LOVE’S WAY – TALK TO YOU [1.2]

TALK TO YOU

[1.2]

Author: Novi

Main Cast : Lee Taemin & Kim Kibum

Support Cast : SHINee & Super Junior

Hye Jin POV

Sudah 2 bulan aku tinggal disini dan sedikit demi sedikit aku sudah mampu beradaptasi. Aku senang banyak orang di sekelilingku yang membantuku untuk dapat betah tinggal disini. Hyo Jin adalah yang terbaik, dia adalah sahabatku yang paling baik. Hari ini Hyo Jin mengajakku untuk membeli Hanbok, baju tradisional khas Korea

”Yang ini saja?”katanya sambil menyodorkan sebuah hanbok warna biru dan putih.

Aku mengambilnya dan mengamatinya sebentar. Bentuknya aneh, aku pernah melihatnya dulu waktu liburan kesini tapi apa seperti ini yang kulihat dulu ya. Bagaimana cara memakainya?Aku jadi ingat minggu di klub drama, seluruh anggota klub menertawakanku karena tidak tahu mana yang namanya hanbok, saat itu kami sedang mendiskusikan pementasan yang akan diadakan bulan depan dimana temanya adalah Korea jaman dulu dan mereka menyuruhku mengambil hanbok  tapi aku salah mengambil dan mereka menertawakanku. Sejak saat itu, Heechul Sunbae, Eunhyuk Sunbae dan Donghae Oppa mengajariku budaya korea dari awal. Sedikit aneh belajar bersama mereka, banyak yang tidak masuk akal, dan saat kutanya pada Hyo Jin, dia hanya tertawa dan bilang bahwa aku di tipu oleh mereka. Mulai detik itu aku berhenti belajar dari mereka dan sepertinya mereka merasa bersalah telah menipuku dan mulai saat itu mereka tidak berani lagi mempermainkanku.

”Aku suka yang itu…”tunjukku ke salah satu hanbok yang berwarna merah dan kuning.

”Baiklah…yang itu juga bagus…”sahut Hyo Jin sambil berjalan mengambilnya.

”Yang ini saja?”tanya pelayan toko itu.

”Ne..”jawabku.

Aku mengelurakan sisa tabungan terakhirku yang aku bawa dari Amerika. Hufft sepertinya aku harus buru-buru mencari kerja part time, aku tidak mau merepotkan ibu. Bekerja sebagai pelayan di sebuah toko tentu tidak cukup jika aku ingin membeli barang-barang kebutuhanku. Untung hukumanku sudah dicabut sekarang aku sudah boleh pergi sendirian tidak perlu dengan Hyo Jin lagi. Mungkin aku akan mencari waktu yang tepat jangan sampai ada yang tahu aku kerja part time.

”Mau makan dulu atau langsung pulang?”Tanya Hyo Jin begitu kami keluar dari toko.

”Uangku habis…”jawabku.

Memang uangku sudah habis ternyata habok itu cukup mahal kalau bukan karena ada festival disekolah mungkin aku tidak akan membelinya karena sebenarnya aku menabung untuk membeli sebuah kamera yang sangat aku inginkan tapi sekarang aku harus menabung dari awal lagi.

”Aku yang traktir…”

Hyo Jin langsung menarik tanganku dan membawaku mencari restaurant. Di jalan kami berpapasan dengan Key, sejak kejadiaan itu kami tidak pernah saling berbicara kecuali hal-hal penting seperti di sekolah selebihnya tidak pernah bahkan aku lupa aku sekelas dengannya saking tidak pernahnya kami berbicara. Dia hanya tersenyum tipis dan berlalu.

”Sombong sekali dia…”kata Hyo Jin.

”Ya..”jawabku asal.

”Kau masih kesal padanya?”Tanya Hyo Jin begitu kami sampai di salah satu restaurant.

”Anio…aku sudah melupakan kejadian itu kok…”Jawabku.

”Tapi kenapa kalian masih seperti itu….diam-diaman…”Tanyanya lagi.

”Ah tidak juga…ayo makan..”seruku begitu makanan yang kami pesan sudah sampai.

