SHINee Choreographer !!!! >w<

semua harap tutup telinga kalau tidak mau pendengaran anda terganggu.. hwuahahaha…

KYAAAAAAA ~

SEMUANYA UDAH PADA TAHU KAAAANNNNN????

CHOREOGRAPHER BUAT SINGLE TERBARU SHINee ADALAH….

RINO NAKASONE !!!!!!!!

SHE’S THE BEST CHOREOGRAPHER EVER !!!!! ANGGOTA DARI BEAT FREAKS !!!!!

BEAT FREAKS IS MY 2ND FAV CREW AFTER JABBAWOCKEES !!!!

THEY’RE THE BEST CREW IN MY LIFEEEEE !!!!!!

SHINee MUST BE VERY HAPPY !!! IF I’M THE ONE OF SHINee MAYBE I’LL DIE !!!!! EEERRRGGGHHHH !!!! GIMANA ENGGAK ??!!!! BERTURUT-TURUT DI KOREO SAMA RINO TERUS !! GILA AJA KALO GAK GIRANG !!!!!

KYAAAA ~ GOKIL !!!

OH IYA !! INFO TAMBAHAN DARI WIGA ONN !!! TEMANYA ITU PERBANDINGAN YANG CONTRAS ANTARA RDD SAMA SINGLE BARU INI !! ISTILAHNYA KALAU RDD ITU MERAH SINGLE BARU INI BIRU !!! MANTABB!!! MY FAV CHOREOGRAPHER ! MY FAV ARTIST ! KURANG BAHAGIA APALAGI SIH SAIA INI DI COMEBACK NYA SHINee ????!!!!! HWUUUAAAA ~ BAHAGIA ~

Btw.. cuma RDD aja kan yang gak pake Rino???

haduh… out of control … saking ngefans nya sama Beat Freaks… gila gila gila !!! Ada yang gak tahu Beat Freaks??? aduh gimana yah… emm.. nonton aja MV nya si Justin Bieber yg Somebody To Love ….

BENERAN DEH… TUH CEWEK EMANG JAGO!!! CHOREO PALING BAGUS SEJAUH INI DI SHINee YAH… JULLIETE.. KELIATANNYA GAMPANG TAPI RUMIT !!!! NYANGKA BANGET DEH SEORANG RINO CHOREO JULLIETE… hohohoho… BERHARAP BISA JADI KAYAK RINO ONNIE … *aaammmiiinnn*

sekian deh.. saia cuma mau bikin kuping kalian pengin aja kok… kkkk~

P.S: RINO I LOVE YOU !!!!!!! KYAAAAAA~ !!! *andaikan cowok*

Advertisements

WHEN JONGHYUN GET AMNESIA – Part 1

Author : Litha Nisa (untung aja Wiga onn ngingetin kalo gak ada nama author nya.. lain kali buat yg lain jangan lupa cantumin nama author yah.. takut lupa kitanya ^^)

WHEN KIM JONGHYUN GET AMNESIA

Ini ff perdanaku, jadi mian kalo ada yang salah atau ga bagus gitu. Hope u like this!

-Jinji POV-

“O~NEWW!!!” teriakku manja ^-^.

“jangan bercanda Jinjii… kau hanya menggodaku,” sahut oppa.

“Aish,,, mianhe Jinki Oppa, My Lovely~Oppa~Oppa,,!!! Hahaha” kupeluk oppa dan kucubit pipinya.

“AW, haa, kau ini, mengganggu saja,” protesnya.

“yee, oppa, di sini kan aku ga punya temen oppa, Taeminnie Oppa juga lagi pergi ama Key Onnie,” aku bersandar di bahunya.

“hei, jangan panggil gitu, dia Oppamu juga tau”

“ tapi masa dia lebih cantik dan mulus dari aku,,, akuuu iriii oppa!”

“nee,” oppa memelukku “ tapi tidak sopan Jii~chan…”

“Hm,” aku tersenyum, “oppa, apa oppa sayang sama jii?” tanyaku tiba-tiba. Tak tau dari mana aku ingin menanyakannya.

“kenapa bertanya? Sudah pasti Iya. Harusnya Jii sudah tau dari dulu,!” dia melepas pelukannya dan menatapku tajam.

“ dee, aku senang oppa masih menyayangiku.” Dia kembali ke posisi duduknya semula. “aku hanya tidak habis fakir, kenapa tidak ada onnie yang mencintai oppa dengan tulus sampai sekarang,”

“ada” dia kini bersandar di bahuku.

“siapa?”

“you!”

“me? No, not me. Jangan bercanda aku serius.” Balasku dingin.

Dia diam, sepertinya berfikir, wajahnya terlihat lesu. Aku memang menyayanginya, bukan mencintainya. Aku anak tunggal. Dia sepupu jauhku, tapi menurutku yang terdekat. Dan sejak kecelakaan yang menimpa keluarga kecilku, yang telah merenggut Appa dan Ammaku, keluarga Jin Ki Oppalah yang merawatku.

“lalu kau sendiri? Sudah hampir berkeliling dunia, tak satupun kabar dating padaku bahwa kau telah memiliki kekasih, Tak Satupun!” ya,aku sudah mengunjungi beberapa Negara di seluruh benua. Mengunjungi saudara, jalan-jalan, dan bersekolah. Setelah tamat Sekolah Menengah Atas aku putuskan kembali ke Korea . Saat aku kembali oppa yang menjemputku, bersama seluruh anggota SHINEe. Dan memintaku tinggal bersama mereka. Ajumma dan Ajussi berada di desa. Jadi kika aku ingin melanjutkan kuliah, hanya ada di kota , dan aku tidak boleh tinggal sendiri disini oleh Ajussi dan Ajumma. Itu alasan yang digunakan Jinki Oppa untuk memintaku tinggal bersama mereka.

“kenapa ya? Karnaa, aku ingin oppa bahagia lebih dahulu, baru aku menyusul. Ya kan ?”

Dia menatapku, terkejut. Aku balik menatap dan tersenyum dengan wajah  yang kubuat semanis mungkin dan mata bulatku. Dia mendengus dan balik tersenyum.

“Owh, manisnya senyum kakak-adik yang sedang berbahagia.”

“ha?” ternyata Jonghyun oppa dan Taemin oppa yang datang.

“Annyoung haseyoo~!”

“Annyoung aseo~ Taemin Oppa!” balasku, aku berdiri dan berlari memeluknya. Diapun balik memelukku.

“OMO, curang sekali. Masa aku tidak!” proter Jonghyun oppa.

“Aniyo. Oppa mengganggua kakak-adik yang sedang tersenyum bahagia!”

“hah?”

“HaHaHaHa…!” Taemin Oppa dan Jinki Oppa tertawa

_ ~_

-Author POV-

“yak! Taemin oppa,,, Key oppa mana? Bukankah dia tadi bersamamu,, dan mengapa kau bersama Jonghyun oppa?” Tanya jinji beruntun.

“akh,kau mengganggu saja!”

“yak! Oppa,, kau kan hanya sedang menonton tv!”

“yaa,, tapi kau tak liat aku sedang serius menonton noona-noona yang cantik ini!”

“akh,, payah,,”

“yaa! Ara,ara, kembali kemari! Gitu aja marah. Sini, duduk disampingku!”

“huu,,, kata-katamu sok dewasa kalau bicara denganku, padahal, kalau sama hyung-hyungnya aegyo’nya keluar deh!’

