Nada..

Aku mencintainya..

Aku mencintainya dari pertama kali aku melihatnya, aku tau ini salah, karena bagaimana pun juga ia adalah pacar sahabatku, namun perasaan ku ini tak bisa ku kendalikan,

Ku tetapkan untuk menyampaikan perasaan ku padanya.

*********************

Hari ini jinki mengajakku untuk battle PS dirumahnya, namun begitu aku ke rumahnya jinki tak ada disana, adik nya Lee Taemin bilang jika ia ke rumah Nada, mungkin Jinki ingin battle di rumah pacarnya, segera aku meluncur ke rumah Nada.

Sesampainya dirumah Nada, kulihat mobil Jinki ada di depan rumahnya, segera ku parkir mobilku dibelakang mobil Jinki.

ketika aku mengetuk pintu, kudengar samar-samar Nada berteriak.

“ Jangaaan Oppaa….”

“ Toloooonng “

Segera aku berlari masuk kedalam rumahnya, namun sial.. pintu rumahnya terkunci..

“ Kumohon Jangaaaann….” terdengar teriakan nya lagi.

Ya Tuhan..! apa yang terjadi di dalam?? mengapa Nada menangis dan berteriak?? aku sangat khawatir ia kenapa-kenapa.

Aku berusaha membuka paksa pintunya, kutendang sekuat tenaga.. aku menggunakan seluruh tubuh ku untuk mendobraknya..

BRAAAKKKK….

Akhirnya pintu berhasil terbuka, kulihat Nada tergeletak di lantai dan Jinki berada diatasnya , tangan Jinki memegang kedua tangan Nada, berusaha mencium nya sedangkan Nada menangis dan memberontak.

Tanpa berpikir panjang aku segera berlari ke arah mereka.

Kutarik Jinki, dan dengan sekuat tenaga aku melayangkan tinjuku ke rahangnya,

“BBUUKKK”

Aku tidak bisa menahan emosiku melihat Nada diperlakukan seperti itu, sekali lagi aku melayangkan tinjuku kearahnya.

“ APA YANG KAU LAKUKAN, BASTARD!! “ teriak ku kencang.

namun Jinki hanya menunduk, ia bahkan tidak melawanku, aku memukulnya lagi, kali ini ke arah perutnya.

“ BUUUKK”

Aku meraih kerah bajunya, dan ku tarik Jinki ke arah ku.

“ DENGAR!! AKU BERSUMPAH!! AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU JIKA SESUATU TERJADI PADANYA, LEE JINKI “

aku tak tau apa yang terjadi dengan ku sampai aku berteriak seperti itu pada sahabatku, kemudian aku menariknya keluar dari rumah Nada, dan saat Jinki keluar, aku segera mengunci pintunya.

aku berjalan perlahan ke sudut ruangan, kulihat Nada menangis disana. ia duduk dan kedua tangan nya menutupi wajahnya.

aku berlutut disebelahnya dan memeluknya erat. tubuhnya bergetar hebat, aku mengelus kepalanya, berusaha untuk menenangkannya.

“ Nada.. jangan menangis.” bisikku perlahan ditelinganya.

Namun ia terus menangis…

“ Jinki sudah pergi..” bisikku lagi, sambil mengeratkan pelukan ku.

Yaaa.. Tuhan.. mengapa hati ku sakit sekali…

aku tak bisa melihatnya menangis seperti ini.. apapun akan kulakukan, agar dia tidak menangis..

“ Nada.. Kumohon, jangan menangis, ..” aku mendekatkan wajahku kepadanya, dia hanya menggeleng perlahan.

aku mencoba untuk melepaskan tangan yang menutupi mukanya, awalnya dia bergeming, namun setelah ku bisikkan bahwa semua akan baik-baik saja, akhirnya ia melepaskan tangan yang menutupi wajahnya.

“ Oppa….” ia berbisik.

“ aku takut..”

aku tak tau harus berkata apa-apa lagi..aku memeluknya, menyandarkan kepalanya di dada ku, dan mengusap lembut bahunya.

tak lama kemudian ia tertidur dipelukan ku.

****************

aku membaringkan nya di sofa, wajahnya merah dan sembab karena terlalu lama menangis.

Mengapa Jinki tega memperlakukan Nada seperti ini??

Apa yang ada di otaknya?

Harusnya Ia melindunginya, bukan membuatnya menangis..

aku tak tahan lagi, aku harus segera mencari Jinki,

aku akan membuat perhitungan dengan nya!!!!

****************

NADA POV :

Hari ini aku diajak pacarku, Lee Jinki, untuk menjemput teman nya yang baru pulang dari Amerika, kulihat Jinki oppa agak pucat, kupegang dahinya “ Oppa.. wajahmu pucat sekali..” . Namun ia menepis tangan ku kasar .

“ Yaa!! Lepaskan tanganmu!! aku malu dilihat orang!!” ia membentakku.

“ Oppa.. mengapa kau membentakku seperti itu??” aku berkata pelan, aku sungguh terkejut ia berkata sekasar itu padaku, padahal selama 3 tahun kita berpacaran, tak pernah sekalipun ia membentakku..

“ Oppa, aku ke toilet dulu..” aku berlari ke arah toilet, karena aku tak bisa lagi menahan air mataku, Aku berharap Jinki oppa akan mengejarku. Namun ternyata tidak.

Aku menangis di toilet, hatiku sungguh sakit.

Sekitar 10 menitan, aku keluar dari toilet, kulihat Jinki oppa berjalan kearahku bersama seseorang yang tidak ku kenal.

“Jagia.. Kenalkan ini Kibum.. teman ku..” kata Jinki oppa kepadaku, bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa.

“ Annyeong haseyo My name is Kim Kibum.. Nice to meet you”.