Aku malas harus membahas hal itu, sebenarnya kejadian itu sudah berlalu 2 bulan yang lalu dan aku pun telah melupakannya bahkan besok harinya pun aku sudah biasa- sebenarnya masih kesal-tapi dia yang malah aneh sejak kejadian itu dia terus menghindariku dan tidak mau bicara denganku. Aneh sekali harusnyakan aku yang menjauhinya bukan dia yang menjauhiku. Sudahlah aku tidak peduli, bukan aku yang salah. Aku melahap kimchi ku dengan semangat karena kimchi adalah makan korea kesukaanku.

”Pelan-pelan..”

Hyo Jin menasehatiku yang makan terburu-buru. Setelah menghabiskan makanan kami pun pulang naik bis. Aku duduk di dekat jendela sementara Hyo Jin sibuk beretelepon entahlah dengan siapa. Tiba-tiba hp-ku berbunyi dan sebuah nomor yang tidak ku kenal masuk. Siapa ini?

”Yoeboseo…”seruku.

”Pardon me…”

Aku kaget mendengar siapa yang menjawab itu suara yang ku kenal, itu ayah. Buru-buru aku tutup teleponnya, aku tidak mau berbicara dengan ayah. Aku ingin melupakannya, aku begitu membencinya karena dia telah menyakiti ibu dan aku. Kenapa dia harus menghubungiku lagi, padahal waktu di Amerika tidak pernah sekalipun dia menghubungiku. Aku memasukan HP ku ke dalam tas dengan kasar.

”Ada apa Hye Jin?”tanya Hyo Jin begitu melihatku memasukan Hpku dengan kasar ke dalam tas.

”Andwe..”Jawabku lalu mengalihkan pandanganku ke luar bis.

Kenapa ayah bisa tahu nomor baruku?

Key POV

Kenapa aku bisa bertemu dengannya di tempat itu? Padahal sudah sebulan ini aku menghindarinya. Aku sudah tidak pernah bicara lagi dengannya selama ini.Sepertinya dia masih marah padaku buktinya dia tidak membalas senyumku. Sudah sebulan ini aku berusaha untuk melupakannya tapi bukannya lupa aku malah semakin menyukainya. Aku selalu ingin tahu apa yang dia kerjakan meski dengan sembunyi-sembunyi.

”Keya….daritadi kau termenung terus?”tanya Yu Ri .

”Andwe..”Jawabku.

Hye Jin POV

”Wah kau cantik sekali Hye Jin…”puji Hyo Jin begitu aku memakai hanbok yang tadi aku beli.

”Kau cantik sekali seperti ibumu…”puji nenek.

Cantik darimana?aku merasa aneh sekali memakai baju ini. Hyo Jin menarikku ke kamar dan menyuruhku melihat cermin.

”Benar kan kau cantik sekali…”sru Hyo Jin.

Aku memperhatikan diriku di cermin. Hmm, tidak buruk juga tapi tetap saja aku merasa risih memakainya karena membuatku susah berjalan.

”Jadi begitulah cara memakainya…aku tidak sabar melihatmu memakainya pada saat festival…”Lanjut Hyo Jin sambil membetulkan ikatannya.

”Ah…aku tidak mau datang…aku akan berpura-pura sakit saja…aku merasa aneh memakai ini…”

Hyo Jin terkekeh melihatku mengeluh mengenai hanbok ini. Hah, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku memakai ini ke sekolah. Pasti sangat aneh. Aku mendesah perlahan.

”Kau harus datang…Taemin pasti akan kagum padamu…”

Dia mulai lagi, selalu saja setiap ada kesempatan pasti dia akan meledekku. Kenapa sih Hyo Jin ini, aku kan hanya berteman dengannya. Lagipula dia tidak mungkin menyukaiku. Aku jadi ingat kejadian minggu kemarin disekolah, waktu itu aku pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang aku pinjam, sampai disana aku melihat Taemin sedang membaca buku, aku berniat menghampirinya tapi tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampirinya gadis yang dulu menghampirinya di tempat parkir kemudian duduk disampingnya dan mereka pun tertawa bersama.