“Boe? Dasar anak nakal!”

“yak, tapi jangan dipukul. Kubilangin jinki oppa loh!”

“tukang ngadu!”

“nggak!”

“iya”

“anii,,,”

“nee,,”

“HaH! Ada dua anak teka di dorm SHINee ternyata. Ckckck!”

“Oppa!””Hyung!” jawab mereka bersamaan lalu melempari jonghyun dengan bantal yang ada di situ.

“awh, ara,ara sudah, jangan lempari aku dengan bantal! Appo,”

“ih, lembek banget, baru bantal aja uda sakit!”

“ya,, betul,betul,betul!”

“udah! Susah ngomong ama anak teka!”

“Oppa!””Hyung!” mereka kembali melempari jonghyun dengan bantal namun meleset karna jonghyun segera menghindar.

“AKH, ahahahahahah!!!!”

“JINJII!!!  TAEMINN!!!!”

“ups” ternyata bantal yang mereka lempar melewati jonghyun dan mengenai Key yang baru datang.

“apa yang kalian lakukan hah?” Tanya Key dengan suara semenyeramkan mungkin.

“eum,tuh! Jonghyun oppa!”

“betul!” taemin membenarkan perkataan jinji.

“What? No,no,no Key!”

Key menarik dagu jinji mendekat ke wajahnya dan berkata, “wah,gadis kecil satu ini sudah berani rupanya bermain-main denganku ya?” sambil mengeling nakal.

Jinjii menelan ludah dan dengan suara bergetar dia berkata, “a,an,ani oppa. Aku enggak bohong kok!”

“udah hyung” taemin melepaskan jinji dari genggaman jahat sang Hyung-nya. Huahaha, gaje.

“yaudah,aku ke dapur dulu. Minho ,bawakan belanjaannya!”

“nthe,”

Saat Minho berjalan ke dapur tatapan metanya bertemu dengan tatapan mata jinjii, mereka saling berpandangan hingga,

“Yak! Hyung! Jinji~a! jangan saling berpandangan seperti itu!” teriak taemin gemas.

Key dan jonghyun menatap jinji dan minho bergantian.

“hyung,,”

“ kan gak papa!” semua menatap jinji “ga papa kan ? Toh, biasa aja. Wajahku biasa aja. Wajahku gak memerah waktu liat menatap minho Oppa. Gak kayak yang ini,”

Semua mengalihkan perhatian kea rah yang ditunjuk jinji. Taemin. Yang ditunjuk melihat para hyungnya yang menatapnya unbelievable. Dan berakhir dengan memelototi yang menunjuknya. Dan yang lain mengikuti, menengok kearah orang yang menunjuk Lee Tae Min tadi. Dan yang dilihat langsung memalingkanmuka, berdiri dan berkata,

“ah, aku ngantuk, mau tidur, bye,,,!!!”

Minho ,Taemin,Key dan Jonghyun *yang ikut-ikutan* memelototi jinji yang menengok dengan tampang seseram mungkin.

Yang dipelotin menelan ludah, memejamkan mata dan berteriak

“LEE JIN KI OPPA!!!!!!!!!!!!!”

Sang leader yang sedari tadi tidur langsung bangun mendengar teriakan adik tersayangnya*jiahhh,lebai!*. membuka pintu kamar dan melongo melihat ruang tamu.

“lah,kayaknya jinji manggil aku dah,”

“akh, enggak hyung,” taemin langsung menjawab, Minho dan Key mengangguk.

“trus, jinji sama jonghyun kemana?”

“eum,, lagi maen keluar hyung, katanya mau cari udara segar.” Timpal key dengan kecemasan setinggi namsan tower *gaje,ah*.

“owh,mungkin…” jinki menggaruk lehernya yang tidak gatal, “yaudah, aku tidur lagi, kalau ada apa-apa panggil aja ya!”

“nthe,hyung tidur aja lagi” jawab minho.

Lalu,jinki dengan polosnya kembali ke singgasana yang bagaikan surga dimatanya. Dan para pembohong tadi menghembuskan nafas pertanda lega. Lalu saling memandang satu-sama lain sambil tersenyum sampai ada suara yang membuat mereka syok! *alah*

BUAGHT

Mereka memandang tempat asal suara, dari balik sofa, dan muncullah sosok bidadari without wings*narsis* Lim jinji dengan senyum mengembang lebar di wajahnya.

Semua memandang curiga dan bertanya,

“dimana jonghyun?”

Yang ditanya melebarkan senyumnya sampai matanya hilang ditelan pipinya *lha?* yang ikut mengembang sambil meunjuk satu arak dibawah, didekat kakinya.

Semua berlari ke arah yang ditunjuk dan,

“HHHWWWWWAAAAAAA!!!!!!!!!!”

Apa yang terjadi? Dimana jonghyun? Siapa/apa yang ditunjuk oleh jinji? Mengapa meraka teriak? Bagaimana kelanjutannya? Saksikan di episode berikutnya! Huahahahahahahaha!

Don’t forget! Comment! ^_^’

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^

RIVER FLOWS IN YOU

RIVER FLOWS IN YOU(taemin version)

Author: nyda a.k.a han Ri Chan

Cast: member SHINee

Nickhun  2p.m

Victoria f(x)

Mungkin udah masuk pg-13

Taemin POV

Apa kalian mengenalku?tentu jika kalian shawol kalian pasti mengenalku. Aku Lee Taemin magnae SHINee yang paling polos. Apa yang kalian ketahui tentang diriku?apa kalian mengira aku adalah namja polos yang belum mengerti cinta?

Apa kalian pernah melihatku memainkan piano dengan lagu River Flows in you?lagu itu sebenarnya mewakili kisah hidupku yang seperti aliran sungai. Kisah cinta pertamaku memang diawali di sungai Han.

apa kalian tahu bahwa lagu itu adalah lagu favorit yeojachinguku? Dia gadis yang membuat hidupku 180 derajat berubah drastis.

Apa kalian ingin mendengar ceritaku tentang gadis itu?

Baiklah jika memang kalian ingin mendengarnya aku akan menceritakannya untuk kalian.

FLASH BACK

Aku mempersiapkan diri untuk bertemu dengannya. Sudah berkali-kali aku mengganti bajuku karena aku merasa tidak yakin dengan penampilanku. Sampai pada akhirnya keempat hyungku merasa kesal melihatnya.

“Taemin lama-lama kau sudah seperti setrikaan!!”ujar Ki Bum hyung. Aku hanya nyengir mungkin ini yang namanya jatuh cinta. Aku menyukai Victoria noona dari f(x) dan hari ini aku berencana akan melamarnya untuk menjadi kekasihku.

Aku mengajaknya untuk bertemu di sungai Han. Aku berharap dia akan menerimaku, karena aku sudah menyukainya sejak dulu.

Aku menyukainya semenjak pembuatan MV noona you’re so pretty. Mungkin usianya sangat berbeda jauh dengan usiaku, tapi aku sudah terlanjur menyukainya.

“nih kado untukmu aku memang tidak mengetahui siapa gadis yang akan kau minta menjadi kekasihmu, tapi siapa pun dia berikanlah kalung ini untuknya” ki Bum hyung memberikan kalung platina berbentuk kunci untukku.