“ Annyeong, I’m Nada.. Nice to meet you too Kibum ssi” ucapku pelan.

****************

Minggu depan Jinki Oppa berulang tahun, aku berencana untuk memberinya kejutan kecil. Aku berkeliling di suatu mall untuk mencari Jam tangan. Jam tangan Casio model terbaru, memang jam itu sangat mahal, dan aku harus menguras hampir seluruh tabunganku hanya untuk membeli jam tangan ini. T_T.

“ Hiii Nada…!!! Still remember me??” Terdengar suara orang memanggilku

“ Ohh.. Hii.. Kibum ssi”  Ternyata KimKibum teman nya Jinki Oppa.

“ kamu sedang apa disini..? Jinki mana??” Tanyanya.

“ ooh, aku sedang mencari sesuatu Kibum ssi..” aku menjawabnya,

“ Heeyy, Just call me Kibum, OK.. jangan gunakan ssi kepadaku, itu terlalu formal.. By the way kamu sedang mencari apa ??” Katanya Ramah

“ Kado untuk Jinki Oppa, minggu depan ia berulang tahun..” aku menjelaskan.

“ oohh. cool.. aku juga ingin mencari sesuatu disini, kau mau menemaniku??”

Aku terdiam sejenak, sebenarnya aku ingin sendirian saat ini, namun aku tak bisa menolak permintaan Kibum oppa, karena Kibum oppa, adalah sahabat Jinki oppa..

Namun akhirnya aku menganggukan kepala ku tanda setuju,

Sejujurnya aku sangat risih berjalan dengan nya, karena aku belum pernah berjalan berdua dengan laki-laki selain Jinki oppa..

****************

Hari yang kutunggu-tunggu tiba juga,

Aku berencana membuat strawberry chesse cake kesukaaan Jinki oppa. Pagi-pagi sekali aku berbelanja ke supermarket, mencari buah strawberry segar. setelah mendapatkan semua bahan-bahan yang ku butuhkan, aku cepat-cepat pulang ke rumah.

“ Ooohh.. Sudah jam 11 siang.. “ aku menggerutu, waktuku tak banyak.

aku segera mencuci tangan dan mulai membuat chesse cake.

Aku mengocok telur, gula, susu, vanilla, dalam satu wadah dengan mikser, setelah mengembang, kutambahkan mentega cair, chesse cream dan terigu yang sudah ku ayak.

kutuangkan ke loyang berbentuk hati, setelah itu ku masukkan kedalam oven yang telah ku set 170° selama 45 menit.

Tak terasa sudah jam 2 siang, kini aku mulai untuk menghias cake tersebut, aku mengoleskan banyak whipped cream di seluruh bagian cake, karena aku tau jinki oppa sangat suka cake yang banyak creamnya. kemudian kutata potongan strawberry segar diatasnya, tak lupa ku oleskan selai keseluruh permukaan strawberry agar mengkilap.

“ Perfect” seruku mantap

From : PARK NADA

To : DE_LIEFSTE

“ Dear, Jinki Oppa..

Sudah 1 minggu kita tak bertemu,

Apa kau merindukan ku Oppa..??

=)

Oppa, kutunggu kau di taman, tempat kita biasa bertemu,

Jam 5 sore, jangan telat ya..

I Miss You..

^^”

Aku dengan cepat mengetikkan sms nya, kemudian aku bergegas mandi.

****************

Jam 5 kurang 30 menit, aku sudah sampai di taman, kotak pink yang berisi cake kuletakkan di sebelahku, sedangkan jam tangan casio masih tersimpan di tasku.

aku sengaja memakai baju terusan warna ungu yang ku kenakan sewaktu kencan pertamaku dengan jinki oppa.

sudah jam 5 pas, aku merapikan rambutku dan tak lupa tersenyum, pasti sebentar lagi jinki oppa datang.

5 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 3 jam..

Tak terasa sekarang sudah jam 10 malam dan aku masih disini, sendirian menunggu jinki oppa, kulihat handphone ku tak ada satu pun pesan dari nya, ku tlp handphonenya, namun tidak aktif, ku tlp rumahnya adiknya Lee Taemin bilang ia pergi dari jam setengah 5 sore.

Perasaanku campur aduk, kesal, marah sedih, khawatir, takut, bingung, semua bercampur jadi satu, aku menutup kedua wajahku dengan telapak tangan dan mulai menangis.

Aku harus bagaimana?? God.. Please help me..

“ Nada..”

seseorang menepuk bahu ku lembut, aku sunguh berharap yang datang adalah jinki oppa, namun ternyata aku salah, yang datang adalah Kibum oppa.

*****************

Saat kubuka mataku ku lihat jinki oppa duduk di samping tempat tidurku.

“ Kau sudah bangun Nada..”  Katanya pelan.

“ Jinki oppa..” aku terkejut, melihat ia ada disampingku, aku berusaha duduk, namun kepalaku berat sekali.

“ Sudah.. Kamu tidur saja,, jangan dipaksakan duduk jika tak bisa..” kata Jinki oppa menahan ku agar aku tidak bangun.

“ kenapa oppa ada disini..” bisikku.

“ Umma mu menelpon, katanya kau sakit, sampai jam 3 sore belum bangun-bangun, ia bertanya padaku kemarin kita habis dari mana, mengapa kau pulang nya sangat larut..”

“ Memang sekarang jam berapa oppa..?” aku bertanya padanya.

“ jam 5 sore” ia menjawab singkat.

Entah ini perasaan ku saja atau memang benar kurasa sikap jinki oppa terhadapku sangat berbeda sekarang, sepertinya ia sangat dingin.

5 bulan lalu saat aku sakit seperti ini, Jinki oppa kelihatan sangat khawatir, sebentar-sebentar dia menanyakan keadaanku, apakah aku lapar? apakah aku haus? apakah aku pusing? atau apapun tentang keadaan ku.

tak terasa air mataku menetes.