”Hufft…”aku jadi sedih lagi mengingati itu.

”Kenapa?”tanya Hyo Jin yang melihatku cemberut.

”Andwe…”Jawabku sambil melepaskan hanbok itu.

Pagi itu aku sampai di sekolah sangat pagi, begitu aku masuk ke dalam aku hanya melihat satu orang disana yaitu Key. Dia sedang duduk di kursinya sambil membaca buku. Sebaiknya aku masuk perlahan-lahan agar dia tidak mengetahuinya, sepertinya dia sedang asyik dengan buku yang dibacanya. Aku merasa semakin sulit berkomunikasi dengannya sejak saat itu, makanya aku takut kalau dia melihatku masuk apa yang harus aku lakukan?menyapanya?ya ampun kapan terakhir kali aku menyapanya?pasti akan sangat aneh jika aku langsung menyapanya setelah begitu lama tidak pernah berbicara. Aku berjalan perlahan-lahan menuju mejaku, untunglah mejaku berada di belakang jadi aku berjalan di sisi kelas menuju mejaku. Sial, aku malah kepentok meja. Auww, sakit! Key berhenti membaca buku dan melihat ke arahku. Apa yang harus aku lakukan?menyapanya?aku berusaha tersenyum(senyum yang dipaksakan lebih tepatnya karena kakiku sangat sakit). Key menghampiriku.

”Kau tidak apa-apa?”tanyanya.

”Ne…aku tidak apa-apa…”jawabku mencoba tersenyum namun aku masih meringis sedikit karena kakiku benar-benar sakit.

Dia mengalihkan pandangannya ke kakiku, OMO kakiku berdarah. Aduh aku tidak kuat melihat darah!jangan sampai aku pingsan disini. Aduh kepalaku mulai pusing.Tiba-tiba Key menarik tanganku. Apa yang akan dia lakukan? Aku berusaha menolaknya tapi dia malah terus berusaha menarik tanganku dan membantuku berjalan sampai mejaku.

”Tunggu disini…”katanya sambil berjalan keluar kelas.

Aduh darahnya mengalir!aku tidak sanggup melihatnya. Apa aku akan pingsan, aduh memalukan sekali kalau aku pingsan disini. Aku menutup mataku. Tiba-tiba aku merasakan lukaku di sentuh oleh kapas dingin.

”Auu!”teriakku.

”Sakit?”tanyanya.

Aku mengangguk perlahan. Ternyata Key sedang mengobati lukaku. Aku mengamatinya mengobati lukaku, terkadang aku meringis jika dia mengusapkan alkohol ke lukaku.Aku tidak percaya ternyata di balik kekasarannya , dia bisa juga berbuat baik.

”Ternyata cewek yang kukira kasar ini takut dengan darah?”

Dia tersenyum sambil terus mengobati lukaku. Hah, kukira dia tulus mengobatiku ternyata dia berniat mengejekku juga, pikiran ku salah mengatakan dia baik.

”Ya!kalau tidak mau mengobati tidak usah mengejekku segala!”seruku.

Dia tertawa sebentar dan kemudian diam.Dia menempelkan plester di lukaku.

”Mianhe…”katanya.

Apa maksudnya?aku jadi ikut terdiam dan suasananya mulai tidak enak.

”Mianhe…untuk semua yang sudah aku lakukan padamu…”lanjutnya.

Aku mendesah dan mulai berbicara.

”Ne…tidak apa-apa…aku sudah melupakannya…lagipula aku capek harus terus-terusan bertengkar denganmu…”

”Ne…gumawo…setidaknya aku sudah minta maaf padamu…”lanjutnya sambil merapihkan obat-obatan yang tadi dia bawa.

Dia berdiri dan mengacak-acak rambutku sambil berkata.

”Hati-hati nanti lukanya berdarah lagi…aku tidak akan membantumu kalau kau pingsan…”

Dia berlalu sambil tertawa. Dasar sudah aku maafkan masih saja seperti itu.