Aku menerima kalung itu dengan tatapan bingung, sebenarnya ini kunci apa?jangan-jangan Ki Bum hyung memang berencana ingin menjahiliku.

“hyung kunci apa ini?bukan kunci gembok kan?” tanyaku sepertinya dia mendengar nada curiga dari ucapanku. Dia cepat-cepat menggeleng.

“bukan tapi ini kunci diary ini”jelasnya. Dia memakai kunci itu untuk membuka diary yang sedang dia pegang.

Prok..prok..prok aku bertepuk tangan, tidak salah kami memberinya julukan Key karena dia benar-benar kunci*di getok istri-istri Key*

“baiklah doakan aku yah!!”ucapku dia mengacungkan jempolnya ke arahku.

Memang tidak ada yang tahu mengenai identitas orang yang sedang aku sukai sekarang karena aku merahasiakan, bukannya aku tidak mempercayai mereka tapi aku malu untuk mengetahuinya apa lagi jika mereka tahu aku menyukai seorang noona.

Akhirnya aku sampai di sungai Han. Aku memang menyukai tempat ini. Aliran sungai ini membuatku merasa nyaman. Makanya aku ingin kencan pertamaku disini dan aku ingin bertemu cinta pertamaku disini.

Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah berharap Victoria noona segera datang, tapi sepertinya aku terlalu cepat sampai ke tempat ini, padahal tadinya aku mengira akan terlambat datang kesini.

“taeminnie”seseorang memanggilku. Suara yang sudah sangat aku kenal dan dia menghampiriku.

“noona”panggilku. Kadang aku ingin memanggilnya Victoria saja, tapi tentu saja itu akan membuat skandal baru apa lagi sekarang Victoria noona sedang fokus dalam reality show we got marriednya.

“sudah lama menunggu?”tanyanya”apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan Taemin-ah?”lanjutnya. aku menghela napas panjang mencoba mengumpulkan semua keberanianku, tapi sayang semua kata-kata yang aku hapalkan benar-benar tidak ada yang muncul saat ini. Harusnya aku menulisnya di kertas agar mudah untuk aku berikan padanya.

“sarang….”belum sempat aku melanjutkan kata-kataku sebuah mobil berhenti di depan kami. Victoria noona langsung mengenali mobil itu.

“nickhun”panggilnya. Aku menoleh ternyata nickhun hyung yang datang, dia membawa banyak mawar merah untuk Victoria noona.

“gomawo chagiya”ucap Victoria noona. Aku melongo di tempat. Mwo chagiya? Jadi itu bukan sekedar gosip? Noona why do you leave me?

“ini namdongsaengmu itu ya?”tebaknya sambil tersenyum padaku. Noona mengangguk padahal wajahnya benar-benar terlihat bersemu merah sepertinya dia benar-benar senang saat itu.

“taemin sebenarnya ada apa kau mengajakku kemari?”tanyanya. aku bingung harus berkata apa. Apa aku harus menyatakan perasaanku sedangkan disini ada namjachingunya?. Aku menggelengkan kepalaku.

“aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk kalian. Cukkae hyung noona”noona terlihat semakin malu dengan ucapanku.

“gomawoyo dongsaeng apa kamu ingin ikut jalan-jalan bersama kami?”tawarnya. aku menggeleng. Aku tidak mungkin sanggup melihatnya bersama pria lain.

Noona masuk ke dalam mobil itu. Mobil itu menghilang dari pandanganku. Aku mencoba untuk tidak menangis di tempat favoriteku. Aku menggenggam erat kalung yang diberikan Ki Bum hyung. Padahal aku sangat yakin gadis yang aku suka akan memakainya hari ini.

Aku berdiri di ujung jembatan. Aku mengepalkan tanganku. Kalung itu ku pegang erat.

“aaaaarrrrrggghhttt good Bye my First love”teriakku aku melemparkan kalung itu ke arah sungai. Aku tersenyum setelah melakukannya.

“aww hei siapa yang di atas”seseorang dari bawah berteriak padaku. Aku menoleh ke bawah aku melihat seorang yeoja memegang kalung itu.

“hei itu kalungku”aku berlari ke arahnya. Entah kenapa aku mengakui kalung itu padahal aku sudah membuangnya.

“mwo kalung mu?bukankah kau sudah membuangnya”dia bersikukuh untuk tidak mengembalikannya padaku.

“kkyyaaa kau mau dibilang pencuri hah?”tanyaku dia menggeleng.

“sudahlah apa kau melihat oppa ku?”tanyanya. dasar aneh bukannya dia baru saja marah-marah padaku memang siapa oppanya?seingatku aku belum bertemu dengan orang lain seharian ini.

“heh memang kamu pikir siapa oppa mu itu?artiskah?aku yang artis”aku menyombongkan diri. Dia terlihat kesal. Dia berbalik pergi. Dia menjatuhkan ID Cardnya. Aku membaca ID cardnya yang jatuh

Nyda Horvejkul nama yang sulit aku ucapkan tapi kenapa nama itu tidak asing untukku. Untunglah di ID card itu ada nama koreanya.

“han ri chan!!”panggilku. dia menoleh sepertinya dia merasa heran karena aku bisa tahu namanya.

“bagaimana bisa kamu mengetahui namaku”tanyanya. Aku mengacungkan ID Card miliknya dia mencoba meraihnya tapi itu tidak berhasil karena aku lebih tinggi darinya.

“kkyyyaaa kembalikan atau oppaku dan chingunya akan mengeroyokmu”ujarnya lantang. Memang aku berduli dengan ucapannya?aku sama sekali tidak takut dengan ancamannya itu.

“kamu menyebalkan sekali. Kamu tahu tidak keenam chingu oppaku badannya besar semua kamu pasti akan kalah”lanjutnya. Aku menatapnya tajam dan semakin mendekatkan tubuhku padanya.

“kkyyyaaa sebenarnya kau mau apa?”dia terlihat takut.

“kau pikir hanya oppamu saja yang punya badan besar lihat ini”aku membuka kaus ku sementara itu dia menutup wajahnya dengan tangannya.

“hai kenapa kau menutup wajahmu?lihatlah!!”dia tidak menggubris kata-kataku. Karena kesal akhirnya aku membuka wajahnya secara paksa.

“ne aku percaya kamu punya badan yang bagus”katanya setelah aku berhasil membuka matanya.”sekarang kau mau apa?”lanjutnya.

“kalau kau ingin ID Cardmu kembali datanglah ke dormku besok pagi dan jangan bawa oppamu arasso nona da..da..da eh mianhaeyo namamu siapa?”tanyaku namanya memang sulit untuk aku ucapkan.

“Nyda Horvejkul aku blasteran Thailand China, tinggal di California sejak oppa ku berumur 2 tahun umur 16 tahun tinggal disini bersama oppaku dan chingu nya aku anak ke 4 dari 5 bersaudara oppaku yang pertama bernama Nichan oppa ku yang kedua bernama Nick ,eonniku bernama Yanin dan yeodongsaengku bernama Cheryl  tapi jika terlalu sulit memanggil namaku panggil saja Ri Chan itu nama koreaku”dia memperkenalkan dirinya secara lengkap. Tapi tatapannya masih tertuju padaku.

“kkyyaa kenapa kamu melihatku seperti itu?”Tanyaku dia menggeleng.