“ Mengapa kau menangis Nada?” tanya nya, tangan kanan nya mengusap air mataku.

“ Oppa.. aku menunggu mu sampai jam sepuluh malam, mengapa kau tidak datang??” aku berkata sambil terisak.

Perlahan Jinki oppa mengelus kepalaku,

“ Mianhae, aku ketiduran dari sore, aku terbangun jam 9 malam  kemudian membaca sms mu, kupikir jam segitu pasti kau sudah pulang”

aku terdiam, mengapa berbeda sekali dengan apa yang taemin katakan? taemin bilang dari jam setengah 5 jinki oppa pergi, namun sekarang jinki oppa bilang, ia ketiduran.

Yaa Tuhaann.. siapa yang harus ku percaya..?

“ Mengapa kau tidak menelponku saat kau membaca sms dari ku oppa..” aku bertanya padanya.

sesaat ia terdiam.

“ Aku lupa.. Mianhae..” katanya pelan.

“ Kau percaya padaku kan Nada..?” ia melanjutkan.

aku mengangguk, ya.. bagaimanapun juga ia pacarku, aku harus percaya padanya..

******************

Hari ini aku sangat bosan dirumah, tak ada yang bisa ku kerjakan, iseng-iseng aku menelpon ke rumah Jinki oppa, aku ingin mengajaknya keluar jalan-jalan.

“ Annyeong haseyo..” terdengar suara imut Taemin.

“ Annyeong Taemin, Ini Nada Nuna.. Jinki oppa ada??” kata ku

“ Nada Nuna.. Bukan kah hyung pergi dengan mu, Nuna?? barusan ia pergi dengan mobilnya, katanya akan menjemputmu, kalau tidak salah dengar kalian akan pergi ke mall kan??” jelas Taemin panjang lebar.

otak ku berpikir keras, jinki pergi?? tapi tadi malam saat ia menelponku ia berkata bahwa hari ini dia tidak kemana-mana.

“ Nuna, kau masih disana..?” tanya taemin kemudian

“ Ohh yaa, yaa Taeminie.. Nuna lupa hari ini nuna ada janji dengan hyung mu.. ok Nuna tutup ya tlpnya.. daaaaa teminie…”

aku buru-buru mengganti baju rumahku dengan celana jeans, dan kemeja kotak2 merah favoriteku, berlari ke arah halte bus.

*****************

Sampai di mall, aku hanya berputar-putar sambil mencari-cari sosok Jinki oppa.

Tak ku temukan dimana pun. aku sangat lelah berputar-putar, ku langkah kan kaki ku menuju toko buku, ku lihat seseorang yang mirip jinki oppa dari belakang, ia menghampiri seorang wanita dan merangkulnya.

aku sungguh penasaran, ku dekati mereka, kira-kira tiga langkah dibelakangnya aku berucap. “ Jinki Oppa..”

Mereka berdua membalikkan badan, dalam hati aku terus berharap kalau itu bukan jinki oppa.

“ Nada..” jinki oppa terlihat kaget dan buru-buru melepaskan rangkulan nya dari wanita itu.

“ Jagia, siapa dia??” Wanita itu berkata manja sambil tersenyum kepadaku.

Aku tidak tahan lagi, aku segera berbalik, dan berlari, aku tak perduli orang-orang melihatku menangis.

Yaaa Tuhaan.. Hati ku sungguh sakit, Jinki oppa bahkan tidak mengejarku untuk memberikan penjelasan.

BRRUKKK..

Aku menabrak seseorang, Namun pikiran ku begitu kacau, aku meminta maaf  tanpa melihat kearahnya.

“ NADAA… TUNGGU!! Heeyy…. Kamu kenapa..??”

aku mendengar seseorang memanggil namaku, namun itu bukan suara Jinki oppa.

Kemudian ada yang memegang kuat lengan ku, ternyata Kibum oppa.

Ia merangkulku, dan membawaku ke mobilnya, disana ia menenangkan ku.

dan akhirnya mengantarku pulang.

****************

Sudah seminggu ini aku tidak bertemu jinki oppa, tidak mengangkat tlpnya atau pun membalas sms nya. entah bagaimana hubungan kita selanjutnya, aku tak tau..

hari ini umma, dan appa ku pergi menengok nenekku yang sedang sakit, mungkin mereka menginap disana, karena rumah nenekku jauh sekali,, seharian ini aku hanya tidur-tiduran disofa dan menonton tivi,,

Ring.. Ding..Dong..

terdengar bunyi dering sms di hp ku. dengan malas aku membacanya.

From: ..DE_LIEFSTE..

To: PARK NADA

“ Nada, aku sudah di depan.

Buka pintunya,

Kita harus bicara”

Jinki oppa di depan rumah?? aku buru-buru terbangun, benarkah jinki oppa ada di depan rumahku, rasanya aku tak percaya.

“ TOK.. TOK.. TOK..”

Perlahan aku menuju ke pintu, dan membukakan nya.

“ Nada..”

Yaa.. Tuhan.. ingin sekali aku memeluknya erat, aku sungguh sangat merindukannya.

“ Ada apa oppa..” aku berkata pelan sambil mempersilahkan dia masuk.

Jinki oppa masuk dan kemudian menutup pintu.

“ Aku ingin kita putus, Nada” katanya pelan.

lututku terasa lemas mendengar kata-kata itu dari mulutnya.

“ Ke Kenapa oppa..” aku berusaha bicara.

“Karena ku rasa, aku sudah mmm.. maksudku, kita sudah tak ada kecocokan lagi” katanya enteng.

Sebegitu gampangnya kah dia mengucap kata putus?? apakah dia tidak berpikir bagaimana perasaan ku saat dia bilang ini semua?? Yaa Tuhan.. Aku mau Jinki Oppa yang dulu, bukan Jinki oppa yang seperti ini..