”Ya! Kau selalu saja seperti itu!Hei!” Seruku sambil berdiri dan berusaha mengejarnya kembali namun karena kakiku masih sakit aku malah kehilangan keseimbanganku dan akan terjatuh, aduh berdarah lagi deh!

Namun sebuah tangan menahanku terjatuh.

”Sudah kubilang hati-hati”katanya.

Key membantuku berdiri dan tersenyum sebelum keluar kelas.

Hari ini aku harus kumpul klub drama dan juga ada rapat siswa, ini gara-gara seluruh kelasku tidak ada yang mau pergi sehingga aku dipaksa oleh mereka untuk menghadirinya sebagai perwakilan kelas. Hah kalau bukan hari ini klub drama juga kumpul aku tidak akan menghadiri rapat itu. Bel pelajaran terakhir berbunyi.

”Hah!”

”Sabar ya…”Rae Na menghampiriku dan mencubit pipiku.

”Ah kau ini…kenapa aku yang harus ikutan sih?”seruku.

”Kan sekalian yeobo…aku pergi dulu ya…annyeong…”kembali dia mencubit pipiku dan berlalu pergi.

Aku masih terduduk di mejaku sambil memanyunkan mulutku. Masih tidak rela aku harus ikut rapat itu, waktu di Amerika aku selalu berusaha menghindari mengikuti kegiatan seperti itu, membuang waktuku saja. Aigoo!

”Jelek sekali kau?”seru Key sambil menoleh ke arahku.

”Ya!apa kau!”seruku pada Key.

Masih sempat-sempatnya saja dia meledekku, kulihat dia sedang merapihkan bukunya dan memasukannya ke dalam tas. Kemudian berlalu tanpa mengucapkan sesuatu. Namun tiba-tiba di kembali dan menyembulkan wajahnya di pintu.

”Jangan manyun terus…jelek tau!” Dia tertawa dan berlalu pergi.

Dasar Key!lihat saja kau nanti, kalau bukan karena kau sudah baik mau mengobati kakiku aku tidak akan marah kau ejek untuk hari ini tapi lihat saja kalau besok dia masih seperti itu. Dengan malas aku mengambil bukuku dan memasukannya ke dalam tas, kemudian bangkit menuju ruang rapat dengan malas…malas sekali.

Namun ternyata ini hari keberuntunganku, aku melihat Taemin ikut rapat ini. How lucky i am! Dia keluar dari kelasnya dan melihatku kemudian menyapaku.

”Hye Jin-ah…”Serunya begitu melihatku.

Aku pun menghampirinya dan berjalan bersamanya menuju ke tempat rapat. Disana sudah ada banyak perwakilan dari murid-murid kelas lain, kali ini kami akan membahas mengenai festival budaya yang akan diadakan 2 minggu lagi dan apa yang akan setiap kelas tampilkan. Siwon Sunbae dan Kibum Sunbae sudah ada disana dan saat itu mataku beradu pandang dengan Siwon Sunbae dan perasaan itu muncul lagi, mata itu mirip…mirip..mirip siapa ya? Aku seperti mengenalnya. Kenapa setiap melihat dia aku merasa sudah sangat dekat sekali dengannya padahal aku baru mengenalnya disini dan juga kami tidak pernah berbicara sedikit pun tapi kenapa aku merasa sangat mengenalnya. Dia tersenyum kembali, senyum itu mengingatkanku pada seseorang tapi siapa ya?aku duduk disamping Taemin dan rapat pun dimulai.

Aku tidak terlalu serius mendengarkan rapat aku benar-benar terpaku pada sosok Siwon Sunbae bukan karena aku menyukainya tapi entahlah aku pun tidak mengerti kenapa perasaanku seperti ini setiap melihatnya. Dia terus saja berbicara mengenai hal-hal apa saja yang harus kami siapkan untuk festival nanti dan aku terus saja berpikir mengingat-ingat dia mirip siapa. Tak lama kemudian Kibum Sunbae menggantikan Siwon Sunbae untuk berbicara dan kali ini aku benar-benar tidak mendengarkannya, aku benar-benar terpaku pada sosok Siwon Sunbae yang duduk di pojok ruangan dan masih berkutat dengan pikiranku mengenai mirip siapa dia. Aku melihat kesekelilingku dan mendapati banyak perwakilan kelas yang tidak mendengarkan rapat tapi malah memperhatikan Siwon Sunbae terutama yang perempuan.