“pakai kausmu nanti masuk angin”aku kaget saat dia berkata seperti itu. Refleks aku segera memakai kausku. Aku memperhatikan penampilannya, dia memakai sweater dan shalnya padahal ini musim panas apa dia tidak kegerahan.

“ya sudah aku pulang dulu annyeong”dia berbalik dan melangkah pergi. Aku diam di tempat aku merasa ada sesuatu yang aku lupakan.

“Ri Chan namaku Taemin”panggilku dia menoleh dan tersenyum padaku senyuman pertama yang dia berikan padaku.

Teeett…tteett..teett bel di dorm kami berbunyi tidak ada sahutan karena hari ini libur semuanya malas keluar kamar hanya jin ki hyung yang akhirnya membuka pintu.

“annyeong”Ri Chan menyapa jin ki hyung.

“nuguseyo?”tanya Jin Ki hyung.

“Nyda Horvejkul imnida panggi saja Ri….”belum selesai dia memperkenalkan diri tiba-tiba Ki Bum hyung menjerit.

“kkkyyyyyyyyaaaaaaaa akhirnya kau datang juga”Ki Bum hyung langsung menarik Ri Chan ke dalam pelukannya seperti seorang umma yang baru menemukan anaknya.

“taemin…taemin”aku yang merasa ada yang memanggil langsung menemui mereka di ruang tamu.

“kkyyaa Ri Chan ngapain kamu kesini?”dia menatapku dengan tatapan yang seolah-olah berkata –bukannya kamu yang menyuruhku kemari?-

“taemin jadi dia yeojachingumu?”aku dan Ri Chan saling memandang. Ki Bum hyung menunjuk kalung yang dipakai Ri Chan.

“pantas dia mengira Ri Chan yeojachinguku”Ri Chan seolah mengerti dia melepaskan kalung itu dari lehernya.

“ini milikmu aku kembalikan sekarang kembalikan ID Card milikku”dia menengadahkan tangannya.

“jangan kalung itu memang aku berikan pada Taemin agar dia memberikannya padamu”larang Ki Bum hyung. Dia menatapku seolah meminta persetujuan dariku. Aku menganggukan kepalaku.

Aku menjelaskan semuanya padanya dia terlihat sangat menyukai kisahku dia memperhatikan dengan seksama.

“kalau aku boleh tahu itu kunci apa?”tanyanya aku memberikan diary itu padanya dan membuka diary itu dengan   kunci platina yang ada ditangannya.

“wow hebat sekali”ucapnya tulus

“kalau begitu apa boleh diary ini untukku?”tanyanya aku memberikan diary itu padanya. Dia kegirangan saat aku memberikan diary itu.

“tapi ada syaratnya”ucapku dia menoleh.

“eh?apa?baiklah aku akan mencoba membuatmu berpacaran dengan noona mu itu”aku menggeleng karena memang bukan itu yang aku inginkan.aku mulai mendekatkan wajahku padanya. Entah kenapa aku senang sekali menggodanya seperti ini.

“kau harus menjadi yeojachinguku karena kalung ini hanya akan aku berikan pada yeojachinguku”lanjutku

“hemm baiklah tapi apa barusan kau menembakku?”tanyanya polos. Aku mengangguk mengiyakan.

“jika kamu menembak seseorang jangan dengan cara seperti itu ayolah aku akan mengajarimu. Kamu harus mengatakan saranghaeyo. Katakanlah”aku mengangguk kenapa perasaan gugup ini muncul lagi. Kenapa aku jadi seserius ini?padahal aku kira dia akan menganggap aku hanya bercanda.

“saranghaeyo youngwonhi”ucapku kata-kata yang sulit aku ucapkan pada Victoria noona mudah sekali aku ucapkan padanya.

Dia hanya tersenyum tanpa mengatakan nado saranghae disanalah kisah cintaku dimulai karena sejak saat itu aku dan dia semakin dekat kami seperti pasangan pada umumnya, tapi ada hal yang tidak aku mengerti darinya. Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Dia tidak pernah mengizinkanku datang ke rumahnya

“kenapa tidak pernah memperbolehkanku datang ke rumahmu?”tanyaku saat kami sedang berada di taman. Dia menggerak-gerakan jarinya.

“apa kau ingin dibejek-bejek oppaku dan teman-temannya?mereka bilang akan menggodaku dan pacarku jika aku membawa pacarku ke rumah”ujarnya. Aku tersenyum ngeri.

“apa kau menyukaiku?”tanyaku tiba-tiba membuatnya tersentak kaget.

“eh?kenapa bertanya seperti itu?”dia terlihat bingung

“karena kamu tidak pernah bilang kalau kamu menyukaiku”akuku

“saranghaeyo”ucapnya tiba-tiba.

Sudah seminggu aku tidak bertemu dengannya. Aku mencoba menghubunginya tapi dia tidak pernah menjawab teleponku. Hingga akhirnya aku mendapat pesan darinya.

From:Nyda a.k.a Ri Chan

Hei?kamu katanya menghubungi aku terus ya?waeyo?jangan bilang kangen karena aku tidak akan percaya

Kamu lagi apa?masih marah?

Aku tersenyum membaca pesan darinya aku mulai membalas pesan darinya.

To:Nyda a.k.a Ri Chan

Mwo?kangen ama kamu?yang benar saja?Ri Chan kamu gak sakit kan?

Bogoshipda >.<

Aku menekan tombol send pada hapeku akhirnya aku mengaku juga kalau aku memang merindukannya.

5 menit kemudian hapeku bergetar. Aku mulai membaca pesan yang dia kirim

From:Nyda a.k.a Ri Chan

Kkyyaaa kamu kok bisa tahu?wah ngintip ya?tuh kan aku sudah bilang kamu pasti kangen sama aku. Kamu kesini saja aku ada di seoul hospital

Aku segera menyalakan mesin mobilku dan menuju ke tempat dia berada.saat aku memasuki ruang inapnya ternyata dia tidak ada disana aku mengedarkan pandanganku ke taman rumah sakit.

Aku melihatnya memakai kursi roda wajahnya sangat pucat tapi yang membuatku terkejut  adalah orang yang sedang menemaninya. Nickhun hyung? Dia dan Ri Chan terlihat sangat akrab mereka terlihat seperti sepasang kekasih.

Apa maksud dari ini semua?Ri Chan terlihat sangat bahagia saat bersama dengan Nickhun hyung. Apa hubungan mereka berdua?apa mereka berpacaran? Lantas apa gunanya aku?apa Ri Chan menduakan kami?terus apa Nikhun hyung menduakan Victoria noona?

Apa Ri Chan mendekati Nickhun hyung supaya aku bisa mendapatkan Victoria noona?apa dia tidak menyadari kalau aku mulai menyukainya?perasaan ini berbeda dengan perasaanku pada Victoria noona.

Mwo?apa yang mereka lakukan?Nickhun hyung mengecup puncak kepala Ri Chan. Ri Chan sepertinya tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Nickhun hyung. Padahal aku sendiri sebagai namjachingunya belum pernah melakukan hal seperti itu.

Karena geram akhirnya aku putuskan untuk menghampiri mereka.

“ehem”Ri Chan menoleh padaku dan Nickhun hyung langsung melepaskan pelukannya.

“hyung apa kau mau aku laporkan pada Victoria noona?”ancamku. dia menatapku dengan tatapan tak percaya.

“kenapa harus melaporkan aku memangnya aku salah apa?”dia tidak sadar juga dengan apa yang telah dia lakukan. Aku menunjuk Ri Chan.