“ Itukah sebabnya sebulan ini kau menghindariku oppa, kau sering mematikan hp mu, jarang  membalas smsku, kau tak datang ke taman saat aku bilang aku menunggumu, bahkan kau tidak pernah memanggilku jagia lagi..” aku terisak mengatakan semuanya.

“ Dimana salah ku oppa..” aku menutup kedua wajahku dengan tangan ku.

Kurasakan jinki oppa memelukku, namun aku menolaknya.

“ Nada..” ia berbisik ditelingaku.

aku mendorong tubuhnya, namun pelukan nya begitu erat.

“ Nada.. Kau mencintaiku kan..??” bisiknya ditelingaku, bibirnya mulai mengarah ke bibirku.

“ Oppa lepaskan!!” Jeritku sambil mendorong tubuhnya.

ketika pelukannya terlepas, aku segera berlari kearah pintu, Namun ia meraihku lebih cepat, dengan satu tangan nya ia menarikku ke arahnya, dan tangan yang satunya lagi mengunci pintunya.

“ Oppa.. Lepas!!!! Oppa mau apa??” aku dengan sekuat tenaga berontak namun tenaganya lebih kuat.

“ TOLONGG…” aku berteriak sambil menangis, aku sangat ketakutan,

Yaa tuhann, tolong aku!!

Kurasakan seseorang menarik Jinki oppa, aku tak tau siapa dia, aku segera merangkak ke sudut ruangan, aku benar-benar sangat takut, lutut ku gemetar, aku menutupi kedua wajahku dengan tangan, dan menangis sepuasnya.

Tak lama kemudian, ada seseorang yang datang dan memelukku,

“ Nada.. jangan menangis.” bisiknya  perlahan.

Aku mengenal suaranya, itu suara Kibum oppa.

Namun aku tak bisa mengendalikan emosi ku, aku takut, aku kecewa, aku marah, aku ingin mati saja rasanya.

“ Jinki sudah pergi..” bisiknya lembut, kurasakan pelukan nya begitu hangat.

“ Nada.. Kumohon, jangan menangis.

aku merasakan tangannya memegang kedua tangan ku dan berusaha menariknya dari wajahku, namun aku bertahan, aku tak ingin saat aku membuka kedua mataku, bukan Kibum oppa yang kulihat, melainkan jinki oppa. aku sungguh takut..

“ ssssttt… Ini aku, Kibum.. Jangan takut Nada.. Semuanya pasti akan baik-baik saja” katanya lembut.

Perlahan aku melepaskan tangan dari wajahku, kulihat kibum oppa didepanku.

“ Oppa…. Aku takut…” Hanya itu yang bisa ku katakan.

Aku hanya bisa menangis dipelukan nya, aku tau mungkin memang jinki oppa bukan yang terbaik untukku..

*********************

JINKI POV

“ Brain Cancer??”

aku tidak percaya saat aku mengetahui aku menderita kanker otak stadium akhir. Leluconkah ini??

dan puncaknya saat dokter mengatakan umurku kurang dari 4 bulan..

Bagaimana aku memberitahukan ini pada keluargaku??

Dan yang lebih parah lagi,, bagaimana aku harus memberitahukan hal ini pada orang yang paling penting didalam hidupku, yang selama 3 tahun ini selalu mendampingiku.

Yaaa.. Tuhan.. aku tidak bisa membayangkan nya,,

Ia pasti akan menangis saat mengetahui penyakitku, menangis saat mengetahui hidupku sangat singkat, menangis ketika aku pergi , menangis di pemakamanku, dan terus menangis saat dia merindukan aku..

Tidak..

Aku tidak bisa melihatnya menangis karenaku.. bagaimana mungkin aku membuat orang yang kusayangi menangis.

Sudah kupikirkan baik-baik..

aku harus membuatnya membenciku,,

aku harus membuatnya meninggalkan ku..

*****************

Hari ini temanku Kibum, pulang dari amerika. aku dan pacarku menjemputnya di bandara.

“ Oppa.. wajahmu pucat sekali..” katanya sambil memegang dahiku, dia kelihatan sangat khawatir.

“ Yaa!! Lepaskan tanganmu!! aku malu dilihat orang!!” aku membentaknya dengan sengaja.

“ Oppa.. mengapa kau membentakku seperti itu??” dia menatapku, matanya berkaca-kaca.

aku tidak sanggup melihat air mata di matanya, aku mengalihkan pandangan ku darinya.

“ Sudah lah!! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!!” kembali aku berkata ketus.

dia menatapku tajam, kemudian berkata “ Oppa, aku ke toilet dulu..” setelah itu dia langsung berlari ke arah toilet.

aku tahu, ia menangis disana…

hati ku sakit karena aku membuatnya menangis…

namun semua ini harus ku lakukan,,

Mianhae..

Tak lama kemudian, kulihat Kibum datang.

“ Hey Whats Up!!!” sapanya sambil meninju bahuku.

“ Yaaa!! Jangan mentang-mentang kau lama di amerika sekarang kau lupa bahasa korea..” gerutu ku.

“ HAHAHAHA…” ia tertawa.

Kulihat pacarku keluar dari toilet,

“ Kibum, kukenalkan kau pada pacarku. Kajja..” aku menariknya ke arah pacarku.

“Jagia.. Kenalkan ini Kibum.. teman ku..” kataku kepadanya, bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa.

“ Annyeong haseyo My name is Kim Kibum.. Nice to meet you”.

“ Annyeong, I’m Park Nada.. Nice to meet you too Kibum ssi” ucapnya pelan..

*****************

Akhir-akhir ini rasa sakit dikepalaku sering muncul..