Mungkin itu yang disebut Siwon Virus seperti yang diceritakan Heechul sunbae dan Eunhyuk sunbae waktu itu. Menurut mereka hampir semua gadis di sekolah ini tergabung dalam Siwon Fans Club, mereka bercerita panjang lebar sambil mempraktekan gaya Siwon sunbae menghipnotis gadis-gadis begitu kata mereka dan saat itu aku hanya bisa tertawa habis mereka sangat lucu tidak cocok sekali memerankan Siwon sunbae. Sejam berlalu dan rapat pun akhirnya selesai, dengan hasil setiap kelas harus menyiapkan stand dimana harus berbau budaya korea entah makanan ataupun kerajinan tangan. Hanya itu isi rapat yang aku dengarkan selebihnya aku sibuk dengan pikiranku sendiri.

”Terima kasih kalian sudah mau datang…”Siwon Sunbae menutup rapat dan tersenyum pada semua orang disana bisa kulihat semuanya sangat terpesona dengan senyumannya. Ckckck.

Kuakui Siwon sunbae memang tampan tapi entah kenapa aku lebih suka Kibum sunbae yah walaupun dia aneh seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya tapi aku lebih suka dia dibanding Siwon sunbae.

”Mau pulang?” tanya Taemin begitu kami keluar dari ruang rapat.

”Tidak…aku harus kumpul klub drama dulu…”Jawabku.

”Arasso..”serunya.

”Taemin-ah…hari ini latihan basket?”tanyaku, sebenarnya aku tahu hari ini dia latihan basket, aku hanya ingin mengobrol lebih lama dengan dia. Sepertinya sudah lama sekali kami tidak mrngobrol, akhir-akhir ini aku jarang sekali melihat dia.

”Ne…aku duluan ya…”Jawabnya sambil tersenyum dan berlalu sambil melambaikan tangan.

Aku pun membalas senyumannya, senyuman yang selalu membuat jantungku berdegup dengan kencang. Senyum yang selalu aku suka.

”Kau terlambat 2 menit” seru seseorang yang aku yakin itu siapa, begitu aku masuk ke ruang teater.

Heechul sunbae dan Eunhyuk sunba sudah menghadangku di depan pintu. Mereka mulai lagi.

”Mian sunbae…tadi ada rapat dulu…”jawabku sambil berusaha masuk melewati hadangan mereka.

”Kau harus dihukum dulu karena telat..”seru Eunhyuk sunbae.

Ya ampun mereka ini tidak habis-habisnya mengerjaiku terus. Lalu sebuah suara penolongku datang. Ya aku menyebutnya penolongku, dia adalah Donghae Oppa.

”Kalian ini terus saja menggoda dia…..kita sedang diskusi tentang apa yang akan kita tampilkan nanti kalian malah bercanda…cepat kemari!” teriak Dongahe Oppa dari dalam.

Dan mereka pun menurut, aku masuk dan berjalan di belakang mereka dan melambaikan tangan tanda ucapan terima kasih pada Donghae Oppa.

”Gumawo Oppa…”ucapku sambil tersenyum dan duduk di samping Dongahe Oppa.

Memang aku yang paling telat kulihat semua anggota sudah datang begitu juga Yu Ri, ya ampun dia sangat aneh, dia kembali menatapku dengan tatapan anehnya, sebenarnya tatapan benci. Kenapa sih dia selalu melihatku dengan tatapan seperti itu, dari pertama aku masuk klub ini dia sudah seperti itu. Aku mengalihkan pandanganku dan menatap ke arah yang lain.

”Bagaimana? Kita akan menampilkan apa?”.Tanya Donghae Oppa kepada semuanya.

”Drama yang berbau jama dulu saja..”usul Heechul sunbae.