“kamu selingkuh dengan Ri Chan”ucapku nyaris tersulut emosi

“mwo?apa aku salah jika memeluk adikku sendiri?”tanyanya aku menoleh pada Ri Chan berharap semua yang dia ucapkan hanya kebohongan belaka. Ri Chan menundukkan kepalanya.

Baiklah aku mulai mengerti kenapa aku merasa sangat mengenal nama Horvejkul karena nama orang yang merebut Victoria noona adalah Nickhun Buck Horvejkul namanya hampir sama dengan Ri Chan. Ri Chan?nuguseyo?apa aku pernah mengenalnya? Dia bukan Ri Chan tapi dia adalah Nyda Horvejkul yeodongsaeng dari rivalku sendiri dan apa maksud Ri Chan saat mengatakan kalau oppa keduanya bernama Nick?Nick dari kata Nickhun. Ri Chan aku bahkan tidak tahu kebohongan apa lagi yang kau sembunyikan di belakangku

Apa salahku?sampai aku harus menyukai yeodongsaeng dari rivalku sendiri?aku menatap Ri Chan aku yakin dia tahu aku menatapnya walaupun dia menundukkan kepalanya.

“Nyda aku mulai mengerti sekarang saat itu kamu sedang mencari Nickhun hyung kan?saat kamu mengetahui kalau aku menyukai Victoria noona kamu langsung menerimaku karena kamu takut Oppamu kehilangan cintanya kan?”aku melihatnya menangis aku tidak tahu kebohongan apa lagi yang pernah dia lakukan.

“mianhae”hanya itu kata yang keluar dari mulutnya tapi air mata yang mengalir cukup untuk menjelaskan semuanya. Aku ingin menghapus air matanya dan mengatakan kalau aku akan selalu ada disampingnya, tapi aku mencoba mengontrol emosiku untuk identitasnya saja dia bisa berbohong bukan tidak mungkin air matanya juga hanya bohongan.

“sudahlah aku tidak mau mendengar apapun lagi dari mulutmu. Aku merasa semuanya sudah berakhir. Kenapa aku bisa sebodoh ini?kenapa aku bisa percaya kalau kamu menyukaiku?padahal untuk identitasmu saja kamu bisa berbohong. Kamu bilang aku tidak boleh ke rumahmu itu karena kamu tidak ingin aku mengetahui semua kebohonganmu kan? Apa lagi dengan perasaanmu. Aku yakin kamu tidak benar-benar menyukaiku. Apa kamu tahu kebodohan apa yang paling aku sesali dalam hidupku?”dia menggeleng. Aku melanjutkan kata-kataku.

“kebodohan yang paling aku sesali adalah ketika aku benar-benar mencintaimu yeodongsaeng dari rivalku sendiri dan kamu membuatku benar-benar tidak sanggup untuk kehilanganmu”

Sejak kejadian itu aku benar-benar sudah tidak ingin mengenalnya lagi. Aku menutup kupingku dari segala hal tentangnya. Sampai pada akhirnya aku tahu dari media kalau Victoria noona putus dengan Nickhun hyung karena alasan yang tidak jelas.

Apa kalian pikir aku senang Nickhun hyung putus dengan Victoria noona?aku sama sekali tidak senang karena aku sudah benar-benar melupakannya.

Sampai akhirnya Nickhun hyung datang ke dorm kami. Hyungku yang lain mempersilakannya masuk walaupun mereka sudah mengetahui tentang hal ini. Dengan malas aku menemuinya di ruang tamu.

“annyeong hyung”sapaku dia tersenyum tapi tingkahnya selanjutnya membuatku terkejut dia berlutut di kakiku

“aku sudah melakukan semua keinginanmu aku sudah melepaskan Victoria untukmu. Aku mohon dengan sangat tolong temui adikku untuk yang terakhir kalinya karena hanya kamu yang dia perlukan. Nyda memang banyak berbohong padamu tapi itu bukan karena aku dia benar-benar menyukaimu dia takut kamu akan meninggalkannya saat kamu mengetahui dia adalah yeodongsaengku”

Kenapa dia harus berbohong?apa dia tahu alasan aku meninggalkannya bukan karena dia adalah yeodongsaeng dari Rivalku tapi karena dia membohongiku andai dia mengatakannya sejak dulu.

Ri Chan mianhae andai kamu dapat melihatku sekarang

Aku memandang tubuhnya yang sudah tak berdaya. Gadis yang selama ini selalu membuat hari-hariku menyenangkan kini hanya dapat terbaring lemas tak berdaya. Dan yang paling membuatku sakit adalah akulah yang membuatnya seperti ini.

Menurut Nickhun hyung Ri Chan menderita kelainan jantung yang dia derita sejak kecil makanya dia sering pindah rumah terakhir mereka tinggal di amerika tapi karena tidak ada perubahan Ri Chan memohon pada orang tuanya agar diizinkan tinggal bersama oppanya di Korea.

Penyakit Ri Chan kambuh saat aku memarahinya tempo hari.

Aku menggenggam tangannya erat seolah memberi kekuatan untuknya. Nickhun hyung memberikan diary Ri Chan padaku, diary yang dulu aku berikan padanya. Kunci dari diary itu masih menggantung pada leher Ri Chan.

Awalnya aku menolak untuk mengambil kunci diary itu dari lehernya, tapi Nickhun hyung yang memintanya.

Aku mulai membaca diary itu. Banyak sekali yang Ri Chan tulis di diary itu sejak pertama kali kami bertemu di sungai Han. Aku tersenyum saat dia mengatakan kalau dia menyukaiku sejak kami bertemu di sungai han.

Aku merasa tangan yang sedang aku pegang tiba-tiba bergerak. Ri Chan sadar!! . aku segera memanggil dokter dan suster agar segera datang ke ruang inap Ri Chan.

“taemin”Ri Chan memegang tanganku agar tetap berada di sampingnya.

“ne aku akan disini Chagi”wajahnya terlihat tersipu saat melihat aku memegang diary miliknya.

“apa kau sudah baikan dengan oppa?apa sekarang kau sudah berpacaran dengan eonni?”tanyanya aku memberi isyarat agar dia tidak terlalu banyak bicara.

“aku tidak mungkin akan terus-terusan marahan dengan calon kakak iparku kan?”godaku. wajahnya tersipu lagi.

“taemin bisakah kau mengabulkan permintaanku?”tanyanya. aku mengangguk”apapun akan aku lakukan untukmu”lanjutku

Sekarang kami ada disini di pinggir sungai han tempat dimana pertama kali kami bertemu tempat dimana aku mendapatkan cinta pertamaku.

Aku mendorong kursi roda itu menuju meja tempat kami makan malam. Dia masih memakai pakaian pasiennya, sementara itu ada banyak suster yang menemani kami. Hari ini adalah hari ulang tahun Ri Chan.Aku menyalakan lilin itu. Lilin itu kembali padam karena air mataku jatuh diatas api di lilin itu.

Ri Chan menatapku tajam seolah-olah dia melarangku untuk tidak menangisi perpisahan yang akan terjadi. Aku kembali menyalakan lilin itu. Aku menghampiri piano besar yang ada di pinggir meja kami.

Aku memainkan lagu river flows in you dari yiruma atau good Bye my love. Jari-jariku bermain di piano itu tapi air mataku terus mengalir tanpa henti.