AAAAAGGGGRRRRHHHH…. rasanya sungguh menyiksaku.

dokter sudah menyuruhku untuk mengikuti kemoterapy, namun aku menolaknya. Kemoterapy hanya membuat keadaanku lebih menyedihkan dari pada ini. dan jika aku menjalani kemoterapy, pasti keluargaku dan Nada lambat laun akan tau kalau aku mengidap brain cancer..

sudah seminggu ini aku tidak bertemu Nada, aku sengaja menghindar dariinya, aku tidak mengangkat tlpnya, dan juga tidak membalas sms nya.

sungguh sangat berat bagi ku melakukan ini semua,

Ring.. Ding.. Dong..

Terdengar nada sms dari hp ku..

From : DE_LIEFSTE

To : LEE JINKI

“ Dear, Jinki Oppa..

Sudah 1 minggu kita tak bertemu,

Apa kau merindukan ku Oppa..??

=)

Oppa, kutunggu kau di taman, tempat kita biasa bertemu,

Jam 5 sore, jangan telat ya..

I Miss You..

Mengapa tiba-tiba Nada mendadak ingin bertemu denganku?? aku bingung, apa yang harus ku lakukan? Namun akhirnya kupaksakan diri untuk pergi.

Aku berangkat dari rumah jam setengah lima sore, sengaja tak ku gunakan mobilku, karena tak mungkin aku menyetir mobil dalam kondisi seperti ini.

*************

Jam 5 lewat 10 aku sampai di taman, sengaja aku tidak lewat gerbang depan, melainkan lewat gerbang belakang.

Kulihat dia duduk di bangku taman seorang diri, ia mengenakan baju terusan ungu yang dulu dipakainya pada kencan pertama. Ya tuhan, harus kah aku mendatanginya sekarang??

Aku putuskan untuk tetap disini, aku tidak boleh menghampirinya, ia harus membenci ku..

30 menit berlalu, ia masih sabar menunggu ku..

1 jam berlalu.. Ia belum beranjak dari tempat duduknya..

2 jam berlalu..

Mengapa kau masih disana Nada??

3 Jam..

Cepatlah pulang..!!!!

4 Jam..

Yaa Tuhan, aku tak tega melihatnya.. ia masih menungguku di bangku itu, dan sekarang ia mengatupkan kedua tangan di wajahnya, pertanda kalau ia menangis. kurasakan sakit di hati ku.. aku membuatnya menangis lagi..  tapi aku tak punya pilihan, hanya ini yang bisa kulakukan.

sampai kini, jam 10 malam, ia masih menungguku..

Sebegitu jahatnya kah aku??

aku tak bisa menyakitinya lebih dalam lagi, ku langkah kan kaki ku kearah Nada, Namun tiba-tiba aku melihat ada seorang pria yang menghampiri nya.

Kim Kibum!!!

Mengapa dia ada disini?? Nada kah yang menyuruhnya datang ke taman ini.

Pikiranku mulai kacau karena cemburu.

aku teringat seminggu yang lalu Kibum meminta no tlp Nada kepadaku, aku tak curiga terhadapnya karena ia sahabatku, maka ku berikan no tlp Nada padanya.

Kulihat Kibum mulai berbicara padanya, kemudian memakaikan jaketnya di punggung Nada. tangan ku gemetar menahan marah.

Harusnya aku yang berada disamping Nada saat ini!!

Haruskah ku datangi mereka berdua??

Tak lama kemudian ku lihat Nada dan Kibum berdiri, mungkin mereka akan pulang bersama. Namun dugaan ku salah, Mereka berpisah di gerbang utama, Nada berjalan kearah rumahnya, dan kibum berjalan kearah yang berlawanan.

Kulangkah kan kaki ku gontai menuju bangku panjang yang barusan di duduki Nada,

Apa ini?? Kotak besar berwarna pink.. Apakah Nada sengaja meninggalkan kotak ini disini?? kubuka tutup kotak itu perlahan-lahan.

Sebuah cake berbentuk hati, dengan limpahan buah strawberry favorite ku.. ada kartu kecil diatasnya.

Happy birthday oppa..

wish you all the best

I love you and I will never stop  loving you.

Saranghae..

Dan sebuah ada sebuah foto diriku bersama Nada di taman ini, yang diambil saat kencan pertama kami, 3 tahun lalu, tepat dihari ulang tahun ku..

aku tersenyum, aku mencolek sedikit creamnya, dan kumakan satu strawberry yang paling besar. Rasanya sungguh manis. Kurasakan air mata ku jatuh.

Apa yang terjadi dengan ku?? Aku laki-laki, tak sepantasnya aku menangis..

Namun entah mengapa air mata ini terus jatuh..

*****************

Ring.. Ding..Dong..

terdengar bunyi sms dari hp ku, aku segera membacanya.

From : Lee Hyeo Jun

To : LEE JINKI

“ OPPA!!!!!!!! KAMU DIMANA???

AKU SUDAH HAMPIR BERJAMUR

MENUNGGUMU!!!

DALAM 1 JAM JIKA KAU TIDAK

SAMPAI DI MALL, KAU AKAN TAU AKIBATNYA!!”

Ya Tuhan!!! aku hampir lupa!!! Hari ini aku ada janji dengan sepupuku yang baru datang dari Indonesia, aku janjian dengan nya di Mall.

aku mengambil jaketku dan kunci mobilku, dan segera berlari ke luar.

Ku dengar Taemin berteriak “ Hyung, mau kemana”

“ Mall.” Jawabku singkat.

“ Dengan Nada Nuna??” katanya lagi.

“ Ya” kataku menggumam.

“ Aku nitip komik Yakitake Japan terbaru ya hyung!!” teriaknya.

“ Ya”

Segera ku kemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju arah mall.

***************

“ YAAA!!! Mengapa kau lama sekali Jinki!!!” kulihat mukanya cemberut.