”Kau siap membuatnya?”. tanya Dongahe Oppa dengan tatapan sedikit ragu.

”Tenang saja…kau bisa mengandalkanku, yo man!”jawab Heecchul sunbae dengan gayanya yang biasa,ala hip hop.

”Baiklah…jadi bagaimana, kalian setuju..”tanya Donghae Oppa lagi.

”Ne…”jawab kami bersamaan.

Sebenarnya aku bingung tapi ikut saja lah.

”Mau pulang Hye Jin?”tanya Donghae Oppa menghampiriku yang sedang mengambil tas.

”Ne Oppa…”jawabku.

”Aishh! Kenapa sih Cuma Donghae saja yang dipanggil Oppa?”Eunhyuk Sunbae datang menghampiri kami dengan memanyunkan mulutnya dan dia sungguh terlihat sangat lucu. Aku tidak tahan untuk tidak tertawa.

”Sunbae…kau lucu sekali?”seruku padanya.

”Habisnya kau suka sekali memanggil dia Oppa!”kata Enhyuk Sunbae lagi masih dengan mulut manyunnya.

”Tentu saja aku kan lebih ganteng daripada kamu…”jawab Donghae Oppa.

Aku benar-benar ingin tertawa melihat tingkah mereka. Alasan kenapa aku memanggilnya Donghae Oppa karena memang aku menganggapnya Oppa yang sangat ingin aku miliki. Dia sangat baik sekali terutama dalam menghindari Heechul sunbae dan Eunhyuk sunbae yang selalu menggodaku, dialah penolongku dan juga dia penolongku dalam hal pelajaran. Dia sangat membantuku dalam belajar terutama matematika yang memang aku agak lemah disana, habis Hyo Jin setiap kali aku tanya PR-ku pasti menolak membantu.

Seperti saat itu, awal aku mulai memanggilnya Oppa. Waktu itu aku belum mengerjakan PR matematika, maka pagi-pagi sekali aku pergi ke ruang teater karena tempat itulah yang paling tenang dan enak untuk belajar, tak menyangka ternyata disana sudah ada Donghae Oppa. Dia tersenyum padaku, aku berpikir tumben sekali dia tidak menggodaku biasanya jika bersama dua orang sunbae aneh itu pasti deh aku selalu menjadi bahan ledekan mereka.

Aku menaruh tas ku dan mengeluarkan bukuku dan mengerjakannya tapi karena memang aku tidak bisa aku hanya mencoret-coret bukuku, tanpa sadar Donghae Oppa sudah mendekatiku dan melihat bukuku, lalu tertawa, dia bilang itu kan soal yang mudah masa aku tidak bisa. Tentu saja mudah baginya dia kan sudah kelas 3. saat itu aku benar-benar kesal padanya, namun tiba-tiba dia mengambil kertas dan menuliskan jawabannya di kertas itu lalu menyerahkannya padaku. Dia tersenyum dan bilang kalau ada kesulitan aku bisa meminta bantuannya.

Sejak saat itu jika ada pelajaran yang sulit aku selalu datang lebih awal dan bertemu dengannya di gedung teater dan dia akan mengajariku, dia juga mulai tidak pernah menggodaku lagi bersama dua sunbae aneh itu. Nah, karena itu aku memanggilnya Oppa karena aku menganggapnya kakakku. Waktu pertama kali aku memanggilnya Oppa dia sangat terkejut dan malah tertawa tapi aku bilang aku tidak punya kakak laki-laki dan aku ingin dia menjadi kakak laki-lakiku, akhirnya dia mau juga. Begitulah kenapa aku memanggilnya dengan sebutan Oppa.

”Dasar Pinokio!”sahut Eunhyuk sunbae.