Akhirnya aku selesai memainkan lagu itu. Aku menghampiri Ri Chan yang masih duduk di kursi rodanya.

“nyda saranghae aku tidak berduli siapapun kamu, jika aku menyukai Ri Chan berarti aku juga harus menyukai nyda horvejkul”dia tersenyum saat aku mulai melapalkan namanya.

“xie xie ni te ai”ucapnya ternyata dia cukup fasih melafalkan bahasa mandarin.

“cheonmaneyo”aku menjawab dengan bahasa koreaku

“taemin jika aku meninggal percayalah kalung ini akan membantumu mendapatkan menggantiku orang yang sangat mirip denganku”lanjutnya. Aku tersenyum lalu mengacak rambutnya lembut.

“jika kamu mati aku tidak akan mencari cinta lain”ucapku mantap. Dia mengerucutkan bibirnya. Aku mengecup puncak kepalanya. Dia langsung menjitak kepalaku

“kau ini diam-diam menghanyutkan”dia tertawa pahit. Aku memeluknya

“taemin apa kau tahu umurku tinggal beberapa menit lagi?”tanyanya sambil berusaha melepaskan pelukannya.

“ne makanya biarkan saja seperti ini”aku bersikukuh untuk tidak melepaskan pelukanku walaupun banyak suster  di sini.

“taemin sekarang jam berapa?”tanyanya. kenapa dia harus menanyakan jam di saat seperti ini?

“jam 23:58 “jawabku

“2 menit lagi aku 17 tahun Taemin”ucapnya tuhan jangan kau ambil dia di hari ulang tahunnya.

3..2…1 bunyi letusan itu terdengar dimana-mana aku memang menyiapkan kembang api itu khusus untuk hari ini

“saengil cukkahamnida, chagiya”ucapku lirih tapi sayang dia sudah tidur untuk selamanya dan dia benar-benar tidak pernah bangun lagi.

Flash back end

Aku menghampiri makam itu. Di sanalah jasad orang yang aku cintai di makamkan.

“annyeong chagiya”aku meletakan bunga mawar putih itu di dekat nisannya. Hampir setiap hari aku ke sini hanya untuk bercerita dengannya. Aku selalu merasa di tetap hidup walaupun aku tahu dia sudah pergi untuk selamanya.

Aku membakar diary itu di jembatan sungai han dan menaburkan abu dari diary itu ke sungai han”chagiya aku tidak membutuhkan ini lagi karena meskipun tanpa diary ini aku akan tetap mengenangmu untuk selamanya”

Aku kemudian berbalik bersiap-siap melemparkan kalung kunci ini 1..2..3.. aku sudah melemparkan kalung itu ke bawah aku harap kalung itu akan menyusul Ri Chan kesana.

Sampai akhirnya aku mendengar seseorang berteriak dari bawah“aww hei siapa yang di atas?”seseorang dari bawah berteriak padaku. Aku menoleh ke bawah aku melihat seorang yeoja memegang kalung itu.

Aku berlari sampai ke bawah sampai akhirnya aku dapat melihat yeoja itu dengan jelas”Ri Chan “panggilku lirih.

“eh?kamu kok bisa tahu nama aku?”tanyanya.

Ri Chan apa ini maksud kata-kata terakhirmu? Kalung ini akan membawaku pada orang yang benar-benar mirip denganmu.

Gomawo Ri Chan buat semua yang kau berikan untukku

Saranghaeyo youngwonhi


FIN

signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

I’M IN LOVE WITH HIS TWIN BROTHER

I’M IN LOVE WITH HIS TWIN BROTHER

AUTHOR       : DHY a.k.a DINAR

MAIN CAST : Onew & Jiyeon

A/N : ini hayalanku yang gak mungkin terjadi, beneran dech, penasaran kenapa???? Kalau ya Harus baca donk ^^

Sudah hampir setahun sejak jinki meninggalkanku, tapi entah kenapa aku masih tidak bisa melupakannya, harusnya aku membencinya, karna jinki meninggalkanku begitu saja, kau berpikir aku bodoh, sebenarnya aku berpikir hal yang sama, tapi mau diapakan lagi, I love him, he is my soul.

~ ~ ~

“jiyeon, ayo bangun” minho terus menggoncang tubuh jiyeon

“oppa, 5 mins”

“kau selalu bicara seperti itu, aku sudah mengenalmu, ayo cepat bangun” minho menarik tangan jiyeon sampai ia duduk.

“oppa, sekali ini saja”

“tidak, kau harus bangun” minho mendorong jiyeon ke kamar mandi “sudah cepat mandi, apa kau mau aku memandikanmu”

“tidak usah aku bisa mandi sendiri”

Setelah hampir 1 jam jiyeon mandi akhirnya  dia turun dari kamar.

“pagi oppa” ucap jiyeon sambil mengambil roti dari piring minho.

“hey, itukan rotiku, kembalikan !!!” ucap minho

“minho kaukan bisa membuat roti lapisnya lagi”

“umma, kenapa kau selalu membela jiyeon, akukan anakmu” ucap minho

“oppa, asal kau tahu, bibi lebih menyayangiku, merrong~~~”

“kau… awas kau kubalas nanti”

“sudah-sudah jangan bertengkar, ow ya jiyeon semalam ummamu menelepon, katanya uang yang kau minta sudah ditransper” jiyeon hanya mengangguk tanda mengerti “ow ya untuk apa kau meminta uang pada ummamu???”

“tidak untuk apa-apa, hanya aku mau membeli keperluanku saja”

“kamu kan bisa minta ke bibi”

“umma, kalau begitu aku minta uang sekarang” ucap minho

“minho bukankah baru 2 hari yang lalu, umma mentransper uang ke rekeningmmu”

“uangnya sudah aku pakai untuk membeli bola basket”

“memangnya oppa membeli berapa bola basket??? Bukannya bola basket oppa sudah banyak” ucap jiyeon

“aku membeli bola basket yang harganya mahal sekali, jadi uangnya sudah habis”

“minho, umma tahu kamu berbohong, sudah sana berangkat kesekolah, nanti kalian terlambat”

~ ~ ~

Jiyeon POV

“oppa, boleh ya aku ikut di motormu” aku merajuk pada kakak sepupuku itu.

“memangnya kau tidak dijemput pacarmu???” tanya minho

“oppa, memangnya kau lupa, jinki kan sedang pergi, mana bisa dia menjemputku”

“jiyeon, aku sudah bilang, lupakan jinki dari cari pacar baru, dia sudah mencampakanmu”

“oppa jinki tidak mencampakanku, dia hanya pergi sebentar”

“sebentar katamu, ini sudah hampir satu tahun, apa dia mengabarimu??? Tidakkan”

“oppa, kalau kau tidak mau aku menumpang dimotormu, aku bisa pergi kesekolah sendiri” ucapku mengabaykan apa yang dikatakan minho.

Aku pun memilih untuk berjalan kaki, sebenarnya jarak sekolah kerumah minho lumayan jauh, tapi karna aku kesal makanya aku berjalan kaki. Aku sadar dengan apa yang dikatakan minho oppa, tapi aku sudah bilang, aku sangat mencintai jinki.