“ Mianhae, aku lupa.. EH!! tadi kau panggil aku apa?? coba aku mau dengar lagi” aku menjitak kepalanya.

“ AWW..SAKIT!! awas ya!! ku adukan ke appa mu!!” dia berkata mengancamku.

“ Kau ini.. tidak berubah sama sekali..kau harusnya memanggilku oppa, bagaimana pun juga aku lebih tua dari mu walaupun hanya beberapa bulan” gerutuku pelan.

namun dia hanya memakan ice creamnya.

“ Yaaa!! Kau dengar aku tidak!!” sekali lagi aku menjitak kepalanya,

“ OK!! OK!! OK!! aku panggil kau oppa, Puas!! dasar gila hormat!!” dia menjulurkan lidahnya.

aku memaksanya untuk masuk ke toko buku, untuk membeli komik titipan taemin.

“ Hyeo Jun” kataku.

“ Iya, Jagia..” katanya manja.

“ APA?? “ Aku menjitak kepalanya lagi.

“ YAAA!!! mengapa kau hobi sekali menjitak kepalaku, Jinki!! “ Hyeo Jun berteriak keras.

“ Kau panggil aku apa tadi?? Jagia??? Andwae.. Hanya Nada yang boleh memanggilku seperti itu!!” Bentakku keras.

“ Nada siapa?? HaaaHHaaa Jagia mu yaaa??” Katanya meledeku.

“ Kau ini..” aku merangkulnya.

“Jinki Oppa..” terdengar suara yang sangat ku kenal memanggilku dari belakang.

“ Nada.. “ Aku sangat terkejut melihatnya ada disini, segera ku lepaskan tangan ku dari Hyeo Jun.

“ Jagia, siapa dia” kudengar  Hyeo jun berkata. AHH!! mengapa dia malah memperkeruh suasana.

Tiba-tiba nada berbalik dan berlari. ingin sekali aku mengejarnya namun entah mengapa kaki ku seperti tertancap di lantai, aku tak bisa melangkah.

“ OOYYY!!! siapa dia!!” Hyeo jun berteriak kepadaku.

“ Dia Nada, Jagia ku.” kataku pelan.

“ YA tuhaannn, pasti dia salah paham. Jinki!! kenapa kau tak kejar!! Cepat kejar..!! Jelaskan padanya kalo aku ini sepupumu!! “ teriak hyeo jun tak sabar.

akhirnya aku berlari mengejarnya, kuarah kan mataku kesekitar mall ini..

Itu dia!! dia menuju ke pintu ke luar!!

Aku tak percaya dengan apa yang ku lihat..

Nada dan Kibum???

Aku melihat Nada menangis di pelukan Kibum, lalu Kibum membawanya menuju parkiran mobil.

Kebetulankah ini?? atau memang disengaja?? mengapa Nada dan Kibum

berjalan bersama??

Seribu satu pertanyaan terus menggema di kepalaku.

**************

Malamnya.. sakit dikepalaku kambuh lagi..  aku sudah minum 9 macam obat yang dokter berikan kepadaku untuk mengurangi rasa sakitnya.

ku lihat hp ku bergetar.

==> KIM KIBUM calling..

Dengan malas, ku angkat hp ku.

“ YAA!!Brother whats up” seru kibum

“ Hay Kibum.. ada apa?? tumben malam-malam begini menelpon ku” kata ku berusaha santai.

“ Kau ada masalah dengan Nada?”

“ anni.. kenapa..??”

“ sebenarnya bukan hak ku untuk ikut campur urusan kalian berdua,,, tapi aku merasa..

mmm… Apa kau tak tau akhir-akhir ini Nada sering menangis??”

“ Anni..” aku menjaga suara ku agar tetap terdengar biasa.

“ Seminggu yang lalu kulihat Nada sendirian di taman, jam sepuluh malam, ia menangis..

dan hari ini, aku tidak sengaja bertabrakan dengan nya di mall, dan dia menangis..

Jika kau ada masalah, dengan nya tolong diselesaikan, jangan membuatnya menangis”

aku tak mendengarkan suara Kibum lagi, kulihat darah menetes dari hidungku dan seketika pandanganku gelap.

***********

aku merasakan dingin nya lantai saat aku terbangun, kulihat jam sudah jam sepuluh pagi.

aku berusaha mengingat apa yang kibum katakan tadi malam.

Dadaku kembali sakit, mungkin kah Kibum menyukai Nada??

Mengapa ia sangat perhatian dengan Nada??

Sadar kah Kibum, kalau Nada itu pacarku??

Air mataku kembali jatuh, aku tau waktu ku tak banyak..

Sebentar lagi pasti aku akan mati,

*************

Semuanya harus berakhir hari ini.

Aku mengemudikan mobilku kerumah Nada,

sampai disana ku kirimkan sms agar dia membuka pintu.

ia tampak sangat kurus dan pucat, padahal baru seminggu kita tidak bertemu.

aku menahan sakit yang mulai menjadi-jadi dikepalaku.

“ Aku ingin kita putus, Nada” aku berkata pelan.

“ Ke Kenapa oppa..”

“Karena ku rasa, aku sudah mmm.. maksudku, kita sudah tak ada kecocokan lagi” Yaa Tuhan, aku tak kuat menahan rasa sakit ini.

Kulihat matanya mulai berkaca-kaca,

“ Itukah sebabnya sebulan ini kau menghindariku oppa, kau sering mematikan hp mu, jarang  membalas smsku, kau tak datang ke taman saat aku bilang aku menunggumu, bahkan kau tidak pernah memanggilku jagia lagi..” Dia terisak mengatakan semua itu.

“ Dimana salah ku oppa..” Ya Tuhan entah sudah berapa kali aku membuatnya menangis.

Jagia.. Mianhae..