Aku baru ingat, buku PR-ku masih ku taruh di atas meja di ruang ganti di sebelah ruang teater. Aku pun bergegas menuju kesana dan mengambil bukuku. Namun saat hendak kembali mengambil tas, aku dihadang oleh Yu Ri, sepertinya dia berniat mencari masalah, dilihat dari tatapan matanya. Aku pura-puta tidak melihatnya dan berjalan pergi tapi…

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^


Advertisements

27 thoughts on “LOVE’S WAY – TALK TO YOU [1.2]”

  1. 1st ??? Yihaaaaa ~
    Wow.. tunggu…
    bukannya harusnya part yang ini.. maksudku part yang Talk To You itu panjang????
    Di potong yah??
    Lana???!!! Kenapa kamu harus motong pas di bagian seru sih??!!!
    Errggghhhh..

    Novi salam kenal ^o^
    Kayaknya aku baru ini aja yah komen di FF mu??
    FF nya kerennn !!!!!
    Aku ngikutin dari awal tapi… baru komen di sini.. ehehehe *di cekek Novi*

  2. @Asta: Gyahahahaha… iya dong
    Kan supaya seru… berhubung aku bingung mau motong di mana jadi aku potong pas banget setengah-setengah ^.^
    kkkkk….

    NOVI ONN !!! MASIH SIBUK KAH DI RIMU DENGAN KULIAAAAHHHH????
    Hwuuueee.. T.T
    KEY CO CWEEEETTTT !!!
    Kyahahahaha…. mantab !!!!
    Jadi makin cinta.. sama Onew… wkwkwkwkwk

    1. Ya nieh BT….masih ada interview..klo masuk itu juga…hahaha

      sedikit bisa lebih santai sekarang karena tinggal menunggu ^___^

      Motongnya mantep banget lan…
      Key yang so sweet koq makin jatuh cinta ma onew????

  3. tapi????
    tapi????
    tapi????
    Tapi apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..?
    wuaaahh, lagi seru-serunya tiba-tiba abis…….
    T_T
    kereeeeenn,kereeeeeen,kereeeeeee..
    ayo lanjutannya cepat dipublish yakk!!!!
    jangan lama-lama..
    HIDUP AUTHORRRRRRRRRR..!!!!!!!
    ^^

  4. Waaahhh.. Lana emang jago dah kalo nentuin soal kapan bersambung… kkk

    NOVI !!!! MAKIN SERU AJE DEEEEHHHH…
    wkwkwkwkwk

  5. tapi…
    “tapi Yuri sedang bersama cowok lain lalu Key sama Hye Jin” <—– sok tau + ngarep XD
    eonnie lanjuuuuuut 😀

  6. AAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHH!!!!!!!!!!!!!
    tapi apa tuhhh???
    aduh kenapa harus tbc pas “tapi” nya itu sihhh
    bikin orang penasaran aja deh -_-”
    part berikut nya kapan kluar nya?
    huweeeeeeeeee, dari tadi g bisa komen mulu baru sekarang bisaaaaa

  7. lanjutkan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! segera novi onnie….. q tau pasti pasangannya Taeminnie oppa dah tau Novi sang author suka sama ntu anak sma ma aq dund *sotoy lu* lanjutkan oonnnniiieeeee. tapi asal onnie tau aja aku kalo baca ini. namanya Hye Jin q ganti jadi namaku Hyun Su loohhhh *GPLAAAKKK* trus Hyo Jin-nya jadi Min Hyo tmen sejati kuuuhhhh. *GPLAAAAKKK* trusss Rae Na-nya jadi Rae So temenku juga *ngebirit lari takut kna GPLAK lagi ehehehehehe*(lanjutkan ya ooonnnn

  8. Aku kayak udah kenal sama Siwon sunbae dia mengingatkanku pada sesorang tapi siapa ya? *sok-sok jadi Hye Jin* WKWKWKWKWK *Author: ini bocah udah bener-bener stress*
    KEKEKEKKEKEK~~~ Lagi ngelantur gatau napa.

    KEEYYYYYYYY ADUH KAKI AKU BERDARAH KEY *berharap key nolongin* WUAKAKAKAK /GEDUBRAKK
    Udah ini mah Key sama Hye Jin hiks…hiks… T__T Ku tak relaaaa~~~
    Nanti Yu rinya ngebully ya? apa gimana? *sotoy* wkwkkw
    Daripada penasaran mending ngacir ke Part selanjutnya kekekeke~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s