Flasback

Hari ini aku berkunjung ke salah satu panti asuhan bersama minho, ini hari ulang tahunku yang ke 17, dan aku ingin berbagi kebahagian dengan anak-anak dipanti asuhan ini. Saat aku memasuki sebuah ruangan aku melihat, seorang lelaki seusiaku sedang bernyanyi sambil bermain piano didepan anak-anak, entah kenapa senyumnya begitu indah.

“hei, kenapa kau melamun???” tanya minho

“tidak, aku tidak melamun”

“ya sudah, ruangan untuk merayakan pestamu sudah siap”

Akupun melangkah mengikuti minho, tetapi pandanganku masih tertuju pada lelaki dengan sinyuman indah itu.

~ ~ ~

suatu hari saat aku pulang sekolah, tiba-tiba turun hujan, aku berlari kesalah satu halte dekat sekolah untuk berlindung, tapi nampaknya aku telat karena halte itu sudah penuh, karna tidak ada pilihan aku pun berlindung di halte itu, aku merasa air hujan membasahi bahu kiriku, aku mencoba untuk bergeser tapi tidak bisa, akhirnya aku memutuskan untuk membiarkan bahu kiriku basah oleh air hujan. Tapi tiba-tiba aku merasa air hujan itu berhenti menetes di bahuku padahal hujan turun semakin deras.

“aneh” ucapku kemudian melihat kearah atas. Aku melihat seorang lelaki melindungiku dari tetesan hujan dengan jas seragam  sekolahnya. Seragamnya sama dengan seragam minho.

“hujannya cukup deras ya” ucap dia ramah. Aku kaget saat melihat bahwa dia adalah lelaki bersenyum indah yang kulihat dipanti asuhan.

“aku jinki, namamu siapa???”

“aku???”

“ya, namamu siapa???” tanya dia lagi

“aku jiyeon”

“ow ya itu supirku sudah datang, kalu kau mau menunggu bus, pasti datangnya akan lama, mau aku antar” tawar jinki

“hmm???”

“aku bisa mengantarmu pulang kalau kau mau” jelasnya “kau tidak perlu takut, aku bukan orang jahat lagi pula kitakan tidak hanya berdua”

Akhirnya aku menerima ajakan jinki.

Setelah kejadian itu aku dan jinki dekat, jinki akhirnya tahu kalau aku sudah menyukainya sejak pertama aku melihatnya di panti asuhan. Dia juga sudah tahu aku adalah sepupu minho yang ternyata satu sekolah dengannya, kami memutuskan untuk kencan hingga suatu hari jinki pergi entah kemana.

End of flasback

“jiyeong”

Aku kaget saat sadar bahwa minho dari tadi megikutiku.

“oppa kenapa kau mengikutiku??” tanyaku heran

“aku minta maaf, jangan marah ya”

“aku tidak marah, sungguh” ucapku dengan senyuman

“benar????”

“ne”

“kalau  begitu aku akan mengantarmu”

“baiklah” ucapku sambil naik kemotor minho, minho membawa motor dengan kecepatan standar, tiba-tiba sebuah mobil sedan berwarna hitam melaju sangat cepat dan tiba-tiba berhenti didepan motor minho karna lampu merah.

“aish, siapa sich pengendara mobil ini” ucap minho karena kesal, minho pun memberhentikan motornya tepat disamping mobil itu.

“kau lihat, jiyeong yang membawa mobil itu adalah bajingan” ucap minho, aku heran kenapa minho tiba-tiba berkata kasar. Karna penasaran aku mengarahkan pandanganku kemobil itu, samar-samar aku melihat lelaki itu sedang berciuman dengan wanita yang duduk disebelahnya, aku juga melihat dua orang laki-laki yang duduk dibangku belakang tertawa-tawa menyaksikan adegan itu.

“opa iiitu jinki”suaraku bergetar, hatiku sakit, aku benar-benar yakin kalau itu jinki

“jiyeong??? Kau baik-baik saja” tanya minho hawatir saat kami sudah sampai dipintu gerbang sekolahku. “itu pasti bukan jinki, jinki bukan orang seperti itu, walaupun dia sudah meninggalkanmu”

Entah minho oppa ingin menenangkanku atau malah membuatku bertambah sakit.

~ ~ ~

“jiyeon, kau baik-baik saja??”

“aku baik-baik saja, kau kan tahu aku siapa jiyeon” ucapku pada yumi sahabatku

“aku tahu kau bohong”

Tak lama mr. han datang dengan seorang murid laki-laki.

“anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru yang baru pindah dari londen, oyo onew silahkan masuk”

Lelaki yang disebut onew itupun masuk ke kelas, aku sangat kaget saat melihat siapa dia, dia jinki pacarku, itu yang ada dipikiranku tentunya.

“hai, aku onew, ini pertama kalinya aku menetap cukup lama di korea”

Aku yakin itu jinki, tapi kenapa dia berbeda sangat berbeda,  dari cara berpakaian, cara bicara, penampilannya. Tiba-tiba onew mengarahkan pandangannya padaku dia tersenyum, senyuman itu indah tapi tidak semanis jinki, senyumannya lebih terlihat menggoda sampai semua siswi yang ada dikelas ini berteriak.

~ ~ ~

Saat istirahat, aku memutuskan untuk tetap di kelas, berharap kalau jinki mengenaliku, ow tidak dia bukan jinki tapi onew. Aku kesal karena sekarang dia sedang tertawa-tawa dengan siswi-siswi yang keganjenan.

“bisa kita bicara???” pintaku pada onew dengan ketus

“wow, hei cantik, harusnya kau bersikap manis kalau ingin berbicara denganku” aku kesal dengan sikapnya itu, aku pun menarik tangannya ke lantai paling atas gedung sekolah.

“hei, kau kenapa???”

“harusnya aku yang bertanya kau kenapa???” tanyaku kasar

“hi girl calm down” ucapnya dengan tingkah menyebalkannya

“kau menyuruhku untuk tenang, apa kau pikir aku bisa tenang melihatmu dengan gadis-gadis itu” sekarang suaraku sudah bergetar

“hi, ayolah kau bisa berbagi dengan mereka” ucapnya.

“aku tidak mau membagi pacar dengan orang lain, aku tahu kau jinki, kenapa kau meninggalkanku, asal kau tahu aku masih menyayangimu, aku tak peduli kau pergi berapa lama, tapi tetaplah jadi jinki yang kukenal, jangan bersikap aneh seperti ini, aku mohoon” aku tidak kuat untuk menahan air mataku, aku terduduk lemas, air mataku terus mengalir. Tapi tiba-tiba aku merasa seseorang memelukku.

“aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan” aku hanya menangis mendengar kata-kata itu. Kemudian onew mendekatkan wajahnya kewajahku.

“onew……” teriak seorang wanita yang tiba-tiba datang.

Onew langsung berdiri. “cerol, aku bisa jelaskan semua ini” ucapnya pada gadis yang sepertinya adalah pacar onew dia gadis yang kulihat dimobil onew tadi pagi dia seniorku.

Gadis itu tidak mendengarkan onew, kemudian meninggalkan kami berdua.

“sudah jangan hiraukan dia, biasa kita teruskan apa yang tadi tertunda”

PLAKK

Aku menampar onew.

“apa ini yang kau berikan padaku, setelah membuat pacarku meninggalkanku” ucapnya sambil tersenyum.