Mianhae..

Aku berjanji, ini terakhir kalinya kamu menangis.. setelah ini berakhir, kupastikan tak ada lagi air mata dimatamu.

aku mengabaikan rasa sakit dikepalaku, aku memeluknya erat, sangat erat.

“ Nada..” aku berbisik ditelinganya.

“ Nada.. Kau mencintaiku kan..??”  bibirku mulai mengarah ke bibirnya.

“ Oppa lepaskan!!” Jeritnya sambil mendorong tubuhku.

Dia berlari kearah pintu, segera aku meraihnya kembali dia berada di dalam pelukanku, kini kurasakan badanya gemetar ketakutan, ia menangis dan mulai berteriak-teriak

“ Oppa.. Lepas!!!! Oppa mau apa??”

“ TOLONGG…”

Ya tuhann, sungguh menyakitkan bagiku melihatnya ketakutan seperti ini.. aku bisa gila!! aku bisa gila!! aku tak kuat lagi, aku merasakan rasa sakit luar biasa dikepalaku,,

Tiba-tiba kurasakan seseorang menarikku,

“BBUUKKK”

aku merasa nyeri yang amat sangat di rahang ku.

“ APA YANG KAU LAKUKAN, BASTARD!! “.

“ BUUUKK”

Saat ku membuka kedua mataku, kulihat Kibum bersiap-siap untuk meninjuku lagi, kali ini perut ku adalah sasarannya.

“ DENGAR!! AKU BERSUMPAH!! AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU JIKA SESUATU TERJADI PADANYA, LEE JINKI “

ia menyeretku keluar rumah Nada, dan seketika itu juga menutup pintunya.

*************

Aku mengendarai mobilku kearah taman..

Sesampainya disana, aku duduk di bangku panjang tempat nada menungguku.

aku menangis sepuas-puasnya disana,

************

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

SHINee Hello Dongsaeng – Part 3

SHINee: Hello Dongsaeng~! (Part 3)

Author : Cynthia a.k.a Han Ha Joon

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series ~ 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

“Ha Joon, bangun! Kita udah sampai,” kata Key sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ha Joon yang tertidur pulas di jok belakang.

“Ng?” Ha Joon mulai membuka matanya, menatap sekeliling lalu berusaha keluar dari mobil.

“Kapan kita pulang? Bukannya tadi kita di bianglala?” tanya Ha Joon pada anak-anak SHINee.

“Whoaaa, Nona Ha Joon kau lupa? Tadi kamu ketiduran di bianglala dan akibatnya aku harus menggendongmu di punggungku,” kata Jonghyun sambil menunjuk punggungnya.

“Hehe, sekali-kali dong :3” kata Ha Joon sambil memukul punggung Jonghyun.

“Mana kamu berat lagi,” tambah Jonghyun.

“Biarin! :P” elak Ha Joon.

“Buruan ah masuk rumah, dingin!” sela Taemin. Ha Joon merogoh sakunya, lalu mulai mencari kunci dan membuka pintunya.

“Welcome back,” gumam Key.

“Aku ngantuk~” kata Onew pada dirinya sendiri. Ha Joon melepas sepatunya, lalu masuk ke dalam kamarnya.

“Hei, hei!” sela Key sambil menahan Ha Joon masuk.

“Ne, ne… Apa?” tanya Ha Joon sambil terkantuk-kantuk.

“Kami tidur di mana?” tanya Key.

“Ter… hoaaaahhm… Terserah…”

“Terserah gimana? Masa’ kami tidur di ruang keluarga?”

“Kamar eomma ada di lantai dua… Pake itu aja oppa…”

“Double bed?”

“Iya~”

“Double bed maksimal cuma bisa bertiga, dua lainnya gimana?”

“Cukup-cukupin nggak bisa?”

“Pabo! Emangnya kami sarden apa?”

“Kamar di rumah ini cuma 2, kamarku sama kamarnya eomma ._.”

“Berarti 2 masuk kamarmu?”

“WAAAAAAH! Aku kan perempuan oppa, masa’ di kamarku (=3=) Yang bener aja! ><”

“Kamu tega biarin oppamu kedinginan di ruang keluarga?”

“…”

Key tersenyum di dalam hati, rencananya berhasil.

“Ne, ne… dua orang tidur di kamarku…” kata Ha Joon pasrah. Key tersenyum bahagia (?)

“TAPI…!” lanjut Ha Joon, “aku tidurnya di pojok kanan, mereka pojok kiri! Dan nggak boleh ada shirtless moment, apapun itu!”

Key mengangguk senang, lalu berteriak-teriak, “TAEMINHO!!”

Ha Joon terperanjat, bias SHINee-nya akan tidur SEKAMAR dengannya. Oke, mungkin bersama dengan Taemin, tapi tetap saja hatinya berdebar tidak karuan. Cool Minho, handsome Minho…

“Ha Joon? Halo~?” panggil Taemin sambil mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah Ha Joon yang tengah melamun.

“Eh, ya? Ada apa?” Ha Joon tersadar dari lamunannya.

“Dasar,” kata Taemin sambil tersenyum dan mengucek-ucek rambutnya, “jangan melamun!”

“Ne, oppa~” jawab Ha Joon lalu pergi ke kamarnya.

***

“Oppadeul keluar dulu~~” kata Ha Joon sambil mendorong Taemin dan Minho keluar saat mereka sedang menggelar futon (futon: kayak kasur yang digelar di bawah, nggak tau bahasa Koreanya apa :P)

“He? Wae yo?” tanya Minho.

“Aku mau ganti baju~~! Aku mau ganti piyama, kalian keluar dong!” protes Ha Joon, lalu Taemin tertawa kecil.

“Apa ketawa-ketawa?” tanya Ha Joon ketus.

“Ani, ani… Nggak keluar juga nggak apa-apa kok!” kata Taemin. *author dibunuh fans Taemin*

“Taemin!! Kamu itu masih kecil, ya ampun… Pasti ini ulah Jonghyun hyung, sadar Taem!” kata Minho pada Taemin. Taemin langsung berhenti tertawa. *sekali lagi, author dibunuh fans Jonghyun*

“Buruan keluar oppa…”

“Bentar, ini selimutnya…”

“Aaah, ppali!”

“Ne, ne! Ayo Taem!” ajak Minho sambil menggeret Taemin keluar.

***

Ha Joon’s POV

Satu domba…

Dua domba…

Tiga domba…

Empat domba…

Lima…

Lima Minho oppa…

Enam Minho oppa…

HEEEEH?!

Aku bangun dari posisiku tidur, lalu aku menggelengkan kepalaku keras. Tadinya iya—yang kuhitung domba—tapi tiba-tiba Minho oppa datang menggantikan posisi domba itu (>.<;). Aku merasa pipiku memanas, lalu aku melirik sebelah.

Taemin oppa dan Minho oppa tertidur, sangat pulas.

Aku mulai memperhatikan wajah Minho oppa… Matanya, bibirnya, hidungnya… Hembusan nafasnya…

Tuhan, mengapa Kau ciptakan makhluk setampan dia? (>////<;)

Setelah kupikir-pikir lucu juga wajahnya kalau tidur… polos. Seperti malaikat. Hehehe.

Aku berdiri dari futon tempat aku tidur, lalu pergi ke dapur untuk mencari minum. Tenggorokanku rasanya kering sekali. Baru saja aku mengambil gelasku, tiba-tiba aku mendengar suara aneh…

Dari arah belakang.

Ottohke? Ottohke? Bulu kudukku merinding, dan kakiku rasanya beku. Aku ingin mencoba lari, tapi tak bisa. Eomma~ Kenapa tak pernah bilang kita ‘pelihara’ hantu?

“Woy,” sapa seseorang dari belakangku sambil memegang pundakku.

“Aaaaaaah!” teriakku sambil menutup mukaku, lalu menghentak-hentakkan kakiku di lantai.

“Pergi! Pergi, aku nggak enak rasanya! Aaah! Jangan culik aku, aku anak baik kok hantu… Apapun kau, maafkan aku! Dan sekali lagi, rasaku nggak enak! Aku juga belum menikah… AAAH! Jangan bawa aku…!” seruku panik, masih sambil menutup mukaku.

“BHAHAHAHAHA!!”

Suara khas itu. Jonghyun oppa.

Aku memalingkan wajahku, dan benar saja. Oppa unikku yang satu itu masih tertawa sambil memegang perutnya dan sesekali menghapus air mata yang keluar karena tertawanya. Uuh, mengesalkan. (=3=)

“Oppa…!”

“BHAHAHAHA!!”

“Jonghyun oppa~~~!!” rengekku sekali lagi.

“BHAHAHA… Aduh! Aaaaww! Aduh!” katanya mengaduh kesakitan setelah kupukul lengannya.

“Nakal! Jahil! Oppa jahat!” kataku sambil terus memukul lengannya.

“Aaaa, mianhae, mianhae… Tadi aku mau masak mi instan, eh ketemu kamu… Aduh, duh! Sakit, hentikan!”

***

“Fuuuhh…”

Aku menyuapkan mi instan ke dalam mulutku, sambil menonton TV bersama Jonghyun oppa yang sudah membuatkan mi instan untuk kami berdua.

“Dasar putri ngambek,” gumamnya padaku. Aku menatapnya tajam.

“Nggak lucu! Aku tadi kaget beneran,” elakku. Ia menatapku, lalu tertawa kecil.

“Pertama kali punya dongsaeng cewek~ Ribet ya,” katanya. Aku diam, melahap mi instanku.

“Ya, terserah oppa saja,” ucapku sambil terus melahap mi instanku.

“Sudah gendut, tidak cantik, penakut, bawel, gampang marah…”

Aku tetap melahap mi instanku.

“…Makannya banyak lagi! Liat aja besok, pasti nambah 2 kilo.”

Aku menghentikan makanku.

“Beneran, oppa? Makan tengah malem sekali nambahnya 2 kilo?” tanyaku serius. Ia menganggukkan kepalanya mantap.

“Iya, aku serius!”

“Aaaah, kenapa tak bilang dari tadi?” protesku kesal.

“Kamu kan yang tadi merengek lapar? Jadi aku buatkan saja,” katanya singkat.

Mwo ya!?

“Ini… buat oppa saja. Buang juga nggak apa-apa… Aku udah kenyang! Dah oppa, selamat malam! Daaah!” ucapku lalu lari ke dalam kamarku.

Kyaaa~! Naik 2 kilo? Tidaaaaaak! (><;)

***

Jonghyun’s POV

Aku terus memegangi perutku yang sakit karena menahan ketawa. Sungguh, anak itu polos sekali… Dia gampang dibodohi! Masa iya semalam bisa 2 kilo… Hahahaha! Menipu anak kecil itu memang asyik 😛

“Ya, hyung…”

Aku menghentikan tawaku, lalu menoleh ke belakang.

Minho.

“Heh, bocah bermata besar! Tidur sana!” ucapku padanya sambil mulai melahap mi instanku.

“Apa yang kau katakan padanya?” tanyanya to the point. Dasar anak ini.

“Ani, ani… kau mau tau saja,” jawabku santai.

“Apa itu… 2 kilo dalam semalem, hyung? (=.=’)” tanyanya lagi.

“Uhuk! Kau… menguping?” tanyaku balik.

“Tidak sengaja mendengar…”

“Sama saja, pabo!” kataku.

“Hyung… Naksir dongsaeng sendiri?”

TBC 😀

***

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^