“sekarang aku sadar bahwa kau bukan jinki, jinki orang yang lembut dan menghargai wanita, tidak sepertimu” ucapku kemudian meninggalkan onew

End of Jiyeon POV

Author POV

“kau tahu, ayahku tidak pernah mengajariku untuk menghargai wanita” ucap onew dengan senyuman sinis.

Sudah seminggu semenjak kejadian diatas gedung itu. Jiyeong juga tidak pernah menyapa onew.

“pagi” ucap jiyeon ramah

“hei, kenapa kau sudah rapi jam segini???” tanya minho heran

“memangnya tidak boleh ya oppa”

“aku hanya heran”

“oppa kau dapat salam dari yumi, katanya kau tampan” ucapku sambil meninggalkan minho.

~ ~ ~

Di sekolah, pagi ini masih sepi hanya beberapa orang saja yang sudah datang. Tiba-tiba cerol datang menghampiriku, ya dia adalah pacar onew.

“hi, jadi namamu jiyeon??” tanya cerol sinis

“ea, memang kenapa???”

“aku tidak suka, kau menggoda pacarku”

“aku tidak mengodanya”

Cerol kesal kemudian mengambil tas jiyeon dan mengeluarkan semua isinya “ini apa????” tanyanya sambil menunjukan sebuah foto.

“dia pacarku, kembalikan” ucap jiyeon

“pacarmu kau bilang, dia pacarku” ucap cerol kemudian  merobek-robek foto itu dan pergi meninggalkan jiyeon,

Jiyeon kemudian mengambil robekan foto jinki, tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja. Saat tiba-tiba langkah kaki mendekat pada jiyeon.

“jiyeon, apa yang sedang kau lakukan???”

Jiyeon tidak menjawab dia terus mencoba menyatukan robekan foto jinki.

“G” ucap onew kemudian dia duduk disebelah jiyeon yang masih menangis memandangi robekan foto jinki. Tiba-tiba onew menggenggam bahu jiyeong dan menghadapkan jiyeon ke arahnya.

“siapa laki-laki itu???” nada suara onew terdengar serius.

“itu bukan urusanmu”

“sekarang itu menjadi urusanku, jawab aku siapa dia???” tanya onew lagi. Jiyeon tidak sempat menjawab karena bel masuk telah berbunyi. Onew kemudian memasukan semua barang-barang jiyeon ke tasnya termasuk robekan foto jinki. Kemudian onew menarik tangan jiyeon keluar kelas dan memaksa jiyeon masuk ke mobil jinki.

“mau kemana kita???”

onew tidak menjawab, dia hanya menyetir mobilnya, setelah satu jam onew memarkirkan mobilnya di pantai.

“keluar” onew menarik tangan jiyeon

“lepaskan tanganku, tanganku sakit”

Onew melepaskan genggamannya tepat dipinggir pantai.

“lelaki yang ada di foto itu G kan???” tanyanya

“dia jinki pacarku”

“ya mungkin nama koreanya jinki, aku tidak tahu, tapi sepertinya pacarmu adalah G, dia adik kembarku” jelas onew (Author: aku pake G diambil dari kata JI kaya namanya G-dragon, mav ya aku ngayal keterlaluan hehehe).

“apa kau bilang? Jinki tidak pernah menceritakan apa-apa”

“dulu aku dan G tinggal di London, setelah orang tua kami bercerai, jinki dibawa umma pindah ke korea, sedangkan aku menetap dengan appa, makanya aku tidak tahu cara menghargai wanita, seperti yang kau katakan” ucap onew sambil memandang jauh kedepan.

“maaf, lalu dimana jinki sekarang??” tanya jiyeon

“G, dia, dia sudah meninggal satu tahun yang lalu saat akan mengunjungiku”

“MMMeninggal??? Kau pasti bohong, kau bohongkan??” tanya jiyeon sambil memukul-mukul dada onew. Onew memeluk jiyeon kali ini tulus. “kau boleh meminjam bahuku untuk menangis, tapi kenapa kau menagis??? Bukannya kau sudah punya pacar baru???” tanya onew. “apa maksud pertanyaanmu???”

“aku pernah melihatmu bersama pria, kita berpapasan dilampu merah, dihari pertama aku masuk ke sekolah” jelas onew

“dia bukan pacarku, dia minho kakak sepupuku, aku juga melihatmu sedang ber….” Belum sempat jiyeong melanjutkan ucapannya onew sudah menutup mulut jiyeon. “jangan bahas itu, oke” ucapnya

“kenapa, memang benarkan kau sedang….”

“ijinkan aku menjagamu”

“APA????” tanya jiyeon kaget

“aku ingin menjagamu, aku tahu aku tidak bisa menggantikan G, karena kami berbeda”

“entah kenapa kesedihanku sedikit terobati mendengar kata-kata onew, dia mungkin bukan jinki, tapi aku yakin dia punya sisi baik yang selama ini dia tutupi” ucap jiyeon dalam hati.

“aku juga tidak bilang kau sama dengan jinki”

“kau….”

“tapi aku rasa sebenarnya kau juga punya hati yang baik seperti jinki” ucap jiyeon sambil menyentuh dada sebelah kiri onew.

“jadi?????” tanya onew

“apa???”

“ sebenarnya aku sudah menyukaimu dari pertama kali aku melihatmu dilampu merah”

“lalu???” tanyaku

“sebenarnya kau mau tidak sih jadi pacarku???” tanya onew kesal, sepertinya sisi buruknya sudah mulai tibul lagi.

“kau memang benar-benar beda dengan jinki” ucap jiyeon kemudian berlari meningalkan onew yang masih duduk diatas pasir.

“hei maksud kata-katamu apa sich???” tanya onew sambil mengejar jiyeon

“selesaikan dulu maslahmu dengan cerol” teriak jiyeon pada onew yang berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri.

“baik, aku pasti menyelesaikannya, dan satu hal lagi aku akan membuat kau mengatakan I’M IN LOVE WITH HIS TWIN BROTHER”

~ ~ ~

Satu tahun kemudian.

Jiyeon POV

Sedikit demi sedikit onew sudah bisa merubah sifat buruknya, walau pun kadang-kadang sifat itu muncul, malam ini aku sedang berada di pantai tempat kami pertama kali berbicara dari hati ke hati.

“jiyeon, apa aku sudah membuatmu bisa mengatakannya?” tanya onew penuh harap. Dia selalu saja menanyakan. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku melihat onew tertunduk dia memandangi pasir.

“apa selama ini aku tidak bisa membuatmu mengatakannya?”

Aku hanya mengangguk “tapi aku bisa mengatakan satu hal” ucapku kemudian bangkit dari dudukku.

“apa???” tanya onew penasaran

“I’M IN LOVE WITH JINKI TWIN BROTHER” teriakku

“dia G, bukan jinki” sepertinya onew belum sadar dengan ucapanku

“I’M IN LOVE WITH G TWIN BROTHER” teriaku lagi

“nah yang itu baru benar, eh apa yang kau katakan???” tanya Onew yang sekarang sudah berdiri disampingku. “kau jatuh cinta dengan saudara kembar G?? itu aku kan???” tanya onew, dia terlihat seperti anak kecil saat menanyakan itu, “jawab aku? Itu akukan??”

Aku hanya mengangguk. “benarkah??? AAAAAAAAAAAAAAAAAAA” tiba-tiba onew berteriak dan memelukku dengan erat.

“O O ONEW aaaku tidak bisa bernafas”

The End


Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^